• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MENULIS DESKRIPSI BERBAHASA LAMPUNG PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 SUKARAMEDUA BANDAR LAMPUNG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MENULIS DESKRIPSI BERBAHASA LAMPUNG PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 SUKARAMEDUA BANDAR LAMPUNG"

Copied!
190
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel.     Indikator Aktivitas Siswa
Tabel     Indikator Kemampuan Menulis Deskripsi Bahasa Lampung
Gambar 3.1. Diagram kegiatan penelitian, dimodifikasi dari Dario Kemmis dan Taggart                       dalam Hopkins (1993)
gambar pahlawan, gambar burung
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian, menunjukkan pada siklus I rata-rata nilai hasil belajar siswa 71, ketuntasan belajar 92 %, keaktifan siswa dalam pembelajaran secara klasikal sebesar 86,66

Pada putaran III ini siswa yang antusias dalam persiapan pmengikuti pembelajaran sebanyak 21 siswa (77,77%), antusias siswa dalam belajar klompok sebanyak20 siswa (74,07%),

Aktivitas siswa pada siklus I pertemuan pertama memperoleh persentase 67,85% dengan kategori cukup, pada pertemuan kedua mengalami peningkatan dengan persentase

Pada siklus akhir yaitu yang ke III dari data awal nilai rata – rata siswa meningkat sebanyak 27,69% menjadi 82,66 dengan persentase peningkatan

Berdasarkan hasil pengamatan aktivitas siswa pada saat pembelajaran berlangsung siklus I pertemuan pertama persentase 50% (kategori cukup), hal ini disebabkan guru

Berdasarkan hasil pengamatan aktivitas siswa pada saat pembelajaran berlangsung siklus I pertemuan pertama persentase 50% (kategori cukup), hal ini disebabkan guru

Dari hail hasil tes dan hasil pengamatan pada siklus I terdapat kekurangan yang ada pada siklus I sebagai berikut: Siswa belum memiliki kemampuan untuk merespon pembelajaran

Namun dibandingkan dengan siklus I, rata-rata aspek berbagi hasil diskusi ke seluruh kelas pada siklus II dapat dikatakan lebih baik hal ini karena guru lebih melatih siswa untuk berani