• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tak Roboh Diter pa Bada

Dalam dokumen TEMPO EDISI KHUSUS SOEHARTO (Halaman 38-42)

ERTEM UAN dua generasi it u t erjadi Sept ember 2005. Disaksikan rat usan pasang mat a, ket iga put ri Soehart o menjabat erat t angan Liem Sioe Liong yang gemet ar dimakan usia. Sit i Hardijant i Rukmana, Sit i Hediat i Harijadi, dan Sit i Hut ami Endang Adiningsih bergiliran menjura t akzim kepada konco law as ayahnya it u.

Taipan nomor w ahid di zaman Orde Baru it u pun membalasnya hangat . M eski sambil duduk, t ak lupa ia mengumbar senyum. Ket iga put ri it u t ent ulah mengingat kannya pada masa-masa keemasan selama berpuluh t ahun yang t elah dirajut nya bersama kekuasaan Soehart o.

Soehart o, yang saat it u sudah divonis " sakit permanen" oleh t im dokt er, memang t ak bisa lagi hadir di hajat an kolega lamanya ini. Padahal, Liem, yang juga beken dengan nama Soedono Salim, sedang menggelar pest a ulang t ahunnya ke-90.

Pest a megah dua malam dengan ongkos Rp 20 m iliar it u digelar di Hot el Shangri-La, Singapura. Sekit ar 2.500 t amu menyesaki The Island Ballroom Hot el yang disulap bak ist ana kekaisaran Cina di masa dinast i M ing dan Ching. M eski dipenuhi konglomerat dan sejumlah pejabat Orde Baru, kehadiran t iga put ri Soehart o t ampaknya punya t empat tersendiri di hat i Om Liem.

It u sebabnya, ket iga put ri Presiden RI ke-2 ini pun selalu mendapat perhat ian ist imew a penyelenggara pest a. Begit u pula ket ika mereka mengha-diri pest a perkaw inan berlian Liem dengan Lie Shu Zen, gadis asal Lasem, Jaw a Tengah, April 2004 lalu, di Singapura juga.

l l l

PERSAHABATAN Soehart o dengan Liem merupakan bagian dari cerit a panjang sejarah Orde Baru. Bersama M ohamad " Bob" Hasan, ket iganya menjadi pusat pusaran arus ekonomi-polit ik negeri ini, hingga Orde Baru runt uh pada 1998 berbarengan dengan lengsernya Soehart o.

Pert alian ket iganya memang t erbukt i punya " hoki" bagus. Berkat imperium bisnis mereka yang menjalar ke segala penjuru negeri, majalah Forbes edisi 28 Juli 1997 bahkan pernah menobat kan ket iganya menjadi bagian dari orang t erkaya di muka bumi ini.

Jika dirunut ke belakang, persahabat an Soehart o dengan Liem t erbuhul sejak lima dekade silam. Bermula dari kedat angan Liem muda di Kudus, Jaw a Tengah, pada 1938. Ket ika meninggalkan t anah kelahirannya di Fujian, Cina, usia Liem baru 22 t ahun.

Bersama saudara-saudaranya, di Kudus, Liem membuka t oko kelont ong sembari membant u perjuangan RI lew at perkumpulan pedagang Cina, Cong Siang Hw ee.

P

ht t p:/ / Semaraks.blogspot .com

Perkenalannya dengan ayah Fat maw at i, mert ua Bung Karno, kian melempangkan bisnisnya memasok kebut uhan t ent ara.

Demikianlah hingga Soehart o menjabat Panglima Kodam Diponegoro, Jaw a Tengah, pada 1950-an. At as saran Soehart o, Liem kemudian menggabungkan usahanya dengan kelompok bisnis Djuhar Sut ant o alias Liem Oen Kian, yang juga sama-sama kelahiran Fujian.

Ket ika it u, lew at bendera Four Seas, Djuhar menjadi pemasok TNI Angkat an Laut . Belakangan, Four Seas bergant i nama menjadi Five St ars, dengan masuknya Lim Chin Song, yang membaw a dua pegaw ainya, t ermasuk Ibrahim Risjad.

Singkat cerit a, Liem dan Djuhar sepakat mendirikan PT Waringin Kent jana. Inilah cikal-bakal imperium bisnis Grup Salim. Risjad, yang juga bergabung di perusahaan it u, mengajak saudara sepupu Soehart o, Sudw ikat m ono, yang kala it u masih berjualan karung goni. Empat serangkai inilah yang di kemudian hari dijuluki The Gang of Four-empat pilar bisnis Grup Salim.

George J. Adit jondro, yang rajin menelisik hart a keluarga Cendana, menyebut kan aw al 1950-an sebagai t it ik aw al dibangunnya kerajaan bisnis keluarga Cendana. Ket ika it u Soehart o menjabat Pangdam Diponegoro.

Berkat dukungan Soehart o, Liem dan Bob Hasan saat it u banyak memenangi kont rak pasokan berbagai kebut uhan prajurit Kodam Diponegoro. M ulai dari nasi, pakaian seragam, hingga obat -obat an.

Hubungan segi t iga it u makin kompak set elah Soehart o pindah ke Jakart a dan diangkat menjadi Panglima Komando Cadangan St rat egis Angkat an Darat (Pangkost rad) pada aw al 1960-an. Ia segera mendirikan Yayasan Dharma Put era Kost rad, sat u dari puluhan yayasan Soehart o yang kerap dijadikan inst rumen bisnis keluarga Cendana.

Set elah Soehart o menjadi presiden, ia pun mengajak Liem, sahabat lamanya, ke puncak kekuasaan. Pada 1971-1972, keduanya sepakat membangun pabrik t epung t erigu raksasa, PT Bogasari Flour M ills-cikal-bakal Indofood-di Jakart a dan Surabaya

Sebagai bent uk prot eksi, kat a George, pesaingnya dari Singapura hanya diizinkan beroperasi di Ujung Pandang, Sulaw esi Selat an, dan menggarap pasar Indonesia bagian t imur. Pasar ut ama di Indonesia bagian barat -dengan pangsa 80 persen-khusus digarap Bogasari. " Inilah t ambang uang ut ama yang pert ama mereka bangun," kat a George.

Penguasaan Soehart o di perusahaan ini t ent u t ak langsung. Selain ada Sudw ikat mono di sana, kont rol dilakukan lew at salah sat u yayasan yang didirikannya.

Sedikit nya ada 40 yayasan di baw ah kendali keluarga Cendana yang punya saham di berbagai perusahaan besar. Selain Bogasari, berbagai sekt or bisnis dimasukinya, mulai dari

ht t p:/ / Semaraks.blogspot .com

pabrik semen, pupuk, jalan t ol, hingga perkebunan kelapa saw it . Kebanyakan perusahaan it u t erkait dengan Liem dan Bob Hasan.

l l l

SOAL Bob Hasan, kedekat annya dengan keluarga Cendana t ak bisa dilepaskan dari bisnisnya dengan anak-anak Soehart o. Bersama Sigit Harjojudant o, ia membangun Nusant ara Ampera Bhakt i (Nusamba), salah sat u mesin uang Cendana.

Sekit ar 80 persen saham perusahaan di bidang pert ambangan dan t elekomunikasi ini dimiliki t iga yayasan Soehart o: Supersemar, Dakab, dan Dharmais. Sisanya dibagi di ant ara Bob dan Sigit .

Teman main golf dan memancing Soehart o ini juga menggandeng Tommy Soehart o di Sempat i. Sedangkan Bambang Trihat modjo dan Yayasan Kart ika Eka Paksi milik Angkat an Darat dirangkulnya di Int ernat ional Timber Corp. Berkat kepiaw aiannya inilah, PT Kiani Kert as yang dibangun Bob mendapat kucuran dana rat usan m iliar rupiah dari yayasan Soehart o.

Perkenalannya dengan Soehart o berm ula dari nasib baik Bob, yang sejak t erlahir di Ngadirejo, Jaw a Tengah, pada 24 Februari 1931, dibesarkan oleh Jenderal Gat ot Subrot o. Sang Jenderal adalah sahabat karib ayahnya, Soet edjo, pria Jaw a dari keluarga juragan t embakau yang memperist ri perempuan Tionghoa.

l l l

BERKOLABORASI dengan kedua pilar bisnisnya it ulah, keluarga Cendana lambat -laun menancapkan kukunya di jagat bisnis nasional. Lew at keenam anaknya, menurut majalah Time edisi 24 M ei 1999, im perium bisnisnya menjalar di 18 sekt or. M ulai dari pert ambangan, kehut anan, bank, t elekomunikasi, jalan t ol, t ransport asi udara, hingga media.

M ichael Backman, penelit i bisnis dan perusahaan di Asia, pernah berhit ung: jumlah perusahaan keluarga Cendana lebih dari 1.247. Dalam t ulisannya di harian The Asian Wall St reet Journal, 26 M ei 1998, disebut kan perusahaan-perusahaan it u set idaknya t ersebar pada 20 konglomerat .

Padahal it u belum memperhit ungkan perusahaan di luar negeri. Belum juga t ermasuk perusahaan di luar keluarga int i, sepert i Grup Hanurat a, yang dibangun Sudw ikat mono bersama Sigit dan Indra Rukmana (suami Sit i Hardijant i).

M enurut t aksiran majalah Time dan Forbes, t ot al kekayaan Soehart o saat lengser mencapai US$ 15 miliar, at au sekit ar Rp 150 t riliun (dengan kurs Rp 10 ribu per dolar). Angka lebih fant ast is pernah diungkap majalah New sw eek (Januari 1998) dan AWSJ (Januari 1999), yang menyebut US$ 40 miliar.

ht t p:/ / Semaraks.blogspot .com

Bet apapun digdayanya, kerajaan bisnis Cendana akhirnya koyak-moyak saat badai krisis ekonomi menerpa Asia pada 1997-1998. Put ra-put ri Soehart o, yang dulu t ak t ersent uh aparat , pun t erjerat ut ang raksasa ke negara.

Nasib t ak berbeda dialami Salim dan Bob Hasan, dua kroni Soehart o. Tapi, benarkah imperium bisnis ket iganya t elah ambruk? Sulit mempercayainya. Sebab, bagaimanapun, ket iga konglomerasi yang menggurit a puluhan t ahun ini t elah menjadi pilar ekonom i Indonesia. Jika roboh, bangunan ekonomi nasional pun runt uh seket ika.

ht t p:/ / Semaraks.blogspot .com

Dalam dokumen TEMPO EDISI KHUSUS SOEHARTO (Halaman 38-42)