B U K U P E G A N G A N G U R U. Pergiah Dan Jadikan Semua Bangsa Murid-Ku...

118  Download (0)

Teks penuh

(1)

Amanat Agung

B U K U P E G A N G A N G U R U

TAHUN BUKU

3 2

P

ratama

(2)

Amanat Agung

Pelajaran pada kwartal ini terfokus pada rangkaian

peristiwa yang membawa kematian Yesus di kayu salib. Yesus

mengajarkan Nikodemus bahwa manusia harus dilahirkan

kembali dari air dan roh, agar ia dapat masuk ke dalam

kerajaan surga. Yesus menyatakan kepada murid-murid-Nya

bahwa Dialah Raja ketika Ia masuk ke kota Yerusalem. Namun,

Yesus menyatakan bahwa Dialah hamba, ketika Ia membasuh

kaki murid-murid-Nya. Akhirnya, Yesus menyatakan bahwa

Dialah Juruselamat, ketika Ia harus mati di kayu salib dan

bangkit dari kematian.

Apa yang Yesus telah ajarkan selama masa

pelayanan-Nya dapat diterapkan pada masa sekarang ini. Sebagai para

pengikut-Nya, kita harus menerima baptisan air dan baptisan

Roh Kudus. Kita harus menyembah dan memuji Yesus sebagai

Raja atas segala raja. Kita harus menjadi seorang hamba yang

pengasih. Terakhir, kita pun harus mematuhi semua

ajaran-Nya. Ketika kita merasakan kuasa kebangkitan Kristus, maka

kita akan mengalami bimbingan-Nya.

Injil merupakan suatu kabar yang menarik perhatian

semua orang - darah Yesus yang telah dicurahkan di kayu salib

untuk menebus dan membasuh segala dosa dan kesalahan

setiap manusia. Karena Yesus hidup, maka Dia sanggup

menyentuh hidup setiap manusia dengan kekuatan, kasih dan

kuasa-Nya. Beritakanlah kabar Injil ini kepada murid-murid

Kami berharap bahwa Anda akan menikmati kedewasaan bersama dengan murid-murid kelas dasar, setelah Anda mengajarkan mereka firman Allah. Nikmatilah pelajaran demi pelajaran dalam kwartal ini, dan alamilah berita sukacita bersama dengan kekaguman dan rasa takjub dari murid-murid Anda!

Ketika Anda mengajar bagian ini, cobalah kembangkan topik dari setiap pelajaran dalam kwartal ini. Buatlah cerita yang ada menjadi hidup, sehingga murid-murid dapat benar-benar mengerti dan menghargai pengajarannya. Mereka bergantung kepada kita-guru-untuk menafsirkan cerita bagi mereka. Undanglah mereka untuk mempelajari tentang Allah, untuk membagi kasih Allah kepada orang lain, dan bertumbuh lebih kuat dalam iman.

(3)

Kata Pendahuluan i

Panduan Mengajar iii

Prosedur Mengajar iv

Mengajar Murid-Murid Anda dengan Boneka/Drama Alkitab/Musik v Beberapa Saran Yang Membantu vii Karakteristik Murid-Murid Anda ix

Ayat Hafalan xi

Pelajaran 1 Dilahirkan Kembali 1 Pelajaran 2 Perempuan Samaria 9 Pelajaran 3 Siapakah Yang Terbesar? 19 Pelajaran 4 Masuk Kota Yerusalem Dengan Sorak-Sorai 27 Pelajaran 5 Perjamuan Terakhir 35 Pelajaran 6 Yesus Membasuh Kaki Murid-Murid-Nya 43

Pelajaran 7 Ulasan 51

Pelajaran 8 Yesus Berdoa Di Taman 55 Pelajaran 9 Yesus Disalib 65 Pelajaran 10 Yesus Bangkit 75 Pelajaran 11 Yesus Menampakkan Diri 83 Pelajaran 12 Amanat Agung 93 Pelajaran 13 Ulasan Akhir 95

DAFTAR ISI

(4)

PANDUAN MENGAJAR

Tahun 3 Buku 2

P R A T A M A

Amanat Agung

Selamat datang pada kesempatan menarik lainnya bagi yang berusia

tujuh sampai delapan tahun dengan berita kasih Allah yang menakjubkan.

Pelajaran kali ini berpusat pada kebenaran penting yang Yesus ajarkan kepada

murid-murid-Nya selama minggu-minggu terakhir pelayananNya. Yesus

menginginkan agar setiap orang dapat percaya akan kabar keselamatan yang

dari pada-Nya. Tema doa dan nubuat ditekankan sepanjang pelajaran.

Doronglah murid-murid untuk berdoa dengan kuasa Roh Kudus, sehingga

mereka dapat dikuatkan sepanjang waktu. Kristus telah bangkit dan Ia akan

memimpin pula para pengikut-Nya.

Sasaran Kwartal Ini :

Memahami bahwa Yesus mati di kayu salib dan bangkit Mempelajari bagaimana melayani sesama

(5)

Prosedur Mengajar

1

2

3

Puji-Pujian

Kisah Pelajaran

Aktivitas Belajar Alkitab

(10-15 menit)

(15-20 menit) Tujuan

Tujuan

Tujuan

Membantu murid-murid menyembah Allah melalui kidung pujian.

Membiarkan murid-murid untuk mendengarkan kisah pelajaran dan menanggapi kisah itu.

Membantu murid-murid untuk terbiasa dengan firman Allah dan ini adalah sebagian dari tugas guru, juga tugas yang sama pentingnya yaitu membantu murid-murid menerapkan kebenaran-kebenaran Alkitab dalam kehidupan sehari-hari mereka. Aktivitas-aktivitas ini telah disusun untuk mendorong murid-murid kita melaksanakan apa-apa yang mereka telah pelajari.

Prosedur

Prosedur

Prosedur

Selalu mengawali pelajaran di dalam nama Tuhan Yesus. Guru atau pendamping guru menuntun murid-murid dengan lagu-lagu sederhana atau mengunakan gerakan (gerak dan lagu).

Berdoalah singkat di dalam nama Tuhan Yesus terlebih dahulu. Kisah Pelajaran dapat diceritakan kepada semua murid oleh seorang guru atau murid-murid dibagi dalam beberapa kelompok dengan satu guru dalam setiap kelompoknya. Kita juga menyiapkan pertanyaan-pertanyaan untuk dtanyakan kepada murid. Pertanyaan-pertanyaan ditanyakan pada waktu meninjau Kisah Pelajaran. Janganlah lupa untuk menjelaskan kata-kata baru dan ceritakanlah kepada mereka kisah sehari-hari yang berhubungan dengan Kisah Pelajaran jika tersedia.

Biarkanlah murid-murid bekerja pada Buku Aktivitas Murid. (Bila aktivitas-aktivitas meliputi kegiatan kelompok atau menggunting dan menempel, pastikan ada guru pendamping guru.) Kami telah menyediakan berbagai macam aktivitas pilihan. Tolong pilihlah mana yang cocok. Akhirilah aktivitas tersebut dengan sebuah doa penutup.

(6)

MENGAJAR DENGAN SANDIWARA BONEKA

MENGAJAR DENGAN DRAMA ALKITAB

Janganlah takut untuk mencoba Sandiwara Boneka di dalam kelas Anda. Anda akan dapat menikmatinya seperti juga murid-murid Anda!

Pertimbangkanlah beberapa hal di bawah ini ketika menggunakan Sandiwara Boneka:

~ Seorang murid lebih mudah mengenali sikap-sikap yang tidak baik dan kesalahan-kesalahan pada sebuah boneka dari pada diri mereka sendiri. Ia dapat mengkritik boneka tersebut dan menyarankan cara-cara yang lebih baik untuk bertindak dan tidak merasa dirinya dihakimi atau dikoreksi.

~ Murid-murid akan lebih terlihat dalam sebuah diskusi ketika sebuah boneka berbicara. Bahkan, murid-murid yang pemalu sekalipun akan tertarik untuk memperhatikan dan percaya.

~ Sama seperti boneka-boneka yang membuat murid-murid bebas untuk lebih mengekspresikan diri mereka sendiri, maka Anda pun bebas untuk membuatnya sedikit lebih menarik dari biasanya.

Bagaimana Anda dapat menggunakan boneka di dalam kelas dengan efektif?

~ Janganlah kuatir untuk membuat boneka itu kelihatan hidup atau menyembunyikan gerakan-gerakan bibir Anda. Murid-murid suka menggunakan imajinasi mereka, dan perhatian mereka akan tertuju pada apa yang dilakukan dan dikatakan oleh boneka itu, bukan pada pelaksanaan teknisnya.

~ Berlatihlah di depan cermin sebelum membawa boneka ke dalam kelas.

~ Gunakanlah banyak gerakan seperti juga perkataan. Buatlah boneka itu berjalan, terbang, menari, bersin, membungkuk, melambai, bertepuk-tangan, menangis, dan lain sebagainya. Ingatkanlah bahwa boneka-boneka itu dapat melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan oleh manusia sungguhan.

Bersandiwara dapat membuat isi pelajaran menjadi nyata bagi para murid. Ada beberapa cara untuk mempraktekkan kisah Drama Alkitab ini. Pertimbangkanlah beberapa saran di bawah ini:

~ Bila situasi memungkinkan, buatlah gerakan-gerakan fisik. Murid-murid Taman Kanak-Kanak perlu bergerak ke sana ke mari.

~ Menguasai kesadaran diri; biarkanlah para murid pertama-tama memperagakan peran-peran itu di dalam kelompok-kelompok kecil. Setelah melakukannya, murid-murid yang lebih pemalu mungkin bersedia memperagakannya seorang diri.

~ Biarkanlah murid-murid Anda melakukan semua sandiwara itu. Tugas guru adalah untuk menanyakan pertanyaan, memberikan saran, dan semangat ketika

(7)

MENGAJAR DENGAN MUSIK

murid-murid sedang bersandiwara.

~ Biarkanlah murid-murid memilih peran yang mereka inginkan dengan sukarela. ~ Anjurkanlah untuk berkreasi. Memerankan kisah Alkitab dapat membantu para

murid untuk melihat isi cerita dan karakter dengan cara yang berbeda.

~ Anjurkanlah para murid untuk memikirkan perasaan, situasi, karakter, ekspresi wajah, dan motivasi. Mereka semua berperan dalam menghidupkan isi cerita.

Apakah murid-murid Anda lebih suka menyanyi dari pada menyimak pelajaran itu sendiri? Musik dapat digunakan sebagai cara mengajar yang efektif di dalam pelajaran.

~ Nyanyian-nyanyian pujian yang menceritakan kisah-kisah dapat membantu pelajaran-pelajaran Anda.

~ Beberapa murid dapat belajar dengan lebih baik bila mereka dapat “merasakan” materi yang sedang Anda ajarkan. Pilihlah nyanyian-nyanyian pujian dengan gerakan yang hidup dan gerakan fisik.

~ Para murid yang tidak mudah mengekspresikan perasaannya mungkin akan lebih mudah untuk berekspresi melalui nyanyian-nyanyian pujian.

Ingatkanlah akan hal-hal ini ketika Anda menggunakan musik bersama murid-murid Anda:

~ Pelajarilah nyanyian-nyanyian pujian baru sebelum Anda mengajar mereka. ~ Nyanyikanlah sebuah nyanyian pujian kepada murid-murid sebelum Anda

menyuruh mereka menyanyikannya.

~ Nyanyikanlah nyanyian pujian dengan cara yang berbeda-beda tentukanlah bagian, gunakanlah alat-alat musik, bergeraklah ke sana ke mari dan lain sebagainya.

(8)

Persiapkanlah

Murid-murid pada usia ini luar biasa aktifnya. Perhatiankanlah mereka bahwa paling lama hanya 10 - 15 menit. Selalu rencanakanlah lebih dari yang Anda bayangkan mungkin dapat Anda lakukan. Bacalah pelajaran secara keseluruhan, kemudian mulailah dengan aktivitas-aktivitas yang ingin Anda lakukan. Bila dirasakan perlu untuk menghilangkan beberapa aktivitas, lakukanlah segera. Pada saat-saat darurat, berbuatlah seadanya. Tetapi di atas semua itu, berdoa, berdoa, dan berdoalah!

Aturlah

“Suatu tempat untuk segalanya dan segalanya berada pada tempatnya” adalah sebuah semboyan yang baik untuk diperhatikan. Aturlah ruangan yang sesuai dengan gayamengajarAnda.Simpanlahbahan-bahankeseniandidekattempat kerja. Taruhlah lembaran-lembaran aktivitas didekat Anda. Siapkanlahsebuah tempat untukberdoadari sisa ruangan. Anda juga dapat mempersiapkan sebuah tempat drama di mana murid-murid dapat memainkan peran dan aksinya mengenai pelajaran-pelajaran. Anda mungkin juga dapat menyediakan baju-baju bekas, handuk-handuk, kain-kain, dan bahan-bahan lainnya untuk membuat kostum-kostum.

Sesuaikanlah

Tidak semua rencana mengajar cocok untuk setiap keadaan kelas. Beradaptasilah! Bila murid-murid Anda masih kecil, belum bisa membaca, lakukanlah aktivitas-aktivitas dalam kelompok untuk melatih otot-otot besar mereka. Janganlah mengharapkan mereka untuk bekerja dengan baik seorang diri. Bila murid-murid adalah Aku-dapat-mengerjakan-semua-yang-harus-dikerjakan oleh murid-murid, dan janganlah mencoba untuk mengatur kehidupan mereka. Persiapkanlah berbagai macam aktivitas tambahan dengan menggunakan bahan-bahan dalam

“Pilihan Aktivitas”, atau kreasikan sendiri.

Jadilah dirimu sendiri

Faktor yang terpenting di dalam pengajaran yang mendidik adalah kisah yang Anda bagikan kepada murid-murid. Bagaimanakah Anda memperlakukan setiap murid ketika ia memasuki ke dalam kelas adalah suatu kesaksian yang lebih dahsyat dari pada kisah Alkitab manapun. Biarkanlah murid-murid mengetahui bahwa Anda menyayangi dan menerima mereka. Murid-murid harus mempunyai rasa memiliki walaupun mereka hanya menghadiri kelas pada setiap hari Sabtu. Inilah tempat mereka, di sinilah dalam Rumah Allah. Bersyukurlah atas talenta-talenta yang unik dan beragam yang dimiliki oleh masing-masing individu murid.

BEBERAPA SARAN

YANG MEMBANTU

(9)

Petunjuk-petunjuk Pengajaran:

~

Rencanakan kegiatan yang banyak bergerak.

~

Variasikan kegiatan setiap 10-15 menit.

~

Doronglah pekerjaan mengingat (menghafal).

~

Gunakan cerita anak-anak lain untuk menantang mereka bersaksi, beraktivitas, dan lain sebagainya.

~

Hadirkan firman Allah sebagai hal yang benar dan dapat dipercaya.

~

Berikan penyajian yang jelas tentang pesan keselamatan dan undang mereka untuk percaya.

~

Gunakan hubungan keluarga ketika menjelaskan keselamatan.

(10)

KARAKTERISTIK

MURID-MURID ANDA

PERKEMBANGAN FISIK

PERKEMBANGAN MENTAL

PERKEMBANGAN SOSIAL

~

Lebih menikmati aktivitas yang berenergi seperti berlari, melompat daripada berjalan.

~

Rentan terhadap penyakit anak-anak.

~

Menuntut aktivitas yang bervariasi.

~

Tingkat pertumbuhan melambat.

~

Ingin menolong tetapi perlu tahu bagaimana cara menolongnya.

~

Perkembangan koordinasi mata-tangan; penggunaan otot kecil yang lebih baik.

~ Belajar membaca dunia yang lebih luas.

~

Ingin belajar; belajar dengan cepat.

~

Konsentrasi perhatian yang singkat.

~

Pikiran yang sangat literal-masih perlu contoh nyata.

~

Menghafal kata-kata lebih mudah daripada berpikir.

~ Menyukai anak-anak seusianya.

~

Memiliki teman akrab.

~

Menyukai binatang piaraan.

~

Ingin persetujuan orang dewasa.

~

Peka terhadap sifat anak-anak lainnya.

~

Suka berpura-pura menjadi orang lain.

~

Sering kurang dewasa di rumah daripada di luar rumah.

(11)

PERKEMBANGAN ROHANI

~

Membedakan antara yang benar dan salah.

~

Mempercayai orang lain.

~

Mulai mengerti peristiwa bersejarah, khususnya yang berkaitan dengan Perjanjian Lama.

~

Menyukai cerita-cerita yang diperagakan.

~

Cepat percaya bahwa Yesus adalah Juruselamat mereka; mulai dapat melihat hubungan antara Allah dan diri mereka.

~

Dapat belajar berdoa dan hidup bagi Allah.

(12)

1. “Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh,

ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

(Yoh. 3:5)

2. “Tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih

kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah

kepala.”

(Ef. 4:15)

3.

4.

5. “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang

datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

(Yoh. 14:6)

6. “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian

dalam Aku.”

(Yoh. 13:8b)

7. “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian,

Yang Awal dan Yang Akhir.”

(Why. 22:13)

8. “Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus

Yesus.”

(2 Tim. 2:3)

9. “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita,

oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”

(Rm. 5:8)

10. “Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati.”

(1 Kor. 15:20a)

11. “Bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan

Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.”

(2 Pet. 3:18a)

12. “Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu.”

(Kis. 1:8a)

“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu,

hendaklah ia menjadi pelayanmu.”

(Mrk. 10:43)

“Aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur

bagi nama-Mu, ya Mahatinggi.”

(Mzm. 9:3)

(13)

PERSIAPAN

MENGAJAR

Nikodemus

Nikodemus adalah seorang Farisi. Dalam bahasa Yunani, Nikodemus berarti ”penakluk bangsa”. Sebagai seorang pengajar bangsa Israel (Yoh. 3:10), Nikodemus menyatakan status pekerjaannya. Dengan kata lain, ia sama seperti seorang pengajar teologi pada zaman sekarang ini. Sebagai seorang “pemimpin bangsa Yahudi” (Yoh. 3:1), Nikodemus adalah anggota dewan tertinggi bangsa Yahudi, Sanhedrin. Inilah alasannya, mengapa ia menemui Yesus pada malam hari, agar tindakannya tidak diketahui oleh kaum Farisi lainnya, sebuah kelompok yang begitu kritis tentang Yesus dan pesan keselamatannya.

Doktrin Dasar Gereja Yesus Sejati

Dua pengajaran paling mendasar dari Gereja Yesus Sejati adalah baptisan air dan Roh Kudus. Pengajaran “dilahirkan kembali dari air dan Roh” (Yoh. 3:5) juga dijelaskan dalam Tit. 3:5. Sebagai orang Kristen, adalah penting untuk "dilahirkan kembali" melalui baptisan air - bukti kepercayaan terhadap darah Yesus yang telah tercurah demi membasuh semua dosa manusia. Di samping itu, orang Kristenpun harus memohon Roh Kudus dengan sepenuh hati, karena Roh Kudus adalah meterai, jaminan untuk menerima warisan hidup kekal. (Ef. 1:13-14)

Kitab Bacaan:

Yoh. 3:1-21

Kebenaran Alkitab:

Setiap orang harus menerima baptisan air dan baptisan Roh Kudus, agar ia dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Tujuan Pelajaran:

Memahami pentingnya baptisan air dan baptisan Roh Kudus.

Ayat Hafalan:

“Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Yoh. 3:5)

Doa:

Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Pada hari ini, kami akan memasuki kwartal yang baru. Kami berharap dapat banyak mempelajari tentang kerajaan dan firman-Mu. Tolonglah kami sehingga dapat mengerti pengajaran-Mu dan menyimpannya di dalam hati kami. Kami ingin menaati dan melayani-Mu. Berilah kami kekuatan dan hikmat-Mu. Haleluya, Amin.

Dilahirkan Kembali

PELAJARAN

(14)

PEMAHAMAN

MURID-MURID

KOSA-KATA

PELAJARAN

Keselamatan:

Proses dilepaskan dari dosa.

Farisi:

Kelompok orang Yahudi yang memegang hukum Taurat begitu kerasnya.

Rahim:

Bagian tubuh perempuan yang dijadikan tempat untuk pembuahan sel telur.

Kekal:

Tanpa keadaan awal dan keadaan akhir.

Ketika sampai pada pengertian tentang baptisan air, Gereja Yesus Sejati memakai kosa kata yang mungkin berbeda dengan kelompok agama Kristen lainnya. Mungkin bagi mereka, baptisan lebih merupakan suatu upacara kudus. Tetapi ungkapan kalimat ”dibasuh oleh darah Yesus Kristus” atau “penghapusan dosa” memiliki makna penting bagi para jemaat Gereja Yesus Sejati. Darah Yesus memainkan peranan yang sungguh penting dalam baptisan air, yaitu berkuasa untuk menghapus semua dosa manusia.

Bagi murid-murid Sekolah Dasar, mungkin ungkapan kalimat ini mungkin membingungkan. Namun, pada usia tersebut, mereka mulai memahami lebih banyak kosa kata seperti dosa, kasih dan pengampunan yang berarti bagi mereka. Sambil menyampaikan pengajaran tentang baptisan air, tekankan pula beberapa hal berikut, agar mereka mengerti makna sesungguhnya dari "dilahirkan kembali".

Dosa:

Pelanggaran terhadap hukum Allah; dapat ditandai dengan perasaaan bersalah pada hati seseorasng atas perbuatan dan perilakunya yang keliru.

Kasih:

Sikap mengorbankan sesuatu terhadap seseorang, seperti pengorbanan Yesus yang rela menderita dan mati di kayu salib demi menebus dosa manusia; pengorbanan orangtua terhadap anaknya; pengorbanan seorang guru terhadap muridnya.

Pengampunan:

Proses pemaafan seseorang dari permohonan maaf dari orang tersebut sampai kesalahannya dimaafkan.

(15)

KISAH PELAJARAN

Ulasan

Pada kwartal yang lalu, kita telah mempelajari tentang Sepuluh Perintah yang Allah telah berikan kepada Musa di gunung Sinai untuk ditaati oleh manusia. Apakah kamu masih ingat apa sajakah perintah Allah itu? (Jangan ada allah lain di hadapan-Ku, jangan membuat patung dan menyembah kepadanya, jangan menyebut nama Allah dengan sembarangan, ingat dan kuduskanlah hari Sabat, hormatilah orangtua, jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan bersaksi dusta, jangan mengingini.) Sekalipun bangsa Israel mengetahui semua hukum ini, tetapi banyak di antara mereka yang memilih untuk tidak mengikutinya dan bahkan mereka berani mengambil resiko untuk dihukum, kadang sampai mati. Tetapi ada sebagian orang Israel yang tetap beriman kepada Allah sepanjang waktu hidup mereka dan hasilnya, mereka sungguh diberkati oleh Allah. Allah beranggapan bahwa Sepuluh Perintah ini sungguh serius. Semua perintah ini tidak hanya bagi orang Israel pada Perjanjian Lama, tetapi juga penting bagi kita dan kita tidak boleh melanggarnya. Kita harus mendengarkan Allah dan berdoa kepada-Nya, agar Ia memberi kekuatan kepada kita untuk mematuhi Sepuluh Perintah-Nya. Ketika kita melakukan segala perintah-Nya, maka Allahpun akan tinggal bersama dengan kita dan memberkati kita.

Orang Farisi

Ketika Yesus menyampaikan kabar keselamatan dari Bapa yang di surga, banyak orang yang mendengarkan firman-Nya dan mengikuti-Nya. Ada banyak macam orang yang percaya, di antaranya adalah orang miskin, orang kaya, orang sehat, orang sakit, orang Yahudi dan orang non-Yahudi. Namun, ada satu kelompok orang yang dikenal sebagai orang Farisi, yang sama sekali tidak menyukai kehadiran dari Yesus. Mereka tidak percaya bila Yesus itu adalah Allah, sekalipun mereka percaya kepada Allah. Orang Farisi adalah para pengajar hukum Taurat, sehingga mereka tahu banyak akan perintah dan pengajaran Allah. Mereka begitu kerasnya dalam memegang hukum Taurat, sehingga kadang mereka sampai melupakan makna dari "mengasihi sesama" seperti yang Allah telah perintahkan agar setiap orang melakukannya. Mereka memastikan diri tidak melanggar hukum Allah, sekalipun harus menyakiti orang lain. Mereka mengira bahwa Yesus hadir untuk mengambil kuasa mereka dengan menyatakan diri sebagai Allah. Mereka selalu berusaha menjebak Yesus, agar mereka dapat membunuh-Nya.

Nikodemus

Di antara orang Farisi ini, ada seorang yang bernama Nikodemus. Dia adalah seorang yang berpengaruh dari dewan pemimpin bangsa Yahudi, yang berarti ia sama seperti seorang hakim yang memiliki posisi yang sangat tinggi. Banyak orang yang mengira bahwa Nikodemus adalah seorang yang bijaksana. Ketika ia mendengar tentang Yesus dan semua perbuatan ajaib-Nya, maka Nikodemus menjadi penasaran. Sekalipun sebagian orang Farisi lainnya tidak bersimpati terhadap Yesus, namun Nikodemus percaya bahwa Yesus adalah seorang rabi yang diutus oleh Allah untuk menolong umat-Nya. Dia ingin mempelajari lebih banyak tentang Allah, tetapi ia ragu apakah harus menemui Yesus, karena mungkin orang Farisi lainnya akan melihat dirinya. Tetapi semakin ia

(16)

memikirkan tentang Yesus, maka makin ingin untuk menemui-Nya. Maka pada suatu malam, ia memutuskan untuk mencari Yesus dan berbicara kepada-Nya.

Dilahirkan Kembali

Akhirnya, Nikodemuspun menemui Yesus, ia begitu bersukacita. Tidak ada kerumunan besar yang mengikuti Yesus, sehingga ia memiliki cukup banyak waktu untuk berbicara dengan Yesus. Nikodemus memperkenalkan dirinya dan berbicara kepada Yesus.

“Yesus, aku mengetahui bahwa Engkau adalah seorang rabi yang diutus oleh Allah. Tidak ada yang dapat menyembuhkan orang sakit ataupun lumpuh, kecuali bila Allah menyertai mereka,” kata Nikodemus. ”Allah pasti menolong-Mu melakukan berbagai hal ajaib.”

Ketika Yesus mendengar perkataan Nikodemus itu, maka Diapun mengetahui bahwa Nikodemus mencari Allah dengan sepenuh hati. Lalu Yesus menyatakan sesuatu yang begitu penting bagi hidupnya.

“Nikodemus,” kata Yesus. ”Allah ingin menyatakan kasih-Nya yang besar kepadamu. Dia ingin semua orang diselamatkan dan menjadi bagian keluarga besar-Nya. Tetapi agar seseorang dapat melihat kerajaan Allah, maka orang tersebut haruslah dilahirkan kembali.”

Nkodemus menjadi bingung, ketika ia mendengar apa yang Yesus katakan. Apa maksud-Mu dengan mengatakan semua orang harus dilahirkan kembali?

Nikodemus bertanya, ”Bagaimana mungkin orang dewasa seperti aku menjadi anak kecil kembali? Aku tidak dapat masuk ke dalam rahim ibuku untuk kedua kalinya dan dilahirkan kembali!”

Yesus tahu bahwa Dia harus menjelaskan apa maksud dari "dilahirkan kembali" itu.

Yesus berkata kepadanya, ”Untuk masuk ke dalam kerajaan Allah, maka seseorang harus menjadi seorang manusia yang baru. Itu sama seperti dilahirkan kembali, hanya keluarganya yang baru adalah keluarga Allah. Untuk dapat menjadi bagian keluarga yang baru ini, maka kamu harus dilahirkan dari air dan Roh.”

Nikodemus Masih Bingung

Sekalipun banyak orang yang mengira Nikodemus adalah salah seorang yang cerdas di kota itu, tetapi nyatanya, ia belum dapat mengerti apa yang Yesus katakan.

“Aku tidak mengerti apa maksudm-Mu,” kata Nikodemus kepada Yesus. “Kamu adalah pengajar orang Israel, tetapi kamu tidak mengerti semuanya ini?” Yesus berusaha menjelaskan betapa pentingnya bagi seseorang untuk menjadi bagian dari keluarga besar Allah.

Yesus melanjutkan, ”Tidak seorangpun yang pernah ke surga, kecuali Anak Manusia. Setiap orang yang percaya kepada-Nya akan beroleh hidup yang kekal.”

Yesus ingin mengatakan bahwa diri-Nya adalah Allah dan dengan mempercayai-Nya, maka Ia akan membuat Nikodemus beroleh hidup yang kekal. Tetapi agar dapat menjadi bagian dari keluarga besar Allah, maka seseorang itu perlu dilahirkan kembali dengan dibaptis dan menerima Roh Kudus. Sebab baptisan air itu akan membersihkan seseorang dari semua dosanya - Allah mengampuni segala dosanya. Dan juga Roh Kudus akan membantu seseorang itu untuk mematuhi perintah Allah.

Setelah berbicara lama dengan Yesus, akhirnya, Nikodemuspun mengerti tentang kerajaan Allah. Dia pulang dengan sukacita, karena ia beroleh kesempatan untuk mempelajari tentang anugerah keselamatan Allah.

(17)

MENGULANG

DAN PERTANYAAN

Isilah Tempat Yang Kosong Dan Tulislah Benar Atau Salah:

1. Nikodemus adalah seorang __________ (pengajar) hukum Taurat.

2. Nikodemus ingin mengetahui lebih banyak tentang kerajaan __________. (Allah)

3. Yesus mengatakan kepada Nikodemus bahwa agar seseorang dapat diselamatkan, maka ia harus dibaptis dan menerima __________. (Roh Kudus)

4. Nikodemus menemui Yesus karena ia ingin menolong orang Farisi dalam menjebak-Nya. (Salah)

5. Yesus mengatakan bahwa setiap orang yang ingin diselamatkan harus dilahirkan kembali. (Benar)

Pertanyaan untuk Direnungkan:

1. Apakah yang Nikodemus telah ketahui tentang Yesus sebelum menemui-Nya?

2. Apakah maksud dari "dilahirkan kembali" itu?

3. Mengapa penting bagi seseorang untuk dibaptis?

4. Mengapa penting bagi seseorang untuk memperoleh Roh Kudus?

(18)

AKTIVITAS 1

Sasaran:

Membuat pohon keluarga Allah untuk mengingatkan murid-murid bahwa mereka semua adalah bagian dari keluarga besar Allah.

Bahan:

Kertas Spidol besar

Petunjuk:

Sediakan setiap orang murid selembar kertas kosong dan mintalah mereka menggambarkan pohon keluarga mereka sendiri. Gambar pohon keluarga mereka itu dapat termasuk orangtua mereka, saudara-saudari mereka, binatang piaraan mereka, dan bahkan hal-hal yang keluarga suka lakukan bersama. Setelah mereka menggambar, tuliskan kata "KELUARGA ALLAH" di atas papan. Dari sana gambarkan beberapa cabang yang menyentuh setiap gambar murid yang telah mereka gambar. Ketika selesai, taruhlah masing-masing di sebelah atau di bawah cabang untuk menunjukkan mereka semua adalah bagian dari pohon keluarga Allah. Bila ada kamera, ambillah pula gambar setiap orang murid, lalu tempelkan di sebelah tiap gambar.

(19)

AKTIVITAS 2

Sasaran:

Membantu murid-murid mempelajari dan mengerti tujuan Yesus datang ke dunia. Petunjuk:

Tuliskan ayat Alkitab yang tercatat dalam Yoh. 3:16 pada beberapa kartu kecil. Berilah nomor pada setiap lembar kartu di belakangnya. Mintalah murid-murid meletakkan ayat dengan urutan yang tepat tanpa memberitahu terlebih dahulu ayat sesungguhnya kepada mereka. Ketika mereka telah mengurutkannya dengan benar, tanyakan kepada mereka mengapa ayat ini tepat untuk pelajaran hari ini. Apa artinya bagi hidup mereka?

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh. 3:16)

Mencocokkan Ayat Alkitab

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yoh. 3:16)

1

2

3

4

5

6

7

8

Aktivitas Pilihan: Lima Pengajaran Dasar

Karena pelajaran pada kwartal ini berpusat pada dua pengajaran dasar dari Alkitab, maka perlu pula mengulas tiga pengajaran lainnya untuk mengingatkan pentingnya pengajaran tersebut bagi murid-murid. Ketiga pengajaran lainnya itu adalah membasuh kaki (Yoh. 13:8), Perjamuan Kudus (Yoh. 6:56) dan hari sabat (Kel. 20:8; Ibr. 4:10).

(20)

“Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

(Yoh. 3:5)

Darah Yesus Menghapus Semua Dosa Manusia Melalui Baptisan Air

(21)

PERSIAPAN

MENGAJAR

Kitab Bacaan:

Yoh. 4:3-42

Kebenaran Alkitab:

Allah mengasihi semua orang.

Tujuan Pelajaran:

Menjangkau sesama melalui persahabatan.

Ayat Hafalan:

“Tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah kepala.” (Ef. 4:15)

Doa:

Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Kami mengucap syukur kepada-Mu, karena anugerah dan kasih-Mu telah Engkau berikan kepada kami. Engkau adalah Allah yang pemurah dan penyabar, memberikan pengharapan hidup kekal kepada setiap orang. Sekalipun kami adalah umat-Mu, tetapi tolonglah kami untuk dapat menjangkau sesama yang belum mengenal-Mu. Berikankan kami kekuatan dan hikmat untuk mengatakan dan melakukan hal yang benar, sehingga kami dapat memberikan segala kemuliaan bagi nama-Mu. Haleluya, Amin.

Samaria

Ketika kerajaan Israel di utara (sepuluh suku) jatuh ke tangan bangsa Asyur, banyak orang Israel yang diangkut ke daerah Asyur dan sebaliknya, banyak pula orang asing yang menempati kota Samaria. (2 Raj. 17:24) Perkawinan campur antara bangsa asing dengan sisa-sisa orang Yahudi yang tinggal menghasilkan keturunan campuran yang disebut bangsa Samaria. Bangsa Yahudi yang dari kerajaan selatan yaitu Yehuda melihat etnis ini bukanlah etnis yang murni lagi dan mulai timbul kebencian yang berkepanjangan antara orang Yahudi dan orang Samaria. Setelah kembali dari pengasingan tujuh puluh tahun kemudian, orang Yahudi menolak bantuan dari orang Samaria untuk membangun bait Allah. Kemudian, orang Samaria membangun bait Allah di gunung Gerizim yang menghadap Yerusalem, tetapi dihancurkan oleh pemimpin bangsa Yahudi, John Hirkanus (anggota dinasti Makabe) kira-kira seratus lima puluh tahun sebelum zaman Kristus.

Selama masa Perjanjian Baru, kaum orang Yahudi lebih memilih rute yang lebih panjang untuk menghindari daerah orang Samaria. Karena kebencian yang terbuka inilah, maka perempuan Samaria terkejut ketika Yesus berbicara

Perempuan Samaria

PELAJARAN

(22)

PEMAHAMAN

MURID-MURID

KOSA-KATA

PELAJARAN

Murid: Pengikut. Samaria:

Keturunan campuran antara orang kafir dengan orang Yahudi; dianggap rendah oleh orang Yahudi yang sebenarnya.

Juruselamat:

Orang yang dapat menyelamatkan; Kristus.

Ketika melihat Yesus berbicara dengan perempuan Samaria, murid-murid Yesuspun terkejut. Mereka merasa terikat oleh batasan yang telah diberlakukan oleh bangsa Yahudi beberapa abad lamanya. Tetapi Yesus tidak datang ke dunia untuk menyelamatkan orang Yahudi saja. Kabar sukacita-Nya adalah bagi semua orang. Murid-murid Yesus belum mengerti akan kasih yang tidak bersyarat ini.

Pada saat ini, pandangan murid-murid Anda terhadap sesamanya akan lebih terbuka daripada masa itu. Keadaan ini dapat terjadi, karena murid-murid diajarkan untuk dapat menerima semua budaya dan suku bangsa di sekolah mereka masing-masing, karena setiap orang pada hakekatnya adalah sama kedudukannya. Pandangan ini benar adanya. Mereka tidak boleh menolak atau mengasingkan sesama hanya karena tidak ingin menjadi teman mereka, tetapi mereka seharusnya dapat menerima semua orang. Inilah kasih yang Yesus ajarkan dan lakukan.

Namun, bila menyangkut iman, maka Yesus Kristus adalah Juruselamat satu-satunya. Doronglah agar mereka mau memperkenalkan Yesus kepada teman-teman mereka. Tidak peduli seperti apakah iman teman-teman mereka itu, yang pasti akan selalu ada yang bersedia mendengarkan firman Allah. Ingatkan mereka bahwa Allah akan menolong mereka. Dengan demikian, mereka akan mengikuti teladan Yesus ketika Ia berada di sumur Yakub.

kepadanya dan meminta air minum dari padanya. Dengan berbicara kepadanya dan mengambil air dari padanya, maka Yesus akan menjadi “najis”, karena orang Samaria adalah keturunan yang tidak murni lagi.

Sumur Yakub

Sumur ini terletak di tanah yang pernah dimiliki oleh Yakub, karena itu namanya disebutkan sumur Yakub. Sumur ini hampir selalu terletak di luar kota sepanjang jalan utama. Para perempuan datang dua kali sehari, pagi dan sore untuk mengambil air. Mereka memilih waktu tersebut untuk menghindari panas matahari. Tetapi perempuan Samaria ini datang pada tengah hari, mungkin untuk menghindari orang banyak karena keadaan hidupnya yang kurang baik.

(23)

Ulasan

Pada minggu yang lalu, kita telah mempelajari mengenai seseorang yang bernama Nikodemus. Dia adalah seorang Farisi, tetapi memiliki banyak pertanyaan yang hendak ditanyakan kepada Yesus. Ketika ia berbicara kepada Yesus pada suatu malam, maka akhirnya, Nikodemus mengetahui betapa pentingnya baptisan air dan baptisan Roh Kudus itu. Yesus mengatakan kepadanya bahwa untuk dapat menjadi anggota keluarga Allah, maka ia harus menjadi seorang manusia yang baru, sama seperti seorang bayi. Yesus berkata bahwa bila seseorang tidak dilahirkan kembali dari air dan Roh, maka ia tidak akan pernah dapat masuk ke dalam kerajaan Allah. Hal ini berlaku bagi semua orang percaya pada hari ini. Kita pun harus dibaptis dalam nama Yesus Kristus dan memohon Roh Kudus menolong kita. Inilah satu-satunya cara agar kita dapat masuk ke dalam surga.

Yesus Beristirahat Di Sumur

Yesus dan murid-murid-Nya sedang mengabarkan Injil, mereka pergi ke banyak tempat. Suatu kali, dalam perjalanan ke Galilea, mereka melewati daerah Samaria. Perjalanan ini sedikit berbeda daripada perjalanan sebelumnya. Murid-murid Yesus merasa kuatir tentang apa yang akan terjadi saat mereka melalui negeri ini, karena orang Samaria dan orang Yahudi tidak saling bergaul.

Perjalanan yang panjang dan sinar matahari yang begitu terik membuat mereka pada akhirnya harus berhenti sejenak untuk beristirahat dan mengambil air sejuk dari sumur untuk mereka minum. Mereka pun merasa lapar dan murid-murid menyarankan untuk membeli makanan.

“Engkau lelah, Yesus,” kata salah seorang murid. “Duduklah di dekat sumur ini dan beristirahatlah sejenak, kami akan pergi dan membeli makanan.” Yesus tidak merasa keberatan dengan saran salah satu murid-Nya itu, sehingga Yesus beristirahat seorang diri di sumur itu, sementara murid-murid-Nya pergi untuk mencari makanan.

Perempuan Samaria

Tidak lama setelah itu, Yesus mendengar langkah-langkah kaki yang mendekati-Nya yang ternyata adalah seorang perempuan Samaria. Dia sedang memegang sebuah buyung besar di tangannya. Dia datang untuk mengambil air. Saat perempuan itu berjalan menuju sumur, maka ia tidak mengarahkan pandangannya ke arah Yesus atau berbicara kepada-Nya, karena ia mengetahui bahwa orang Samaria dan orang Yahudi tidak saling bergaul. Yesuspun memperhatikan perempuan itu yang terus-menerus menimba air dari dasar sumur dan menuangnya ke dalam buyung perempuan itu. Lalu tiba-tiba, Yesus mengejutkan perempuan itu dengan mengajak berbicara kepadanya.

“Bolehkah Aku meminta air untuk minum?” tanya Yesus.

Perempuan itu tidak tahu harus berkata apa. Mengapa seorang Yahudi meminta minum dari seorang Samaria?

(24)

“Mengapa Engkau meminta minum dari padaku, padahal Engkau tahu bahwa aku adalah orang Samaria?” tanya perempuan itu. “Bangsa-Mu tidak bergaul dengan kami.”

Air Hidup

Yesus menatap perempuan itu dan menjawab, ”Bila engkau tahu siapa yang memintamu air minum, tentu engkau akan meminta air hidup dan menerimanya.” Perempuan itu makin bingung dengan perkataan Yesus.

“Tuan,” kata perempuan itu. ”Apa artinya air hidup yang Engkau katakan itu?” Yesus menjelaskan kepadanya, ”Setiap orang yang minum air dari sumur ini akan haus kembali, tetapi siapapun yang minum air yang Aku berikan, maka tidak akan pernah haus lagi. Air yang Aku berikan akan menjadi mata air kehidupan yang kekal.”

Perempuan itu sungguh bersukacita mendengar apa yang dikatakan oleh Yesus.

Perempuan itu segera bertanya kepada Yesus, ”Di manakah aku dapat memperoleh air hidup itu? Aku ingin meminumnya, sehingga aku tidak perlu lagi datang ke sumur ini untuk mengambil air.” Perempuan itu mengira bahwa Yesus dapat membuat hidupnya menjadi lebih mudah. Perempuan itu belum mengerti bahwa Yesus sedang berbicara tentang makanan dan minuman rohani, yaitu mendengarkan firman Allah dan menerimanya. Lalu, Yesus mulai berbicara tentang Allah kepada perempuan itu dan ia mendengarkan dengan seksama. Selama percakapan itu, Yesus bahkan menceritakan kepadanya tentang segala hal yang terjadi pada diri perempuan itu pada masa lalunya. Yesus mengetahui bahwa perempuan itu telah memiliki lima orang suami sebelumnya. Ketika mendengar hal ini, perempuan Samaria itu terkejut karena Yesus belum pernah bertemu dengannya, tetapi Yesus mengetahui segala sesuatu tentang dirinya.

Allah Adalah Roh

Perempuan itu berkata kepada Yesus, ”Engkau pasti seorang nabi Allah, karena Engkau mengetahui segala sesuatu tentang diriku.” Lalu ia memikirkan sebuah pertanyaan untuk ditanyakan kepada Yesus.

“Orang Samaria menyembah di atas gunung ini,” kata perempuan itu. “Tetapi, bangsa Israel mengatakan bahwa kami harus beribadah di Yerusalem. Manakah yang benar?”

Yesus menjawabnya, ”Tidak masalah di manapun engkau beribadah kepada Allah. Bagaimana engkau menyembah-Nya, itulah yang lebih penting. Saatnya akan datang di mana setiap orang akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran.”

Perkataan Yesus terdengar baik baginya,

tetapi perempuan itu merasa belum yakin bila harus percaya kepada-Nya.

“Aku tahu bahwa Allah akan mengutus seorang Juruselamat,” kata perempuan itu. “Ketika Ia datang, Ia akan mengatakan segala hal kepada kami.”

(25)

MENGULANG

DAN PERTANYAAN

Perempuan Samaria Itu Menyebarkan Kabar Baik

Ketika perempuan itu mendengar Yesus berkata bahwa Ia adalah sang Juruselamat, maka ia meninggalkan buyungnya di sumur itu dan berlari dengan segera ke desanya untuk mengabarkan kepada para tetangganya. Saat ia baru saja pergi, murid-murid-Nya kembali dengan membawa makanan. Mereka ingin mengetahui akan apa yang Yesus telah lakukan; mengapa Ia berbicara kepada seorang Samaria dan membuatnya berlari begitu cepat.

Ketika perempuan itu sampai di desanya, maka ia mengatakan kepada tetangganya, ”Mari dan lihatlah seorang laki-laki telah mengatakan kepadaku tentang Allah. Dia mengetahui segalanya tentang apa yang aku telah lakukan di masa lalu. Dia pastilah Kristus, sang Juruselamat yang telah lama kita nantikan.”

Lalu, beberapa orang dari antara mereka segera pergi ke sumur, karena mereka percaya akan perkataan perempuan itu, tetapi sebagian orang lagi pergi untuk melihat apakah perkataan perempuan itu benar. Ketika sampai di sumur, mereka melihat seorang laki-laki sedang duduk di sana bersama dengan beberapa orang lainnya. Orang banyak itu mulai mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus. Setelah berbicara beberapa saat lamanya, mereka bertanya kepada Yesus: Apakah Dia dapat tinggal bersama dengan mereka dua hari lagi? Mereka ingin mendengar lebih banyak tentang Allah. Penduduk kota Samaria itu berterima kasih kepada perempuan itu, karena telah mengatakan kepada mereka tentang Yesus.

Mereka berkata kepadanya, ”Sekarang kami percaya karena kami telah mendengar kabar sukacita bagi kami, bahwa Yesus adalah Juruselamat dunia.”

Berbicara Tentang Allah Kepada Setiap Orang

Yesus berbicara kepada banyak orang beberapa hari lamanya, karena perempuan itu membagikan sukacitanya bersama dengan para sahabatnya. Tetapi, bila Yesus berbuat seperti orang Yahudi lainnya yang menolak berbicara, bahkan mendekati orang Samaria, maka Yesus akan kehilangan kesempatan untuk mengabarkan kabar baik yang dari Allah itu kepada bangsa Samaria ini. Dengan bersikap baik kepada perempuan Samaria itu dan berbicara kepadanya, maka Yesus dapat mengatakan kepada orang Samaria lainnya tentang keselamatan yang dari Allah.

Isilah Tempat Yang Kosong Dan Tulislah Benar Atau Salah:

1. Yesus meminta __________ (air) dari perempuan Samaria itu.

2. Yesus memberitahu perempuan Samaria itu tentang air __________. (hidup)

3. Yesus mengatakan bahwa kita harus menyembah Allah dalam roh dan __________. (kebenaran)

(26)

5. Perempuan Samaria mengatakan perihal Yesus kepada para tetangganya, sehingga mereka dapat diselamatkan juga. (Benar)

Pertanyaan untuk Direnungkan:

1. Mengapa Yesus berbicara kepada perempuan Samaria, sekalipun Dia mengetahui bahwa orang Samaria dan orang Yahudi bermusuhan?

2. Apakah maksud dari "air hidup" itu?

3. Apakah yang Yesus maksudkan ketika Dia mengatakan bahwa manusia harus menyembah Allah dalam roh dan kebenaran?

4. Apakah kamu pernah membenci seseorang sampai kamu tidak ingin berbicara dengan mereka? Apakah yang dapat kamu lakukan untuk mengubah hal itu?

5. Apakah yang Yesus ingin kamu lakukan dengan kabar keselamatan dari pada-Nya itu?

(27)

AKTIVITAS 1

Siapa Yang Mengatakan Hal Itu?

Sasaran:

Menolong murid-murid untuk mengingat kembali cerita perempuan Samaria.

Petunjuk:

Lihatlah gambar yang diceritakan pada pelajaran hari ini. Isilah perkataan yang masih kosong dengan kalimat yang tepat. Pilihlah dari kotak yang tersedia. Bacalah dengan hati-hati. Ada kata-kata tambahan yang tidak termasuk pada bagian manapun.

“Ikutlah aku!

Aku telah menemukan seorang yang disebut Kristus!” “Bolehkah Aku minta air minum?”

“Pergilah. Kami tidak ingin Engkau berada di kota kami.” “Akulah Mesias.”

“Aku akan senang memberikan-Mu air.” “Tinggallah bersama kami.

Kami ingin belajar lebih banyak tentang Allah.” “Aku, seorang perempuan Samaria.

(28)

AKTIVITAS 2

Sasaran:

Menyatakan kebaikan kepada sesama.

Bahan: Tas kertas Tongkat permen Karton Spidol besar Gunting

Benang hitam untuk rambut Kancing untuk pakaian

Cara:

Mintalah setiap orang murid membuat boneka sederhana dengan memakai bahan-bahan yang tersedia (lihatlah gambar pada contoh; akan menolong bila Anda terlebih dahulu membuat contohnya sebagai model bagi murid-murid). Lalu, pasangkan setiap orang murid dengan boneka mereka masing-masing dengan membuat sebuah percakapan tentang bagaimana menyatakan sebuah kebaikan terhadap sesama. Berikan mereka waktu berlatih, lalu mintalah mereka untuk membawakan percakapan sederhana itu.

Aktivitas Pilihan: Menyebarkan Firman

Anda dapat memilih beberapa pasang murid dengan boneka mereka untuk menyatakan bagaimana sesama mereka dapat mengetahui perihal tentang Yesus. Mungkin dapat dilakukan dengan sebuah drama sederhana (dalam kelompok kecil atau seluruh kelas yang dipimpin oleh Anda), sama dengan perempuan Samaria (hanya kali ini memakai pakaian modern). Berikan pengarahan dan bantuan saat mereka mencari cara untuk menyebarkan firman Allah.

(29)

"Tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh

di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah kepala.”

(Ef. 4:15)

Perempuan Samaria

(30)
(31)

PERSIAPAN

MENGAJAR

Kitab Bacaan:

Mrk. 9:30-37; 10:35-45

Kebenaran Alkitab:

Yesus datang ke dunia sebagai seorang hamba.

Tujuan Pelajaran:

Melayani sesama dan berbuat baik.

Ayat Hafalan:

Doa:

Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Kami mengucap syukur kepada-Mu, Tuhan, karena Engkau telah memelihara kami sepanjang minggu yang lalu. Sekarang kami akan mempelajari tentang kerendahan hati. Tolonglah ajarkan kami untuk dapat saling melayani dengan kasih seperti yang Engkau telah lakukan. Kami ingin menaati-Mu. Dengan cara ini, kami memuji nama-Mu yang kudus. Haleluya, Amin.

“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.” (Mrk. 10:43)

Kerendahan Hati

Sebelum dan selama Perjamuan Terakhir, Yesus mengajarkan murid-murid-Nya tentang pentingnya kerendahan hati. Beberapa pelajaran berikutnya akan membahas seputar kerendahan hati Yesus. Dalam keadaan sekarang ini, Yesus berbicara kepada para pengikut-Nya tentang apa yang diperlukan untuk menjadi yang terbesar dalam kerajaan Allah. Agar menjadi pemimpin yang sesungguhnya, maka mereka harus siap melayani tanpa adanya keegoisan sedikitpun. Tidak ada tempat bagi perdebatan tentang siapa yang lebih baik atau siapa yang lebih dihormati. Tetapi belumnya cukup untuk menyelesaikan perselisihan tentang siapa yang terbesar bila menggunakan perkataan saja. Yesuspun memberikan teladan dengan rendah hati, Ia rela membasuh kaki murid-murid-Nya. Kerendahan Hati adalah sungguh penting dalam kehidupan Yesus. Kehidupan pelayanan-Nya berpuncak pada kematian-Nya di kayu salib. Paulus pun mengomentari kerendahan hati dari Yesus dalam Flp. 2 :5-11.

Siapakah Yang Terbesar?

PELAJARAN

(32)

PEMAHAMAN

MURID-MURID

KOSA-KATA

PELAJARAN

Hamba:

Penolong; seseorang yang melakukan pekerjaan kasar.

Murid-Murid Yesus

Selama pelayanan Yesus, kedua belas orang murid-Nya selalu ada, mengikuti dan menolong. Tetapi Yesus memberikan perhatian khusus terhadap mereka sampai akhir pelayanan-Nya di dunia ini, dengan memberikan petunjuk dan pengajaran terakhir-Nya pada saat-saat terakhir. Namun, tampaknya murid-murid belum mengerti apa tujuan Yesus yang sesungguhnya datang ke dunia ini, sekalipun mereka telah menghabiskan begitu banyak waktu bersama dengan-Nya dan menyaksikan semua tanda mujizat. Mereka tidak tampak seperti kedua belas orang murid yang kelak dengan berani mengabarkan berita keselamatan yang dari Allah. Bahkan mereka bertengkar tentang siapa yang lebih disukai oleh Yesus. Ketika Yesus menyatakan hari kematian-Nya yang semakin dekat, mereka saling berselisih. Akhirnya, pada saat kebangkitan Yesus, barulah mereka mengerti segala sesuatu yang telah diajarkan kepada mereka pada masa yang lalu. Sejak itu, sikap mereka berubah secara dramatis.

Setiap orang ingin menjadi yang pertama, yang terbaik, bahkan yang terbesar, paling tidak dalam satu hal dalam hidup mereka. Tidak ada yang salah dengan cita-cita seseorang untuk menjadi yang terbaik, tetapi bila cita-cita itu didasari dengan sifat egois, maka hal itu dapat membawa pada perilaku yang buruk. Murid-murid seharusnya dapat saling melayani, apalagi mereka telah cukup lama dalam mengikut Yesus. Tetapi nyatanya, mereka kehilangan tujuan dalam mengikut Yesus. Mereka saling bertengkar demi gengsi dan kedudukan pribadi. Kerajaan Allah bukanlah soal keuntungan pribadi dan Yesus menyatakannya dengan jelas ketka Dia berkata, ”Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, tetapi melayani.”

Pada usia ini, mungkin murid-murid Anda mungkin belum mengejar gengsi atau kedudukan pribadi, tetapi mungkin mereka agak bersikap egois. Mungkin mereka sulit berbagi, entah itu soal harta benda, waktu ataupun tempat. “Itu milikku!” adalah kata-kata yang biasa mereka ucapkan. Mereka tidak ingin kehilangan hak mereka. Setelah mendapat dorongan dari Anda, mungkin mereka akan meninggalkan sikap mereka yang egois itu untuk sementara waktu. Allah tidak ingin kita bertengkar atau membandingkan tentang siapa yang terbaik. Ingatkan kepada mereka bahwa Allah ingin mereka dapat saling berbagi. Berbagi adalah salah satu bentuk pelayanan yang luas. Kadang mereka mendapatkan lebih dari yang lain. Dengan membagikan kelebihan itu, maka mereka dapat menyatakan kerendahan hati dan kebaikan mereka. Dalam pelajaran sebelumnya, menyebarkan kabar keselamatan yang dari Allah merupakan cara lain untuk membagikan dari apa yang kita miliki. Keberhasilan seseorang bukanlah jalan menuju surga. Mencari kerajaan Allah adalah satu-satunya jalan untuk mencapainya.

(33)

KISAH PELAJARAN

Ulasan

Pada minggu yang lalu, kita telah mempelajari tentang bagaimana Yesus menyebarkan kabar baik yang dari Allah kepada orang banyak di Samaria. Yesus dan murid-murid-Nya melewati wilayah kota Samaria. Sementara murid-murid-Nya pergi membeli makanan, Yesus berbicara kepada seorang perempuan Samaria yang sedang mengambil air dari sumur. Ketika perempuan itu menyadari bahwa Yesus adalah sang Juruselamat, maka ia segera berlari ke kotanya dan memberitahukan kepada para tetangganya. Mereka semua datang untuk menemui dan mendengarkan perkataan Yesus. Setelah dua hari berdiskusi, mereka dengan rasa sukacita mengajak Yesus untuk singgah di kota Samaria, agar mereka dapat belajar banyak tentang Allah. Dari sini, kita beroleh pengajaran bahwa sekalipun orang yahudi dan orang Samaria tidak akur, namun Yesus tetap bersahabat dan berbicara kepada perempuan Samaria itu, karena Allah ingin menyelamatkan semua orang. Kita pun harus melakukan hal yang sama dan menyebarkan firman Allah kepada sahabat dan tetangga kita.

Perdebatan Muridi-Murid Yesus

Suatu hari, Yesus dan murid-murid-Nya berjalan ke kota Kapernaum. Dalam perjalanan ke kota itu, Yesus berbicara kepada murid-murid-Nya tentang kerajaan Allah. Dia sedang memberitahukan hari kematian-Nya dan bagaimana Dia akan bangkit setelah tiga hari kemudian. Apa yang Yesus katakan adalah sungguh penting, tetapi murid-murid-Nya tidak begitu memperhatikan perkataan-Nya. Mengapa demikian? Karena satu hal, mereka sama sekali belum mengerti apa yang dikatakan oleh Yesus. Lalu dengan diam-diam, mereka mulai berbicara di antara mereka tentang siapa yang terbaik. Tidak lama kemudian, timbullah perdebatan karena mereka tidak dapat memutuskan siapa yang terbesar di antara mereka, tetapi mereka berbicara dengan suara perlahan, karena mereka tidak ingin Yesus tahu bahwa mereka tidak sedang mendengarkan perkataan-Nya.

Yesus Memberikan Sebuah Pelajaran Kepada Mereka

Akhirnya, Yesus dan murid-murid-Nya tiba di kota Kapernaum. Mereka singgah di rumah salah seorang murid. Murid-murid Yesus bersukacita karena perjalanan panjang mereka telah berakhir. Perjalanan itu sungguh tidak menyenangkan, karena mereka memperdebatkan suatu hal hampir sepanjang perjalanan itu. Ketika mereka mengira semuanya telah berakhir, maka Yesus mengejutkan mereka dengan mengajukan sebuah pertanyaan.

“Apakah yang kamu tadi perdebatkan dalam perjalanan ke mari?” tanya Yesus.

Semua murid merasa malu dan terdiam, karena Yesus telah mendengarkan semua perbicaraan mereka. Tetapi mereka tidak dapat memberi jawab kepada-Nya. Mereka belum menyepakati perihal siapa yang terbesar di antara mereka, karena setiap orang beranggapan bahwa diri merekalah yang terpenting.

Yesus tahu betul apa yang mereka sedang pikirkan. Dia memiliki jawaban bagi pertanyaan mereka.

“Duduklah,” kata Yesus. “Aku akan mengatakan kepadamu hal yang sungguh penting.”

(34)

Lalu murid-murid-Nya duduk dekat Yesus dan mendengarkan perkataan-Nya dengan seksama.

Yesus berkata, ”Bila kamu ingin menjadi yang terbesar, maka inilah yang harus kamu lakukan...”

Murid-murid-Nyapun makin ingin mendengarkan apa sesungguhnya yang Yesus akan katakan.

Yesus melanjutkan, ”...untuk menjadi yang terbaik, maka kamu harus menolong sesama. Bila kamu ingin menjadi yang pertama, maka kamu harus menjadi yang terakhir dan menjadi hamba bagi yang lainnya.”

Murid-murid tidak ingin mendengarkan hal tersebut. Mereka mengira ada cara yang dapat membuktikan bahwa merekalah yang terbesar dan untuk menjadi yang terbesar dalam kerajaan Allah, tidak perlu menjadi yang terakhir. Yesus ingin mengatakan kepada mereka, "Bila mereka melayani sesama, maka itu akan membuat mereka besar di hadapan Allah, karena mereka telah menolong sesama."

Duduk Di Sebelah Yesus

Kemudian, Yakobus dan Yohanes, dua orang bersaudara yang menjadi murid Yesus juga ingin bertanya secara pribadi tentang kerajaan Allah.

“Yesus,“ kata mereka. “Dapatkah kami berbicara secara pribadi dengan Engkau? Kami ingin bertanya kepada-Mu tentang hal yang khusus.”

Yesus bertanya kepada mereka, “Apa yang kalian ingin Aku lakukan untuk kalian?”

Ini adalah pertanyaan yang sulit untuk diajukan, tetapi mereka ingin tahu apakah Yesus dapat menolong mereka.

Lalu mereka berkata, “Ketika kelak Engkau menjadi raja, biarkanlah kami menjadi yang pertama yang duduk di sebelah-Mu - yang seorang duduk di sebelah kanan-Mu dan yang lainnya duduk di sebelah kiri-Mu.”

Yesus tidak percaya dengan apa yang baru saja didengar-Nya. Mereka ingin duduk di posisi yang paling penting. Rupanya, Yakobus dan Yohanes telah melupakan apa yang Yesus baru katakan tentang melayani sesama dan menjadi yang terakhir, bila mereka ingin menjadi yang pertama dalam kerajaan Allah.

Yesus menjawab, ”Aku tidak dapat menjanjikan apapun kepadamu. Sesungguhnya, orang yang akan duduk kelak di tempat terhormat di dalam kerajaan Allah telah disiapkan oleh Allah.”

Kesepuluh Orang Murid Lainnya Menjadi Marah

Ketika murid-murid lainnya mendengar tentang permintaan Yakobus dan Yohanes itu, maka mereka menjadi marah.

Bagaimana mungkin mereka berani memohon kepada Yesus untuk mendapatkan

tempat yang terbaik? Lalu mereka mulai bertengkar kembali tentang siapa yang terbaik di antara mereka. Ketika Yesus mendengarkan pertengkaran mereka, maka Dia putuskan untuk membicarakan hal lainnya.

(35)

MENGULANG

DAN PERTANYAAN

Isilah Yang Tempat Yang Kosong Dan Tulislah Benar Atau Salah:

1. Murid-murid Yesus memperbincangkan tentang siapa yang __________ (terbesar/terbaik) di antara mereka.

2. Murid-murid tidak memperhatikan perkataan Yesus tentang kematian dan kebangkitan-Nya setelah __________ (tiga) hari kepada mereka.

3. Yakobus dan Yohanes ingin duduk di sebelah __________ (kiri) dan __________ (kanan) Yesus di dalam kerajaan surga.

4. Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa mereka harus berjuang untuk mendapatkan yang terbaik. (Salah)

5. Yesus menginginkan kita menjadi hamba bagi sesama, agar menjadi yang terbesar di hadapan Allah. (Benar)

Pertanyaan untuk Direnungkan:

1. Mengapa murid-murid Yesus memperbincangkan siapa yang terbesar di antara mereka?

2. Bagaimana Yesus menjelaskan maksud sesungguhnya "menjadi yang terbesar" kepada murid-murid-Nya?

3. Apakah maksud "menjadi yang terakhir” bila kamu ingin menjadi yang pertama? 4. Dengan cara apakah kamu dapat melayani sesama?

Berbuat Kebaikan

Yesus memanggil mereka dan berbicara dengan sangat serius.

“Untuk menjadi yang terbaik bukan berarti harus mendapatkan segala yang terbaik. Tidak berarti harus berkuasa atas sesama dan memerintah mereka. Jangan memakai pola berpikir orang-orang dunia pada umumnya,” kata Yesus.

“Bila kamu ingin menjadi yang terbaik, maka kamu harus berbuat baik kepada sesama. Ketika Allah mengutus Aku ke dunia ini, maka Aku datang melayani

(36)

AKTIVITAS 1

Sasaran:

Menolong murid-murid untuk mengenali situasi di mana mereka dapat menolong sesama.

Petunjuk:

Lihatlah gambar berikut. Lingkarilah anak yang berbuat baik kepada teman mereka. Bahaslah bagaimana anak lainnya dapat berbuat jahat dan egois.

Untuk Guru:

Setelah itu, pimpinlah sebuah diskusi tentang hal lain yang dapat dilakukan oleh murid-murid untuk meyatakan kebaikan. Bahaslah pula cara apa yang dapat mereka lakukan untuk melayani sesama. Bagaimana mereka dapat melayani sesama di rumah, di sekolah, dan di gereja? Tuliskan semua hal itu di papan tulis dan mintalah agar setiap orang murid memutuskan hal mana yang akan mereka lakukan pada minggu depan.

(37)

AKTIVITAS 2

Sasaran:

Membuat suatu barang yang akan mengingatkan murid-murid untuk menjadi seorang penolong yang baik.

Bahan:

Tanah liat (dapat dibeli atau disiapkan sendiri)

Persiapan:

1. Inilah bahan-bahan yang telah disiapkan untuk garam dan adonan tepung: penggorengan besar

4 cangkir tepung 2 cangkir garam 4 cangkir air

4 sendok makan minyak 2 sendok makan krim tartar 2-3 tetes minyak permen pewarna makanan (pilihan)

2. Campurkan semua bahan dalam penggorengan besar. Masaklah dengan panas yang sedang, aduklah sampai tidak keras. Adonan akan menebal. Remaslah adonan sampai lembut. Tambahkan pewarna bila dibutuhkan. Taruhlah dalam wadah yang kedap udara (seperti tempat mentega) sampai siap digunakan.

Petunjuk:

Sebelum murid-murid dibagikan tanah liat atau adonan, tanyakan apa yang akan mereka buat. Anda dapat memberi contoh dengan membuat mangkuk atau piring untuk mengingatkan mereka agar lebih berhati-hati dengan perabotan di rumah, atau yang lainnya. Setelah mereka mendapat ide baru, bagikan adonan itu dan mintalah mereka bekerja dengan cepat sebelum adonannya mengering.

(38)

“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.”

(Mrk. 10:43)

(39)

PERSIAPAN

MENGAJAR

Kitab Bacaan:

Mat. 21:1-11,14-16

Kebenaran Alkitab:

Yesus adalah Raja atas segala raja.

Tujuan Pelajaran:

Memuji Yesus sepanjang waktu.

Ayat Hafalan:

“Aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi.” (Mzm. 9:3)

Doa:

Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Kami mengucap syukur kepada-Mu, Tuhan, karena kami tahu bahwa Engkaulah satu-satunya Allah, Raja dan Juruselamat bagi kami. Biarlah kami selalu memuji-Mu dan bersyukur kepada-Mu atas segala hal ajaib yang telah Engkau perbuat atas kami. Bahkan di saat susahpun, Engkau pun menghibur dan menguatkan kami. Oleh karena itu, biarlah kami selalu ingat, berdoa dan memuji-Mu. Terpujilah nama-Mu. Haleluya, Amin.

Hari Raya Paskah Dan Minggu Palem

Selama berabad-abad, hari raya Paskah dirayakan setiap tahun pada bulan Nisan (bulan pertama dari penanggalan orang Yahudi, yang biasanya jatuh pada akhir bulan Maret atau bulan April) sebagai peringatan atas keluarnya bangsa Israel dari tanah Mesir. Pada masa Yesus, semua laki-laki orang Yahudi yang berusia di atas dua belas tahun diharuskan untuk pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. Menariknya, Minggu Palem, yang sekarang kurang dikenal, ternyata juga dirayakan pada saat yang sama. Minggu Palem dirayakan untuk mengingat bagaimana Yesus, saat Ia menyatakan diri sebagai sang Raja, mendapat sambutan dari banyak orang ketika Ia masuk ke kota Yerusalem.

Penghormatan Kerajaan

Yesus datang ke kota Yerusalem dengan menunggangi seekor keledai dengan anaknya. Hanya Injil Matiuslah yang menyebutkan keadaan tersebut, sementara Injil lainnya hanya menyebutkan seekor anak keledai yang turut dalam peristiwa Yesus itu. Tetapi, catatan Injil Matius menggenapi apa yang telah dinubuatkan dalam kitab Zakharia 9:9, yang mengatakan sang Raja akan datang dengan cara seperti itu. Ini membuktikan Yesus adalah Mesias. Kerumunan orang

Masuk Kota Yerusalem

Dengan Sorak-Sorai

PELAJARAN

(40)

Kemenangan:

Kejayaan; keberhasilan.

Hari Raya Paskah:

Perayaan tahunan orang Yahudi untuk merayakan pembebasan bangsa Israel dari negeri Mesir.

Hosana:

Ungkapan dalam bahasa Ibrani yang berarti “selamat!” yang dapat menjadi pernyataan suatu pujian.

Memuji:

Menghormati; biasanya dengan kata penghormatan.

Otoritas:

Kuasa; hak memerintah atau memutuskan sesuatu hal.

KOSA-KATA

PELAJARAN

PEMAHAMAN

MURID-MURID

Selalu mudah untuk memuji Allah pada saat kita bersukacita. Penduduk Yerusalem menyanyikan pujian, karena mereka melihat Raja mereka dan masa depan yang lebih baik bagi mereka sendiri. Adalah sikap yang wajar bagi seorang manusia untuk bersyukur kepada Allah, karena berkat yang mereka telah terima selama ini. Tetapi, berapa banyak orang yang melakukan hal serupa bila saat dukacita itu dirasakan? Hanya sedikit saja, di antaranya ialah Ayub. Sekalipun istrinya telah menyuruh Ayub mengutuki Allah dan mati karena ia begitu menderita, tetapi Ayub masih dapat mengatakan kepada istrinya bahwa kita tidak boleh berlaku egois, hanya mau menerima yang baik saja dari Allah. Dalam doa Ayub, ia masih dapat memuji Tuhan.

Bagi murid-murid Anda, ketika suatu hal menjengkelkan mereka alami, biasanya reaksi pertama mereka adalah menyalahkan orang lain. Mereka pasti tidak akan terpikir untuk memuji Allah. Ingatkan mereka bahwa Yesus dapat menolong mereka, tidak peduli apapun yang terjadi. Doronglah mereka untuk selalu memuji Allah yang akan menolong mereka merasakan lebih baik dan yang akan menolong membuang perasaan buruk mereka. Biarkan murid-murid mengerti bahwa mereka harus memuji Allah setiap waktu. Bila perilaku ini telah menjadi bagian dari kehidupan mereka, maka mereka akan dapat merasakan penghiburan dan kekuatan dari pada Allah.

meneriakkan, ”Hosana bagi Anak Daud.” Seruan ini menyatakan bukti lain bahwa Yesus merupakan keturunan Daud; sebuah gelar yang berarti “sang Raja”. Selain itu, dengan menebarkan jubah mereka di jalan, maka tindakan mereka itu menandakan penghormatan bagi sebuah kerajaan. (2 Raj. 9:13)

(41)

KISAH PELAJARAN

Ulasan

Pada minggu yang lalu, kita telah mempelajari bagaimana Yesus berbicara kepada murid-murid-Nya perihal menjadi yang terbesar di hadapan Allah. Hal ini terjadi, karena murid-murid Yesus memperbincangkan siapa yang terbaik di antara mereka. Yakobus dan Yohanes pun bertanya kepada Yesus perihal apakah mereka dapat duduk di sisi-Nya saat di kerajaan surga kelak. Adalah keliru bagi mereka untuk beranggapan seperti itu, karena kerajaan Allah bukanlah soal kedudukan ataupun kehormatan. Ukuran dunia tentang keberhasilan seseorang ialah melalui kemakmuran dan status orang tersebut. Tetapi, Yesus menjelaskan agar seseorang dapat menjadi yang terbesar, maka ia perlu menjadi seorang hamba. Murid-murid Yesus terkejut begitu mereka mendengar apa yang baru saja Yesus katakan. Mereka tidak mengharapkan jawaban seperti itu, tetapi Yesus berkata bahwa Allah akan memberkati mereka yang mengasihi dan menolong sesama. Inilah cara terbaik untuk menjadi yang terbesar.

Perayaan Paskah

Suatu hari, kota Yerusalem dipadati oleh orang banyak. Laki-laki, perempuan dan anak-anak ada di mana-mana. Mereka berkerumun di kota itu karena satu alasan khusus. Mereka datang sehubungan dengan adanya perayaan Paskah. Pada tiap-tiap tahun, banyak orang akan pergi ke kota Yerusalem, karena mereka diwajibkan untuk mengingat bagaimana Allah telah membebaskan mereka dari negeri Mesir, ketika para malaikat melewati rumah mereka yang telah dilumuri darah domba pada kedua tiang pintu dan ambang atas. Inilah tanda bagi para malaikat untuk tidak masuk ke rumah itu dan membunuh anak sulung, seperti yang mereka lakukan terhadap orang Mesir. Setiap orang berkumpul di kota Yerusalem untuk menyembah dan memuji Allah yang telah melindungi mereka.

Menyiapkan Keledai Dan Anaknya

Tetapi sesuatu yang lebih menarik terjadi pada perayaan Paskah kali ini. Banyak orang belum mengetahui bahwa Yesus dan murid-murid-Nya akan masuk ke kota Yerusalem. Ketika mereka semua sibuk mempersiapkan diri untuk merayakan hari raya Paskah, maka Yesus dan murid-murid-Nya telah tiba di sebuah kota kecil yang bernama Betfage. Kota ini sungguh dekat dengan kota Yerusalem. Yesus memanggil dua orang dari murid-murid-Nya.

Yesus berkata kepada mereka, ”Pergilah ke kota itu. Di sana, kamu akan menemukan seekor keledai dengan anaknya yang belum pernah ditunggangi sebelumnya. Lepaskan kedua binatang itu dan bawalah mereka kepada-Ku. Apabila ada yang bertanya mengapa kamu membawanya, maka katakanlah Tuhan memerlukannya.”

Kedua orang murid Yesus tidak yakin mengapa Yesus memerlukan keledai dan anaknya itu, tetapi mereka mengikuti perintah-Nya dan pergi ke sana. Ketika mereka sampai, maka semua hal yang Yesus telah katakan terjadi. Mereka melepaskan seekor keledai dengan anaknya dan membawanya kepada Yesus.

(42)

Perjalanan Ke Kota Yerusalem

Pada umumnya, Yesus berjalan dari satu tempat ke tempat lainnya, memberitakan firman Allah. Tetapi kali ini, Yesus pergi ke kota Yerusalem dengan menunggangi seekor keledai dengan anaknya. Dia memiliki suatu alasan yang kuat untuk melakukan hal tersebut. Beberapa tahun yang lalu, Allah telah menyatakan kepada nabi Zakharia bahwa sang Raja akan menunggangi seekor keledai. Yesus menginginkan agar setiap orang mengerti bahwa Dialah Raja yang telah dijanjikan itu dan datang untuk menolong umat-Nya.

Setelah murid-murid membawa seekor keledai dengan anaknya kepada Yesus, maka murid-muridpun menaruh jubah mereka di atas keledai dan anaknya itu sebagai alas duduk. Lalu Yesus naik ke atas keledai itu dan menungganginya ke kota Yerusalem.

Semua Orang Memuji Yesus

Saat Yesus mengendarai keledai itu, banyak orang di jalan itu yang melihat-Nya. Mereka segera mengenali keberadaan-Nya dan mulai menyebarkan hal itu seorang kepada yang lainnya. Mereka tidak menyangka akan melihat Yesus di kota ini. Banyak orang mengetahui tentang diri Yesus, karena mereka telah mendengar kuasa firman-Nya dan menyaksikan perbuatan ajaib-Nya yang Ia telah lakukan. Lalu, sebagian orang segera melepaskan jubah mereka dan menebarkannya di jalan di hadapan Yesus. Ada yang memotong daun dari pohon palem dan mulai melambaikannya di hadapan Yesus. Mereka melakukan semuanya ini untuk menyatakan bahwa mereka mengetahui Yesus adalah sang Raja.

Saat Yesus makin mendekati kota, maka banyak orang yang menyerukan, ”Hosana bagi Anak Daud. Diberkatilah Ia yang datang dalam nama Tuhan.” Mereka semua memuji Yesus, sang Raja.

Sambutan Sorak-Sorai

Orang-orang yang berada di kota Yerusalem mendengar seruan pujian. Mereka melihat sekumpulan besar orang sedang melambaikan daun-daun pohon palem sambil mengelilingi seseorang yang sedang duduk di atas seekor keledai dengan anaknya.

Ada beberapa orang yang bertanya, “Siapakah orang ini?” Sementara yang lain, ingin mengetahui apa yang sedang terjadi yang menyebabkan semua keramaian ini. Ketika kerumunan itu masuk ke kota, maka mereka memberitahukan kepada orang-orang itu bahwa seseorang itu adalah Yesus. Ketika setiap orang menyadari siapa Yesus, maka mereka pun mulai menyerukan pujian. Akhirnya, sang Raja ada di sini!

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :