• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 01/01/61/Th XX, 3 Januari 2017

"Heny Sucihati" <[email protected]>, "Kepala Bidang Distribusi 6100" <[email protected]>

No. 01/01/61/Th XX, 3 Januari 2017

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

INFLASI KOTA PONTIANAK DESEMBER 2016 SEBESAR 0,93 PERSEN

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Mulai Februari 2014, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2012=100. Ada beberapa perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012=100) dibandingkan IHK lama (2007=100), khususnya mengenai cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang. Perubahan tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 yang dilaksanakan oleh BPS, yang merupakan salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.

SBH 2012 dilaksanakan di 82 kota, yang terdiri dari 33 ibukota provinsi dan 49 kota besar lainnya. Dari 82 kota tersebut, 66 kota merupakan cakupan kota SBH lama dan 16 merupakan kota baru. Survei ini hanya dilakukan di daerah perkotaan (urban area) dengan total sampel sebanyak 13.608 Blok Sensus dan total sampel rumahtangga sebanyak 136.080. SBH 2012 dilaksanakan secara triwulanan selama tahun 2012 sehingga setiap triwulan terdapat 34.020 sampel rumahtangga.

Pada Desember 2016 di kota Pontianak terjadi inflasi sebesar 0,93 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 134,80

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada lima kelompok pengeluaran dan penurunan indeks pada satu kelompok pengeluaran. Kenaikan indeks terjadi pada kelompok bahan makanan 2,16 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,04 persen; perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,22 persen; kelompok kesehatan 0,09 persen; dan kelompok tranpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 2,29 persen. Sedangkan yang mengalami penurunan indeks kelompok sandang -0,52 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks.

Tingkat inflasi tahun kalender Desember 2016 sebesar 3,88 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2016 terhadap Desember 2015) sebesar 3,88 persen.

(2)

2

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 01/01/61/Th XX, 3 Januari 2017 Berdasarkan hasil pemantauan BPS di kota Pontianak pada Desember 2016 terjadi inflasi sebesar 0,93 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 133,56 pada Nopember 2016 menjadi 134,80 pada Desember 2016.

Tingkat inflasi tahun kalender

Desember 2016

sebesar

3,88

persen dan tingkat inflasi

tahun ke tahun (

Desember 2016

terhadap

Desember 2015

) sebesar

3,88

persen.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada lima kelompok pengeluaran dan penurunan indeks pada satu kelompok pengeluaran. Kenaikan indeks terjadi pada kelompok bahan makanan 2,16 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,04 persen; perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,22 persen; kelompok kesehatan 0,09 persen; dan kelompok tranpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 2,29 persen. Sedangkan yang mengalami penurunan indeks kelompok sandang -0,52 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tertinggi secara berurutan pada Desember 2016 adalah : angkutan udara; kembung/gembung; tarif pulsa ponsel; daging ayam ras; bayam; kol putih/kubis; kacang panjang; telur ayam ras; sewa rumah; bawang merah.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga tertinggi secara berurutan pada Desember 2016 adalah : udang basah; emas perhiasan; beras; tongkol/ambu-ambu; bh katun; baju muslim; daun singkong; susu untuk bayi; susu untuk tulang/manula; jeruk.

Tabel 1

IHK dan Tingkat Inflasi Kota Pontianak Bulan Desember 2016

,

Tahun Kalender 2016 dan Tahun ke

Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran (Tahun 2012 = 100)

IHK IHK Inflasi Inflasi Inflasi

Kelompok Pengeluaran Nov Des Des Tahun Tahun Ke

2016 2016 2016*) 2016**) Tahun ***)

[1] [2] [3] [4] [5] [6]

Umum 133.56 134.80 0.93 3.88 3.88

1 Bahan Makanan 136.42 139.37 2.16 5.31 5.31

2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 138.05 138.10 0.04 6.12 6.12

3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 140.60 140.91 0.22 3.37 3.37

4 Sandang 120.52 119.89 -0.52 4.95 4.95

5 Kesehatan 140.21 140.33 0.09 3.24 3.24

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 121.51 121.51 0.00 4.98 4.98

7 Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 124.69 127.55 2.29 -0.18 -0.18

*) Persentase perubahan IHK Des 2016 terhadap IHK Nov 2016 **) Persentase perubahan IHK Des 2016 terhadap IHK Des 2015 ***) Persentase perubahan IHK Des 2016 terhadap IHK Des 2015

Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Desember 2016 yaitu: kelompok bahan makanan 0,5080 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,0074 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,0505 persen; kelompok sandang -0,0321 persen; kelompok kesehatan 0,0048 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,0000 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,3926 persen.

(3)

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 01/01/61/Th XX, 3 Januari 2017

Tabel 2.

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Pontianak (2012 = 100)

Bulan Desember 2016

Kelompok Andil Inflasi (%)

[1] [2]

Umum 0.9312

1 Bahan Makanan 0.5080

2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0.0074

3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0.0505

4 Sandang -0.0321

5 Kesehatan 0.0048

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0.0000

7 Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 0.3926

Gambar 1

Perkembangan Inflasi Kota Pontianak (2012 = 100)

Desember 2015 – Desember 2016

Gambar 2

Sumbangan Inflasi Kelompok Pengeluaran Kota Pontianak Bulan Desember 2016

0.508 0.0074 0.0505 -0.0321 0.0048 0 0.3926 -0.1 0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 Sumbangan Inflasi

Figure 1

0.07 0.93 0.96 0.33 -0.08 0.41 -1.06 -0.51 1.21 0.87 -0.36 1.67 0.36 -1.5 -1 -0.5 0 0.5 1 1.5 2 Des' 15 Jan' 16 Peb' 16 Mar' 16 Aprl' 16 Mei' 16 Jun' 16 Jul' 16 Agst' 16 Sept' 16 Okt' 16 Nop' 16 Des' 16 Inflasi

(4)

4

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 01/01/61/Th XX, 3 Januari 2017

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada Desember 2016 mengalami inflasi sebesar 2,16 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 136,42 pada Nopember 2016 menjadi 139,37 pada Desember 2016.

Dari 11 sub kelompok dalam kelompok bahan makanan, 1 sub kelompok mengalami deflasi, 9 sub kelompok mengalami inflasi, dan satu sub kelompok tidak mengalami perubahan indeks. Sub kelompok yang mengalami deflasi adalah sub kelompok padi-padian, umbi-umbian, dan hasilnya -0,48 persen. Sedangkan sub kelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah sub kelompok sayur-sayuran 12,54 persen, bumbu-bumbuan sebesar 3,37 persen dan terendah sub kelompok ikan diawetkan 0,15 persen. Sedangkan sub kelompok tidak mengalami perubahan indeks adalah sub kelompok bahan makanan lainnya.

Kelompok ini pada Desember 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,5080 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi tertinggi secara berurutan kembung/gembung; daging ayam ras; bayam; kol putih/kubis; kacang panjang; telur ayam ras; bawang merah; wortel; kangkung; kentang.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok ini pada Desember 2016 mengalami inflasi sebesar 0,04 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 138,05 pada Nopember 2016 menjadi 138,10 pada Desember 2016..

Dari tiga sub kelompoknya, dua sub kelompok mengalami inflasi yaitu sub kelompok makanan jadi 0,05 persen dan sub kelompok minuman yang tidak beralkohol 0,04 persen. Sedangkan sub kelompok tembakau dan minuman yang beralkohol tidak mengalami perubahan indeks.,

Kelompok ini pada Desember 2016 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0074 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi terbesar berurutan yaitu donat 0,0061 persen; minuman ringan 0,0018 persen; teh 0,0003 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

Kelompok ini pada Desember 2016 mengalami inflasi 0,22 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 140,60 pada Nopember 2016 menjadi 140,91 pada Desember 2016.

Dari 4 sub kelompoknya, tiga sub kelompok mengalami kenaikan indeks dan satu sub kelompok tidak mengalami perubahan indeks. Sub kelompok yang mengalami kenaikan indeks adalah adalah sub kelompok biaya tempat tinggal 0,35 persen; sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air 0,10 persen dan sub kelompok penyelenggaraan rumah tangga 0,02 persen; sedangkan sub kelompok yang tidak mengalami perubahan indeks adalah sub kelompok perlengkapan rumah tangga. -0,03 persen.

(5)

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 01/01/61/Th XX, 3 Januari 2017

Kelompok ini secara umum memberikan sumbangan inflasi 0,0505 persen. Komoditi pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi tertinggi berurutan adalah sewa rumah 0,0262 persen; kontrak rumah 0,0092 persen tarif listrik 0,0058 persen; cat kayu/cat besi 0,0028 persen; cat tembok 0,0023 persen; seng 0,0021 persen; keramik 0,0017 persen; sabun cair/cuci piring 0,0004 persen.

4. Sandang

Indeks Harga Konsumen pada kelompok Sandang pada Desember 2016 mengalami deflasi -0,52 persen atau terjadi penurunan indeks dari 120,52 pada Nopember 2016 menjadi 119,89 pada Desember 2016.

Dari empat sub kelompoknya, satu sub kelompok mengalami kenaikan indeks, tiga sub kelompok mengalami penurunan indeks. Yang mengalami kenaikan indeks yaitu sub kelompok sandang anak-anak sebesar 0,41 persen. Yang mengalami penurunan indeks yaitu sub kelompok sandang laki-laki -0,26 persen; sub kelompok sandang wanita -0,18 persen dan sub kelompok barang pribadi dan sandang lainnya -1,66 persen.

Kelompok ini pada Desember 2016 secara keseluruhan memberikan sumbangan deflasi -0,0321 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan deflasi adalah emas perhiasan -0,0317 persen; bh katun -0,0073 persen; baju muslim -0,0064 persen, celana dalam wanita -0,0021 persen.

5. Kesehatan

Kelompok kesehatan pada Desember 2016 mengalami inflasi 0,29 persen atau atau terjadi kenaikan indeks dari 140,21 pada Nopember 2016 menjadi 140,33 pada Desember 2016.

Pada Desember 2016 ini, dua sub kelompok dalam kelompoknya mengalami kenaikan dan dua sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks. Sub kelompok yang mengalami perubahan indeks adalah sub kelompok obat-obatan 0,21 persen dan sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika 0,14 persen. Sub kelompok jasa kesehatan dan jasa perawatan jasmani tidak mengalami perubahan indeks.

Kelompok ini Desember 2016 secara keseluruhan memberikan sumbangan/andil inflasi 0,0048 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini adalah shampoo 0,0018 persen; vitamin 0,0014 persen, bedak 0,0011 persen; dan obat gosok 0,0005.

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga

Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada Desember 2016 tidak mengalami perubahan indeks yaitu 121,51 pada Nopember 2016, dan tetap 121,51 pada Desember 2016.

(6)

6

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 01/01/61/Th XX, 3 Januari 2017 7. Transpor dan Komunikasi & Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi, dan jasa pada Oktober 2016 menngalami inflasi sebesar 2,29 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 124,69 pada Nopember 2016 menjadi 127,55 pada Desember 2016.

Dari empat sub kelompoknya tiga sub kelompok mengalami kenaikan indeks yaitu : sub kelompok transport sebesar 2,94 persen; sub kelompok komunikasi dan pengiriman 1,56 persen dan sub kelompok sarana dan penunjang transport 0,21 persen. Sedangkan yang tidak mengalami perubahan indeks adalah sub kelompok jasa keuangan.

Secara keseluruhan kelompok ini pada Desember 2016 memberikan sumbangan inflasi 0,3926 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi tertinggi adalah angkutan udara 0,3106 persen; tarif pulsa ponsel 0,0674 persen; bensin 0,0090 persen; perbaikan ringan kendaraan 0,0029 persen dan sepeda motor 0,0027 persen.

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Tingkat inflasi tahun kalender (Desember) 2016 dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2016 terhadap Desember 2015) masing-masing sebesar 3,88 persen dan 3,88 persen . Sedangkan tingkat inflasi kalender pada periode yang sama tahun kalender 2014 dan 2015 masing-masing 9,38 persen dan 6,17 persen. Tingkat inflasi tahun ke tahun untuk (Desember 2014 terhadap Desember 2013 ) dan (Desember 2015 terhadap Desember 2014) masing-masing 9,38 persen dan 6,17 persen.

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, Tahun ke Tahun,

Tahun 2014 – 2016

Inflasi 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4)

1. Desember 2,82 0.96 0.93

2. Januari – Desember (Tahun Kalender) 9,38 6.17 3.88 3. Desember - Desember (Year on Year) 9,38 6.17 3.88

PERBANDINGAN ANTAR KOTA

Pada Desember 2016 dari 82 Kota IHK di Indonesia tercatat 78 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Lhoksomawe sebesar 2,25 persen dengan IHK 124,94 dan terendah terjadi di Tembilahan sebesar 0,02 persen dengan IHK 129,89. Deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar -1,52 persen dengan IHK 125,64 dan terendah terjadi Tegal sebesar -0,09 persen dengan IHK 122,49.

(7)

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 01/01/61/Th XX, 3 Januari 2017

Perbandingan Antarkota di Pulau Kalimantan

Kota-kota IHK di wilayah Pulau Kalimantan yang berjumlah 9 kota, pada Desember 2016 tercatat semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sampit sebesar 1,30 persen dengan IHK 126,99. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Tarakan sebesar 0,41 persen dengan IHK 136,60.

Tabel 4

Perbandingan Indeks dan Inflasi/Deflasi Desember

2016

Kota-Kota di Pulau Kalimantan (2012=100)

NO KOTA IHK Inflasi/Deflasi (%) [1] [2] [3] 1 SAMPIT 126.99 1.30 2 PALANGKARAYA 123.35 1.28 3 BALIKPAPAN 131.58 1.26 4 TANJUNG 127.47 1.02 5 PONTIANAK 134.80 0.93 6 SAMARINDA 128.83 0.87 7 SINGKAWANG 125.54 0.83 8 BANJARMASIN 126.28 0.82 9 TARAKAN 136.60 0.41 DESEMBER

Gambar 3.

Perbandingan Inflasi Bulan Desember 2016

Antar Kota di Pulau Kalimantan (%)

(8)

8

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 01/01/61/Th XX, 3 Januari 2017

Tabel 5.

Indeks Harga Konsumen Kota Pontianak Bulan Desember 2016

dan Perubahannya Serta Sumbangan Inflasi

(Tahun 2012 = 100)

Kelompok/Sub Kelompok IHK Nov 2016 IHK Des 2016 % Perubahan Terhadap Nov 2016 Sumbangan Inflasi [1] [2] [3] [4] [5] UMUM 133.56 134.80 0.93 0.9312 I. BAHAN MAKANAN 136.42 139.37 2.16 0.5080

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 132.47 131.84 -0.48 -0.0235

Daging dan Hasil-hasilnya 118.14 120.77 2.23 0.0581

Ikan Segar 125.60 127.46 1.48 0.0553

Ikan Diawetkan 148.62 148.84 0.15 0.0016

Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 128.43 129.61 0.92 0.0306

Sayur-sayuran 162.29 182.64 12.54 0.2802

Kacang – kacangan 125.80 128.87 2.44 0.0154

Buah – buahan 170.58 171.17 0.35 0.0061

Bumbu – bumbuan 184.38 190.59 3.37 0.0665

Lemak dan Minyak 117.46 119.28 1.55 0.0177

Bahan Makanan Lainnya 158.77 158.77 0.00 0.0002

II. MAKANAN JADI,MINUMAN,ROKOK & TEMBAKAU 138.05 138.10 0.04 0.0074

Makanan Jadi 135.58 135.65 0.05 0.0061

Minuman yang Tidak Beralkohol 137.47 137.53 0.04 0.0013

Tembakau dan Minuman Beralkohol 146.58 146.58 0.00 0.0000

III.

PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS & BAHAN

BAKAR 140.60 140.91 0.22 0.0505

Biaya Tempat Tinggal 147.28 147.80 0.35 0.0443

Bahan Bakar, Penerangan dan Air 135.87 136.01 0.10 0.0058

Perlengkapan Rumahtangga 135.16 135.16 0.00 0.0000 Penyelenggaraan Rumahtangga 123.98 124.00 0.02 0.0004 IV. SANDANG 120.52 119.89 -0.52 -0.0321 Sandang Laki-laki 129.96 129.62 -0.26 -0.0036 Sandang Wanita 126.14 125.91 -0.18 -0.0026 Sandang Anak-anak 139.80 140.38 0.41 0.0058

Barang Pribadi dan Sandang Lain 101.58 99.89 -1.66 -0.0317

V. KESEHATAN 140.21 140.33 0.09 0.0048

Jasa Kesehatan 145.77 145.77 0.00 0.0000

Obat-obatan 121.89 122.15 0.21 0.0019

Jasa Perawatan Jasmani 199.38 199.38 0.00 0.0000

Perawatan Jasmani dan Kosmetika 132.44 132.62 0.14 0.0029

VI. PENDIDIKAN, REKREASI, DAN OLAHRAGA 121.51 121.51 0.00 0.0000

Jasa Pendidikan 123.85 123.85 0.00 0.0000

Kursus-kursus/Pelatihan 113.15 113.15 0.00 0.0000

Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 114.25 114.25 0.00 0.0000

Rekreasi 121.71 121.71 0.00 0.0000

Olahraga 142.41 142.41 0.00 0.0000

VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI & JASA KEUANGAN 124.69 127.55 2.29 0.3926

Transpor 139.67 143.78 2.94 0.3223

Komunikasi dan Pengiriman 100.73 102.30 1.56 0.0674

Sarana dan Penunjang Transpor 115.57 115.81 0.21 0.0029

(9)

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 01/01/61/Th XX, 3 Januari 2017

Tabel 6.

Perbandingan IHK Dan Inflasi Desember 2016 di 82 Kota Se Indonesia (Tahun 2012 = 100) [1] [2] [3] [4] 1 LHOKSEUMAWE 124.94 2.25 2 KUPANG 129.07 1.96 3 PANGKAL PINANG 133.40 1.95 4 JAYAPURA 128.65 1.76 5 TUAL 140.13 1.70 6 MAUMERE 121.86 1.65 7 SAMPIT 126.99 1.30 8 PALANGKARAYA 123.35 1.28 9 BALIKPAPAN 131.58 1.26 10 MANOKWARI 122.35 1.18 11 PALU 127.09 1.15 12 TANJUNG 127.47 1.02 13 MAMUJU 125.52 0.98 14 CILEGON 130.99 0.94 15 JEMBER 122.56 0.93 16 PONTIANAK 134.80 0.93 17 TANJUNG PANDAN 134.23 0.90 18 SAMARINDA 128.83 0.87 19 SINGKAWANG 125.54 0.83 20 BANJARMASIN 126.28 0.82 21 MATARAM 124.29 0.75 22 BANDA ACEH 119.94 0.71 23 BANDAR LAMPUNG 127.31 0.70 24 DENPASAR 123.10 0.69 25 PALEMBANG 124.96 0.67 26 TANGERANG 133.61 0.66 27 BANDUNG 125.28 0.63 28 SINGARAJA 135.10 0.63 29 BAU-BAU 128.87 0.59 30 MALANG 126.35 0.58 31 SURABAYA 125.77 0.56 32 PEMATANG SIANTAR 132.07 0.54 33 SUMENEP 123.01 0.53 34 PARE-PARE 122.09 0.53 35 AMBON 125.85 0.53 36 TASIKMALAYA 124.43 0.48 37 BANYUWANGI 122.50 0.47 38 GORONTALO 121.78 0.47 39 SUKABUMI 125.09 0.45 40 MADIUN 122.74 0.45 41 SORONG 126.84 0.45

No Kota IHK Desember

% Perubahan Terhadap November 2016

(10)

10

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 01/01/61/Th XX, 3 Januari 2017 [1] [2] [3] [4] 42 TARAKAN 136.60 0.41 43 PROBOLINGGO 123.08 0.38 44 PURWOKERTO 123.23 0.37 45 JAMBI 127.21 0.36 46 KEDIRI 122.56 0.36 47 YOGYAKARTA 123.21 0.35 48 TERNATE 130.27 0.32 49 MEULABOH 125.83 0.31 50 KUDUS 131.20 0.30 51 SURAKARTA 122.41 0.30 52 BULUKUMBA 130.24 0.30 53 SIBOLGA 132.51 0.29 54 MAKASSAR 126.44 0.29 55 PEKANBARU 127.95 0.27 56 DKI JAKARTA 126.27 0.27 57 BEKASI 123.07 0.27 58 PALOPO 123.78 0.27 59 BATAM 126.96 0.26 60 BIMA 129.11 0.26 61 WATAMPONE 120.27 0.24 62 MERAUKE 132.12 0.24 63 TANJUNG PINANG 126.01 0.21 64 SEMARANG 124.59 0.20 65 DEPOK 124.35 0.18 66 MEDAN 132.93 0.16 67 BOGOR 126.07 0.16 68 BENGKULU 135.03 0.14 69 METRO 134.08 0.13 70 KENDARI 121.68 0.13 71 SERANG 133.02 0.12 72 LUBUKLINGGAU 123.81 0.11 73 CILACAP 127.81 0.09 74 PADANG 133.48 0.07 75 DUMAI 127.63 0.07 76 CIREBON 121.16 0.06 77 PADANGSIDIMPUAN 125.36 0.02 78 TEMBILAHAN 129.89 0.02 79 TEGAL 122.49 -0.09 80 BUNGO 124.35 -0.11 81 BUKITTINGGI 126.29 -0.57 82 MANADO 125.64 -1.52

No Kota IHK Desember

% Perubahan Terhadap November 2016

Referensi

Dokumen terkait

Dari tujuh kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yaitu Kelompok Bahan Makanan sebesar 0,36 persen, Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok &amp; Tembakau sebesar 0,41

Inflasi pada bulan Juli 2017 disumbangkan oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,06 persen; kelompok bahan makanan sebesar 0,04 persen; kelompok

Besarnya sumbangan inflasi menurut kelompok pengeluaran yaitu kelompok Bahan Makanan menyumbang inflasi sebesar -0,5239 persen, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan

kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga memberi andil inflasi sebesar 0,2127 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau memberi andil inflasi sebesar 0,1826

Dari 3 sub kelompok yang terdapat pada kelompok pengeluaran ini hanya sub kelompok makanan jadi dan sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol yang mengalami

Dari tujuh kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yaitu Kelompok Bahan Makanan sebesar 1,81 persen, Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok &amp; Tembakau sebesar 0,66

Kenaikan indeks harga terjadi pada subkelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 1,04 persen, minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,09 persen, serta makanan

Lima kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks/inflasi yaitu kelompok bahan makanan 1,08 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok &amp; tembakau 0,20