• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAJARAN

PEMAHAMAN

MURID-MURID

Doa Yesus

Yesus menghabiskan banyak waktu untuk berdoa selama Ia di dunia ini. Ada kalanya, Ia berdoa tanpa diketahui oleh orang banyak (Luk. 5:15), tetapi ada pula Ia berdoa saat menghadapi konflik rohani (Yoh. 12:20-28; Luk. 22:39-46) dan bahkan di atas kayu salib (Mat. 26:46; Luk. 23:46). Yesus berdoa dengan berbagai sasaran, di antaranya adalah mengucap syukur (Luk. 10:21; Yoh. 6:11), memohon petunjuk Allah (Luk. 6:12), menjadi perantara (Yoh. 17:6-19; Luk. 22:31-34; Mrk. 10:16) dan bersekutu dengan Bapa dalam roh (Luk. 19:28).

KOSA-KATA

PELAJARAN

Meninggalkan:

Mengabaikan.

Menyangkal:

Bersikap pura-pura tidak mengenal atau tidak mengakui.

Tunduk:

Patuh; berserah diri.

Yesus merupakan seorang tokoh doa yang sempurna. Dia berdoa setiap hari setiap saat; Dia berdoa dengan tekun; Dia berdoa tanpa diketahui orang banyak dan selalu mengucap syukur, sekalipun dalam penderitaan-Nya; Dia berdoa bagi semua orang dan segala sesuatu. Dan yang terpenting, Yesus patuh terhadap kehendak Allah di dalam doa-Nya. Tidak ada seorangpun yang dapat memiliki sikap doa seperti Yesus.

Murid-murid Anda perlu untuk selalu diingatkan berdoa secara teratur. Adalah sulit bagi mereka untuk dapat melakukan seperti yang Yesus lakukan, tetapi kesempatan ini merupakan saat yang tepat untuk mengingatkan pentingnya makna dari sebuah doa - menghabiskan waktu bersama dengan Allah dan mengucap syukur kepada-Nya. Saat berdoa, mereka dapat memohon tuntunan dan kekuatan dari pada Allah. Mereka juga dapat menjadi perantara bagi sesama. Lakukanlah sebuah survei tentang hal apa yang baru-baru ini mereka doakan. Apakah permohonan itu berarti bagi mereka? Apakah mereka merasakan kuasa Allah dalam doa itu? Juga penting untuk membahas ketaatan dalam sebuah doa. Kadang, segala sesuatu tidak berjalan sebagaimana yang mereka telah rencanakan. Ingatkan mereka bagaimana sikap Yesus mengenai hal ini. Yesus tidak ingin menderita dan mati di kayu salib, tetapi Dia mengetahui bahwa penderitaan itu merupakan kehendak Allah yang harus Ia lakukan. Di dalam doanya, Yesus memohon agar Allah menolong diri-Nya untuk tetap patuh terhadap kehendak Allah. Doronglah murid-murid Anda untuk melakukan hal yang sama. Lalu mereka akan dapat mengalami kemurahan dan kuasa dari Allah.

KISAH PELAJARAN

Ulasan

Pada minggu yang lalu, kita telah mengulas sebagian hari-hari terakhir Yesus di dunia ini. Setelah mengajar Nikodemus dan perempuan Samaria, Yesus menunggangi seekor keledai memasuki kota Yerusalem. Dia menghabiskan beberapa waktu lamanya untuk mengajar dan menolong orang di sana. Lalu Dia mengadakan Perjamuan Paskah bersama dengan murid-murid-Nya dan membasuh kaki mereka semua untuk menyatakan diri-Nya adalah seorang hamba, yang menjalankan kehendak Allah - datang ke dunia dan menyelamatkan manusia dari dosa - dengan penuh ketaatan dan kerelaan. Hari ini, kita akan melanjutkan apa yang terjadi terhadap diri Yesus setelah Ia mengadakan Perjamuan Terakhir bersama dengan murid-murid-Nya.

Setelah Perjamuan

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya selesai makan perjamuan Paskah, mereka menyanyikan pujian syukur kepada Allah. Yesus pun mengingatkan murid-murid-Nya untuk memberitakan kabar keselamatan yang dari Allah dan saling mengasihi. Yesus tetap mengatakan hal penting ini, karena Dia akan segera meninggalkan mereka semua secara fisik. Setelah berbenah, merekapun meninggalkan rumah itu dan mulai berjalan ke luar kota Yerusalem. Hari telah larut malam, karena mereka menghabiskan waktu beberapa lamanya dalam perjamuan itu sambil memperbincangkan beberapa hal tentang kerajaan Allah. Saat mereka berjalanpun, ternyata mereka masih memperbincangkannya di antara mereka.

Petrus Berjanji

Ketika murid-murid sedang berbicara, Yesus mengatakan suatu hal yang mengejutkan mereka semua.

“Tidak lama lagi, kamu semua akan tergoncang imannya dan akan meninggalkan Aku seorang diri,” kata Yesus.

Tidak seorangpun murid yang percaya akan apa yang mereka baru saja dengar. Bagaimana mungkin Yesus berkata demikian? Telah sedemikian lamanya mereka mengikut Yesus, dan mereka tidak pernah meninggalkan-Nya! Semua murid-Nya menggelengkan kepala mereka dan berkata bahwa mereka rela mati bersama dengan-Nya, bila memang harus demikian. Dari semua murid yang ada, Petruslah yang paling reaktif. Dia ingin Yesus mengetahui bahwa dirinya sungguh-sungguh mengasihi Yesus.

Lalu Petrus berkata, ”Yang lain mungkin akan meninggalkan-Mu, tetapi aku tidak akan pernah melakukan hal itu!” Petrus sama sekali tidak pernah memiliki keinginan sedikitpun untuk meninggalkan Yesus. Tetapi kali ini, Yesus menggelengkan kepala-Nya.

“Petrus, sebelum hari ini berakhir, engkau akan menyangkal Aku tiga kali.” Petrus tetap tidak percaya akan apa yang Yesus telah katakan kepadanya dan tetap berkata bahwa ia tidak akan pernah meninggalkan Yesus.

Yesus Berdoa Di Taman Getsemani

Akhirnya, mereka sampai di taman yang indah yang disebut Getsemani. Yesus menyuruh murid-murid-Nya untuk tinggal di sana sebentar saja, sementara Dia menjauhkan diri untuk berdoa. Yesus selalu berdoa, bila Ia memerlukan pertolongan dan kekuatan dari pada Allah. Selama di dunia, Dia berdoa sebelum dan sesudah memberitakan firman Allah. Tanpa pertolongan Allah, maka pemberitaan firman Allah itu akan sulit untuk dilakukan. Yesus selalu mencari tempat yang tenang untuk berdoa. Pada malam ini, Dia begitu memerlukan pertolongan dan penghiburan dari pada Allah.

Yesus membawa tiga orang murid-Nya - Petrus, Yakobus dan Yohanes - bersama dengan-Nya. Dia berjalan agak jauh ke dalam taman itu dan berlutut untuk berdoa. Yesus begitu sedih, karena Ia tahu bahwa diri-Nya akan segera mati. Tetapi kematian-Nya itu bukanlah dikarenakan dosa-Nya - Yesus tidak pernah berbuat dosa -, tetapi semata-mata untuk menanggung dosa semua umat manusia di dunia. Dia akan mati bagi mereka. Dia begitu tertekan jiwa-Nya sampai di dalam doa-Nya, Dia memohon agar Allah bersedia untuk menjauhkan cawan pahit itu dari pada-Nya. Tetapi karena ketaatan-Nya terhadap kehendak Allah, maka Yesus berkata: Sekalipun Aku harus menderita dan mati, bila hal itu adalah kehendak Allah, maka Aku akan tetap melakukannya. Jadilah kehendak Allah. Yesus tetap taat terhadap kehendak Allah apapun resiko yang harus ditanggung oleh-Nya. Setelah berdoa beberapa lamanya, Yesus kembali untuk melihat keadaan murid-murid-Nya.

Murid-Murid-Nya Tertidur

Yesus melihat keadaan murid-murid-Nya, ternyata mereka semua sedang tertidur. Mereka begitu lelah dan ingin tidur, karena banyak kegiatan yang mereka telah lakukan pada hari itu.

Yesus membangunkan mereka dan berkata, ”Tidak sanggupkah kamu berjaga-jaga satu jam lamanya dengan Aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah. Roh memang penurut, tetapi daging lemah.”

Lalu Yesus kembali ke taman untuk berdoa lagi. Dia memohon agar Allah menolong diri-Nya, karena saat kematian-Nya akan tiba. Setelah doa yang kedua kalinya, Dia kembali kepada murid-murid-Nya. Ternyata mereka kembali tertidur. Ketika murid-murid menyadari bahwa Yesus kembali,

maka mereka merasa malu, karena mereka tidak dapat berjaga-jaga dan berdoa bersama dengan-Nya. Yesus tidak mengatakan apapun dan pergi berdoa untuk ketiga kalinya kepada Allah. Yesus berdoa berkali-kali, karena sedang Dia membutuhkan penghiburan dan kekuatan dari pada Allah. Yesus tahu, bahwa Dia tidak dapat beristirahat seperti murid-murid-Nya, tidak peduli betapa lelah dan kantuk diri-Nya. Ketika Ia kembali untuk ketiga kalinya, ternyata murid-murid-Nyapun masih tertidur.

Yesus berkata kepada mereka, ”Apakah kamu masih tertidur. Cukuplah! Saatnya telah tiba dan Aku akan diserahkan ke dalam tangan orang-orang berdosa. Bangunlah! Dia yang akan menyerahkan Aku sudah dekat.”

Murid-murid-Nya masih belum mengerti akan apa yang Yesus katakan. Mereka berdiri dan penuh akan rasa ingin tahu terhadap apa yang akan terjadi.

MENGULANG

DAN PERTANYAAN

Isilah Yang Kosong Dan Tulislah Benar Atau Salah:

1. Yesus selalu __________ (berdoa) kepada Allah untuk memohon tuntunan dan kekuatan.

2. Petrus berkata bahwa ia tidak akan pernah __________ (meninggalkan) Yesus. 3. Yesus pergi tidur, setelah makan perjamuan Paskah bersama dengan

murid-murid-Nya. (Salah)

4. Sekalipun, Yesus berdoa kepada Allah dengan harapan agar Ia tidak menghadapi penderitaan-Nya di kayu salib, namun Dia tetap patuh terhadap kehendak Allah. (Benar)

5. Yesus menyuruh murid-murid-Nya untuk tetap berjaga-jaga dan berdoa. (Benar)

Pertanyaan untuk Direnungkan:

1. Mengapa Yesus sering berdoa?

2. Mengapa murid-murid terkejut ketika Yesus memberitahukan bahwa mereka semua akan meninggalkan diri-Nya?

3. Apakah murid-murid Yesus bersalah karena mereka semua tertidur? 4. Apakah yang kamu dapat pelajari dari doa Yesus?

AKTIVITAS 1