• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tindak Guru A

Dalam dokumen Contoh Penelitian Kualitatif dalam Pendi (Halaman 100-104)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Tindak Guru A

Pada perencanaan pembelajaran, Guru A ditemukan menyiapkan RPP,

LKS, serta instrumen penilaian aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. RPP

dibuat oleh Guru A pada awal semester sesuai dengan tuntutan kurikulum. Guru A

mengaku mengalami kendala dalam menyusun RPP di awal semester karena

kalender pendidikan belum diterbitkan, sehingga Guru A tidak dapat memastikan

alokasi waktu berdasarkan minggu efektif. Guru A juga mengungkapkan bahwa

kelemahan membuat RPP di awal semester adalah guru belum memahami

karakteristik siswa yang akan diajar, sehingga kebanyakan RPP yang dibuat tidak

sesuai dengan karakteristik siswa dan harus direvisi pada saat pembelajaran

(Wan/D2/GA/05-06-2015/T1). Guru A mengaku membuat RPP untuk setiap pertemuan. Guru A menilai akan lebih mudah menentukan alokasi waktu RPP per

pertemuan dibandingkan dengan RPP per KD. Guru A juga mengungkapkan

bahwa akan lebih mudah merevisi RPP per pertemuan jika dalam pelaksanaannya

mengalami ketidaksesuaian. Guru A menyatakan bahwa teknis penyusunan RPP

yang dilakukannya telah sesuai dengan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014, di

mana RPP digunakan minimal per pertemuan. (Wan/D2/GA/05-06-2015/T2). Teknis Guru A dalam menyusun RPP adalah sebagai berikut. Pada

workshop sekolah yang dilaksanakan setiap awal semester, Guru A memetakan

KI-KD yang termuat dalam silabus untuk menentukan tingkatan kesulitan materi

jika dalam silabus ditemukan KD yang dirumuskan dengan kata operasional

“menganalisis”, maka tingkat kesulitan materi yang harus diberikan minimal

sampai C4. Berdasarkan pemetaan tersebut, Guru A menyusun indikator

pembelajaran. Selanjutnya, Guru A memetakan pengalaman belajar yang dapat

dilakukan pada silabus dan menyesuaikannya dengan karakteristik materi,

karakteristik siswa, dan ketersediaan alokasi waktu. Berdasarkan pemetaan

tersebut, Guru A menentukan tujuan pembelajaran. Setelah menyusun tujuan

pembelajaran, Guru A melanjutkan menyusun komponen RPP yang lain

(Wan/D1/GA/18-04-2015/T263; Wan/D2/GA/05-06-2015/T3).

Studi terhadap dokumen RPP Guru A menunjukkan bahwa RPP disusun

untuk satu kali pertemuan. Komponen RPP yang disusun tidak sesuai dengan

sistematika RPP yang termuat dalam Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013.

Komponen RPP tersebut lebih sesuai dengan Standar Proses Kurikulum 2006.

Komponen yang ditemukan dalam dokumen RPP Guru A, yaitu identitas mata

pelajaran, KI, KD, indikator, materi pembelajaran, pendekatan dan metode

pembelajaran, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan

alat/media/sumber belajar. Identitas yang tercantum dalam RPP Guru A adalah

nama sekolah, kelas, semester, mata pelajaran, pokok bahasan, sub pokok

bahasan, jumlah pertemuan, dan alokasi waktu. KI dan KD yang tercantum dalam

RPP Guru A sama dengan KI dan KD yang termuat dalam silabus. RPP Guru A

hanya memuat indikator yang berasal dari KD pada KI-3, yaitu aspek

pengetahuan. Guru A tidak memaparkan indikator dan tujuan pembelajaran yang

berasal dari KD pada KI-1, KI-2, dan KI-4. Berdasarkan hasil verifikasi, Guru A

dan tujuan pembelajaran yang berasal dari KD pada KI-1, KI-2, dan KI-4. Guru A

mengungkapkan bahwa sistematika RPP yang dibuatnya belum disesuaikan

dengan Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 (Wan/D2/GA/05-06-2015/T4).

Komponen materi pembelajaran dalam RPP Guru A tidak dipaparkan

berdasarkan kategori fakta, konsep, prinsip, dan prosedur. Materi pembelajaran

tersebut dipaparkan secara sistematis sesuai dengan urutan materi yang akan

disampaikan pada saat pembelajaran. Pemaparan tersebut sama dengan Standar

Proses Kurikulum 2006. Guru A tidak merencanakan kegiatan pembelajaran

berbasis pendekatan saintifik, namun kegiatan pembelajaran direncanakan dengan

model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Metode pembelajaran yang

direncanakan oleh Guru A adalah diskusi, presentasi, dan tanya jawab. Komponen

langkah-langkah kegiatan pembelajaran dalam RPP Guru A dipaparkan dalam

bentuk tabel. Tabel tersebut terdiri atas tiga judul kolom, yaitu kegiatan

pembelajaran, standar proses dan alokasi waktu, serta kegiatan guru-siswa.

Kegiatan pembelajaran dikelompokkan ke dalam tiga kegiatan pokok, yaitu

kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Kegiatan pendahuluan dan

kegiatan penutup masing-masing dialokasikan selama 10 menit, sedangkan

kegiatan inti dialokasikan selama 70 menit. Kegiatan pendahuluan memuat

kegiatan guru menyapa siswa, mengecek kehadiran siswa, menyampaikan SK,

KD, dan indikator, serta memberikan apersepsi. Pada kegiatan inti, Guru A tidak

mengkategorikan langkah-langkah kegiatan pembelajaran berdasarkan pendekatan

saintifik dan model pembelajaran rekomendasi pusat, yaitu inquiry learning,

discovery learning, problem based learning, dan project based learning. Kegiatan

2006, yaitu eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Deskripsi kegiatan inti

dipaparkan berdasarkan kegiatan guru dan kegiatan siswa sesuai dengan fase-fase

model pembelajaran yang digunakan, dalam hal ini adalah model pembelajaran

STAD. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa RPP yang dibuat oleh Guru A

merupakan RPP Kurikulum 2006 yang belum selesai diedit, sehingga kegiatan inti

pembelajaran masih dikelompokkan berdasarkan aspek-aspek Standar Proses

Kurikulum 2006, yaitu eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Namun demikian,

Guru A mengklaim bahwa semua aspek pendekatan saintifik telah terpenuhi

dalam RPP tersebut. Guru A juga mengungkapkan bahwa dalam Permendikbud

Nomor 103 Tahun 2014 tidak ditegaskan bahwa pembelajaran wajib dilaksanakan

dengan pendekatan saintifik (Wan/D2/GA/05-06-2015/T5). Pada kegiatan penutup, Guru A merencanakan latihan soal, menuntun siswa menyimpulkan

materi, memberikan tugas, menyampaikan materi pada pertemuan selanjutnya,

dan memberikan salam penutup.

Komponen penilaian hasil belajar dalam RPP Guru A terdiri atas dua

bagian, yaitu teknik penilaian dan instrumen penilaian. Teknik dan instrumen

penilaian yang dicantumkan adalah untuk aspek pengetahuan dan sikap, padahal

Guru A tidak merumuskan indikator untuk aspek sikap. Guru A tidak

merencanakan penilaian aspek keterampilan. Soal kuis dan pembahasan, rubrik

penilaian sikap dan rubrik penilaian aspek pengetahuan terlampir pada RPP Guru

A. Pada komponen alat/bahan dan sumber pembelajaran, Guru A ditemukan

menggunakan tiga sumber belajar buku paket dan media pembelajaran berupa

powerpoint, papan tulis, dan spidol. Hal ini berbeda dengan pernyataan Siswa

yaitu buku paket yang diberikan oleh sekolah, serta buku LKS Kreatif dan buku

Sagofindo yang dibeli siswa di luar sekolah (Wan/D1/SGA/04-05-2015/T1).

Dalam dokumen Contoh Penelitian Kualitatif dalam Pendi (Halaman 100-104)