HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Tindak Guru A
Pada perencanaan pembelajaran, Guru A ditemukan menyiapkan RPP,
LKS, serta instrumen penilaian aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. RPP
dibuat oleh Guru A pada awal semester sesuai dengan tuntutan kurikulum. Guru A
mengaku mengalami kendala dalam menyusun RPP di awal semester karena
kalender pendidikan belum diterbitkan, sehingga Guru A tidak dapat memastikan
alokasi waktu berdasarkan minggu efektif. Guru A juga mengungkapkan bahwa
kelemahan membuat RPP di awal semester adalah guru belum memahami
karakteristik siswa yang akan diajar, sehingga kebanyakan RPP yang dibuat tidak
sesuai dengan karakteristik siswa dan harus direvisi pada saat pembelajaran
(Wan/D2/GA/05-06-2015/T1). Guru A mengaku membuat RPP untuk setiap pertemuan. Guru A menilai akan lebih mudah menentukan alokasi waktu RPP per
pertemuan dibandingkan dengan RPP per KD. Guru A juga mengungkapkan
bahwa akan lebih mudah merevisi RPP per pertemuan jika dalam pelaksanaannya
mengalami ketidaksesuaian. Guru A menyatakan bahwa teknis penyusunan RPP
yang dilakukannya telah sesuai dengan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014, di
mana RPP digunakan minimal per pertemuan. (Wan/D2/GA/05-06-2015/T2). Teknis Guru A dalam menyusun RPP adalah sebagai berikut. Pada
workshop sekolah yang dilaksanakan setiap awal semester, Guru A memetakan
KI-KD yang termuat dalam silabus untuk menentukan tingkatan kesulitan materi
jika dalam silabus ditemukan KD yang dirumuskan dengan kata operasional
“menganalisis”, maka tingkat kesulitan materi yang harus diberikan minimal
sampai C4. Berdasarkan pemetaan tersebut, Guru A menyusun indikator
pembelajaran. Selanjutnya, Guru A memetakan pengalaman belajar yang dapat
dilakukan pada silabus dan menyesuaikannya dengan karakteristik materi,
karakteristik siswa, dan ketersediaan alokasi waktu. Berdasarkan pemetaan
tersebut, Guru A menentukan tujuan pembelajaran. Setelah menyusun tujuan
pembelajaran, Guru A melanjutkan menyusun komponen RPP yang lain
(Wan/D1/GA/18-04-2015/T263; Wan/D2/GA/05-06-2015/T3).
Studi terhadap dokumen RPP Guru A menunjukkan bahwa RPP disusun
untuk satu kali pertemuan. Komponen RPP yang disusun tidak sesuai dengan
sistematika RPP yang termuat dalam Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013.
Komponen RPP tersebut lebih sesuai dengan Standar Proses Kurikulum 2006.
Komponen yang ditemukan dalam dokumen RPP Guru A, yaitu identitas mata
pelajaran, KI, KD, indikator, materi pembelajaran, pendekatan dan metode
pembelajaran, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan
alat/media/sumber belajar. Identitas yang tercantum dalam RPP Guru A adalah
nama sekolah, kelas, semester, mata pelajaran, pokok bahasan, sub pokok
bahasan, jumlah pertemuan, dan alokasi waktu. KI dan KD yang tercantum dalam
RPP Guru A sama dengan KI dan KD yang termuat dalam silabus. RPP Guru A
hanya memuat indikator yang berasal dari KD pada KI-3, yaitu aspek
pengetahuan. Guru A tidak memaparkan indikator dan tujuan pembelajaran yang
berasal dari KD pada KI-1, KI-2, dan KI-4. Berdasarkan hasil verifikasi, Guru A
dan tujuan pembelajaran yang berasal dari KD pada KI-1, KI-2, dan KI-4. Guru A
mengungkapkan bahwa sistematika RPP yang dibuatnya belum disesuaikan
dengan Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 (Wan/D2/GA/05-06-2015/T4).
Komponen materi pembelajaran dalam RPP Guru A tidak dipaparkan
berdasarkan kategori fakta, konsep, prinsip, dan prosedur. Materi pembelajaran
tersebut dipaparkan secara sistematis sesuai dengan urutan materi yang akan
disampaikan pada saat pembelajaran. Pemaparan tersebut sama dengan Standar
Proses Kurikulum 2006. Guru A tidak merencanakan kegiatan pembelajaran
berbasis pendekatan saintifik, namun kegiatan pembelajaran direncanakan dengan
model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Metode pembelajaran yang
direncanakan oleh Guru A adalah diskusi, presentasi, dan tanya jawab. Komponen
langkah-langkah kegiatan pembelajaran dalam RPP Guru A dipaparkan dalam
bentuk tabel. Tabel tersebut terdiri atas tiga judul kolom, yaitu kegiatan
pembelajaran, standar proses dan alokasi waktu, serta kegiatan guru-siswa.
Kegiatan pembelajaran dikelompokkan ke dalam tiga kegiatan pokok, yaitu
kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Kegiatan pendahuluan dan
kegiatan penutup masing-masing dialokasikan selama 10 menit, sedangkan
kegiatan inti dialokasikan selama 70 menit. Kegiatan pendahuluan memuat
kegiatan guru menyapa siswa, mengecek kehadiran siswa, menyampaikan SK,
KD, dan indikator, serta memberikan apersepsi. Pada kegiatan inti, Guru A tidak
mengkategorikan langkah-langkah kegiatan pembelajaran berdasarkan pendekatan
saintifik dan model pembelajaran rekomendasi pusat, yaitu inquiry learning,
discovery learning, problem based learning, dan project based learning. Kegiatan
2006, yaitu eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Deskripsi kegiatan inti
dipaparkan berdasarkan kegiatan guru dan kegiatan siswa sesuai dengan fase-fase
model pembelajaran yang digunakan, dalam hal ini adalah model pembelajaran
STAD. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa RPP yang dibuat oleh Guru A
merupakan RPP Kurikulum 2006 yang belum selesai diedit, sehingga kegiatan inti
pembelajaran masih dikelompokkan berdasarkan aspek-aspek Standar Proses
Kurikulum 2006, yaitu eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Namun demikian,
Guru A mengklaim bahwa semua aspek pendekatan saintifik telah terpenuhi
dalam RPP tersebut. Guru A juga mengungkapkan bahwa dalam Permendikbud
Nomor 103 Tahun 2014 tidak ditegaskan bahwa pembelajaran wajib dilaksanakan
dengan pendekatan saintifik (Wan/D2/GA/05-06-2015/T5). Pada kegiatan penutup, Guru A merencanakan latihan soal, menuntun siswa menyimpulkan
materi, memberikan tugas, menyampaikan materi pada pertemuan selanjutnya,
dan memberikan salam penutup.
Komponen penilaian hasil belajar dalam RPP Guru A terdiri atas dua
bagian, yaitu teknik penilaian dan instrumen penilaian. Teknik dan instrumen
penilaian yang dicantumkan adalah untuk aspek pengetahuan dan sikap, padahal
Guru A tidak merumuskan indikator untuk aspek sikap. Guru A tidak
merencanakan penilaian aspek keterampilan. Soal kuis dan pembahasan, rubrik
penilaian sikap dan rubrik penilaian aspek pengetahuan terlampir pada RPP Guru
A. Pada komponen alat/bahan dan sumber pembelajaran, Guru A ditemukan
menggunakan tiga sumber belajar buku paket dan media pembelajaran berupa
powerpoint, papan tulis, dan spidol. Hal ini berbeda dengan pernyataan Siswa
yaitu buku paket yang diberikan oleh sekolah, serta buku LKS Kreatif dan buku
Sagofindo yang dibeli siswa di luar sekolah (Wan/D1/SGA/04-05-2015/T1).