• Tidak ada hasil yang ditemukan

War isan Polit ik Jender al it u

Dalam dokumen TEMPO EDISI KHUSUS SOEHARTO (Halaman 124-126)

R. Wi lli am Li ddle

Pr ofesor i lmu poli t i k, Ohi o St at e Uni ver si t y, Col umbus, Ohi o, AS

residen Soehart o adalah seorang dikt at or yang t anpa sengaja t et api dalam banyak hal memuluskan proses demokrat isasi di negerinya. Saya t idak t ahu bagaimana kenyat aan ini akan dinilai kelak oleh para sejaraw an, yang biasanya lebih mement ingkan int ent ion (maksud) ket imbang out come (hasil). Tet api sebagai pengamat lama yang dulu t idak pernah percaya bahw a pemerint ahan Orde Baru yang ot orit er akan disusul langsung oleh pemerint ahan yang demokrat is sert a st abil, saya merasa perlu menguraikan peran Soehart o dalam proses ini.

Pert ama dan mungkin t erut ama, para pemimpin TNI t elah dikebiri selaku akt or polit ik sejak Benny M oerdani dipecat sebagai Panglima ABRI pada 1987. Set elah it u Soehart o t idak pernah membiarkan sat u perw ira t inggi menjadi t erlalu kuat . Soehart o menyeleksi langsung perw ira m uda unt uk menjadi ajudannya, lalu ia menjam in keset iaan mereka dengan kebijakan promosi dan kenaikan pangkat yang cepat . Lagi pula, Soehart o mempert ent angkan para perw ira t inggi, sepert i menant unya Prabow o Subiant o dan bekas ajudannya Wirant o, agar salah sat u t idak bisa bert indak sendiri at as nama ABRI.

Hasilnya adalah sebuah t ent ara yang t idak berdw ifungsi lagi, yang t idak bisa bergerak sebagai kekuat an ut uh di baw ah kepemimpinan t epercaya. M aka, ramalan saya dulu bahw a Soehart o akan disusul oleh orang kuat lain, sepert i Park Chung Hee di Korea disusul oleh Chun Doo Hw an, t ak t erw ujud. Vakum polit ik yang diw ariskan oleh kebijakan milit er Soehart o just ru diisi dengan orang sipil yang lemah t et api prodemokrasi: B.J. Habibie (yang langsung menaw arkan pemilu demokrat is sebagai t akt ik polit ik unt uk menyelamat kan jabat annya), Abdurrahman Wahid, M egaw at i Soekarnoput ri.

Kedua, seraya mencari pengabsahan bagi kekuasaannya, Soehart o mencipt akan sebuah dunia fant asi yang kini menjadi realit as. Dunia it u t erdiri dari lembaga-lembaga sok demokrat is, asli t api palsu, yang ket ika beliau lengser keprabon bisa bert iw ikrama menjadi lembaga demokrat is sejat i. M ulai 1971 sampai dengan 1997 pemilihan umum diadakan set iap lima t ahun di t iga t ingkat pemerint ahan (bandingkan dengan periode Demokrasi Terpim pin, ket ika t ak ada pem ilu sama sekali).

Dua part ai polit ik, masing-masing dengan akar sosio-budaya (Islam dan nasionalisme) yang kuat , diperbolehkan bersaing dengan Golkar, part ai negara yang dicipt akan Soehart o. Di ant ara masa-masa pemilu, w akil rakyat bersidang secara t erat ur di M PR, DPR, dan DPRD-DPRD. Tent u saja, di belakang layar, Soehart o at au agennya menyelew engkan semua lembaga ini. Set elah Soehart o t urun, dalam suasana polit ik yang serba kacau dan menakut kan (mengingat apa yang t erjadi pada 1965?1966) lembaga- lembaga t ersebut dimanfaat kan kaum reform is sebagai jembat an yang mampu membaw a

P

ht t p:/ / Semaraks.blogspot .com

mereka ke dunia yang dicit a-cit akan. Pemilu 1999 adalah pemilu demokrat is pert ama sejak 1955, t et api secara t eknis t idak banyak berbeda dengan pemilu-pemilu Orde Baru yang sama sekali t idak demokrat is.

Ket iga, sist em pemerint ahan Soehart o adalah sist em ot orit er, bukan t ot alit er sepert i di Uni Soviet . Hal it u berart i bahw a masih ada ruang unt uk bergerak, meskipun sering dibat asi, buat organisasi masyarakat madani dan juga pers sw ast a, dua jenis lembaga sosial yang melat ari set iap negara demokrat is modern. Organisasi agama, misalnya Nahdlat ul Ulama dan M uhammadiyah, bet ul-bet ul memanfaat kan kesempat an it u dan bert ambah besar, t erorganisir, berakar, dan berpengaruh selama Orde Baru. Organisasi yang sering menant ang pemerint ah, sepert i LBH at au Walhi merupakan sekolah perjuangan yang berharga bagi anggot anya t at kala posisi Soehart o digoyang krisis monet er 1997?1998. Pers sw asta, t erut ama Tempo dan Kompas, merupakan alat pendidikan yang t ak t ernilai harganya t ent ang segala segi kehidupan modern, t ermasuk demokrasi, selama puluhan t ahun.

Warisan t erakhir adalah t aw aran rekonsiliasi yang disampaikan Soehart o kepada beberapa kelompok masyarakat yang pernah dikucilkan. M asyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk (sepert i India at au Amerika), yang berart i bahw a set iap kelompok besar perlu diberi t empat yang layak. Pada pert engahan 1980-an Soehart o merangkul kaum Islam t radisional di baw ah kepemim pinan Abdurrahman Wahid. Kaum modernis menyusul beberapa t ahun kemudian, ket ika kelahiran ICM I dibidani oleh Habibie, salah sat u ment eri favorit Soehart o w akt u it u.

Namun, rekonsiliasi t idak pernah dit aw arkan kepada pendukung Part ai Komunis Indonesia, yang dizalimi t erus oleh Soehart o. Pada masa jayanya, pemimpin PKI berusaha mengusung aspirasi rakyat kecil. M ereka berhasil: PKI menjadi part ai t erbesar keempat dalam pemilu 1955. Set engah abad kemudian, komunisme sudah mampus t et api t unt ut annya demi t ercipt anya kehidupan sosial yang lebih merat a masih bergema. Dalam hal ini w arisan Soehart o yang t erpent ing bagi rakyat kecil (ironinya saya akui) adalah keyakinannya pada kekuat an pasar selaku pencipt a ut ama lapangan kerja. Sayangnya, banyak polit isi masih t erpukau oleh t eori populisme, w arisan zaman Pergerakan yang t ak mungkin memecahkan masalah ekonomi dan polit ik masa kini.

ht t p:/ / Semaraks.blogspot .com

Dalam dokumen TEMPO EDISI KHUSUS SOEHARTO (Halaman 124-126)