• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN. dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN. dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

20 BAB III

METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN A. Model Penelitian dan Pengembangan

Penelitian ini berorientasi pada produk dalam bidang pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R

& D). Research and Development merupakan suatu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan suatu produk dan menguji keefektifannya (Sriwijayanti, 2020). Sesuai dengan namanya, R&D dimulai dengan kegiatan Research dan diteruskan dengan kegiatan Development. Kegiatan Research dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai kebutuhan konsumen (need assessment), sedangkan kegiatan Development dilakukan untuk menghasilkan produk yang dapat berupa media atau perangkat pembelajaran (Ratna Sari, 2019).

Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model prosedural. Dimana model prosedural merupakan model yang bersifat deskriptif, yaitu menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan suatu produk (Dewi, 2013). Model prosedural yang digunakan dalam pengembangan ini adalah model pendekatan sistem yang dirancang oleh Lee and Owens. Langkah-langkah pengembangan model Lee and Owens meliputi : (1) Analysis yang terdiri dari need assassment dan front end analysis; (2) Design; (3) Development; (4) Implementation; (5) Evaluation. Alasan pemilihan model pengembangan Lee and Owens dikarenakan model ini merupakan model yang dikhususkan untuk pengembangan multimedia.

Tahap model pengembangan Lee and Owens dapat dilihat pada diagram berikut :

(2)

Gambar 3.1 Diagram Model Pengembangan Lee and Owens (Sumber : book.google.co.id buku Lee Owens Multimedia Based Intructional design [10])

B. Prosedur Penelitian dan Pengembangan

Prosedur penelitian dan pengembangan dilakukan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut : (1) Analysis atau analisis yang terdiri dari need assassment dan front end analysis; (2) Design; (3) Development atau pengembangan; (4) Implementation atau implementasi; (5) Evaluation atau evaluasi.

1. Analisis

Tahap pertama yang dilakukan peneliti adalah analisis, dimana analisis memiliki dua tahapan lagi yakni analisis kebutuhan (need analysis) dan analisis awal akhir (front end analysis). Dimana dua tahapan analisis tersebut akan dijabarkan sebagai berikut :

a. Analisis Kebutuhan

Tahap analisis kebutuhan dilakukan dengan mengkaji keadaan di kelas dengan tujuan mengetahui apakah pengembangan media pembelajaran berupa video animasi dibutuhkan.

Pada tahap ini dilakukan observasi di kelas VI SDN Banjarsari I serta mewawancarai Bapak AK S.Pd sebagai wali kelas VI dan memberi angket kepada pesera didik kelas VI .

(3)

b. Analisis Awal Akhir

Analisis awal akhir dilakukan untuk melengkapi informasi mengenai penelitian dan pengembangan yang akan dilaksanakan, analisis ini sendiri dilakukan dengan banyak kegiatan agar informasi yang didapat benera-benar lengkap. Berikut merupakan tahapan-tahapan dari analisis awal akhir :

1) Analisis Peserta Didik (Audience Analysis)

Analisis peserta didik (audience analysis) dilaksanakan untuk memperoleh informasi mengenai latar belakang peserta didik dan karakternya. Dalam tahap ini akan diperoleh mengenai berapa jumlah pesrta didik dalam satu kelas, bagaimana karakter dan respon peserta didik dalam proses belajar mengajar. Kemudian pengembangan media akan disesuaikan dengan hasil analisis.

2) Analisis Teknologi (Technology Analysis)

Analisis teknologi (technology analysis) dilaksanakan untuk mengetahui teknologi dan fasilitas yang ada di sekolah apakah memadai untuk pengembangan media yang akan dikembangkan. Seperti misalnya media yang akan dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan adalah media video animasi, maka akan dianalisis apakah fasilitas yang memadai seperti laptop, proyektor dan lcd ada pada sekolah yang akan menjadi tempat dilaksanakannya penelitian.

3) Analisis Situasi (Situation Analysis)

Analisis situasi dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses belajar belajar berlangsung sehingga dapat menyesuaikan proses penelitian. Media yang dikembangkan harus sesuai dengan situasi yang dialami peserta didik dan sesuai dengan situasi yang sedang terjadi di lingkungan peserta didik. Seperti situasi pandemi yang mengharuskan peneliti menyesuaikan protokol kesehatan dengan proses belajar mengajar yang terbatas.

(4)

4) Analisis Tugas (Task Analysis)

Tahap ini dilakukan untuk dapat mengidentifikasi tugas-tugas apa yang harus dilakukan guru dan peserta didik untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran. Tugas yang dimaksud adalah apa yang harus dilakukan peserta didik selama proses belajar mengajar berlangsung menggunakan media yang akan dikembangkan.

5) Analisis Tujuan

Analisis tujuan dilakukan untuk menentukan materi apa yang akan diajarkan melalui media yang akan dikembangkan agar mencapai keefektifan dan efisiensi media dalam pembelajaran. Tujuan penelitian dan pengembangan ini berfokus pada KI dan KD pada materi yang peserta didik anggap sulit untuk dipahami, serta menghindari KI dan KD yang sudah tidak berlaku atau telah diperbarui dalam kurikulum 2013. Kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan matematika kelas VI berdasarkan Permendikbud tahun 2018 nomor 37 adalah sebagai berikut :

Tabel 3.1 KI dan KD Matematika

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)

3

Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya, dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya dirumah, di sekolah, dan tempat bermain.

4

Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR

3.1

Menjelaskan bilangan bulat negatif (termasuk menggunakan garis bilangan) 4.1

Menggunakan konsep bilangan bulat negatif (termasuk menggunakan garis bilangan) untuk menyatakan situasi sehari- hari.

3.2

Menjelaskan dan melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian yang melibatkan bilangan bulat negatif.

4.2

Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian yang melibatkan bilangan bulat negatif dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran Matematika materi operasi bilangan bulat berdasarkan KI dan KD yang telah disebutkan diatas adalah sebagai berikut :

(5)

a. Membaca lambang bilangan bulat positif.

b. Membaca lambang bilangan bulat negatif.

c. Menulis lambang bilangan bulat positif.

d. Menulis lambang bilangan bulat negatif.

e. Mengurutkan bilangan bulat.

f. Membandingkan bilangan bulat.

g. Menggunakan konsep bilangan bulat negatif untuk menyatakan situasi sehari-hari.

h. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi penjumlahan dan

i. pengurangan yang melibatkan bilangan bulat negatif dalam kehidupan sehari-hari.

j. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi perkalian yang melibatkan bilangan bulat negatif dalam kehidupan sehari-hari.

2. Desain

Struktur konten berupa materi-materi yang akan disampaikan kepada peserta didik yang telah dianalisis pada tahap sebelumnya akan disajikan dalam bentuk video animasi, agar materi tersebut dapat tersampaikan dengan utuh, maka perlu dituangkan dalam bentuk tulisan atau gambar yang disebut naskah. Penulisan naskah merupakan kerangka awal untuk menyusun dan mengembangkan media pembelajaran. Dalam naskah terdapat rancangan isi dan acuan utama dalam mengembangkan media video animasi. Naskah berfungsi sebagai penuntun dalam memproduksi sebuah media (Nasrullah, 2019). Spesifikasi media juga disusun pada tahap ini.

Desain produk berupa konstruk juga ditentukan seperti warna dan gambar yang akan dipakai pada video animasi. Cover CD yang digunakan dan lain sebagainya.

3. Pengembangan

Langkah produksi diawali dengan pengembangan penulisan naskah yang meliputi pembuatan story board mengenai urutan materi yang akan disajikan dalam video. Setelah naskah selesai dibuat sebagai acuan atau patokan dalam proses produksi, selanjutnya pembuatan video animasi. Proses pembuatan media harus mempertimbangkan karakteristik peserta didik dan dapat meningkatkan motivasi belajar. Dilanjutkan dengan proses editing untuk meninjau ulang video secara keseluruhan dan penambahan efek suara pada media.

(6)

4. Implementasi

Tahap implementasi dilakukan setelah melewati tahap-tahap sebelumnya. Pada tahap ini media telah siap digunakan dan revisi jika ditemukan kekurangan pada produk. Selanjutnya dilakukan uji coba pada peserta didik, uji coba diperlukan untuk mengetahui keefektifan media yang telah dikembangkan. Hasil uji coba menentukan keberhasilan produk dalam mencapai tujuan dan meningkatkan produk yang memerlukan perbaikan. Tahap uji coba produk memerlukan dua langkah, yaitu uji coba skala kecil dan uji coba skala besar. Uji coba skala kecil ditujukan untuk mengetahui respon dan kemenarikan peserta didik.

5. Evaluasi

Evaluasi yang dilakukan adalah evaluasi formatif, yakni evaluasi yang berorientasi pada tingkat kelayakan media yang dikembangkan, apakah pengguna nyaman dalam menggunakan media (Ramli, 2013). Evaluasi untuk memperbaiki kekurangan yang ada pada media, revisi juga dilakukan jika dianggap kurang memenuhi kriteria ahli media dan ahli materi. Setelah dilakukan uji coba pada peserta didik dan guru, media juga akan direvisi sesuai dengan prosedural yakni bertahap dari perorangan, kelompok kecil, dan kelompok besar.

C. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SDN Banjarsari I yang terletak di Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Dalam penelitian ini subjek penelitiannya adalah peserta didik kelas VI SD. Waktu penelitian adalah semester genap ajaran 2020/2021.

D. Teknik Pengumpulan Data

Langkah yang paling penting dan utama dalam penelitian merupakan teknik pengumpulan data. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai cara dan sumber. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data mengenai respon peserta didik terhadap media pembelajaran dalam penelitian ini adalah kuisioner dan wawancara.

(7)

1. Kuisioner (Angket)

Angket digunakan saat evaluasi uji coba media pembelajaran yang dilakukan oleh ahli media dan ahli materi. Uji coba pembelajaran dilakukan kepada peserta didik dengan memberikan angket pada kelompok kecil dan besar. Dengan kuisioner dapat diketahui keadaan, pengalaman, pengetahuian, pendapat dan lain-lainnya.

Tabel 3.2 Kualifikasi Subjek Kuisioner

No. Subjek Kualifikasi

1. Peserta Didik Peserta didik kelas VI SDN Banjarsari I

2. Ahli Media Dosen dengan lulusan S2 PGSD

3. Ahli Materi Dosen dengan lulusan S2 PGSD

2. Wawancara

Wawancara dilakukan untuk mengumpulkan keterangan yang dilaksanakan dengan tanya jawab secara lisan , bertatap muka dengan tujuan yang telah ditentukan. Data awal yang dibutuhkan untuk penelitian dapat diperoleh dengan wawancara, data dapat digunakan dalam pengembangan media pembelajaran.

Tabel 3.3 Kualifikasi Subjek Wawancara

No. Subjek Kualifikasi

1. Guru Wali kelas VI SDN Banjarsari I

3. Dokumentasi

Dokumentasi dilakukan sebagai kegiatan mencari data maupun informasi mengenai hal- hal atau variabel berupa catatan, buku, surat kabar, majalah, notulen rapat dan lain seagainy.

Informasi yang diperoleh dari wawancara berhubungan dengan profil sekolah, struktur organisasi, pendidik, peserta didik, dan foto proses pembelajaran.

(8)

E. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yaitu alat yang digunakan untuk mengukur suatu fenomena yang diamati, secara spesifik fenomena ini disebut variabel penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan media pembelajaran video animasi matematika materi operasi hitung bilangan bulat ini adalah :

1. Lembar Validasi Media Pembelajaran

Lembar validasi media pembelajaran berisi tentang analisis dan nilai mengenai tampilan bahan ajar, kebahasaan dan penggunaan media pembelajaran. Berikut merupakan kisi-kisi lembar validasi media pembelajaran :

Tabel 3.4 Kisi-kisi Lembar Validasi Media

No. Aspek Kisi-kisi Instrumen

1. Spesifikasi Konstruk a. Design cover

b. Petunjuk pemanfaatan media c. Tampilan media

d. Audio media e. Teks dalam media

2. Spesifikasi Konten a. Pemaparan materi

b. Tujuan pembelajaran c. Soal evaluasi

2. Lembar validasi materi

Lembar validasi materi berisi tentang analisis dan nilai mengenai kualitas isi dan kebahasaan media pembelajaran. Berikut kisi-kisi instrumen lembar validasi materi :

Tabel 3.5 Kisi-kisi Lembar Vlidasi Materi

No. Aspek Kisi-kisi Instrumen

1. Spesifikasi konstruk a. Design cover sesuai dengan materi b. Gambar media sesuai dengan materi c. Teks sesuai dengan materi

d. Audio sesuai dengan materi

2. Spesifikasi konten a. Materi sesuai dengan tujuan pembelajaran b. Urutan isi materi

c. Bahasa dalam penulisan materi d. Narasi materi

e. Kesesuaian materi dengan subjek penelitian f. Kemenarikan video dalam proses belajar g. Kesesuaian soal evaluasi dengan materi

(9)

3. Angket Respon Pengguna

Angket respon pengguna ditujukan kepada pendidik atau guru dan peserta didik. Angket digunakan untuk mengetahui respon pengguna yaitu pendidik dan peserta didik terhadap media pembelajaran video animasi. Angket diberikan agar mengetahui apakah media pembelajaran yang dikembangkan sudah baik atau belum dalam pembelajaran matematika dan diberikan setelah proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan media pembelajaran.

Tabel 3.6 Kisi-kisi Angket Respon Pengguna

No. Aspek Kisi-kisi Instrumen

1. Konstruk media a. Design cover

b. Komposisi warna media c. Gambar media

d. Audio media e. Teks media

f. Bahasa yang digunakan dalam media

2. Konten media a. Penyampaian materi

b. Tujuan pembelajaran c. Soal evaluasi

F. Teknik Analisis Data

Mengolah hasil data pengembangan dapat dilakukan dengan tiga teknik analisis data, yaitu analisis isi dan analisis deskriptif. Tiga teknik analisis tersebut akan dijelaskan sebagai berikut : 1. Analisis Isi Pembelajaran

Analisis isi dilakukan untuk merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan kompetensi dasar yang telah ada, serta untuk menyusun isi pembelajaran yang akan dikembangkan.

Dimana dalam penelitian ini materi yang akan dikembangkan adalah operasi hitung bilangan bulat. Hasil analisis isi akan dipakai sebagai dasar untuk pengembangan media pembelajaran

(10)

video animasi pada mata pelajaran matematika untuk guru dan peserta didik kelas VI sekolah dasar.

2. Analisis Desktriptif

Pengumpulan data pada tahap uji coba menggunakan angket penilaian untuk memberikan kritik dan saran. Hasil analisis ini digunakan untuk menentukan tingkat keefektifan, ketepatan, dan kemenarikan media sebagai hasil dari pengembangan berupa video animasi. Data yang terkumpul dikelompokkan sesuai jenisnya, yakni data kuantitatif berupa angka dan data kualitatif berupa kata atau simbol.

Data yang terkumpul dari angket adalah data kualitatif yang dikuantitatifkan menggunakan skala Linkert berkriteria empat tingkat, lalu dianalisa melalui perhitungan persentase skor item pada setiap pertanyaan dalam angket. Rumus yang digunakan untuk menentukan presentase

tersebut adalah P = xi

x x 100% (Ardiansyah, 2020) dengan keterangan sebagai berikut :

P : persentase kelayakan

x : jumlah total skor jawaban validator (nilai nyata)

xi : jumlah total skor jawaban tertinggi (nilai harapan)

Pengambilan keputusan dan pemberian arti pada perolehan skor untuk merevisi media pembelajaran digunakan kualifikasi yang memiliki kriteria (Susanto, 2012) sebagai berikut :

Tabel 3.7 Kualifikasi Validasi Media

No. Persentase (%) Tingkat Kevalidan

1. 80-100 Valid / tidak revisi

2. 60-79 Cukup valid / tidak revisi

3. 40-59 Kurang valid / revisi sebagian

4. 0-39 Tidak valid / revisi

Sumber : Susanto (2012)

(11)

Berdasarkan kriteria tersebut, media pembelajaran dinyatakan valid dan tidak perlu direvisi jika mencapai skor 80 dari seluruh unsur yang ada dalam angket penilaian validasi dari ahli materi, ahli media, ahli pembelajaran, dan siswa. Dalam penelitian ini, pengembangan media harus memenuhi kriteria valid sehingga akan dilakukan revisi apabila belum memenuhi kriteria valid.

Gambar

Gambar 3.1 Diagram Model Pengembangan Lee and Owens (Sumber :  book.google.co.id buku Lee Owens Multimedia Based Intructional design [10])
Tabel 3.1 KI dan KD Matematika
Tabel 3.2 Kualifikasi Subjek Kuisioner
Tabel 3.4 Kisi-kisi Lembar Validasi Media
+3

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian ini wawancara dilakukan kepada guru dan siswa untuk memperoleh data terkait pengaruh model pembelajaran yang telah digunakan pada tingkat

Uji coba produk merupakan tahap penilaian dengan tujuan untuk mengetahui apakah produk yang dihasilkan telah layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran atau tidak

Analisis kebutuhan dilakukan sebagai tahap awal dalam melakukan analisis tahap model pengembangan ADDIE. Tujuan analisis adalah untuk memahami kebutuhan peserta didik dan

Tahap ini akan menghasilkan desain produk awal berupa modul yang sebelumnya telah dilakukan penyusunan instrumen penilaian produk untuk dijadikan pedoman

Teknik wawancara dilakukan untuk mengumpulkan data tentang pentingnya dilakukan pengembangan media pembelajaran RUDA (Rumah Bedah), kepada guru kelas 5 SD materi

Setelah peneliti mengetahui soal mana saja yang memenuhi kriteria valid maka soal tersebut dapat digunakan dalam lembar kerja peserta didik (LKPD) untuk uji coba

2) Guru memberikan motivasi kepada peserta didik tentang pembelajaran materi perbandingan. 3) Guru menginformasikan model pembelajaran dan tujuan dari pembelajaran serta

Oleh karena itu, guru menyarankan agar penelitian pengembangan ini benar-benar dilakukan dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik maupun materi pembelajaran yang