• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 8 RUANG VEKTOR DAN SUB RUANG VEKTOR - Matriks – BAB 8 Ruang Vektor dan Sub Ruang Vektor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAB 8 RUANG VEKTOR DAN SUB RUANG VEKTOR - Matriks – BAB 8 Ruang Vektor dan Sub Ruang Vektor"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

8.1 VEKTOR YANG BEBAS LINIER DAN BERGANTUNG LINIER

Kalau m = 1, artinya himpunan hanya mempunyai 1 anggota, yaitu u maka :

(2)

Contoh 2 :

Bila u dan v dua vektor yang berkelipatan, u = αv, maka mereka bergantung linier. Sebab u = αv → 1u - αv = 0, artinya terdapat λ ≠ 0 pada λ1u + λ2v = 0.

(3)

a = [2,3,1,4], b = [6,9,3,12], c = [2,0,3,1], d = [0,0,1,4]. Maka karena a dan b berkelipatan, mereka bergantung linier. Berdasarkan Teorema (1) di atas maka a, b, c dan d bergantung linier.

Teorema (2) :

 Jika himpunan m vektor {u1,u2,u3, . . ., um} bebas linier maka sebagian (himpunan

bagian)-nya juga bebas linier.

Pembuktian Teorema (2) :

Andaikata himpunan bagian tersebut bergantung linier, menurut teorema sebelumnya keseluruhan m vektor adalah bergantung linier. Suatu kontradiksi. Pengandaian kita di atas tidak benar. Jadi haruslah himpunan bagian tersebut bebas linier.

Contoh 4 :

Dapat diselidiki bahwa a = [3,1,2], b = [2,1,1], c = [4,3,3] bebas linier. Maka mudah dilihat bahwa a Dan b adalah bebas linier.

8.2 KOMBINASI LINIER

DEFINISI :

 Suatu vektor v dikatakan kombinasi linier dari vektor-vektor {u1,u2,u3, . . ., un} bila

terdapat skalar-skalar {λ1, λ2, λ3, …λn} sedemikian sehingga v = λ1u1 + λ2u2 + λ3u3

(4)

Contoh 1 :

Diketahui vektor-vektor sebagai berikut : a = [2,1,2], b= [1,0,3] dan c = [3,1,5]. Kita hendak menyatakan atau menuliskan apakah a sebagai kombinasi linier dari b dan c ? Buktikan !

Jawab :

Pertama-tama kita menuliskan v = λ1u1 + λ2u2 dengan variabel-variabel tidak diketahui yaitu λ1, λ2 yaitu a = λ1b+ λ2c atau [2,1,2] = λ1 [1,0,3] + λ2[3,1,5] atau :

2=¿λ1+¿3λ2… …..(1) 1=¿0λ1+¿λ2… …(2) 2=¿3λ1+¿5λ2… … …(3)

Kita mempunyai 3 persamaan dengan 2 variabel. Kita selesaikan dulu persamaan (1) dan (2), yang hasilnya λ2 = 1 dan λ1 = -1. Kemudian nilai tersebut disubstitusikan ke (3) ternyata

memenuhi pula sehinga bisa dikatakan a kombinasi linier dari b dan c. Jadi , penulisan yang diminta adalah : a = -b + c.

Pertama-tama kita menuliskan v = λ1u1 + λ2u2 dengan variable-variabel tidak diketahui yaitu λ1, λ2 yaitu p = λ1q+ λ2r atau [2,1,3] = λ1 [0,1,2] + λ2[2,2,4] atau :

2=¿0λ1+¿2λ2……..(1) 1=¿λ1+¿2λ2… . …(2) 3=¿2λ1+¿4λ2… … …(3)

Persamaan (1) dan (2) diselesaikan, akan diperoleh λ2 = 1 dan λ1 = -1 , akan tetapi nilai-nilai

(5)

Jika m (m>1) vektor {u1,u2,u3, . . ., um} bergantung linier, maka paling sedikit terdapat

satu vektor dapat ditulis sebagai linier dari vektor-vektor selebihnya.

Teorema 2 :

Jika satu di antara m vektor {u1,u2,u3, . . ., um} adalah kombinasi linier dari vektor

selebihnya maka m vektor tersebut bergantung linier.

Contoh 3 :

Selidikilah bahwa vektor-vektor berikut : a = [2,1,2], b = [0,1,0] , c = [2,0,2] , apakah a kombinasi linier dari b dan c? Dan Apakah bergantung linier juga ?

Jawab :

linier dari b dan c. Sehingga {a,b,c} bergantung linier.

Teorema 3 :

Jika m vektor-vektor {u1,u2,u3, . . ., um} bebas linier dan (m+1) vektor-vektor {u1,u2,u3

, . . ., um .v} bergantung linier , maka v adalah kombinasi linier dari {u1,u2,u3, . . ., um}

Teorema 4 :

Pandang S suatu himpunan bagian dari ruang vektor W. Misalkan S = {u1,u2,u3, . . ., um

}, maka himpunan semua kombinasi linier dari S, ditulis L(S) merupakan Ruang Vektor bagian dari W, sebab :

(1) LS ≠ 0, karena 0 = 0u1 + 0u2 + 0u3 + … = 0 0um kombinasi linier dari S, berarti

(6)

(2) Misalkan v є L(S), berarti v = λ1u1 + λ2u2 + λ3u3 + … + λmum , w є L(S), berarti

w = λ1u1 + λ2u2 + λ3u3 + … + λmum, v + w = (λ1 +µ1 )u1 + … + (λm +µm)um

merupakan kombinasi linier dari S, berarti v + w є L(S).

(3) Bila α skalar maka αv = (αλ1)u1 + (αλ2)u2 + … + (αλm)um juga merupakan

kombinasi linier dari S , berarti α є L(S).

Ruang vektor L(S) disebut ruang vektor yang dibentuk (dibangun generated) oleh S. S disebut suatu sistem pembentuk atau sistem generator. Kita definisikan sebagai berikut :

8.3

DEFINISI RUANG VEKTOR YANG DIBENTUK

Suatu himpunan vektor-vektor {u1,u2,u3, . . ., um} disebut sistem pembentuk dari

ruang vektor V, ditulis V = L {u1,u2,u3, . . ., um} bila setiap vektor v є V dapat

ditulis sebagai kombinasi linier dari {u1,u2,u3, . . ., um}

Contoh 4 :

Vektor-vektor a = [2,1,0] , b = [3,2,1] , c = [5,3,1] adalah pembentuk ruang Vektor L{a,b,c}. Untuk menyelidiki apakah vektor d = [1,1,1] є L, kita selidiki apakah d kombinasi linier dari {a,b,c}. Ternyata d = -a + b + c, jadi d kombinasi dari {a,b,c} yang berarti d є L.

Teorema 5 :

Setiap n vektor-vektor {u1,u2,u3, . . ., un} yang bebas linier dari V , ruang vektor

berdimensi n , pasti merupakan sistem pembentuk dari V.

(7)

 Suatu ruang vektor V dikatakan berdimensi n bila dapat diketemukan suatu himpunan n vektor-vektor є V yang bebas linier, sedangkan setiap himpunan (n+1) vektor-vektor є V selalu bergantung linier, dengan perkataan lain, banyaknya maksimum vektor-vektor є V yang bebas linier adalah n.

Teorema 6 :

Setiap n vektor-vektor {u1,u2,u3, . . ., un} yang bebas linier dari V, ruang vektor berdimensi n, pasti merupakan sistem pembentuk dari V.

DEFINISI BASIS :

 Setiap sistem pembentuk yang bebas linier disebut Basis dari ruang vektor tersebut.

 Setiap himpunan n vektor-vektor yang bebas linier {u1,u2,u3, . . ., un} dari ruang

vektor berdimensi n , disebut basis dari ruang vektor.

Catatan 1 :

 Karena vektor-vektor є V tak berhingga banyaknya, kecuali ruang vektor yang

dibentuk oleh vektor nol sendiri, yaitu L{0}, dan misalnya dimensi V berhingga = n, maka kita dapat mencari banyak sekali himpunan n vektor-vektor є V yang bebas linier. Sehingga kita dapat memilih banyak basis untuk V.

Contoh 5 :

Misalkan S = { a = [1,1,1], b = [2,1,1], c = [3,2,2] }

S membentuk ruang vektor L(S) = L {a,b,c}.

(8)

Kita selidiki bahwa c = a + b, jadi {a,b,c} bergantung linier. Kemudian {a,b} bebas linier karena tidak berkelipatan.

Jadi, {a,b} adalah sistem pembentuk yang bebas linier berarti basis dari L.

Maka dimensi L adalah = 2. Seperti diterangkan pada Catatan 1 di atas, kita boleh memilih basis L yang lain, yaitu himpunan 2 vektor є L yang bebas linier.

Contohnya : {a,c} atau {b,c} ataupun yang lain dari a, b atau c.

Catatan 2 :

 L{0}, ruang vektor yang dibentuk oleh vektor nol, hanya beranggotakan vektor nol

saja. 0 bergantung linier, jadi vektor yang bebas linier є L {0} tidak ada, berarti dimensi L{0} = 0.

Catatan 3 :

 Dimensi dari ruang vektor Rn adalah n. Hal ini karena kita dapat menemukan n vektor-vektor satuan : E = {1,2,3, . . ., €n}, dimana €1= [1,0,…,0]

2= [0,1,…,0]

..

..

€n= [0,0,1]

(9)

Vektor a = [1,-1,2,3] є R4 dapat ditulis sebagai kombinasi linier basis E sebagai berikut :

a = [1,-1,2,3] = 1[1,0,0,0] -1[0,1,0,0] +2[0,0,1,0] + 3[0,0,0,1]

(10)

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu, juga ditunjukkan beberapa teorema yang berlaku pada kedua konsep lapangan dan ruang vektor (konsep klasik dan kabur).. Kata Kunci : Himpunan Kabur, Lapangan, Ruang

vektor, matriks, determinan, matriks invers, sistem persamaan linier dan transformasi linier beserta Aplikasinya yang didukung oleh konsep, rurnus, metode dan penalaran

Sekarang kita akan membicarakan suatu fungsi yang daerah asalnya adalah himpunan bagian dari bilangan riil dan daerah hasilnya adalah himpunan vektor. Fungsi bernilai vektor

Sebuah himpunan vektor pada ruang hasil kali dalam dinamakan himpunan ortogonal jika semua pasangan vektor-vektor yang berada dalam himpunan tersebut ortogonal.. Sebuah

Diasumsikan bahwa semua basis untuk V adalah himpunan tak-hingga, jika sembarang basisnya berhingga, maka V memiliki suatu himpunan terentang yang berhingga dan akibat 1.11

Vektor eigen universal merupakan kombinasi linier atas aljabar max-plus dari himpunan vektor eigen fundamental matriks interval batas bawah maupun matriks interval batas

Misalkan ruang vektor V dengan basis yang memiliki n vektor maka setiap basis dari ruang vektor V memiliki n jumlah

Melalui vektor -vektor kolom dari refleksif, rotasi, kompresi dan ekspansi serta geseran dibentuk matriks baku-matriks baku berukuran 2x2 untuk transformasi linier