Analisis Penerapan Manajemen Risiko Kredit dan Instrument Derivatif pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Anggraini, Tessa Syafitri Universitas Trilogi
I. Latar Belakang Masalah
Risiko merupakan potensi kerugian yang mungkin dialami oleh Bank akibat terjadinya suatu peristiwa tertentu. Manajemen Risiko adalah serangkaian metodologi dan prosedur yang digunakan oleh Bank untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan Risiko yang timbul dari seluruh kegiatan usaha Bank.
Bank menggunakan pendekatan Manajemen Risiko dan Prinsip Kehati-hatian dalam mengelola segala jenis risiko yang melekat pada aktivitas Bank dan Perusahaan Anak. Adapun risiko yang dikelola adalah Risiko Kredit, Risiko Pasar, Risiko Likuiditas, Risiko Operasional, Risiko Hukum, Risiko Reputasi, Risiko Stratejik, Risiko Kepatuhan. Dalam rangka Manajemen Risiko secara Terintegrasi, Bank juga melakukan pengelolaan terhadap Risiko Asuransi dan Risiko Transaksi Intra-Group.
Bank memiliki Kebijakan Manajemen Risiko yang didalamnya mengatur hal-hal yang menjadi pedoman bagi Pegawai dan Pejabat Bank dalam menjalankan Manajemen Risiko baik secara individual Bank maupun secara Terintegrasi dengan Perusahaan Anak. Kebijakan Manajemen Risiko Bank Mandiri disusun mengacu kepada peraturan Pemerintah dan peraturan Regulator yang terkait, serta Anggaran Dasar Bank.
II. Tujuan Penulisan
III. Pembahasan
1. Risiko Kredit
Bank menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit dengan menerapkan four eye principal. Proses pemberian kredit dan pengelolaan kredit dilakukan olah Business Unit, Credit Risk Management dan Credit Operation Unit secara terintegrasi.
Proses pemberian kredit dan pengelolaan risiko kredit didukung oleh sistem yang terintegrasi dan dilakukan secara end-toend dari kriteria penerimaan kredit, persetujuan dan penetapan limit kredit, penetapan suku bunga kredit, pemantauan kualitas kredit, manajemen agunan dan penanganan kredit bermasalah.
Risiko kredit yang timbul dari transaksi derivatif dan sekuritas dikelola sebagai bagian dari keseluruhan limit kredit yang diberikan. Jumlah risiko kredit yang diperhitungkan adalah nilai wajar kontrak yang positif saat ini ditambah dengan eksposur yang mungkin timbul akibat pergerakan pasar di masa mendatang
2. Pengukuran Risiko Kredit
a. Penghitungan CAR
CAR = modal bank
Aktiva tertimbang menurut risiko
Sebelum terbetuknya Joint Venture CAR triwulan III 2014 sebesar 16,47%
Sesudah terbentuknya Joint Venture CAR triwulan III 2015 sebesar 17,81% CAR triwulan III 2016 sebesar 22,63%
Sebelum terbentuknya Joint Venture NPL triwulan I 2015 sebesar 7,08% Sesudah terbentuknya Joint Venture NPL triwulan III 2015 sebesar 7,48% NPL triwulan III 2016 sebesar 7,26% IV. Kesimpulan
Berdasarkan keterangan diatas dapat disimpulkan, bahwa mean CAR sesudah lebih baik daripada sebelum terbentuknya Joint Venture, sedangkan mean pada NPL, lebih baik sebelum terbentuknya Joint Venture daripada sesudah terbentuknya Joint Venture.
V. Saran
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bisa mendorong laba dengan penyaluran kredit VI. Referensi
Kisman, Z.(2017). Model For Overcoming Decline in Credit Growth (Case Study of Indonesia with Time Series Data 2012M1-2016M12). Journal of Internet Banking and Commerce, December 2017, vol. 22, no.3