• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Febris Pd Kehamilan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Febris Pd Kehamilan"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENDAHULUAN

LAPORAN PENDAHULUAN

FEBRIS

FEBRIS

Oleh : Oleh :  Nama

 Nama : Heni Kurnia: Heni Kurnia  NIM

 NIM : 2018.04.014: 2018.04.014

PROGRAM STUDI PROFESI NERS NON REGULER  PROGRAM STUDI PROFESI NERS NON REGULER 

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

 BANYUWANGI  BANYUWANGI

2018 2018

(2)

LAPORAN PENDAHULUAN FEBRIS

1. DEFINISI

Demam merupakan kenaikan suhu tubuh diatas normal. Demam dapat merupakan maniestasi pen!akit neoplastik" #an##uan $ #an##uan peradan#an non ineksi atau katabolisme berlebihan pada keadaan $ keadaan metabolik tertentu %&u!ton"2010'.

Demam adalah penin#katan titik patokan %set point' suhu di hipotalamus %(li)abeth *. +or,in" 2010'. Dikatakan demam -ika suhu oran# men-adi lebih dari /" + %(. Os,ari" 200'. Demam ter-adi karena pelepasan piro#en dari dalam leukosit !an# sebelumn!a telah teran#san# oleh piro#en ekso#en !an# dapat berasal dari mikroor#anisme atau merupakan suatu hasil reaksi imunolo#ik !an# tidak   berdasarkan suatu ineksi %3-aioellah Noer" 2008'.

Demam pada saat kehamilan sebetuln!a sama den#an demam pada keadaan  biasa.Namun demam !an# ter-adi pada masa kehamilan bisa men-adi masalah serius karena dapat men!ebabkan kelainan ba,aan" kelahiran" prematur" hin##a kematian ibu dan -anin. Karena itu alon ibu harus men#erti -enis demam !an# dialamin!a a#ar   bisa melakukan penan#anan !an# tepat %*ulia"2010'.

Demam pada masa kehamilan merupakan salah satu tanda baha!a dalam kehamilan.dikatakan demam apabila panas tubuh ibu lebih dari 8o+. Demam tin##i dapat merupakan #e-ala adan!a ineksi dalam kehamilan.karena merupakan salah satu dari tanda baha!a kehamilan maka demam pada ibu harus se#era mendapatkan  penan#anan %Manuaba"2001'.

5ipe demam !an# mun#kin kita -umpai antara lain: a. Demam septik 

3uhu badan beran#sur naik ketin#kat !an# tin##i sekali pada malam hari dan turun kembali ketin#kat diatas normal pada pa#i hari. 3erin# disertai keluhan men##i#il dan berkerin#at. 6ila demam !an# tin##i tersebut turun ketin#kat !an# normal dinamakan -u#a demam hektik.

 b. Demam remiten

3uhu badan dapat turun setiap hari tetapi tidak pernah menapai suhu badan normal. 7en!ebab suhu !an# mun#kin teratat dapat menapai dua dera-at dan tidak sebesar   perbedaan suhu !an# diatat demam septik.

(3)

3uhu badan turun ketin#kat !an# normal selama beberapa -am dalam satu hari. 6ila demam seperti ini ter-adi dalam dua hari sekali disebut tersiana dan bila ter-adi dua hari terbebas demam diantara dua seran#an demam disebut kuartana.

d. Demam kontin!u

ariasi suhu sepan-an# hari tidak berbeda lebih dari satu dera-at. 7ada tin#kat demam !an# terus menerus tin##i sekali disebut hiperpireksia.

e. Demam siklik 

5er-adi kenaikan suhu badan selama beberapa hari !an# diikuti oleh beberapa periode  bebas demam untuk beberapa hari !an# kemudian diikuti oleh kenaikan suhu seperti semula. 3uatu tipe demam kadan#9kadan# dikaitkan den#an suatu pen!akit tertentu misaln!a tipe demam intermiten untuk malaria. 3eoran# pasien den#an keluhan demam mun#kin dapat dihubun#kan se#era den#an suatu sebab !an# -elas seperti : abses" pneumonia" ineksi saluran kenin#" malaria" tetapi kadan# sama sekali tidak  dapat dihubun#kan se#era den#an suatu sebab !an# -elas. Dalam praktek 0 dari  para pasien den#an demam !an# baru sa-a dialami" pada dasarn!a merupakan suatu  pen!akit !an# sel9limitin# seperti inluensa atau pen!akit ;irus se-enis lainn!a.  Namun hal ini tidak berarti kita tidak harus tetap ,aspada terhadap ineksi bakterial.

2. ETIOLOGI

Demam ter-adi bila pemebentukan panas melebihi pen#eluaran.demam dapat  berhubun#an den#an ineksi. Demam berarti suhu tubuh diatas batas normal biasa" dapat disebabkan oleh kelainan dalam otak sendiri atau oleh )at toksik !an# mempen#aruhi pusat pen#aturan suhu" pen!akit9pen!akit bakteri" tumor otak atau dehidrasi %*ulia"2010'.

7en!ebab demam selain ineksi -u#a dapat disebabkan oleh keadaan toksemia" reaksi terhadap pemakaian obat" -u#a #an##uan pusat re#ulasi suhu sentral % misal:  perdarahan otak'. 7ada dasarn!a untuk menapai ketepatan dia#nosis pen!ebab

demam diperlukan antara lain : ketelitian pen#ambilan ri,a!at pen!akit pasien"  pemeriksaan isik" obser;asi per-alanan pen!akit dan e;aluasi pemeriksaan laborat"

serta penun-an# lain seara tepat dan holistik % N#astiah" 200'.

6eberapa pen!ebab umum timbuln!a demam : %Manuaba" 200' dan %Mans-oer" <ri. 2kk. 2000. Kapita 3elekta Kedokteran. *ilid 2. *akarta : 1. Demam serin# disebabkan ineksi saluran pernaasan atas" otitis media"

 pneumonia" #astroenteritis" dan ineksi saluran kemih. 2. Ineksimononuleosis !an# disertai rasa lelah.

. Kelelahan karena kepanasan atau terbakar sinar matahari

Ibu hamil lebih rentan terkena ebris karena sistem imunn!a memiliki tu#as #anda" !aitu men-a#a ibu dan ba!in!a. 6akteri ataupun ;irus akan lebih mudah

(4)

men#ineksi ibu hamil. 3elain itu" dikutip dari laman ,,,.parents.om" beberapa  pen!ebab utama dari demam pada ibu hamil antara lain:

1. Influen!

3emua oran# pasti pernah men#alami lu dalam hidupn!a. Namun karena da!a tahan tubuhn!a !an# menurun" ibu hamil men-adi lebih rentan terkena lu. =lu berbeda den#an pilek biasa. &e-ala !an# ditun-ukkan oleh lu  biasan!a lebih parah dari pilek. 3elain itu" lu disebabkan oleh -enis ;irus !an# berbeda den#an pilek. 7enularan lu pada ibu hamil ter-adi melalui  batuk dan bersin.

2. Infe"#$ S!lu%!n Ke&$'

3eban!ak 10 ibu hamil pernah men#alami ineksi saluran kemih pada ,aktu kehamilan tertentu. 3istem saluran kemih pada manusia menan#kup ureter" uretra" kandun# kemih dan #in-al. Ketika ter-adi ineksi" bakteri men!eran# sistem saluran ini. 6iasan!a ineksi saluran kemih pada ibu hamil tidak berbaha!a dan han!a bersiat sementara. Ineksi akan sembuh  -ika ditan#ani den#an baik dan ban!ak minum air putih. Ineksi saluran kemih pada ibu hamil kadan# tidak menun-ukkan #e-ala. Namun serin#kali #e-ala !an# ditun-ukkan adalah adan!a demam.

. (')%$)!&n$)n$*$#

Demam tin##i -u#a dapat ter-adi karena ineksi dari  bakteri +horioamnionitis" !aitu bakteri !an# men!eran# membran di sekitar   -anin %+horion dan Omnion'. Ineksi ini dapat memiu kerin#at berlebih

dan memperepat detak -antun#. >ntuk lan#kah pen#obatan" dokter   biasan!a akan memberikan antibiotik pada ibu hamil dan men!elamatkan  ba!in!a. 3elan-utn!a ba!i akan diperiksa apakah turut terkena ineksi atau

tidak. Kemudian diberikan antibiotik -u#a.

4. Infe"#$ S!lu%!n Pe%n!f!#!n B!+$!n A*!# ,P$le"

B$!#!-&e-ala !an# ditun-ukkan oleh pilek biasa mun#kin akan mirip den#an lu. 3eperti misaln!a hidun# !an# berair" sakit ten##orokan" batuk dan hidun# mampet. Namun pilek biasan!a tidak lebih berbaha!a dari lu. 7ilek -u#a akan sembuh den#an sendirin!a dan seara tiba9tiba. *ika pilek tidak sembuh dalam beberapa hari" itu kemun#kinan adalah tanda dari ineksi !an# lebih serius" seperti sinuitis dan pneumonia.

Ineksi ;irus dan bakteri merupakan pen!ebab demam !an# palin# umum. Ineksi ;irus lebih berbaha!a dibandin#kan ineksi bakteri karena ;irus bisa men!ebabkan risiko keaatan dan -anin !an# menin##al dalam kandun#an lebih  besar. Namun"

(5)

 bukan berarti ineksi bakteri bisa diabaikan be#itu sa-a. Keduan!a tetap sama9sama  berbaha!a.

1. Infe"#$ $%u#

7ada kasus ineksi oleh ;irus 5O?+H %5oxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes' dapat men!ebabkan kelainan otak" -antun#"  pen#lihatan" penden#aran" dan kelainan struktur tubuh. 3ementara ineksi saluran kenin# dan IM3 %ineksi menular seksual' !an# disebabkan oleh  bakteri bisa men!ebar sampai ke kandun#an seara lan#sun# maupun le,at

sirkulasi darah. 2. Pe%u/!'!n Su'u

3ebuah studi men#atakan bah,a suhu tubuh ibu hamil !an# terlalu serin#  berubah atau menin#kat pada a,al tanda kehamilan" akan berisiko men!ebabkan -anin terlahir aat seperti perkemban#an otak !an# tidak  maksimal atau tulan# belakan# !an# lambat berkemban# % Neural Tube  Defect '. Spina bifida dan Anensefalus merupakan -enis dari Neural Tube  Defect %N5D' !an# serin# di-umpai. Sfina bifida adalah kondisi dimana kolum tulan# belakan# !an# tidak tertutup seara sempurna. Keban!akan ke-adian ini bisa bertahan sampai tumbuh de,asa.

. Ke"u%!n+!n !#!& f)l!*

3edan#kan ke-adian anensefalus %tulan# ten#korak !an# tidak menutup sempurna' umumn!a ditemukan menin##al setelah ba!i lahir. 3elain disebabkan oleh suhu tubuh" N5D -u#a disebabkan oleh ibu !an# kekuran#an manaat asam olat ba#i ibu hamil dan terlalu ban!ak men#hirup asap rokok. %6aa -u#a : baha!a asap rokok pada ibu hamil'

4. Infe"#$ Menul!% Se"#u!l

3elain itu" ineksi saluran kenin# !an# disebabkan oleh bakteri Ecoli,  !mirabilis, Streptococcus, dan Stap"ylococcus saprop"yticus atau ineksi menular seksual %IM3' oleh bakteri C"lamydia trac"omatis, Neisseria  gonorr"oeae, #ardnerella vaginalis dapat men!ebar sampai ke kandun#an

seara lan#sun# maupun le,at peredaran darah. dapat pula men!ebar naik ke kandun#an seara lan#sun# maupun le,at sirkulasi darah. *ika tidak ditan#ani den#an baik bisa men!ebabkan ke#u#uran atau kelahiran prematur.

. PATOFISIOLOGI

 Nukleus pre9optik pada hipotalamus anterior berun#si seba#ai pusat  pen#atur suhu dan beker-a mempertahankan suhu tubuh pada suatu nilai !an#

(6)

sudah ditentukan" !an# disebut h ypot"alamus t"ermal set point . 7ada demam "ypot"alamic t"ermal set point menin#kat dan mekanisme pen#aturan suhu !an# utuh beker-a menin#katkan suhu tubuh ke suhu tertentu !an# baru.

5er-adin!a demam disebabkan oleh pelepasan )at piro#en dari dalam lekosit !an# sebelumn!a telah teran#san# baik oleh )at piro#en ekso#en !an# dapat berasal dari mikroor#anisme atau merupakan suatu hasil reaksi imunolo#ik  !an# tidak berdasarkan suatu ineksi 7iro#en ekso#en ini -u#a dapat karena obat9 obatan dan hormonal" misaln!a pro#esterone.

3eara skematis mekanisme ter-adin!a ebris atau demam dapat di#ambarkan seba#ai berikut :

3timulus ekso#en %endotoksin" staph!looal er!tho@in dan ;irus' A men#induksi sel darah putih untuk produksi piro#en endo#en A!an#  palin# ban!ak keluar IB91 dan 5N=9a" selain itu ada IB9C dan I=N A beker-a  pada sistem sara pusat di le;el or#anosum ;asulosum pada lamina terminalis %OB5' A OB5 dikelilin#i oleh porsio medial dam lateral pada pre9opti nuleus" hipotalamus anterior dan septum pallusolum.

Mekanisme sirkulasi sitokin di sirkulasi sistemik berdampak pada  -arin#an neural masih belum -elas. hipotesan!a adan!a kebooran di sa,ar 

darah otak di le;el OB5 men!ediakan sistem sara pusat untuk merasakan adan!a piro#en endo#en. Mekanisme penetus tambahan termasuk transport akti sitokin ke dalam OB5 atau akti;asi reseptor sitokin di sel endotel di neural ;asulature" !an# mentranduksi sin!al ke otak.

OB5 mensintesa prosta#landin" khususn!a prosta#landin (2" !an# merespons piro#en endo#en. 7& (2 beker-a seara lan#sun# ke sel pre9opti nuleus untuk menurunkan rata pemanasan pada neuron !an# sensiti pada han#at dan ini salah satu ara menurunkan produksi pada arahidoni aid  path,a!. Ke-adian !an# lebih luas pada !loo@!#enase92 %+O92' di neural

;asulature !an# pentin# pada ormasi ebris. Induksi pada respons ebris oleh lipopolisakarida" 5N=9a dan IB91b !an# men#hasilkan kenaikan +O92 m?N<  pada erebral ;asulature pada beberapa model eksperimental ebris.

7enin#katan suhu dikenal untuk men#induksi perubahan pada ban!ak sel eektor pada respons imun. Demam men#induksi ter-adin!a respons s!ok   panas. 7ada respons s!ok panas ter-adi reaksi kompleks pada demam" untuk  sitokin atau beberapa stimulus lain. Hasil akhir dari reaski ini adalah produksi heat shok protein %H37s'" sebuah kelas protein krusial untuk pen!elamatan seluler.

(7)

3itokin proinlamotori A masuk ke sirkulasi hipotalamik A stimulasi  pen#eluaran 7& lokal" resettin# set point termal hipotalamik Asitokin  proinlamatori ;s kontrainlamatori %misal!a seperti IB910 dan substansi lain seperti ar#inin ;asopresin" M3H" #lukokortikoid' Amembatasi besar dan laman!a demam

. MANIFESTASI KLINIS

%*ulia" 2010'

7ada saat ter-adi demam" #e-ala klinis !an# timbul ber;ariasi ter#antun# pada ase demam meliputi:

Fase 1 awal (awitan dingin/ menggigil)

5anda dan #e-ala

$ 7enin#katan den!ut -antun#

$ 7enin#katan la-u dan kedalaman pernapasan $ Men#i#il akibat te#an#an dan kontraksi otot $ 7enin#katan suhu tubuh

$ 7en#eluaran kerin#at berlebih 9 ?ambut pada kulit berdiri

9 Kulit puat dan din#in akibat ;asokontriksi pembuluh darah

 Fase 2 ( proses demam)

5anda dan #e-ala

9 7roses men#i#il len!ap 9 Kulit terasa han#at E panas $ Merasa tidak panas E din#in $ 7enin#katan nadi

$ 7enin#katan rasa haus $ Dehidrasi

$ Kelemahan

$ Kehilan#an nasu makan % -ika demam menin#kat' $  N!eri pada otot akibat katabolisme protein.

Fase 3 (pemulihan)

5anda dan #e-ala

9 Kulit tampak merah dan han#at 9 6erkerin#at

9 Men#i#il rin#an

9 Kemun#kinan men#alami dehidrasi

(8)

1. >-i oba darah"+ontoh pada Demam Den#ue terdapat leuopenia pada

hari ke92 atau hari ke9. 7ada D6D di-umpai trombositopenia dan hemokonsentrasi. Masa pembekuan masih normal" masa perdarahan biasan!a meman-an#" dapat ditemukan penurunan ator II""II"I" dan II. 7ada  pemeriksaan kimia darah tampak hipoproteinemia" hiponatremia" hipokloremia. 3&O5" serum #lutamit piru;at%3&75'" ureum" dan pH darah mun#kin menin#kat" reverse al%ali menurun.

2. 7embiakan kuman dari airan tubuhElesi permukaan atau sinar tembus

rutin.

+ontoh pada D6D air seni mun#kin ditemukan albuminuria rin#an.

3. Dalam tahap melalui biopsi pada tempat9tempat !an# diuri#ai. *u#a dapat

dilakukan pemeriksaan seperti an#ino#rai" aorto#rai atau liman#io#rai.

4. >ltrasono#rai" endoskopi atau sannin#" masih dapat diperiksa

5. PENATALAKSANAAN

1. 7emberian obat anti piretik" misalparasetamol

2. 7erban!ak minum air putih a#ar mene#ah ter-adin!a dehidrasi

. &unakan pakaian !an# muidah men!erap kerin#at 4. Kompres den#an air han#at

. Konsumsi makanan !an# adekuat dan ukup istirahat

6. PEN(EGAHAN

1. Ru*$n &e&e%$"#!"!n "e'!&$l!n

7emeriksaan kehamilan palin# sedikit dilakukan 4 kali selama masa kehamilan !akni 1 kali pada trimester pertama" 1 kali pada trimester  kedua" dan 2 kali pada trimester keti#a. <pabila menemukan tanda atau masalah" ibu hamil harus se#era men#hubun#i dokter kandun#an maupun bidan. ?a-in memeriksakan kandun#an merupakan lan#kah  palin# tepat untuk mene#ah dan men#etahui seara epat kemun#kinan  baha!a kehamilan. 3erta bisa se#era dilakukan penan#anan !an# epa t. 2. Men3!+! 4!5! *!'!n *u/u'

Daripada men#konsumsi obat9obatan !an# kemun#kinan bisa berdampak   buruk pada -anin" ibu lebih dian-urkan untuk men-a#a stamina dan da!a

tahan tubuh a#ar tidak mudah terkena pen!akit termasuk demam. itamin + !an# ka!a akan kandun#an antioksidan membantu melindun#i sel9sel sehin##a men-a#a tubuh tetap sehat. Konsumsi makanan sehat

(9)

untuk ibu hamil seperti buah dan sa!ur !an# men#andun# ;itamin + seperti -ambu merah" lei" pepa!a" stroberri" -eruk" man##a" kubis"  brokoli" kemban# kol" labu" dan seba#ain!a untuk memperkuat da!a

tahan tubuh.

. Men3!+! "e/e%#$'!n

Membersihkan tan#an merupakan lan#kah palin# dasar dari mene#ah ineksi bakteri maupun ;irus. ?a-in membersihkan tan#an akan men#hambat perkemban#an dan pen!ebaran ;irus. Mandi minimal 2 kali sehari. *ika ban!ak berkerin#at" ibu harus ra-in ber#anti pakaian terutama  pakaian dalam. 7akai pakaian !an# lon##ar dan dapa t men!erap kerin#at. 4. I#*$%!'!* 5!n+ 6u"u7

Ibu hamil meman# mudah kelelahan. Oleh sebab itu ibu harus pandai men#atur ,aktu" perban!ak istirahat" dan -an#an memaksakan diri.

. hindari dehidrasi dan ukupi hidrasi tubuh den#an minum air putih karena menin#katkan suhu tubuh 0"1o+ akan menin#katkan kebutuhan

airan tubuh.bila minum obat penurun demam bisa men##unakan #olon#an parasetamol !an# aman untuk ibu hamil.

7. ASUHAN KEPERAWATAN

1. Pen+"!3$!n

a'. Identitas 7asien

Identitas : Meliputi nama" umur" pendidikan" susku ban#sa" peker-aan" a#ama" alamat.

 b'. ?i,a!at kesehatan

 Keluhan utama %keluhan !an# dirasakan pasien saat pen#ka-ian' :

 panas.

 ?i,a!at kesehatan sekaran# %ri,a!at pen!akit !an# diderita pasien

saat masuk rumah sakit': se-ak kapan timbul demam" siat demam" #e-ala lain !an# men!ertai demam %misaln!a: mual" muntah" nasu makn" eliminasi" n!eri otot dan sendi dll'" apakah men##i#il" #elisah.

 ?i,a!at kesehatan !an# lalu %ri,a!at pen!akit !an# sama atau

 pen!akit lain !an# pernah diderita oleh pasien'.

 ?i,a!at kesehatan keluar#a %ri,a!at pen!akit !an# sama atau

 pen!akit lain !an# pernah diderita oleh an##ota keluar#a !an# lain  baik bersiat #enetik atau tidak'

2. 7emeriksaan isik 

a'. Keadaan umum : kesadaran" ;ital si#n" status nutrisi  b'. 7emeriksaan persistem

9 3istem persepsi sensori

9 3istem pers!araan : kesadaran 9 3istem pernaasan

(10)

9 3istem kardio;askuler  9 3istem #astrointestinal 9 3istem inte#ument 9 3istem perkemihan

. 7ada un#si kesehatan

a'. 7ola persepsi dan pemeliharaan kesehatan  b'. 7ola nutrisi dan metabolism

'. 7ola eliminasi

d'. 7ola akti;itas dan latihan e'. 7ola tidur dan istirahat

'. 7ola ko#niti dan pereptual #'. 7ola toleransi dan kopin# stress h'. 7ola nilai dan ke!akinan

i'. 7ola hubun#an dan peran

4. 7emeriksaan penun-an# a'. Baboratorium

 b'. =oto ront#ent '. >3&

8. DIAGNOSA PERAWATAN

1. Hipertemia berhubun#an den#an proses pen!akit

2. ?esiko kekuran#an ;olume airan berhubun#an den#an intake !an# kuran# dan diaporesisi

. Hambatan mobilitas isik bEd kelemahan

4. ?esiko nutrisi kuran# dari kebutuhan bEd kuran# nasu makan

N). D$!+n)#! Ke7e%!!*!n

Tu3u!n 4!n K%$*e%$! H!#$l

,NO(-In*e%9en#$

,NI(-1.  Nutrisi Kuran# Dari

Klebutuhan 5ubuh 6ED Kuran# Nasu Makan

3etelah dilakukan tindakan  pera,atan selama F. 24-am" pasien men#alami keseimban#an atau kebutuhan #i)i pasien dapat terpenuhi

1. Bakukan

 pendekatan pasien dan keluar#a

2. *elaskan

 pada pasien dan keluar#a  pen!ebab rasa sakit dan ara

men#uran#i rasa sakit

. *elaskan

 pada pasien dan keluar#a tentan# pGen!akitn!a -ika ia tidak makan

4. <n-urkan

 pada kl# untuk memberikan makanan tambahan !an# rin#an untuk dierna

. Obser;as

i tt;

C. Kolabora

(11)

ahli #i)i 2. Hipertemia  berhubun#an den#an proses  pen!akit. 6atasan karakeristik : kenaikan suhu tubuh diatas rentan# normal seran#an atau kon;ulsi %ke-an#' kulit kemerahan  pertambahan ??  takikardi saat disentuh tan#an terasa han#at

3etelah dilakukan tindakan  pera,atan selama F. 24-am" pasien men#alami keseimban#an termore#ulasi den#an

kriteria hasil :

  3uhu tubuh dalam rentan# normal " + $ /" +

  Nadi dan ?? dalam rentan# normal

  5idak ada perubahan ,arna kulit

5idak ada pusin#

 Men#ontrol panas

Monitor suhu minimal tiap 2-am Monitor suhu basal seara kontin!u sesui den#an kebutuhan.

Monitor 5D" Nadi" dan ??  Monitor ,arna dan suhu kulit Monitor penurunan tin#kat kesadaran

Monitor 6+"Hb" Ht Monitor intake dan output 6erikan anti piretik 

6erikan pen#obatan untuk  men#atasi pen!ebab demam

3elimuti pasien

Bakukan 5apid spon#e 6erikan airan intra ;ena

Kompres pasien pada lipat paha" aksila dan leher 

5in#katkan sirkulasi udara

6erikan pen#obatan untuk  mene#ah ter-adin!a men##i#il 5emperature ?e#ulation

Monitor tanda9 tanda hipertermi 5in#katkan intake airan dan nutrisi

<-arkan pada pasien ara mene#ah keletihan akibat panas Diskusikan tetan# pentin#n!a  pen#aturan suhu dan kemun#kinan eek ne#ati;e dari kedin#inan

6erikan obat antipiretik sesuai den#an kebutuhan

&unakan matras din#in dan mandi air han#at untuk men#atasi #an##uan suhu tubuh sesuai den#an kebutuhan

Bepasakan pakaian !an#  berlebihan dan tutupi pasien

den#an han!a selembar pakaian. ital 3i#n Monitorin#

Monitor 5D" Nadi" 3uhu" dan ??  +atat adan!a luktuasi tekanan darah

Monitor ;ital si#n saat pasien  berdiri" duduk dan berbarin#

<uskultasi 5D pada kedua len#an dan bandin#kan

Monitor 5D" Nadi" dan ??  sebelum" selama" dan sesudah akti;itas

(12)

Monitor kualitas dari nadi

Monitor rekuensi dan irama  pernapasan

Monitor suara paru

Monitor pola pernapasan <bnormal

Monitor suhu" ,arna dan kelembaban kulit

Monitor sianosis perier 

Monitor adan!a tekanan nadi !an# melebar " bradikardi"  penin#katan sistolik %+husin#

5riad'

Identiikasi pen!ebab dari  perubahan ;ital 3i#n

. ?esiko in-ur!  berhubun#an

den#an ineksi mikroor#anisme

3etelah dilakukan tindakan kepera,atan selama F@ 24 -am" pasien tidak  men#alami in-ur!. ?isk In-ur!

Kriteria Hasil :

 Klien terbebas dari idera   Klien mampu men-elaskan

araEmetode untuk 

mene#ah in-ur! atau edera

  Klien mampu men-elaskan

ator resiko dari lin#kun#a atau perilaku personal

  Mampu memodiikasi #a!a

hidup untuk mene#ah in-ur!

 Men##unakan asilitas

kesehatan !an# ada

 Mampu men#enali

 perubahan status kesehatan

3ediakan lin#kun#an !an# aman untuk pasien

Identiikasi kebutuhan

Keamanan pasien sesuai den#an kondisi isik dan un#si ko#niti   pasien dan ri,a!at pen!akit

terdahulu pasien

Men#hindari lin#kun#an !an#  berbaha!a misaln!a

memindahkan perabotan

Memasan# side rail tempat tidur    Men!ediakan tempat tidur !an#

n!aman dan bersih Meletakan saklar lampu

tempat !an# mudah di-an#kau  pasien

Membatasi pen#un-un#

Memberikan peneran#an !an# ukup

Men#an-urkan keluar#a untuk  menemani pasien

Men#ontrol lin#kun#an dari kebisin#an

Memindahkan baran#9baran# !an# dapat membaha!akan

  6erikan pen-elasan pada pasien dan keluar#a atau pen#un-un# adan!a perubahan status kesehatan dan pen!ebab  pen!akit.

4. ?esiko kekuran#an ;olume airan

den#an aktor   resiko aktor !an# mempen#aruhi kebutuhan airan %hipermetabolik'

3etelah dilakukan tindakan kepera,atan selama F@ 24  -am" luid balane den#an

kriteria hasil :

Mempertahankan urine output sesuai den#an usia dan 66" 6* urine normal" H5 normal

=luid mana#ement:

  7ertahankan atatan intake dan output !an# akurat

Monitor status

dehidrasi% kelembaban membrane mukosa" nadi adekuat" tekanan darah ortostatik'

(13)

5ekanan darah" nadi" suhu tubuh dalam batas normal 5idak ada tanda9 tanda dehidrasi" elastisitas tur#or  kulit baik" membrane mukosa lembab" tidak ada rasa haus !an# berlebihan.

Monitor asupan makananE airan dan hitun# intake kalori harian Bakukan terapi I

Monitor status nutrisi 6erikan airan

6erikan airan I pada suhu ruan#an

Doron# masukan oral

  6erikan pen##antian naso#astrik  sesuai output

Doron# keluar#a untuk membantu  pasien makan

<n-urkan minum kuran# lebih /9 8 #elas belimbin# perhari

Kolaborasi dokter -ika tanda airan berlebih munul memburuk 

(14)

PATHWAY FEBRIS

<#en ineksius Dehidrasi Mediator inlamasi

MonositEmakroa# 5ubuh kehilan#an airan

3itokin piro#en

Mempen#aruhi hipothalamus penurunan airan intrasel   <nterior 

De&!&

  7enin#katan e;aporasi menin#katn!a 7h berkuran#  penin#katan suhu

Metabolik tubuh tubuh

  anoreksia

Kelemahan intake makanan

  berkuran#

#an##uan rasa n!aman

#elisah tidak bisa tidur  kuran# pen#etahuan Mk: resiko deisit ;olume airan Mk: #an##uan istirahat tidur  Mk: nutrisi kuran# dari kebutuhan Mk : hipertermi Mk: intoleransi akti;itas Mk : ansietas

(15)

DAFTAR PUSTAKA

&u!ton" <rthur +.2010.=isiolo#i Manusia Dan Mekanisme 7en!akit. *akarta :(&+ Ilmu Kesehatan <nak. 2000. =K>I

*uluia Klaar-ie. 2010. Metode 5epat Men#atasi Demam

Mans-oer" <ri" dkk. 2000.  &apita Selecta &edo%teran *ilid 2. *akarta : Media <esulapius.

Manuaba. 200. 7en#antar Kuliah Obstetri *akara.:(&+

Referensi

Dokumen terkait

Kejang demam atau febrile convulsion ialah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rectal di atas 38 C) yang disebabkan oleh proses ekstrakranium

Demam yang terjadi pada masa ini disebut demam intermiten (suhu yang tinggi, naik turun dan turunnya dapat mencapai normal) Disamping peningkatan suhu tubuh

Karena yang menjadi penyebab timbulnya kejang adalah kenaikan suhu tubuh akibat infeksi seperti di telinga, saluran pernapasan, tonsil maka  pemeriksaan seperti angka

/eang demam diiuti hemi$aresis sementara @Heme$aresis (33d yang berlangsung bebera$a am sam$ai hari. 2angitan eang yang berlangsung lama lebih sering teradi

Kejang demam adalah bangkitan kejang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38° c) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. Kejang demam sering juga

Berdasarkan teori di atas dapat disimpulkan bahwa kejang demam merupakan gangguan neurologis yang terjadi pada anak yang terjadi akibat kenaikan suhu tubuh

Untuk itu penelitian ini dirancang guna menilai suhu tubuh, kadar hemoglobin, jumlah leukosit, jumlah trombosit dan menganalisis hubungan tingkat demam dengan hasil

Hampir semua orang pernah mengalami demam, ada yang hanya demam ringan dan ada yang sampai demamnya tinggi.Demam sering terjadi pada usia balita, ketika kenaikan suhu tubuh demam