BAB III TINJAUAN KASUS
A. Pengkajian Keluarga 1. Data Umum
Pengkajian keluarga dilakukan pada hari kamis 30 desember 2010 dirumah keluarga Tn M. Rt 07 Rw 02 Banget Ayu Kulon Semarang pada pukul 13.00 Wib didapatkan data nama KK Tn. M, umur 37 tahun, pekerjaan swasta, pendidikan kepala keluarga SMA.
Komposisi keluarga : Imunisasi DPT Polio Hep. B N o Nama Angg. klg J K Hub Dg KK Umur Pddk B C G I II III I II III IV CP K I II III Ket 1 2 Ny. I An. F P P Istri Anak 31 th 2 th SMA -√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ sehat malnutrisi kurang energy protein
Genogram : Tn. M 37 Th Ny. I 31 Th. An. F 21 Bln. Keterangan : : laki-laki : perempuan : serumah : klien
: menikah
: garis keturunan
a. Tipe Keluarga
Keluarga Tn. M termasuk keluarga inti (nuclear family) yang terdiri dari kepala keluarga, istri dan 1 orang anak.
b. Suku Bangsa
Seluruh anggota keluarga berasal dari suku jawa, Indonesia. Keluarga mengatakan tidak ada kebiasaan yang bertentangan dengan kesehatan.
c. Agama
Semua anggota keluarga Tn. M beragama islam dan mereka selalu taat beribadah menjalankan perintah tuhan YME.
d. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Keluarga Tn. M termasuk status ekonomi menengah dilihat dari penghasilan perbulan lebih dari Rp. 1.500.000,-. Tn. M bekerja sebagai karyawan swasta sedangkan Ny. I sebagai ibu rumah tangga. Kebutuhan sehari-hari yang membiayai adalah Tn. M seperti membayar listrik, air, makan setiap hari dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Keluarga jarang melakukan rekreasi ke tempat hiburan. Keluarga biasanya hanya pulang ke daerah asal Ny. I di Purwodadi. Rekreasi yang biasa dilakukan hanya menonton TV di rumah bersama keluarga.
2. Riwayat Tahap Perkembangan Keluarga a. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Keluarga Tn. M mempunyai 1 orang anak yang berusia 2 tahun. Keluarga Tn. M berada pada tahap perkembangan keluarga child bearing atau kelahiran anak pertama. Tugas perkembangan pada tahap keluarga ini yaitu perubahan peran menjadi orang tua, adaptasi dengan perubahan anggota keluarga, dan mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangan.
b. Tahap Perkembangan Keluarga yang belum terpenuhi
Tugas perkembangan keluarga pada tahap perkembangan keluarga Tn. M sudah terpenuhi, pasangan ini sudah mampu menghadapi perubahan peran menjadi orang tua, beradaptasi dengan perubahan anggota keluarga, dan masih bisa mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangan.
c. Riwayat Keluarga Inti
Tn. M dan Ny. I Menikah atas pilihannya sendiri dan didasari saling menyukai serta mendapat restu dari orang tua kedua belah pihak. Pasangan ini hidup berumah tangga sudah berjalan kurang
lebih 3 tahun. Dalam keluarga inti Tn. M yang mengalami malnutrisi hanya An. F saja.
d. Riwayat Keluarga Sebelumnya
Asal keluarga Tn. M asli dari banget ayu dengan 3 bersaudara kandung, sedang Ny. I Berasal dari grobogan dengan 5 bersaudara. Keluarga Tn. M dan Ny. I sebelumnya tidak ada yang mempunyai riwayat malnutrisi.
3. Data Lingkungan
a. Karakteristik Rumah
Tipe rumah semi permanen dengan luas tanah 7 x 9 m2 dan jumlah ruangan terdapat 5 ruangan yang terdiri dari 2 kamar tidur, 1 ruang tamu sekaligus ruang keluarga, 1 kamar mandi dan 1 ruang dapur. Di rumah Tn. M berlantai keramik, perabotan tersusun kurang rapi karena perabotan sering dibuat bermain-main An. F dan dibiarkan begitu saja. Untuk ventilasi rumah terdapat 3 jendela yaitu pada ruang tamu, dan kedua kamar, atap rumah terbuat dari genteng, namun tidak ada genteng yang terbuat dari kaca sebagai pencahayaan disiang hari. Sumber air yang di gunakan yaitu air dari PDAM. Kebiasaan keluarga dalam memelihara kebersihan rumah dan lingkungan keluarga biasanya menyapu dan mengepel 2 kali sehari pada pagi dan sore hari. Ada sarana tempat pembuangan sampah didepan rumah dan ada petugas yang mengambil sampah tiap 1 minggu sekali.
Denah Rumah : U keterangan : D E A : kamar tidur B : ruang tamu C : kamar tidur C D : dapur E : kamar mandi F : tempat sampah A B
Jalan
b. Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW F
Tetangga klien yang ada di sekitar rumah menurut keluarga cukup ramah. Klien tinggal dipedesaan sehingga jarak antara rumah yang satu dengan rumah yang lain tidak berhimpitan karena masih banyak lahan yang kosong. Warga memiliki kebiasaan mengadakan kerja bakti bersih-bersih lingkungan 4 minggu sekali diadakan pada hari minggu. Penduduk setempat juga mempunyai kesepakatan apabila ada tamu yang menginap diharapkan lapor pada ketua RT atau ketua RW. Selama ini tetangga-tetangga klien juga mempunyai kebiasaan apabila ada salah satu tetangganya yang sakit mereka saling membantu. Keluarga merasa nyaman hidup ditengah-tengah mereka karena keluarga merasa mereka saling membantu dan tidak merugikan dalam berbagai hal.
c. Mobilitas Geografis Keluarga
Alat transportasi yang ada di daerah keluarga Tn. S adalah angkutan umum, ojek dan bus kota, sedangkan alat transportasi yang digunakan keluarga sehari-hari adalah sepeda motor dan angkutan umum. Akses keluarga ke pelayanan kesehatan dapat dijangkau dengan mudah, begitu juga akses ke pasar tradisional yang hanya berjarak 2 KM dari rumah keluarga.
d. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat
Keluarga Tn. M sering mengajarkan kepada keluarga tentang kebersamaan sehingga keluarga Tn. M saling menghormati dengan masyarakat sekitar. Keluarga mengatakan perkumpulan di
masyarakat sangat berguna yaitu untuk memecahkan masalah-masalah yang ada dilingkungan dan tempat berinteraksi antar tetangga (silahturohmi ). Tn. M mengikuti perkumpulan RT yang diadakan 1 bulan sekali pada hari minggu pertama, sedangkan Ny. I pernah ikut pengajian warga di masjid tiap malam jumat namun sekarang Ny. I sudah tidak aktif lagi sejak mempunyai seorang anak karena kesibukannya mengueus anak yang masih kecil.
e. Sistem Pendukung Keluarga
Dalam keluarga terdapat sistem pendukung yang sifatnya positif yaitu bila ada masalah dalam keluarga biasanya dibicarakan bersama-sama dan terbuka, rasa saling memaafkan yang tinggi, ada rasa saling mengasihi dalam anggota keluarga, hubungan antar anggota keluarga cukup baik, keluarga menanamkan pola hidup sederhana.
4. Struktur Keluarga
a. Pola Komunikasi Keluarga
Komunikasi yang biasa digunakan adalah menggunakan bahasa Jawa. Komunikasi keluarga sifatnya terbuka satu sama lain dan bersifat dua arah, sehingga apabila ada masalah akan cepat terselesaikan dengan adanya partisipasi dari seluruh anggota keluarga.
Tn. M sering mengajarkan kepada anaknya tentang cara berperilaku yang baik, sopan santun, tata krama dan berhubungan baik dengan orang lain meskipun anaknya masih tergolong balita, namun Tn. M yakin dengan mengajarkan kepribadian yang baik sejak anak masih kecil akan lebih baik hasilnya dari pada saat anak sudah dewasa. Dalam urusan pengambilan keputusan dalam keluarga saat ada masalah yang dirasakan keputusan yang diambil adalah dengan musyawarah bersama terlebih dahulu, namun untuk pengambil keputusan terakhir keluarga adalah Tn. M.
c. Struktur Peran
Dalam keluarga, peran formal di dalam keluarga adalah Tn. M berperan sebagai suami, kepala keluarga dan pencari nafkah keluarga, sedangkan Ny. I berperan sebagi istri dan ibu bagi anaknya, Ny. I sebagai ibu rumah tangga yang selalu mengurusi serta mengatur keperluan dan kebutuhan rumah tangga seperti memasak, mengurus anak dan mengatur keuangan rumah tangga, An. F sebagai seorang anak dalam keluarga.
d. Nilai dan Norma Keluarga
Keluarga hidup dalam nilai dan norma budaya jawa dimana suami bertindak sebagai pencari nafkah dan istri di rumah mengurus anak, menurut pendapat keluarga bisa saja istri bertindak sebagai pencari nafkah tambahan asalkan tugas sebagai istri dan ibu tidak terabaikan. Nilai yang dianut keluarga adalah saling menghormati
antar anggota keluarga dan menyayangi serta memberi kebebasan pada anak-anaknya kelak tetapi bertanggung jawab dengan kebebasan yang diberikan. Nilai yang ada di keluarga merupakan gambaran nilai dari agama yang dianut, tidak terlihat adanya konflik dalam nilai dan tidak ada yang mempengaruhi status kesehatan anggota keluarga dalam menggunakan nilai yang diyakini oleh masyarakat dan tidak bertentangan dengan masyarakat sekitar.
5. Fungsi Keluarga a. Fungsi Afektif
Tn. M menyadari adanya kebutuhan-kebutuhan pada setiap anggota keluarga seperti kebutuhan terhadap makanan, perhatian, kasih sayang, bermain untuk anaknya. Setiap anggota keluarga merasa akrab dengan anggota keluarga lainnya. An. F juga tampak senang bermain dengan Tn. M dan Ny. I.
b. Fungsi Sosial
Diantara anggota keluarga selalu berusaha untuk berinteraksi satu dengan yang lainnya, begitu pula berinteraksi dengan anggota masyarakat sekitarnya.
c. Fungsi Perawatan Kesehatan
Keluarga Tn. M tahu kalau anaknya mengalami malnutrisi, namun keluarga Tn. M tidak tahu apa itu malnutrisi, tanda dan gejala malnutrisi dan penyebeb malnutrisi.
2) Kemampuan keluarga mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan yang tepat.
Keluarga Tn. M kurang bisa mengambil keputusan dalam mengatasi masalah kesehatan yang terjadi. Hal ini terlihat saat An. F sudah menderita malnutrisi dan belum teratasi keluarga Tn. M hanya membawanya ke posyandu saja. 3) Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
Ny. I mengatakan An. F susah makan, tetapi Ny. I sudah berusaha untuk memenuhi kebutuhan makan anaknya. Keluarga Tn. M tidak tahu cara perawatan pada malnutrisi dan pencegahannya. Ny. I mengatakan “Saya belum memahami tanda, penyebab dan cara perawatan pada malnutrisi”.
4) Kemampuan keluarga dalam memelihara lingkungan yang sehat.
Keluarga Tn. M kurang mengetahui cara memodifikasi lingkungan rumah yang sehat dan bagaimana cara menjaga agar rumah nyaman . Ny. I mengatakan biasanya hanya menyapu saja. Hal ini terlihat penataan perabotan masih kurang rapi dan tidak teratur. Ventilasi kurang baik, cahaya kurang bisa masuk kedalam rumah. Keluarga Tn. M mengatakan
kondisi air baik ( tidak berbau, tidak berwarna keruh). Keluarga Tn. M menganggap lingkungan kurang bersih berpengaruh terhadap kesehatan.
5) Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas atau pelayanan kesehatan masyarakat.
Keluarga mengatakan hanya membawa anaknya ke posyandu, keluarga hanya membawa anaknya ke puskesmas jika sakit serius saja.
d. Fungsi Reproduksi
Jumlah anak yaNg dimiliki Tn. M dan Ny. I ada 1 yaitu An. F. Tn. M dan Ny. I tidak mengalami gangguan dalam reproduksi. Ny. I sebagai akseptor KB suntik tiap 3 bulan sekali. Tn. M dan Ny. I melakukan hubungan seksual tanpa ada gangguan dan masih harmonis.
e. Fungsi Ekonomi
Tn. M seorang karyawan swasta, sedangkan Ny. I seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga dalam 1 bulan lebih dari Rp 1.500.000. Dilihat dari penghasilanya, keluarga Tn. M tergolong dalam ekonomi menengah. Keluarga mengganggap penghasilan ini sudah cukup untuk mencukupi kehidupan sehari-hari. Keluarga tidak mempunyai tanggungan yang berat untuk kebutuhan sehari-harinya karena An. F belum bersekolah.
6. Stress dan Koping Keluarga a. Stressor Jangka Pendek
Keluarga merasa masalah kesehatan yang ada pada An. F saat ini membuat keluarga cukup stress. Hal ini disadarinya setelah melakukan pengkajian pada keluarga dan mendapatkan temuan beberapa masalah kesehatan. Keluarga mengharapkan kondisi anaknya cepat bisa diatasi. b. Stressor jangka panjang
Keluarga Tn. M takut jika berat badan anaknya tidak segera bertambah akan berakibat buruk pada perkembangan anaknya nanti, namun hal ini tidak menimbulkan masalah yang berlarut-larut karena setiap masalah yang ada segera diselesaikan secara mufakat dengan anggota keluarga.
c. Kemampuan Keluarga Berespon terhadap situasi/stressor
Keluarga berupaya mengatasi stressor berdasarkan kemampuan yang ada dalam keluarga. Keluarga berusaha mengatasi masalah/stres dengan memeriksakan An. F ke posyandu.
d. Strategi Koping yang Digunakan
Koping yang digunakan dengan memecahkan masalah bersama-sama. Jika ada masalah keluarga lebih suka berunding bersama atau konsultasi dengan orang yang lebih tahu tentang masalahnya.
e. Strategi Adaptasi Disfungsional
Dalam keluarga Tn. M tidak ada kekerasan dalam menghadapi masalah yang dialami karena keluarga tahu hal itu tidak akan menyelesaikan masalah.
7. Pemeriksaan Fisik
TD 120/80 mmHg 130/90 mmHg 110/70 mmHg
N 84x/mnt 86x/mnt 80x/mnt
RR 16x/mnt 18x/mnt 20x/mnt
BB/TB 65 kg/168 cm 55kg/159 cm 7,3 kg/80 cm
Kepala Mesochepal Mesochepal Mesochepal
Rambut lurus, hitam,
bersih lurus, hitam, bersih Lurus, bersih, tipis, mudah dicabut, warna agak kemerah-merahan
Konjungtiva Tidak anemis Tidak anemis Anemis Sklera Tidak ikterik Tidak ikterik Tidak ikterik Hidung Bersih, tidak ada
secret dan polip
Bersih, tidak ada secret dan polip
Bersih, tidak ada secret dan polip Telinga Bersih, simetris,
fungsi pendengaran masih baik Bersih, simetris, fungsi pendengaran masih baik Bersih, simetris, fungsi pendengaran masih baik
Mulut Mukosa bibir
lembab, Mukosa bibir lembab, Mukosa bibir lembab, Leher Tdk ada pembesaran kelenjar thyroid Tdk ada pembesaran kelenjar thyroid Tdk ada pembesaran kelenjar thyroid
Dada Tidak ada suara
nafas tambahan, detak jantung regular, tidak ada kelainan jantung, SJ I-II murni
Tidak ada suara nafas tambahan, detak jantung regular, tidak ada kelainan jantung, SJ I-II murni
Tidak ada suara nafas tambahan, detak jantung regular, tidak ada kelainan jantung, SJ I-II murni Abdomen Simetris, tdk ada
nyeri tekan, datar, bising usus 12 x/mnt
Simetris, tdk ada nyeri tekan, datar, bising usus 12 x/mnt
Simetris, tdk ada nyeri tekan, datar, bising usus 12 x/mnt
Kulit Sawo matang Sawo matang Kuning
Turgor kulit kembali < 2 dtk, elastis, sedikit keriput, kering kembali < 2 dtk, elastis, sedikit keriput, lembab kembali < 2 dtk, elastis, lembab
Ekstremitas Atas : masih dapat berfungsi dengan baik, rentang gerak masih baik Bawah : rentang gerak kaki masih baik Atas : masih dapat berfungsi dengan baik, rentang gerak masih baik Bawah : rentang gerak kaki masih baik Atas : masih dapat berfungsi dengan baik, rentang gerak masih baik Bawah : rentang gerak kaki masih baik
8. Pengkajian Tumbuh Kembang Balita a. Pertumbuhan
Balita pada keluarga Tn. M yang menglami malnutrisi kurang energi protein berusia 2 tahun dengan berat badan 7,3 kg, panjang badan 80 cm. Badan An. F terlihat kurus.
b. Perkembangan
Balita pada keluarga Tn. M memasuki periode prasekolah, An. F belum bisa bicara dengan dimengerti, belum bisa melompat, memcuci tangan dan mengeringakannya sendiri, belum bisa membuat menara dari 8 kubus.
9. Harapan Keluarga
Keluarga berharap dengan diterapkan asuhan keperawatan keluarga maka tingkat pengetahuan keluarga tentang pelayanan kesehatan semakin meningkat dan mendapatkan informasi tentang pencegahan dari penyakit.
B. Analisa Data Nama KK : Tn. M
Tanggal : 30 desember 2010
No Data Etiologi problem
1 DS :
Ny. I mengatakan bahwa BB An. F sulit naik, tiap kali nimbang berada pada bawah garis merah.
Ny. I mengatakan tidak
mengerti tentang malnutrisi dan cara mengobatinya.
Ny. I mengatakan anaknya sulit makan.
Ny. I mengatakan badan anaknya kecil. DO : BB An. F 7,3 kg TB An F 80 cm Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang mengalami malnutrisi Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Rambut tipis, warna kemerah-merahan, lurus dan mudah dicabut,
Dalam hasil baca KMS An.F termasuk berada pada garis di bawah pita merah
Badan An. F terlihat kecil. Konjungtiva anemis 2 DS :
Ny. I. mengatakan anaknya belum bisa bicara dengan dimengerti, belum bisa memakai baju dan membuka baju, membuat menara dengan 8 kubus.
Ny. I mengatakan menyusui anaknya hanya sampai usia 3 bulan.
Ny. I mengatakan badan anaknya kecil.
DO :
Ny. I tidak tahu masalah tumbuh kembang anaknya, An. F tidak bisa mambuka pakaian, mencuci tangan dan mengeringkannya. Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang mengalami malnutrisi Gangguan tumbuh kembang 3 DS :
Ny I mengatakan An.F sering mengalami batuk pilek dan diare Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang mengalami Resiko infeksi
Ny. I mengatakan belum mengetahui tentang penyakit yang menyertai malnutrisi. Ny. I mengatakan tidak tahu pencegahan infeksi
Ny. I mengatakan anaknya mengalami malnutrisi. DO :
An. F terlihat lemah dan lesu. Rambut tipi, mudah dicabut. An. F mengalami malnutrisi.
malnutrisi
C. Diagnosa Keperawatan
1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada anggota keluarga Tn.M khususnya An. F yang mengalami malnutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat An. F yang mengalami malnutrisi.
2. Gangguan tumbuh kembang pada keluarga Tn. M khusunya An. F berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat An. F dengan malnutrisi.
3. Resiko infeksi sekunder pada anggota keluarga Tn. M khusunya An. F berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat An. F dengan malnutrisi.
D. Skoring
1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada anggota keluarga Tn.M khususnya An. F yang mengalami malnutrisi berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga merawat An. F yang mengalami malnutrisi.
1 Sifat masalah : aktual
3 1 3/3x1=1 Masalah yang dialami bersifat aktual karena sudah menyerang anak, perlu tindakan keperawatan, dapat berdampak pada masalah lain
2 Kemungkinan masalah dapat di ubah : mudah
2 2 2/2x2=2 Keluarga mampu
memberikan nutrisi yang adekuat
3 Potensi untuk dicegah : cukup
3 1 3/3x1=1 Masalah belum termasuk berat karena dapat sembuh jika kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi
4 Menonjolnya masalah : berat harus segera ditangani
2 1 2/2x1=1 Anggapan keluarga masalah kesehatan penting dan harus segera ditangani
Total 5
2. Gangguan tumbuh kembang pada keluarga Tn. M khusunya An. F berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga merawat An. F dengan malnutrisi.
No Kriteria Skala Bobot Skoring Pembenaran
1 Sifat masalah : aktual
3 1 3/3x1=1 Gangguan tumbuh kembang
balita dapat dicegah dengan cara memberikan stimulus pada balita
masalah dapat di ubah : sebagian
cara menstimulasi tumbang balita
3 Potensi untuk dicegah : rendah
2 1 2/3x1=2/3 Masalah dapat dicegah bila keluarga dapat diberi pengetahuan tentang cara menstimulus tumbang anak 4 Menonjolnya
masalah : berat harus segera ditangani
2 1 2/2x1=1 Keluargamerasa masalah dapat dicegah bila keluarga mendapatkan informasi stimulasi pada balita
Total 3 2/3
3. Resiko infeksi sekunder pada anggota keluarga Tn. M khusunya An. F berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat An. F dengan malnutrisi.
No Kriteria Skala Bobot Skoring Pembenaran
1 Sifat masalah : resiko
2 1 2/3x1=2/3 Infeksi dapat dicegah jika penanganan nutrisi terpenuhi dan lingkungan bersih 2 Kemungkinan
masalah dapat di ubah : sebagian
1 2 1/2x2=1 Keluarga belum mengetahui resiko infeksi yang dapat terjadi akibat malnutrisi 3 Potensi untuk
dicegah : rendah
1 1 1/3x1=1/3 Masalah dapat dicegah jika keluarga dapat diberi tahu tentang resiko infeksi 4 Menonjolnya
masalah : berat, harus segera ditangani
2 1 2/2x1=1 Keluarga merasa masalah dapat dicegah bila keluarga mendapatkan informasi tentang pentingnya nutrisi
pada anak dan kebersihan lingkungan
Total 3
E. Prioritas Masalah
1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada anggota keluarga Tn.M khususnya An. F yang mengalami malnutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat An. F yang mengalami malnutrisi.
2. Gangguan tumbuh kembang pada keluarga Tn. M khusunya An. F berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat An. F dengan malnutrisi.
3. Resiko infeksi sekunder pada anggota keluarga Tn. M khusunya An. F berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat An. F dengan malnutrisi.
F. Intervensi
No Tanggal Diagnosa Tujuan Rencana Perawatan Intervensi
Umum Khusus Kriteria Standar
1 30 desember 2010 Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada anggota keluarga Tn.M khususnya An. F yang mengalami malnutrisi berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga merawat An. F yang mengalami malnutrisi. Setelah dilakukan tindakan keperawata n selama 6 hari diharapkan keluarga mampu melaksanak an 5 tugas kesehatan keluarga 1. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1x30 menit keluarga mampu mengenal masalah malnutrisi 1. Keluarga dapat menyebutkan pengertian malnutrisi 2. Keluarga dapat menyebutkan tanda dan gejala malnutrisi 3. Keluarga dapat Respon verbal Respon verbal Respon verbal Respon verbal
Zat gizi adalah zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh. Arti dari kurang gizi atau malnutrisi adalah
kekurangan zat-zat atau bahan makanan yang dibutuhkan tubuh. Penyebab malnutrisi :
1. Social ekonomi kurang
2. Cara penyapihan yang kurang tepat 3. Pemasukan gizi
kurang baik dari segi karbohidrat dan nutrisi 4. Sering sakit Tanda gejala 1. Berikan penkes tentang pengertian, tanda dan gejala, penyebab dan komplikasi dari malnutris 2. Beri kesempatan pada keluarga untuk bertanya 3. Tanyakan kembali tentang meteri yang baru saja dasampaikan 4. Beri reinforcemen
positif atas jawaban keluarga
menyebutkan penyebab malnutris 4. Dapat menyebutkan komplikasi dari malnutrisi 2. Setelah dilakukan pertemuan selama 1x15 menit keluarga mampu mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasi masalah malnutrisi Respon verbal Respon afektif 1. Badan kurus
2. Rambut tipis, mudah dicabut
3. Tampak lemah dan pucat 4. Kulit kering Komplikasi malnutrisi : 1. Kwarshiokor : diare, infeksi, anemia, gangguan tumbuh kembang 2. Marasmus : infeksi, tuberculosis, gangguan tumbuh kembang
Pemberian nutrisi yang tepat pada penderita melnutrisi kurang energy protein dapat membantu penyembuhan atau pemulihan kondisi balita secara bertahap
1. Diskusikan dan motivasi keluarga dalam mengambil keputusan untuk mengatasi masalah malnutrisi 2. Jelaskan bahwa perawat siap membantu guna mempertimbangka
3. Setelah dilakukan pertemuan selama 1x20m\ menit keluarga mampu memberikan perawatan pada anggota keluarga yang mengalami maknutrisi Respon psikomotor Penatalaksanaan malnutrisi (tingkat ringan dan sedang) dilakukan dengan
memberikan makanan yang bergizi, menu yang
seimbang, mengandung karbohidrat dan protein yang cukup.
Cara mengolah bahan makanan :
1. Bahan makanan sayuran atau buah-buahan harus dicuci dahulu sebelum dipotong
2. Sayuran dimasak
n langkah
perawatan/penanga nan lebih lanjut 3. Berikan reinforcemen positif atas kemampuan keluarga dalam mengambil keputusan 1. Beri penkes dan
demonstrasikan cara mengolah bahan makanan yang benar 2. Anjurkan keluarga untuk memberi makanan bergizi 3. Tanyakan kembali tentang materi yang baru saja diberikan
4. Beri reinforcemen positif atas
tindakan yang dilakukan keluarga
4. Setelah dilakukan pertemuan selama 1x15 menit keluarga mampu memodifikasi lingkungan untuk mengatasi masalah kesehatan balita dengan malnutrisi Respon psikomotor
tidak terlalu lama 3. Beras dicuci tidak
sampai bening air bilasannya
4. Lauk dicuci dan dibuang kotoprannya sebelum dipotong 5. Alat masak harus
bersih
6. Cuci tangan sebelum masak
Memodifikasi lingkungan agar balita mau makan dengan cara mengajak makan secara bersama-sama dan membuat makanan menjadi menarik untuk meningkatkan selera makan anak 1. Anjurkan keluarga untuk melakukan modifikasi lingkungan dengan tepat 2. Beri kesempatan pada keluarga untuk bertanya 3. Tanyakan kembali tentang materi yang baru saja diberikan
4. Beri reinforcemen positif atas
tindakan yang dilakukan keluarga
5. Setelah dilakukan pertemuan selama 1x15 menit keluarga mampu memanfaatkan pelayanan kesehatan Respon ferbal dan afektif
Puskesmas merupakan salah satu tempat pelayanan kesehatan yang dapat dimanfaatkan oleh keluarga dalam memeriksakan kesehatan 1. Jelaskan tentang Puskesmas dan Anjurkan keluarga untuk membawa balita yang mengalami malnutrisi ke Puskesmas yang ada di wilayahnya. 2. Diskusikan dengan keluarga kapan balita akan dibawa ke Puskesmas. 3. Beri kesempatan
keluarga untuk bertanya.
4. Tanyakan kembali tentang apa yang sudah dijelaskan tadi.
5. Beri reinforcement yang positif
keluarga yang akan memanfaatkan pelayanan kesehatan 2 31 desember Gangguan tumbuh Setelah dilakukan a. Setelah dilakukan pendidikan Respon verbal Pertumbuhan adalah
bertambahnya ukuran tubuh.
1. Beri penkes tentang nutrisi dan
2010 kembang pada keluarga Tn. M khusunya An. F berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga merawat An. F dengan malnutrisi tindakan keperawata n selama 6 hari diharapkan keluarga mampu melaksanak an 5 tugas kesehatan keluarga kesehatan selama 1x15 menit keluarga mampu mengenal masalah gangguan tumbuh kelmbang akibat malnutrisi b. Setelah dilakukan pertemuan selama 1x15 menit keluarga mampu mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasi masalah gangguan tumbuh kembang pada balita
Respon afektif
Tumbuh berkaitan dengan fisik, yaitu hal-hal yang dapat dilihat dengan mata, yang tampak dan dapat diukur, antara lain : tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala (Rini, 2008). Perkembangan adalah hal-hyal yang lebih berkaitan dengan fungsi-fungsi organ tubuh seperti kepandaian, emosi, perilaku dan panca indera (Rini, 2008).
Ciri-ciri yang menyertai gangguan tumbuh kembang pada balita :
1. Kenaikan berat badan berkurang, terhenti, atau bahkan menurun
2. Ukuran lingkaran lengan atas menurun
3. Maturasi tulang terlambat
4. Rasio berat terhadap tinggi, normal, atau
diskusikan dengan keluarga tentang gangguan tumbuh kembang balita.. 2. Berikan kesempatan pada keluarga untuk bertanya 3. Tanyakan
kembali tentang hal yang baru saja didiskusikan 4. Berikan
reinforcement positif atas jawaban keluarga. 1. Diskusikan dan motivasi keluarga dalam mengambil keputusan untuk mengatasi masalah gangguan tumbuh kembang 2. Jelaskan bahwa perawat siap membantu guna mempertimbangka
c. Setelah dilakukan pertemuan selama 1x20 menit keluarga mampu memberikan perawatan pada anggota keluarga yang mengalami gangguan tumbuh kembang Respon psikomotor cenderung menurun 5. Tebal lipat kulit normal
atau semakin berkurang
Dengan memantau kondisi balita serta menstimulus tumbang balita maka gangguan tumbuh kembang tidak akan terjadi
n langkah
perawatan/penanga nan lebih lanjut 3. Beri kesempatan keluarga untuk bertanya 4. Beri reinforcemen positif atas kemampuan keluarga dalam mengambil keputusan 1. Beri penkes tentang tumbuh kembang balita dan stimulasi balita 2. Beri kesempatan
keluarga untuk bertanya
3. Tanyakan kembali tentang materi yang baru saja disampaikan 4. Beri reinforcemen
positif atas tindakan yang dilakukan keluarga
d. Setelah dilakukan pertemuan selama 1x15 menit keluarga mampu memodifikasi lingkungan untuk mengatasi masalah kesehatan pada anggota keluarga yang mengalami gangguan tumbuh kembang e. Setelah dilakukan pertemuan selama 1x15 menit keluarga mampu memanfaatkan pelayanan kesehatan untuk mengatasi masalah kesehatan pada angghota keluarga yang Respon psikomotor Respon verbal dan afektif
Stimulasi yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tumbang pada balita kita adalah dengan cara menstimulus pada warna, kata sifat, guna benda, menghitung mainan,
memakai baju, mencuci dan mengeringkan tangan. Lingkungan yang nyaman dan menarik akan membuat balita senang dan
berkembang sesuai umurnya.
Puskesmas merupakan salah satu tempat pelayanan kesehatan yang dapat dimanfaatkan oleh keluarga untuk memeriksakan kesehatan.
1. Beri penkes dan demonstrasikan pada keluarga cara memodifikasi lingkungan yang benar 2. Beri kesempatan pada keluarga untuk bertanya 3. Tanyakan kembali tentang materi yang baru saja diberi 4. Beri reinforcemen positif atas tindakan yang dilakukan keluarga 1. Jelaskan tentang Puskesmas dan anjurkan keluarga untuk membawa balita yang mengalami gangguan tumbuh kembang ke Puskesmas yang
mengalami gangguan tumbuh kembang ada di wilayahnya. 2. Diskusikan dengan keluarga kapan balita akan dibawa ke Puskesmas. 3. Beri kesempatan
keluarga untuk bertanya.
4. Tanyakan kembali tentang apa yang sudah dijelaskan tadi
5. Beri reinforcement yang positif
keluarga yang akan memanfaatkan pelayanan kesehatan 3 3 januari 2011 Resikoinfeksi sekunder pada anggota keluarga Tn. M khusunya An. F berhubungan Setelah dilakukan tindakan keperawata n selama 6 hari diharapkan keluarga mampu 1. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1x30 menit keluarga mampu mengenal masalah resiko resiko infeksi sekunder pada balita yang
Respon verbal
dengan ketidak mampuan keluarga merawat An. F dengan malnutrisi melaksanak an 5 tugas kesehatan keluarga mengalami malnutrisi 1. Keluarga dapat menyebutkan pengertian infeksi 2. Keluarga dapat menyebutkan tujuan dari perawatan balita yang mengalami malnutrisi kurang energy pritein 2. Setelah dilakukan pertemuan selama 1x15 menit keluarga mampu mengambil Respon
Kekurangan protein akan mengganggu : 1. Pertumbuhan badan 2. Sistem kekebalan 3. Kemampuan untuk memperbaiki kerusakan jaringan
4. Produksi enzim dan hormon
Salah satunya adalah infeksi dimana penurunan sistem kekebalan tubuh
Infeksi adalah masuknya kuman atau mikroorganisme kedalam tubuh manusia dan berkembang biak sehingga menimbulkan gejala penyakit.
Tanda dan gejala : 1. Badan panas 2. Selera makan
berkurang
3. Anak rewel, tampak lemah dan lemas Tujuan pencegahan infeksi pada balita malnutrisi adalah
1. Berikan penkes tentang pengertian infeksi dan tujuan pencegahan infeksi 2. Beri kesempatan pada keluarga untuk bertanya 3. Tanyakan kembali tentang meteri yang baru saja dasampaikan 4. Beri reinforcemen
positif atas jawaban keluarga
keputusan yang tepatb untuk mengatasi masalah resiko infeksi akibat malnutrisi kurang energy protein 3. Setelah dilakukan pertemuan selama 1x15 menit keluarga mampu memberikan perawatan pada anggota keluarga yang mengalami masalah resiko infeksi sekunder akibat malnutrisi verbal Respon psikomotor
agar kondisi balita yang mengalami malnutrisi tidak diperparah dengan
terinfeksinya tubuh sehingga mengakibatkan balita
mengalami sakit yang menyertai malnutrisi.
Keputusan yang tepat untuk menghindari terjadinya infeksi adalah dengan memberikan nutrisi yang adekuat sesuai dengan kebutuhan tubuh balita yang mengalami malnutrisi dan mengajarkan cara mencuci tangan engan benar.
1. Diskusikan dan memotivasi keluarga dalam mengambil keputusan untuk mengatasi masalah resiko infeksi sekunder. 2. Jelaskan bahwa perawat siap membantu guna mempertimbangka n langkah perawatan/penanga nan lebih lanjut. 3. Berikan
reinforcement positif atas kemampuan
Tujuan diet :
1.Menanamkan kebiasaan makan yang baik untuk memelihara tumbuh kembang anak.
2.Memberikan makanan sesuai kebutuhan untuk menambah berat badan dan panjang/tinggi badan. 3.Mencegah kerusakan
jaringan lebih lanjut dan meningkatkan daya tahan tubuh.
4.Mencegah terjadinya gizi buruk.
Prinsip diet :
1.Tinggi energi, protein dan lemak serta zat gizi mikro (Fe, Zn, Vitamin A, C, B Compleks)
2.Aneka ragam makanan mengacu pada gizi seimbangan. keluarga dalam mengambil keputusan 1. Beri penkes dan demonstrasikan pada keluarga cara menusun menu gizi seimbang untuk balita dengan malnutrisi yang benar 2. Beri kesempatan keluarga untuk bertanya. 3. Tanyakan kembali tentang materi yang baru saja diberikan 4. Beri reinforcement yang positif atas tindakan yang dilakukan keluarga
4. Setelah dilakukan pertemuan selama 1x15 menit keluarga mampu memodifikasi lingkungan untuk memodifikasi lingkungan untuk mengatasi masalah resiko infeksi sekunder akibat malnutrisi Respon psikomotor
3.Jenis dan komposisi makanan disesuaikan dengan umur dan selera anak.
4.Upayakan menggunakan bahan alami yang diolah sendiri.
5.Usahakan ASI eksklusif sampai 6 bulan dan terus menyusui sampai anak berumur 2 tahun. Bahan makanan yang diperolehkan :
1.Semua sumber
karbohidrat : nasi, nasi tim, bubur, roti gandum, pasta, jagung, kentang, ubi, talas, sereal dan havermout.
2.Sumber protein : hewani dan nabati.
3.Semua jenis sayuran. 4.Buah-buahan atau sari
buah sumber vitamin A dan Vitamin C, seperti jeruk, apel, pepaya, melon, jambu air, salak, semangka dan belimbing.
5.Susu penuh (full cream), yoghurt, susu kacang, keju, mayonnaise. Cara mengatur diet : 1.Makan dalam porsi yang
kecil dan sering, dan bervariasi agar menarik minat untuk makan. 2.Diperlukan kesabaran
untuk membujuk anak, agar makan, misalnya sambil diajak bermain. Anak tidak boleh dipaksa. 3.Untuk balita, dapat
diberikan makanan formula seperti tempe, formula ikan
Cara memodifikasi
lingkungan yang tepat untuk mengatasi masalah resiko infeksi sekunder adalah dengan mencuci tangan. Cara mencuci tangan yang benar adalah :
1. Gulung lengan baju sampai atas pergelangan tangan, lepaskan cincin,
1. Beri penkes dan
demonstrasikan pada keluarga cara memodifikasi lingkungan agar infeksi sekunder
5. Setelah dilakukan pertemuan selama 1x15 menit keluarga mampu memanfaatkan pelayanan kesehatan untuk mengatasi masalah kesehatan pada anggota keluarga yang mengalami resiko infeksi sekunder akibat malnutrisi Respon verbal dan afektif
jam tangan dan perhiasan tangan lain
2. Basahi tangan sampai sepertiga lengan dibawah air mengalir 3. Ambil sabun cair
kira-kira 5 ml, ratakan pada tangan yang telah dibasahi
4. Gosok bagian telapak tangan dengan telapak tangan satunya lalu masukan jari-jari tangan kanan ke sela-sela jari-jari tangan kiri 5. Pindahkan telapak
tangan kanan ke punggung tangan kiri gosokan, tanpa saling melepaskan lalu masukan jari-jari tangan kanan ke sela-sela tangan kiri. Lakukan pada tangan yang sama.
6. Lakukan
penggosokan kuku-kuku. 7. Bersihkan jempol
tangan kanan dengan menggegamnya dengan
balita tidak terjadi 2. Beri kesempatan pada keluarga untuk bertanya 3. Tanyakan kembali tentang meteri yang baru saja dasampaikan 4. Beri
reinforcemen positif atas
tindakan yang akan dilakukan keluarga
tangan kiri lalu diputar-putar, lakukan pada tangan yang satunya. 8. Kadang perlu
menggosok garis telapak tangan
9. Bersihkan dengan air mengalir lalu keringkan Puskesmas merupakan salah satu tempat pelayanan kesehatan yang dapat dimanfaatkan oleh keluarga untuk memeriksakan
kesehatan. 1. tentang PuskesmasJelaskan dan anjurkan keluarga untuk membawa balita yang mengalami resiko infeksin sekunder akibat malnutrisi ke Puskesmas yang ada di wilayahnya. 2. Diskusikan dengan keluarga kapan balita akan dibawa ke
Puskesmas. 3. Beri kesempatan keluarga untuk bertanya. 4. Tanyakan kembali tentang apa yang sudah dijelaskan tadi 5. Beri reinforcement yang positif keluarga yang akan memanfaatkan pelayanan kesehatan G. Implementasi Tanggal & jam No. Dx
TUK implementasi Evaluasi formatif Paraf
30 desember 2010 jam 14.00 wib 1 Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1x30 menit keluarga mampu mengenal masalah 1. Memberikan pendkes pada keluarga tentang malnutrisi
2. Menganjurkan keluarga
S : keluarga mengatakan sudah mengerti tentang malnutrisi
O : keluarga terlihat antusias saat diberi pendkes
bergizi pada An. F 3. Menanyakan kembali
tentang materi yang baru saja diberikan 4. Memberikan
reinforcement positif atas jawaban keluarga
O : keluarga memberikan pertanyaan pada perawat
S : keluarga menjawab pertanyaan yang diberikan perawat
O : keluarga tampak mengerti
S : keluarga mengatakan terima kasih O : keluarga terlihat senang dengan pendkes yang telah diberikan 30 desember 2010 jam 14.30 wib 1 Setelah dilakukan pertemuan selama 1x15 menit keluarga mampu mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasi masalah malnutrisi pada keluarga Tn. M khususnya An. F 1. Mendiskusikan dan memotivasi keluarga dalam mengambil keputusan untuk mengatasi masalah malnutrisi 2. Menjelaskan bahwa perawat siap untuk membantu guna mempertimbangkan langkah perawatan/penanganan lebih lanjut 3. Memberikan reinforcement positif atas kemampuan keluarga dalam mengambil keputusan
S : keluarga mengatakan akan
memberikan makanan yang bergizi pada An. F dan keluarga mengucapkan terima kasih atas motivasi yang diberikan O : keluarga terlihat senang
S : keluarga mengatakan terima kasih atas bantuan perawat
O : keluarga tampak antusias dengan bantuan dari perawat
S : keluarga mengatakan terima kasih O : keluarga terlihat senang
desember 2010 jam 14.45 wib pertemuan selama 1x20 menit keluarga mampu memberikan perawatan pada anggota keluarga yang mengalami malnutrisi
pada keluarga cara pengolahan bahan makanan 2. Memberikan kesempatan pada keluarga untuk bertanya 3. menganjurkan keluarga untuk mempraktikan cara pengolahan makanan 4. memberikan reinforcement positif atas tindakan yang dilakukan keluarga
cara pengolahan makanan O : Keluarga tampak memahami S : keluarga mengatakan tidak ada pertanyaan karena sudah jelas
O : keluarga terlihat memahami materi yang sudah diberikan
S : keluarga mengatakan mau mempraktikan secara mandiri cara pengolahan bahan makanan
O : keluarga mempraktikan pengolahan makanan
S : keluarga mengatakan terima kasih O : keluarga terilah senang
30 desember 2010 jam 15.00 1 Setelah dilakukan pertemuan selama 1x10 menit keluarga mampu memodifikasi lingkungan untuk mengatasi masalah malnutrisi pada An. F
1. memberikan pendkes dan mendemonstrasikan dengan keluarga tentang cara memodifikasi lingkungan dan cara meningkatkan selera makan anak
2. memberikan kesempatan pada keluarga untuk
S : keluarga mengatakan mengerti tentang cara memodifikasi lingkungan untuk malnutrisi dan cara meningkatkan selera makan anak
O : keluarga tampak berdiskusi dan mendemonstrasikan cara menjaga kebersihan lingkungan
S : keluarga mengatakan tidak ada pertanyaan tentang memodifikasi lingkungan
bertanya
3. menanyakan kembali tentang hal yang baru saja didiskusikan
4. memberikan
reinforcement positif atas jawaban keluarga
O : keluarga terlihat memperagakan cara membersihkan lingkungan rumah yang benar dan penataan perabotan rumah yang rapi
S : keluarga mengatakan mengerti materi tentang memodifikasi lingkungan untuk malnutrisi
O : keluarga mampu menjawab
pertanyaan tentang modifikasi lingkungan untuk malnutrisi dengan benar
S : keluarga mengatakan terima kasih O : keluarga terlihat senang
30 desember 2010 jam 15.10 wib 1 Setelah dilakukan pertemuan selama 1x15 menit keluarga mampu memanfaatkan pelayanan kesehatan 1. menjelasakan tentang puskesmas dan menganjurkan keluarga untuk membawa balita yang menderita malnutrisi ke puskesmas 2. mendiskusikan dengan keluarga untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan 3. menanyakan kembali
tentang hal yang baru saja didiskusikan
S : keluarga mengatakan mengerti dan akan membawa An. F ke puskesmas untuk mendapatkan penangananyang lebih tepat O : keluarga mendengarkan penjelasan dari perawat
S : keluarga mengatakan akan membawa An. F ke puskesmas besok hari senin O : keluarga terlihat berdiskusi S : keluarga mencoba menjawab pertanyaan yang diberikan perawat tentang pelayanan kesehatan
4. memberikan
reinforcemen positif atas jawaban keluarga
O : keluarga mampu menjawab manfaat pelayanan kesehatan dengan benar S : keluarga mengatakan terima kasih O : keluarga tampak senang
Tanggal & jam
No. Dx
TUK Implementasi Evaluasi formatif Paraf
31 desember 2010 jam 13.00 wib 2 Setelah dilakukan pertemuan selama 1x20 menit keluarga mampu mengenal masalah gangguan tubuh kembang pada balita akibat malnutrisi 1. memberikan pendkes tentang tumbuh kembang dan mendiskusikan dengan keluarga tentang tumbuh kembang 2. memberikan kesempatan pada keluarga untuk bertanya 3. menanyakan kembali tentang hal yang baru saja didiskusikan
S : keluarga mengatakan mengerti tentang materi yang disampaikan
O : keluarga tampak antusias mendengarkan
S : keluarga mengatakan sudah jelas O : keluarga tampak memperhatikan
S : keluarga mengatakan mengerti apa yang harus di berikan pada An. F
O : keluarga tampak mengerti penjelasan dari perawat
4. memberikan
reinforcemen positif atas jawaban keluarga
S : keluarga mengatakan terima kasih O : keluarga tampak senang
31 desember 2010 jam 13.20 wib 2 Setelah dilakukan pertemuan selama 1x15 menit keluarga mampu mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasi masalah gangguan tumbuh kembang pada An. F 1. Mendiskusikan dan memotivasi keluarga dalam mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasi masalah gangguan tumbuh kembang 2. Memberi kesempatan
pada keluarga untuk bertanya
3. Menanyakan kembali tentang hal yang baru saja didiskusikan 4. Memberikan
reinforcemen positif atas jawaban keluarga
S : keluarga mengatakan akan memberikan nutrisi yang tepat untuk anaknya yaitu tinggi protein dan tinggi kalori, mineral dan vitamin serta keluarga mengucap terima kasih atas motivasi yang telah diberikan oleh perawat O : keluarga terlihat serius dalam berdiskusi
S : keluarga mengatakan sudah jelas O : keluarga tampak memperhatikan S : keluarga mengatakan mengerti apa yang harus diberikan pada An. F
O : keluarga tampak mengerti penjelasan dari perawat
S : keluarga mengatakan terima kasih O : keluarga terlihat senang
31 desember 2010 jam 13.35 wib 2 Setelah dilakukan pertemuan selama 1x20 menit keluarga mampu memberikan perawatan pada anggota keluarga 1. Memberikan pendkes pada keluarga tentang gizi seimbang dan stimulasi gangguan tumbuh kembang
S : keluarga mengatakan mengerti
pendkes yang diberikan yaitu tentang gizi seimbang untuk balitanya dan latihan untuk meningkatkan tumbuh kembang anaknya
yang mengalami gangguan tumbuh kembang 2. Memberikan kesempatan keluarga untuk bertanya 3. Menanyakan kembali
tentang materi yang baru saja disampaikan 4. Memberikan
reinforcemen positif atas jawaban keluarga
pendkes
S : keluarga mengatakan sudah jelas O : keluarga tampak sudah mengerti S : keluarga menjawab pertanyaan yang diberikan perawat
O : keluarga tampak antusias
S : keluarga mengatakan terima kasih O : keluarga tampak senang
31 desember 2010 jam 13.55 wib 2 Setelah dilakukan pertemuan selama 1x15 menit keluarga mampu memodifikasi lingkungan untuk mengatasi masalah gangguan tumbuh kembang
1. Memberi penkes dan mendemonstrasikan pada keluarga cara penyajian mekanan balita dengan benar
2. Memberikan
kesempatan keluarga untuk bertanya 3. Menanyakan kembali
pada keluarga tentang materi yang baru saja diberikan
4. Member reinforcemen positif pada keluarga yang akan
memanfaatkan
S : keluarga mengatakan mengerti tentang cara penyajian makanan pada balita yang terkena gangguan tumbuh kembang akibat malnutrisi
O : keluarga terlihat serius saat diberikan pendkes dan demonstrasi penyajian makanan
S : keluarga menanyakan tahap perkembangan anaknya
O : keluarga tampak antusias
S : keluarga menjawab pertanyaan yang diberikan perawat
O : keluarga tampak memahami penjelasan dari perawat
S : keluarga mengatakan terima kasih O : keluarga tampak senang
pelayanan kesehatan 31 desember 2010 jam 14.10 wib 2 Setelah dilakukan pertemuan selama 1x15 menit keluarga mampu memanfaatkan pelayanan kesehatan 1. Menjelaskan tentang puskesmas dan menganjurkan keluarga untuk membawa balita yang mengalami gangguan tumbuh kembang ke puskesmas 2. Mendiskusikan dengan
keluarga kapan balita akan dibawa ke puskesmas 3. Memberikan kesempatan keluarga untuk bertanya 4. Memberikan reinforcemen positif keluarga yang akan memanfaatkan pelayanan kesehatan
S : keluarga mengatakan akan membawa anaknya ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat
O : keluarga mendengarkan penjelasan tentang pelayanan kesehatan
S : keluarga mengatkan akan membawa anaknya ke puskesmas hari senin jam 09.00 WIB
O : keluarga terlihat berdiskusi S : Keluarga mengatakan tidak ada pertanyaan tentang pelayanan kesehatan O : Keluarga tampak mengerti penjelasan dari perawat
S : keluarga mengatakan terima kasih O : keluarga tampak senang
Tanggal & jam
No. Dx
TUK Implementasi Evaluasi formatif Paraf
3 januari 2011 jam 10.00 wib 3 Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1x20 menit 1. Memberikan penkes tentang pengertian infeksi, tanda dan
S: keluarga mengatakan mengerti tentang pengertian infeksi, tanda dan gejala infeksi, serta penyebab infeksi akibat dari
keluarga mampu mengenal masalah resiko infeksi sekunder pada anggota keluarga Tn. M yang mengalami malnutrisi
gejala, serta penyebab infeksi akibat dari malnutrisi 2. Memberikan kesempatan pada keluarga untuk bertanya 3. Menanyakan kembali tentang hal yang baru saja didiskusikan 4. Memberikan
reinforcemen positif atas jawaban keluarga
malnutrisi
O : keluarga tampak memahami S : keluarga mengatakan sudah jelas O : keluarga tampak sudah mengerti
S : keluarga menjawab pertanyaan yang diberikan perawat
O : keluarga tampak sudah mengerti penjelasan yang diberikan oleh perawat S : keluarga mengatakan terima kasih O : keluarga tampak senang
3 januari 2011 jam 10.20 wib 3 Setelah dilakukan pertemuan selama 1x15 menit keluarga mampu mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasi masalah resiko infeksi pada anggota keluarga Tn. S yang mengalami malnutrisi 1. Mendiskusikan dan memotivasi keluarga dalam mengambil keputusan untuk mengatasi masalah resiko infeksi pada balita yang mengalami malnutrisi
2. Memberikan kesempatan pada keluarga untuk bertanya
S : keluarga mengatakan akan
memberikan perawatan kepada anaknya agar resiko infeksi tidak terjadi dengan cara memberikan nutrisi yang adekuat dan mencuci tangan pada saat mengasuh anaknya, dan keluarga mengucapkan terima kasih atas motivasi yang sudah diberikan
O : keluarga terlihat serius dalam berdiskusi
S : keluarga mengatakan sudah jelas O : keluarga tampak sudah mengerti tentang apa yang didiskusikan
3. Menanyakan kembali tentang hal yang baru saja didiskusikan 4. Memberikan
reinforcemen positif atas jawaban keluarga
S : keluarga mengatakan mengerti apa yang harus diberikan pada An. F O : keluarga tampak memperhatikan S : keluarga mengucapkan terima kasih O : keluarga tampak senang
3 januari 2011 jam 10.35 wib 3 Setelah dilakukan pertemuan selama 1x20 menit keluarga mampu memberikan perawatan pada anggota keluarga yang mengalami resiko infeksi sekunder akibat malnutrisi 1. Memberikan penkes dan mendemonstrasikan pada keluarga cara penyajian makanan dan diit yang tepat
2. Memberikan kesempatan pada keluarga untuk bertanya
3. Menanyakan kembali tentang materi yang baru saja deberikan 4. Memberikan
reinforcemen positif atas tindakan yang akan dilakukan keluarga
S : keluarga mengatakan akan
mempraktekan cara penyajian makanan dan menerapkan diit yang tepat untuk anaknya
O : keluarga terlihat serius saat diberikan penkes
S : keluarga mengatakan sudah jelas O : keluarga tampak memperhatikan
S : keluarga mengatakan mengerti apa yang harus diberikan pada An. F O : keluarga tampak memperhatikan S : keluarga mengucapkan terima kasih O : keluarga tampak senang
3 januari 2011 jam 10.55 wib 3 Setelah dilakukan pertemuan selama 1x15 menit keluarga mampu memodifikasi
1. Beri penkes dan demonstrasikan pada keluarga cara
memodifikasi
S : keluarga mengatakan mengerti tentang cara memodifikasi lingkungan agar anaknya tidak mengalami infeksi sekunder
lingkungan untuk mengatasi masalah pada An. F yang mengalami resiko infeksi sekunder akibat malnutrisi
lingkungan agar infeksi tidak terjadi dengan cara mencuci tangan 2. Beri kesempatan pada
keluarga untuk bertanya
3. Menanyakan kembali tentang materi yang baru saja diberikan 4. Memberikan
reinforcemen positif pada keluarga yang akan memodifikasi lingkungan
O : keluarga terlihat serius saat deberikan pendkes
S : keluarga menanyakan cara
memodifikasi lingkungan yang benar O : keluarga tampak antusias
S : keluarga menjawab pertanyaan yang diberikan perawat
O : keluarga tampak memperhatikan S : keluarga mengucapkan terima kasih
O : keluarga tampak senang
3 januari 2011 jam 11.10 3 Setelah dilakukan pertemuan selama 1x15 menit keluarga mampu memanfaatkan pelayanan kesehatan untuk mengatasi masalah kesehatan pada anggota keluarga yang mengalami resiko sekunder akibat dari malnutrisi
1. Memotivasi keluarga untuk tetap
memanfaatkan layanan kesehatan setiap ada anggota keluarga yang sakit 2. Memberikan kesempatan pada kaluarga untuk bertanya 3. Memberikan reinforcemen positif atas keluarga yang akan memanfaatkan
S : keluarga mengatakan ya
O : keluarga mendengarkan penjelasan tentang pelayanan kesehatan
S : keluarga mengatakan akan membawa ankanya ke puskesmas besok pagi O : keluarga tampak berdiskusi S : keluarga mengatakan terima kasih O : keluarga tampak senang
pelayanan kesehatan
H. Evaluasi Submatif Tanggal
& jam
Diagnosa keperawatan Evaluasi Submatif (SOAP) Paraf
Selasa, 4 januari 2011 jam 09.00 wib
1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada anggota keluarga Tn.M khususnya An. F yang mengalami malnutrisi
berhubungan dengan ketidak S :
keluarga mengatakan zat gizi adalah zat yang diperlukan oleh tubuh. Arti kurang gizi adalah kekurangan zat-zat atau bahan makanan yang
dibutuhkan oleh tubuh. Keluarga mengatakan penyebab kurang gizi pada keluarga adalah sebagai berikut :
mampuan keluarga merawat An. F yang mengalami malnutrisi.
b. Jenis makanan yang tidak seimbang c. Makan tidak teratur
d. Sering sakit
Keluarga mengatakan tanda-tanda kurang gizi pada anaknya adalah : 1. Badan kurus
2. Lemas dan pucat
3. Rambut tipis dan mudah dicabut
Keluarga mengatakan bahwa anaknya mengalami kurang gizi karena seharusnya BB anaknya 11 kg, sedangkan sekarang BB anaknya hanya 7,3 kg. keluarga mengatakan kurang gizi pada anaknya bisa menyebabkan hal-hal sebagai berikut :
1. Gangguan tumbuh kembang 2. Mudah terkena infeksi 3. Berkurangnya daya pikir
Keluarga mengatakan akan memberikan makanan yang bergizi pada anaknya, merawat An. F dengan benar, memodifikasi lingkungan dan memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.
O :
Keluarga tampak antusias saat berdiskusi
Keluarga terutama Ny. I tampak senang dengan penjelasan yang diberikan dan mengatakan terima kasih kepada perawat
Keluarga mampu mendeminstrasikan pengolahan makanan A :
Tujuan Khusus No. 1-5 sudah tercapai karena keluarga sudah bisa
melaksanakan 5 tugas kesehatan keluarga, hal ini termasuk pada tanggal 3 januari telah datang ke puskesmas untuk memeriksakan anaknya.
Anjurkan keluarga untuk terus menerapkan tidakan keperawatan yang telah diberikan. Selasa, 4 januari 2011 jam 09.20 wib
2. Gangguan tumbuh kembang pada keluarga Tn. M
khusunya An. F
berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga merawat An. F dengan malnutrisi.
S :
Keluarga mengatakan periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita karena pada masa ini pertumbuhan dasar yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Keluarga mengatakan pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran tubuh, tumbuh berkaitan dengan fisik.
Keluarga mengatakan perkembangan adalah hal-hal yang berkaitan dengan fungsi-fungsi organ tubuh seperti kepandaian, emosi, perilaku, dan panca indera.
Keluarga mengatakan dengan memantau kondisi balita serta menstimulus tumbang balita maka gangguan tumbuh kembang tidak akan terjadi. Keluarga mengatakan stimulasi yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tumbang pada balita adalah dengan membuat menara dari 8 kubus, menunjuk 4 gambar, bicara dengan dimengerti, membuka pakaian, memakai baju, mencuci tangan dan mengeringkan tangan.
Keluarga mengatakan lingkungan yang nyaman dan menarik akan membuat balita senang dan berkembang sesuai dengan umurnya.
Keluarga mengatakan puskesmas merupakan salah satu tempat pelayanan kesehatan yang dapat dimanfaatkan oleh keluarga dalam memeriksakan kesehatan.
O :
Keluarga tampak antusias saat berdiskusi
Keluarga terutama Ny. I tampak senang dengan penjelasan yang diberikan perawat
Keluarga mengatakan terima kasih A :
Tujuan khusus no. 1-5 tercapai untuk kemampuan verbal dan psikomotorik
Kemampuan afektif dalam pemanfaatan fasilitas kesehatan pada keluarga tercapai karena pada keluarga Tn. M telah memeriksakan anaknya ke puskesmas
P :
Anjurkan keluarga untuk terus menerapkan tidakan keperawatan yang telah diberikan.
Selasa, 4 januari 2011 jam 09.40 wib
3. Resiko infeksi sekunder pada anggota keluarga Tn. M khusunya An. F
berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga merawat An. F dengan malnutrisi.
S :
Keluarga mengatakan infeksi adalah masuknya kuman atau
mikroorganisme ke dalam tubuh manusia dan berkembang biak sehingga menimbulkan gejala penyakit.
Keluarga mengatakan tanda gejala infeksi adalah sebagai berikut : 1. Badan panas
2. Selera makan berkurang 3. Anak tampak lemah dan lemas
Keluarga mengatakan penyebab infeksi adalah sebagai berikut : 1. Kurang gizi
2. Imunitas tubuh menurun 3. Tingkat sosial ekonomi rendah 4. Berat badan lahir rendah 5. Tidak mendapatkan ASI 6. Imunisasi yang tidak memadai 7. Polusi udara
Keluarga mengharapkan perawat dapat membantu mengatasi infeksi yang terdapat pada anaknya.
pada anggota keluarganya O :
Keluarga tampak antusias saat berdiskusi.
Keluarga terutama Ny. I tampak senang dengan penjelasan yang diberikan.
Keluarga mengatakan terima kasih atas motivasi yang diberikan perawat. Keluarga mendemonstrasikan diit yang tepat.
Keluarga mendemonstrasikan cara mencuci tangan yang benar. A :
Tujuan khusus no 1-5 tercapai karena keluarga sudah menunjukkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan jika kontak dengan An. F.
P :
Motivasi keluarga untuk memberikan makanan bergizi agar imunitas tubuh anaknya meningkat.
Observasi keluarga pada saat jadwal posyandu berikutnya untuk mengetahui kemampuan afektif keluarga setelah mendapatkan penyuluhan kesehatan.
Anjurkan keluarga untuk tetap melakukan perawatan kesehatan pada anaknya.