• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PUPR WILAYAH III JAKARTA

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI

DISEMINASI TENTANG TATA CARA

PENGHAPUSAN BARANG MILIK NEGARA

( BMN ) DI SEKRETARIAT DIREKTORAT

JENDERAL BINA KONSTRUKSI

DISUSUN OLEH :

NAMA : HENDRITA AMPRIS ECHALANTI, SE NIP :198706262019032007

UNOR : SETDITJEN BINA KONSTRUKSI

BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PUPR WILAYAH III JAKARTA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

(2)

PELATIHAN DASAR CPNS

BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PUPR WILAYAH III JAKARTA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI

DISEMINASI TENTANG TATA CARA PENGHAPUSAN BARANG MILIK NEGARA ( BMN )

DI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA KONSTRUKSI Disusun oleh :

HENDRITA AMPRIS ECHALANTI, SE 198706262019032007 DISEMINARKAN PADA : HARI : JUM’AT TANGGAL : 1 NOVEMBER 2019 MENTOR ( Fariroh, SE,M.Si ) NIP. 197506022005022006 COACH ( DR.A.Hasanudin, ME ) NIP. 195905291985031004

KEPALA BALAI DIKLAT PUPR WILAYAH III

JAKARTA

Yunaldi, ST, MT NIP. 197212301998031003 KEPALA PUSDIKLAT MANAJEMEN DAN PENGEMBANGAN

JABATAN FUNGSIONAL, BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA, KEMENTERIAN PEKERJAAN

UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

Ir. Moeh Adam, MM

NIP. 196503031992031002

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia-Nya Laporan Rancangan Aktualisasi dengan judul “Diseminasi Tentang Tata Cara Penghapusan Barang Milik Negara ( BMN ) di Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Konstruksi” dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

Laporan Aktualisasi ini disusun sebagai salah satu persyaratan kelulusan Latsar CPNS Kementerian PUPR. Selama menyelesaikan Laporan Rancangan Aktualisasi ini penulis banyak menerima petunjuk, saran, bimbingan, motivasi dan bantuan dari berbagai pihak. Sehubungan dengan hal tersebut penulis mengucapkan terimakasih kepada :

1. Ibu Fariroh, SE,M.Si selaku mentor yang selalu memberikan motivasi, saran, arahan dan bimbingan sehingga laporan ini dapat diselesaikan dengan baik.

2. Bapak DR. A. Hasanuddin, ME. sebagai Coach yang juga telah memberikan banyak masukan, koreksi dan saran sehingga laporan ini dapat diselesaikan dengan baik.

3. Ibu Lisniari Munthe, ST, M.SC sebagai Penguji yang juga telah memberikan banyak masukan, koreksi dan saran sehingga laporan ini dapat diselesaikan dengan baik.

4. Widyaiswara Kementerian PUPR yang mengajar di Balai Pendidikan dan Pelatihan PUPR Wilayah III Jakarta yang telah memberikan pengetahuan sehingga memudahkan penyusunan laporan ini.

5. Suami Rony Catur Rahardjo, A.Md dan keluarga saya yang tercinta yang telah memberi saya semangat untuk menyelesaikan laporan ini dengan baik.

6. Teman-teman CPNS Kementerian PUPR Batch-IV yang berjuang bersama selama mengikuti LATSAR di Balai Diklat PUPR Wilayah III Jakarta.

Semoga Laporan Rancangan Aktualisasi ini dapat menjadi panduan dalam implementasi aktualisasi di Unit Kerja penulis. Penulis sadar bahwa laporan Aktualisasi ini masih memiliki banyak kekurangan. Semoga laporan Aktualisasi ini dapat memberikan manfaat dan wawasan tambahan bagi para pembaca dan bagi penulis sendiri.

Jakarta, November 2019

Hendrita Ampris Echalanti, SE

(4)

iv

DAFTAR

ISI

LEMBAR PENGESAHAN PELAKSANAAN AKTUALISASI ... II

KATA PENGANTAR ... III

DAFTAR ISI ... IV DAFTAR TABEL ... V DAFTAR GAMBAR ... VI BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1. LATAR BELAKANG ... 1 1.2. TUJUAN ... 2 1.3. MANFAAT ... 2 1.4. RUANG LINGKUP ... 2

BAB II GAMBARAN UNIT KERJA ... 3

2.1. DESKRIPSI UNIT KERJA ... 3

2.2. VISI DAN MISI ... 4

2.3. TUGAS DAN FUNGSI ... 4

2.4. URAIAN TUGAS DAN JABATAN PESERTA ... 6

BAB III RANCANGAN AKTUALISASI ... 7

3.1. PENETAPAN ISU ... 7

3.2. GAGASAN PEMECAHAN ISU ... 7

3.3 TAHAPAN KEGIATAN RANCANGAN AKTUALISASI ... 7

3.4. MATRIKS RANCANGAN AKTUALISASI ... 8

BAB IV PELAKSANAAN AKTUALISASI ... 11

4.1. PELAKSANAAN KEGIATAN AKTUALISASI ... 11

(5)

4.3 JADWAL KEGIATAN AKTUALISASI ... 12

4.4 REALISASI KEGIATAN DAN OUTPUT ... 14

4.4.1. URAIAN TEKNIK AKTUALISASI ... 14

4.4.2. ANALISIS DAMPAK ... 22

44.3 KETERKAITAN TERHADAP SUBSTANSI PELATIHAN ... 22

BAB V PENUTUP... 26

5.1. KESIMPULAN... 26

5.2. SARAN ... 26

(6)

DAFTAR TABEL

TABEL 3.1 ANALISIS TAPISAN ISU DENGAN METODE USG ... 7

TABEL 3.2 MATRIKS RANCANGAN GAGASAN ... 10

TABEL 4.1 JADWAL RANCANGAN AKTUALISASI ... 13

(7)

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR 2.1 STRUKTUR SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA KONSTRUKSI... 5

GAMBAR 4.1 KONSULTASI DENGAN KEPALA SUBBAG BMN MENGENAI PERATURAN - PERATURAN TERKAIT PENGHAPUSAN BARANG MILIK NEGARA ( BMN ) ... 15

GAMBAR 4.2 PERATURAN –PERATURAN TERKAIT PENGHAPUSAN BARANG MILIK NEGARA ( BMN ) 16 GAMBAR 4.3 KONSULTASI DENGAN MENTOR UNTUK PENDALAMAN MATERI PERATURAN PERATURAN TERKAIT PENGHAPUSAN BARANG MILIK NEGARA ( BMN ) ... 17

GAMBAR 4.4 CATATAN MATERI MENGENAI PETUNJUK TATA CARA PENGHAPUSAN BARANG MILIK NEGARA ( BMN ) ... 17

GAMBAR 4.5 KONSULTASI DENGAN MENTOR UNTUK TAMPILAN DAN DESAIN X-BANNER ... 18

GAMBAR 4.6 LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT X-BANNER ... 18

GAMBAR 4.7 X-BANNER YANG SUDAH TERCETAK ... 19

GAMBAR 4.8 PEMASANGAN X-BANNER ... 19

GAMBAR 4.9 SOSIALISASI TATA CARA PENGHAPUSAN BARANG MILIK NEGARA ( BMN ) ... 20

GAMBAR 5.0 PEMBUATAN LAPORAN AKTUALISASI ... 21

GAMBAR 5.1 PEMBUATAN LAPORAN AKTUALISASI ... 21

GAMBAR 5.2 KONSULTASI DENGAN MENTOR MENGENAI LAPORAN AKTUALISASI ... 22

(8)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara mengamanatkan Instansi Pemerintah untuk wajib memberikan Pendidikan dan Pelatihan terintegrasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selama 1 (satu) tahun masa percobaan. Tujuan dari pelatihan yang terintegrasi ini adalah untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Dengan demikian UU ASN mengedepankan penguatan nilai-nilai dan pembangunan karakter dalam mencetak PNS.

Program Pendidikan dan Pelatihan mengikuti pola baru berlangsung secara on-off kampus. Kegiatan on kampus berlangsung di Balai Diklat PUPR Wilayah III Jakarta dengan materi dan pola untuk menginternalisasi nilai-nilai dasar PNS dan peran sera kedudukan PNS dalam NKRI. Kegiatan off kampus yaitu melakukan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS dan peran serta kedudukan PNS dalam NKRI pada setiap kegiatan yang sudah direncanakan pada masing-masing unit organisasi.

Sebagai peserta Latihan Dasar CPNS Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, nantinya setiap peserta harus melakukan aktualisasi mengenai isu-isu yang terjadi di unit organisasi tersebut dengan menerapkan nilai-nilai dasar PNS dan peran serta kedudukan PNS dalam NKRI. Dengan adanya aktualisasi ini, nantinya diharapkan CPNS mampu melakukan kegiatan untuk menyelesaikan isu-isu yang terjadi di unit organisasi tersebut. Ruang lingkup aktualisasi kali ini yang akan diangkat adalah di Bidang Keuangan dan Umum, Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/ Daerah. Siklus penggunaan barang dimulai dari tahap perencanaan kebutuhan dan penganggaran, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penilaian, pemindahtanganan, penghapusan, penatausahaan, pembinaan, sampai dengan pengawasan/pengendalian. Untuk mewujudkan tertib administrasi penggunaan Barang Milik Negara (BMN), diperlukan pemahaman terhadap setiap tahapan dalam siklus penggunaan Barang Milik Negara (BMN) mulai dari perencanaan sampai tahap penghapusan bagi

1 1 1

(9)

penggunaan Barang Milik Negara (BMN).

Penghapusan Barang Milik Negara (BMN) merupakan suatu rangkaian kegiatan untuk membebaskan pengguna barang dan/atau kuasa pengguna barang dari pertanggung jawaban administratif dan fisik atas Barang Milik Negara (BMN) yang berada dalam penguasaannya. Penghapusan Barang Milik Negara (BMN) sebagai salah satu proses dalam siklus penggunaan Barang Milik Negara (BMN) perlu ditangani secara tertib, teliti, cermat, cepat serta tepat waktu.

1.2 Tujuan

Tujuan dari penulisan rancangan aktualisasi ini adalah sebagai berikut:

1. Memaknai nilai-nilai dasar PNS dan peran serta kedudukan PNS dalam NKRI. 2. Menerapkan nilai-nilai dasar PNS dan peran serta kedudukan PNS dalam NKRI

terhadap tugas-fungsi masing-masing unit organisasi

3. Untuk memberikan kemudahan dan pemahaman tentang tata cara penghapusan Barang Mulik Negara (BMN) bagi para pegawai di Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Konstruksi

1.3 Manfaat

Manfaat dari penulisan aktualisasi ini adalah sebagai berikut: 1. Manfaat Teoritis

Mampu memberikan contoh penerapan nilai-nilai dasar PNS dan peran serta kedudukan PNS dalam NKRI terhadap tugas-fungsi masing-masing unit organisasi. 2. Manfaat Praktis

Dapat menjadi referensi dalam alternatif aktualisasi CPNS.

1.4 Ruang Lingkup

Ruang lingkup pelaksanaan aktualisasi adalah sebagai berikut:

1. Aktualisasi ini dilakukan di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Konstruksi.

2. Aktualisasi ini dimulai dari tanggal 18 September 2019 – 28 Oktober 209

(10)

BAB II

GAMBARAN UNIT KERJA

2.1 Deskripsi Unit Kerja

Berdasarkan Peraturan Presiden No. 15 Tahun 2015 mengenai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, adapun hasil dari Peraturan Presiden tersebut adalah dibentuknya beberapa Direktorat Jenderal baru di lingkungan Kementerian PUPR dan salah satu diantaranya adalah Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, yang bertempat di Jalan Pattimura Nomor 20, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Direktorat Jenderal Bina Konstruksi mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan jasa konstruksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Direktorat Jenderal Bina Konstruksi terdiri atas: a. Sekretariat Direktorat Jenderal;

b. Direktorat Pengadaaan Jasa Konstruksi;

c. Direktorat Bina Penyelenggaraan Jasa Konstruksi;

d. Direktorat Bina Kelembagaan dan Sumber Daya Jasa Konstruksi; e. Direktorat Bina Kompetensi dan Produktivitas Konstruksi; dan f. Direktorat Kerja Sama dan Pemberdayaan.

Sekretariat Jenderal Bina Konstruksi yang merupakan salah satu unit kerja di bawah Direktorat Jenderal Bina Konstruksi. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :

a. penyusunan kebijakan dan strategi, program jangka menengah, dan rencana kerja dan anggaran, serta evaluasi dan laporan kinerja pembinaan penyelenggaraan, kelembagaan, dan sumber daya konstruksi

b. pengelolaan urusan kepegawaian, organisasi, dan tata laksana

c. pengelolaan urusan administrasi keuangan, tata usaha, dan rumah tangga serta pengelolaan barang milik negara Direktorat Jenderal dan

d. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang - undangan, fasilitasi advokasi hukum dan pertimbangan hukum, pengolahan data serta penyelenggaraan komunikasi publik Direktorat Jenderal.

(11)

Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Perencanaan dan Evaluasi;

b. Bagian Kepegawaian, Organisasi, dan Tata Laksana; c. Bagian Keuangan dan Umum; dan

d. Bagian Hukum, Data, dan Komunikasi Publik.

Bagian Keuangan dan Umum Sekretariat Jenderal Bina Konstruksi terdiri atas tiga subbagian yaitu:

a. Subbagian Keuangan

Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan kas, gaji, dan perbendaharaan Direktorat Jenderal, penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kegiatan Sekretariat Direktorat Jenderal, dan administrasi penerimaan negara bukan pajak, penyiapan bahan koordinasi administrasi tuntutan ganti rugi, pemantauan penyelesaian laporan hasil pemeriksaan, verifikasi dan pembukuan keuangan Direktorat Jenderal, penatausahaan pelaporan sistem akuntansi keuangan dan sistem akuntansi instansi, serta evaluasi dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas dan kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal. b. Subbagian Umum

Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan administrasi tata usaha dan kearsipan Direktorat Jenderal, penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pemeliharaan gedung kantor, rumah jabatan, dan kendaraan dinas Direktorat Jenderal, serta pengadaan dan pemeliharaan peralatan dan perlengkapan, prasarana dan sarana perkantoran Sekretariat Direktorat Jenderal.

c. Subbagian Barang Milik Negara

Subbagian Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan, pelaksanaan dan penatausahaan barang milik negara termasuk penyiapan penyusunan laporan sistem informasi manajemen akuntansi Barang Milik Negara.

Pada pelaksanaan kegiatan aktualisasi ini, lokus aktualisasi dilaksanakan pada Bidang Keuangan dan Umum, Sekretariat Jenderal Bina Konstruksi. Tugas dan fungsi bidang Keuangan dan Umum akan dijelaskan pada subbab berikutnya.

2.2 Visi dan Misi

Bagian Keuangan dan Umum, Sekretariat Jenderal Bina Konstruksi melaksanakan tugas dan fungsi yang bertujuan untuk mewujudkan visi dan misi dari Direkotorat Jenderal

(12)

Bina Konstruksi. Adapun visi dari Direktorat Jenderal Bina Konstruksi yaitu Keunggulan dan kemandirian konstruksi indoneia. Untuk mewujudkan visi tersebut maka Direktorat Jenderal Bina Konstruksi memiliki misi:

a. Mengintegrasikan pengelolaan sektor konstruksi Indonesia

b. Mewujudkan tata kelola proses penyelenggaraan konstruksi Indonesia c. Menjadikan pelaku sektor konstruksi tumbuh dan berkembang

2.3 Tugas dan Fungsi

Berdasarkan Permen PUPR No 3 Tahun 2019 Pasal 740 s/d Pasal 741, Bagian Keuangan dan Umum, Sekretariat Jenderal Bina Konstruksi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan, tata usaha, dan rumah tangga serta pengelolaan barang milik negara di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi:

a. Pelaksanaan urusan kas, gaji, dan perbendaharaan Direktorat Jenderal;

b. Penyiapan koordinasi penyusunan rencana kegiatan Sekretariat Direktorat Jenderal; c. Pelaksanaan administrasi penerimaan negara bukan pajak;

d. Penyiapan koordinasi administrasi tuntutan ganti rugi dan pemantauan penyelesaian laporan hasil pemeriksaan;

e. Pelaksanaan verifikasi dan pembukuan keuangan Direktorat Jenderal;

f. Penatausahaan pelaporan sistem akuntansi keuangan dan sistem akuntansi instansi; g. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan keuangan Direktorat Jenderal;

h. Penyiapan koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas dan kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal;

i. Penyiapan pelaksanaan dan penatausahaan barang milik negara termasuk penyiapan; penyusunan laporan sistem informasi manajemen akuntansi barang milik negara;

j. Pelaksanaan administrasi tata usaha dan kearsipan Direktorat Jenderal;

k. Penyiapan koordinasi dan pelaksanaan pemeliharaan gedung kantor, rumah jabatan, dan kendaraan dinas Direktorat Jenderal;

l. Pengadaan dan pemeliharaan peralatan dan perlengkapan, prasarana dan sarana perkantoran Sekretariat Direktorat Jenderal.

(13)

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Sekretariat Jenderal Bina Konstruksi

2.1 Uraian Tugas dan Jabatan Peserta

Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian PUPR melaksanakan kegiatan On the Job

Training ( OJT ) sebagai kegiatan pengenalan mengenai terhadap organisasi yang ada dalam

lingkungan Kementerian PUPR. Pada kegiatan On the Job Training ( OJT ) on campus ini, peserta OJT melaksanakan dan mengimplementasikan rancangan aktualisasi yang telah dibuat pada saat mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar terkait dengan nilai-nilai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) dalam melaksanakan peran dan fungsi ASN.

6 Sekretariat Direktorat

Jenderal Bina Konstruksi

Bagian Kepegawaian, Organisasi, dan Tata

Laksana Bagian Keuangan dan Umum Bagian Hukum, Data, dan Komunikasi Publik Bagian Perencanaan dan Evaluasi Kelompok Jabatan Fungsional Subbagian Perencanaan Subbagian Tata Usaha Kepegawaian Subbagian Keuangan Subbagian Hukum Subbagian Program dan Anggaran Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Subbagian Pengembangan Pegawai Subbagian Organisasi dan Tata Laksana Subbagian Umum Subbagian Barang Milik Negara Subbagian Pengelolaan Data Subbagian Komunikasi Publik

(14)

BAB III

RANCANGAN AKTUALISASI

3.1 Penetapan Isu

Berdasarkan rancangan aktualisasi, penentuan isu utama menggunakan Metode USG (Urgency, Seriousness, Growth). Caranya dengan menentukan tingkat urgensi, keseriusan, dan perkembangan isu dengan menentukan skala nilai 1 – 5. Isu yang memiliki total skor tertinggi merupakan isu utama. Tabel berikut menunjukkan proses pembobotan pada isu-isu yang telah ditemukan

Tabel 3.1 Analisis Tapisan Isu dengan Metode USG

No Isu Urgency Seriousness Growth Total

1. Penggunaan ATK kurang

terkoordinasi dengan baik 3 4 4 11

2. Tata Kelola Arsip Yang

Kurang baik 4 4 4 12

3

Banyaknya Barang Milik Negara ( BMN ) rusak yang terbengkalai

5 4 4 13

Skala Pengukuran:

1 : Sangat Tidak Urgent/Serious/Grow 2 : Tidak Urgent/Serious/Grow

3 : Cukup Urgent/Serious/Grow 4 : Urgent/Serious/Grow

5 : Sangat Urgent/Serious/Grow 3.2 Gagasan Pemecahan Isu

Gagasan dalam menyelesaikan isu untuk mengatasi banyaknya Barang Milik Negara (BMN) yang rusak yang berada di ruangan Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Konstruksi dengan melakukan sosialisasi penyebaran informasi lewat X-Banner. Penulis merasa dengan menyebar luaskan informasi lewat X-Banner lebih efektif dan efisien agar para pegawai mengetahui Tata Cara Penghapusan Barang Milik Negara (BMN) sehingga bila ada barang di ruangan yang rusak dan tidak bisa dipakai lagi tidak hanya ditumpuk atau diletakan di bawah meja kerja.

3.3 Tahapan Kegiatan Rancangan Aktualisasi

Berdasarkan gagasan pemecahan isu yang telah dirumuskan, dilakukan perencanaan kegiatan-kegiatan pendukung guna mencapai tujuan gagasan pemecahan isu tersebut. Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan antara lain:

(15)

1) Melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Kepala Subbag Badan Milik Negara (BMN) terkait Peraturan –Peraturan Penghapusan Barang Milik Negara (BMN) di Sekretariat Direktorat Jendaral Bina Konstruksi,

Dari kegiatan diatas, disusun tahapan kegiatan sebagai berikut :

a. Membuat janji bertemu dengan Kepala Subbag Barang Milik Negara (BMN)

b. Berkonsultasi mengenai peraturan terkait penghapusan Barang Milik Negara (BMN)

c. Mengumpulkan perarturan –peraturan terkait penghapusan Barang Milik Negara (BMN).

2) Melakukan kajian materi terkait Peraturan-Peraturan penghapusan Barang Milik Negara ( BMN )

Dari kegiatan diatas, disusun tahapan kegiatan sebagai berikut :

a. Mempelajari peraturan –peraturan terkait penghapusan Barang Milik Negara ( BMN ) b. Menganalisa peraturan-peraturan terkait penghapusan Barang Milik Negara ( BMN ) c. Melakukan pendalaman materi dengan Mentor

d. Memahami kriteria Barang Milik Negara ( BMN ) yang dapat dihapuskan 3) Membuat Desain X- Banner

Dari kegiatan diatas, disusun tahapan kegiatan sebagai berikut :

a. Menyiapkan software untuk membuat X-Banner

b. Konsultasi dengan mentor terkait tampilan dan desain X-Banner

c. Membuat banner menggunakan software desain grafis

d. Mencetak X-Banner

4) Melakukan diseminasi melalui X-Banner

Dari kegiatan diatas, disusun tahapan kegiatan sebagai berikut : a. Pemasangan X-banner.

b. Pelaksanaan diseminasi

5) Evaluasi dan Membuat laporan aktualisasi

Dari kegiatan diatas, disusun tahapan kegiatan sebagai berikut : a. Melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan b. Membuat laporan aktualisasi

(16)

c. Membuat bahan presentasi kegiatan aktualisasi d. Berkonsultasi dengan mentor

3.4 Matriks Rancangan Aktualisasi

Matriks rancangan aktualisasi yang berisikan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam pelaksanan aktualisasi beserta output yang dihasilkan dan keterkaitannya dengan substansi pelatihan.

(17)

Tabel. 3.2 Matriks Rancangan Aktualisasi

10

No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan

Substansi Mata Pelatihan Kontribusi Terhadap Visi-Misi Organisasi Penguatan Nilai Organisasi 1 2 3 4 5 6 7 1. 2.

Melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Kepala Subbag Barang Milik Negara (BMN) terkait Peraturan – Peraturan Penghapusan Barang Milik Negara (BMN) di Sekretariat Direktorat Jendaral Bina Konstruksi.

Melakukan kajian materi terkait Peraturan-Peraturan penghapusan Barang Milik Negara ( BMN )

1. Membuat janji bertemu dengan Kepala Subbag Barang Milik Negara ( BMN )

2. Berkonsultasi mengenai peraturan terkait penghapusan Barang Milik Negara ( BMN )

3. Mengumpulkan perarturan –peraturan terkait penghapusan Barang Milik Negara (BMN).

1 Mempelajari peraturan –peraturan terkait penghapusan Barang Milik Negara ( BMN )

2 Menganalisa peraturan-peraturan terkait penghapusan Barang Milik Negar ( BMN )

3 Melakukan pendalaman materi dengan MentorMemahami kriteria Barang Milik Negara ( BMN ) yang dapat dihapuskan

Terkumpulnya peraturan terkait Penghapusan Barang Milik Negara (BMN).

Catatan materi mengenai petunjuk tata cara penghapusan

Barang Milik Negara ( BMN ) 1.Akuntabilitas 2.Etika Publik 3. Komitmen Mutu 4. Manajemen ASN 1. Komitmen Mutu 2. Etika Publik 3. Manjemen ASN Pelaksanaan sosialisasi dapat mendukung pada visi dan misi Bagian Keuangan dan Umum di Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Konstruksi yaitu penyiapan pelaksanaan dan penatausahaan Barang Milik Negara ( BMN ) Penguatan nilai Organisasi dalam Pelaksanaan aktualisasi ini yaitu berhubungan dengan nilai-nilai IPROVE, terutama dalam hal Profesional, orientasi misi, dan Etika (Akhlakul Karimah )

(18)

11

No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan

Substansi Mata Pelatihan Kontribusi Terhadap Visi-Misi Organisasi Penguatan Nilai Organisasi 1 2 3 4 5 6 7 3. 4 5

Membuat Desain X- Banner

Melakukan diseminasi melalui

X-Banner.

Evaluasi dan Membuat laporan aktualisasi

1. Menyiapkan software untuk membuat X-Banner

2. Konsultasi dengan mentor terkait tampilan dan desain X-Banner 3. Membuat banner menggunakan

software desain grafis

4 Mencetak X-Banner

1. Pemasangan X-Banner.

2. Pelaksanaan diseminasi

1. Melakukan Evaluasi

2. Menyusun laporan aktualisasi 3. Membuat bahan presentasi kegiatan

aktualisasi

4. Berkonsultasi dengan mentor

Banner tata cara penghapusan Barang Milik Negara ( BMN) Dokumentasi kegiatan diseminasi Laporan Aktualisasi 1.Etika Publik 2. Komitmen Mutu 3. Manajemen ASN 1.Etika Publik 2. Komitmen Mutu 3. Manajemen ASN Pelaksanaan sosialisasi dapat mendukung pada visi dan misi Bagian Keuangan dan Umum di Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Konstruksi yaitu penyiapan pelaksanaan dan penatausahaan Barang Milik Negara ( BMN ) Penguatan nilai Organisasi dalam Pelaksanaan aktualisasi ini yaitu berhubungan dengan nilai-nilai IPROVE, terutama dalam hal Profesional, orientasi misi, dan Etika (Akhlakul Karimah

(19)

BAB IV

PELAKSANAAN AKTUALISASI

4.1 Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi

Dalam pelaksanaan kegiatan penatausahaan Barang Milik Negara (BMN) ada tahapan yang berupa penghapusan Barang Milik Negara (BMN) untuk barang yang rusak, hilang, hilang, susut, menguap, mencair, kadaluwarsa, mati/cacat berat/tidak produktif untuk tanaman/hewan, dan sebagai akibat dari keadaan kahar (force majeure). Permasalahan BMN rusak berat/hilang disamping dapat dilihat dalam kacamata makro, tentu saja dapat dilihat dari aspek yang jauh lebih sempit yaitu di dalam lingkungan kantor kita sendiri. Dengan makin banyaknya BMN rusak berat/hilang, akan banyak implikasi negatif yang muncul dan bahkan akan dapat mengganggu kenyamanan aparatur negara Kondisi kantor yang tidak nyaman, kurang rapi, keterbatasan ruang yang tersedia dan masih banyak lagi hal lain merupakan contoh nyata betapa BMN rusak berat/hilang ini perlu dapat segera dicarikan jalan penyelesaiannya. Selama ini pegawai banyak yang belum tahu tentang prosedur barang yang rusak harus dikemanakan sehingga banyak barang yang rusak hanya diletakan dibawah meja kerja.

Oleh karena itu, penulis merumuskan beberapa kegiatan yang bisa menjawab kebutuhan dan hal-hal pendukung yang dapat membantu pegawai memahami tentang penghapusan Barang Milik Negara (BMN). Beberapa kegiatan yang dimaksud adalah sebagai berikut.

1) Melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Kepala Subbag Badan Milik Negara (BMN) terkait Peraturan –Peraturan Penghapusan Barang Milik Negara (BMN)

Dengan koordinasi dan konsultasi dengan Kepala Subbag Badan Milik Negara (BMN)) maka penulis dapat mengetahui Peraturan –Peraturan yang terkait dengan Penghapusan Barang Milik Negara (BMN).

2) Melakukan kajian materi terkait Peraturan-Peraturan penghapusan Barang Milik Negara (BMN)

Peraturan-Peraturan terkait penghapusan Barang Milik Negara ( BMN ) perlu dipahami agar penulis mengetahui tentang penghapusan Barang Milik Negara ( BMN ) yang benar dan mengerti Barang Milik Negara ( BMN ) yang dapat dihapuskan itu apa saja.

(20)

Sehingga penulis dapat memahami tata cara penghapusan Barang Milik Negara (BMN) untuk Barang Milik Negara (BMN) yang rusak diletakan di meja kerja dapat dihapuskan dengan cara di lelang di KPKNL. Hasil dari kajian materi didapatkan catatan tentang tata cara pengahpusan Barang Milik Negara (BMN).

3) Membuat Desain X-Banner

Setelah mengetahui peraturan terkait pengapusan Barang Milik Negara (BMN) dan sudah ada catatan tentang tata cara penghapusan Barang Milik Negara (BMN) maka dibuatlah desain untuk membuat X-Banner.

4) Melakukan diseminasi melalui X-Banner

X-Banner yang selesai didesain lalu dicetak. Dengan X-Banner penulis melakukan

sosialisasi untuk menyebarkan informasi mengenai tata cara penghapusan Barang Milik Negara (BMN) diharapkan para pegawai di Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Konstruksi dapat mengerti tentang tata cara penghapusan Barang Milik Negara (BMN) sehingga bila ada Barang Milik Negara (BMN) dapat segera melapor petugas untuk ditindaklanjuti.

5) Evaluasi dan Membuat laporan aktualisasi

Penulis mengevalusi tentang kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksanakan dalam aktualisasi .Dan membuat laporan aktualisasi merupakan tahap terakhir dari kegiatan aktualisasi ini. 4.2 Output Kegiatan Aktualisasi

Berdasarkan tahapan kegiatan yang telah dirumuskan diatas, terdapat capaian/hasil yang ingin diraih guna mencapai tujuan. Tiap output yang dihasilkan merupakan hasil dari tiap kegiatan yang akan dilaksanakan di aktualisasi.

1. Terkumpulnya peraturan terkait Penghapusan Barang Milik Negara (BMN).

2. Catatan materi mengenai petunjuk tata cara penghapusan Barang Milik Negara ( BMN )

3. Banner tata cara penghapusan Barang Milik Negara ( BMN ) 4. Dokumentasi kegiatan sosialisasi

5. Laporan Aktualisasi

4.3 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi

Kegiatan aktualisasi dilaksanakan dari tanggal 18 September – 28 Oktober 2019. Adapun adapun waktu pelaksanaan kegiatan aktualisasi sebagai berikut.

(21)

Tabel 4.1 Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi JADWAL 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Rancangan Aktualisasi Rancangan Aktualisasi Rancangan Aktualisasi Rancangan Aktualisasi Rancangan Aktualisasi SEPTEMBER OKTOBER BULAN NO KEGIATAN

Melakukan diseminasi melalui X-Banner

4

Evaluasi dan Laporan Aktualisasi 5

Melakukaan koordinasi dan konsultasi dengan Kepala Subbag Barang Milik Negara ( BMN ) terkait peratura-peraturan

Penghapusan Barang Milik Negara ( BMN ) di Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Konstruksi

1

Melakukan kajian materi terkait Peraturan-Peraturan Penghapusan Barang Milik Negara ( BMN )

Membuat Desain X-Banner 3

2

(22)

4.4 Realisasi Kegiatan dan Output 4.4.1 Uraian Teknik Aktualisasi

1) Melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Kepala Subbag Badan Milik Negara (BMN) terkait Peraturan –Peraturan Penghapusan Barang Milik Negara (BMN) di Sekretariat Direktorat Jendaral Bina Konstruksi

a. Membuat janji bertemu dengan Kepala Subbag Barang Milik Negara (BMN)

Meminta ijin kepada Kepala Subbag Barang Milik Negara (BMN) untuk membuat jadwal agar bisa ketemu untuk berkonsultasi mengenai peraturan-peraturan penghapusan Barang Milik Negara ( BMN ).

b. Berkonsultasi mengenai peraturan terkait penghapusan Barang Milik Negara ( BMN )

Berkonsultasi dengan Kepala Subbag Barang Milik Negara (BMN) mengenai penghapusan Barang Milik Negara (BMN) di Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Konstruksi. Kepala Subbag Barang Milik Negara ( BMN ) memberi saran untuk judulnya rancangan aktualisasi yang awalnya menggunakan kata pemusnahan menjadi kata penghapusan, karena penggunaan kata pemusnahan itu lebih tebat digunakan untuk barang-barang sitaan. Karena saran tersebut judul aktualisasi

berubah menjadi “Diseminasi Tata Cara Penghapusan Barang Milik Negara ( BMN) di Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Konstruksi” .

Kepala Subbag Barang Milik Negara (BMN) menunjukkan peraturan-peraturan yang masih berlaku mengenai penghapusan Barang Milik Negara (BMN). Hasil berkonsultasi dengan Kepala Subbag Barang Milik Negara (BMN) didapatkan Peraturan-Peraturan sebagai berikut

• Peraturan Pemerintah No.27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/ Daerah

• Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 04/PMK.06/2015 Tentang Tentang Pendelegasian Kewenangan Dan Tanggung Jawab Tertentu Dari Pengelola Barang Kepada Pengguna Barang.

(23)

• Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 83/PMK.06/2016 Tentang Pemusnahan dan Penghapusan Barang Milik Negara

• Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia No. 28/PRT/M/2018 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

• Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 965/ KPTS/ M/ 2016 Tentang Pelimpahan Kewenangan dan Tanggung Jawab dalam Pengelolaan Barang Milik Negara Pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Gambar 4.1 Konsultasi dengan Kepala Subbag BMN mengenai Peraturan-peraturan terkait Peraturan-Peraturan Penghapusan

Barang Milik Negara ( BMN )

c. Mengumpulkan perarturan–peraturan terkait penghapusan Barang Milik Negara (BMN).

Setelah berkonsultasi dengan Kepala Subbag Barang Milik Negara (BMN) maka didapatkan sejumlah Peraturan-Peraturan yang terkait Penghapusan Barang Milik Negara (BMN). Mulai dari Peraturan Pemerintah No.27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/ Daerah beserta turunannya. Untuk lebih jelasnya mengenai Peraturan-Peraturan tentang Penghapusan Barang Milik Negara (BMN) maka diperlukan mengunduh Peraturan-Peraturan tersebut lewat JDIH.

(24)

Gambar 4.2 Peraturan-peraturan terkait Peraturan-Peraturan Penghapusan Barang Milik Negara (BMN)

2) Melakukan kajian materi terkait Peraturan-Peraturan penghapusan Barang Milik Negara ( BMN )

a. Mempelajari peraturan –peraturan terkait penghapusan Barang Milik Negara (BMN) Peraturan –peraturan terkait penghapusan Barang Milik Negara (BMN) yang sudah terkumpul mulai dipelajari untuk mengetahui materi tentang penghapusan Barang Milik Negara (BMN)

b. Menganalisa peraturan-peraturan terkait penghapusan Barang Milik Negara (BMN) Menganalisa dari peraturan-peraturan yang sudah dikumpulkan tentang penghapusan

(25)

Barang Milik Negara (BMN) untuk mengetahui tentang tata cara penghapusan Barang Milik Negara (BMN).

c. Melakukan pendalaman materi dengan Mentor

Bersama mentor mendalami materi tentang penghapusan Barang Milik Negara (BMN) untuk lebih memahami tata cara penghapusan Barang Milik Negara (BMN). Barang Milik Negara (BMN) yang dipelajari berupa barang yang berada di

ruangan seperti PC, Printer, Laptop, Lemari, Kursi dll.

Gambar 4.3 Konsultasi dengan Mentor untuk pendalaman materi Peraturan-peraturan terkait Peraturan-Peraturan Penghapusan Barang Milik Negara ( BMN )

e. Memahami kriteria Barang Milik Negara ( BMN ) yang dapat dihapuskan

Penghapusan Barang Milik Negara ( BMN ) selain tanah dan bangunan ada syaratnya sebagai berikut : rusak berat yang tidak bernilai ekonomis, hilang, susut, menguap, mencair, kadaluwarsa, mati/cacat berat/tidak produktif untuk tanaman/hewan, dan sebagai akibat dari keadaan kahar (force majeure).

Gambar 4.4 Catatan materi mengenai petunjuk tata cara penghapusan Barang Milik Negara ( BMN )

3) Membuat Desain X-Banner

a. Menyiapkan software untuk membuat banner

Untuk membuat banner sebagai output kegiatan aktualisasi ini penulis menggunakan

(26)

software Microsoft Publisher karena softwere ini lebih mudah untuk digunakan dan

mendukung untuk digunakan untuk mendesain X-banner.

b. Konsultasi dengan mentor terkait tampilan dan desain X-banner

Konsultasi dengan mentor mengenai tampilan dan desain banner yang menarik. Desain yang dapat membuat orang tertarik untuk melihat banner tersebut. Untuk desain banner digunakan ukuran 60 cm x160 cm dan nanti hasilnya berupa X-Banner sehingga bisa diletakan di ruangan.

Gambar 4.5 Konsultasi dengan Mentor mengenai tampilan dan desain X-Banner c. Membuat banner menggunakan software desain grafis

Software yang digunakan untuk pembuatan output yang berupa banner ini menggunakan Microsoft Publisher yang relatif gambang digunakan untuk membuat X-Banner.

Gambar 4.6 Langkah-langkah membuat X-Banner

(27)

d. Mencetak X-Banner

Setelah membuat desain selesai maka dilanjutkan dengan tahapan kegiatan mencetak X-Banner dengan ukuran 60 cm x 160 cm. Waktu yang digunakan untuk mencetak X-Banner

lebih kurang sehari.

Gambar 4.7 X-Banner yang sudah tercetak

4) Melakukan sosialisasi penyebaran informasi melalui X-Banner

a. Pemasangan X-Banner.

Pemasangan X-Banner. yang sudah di cetak diletakkan di tempat yang strategis sehingga dapat di lihat dan dibaca oleh para pegawai. Dengan pemasangan banner tersebut memudahkan penulis untuk mempublikasikan menyebarkan informasi tentang Tata Cara penghapusan Barang Milik Negara ( BMN ).

Gambar 4.8 Pemasangan X-Banner

(28)

b. Pelaksanaan diseminasi

Melaksanakan diseminasi dengan cara mempublikasikan X-Banner kepada para pegawai di Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Konstruksi agar para pegawai mengetahui Tata Cara Penghapusan Barang Milik Negara ( BMN ) sehingga bila ada barang di ruangan yang rusak dan tidak bisa dipakai lagi bisa dilaporkan ke petugas BMN untuk ditindaklanjuti.

Gambar 4.9 Diseminasi Tata Cara Penghapusan Barang Milik Negara ( BMN )

(29)

5) Evaluasi dan Membuat laporan aktualisasi

a. Melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan

Tahapan kegiatan telah diselesaikan walapun dalam waktu pelaksanaanya tidak bisa sesuai dengan rancangan aktualisasi karena penulis harus dirawat di Rumah Sakit ±1

minggu dan penulis harus ijin selama 2 hari kerja disebabkan keluarga penulis (mertua) meninggal dunia di Solo. Walapun banyak kendala penulis tetap bertanggung

jawab untuk mengerjakan aktualisasi ini dengan sebaik-baiknya. Ada beberapa tahapan kegiatan bisa penulis gabung untuk memaksimalkan waktu untuk pengerjaan aktualisasi.

b. Membuat laporan aktualisasi

Setelah selesai melaksanakan semua tahapan kegiatan penulis membuat laporan aktualisasi. Laporan Aktualisasi berisi tentang pelaksanaan aktualisasi dengan berbagai tahap kegiatan aktualisasi didalamnya.

Gambar 5.0 Pembuatan laporan aktualisasi

c. Membuat bahan presentasi kegiatan aktualisasi

Laporan aktualisasi selesai maka dilanjutkan mengerjakan bahan presentasi untuk digunakan dalam seminar pelaksanaan aktualisasi. Bahan presentasi aktualisasi berisikan point-point penting yang ada dalam laporan aktualisasi.

Gambar 5.1 Pembuatan laporan aktualisasi

(30)

d. Berkonsultasi dengan mentor

Laporan aktualisasi dan bahan presentasi tetap dikonsultasikan dengan mentor secara langsung,ataupun email. Mentor mengecek dan memberi saran bila ada laporan aktualisasi dan bahan presentasi yang kurang ataupun salah sehingga penulis bisa segera memperbaiki.

Gambar 5.2 Konsultasi dengan mentor mengenai laporan aktualisasi

4.4.2 Analisis Dampak

Dengan adanya tata cara penghapusan Barang Milik Negara ( BMN ) di Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, ada beberapa dampak yang akan hadir. Antara lain sebagai berikut :

1. Kegiatan ini membuat Penulis paham dengan tugas pokok dan fungsi Bagian Keuangan dan Umum di Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Konstruksi.

2. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman penulis terhadap sebagian mekanisme pelaksanaan penghapusan Barang Milik Negara ( BMN ) di Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Konstruksi

3. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran penulis tentang urgensi penghapusan Barang Milik Negara ( BMN ) di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi

4. Dengan adanya X-Banner Tata Cara Penghapusan Barang Milik Negara ( BMN ) dapat mengoptimalkan pemahaman untuk para pegawai di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Konstruksi

4.4.3 Keterkaitan terhadap substansi pelatihan a. Keterkaitan dengan agenda II dan agenda III

Keterkaitan kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam rangka pemecahan isu berdasarkan mata ajar dalam agenda II dan agenda III adalah sebagai berikut:

(31)

1) Melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Kepala Subbag Badan Milik Negara (BMN) terkait Peraturan –Peraturan Penghapusan Barang Milik Negara (BMN) di Sekretariat Direktorat Jendaral Bina Konstruksi

 Akuntabilitas: Dalam ini akuntabilitas terlihat ketika penulis bertanggung jawab dengan tugasnya mengumpulkan peraturan-peraturan terkait penghapusan Barang Milik Negara (BMN)

 Etika Publik: Etika berkomunikasi dengan Kepala Subbag BMN dalam tahap kegiatan konsultasi dan koordinasi

 Komitmen Mutu : Meningkatkan mutu penulis mengenai berbagai peraturan terkait Barang Milik Negara (BMN) terutana masalah pengahpusan Barang Milik Negara (BMN)

 Manajemen ASN : CPNS untuk belajar banyak hal seperti memahami peraturan-peraturan tentang Barang Milik Negara (BMN) .

2) Melakukan kajian materi terkait Peraturan-Peraturan penghapusan Barang Milik Negara ( BMN )

 Etika Publik: Etika berkomunikasi dengan mentor dalam mendalami tentang peraturan-peraturan terkait penghapusan Barang Milik Negara (BMN).

 Komitmen Mutu : Meningkatkan mutu penulis dengan menghasilakn rangkuman yang efektif tentang tata cara mengenai penghapusan Barang Milik Negara (BMN)

 Manajemen ASN : Menjadikan ASN yang professional dengan mempelajari, memahami dan mendalami tentang penghapusan Barang Milik Negara (BMN) sehingga mengahasikan rangkuman tentang tata cara penghapusan Barang Milik Negara (BMN).

3) Membuat Desain X-Banner

 Etika Publik: Etika berkomunikasi dengan mentor dalam membuat desain X-Banner mengenai tata cara penghapusan Barang Milik Negara (BMN).

 Komitmen Mutu : Mendorong penulis meningkatakan mutu dengan menghasilakan inovasi berupa X-Banner tentang tata cara penghapusan Barang Milik Negara (BMN)

 Manajemen ASN : Menjadikan ASN yang professional dengan cara berusaha dengan mandiri mendesain X-Banner tentang tata cara penghapusan Barang Milik Negara (BMN).

(32)

4) Melakukan sosialisasi penyebaran informasi melalui X-Banner

 Etika Publik: Etika berkomunikasi dengan para pegawai di Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Konstruksi dalam sosialisasi menyebarkan informasi tata cara penghapusan Barang Milik Negara (BMN) melalui X-Banner.

 Komitmen Mutu : Mendorong penulis meningkatakan mutu dalam berkomunikasi secara efektif dan efisien untuk menyampaikan informasi tata cara penghapusan Barang Milik Negara (BMN) melalui X-Banner agar mudah dimengerti.

 Manajemen ASN : Menjadikan ASN yang professional dengan terbuka dalam menyampaikan informasi secara baik dan benar untuk menambah pengetahuan para pegawai di Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Konstruksi 5) Evaluasi dan Membuat laporan aktualisasi

 Akuntabilitas: Dalam ini akuntabilitas terlihat ketika penulis membuat laporan aktualisasi sebagai bentuk dari tanggung jawab melaksanakan tugas.

 Etika Publik: melalui konsultasi dengan mentor terdapat penerapan kode etik dan kode perilaku ASN

 Komitmen Mutu : Laporan yang dihasilakn berhasil guna dan mencapai target  Manajemen ASN : Dengan pelaksanaan aktualisasi ini dan dalam kegiatan

terakhirnya membuat laporan aktualisasi dapat memberikan pemahaman tugas dan kewajiban dalam bekerja.

b. Kontribusi terhadap Visi dan Misi Organisasi

Keterkaitan kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam rangka pemecahan isu berdasarkan tugas Bagian Keuangan dan Umum yaitu pelaksanaan dan penatausahaan barang milik negara termasuk penyiapan; penyusunan laporan sistem informasi manajemen akuntansi Barang Milik Negara (BMN). Penghapusan merupakan tahapan penatausahaan Barang Milik Negara (BMN) yang terakhir. Dengan memberi pengetahuan tentang tata cara penghapusan Barang Milik Negara (BMN) maka memudahkan petugas BMN dalam menginventarisasi Barang Milik Negara (BMN) rusak yang tidak bisa terpakai sehingga proses inventarisasi lebih cepat dibanding sebelumnya.

c. Penguatan Nilai Organisasi

Keterkaitan kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam rangka pemecahan isu berdasarkan nilai-nilai iPROVE adalah sebagai berikut:

(33)

1. Integritas

Bagian dari sikap jujur, bersikap dan berperilaku sesuai antara perbuatan dan ucapan, serta konsisten dalam melakukan penyiapan dan penyusunan laporan aktualisasi

2. Profesional

Bersungguh-sungguh dan mandiri serta memiliki komitmen terhadap pencapaian hasil.

3. Orientasi Misi

 Dalam melaksanakan tugas harus dapat mencapai sasaran dan kesuksesan misi.  Dalam melaksanakan tugas dan fungsi organisasi sesuai dengan ketentuan

yang ada 4. Visioner

Pelasanaan aktualisasi ini memberikan manfaat jangka panjang yang dapat digunakan di unit kerja

5. Etika (Akhlakul Karimah)

Pada saat melakukan aktualisasi di unit kerja senantiasa dapat memberikan manfaat positif kepada unsur pimpinan, staf dan pegawai dan pada unit kerja dan dapat memberikan kontribusi bagi unit kerja.

(34)

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Penghapusan Barang Milik Negara merupakan suatu rangkaian kegiatan untuk membebaskan pengguna barang dan/atau kuasa pengguna barang dari pertanggung jawaban administratif dan fisik atas Barang Milik Negara yang berada dalam penguasaannya. Penghapusan Barang Milik Negara sebagai salah satu proses dalam siklus penggunaan Barang Milik Negara perlu ditangani secara tertib, teliti, cermat, cepat serta tepat waktu. Barang Milik Negara yang tidak dapat dimanfaatkan lagi, jika belum dihapuskan, masih tetap menjadi tanggung jawab pengguna barang dan/atau kuasa pengguna barang. Penundaan terhadap proses penghapusan akan menimbulkan kerugian bagi negara karena harus menanggung biaya pengurusan/pemeliharaan yang semakin tinggi, sedangkan nilai barang akan berkurang terus.

Untuk tujuan dari pengapusan Barang Milik Negara (BMN) adalah :

1. Mencegah kerugian pemborosan biaya untuk keperluan pemeliharaan/ perbaikan 2. Meringankan beban kerja tanggung jawab pelaksanaan inventaris

3. Membebaskan ruangan dari penumpukan barang yang tidak berguana

Dalam hal peningkatan pengetahuan pegawai di Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, melalui penggunaan X-Banner tentang Tata Cara Penghapusan Barang Milik Negara (BMN) para pegawai mengetahui langkah apa yang harus dilakukan bila ada barang yang rusak tidak bisa dipakai lagi bisa langsung melaporkan ke petugas BMN untuk segera ditindaklanjui dan bagi Petugas BMN bisa memperingan pekerjaannya dalam menginventaisasi Barang Milik Negara (BMN) yang rusak. Serta membuat ruangan kerja lebih nyaman dengan Barang Milik Negara (BMN) yang rusak tidak terpakai lagi untuk segera dihapuskan.

5.2 Saran

Tindak lanjutnya X-Banner dapat digunakan dan dimanfaatkan di semua Unit Organisasi di Lingkungan Kementerian PUPR yang menangani Barang Milik Negara ( BMN).

(35)

LAMPIRAN

Gambar

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Sekretariat Jenderal Bina Konstruksi
Tabel 4.1 Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi  JADWAL 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Rancangan Aktualisasi Rancangan Aktualisasi Rancangan Aktualisasi Rancangan Aktualisasi Ran
Gambar 4.1 Konsultasi dengan Kepala Subbag BMN mengenai     Peraturan-peraturan terkait Peraturan-Peraturan Penghapusan
Gambar 4.2 Peraturan-peraturan terkait Peraturan-Peraturan Penghapusan                Barang Milik Negara (BMN)
+6

Referensi

Dokumen terkait

Menindaklanjuti Keputusan Menteri Keuangan Nomor 55/KMK.03/2001 tanggal 5 Februari 2001 tentang Tata Cara Pengamanan, Penghapusan, dan Pengalihan Barang Milik/Kekayaan Negara

Proses pelaksanaan rancangan aktualisasi ini menerapkan nilai-nilai dasar profesi ASN yaitu nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi serta

Berbicara komitmen mutu sama dengan membahas tugas dan tanggung jawab ASN yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, dilaksanakan secara optimal sehingga

Ruang lingkup kegiatan ini meliputi aktualisasi nilai-nilai dasar profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu,

 Cermat  Menjaga rahasia Komitmen Mutu:  Efektif  Efisien  Berorientasi mutu berprestasi di bidang akademik maupun non akademik, misi sekolah nomor (2) yaitu :

Laporan hasil aktualisasi ini didasarkan pada nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti korupsi yang diterapkan dalam pelaksanaan

Merancang media Dakota Terwujudnya media pembelajara DAKOTA Komitmen Mutu (efektif) Akuntabilitas (Konsisten, tanggung jawab dan keadilan) Misi SDN Lanas 03

Sasaran Program Indikator Kinerja Target Realisasi % Terwujudnya tata kelola UPT Monitor Spektrum Frekuensi Radio yang efektif, efisien dan efektif Persentase % Pelaksanaan