B U K U P E G A N G A N G U R U

112 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Indria

Kasih Yesus Yang Terbesar

Yesus Mengampuni Petrus Yang Telah Menyangkal Diri-Nya

Yesus Mengampuni Petrus Yang Telah Menyangkal Diri-Nya

B U K U P E G A N G A N G U R U

(2)

Kasih Yesus Yang Terbesar

Apakah kalian pernah membayangkan diri sebagai beberapa

orang perempuan yang sedang pergi ke taman pada pagi-pagi benar itu?

Mereka sedang berduka karena orang yang mereka kasihi telah mati.

Tiba-tiba, air mata mereka berubah menjadi senyuman yang penuh

kegembiraan. Seorang utusan malaikat telah memberitahukan kepada

mereka bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati. Bila kalian

sedang berada di sana pagi-pagi benar pada hari itu, bagaimanakah

reaksi kalian setelah mendengar berita yang dikabarkan oleh malaikat

itu?

Adalah suatu kenyataan sejati bahwa Yesus telah bangkit dari

antara orang mati. Kenyataan ini dapat memenuhi hati kita dengan

suatu jaminan, yaitu bila kita meletakkan iman kepada-Nya, maka Ia

akan hadir di dalam hati kita untuk memimpin hidup. Tidak ada

keraguan dan ketakutan yang dapat mengingkari penantian kita yang

penuh harapan bahwa kita pasti akan melihat-Nya pada suatu hari nanti!

Kini, Bapa surgawi kita, Yesus, sedang berada di surga bagi kita.

Karena Ia hidup, maka kita dapat menerima kasih karunia dan

anugerah-Nya untuk mengatasi kesulitan apapun juga. (Ibr. 4:14-16)

Oleh karena itulah, maka buatlah murid-murid Anda dapat

mengalami sukacita seperti yang Anda ketahui bahwa Yesus telah hidup

kembali dan Ia masih tetap hidup pada hari ini!

Dan jadikanlah dirimu sendiri

suatu teladan dalam berbuat baik.

Hendaklah engkau jujur

dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,

sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu

sehingga lawan menjadi malu,

karena tidak ada hal-hal buruk

yang dapat mereka sebarkan tentang kita

(3)

Kata Pendahuluan i

Panduan Mengajar iii

Prosedur Mengajar iv

Marilah Kita Temui Tokoh-Tokoh dalam Kisah Aplikasi Kehidupan v

Karakteristik Murid Murid Anda vii

Bahan-Bahan yang Dibutuhkan x

Mengajar dengan Sandiwara Boneka xi

Mengajar dengan Drama Alkitab xi

Mengajar dengan Musik xii

Ayat Hafalan xiv

Bagian 1 – Kematian Dan Kebangkitan Yesus

Pelajaran 1 Yesus Membasuh Kaki 12 Orang Murid-Nya 1

Pelajaran 2 Yesus Mengampuni Petrus 9

Pelajaran 3 Yesus Mati Dan Bangkit Kembali 17

Pelajaran 4 Yesus Menampakkan Diri Kepada Para Murid-Nya 23

Pelajaran 5 Yesus Terangkat Ke Surga 29

Bagian 2 – Gereja Awal Yang Saling Berbagi Dan

Menolong Sesama

Pelajaran 6 Para Pengikut Yesus Yang Saling Berbagi 35

Pelajaran 7 Tujuh Orang Penolong Telah Terpilih 43

Pelajaran 8 Filipus Menolong Seorang Etiopia 51

Pelajaran 9 Kornelius Dan Seisi Keluarganya Menjadi Percaya Kepada Yesus 59

Pelajaran 10 Timotius Belajar Dari Keluarganya 65

Pelajaran 11 Lidia Sediakan Tempat Bermalam Di Dalam Rumahnya 71

Pelajaran 12 Dorkas Adalah Seorang Penolong Yang Baik 79

Pelajaran 13 Akwila Dan Priskila Mengajari Apolos 87

DAFTAR ISI

(4)

PANDUAN MENGAJAR

Tahun 2 Buku 4

I N D R I A

Selamat datang dalam kesempatan yang menyenangkan untuk

menyampaikan berita yang sungguh indah kepada anak-anak yang berusia

4 dan 5 tahun mengenai kasih Allah. Selama tiga bulan ini, pelajaran akan

terfokus pada tema baru yaitu bagaimana Yesus mengasihi kita dan mati bagi

kita. Karena kasih-Nya yang besar itu, maka semua pengikut-Nya menolong

sesama dan memberitakan Injil! Anda dapat mengajarkan kepada

murid-murid Anda tentang bagaimana para pekerja kudus gereja awal melayani dan

menyebarkan Injil; bagaimana Filipus menolong seorang Etiopia untuk

memahami firman Allah; bagaimana Kornelius dan seisi anggota keluarganya

dapat menjadi percaya kepada Yesus; bagaimana Lidia dan Dorkas menolong

para jemaat dan beberapa lainnya lagi.

Dalam mengajarkan bagian ini, biarkanlah maksud dari setiap pelajaran

tecapai. Buatlah cerita sedemikian hidupnya sehingga murid-murid dapat

mengerti sepenuhnya dan menghargai pelajaran yang diajarkan. Mereka

bergantung kepada kita guru mereka - untuk menjelaskan kasih Allah kepada

orang lain dan untuk memperkuat iman mereka.

Kami berharap bahwa kita akan merasa senang bertumbuh bersama

dalam kelas Indria yang kita ajarkan tentang firman Allah. Nikmatilah

pelajaran baru dan alamilah pengalaman yang indah dengan murid-murid yang

berusia 4 - 5 tahun.

Kasih Yesus

Yang Terbesar

(5)

Prosedur Mengajar

1

2

3

Puji-Pujian

Kisah Pelajaran

Aktivitas Belajar Alkitab

(10-15 menit)

(15-20 menit)

Tujuan

Tujuan

Tujuan

Membantu murid-murid menyembah Allah melalui kidung pujian.

Membiarkan murid-murid untuk mendengarkan kisah pelajaran dan menanggapi kisah itu.

Membantu murid-murid untuk terbiasa dengan firman Allah dan ini adalah sebagian dari tugas guru, juga tugas yang sama pentingnya yaitu membantu murid-murid menerapkan kebenaran-kebenaran Alkitab dalam kehidupan sehari-hari mereka. Aktivitas-aktivitas ini telah disusun untuk mendorong murid-murid kita melaksanakan apa-apa yang mereka telah pelajari.

Prosedur

Prosedur

Prosedur

Selalu awali pelajaran di dalam nama Tuhan Yesus. Guru atau pendamping guru menuntun murid-murid dengan lagu-lagu sederhana atau mengunakan gerakan (gerak dan lagu).

Berdoalah singkat di dalam nama Tuhan Yesus terlebih dahulu. Kisah Pelajaran dapat diceritakan kepada semua murid oleh seorang guru atau murid-murid dibagi dalam beberapa kelompok dengan satu guru dalam setiap kelompoknya. Kita juga menyiapkan pertanyaan-pertanyaan untuk dtanyakan kepada murid. Pertanyaan-pertanyaan ditanyakan pada waktu meninjau Kisah Pelajaran. Janganlah lupa untuk menjelaskan kata-kata baru dan ceritakanlah kepada mereka kisah sehari-hari yang berhubungan dengan Kisah Pelajaran sebelum atau sesudah menceritakan isi kisahnya.

Biarkanlah murid-murid bekerja pada Buku Aktivitas Murid. (Bila aktivitas-aktivitas meliputi kegiatan kelompok atau menggunting dan menempel, pastikan ada guru pendamping guru.) Kami telah menyediakan berbagai macam aktivitas pilihan. Tolong pilihlah mana yang cocok.

(6)

MARILAH KITA TEMUI

TOKOH-TOKOH DALAM

KISAH APLIKASI KEHIDUPAN

Puji syukur kepada Allah bahwa setiap pelajaran mempunyai satu kisah nyata untuk pencapaian tujuan dari Kisah Pelajaran. Kami mengharapkan bahwa Anda mempelajari terlebih dahulu latar belakang keluarga-keluarga di bawah ini sebelum kita menceritakannya kepada murid-murid. Nikmatilah dalam membagi cerita-cerita ini dengan murid-murid kita yang terkasih.

Keluarga Marsh

Keluarga Marsh adalah keluarga yang telah lama percaya kepada Yesus. Bapak dan Ibu Marsh mempunyai 2 orang anak yang telah dibaptis sewaktu bayi. Michelle berusia 7 tahun dan John berusia 5 tahun. Kedua anak ini bertumbuh di dalam gereja sehingga sedikitnya mereka mempunyai dasar pengetahuan kebenaran.

Keluarga Lewis

Bapak dan Ibu Lewis mempunyai 2 orang anak yang bernama Julie dan Tommy. Julie berusia 8 tahun dan Tommy berusia 6 tahun. Bapak Lewis sering bepergian karena tuntutan pekerjaan. Jadi lebih sering hanya ada Ibu Lewis dan kedua orang anaknya saja.

Keluarga Lim

Keluarga Lim dapat dikatakan adalah keluarga besar. Bapa dan Ibu Lim serta 4 orang anaknya. Anna berusia 17 tahun adalah anak yang tertua. Julius berusia 13 tahun berada di tingkat SMP. Benyamin berusia 9 tahun duduk di kelas 4 SD dan yang paling kecil yaitu Susie berusia 5 tahun. Keluarga Lim dahulunya menganut agama Budha. Anna dan Julius mungkin masih ingat akan cara hidup mereka yang terdahulu, namun Benyamin dan Susie mengalami pertumbuhan diri mereka di dalam gereja. Satu anggota keluarga penting lainnya adalah anjing mereka yang bernama Togo.

(7)

Keluarga Lopez

Keluarga Lopez percaya kepada Allah melalui suatu mujizat yang hebat. Ricky, anak mereka yang paling besar hampir meninggal dunia karena sakit parah, namun Yesus telah menyembuhkannya. Kerena peristiwa ini maka semua anggota keluarga menjadi percaya kepada Yesus. Selain Bapak dan Ibu Lopez serta Ricky masih terdapat 2 orang anak lainnya yakni Juan dan Maria. Ricky berusia 9 tahun, Juan berusia 6 tahun dan Maria berusia 3 tahun.

Keluarga Chen

Keluarga Chen terdiri dari Lily yang berumur 9 tahun. Ia tinggal bersama dengan bibinya yang bernama Jane dan neneknya yang biasa dipanggil dengan Nenek Chen. Orang tua Lily tidak tinggal bersama dengan Lily karena mereka ada di negara lain. Mereka menginginkan Lily mendapatkan pendidikan yang lebih baik di Amerika. Jadi, ia dijaga oleh bibi dan neneknya.

Keluarga Sharp

Pak Sharp memiliki 3 orang anak, yaitu: Bobby yang berumur 13 tahun, David yang berusia 9 tahun dan yang paling kecil, Jean yang berusia 6 tahun. Namun keluarga ini sangat menyedihkan sebab ibu mereka baru saja meninggal dunia dan ia harus membesarkan mereka semua seorang diri. Karena Bapak Sharp harus bekerja setiap harinya, maka anak-anak dengan sendirinya harus belajar secara lebih mandiri lagi. Mungkin, anak-anak lebih matang dari pada anak-anak lainnya karena tragedi yang telah mereka alami.

Keluarga Hayes

Keluarga Hayes terdiri dari Pendeta Hayes, istri dan 2 orang anak perempuannya yang bernama Cathy dan Rachel. Cathy berusia 6 tahun dan Rachel baru berusia 4 tahun.

Keluarga Watanabe

Dua belas tahun yang lalu, keluarga Watanabe pindah dari Jepang ke Amerika. Karena Bapak Watanabe seringkali ditugaskan oleh perusahaannya, sehingga ia jarang berada di rumahnya. Bapak dan Ibu Watanabe telah menjadi percaya kepada Allah dan dibaptis pada saat mereka masih di Jepang. Namun kedua orang anaknya yaitu Kelly dan Heidi telah menerima baptisan di Amerika. Kelly berusia 8 tahun sedangkan Heidi berusia 6 tahun. Anak-anak begitu dekat dengan orang tua mereka namun mereka sering merindukan kehadiran ayah mereka.

Ibu Laurie

Ibu Laurie adalah guru agama di kelas Taman Kanak-Kanak dan ia masih muda dan sangat senang mengajar serta memperhatikan pertumbuhan iman anak.

Pastikanlah untuk membacakan Kisah Aplikasi Kehidupan ini kepada murid-murid kita selama pelajaran. Jangan lupakan kegembiraan-kegembiraan dalam proses mengajar yang terdapat di dalam setiap pelajaran.

(8)

KARAKTERISTIK

MURID-MURID ANDA

Empat dan Lima Tahun

Semua murid adalah individu-individu yang unik dengan pengalaman-pengalaman mereka sendiri. Mereka memerlukan kasih dan perlindungan, merasa berharga dan penting, merasa memperoleh sesuatu dan keseimbangan perasaan dan pengalaman dalam ketergantungan dan kemandirian. Semua murid perlu dikelilingi oleh orang-orang dewasa yang mengekspresikan cinta dan kasih Allah yang sesungguhnya kepada mereka. Mereka butuh kesempatan untuk menyelidiki arti kehidupan, seperti apakah Allah itu dan bagaimanakah manusia saling berhubungan dengan Allah dan sesamanya.

Informasi dalam halaman-halaman berikut ini sesungguhnya menyoroti karakter-karakter khusus dari semua murid yang berusia 4 dan 5 tahun. Ketika Anda membaca, pikirkanlah setiap murid di dalam kelas Anda dan bagaimanakah Anda dapat mengasuh mereka sehingga bertumbuh menjadi anak Allah.

(9)

Usia 4 Tahun

PERKEMBANGAN FISIK

PERKEMBANGAN ROHANI PERKEMBANGAN MENTAL

PERKEMBANGAN SOSIAL

Penuh semangat dan gerak.

Senang menggunakan perasaan mereka; senang untuk menyentuh sesuatu. Belajar memotong dengan gunting.

Belajar mengurus diri sendiri terhadap beberapa kebutuhan pribadi mereka

Memerlukan orang dewasa yang penuh perhatian yang dapat diteladani sikap dan tingkah lakunya sebagai orang Kristen.

Memerlukan orang dewasa yang penuh perhatian yang memberikan kesempatan bertanya sebanyak-banyaknya kepada murid-murid.

Perlu mendengarkan Kisah Pelajaran dengan jelas dan sederhana, terutama kisah yang menekankan tentang kebaikan-kebaikan Allah, pengucapan syukur kepada Allah, kasih Yesus kepada murid-murid dan Yesus sebagai seorang sahabat dan penolong.

Dapat mengucapkan doa yang sederhana terutama doa pengucapan syukur.

Dapat berpartisipasi dalam pelayanan kasih dengan berbagi makanan, uang dan dengan berbuat sesuatu bagi orang lain

Dapat mengalami keindahan dan keajaiban dalam dunia Allah. Dapat mengembangkan rasa memiliki pada gereja

Hanya dapat memperhatikan dalam waktu singkat. Senang tertawa dan bertingkah bodoh.

Senang mengatakan yang bukan-bukan.

Belajar mengidentifikasi dan mengenal nama-nama warna, ukuran dan bentuk. Mengerti konsep waktu.

Memiliki gambaran yang indah dan banyak bertanya. Mulai mempelajari cara memecahkan suatu masalah.

Mengenal lebih banyak kosa kata dan mulai bermain dengan kata-kata.

Senang dengan aktivitas-aktivitas musik dan dapat bermain dengan nada-nada yang sederhana.

Mulai menggambar bentuk-bentuk yang telah mereka kenal

Belajar untuk mengungkapkan perasaan-perasaan mereka.

Mulai senang berinteraksi dengan murid-murid lainnya ketika mereka sedang bermain bersama.

Mulai belajar mengerti bahwa orang lain juga memiliki perasaan. Belajar menunggu giliran mereka.

Ada kemungkinan agak sulit berpisah dengan orang tua khususnya dengan ibu. Mau menolong.

Senang merasa penting.

u u u u u u u u u u u u u u u u u u u u u u u u u u u

(10)

Usia 5 Tahun

PERKEMBANGAN FISIK

PERKEMBANGAN ROHANI PERKEMBANGAN MENTAL

PERKEMBANGAN SOSIAL

Hanya dapat memperhatikan pelajaran dalam waktu singkat dan keinginan untuk bergerak begitu tinggi oleh karena perkembangan otot-ototnya.

Mencoba menguasai berbagai macam keahlian yang memerlukan koordinasi: melompat, melempar bola, berlari dan mendaki.

Tidak pernah beristirahat, aktif dan penuh semangat.

Memperlihatkan keinginan untuk belajar namun memiliki keterbatasan kekuatan dan kelincahan

Dapat mengenali doa dan aspek yang biasa ada pada iman kita.

Senang mendengarkan Kisah Pelajaran tentang orang hidup yang selalu taat kepada kehendak Allah, biasanya cerita-cerita mengenai ajaran Yesus untuk menolong sesama agar dapat belajar bagaimana untuk dapat hidup bersama.

Senang mendengarkan kisah pendek tentang gereja sekarang dan masa lampau. Telah siap untuk diperkenalkan pada dasar iman dari gereja kita, seperti arti dari Hari Sabat, Roh Kudus dan berdoa dalam bahasa Roh.

Perlu untuk merasakan doa melalui penglihatan atau pendengaran orang tua dan orang dewasa, turut serta dalam doa dan merasakan bahwa doa itu dapat menolong dan penting dalam hidup.

Perlu dikelilingi oleh guru-guru yang menerapkan pesan-pesan Alkitab pada situasi sekarang ini.

Perlu merasakan gereja sebagai tempat mereka menyembah Allah dan tempat yang perlu mereka pelihara.

Banyak menanyakan pertanyaan untuk menambah perbendaharaan informasi, khususnya mengawali pertanyaan dengan “Mengapakah…?”.

Sangat berdasarkan kepada bukti-bukti yang ada, ingin mengetahui bagaimanakah sesuatu itu bekerja.

Terutama mengerjakan dengan spontanitas, pikiran yang nyata.

Mengunakan bentuk-bentuk seni dan kata-kata untuk menyatakan ide dan perasaan.

Mengembangkan keahlian berkomunikasi

Sedang memperhatikan tentang keadilan atau “kesamaan”. Memperlihatkan kasih sayang kepada mereka yang disayangi. Mencari penerimaan, pengertian, dorongan dan kasih sayang. Senang melakukan aktivitas bersama keluarga.

Memantapkan konsep dan kebersihan diri secara rutin. Melakukan kebiasaan yang praktis.

u u u u u u u u u u u u u u u u u u u u u u

(11)

BAHAN BAHAN

YANG DIBUTUHKAN

Buku-Buku

Buku cerita Alkitab, buku murid-murid tentang lingkungan, keluarga dan teman-teman. Sebuah rak buku yang tidak tinggi untuk memudahkan murid-murid untuk menjangkau buku-buku itu.

Bahan-Bahan Seni

Bahan-bahan dasar termasuk krayon besar, pulpen, gunting yang berujung tumpul, solasi, lem, kertas lipat dalam bermacam warna, adonan tepung atau garam, majalah, katalog. Bahan penolong lainnya: cat air dengan warna-warna dasar, kuas yang bergagang panjang, piring yang dangkal untuk lem atau cat, sisa-sisa kain atau benang, taplak meja plastik dan kaos-kaos gambar.

Bahan Luar Biasa Yang Allah Ciptakan

Meja pendek untuk mempermudah memamerkan seluruh bahan-bahan. Taplak meja dengan dilapisi plastic dan Anda dapat menaruh koleksi batu-batu, kerang dan bahan-bahan alam lainnya: sebuah aquarium, kotak-kotak bertingkat, magnet, tumbuhan atau biji-bijian. Pastikanlah untuk selalu menyediakan kaca.

Alat-Alat Musik

Macam-macam alat musik buatan sendiri (kerincing, bel, tongkat dan lain sebagainya.) atau membeli adalah tahap pertama. Radio kaset merupakan tambahan yang bagus.

Mainan-Mainan yang Membutuhkan Keahlian

Mainan PUZZLE adalah mainan yang baik karena melatih kemampuan motorik, imajinasi dan konsentrasi.

Kami sarankan Anda untuk selalu menyediakan bahan-bahan standar (Alkitab, pensil, krayon, spidol, lem, gunting, kertas lipat, papan tulis, kertas tulis) di dalam kelas.

Biarpun bahan-bahan ini tidak selalu dipakai pada setiap pelajaran, Anda harus selalu menyiapkannya.

(12)

MENGAJAR DENGAN SANDIWARA BONEKA

MENGAJAR DENGAN DRAMA ALKITAB

Janganlah takut untuk mencoba Sandiwara Boneka di dalam kelas Anda. Anda akan dapat menikmatinya seperti juga murid-murid Anda!

Pertimbangkanlah beberapa hal di bawah ini ketika menggunakan Sandiwara Boneka:

~ Seorang murid lebih mudah mengenali sikap-sikap yang tidak baik dan kesalahan-kesalahan pada sebuah boneka dari pada diri mereka sendiri. Ia dapat mengkritik boneka tersebut dan menyarankan cara-cara yang lebih baik untuk bertindak dan tidak merasa dirinya dihakimi atau dikoreksi.

~ Murid-murid akan lebih terlihat dalam sebuah diskusi ketika sebuah boneka berbicara. Bahkan, murid-murid yang pemalu sekalipun akan tertarik untuk memperhatikan dan percaya.

~ Sama seperti boneka-boneka yang membuat murid-murid bebas untuk lebih mengekspresikan diri mereka sendiri, maka Anda pun bebas untuk membuatnya sedikit lebih menarik dari biasanya.

Bagaimana Anda dapat menggunakan boneka di dalam kelas dengan efektif?

~ Janganlah kuatir untuk membuat boneka itu kelihatan hidup atau menyembunyikan gerakan-gerakan bibir Anda. Murid-murid suka menggunakan imajinasi mereka, dan perhatian mereka akan tertuju pada apa yang dilakukan dan dikatakan oleh boneka itu, bukan pada pelaksanaan teknisnya.

~ Berlatihlah di depan cermin sebelum membawa boneka ke dalam kelas.

~ Gunakanlah banyak gerakan seperti juga perkataan. Buatlah boneka itu berjalan, terbang, menari, bersin, membungkuk, melambai, bertepuk-tangan, menangis, dan lain sebagainya. Ingatkanlah bahwa boneka-boneka itu dapat melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan oleh manusia sungguhan.

Bersandiwara dapat membuat isi pelajaran menjadi nyata bagi para murid. Ada beberapa cara untuk mempraktekkan kisah Drama Alkitab ini. Pertimbangkanlah beberapa saran di bawah ini:

~ Bila situasi memungkinkan, buatlah gerakan-gerakan fisik. Murid-murid Taman Kanak-Kanak perlu bergerak ke sana ke mari.

~ Menguasai kesadaran diri; biarkanlah para murid pertama-tama memperagakan peran-peran itu di dalam kelompok-kelompok kecil. Setelah melakukannya, murid-murid yang lebih pemalu mungkin bersedia memperagakannya seorang diri.

~ Biarkanlah murid-murid Anda melakukan semua sandiwara itu. Tugas guru adalah untuk menanyakan pertanyaan, memberikan saran, dan semangat ketika

(13)

MENGAJAR DENGAN MUSIK

murid-murid sedang bersandiwara.

~ Biarkanlah murid-murid memilih peran yang mereka inginkan dengan sukarela. ~ Anjurkanlah untuk berkreasi. Memerankan kisah Alkitab dapat membantu para

murid untuk melihat isi cerita dan karakter dengan cara yang berbeda.

~ Anjurkanlah para murid untuk memikirkan perasaan, situasi, karakter, ekspresi wajah, dan motivasi. Mereka semua berperan dalam menghidupkan isi cerita.

Apakah murid-murid Anda lebih suka menyanyi dari pada menyimak pelajaran itu sendiri? Musik dapat digunakan sebagai cara mengajar yang efektif di dalam pelajaran.

~ Nyanyian-nyanyian pujian yang menceritakan kisah-kisah dapat membantu pelajaran-pelajaran Anda.

~ Beberapa murid dapat belajar dengan lebih baik bila mereka dapat “merasakan” materi yang sedang Anda ajarkan. Pilihlah nyanyian-nyanyian pujian dengan gerakan yang hidup dan gerakan fisik.

~ Para murid yang tidak mudah mengekspresikan perasaannya mungkin akan lebih mudah untuk berekspresi melalui nyanyian-nyanyian pujian.

Ingatkanlah akan hal-hal ini ketika Anda menggunakan musik bersama murid-murid Anda:

~ Pelajarilah nyanyian-nyanyian pujian baru sebelum Anda mengajar mereka. ~ Nyanyikanlah sebuah nyanyian pujian kepada murid-murid sebelum Anda

menyuruh mereka menyanyikannya.

~ Bicarakanlah mengenai makna dari kata-kata pada nyanyian pujian itu.

~ Nyanyikanlah nyanyian pujian dengan cara yang berbeda-beda tentukanlah bagian, gunakanlah alat-alat musik, bergeraklah ke sana ke mari dan lain sebagainya.

Ketika Anda mengajarkan bagian ini, bagaimanakah Anda akan

membantu murid-murid mengenal isi pelajaran ini? Di bawah ini, ada

beberapa saran yang dapat membantu:

Persiapkanlah

Murid-murid pada usia ini luar biasa aktifnya. Perhatiankanlah mereka bahwa paling lama hanya 10 - 15 menit. Selalu rencanakanlah lebih dari yang Anda bayangkan mungkin dapat Anda lakukan. Bacalah pelajaran secara keseluruhan, kemudian mulailah dengan aktivitas-aktivitas yang ingin Anda lakukan. Bila dirasakan perlu untuk menghilangkan beberapa aktivitas, lakukanlah segera. Pada saat-saat darurat, berbuatlah seadanya. Tetapi di atas semua itu, berdoa, berdoa, dan

(14)

Aturlah

“Suatu tempat untuk segalanya dan segalanya berada pada tempatnya” adalah sebuah semboyan yang baik untuk diperhatikan. Aturlah ruangan yang sesuai dengan gayamengajarAnda.Simpanlahbahan-bahankeseniandidekattempat kerja. Taruhlah lembaran-lembaran aktivitas didekat Anda. Siapkanlahsebuah tempat untukberdoadari sisa ruangan. Anda juga dapat mempersiapkan sebuah tempat drama di mana murid-murid dapat memainkan peran dan aksinya mengenai pelajaran-pelajaran. Anda mungkin juga dapat menyediakan baju-baju bekas, handuk-handuk, kain-kain, dan bahan-bahan lainnya untuk membuat kostum-kostum.

Sesuaikanlah

Tidak semua rencana mengajar cocok untuk setiap keadaan kelas. Beradaptasilah! Bila murid-murid Anda masih kecil, belum bisa membaca, lakukanlah aktivitas-aktivitas dalam kelompok untuk melatih otot-otot besar mereka. Janganlah mengharapkan mereka untuk bekerja dengan baik seorang diri. Bila murid-murid adalah Aku-dapat-mengerjakan-semua-yang-harus-dikerjakan oleh murid-murid, dan janganlah mencoba untuk mengatur kehidupan mereka. Persiapkanlah berbagai macam aktivitas tambahan dengan menggunakan bahan-bahan dalam

“Pilihan Aktivitas”, atau kreasikan sendiri.

Jadilah dirimu sendiri

Faktor yang terpenting di dalam pengajaran yang mendidik adalah kisah yang Anda bagikan kepada murid-murid. Bagaimanakah Anda memperlakukan setiap murid ketika ia memasuki ke dalam kelas adalah suatu kesaksian yang lebih dahsyat dari pada kisah Alkitab manapun. Biarkanlah murid-murid mengetahui bahwa Anda menyayangi dan menerima mereka. Murid-murid harus mempunyai rasa memiliki walaupun mereka jarang menghadiri kelas. Mereka harus merasa nyaman sewaktu di dalam kelas walaupun Anda hanya bertemu dengan mereka seminggu sekali. Inilah tempat mereka, di sinilah dalam Rumah Allah. Bersyukurlah atas talenta-talenta yang unik dan beragam yang dimiliki oleh masing-masing individu murid.

(15)

AYAT HAFALAN

1. “Supaya kamu saling mengasihi.”

(Yoh. 13:34)

2. “Saling mengampuni.”

(Ef. 4:32)

3. “Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit.”

(Luk. 24:6)

4. “Tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu.”

(Yoh. 16:22)

5. “Aku adalah Yang Hidup.”

(Why. 1:18)

6. “Segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.”

(Kis. 4:32)

7. “Kita harus membantu orang-orang yang lemah.”

(Kis. 20:35)

8. “Menolong orang yang hidup dalam kesesakan.”

(1 Tim. 5:10)

9. “Kita percaya bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit.”

(1 Tes. 4:14)

10. “Belajarlah berbuat baik.”

(Yes. 1:17)

11. “Memberi bantuan.”

(Ibr. 13:6)

12. “Layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.”

(Gal. 5:13)

13. “Ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar.”

(16)
(17)

PELAJARAN

1

YESUS MEMBASUH KAKI

12 ORANG MURID-NYA

PERSIAPAN MENGAJAR

Kitab Bacaan:

Yoh. 13:1-7,34-35

Kebenaran Pelajaran:

Yesus menunjukkan kasih-Nya dengan membasuh kaki 12 orang murid-Nya.

Tujuan Pelajaran:

Mengajarkan murid-murid bahwa seharusnya meneladani Yesus dan menunjukkan bahwa mereka saling memperhatikan.

Ayat Hafalan:

“Supaya kamu saling mengasihi.” (Yoh. 13:34) Doa:

Di dalam nama Tuhan kami, Yesus Kristus, kami berdoa. Terima kasih, Tuhan Yesus, karena Engkau telah datang ke dunia ini. Engkau memiliki kasih yang terbesar karena Engkau telah mati bagi segala dosa kami. Untuk hal ini, kami mau mengucap syukur kepada-Mu. Haleluya! Amin.

Yesus menunjukkan kasih dan kerendahan hati-Nya dengan melakukan pekerjaan seorang hamba. Ia menanggalkan jubah-Nya, mengikatkan sehelai kain lenan di pinggang-Nya, menuangkan air ke dalam sebuah basi dan mulailah Ia membasuh kaki 12 orang murid-Nya - suatu pekerjaan hina yang biasanya tidak dilakukan oleh seorang imam, pangeran, ataupun seorang rabi.

Petrus menyadari bahwa tidaklah pantas bagi Yesus untuk melakukan pekerjaan itu. Namun ketika ia menyatakan keberatannya, maka Yesus tetap mendesak Petrus. Yesus memberikan suatu pelajaran mengenai kerendahan hati dengan maksud agar mereka semua mengetahui betapa pentingnya kita menunjukkan kasih yang tidak bersyarat. Kasih Yesus adalah kasih yang berkorban, dan Ia ingin memberikan teladan ini kepada semua orang yang mengikuti-Nya. Bahkan Ia, yang adalah Allah dalam rupa daging, rela melayani manusia. Kita, sebagai para pengikut-Nya, haruslah juga menjadi hamba-hamba yang rela melayani dalam segala hal untuk kemuliaan Allah. Apakah Anda rela mengikuti teladan Kristus untuk melayani sesama?

Sakramen Basuh Kaki adalah salah satu sakramen yang Gereja Yesus Sejati lakukan. Yesus sendiri telah menetapkan dan memerintahkan agar sakramen Basuh Kaki ini dilakukan oleh para murid-Nya. Seorang Kristen haruslah memberikan kakinya untuk dibasuh, setelah ia menerima sakramen Baptisan Air,

(18)

Makna yang terkandung di dalam sakramen Basuh Kaki menjadi jelas saat kita merenungkan pengajaran Alkitab di dalam kehidupan umat Kristen. Setiap jemaat yang telah disucikan melalui sakramen Baptisan Air memiliki tugas untuk meneladani kesempurnaan Yesus Kristus. Sakramen Basuh Kaki merupakan ajakan Yesus kepada kita semua untuk mengambil bagian di dalam kodrat ilahi-Nya. (2 Pet. 1:4)

PEMAHAMAN MURID-MURID

Mungkin murid-murid Anda akan menemui kesulitan dalam memberikan empati dan perasaan mereka sendiri terhadap orang lain. Diperlukan banyak usaha dan waktu dari pihak orangtua dan guru untuk membimbing seorang murid untuk menyadari bahwa "dunia" ini tidak harus berputar di sekitar anak itu. Mereka tidak dengan sendirinya dapat menyadari bahwa perasaan orang lain itu penting dan banyak yang harus dipelajari dalam melepaskan sesuatu hal yang sungguh mereka ingini demi orang lain. Namun, murid-murid Anda dapat mulai belajar bersikap sensitif dan tidak egois pada usia yang masih muda ini.

Terdapat berbagai macam cara untuk membantu murid-murid Anda di dalam meneladan tindakan Kristus yang tidak egois terhadap orang lain. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

Memuji: Menguatkan - suatu usaha yang membutuhkan pengulangan terus menerus - hingga perilaku seseorang menjadi tidak egois lagi. Anda perlu secara konsisten memberikan kata-kata pujian terhadap peristiwa yang sederhana atau bahkan sikap tidak egois yang tampak sekilas dalam diri murid-murid Anda! Sikap tidak egois ini dapat cepat menular di dalam kelas, bila murid-murid Anda mau mendengarkan hal-hal positif yang telah murid-murid lainnya lakukan. Namun, Anda harus lebih jelas dalam mengungkapkan kata-kata pujian itu daripada hanya sekedar mengatakan, “Bagus, Charlie!” Adalah lebih efektif bila Anda mengatakan kata pujian yang agak panjang seperti, “Charlie, engkau anak yang baik, karena mau menawarkan makanan ringanmu kepada Chris! Kakak yakin bahwa engkau pasti telah membuat harinya menjadi cerah, dengan membagikan sesuatu yang engkau sukai bersamanya!” Buatlah kata pujian lainnya tentang persembahan Charlie kepada Allah dan perbuatan baiknya kepada Chris.

Berikanlah rasa tanggung jawab: Usahakan dapat menimbulkan pemahaman dan empati dari murid-murid Anda terhadap kesulitan dan tantangan orang lain. Penelitian Harvard baru-baru ini telah menunjukkan suatu keterkaitan antara seberapa besar rasa tanggung jawab yang diberikan kepada anak-anak dengan kecenderungan mereka untuk bersikap altruistik - suatu sikap yang tidak egois dan berbelas kasihan - menaruh perhatian terhadap lingkungan di luar dirinya. Penelitian itu menunjukkan bahwa anak-anak yang diberikan segala sesuatu tanpa rasa tanggung jawab akan menjadi seorang yang begitu manja. Selain itu, mereka juga akan menjadi seorang yang tidak begitu perhatian dan peduli. Berikanlah berbagai macam tugas kepada murid-murid Anda yang dapat mereka kerjakan bersama dengan seorang teman mereka. Hal ini akan memberikan kepada mereka suatu kesempatan untuk saling membantu dan juga dapat menuntun mereka kepada sikap-sikap yang bermanfaat di dalam kelompok yang lebih besar nantinya.

(19)

KISAH PELAJARAN

KOSA KATA PELAJARAN

Apakah ada di antara kalian yang pernah terkena lumpur di sekujur tubuhnya? (Biarkanlah murid-murid yang memberikan jawabannya.) Tentu tidak menyenangkan rasanya bila sekujur tubuh kita menjadi kotor seperti itu, bukan? Siapakah yang kemudian membantu membersihkan diri kalian? (Orangtua, kakak, baby-sitter, kakek, nenek, bibi, paman, dan lain sebagainya.)

Ketika seseorang sedang berbuat baik kepada kita, maka hal itu membuat hati kita terasa senang. Pada hari ini, kita juga akan mendengarkan suatu hal yang indah yang Yesus lakukan kepada 12 orang murid-Nya.

Murid-murid yang terkasih, apakah kalian semua mengetahui bahwa pada zaman dahulu, sepatu yang mereka pakai tidaklah sama dengan sepatu yang kita pakai pada hari ini? Mereka memakai kasut hanya untuk melindungi telapak kaki mereka saja, bahkan terkadang mereka berjalan kaki tanpa memakai kasut.

Pada zaman itu, belum ada bis atau kendaraan lainnya, sehingga semua orang haruslah berjalan kaki ke manapun mereka ingin pergi. Jalan-jalan penuh dengan debu, dan kaki semua orang menjadi begitu kotor. Orang perlu membersihkan kaki mereka dari pasir dan kotoran pada saat mereka memasuki sebuah rumah. Air yang dingin terasa nyaman bagi kaki mereka yang lelah dan kotor itu.

Makan Malam Yang Terakhir

Pada suatu malam saat Yesus masih di dunia ini, Ia bersama dengan 12 orang murid-Nya hendak mengadakan suatu acara makan malam bersama yang istimewa. Petrus dan Yohanes mempersiapkan segalanya. Mereka menyiapkan segalanya, termasuk makanan istimewa, juga sebuah tempayan besar berisi air di dekat pintu untuk mencuci kaki. Namun, tidak ada seorangpun yang menawarkan diri untuk membasuh kaki orang lain.

Masing-masing murid datang dan langsung duduk. Yesus mengasihi

murid-Kasut:

Semacam sepatu dengan tali kulit yang diikatkan pada kaki dari orang yang memakainya.

Peduli:

Sikap yang menunjukkan perhatian terhadap seseorang.

Tidak egois:

Sikap mau berbagi apa yang kita miliki bersama dengan orang lain.

Rendah hati:

(20)

Yesus Membasuh Kaki 12 Orang Murid-Nya

Maka Yesus berdiri dan menanggalkan jubah-Nya serta mengikatkan sehelai kain lenan di pinggang-Nya. Lalu, Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi dan mulailah Ia membasuh kaki 12 orang murid-Nya itu. Setelah itu, Ia mengeringkan kaki mereka dengan kain lenan yang ada di pinggang-Nya itu.

Semua murid-Nya menjadi terkejut! Yesus rela melakukan pekerjaan seorang hamba, suatu pekerjaan yang tidak ingin dilakukan oleh siapapun juga!

Petrus Menolak Yesus Membasuh Kakinya

Petrus berkata kepada Yesus, “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya.”

Yesus menjawab, “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.”

Ketika Petrus mendengar hal itu, ia menginginkan Yesus untuk tidak hanya sekedar membasuh kakinya saja.

Setelah Yesus selesai, Ia meletakkan basi itu dan kembali ke tempat-Nya untuk menjelaskan mengapa Ia membasuh kaki 12 orang murid-Nya itu. “Aku menunjukkan bahwa Aku peduli terhadap kalian ketika Aku membasuh kaki kalian semua. Sejak sekarang ini, Aku menghendaki agar kalian semua saling memperhatikan seorang terhadap lainnya.”

Kemudian Yesus berkata, “Sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian, semua orang akan mengetahui bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”

MENGULANG DAN PERTANYAAN

1. Apakah yang Yesus perbuat sehingga membuat 12 orang murid-Nya menjadi terkejut? (Yesus membasuh kaki mereka semua.)

2. Mengapa Yesus melakukan hal itu? (Yesus akan mati di atas kayu salib. Ia hendak menunjukkan kepada 12 orang murid-Nya bahwa Ia mengasihi mereka.) 3. Menurut kalian, apakah 12 orang murid-Nya merasa senang, ketika Yesus

membasuh kaki mereka? (Ya.)

4. Bagaimana 12 orang murid Yesus dapat menunjukkan kepada orang lain bahwa mereka adalah murid Yesus? (Dengan saling mengasihi.)

5. Mengapa sakramen Basuh Kaki menjadi begitu penting? (Bila kita tidak menerima sakramen Basuh Kaki, maka kita tidak akan memiliki bagian di dalam Yesus.)

Alkitab mengatakan, “Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.” Sakramen Basuh kaki merupakan suatu perbuatan yang menunjukkan kasih Yesus yang tidak berkesudahan bagi kita. Yesus menghendaki agar kita semua mengikuti teladan-Nya dan menunjukkan kasih kita kepada orang lain. Bagaimanakah cara kita dapat menunjukkan kasih kita kepada orang lain? (Kita dapat menunjukkan kasih kita dengan bersikap ramah dan sopan, membantu orang, dan saling melayani.)

(21)

KISAH APLIKASI KEHIDUPAN

Belajar Untuk Saling Membantu

Tommy Lewis sedang belajar mengendarai sepeda barunya di suatu hari Minggu pagi. Ketika Tommy sedang berlatih, maka ia melihat Ricky sedang bersepeda ke arahnya.

“Hai, Ricky, aku sedang belajar bersepeda. Susah sekali,” kata Tommy. Ricky tersenyum dan berkata, “Aku teringat saat pertama kali aku belajar bersepeda, aku jatuh. Janganlah kuatir, Tommy. Engkau pasti segera akan dapat bersepeda dengan baik. Yang engkau perlukan adalah berlatih dan sedikit pertolongan dari orang lain yang mengetahui bagaimana cara bersepeda dengan baik.”

“Ricky, engkau dapat bersepeda dengan baik. Menurutmu, Apakah engkau dapat mengajariku bersepeda?” tanya Tommy.

“Tentu saja!” kata Ricky dengan sungguh-sungguh. “Sekarang, yang harus engkau lakukan adalah …” kata Ricky sambil menjelaskan kepada Tommy.

Selama 2 jam, Ricky mengajari Tommy bersepeda. Dan setiap kali Tommy terjatuh, maka Ricky membantu Tommy membangunkannya dan mereka terus melanjutkan bersepeda lagi, hingga pada akhirnya Tommy dapat belajar bersepeda tanpa terjatuh lagi. Selama 2 jam, Ricky tidak pernah mengatakan bahwa ia lelah atau merasa Tommy bodoh karena memerlukan waktu yang cukup lama untuk dapat bersepeda. Ricky begitu baik terhadap Tommy.

Pada akhirnya, tibalah saat bagi Tommy untuk pulang. “Ricky,” kata Tommy. “Aku mendapatkan pelajaran bersepeda yang menyenangkan. Terima kasih atas bantuanmu!”

“Terima kasih kembali, Tommy. Aku juga menikmatinya! Aku harap kita dapat bertemu lagi dengan sepedamu. Sampai jumpa!” kata Ricky.

Pertanyaan Untuk Direnungkan:

1. Siapakah yang begitu baik dalam membantu Tommy belajar bersepeda? 2. Mengapa begitu penting bagi kita untuk saling menolong itu?

(22)

AKTIVITAS 1

Melayani Orang Lain Bahan:

Beberapa buah cangkir kertas kecil Sebuah teko

Minuman segar seperti jus Biskuit

Nampan Taplak meja Serbet Vas bunga

Bunga sungguhan atau buatan

Petunjuk:

1. Jelaskanlah kepada murid-murid Anda bahwa kalian akan saling menuangkan air jus.

2. Bagikanlah beberapa tugas berikut ini: Memasang taplak meja, mengatur bunga, mengatur makanan di atas nampan, menyiapkan cangkir dan serbet, membantu mengisi teko dengan air jus.

3. Setelah semua makanan dan minuman siap untuk dihidangkan, maka ucapkanlah syukur kepada Allah atas semuanya itu.

4. Tuangkanlah secangkir air jus dan tawarkanlah makanan ringan kepada anak di sebelah kanan kalian. Setelah anak ini dilayani, teruskanlah teko jus dan nampan biskuit itu kepada anak yang duduk di sebelah kiri Anda. Lalu anak ini haruslah melayani Anda dan meneruskan jus dan biskuit itu kepada anak yang duduk di sebelah kirinya lagi dan seterusnya.

Beritahukanlah kepada mereka bahwa dengan bersikap sopan dan saling melayani telah menjadikan acara minum jus itu menjadi begitu menyenangkan. Yesus merasa bersukacita saat melihat kita saling melayani.

(23)

Melayani Dan Melayani Lebih Banyak Lagi

Kata melayani tersembunyi di dalam 5 tempat yang berbeda. Carilah kata-kata itu dan warnailah.

AKTIVITAS 2

Melayani Dan Melayani Lebih Banyak Lagi

Kata melayani tersembunyi di dalam 5 tempat yang berbeda. Carilah kata-kata itu dan warnailah. (Tanyakanlah kepada murid-murid Anda, di manakah dan bagaimanakah mereka dapat melayani?)

(24)
(25)

PELAJARAN

2

YESUS MENGAMPUNI PETRUS

Kitab Bacaan:

Mat. 26:30-35,56-58,69-75; Mrk. 16:5-7; Luk. 24:34; Yoh. 21

Kebenaran Pelajaran:

Petrus mendapat pengampunan atas tindakan penyangkalannya terhadap Yesus.

Tujuan Pelajaran:

Mengajarkan murid-murid bahwa karena Allah mengasihi kita, maka Allah akan mengampuni kita saat kita melakukan suatu kesalahan dan menyesalinya.

Ayat Hafalan:

“Saling mengampuni.” (Ef. 4:32) Doa:

Di dalam nama Tuhan kami, Yesus Kristus, kami berdoa. Terima kasih, Tuhan Yesus, karena Engkau telah menjadi Juruselamat kami. Engkau telah mati di atas kayu salib untuk menyelamatkan kami. Engkau adalah Allah yang besar. Atas hal ini, kami mau mengucapkan syukur kepada-Mu. Haleluya! Amin.

PERSIAPAN MENGAJAR

Petrus telah menjadi pengikut Yesus yang beriman dan setia 3 tahun lamanya. Bahkan, ia telah mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias. (Mat. 16:16)

Pada makan malam terakhir bersama dengan 12 orang murid-Nya, Yesus dengan sedih memberitahukan kepada mereka bahwa iman mereka semua akan tergoncang, sehingga meninggalkan-Nya oleh karena penganiayaan yang akan Ia tanggung. (Mat. 26:31) Petrus, yang merasa bangga akan kesetiaannya itu, mengatakan bahwa sekalipun semua murid lainnya akan meninggalkan Yesus, namun tidaklah demikian dengannya. Yesus menubuatkan bahwa Petrus akan menyangkal-Nya 3 kali sebelum pagi berikutnya.

Petrus berusaha untuk membela Yesus di taman Getsemani, sebuah kebun zaitun yang tepat di sebelah timur lembah Kidron. Namun, Yesus menegurnya dan Petrus, seperti murid yang lainnya, mereka semua melarikan diri.

Setelah 3 kali penyangkalan terhadap Yesus, maka berkokoklah ayam jantan dan seketika itu juga maka teringatlah Petrus akan nubuat Yesus, dan Petruspun mulai menangis dengan sedihnya.

Air mata tangisan Petrus itu pastilah air mata penyesalan dan pertobatan, karena di kemudian hari, Petrus kembali dipulihkan kembali kepada Allah.

(26)

PEMAHAMAN MURID-MURID

Mungkin murid-murid Anda belum dapat mengaitkan keadaan Petrus dengan kehidupan mereka sendiri, namun kelak mereka pasti memahami kasih Kristus yang mau mengampuni segala dosa kita. Untuk memperjelas pelajaran tentang pengampunan Yesus, maka ambillah sebuah contoh tentang pengampunan orangtua terhadap murid-murid Anda. Suruhlah murid-murid mendiskusikan saat-saat di mana mereka melakukan suatu kesalahan, dan bagaimana orangtua mereka menyelesaikan keadaan itu. Mungkin mereka akan mengatakan bahwa diri mereka akan mendapatkan hukuman dari orangtuanya, karena segala kesalahan yang mereka telah lakukan; namun Anda dapat menunjukkan sebuah kenyataan bahwa sekalipun mereka mendapatkan hukuman, ternyata orangtua mereka masih tetap begitu menyayangi dan mengampuni mereka atas banyak hal yang telah terjadi di masa yang lalu.

Sebagai seorang guru, Anda dapat memberikan contoh kepada murid-murid tentang pengampunan Yesus ini. Tunjukkanlah kepada mereka tentang kepekaan Anda dan bantulah perasaan mereka untuk menjadi peka terhadap Anda. Kapan saja Anda melakukan kesalahan seperti salah sangka atau sedikit kurang peka terhadap kebutuhan seorang murid (mungkin karena kesibukan, keasyikan Anda sendiri, dan lain sebagainya.), maka datangilah murid itu dan katakan: "Ma'af, karena Kakak (guru) telah menjadi kurang memahami atau peka terhadap apa yang Adik (murid-murid) kuatirkan atau perlukan.

KOSA KATA PELAJARAN

Ayam Jago:

Ayam jantan; berkokok saat matahari terbit.

Meminta Ma'af:

Tindakan permohonan ampun dari seseorang terhadap sesamanya.

KISAH PELAJARAN

Ikatlah seutas benang pada jari telunjuk Anda dan perlihatkanlah kepada murid-murid Anda. Apakah ada yang mengetahui mengapakah Kakak mengikatkan benang pada jari telunjuk Kakak? (Biarkanlah murid-murid yang memberi jawabannya.) Kita dapat mengatakan bahwa terkadang kita perlu mengikatkan seutas benang pada jari kita agar kita menjadi ingat untuk melakukan suatu hal.

Terkadang, kita semua dapat menjadi lupa akan suatu hal. Orangtua kalian dapat menjadi lupa; guru kalian dapat menjadi lupa; adik kakak kalian dapat menjadi lupa; pendeta kalian pun dapat menjadi lupa. Kita melakukan hal-hal kecil untuk membantu mengingatkan diri kita, sama seperti Kakak mengikatkan seutas benang ini pada jari telunjuk Kakak untuk membantu Kakak mengingat akan suatu hal yang harus Kakak kerjakan.

Di dalam Kisah Pelajaran pada hari ini, Yesus menggunakan seekor ayam jantan sebagai pengingat. Yesus menghendaki agar Petrus mengingat suatu hal yang penting.

(27)

Yesus Memberitahukan Petrus Tentang Penyangkalan Terhadap Diri-Nya

Pada suatu malam, Yesus sedang duduk dan makan malam bersama dengan 12 orang murid-Nya. Yesus berkata, “Pada malam hari ini akan terjadi suatu peristiwa. Beberapa orang yang tidak mengasihi-Ku akan datang dan membawa-Ku pergi. Dan kalian semua akan melarikan diri dan pergi meninggalkan Aku seorang diri karena kalian menjadi ketakutan.”

Petrus berkata, “Aku tidak akan meninggalkan Engkau. Sekalipun semua murid yang lainnya pergi meninggalkan Engkau, namun aku sekali-kali tidak!”

Namun Yesus berkata, “Petrus, sebelum ayam berkokok pada esok hari, engkau telah 3 kali mengatakan bahwa aku tidak mengenal Aku.”

“Tidak,” kata Petrus. “Aku tidak akan pernah mengatakan bahwa aku tidak mengenal Engkau!”

Tidak beberapa lama kemudian, datanglah para pasukan tentara untuk menangkap Yesus. Dan Petrus serta semua murid lainnya benar-benar melarikan diri karena mereka semua ketakutan. Semuanya itu terjadi tepat seperti yang Yesus katakan kepada mereka semua.

Pada malam itu, dalam 3 kali kesempatan yang berbeda, orang bertanya kepada Petrus, “Apakah engkau mengenal Yesus dan apakah engkau adalah salah seorang teman Yesus?” Dan setiap kali pertanyaan itu selesai ditanyakan, maka Petrus selalu berkata kepada mereka, “Tidak! Bukan!”

Petrus Menangis

Pada saat ketiga kalinya, maka seekor ayam berkokok, dan saat itulah Petrus teringat akan apa yang Yesus telah katakan sebelumnya kepada dirinya. Ia begitu menyesali akan apa yang telah dilakukannya, sehingga ia lari dan menangis dengan sedihnya.

Kemudian Yesus digantung di atas kayu salib dan mati. Namun, Ia tidaklah terus menerus mati. Ia telah bangkit dan hidup kembali!

Yesus Menampakkan Diri Kepada Para Murid-Nya

Setelah peristiwa kematian Yesus, Petrus berkata kepada para murid lainnya, “Aku akan kembali menangkap ikan.”

Dan mereka berkata, “Kami akan pergi bersamamu.”

Mereka menebarkan jala semalam-malaman, namun mereka tidak dapat menangkap seekor ikanpun.

Kemudian pagi-pagi sekali, mereka melihat seseorang sedang berdiri di tepi pantai. Mereka tidak mengenal orang itu. Laki-laki itu memanggil mereka, “Teman-teman, apakah kalian mendapatkan ikan?”

Dan mereka menjawab, “Tidak!”

Lalu orang itu berkata, “Lemparkanlah jala kalian di sebelah kanan perahu.” Ketika mereka melakukannya, maka mereka menangkap begitu banyak ekor ikan hingga mereka hampir saja tidak dapat menaikkannya ke dalam perahu mereka!

(28)

MENGULANG DAN PERTANYAAN

1. Apakah yang Yesus katakan kepada 12 orang murid-Nya saat mereka semua makan malam? (Yesus memberitahukan bahwa mereka semua akan meninggalkan-Nya.)

2. Apakah yang Yesus katakan tentang Petrus? (Yesus mengatakan bahwa Petrus akan menyangkal diri-Nya 3 kali sebelum ayam berkokok.)

3. Apakah yang Petrus lakukan setelah ia menyangkal Yesus 3 kali? (Petrus menangis dengan sedihnya dan merasa begitu menyesal.)

4. Apakah Yesus mengampuni Petrus? (Ya.)

5. Saat Yesus menemui para murid-Nya di tepi pantai, apakah yang Yesus tanyakan kepada Petrus? (Yesus bertanya kepada Petrus, “Apakah engkau mengasihi Aku?”)

6. Apakah yang Petrus jawab kemudian? (“Ya, aku mengasihi Engkau.”)

Di dalam Kisah Pelajaran kita pada hari ini, Petrus telah menyakiti perasaan Yesus. Petrus begitu kuatir bila Yesus tidak akan mengampuninya lagi. Saat mereka selesai menangkap ikan dan bersarapan bersama dengan Yesus, maka Yesus memberitahukan Petrus bahwa Ia mengasihi dirinya dan mengampuninya. Yesus bertanya kepada Petrus, “Apakah engkau mengasihi Aku?” Ketika Petrus berkata, “Ya, Tuhan, aku mengasihi-Mu” Yesus berkata lagi kepada Petrus, “Ikutlah Aku.”

Hati Yesus menjadi terluka bila kita tidak menjadi taat dan melakukan perbuatan yang salah. Namun, Yesus masih memperhatikan kita, dan ketika kita menyesali akan segala kesalahan yang kita pernah lakukan, maka Ia akan mengampuni kita. Hendaklah kita bertobat dengan berdoa dan bertekad untuk tidak melakukan kesalahan lagi!

Petrus Berenang Kepada Yesus

Ketika Petrus mendengar hal itu, ia hampir tidak dapat lagi menunggu untuk dapat langsung tiba di pantai. Perahu bergerak begitu lambat baginya. Maka ia segera melompat ke dalam air dan berenang menuju pantai. Murid-murid Yesus mengikutinya di atas perahu mereka.

Ketika mereka semua tiba di pantai, mereka melihat bahwa Yesus telah membuat api bagi mereka.

“Kita akan membakar beberapa ekor ikan yang baru saja kalian tangkap dan marilah kita makan pagi,” kata Yesus.

Maka mereka semua duduk dan makan bersama Yesus.

Ketika mereka selesai makan, Yesus berpaling kepada Petrus dan berkata, “Petrus, apakah engkau mengasihi Aku?”

Petrus berkata, “Ya, Tuhan, aku mengasihi Engkau.”

Telah 3 kali, Yesus bertanya kepada Petrus, dan telah 3 kali pula, Petrus menjawab, “Ya Tuhan, aku mengasihi-Mu.”

Sekalipun Petrus telah melakukan kesalahan yang besar saat ia meninggalkan-Nya dan mengatakan kepada semua orang bahwa dirinya tidak mengenal Yesus, namun Yesus masih tetap mengasihi Petrus dan menghendaki Petrus untuk mengasihi-Nya. Petrus telah melakukan kesalahan, namun Yesus mengampuni segala kesalahan Petrus pada akhirnya.

(29)

KISAH APLIKASI KEHIDUPAN

Pimpinlah Murid-Murid Anda Dalam Diskusi Berikut Ini

1. Kalian sedang bermain dengan mainan Kakakmu dan menghilangkannya. Apakah yang kalian harus lakukan? (Kemungkinan jawaban: Segera memberitahukan kepada Kakak bahwa mainannya itu telah menjadi hilang; berusaha untuk menemukan mainan yang hilang itu, atau menggantikan dengan mainan yang serupa; memberitahukan kepada Kakak bahwa kalian begitu menyesal dan meminta ma'af.)

2. Kalian sedang berlari di ruang tamu, dan tanpa sengaja kalian menabrak meja dan menumpahkan segelas jus ke atas meja dan lantai. Apakah yang kalian harus lakukan? (Kemungkinan jawaban: Membantu membersihkan tumpahan jus itu; meminta bantuan orang lain dalam membersihkan tumpahan jus itu; memberitahukan kepada orangtua bahwa kalian begitu menyesal dan meminta ma'af.)

3. Saudara seimanmu di gereja sedang bermain dengan beberapa mainannya. Lalu kalian datang dan merebut mainan itu dan memukulnya. Apakah yang kalian harus lakukan? (Kemungkinan jawaban: Mengatakan kepada saudara seiman itu bahwa kalian begitu menyesal telah memukulnya dan memohon agar Allah mengampuni dirinya.)

4. Kalian pergi berbelanja bersama ibu dan meminta banyak hal - permen, mainan, buku dan bila Ibu mengatakan tidak, maka kalian akan menangis dan mengatakan bahwa Ibu tidak sayang kepada kalian. Apakah yang kalian harus lakukan? (Kemungkinan jawaban: Meminta ma'af kepada ibu dan mengatakan bahwa lain kali kalian akan berusaha keras untuk tidak meminta banyak hal lagi; mengatakan bahwa kalian mengetahui ibu menyayangi kalian dan kalianpun menyayangi Ibu.)

Belajar Mengampuni Orang Lain

Pada suatu hari, Heidi bertanya kepada Kelly, kakak perempuannya, apakah ia dapat meminjamkan penghapusnya yang cantik itu? Kelly dengan senang hati meminjamkan penghapusnya kepada Heidi.

Heidi menaruh penghapus itu di salah satu kantong celana pendeknya dan pergi bermain dengan bonekanya. Pada keesokan paginya, Kelly memerlukan penghapusnya itu maka ia meminta agar Heidi mau mengembalikan penghapusnya itu. Namun Heidi menjawab, “Maaf, Kak, aku rasa penghapusmu itu telah terjatuh dari kantongku sewaktu aku mandi kemarin karena setelah itu aku tidak dapat menemukan penghapus itu.”

“Apa! Engkau membuat penghapus kesukaanku menjadi hilang? Heidi, bagaimanakah engkau ini? Aku akan melaporkannya kepada Ibu!” kata Kelly dengan wajah yang marah sekaligus bercampur sedih lalu ia meninggalkan rumah untuk mengejar bis sekolah. Pada malam itu, saat Kelly sedang membantu ibu Watanabe mengeringkan piring-piring yang masih basah, maka Kelly berkata kepada ibunya, “Ibu, aku meminjamkan penghapus cantikku kepada Heidi dan ia menghilangkannya! Dapatkah ibu memberitahukannya untuk memberikanku sesuatu sebagai ganti dari penghapus yang telah ia hilangkan itu?” rengek Kelly.

(30)

AKTIVITAS 1

Yesus Telah Mengampuniku

Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk membuat suatu pengingat agar kita selalu memohon pengampunan Yesus.

Suruhlah murid-murid Anda untuk meletakkan salah satu tangan mereka dengan jari yang rapat, di atas sebuah kertas lipat yang telah dilipat menjadi 2 bagian. Tangan mereka haruslah diletakkan miring di atas kertas itu sehingga jari tengah dan jari manisnya menyentuh bagian lipatan kertas itu.

Dengan pensil, telusurilah tapak tangan mereka itu, mulai dari pergelangan tangan hingga keseluruhan tangan mereka. Lalu suruhlah murid-murid Anda untuk mengangkat tangan mereka dan menggambarkan sebuah kancing baju di bagian gambar pergelangan itu. Bantulah murid-murid Anda untuk menggunting gambar tangan mereka itu, sekaligus pastikan pula agar bagian ujung jari pada lipatan kertas itu tidaklah terpotong.

Kemudian, guntinglah lembaran kertas lipat itu dengan ukuran 4 × 25 cm. Pada lembaran itu, tuliskanlah kata-kata "Yesus Telah Mengampuniku.” Rekatkanlah kedua ujung lembaran itu sehingga membentuk gelang. Rekatkanlah kedua bagian pergelangan tangan yang saling terlepas itu sehingga yang satu berada di balik sisi gelang yang satu, yang lainnya berada di balik sisi gelang lainnya.

Tiba-tiba, prang! Kelly memecahkan sebuah piring.

“Ibu, aku tidak bermaksud memecahkan piring ini!” kata Kelly dengan pandangan mata yang jujur.

“Tidak apa-apa, Kelly, ibu mema'afkan kesalahanmu karena telah memecahkan piring,” kata ibu Watanabe sambil tersenyum.

“Ibu, terima kasih karena tidak marah kepadaku. Oh ya, ibu, aku rasa aku tidak boleh menyalahkan Heidi karena ia telah menghilangkan penghapus cantikku. Aku mengetahui sekarang bahwa iapun tidak bermaksud menghilangkan penghapus cantikku itu,” kata Kelly.

Tepat setelah Kelly berkata bahwa ia akan mema'afkan Heidi karena telah menghilangkan penghapus cantiknya itu, maka Heidi berlari ke dapur dan berkata kepada Kelly dengan gembira, “Lihat! Apa yang telah kutemukan ini, Kak! Aku telah menemukan penghapus cantikmu yang kemarin berada di dalam kantong celanaku yang lainnya. Aku pasti telah menaruh penghapus itu di dalam kantong celanaku yang lainnya sebelum aku pergi mandi dan melupakannya!”

Kedua kakak beradik itu saling berpandangan, berpelukan, dan mulai tertawa.

Hari itu adalah suatu hari yang Kelly hendaknya selalu ingat bahwa ia, sama seperti Yesus, telah mengampuni seseorang yang telah berbuat suatu kesalahan.

Pertanyaan Untuk Direnungkan:

1. Siapakah yang tidak dapat mema'afkan Heidi karena telah menghilangkan penghapus cantiknya itu?

2. Apakah yang terjadi terhadap Kelly saat ia sedang membantu ibunya di dapur? 3. Mengapa begitu penting bagi kita untuk mengampuni kesalahan orang lain?

(31)

Beritahukanlah kepada murid-murid Anda bahwa ketika kita sedang berdoa dan memohon pengampunan kepada Yesus, maka Ia akan mengampuni kita. Tangan-tangan yang berdoa ini akan membantu mengingatkan kita bahwa Yesus begitu mengasihi dan akan mengampuni kita.

AKTIVITAS 2

Apakah Yang Terjadi Dengan Petrus?

Lihatlah kepada gambar dan peristiwa yang sedang ditunjukkan di dalam gambar itu. Pilihlah dan isilah dengan kata yang tepat pada setiap gambar.

1. Petrus merasa __________ karena telah menyangkal Yesus. (menyesal) 2. Petrus merasa __________ karena Yesus telah mengampuninya. (bersukacita)

Apakah Yang Terjadi Dengan Petrus?

Lihatlah kepada gambar dan peristiwa yang sedang ditunjukkan di dalam gambar itu. Pilihlah dan isilah dengan kata yang tepat pada setiap gambar.

(menyesal) (bersukacita)

Petrus merasa __________ karena telah menyangkal Yesus.

Petrus merasa __________ karena Yesus telah mengampuninya.

(32)
(33)

PELAJARAN

3

YESUS MATI DAN

BANGKIT KEMBALI

Kitab Bacaan:

Mrk. 14:43,53; 15:25,37,46; 16:1-7

Kebenaran Pelajaran:

Yesus mati karena Ia mengasihi kita; kini Ia telah hidup kembali.

Tujuan Pelajaran:

Mengajarkan murid-murid bahwa seharusnya mereka mengucapkan syukur kepada Yesus karena Ia telah mati dan hidup kembali.

Ayat Hafalan:

“Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit.” (Luk. 24:6) Doa:

Di dalam nama Tuhan kami, Yesus Kristus, kami berdoa. Terima kasih, Tuhan Yesus, karena Engkau telah datang ke dunia ini. Engkau memiliki kasih yang terbesar karena Engkau telah mati bagi segala dosa kami. Untuk hal ini, kami mau mengucapkan syukur kepada-Mu. Haleluya! Amin.

PERSIAPAN MENGAJAR

Penyaliban adalah suatu kenajisan bagi bangsa Yahudi (Ul. 21:23) dan merupakan hukuman yang biasanya dijatuhkan kepada para penjahat besar; atas pelaku kekerasan atau pemberontakan. Setelah menanggung sengsara di atas kayu salib 6 jam lamanya, maka Yesus mati dengan sebuah doa seperti yang dikutipkan dalam Mzm. 31:6, “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mulah Kuserahkan nyawa-Ku.” (Luk. 23:46)

Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus adalah anggota Mahkamah Agung yang secara diam-diam percaya kepada Yesus. Setelah kematian Yesus, Yusuf dari Arimatea dengan berani meminta mayat Yesus agar ditempatkannya di dalam kubur miliknya sendiri. Penguburan itu sendiri dilakukan dengan terburu-buru karena tidak ada pekerjaan yang boleh dilakukan pada hari Sabat. Karena itu kemungkinan persiapan penguburan-Nya tidaklah lengkap.

Saat pagi hari setelah hari Sabat, maka Maria Magdalena, Salome, dan Maria yang lain pergi ke kubur untuk merempah-rempahi mayat Yesus itu. Bayangkan tiba-tiba suatu kekejutan menimpa mereka semua saat mereka tiba, mereka melihat seorang malaikat dan mendapati kubur telah dalam keadaan kosong. Malaikat itu mengingatkan kepada mereka bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati! Kemudian mereka bergegas menceritakan kabar yang mengherankan ini kepada murid-murid lainnya.

(34)

PEMAHAMAN MURID-MURID

Mungkin kisah tentang kebangkitan Yesus menjadi kesulitan tersendiri bagi murid-murid Anda untuk dapat mereka pahami, terutama bila mereka pernah kehilangan orang yang mereka sayangi. Mungkin murid-murid Anda akan menjadi heran saat mendengar bagaimana seseorang yang telah mati dan menjadi hidup kembali. Mungkin mereka akan bertanya-tanya, bagaimana Yesus dapat berbuat demikian, mengapakah kita tidak?

Jelaskanlah kepada mereka bahwa Yesus adalah Anak Allah, dan Ia hidup kembali untuk menunjukkan kepada kita bahwa kita akan hidup bersama-Nya di surga pada suatu hari nanti. Bila kita sungguh-sungguh menaati segala perintah-Nya dan hidup sebagai umat Kristen yang baik, maka kita akan melihat-perintah-Nya di surga pada suatu hari nanti.

Sangatlah wajar bila murid-murid Anda merasakan takut akan kematian. Ingatlah kembali saat pengalaman masa kecil Anda mengenai kematian. Hal ini mungkin akan dapat membantu Anda memahami ketakutan murid-murid dan dapat berbicara sesuai dengan tingkat pemahaman mereka.

Jelaskanlah bahwa setelah orang yang Allah kasihi meninggal, maka mereka akan pergi ke surga. Surga adalah suatu tempat yang aman dan senang.

Diskusikanlah secara terbuka tentang masalah kematian. Mungkin mereka memiliki banyak pertanyaan, perhatian, dan bahkan konsep yang salah mengenai kematian, dan suatu diskusi akan membantu menjelaskan semuanya itu kepada mereka. Bicarakanlah tentang rasa takut itu, namun bicarakan juga tentang keajaiban kerajaan Allah. Gunakanlah banyak waktu untuk menceritakan beberapa kesaksian yang telah disaksikan oleh saudara-saudari seiman di gereja kita berkenaan dengan penglihatan mengenai surga. Kiranya, dengan menekankan keindahan dari kematian umat Kristen, murid-murid akan dapat menganggap kematian itu sebagai suatu hal yang baik, dan mengucap syukur kepada Yesus karena Ia telah mati bagi kita untuk mempersiapkan tempat yang indah ini bagi kita setelah kita meninggal pada suatu hari nanti.

KOSA KATA PELAJARAN

Hukuman:

Hal yang akan terjadi bila kita melakukan suatu kesalahan.

Rempah-Rempah:

Campuran berbagai macam bunga yang dapat digunakan untuk menimbulkan aroma yang harum.

Kubur:

Tempat di mana kita dapat meletakkan tubuh orang yang telah meninggal; pada zaman dahulu, kebanyakan kuburan itu adalah dalam bentuk sebuah gua.

(35)

KISAH PELAJARAN

Apakah kalian menyukai bila suatu kekejutan datang di dalam kehidupan kalian? Beberapa orang yang tercatat di dalam Alkitab kita pada hari ini mengalami suatu kejutan yang begitu menggembirakan. Marilah kita coba lihat, kekejutan apakah itu?

Kita telah melihat bagaimana Yesus hanya melakukan hal yang baik bagi semua orang. Tentu kalian semua akan berpikir bahwa semua orang akan mengasihi Yesus dan ingin menjadi sahabat-Nya. Namun ternyata ada sebagian orang yang sama sekali tidak mengasihi Yesus. Ketika Ia sedang melakukan hal-hal yang baik, maka sebagian orang itu menjadi marah karena mereka sungguh tidak dapat melakukan hal-hal yang Yesus dapat lakukan. Mereka menginginkan orang lain dapat memuji diri mereka, dan bukannya kepada Yesus. Maka semua orang ini berkata, “Marilah kita bunuh Yesus. Maka orang akan melupakan tentang Yesus dan melakukan apa yang kita katakan.”

Yesus Ditangkap

Pada suatu malam setelah makan malam terakhir, maka Yesus bersama dengan ketiga orang murid-Nya sedang menuju ke sebuah taman yang berada dekat sebuah kota. Saat itu, Yesus hendak berdoa agar Allah dapat memberikan kekuatan kepada-Nya. Yesus mengetahui bahwa kematian di atas kayu salib begitu menyakitkan rasanya, namun karena Yesus mengasihi kita, maka Ia rela mati bagi kita. Setelah Yesus selesai berdoa, maka semua orang yang tidak mengasihi Yesus berdatangan mendapati-Nya. Yesus membiarkan mereka menangkap-Nya, namun mereka tidak dapat membuktikan bahwa Ia pernah melakukan suatu kesalahan. Maka mereka bersepakat untuk bersaksi dusta tentang Yesus. (Mrk. 14:57)

Kemudian, semua orang itu membawa Yesus kepada beberapa pasukan tentara yang berada di dalam kota. Pasukan tentara itu telah membuat sebuah kayu salib dari dua potong kayu yang besar. Lalu mereka memakukan Yesus di kayu salib itu dan membiarkan-Nya mati di atas sana.

Semua murid Yesus menjadi begitu ketakutan, sehingga mereka hanya dapat memperhatikan-Nya di atas kayu salib saja. Sebenarnya, Yesus dapat menghentikan perbuatan kejam mereka, namun Ia sama sekali tidak melakukannya. Yesus telah memutuskan untuk datang ke dunia ini untuk menerima hukuman bagi semua dosa - semua hal yang buruk dan jahat yang manusia telah lakukan. Allah harus menghukum orang-orang yang berbuat dosa. Namun Allah memberikan jalan bagi Yesus untuk menerima hukuman atas segala dosa manusia di atas kayu salib. Yesus tidak melakukan suatu kesalahan sedikitpun juga, namun Ia mengetahui bahwa manusia tidak akan dapat diselamatkan bila Ia tidak mengalami kematian bagi semua orang. Oleh karena itulah, maka Yesus membiarkan semua orang itu untuk memakukan-Nya di atas kayu salib. Ia begitu mengasihi kita sampai pada kesudahannya.

Lalu Yesus mati. Semua murid-Nya merasa sepertinya mereka tidak akan pernah bersukacita lagi. Semua murid-Nya itu berpikir bahwa mereka tidak akan pernah melihat Yesus mereka lagi. Setelah menurunkan tubuh-Nya dari kayu salib, maka mereka membungkusnya dengan kain lenan dan membawanya ke sebuah taman. Di sana, mereka menggunakan batu-batu besar dan membuat sebuah gua kecil yang disebut kubur. Mereka meletakkan tubuh Yesus di dalam kubur itu.

(36)

MENGULANG DAN PERTANYAAN

1. Apakah yang orang-orang jahat itu sedang lakukan kepada Yesus? (Mereka sedang menangkap-Nya dan memakukan-Nya di atas kayu salib.)

2. Apakah Yesus memiliki kuasa untuk menghentikan semua orang yang menangkap-Nya itu? (Ya, Ia adalah Anak Allah.)

3. Mengapakah Yesus tidak melakukannya? (Yesus membiarkan semua orang memakukan-Nya di atas kayu salib, karena Ia mengasihi kita dan ingin menanggung semua dosa kita.)

4. Setelah Yesus mati, di manakah mereka meletakkan tubuh-Nya? (Mereka meletakkan tubuh-Nya di dalam sebuah kubur.)

5. Siapakah yang menemukan bahwa kubur itu telah menjadi kosong? (Beberapa perempuan yang ingin meletakkan rempah-rempah harum di atas tubuh Yesus.) 6. Hal apa yang malaikat beritahukan kepada beberapa orang perempuan itu?

(Malaikat berkata bahwa Ia telah bangkit. Ia telah hidup kembali!)

7. Apakah kalian percaya bahwa Yesus telah hidup kembali dan sekarang Ia sedang berada di sini bersama dengan kita pada hari ini? (Ya.)

Seharusnya kita mengucapkan syukur kepada Yesus karena Ia telah menanggung hukuman atas semua dosa kita di atas kayu salib; karena Ia telah mati di atas salib; karena Ia telah bangkit! Ia telah hidup kembali!

Beberapa orang perempuan itu membawa rempah-rempah wangi ke kubur itu untuk menunjukkan betapa mereka mengasihi Yesus. Mereka masih belum mengetahui bila Yesus telah bangkit hingga mereka tiba di kubur itu!

Yesus Bangkit Dari Antara Orang Mati

Setelah 3 hari dari saat Yesus mati dan dikuburkan, pada pagi-pagi benar, 3 orang perempuan yang mengikut Yesus itu pergi untuk melihat jenazah Yesus. Mereka bermaksud untuk meletakkan rempah-rempah yang harum di atas tubuh-Nya.

Ketiga orang perempuan itu sedang berjalan di jalan setapak menuju kubur itu, sambil bertanya-tanya, siapakah yang akan menggulingkan batu yang berat dari kubur itu agar mereka dapat masuk? Namun, tiba-tiba mereka melihat sebuah pemandangan yang luar biasa - suatu kekejutan terbesar terjadi di dalam hidup mereka! Seorang malaikat sedang duduk di depan kubur itu, dan batu itu telah digulingkan!

Ketiga orang perempuan itu begitu ketakutan hingga mereka tidak dapat berbicara seorang terhadap lainnya.

Lalu malaikat itu berkata, “Janganlah takut. Kamu mencari Yesus, yang telah mati. Ia tidak ada di sini. Ia telah bangkit! Ia telah hidup kembali! Lihatlah tempat di mana tubuh-Nya dibaringkan. Kini, pergilah dan beritahukanlah kepada para murid-Nya bahwa Yesus telah hidup kembali dan mereka akan melihat-murid-Nya lagi.”

Ketiga orang perempuan itu menjadi begitu gembira, bahkan mereka hampir-hampir tidak dapat mempercayai akan apa yang mereka baru saja saksikan itu! Yesus telah hidup! Mereka melihat bahwa kubur itu telah kosong! Yesus tidak ada di sana! Lalu mereka semua berbalik dari kubur itu dan mereka berlari menuruni jalan setapak. Mereka tidak dapat menjadi sabar menanti untuk kembali menceritakan semuanya itu kepada para pengikut-Nya tentang kabar yang paling luar biasa di dalam dunia ini - Yesus telah bangkit! Yesus telah hidup kembali!

(37)

Apakah yang dapat kalian berikan kepada Yesus untuk menunjukkan kasih kalian kepada-Nya? Hal apa sajakah yang kalian anggap dapat membuat hati Yesus menjadi bersukacita? (Biarkanlah murid-murid yang memberikan jawabannya.)

Kita tidaklah selalu harus memberikan kepada Yesus sesuatu seperti rempah-rempah atau bunga. Tahukah kalian bahwa saat kita sedang berdoa maka pada saat itulah kita menunjukkan kasih kita kepada Yesus? Atau saat kita menaati orangtua kita?

Kita dapat menunjukkan kepada Yesus bahwa kita mengasihi-Nya dengan berbagai macam cara!

KISAH APLIKASI KEHIDUPAN

Percaya Bahwa Yesus Telah Mati Bagi Segala Dosa Kita

Pada suatu malam, David tidak dapat tidur karena ia merindukan ibunya, ibu Sharp, yang telah lama meninggal. David telah membalik-balikkan tubuhnya, namun masih saja ia tidak dapat tidur. Oleh karena itulah, maka ia bangun dari atas tempat tidur dan berdoa kepada Yesus. Inilah yang David katakan di dalam doanya:

“Haleluya, di dalam nama Tuhanku, Yesus Kristus, aku berdoa. Yesus yang terkasih, saat ini aku belum dapat tidur dengan nyenyak karena aku begitu merindukan Ibuku. Ibuku begitu baik kepadaku. Bila aku merasa sedih atau kesepian, maka Ibu akan membuatkan susu coklat panas bagiku dan menyanyikan sebuah lagu agar aku dapat merasakan sukacita kembali. Yesus, aku memohon pengampunan-Mu atas segala kesalahan yang aku pernah lakukan sehingga membuat ibuku menjadi marah. Maukah Engkau mengampuni segala kesalahanku itu, ya Tuhan? Lindungilah aku dan seluruh keluargaku. Terima kasih, Engkau telah memberikan kepadaku seorang ayah dan ibu yang demikian luar biasa baiknya. Sebagai permohonan terakhir, bantulah agar aku dapat tidur sehingga besok aku tidak akan tertidur di kelas. Sekali lagi, terima kasih, Yesus. Aku sungguh mengasihi-Mu, Yesus yang terkasih, Haleluya! Amin.”

Tidak lama setelah David berdoa, maka iapun tertidur dengan nyenyak. Tadinya ayah David, Bapak Sharp, akan segera pergi tidur, namun ketika ia sedang melewati kamar David, anaknya, maka ia mendengar suara kecil yang berasal dari kamar David sehingga ia berdiri sebentar untuk mendengarkannya dari luar. Setelah mendengarkan doa David, maka air matapun bergulir di pipi Bapak Sharp. Pada malam itu, ia pun berdoa kepada Yesus dan mengucapkan syukur karena Yesus telah memberikan kepadanya anak-anak yang begitu luar biasa baiknya, Bobby, David, dan Jean.

Pertanyaan Untuk Direnungkan:

1. Siapakah yang tidak dapat tidur dengan nyenyak?

(38)

AKTIVITAS

Lencana “Yesus Telah Bangkit!” Bahan: Alkitab Kertas lipat Spidol Gunting Solatip Benang

Ukuran lencana tidak boleh lebih dari 12 × 18 cm dengan bentuk yang Anda inginkan sendiri.

Petunjuk:

Murid-murid Anda dapat menggunakan spidol untuk menghias lencana dan nama murid pada bagian atas lencana seperti yang ditunjukkan pada gambar. Ikatkanlah benang dengan menggunakan solatip di balik lembar kertas lipat itu seperti yang telah ditunjukkan pada gambar.

Murid-murid Anda dapat melipat kertas lipat itu menjadi 2 bagian lipatan dan melekatkannya dengan solatip. Kemudian murid-murid dapat mengalungkan lencana itu pada leher mereka dan dapat membalikkan sisi lembar lencana itu yang akan menunjukkan kabar baik yang ingin disampaikan. Beritahukanlah kepada mereka bahwa Yesus telah bangkit!. Ketika murid-murid sedang bekerja, bacakanlah kata-kata “Yesus telah bangkit!” pada lencana itu keras-keras dan sesering mungkin, sehingga murid-murid Andapun akan mengucapkan kata-kata itu bersama-sama dengan Anda.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...