B U K U P E G A N G A N G U R U

101 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

B U K U P E G A N G A N G U R U

TAHUN BUKU

Indria

Tuhan Yesusku Yang Ajaib

2

1

Zakheus ingin melihat Yesus

(2)

YESUS ITU AJAIB

Pada periode ini kita akan melanjutkan dengan pelajaran

mengenai beberapa kejadian tertentu dalam pelayanan Yesus. Melalui

cerita-cerita ini, kita akan membimbing anak-anak untuk melihat

bagaimana Yesus memperlihatkan kekuasaan dan kekuatan-Nya atas

alam dan benda-benda kepada murid-murid-Nya dan orang lain. Yesus

menggunakan kekuasaan-Nya untuk menolong orang-orang yang

membutuhkan perhatian untuk disembuhkan. Ia juga menggunakan

kekuatan-Nya untuk menyediakan makanan bagi banyak orang, dan

mencelikkan orang yang buta.

Sebagian besar anak-anak Indria tidak dapat menyampaikan

dengan baik kebutuhan mereka yang sesungguhnya. Namun Allah telah

memberikan Roh Kudus kepada kita, yang dapat memberikan kita

hikmat dan menolong kita mengetahui bagaimana Firman-Nya

berbicara kepada semua orang yang membutuhkan-Nya. Dan Roh

Kudus itu dapat berkata-kata dan melakukan sesuatu yang tidak dapat

kita lakukan - membawa kehidupan dan harapan serta sukacita ke dalam

hati murid-murid kita.

Jadi, marilah kita ikuti bagian ini dengan penuh harapan dan

keinginan untuk menantikan Yesus Kristus menunjukkan diri-Nya

sebagai Tuhan kepada setiap murid.

Dan jadikanlah dirimu sendiri

suatu teladan dalam berbuat baik.

Hendaklah engkau jujur

dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,

sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu

sehingga lawan menjadi malu,

karena tidak ada hal-hal buruk

yang dapat mereka sebarkan tentang kita

(3)

Kata Pendahuluan I

Panduan Mengajar iii

Prosedur Mengajar iv

Marilah Kita Temui Tokoh-Tokoh dalam Kisah Aplikasi Kehidupan v

Karakteristik Murid Murid Anda vii

Bahan-Bahan yang Dibutuhkan x

Mengajar dengan Sandiwara Boneka xi

Mengajar dengan Drama Alkitab xi

Mengajar dengan Musik xii

Ayat Hafalan xiv

Bagian 1 - Yesus Adalah Allah Pengasih Kita

Pelajaran 1 Yesus Memilih Dua Belas Murid 1

Pelajaran 2 Yesus Memberi Makan Lima Ribu Orang 7

Pelajaran 3 Yesus Mengasihi Anak-Anak 13

Pelajaran 4 Yesus adalah Gembala Yang Baik 19

Bagian 2 - Yesus Adalah Pengasih Dan Pengampun

Pelajaran 5 Maria Menunjukkan Kasihnya Kepada Yesus 25

Pelajaran 6 Yesus Mengampuni Seorang Perempuan Yang Berdosa 33

Pelajaran 7 Yesus Mengampuni Zakheus 39

Pelajaran 8 Anak Yang Hilang Kembali Ke Rumah 45

Bagian 3 - Yesus Menunjukkan

Seperti Apakah Allah Itu Kepada Kita

Pelajaran 9 Yesus Mencelikkan Mata Orang Buta 53

Pelajaran 10 Yesus Membangkitkan Lazarus Dari Kematian 61

Pelajaran 11 Hukum Yang Terutama 67

Pelajaran 12 Yesus Menunggangi Keledai Memasuki Yerusalem 73

Pelajaran 13 Mengulang 79

DAFTAR ISI

(4)

PANDUAN MENGAJAR

Tahun 2 Buku 1

I N D R I A

Selamat datang kembali pada kesempatan menarik yang lainnya

untuk menjangkau murid-murid berusia 4 - 5 tahun dengan kabar baik

tentang kasih Allah. Pada bagian ini, kita akan membahas suatu tema - kasih

Yesus. Kita akan membawa murid-murid kepada suatu pelajaran mengenai

kehidupan Yesus. Anda dapat membagikan kepada murid-murid Anda kisah

tentang kelahiran Yesus yang ajaib, para gembala yang mengunjungi bayi Yesus

yang terbaring di palungan di kota Betlehem, perjalanan Yesus yang pertama

ke Bait Suci di Yerusalem dan penginjilan Yesus.

Bagian pelajaran ini memang dirancang untuk membawakan Tuhan

Yesus lebih dekat kepada tiap-tiap murid Anda. Kami ingin membantu mereka

untuk belajar lebih banyak mengenai Yesus dan menyadari bahwa Yesus

menghendaki agar diri-Nya dapat menjadi sahabat yang sangat istimewa dan

Juruselamat bagi mereka. Kita juga ingin membimbing murid-murid untuk

menemukan suatu jalan baru untuk mengungkapkan kasih mereka kepada

Yesus.

Dalam mengajarkan bagian ini, biarkanlah tujuan dari setiap pelajaran tercapai.

Buatlah cerita sedemikian hidupnya sehingga murid-murid dapat mengerti

sepenuhnya dan menghargai pelajaran yang diajarkan. Mereka bergantung

kepada kita guru mereka - untuk menjelaskan kasih Allah kepada orang lain

dan untuk memperkuat iman mereka.

Kami berharap bahwa kita akan merasa senang bertumbuh bersama

dalam kelas Indria yang kita ajarkan tentang firman Allah. Nikmatilah

pelajaran baru dan alamilah pengalaman yang indah dengan murid-murid yang

berusia 4 - 5 tahun.

Tuhan Yesusku

Yang Ajaib

(5)

Prosedur Mengajar

1

2

3

Puji-Pujian

Kisah Pelajaran

Aktivitas Belajar Alkitab

(10-15 menit)

(15-20 menit)

Tujuan

Tujuan

Tujuan

Membantu murid-murid menyembah Allah melalui kidung pujian.

Membiarkan murid-murid untuk mendengarkan kisah pelajaran dan menanggapi kisah itu.

Membantu murid-murid untuk terbiasa dengan firman Allah dan ini adalah sebagian dari tugas guru, juga tugas yang sama pentingnya yaitu membantu murid-murid menerapkan kebenaran-kebenaran Alkitab dalam kehidupan sehari-hari mereka. Aktivitas-aktivitas ini telah disusun untuk mendorong murid-murid kita melaksanakan apa-apa yang mereka telah pelajari.

Prosedur

Prosedur

Prosedur

Selalu awali pelajaran di dalam nama Tuhan Yesus. Guru atau pendamping guru menuntun murid-murid dengan lagu-lagu sederhana atau mengunakan gerakan (gerak dan lagu).

Berdoalah singkat di dalam nama Tuhan Yesus terlebih dahulu. Kisah Pelajaran dapat diceritakan kepada semua murid oleh seorang guru atau murid-murid dibagi dalam beberapa kelompok dengan satu guru dalam setiap kelompoknya. Kita juga menyiapkan pertanyaan-pertanyaan untuk dtanyakan kepada murid. Pertanyaan-pertanyaan ditanyakan pada waktu meninjau Kisah Pelajaran. Janganlah lupa untuk menjelaskan kata-kata baru dan ceritakanlah kepada mereka kisah sehari-hari yang berhubungan dengan Kisah Pelajaran sebelum atau sesudah menceritakan isi kisahnya.

Biarkanlah murid-murid bekerja pada Buku Aktivitas Murid. (Bila aktivitas-aktivitas meliputi kegiatan kelompok atau menggunting dan menempel, pastikan ada guru pendamping guru.) Kami telah menyediakan berbagai macam aktivitas pilihan. Tolong pilihlah mana yang cocok.

(6)

MARILAH KITA TEMUI

TOKOH-TOKOH DALAM

KISAH APLIKASI KEHIDUPAN

Puji syukur kepada Allah bahwa setiap pelajaran mempunyai satu kisah nyata untuk pencapaian tujuan dari Kisah Pelajaran. Kami mengharapkan bahwa Anda mempelajari terlebih dahulu latar belakang keluarga-keluarga di bawah ini sebelum kita menceritakannya kepada murid-murid. Nikmatilah dalam membagi cerita-cerita ini dengan murid-murid kita yang terkasih.

Keluarga Marsh

Keluarga Marsh adalah keluarga yang telah lama percaya kepada Yesus. Bapak dan Ibu Marsh mempunyai 2 orang anak yang telah dibaptis sewaktu bayi. Michelle berusia 7 tahun dan John berusia 5 tahun. Kedua anak ini bertumbuh di dalam gereja sehingga sedikitnya mereka mempunyai dasar pengetahuan kebenaran.

Keluarga Lewis

Bapak dan Ibu Lewis mempunyai 2 orang anak yang bernama Julie dan Tommy. Julie berusia 8 tahun dan Tommy berusia 6 tahun. Bapak Lewis sering bepergian karena tuntutan pekerjaan. Jadi lebih sering hanya ada Ibu Lewis dan kedua orang anaknya saja.

Keluarga Lim

Keluarga Lim dapat dikatakan adalah keluarga besar. Bapa dan Ibu Lim serta 4 orang anaknya. Anna berusia 17 tahun adalah anak yang tertua. Julius berusia 13 tahun berada di tingkat SMP. Benyamin berusia 9 tahun duduk di kelas 4 SD dan yang paling kecil yaitu Susie berusia 5 tahun. Keluarga Lim dahulunya menganut agama Budha. Anna dan Julius mungkin masih ingat akan cara hidup mereka yang terdahulu, namun Benyamin dan Susie mengalami pertumbuhan diri mereka di dalam gereja. Satu anggota keluarga penting lainnya adalah anjing mereka yang bernama Togo.

(7)

Keluarga Lopez

Keluarga Lopez percaya kepada Allah melalui suatu mujizat yang hebat. Ricky, anak mereka yang paling besar hampir meninggal dunia karena sakit parah, namun Yesus telah menyembuhkannya. Kerena peristiwa ini maka semua anggota keluarga menjadi percaya kepada Yesus. Selain Bapak dan Ibu Lopez serta Ricky masih terdapat 2 orang anak lainnya yakni Juan dan Maria. Ricky berusia 9 tahun, Juan berusia 6 tahun dan Maria berusia 3 tahun.

Keluarga Chen

Keluarga Chen terdiri dari Lily yang berumur 9 tahun. Ia tinggal bersama dengan bibinya yang bernama Jane dan neneknya yang biasa dipanggil dengan Nenek Chen. Orang tua Lily tidak tinggal bersama dengan Lily karena mereka ada di negara lain. Mereka menginginkan Lily mendapatkan pendidikan yang lebih baik di Amerika. Jadi, ia dijaga oleh bibi dan neneknya.

Keluarga Sharp

Pak Sharp memiliki 3 orang anak, yaitu: Bobby yang berumur 13 tahun, David yang berusia 9 tahun dan yang paling kecil, Jean yang berusia 6 tahun. Namun keluarga ini sangat menyedihkan sebab ibu mereka baru saja meninggal dunia dan ia harus membesarkan mereka semua seorang diri. Karena Bapak Sharp harus bekerja setiap harinya, maka anak-anak dengan sendirinya harus belajar secara lebih mandiri lagi. Mungkin, anak-anak lebih matang dari pada anak-anak lainnya karena tragedi yang telah mereka alami.

Keluarga Hayes

Keluarga Hayes terdiri dari Pendeta Hayes, istri dan 2 orang anak perempuannya yang bernama Cathy dan Rachel. Cathy berusia 6 tahun dan Rachel baru berusia 4 tahun.

Keluarga Watanabe

Dua belas tahun yang lalu, keluarga Watanabe pindah dari Jepang ke Amerika. Karena Bapak Watanabe seringkali ditugaskan oleh perusahaannya, sehingga ia jarang berada di rumahnya. Bapak dan Ibu Watanabe telah menjadi percaya kepada Allah dan dibaptis pada saat mereka masih di Jepang. Namun kedua orang anaknya yaitu Kelly dan Heidi telah menerima baptisan di Amerika. Kelly berusia 8 tahun sedangkan Heidi berusia 6 tahun. Anak-anak begitu dekat dengan orang tua mereka namun mereka sering merindukan kehadiran ayah mereka.

Ibu Laurie

Ibu Laurie adalah guru agama di kelas Taman Kanak-Kanak dan ia masih muda dan sangat senang mengajar serta memperhatikan pertumbuhan iman anak.

Pastikanlah untuk membacakan Kisah Aplikasi Kehidupan ini kepada murid-murid kita selama pelajaran. Jangan lupakan kegembiraan-kegembiraan dalam proses mengajar yang terdapat di dalam setiap pelajaran.

(8)

KARAKTERISTIK

MURID-MURID ANDA

Empat dan Lima Tahun

Semua murid adalah individu-individu yang unik dengan pengalaman-pengalaman mereka sendiri. Mereka memerlukan kasih dan perlindungan, merasa berharga dan penting, merasa memperoleh sesuatu dan keseimbangan perasaan dan pengalaman dalam ketergantungan dan kemandirian. Semua murid perlu dikelilingi oleh orang-orang dewasa yang mengekspresikan cinta dan kasih Allah yang sesungguhnya kepada mereka. Mereka butuh kesempatan untuk menyelidiki arti kehidupan, seperti apakah Allah itu dan bagaimanakah manusia saling berhubungan dengan Allah dan sesamanya.

Informasi dalam halaman-halaman berikut ini sesungguhnya menyoroti karakter-karakter khusus dari semua murid yang berusia 4 dan 5 tahun. Ketika Anda membaca, pikirkanlah setiap murid di dalam kelas Anda dan bagaimanakah Anda dapat mengasuh mereka sehingga bertumbuh menjadi anak Allah.

(9)

Usia 4 Tahun

PERKEMBANGAN FISIK

PERKEMBANGAN ROHANI PERKEMBANGAN MENTAL

PERKEMBANGAN SOSIAL

Penuh semangat dan gerak.

Senang menggunakan perasaan mereka; senang untuk menyentuh sesuatu. Belajar memotong dengan gunting.

Belajar mengurus diri sendiri terhadap beberapa kebutuhan pribadi mereka

Memerlukan orang dewasa yang penuh perhatian yang dapat diteladani sikap dan tingkah lakunya sebagai orang Kristen.

Memerlukan orang dewasa yang penuh perhatian yang memberikan kesempatan bertanya sebanyak-banyaknya kepada murid-murid.

Perlu mendengarkan Kisah Pelajaran dengan jelas dan sederhana, terutama kisah yang menekankan tentang kebaikan-kebaikan Allah, pengucapan syukur kepada Allah, kasih Yesus kepada murid-murid dan Yesus sebagai seorang sahabat dan penolong.

Dapat mengucapkan doa yang sederhana terutama doa pengucapan syukur.

Dapat berpartisipasi dalam pelayanan kasih dengan berbagi makanan, uang dan dengan berbuat sesuatu bagi orang lain

Dapat mengalami keindahan dan keajaiban dalam dunia Allah. Hanya dapat memperhatikan dalam waktu singkat.

Senang tertawa dan bertingkah bodoh. Senang mengatakan yang bukan-bukan.

Belajar mengidentifikasi dan mengenal nama-nama warna, ukuran dan bentuk. Mengerti konsep waktu.

Memiliki gambaran yang indah dan banyak bertanya. Mulai mempelajari cara memecahkan suatu masalah.

Mengenal lebih banyak kosa kata dan mulai bermain dengan kata-kata.

Senang dengan aktivitas-aktivitas musik dan dapat bermain dengan nada-nada yang sederhana.

Mulai menggambar bentuk-bentuk yang telah mereka kenal

Belajar untuk mengungkapkan perasaan-perasaan mereka.

Mulai senang berinteraksi dengan murid-murid lainnya ketika mereka sedang bermain bersama.

Mulai belajar mengerti bahwa orang lain juga memiliki perasaan. Belajar menunggu giliran mereka.

Ada kemungkinan agak sulit berpisah dengan orang tua khususnya dengan ibu. Mau menolong.

Senang merasa penting. u u u u u u u u u u u u u u u u u u u u u u u u u u u

(10)

Usia 5 Tahun

PERKEMBANGAN FISIK

PERKEMBANGAN ROHANI PERKEMBANGAN MENTAL

PERKEMBANGAN SOSIAL

Hanya dapat memperhatikan pelajaran dalam waktu singkat dan keinginan untuk bergerak begitu tinggi oleh karena perkembangan otot-ototnya.

Mencoba menguasai berbagai macam keahlian yang memerlukan koordinasi: melompat, melempar bola, berlari dan mendaki.

Tidak pernah beristirahat, aktif dan penuh semangat.

Memperlihatkan keinginan untuk belajar namun memiliki keterbatasan kekuatan dan kelincahan

Dapat mengenali doa dan aspek yang biasa ada pada iman kita.

Senang mendengarkan Kisah Pelajaran tentang orang hidup yang selalu taat kepada kehendak Allah, biasanya cerita-cerita mengenai ajaran Yesus untuk menolong sesama agar dapat belajar bagaimana untuk dapat hidup bersama.

Senang mendengarkan kisah pendek tentang gereja sekarang dan masa lampau. Telah siap untuk diperkenalkan pada dasar iman dari gereja kita, seperti arti dari Hari Sabat, Roh Kudus dan berdoa dalam bahasa Roh.

Perlu untuk merasakan doa melalui penglihatan atau pendengaran orang tua dan orang dewasa, turut serta dalam doa dan merasakan bahwa doa itu dapat menolong dan penting dalam hidup.

Perlu dikelilingi oleh guru-guru yang menerapkan pesan-pesan Alkitab pada situasi sekarang ini.

Perlu merasakan gereja sebagai tempat mereka menyembah Allah dan tempat yang perlu mereka pelihara.

Banyak menanyakan pertanyaan untuk menambah perbendaharaan informasi, khususnya mengawali pertanyaan dengan “Mengapakah…?”.

Sangat berdasarkan kepada bukti-bukti yang ada, ingin mengetahui bagaimanakah sesuatu itu bekerja.

Terutama mengerjakan dengan spontanitas, pikiran yang nyata.

Mengunakan bentuk-bentuk seni dan kata-kata untuk menyatakan ide dan perasaan.

Mengembangkan keahlian berkomunikasi

Sedang memperhatikan tentang keadilan atau “kesamaan”. Memperlihatkan kasih sayang kepada mereka yang disayangi. Mencari penerimaan, pengertian, dorongan dan kasih sayang. Senang melakukan aktivitas bersama keluarga.

Memantapkan konsep dan kebersihan diri secara rutin. Melakukan kebiasaan yang praktis.

u u u u u u u u u u u u u u u u u u u u u u

(11)

BAHAN BAHAN

YANG DIBUTUHKAN

Buku-Buku

Buku cerita Alkitab, buku murid-murid tentang lingkungan, keluarga dan teman-teman. Sebuah rak buku yang tidak tinggi untuk memudahkan murid-murid untuk menjangkau buku-buku itu.

Bahan-Bahan Seni

Bahan-bahan dasar termasuk krayon besar, pulpen, gunting yang berujung tumpul, solasi, lem, kertas lipat dalam bermacam warna, adonan tepung atau garam, majalah, katalog. Bahan penolong lainnya: cat air dengan warna-warna dasar, kuas yang bergagang panjang, piring yang dangkal untuk lem atau cat, sisa-sisa kain atau benang, taplak meja plastik dan kaos-kaos gambar.

Bahan Luar Biasa Yang Allah Ciptakan

Meja pendek untuk mempermudah memamerkan seluruh bahan-bahan. Taplak meja dengan dilapisi plastic dan Anda dapat menaruh koleksi batu-batu, kerang dan bahan-bahan alam lainnya: sebuah aquarium, kotak-kotak bertingkat, magnet, tumbuhan atau biji-bijian. Pastikanlah untuk selalu menyediakan kaca.

Alat-Alat Musik

Macam-macam alat musik buatan sendiri (kerincing, bel, tongkat dan lain sebagainya.) atau membeli adalah tahap pertama. Radio kaset merupakan tambahan yang bagus.

Mainan-Mainan yang Membutuhkan Keahlian

Mainan PUZZLE adalah mainan yang baik karena melatih kemampuan motorik, imajinasi dan konsentrasi.

Kami sarankan Anda untuk selalu menyediakan bahan-bahan standar (Alkitab, pensil, krayon, spidol, lem, gunting, kertas lipat, papan tulis, kertas tulis) di dalam kelas.

(12)

MENGAJAR DENGAN SANDIWARA BONEKA

MENGAJAR DENGAN DRAMA ALKITAB

Janganlah takut untuk mencoba Sandiwara Boneka di dalam kelas Anda. Anda akan dapat menikmatinya seperti juga murid-murid Anda!

Pertimbangkanlah beberapa hal di bawah ini ketika menggunakan Sandiwara Boneka:

~ Seorang murid lebih mudah mengenali sikap-sikap yang tidak baik dan kesalahan-kesalahan pada sebuah boneka dari pada diri mereka sendiri. Ia dapat mengkritik boneka tersebut dan menyarankan cara-cara yang lebih baik untuk bertindak dan tidak merasa dirinya dihakimi atau dikoreksi.

~ Murid-murid akan lebih terlihat dalam sebuah diskusi ketika sebuah boneka berbicara. Bahkan, murid-murid yang pemalu sekalipun akan tertarik untuk memperhatikan dan percaya.

~ Sama seperti boneka-boneka yang membuat murid-murid bebas untuk lebih mengekspresikan diri mereka sendiri, maka Anda pun bebas untuk membuatnya sedikit lebih menarik dari biasanya.

Bagaimana Anda dapat menggunakan boneka di dalam kelas dengan efektif?

~ Janganlah kuatir untuk membuat boneka itu kelihatan hidup atau menyembunyikan gerakan-gerakan bibir Anda. Murid-murid suka menggunakan imajinasi mereka, dan perhatian mereka akan tertuju pada apa yang dilakukan dan dikatakan oleh boneka itu, bukan pada pelaksanaan teknisnya.

~ Berlatihlah di depan cermin sebelum membawa boneka ke dalam kelas.

~ Gunakanlah banyak gerakan seperti juga perkataan. Buatlah boneka itu berjalan, terbang, menari, bersin, membungkuk, melambai, bertepuk-tangan, menangis, dan lain sebagainya. Ingatkanlah bahwa boneka-boneka itu dapat melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan oleh manusia sungguhan.

Bersandiwara dapat membuat isi pelajaran menjadi nyata bagi para murid. Ada beberapa cara untuk mempraktekkan kisah Drama Alkitab ini. Pertimbangkanlah beberapa saran di bawah ini:

~ Bila situasi memungkinkan, buatlah gerakan-gerakan fisik. Murid-murid Taman Kanak-Kanak perlu bergerak ke sana ke mari.

~ Menguasai kesadaran diri; biarkanlah para murid pertama-tama memperagakan peran-peran itu di dalam kelompok-kelompok kecil. Setelah melakukannya, murid-murid yang lebih pemalu mungkin bersedia memperagakannya seorang diri.

~ Biarkanlah murid-murid Anda melakukan semua sandiwara itu. Tugas guru adalah untuk menanyakan pertanyaan, memberikan saran, dan semangat ketika

(13)

MENGAJAR DENGAN MUSIK

murid-murid sedang bersandiwara.

~ Biarkanlah murid-murid memilih peran yang mereka inginkan dengan sukarela. ~ Anjurkanlah untuk berkreasi. Memerankan kisah Alkitab dapat membantu para

murid untuk melihat isi cerita dan karakter dengan cara yang berbeda.

~ Anjurkanlah para murid untuk memikirkan perasaan, situasi, karakter, ekspresi wajah, dan motivasi. Mereka semua berperan dalam menghidupkan isi cerita.

Apakah murid-murid Anda lebih suka menyanyi dari pada menyimak pelajaran itu sendiri? Musik dapat digunakan sebagai cara mengajar yang efektif di dalam pelajaran.

~ Nyanyian-nyanyian pujian yang menceritakan kisah-kisah dapat membantu pelajaran-pelajaran Anda.

~ Beberapa murid dapat belajar dengan lebih baik bila mereka dapat “merasakan” materi yang sedang Anda ajarkan. Pilihlah nyanyian-nyanyian pujian dengan gerakan yang hidup dan gerakan fisik.

~ Para murid yang tidak mudah mengekspresikan perasaannya mungkin akan lebih mudah untuk berekspresi melalui nyanyian-nyanyian pujian.

Ingatkanlah akan hal-hal ini ketika Anda menggunakan musik bersama murid-murid Anda:

~ Pelajarilah nyanyian-nyanyian pujian baru sebelum Anda mengajar mereka. ~ Nyanyikanlah sebuah nyanyian pujian kepada murid-murid sebelum Anda

menyuruh mereka menyanyikannya.

~ Bicarakanlah mengenai makna dari kata-kata pada nyanyian pujian itu.

~ Nyanyikanlah nyanyian pujian dengan cara yang berbeda-beda tentukanlah bagian, gunakanlah alat-alat musik, bergeraklah ke sana ke mari dan lain sebagainya.

Ketika Anda mengajarkan bagian ini, bagaimanakah Anda akan

membantu murid-murid mengenal isi pelajaran ini? Di bawah ini, ada

beberapa saran yang dapat membantu:

Persiapkanlah

Murid-murid pada usia ini luar biasa aktifnya. Perhatiankanlah mereka bahwa paling lama hanya 10 - 15 menit. Selalu rencanakanlah lebih dari yang Anda bayangkan mungkin dapat Anda lakukan. Bacalah pelajaran secara keseluruhan, kemudian mulailah dengan aktivitas-aktivitas yang ingin Anda lakukan. Bila dirasakan perlu untuk menghilangkan beberapa aktivitas, lakukanlah segera. Pada saat-saat

(14)

Aturlah

“Suatu tempat untuk segalanya dan segalanya berada pada tempatnya” adalah sebuah semboyan yang baik untuk diperhatikan. Aturlah ruangan yang sesuai dengan gayamengajarAnda.Simpanlahbahan-bahankeseniandidekattempat kerja. Taruhlah lembaran-lembaran aktivitas didekat Anda. Siapkanlahsebuah tempat untukberdoadari sisa ruangan. Anda juga dapat mempersiapkan sebuah tempat drama di mana murid-murid dapat memainkan peran dan aksinya mengenai pelajaran-pelajaran. Anda mungkin juga dapat menyediakan baju-baju bekas, handuk-handuk, kain-kain, dan bahan-bahan lainnya untuk membuat kostum-kostum.

Sesuaikanlah

Tidak semua rencana mengajar cocok untuk setiap keadaan kelas. Beradaptasilah! Bila murid-murid Anda masih kecil, belum bisa membaca, lakukanlah aktivitas-aktivitas dalam kelompok untuk melatih otot-otot besar mereka. Janganlah mengharapkan mereka untuk bekerja dengan baik seorang diri. Bila murid-murid adalah Aku-dapat-mengerjakan-semua-yang-harus-dikerjakan oleh murid-murid, dan janganlah mencoba untuk mengatur kehidupan mereka. Persiapkanlah berbagai macam aktivitas tambahan dengan menggunakan bahan-bahan dalam

“Pilihan Aktivitas”, atau kreasikan sendiri.

Jadilah dirimu sendiri

Faktor yang terpenting di dalam pengajaran yang mendidik adalah kisah yang Anda bagikan kepada murid-murid. Bagaimanakah Anda memperlakukan setiap murid ketika ia memasuki ke dalam kelas adalah suatu kesaksian yang lebih dahsyat dari pada kisah Alkitab manapun. Biarkanlah murid-murid mengetahui bahwa Anda menyayangi dan menerima mereka. Murid-murid harus mempunyai rasa memiliki walaupun mereka jarang menghadiri kelas. Mereka harus merasa nyaman sewaktu di dalam kelas walaupun Anda hanya bertemu dengan mereka seminggu sekali. Inilah tempat mereka, di sinilah dalam Rumah Allah. Bersyukurlah atas talenta-talenta yang unik dan beragam yang dimiliki oleh masing-masing individu murid.

(15)

AYAT HAFALAN

1. “Demikianlah mereka diuntukkan melakukan pekerjaan jabatannya

kepada Tuhan.”

(Bil. 8:11)

2. “Aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu.”

(Mzm. 18:50)

3. “Aku mengasihi Tuhan.”

(Mzm. 116:1)

4. “adalah gembalaku.”

(Mzm. 23:1)

5. “Hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain.”

(Ef. 4:32)

6. “Kasih itu tidak menyimpan kesalahan orang lain.”

(1 Kor. 13:5)

7. “Yesus telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”

(Gal. 2:20)

8. “Tuhan adalah penolongku.”

(Ibr. 13:6)

9. “Akulah terang dunia.”

(Yoh. 9:5)

10. “Akulah kebangkitan dan hidup.”

(Yoh. 11:25)

11. “Marilah kita saling mengasihi sebab kasih itu berasal dari Allah.”

(1 Yoh. 4:7)

12. “Bersukacita dan bergembiralah.”

(16)
(17)

PELAJARAN

1

YESUS MEMILIH DUA BELAS MURID

PERSIAPAN MENGAJAR

Kitab Bacaan:

Mrk. 3:13-14; Luk. 6:12-16; Yoh. 17:20

Kebenaran Pelajaran:

Yesus berdoa terlebih dahulu sebelum memilih dua belas murid-Nya.

Tujuan Pelajaran:

Mengajarkan murid-murid bahwa mereka dapat mendoakan teman-teman mereka.

Ayat Hafalan:

“Demikianlah mereka diuntukkan melakukan pekerjaan jabatannya kepada Tuhan.”

(Bil. 8:11) Doa:

Di dalam nama Tuhan kami, Yesus Kristus, kami berdoa. Terima kasih, Tuhan Yesus, karena Engkau telah menjadi teman kami. Tolonglah agar kami menjadi seorang anak yang baik pula. Haleluya! Amin.

“Rasul” memiliki pengertian seseorang “yang diutus pergi”. Para rasul mewakili Yesus yang dikehendaki-Nya untuk mengikut Dia, dan diutus pergi untuk mengabarkan Injil. (Mrk. 3:14)

Sebenarnya, Yesus memiliki banyak murid lainnya selain 12 murid yang telah dipilih-Nya. Di dalam Luk. 10:1-17 tercatat bahwa Yesus mengutus 70 orang murid lainnya untuk misi penginjilan. Di dalam Kis. 1:15 tertulis bahwa 120 orang percaya berkumpul saat hari raya Pantekosta.

Di dalam kitab Injil Yohanes tidak disebutkan daftar nama dari 12 murid Yesus selain Natanael. Ada kemungkinan bahwa Natanael ini adalah murid yang dipanggil dengan nama Bartolomeus dalam kitab Injil lainnya.

PEMAHAMAN MURID-MURID

Mungkin murid-murid Anda yang berusia 4 - 5 tahun belum dapat mengucapkan doa yang panjang kepada Allah. Bahkan meskipun bila doa sebelum tidur mereka menggunakan kata-kata mereka sendiri, mereka cenderung mengucapkan kata-kata seperti, “Tuhan yang terkasih, terima kasih atas semuanya.” Bila tidak diingatkan, mereka mungkin tidak terpikir untuk mendoakan orang lain.

Doronglah kegiatan doa secara spontan di kelas. Jangan batasi diri Anda dengan hanya berdoa pada waktu yang dituliskan pada buku ini. Tolonglah mereka belajar mendoakan orang lain dan ingatkan mereka, orang-orang yang perlu mereka doakan. Anda bahkan dapat menanyakan kepada mereka untuk

(18)

KISAH PELAJARAN

KOSA KATA PELAJARAN

Pada kesempatan yang lalu, kita pernah membicarakan perihal bagaimana ajaibnya Yesus itu. Yesus berjalan keliling untuk melakukan suatu perbuatan yang baik. Ia adalah seorang yang sibuk. Mengapakah Yesus sesibuk itu? Karena Yesus memberitakan kepada banyak orang tentang kasih Allah dan menyembuhkan beberapa orang yang sedang sakit. Terkadang, Ia berjalan seorang diri. Terkadang, Ia berbicara kepada ratusan orang banyaknya. Ia berjalan beberapa mil jauhnya. Terkadang, Ia sedang berada di dalam perahu. Ia menjadi begitu sibuk sepanjang hari.

Yesus Selalu Berdoa

Yesus adalah seorang yang sibuk, namun Ia tidak pernah merasa begitu sibuk untuk berdoa kepada Bapa yang di surga. Ia menghendaki agar Ia selalu dekat dengan Allah dan melakukan apa yang Allah kehendaki untuk Ia perbuat. Ia mengetahui bahwa Allah selalu membantu-Nya dalam menghadapi setiap permasalahan yang ada.

Yesus Berdoa Sebelum Ia Memilih Murid-Murid-Nya

Pada suatu malam, Yesus berdoa begitu lamanya. Ia memikirkan tentang banyak orang yang belum mengetahui tentang keselamatan Allah. Lalu, Ia memutuskan untuk memilih para penolong-Nya yang istimewa yang disebut murid-murid. (Suruhlah murid-murid Anda mengulangi kata “murid-murid” bersama dengan Anda.) Apakah yang murid-murid itu lakukan? Mereka memberitahukan kepada banyak orang tentang Allah. Yesus memohon agar Allah membantu-Nya dalam mencari murid-murid itu.

Siapakah yang seharusnya Yesus pilih untuk dijadikan mur-d-murid yang istimewa itu? Yesus menghendaki agar Bapa yang di surga membantu-Nya dalam memilih murid yang tepat. Itulah sebabnya, Yesus berdoa kepada Bapa yang di surga sepanjang malam.

Keselamatan:

Suatu jalan yang dapat menuju ke surga.

"Yesus menganugerahkan kepadaku jalan keselamatan itu."

Murid:

Seseorang yang mengikut Yesus.

"Murid-murid mendengarkan segala hal yang Yesus katakan."

Mil:

Kamu akan berjalan sepanjang 1 mil bila kamu berjalan kaki selama 15 menit

(19)

Yesus Memilih Murid-Murid-Nya

Pada pagi harinya, Yesus mengumpulkan para pengikut-Nya dan mulai memanggil nama-nama dari orang yang telah Ia pilih. Pada beberapa pelajaran pada minggu yang lalu, bagaimana Yesus telah memilih Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes. (Tanyakanlah kepada murid-murid, apakah yang terjadi kemudian?) Ketika mereka berempat telah mendengar perkataan Yesus, maka mereka segera meninggalkan segala sesuatunya dan pergi mengikut Yesus.

Kemudian, Yesus memanggil beberapa murid lainnya, seperti Filipus, Bartolomeus, Matius dan Tomas. Mereka ini pun meninggalkan segala sesuatunya dan pergi mengikut Yesus. Kemudian Yesus memanggil 4 orang murid-Nya. Mereka itu adalah Yakobus, Simon dan 2 orang murid-Nya, di mana keduanya bernama Yudas. Mereka ini pun meninggalkan segala sesuatu dan pergi mengikut Yesus. Ketika Yesus telah selesai memanggil murid-murid-Nya, ternyata ada 12 orang yang siap untuk mengikut-Nya. Kemudian, mereka semua memberitahukan kepada banyak orang tentang Allah.

Yesus berdoa bagi banyak orang yang Ia kasihi suatu hari nanti. Murid-murid-Nya dapat memberitakan kabar baik tentang keselamatan Allah.

MENGULANG DAN PERTANYAAN

1. Yesus berdoa sepanjang malam. Apakah kalian semua mengetahui alasannya? (Ia ingin agar Allah membantu-Nya dalam memilih para penolong-Nya yang istimewa - murid-murid-Nya.)

2. Siapakah 4 orang yang Yesus pilih pertama kalinya? (Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes.)

3. Dapatkah kalian menyebutkan yang lainnya? (Bantulah mereka untuk menyebutkan nama-nama murid yang sulit diucapkan.) (Ia memilih Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus, Simon dan 2 orang yang bernama Yudas.)

4. Yesus menghendaki agar murid-murid-Nya melakukan hal apa? (Memberitakan kabar baik.)

5. Setelah Yesus memilih 12 orang murid, mereka pergi dari tempat yang satu ke tempat yang lain bersama-Nya, belajar melakukan hal-hal yang baik. Menurut kalian, mengapakah Yesus memilih mereka? (Ia menghendaki agar mereka memberitakan kabar keselamatan kepada semua orang. Sekalipun setelah Yesus disalibkan, mereka tetap mengingat apa yang Yesus telah kehendaki atas diri mereka - memberitakan kabar baik kepada banyak orang.)

KISAH APLIKASI KEHIDUPAN

Di Pantai

Kelas Ibu Laurie akan mengadakan suatu kegiatan yang lain dari biasanya di luar kelas! Mereka semua akan pergi ke pantai untuk melihat semua hal menarik yang Allah telah ciptakan. Sebelum mereka pergi ke pantai, Ibu Laurie bertanya

(20)

AKTIVITAS 1

Yesus dan Para Murid-Nya Bahan:

Kertas lipat warna putih atau warna terang. Krayon.

Gunting. Pensil.

Semua murid melihat ke sekelilingnya sambil mencari siapakah teman mereka yang masih belum datang?

Kemudian, Susie mengangkat tangannya, ”Jean, belum datang hari ini, Ibu Laurie.”

“Benar, Susie,” kata Ibu Laurie. “Jean sedang sakit, maka ia tidak dapat datang untuk mengikuti kegiatan luar kita pada hari ini. Dan sebelum kita pergi, marilah kita berdoa agar Yesus segera menyembuhkan Jean.”

Mereka semua berlutut berdoa, memohon agar Yesus melindungi mereka dalam kegiatan luar mereka pada hari ini. Mereka juga khusus berdoa bagi Jean agar ia cepat sembuh.

Kemudian, semua murid berlari memasuki mobil gereja dan mereka semua pergi ke pantai. Setibanya di pantai, Ibu Laurie membagi murid-murid ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan kegiatan yang berbeda. Kelompok yang satu pergi mencari kerang. Susie berada di dalam kelompok itu. Ia menemukan banyak kerang dengan beraneka ragam warna. Kelompok lainnya pergi mencari kepiting. Juan berada di dalam kelompok ini. Ia menggali pasir dan kepiting-kepiting kecil itu dengan cepat berlari keluar dari dalam pasir itu.

Juan tertawa dan berkata, “Aku belum pernah mengetahui sebelumnya bahwa Allah menciptakan kepiting-kepiting ini dengan langkah lari yang menyamping,”

Kelompok yang terakhir ini pergi dan membuat bangunan istana dari pasir. John dan Tommy berada di dalam kelompok itu. Mereka mengisi penuh ember dengan pasir dan membalikkannya kemudian mereka melubangi pasir itu untuk membuat jendela.

Segera, tibalah waktunya untuk makan siang, Ibu Laurie sedang membuat Hot Dog bakar di atas api. Semua murid tampak sedang berbaris untuk mendapatkan Hot Dog bakar itu. Ada seorang murid yang ternyata sedang membantu Ibu Laurie membuat Hot Dog bakar. Siapakah murid itu? Ia adalah Jean yang sedang sakit sehingga tidak bermain bersama dengan mereka semua.

Setiap murid bertanya bersamaan kepada Jean, “Jean, apakah engkau telah sembuh? Bagaimanakah engkau datang ke mari?”

Jean berkata,”Aku telah sembuh dan Ayahkulah yang mengantarkan aku ke sini. Terima kasih, karena semuanya telah mendoakanku.”

Maka Jean menghabiskan sisa waktu hari itu dengan mencari kerang dan kepiting. Ia juga membantu membuat bangunan istana dari pasir. Jean sungguh mengucap syukur kepada Yesus atas hari yang indah di pantai itu.

(21)

AKTIVITAS 2

Menyanyikan Lagu “Yesus Panggil Murid” di dalam Buku Aku Senang Menyanyi

Yesus panggil murid, 12 orang;

Petrus dan Yakobus, Yohanes, Andreas; Filipus, Tomas, Matius;

Yakobus bin Alfeus; Tadeus, Simon, Yudas; Dan Bartolomeus.

Diapun panggilku, Diapun panggilku; Kita semua ikut Yesus, jadi murid-Nya. Diapun panggilku, Diapun panggilku; Kita semua setia kepada Yesus.

Petunjuk:

Sebelum pelajaran dimulai, lipatlah secarik kertas lipat itu menjadi 2 bagian, yang kemudian dilipat lagi menjadi 2 bagian berikutnya. Bantulah setiap murid Anda dalam melipat kertas mereka itu. Pada bagian atas dari kertas yang telah dilipat itu, buatlah gambar sketsa seorang manusia dengan kepala, tangan yang direntangkan, jubah yang panjang dan kaki. Tangan, bagian bawah jubah dan kaki harus digambar sampai sisi lipatan gambar itu tetap tersambung sekalipun kertas itu digunting. Gambar 4 buah boneka kertas ini akan digunakan untuk mewakili 4 orang dari Alkitab.

1. Bantulah murid-murid Anda dalam menggunting gambar itu.

2. Jangan dilipat gambar tadi untuk memperlihatkan 4 buah boneka kertas yang menggambarkan Yesus dan 3 orang murid-Nya.

Pilihan:

2 atau 3 set gambar itu dapat ditempelkan bersama sehingga dapat membuat kelompok lebih besar lagi.

3. Suruh murid-murid untuk mewarnai wajah, rambut, jubah dan sandal. Bantulah mereka menuliskan “Yesus” pada salah satu gambar itu.

4. Murid-murid dapat mengatur boneka-boneka kertas itu di dalam sebuah lingkaran dan ajarilah mereka untuk saling mendoakan.

Beritahukanlah kepada murid-murid Anda bahwa Kisah Pelajaran kita kali ini mengajarkan bagaimana Yesus berdoa bagi para murid-Nya. Kita juga dapat berdoa bagi para teman kita.

(22)
(23)

PELAJARAN

2

YESUS MEMBERI MAKAN

LIMA RIBU ORANG

Kitab Bacaan:

Mrk. 6:30-45; Luk. 9:10-17

Kebenaran Pelajaran:

Yesus memberi makan kepada banyak orang yang lapar.

Tujuan Pelajaran:

Mengajarkan murid-murid bahwa seharusnya mereka selalu mengucapkan syukur terlebih dahulu sebelum mereka makan.

Ayat Hafalan:

“Aku mau menyanyikan syukur bagimu.” (Mzm. 18:50) Doa:

Di dalam nama Tuhan kami, Yesus Kristus, kami berdoa. Terima kasih, Tuhan Yesus, karena Engkau telah menjadi sahabat kami. Engkau telah memelihara kami dan memberikan kepada kami makanan. Terima kasih, Tuhan Yesus, atas kasih-Mu yang besar. Haleluya! Amin.

PERSIAPAN MENGAJAR

Ketika murid-murid telah kembali dari misi penginjilan mereka, maka Yesus membawa mereka pergi untuk beristirahat. Melakukan pekerjaan Allah memang adalah suatu hal yang begitu penting, namun Yesus juga menyadari bahwa beristirahat adalah suatu hal yang dibutuhkan oleh mereka. Bagaimanapun juga, Yesus dan para murid-Nya tidak selalu mudah mendapatkan waktu istirahat yang mereka butuhkan itu!

Orang banyak yang mengikuti mereka begitu memprihatinkan keadaan mereka seperti kawanan domba tanpa tuntunan gembala. Kawanan domba mudah sekali menjadi terpencar-pencar, tanpa tuntunan seorang gembala, mereka dapat berada di dalam bahaya. Yesus mengetahui bahwa Ia adalah seorang gembala yang dapat mengajarkan mereka apa yang mereka perlu ketahui. Ia akan menjaga mereka agar tidak menjauhi Allah. (Mzm. 23; Yes. 61:1; Yeh. 34:11-16 - gambaran tentang seorang gembala yang baik.)

Yesus dapat saja dengan mudah membiarkan orang banyak mengikuti jalan mereka sendiri. Namun, Yesus tidak melupakan kebutuhan seorang manusia. Ia memperhatikan setiap aspek kehidupan kita, baik secara fisik maupun rohani.

KOSA KATA PELAJARAN

Danau:

(24)

KISAH PELAJARAN

Apakah kalian pernah sebelumnya pergi bertamasya bersama dengan keluarga? Apakah keluarga kalian membeli hamburger atau hot dog di toko roti? Apakah kalian pernah sampai lupa untuk membawa makanan atau kehabisan makanan? Bila pernah, apakah yang akan kalian lakukan?

Mari kita bersikap seolah-olah kita sedang duduk di bawah dan makan makanan kita. Apakah yang akan kita lakukan sebelum kita makan? Benar, kita akan mengucap syukur terlebih dahulu kepada Allah atas makanan yang begitu lezatnya ini.

Mengapakah kita perlu mengucap syukur kepada Allah? Allah akan merasa senang bila kita selalu ingat untuk mengucap syukur kepada-Nya atas segala makanan yang Ia telah berikan bagi kita. Siapakah lagi orang yang perlu kita ucapkan terima kasih atas tersedianya makanan bagi kita? Kita dapat berterima kasih kepada Ayah dan Ibu kita yang telah bekerja menghasilkan uang dan kepada orang yang telah mempersiapkan makanan itu bagi kita. Namun, di atas semuanya itu, hendaknya kita mengucap syukur kepada Allah.

Yesus Mencoba untuk Beristirahat

Telah seharian penuh, Yesus dan para murid-Nya berbicara di hadapan orang banyak.

“Marilah, kita pergi ke tempat-tempat yang sunyi untuk beristirahat,” kata Yesus kepada para murid-Nya.

Murid-murid Yesus telah begitu kelelahan. Semuanya dengan senang naik ke perahu dan pergi dari keramaian orang banyak itu.

Kemudian, orang banyak itu mendayung perahu mereka ke sisi lain dari danau itu. Suatu kejutan! Ternyata, di sepanjang pantai danau itu telah berdiri menunggu orang banyak yang Yesus tadi telah tinggalkan! Orang banyak itu berlari dengan cepat di sepanjang danau itu dan menunggu Yesus!

Apakah yang Yesus akan lakukan? Akankah Yesus menyuruh orang banyak itu untuk pulang karena Ia dan para murid-Nya telah merasa kelelahan? Tidak, Yesus tidak mau berbuat hal itu.

Yesus Memberikan Makan kepada Orang Banyak

Yesus turun dari perahu dan mulailah mengajarkan orang banyak itu tentang Allah. Orang banyak berkumpul mengelilingi Yesus. Mereka mendengarkan Yesus dalam waktu yang lama. Segera, tibalah malam hari. Murid-murid Yesus mulai memikirkan bagaimana semua orang ini mendapatkan makanan mereka,

Kumpulan orang:

Sekelompok manusia dalam jumlah yang besar.

"Kumpulan orang selalu mengikuti Yesus."

Keajaiban:

Ketika sesuatu yang tidak mungkin terjadi

(25)

karena jarak ke kota demikian jauh adanya!

Murid Yesus berkata, ”Yesus, mungkin kita harus menyuruh orang banyak ini untuk pulang sekarang. Mereka butuh makan.

Yesus berkata, ”Mengapakah tidak kalian saja yang memberikan mereka makanan?

Murid Yesus berkata, ”Perlu uang dalam jumlah besar! Lagipula, di sekitar ini tidak ada tempat yg cukup dekat untuk membeli begitu banyak makanan!” Mereka benar-benar tidak mengetahui lagi apa yang harus mereka lakukan!

“Apakah ada di antara orang banyak ini yang memiliki makanan?

Andreas menjawab, ”Di sini, ada seorang anak laki-laki memiliki 5 ketul roti dan 2 ekor ikan.”

Yesus menunjukkan Suatu Keajaiban

“Suruhlah orang banyak itu untuk duduk berkelompok di atas rumput,” kata Yesus. Apakah yang Yesus akan lakukan? Bagaimanakah 5 ketul roti dan 2 ekor ikan dapat mencukupi sekian banyaknya orang?

Setiap orang telah duduk di atas rumput. Yesus mengambil bakul itu dan memegang roti ditangan-Nya. Ia menengadah ke atas dan berdoa.

Yesus mengucap syukur kepada Allah atas makanan itu. Kemudian Ia memecah-mecahkan roti dan menaruhnya kembali di dalam bakul itu. Yesus memiliki cukup makanan untuk diberikan kepada setiap murid-Nya satu bakul penuh! Kemudian Yesus berkata, “Berikanlah makanan ini pada orang banyak itu.”

Tersisa Banyak Makanan

Dengan keranjang yang berisi beberapa roti dan ekor ikan itu, murid-murid berjalan naik turun kepada kelompok orang banyak itu. Setiap orang mengambil beberapa roti dan ekor ikan, namun ternyata masih ada saja sisa makanan di dalam keranjang itu!

Murid-murid memberikan lagi roti dan ikan, sampai tidak ada seorangpun yang merasa lapar lagi. Tetap masih ada makanan tersisa. Bagaimanakah hal ini dapat terjadi?

Semua orang mengetahui bahwa Yesus telah menunjukkan sebuah keajaiban. Hanya Yesus, Anak Allahlah yang dapat berbuat seperti itu!

Setelah semua orang itu selesai makan, Yesus menyuruh murid-murid-Nya untuk mengumpulkan makanan yang tersisa. Segera bakul-bakul itu menjadi penuh kembali dengan roti dan ikan. Kini, mereka memiliki 12 bakul penuh sisa makanan! Tidakkah mengagumkan, bagaimanakah Yesus dapat memberikan makan kepada semua orang itu hanya dengan 5 roti dan 2 ekor ikan? Namun kita mengetahui bahwa Yesus begitu berkuasa sehingga dapat melakukan hal-hal yang indah seperti itu.

(26)

MENGULANG DAN PERTANYAAN

1. Siapakah yang membawa makanan 5 roti dan 2 ekor ikan itu? (Seorang anak laki-laki.)

2. Mengapakah Yesus sanggup membuat 5 roti dan 2 ekor ikan itu untuk diberikan kepada orang banyak itu? (Karena Yesus adalah Anak Allah sehingga Ia dapat melakukan apa saja.)

3. Menurut kalian, apakah Yesus memiliki kasih terhadap orang banyak yang lapar itu? (Benar, Yesus memiliki kasih yang luar biasa.)

4. Adakah makanan yang tersisa? (Ya, ada makanan tersisa). Seberapa banyakkah makanan yang tersisa itu? (Sebanyak 12 bakul penuh makanan yang tersisa.)

Yesus berdoa sebelum memberikan makanan kepada orang banyak itu. Doa Yesus mengingatkan kepada kita untuk senantiasa berdoa. Allah akan senang mendengar doa ucapan syukur kita sebelum kita makan. Kita hendaknya mengucap syukur kepada Allah atas segala cara yang telah Allah lakukan bagi pemeliharaan hidup kita. Ingatlah, Allah selalu mengetahui apa yang sedang kita butuhkan karena Ia selalu ada bersama dengan diri kita. (Berilah dorongan kepada murid-murid Anda untuk belajar selalu mengucap syukur kepada Allah atas makanan yang telah disediakan bagi kita.)

Ketika kita melihat gambar dari orang-orang yang sedang menderita kelaparan (bawalah gambar dari orang banyak yang hidup di negara ketiga), seharusnya kita mengangkat hati kita dengan ucapan syukur kepada Allah yang telah memberikan kecukupan makanan bagi kita untuk dimakan setiap harinya.

KISAH APLIKASI KEHIDUPAN

Terima Kasih Allah atas Makanan ini

Bel telah berbunyi dan banyak murid-murid yang berlarian keluar kelas mereka. Inilah waktunya untuk makan siang. Juan dan Nick, teman baiknya berbaris untuk mendapatkan makan siang mereka. Setiap orang mengambil nampan berisi spaghetti, jagung dan kue apel. Setiap murid juga mengambil sekotak susu.

“Marilah duduk di atas rumput,” kata Nick. “Ide yang bagus,” kata Juan.

Mereka menemukan tempat yang bagus, sejuk dengan rerumputan hijau yang lembut. Ketika mereka sedang duduk, Nick mengambil garpunya dan mulai makan.

“Wah, aku begitu lapar,” kata Nick.

Namun, Juan duduk di situ sebentar dengan mata tertutup dan tangan dilipat kemudian Juan membuka matanya dan mulai makan.

“Juan, mengapakah engkau selalu memejamkan mata sebentar sebelum makan?” tanya Nick.

“Ketika aku menutup mata, aku berdoa kepada Allah. Aku berterima kasih kepada-Nya karena telah memberikanku makanan yang lezat ini,” kata Juan.

(27)

“Aku tahu, namun Allah yang telah membuat tanaman buah apel itu bertumbuh sehingga kita dapat membuat kue apel ini. Ia juga telah membuat tanaman jagung itu bertumbuh sehingga kita dapat memetik dan memasaknya. Ia memberikan semua tanaman sinar matahari yang cukup agar mereka semua dapat bertumbuh,” kata Juan.

“Wah, belum terpikirkan sebelumnya olehku, lain kali, marilah kita bersama-sama berterima kasih atas makanan kita ini,” kata Nick.

“Kita dapat berterima kasih kepada Allah sekarang atas makanan kita ini,” Juan dan Nick sama-sama memejamkan mata mereka dan melipat tangan mereka. Kemudian Juan berkata, ”Di dalam nama Tuhan kami, Yesus Kristus, kami berdoa. Terima kasih, Tuhan Yesus, atas segala pemberian-Mu, termasuk makanan lezat yang sedang kami makan ini sehingga dapat membuat tubuh kami menjadi kuat dan sehat. Kemudian, kita dapat belajar banyak di sekolah dan belajar untuk lebih mengasihi-Mu, Amin.”

Juan dan Nick mengambil Spaghetti dan entah bagaimana rasanya lebih lezat dari pada sebelumnya.

AKTIVITAS 1

Alas Makan “Terima Kasih, Allah”

Berikanlah kepada murid-murid Anda selembar kertas dengan ukuran alas makan. Mereka dapat menggambarkan sebuah meja termasuk makanannya pada kertas itu. Gunting kedua sisi dari alas makan itu. Anda maupun murid-murid Anda dapat menuliskan “Terima Kasih, Allah” pada alas makan itu.

Untuk lebih tahan lama, lapisilah alas makan yang telah selesai dengan plastik atau dipres.

Bila seseorang akan dikirimi alas makan, bawakanlah sekeranjang apel dan beritahukanlah kepada murid-murid Anda untuk memberikan sekeranjang apel itu kepada orang yang menerima alas makan itu.

AKTIVITAS 2

12 Bakul

Setelah Yesus memberi makan 5.000 orang, maka para murid-Nya mengumpulkan 12 bakul sisa makanan. Dapatkah kalian menemukan semua bakul itu yang terdapat di dalam gambar?

Pilihan:

Kumpulkan murid-murid Anda dalam kelompok kecil dan ajaklah mereka untuk membantu Anda menuliskan suatu puisi tentang “Terima kasih kepada Allah”. Bicarakanlah tentang nama orang-orang atau barang yang ingin mereka tuliskan. Kemudian biarkanlah mereka yang menuntun Anda seperti Anda menulis sebuah puisi baris demi baris.

(28)

Terima kasih, Bapa, untuk segalanya,

Untuk musim panas, musim dingin, musim gugur dan musim semi. Untuk (Bibi), dan (Paman), kakak perempuan, dan kakak laki-laki; (Kakek dan Nenek), (teman), (Ayah) dan Ibu.

12 Bakul

Setelah Yesus memberi makan 5.000 orang,

maka para murid-Nya mengumpulkan 12 bakul sisa makanan. Dapatkah kalian menemukan semua bakul itu yang terdapat di dalam gambar?

(29)

PELAJARAN

3

YESUS MENGASIHI ANAK-ANAK

Kitab Bacaan:

Mrk. 10:13-14,16

Kebenaran Pelajaran:

Yesus mengasihi anak-anak dan Ia menghendaki agar mereka juga mengasihi-Nya.

Tujuan Pelajaran:

Mengajarkan murid-murid bahwa seharusnya mereka berbicara kepada Yesus di dalam doa karena Ia adalah sahabat kita dan mengasihi kita.

Ayat Hafalan:

“Aku mengasihi Tuhan.” (Mzm. 116:1) Doa:

Di dalam nama Tuhan kami, Yesus Kristus, kami berdoa. Terima kasih, Tuhan Yesus, karena Engkau selalu mendengarkan doa-doa kami. Kami mengetahui bahwa Engkau mengasihi anak-anak dan selalu mendengarkan doa kami. Kami mengasihi-Mu, Tuhan. Haleluya! Amin.

PERSIAPAN MENGAJAR

Ketika Yesus berada di dunia ini, Ia tidak pernah memberikan hadiah ataupun uang sogokan kepada anak-anak agar mereka semua dapat datang kepada-Nya. Ia memahami apa sesungguhnya yang paling mereka butuhkan pada saat itu dan membuat diri-Nya selalu ada ketika dibutuhkan oleh mereka. Murid-murid Yesus mencoba untuk menjauhkan Yesus dari gangguan anak-anak. Mereka berpikir bahwa anak-anak tidak akan cocok dengan dunianya Yesus. Namun, Yesus telah membuktikan kepada para murid-Nya bahwa Ia justru memiliki cukup waktu bagi anak-anak itu.

KOSA KATA PELAJARAN

Mengajarkan:

Memberitahukan perihal Yesus kepada yang lainnya.

"Marilah kita mengajarkan dan memberitahukan teman-teman kita tentang Yesus."

Lumpuh:

Seseorang yang tidak dapat berjalan.

"Seorang anak laki-laki yang lumpuh sedang duduk di kursi roda."

Buta:

Seseorang yang tidak dapat melihat.

(30)

KISAH PELAJARAN

Bagaimanakah kalian mengetahui bahwa Yesus mengasihi kalian? Kita ingin mengetahui secara pasti bahwa Yesus mengasihi kita! Melalui Kisah Pelajaran pada minggu ini akan diberitahukan kepada kita tentang bagaimana Yesus mengasihi anak-anak.

Yesus Menunjukkan Kasih-Nya kepada Anak-Anak

Pada waktu Yesus sedang mengajarkan kabar baik, ada kemungkinan bahwa anak laki-laki maupun anak perempuan ikut mendengarkan pembicaraan orang dewasa.

“Apakah pernah engkau mendengar tentang Yesus? Ia menyembuhkan orang yang sedang sakit. Ia membuat orang yang lumpuh berjalan kembali dan orang buta dibuat-Nya menjadi melihat kembali! Ia sungguh luar biasa.”

“Ia mengasihi semua orang. Ia adalah seorang yang begitu baik,” kata orang banyak itu. “Ia juga adalah seorang yang baik hati. Ia begitu baik kepadaku dan telah membantuku.”

“Ia juga menceritakan banyak sekali kisah tentang Allah!” kata yang lainnya.

Bila kalian hidup pada waktu itu, mungkin kalian ingin bertemu dengan Yesus. Anak laki-laki dan anak perempuan ingin dapat pergi dan melihat Yesus juga serta mendengarkan Ia berbicara. Namun, Yesus tinggal terlalu jauh bagi mereka untuk dapat pergi melihat-Nya.

Yesus Datang ke Kota

Pada suatu hari, ada seseorang yang membawakan kabar baik ke dalam kota. “Kalian semua tahu? Yesus datang! Besok, Ia akan ada di sini.”

Mungkin anak-anak menjadi begitu gembira ketika orang tua mereka mengatakan bahwa mereka boleh pergi melihat Yesus! Pada keesokan paginya, anak-anak telah menjadi tidak sabar untuk segera pergi melihat Yesus.

Mereka mulai melakukan perjalanan. Akhirnya, mereka tiba pada sekumpulan orang. Mungkin Yesus dikelilingi oleh banyak orang, pikir anak-anak itu. Yesus selalu diikuti oleh orang banyak.

Beberapa orang yang berdiri di dekat Yesus, melihat orang tua dan anak-anak berdatangan lalu segera menghentikan mereka. Orang-orang itu berkata

“Pergilah! Yesus sedang begitu sibuk berbicara dengan orang penting, Ia tidak memiliki waktu bagi anak-anak.”

Anak-anak pasti merasa sedih. Demikian pun dengan keluarga mereka juga merasa sedih. Mereka benar-benar ingin berbicara dengan Yesus.

Ketika anak-anak itu hendak pergi, maka mereka mendengar suatu suara yang begitu lembut berkata, ”Jangan suruh pergi anak-anak itu! Biarkanlah mereka datang kepada-Ku!” Itu adalah suara Yesus! Yesus telah melihat orang-orang itu mencoba untuk mengusir anak-anak dan keluarga mereka pergi namun Yesus justru hendak berbicara dengan anak-anak itu. Ia hendak mereka datang kepada-Nya.

(31)

cepat-cepat datang kepada Yesus. Semua orang yang berdiri mengelilingi Yesus segera memberi jalan kepada anak-anak itu untuk lewat. Yesus merentangkan tangan-Nya dan menyambut semua anak itu. Seluruh anak mengetahui bahwa Yesus mengasihi mereka dan mereka pun mengasihi Yesus. Yesus adalah sahabat mereka!

MENGULANG DAN PERTANYAAN

1. Apakah yang Yesus katakan kepada orang-orang itu ketika Ia mendengar bahwa mereka mengusir anak-anak itu pergi? (Ia memberitahukan kepada mereka untuk membiarkan anak-anak itu datang kepada-Nya.)

2. Yesus mengasihi anak-anak dan ingin bersama dengan mereka. Yesus mengasihi anak-anak yang mau datang dekat kepada-Nya. Bagaimanakah Yesus menyatakan kasih-Nya kepada kalian? (Ia datang untuk mati demi kita. Ia mendengarkan doa-doa kita. Ia menolong kita ketika kita menjadi takut.)

3. Bagaimanakah kalian menyatakan kasih kepada-Nya? (Kita dapat menyatakan kasih terhadap Yesus dengan mentaati orang tua dan berbuat baik kepada sesama.)

Kita tidak dapat pergi sekarang dengan keluarga kita untuk melihat Yesus seperti yang anak-anak itu lakukan pada waktu itu. Dan kita juga tidak dapat melihat Yesus seperti mereka. Bila begitu halnya, apa yang dapat kita lakukan? (Berbicaralah kepada-Nya dalam doa kita.) Kapankah kita dapat berdoa kepada Yesus? (Kapanpun dan di manapun.)

KISAH APLIKASI KEHIDUPAN

Menelepon Yesus

Pada suatu hari, Julie berlari selama perjalanan pulang ke rumah dari sekolahnya dengan membawa suatu kabar gembira. Cerita Julie terpilih untuk dibawakan di dalam perlombaan cerita! Ia tidak dapat sabar menunggu untuk menelepon Michelle begitu setibanya di rumah. Julie telah memberitahukan Michelle tentang cerita itu pada malam sebelumnya.

Ketika Julie tiba di rumah, ia bergegas melewati Ibu Lewis.

“Wah! Apakah yang sedang terjadi hingga engkau begitu bersemangat?”

tanya Ibu Lewis.

“Ibu! Ceritaku terpilih untuk dibawakan di dalam perlombaan cerita!” kata Julie.

“Itu hebat, sayang,” kata Ibu Lewis.

“Aku harus segera menelepon Michelle dan memberitahukan kepadanya mengenai kabar ini,” kata Julie. Julie mengangkat telepon dan menyambungkannya ke nomor telepon Michelle. “Halo? Michelle ada? Oh, ia belum pulang? Baik, terima kasih, Ibu Marsh.”

(32)

“Menelepon Yesus?” tanya Julie sambil tertawa geli. “Bagaimanakah Ibu dapat melakukannya?”

“ “Kita dapat “menelepon” Yesus dengan berlutut dan berkata, ”Di dalam nama Tuhan kami, Yesus Kristus, kami berdoa.” Kemudian, Yesus akan mengetahui bahwa kita sedang berbicara kepada-Nya dari dalam hati kita. Yesus menghendaki agar kita memberitahukan kepada-Nya apapun tentang hidup kita karena Ia begitu mengasihi kita!”

“Baiklah, aku akan menelepon Yesus, sekarang!” kata Julie.

AKTIVITAS 2

Yesus Mengasihi Anak yang Baik Tujuan:

Menolong murid-murid untuk mengenal hal apakah yang dapat anak baik lakukan.

Petunjuk:

Lingkarilah anak-anak yang berkelakuan baik. Silanglah anak-anak yang berkelakuan buruk. Warnailah anak yang baik.

AKTIVITAS 1

Macam Anak-Anak Seperti Apakah yang Yesus Kasihi?

Buatlah garis untuk mencocokkan kata-kata 1. Anak yang jujur.

2. Anak yang taat.

3. Anak yang baik hati dan penolong. 4. Pembawa kegembiraan.

(33)

Yesus Mengasihi Anak yang Baik

Lingkarilah anak-anak yang berkelakuan baik. Silanglah anak-anak yang berkelakuan buruk.

(34)
(35)

PELAJARAN

4

YESUS ADALAH

GEMBALA KITA YANG BAIK

Kitab Bacaan:

Luk. 15:3-7; Yoh. 10:14

Kebenaran Pelajaran:

Perhatian seorang gembala adalah seperti kasih Allah.

Tujuan Pelajaran:

Mengajarkan murid-murid bahwa Allah selalu mengawasi dan memelihara kita.

Ayat Hafalan:

“Tuhan adalah gembalaku.” (Mzm. 23:1) Doa:

Di dalam nama Tuhan kami, Yesus Kristus, kami berdoa. Terima kasih, Tuhan Yesus, karena Engkau telah menjadi gembala kami yang baik. Kami mengetahui bahwa Engkau selalu mengawasi dan memelihara kami. Haleluya! Amin.

PERSIAPAN MENGAJAR

Domba adalah binatang peliharaan yang umum di Palestina. Dari sejak semula, orang Yahudi memelihara domba. (Kej. 47:3) Dari domba, mereka menghasilkan daging dan susu untuk makanan, bulu dan kulit untuk pakaian dan tanduknya untuk botol dan terompet. Domba juga dapat digunakan untuk korban bagi Allah.

Yesus menjelaskan di dalam perumpamaan domba yang hilang bahwa Ia adalah sahabat orang-orang tersesat. Yesus secara khusus ingin menceritakan perumpamaan ini untuk menunjukkan perjalanan yang siap Ia lalui untuk menyelamatkan orang-orang berdosa.

Anak-anak berusia 4 - 5 tahun masih terlalu muda untuk memahami arti rohani yang lebih dalam pada perumpamaan Yesus mengenai orang-orang yang tersesat dalam dosa. Namun, murid-murid Anda dapat memahami bagaimana kasih Yesus seperti kasih seorang gembala dan kita seperti domba-Nya.

PEMAHAMAN MURID-MURID

Kandang domba:

Suatu tempat di mana kawanan domba terpelihara dengan baik. Dikelilingi oleh pagar untuk menjaga kawanan domba agar tetap berada di dalam.

"Kawanan domba tidur di dalam kandang domba pada saat malam hari."

(36)

KISAH PELAJARAN

Siapakah yang memberitahukan apa sesungguhnya pekerjaan dari seorang gembala itu? (Menjaga kawanan domba.) Ia membantu kawanan domba untuk menemukan sumber air untuk diminum. Apakah yang seorang gembala lakukan bila salah satu dombanya menjadi hilang? Misalkan seorang gembala memiliki sejumlah ekor domba, namun kehilangan seekor domba. Menurut kalian, apakah gembala itu akan mencari seekor domba yang hilang itu? (Dengarkanlah pendapat dari murid-murid Anda; janganlah menjadi kecewa terhadap murid Anda yang mengatakan bahwa gembala itu tidak akan pergi mencari seekor domba yang hilang itu. Murid-murid Anda akan segera mendengar kisah mengenai seekor domba yang hilang itu.) Kita akan mendengarkan kisah tentang seorang gembala yang kehilangan seekor dombanya.

Yesus Memberitahukan Sebuah Cerita

Apakah kalian menyukai mendengarkan cerita-cerita? Yesus menyukai cerita dan Ia telah banyak memberitahukan kepada orang banyak untuk menolong mereka semua belajar tentang Allah. Ini salah satu cerita yang Yesus ceritakan.

Pada suatu hari, ada seorang gembala yang pekerjaannya adalah menjaga kawanan dombanya. Ini adalah suatu pekerjaan yang berat, karena ia memiliki 100 ekor domba.

Setiap hari, ia harus membawa keluar kawanan dombanya ke padang rumput yang segar untuk mencari makanan dan minuman. Ia akan berkata, ”Di sini adalah tempat yang baik, karena ada rumput yang hijau untuk kalian makan, hai dombaku yang kecil. Di sini adalah tempat yang baik, karena ada air yang sejuk untuk kalian minum.”

Setiap malam, ia harus membawa kawanan dombanya untuk kembali ke kandang untuk tidur. Gembala akan menghitung kawanan dombanya untuk memastikan bahwa semua domba ada dan selamat.

Namun suatu malam, ketika gembala menghitung kawanan dombanya, ia menghitung dan mendapati jumlahnya hanya 99 ekor domba! Satu ekor domba telah menjadi hilang.

Gembala mengetahui domba kecil yang mana yang telah hilang itu. Lalu, apakah yang gembala akan lakukan? Ia akan kembali ke padang rumput untuk mencari dan menemukan domba kecil yang telah hilang itu dan membawanya pulang.

Ia memanggil, ”Domba kecil, di manakah engkau berada? Domba kecil, di manakah engkau berada?”

Tiba-tiba, ia mendengarkan suatu suara dari kejauhan, mbee! mbee! mbee!

Merayakan:

Mengadakan suatu acara karena perasaan gembira atas sesuatu hal.

"Nenek datang untuk mengunjungi kita, kita merayakan kunjungannya dengan mengajak Nenek keluar makan malam."

(37)

Domba yang Hilang Telah Ditemukan

Gembala berlari ke arah suara domba itu berasal dan ternyata domba kecil yang telah hilang sedang berada di situ!

Gembala berkata, ”Nah, ternyata engkau di sini, engkau telah hilang namun aku telah menemukanmu kembali!” Lalu, gembala itu memeluk erat domba kecil itu. “Aku akan menggendongmu dan membawa engkau pulang!”

Dan itulah yang dilakukan oleh gembala itu.

Ia menjadi begitu gembira, ketika ia tiba di rumah, ia memanggil semua sahabat dan tetangganya. “Rayakanlah bersamaku!” katanya. “Dombaku telah hilang dan sekarang telah ditemukan kembali!”

Yesus menceritakan cerita ini karena Ia menghendaki agar kita mengetahui betapa dalam kasih-Nya kepada kita. Yesus seperti seorang gembala dan kita seperti kawanan domba. Yesus begitu mengasihi kita semua!

MENGULANG DAN PERTANYAAN

1. Apakah yang seorang gembala jaga? (Kawanan dombanya.)

2. Menurut kalian, apakah yang seorang gembala baik lakukan bila seekor dombanya menjadi hilang? (Ia akan mencari dan menemukan seekor domba yang hilang itu.)

3. Menurut kalian, bagaimanakah perasaan gembala itu ketika menemukan seekor domba yang hilang itu? (Ia akan begitu sukacita.)

Allah mengasihi dan menjaga kita. Ia mengasihi kita seperti seorang gembala yang mengasihi kawanan dombanya. Ungkapan “Tuhan adalah gembalaku” bukanlah berarti kita adalah benar-benar seekor domba namun sesungguhnya adalah Yesus menjaga kita seperti seorang gembala yang menjaga kawanan dombanya. Dapatkah kalian mengingat kembali beberapa cara yang menunjukkan bahwa Allah memelihara kita? (Allah memberikan kepada kita orang tua, dan orang tua kita menjaga kita. Biarkanlah murid-murid Anda yang memberikan jawabannya.)

KISAH APLIKASI KEHIDUPAN

Keluarga Baru

Pada suatu hari, Susie sedang bermain di halaman. Tiba-tiba, ia melihat sebuah kendaraan truk merah berhenti di suatu rumah yang hanya berjarak 3 buah rumah dari rumah Susie.

Ada sebuah keluarga baru yang pindah ke rumah itu! Susie melihat seorang Ibu dan seorang anak laki-laki dan seekor anjing besar yang berwarna kuning, 2 orang laki-laki yang bertubuh besar sedang membantu memindahkan barang-barang mereka masuk ke dalam rumah itu.

Setelah beberapa jam kemudian, Susie dan Ibu Lim mengunjungi keluarga baru itu.

(38)

Turunlah untuk menemui tetangga kita.”

Seorang anak laki-laki berambut hitam sedang menuruni anak tangga. Ia tidak berkata apapun.

Maddy berkata, ”Joseph masih merasa sedih karena kita harus pindah rumah. Mengapakah tidak engkau saja yang membantu Joseph membereskan barang-barangnya, Susie?”

Susie mengikuti Joseph naik ke atas. Di kamar Joseph terdapat satu buah tempat tidur dan satu buah kursi serta masih begitu banyaknya kotak yang belum terbongkar. Joseph mengeluarkan gambar pelangi yang di atasnya terdapat tulisan

“Yesus mengasihiku” ia menggantungnya pada dinding di atas tempat tidurnya. Susie berkata, ”Hai, aku juga memiliki gambar yang serupa itu, namun milikku ada gambar dombanya. Itu mengingatkan bahwa Yesus selalu mengawasi dan menjaga kita, seperti seorang gembala yang menjaga kawanan dombanya.”

“Sepertinya gambar yang bagus,” kata Joseph. “Kita dapat menggambar satu buah lagi seperti itu juga untuk di kamarku.”

Susie berkata, ”Kita dapat menggambar satu buah lagi seperti engkau miliki untuk ditempati di kamar tidurku.”

Joseph menemukan beberapa lembar kertas dan krayon serta mulainya mereka berdua saling menggambarkan.

Akhirnya, Joseph tidak terlalu menjadi sedih lagi karena kepindahannya itu.

AKTIVITAS 1

Yesus adalah Gembala Kita yang Baik

Yesus seperti seorang gembala yang baik. Suruhlah murid-murid Anda untuk melihat pada gambar dan suruhlah mereka untuk memberikan nomor pada gambar itu sesuai dengan urutan ceritanya. Biarkanlah mereka saling berbagi kegembiraan ketika seorang gembala yang baik telah menemukan seekor dombanya yang hilang itu.

AKTIVITAS 2

Domba Kecil yang Hilang

Jelaskanlah kepada murid-murid Anda tentang suatu permainan yang akan Anda mainkan yang disebut permainan “Domba Kecil yang Hilang”. Bantulah murid-murid untuk memasangkan topeng domba pada wajah mereka. Suruhlah murid-murid untuk duduk dalam sebuah lingkaran. Pilihlah seorang anak untuk menjadi seekor domba yang hilang dan seorang anak lagi untuk menjadi seorang gembala. (Gembala dapat melepaskan topeng dombanya). Murid-murid harus memejamkan matanya ketika seekor domba yang hilang itu sedang bersembunyi.

Suruhlah seekor domba yang hilang itu membuat suara “mbee” sehingga gembala itu dapat menemukan dan membawanya pulang kembali ke dalam lingkaran. Ajaklah semuanya bertepuk tangan ketika seekor domba yang hilang itu telah ditemukan. Ulangilah permainan ini selama waktu masih memungkinkan.

Ingatkanlah murid-murid bahwa Allah begitu mengasihi semua orang dari kita dan karena itu kita harus mengucap syukur atas segala kasih-Nya.

(39)

Yesus adalah Gembala Kita yang Baik

Suruhlah mereka untuk memberikan nomor pada gambar itu sesuai dengan urutan ceritanya. Biarkanlah mereka saling berbagi kegembiraan ketika seorang gembala yang baik telah menemukan seekor dombanya yang

(40)
(41)

PELAJARAN

5

MARIA MENUNJUKKAN KASIHNYA

KEPADA YESUS

Kitab Bacaan:

Mat. 26:6-13; Mrk. 14:3-9; Yoh. 12:1-8

Kebenaran Pelajaran:

Maria menunjukkan kasihnya kepada Yesus dengan menuangkan minyak wangi yang terbaik di atas kepala dan kaki Yesus.

Tujuan Pelajaran:

Mengajarkan murid-murid bahwa Yesus mengasihi kita dan menghendaki agar kita menunjukkan kasih kita kepada-Nya dengan berlaku baik terhadap sesama.

Ayat Hafalan:

“Hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain.” (Ef. 4:32) Doa:

Di dalam nama Tuhan kami, Yesus Kristus, kami berdoa. Terima kasih, Tuhan Yesus, karena Engkau adalah Bapa kami yang di surga. Kami mengetahui bahwa Engkau mengasihi kami dan baik terhadap kami. Tolong tunjukkanlah kepada kami bagaimana bersikap ramah terhadap yang lainnya karena kami mengasihi-Mu. Haleluya! Amin.

PERSIAPAN MENGAJAR

Maria telah cukup lama menjadi sahabat Yesus. Yesus pernah mengunjungi rumah Maria dan Marta di Betania, dan Maria duduk mendengarkan pengajaran Yesus. (Luk. 10:38-42) Ketika kakak laki-laki Maria, Lazarus, sedang sakit, maka Maria dan Marta mengutus seseorang pergi kepada Yesus, sahabat mereka, dan berharap agar Yesus dapat sesegera mungkin datang dan menyembuhkan Lazarus.

Kita tidak mengetahui bila Maria menyadari bahwa ia meminyaki Yesus untuk persiapan penguburan-Nya. Meminyaki tubuh seorang yang telah meninggal adalah suatu sikap dari kasih dan hormat terhadap orang yang telah meninggal itu.

Dalam masyarakat orang Yahudi pada waktu itu, tidak ada seorang perempuanpun yang muncul dalam sekelompok orang laki-laki dengan rambut yang tidak terikat. Bagi Maria yang menyeka kaki Yesus dengan rambutnya adalah suatu sikap yang begitu di luar kebiasaan pada waktu itu. Sikap ini hanya dapat dilakukan dengan satu alasan: Maria mengasihi Yesus.

Kasih Maria adalah satu hal yang hendaknya tekankan kepada murid-murid Anda. Mungkin murid-murid Anda belum memahami nilai dari suatu

Anda

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...