I. Mata Kuliah : Ideologi Politik
Fakultas : Syari’ah
Jurusan/ Prodi : Hukum Tata Negara
Program :
Bobot : 2 SKS
Waktu Perkuliahan : Dosen Pengampu : II. Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah Ideologi Politik dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang komperhensif kepada mahasiswa tentang berbagai pandangan besar negara-negara dunia tentang politik, dan himpunan ide dan prinsip yang menjelaskan bagaimana seharusnya masyarakat bekerja, dan menawarkan ringkasan order masyarakat tertentu; mengenai dirinya tentang bagaimana mengatur kekuasaan dan bagaimana seharusnya dilaksanakan. III. Tolok Ukur Indikator Kompetensi (Target Hasil Belajar)
1. Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang berbagai pandangan besar negara-negara dunia tentang politik.
2. Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang himpunan ide dan prinsip yang menjelaskan bagaimana seharusnya masyarakat bekerja, dan menawarkan ringkasan order masyarakat tertentu; mengenai dirinya tentang bagaimana mengatur kekuasaan dan bagaimana seharusnya dilaksanakan.
IV. Topik Inti Materi Pembelajaran 1. Pengantar:
a. Ruang lingkup pembahasan Ideologi Politik b. Pengertian Ideologi Politik
c. Ideologi Politik Dunia Timur dan Barat 2. Ideologi Politik Liberalisme:
a. Sejarah Ideologi
b. Dasar Pemikiran dan Tokoh-Tokohnya c. Implementasi dalam Sistem Politik d. Strategi, Tantangan, dan Ancaman
e. Implikasi Sosial-Budaya, Ekonomi, dan Pendidikan 3. Ideologi Politik Sosialisme:
a. Sejarah Ideologi
b. Dasar Pemikiran dan Tokoh-Tokohnya c. Implementasi dalam Sistem Politik d. Strategi, Tantangan, dan Ancaman
e. Implikasi Sosial-Budaya, Ekonomi, dan Pendidikan 4. Ideologi Politik Komunisme:
a. Sejarah Ideologi
b. Dasar Pemikiran dan Tokoh-Tokohnya c. Implementasi dalam Sistem Politik d. Strategi, Tantangan, dan Ancaman
e. Implikasi Sosial-Budaya, Ekonomi, dan Pendidikan 5. Ideologi Politik Fasisme:
a. Sejarah Ideologi
c. Implementasi dalam Sistem Politik d. Strategi, Tantangan, dan Ancaman
e. Implikasi Sosial-Budaya, Ekonomi, dan Pendidikan 6. Ideologi Politik Kapitalisme:
a. Sejarah Ideologi
b. Dasar Pemikiran dan Tokoh-Tokohnya c. Implementasi dalam Sistem Politik d. Strategi, Tantangan, dan Ancaman
e. Implikasi Sosial-Budaya, Ekonomi, dan Pendidikan 7. Ideologi Politik Konservatisme:
a. Sejarah Ideologi
b. Dasar Pemikiran dan Tokoh-Tokohnya c. Implementasi dalam Sistem Politik d. Strategi, Tantangan, dan Ancaman
e. Implikasi Sosial-Budaya, Ekonomi, dan Pendidikan 8. Ideologi Politik Islam:
a. Sejarah Ideologi
b. Dasar Pemikiran dan Tokoh-Tokohnya c. Implementasi dalam Sistem Politik d. Strategi, Tantangan, dan Ancaman
e. Implikasi Sosial-Budaya, Ekonomi, dan Pendidikan 9. Ideologi Politik Pancasila:
a. Sejarah Ideologi
b. Dasar Pemikiran dan Tokoh-Tokohnya c. Implementasi dalam Sistem Politik d. Strategi, Tantangan, dan Ancaman
e. Implikasi Sosial-Budaya, Ekonomi, dan Pendidikan 10. Ideologi Politik dan Agama: Pengalaman Timur dan Barat V. Metode Pembelajaran
1. Pertemuan awal dilakukan ‘kontrak belajar’ dengan mahasiswa untuk bersepakat dalam aturan perkuliahan.
2. Kegiatan pengenalan setiap konsep baru dilakukan dengan beberapa strategi, diantaranya:
a. Brain storming b. Dynamic lecturing c. Concept map d. Synergetic teaching
3. Pendalaman/ perluasan pemahaman materi dilakukan dengan menggunakan alternatif strategi sebagai berikut:
a. Information search b. The power of two
c. Everyone is teacher here d. Snowbolling
e. Active debate
VI. Evaluasi Pembelajaran
penilaian lain, yaitu kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan dan partisipasinya dalam proses perkuliahan.
2. Untuk menilai hasil pembelajaran dilakukan tes, yaitu Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Di samping itu juga terdapat komponen penilaian lain yang digunakan untuk menilai kemampuan penguasaan materi perkuliahan, yaitu Tugas Terstruktur. Sedangkan penilaian akhir merupakan penggabungan dari skor yang diperoleh dengan pembobotan sebagai berikut:
a. Tugas Makalah/ Rangkuman : 25% b. Keaktifan/ Partisipasi Kelas : 25%
c. UTS : 25%
d. UAS : 25%
VII. Referensi
1. Lyman Tower Sargent, Ideologi-Ideologi Politik Kontemporer, terj. A.R. Henry Sitanggang, Erlangga, Jakarta, 1987.
2. Henry J. Schmandt, Filsafat Politik, Pustaka Pelajar Tahun, 2009.
3. Karl Mannheim, Ideologi dan Utopia: Menyingkap Kaitan Pikiran dan Politik, terj. F. Budi Hardiman (Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2002), cet. ke-7.
4. Yudi Latief, Negara Paripurna, Gramedia, Jakarta, 2011.
5. Radhar Panca Dahana, Ideologi Politik dan Teater Modern Indonesia, Indonesiatera, 2001.
6. Dhiyã’ ad-Dĭn al-Rais, Islam dan Khilafah: Kritik Terhadap Buku Khilafah dan Pemerintahan Dalam Islam, ‘Ali Abdur Raziq, terj. Afif Mohammad (Bandung: Pustaka Pelajar, 1985).
7. Abdullah Ahmed An-Na’im, Islam dan Negara Sekuler: Menegosiasikan Masa Depan Syari’ah, (Bandung: Mizan Media Utama, 2007) hlm. 15.
8. Muhammad ‘Imãrah, al-Islãm wa al-Siyãsah: al-Radd ‘alã Syubahãt al-‘Ilmãniyyĭn (Kairo: Maktabah al-Syurūq al-Dauliyyah, 2008), cet. ke-1.
9. Peter R. Demant, Islam vs Islamism: The Dilemma of The Mulsim World (USA: Prager Publishers, 2006), cet. ke-1.
10. Charles F. Andrain, Kehidupan Politik dan Perubahan Sosial, terj. Luqman Hakim (Yogyakarta: PT. Tiara Wacana, 1992).
11. Anthony Giddens, Konsekuensi-Konsekuensi Modernitas, terj. Nurhadi (Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2005) cet. I.
12. Akbar S. Ahmed, Postmodernisme: Bahaya dan Harapan Bagi Islam (Bandung: Penerbit Mizan, 1991).