Informasi Dokumen
- Penulis:
- Ma'mun
- Pengajar:
- Drs. H. Roswen Dja'far
- Dra. Hj. Hermawati, M.A
- Sekolah: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
- Mata Pelajaran: Perbandingan Agama
- Topik: Upacara Kathina Dalam Agama Buddha: Studi Kasus Pada Vihara Buddha Metta Arama Menteng Jakarta
- Tipe: Skripsi
- Tahun: 2007
- Kota: Jakarta
Ringkasan Dokumen
I. PENDAHULUAN
Bagian ini membahas latar belakang pentingnya agama dalam kehidupan manusia, khususnya dalam konteks upacara kathina. Penulis menjelaskan bahwa agama berfungsi sebagai sistem keyakinan yang menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang kehidupan dan eksistensi. Dalam konteks ini, upacara kathina sebagai praktik keagamaan memiliki peran signifikan dalam memperkuat komunitas dan norma-norma sosial di kalangan umat Buddha. Melalui upacara ini, umat Buddha dapat berkomunikasi dengan Tuhan dan menginternalisasi nilai-nilai keagamaan, sehingga mendukung tujuan pendidikan dalam memahami keberagaman agama dan praktik keagamaan.
II. RUANG LINGKUP PERAYAAN KATHINA
Bab ini menguraikan pengertian kathina, sejarah, manfaat, dan persembahan dana dalam perayaan tersebut. Pengertian kathina sebagai upacara yang melibatkan pemberian jubah kepada bhikkhu dan pelaksanaan di bulan purnama Oktober menunjukkan pentingnya momen ini bagi umat Buddha. Sejarah kathina yang berakar dari ajaran Sang Buddha memberikan konteks bagi pemahaman dan pelaksanaan upacara ini. Dalam pendidikan, pemahaman tentang kathina dapat digunakan untuk menggali nilai-nilai sosial dan spiritual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari umat beragama.
2.1 Pengertian Kathina
Kathina sebagai upacara keagamaan memiliki makna yang dalam bagi umat Buddha. Dalam konteks pendidikan, pemahaman tentang kathina dapat membantu mahasiswa memahami simbolisme dan praktik keagamaan yang berkontribusi pada identitas komunitas.
2.2 Sejarah Timbulnya Kathina
Sejarah kathina terkait erat dengan masa vassa, di mana bhikkhu tidak berkelana. Hal ini memberikan kesempatan bagi umat untuk berdana dan berkontribusi, yang dapat dijadikan studi kasus untuk memahami hubungan antara ajaran agama dan praktik sosial dalam konteks pendidikan.
2.3 Manfaat Perayaan Kathina
Manfaat perayaan kathina mencakup kesempatan untuk mendengar dhamma dan berdana. Dalam pendidikan, manfaat ini dapat digunakan untuk mengajarkan nilai-nilai kebersamaan dan tanggung jawab sosial di kalangan mahasiswa.
2.4 Persembahan Dana Dalam Kathina
Persembahan dana dalam kathina menekankan pentingnya tindakan altruistik. Dalam konteks pendidikan, hal ini dapat menjadi bahan refleksi bagi mahasiswa tentang pentingnya kontribusi sosial dan pengabdian kepada masyarakat.
III. VIHARA BUDDHA METTA ARAMA MENTENG JAKARTA
Bab ini membahas sejarah dan peran Vihara Buddha Metta Arama sebagai tempat pelaksanaan upacara kathina. Vihara ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan spiritual bagi umat Buddha. Dalam konteks pendidikan, studi tentang vihara ini dapat memberikan wawasan mengenai interaksi antara ruang keagamaan dan pendidikan, serta bagaimana tempat ibadah dapat berkontribusi pada pembelajaran nilai-nilai agama.
3.1 Sejarah Singkat Vihara Buddha Metta Arama
Sejarah Vihara Buddha Metta Arama menggambarkan perjalanan spiritual dan sosial pengurusnya. Ini dapat digunakan dalam pendidikan untuk menunjukkan bagaimana individu dapat berkontribusi pada pengembangan komunitas melalui dedikasi dan pengorbanan.
3.2 Peran dan Fungsi Vihara Buddha Metta Arama
Vihara ini berfungsi sebagai tempat berkumpulnya umat untuk beribadah dan belajar. Dalam pendidikan, peran vihara dapat dijadikan contoh bagaimana tempat-tempat keagamaan dapat berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan pertukaran ide.
IV. PELAKSANAAN UPACARA KATHINA DI VIHARA BUDDHA METTA ARAMA MENTENG JAKARTA
Bab ini menguraikan proses pelaksanaan upacara kathina di vihara tersebut, mulai dari persiapan hingga tata cara dan tujuan upacara. Proses ini menunjukkan bagaimana ritual keagamaan dapat memperkuat identitas komunitas dan nilai-nilai bersama. Dalam konteks pendidikan, analisis tentang pelaksanaan upacara ini dapat memberikan pemahaman tentang pentingnya perayaan budaya dan agama dalam membangun kohesi sosial.
4.1 Persiapan Upacara Kathina
Persiapan upacara kathina melibatkan berbagai pihak dan menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam komunitas. Ini dapat dijadikan studi kasus dalam pendidikan untuk mengajarkan nilai kerja sama dan persiapan dalam mencapai tujuan bersama.
4.2 Tata Cara Upacara Kathina
Tata cara upacara kathina yang terstruktur memberikan wawasan tentang ritual dan simbolisme dalam agama. Dalam pendidikan, pemahaman tentang tata cara ini dapat digunakan untuk mendiskusikan pentingnya tradisi dan bagaimana tradisi membentuk identitas individu dan komunitas.
4.3 Tujuan Upacara Kathina
Tujuan upacara kathina yang berkaitan dengan pengabdian dan solidaritas sosial dapat menjadi bahan refleksi dalam pendidikan, mendorong mahasiswa untuk memahami peran mereka dalam masyarakat dan tanggung jawab sosial.
4.4 Kandungan Makna Dalam Upacara Kathina
Makna yang terkandung dalam upacara kathina memberikan pelajaran tentang nilai-nilai spiritual dan moral. Dalam konteks pendidikan, ini dapat digunakan untuk mengajarkan pentingnya nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
4.5 Analisa Kritis
Analisa kritis terhadap pelaksanaan upacara kathina dapat memberikan wawasan tentang tantangan dan peluang dalam praktik keagamaan. Ini dapat dijadikan bahan diskusi dalam pendidikan untuk mendorong mahasiswa berpikir kritis tentang praktik keagamaan dalam konteks modern.
V. PENUTUP
Bab penutup berisi kesimpulan dan saran-saran yang merupakan hasil dari penelitian. Kesimpulan menekankan pentingnya upacara kathina dalam memperkuat komunitas dan nilai-nilai keagamaan. Dalam konteks pendidikan, saran-saran yang diberikan dapat membantu pengembangan kurikulum yang lebih inklusif dan sensitif terhadap keberagaman agama, serta mendorong mahasiswa untuk lebih aktif terlibat dalam praktik keagamaan dan sosial.
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa upacara kathina bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga sarana untuk memperkuat solidaritas dan nilai-nilai sosial dalam masyarakat. Dalam pendidikan, ini mengajarkan pentingnya kolaborasi dan pengabdian kepada masyarakat.
5.2 Saran-saran
Saran-saran yang diberikan mendorong pengembangan program pendidikan yang lebih menekankan pada nilai-nilai sosial dan spiritual, serta perlunya integrasi praktik keagamaan dalam pendidikan untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis.
Referensi Dokumen
- Pedoman Agama Buddha Untuk Umat ( Diputra, Oka )
- Fungsi Vihara Bagi Umat Buddha ( Dwiyanti )
- Kamus Buddha Dharma ( Jinartha Kaharudin, Pandit )
- Agama; Dalam Analisa dan Interpretasi Sosiologis ( Robert, Ronald )
- Hari Raya Buddha dan Kalender Buddhist 1996 – 2026 ( S. Endro, Herman )