• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tent ang Pasar dan Ekonomi Soehar to

Dalam dokumen TEMPO EDISI KHUSUS SOEHARTO (Halaman 59-64)

M. Sadli

Ekonom, kolom i ni di t uli s dua t ahun sebelum M. Sadli w afat .

elama 30 t ahun, Soehart o berhasil membangun ekonomi Indonesia dari keadaan yang morat -marit pada 1965/ 6 menjadi salah sat u M acan Asia yang pert umbuhannya menakjubkan. Tet api Indonesia t et ap negara yang paling miskin di ant ara negara- negara it u karena dasar permulaannya juga yang paling rendah. Pada 1996/ 7 pendapat an per kapit a Indonesia menurut Bank Dunia sudah sedikit melebihi US$ 1.000 set ahun, t et api M alaysia sudah t iga kali lebih t inggi dan Thailand 1,6 kali lebih t inggi. Ekspor Indonesia yang juga t umbuh cepat dan mencapai sekit ar US$ 55 miliar set ahun, t et api masih lebih rendah daripada M alaysia (sekit ar US$ 75 miliar) dan Thailand (sekit ar US$ 60 miliar t anpa minyak bumi) w alaupun kedua negara it u penduduknya (jauh) lebih kecil.

Yang membuat Indonesia ket inggalan adalah, selain angka aw al (st art ing base)-nya rendah, kualit as sumber daya manusia sert a pendidikan jauh t erbelakang oleh karena sejak kemerdekaan t idak banyak dikucurkan dana dan daya kepada sekt or yang sangat st rat egis ini. Karena SDM Indonesia kekurangan dasar, m aka indust rialisasi di Indonesia juga t idak bisa bersifat " mandiri" (kurang t ergant ung dari impor) sepert i di Taiw an dan Korea Selat an. Kedua negara it u mew arisi kult ur yang lebih pro-pendidikan (dasar) dari penjajah Jepangnya sebelum Perang Dunia Kedua.

Selama sekit ar 30 t ahun it u laju pert umbuhan ekonomi Indonesia sekit ar 6,7 persen set ahun. Ini berart i bahw a selama 30 t ahun it u PDB t umbuh 8?10 kali dan PDB per kapit a sekit ar 4 kali, dari US$ 250 menjadi US$ 1.000 per t ahun. Karena golongan mayorit as yang baw ah t idak menikmat i kenaikan pendapat an empat kali it u, maka golongan " kelas menengah" di kot a-kot a, baik di Jakart a maupun di daerah, mengalami kemajuan pendapat an yang jauh lebih besar. Lepas dari adil at au t idaknya, kemakmuran sert a purchasing pow er (daya beli) inilah yang pada dirinya menjadi sumber pert umbuhan lebih lanjut .

Krisis t ahun 1997/ 8 mengguncang sendi-sendi it u dan sampai sekarang t ingkat kehidupan t ahun 1996/ 7 unt uk sebagian besar masyarakat belum bisa diraih kembali. Kalau para ekonom yang " populis" sepert i Dr. M ubyart o mengat akan bahw a krisis ekonomi t idak pernah memukul daerah di luar Jaw a dan di luar kot a, maka it u sebagian saja benar. Sejak 1997, penduduk t et ap t umbuh dan penduduk muda yang keluar sekolah bert ambah banyak pula. Tet api, dengan krisis dan pert um buhan ekonomi rendah, kesempat an kerja menjadi sangat t erbat as. M aka, masalah sosial yang sekarang pun mengganggu kehidupan sosial di daerah-daerah yang lebih rural adalah kegelisahan di ant ara penduduk yang muda yang kurang punya harapan akan mendapat pekerjaan sert a pendapat an yang sesuai dengan aspirasi mereka. M asalah inilah yang dialami oleh berbagai proyek pert ambangan, perkebunan, dan lain-lain agribisnis, t erut ama proyek besar yang PM A, sepert i di bidang

ht t p:/ / Semaraks.blogspot .com

migas (cont oh Calt ex di Riau) dan pert ambangan (cont oh-cont oh: Freeport , New mont M ining, Kalt im Prima, PT KEM , PT Inco, dan sebagainya) yang semuanya mengalami masalah-masalah dengan masyarakat sekit arnya. Perusahaan-perusahaan it u menjadi t umpuan harapan penduduk set empat unt uk mendapat pekerjaan dan st at us sosial (sebagai karyaw an). M ereka benci t enaga kerja pendat ang yang lebih mahir dan sering menang dalam rekrut men. Orang-orang asing yang memimpin perusahaan-perusahaan pert ambangan it u di daerah (yang agak t erpencil it u) yang mencemaskan kemungkinan melet usnya pergolakan sosial karena pemerint ah, baik pusat maupun daerah, sekarang t idak mampu, mungkin t idak berani, menegakkan law and order, ket ert iban sosial, dan perlindungan keamanan kepada perusahaan besar.

Keberunt ungan Soehart o pada 1966 adalah bahw a ia bisa menggaet kelompok " t eknokrat " , kebanyakan dosen ekonomi di Universit as Indonesia, sebagai pembant u dan yang berangsur-angsur menjadi ment erinya. Di bidang hukum dan polit ik juga t ersedia dosen-dosen dari Gadjah M ada dan Padjadjaran, yang semuanya mengejar di Seskoad (sekolah jenderal di Bandung) sejak 1957. Kolonel (almarhum) Suw art o yang menjadi Wakil Kepala Seskoad memainkan peran pent ing melet akkan dasar st rat egic alliance ant ara TNI dan kaum t eknokrat ini, sedangkan Pak Hart o menjadi sisw a/ pesert a pada 1958. M aka, para jenderal it u cukup mengenal para dosen dari UI, Gadjah M ada dan Padjadjaran it u. Yang mendukung keberhasilan di bidang ekonom i adalah para dosen dari FE UI, dengan Prof. Widjojo Nit isast ro sebagai primus int erparis-nya, ket ua t im yang berhasil memimpin kelompoknya lebih dari 30 t ahun t anpa adanya keret akan at au persaingan yang keras. Dasar dari kerja sama yang erat sekali ini dilet akkan di Universit y of California, Berkeley, ket ika kelompok Widjojo ini bersama-sama mengikut i program S3 dari 1957 sampai 1962. M ereka ini menggunakan malam minggu unt uk berkum pul dan membicarakan " masalah-masalah ekonomi dan pembangunan" t anah airnya.

Kaidah-kaidah ekonom i dan polit ik yang berlaku di zaman Soekarno, 1957?1966, dijungkirbalikkan oleh Soehart o karena dianggap gagal menyusun landasan unt uk meningkat kan kemakmuran bangsa. Kaidah pert ama zaman Soekarno it u adalah ekonom i t erpimpin, bahw a kekuat an pasar t idak diizinkan melakukan fungsinya. M aka, di zaman Orde Baru, pasar dan harga diberi kesempat an jauh lebih banyak unt uk melakukan fungsi alokasinya.

Kedua, pemerint ah Orde Lama t idak ramah t erhadap dunia Barat dan lebih berpihak kepada poros ant iimperialis. Bant uan ekonomi lebih banyak dat ang dari Uni Soviet , t et api proyek-proyeknya kurang mampu meningkat kan produksi dan kemakmuran, juga oleh karena banyak proyek t idak bisa diselesaikan. Cont ohnya adalah pabrik baja Krakat au. St adion besar Senayan banyak manfaat nya, akan t et api bukan proyek ekonomi.

Orde Baru mengubah orient asi polit ik luar negeri menjadi " bebas akt if" unt uk menerima bant uan dari Barat dan t idak menolak bant uan dari blok Timur asal diberikan

ht t p:/ / Semaraks.blogspot .com

dengan syarat -syarat yang sama. Kesamaan syarat ini juga diberlakukan pada rescheduling ut ang, yang dirundingkan lebih dulu dengan blok Barat lew at Paris Club.

Ekonom i Orde Baru t idak ident ik dengan ekonomi liberal at aupun kapit alist is yang murni. Walaupun Prof. Widjojo dkk menjadi perumus ut ama banyak kebijakan ekonomi t ahap pert ama Orde Baru it u (1966?1973), Orde Baru lebih merupakan rezim TNI dengan Jenderal Soehart o sebagai panglimanya. Kaum milit er t idak t erkenal sebagai " demokrat is" , " liberal" , t erbuka, dan sebagainya. Nalurinya lebih banyak ot orit arian, sent ralist is, int ervensionis, t op-dow n at au mengikut i sist em komando.

Bahw a Soehart o dan para jenderal bisa mengikut i, bahkan mendukung, resep-resep kebijakan ekonomi yang disarankan oleh kelompok Widjojo, ini memang t idak alamiah, dan harus bisa dijelaskan. M ungkin karena di t ahun-t ahun pert ama (1966?1968) mereka t idak melihat alt ernat if yang lebih baik. Banyak perw ira t elah mendapat didikan di Amerika Serikat dan menjadi kagum at as keberhasilan sist em ekonomi di sit u. Lagi pula, Widjojo cs juga t idak merupakan ancaman at aupun persaingan bagi mereka. Widjojo dan t imnya lebih memusat kan perhat ian kepada penat aan makroekonomi, bukan mikroekonomi. Bagi-bagi rezeki, misalnya HPH kehut anan, penunjukan kont rakt or, dan sebagainya ada di bidang mikroekonomi yang t idak dijamah oleh Widjojo cs. Widjojo dan kaw an-kaw annya puas menguasai Depart emen Keuangan, Bank Indonesia, Bappenas, Perdagangan dan Penanaman M odal, yang menjadi bent eng-bent eng para ekonom t eknokrat . Depart emen Indust ri, Kehut anan, Pekerjaan Um um, Bulog, Pert amina, bukan daerah jajahannya. Lagi pula, budaya KKN belum t erlalu menjamur pada 1966?1973. Put ra-put ri Soehart o masih kecil, konglomerat kroni belum besar juga.

Salah suat u kebijakan ut ama pemerint ah yang baru adalah promosi penanaman modal asing dan dalam negeri. M ot ifnya lebih banyak kebut uhan daripada ideologi. Ekonom i yang berant akan memerlukan modal banyak unt uk membangun. Sebagian diusahakan dari bant uan int ernasional. M aka, IGGI digalang dan arus t ahunan yang diperoleh semakin besar, dari beberapa rat us jut a dolar pada 1967 sampai beberapa miliar set ahun akhir-akhirnya. Sebagian besar dana ini dipakai unt uk anggaran belanja pembangunan, unt uk membangun infrast rukt ur fisik dan sosial, t ermasuk di bidang pert anian, pendidikan dan kesehat an, pembangunan jalan, list rik, dan sebagainya.

M aka, unt uk sekt or indust ri dan jasa-jasa diharapkan masuknya PM A dan PM DN, dan dua undang-undang dit erbit kan unt uk memberikan insent if dan jaminan. Kebijakan ini berhasil sekali. M odal Amerika dan Barat masuk di bidang migas dan pert ambangan um um, dan modal Jepang masuk ant ara lain ke bidang indust ri. PM DN ramai masuk di indust ri, kehut anan, real est at e.

Tahap 1966?1973 adalah t ahap ekonom i bebas, art inya belum banyak pembat asannya. Rizal M allarangeng di bukunya, M endobrak Sent ralisme Ekonom i, menyebut t ahap ini t ahap liberalisasi yang pert ama. Ekonomi rat a-rat a t umbuh di at as 7

ht t p:/ / Semaraks.blogspot .com

persen set ahun karena sifat nya rehabilit asi dan sekt or pert anian masih bisa t umbuh banyak karena t ersedianya t eknologi baru produksi padi.

Tet api, pada 1973?1974 t imbul reaksi (M alari) dalam bent uk demonst rasi mahasisw a besar-besaran. Dampak kesenjangan dari ekonomi pasar, yang pada dirinya berhasil meningkat kan laju pert umbuhan, menampakkan dirinya. Amarah mahasisw a dit ujukan kepada PM A Jepang, dicet uskan oleh kunjungan Perdana M ent eri Jepang. Tet api, gejala prot es mahasisw a ini juga t erjadi di Bangkok sehingga merupakan gejala regional. M aka, dilema ekonomi pembangunan yang klasik muncul: laju pert umbuhan yang pesat lew at pasar yang bebas juga menimbulkan kesenjangan. Sebagian masyarakat mulai menolak kapit alisme, pasar bebas, PM A, menguat nya ekonomi nonpribumi.

M aka, sejak 1974 meningkat lah prot eksionisme, dirigisme, penjat ahan, pemberdayaan usaha pribumi. Rizal M allarangeng melihat periode 1973?1983 sebagai sent ralisme yang kembali. Kelompok Widjojo masih berkuasa dan mencari akomodasi kepada kecenderungan polit ik ini sambil berusaha agar ekonom i masih berjalan cukup efisien dan t erbuka. Ant ara lain mereka berhasil menangani krisis Pert amina dengan rest u Soehart o.

Kebet ulan periode ini dikurniai rezeki minyak bumi, sehingga jumlah dana yang t ersedia bagi pemerint ah lebih dari cukup. Indust rialisasi masih bisa berjalan berdasarkan pasar dalam negeri, yang daya belinya disiram i oleh rezeki minyak. Biasanya t ahap import subst it ut ion indust rializat ion hanya berlangsung 10 t ahun. Di Indonesia bisa berlangsung sampai 1983, karena ada semacam t ahap kedua, dimungkinkan oleh rezeki minyak. Baru pada 1983 produksi t ekst il dalam negeri mulai menumpuk karena t idak mampu dijual di luar negeri. Baru set elah devaluasi ekspor naik sangat besar.

Sement ara it u, harga minyak bumi jat uh di perm ulaan dasaw arsa delapan puluhan. M asa pancaroba keuangan ini melahirkan kesempat an, dan keharusan, unt uk bant ing set ir dalam kebijakan ekonomi um um. M aka, sejak 1983 ada kesempat an menjalankan deregulasi di berbagai bidang. Widjojo (yang bukan lagi M enko Perekonomian di t ahun it u t et api masih berkant or di Bappenas dan t et ap " Pak Lurah" bagi kelompoknya), Ali Wardhana, Saleh Afiff, Radius, Sumarlin mencanangkan deregulasi (t ahap pert ama) di bidang perbankan, perdagangan luar negeri (SGS dari Sw iss menggant ikan peran Bea-Cukai), memangkas perizinan di bidang indust ri dan invest asi. Deregulasi ini dijalankan secara bergelombang, art inya t idak dalam sat u kali pukul, dan t unt as sekit ar 1989. Sebet ulnya, deregulasi masih berjalan t erus, t et api t ambah lama t ambah sukar unt uk mendapat dukungan Presiden Soehart o. Di masa boom, kesediaan Pak Hart o meneruskan deregulasi berkurang karena memerlukan pengorbanan.

Laju pert umbuhan PDB pada dasaw arsa delapan puluhan secara rat a-rat a hanya mencapai 6,1 persen set ahun. Ini disebabkan sekt or pert anian dan pert ambangan mulai jenuh t umbuh (set elah sw asembada beras dicapai pada 1983?1984), t et api laju

ht t p:/ / Semaraks.blogspot .com

pert umbuhan di sekt or indust ri manufakt ur mencapai rekor 12 persen set ahun, t ert inggi di Asia Tenggara. Berkat berbagai deregulasi, maka laju pert umbuhan PDB 1990?1996 mencapai 7,7 persen set ahun.

Dua kali t erjadi bahw a paket kebijakan yang cocok unt uk zamannya dan menghasilkan laju pert umbuhan t inggi pada dirinya menyimpan benih kegagalannya. Pasar bebas 1966?1973 sangat berhasil menumbuhkan ekonomi, t et api t idak berhasil memperkecil jurang kesenjangan yang bisa dilihat di Jakart a. Deregulasi 1986?1996 melahirkan boom ekonom i, t et api berakhir dengan krisis dahsyat karena t idak disert ai landasan inst it usional dan lembaga sert a sist em pengaw asan yang kukuh. M aka, di era Reformasi, inst it ut ion building dan rebuilding menjadi pent ing. Pedoman-pedoman yang baru adalah t ransparency, account abilit y & good governance.

ht t p:/ / Semaraks.blogspot .com

Dalam dokumen TEMPO EDISI KHUSUS SOEHARTO (Halaman 59-64)