BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.4. Implementasi Pelayanan Publik Dalam Bidang Tata
4.4.2 Sumberdaya
4.4.2.1 Sumber Daya Manusia
Peneliti melakukan wawancara dengan Camat Medan Helvetia. Peneliti menanyakan mengenai sumber daya manusia yang terlibat dalam implementasi pelayanan publik dalam bidang Tata Pemerintahan di Kecamatan Medan Helvetia.
Informan menyatakan bahwa:
“Sumber daya manusia haruslah mampu meladeni apa yang diinginkan oleh masyarakat. Sumber daya manusia juga tidak gagap teknologi dan harus mengerti teknologi. Karena untuk mempermudah dan mempercepat proses pelaksanaan pelayanan publik kepada masyarakat.” (Wawancara pada tanggal 21 Mei 2018, Transkrip Wawancara,hal 17).
Selanjutnya peneliti juga melakukan wawancara dengan Sekertaris Camat Medan Helvetia. Informan menyatakan bahwa:
“Mengatur sumber daya manusia supaya giat dalam memberikan pelayanan publik. Apabila ada masalah dipanggil ke ruangan dan diberitahukan apa salahnya. Tidak ditegur di depan orang-orang.”
(Wawancara pada tanggal 09 Mei 2018, hal 17).
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilaksanakan oleh peneliti, peneliti mendapatkan informasi bahwa sumber daya manusia yang dimana adalah pelaksana pelayanan publik, harus mampu meladeni apa yang diinginkan oleh masyarakat. Pelaksana pelayanan publik tidak gagap teknologi dan harus mengerti teknologi. Agar dapat mempermudah dan mempercepat pelayanan publik yang diinginkan oleh masyarakat. Pelaksana pelayanan publik juga harus giat dalam memberikan pelayanan publik. Apabila pelaksana pelayanan publik sedang ada masalah, pemimpin akan memanggilnya ke ruangan dan memberitahukan apa salahnya serta tidak menegurnya di depan orang-orang.
Peneliti melakukan wawancara dengan Kepala Seksi Tata Pemerintahan.
Peneliti menanyakan mengenai berapa jumlah sumber daya manusia yang terlibat dalam Implementasi Pelayanan Publik dalam Bidang Tata Pemerintahan di Kecamatan Medan Helvetia. Informan mengatakan bahwa:
“Dalam memberikan pelayanan publik khususnya dalam bidang tata pemerintahan terdapat pegawai yang berjumlah 7 orang yaitu : Pegawai Negeri Sipil yang berjumlah 2 orang dan pegawai honorer yang berjumlah 5 orang. Selain itu terdapat pula 2 orang Pegawai Negeri Sipil dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan yang diperbantukan di Kecamatan Medan Helvetia. Tugas dari pegawai bidang Tata Pemerintahan terdiri dari 1 orang sebagai Kepala Seksi Tata Pemerintahan, 1 orang yang bertugas di bagian pengadministrasi kependudukan, 1 orang yang bertugas di bagian informasi, 2 orang yang bertugas di Loket, dan 2 orang yang ada di dalam ruangan bidang tata pemerintah yang dimana 1 orang bertugas dalam pengambilan foto untuk e-KTP.” (Wawancara pada tanggal 23 April 2018, Transkip wawancara hal 18).
Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan informan penelitian dapat diketahui berapa jumlah sumber daya manusia yang terlibat dalam Implementasi Pelayanan Publik dalam Bidang Tata Pemerintahan di Kecamatan Medan Helvetia. Jumlah pegawai adalah 7 orang yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil yang berjumlah 2 orang dan Pegawai Honorer yang berjumlah 5 orang. Selain itu terdapat pula 2 orang Pegawai Negeri Sipil dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan yang diperbantukan di Kecamatan Medan Helvetia. Para pegawai yang ada di Kecamatan Medan Helvetia khususnya dalam Bidang Tata Pemerintahan ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan keahliannya. Tugas dari pegawai bidang Tata Pemerintahan terdiri dari 1 orang sebagai Kepala Seksi Tata Pemerintahan, 1 orang yang bertugas di bagian pengadministrasi kependudukan, 1 orang yang bertugas di bagian informasi, 2 orang yang bertugas di Loket, dan 2 orang yang ada di dalam ruangan bidang tata pemerintah yang dimana 1 orang bertugas dalam pengambilan foto untuk e-KTP.
Untuk mengetahui tugas dari sumber daya manusia yang dimana disini adalah pelaksana pelayanan publik. Peneliti menanyakan bagaimana cara ia memberikan pelayanan publik dalam Tata Pemerintahan di Kecamatan Medan Helvetia. Peneliti melakukan wawancara dengan Pegawai dari Seksi Tata Pemerintahan yang bertugas di bagian loket. Informan menyatakan bahwa:
“Memberikan pelayanan yang terbaik dan menanyakan apa yang masyarakat butuhkan. Kemudia menjelaskan secara mendetail mengenai urusan pelayanan publik yang ia butuhkan.”(Wawancara pada tanggal 07 Mei 2018, Transkrip Wawancara, hal 23).
Setiap pegawai diberikan tugas yang berbeda-beda. Tugas tersebut dilaksanakan sesuai dengan bagian yang pegawai tersebut tempati. Selain Pegawai dari Seksi Tata Pemerintahan peneliti juga melakukan wawancara dengan Staf Administrasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan yang ditempatkan di Kantor Kecamatan Medan Helvetia. Informan menyatakan bahwa:
“Tugas saya mengantarkan data-data dan memasukkan data-data ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan.” (Wawancara peneliti pada tanggal 07 Mei 2018, Transkrip Wawancara, hal 22).
Selanjutnya peneliti juga melakukan wawancara dengan Pegawai dari Seksi Tata Pemerintahan yang bertugas di bagian operator e-KTP. Informan menyatakan bahwa:
“Dalam memberikan pelayanan publik untuk foto sih tergantung. Kalau ramai 30-40 orang kalau untuk foto.” (Wawancara pada tanggal 09 Mei 2018, Transkrip wawancara, hal 23).
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilaksanakan oleh peneliti, peneliti mendapatkan informasi bahwa pegawai sudah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya yang telah ia terima. Pegawai berusaha maksimal dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat. Sehingga masyarakat diharapkan merasa puas dengan hasil kinerja mereka.
Peneliti juga ingin mengetahui pendapat dari masyarakat apakah sumber daya manusia dalam Tata Pemerintahan di Kecamatan Medan Helvetia jumlahnya sudah cukup untuk melaksanakan pelayanan publik dalam Bidang Tata Pemerintahan di Kecamatan Medan Helvetia. Peneliti melakukan wawancara dengan salah satu masyarakat yang sedang melakukan pengurusan e-KTP.
Informan menyatakan bahwa:
“Sudah cukup jumlah pegawainya. Lebih ramah lagi dalam memberikan pelayanan publik.” (Wawancara pada tanggal 16 Mei 2018, Transkrip Wawancara hal 28).
Selanjutnya hasil wawancara dengan informan lainnya. Peneliti melakukan wawancara dengan masyarakat yang sedang melakukan pengurusan Kartu Keluarga. Informan menyatakan bahwa:
“Sudah cukup jumlah pegawainya. Belum tentu, siapa tahu disuruh kesana kesini dan masih takut dokumen yang diperlukan kurang.”
(Wawancara pada tanggal 18 Mei 2018, Transkrip Wawancara,hal 28)
Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan informan penelitian masyarakat, peneliti mendapatkan jawaban bahwa menurut pendapat informan masyarakat jumlah pegawai sudah cukup. Kecenderungan jawaban hasil dari wawancara peneliti dengan informan penelitian masyarakat yang telah adalah masyarakat tidak ada protes dari jumlah sumber daya manusia yang telah ada dalam melaksanakan pelayanan publik dalam Bidang Tata Pemerintahan di Kecamatan Medan Helvetia.
Dari dokumentasi Analisis Beban Kerja Pada Kecamatan Medan Helvetia (Transkrip Dokumentasi,hal 12), dapat dilihat bahwa terdapat kekurangan
Pegawai Negeri Sipil untuk menempati bagian Pemroses Data Kependudukan sebanyak 1 orang dan Penyusunan Bahan Pembinaan Keargariaan sebanyak 1 orang. Seharusnya diadakan perekrutan Pegawai Negeri Sipil untuk mengisi jabatan yang kosong pada bidang Tata Pemerintahan di Kecamatan Medan Helvetia. Pengisian jabatan tersebut diharapkan dapat menambah pelayanan publik pada bidang Tata Pemerintahan di Kecamatan Medan Helvetia agar lebih efektif dan maksimal lagi dalam memberikan pelayanan publik
Gambar 4.4.2.1.1 : Pegawai bidang Tata Pemerintahan sedang memberikan pelayanan publik kepada masyarakat di bagian loket
Sumber: Dokumentasi Penelitian, Mei 2018
Berdasarkan hasil observasi dan dokumentasi gambar di atas yang telah dilakukan oleh peneliti, peneliti mengamati bahwa sumber daya manusia yang ada dalam melaksanakan pelayanan publik pada bidang Tata Pemerintahan di Kecamatan Medan Helvetia masih kurang. Seperti pada bagian loket yang hanya terisi 2 orang, padahal di Kecamatan Medan Helvetia memiliki loket yang
berjumlah 4 loket. Jika pada semua loket tersebut ditempatkan pegawai, maka pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat dapat berjalan dengan cepat.