Memasuki bulan November 2016 harga barang-barang/jasa kebutuhan pokok masyarakat di Banten secara umum mengalami kenaikan. Hal ini terlihat dari naiknya angka Indeks Harga Konsumen (IHK) yang sebesar 131,68 pada bulan Oktober 2016 menjadi 132,37 pada bulan November 2016 atau terjadi perubahan indeks (inflasi) sebesar 0,52 persen.
Inflasi terjadi karena enam dari tujuh kelompok pengeluaran yang ada mengalami kenaikan indeks, yakni berturut turut: pada kelompok bahan makanan naik 1,75 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,06 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik 0,13 persen; kelompok sandang naik 0,18 persen; kelompok kesehatan naik 0,17 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan naik 0,18 persen. Sementara pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga turun sebesar 0,07 persen.
Komoditas yang dominan menyumbang inflasi pada bulan ini adalah cabe merah, bawang merah, bayam, jeruk, tarip pulsa ponsel, bawang putih dan cabe rawit.
Laju inflasi tahun kalender 2016 tercatat sebesar 2,32 persen. Sedangkan Inflasi “Year on Year” (IHK November 2016 terhadap November 2015) tercatat sebesar 3,33 persen.
No. 67/12/36/Th.X, 1 Desember 2016
P
ERKEMBANGAN
I
NDEKS
H
ARGA
K
ONSUMEN
/I
NFLASI
NOVEMBER 2016 BANTEN INFLASI 0,52 PERSEN
Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik terhadap 417 jenis barang dan jasa serta hasil Survei Biaya Hidup (SBH) tahun 2012 di Kota Serang, Tangerang dan Cilegon baik secara mingguan, dua mingguan maupun bulanan, diketahui pada bulan November 2016 ini sebanyak 203 komoditas mengalami perubahan harga. Sebanyak 131 komoditas mengalami kenaikan harga dan sisanya sebanyak 72 komoditas mengalami penurunan harga.
Hal tersebut di atas menyebabkan inflasi pada November 2016 sebesar 0,52 persen dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 131,68 pada bulan Oktober 2016 menjadi 132,37 pada bulan November 2016. Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi Banten secara berturut-turut adalah: kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,4422 persen; kelompok bahan makanan sebesar 0,0137 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,0278 persen; kelompok sandang sebesar 0,0079 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,0086 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,0287 persen. Sementara pada kelompok lainnya memberikan andil deflasi yaitu pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,0063 persen.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi selama bulan November 2016 antara lain santan jadi, ikan selar, ikan ekor kuning, cabe merah, cabe rawit, bawang
merah dan tomat buah. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain melon, kentang, wortel, sambel jadi, computer tablet, dan kembang kol.
Tabel 1
IHK, Inflasi, Laju Inflasi Banten
Menurut Kelompok Pengeluaran Bulan November 2016 (2012= 100)
Kelompok Pengeluaran IHK November 2015 IHK Oktober 2016 IHK November 2016 Inflasi November 2016 *) Laju Inflasi Tahun 2016 **) Inflasi “Year on Year” ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U M U M 128.10 131.68 132.37 0.52 2.32 3.33 1. Bahan Makanan 132.25 142.17 144.65 1.75 6.08 9.38 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 138.20 144.36 144.44 0.06 4.07 4.52 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 121.83 123.37 123.53 0.13 0.83 1.40 4. Sandang 109.76 112.13 112.32 0.18 1.89 2.33 5. Kesehatan 127.21 130.14 130.37 0.17 2.19 2.49 6. Pendidikan, rekreasi dan olahraga 124.85 127.49 127.40 -0.07 1.92 2.05 7. Transpor, komunikasi & Jasa Keuangan 128.19 124.85 125.08 0.18 -2.88 -2.43
Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan November 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Bulan November 2016 terhadap IHK Bulan Desember 2015 ***) Persentase perubahan IHK Bulan November 2016 terhadap IHK Bulan November 2015
Tabel 2
Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Banten Bulan November 2016
Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi (%)
(1) (2)
UMUM 0.5228
1. Bahan Makanan 0.4422 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0.0137 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 0.0278
4. Sandang 0.0079
5. Kesehatan 0.0086
6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga -0.0063 7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 0.0287
URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN
Kelompok
Bahan Makanan
IHK Naik 1,75 persen
Andil Inflasi 0,4422 persen
Indeks kelompok bahan makanan pada bulan November 2016 tercatat sebesar 144,65 dimana pada bulan lalu tercatat sebesar 142,17 atau terjadi kenaikan indeks sebesar 1,75 persen. Andil Inflasi untuk kelompok ini tercatat sebesar 0,4422 persen.
Tujuh dari sebelas sub kelompok yang ada pada kelompok ini mengalami penurunan indeks. Kenaikan indeks yang cukup tinggi terjadi pada sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 13,46 persen, disusul kemudian sub kelompok sayur-sayuran sebesar 1,93 persen, dan sub kelompok ikan segar sebesar 1,83 persen. Sedang pada sub kelompok lainnya mengalami penurunan indeks antara lain pada sub kelompok telur, susu dan hasil hasilnya sebesar -0,73 persen, sub kelompok bahan makanan lainnya sebesar -0,34 persen dan sub kelompok daging dan hasilhasilnya sebesar -0,31 persen.
Dari 109 komoditas yang ada pada kelompok ini, 98 komoditas mengalami koreksi harga, koreksi harga positif atau kenaikan harga terjadi pada 66 komoditas, sedangkan 32 komoditas mengalami kenaikan harga. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi yang cukup besar antara lain cabe merah sebesar 0,2165 persen, bawang merah sebesar 0,1177 persen, bayam sebesar 0,0541 persen, jeruk sebesar 0,0377 persen, dan bawang putih sebesar 0,0245 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi antara lain melon sebesar 0,0384 persen, telur ayam ras sebesar 0,0174 persen, kelapa sebesar 0,0128 persen dan kentang sebesar 0,0115 persen.
Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
IHK Naik 0,06 persen
Andil Inflasi 0,0137 persen
Indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada bulan ini mengalami kenaikan dari 144,36 pada bulan lalu menjadi 144,44 pada bulan November 2016 dengan perubahan sebesar 0,06 persen. Andil inflasi yang diberikan tercatat sebesar 0,0137 persen.
Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju
Bahan Makanan 144.65 1.75 6.08
Padi2an & umbi2an 117.13 -0.26 0.59 Daging & Hasilnya 167.20 -0.31 9.36 Ikan Segar 131.95 1.83 0.57 Ikan Diawetkan 142.41 0.68 2.55 Telur, Susu & Hasilnya 139.38 -0.73 -4.78 Sayur-sayuran 160.72 1.93 -0.08 Kacang-kacangan 118.26 0.05 0.16 Buah-buahan 150.60 1.26 5.96 Bumbu-bumbuan 265.87 13.46 40.32 Lemak & Minyak 140.28 0.05 13.53 Bhn Mkn Lainnya 158.61 -0.34 7.08
Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Laju Inflasi Makanan Jadi, Minuman,
Rokok & Tembakau 144.44 0.06 4.07
Makanan Jadi 141.93 0.09 2.69 Minuman Yg Tdk Beralkohol 135.77 -0.15 3.77 Tembakau & Minuman beralkohol 158.58 0.14 7.88
Dua dari tiga sub kelompok yang ada pada kelompok ini mengalami kenaikan indeks yakni berturut-turut sub kelompok makanan jadi naik sebesar 0,09 persen, serta sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol naik sebesar 0,14 persen. Sementara pada sub kelompok minuman yang tidak beralkohol mengalami penurunan indeks sebesar 0,15 persen
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah air kemasan sebesar 0,0060 persen, martabak sebesar 0,0042 persen, dan rokok kretek sebesar 0,0028 persen. Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi terbesar adalah gula pair dengan andil 0,0068 persen, minuman ringan 0,0024 persen dan kopi bubuk sebesar 0,0019 persen.
Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar
IHK Naik 0,13 persen
Andil Inflasi 0,0278 persen
Indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar mengalami kenaikan dari 123,37 pada bulan lalu menjadi 123,53 pada bulan November 2016 dengan perubahan indeks sebesar 0,13 persen.
Tiga dari empat sub kelompok yang ada pada kelompok ini mengalami kenaikan indeks yaitu berturut-turut: sub kelompok biaya tempat tinggal naik 0,10 persen; sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air naik 0,26 persen, dan sub kelompok perlengkapan rumahtangga naik 0,09 persen. Sementara pada sub kelompok penyelenggaraan rumah tangga mengalami penurunan indeks sebesar 0,06 persen.
Secara keseluruhan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberikan andil inflasi sebesar 0,0278 persen, dimana kontribusi terbesar disumbangkan oleh kenaikan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,0111 persen, kusen sebesar 0,0085 persen dan besi beton sebesar 0,0052 persen. Sementara komoditas yang memberi andil deflasi di antaranya adalah sabun detergen bubuk sebesar 0,0061 persen, semen sebesar 0,0037 persen dan batu bata sebesar -0,0012 persen.
Kelompok Sandang
IHK Naik 0,18 persen
Andil Inflasi 0,0079 persen
Indeks Harga Konsumen (IHK) pada kelompok Sandang tercatat mengalami penurunan sebesar -0,04 persen yakni dari 112,18 pada bulan lalu menjadi 112,13 pada bulan November 2016.
Dua dari empat sub kelompok yang ada pada kelompok pengeluaran ini mengalami kenaikan indeks yaitu pada sub kelompok sandang wanita sebesar 0,15 persen dan sub kelompok barang pribadi dan sandang
Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju Perumahan, Air, Listrik, Gas
& Bahan Bakar 123.53 0.13 0.83
Biaya Tempat Tinggal 113.76 0.10 0.36 Bhn Bakar, Penerangan & Air 148.40 0.26 1.29 Perlengkapan Rumahtangga 129.95 0.09 1.78 Penyelenggaraan RT 119.80 -0.06 1.20
021
Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Laju Inflasi
Sandang 112.32 0.18 1.89
Sandang Laki-laki 120.69 0.00 1.22 Sandang Wanita 109.35 0.15 1.64 Sandang Anak-anak 115.79 -0.01 2.51 Brg Pribadi & Sandang lainnya 101.50 0.81 2.25
lainnya sebesar 0,81 persen. Pada sub kelompok lainnya mengalami penurunan indeks yaitu sub kelompok sandang anak-anak naik sebesar 0,01 persen. Sementara pada sub kelompok sandang laki-laki tidak mengalami koreksi indeks.
Komoditas yang memberikan andil inflasi pada kelompok ini adalah emas perhiasan sebesar 0,0058 persen, baju kaos wanita sebesar 0,0010 persen dan kemeja panjang katun laki-laki sebesar 0,0006 persen. Sementara komoditas yang memberikan andil inflasi diantaranya adalah sarung katun sebesar 0,0006 persen, celana panjang jeans laki-laki sebesar 0,0005 persen dan pampers sebesar 0,0002 persen.
Kelompok Kesehatan
IHK Naik 0,17 persen
Andil Inflasi 0,0086 persen
Indeks harga kelompok kesehatan pada bulan ini mengalami kenaikan dari 130,14 pada bulan lalu menjadi 130,37 pada bulan ini atau naik 0,10 persen. Andil inflasi yang diberikan sebesar 0,0086 persen.
Satu dari empat sub kelompok yang ada pada kelompok ini mengalami kenaikan indeks yaitu sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetik naik sebesar 0,60 persen. Pada sub kelompok lainnya mengalami penurunan indeks yaitu sub kelompok obat-obatan turun sebesar 0,22 persen. Sementara pada sub kelompok jasa kesehatan dan sub kelompok jasa perawatan jasmani naik 0,03 persen tidak mengalami perubahan indeks.
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi di antaranya adalah pasta gigi sebesar 0,0078 persen, sabun mandi sebesar 0,0007 persen, dan pembersih/penyegar sebesar 0,0005 persen. Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi adalah vitamin sebesar 0,0017 persen, obat batuk sebesar 0,0002 persen dan hand body lotion sebesar 0,0001 persen.
Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga
IHK Turun 0,07 persen
Andil Inflasi -0,0063 persen
Indeks Harga Konsumen (IHK) pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga cenderung mengalami sedikit perubahan pada bulan ini, dari 127,49 pada bulan lalu menjadi 127,40 pada bulan ini atau turun sebesar 0,07 persen.
Dua dari lima sub kelompok pada kelompok ini mengalami penurunan indeks yaitu sub kelompok perlengkapan/peralatan
Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju
Kesehatan 130.37 0.17 2.19
Jasa Kesehatan 129.44 0.00 0.70 Obat-obatan 127.93 -0.22 1.88 Jasa Perawatan Jasmani 173.73 0.00 13.58 Perawatan Jasmani &
Kosmetik 126.75 0.60 3.20
113.53 0.19 0.36
Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju
Pendidikan, Rekreasi & OR 127.40 -0.07 1.92
Jasa Pendidikan 123.80 0.00 2.70 Kursus2/Pelatihan 171.24 0.08 3.95 Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 134.89 -0.50 -0.79 Rekreasi 122.62 -0.08 0.18 Olahraga 146.94 0.00 0.59
Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju Transpor, Komunikasi & Jasa
Keuangan 125.08 0.18 -2.88
Transpor 134.76 0.01 -4.77 Komunikasi & Pengiriman 100.84 0.85 1.85 Sarana & Penunjang Transpor 123.90 0.18 2.12 Jasa Keuangan 117.99 0.00 1.60
pendidikan yang sebesar 0,50 persen dan sub kelompok rekreasi sebesar 0,08 persen. Pada sub kelompok kursus-kursus /pelatihan mengalami kenaikan indeks sebesar 0,08 persen. Sementara pada sub kelompok jasa pendidikan dan sub kelompok olahraga tidak mengalami koreksi indeks.
Komoditas yang memberikan andil deflasi pada kelompok ini adalah laptop/notebook sebesar 0,0074 persen, dan computer tablet sebesar 0,0020 persen. Sementara komoditas yang memberikan andil inflasi diantaranya adalah buku pelajaran SD sebesar 0,0020 persen dan sepeda anak sebesar 0,0008 persen.
Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan
IHK Naik 0,18 persen
Andil Inflasi 0,0287 persen
Indeks Harga Konsumen pada kelompok ini tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,18 persen yakni dari 124,85 pada bulan lalu menjadi 125,08 pada bulan November 2016.
Tiga dari empat sub kelompok yang ada pada kelompok pengeluaran ini mengalami kenaikan indeks yaitu berturut-turut sub kelompok transpor sebesar 0,01 persen, sub
kelompok komunikasi dan pengiriman sebesar 0,85 persen dan sub kelompok sarana dan penunjang transpor sebesar 0,18 persen.
Sementara pada sub kelompok sarana dan penunjang transport serta sub kelompok jasa keuangan tidak mengalami koreksi indeks.
Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar yaitu tarip pulsa ponsel sebesar 0,0251 persen, bensin sebesar 0,0097 persen dan sepeda motor sebesar 0,0050 persen. Sementara itu, andil deflasi pada kelompok ini disumbangkan oleh tarip angkutan udara dengan andil sebesar 0,0140 persen.
PERKEMBANGAN INFLASI KOTA SERANG, TANGERANG DAN CILEGON
BULAN NOVEMBER 2016
Pada bulan November 2016 perkembangan harga barang dan jasa di 3 (tiga) kota IHK di Banten adalah sebagai berikut : Kota Serang 0,32 persen, Kota Tangerang 0,57 persen dan Kota Cilegon 0,49 persen. Laju inflasi tahun kalender tercatat untuk Kota Serang 3,14 persen; Kota Tangerang 1,98 persen; dan Kota Cilegon 3,25 persen.
Tabel 3
IHK, Inflasi, Laju Inflasi Kota Serang, Tangerang dan Cilegon Menurut Kelompok Pengeluaran Bulan November 2016 (2012 = 100)
Kelompok Pengeluaran
Serang Tangerang Cilegon
IHK November 2016 Inflasi November 2016 *) Inflasi Tahun Kalende r **) IHK November 2016 Inflasi Novembe r 2016 *) Inflasi Tahun Kalende r **) IHK November 2016 Inflasi November 2016 *) Inflasi Tahun Kalende r **) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) U M U M 132.86 0.32 3.14 132.74 0.57 1.98 129.77 0.49 3.25 1. Bahan Makanan 142.54 0.83 4.96 147.57 2.37 7.04 142.18 1.30 5.34 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok &
Tembakau 151.47 0.31 8.39 145.08 0.01 2.92 132.93 0.05 5.67 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas &
Bahan Bakar 123.06 -0.16 1.31 123.15 0.12 0.68 126.15 0.49 1.12 4. Sandang 110.83 -0.02 3.55 111.54 0.22 0.52 118.32 0.13 7.62 5. Kesehatan 125.50 0.04 4.96 133.56 0.07 1.77 118.43 0.90 4.79 6. Pendidikan, rekreasi dan olahraga 126.60 0.17 4.11 125.23 -0.13 1.11 140.23 -0.01 3.71 7. Transpor, komunikasi & Jasa
Keuangan 125.18 -0.79 -5.44 126.77 0.13 -2.58 115.70 0.03 -2.54
Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan November 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Bulan November 2016 terhadap IHK Bulan Desember 2015
Tabel 4
Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Serang, Tangerang dan Cilegon Bulan November 2016 (%)
Kelompok Pengeluaran Serang Tangerang Cilegon
(1) (2) (3) (4)
UMUM 0.3215 0.5708 0.4892
1. Bahan Makanan 0.1784 0.5153 0.3430 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0.0749 0.0015 0.0110 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar -0.0325 0.0291 0.0898 4. Sandang -0.0007 0.0097 0.0076 5. Kesehatan 0.0063 0.0042 0.0353 6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0.0121 -0.0110 -0.0012 7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 0.0830 0.0220 0.0037
Gambar 1
Perkembangan IHK Kota Serang, Tangerang, Cilegon dan Banten (2012=100) Bulan November 2016
Umum Bahan Makanan
Makanan
Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor Serang 132.86 142.54 151.47 123.06 110.83 125.50 126.60 125.18 Tangerang 132.74 147.57 145.08 123.15 111.54 133.56 125.23 126.77 Cilegon 129.77 142.18 132.93 126.15 118.32 118.43 140.23 115.70 Banten 132.37 144.65 144.44 123.53 112.32 130.37 127.40 125.08 100.00 110.00 120.00 130.00
Tabel 5
Perbandingan IHK, Inflasi/Deflasi dan Laju Inflasi 26 Kota Di Pulau Jawa dan Banten Bulan November 2016
Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan November 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Bulan November 2016 terhadap IHK Bulan Desember 2014 ***) Persentase perubahan IHK Bulan November 2016 terhadap IHK Bulan November 2014
Pada bulan November 2016, tercatat semua kota IHK yang ada di Pulau Jawa mengalami inflasi. Inflasi yang tertinggi terjadi di kota Bekasi yaitu sebesar 0,80 persen, disusul kemudian oleh Purwokerto sebesar 0,77 persen dan Kudus sebesar 0,67 persen. Inflasi terendah terjadi di DKI Jakarta sebesar 0,24 persen, Banyuwangi sebesar 0,25 persen dan Surabaya sebesar 0,26 persen.
Laju inflasi year on year tertinggi masih tercatat di Kota Serang yaitu sebesar 4,30 persen. Kota berikutnya yang menempati urutan tertinggi berturut-turut adalah Cilegon sebesar 4,27 persen; dan Bogor sebesar 4,22 persen. Sedangkan laju inflasi year on year terendah terjadi di kota Jember sebesar 1,39 persen. Berturut-turut berikutnya adalah Probolinggo sebesar 1,57 persen; Kediri sebesar 1,73 persen; dan Cirebon sebesar 2,08 persen .
Kota November IHK 2015 IHK Oktober 2016 IHK November 2016 Inflasi November 2016 *) Laju Inflasi Tahun Kaleder 2016 **) Inflasi Year on Year ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Jakarta 122.47 125.63 125.93 0.24 2.09 2.83 2. Bogor 120.77 125.11 125.87 0.61 3.43 4.22 3. Sukabumi 121.34 124.01 124.53 0.42 2.11 2.63 4. Bandung 120.77 123.84 124.49 0.52 2.28 3.08 5. Cirebon 118.62 120.73 121.09 0.30 1.81 2.08 6. Bekasi 119.02 121.77 122.74 0.80 2.20 3.13 7. Depok 120.19 123.65 124.13 0.39 2.42 3.28 8. Tasikmalaya 120.32 123.49 123.83 0.28 2.25 2.92 9. Cilacap 123.38 127.01 127.69 0.54 2.67 3.49 10. Purwokerto 119.21 121.84 122.78 0.77 2.04 2.99 11. Kudus 127.05 129.94 130.81 0.67 2.01 2.96 12. Surakarta 118.66 121.31 122.04 0.60 1.84 2.85 13. Semarang 120.52 123.67 124.34 0.54 2.11 3.17 14. Tegal 118.15 122.18 122.60 0.34 2.80 3.77 15. Yogyakarta 119.31 122.39 122.78 0.32 1.93 2.91 16. Jember 119.77 121.05 121.43 0.31 0.99 1.39 17. Banyuwangi 119.25 121.62 121.93 0.25 1.44 2.25 18. Sumenep 119.45 121.72 122.36 0.53 1.65 2.44 19. Kediri 120.04 121.48 122.12 0.53 0.93 1.73 20. Malang 122.03 125.06 125.62 0.45 2.03 2.94 21. Probolinggo 120.73 122.05 122.62 0.47 1.15 1.57 22. Madiun 119.34 121.57 122.19 0.51 1.79 2.39 23. Surabaya 120.71 124.75 125.07 0.26 2.64 3.61 24. Tangerang 128.92 131.99 132.74 0.57 1.98 2.96 25. Cilegon 124.46 129.14 129.77 0.49 3.25 4.27 26. Serang 127.38 132.44 132.86 0.32 3.14 4.30 27. BANTEN 128.10 131.68 132.37 0.52 2.32 3.33
Informasi lebih lanjut hubungi: Ir. Agoes Soebeno, M.Si Kepala BPS Provinsi Banten Telepon: 0254-267027; Fax: 0254-267026
E-mail : [email protected] Website : banten.bps.go.id