PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUIZ TEAM BERBASIS
PERMAINAN KAMUS MINI TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA
KELAS V SDN GUGUS IV ABIANSEMAL
TAHUN AJARAN 2016/2017
I Made Rai Saputra
1, MG. Rini Kristiantari
2, I.G.A. Agung Sri Asri
3 1,2,3Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FIP
Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia
email:
[email protected]
1,
[email protected]
2,
[email protected]
3.Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hasil belajar pengetahuan IPS antara siswa kelas V di SD Gugus IV Kecamatan Abiansemal Tahun Ajaran 2016/2017 yang dibelajarkan dengan model pembelajaran quiz team berbasis permainan kamus mini dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen semu ( nonequivalent control group design ). Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas V di SD Gugus IV Kecamatan Abiansemal yang berjumlah 152 siswa.Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling yang terlebih dahulu dilakukan uji kesetaraan pada setiap anggota populasi. Sampel dalam penelitian ini siswa siswa kelas V SD No. 2 Ayunan berjumlah 32 siswa sebagai kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajar quiz team berbasisi perminan kamus mini dan siswa kelas V SD No. 2 Dauh Yeh Cani berjumlah 31 siswa sebagai kelompok dengan pemebelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes jenis objektif bentuk pilihan ganda biasa.Data yang terkumpulkan berupa nilai hasil belajar IPS yang dianalisis dengan uji-t. Hasil analisis data diperoleh thitung= 5,32 >
ttabel = 2,00 untuk signifikan 5% dan dk = 61. Berdasarkan kriteria pengujian, maka Ho ditolak dan Ha
diterima. Adapun nilai rata-rata hasil belajar pengtahuan IPS yang dibelajarkan dengan model pembelajaran quiz team berbasis permainan kamus mini 78,25 dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional 69,58. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran quiz team berbasis permainan kamus mini terhadap hasil belajar pengetahuan IPS siswa kelas V SD Gugus IV Kecamatan Abiansemal Tahun Pelajaran 2016/2017
Kata kunci :Quiz team, permainan kamus, pengetahuan IPS
Abstract
This study aims to determine the effect of learning outcomes of IPS knowledge between grade V students in SD Gugus IV Abiansemal District Lessons Year 2016/2017 which dibelajarkan with quiz-based learning model of mini-game dictionary game and students who dibelajarkan with conventional learning. Types This research is an experimental research with the research design used is a quasi-experimental design (nonequivalent control group design). The population of this study is all students of class V in SD Gugus IV Abiansemal District, amounting to 152 students. Determination of the sample is done by random sampling technique which is first done equality test on every member of population. The sample in this study is students of grade V SD. 2 Ayunan totaling 32 students as a group that was taught with a quiz team learner model based on the permission of mini dictionary and grade 5 students of SD. 2 Dauh Yeh Cani is 31 students as a group with conventional learning. The data collection is done by the type of objective method of standard double choice method. The data collected in the form of IPS learning result score which is analyzed by t-test. The result of data analysis is tct = 5.32> ttable = 2,00 for 5% significance and dk = 61. Based on testing criteria, Ho is rejected and Ha accepted. The average score of learning results IPS learning that dibelajarkan with quiz-based team learning model of the game dictionary mini 78.25 and students who dibelajarkan with
conventional learning 69.58. Based on the results of this study can be concluded that there is influence of learning model quiz team based on mini game dictionary to result of learning knowledge of IPS student of class V SD Gugus IV Abiansemal Sub District Year Lesson 2016/2017
Keywords: Quiz team, dictionary game, IPS knowledge
PENDAHULUAN
Pembelajaran merupakan sebuah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar. Ber-dasarkan pasal 1 ayat 4 UU RI No. 20 Tahun 2013 mengenai sistem pendidikan nasional, diamana peserta didik atau siswa adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan diri mereka melalui proses pendidikan pada jalur dan jenjang serta jenis pendidikan tertentu. Peran peserta didik dalam proses pem-belajaran sesuai dengan yang diharap-kan kurikulum adalah sebagai pembelajar artinya siswa yang lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran, sehingga pembelajaran akan terpusat pada siswa. Selain itu dijelaskankan pula tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebut-kan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Berdasarkan Permendikbud RI Nomor 61 Tahun 2014 bahwa, KTSP adalah kurikulum operasional yang di-susun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.Pengembang-an KTSP jenjpendidikan.Pengembang-ang pendidikpendidikan.Pengembang-an dasar dpendidikan.Pengembang-an menengah mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum, dan pedoman implementasi Kurikulum. KTSP di-kembangkan oleh satuan pendidikan dengan melibatkan komite seko-lah/madrasah, dan kemudian disahkan oleh kepala dinas pendidikan atau kantor kementerian agama provinsi dan kabupa-ten/kota sesuai dengan kewenangannya.
Pengembangan KTSP berdasar-kan pada prinsip peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk men-dukung pencapaian tujuan tersebut pe-ngembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan kompetensi, per-kembangan, kemubutuhan, dan ke-pentingan peserta didik beserta tuntunan lingkungan pada masa kini dan yang akan datang.
Melaksanakan proses-proses ter-sebut bantuan guru sangat diperlukan, tugas seorang guru tidak sebatas mengajar namun lebih kompleks dan menyangkut pula dalam membimbing sampai dengan mengevaluasi proses pembelajaran apakah sudah berhasil atau belum. Apabila seorang guru sudah mampu menjalankan tugasnya sebagai seorang pendidik yang professional, diharapkan pembelajaran dapat berhasil dengan hasil yang optimal sesuai dengan harapan kurikulum.
Berkaitan dengan pembelajaran IPS, khususnya di Sekolah Dasar, guru harus mengetahui model-model pem-belajaran yang sekiranya sesuai di-terapkan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.Ketepatan dalam me-nentukan dan menerapkan model pembelajaran dapat berakibat baik bagisiswa.Sehingga siswa memaknai apa yang telah mereka peroleh dalam pembelajaran dan hasil belajar IPS tercapai dengan optimal.
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan ilmu pengetahuan yang mengkaji seperangkat, peristiwa, fakta, konsep dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial.Pendidikan IPS harus diberikan sedini mungkin agar peserta didik mampu mengembangkan pe-ngetahuan dan keterampilan dasar yang berguna bagi dirinya dalam kehidupan-nya sehari-hari.Ilmu pengetahuan sosial
dibelajarkan di sekolah dasar di-maksudkan agar siswa menjadi manusia dan warga negara yang baik, seperti diharapkan oleh dirinya, orang tua, masyarakat dan agama. Dengan kata lain, IPS yaitu salah satunya sebagai pro-ses dari upaya manusia untuk me-mahami berbagai gejala sosial yang ada di lingkungannya. Maka dari itu pem-belajaran IPS di sekolah dasar sangat penting, diharapkan nantinya hasil belajar IPS siswa dapat diterapkan di ma-syarakat.
Hasil belajar siswaadalah ke-mampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Karena belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk mem-peroleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relatif menetap. Dalam kegiatan pembelajaran atau kegiatan instruksional, biasanya guru menetapkan tujuan be-lajar. Anak yang berhasil dalam belajar adalah yang berhasil mencapai tujuan-tujuan pembelajaran atau tujuan-tujuan in-struksional.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan terhadap guru dan siswa pada saat pembelajaran IPS di SD khususnya di SD Gugus IV Kecamatan Abiansemal ditemukan bahwa guru dalamproses pembelajaran guru banyak meng-gantungkan pada buku teks dan siswa diharapkan dapat memiliki pandangan yang sama dengan guru atau dengan buku teks tersebut.Selama kegiatan proses belajar peserta didik lebih banyak mendengar apa yang disampaikan guru. Komunikasi yang terjadi adalah ko-munikasi satu arah, yaitu guru kepada peserta didik.Secara umum dalam me-lakukan proses pembelajaran sudah cukup mampu menarik perhatian peserta didik. Namun, dengan pembelajaran yang menoton dan satu arah, di-kahawatirkan menimbulkan kelelahan dan kebosanan bagi peserta didik, se-hingga minat peserta didik pada pe-lajaran IPS berkurang.Bila itu terjadi akibatnya, tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran IPS menjadi rendah.
Alternatif yang diberikan dalam hal ini adalah mengkolaborasikan model pembelajaran yang inovatifsehingga
sis-wa lebih aktif dalam mengikuti pem-belajaran.Dengan memberi ke-sempatan siswa untuk lebih aktif maka pem-belajaran lebih menarik dan ber-makna dan tujuan pembelajaran tercapai secara optimal. Salah satu model yang cocok yaitu model pembelajaran quiz team berbasis permainan kamus mini.
Pembelajaran tipe quiz team
merupakan salah satu pembelajaran aktif yang dikembangkan oleh Melvin L Silberman dimana peserta didik dibagi kedalam tiga tim. Setiap peserta didik dalam tim bertanggung jawab untuk menyiapkan kuis jawaban dan tim yang lain menggunakan waktu untuk me-meriksa catatannya. Dengan adanya per-tandingan akademis ini terciptalah kom-petisi antar kelompok, para peserta didik akan senantiasa berusaha belajar dengan motivasi yang tinggi dan me-ningkatkan kerja sama agar dapat mem-peroleh nilai yang tinggi dalam per-tandingan. Dan siswa memiliki minat untuk belajar dan meningkatkan hasil belajar IPS.
Melihat model pembelajaran quiz
team berbasis permainan kamus mini
yang lebih menempatkan kelompok siswa menjadi lebih aktif, mengem-bangkan kreativitas dalam pe-mecahan masalah, untuk mengakses pengetahuan aktual atau tugasyang realistis dan siswa betul-betul ditempatkan subjek belajar seperti yang telah diuraikan di atas, maka sekarang perlu dikaji dan diuji secara empirik apakah model pembelajaran quiz
team berbasis permainan kamus mini
tersebut berpengaruh terhadap hasil belajar IPS kelompok siswa kelas V SD? Untuk menjawab pertanyaan tersebut perlu dilakukan penelitian dengan judul: “Pengaruh Model Pembelajaran Quiz
TeamBerbasis Permainan Kamus Mini
terhadap Hasil Belajar IPS Kelas V Gugus IV Abiansemal Kecamatan Abian-semal Tahun Ajaran 2016/2017”.
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan tersebut, maka identifikasi masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.1) Proses pembelajaran di sekolah khususnya untuk hasil belajar IPS masih sangat kurang dikarenakan pembelajaran kurang menarik dan monoton serta masih
berpusat pada guru. Sehingga kom-petensi yang dimiliki siswa kurang optimal. 2)Penggunaan media sebagai pendukung pembelajaran masih sangat kurang untuk diterapkan. 3) Interaksi siswa dengan sumber belajar masih ku-rang sehingga pembelajaran masih ber-sifat monoton dan kurang menarik.
Penelitian ini memiliki keterbatasan penelitian yang dimaksudkan untuk memberi gambaran yang jelas berkaitan dengan pelaksanaan penelitian ini.Ke-terbatasan penelitian ini sebagai berikut. 1) Penelitian ini terbatas pada siswa kelas V di SD Gugus IV Abiansemal. 2) Pada penelitian ini, hanya meneliti per-bedaan antara kelas yang mengikuti Pembelajaran melalui model Pembelajar-an Qiuz Team Berbasis PermainPembelajar-an Kamus Minidengan model Pembelajaran kon-vensional.3)Materi Pembelajaran dalam penelitian ini terbatas, yaitu hanya me-ngambil materi dari semester 2 (genap), dengan bab/materi yang di-sesuaikan.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalah yang diajuakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Bagaimana-kah hasil belajar IPS ke-lompok siswa kelas V Gugus IV Abiansemal yang dibelajarkan meng-gunakan model pem-belajaran quiz team berbasis permainan
kamus mini ?. 2) Bagaimanakah hasil belajar IPS siswa kelas V Gugus IV Abiansemal yang dibelajarkan meng-gunakan model pembelajaran konven-sional?. 3) Apakah ter-dapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa kelas V Gugus IV Abiansemal yang dibelajarkan meng-gunakan model pembelajaran quiz team berbasis per-mainan kamus mini dan kelompok siswa kelas V Gugus IV Abiansemal yang dibelajarkan meng-gunakan pem-belajaran konvesional ? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui hasil belajar IPS kelompok siswa kelas V Gugus IV Abiansemal yang dibelajarkan meng-gunakan model pem-belajaran quiz team berbasis permainan kamus mini. 2) Untuk mengetahui hasil belajar IPS siswa pada kelas V Gugus IV Abiansemal yang dibelajarkan menggunakan model pem-belajaran konvesional . 3) Untuk me-ngetahui adanya perbedaan yang sig-nifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa kelas V Gugus IV Abiansemal yang dibelajarkan menggunakan model pem-belajaran quiz team berbasis permainan kamus mini dan kelompok siswa kelas V Gugus IV Abiansemal yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvesional.
METODE
Penelitian ini dilaksanakan pada kelas V Gugus IV Kecamatan Abiansemal tahun pelajaran 2016/2017.Pemilihan SD pada Gugus IV Kecamatan Abiansemal sebagai tempat penelitian karena ke-terjangkauan dan kelayakan. Kelayakan dalam arti tempat penelitian mudah di-jangkau oleh peneliti, serta kelayakan dalam arti di gugus IV Kecamatan Abian-semal belum pernah dilakukan penelitian yang sama dengan penelitian ini.
Penelitian ini dilaksanakan pada semester 2 tahun pelajaran 2016/2017, Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Maret sampai dengan bulan April 2017, perlakuan sebanyak 6 kali di kelompok eksperimen dan 6 kali di kelompok kontrol. Jumlah perlakuan yang diberikan telah
disesuaikan dengan jam pelajaran terkait materi dalam penelitian ini yang telah diatur dalam kurikulum dan silabus. Pe-nelitian ini diawali dengan persiapan dan penyusunan proposal, seminar proposal, perlakuan proposal, pelaksanaan pene-litian, analisis data, penulisan hasil pe-nelitian, ujian skripsi.
Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan quasi eksperimental
design (Eksperimen Semu). Desain quasi eksperimental biasanya digunakan bukan
karena peneliti kurang pengetahuan da-lam meneliti, tetapi terpakasa, dikarena-kan oleh suatu alasan ek-sperimen sungguhan tidak dapat dilakukan (Dantes, 2012: 97).Sejalan dengan pendapat ter-sebut, Sugiyono (2014: 87) menyatakan, “Desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar
O
1X O
2 - - -O
3O
4yang mempengaruhi pelaksanaan eksperi-men”.Bentuk desain eksperimen yang digunakan adalah “Nonequivalent control
group design”.
Gambar 01.Design eksperimen (Sugiyono, 2014: 89) Keterangan:
X = Treatmen tatau perlakuan
kelompok ek-sperimen.
O1 = Pre Test pada kelas eksperimen.
O2 = Post Test pada kelas
ek-sperimen. (Hasil Belajar Pe-ngetahuan IPS kelompok Ek-sperimen yang telah diberi treat-ment Model Pem-belajaran Quiz
Team Berbasis Permainan
Ka-mus Mini).
O3 = Pre Test pada kelas kontrol.
O4 = Post Test pada kelas kontrol.
(Hasil Belajar kelompok Kontrol yang telah diberi treatment pem-belajaran Konvensional).
Pada Penelitian ini pemberian pre
test biasanya digunakan untuk mengukur equivalensi atau penyetaraan kelompok”
(Dantes, 2012: 97).Berdasarkan hal tersebut, maka dalam penelitian ini pre
testdigunakan untuk menyetarakan
ke-lompok.
“Populasi dapat didefinisikan se-bagai sejumlah kasus yang memenuhi seperangkat kriteria tertentu, yang di-tentukan peneliti” (Dantes, 2012: 37).Sedangkan menurut Sugiyono (2012:117), “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”.Jadi dapat di-simpulkan pengetian populasi adalah keseluruhan orang-orang yang memiliki karakteristik tertentu yang ingin diteliti dan dipelajari kemudian ditarik sebuah kesimpulan untuk menggeneralisasikan hasil penelitian.
Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus IV Abian-semal tahun pelajaran 2016/2017, yang terdiri dari 5 kelas dalam 5 sekolah dasar.Jumlah populasi dari penelitian ini adalah 152 siswa.
Tabel 02. Tabel Komposisi Populasi Siswa Kelas V SD Gugus IV Abiansemal Kecamatan Abiansemal Tahun Pelajaran 2016/2017
(Sumber: wali kelas V setiap SD)
Sekolah Kelas Jumlah Siswa
SD No. 2 Dauh Yeh Chani V 31
SD No. 3 Dauh Yeh Chani V 27
SD No. 4 Dauh Yeh Chani V 29
SD No. 1 Ayunan V 33
SD No. 2 Ayunan V 32
Total 152
Menurut Suharsimi (2010:174) bahwa “Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.” “Sampel adalah suatu kelompok yang lebih kecil atau bagian dari populasi secara keseluruhan” (Setyosari,2015:221). Sam-
pel adalah “bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut” Sugiyono (2012:118).Menurut Dantes (2012:38),“Perwakilan populasi disebut sampel”. Jadi dapat disimpulkan bahwa sampel adalah bagian dari populasi yang mewakili anggota populasi.
Teknik atau cara untuk mengambil bagian dari populasi dinamakan teknik
sampling. Menurut Sanjaya (2014: 228),
“Sampling diartikan sebagai cara untuk memperoleh informasi yang mendalam, terperinci dan efisien tentang kelompok individu atau bukan (populasi) dengan cara hanya mengambil sebagian kecil (sampel) dari populasi tersebut”. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Random Sampling yang diacak adalah kelas, sehingga setiap kelas mendapatkan peluang yang sama untuk menjadi sampel penelitian.
Sampel dalam penelitian ini adalah kelas V SD No. 2 Ayunan sebagai ke-lompok eksperimen dengan diberi perlakuan berupa pembelajaran dengan model quiz team berbasis permainan kamus mini dan kelas V SD No. 2 Dauh Yeh Cani sebagai kelompok kontrol dengan diberi perlakuan berupa pem-belajaran konvensional.
Variabel bebas yang biasanya dilambangkan dengan “X” adalah variabel yang dimanipulasi oleh peneliti sesuai dengan tujuan eksperimen (Sanjaya, 2013).Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Model Pembelajaran Quiz Team Berbasis Permainan Kamus Mini. Variabel terikat adalah variabel yang sering di-lambangkan dengan variabel “Y” adalah variabel yang mungkin dapat muncul atau tidak dapat muncul karena pengaruh variabel bebas (Sanjaya,2013). Vari-abel terikat dalam penelitian ini adalah Hasil Belajar IPS.
Data yang didapatkan dalam penelitian ini dilakukan dengan mem-berikan post test atau tes akhir pem-belajaran yang dikumpulkan dengan me-tode tes setelah perlakuan yang diberikan kepada kelompok kontrol dalam pem-belajaran.
Sebelum digunakan, tes tersebut terlebih dahulu divalidasi secara teoritis dengan menggunakan kisi-kisi dan di-konsultasikan pada ahli, selanjutnya dila-kukan validitas secara empiris dengan jumlah responden 60 siswa. Dari hasil uji instrument yang meliputi uji validitas, reliabilitas, uji daya beda dan uji indeks kesukaran diperoleh 40 butir tes yang dinyatakan layak digunakan dalam
pe-nelitian dari total 50 butir tes yang di-ujicobakan
Teknik yang digunakan untuk menganalisis hasil belajar IPS dalam penelitian ini adalah dengan meng-gunakan analisis statistic yaitu uji-t.Sebelum dilaksanakannya uji prasyarat yang meliputi uji normalitas dan uji homo-genitas varians.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hipotesis penelitian yang diuji di penelitian ini adalahhipotesis nol
(Ho) yang berbunyi:tidak terdapat
perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang di-belajarkan melalui model pembelajaran quiz team berbasis permainan kamus mini dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada kelas V SD Negeri Gugus IV Tahun Pel-ajaran 2016/2017
Hasil perhitungan menunjukan data hasil belajar IPS siswa kelas V kelompok eksperimen dengan nilai ter-tinggi yang diperoleh adalah siswa adalah 95 dan nilai terendah adalah 60 dengan rerata 78,25.Berdasarkan distribusi fre-kuensi hasil penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa pada kelompok eksperimen, kemudian dapat disajikan histogram sebagai berikut.
Gambar 02.Histogram hasil penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa kelompok eks-perimen.
Hasil perhitungan menunjukan data hasil belajar IPS siswa kelas V kelompok kontrol dengan nilai tertinggi yang di-peroleh siswa adalah 82,5 dan nilai terendah adalah 55 dengan rerata 69,58. 0 5 10 15 62.5 68.5 74.5 80.5 86.5 92.5 frekuensi
Berdasarkan distribusi frekuensi hasil belajar pengetahuan IPS siswa pada kelompok kontrol, kemudian dapat di-sajikan histogram sebagai berikut.
Gambar 03. Histogram hasil penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa kelompok kontrol Sebelum dilakukan pengujian hipote-sis dengan analihipote-sis uji-t, terlebih dahulu harus dilakukan uji prasyarat yang meliputi uji normalitas sebaran data dan uji homo-genitas varians. Uji normalitas sebaran data dimaksudkan untuk mengetahui se-baran data berdistribusi normal atau tidak. Berdasarkan hasil uji normalitas kelompok eksperimen, diperoleh Chi Kuadrat hitung (x2
hitung = 3,00) kemudian
nilai tersebut dibandingkan dengan Chi
Kuadrat tabel dengan taraf signifikan 5% dk 59 (x2
tabel= 11,07). Hal ini menunjukkan
bahwa x2
hitung <x2tabel berarti data hasil
belajar IPS kelompok eksperimen berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji normalitas kelompok kontrol, diperoleh Chi Kuadrat hitung (x2
hitung = 4,98) kemudian
nilai tersebut dibandingkan dengan Chi Kuadrat tabel (x2
tabel= 11,07). Hal ini
menunjukkan bahwa x2
hitung <x2tabel berarti
data hasil belajar IPS kelompok kontrol berdistribusi normal.
Selanjutnya dilakukan uji homogenitas varians. Dari hasil analisis, diperoleh Fhitung= 1,20 dan Ftabel = 1,84. Hal ini berarti Fhitung <Ftabel , sehingga data kedua kelompok memiliki varians yang homogen. Berdasarkan hasil uji prasyarat yang terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas varians, disimpulkan bahwa data kedua kelompok sampel ialah berdistribusi normal dan memiliki varians yang homogen.
Dengan demikian, uji hipotesis menggunakan uji-t dapat dilakukan. Berikut disajikan rekapitulasi hasil analisis data dengan menggunakan uji-t pada table 1.
Tabel 1. Rekapitulasi Analisis Uji-t
No Sampel N Dk X thitung ttabel Keterangan
1. Eksperimen 32
61 78,25 5,32 2,00 Ho ditolak
2. Kontrol 31 69,58
Berdasarkan uji hipotesis diperoleh
thitnung = 5,32 sedangkan pada taraf
signifikansi 5% dan dk = 61 diperoleh nilai ttabel= 2,00 sehingga thitnung = 5,32 > ttabel =
2,00 . Dengan demikian, hipotesis nol (Ho) ditolak. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan IPS antara siswa kelas V di SD Gugus IV Abiansemal Tahun Pelajaran 2016/2017 yang mengikuti pembelajaran yang meng-gunakan model pembelajaran quis team berbasis permainan kamus mini dan siswa yang mengikuti pembelajaran kon-vensional pada BAB VI “Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia”. Per-olehan hasil perhitungan analisis data yang dilakukan menunjukkan bahwa nilai
rerata siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran quis
team berbasis permainan kamus mini ( X
= 78,25 ) dan siswa yang mengikuti pem-belajaran konvensional ( X = 69,58 ) memiliki perbedaan sebesar 8,67. Dengan demikian, terdapat pengaruh hasil belajar pengetahuan IPS antara siswa kelas V di SD Gugus IV Abiansemal Tahun Pelajar-an 2016/2017 yPelajar-ang mengikuti pem-belajaran dengan menggunakan model pembelajaran quis team berbasis per-mainan kamus mini dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada BAB VI “Peristiwa Sekitar Pro-klamasi Kemerdekaan Indonesia”.
0 5 10 15 57 62 67 72 77 82 frekuensi
Berdasarkan hasil temuan ter-sebut,dapat dinyatakan kedua kelompok sampel penelitian yang memiliki ke-mampuan setara, setelah diberikan per-lakuan berupa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran quis
team berbasis permainan kamus mini dan
mengikuti pembelajaran konvensional diperoleh hasil belajar pengetahuan IPS yang berbeda. Hal ini dapat dilihat juga dari X siswa yang mengikuti belajaran menggunakan model pem-belajaran quis team berbasis permainan kamus mini lebih tinggi dibandingkan dengan X siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Perbedaan hasil belajar pengetahuan dengan per-olehan nilai rerata yang lebih tinggi pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol disebabkan oleh per-lakuan berupa model pembelajaran quis
team berbasis permainan kamus mini
dalam muatan materi IPS diberikan pada kelompok eksperimen.
Pada kelompok eksperimen, kegiatan pembelajaran dalam muatan materi IPS menggunakan model pem-belajaran quis team berbasis permainan kamus mini berjalan dengan optimal dan kondusif. Hal ini disebabkan oleh model pembelajaran quis team berbasis per-mainan kamus mini merupakan suatu inovasi pembelajaran sangat meng-intensifkan keaktifan siswa. Selama kegiatan pembelajaran siswa lebih aktif karena kegiatan pembelajaran meng-gunakan model pembelajaran quis team berbasis permainan kamus mini men-ciptakan lingkungan belajar yang memberikan kegembiraan melalui per-tandingan edukatif dengan cara melibat-kan siswa di dalam kelompok belajar, dan meningkatkan kerjasama dengan team. Pembelajaran yang menggembirakan dikemas dalam kegiatan pembelajaran yang meliputi kiat – kiat, petunjuk, strategi, dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang me-nyenangkan, bermanfaat, dan bermakna. Dengan demikian, siswa lebih memahami materi yang diberikan sekaligus mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari.
Berbeda pada kelompok kontrol, kegiatan pembelajaran konvensional yang hanya menggunkaan metode ceramah.Hal ini disebabkan masih siswa yang kurang mampu mengaitkan antar materi pada muatan materi IPS dan kesulitan mengikuti setiap langkah pembelajaran yang perlu diberikan bimbingan lebih khusus.Pembelajaran menggunakan mo-del pembelajaran quis team berbasis per-mainan kamus mini pada muatan materi IPS memberikan kesempatan yang lebih luas kepada siswa untuk mengon-struksikan pengetahuannya me-lalui ber-bagai kegiatan bermakna dan teratur yang tentunya menggembirakan bagi siswa pada setiap langkah pem-belajarannya. Dengan demikian, per-bedaan hasil belajar pengetahuan IPS dapat terlihat dari langkah pembelajaran yang dilakukan pada kedua kelompok tersebut, hasil analisis uji hipotesis, dan nilai rerata kelompok siswa yang me-ngikuti belajaran menggunakan model pem-belajaran quis team berbasis permainan kamus mini dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.
Hasil temuan pada penelitian ini memiliki persamaan dengan penelitian sebelumnya yang relevan dan mem-perkuat hasil penelitian yang diperoleh, Hal tersebut didukung hasil penelitian yang diajukan oleh Susanti (2015) bahwa terdapat perbedaan antara siswa yang dibelajarkan melaluimodel pembelajaran team quiz terhadap hasil belajar IPS ditinjau dari sikap sosial dengan siswa yang dibelajarakan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas VI SD Gugus 3 Kecamatan Kuta Utara.
Dengan demikian, pembelajaran menggunakan model pembelajaran quis
team berbasis permainan kamus mini
pada penelitian ini memiliki keunggulan yakni dapat meningkatkan kemampuan berpikir kemudian mengomunikasikannya melalui pertanyaan dalam usaha ber-interaksi dengan teman belajar di dalam kuis yang menggembirakan berdasarkan pada komponen materi pelajaran.Dan didukung oleh peranan guru dalam pemberian pemantapan materi, tidak adanya diskriminasi, serta pengakuan atas usaha yang dilakukan.
PENUTUP
Berdasarkan hasil analisis dengan
menggunakan uji-t dengan dk = 61 pada taraf signifikansi 5% diperoleh thitung = 5,32 >
ttabel = 2,00 ini berarti bahwa terdapat
perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara siswa kelas V di SD Gugus IV Abiansemal Tahun Pelajaran 2016/2017 yang mengikuti belajaran yang menggunakan model pem-belajaran quiz team berbasis per-mainan kamus mini dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada BAB VI “Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemer-dekaan Indonesia”.
Berdasarkan hasil penelitian ter-dapat perbedaan nilai rerata hasil belajar pengetahuan IPS yang lebih tinggi antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran quiz
team berbasis permainan kamus mini
dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional yakni, ( X = 78,25 > X = 69,58), hal ini berarti terdapat pengaruh model pem-belajaran quiz team berbasis permainan kamus mini terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus IV Abiansemal Tahun Pelajaran 2016/2017.
Adapun saran yang ingin di-sampaikan melalui penelitian ini yaitu : (1) Berdasarkan temuan penelitian yang di-peroleh, disarankan kepada guru agar lebih kreatif untuk memberikan fasilitas berupa sumber belajar dan kesempatan yang lebih besar bagi siswa pada pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran quiz team berbasis permainan kamus mini sehingga tercipta pembelajaran bermakna bagi siswa. (2) Berdasarkan temuan pe-nelitian, disaran-kan kepada kepala sekolah agar dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai pendukung sumber belajar guru dalam meningkatkan kualitas pem-belajaran dengan menciptakan pem-belajaran yang menggembirakan di sekolah sehingga se-kolah mampu meng-hasilkan siswa yang memiliki output berkualitas. (3) Berdasarkan temuan penelitian, disarankan kepada pe-neliti agar hasil penelitian ini digunakan sebagai referensi untuk melaksanakan penelitian selanjutnya atau menemukan inovasi kegiatan pembelajaran lainnya yang bermakna bagi siswa.
DAFTAR RUJUKAN
BSNP. 2006.Standar Isi untuk Satuan
Pendidikan Dasar dan Menengah.
Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan
Anonim.2014. Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2014.Jakarta:Kemendiknas.
Arikunto, Suharsimi. 2015. Dasar-dasar
Evaluasi Pendidikan. Jakarta:PT
Bumi Aksara.
Sugiyono. 2012. Statistika untuk Penelitian.Bandung:Alfabeta.
Siberman, Malvin. 2016. Aktive Learning
101 Cara Belajar
Aktif.Bandung:Nuansa Cendekia.
Dantes, Nyoman. 2012. Metode
Peneliti-an. Yogyakarta: Andi
Setyosari, Punaji. 2015. Metode Penelitian
Pendidikan dan Pengembangan.
Jakarta: Prenadamedia Group. Sugiyono.2014. Metode Penelitian
Pen-didikan Pendekatan Kuantitatif.
Jakarta: Alfabeta.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Sanjaya.2014. Pengembangan Pem-beajaran IPS di Sekolah Dasar.
Jakarta: Prenadamedia Group.
Susanto, Ahmad. 2015. Teori Belajar dan
Pembelajaran di Sekolah Dasar.