• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.4. Implementasi Pelayanan Publik Dalam Bidang Tata

4.4.2 Sumberdaya

4.4.2.2 Sumber Daya Pendukung (Fasilitas)

Sumber daya pendukung atau fasilitas berperan penting dalam pelaksanaan pelayanan publik. Sumber daya pendukung dapat membantu proses pelaksanaan pelayanan publik lebih mudah dan cepat. Sumber daya pendukung (fasilitas) yang digunakan di Kecamatan Medan Helvetia berguna untuk membantu pekerjaan dari pegawai agar pekerjaannya menjadi lebih mudah dan lebih cepat. Agar masyarakat merasa puas terhadap pelayanan publik yang ada di Kecamatan Medan Helvetia.

Peneliti bertanya dengan Kepala Seksi Tata Pemerintahan mengenai Sumber Daya Pendukung dalam pelaksanaan pelayanan publik di Kecamatan Medan Helvetia. Informan menyatakan bahwa:

“Peralatan pada bidang Tata Pemerintahan di Kecamatan Medan Helvetia terdiri dari data rekam satu set yang terdiri dari background untuk foto,kamera, dan komputer. Selain itu peralatan dan teknologi lainnya adalah komputer sebanyak tiga buah dan laptop satu buah. Peralatan tersebut untuk membantu menyelesaikan tugas pemberian pelayanan publik kepada masyarakat. Kendalanya hanya jaringan yang terkadang lambat.” (Wawancara pada tanggal 23 April 2018, Transkrip wawancara,hal 20)

Selain itu peneliti juga melakukan wawancara dengan Kepala Sub Bagian Umum. Informan penelitian menyatakan bahwa:

“Peralataan atau teknologi misalnya pada pengurusan e-KTP. Sistem pengurusan e-KTP yang jelas diupayakan semaksimal mungkin dan dari Kecamatan Medan Helvetia mengupayakan peralatan dan teknologi secara maksimal untuk memberikan pelayanan publik ke masyarakat. Tetapi kalau di Bidang Tata Pemerintahan tersebut disediakan oleh Pemerintah Kota Medan untuk menunjang pelayanan publik. Misalnya: simpact,

ex-cape pegawai sudah pakai internet.” (Wawancara pada tanggal 23 April 2018,Transkrip Wawancara,hal 19).

Peneliti juga melakukan wawancara dengan Ibu Kepala Sub Bagian Program dan Keuangan mengenai sumber daya pendukung dalam pelaksanaan pelayanan publik di Kecamatan Medan Helvetia. Informan mengatakan bahwa:

“Peralatan tidak tiap tahun diperbaharui. Peralatan yang ada dan masih bagus dipergunakan dengan semaksimal mungkin untuk melakukan tugas pekerjaan masing-masing. Peralatan atau teknologi dapat membantu menyelesaikan tugas dan menyelesaikan pelayanan publik dengan cepat.”

(Wawancara pada tanggal 02 Mei 2018, Transkrip wawancara hal 19) Peneliti juga melakukan wawancara dengan Staf Tata Pemerintahan Kecamatan Medan Helvetia yang bertugas di bagian operator e-KTP. Informan menyatakan bahwa:

“Alatnya uda lama makanya lambat, diinstal lagi biar bersi seperti baru lagi. Kalau kayak kamera gausah. Cuma alat perlu diinstal lagi.”(Wawancara pada tanggal 09 Mei 2018, Transkrip wawancara,hal 24).

Berdasarkan hasil wawancara yang telah di atas, peneliti mendapatkan informasi mengenai Sumber Daya Pendukung (Fasilitas) yang mendukung pelayanan publik dalam bidang tata pemerintahan di Kecamatan Medan Helvetia.

Peralatan pada bidang Tata Pemerintahan di Kecamatan Medan Helvetia terdiri dari data rekam satu set yang terdiri dari background untuk foto,kamera, dan komputer. Selain itu peralatan dan teknologi lainnya adalah komputer sebanyak tiga buah dan laptop satu buah. Peralatan tersebut untuk membantu menyelesaikan tugas pemberian pelayanan publik kepada masyarakat. Peralatan tidak tiap tahun diperbaharui. Peralatan yang ada dan masih bagus dipergunakan dengan semaksimal mungkin untuk melakukan tugas pekerjaan masing-masing.

Kendalanya hanya jaringan yang terkadang lambat. Kecamatan Medan Helvetia

mengupayakan peralatan dan teknologi secara maksimal untuk memberikan pelayanan publik ke masyarakat.

Pada pembahasan yang sebelumnya pada variabel standar dan sasaran, masih ada masyarakat yang merasa bahwa pelaksanaan pelayanan publik dalam bidang tata pemerintahan belum sesuai dengan standar pelayanan. Salah satunya adalah dalam pengurusan e-KTP. Hal tersebut disebabkan oleh kekurangan dari sumber daya pendukung atau fasilitas. Maka dari itu, peneliti melakukan wawancara dengan Staf Administrasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan yang ditempatkan di Kantor Kecamatan Medan Helvetia. Informan menyatakan bahwa:

“Kalau soal e-KTP hanya kekurangan dari pencetakan e-KTP. Seperti pecetakan ktp, sementara alat cetaknya terbatas hanya 5 print untuk pencetakan e-ktp. Sehingga warga selalu marah karena lama siap e-KTP.

Sementara yang 5 itu untuk mencetak hanya sanggup 1.500 e-KTP/hari sementara permohonan yang ada 3.000 berarti 1.500nya itu nunggak. Itula yang buat kendala makanya lama.” (Wawancara pada tanggal 23 April 2018, Transkrip Wawancara, Hal 25).

Selanjutnya peneliti melakukan wawancara dengan Staf Administrasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan lainnya yang ditempatkan di Kantor Kecamatan Medan Helvetia. Informan menyatakan bahwa:

“Kalau soal e-ktp hanya kekurangan dari pencetakan e-ktp.” (Wawancara pada tanggal 07 Mei 2018,Transkrip wawancara,hal 25).

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilaksanakan oleh peneliti, peneliti mendapatkan informasi bahwa penyebab terjadinya keterlambatan pengurusan e-KTP adalah hanya kekurangan dari pencetakan e-KTP. Seperti pecetakan KTP jumlah alat cetaknya terbatas hanya 5 print untuk pencetakan

e-KTP. Sehingga warga selalu marah karena lama siap e-e-KTP. Sementara lima alat itu untuk mencetak hanya sanggup 1.500 e-KTP/hari sementara permohonan yang ada 3.000 berarti 1.500nya itu nunggak. Dengan demikian hal tersebut yang menjadi penyebab keterlambatan dalam percetakan e-KTP.

Peneliti melakukan wawancara dengan informan penelitian masyarakat.

Peneliti menanyakan apakah sumber daya pendukung yang ada sudah mendukung proses pelayanan publik. Salah satu informan masyarakat yang sedang melakukan pelayanan pengurusan e-KTP. Informan menyatakan bahwa:

“Bagus, lancar dan ngantrinya tidak lama. Ya kalau adapun mengantri relatif la. Menurut saya 10 tahun ini pelayanan publik sudah lebih baik dari sebelumnya.” (Wawancara pada tanggal, 08 Mei 2018, Transkrip Wawancara, hal 29)

Hal tersebut juga disampaikan oleh informan penelitian masyarakat lainnya. Peneliti melakukan wawancara dengan informan yang sedang melakukan pengurusan surat pindah dan e-KTP. Informan menyatakan bahwa:

“Sudah baik. Sudah memuaskan dalam memberikan pelayanan publik.”

(Wawancara pada tanggal 18 Mei 2018,Transkrip Wawancara,hal 30).

Berdasarkan hasil wawancara tersebut terlihat bahwa masyarakat merasa puas dengan sumber daya pendukung yang ada. Semakin tahun ke tahun pelayanan publik yang diberikan oleh pelaksana pelayanan publik mengalami kemajuan. Kecenderungan jawaban dari informan penelitian masyarakat yang telah diwawancarai dengan peneliti menjawab hal serupa. Masyarakat merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh pelaksana pelayanan publik.

Gambar 4.4.2.2.2 : Pegawai bidang Tata Pemerintahan Di Kecamatan Medan Helvetia sedang melaksanakan pelayanan publik berupa pengambilan foto untuk pengurusan e-KTP

Sumber : Dokumentasi Penelitian, Mei 2018

Berdasarkan gambar di atas menunjukkan bahwa salah satu sumber daya pendukung atau fasilitas yang ada dalam bidang Tata Pemerintahan yaitu pengambilan foto yang merupakan salah satu proses pada pembuatan e-KTP.

Seperti yang diketahui bahwa Kecamatan Medan Helvetia merupakan salah satu perpanjangan tangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan.

Setelah semua proses untuk pembuatan e-KTP selesai, kemudian data tersebut dikirimkan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan untuk diproses dan e-KTP akan dicetak oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan.

Gambar 4.4.2.2.3 : Masyarakat sedang mengantri di depan ruangan Tata Pemerintahan untuk mengurus pelayanan publik yang

dibutuhkan

Sumber : Dokumentasi Penelitian, Mei 2018

Kemudian dapat dilihat pula berdasarkan gambar di atas menunjukkan bahwa terdapat kursi-kursi yang disediakan di depan bidang Tata Pemerintahan untuk masyarakat yang menunggu antrian untuk mengurusa pelayanan publik yang mereka butuhkan di Tata Pemerintahan. Dengan adanya sumber daya pendukung atau fasilitas tersebut dapat membuat masyarakat nyaman untuk mengantri.

Gambar 4.4.2.2.4 : Masyarakat sedang menunggu antrian di dalam ruang tunggu loket untuk dipanggil ke loket

Sumber : Dokumentasi Penelitian, Mei 2018

Berdasarkan gambar di atas dapat dilihat bahwa salah satu sumber daya pendukung atau fasilitas, yaitu ruang tunggu. Ruang tunggu ini berfungsi sebagai ruang untuk masyarakat menunggu panggilan nomor antrian untuk dipanggil menuju loket. Setelah nomor antrian dipanggil, masyarakat dapat meminta pelayanan publik yang mereka butuhkan. Misalnya, mengambil e-KTP milik masyarakat yang telah selesai dicetak. Dengan adanya ruang tunggu ini, masyarakat dapat merasa nyaman dan tidak ada yang menggambil antrian secara sembarangan pada saat mengantri untuk dipanggil ke loket. Masyarakat diharapkan sabar dan tertib pada saat menunggu untuk dipanggil berdasarkan nomor antrian yang akan dipanggil ke loket.

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti, peneliti menyatakan bahwa pada sumber daya pendukung juga masih terdapat kekurangan. Misalnya saja alat pencetakan e-KTP. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam pencetakan e-KTP masih berfokus pada satu tempat yaitu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan. Di Kecamatan Medan Helvetia juga belum memiliki mesin percetakan e-KTP Apabila mesin percetakan e-KTP di buat di setiap Kecamatan yang ada di Kota Medan, maka akan mempercepat proses pencetakan e-KTP. Sehingga masyarakat tidak perlu mengantri lagi.

Berdasarkan hasil wawancara, dokumentasi dan observasi pada yang telah dilaksanakan oleh peneliti, peneliti mengungkapkan bahwa sumber daya manusia yang ada dalam bidang Tata Pemerintahan di Kecamatan Medan Helvetia masih kurang. Dapat dilihat bahwa masih adanya kekosongan pada pengisian beberapa jabatan yang ada. Seperti yang tercantum Analisis Beban Kerja Pada Kecamatan Medan Helvetia, dapat dilihat bahwa terdapat kekurangan Pegawai Negeri Sipil untuk menepati bagian Pemeroses Data Kependudukan sebanyak 1 orang dan Penyusunan Bahan Pembinaan Keargariaan sebanyak 1 orang. Seharusnya diadakan perekrutan Pegawai Negeri Sipil untuk mengisi jabatan yang kosong pada bidang Tata Pemerintahan di Kecamatan Medan Helvetia. Pengisian jabatan tersebut diharapkan dapat menambah pelayanan publik pada bidang Tata Pemerintahan di Kecamatan Medan Helvetia agar lebih baik dan maksimal lagi dalam memberikan pelayanan publik. Pada bagian loket juga masih harus ditambah pegawai lagi karena masih adanya loket yang kosong.

Pada sumber daya pendukung juga masih terdapat kekurangan. Misalnya saja alat pencetakan KTP. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam pencetakan

e-KTP masih berfokus pada satu tempat yaitu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan. Di Kecamatan Medan Helvetia juga belum memiliki mesin percetakan e-KTP Apabila mesin percetakan e-KTP di buat di setiap Kecamatan yang ada di Kota Medan, maka akan mempercepat proses pencetakan e-KTP.

Sehingga masyarakat tidak perlu mengantri lagi.