i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas Karunia dan Rahmat-Nya kegiatan Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Desember 2017 dapat terlaksana dan tersusun dengan baik.
Laporan rutin bulanan ini berisi capaian kinerja dan anggaran Balai Riset dan Observasi Laut yang merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada stakeholders sesuai dengan Instruksi Peraturan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan nomor 27.2/BALITBANG KP/2011.
Dalam dokumen ini melaporkan pelaksanaan kegiatan riset dan manajerial serta kerjasama dalam bidang kelautan dan perikanan BROL pada bulan Desember, nantinya hasil penyusunan laporan dan evaluasi ini dapat dijadikan dasar dalam perbaikan perencanaan kegiatan pada bulan mendatang untuk mencapai visi dan misi BROL.
Kami berharap agar laporan bulanan ini dapat memenuhi harapan sebagai media pertanggung jawaban kepada stakeholders dan pemicu peningkatan kinerja organisasi Balai Riset dan Observasi Laut.
Jembrana, Desember 2017
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... I DAFTAR ISI ... II DAFTAR GAMBAR ... III DAFTAR TABEL ... IV
RINGKASAN ... 1
BAB I. LAYANAN PERKANTORAN ... 3
BAB II. DOKUMEN DUKUNGAN MANAJERIAL ... 4
2.1TATA OPERASIONAL ... 4
2.1.1 Penyusunan, Perencanaan Program Dan Anggaran ... 4
2.1.2 Manajemen Monitoring Dan Evaluasi Riset Kelautan ... 5
2.2.PELAYANAN TEKNIS ... 7
2.2.1 Pengembangan Kerjasama Riset Kelautan ... 7
2.3TATA USAHA ... 13
2.3.1 Manajemen Kepegawaian Riset Kelautan ... 13
2.3.2 Manajemen Keuangan Dan Tata Usaha Riset Kelautan ... 14
BAB III. SARANA DAN PRASARANA ... 16
3.1.PENGADAAN DATA RADAR ... 16
3.2.PENGADAAN PERANGKAT OPERASIONAL PERKANTORAN PENDUKUNG RISET KELAUTAN 16 BAB IV. ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI ... 17
SISTEM INFORMASI SPASIAL UNTUK DAERAH PENANGKAPAN IKAN DAN PERUBAHAN LINGKUNGAN PADA EKOSISTEM PESISIR ... 17
BAB V. LAYANAN IPTEK... 31
5.1LABORATORIUM RISET KELAUTAN ... 31
5.1.1 Laboratorium Kualitas Perairan ... 31
5.1.2 Peningkatan Layanan Laboratorium Penginderaan Jauh Laut ... 32
5.1.3 Operasional Laboratorium Alam ... 35
5.1.4 Laboratorium Observasi Oseanografi dan Pemodelan ... 36
5.2INFRASTRUCTURE DEVELOPMENT OF SPACE OCEANOGRAPHY (INDESO) ... 43
BAB VI. PERMASALAHAN DAN TINDAK LANJUT ... 45
iii
DAFTAR GAMBAR
1. Diagram realisasi anggaran dan fisik sampai bulan Desember 2017 ... 1
2. Grafik realisasi anggaran Juli – Desember 2017 ... 2
3. Diskusi monev internal Balai Riset dan Observasi Laut ... 7
4. Penandatanganan dokumen masterplan PUI ... 8
5. Peningkatan kinerja SDM ... 9
6. Hibah PEER ... 10
7. Kunjungan MI Mambaus Sholihin ... 11
8. Soft launching Gedung Pusat Layanan Publik ... 12
9. Kunjungan Kepala Pusat Riset Kelautan ... 13
10. Peningkatan kapasitas SDM ... 14
11. Data SPL Selat Bali gabungan (Himawari-8 dan model MUR SST) ... 19
12. Sebaran kepadatan untuk kedalaman 5 – 25 m ... 19
13. Sebaran kepadatan ikan untuk kedalaman 25 – 50 m ... 19
14. Sebaran kepadatan ikan untuk kedalaman 50 – 75 m ... 20
15. Sebaran kepadatan ikan untuk kedalaman 75 – 100 m ... 20
16. Sebaran kepadatan ikan untuk kedalaman total (5 – 100 m) ... 20
17. Gerombolan ikan terekam alat hidroakustik pada jalur 01 ... 21
18. Gerombolan ikan terekam alat hidroakustik pada jalur 02 ... 21
19. Gerombolan ikan terekam alat hidroakustik pada jalur 03 ... 21
20. Bentuk geometri protolan ... 22
21. Bentuk geometri sempenit ... 22
22. Analisis deret waktu SPL, klorofil-a, PAR dan kelimpahan zooplankton (2003 – 2017) 23 23. Hubungan kelimpahan zooplankton dengan hasil tangkapan ikan di PPN Pengambengan (2007 – 2015) ... 24
24. Variabilitas temporal klorofil dari hasil model dan observasi ... 24
25. Profil vertikal temperatur Selat Bali ... 25
26. Suhu Permukaan Laut musim barat dan musim timur ... 25
27. Temperatur dan Salinitas musim timur dan musim barat ... 26
28. Evolusi temporal profil vertikal bulanan Selat Bali ... 26
29. Distribusi spasial klorofil hasil model ... 27
30. Karakteristik klorofil Selat Bali ... 27
31. Geomorfologi habitat pada daerah rataan terumbu Pulau Menjangan ... 29
32. Dokumentasi kegiatan penginderaan jauh laut bulan Desember 2017 ... 35
33. Titik lokasi kegiatan survei ... 36
34. Titik penempatan stasiun observasi laut ... 37
35. Grafik hasil pemantauan stasiun perairan Selat Bali, Bali ... 39
36. Grafik hasil pemantauan stasiun perairan Ende, NTT ... 40
37. Grafik hasil pemantauan stasiun perairan Kupang, NTT ... 41
38. Grafik hasil pemantauan stasiun perairan Bunta, Sulawesi Tengah ... 42
iv
DAFTAR TABEL
1. Realisasi anggaran berdasarkan sumber dana dan jenis belanja satker BROL bulan
Desember ... 1
2. Realisasi anggaran pada output layanan perkantoran ... 3
3. Realisasi anggaran pada bidang program ... 4
4. Realisasi anggaran pada bidang monitoring dan evaluasi ... 5
5. Realisasi anggaran pada bidang pelayanan teknis ... 7
6. Realisasi anggaran pada bidang tata usaha ... 13
7. Realisasi anggaran pada bidang sarana dan prasarana ... 16
8. Realisasi anggaran pada kegiatan riset ... 18
9. Pendugaan umur sedimen, tahun terdeteksinya sedimen dan laju sedimentasi di sekitar Taman Nasional Bali Barat... 28
10. Hasil analisis kualitas air laut ... 29
11. Realisasi anggaran pada kegiatan layanan IPTEK ... 31
12. Personil yang terlibat dalam survei 14 Desember 2017 ... 36
13. Hasil monitoring kegiatan alat observasi laut (BUOY) ... 38
1
RINGKASAN
Balai Riset dan Observasi Laut pada tahun anggaran 2017 melaksanakan Kegiatan Penelitian / Riset Kelautan yang terdiri dari 4 output dengan 12 paket output dengan menggunakan anggaran baru per bulan Desember 2017, untuk nominal pagu anggaran baru sebesar 15.104.660.000. Realisasi anggaran pada bulan Desember sebesar Rp. 2.256.302.397 atau sekitar 14,95% dari total pagu anggaran baru. Untuk rincian serapan per sumber dana pada bulan Desember terlihat pada Tabel 1. Capaian anggaran dan capaian fisik divisualisasikan pada Gambar 1, sedangkan grafik capaian anggaran perbulan ditampilkan pada Gambar 2.
Tabel 1. Realisasi anggaran berdasarkan sumber dana dan jenis belanja satker BROL bulan Desember Ket Rupiah Murni (RM) Rp PHLN Rp PNBP Rp 51 52 53 53 52 Pagu 5.879.857.000 6.689.780.000 2.524.023.000 - - Target 946.521.000 1.345.951.000 - - - Realisasi 946.520.225 1.345.950.172 - - - % 16,10 19,58 - - - Total Pagu 15.093.660.000 - - Total Realisasi 2.292.470.397
Gambar 1. Diagramrealisasi anggaran dan fisik sampai bulan Desember 2017 46.25%
53.75%
Capaian Anggaran Sampai Bulan Desember Realisasi Anggaran
Sisa Anggaran
91.68% 8.32%
Capaian Fisik Sampai Bulan Desember
Realisasi Fisik Belum tercapai
2
Gambar 2. Grafik realisasi anggaran Juli – Desember 2017Juli Agustus September Oktober November Desember Target 532,855,00 1,174,073, 928,526,00 1,025,715, 1,026,518, 2,292,471, Realisasi 532,854,61 1,174,072, 928,525,30 1,025,714, 1,026,517, 2,292,470, - 500,000,000 1,000,000,000 1,500,000,000 2,000,000,000 2,500,000,000 Target Realisasi
3
BAB I. LAYANAN PERKANTORAN
Layanan perkantoran merupakan kegiatan rutin yang bersifat tetap untuk mendukung operasional kantor. Dalam pelaksanaannya kegiatan layanan perkantoran anggarannya dibebankan kepada anggaran tahun berjalan, kegiatan layanan perkantoran meliputi
1. Pembayaran gaji dan tunjangan.
2. pembayaran biaya operasional (listrik, air, internet, dll.). 3. Pemeliharaan kantor.
4. Pemeliharaan Kendaraan Operasional.
Perkembangan pelaksanaan anggaran pada kegiatan layanan perkantoran bulan Desember sebesar Rp. 2.108.517.096,- dari pagu anggaran sebesar Rp. 11.556.959.000,-. Realisasi anggaran selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Realisasi anggaran pada output layanan perkantoran
Uraian Pagu
(Rp.)
Realisasi (Rp.)
Bulan Ini Total Penyerapan %
Pembayaran Gaji dan
Tunjangan 5.879.857.000 946.520.225 2.338.090.529 39,76 Operasional dan
Pemeliharaan kantor 5.677.102.000 1.161.996.871 3.634.916.164 64,19
Jumlah 11.556.959.000 2.108.517.096 5.973.006.693 51,63
Hasil yang telah dicapai pada bulan Desember telah dilakukan pembayaran Gaji dan tunjangan pegawai, operasional perkantoran dan pemeliharaan kantor harian berikut keterangan kegiatan layanan perkantoran yang telah dilakukan :
Manajemen Tata Usaha, BMN dan Layanan perkantoran
1. Telah dilakukan perbaikan gazebo di lokasi guest house, perbaikan garasi galpanis untuk kendaraan roda dua dan pembersihan halaman Balai Riset dan Observasi Laut.
2. Telah dilakukan serah terima perbaikan HPC cluster server maintenance dan data storage server maintenance.
3. Telah dilakukan koordinasi terkait usulan PSP BMN, dengan hasil adalah sampai saat ini sedang dalam tahap usulan ke Biro Keuangan.
4. Telah dilakukan koordinasi terkait perjalanan dinas alat observasi BUOY sebagai tindak lanjut hasil review Itjen.
5. Telah dilaksanakan review alat observasi laut BUOY pada tanggal 21 – 22 Desember 2017 dengan pihak EPISI.
6. Telah dilakukan rapat Pengamanan Aset BMN. 7. Pekerjaan perbaikan gazebo guest house. 8. Pembuatan papan visual.
9. Penggantian velg kendaraan roda 4 B 1649WQ WQ. 10. Pemasangan vertikal blin ruang layanan.
11. Pemasangan jaringan lampu pada garasi kendaraan roda 2. 12. Pemasangan garasi galvanis.
13. Pemasangan tanaman hias untuk parkir tamu. 14. Pembersihan halaman pura.
15. Pembelian sparepart alat selam. 16. Pengecetan lambung speedboat.
4
BAB II. DOKUMEN DUKUNGAN MANAJERIAL
Dalam pelaksananan kegiatan di Balai Riset dan Observasi Laut dibutuhkan dukungan manajerial. Adanya beberapa perubahan untuk tahun anggaran 2017 dibandingkan tahun sebelumnya adalah bahwa perjalanan dinas manajerial dipusatkan pada pagu anggaran yang ada di Kasubag Tata Usaha. Sehingga pagu di manajerial lain hanya terkait dengan anggaran di luar perjalanan dinas.
Dalam struktural manajerial BROL terdiri dari : a). Seksi Tata Operasional.
b). Seksi Pelayanan Teknis. c). Subbagian Tata Usaha.
Seksi Tata Operasional sebagaimana yang dimaksud diatas mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana program dan anggaran, pemantauan dan evaluasi serta pelaporan, sedangkan Seksi Pelayanan Teknis sebagaimana yang dimaksud di atas mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis, jasa, informasi, komunikasi, diseminasi, publikasi, kerjasama, dan pengelolaan prasarana dansarana penelitian dan observasi, serta perpustakaan. Subbagian tata usaha sebagaimana yang dimaksud di atas mempunyai tugas melakukan urusan keuangan persuratan kearsipan, kepegawaian dan rumah tangga dan perlengkapan, serta tata laksana. Berikut adalah uraian pelaksanaan kegiatan bulan Desember 2017 pada masing-masing tim manajerial.
2.1 Tata Operasional
2.1.1 Penyusunan, Perencanaan Program Dan Anggaran
Perkembangan pelaksanaan anggaran kegiatan lingkup program pada bulan Desember sebesar Rp. 2.000.000, - dari pagu anggaran Rp 3.000.000. Rincian realisasi anggaran bidang penyusunan, perencanaan program dan anggaran selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Realisasi anggaran pada bidang program
Uraian Pagu
(Rp.)
Realisasi (Rp.)
Bulan Ini Total
Penyerapan %
Manajemen Perencanaan Program dan Anggaran Riset Kelautan
3.000.000 2.000.000 2.000.000 66,67
Jumlah 3.000.000 2.000.000 2.000.000 66,67
Kebutuhan anggaran untuk mendukung program kerja yang terbatas diperlukan skala prioritas kegiatan yang dapat mendukung kebijakan Kementerian Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan dari kegiatan ini adalah tersedianya rencana program dan anggaran yang baik sesuai dengan arah kebijakan dibidang kelautan, sedangkan resiko yang dapat menghambat pencapaian sasaran adalah jika terjadi perubahan kebijakan. Agar diperoleh dokumen Program dan Rencana Kerja yang baik, perlu dilakukan identifikasi kebutuhan terkait sumberdaya laut dan pesisir yang menyeluruh dan sesuai dengan tugas dan fungsi BROL. Penyusunan Program dan Rencana Kerja harus dapat memenuhi kebutuhan BROL sesuai dengan tugas dan fungsinya.
5
1. Penyusunan perjanjian kinerja berdasarkan perubahan DIPA APBN-P .2. Perhitungan proyeksi penyerapan anggaran serta penyamapaian proyeksi anggaran ke Pusat Riset Kelautan.
3. Penyusunan laporan ringkas Program dan Anggaran Balai Riset dan Observasi Laut. 4. Perhitungan kebutuhan kenaikan Tukin PNS Balai Riset dan Observasi Laut untuk
tahun 2017.
5. Perhitungan alokasi penghematan anggaran 2018 sebagai bahan retreat. 6. Penyusunan laporan akhir perencanaan program dan anggaran TA 2017. Capaian kegiatan pada bulan ini adalah :
a. Telah terhitung dan dikirimkannya proyeksi anggaran Balai Riset dan Observasi Laut ke Pusat Riset Kelautan.
b. Telah tersusunnya laporan ringkas Program dan Anggaran Balai Riset dan Observasi Laut.
c. Telah disampaikannya alokasi penghematan anggaran 2018 sebagai bahan retreat ke Pusat Riset Kelautan.
d. Telah tersusun dan disetujuinya revisi VI anggaran BROL atas kewenangan Kanwil DJPBN Denpasar, penyesuaian ROK revisi VI yang telah disetujui.
e. Telah tersusunnya laporan akhir perencanaan program dan anggaran TA 2017.
2.1.2 Manajemen Monitoring Dan Evaluasi Riset Kelautan
Monitoring dan evaluasi sangat berperan dalam upaya meningkatkan kualitas operasional suatu kegiatan dan berkontribusi penting dalam memandu pembuat kebijakan diseluruh strata organisasi. Kegiatan monev dapat memberi gambaran tentang bagaimana kualitas operasional kegiatan baik kekuatan dan kelemahan yang ada, efektivitas biaya dan arah produktif potensial masa depan akan tercapai apabila disusun, didesain dan dilakukan analisa yang tepat dan akurat. Pelaksanaan anggaran kegiatan lingkup Monitoring dan evaluasi pada bulan Desember sebesar Rp. 6.758.900,- dari total pagu anggaran Rp 6.785.000,-. Rincian realisasi anggaran bidang monitoring dan evaluasi riset kelautan selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Realisasi anggaran pada bidang monitoring dan evaluasi
Uraian
Pagu (Rp.)
Realisasi (Rp.)
Bulan Ini Total
Penyerapan %
Manajemen Monitoring dan
Evaluasi Riset Kelautan 6.785.000 6.758.900 6.758.900 99,62
Jumlah 6.785.000 6.758.900 6.758.900 99,62
Pada bulan Desember ini telah dilaksanaknnya beberapa kegiatan rutin dan laporan tidak terjadwal diantaranya :
1. Penyusunan laporan mingguan. 2. Penyusunan laporan bulanan. 3. Penyusunan laporan kinerja. 4. Penyusunan laporan triwulan. 5. Penyusunan laporan digest. 6. Penyusunan laporan semester.
7. Penyusunan laporan akhir BROL TA 2017.
8. Telah dilakukan pengisian aplikasi dashboard untuk weekly report. 9. Telah dilakukan penyesuaian aplikasi Monev Anggaran dan SIPMONEV.
6
10. Melakukan operator dalam kunjungan Madrasah Ibtidayah (MI) Mambaus SolihinPengambengan.
11. Penyusunan bahan paparan Monev internal Balai Riset dan Observasi Laut 2017. 12. Penyusunan laporan ringkas monitoring dan evaluasi serta pelaporan Balai Riset
dan Observasi Laut.
13. Pelaksanaan Monev internal Balai Riset dan Observasi Laut Tahun Anggaran 2017. 14. Penyusunan bahan paparan Retreat KKP.
15. Penyusunan rumusan kegiatan monev internal Balai Riset dan Observasi Laut 2017.
16. Melakukan operator dalam paparan soft launching gedung pusat layanan publik Balai Riset dan Observasi Laut.
Capaian kegiatan pada bulan ini :
1. Telah tersusun disampaikan Laporan bulanan bulan Desember 2017 BROL kepada monev BRSDMKP dan Pusriskel.
2. Telah tersusunnya laporan ringkas monitoring dan evaluasi serta pelaporan Balai Riset dan Observasi Laut.
3. Telah terlaksananya kegiatan Monev internal Balai Riset dan Observasi Laut Tahun Anggaran 2017. Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh pegawai BROL ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan dan capaian setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh BROL pada Tahun Anggaran 2017. Setiap penanggung jawab kegiatan memaparkan perkembangan dan capaian kegiatan untuk diberikan evaluasi oleh Kepala Balai Riset dan Observasi Laut , Dr. I Nyoman Radiarta, selaku evaluator dalam acara tersebut. Acara berisi paparan kegiatan penelitian BROL dengan hasil yang ditampilkan mengenai scientific justification keberadaan Ikan Lemuru yang ‘menghilang’ di perairan Selat Bali dan juga perubahan lingkungan yang terjadi di wilayah pesisir. Evaluator mendorong para peneliti BROL untuk menghasilkan scientific brief paper dan publikasi untuk masyarakat luas. Agenda berikutnya merupakan paparan kegiatan Laboratorium Riset Kelautan BROL, yang merupakan bentuk layanan publik baik internal maupun eksternal BROL. Paparan ini mencakup Laboratorium Kualitas Perairan, Laboratorium Penginderaan Jauh Kelautan, Laboratorium Observasi Laut dan Laboratorium Alam. Evaluasi kegiatan ini lebih ditonjolkan dalam penetapan nama laboratorium, peningkatan kualitas pelayanan dan penetapan produk untuk dijadikan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) di tahun 2018. Pada tanggal 18 Desember 2017, BROL akan meresmikan Gedung Pusat Layanan sebagai bentuk peningkatan layanan publik dalam satu pintu. Kegiatan ini juga mengagendakan pemaparan tentang Pusat Unggulan IPTEK (PUI) BROL yang mengangkat fokus Sistem Prediksi Kelautan. Setelah melalui beberapa tahapan seleksi menjadi PUI, hingga pada tanggal 13 - 14 Desember 2017, BROL diundang untuk hadir dan berpartisipasi dalam Apresiasi Lembaga Litbang Tahun 2017 di Gedung BPPT, Jakarta. Tidak hanya paparan Pusat Unggulan IPTEK, terdapat juga paparan terkait keberlanjutan project INDESO dengan bahasan sarana prasarana yang dimiliki serta kegunaan data dari project tersebut. Agenda terakhir merupakan paparan kegiatan manajerial meliputi paparan Tata Operasional, Tata Usaha, dan Pelayanan Teknis yang dipaparkan oleh masing-masing Kepala Seksi ataupun Pelaksana Tugas (PLT). Kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan menjadi bentuk pengendalian pelaksanaan kegiatan baik penelitian dan manajerial, sehingga dapat menjadi acuan bagi pelaksanaan kegiatan di tahun berikutnya (Gambar 3).
7
Gambar 3. Diskusi monev internal Balai Riset dan Observasi Laut4. Telah tersusunnya rumusan monev internal Balai Riset dan Observasi Laut 2017. 5. Telah tersusunnya laporan Triwulan IV BROL.
6. Telah tersusunnya laporan Semester II BROL. 7. Telah tersusunnya laporan akhir BROL TA 2017.
2.2. Pelayanan Teknis
Perkembangan pelaksanaan anggaran pada kegiatan pelayanan teknis bulan Desember sebesar Rp. 0,- dari pagu anggaran sebesar Rp. 8.074.000,-. Tidak ada realisasi anggaran pada bulan Desember. Rincian realisasi anggaran bidang pelayanan teknis selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Realisasi anggaran pada bidang pelayanan teknis
Uraian Pagu
(Rp.)
Realisasi (Rp.)
Bulan Ini Total
Penyerapan %
Manajemen Kerjasama Riset
Kelautan 8.074.000 0 8.070.000 99,95
Jumlah 8.074.000 0 8.070.000 99,95
2.2.1 Pengembangan Kerjasama Riset Kelautan
Balai Riset dan Observasi Laut merupakan suatu lembaga yang telah banyak menghasilkan kegiatan maupun penelitian penelitian di bidang kelautan dan observasi kelautan. Hasil penelitian dan observasi tersebut sangat berguna bagi seluruh pihak yang berkepentingan dibidang kelautan (stakeholders). Berbagai koordinasi telah dilaksanakan untuk meningkatkan jumlah perjanjian kerjasama, baik dalam bentuk kunjungan ke instansi dalam rangka promosi BROL dan undangan presentasi pada acara diskusi. Salah satunya adalah memfasilitasi kunjungan tamu dan bimbingan kemahasiswaan yang melakukan penelitian di BROL. Dengan diadakannya kegiatan tersebut, diharapkan keberadaan Balai Riset dan Observasi Laut lebih dikenal dan hasil-hasil risetnya dapat dipergunakan semaksimal mungkin untuk kepentingan masyarakat. Pada Bulan Desember telah dilakukan beberapa kegiatan diantaranya :
- Balai Riset dan Observasi Laut Lolos Seleksi Pusat Unggulan IPTEK Kementrian RISTEKDIKTI.
Balai Riset dan Observasi Laut lolos dalam seleksi Pusat Unggulan IPTEK (PUI), Kementerian RISTEKDIKTI. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Dokumen Masterplan Pembinaan PUI oleh Kepala Balai Riset dan Observasi Laut, Dr. I
8
Nyoman Radiarta dalam acara Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan Tahun 2017 pada Rabu, 13 Desember 2017 di Jakarta (Gambar 4). Acara ini merupakan upaya dari Kementerian RISTEKDIKTI dalam memberikan apresiasi terhadap lembaga litbang yang berkinerja unggul serta apresiasi terhadap badan usaha yang telah memanfaatkan hasil – hasil inovasi unggulan dari lembaga litbang. Balai Riset dan Observasi Laut terpilih bersama 29 lembaga lainnya, setelah mengikuti serangkaian proses penilaian yang meliputi penguatan kapasitas internal, penguatan kapasitas riset dan pengembangan, serta penguatan kapasitas diseminasi. Dengan adanya penandatanganan Masterplan tersebut, Balai Riset dan Observasi Laut akan mendapatkan pembinaan dari Kementerian RISTEKDIKTI menuju Pusat Unggulan IPTEK dengan fokus unggulan Sistem Prediksi Kelautan. Selain penandatanganan Masterplan, juga dilakukan deklarasi Pusat Unggulan IPTEK, apresiasi BPPD berkinerja utama, penyerahan sertifikat akreditasi pranata litbang, serta apresiasi industri pemanfaat hasil litbang unggulan PUI. Sebanyak 37 produk hasil litbang PUI juga ditampilkan, sebagai ajang untuk menunjukkan hasil litbang dari lembaga PUI yang memiliki keunggulan masing – masing dibandingkan produk sejenis yang dihasilkan oleh lembaga litbang lainnya.Gambar 4. Penandatanganan dokumen masterplan PUI
- Upaya Balai Riset dan Observasi Laut Membina dan Meningkatkan Kinerja SDM. Balai Riset dan Observasi Laut adakan kegiatan outbound yang dilaksanakan pada 19 Desember 2017 yang merupakan program kerja tahunan yang sudah berjalan dengan baik dengan tujuan memperoleh kesenangan yang bernilai positif yang dapat memberikan penyembuhan, seperti stres, keteganggan dan menjalin keakraban serta kerja sama agar dapat melaksanakan program kerja dengan baik, meningkatkan kemampuan memimpin yang lebih baik, baik memimpin diri sendiri maupun orang lain dalam berorganisasi dan lingkungan sekitar. Kegiatan ini dilakukan diluar kantor yang tepatnya dilaksanakan di Secret Garden Village Tabanan, Bali (Gambar 5) dengan tujuan untuk menyegarkan otak dan menghilangkan kepenatan dan beban pikiran selama mengikuti kegiatan di tahun 2017 ini.
Peserta dalam kegiatan ini adalah pegawai Balai Riset dan Observasi Laut baik PNS maupun Non PNS beserta keluarga dengan jumlah total sebanyak 71 orang. Kegiatan ini diawali dengan coffe break yang kemudian di lanjutkan dengan kegiatan outbound serta pembagian tim yang dibagi menjadi 4 Tim. Setiap
9
kelompok diwajibkan membuat yel - yel terlebih dahulu. Beberapa menit kemudian kegiatan dimulai yang diawali dengan peregangan dan kerjasama dalam kelompok. Kegiatan outbound dilaksanakan dalam bentuk permainan yang telah ditentukan dan dikordinir oleh instruktur outbound. Berikut permainannya yaitu : Ice Breaking, Estafet Hulahoop, Transfer Bola Pingpong, dll. Namun sebelum permainan dimulai, masing–masing kelompok diberikan pengarahan oleh instruktur tentang permainan yang akan dimainkan setiap anggota kelompoknya masing–masing, kemudian dilanjutkan dengan tur edukasi yaitu berkunjung ke museum kopi serta cara pembuatan kopi. Selain itu rombongan juga diajak berkunjung ke beauty heritage museum, pabrik mini oemah herborist dan beauty outlet. Sesuai kaitannya dengan seorang pemimpin dan manusia sebagai makhluk sosial bahwa seorang pemimpin dalam melaksanakan suatu kegiatan itu membutuhkan orang lain yang tidak lain adalah anggotanya sendiri. Maka antar seorang pemimpin dengan anggotanya harus saling menghargai, membantu satu sama lain serta berkordinasi dengan baik. Kedisiplinan adalah kunci dari kesuksesan. Koordinasi yang baik adalah awal dari hubungan yang harmonis. Kegiatan outbound ini tentunya tidak telepas dari unsur – unsur yang terkandung dalam olahraga seperti rekreasi (kesenangan) dan kesegaran jasmani.Gambar 5. Peningkatan kinerja SDM
- Peneliti Balai Riset dan Observasi Laut Raih Hibah dari PEER untuk Program Evidence to Action.
Peneliti Balai Riset dan Observasi Laut, Dr. Frida Sidik, meraih hibah dari Partnership for Enhanced Engagement in Research (PEER) untuk program Evidence to Action (Gambar 6). Program ini bertujuan untuk membantu peneliti dalam implementasi dan aplikasi kegiatan riset kepada masyarakat, pemangku kebijakan dan stakeholder lainnya sehingga hasil riset dapat memiliki development impact yang lebih luas. Pada tahun 2013-2015 Dr Frida Sidik meraih hibah PEER untuk penelitian berjudul “Enhancement of Research for Adaptation of Wetlands in Indonesia to Projected Impacts of Sea Level Rise” yaitu
kajian adaptasi mangrove terhadap kenaikan muka laut. Pada program Evidence to Action, hasil dari penelitian ini akan didiseminasikan dalam bentuk buku panduan, website, workshop, focus group discussion dan kuliah umum mengenai mangrove dan perubahan iklim. Kegiatan diseminasi hasil riset mangrove Evidence to Action akan dilaksanakan pada tahun 2018 selama satu tahun.
10
Gambar 6. Hibah PEER- Layanan Informasi dan Teknologi
a) Operasional websitewww.bpol.litbang.kkp.go.id b) Upload 11 berita. - http://bpol.litbang.kkp.go.id/25-berita-terkini/311-brol-terlibat-dalam-seminar-nasional-pengelolaan-perikanan-pelagis - http://bpol.litbang.kkp.go.id/25-berita-terkini/313-kunjungan-dalam-rangka- inisiasi-kerjasama-riset-antara-brol-dengan-fakultas-geografi-ugm-dan-universitas-the-west-of-england-bristol - http://bpol.litbang.kkp.go.id/25-berita-terkini/314-studi-banding-humanera-ub-ke-brol - http://bpol.litbang.kkp.go.id/25-berita-terkini/312-studi-banding-lkp-dan-lrk-brol-ke-laboratorium-pengujian-di-denpasar-dan-surabaya - http://bpol.litbang.kkp.go.id/25-berita-terkini/315-kunjungan-adik-adik-mi-mambaus-sholihin-ke-brol - http://bpol.litbang.kkp.go.id/25-berita-terkini/317-brol-gelar-monitoring-dan-evaluasi-kegiatan-tahun-anggaran-2017 - http://bpol.litbang.kkp.go.id/25-berita-terkini/316-brol-lolos-seleksi-pusat-unggulan-iptek-dari-kementerian-ristekdikti - http://bpol.litbang.kkp.go.id/25-berita-terkini/320-menuju-pelayanan-terpadu-brol-me-launching-gedung-pusat-layanan-publik - http://bpol.litbang.kkp.go.id/25-berita-terkini/318-upaya-brol-dalam-membina-dan-meningkatkan-kinerja-sdm - http://bpol.litbang.kkp.go.id/27-berita-penelitian/319-peneliti-brol-raih-hibah-dari-peer-untuk-program-evidence-to-action - http://bpol.litbang.kkp.go.id/25-berita-terkini/321-partisipasi-satpam-brol-dalam-hut-satpam-ke-37-tahun-2017-oleh-polres-jembrana c) Perawatan jaringan kabel LAN.
d) Monitoring server dan bandwith internet. e) Monitoring akses website.
f) Maintenance server.
11
- Layanan Kemahasiswaan, Laboratorium, Penyewaan Alat Survey dan Layanan Publik.
a) Telah diterima peminjaman alat atas nama Nyoman Dati Pertami berupa WQC Quality Meter.
b) Telah diterima kunjungan adik – adik MI Mambaus Sholihin (Gambar 7). Pada tanggal 7 Desember 2017, Balai Riset dan Observasi Laut menerima kunjungan dari salah satu Sekolah Dasar di Jembrana yaitu MI Mambaus Sholihin. Jumlah siswa yang turut hadir yaitu sebanyak 74 orang yang rata-rata berasal dari kelas 1,2,3,dan 4 serta di dampingi oleh 8 orang guru pendamping. Rombongan berkumpul di Gedung Observasi Laut dengan suasana sederhana namun cukup meriah yang diawali dengan doa bersama. Acara dilanjutkan oleh sambutan dari Balai Riset dan Observasi Laut dan MI Mambaus Sholihin. Sebelum dan sesudah mendapatkan paparan dari peneliti Balai Riset dan Observasi Laut, adik - adik dari MI Mambaus Sholihin juga diajak untuk senam bersama terlebih dahulu. Pada paparan kali ini disampaikan oleh salah satu peneliti Balai Riset dan Observasi Laut yaitu Camellia Kusuma Tito, M.Si yaitu tentang tim penelitian yang ada di Balai Riset dan Observasi Laut serta tugas dan fungsinya masing- masing dan cara menjaga ekosistem laut. Mereka tampak tertarik menyimak paparan dari peneliti, meskipun tidak ada alat peraga yang bisa mereka lihat langsung. Tujuan kami kali ini yaitu menyadarkan anak pesisir pentingnya menjaga ekosistem laut melalui paparan dengan tampilan menarik serta video - video untuk memperluas pengetahuan mereka tentang ekosistem laut.
Gambar 7. Kunjungan MI Mambaus Sholihin
c) Telah dilakukan pelatihan LPK Detail Training Center, menjadikan Balai Riset dan Observasi Laut sebagai sarana magang cleaning service. Kegiatan ini guna menunjang peningkatan kinerja cleaning service dalam menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan Balai Riset dan Observasi Laut. Kegiatan ini meliputi paparan dari narasumber LPK Detail Training Centre terkait alat alat dan tata cara kebersihan yang benar, kemudian para cleaning service langsung praktek kerja untuk melakukan pembersihan lingkungan Balai Riset dan Observasi Laut. Hasil dari kegiatan ini para cleaning service akan mendapatkan suatu sertifikat yang membuktikan bahwa dalam kinerjanya, mereka tersertifikat dalam hal kebersihan.
d) Telah dilakukan soft launching Gedung Pusat Layanan Publik (Gambar 8). Pelayanan terhadap publik merupakan hal yang sangat penting, sebagai salah satu bentuk pengabdian dan diseminasi produk dan jasa yang dihasilkan oleh BROL kepada masyarakat luas. Mewujudkan hal tersebut, pada tanggal 18 Desember 2017, Kepala BROL, Dr. I Nyoman Radiarta, me-launching Gedung
12
Pusat Layanan Publik Terpadu. Acara yang bertempat di Aula Gedung Observasi Laut ini dihadiri oleh beberapa mitra yang selama ini telah memanfaatkan pelayanan yang ada di BROL, diantaranya perusahaan pengalengan ikan (PT. Sarana Tani Pratama), Pangkalan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (P2SDKP) Benoa, Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, serta Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan.Launching gedung ini ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala BROL sebagai representasi rasa syukur kepada Tuhan YME atas terwujudnya impin memiliki tempat pelayanan publik yang terintegrasi. Acara ini diakhiri dengan peninjauan bersama Gedung Pusat Layanan oleh seluruh undangan yang hadir. Gedung Pusat Layanan Publik BROL ini adalah revitalisasi dari sebuah gedung bersejarah yaitu Gedung Asimilasi Data Kelautan yang diresmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numbery, pada tanggal 16 Februari 2005. Ketika itu BROL masih merupakan Instalasi Riset Kelautan. Saat ini, gedung tersebut beralih fungsi menjadi Gedung Pusat Layanan Publik BROL, setelah lama tidak dimanfaatkan secara optimal. Pengalihfungsian gedung tersebut bertolak dari beberapa isu terkait dengan perkembangan BROL sebagai WBK/WBBM dan Pusat Unggulan IPTEK (PUI) serta Aset Tak Berwujud (ATB) yang telah dihasilkan. Gedung ini akan berfungsi sebagai tempat untuk memberikan layanan satu pintu, showroom atau etalase produk dan jasa yang dihasilkan oleh BROL, serta ruang tunggu (lounge) para stakeholders yang berkepentingan dengan pihak BROL. Ke depannya, gedung ini akan terus mengalami penyempurnaan, baik infrastruktur maupun manajemen, sehingga BROL dapat memberikan pelayanan yang progresif kepada publik. Harapannya, melalui gedung ini produk BROL akan lebih mudah dikenal masyarakat dan dapat meningkatkan penjalinan kerjasama dengan mitra yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Gambar 8. Soft launching Gedung Pusat Layanan Publik
e) Telah diterima kunjungan Kepala Pusat Riset Kelautan (Riyanto Basuki) (Gambar 9).
13
Gambar 9. Kunjungan Kepala Pusat Riset Kelautan- Perkembangan Kegiatan Kerja Sama :
Tidak ada laporan perkembangan kegiatan kerja sama Balai Riset dan Observasi Laut untuk bulan Desember 2017.
7. Kegiatan Diseminasi dan Publikasi :
a) Desain leaflet, infografis dan poster hasil riset.
b) Telah tercetaknya bahan publikasi dan promosi hasil riset Balai Riset dan Observasi Laut (Leaflet, Poster dan Infografis).
2.3 Tata Usaha
Perkembangan pelaksanaan realisasi anggaran kegiatan lingkup tata usaha pada bulan Desember sebesar Rp. 85.648.451.- dari pagu anggaran sebesar Rp. 328.199.000. Realisasi anggaran selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6. Realisasi anggaran pada bidang tata usaha
Uraian Pagu
(Rp.)
Realisasi (Rp.)
Bulan Ini Total
Penyerapan %
Manajemen Kepegawaian
Riset Kelautan 103.517.000 50.812.250 100.657.250 97,24 Manajemen Keuangan
dan Tata Usaha Riset Kelautan
224.682.000 34.836.201 223.815.988 99,61
Jumlah 328.199.000 85.648.451 324.473.238 98,86
Beberapa capaian kinerja tata usaha yang dilaporkan pada bulan Desember 2017 adalah sebagai berikut:
2.3.1 Manajemen Kepegawaian Riset Kelautan
1. Telah tersusun dan disampaikannya SK pengangkatan kembali ke fungsional peneliti atas nama Eghbert Elvan Ampou.
2. Telah dilaksanakan Workshop Penanganan dan Pengelolaan Kebersihan di gedung aula Geol, BROL yang dihadiri oleh seluruh karyawan BROL.
14
4. Telah dilakukan koordinasi dengan biro kepegawaian KKP terkait SK Belajarpegawai.
5. Telah dilaksanakan peningkatan kapasitas kinerja SDM Balai Riset dan Observasi Laut (outbond) (Gambar 10). Kegiatan dilaksanakan pada 19 Desember 2017 yang merupakan program kerja tahunan yang sudah berjalan dengan baik dengan tujuan memperoleh kesenangan yang bernilai positif yang dapat memberikan penyembuhan, seperti stres, keteganggan dan lmenjalin keakraban dan kerja sama agar dapat melaksanakan program kerja dengan baik, meningkatkan kemampuan memimpin yang lebih baik, baik memimpin diri sendiri maupun orang lain dalam berorganisasi dan lingkungan sekitar.
Gambar 10. Peningkatan kapasitas SDM
6. Telah dilakukan evaluasi kinerja tenaga kontrak Balai Riset dan Observasi Laut pada tanggal 20 Desember 2017.
7. Calon perencana (Samsul Huda) menghadiri undangan rapat koordinasi jabatan fungsional perencana lingkup BRSDM KP pada tanggal 20 – 21 Desember 2017 di Jakarta.
8. Telah dilakukan realisasi SKP seluruh pegawai BROL bulan Desember. 9. Telah tersusunnya pakta integritas 2018.
10. Telah dilaksanakannya pertemuan ramah tamah perpisahan INDESO.
11. Telah dilaksanakannya evaluasi tenaga kontrak Balai Riset dan Observasi Laut yang dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2017.
12. Penyusunan laporan rekap cuti PNS Balai Riset dan Observasi Laut
2.3.2 Manajemen Keuangan Dan Tata Usaha Riset Kelautan
1. Telah dilakukan penatausahaan pembukuan.
2. Telah tersusunnya laporan pertanggung jawaban bendahara keuangan. 3. Pengajuan SPM tunjangan fakasi.
4. Telah melakukan rekon keuangan saiba. 5. Telah dilakukan pengajuan gaji bulan Januari.
6. Telah dilakukan pengajuan anggaran yang dikontrakkan.
7. Telah tersusunnya laporan pertanggungjawaban keuangan kegiatan Balai Riset dan Observasi Laut.
8. Telah dilakukan penginputan SPJ Belanja ke aplikasi SILABI. 9. Telah dilakukan penyetoran sisa UP.
10. Menyiapkan SPM nihil.
11. Penyelesaian dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan kegiatan Balai Riset dan Observasi Laut.
15
12. Koordinasi dengan BRSDM terkait penyelesaian keuangan perjalanan dinas tindaklanjut masalah BUOY.
13. Rekonsiliasi laporan keuangan bulan November 2017 dan pengajuan SPM belanja pegawai dan belanja barang.
14. Penyusunan SK Pengawas BUOY oleh Sekretaris KPA.
16
BAB III. SARANA DAN PRASARANA
Pertumbuhan organisasi pada umumnya akan berimplikasi pada bertambahnya kebutuhan sumber daya manusia beserta sarana dan prasarana pendukungnya, demikian pula yang terjadi pada Balai Riset dan Observasi Laut. Oleh karena itu perlu adanya upaya pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana dengan melakukan beberapa kegiatan pengadaan barang dan jasa yang terdiri dari:
1.
Pengadaan Data Radar.2.
Pengadaan Perangkat Operasional Perkantoran Pendukung Riset Kelautan. Realisasi anggaran selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 7. Tidak ada penggunaan / realisasi anggaran pada bulan Desember untuk bidang sarana dan prasarana.Tabel 7. Realisasi anggaran pada bidang sarana dan prasarana
Uraian Pagu
(Rp.)
Realisasi (Rp.)
Bulan Ini Total
Penyerapan %
Pengadaan data Radar 2.519.323.000 - - - Pengadaan Perangkat
Operasional Perkantoran Pendukung Riset Kelautan
4.700.000 4.554.000 4.554.000 96,89
Jumlah 2.524.023.000 4.554.000 4.554.000 0,18
3.1. Pengadaan Data Radar
Hingga bulan Desember pengadaan data radar tidak dapat terealisasikan, sehingga tidak ada laporan yang dapat disampaikan terkait pengadaan data radar.
3.2. Pengadaan Perangkat Operasional Perkantoran Pendukung Riset
Kelautan
Sampai bulan Desember telah dilakukan pengadaan perangkat operasional perkantoran pendukung riset kelautan berupa mesin presensi yang dapat support koneksi dengan server pusat. Pelaksanaan anggaran pengadaan perangkat operasional perkantoran pendukung riset kelautan dilakukan bulan ini sebesar Rp 4.554.000,- dari total pagu anggaran Rp 4.700.000,-.
17
BAB IV. ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Pada Tahun 2017 ini kegiatan Ilmu Penelitian yang ada di Balai Riset dan Observasi Laut hanya memiliki satu output kegiatan, hal ini telah disesuaikan dengan arahan pusat untuk memfokuskan kegiatan penelitian dapat membangun kebijakan pemerintahan saat ini yaitu membangun potensi perikanan nasional. Oleh karena itu , saat ini BROL telah mengambil langkah untuk kegiatan penelitian akan dilaksanakan di satu lokasi WPP 573 pesisir Bali dengan judul Penelitian “Sistem Informasi Spasial untuk Daerah Penangkapan Ikan dan Perubahan Lingkungan pada Ekosistem Pesisir”.
Sistem merupakan sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan system informasi adalah kombinasi dari seluruh komponen dan elemen untuk mendukung manajemen maupun operasi. Komponen data berupa parameter fisika, kimia maupun biologi laut yang diperoleh melalui teknologi penginderaan jauh, permodelan maupun secara in situ sangat diperlukan untuk membangun system infomasi spasial ini.
Komponen utama dalam inputan penyusunan dan produksi peta daerah penangkapan ikan menggunakan data penginderaan jauh dari satelit Aqua/Terra MODIS. Pengunaan citra tersebut sangat rentan terhadap tutupan awan, sehingga dibutuhkan metode penggabungan citra satelit dengan data hasil model oseanografi. Metode alternative untuk perbaikan input data PPDPI adalah metode fusi, yaitu metode dengan menyamakan resolusi spasial dari masing-masing data fusi kemudian merubah data citra satelit pada bagian liputan awan menjadi nilai yang bias digabungkan dengan data model. Sedangkan data hasil model merupakan data yang dihasilkan dari pengambilan data secara langsung di perairan Selat Bali. Selain itu pula, diperlukan peningkatan akurasi PPDPI yang dilakukan dengan metode akustik untuk mendeteksi keberadaan ikan akibat dari perubahan lingkusngn fisik perairan maupun migrasi ikan.
Keberadaan ikan di laut, dipengaruhi oleh keadaan dari tempat bertelur (spawning ground), daerah asuhan (nursery ground) dan mencari makan (feeding groung). Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya pesisir perlu dilakukan pemantauan berkala untuk keberlangsungan biota laut. Pemantauan zona ekosistem pesisir secara kontinu baik secara in situ, penginderaan jauh dan permodelan merupakan salah satu cara untuk mengetahui perubahan lingkungan yang terjadi sehingga dapat dijadikan sebagai bahan rekomendasi untuk pengambilan keputusan terhadap pengelolaan pesisir untuk tetap lestari.
Kegiatan ini menghasilkan 2 output berupa data dan/atau informasi dan rekomendasi daerah penangkapan ikan dan data dan/atau infromasi dan rekomendasi perubahan lingkungan pada ekosistem pesisir.
Sistem Informasi Spasial Untuk Daerah Penangkapan Ikan Dan Perubahan
Lingkungan Pada Ekosistem Pesisir
Perkembangan pelaksanaan anggaran kegiatan penelitian pada bulan Desember sebesar Rp 41.694.750,- dari pagu anggaran sebesar Rp 606.605.000,-. Realisasi anggaran selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 8.
18
Tabel 8. Realisasi anggaran pada kegiatan risetUraian Pagu
(Rp.)
Realisasi (Rp.)
Bulan Ini Total
Penyerapan %
Sistem Informasi Spasial untuk Daerah Penangkapan Ikan dan Perubahan
Lingkungan pada Ekosistem Pesisir
606.605.000 41.694.750 606.561.230 99,99
Jumlah 606.605.000 41.694.750 606.561.230 99,99
Pada bulan Desember ini telah dilakukan kegiatan diantaranya :
1. Penginderaan Jauh Kelautan
a. Penyusunan draft laporan akhir kegiatan bidang kepakaran Penginderaan Jauh Kelautan.
b. Revisi dan finalisasi laporan riset bidang kepakaran Penginderaan Jauh Kelautan.
2. Oceanografi
a. Penyusunan draft laporan akhir kegiatan riset bidang kepakaran Oceanografi. b. Revisi dan finalisasi laporan riset bidang kepakaran Ekosistem Pesisir.
3. Ekosistem Pesisir
a. Penyusunan draft laporan akhir kegiatan riset bidang kepakaran Ekosistem Pesisir.
b. Melakukan komunikasi via e-mail dengan mahasiswa ITB terkait terumbu buatan Bioreeftek.
c. Melakukan survei periodik Estuari Perancak periode bulan Desember pada tanggal 13 Deember 2017.
d. Revisi dan finalisasi laporan riset bidang kepakaran Ekosistem Pesisir. Capaian Kinerja yang telah dicapai hingga bulan ini adalah :
1. Penginderaan Jauh Kelautan
- Seluruh data sudah dianalisis.
- Telah tersusunnya draft laporan akhir riset bidang kepakaran Penginderaan Jauh Kelautan dan sedang dilakuakn revisi terkait revisi dari reviewer. Hasil laporan tersebut meliputi :
- Data Suhu Permukaan Laut (SPL) pada bulan – bulan tertentu terutama pada musim barat mengalami gangguan data tertutup awan. Oleh karena itu data SPL gabungan dapat digunakan sebagai data masukan PPDPI agar didapatkan wilayah potensi ikan yang optimal (Gambar 11).
19
Gambar 11. Data SPL Selat Bali gabungan (Himawari-8 dan model MUR SST) - Sebaran spasial kepadatan ikan terlihat bahwa kepadan yang tinggi hanyaada pada beberapa lokasi saja, perlu dikonfirmasi bagaimana hasil tangkapan di posisi – posisi yang memiliki kepadatan tinggi tersebut (Gambar 12 – 16) .
Gambar 12. Sebaran kepadatan untuk kedalaman 5 – 25 m
20
Gambar 14. Sebaran kepadatan ikan untuk kedalaman 50 – 75 mGambar 15. Sebaran kepadatan ikan untuk kedalaman 75 – 100 m
Gambar 16. Sebaran kepadatan ikan untuk kedalaman total (5 – 100 m)
- Hasil tampilan echogram mendeteksi adanya gerombolan ikan pada ketiga jalur survei yang dilalui selama kegiatan survei (Gambar 17 – 19).
21
Gambar 17. Gerombolan ikan terekam alat hidroakustik pada jalur 01Gambar 18. Gerombolan ikan terekam alat hidroakustik pada jalur 02
Gambar 19. Gerombolan ikan terekam alat hidroakustik pada jalur 03 - Pada salah satu jalur diintepretasikan sebagai gerombolan ikan lemuru
(Sardinella lemuru) yang berukuruan kecil 11 – 14,9 cm yang disebut dengan portolan (Gambar 20), sedangkan yang lebih kecil disebut dengan sempenit (Gambar 21) dengan ukuran kurang dari 11 cm. Jika dibandingkan dengan bentuk geometri dari jenis gerombolan ikan yang lain maka untuk jenis protolan ini lebih teratur. Hasil disajikan pada gambar berikut.
22
Gambar 20. Bentuk geometri protolanGambar 21. Bentuk geometri sempenit
- Berdasarkan peneltiian terdahulu dan berdasarkan hasil yang ditunjukkan bahwa Selat Bali masih menjadi tempat hidup yang baik bagi jenis – jenis ikan pelagis, walaupun beberapa spesies mengalami penurunan dalam produksi penangkapan, sehingga perlu penelitian lebih lanjut terkait faktor – faktor yang menekan siklus hidup dari spesies yang diteliti.
- Secara umum peningkatan SPL terjadi mulai bulan Nopember hingga mencapai suhu tertinggi pada bulan Maret. Sedangkan trend penurunan SPL mulai terlihat sejak awal musim timur (April) dengan nilai terendah pada bulan Agustus. Kondisi SPL di perairan Selat Bali pada tahun 2017 cenderung mengikuti nilai SPL klimatologis (2003-2016). Pada awal tahun kondisi laut cenderung lebih hangat dibandingkan kondisi beberapa tahun sebelumnya. Hasil analisis deret waktu menunjukkan konsentrasi klorofil-a tertinggi terekam pada periode musim timur. Sementara pada musim yang barat cenderung lebih rendah. Nilai konsentrasi klorofil-a pada tahun 2017 cenderung lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya, yaitu mencapai 1,6 mg/m3 pada periode waktu yang sama. Hasil analisis deret waktu menunjukkan pada umumnya kelimpahan zooplankton tertinggi terjadi pada akhir musim timur, yaitu antara bulan Agustus – September dan terendah pada akhir periode musim barat (Februari - April). Kondisi laut cenderung lebih hangat (>28°C) pada musim timur, yang dikenal sebagai puncak proses upwelling. Demikian pula halnya dengan konsentrasi klorofil-a yang menunjukkan nilai yang rendah dibandingkan pada periode musim timur yang sama tahun-tahun sebelumnya (<0,6 mg/m3). Semua analisis disajikan pada Gambar 22.
23
Gambar 22. Analisis deret waktu SPL, klorofil-a, PAR dan kelimpahanzooplankton (2003 – 2017)
- Hasil analisis deret waktu kelimpahan zooplankton dan volume pendaratan ikan di TPI Pengambengan periode tahun 2007-2015 menunjukkan bahwa kelimpahan zooplankton yang tinggi (>5.000 ind/m3) diikuti dengan volume produksi ikan yang cenderung tinggi pula (Gambar 23).
24
Gambar 23. Hubungan kelimpahan zooplankton dengan hasil tangkapan ikan diPPN Pengambengan (2007 – 2015)
2. Oseanografi
a. Seluruh data observasi sudah selesai dianalisis.
b. Telah tersusunnya draft laporan akhir riset bidang kepakaran Oceanografi dan sedang dilakukan revisi terkait revisi dari reviewer. Hasil laporan tersebut meliputi :
- Variabilitas temporal klorofil dari hasil model dan observasi menunjukkan fase yang hampir sama (Gambar 24). Berdasarkan hasil tersebut, output model dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut.
Gambar 24. Variabilitas temporal klorofil dari hasil model dan observasi - Profil vertikal temperatur di Selat Bali (model dan observasi) menunjukkan
pola yang sama, yaitu mixed layer depth lebih tebal pada musim barat (Februari 2017) dibandingkan musim timur (Agustus 2017) (Gambar 25) dan suhu permukaan lebih tinggi pada musim barat (Gambar 26).
25
Gambar 25. Profil vertikal temperatur Selat BaliGambar 26. Suhu Permukaan Laut musim barat dan musim timur
- Karakteristik musim timur menunjukkan temperatur lebih rendah dan salinitas lebih tinggi sedangkan kondisi musim barat menunjukkan karakteristik yang sebaliknya.
26
Gambar 27. Temperatur dan Salinitas musim timur dan musim barat - Evolusi temporal profil vertikal bulanan di perairan Selat Bali (Gambar 28)pada periode Januari 2012 – Oktober 2017 menunjukkan bahwa adanya peningkatan suhu pada lapisan permukaan di periode pertengahan 2016, kondisi suhu perairan terindikasi dipengaruhi oleh fenomena global ENSO, terlihat penurunan suhu permukaan pada bulan Agustus 2017 bila dibandingkan bulan Agustus 2013, serta terlihat adanya penipisan mixed layer depth pada bulan Agustus 2017.
Gambar 28. Evolusi temporal profil vertikal bulanan Selat Bali
- Distribusi spasial klorofil dapat diperoleh melalui produk satelit, namun dengan keterbatasan produk dengan cloud-coverage, hasil model dapat dimanfaatkan untuk analisis spasial (Gambar 29). Karakteristik klorofil di perairan Selat Bali bagian selatan meski dapat direproduksi dengan baik
27
melalui model, namun keterbatasan hasil model menunjukkan kondisi konsentrasi klorofil yang over-estimate dibandingkan dengan produk satelit untuk perairan di pesisir barat dan timur Selat Bali serta perairan selat bagian utara (Gambar 30).Gambar 29. Distribusi spasial klorofil hasil model
Gambar 30. Karakteristik klorofil Selat Bali
3. Ekosistem Pesisir
a. Seluruh sampel sudah selesai dianalisis.
b. Telah tersusunnya draft laporan akhir riset bidang kepakaran Ekosistem Pesisir dan sedang dilakukan revisi terkait revisi dari reviewer. Hasil laporan tersebut meliputi :
- Hutan mangrove Taman Nasional Bali Barat memiliki karakteristik yang unik, karena kawasan ini memperlihatkan perubahan pesisir dari geomorfologi hutan mangrove. Karang yang terlihat di sekitar hutan mangrove menandakan bahwa mangrove telah berekspansi ke tepi laut yang sebelumnya adalah wilayah terumbu karang. Lokasi studi memiliki laju sedimentasi yang beragam. Laju sedimentasi tertinggi ditemukan di TNBB 3 (Teluk Gilimanuk) dengan nilai tertinggi 1,94 cm/tahun di tahun 2016. Umur tertua sedimen ditemukan di TNBB 2 (Pulau Menjangan), sedangkan
28
sedimen di TNBB 1 (Teluk Terima) dan TNBB 3 (Teluk Gilimanuk) memiliki umur yang serupa yaitu 80 tahun dan 92 tahun. Dengan data tersebut dapat diperkirakan bahwa daratan di sekitar hutan mangrove TNBB telah terbentuk sekitar 100 tahun lalu. Tidak hanya di Taman Nasional Bali Barat, marine debris sebetulnya telah menjadi perhatian di taman nasional atau kawasan konservasi lainnya. Hasil rinci ditampilkan pada Tabel9.Tabel 9. Pendugaan umur sedimen, tahun terdeteksinya sedimen dan laju sedimentasi di sekitar Taman Nasional Bali Barat.
Depth
Umur Tahun Laju sedimentasi
TNBB 1 TNBB 2 TNBB 3 TNBB 1 TNBB 2 TNBB 3 TNBB 1 TNBB 2 TNBB 3 0-1 1 2 1 2016 2015 2016 0,71 0,41 1,94 1-2 3 6 2 2014 2011 2015 0,57 0,27 0,98 2-3 5 9 3 2012 2008 2014 0,49 0,42 0,79 3-4 6 12 4 2011 2005 2013 1,04 0,26 1,16 4-5 10 18 5 2007 1999 2012 0,28 0,18 0,59 5-6 12 22 7 2005 1995 2010 0,38 0,27 0,64 6-7 14 26 8 2003 1991 2009 0,60 0,25 1,05 7-8 15 28 8 2002 1989 2009 1,12 0,54 1,64 8-9 17 28 10 2000 1989 2007 0,54 1,73 0,60 9-10 19 31 12 1998 1986 2005 0,56 0,35 0,60 10-12 26 35 15 1991 1982 2002 0,67 0,44 1,17 12-14 47 17 1970 2000 0,18 1,12 14-16 60 19 1957 1998 0,15 1,00 16-18 34 80 23 1983 1937 1994 0,64 0,10 0,48 18-20 92 27 1925 1990 0,16 0,48 20-22 42 109 1975 1908 1981 0,59 0,12 0,58 22-24 155 1862 0,04 24-26 26-28 54 46 1963 1971 0,42 0,48 28-30 30-35 80 60 1937 1957 0,20 0,36 35-40 92 1925 0,16
- Secara keseluruhan geomorfologi habitat pesisir di Pulau menjangan terbagi dalam 6 kategori dengan 12 jenis habitat bentik dengan total karang hidup ± 30% yang tersebar secara merata. Proses selanjutnya dapat dilakukan dengan cara model klasifikasi supervisi dimana setelah memasukkan beberapa formula yang telah ditentukan sebelumnya berdasarkan data in-situ dan tekstur citra habitat bentik dapat didetekesi secara otomatis dan dengan melakukan detail mapping habitat seperti salah satu contohnya yang
29
dilakukan di Pulau Bunaken yang termasuk dalam kawasan CTI dan peneltian pertama di Indonesia yang menggunakan data citra beresolusi tinggi dengan tingkat akurasi assessment >70% dimana secara rinci ditemukan >150 jenis klasifikasi habitat serta aplikasi dengan menggunakan Drone dengan resolusi lebih tinggi yakni < 2 cm. Geomorfologi habitat Pulau Menjangan disajikan pada Gambar 31.Gambar 31. Geomorfologi habitat pada daerah rataan terumbu Pulau Menjangan - Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai suhu, salinitas, kekeruhan,
nitrat dan ortofosfat pada sebagian lokasi pengambilan sampel melebihi baku mutu air laut untuk biota laut, yang menunjukkan terjadinya anomali dan pencemaran di wilayah tersebut. Kelimpahan fitoplankton didominasi oleh Diatom, namun tidak dalam kondisi blooming. Salah satu indikasi dari peningkatan populasi bintang laut berduri di perairan Pulau Menjangan adalah berkaitan dengan kondisi kualitas perairan. Hasil rinci analisis kualitas air laut disajikan pada Tabel 10.
Tabel 10. Hasil analisis kualitas air laut
Parameter Februari 2017 Agustus 2017 Baku Mutu
Air Laut* Min. Maks. Rerata Min. Maks. Rerata
Suhu (Celc.) 26,50 - 27,70 27,07 27,40 - 27,70 27,51 28-30 pH 7,35 - 8,05 7,78 8,28 - 8,48 8,36 7-8,5 DO (mg/L) 7,17 - 9,15 7,79 4,96 - 5,60 5,30 >5 Salinitas (ppt) 32,90 - 34,70 33,43 28,97 - 32,80 31,54 33-34 Turbiditas (NTU) 0,40 - 14,23 7,24 0,00 - 123,67 13,17 <5 TDS (g/L) 53,83 - 54,70 54,44 49,87 - 51,48 50,80 TSS (mg/L) 53,00 - 384,00 111,10 5,40 - 9,50 7,87 20 Nitrat (µM) <MDL - 13,075 3,997 <MDL - 6,925 1,614 0,571**
30
Nitrit (µM) <MDL - 0,312 0,031 <MDL - <MDL <MDL Ammonia (µM) <MDL - 14,548 4,263 <MDL - 0,785 0,079 4,998** Ortofosfat (µM) <MDL - 1,161 0,234 <MDL - 1,711 0,817 0,484** Silika (µM) 2,707 - 7,034 4,609 1,139 - 87,661 12,754 Klorofil-a (µg/L) 0,05 - 0,43 0,25 0,08 - 0,57 0,23- 2 Karya Tulis Ilmiah dalam proses review ke redaksi Jurnal Kelautan
Nasional, Kementrian Kelautan dan Perikanan terkait bentik habitat dan kualitas perairan hubungannya dengan COTS outbreaks ekosistem pesisir di Pulau Menjangan.
31
BAB V. LAYANAN IPTEK
Layanan IPTEK di BROL dibagi dalam dua kegiatan umum yaitu kegiatan di Laboratorium Riset Kelautan (LRK) dan INDESO. Laboratorium Riset Kelautan didirikan dalam upaya tercapainya pelaksanaan riset strategis dan aplikasi teknologi kelautan secara optimal yang meliputi riset dasar, pengembangan dan aplikasi teknologi kelautan di Indonesia. Selain itu untuk memfasilitasi berbagai kepentingan yang membutuhkan pelayanan jasa laboratorium. Laboratorium Riset Kelautan dilengkapi berbagai fasilitas yang dapat mendukung setiap pengujian yang terdiri dari Laboratorium Kimia, Fisika dan Biologi Kelautan. Pada Tahun 2017 ini LRK BROL terbagi menjadi sub Laboratorium diantaranya:
a) Laboratorium Kualitas Perairan. b) Laboratorium Penginderaan Jauh. c) Laboratorium Alam.
d) Laboratorium Observasi dan Pemodelan Laut.
5.1 Laboratorium Riset Kelautan
Perkembangan pelaksanaan anggaran kegiatan pelayanan jasa riset pada bulan Desember adalah sebesar Rp 10.020.000,-. dari pagu anggaran Rp 13.320.000. Tidak ada realisasi anggaran pada bulan Desember2017. Realisasi anggaran selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 11. Realisasi anggaran pada kegiatan layanan IPTEK
Uraian Pagu
(Rp.)
Realisasi (Rp.)
Bulan Ini Total Penyerapan %
Pelayanan jasa Riset 13.320.000 10.020.000 10.920.000 81,98
Jumlah 13.320.000 10.020.000 10.920.000 81,98 Beberapa capaian kinerja pelayanan informasi dan teknologi yang dilaporkan pada bulan Desember 2017 adalah sebagai berikut :
5.1.1 Laboratorium Kualitas Perairan
Informasi tentang kondisi sumberdaya kelautan dari tahun ke tahun harus didukung oleh data dan informasi yang akurat agar upaya pengelolaan yang dilakukan lebih efektif. Pengelolaan sumberdaya kelautan tidak terlepas dari peranan penting laboratorium pengujian yang didukung oleh sumberdaya yang kompeten. Laboratorium pengujian sebagai penyedia data primer tentang kualitas sumberdaya kelautan perlu dibina secara berkesinambungan dan ditingkatkan kapasitasnya agar dapat memanfaatkan sarana dan prasarana laboratorium secara optimal dan menghasilkan data yang akurat. Oleh karena itu sangat diperlukan laboratorium pengujian kualitas perairan kompeten yang mampu melakukan pengujian parameter kualitas perairan dan mampu menyajikan data pemantauan kualitas perairan dengan benar.
Laboratorium Kualitas Perairan - Laboratorium Riset Kelautan Balai Riset dan Observasi Laut (LKP - LRK BROL) telah berdiri sejak awal 2006. Dalam perjalanannya dari tahun 2006 hingga tahun 2017 ini, LKP telah banyak mengalami kemajuan di bidang pelayanan jasa pengujian, sarana maupun prasarana. Ketersediaan sarana dan prasarana pendukung yang semakin bertambah dari tahun ke tahun merupakan bentuk pemenuhan terhadap permintaan layanan pengujian dengan parameter yang semakin beragam dari pengguna jasa laboratorium. Dengan semakin meningkatnya jumlah pengguna jasa dan permintaan layanan pengujian laboratorium dari tahun ke tahun menjadikan LKP harus mengedepankan pelayanan dan kualitas hasil pengujian.
32
Sehubungan telah didirikannya LKP dengan segala sarana dan prasarana yang ada, maka diperlukan sebuah kegiatan operasional laboratorium untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh BROL dan juga melayani para pengguna jasa laboratorium di sekitar lingkungan BROL.Kegiatan ini bertujuan untuk mengoperasionalkan laboratorium pengujian melalui kegiatan layanan pengujian dan pengolahan data di Laboratorium Kualitas Perairan - Laboratorium Riset Kelautan Balai Riset dan Observasi Laut (LKP – LRK BROL) yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan penelitian.
Kegiatan yang telah dilakukan bulan Desember 2017 :
1. Melakukan analisis laboratorium untuk sampel air dari customer internal dan eksternal Balai Riset dan Observasi Laut.
2. Mengikuti kegiatan monev akhir Balai Riset dan Observasi Laut.
3. Survei laboratorium alam wilayah Perancak pada tanggal 14 Desember 2017 untuk mengambil sampel kualitas air dengan pengukuran kualitas perairan menggunakan alat WQC. Diikuti oleh personil LKP : I Nyoman Surana.
4. Penyusunan laporan bulan Desember, Triwulan IV, Semester II dan laporan akhir tahun anggaran 2017.
Capaian Kinerja :
1. Jumlah customer dan sampel kualitas air bulan Desember : 2 customer, 16 sampel, 126 parameter yang dituangkan dalam 3 Lembar Hasil Pengujian (LHP).
2. Asal customer internal: Kegiatan Operasional Laboratorium Alam (Perancak). 3. Asal customer eksternal : PT Bumi Balimina.
4. Sepanjang tahun 2017, jumlah total sampel air LKP sebesar 866 sampel air, untuk analisis 4.764 parameter dengan presentase 23,33% customer eksternal dan 76,67% customer internal Balai Riset dan Observasi Laut.
5.1.2 Peningkatan Layanan Laboratorium Penginderaan Jauh Laut
Secara garis besar kegiatan mencakup inventarisasi, pengolahan, dan distribusi data satelit oseanografi serta pembuatan PPDPI, agar produksi PPDPI dapat lebih optimal untuk mendukung kegiatan penangkapan ikan bagi nelayan.
Kegiatan yang dilakukan pada bulan ini adalah.
1. Pembuatan PPDPI Nasional, Pelabuhan Perikanan, dan Wilayah Khusus. 2. Pembuatan Pelikan Tuna.
3. Meng-upload informasi PPDPI ke website BROL.
Capaian kinerja yang dicapai bulan ini yakni, telah dilakukan pembuatan peta PPDPI Nasional 11 Peta, PPS Belawan 0 Peta, PPS Bitung-Ternate 3 Peta, PPS Cilacap 1 Peta, PPN Ambon 1 Peta, PPN Pelabuhan Ratu 1 Peta, PPN Sungai Liat 1 Peta, PPN Muncar-Pengambengan 0 Peta, PPP Tamperan 0 Peta, PPN Kejawanan 1 Peta, PPN Pemangkat 5 Peta, Laut Sawu 1 Peta, Bali Utara 1 Peta, Selat Lombok (Bali Timur) 0 Peta, Pulau Lombok 0 Peta, Pelikan Cakalang 0 Peta, Pelikan Lemuru 5 Peta, Pelikan tuna 0 Peta. Dokumentasi kegiatan penginderaan jauh laut bulan Desember 2017, selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 32.
35
Gambar 32. Dokumentasi kegiatan penginderaan jauh laut bulan Desember 20175.1.3 Operasional Laboratorium Alam
Sebagai salah satu laboratorium yang menjadi bagian dari laboratorium terpadu LRK, laboratorium alam dikembangkan untuk menunjang kegiatan penelitian dan pengembangan yang diilaksanakan di BROL. Tidak hanya itu, laboratorium ini juga diharapkan dapat menyediakan data dan informasi terkait dengan isu-isu di lingkungan perairan berbasis pada pendekatan ekosistem. Salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh tim Laboratorium Alam BROL adalah survei periodik di Estuari Perancak. Kegiatan ini telah dilakukan mulai Tahun 2015 hingga saat ini (2017), dengan penambahan titik pengukuran di sepanjang aliran Sungai Perancak – Samblong dan Sungai Ijo Gading). Estuari Perancak berada di sekitar kantor BROL dan secara geografis berada langsung menghadap ke Selat Bali. Estuari ini mendapat pengaruh dari aktivitas manusia, seperti pertambakan, aktivitas pelabuhan, dan Kegiatan limbah dari pemukiman penduduk. Titik lokasi kegiatan survei dapat dilihat jelas pada Gambar 33. Monitoring kualitas perairan dan lingkungan di wilayah ini sangat diperlukan guna mendapatkan data dan informasi time series, sehingga gambaran perubahan kondisinya dapat diketahui secara berkesinambungan. Hal ini diperlukan sebagai justifikasi dalam rencana pengelolaan Estuari Perancak dikemudian hari, sebagai bagian dari wilayah yang akan dikembangkan menjadi taman pesisir oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana dan juga sebagai penunjang kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Kegiatan yang dilakukan pada bulan Desember diantaranya:
1. Melakukan survei periodik ke-12 pada tanggal 14 Desember 2017.
2. Pengolahan data dan pembuatan peta distribusi spasial parameter kualitas air menggunakan alat WQC.
Capaian pada bulan Desember diantaranya :
1. Data kualitas perairan dan hidrodinamika hasil pengukuran langsung di sepuluh stasiun, di sepanjang aliran Sungai Ijo Gading, Sungai Perancak – Samblong, hingga ke Muara Perancak, untuk mewakili kondisi bulan Desember 2017.
2.
Peta distribusi spasial parameter kualitas parameter (WQC Parameters)
36
Hasil pelaksanaan survei periodik Laboratorium Alam bulan Desember :Data personil yang terlibat dalam survei periodik Laboratorium Alam pada bulan Desember dapat dilihat pada Tabel 12.
Tabel 12. Personil yang terlibat dalam survei 14 Desember 2017
No. Nama Tugas Instansi
1. Nuryani Widagti Melakukan pengukuran kualitas air dengan water quality checker (WQC) multi parameter
BROL
2. Frida Sidik Mengambil titik koordinat dengan GPS dan mencatat hasil pengukuran kualitas air dengan water quality checker (WQC) multi paramter
BROL
3. Nadya Christa Mahdalena Melakukan pengukuran aliran permukaan air dengan flowmeter dan mendokumentasikan kegiatan
BROL
4. I Nyoman Surana Mengambil sampel air dan plankton
BROL
5. Jonathan Adi Wijaya Mengambil sampel air dan plankton
BROL
5.1.4 Laboratorium Observasi Oseanografi dan Pemodelan
Perkembangan dan kemajuan suatu unit kerja dapat diukur dari perkembangan kinerja dan hasil kegiatan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. Sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan NOMOR.PER.34/MEN/2011, tugas pokok dan fungsi
37
Seksi Pelayanan Teknis BROL adalah melakukan pelaksanaan kerjasama penelitian dan observasi serta diseminasi, komunikasi, publikasi dan dokumentasi hasil penelitian dan observasi strategis di bidang kelautan.Layanan Laboratorium Observasi dan Pemodelan Laut BROL meliputi operasionalisasi peralatan survei dan observasi laut, terutama variabel fisik, serta dokumentasi dan publikasi data kondisi laut baik yang bersumber dari stasiun observasi maupun prediksi model. Di tahun 2017 stasiun observasi laut yang beroperasi sebanyak 10 unit dengan lokasi stasiun adalah sebagai berikut (Gambar 34):
a) Perairan Selat Bali, Bali b) Perairan Ende, NTT c) Perairan Kupang, NTT d) Perairan Bacan, Maluku
e) Perairan Pulau Makian, Maluku f) Perairan Ternate, Maluku
g) Perairan Bunta, Sulawesi Tengah h) Perairan Sigenti, Sulawesi Tengah i) Perairan Bolang Uki, Sulawesi Utara j) Perairan Kema, Sulawesi Utara
Gambar 34. Titik penempatan stasiun observasi laut
Sampai dengan bulan Desember tahun 2017, jumlah stasiun observasi laut yang beroperasi sebanyak 5 unit dengan lokasi stasiun meliputi, Perairan Selat Bali, Bali; Perairan Ende, NTT; Peraiaran Kupang, NTT; Perairan Bunta, Sulawesi Tengah dan Perairan Sigenti, Sulawesi Tengah. Variabel yang diukur pada stasiun observasi laut adalah suhu, konduktivitas, kandungan oksigen dan konsentrasi klorofil. Pengukuran dilakukan pada lapisan permukaan dengan kedalaman sensor sekitar 5 m.
Kegiatan yang dilakukan pada bulan Desember :
a. Melakukan monitoring dan pengolahan data yang bersumber dari sistem alat observasi laut (sistem buoy permukaan) di 5 lokasi yaitu:
- Buoy 01: Perairan Selat Bali, Bali
- Buoy 02: Perairan Ende, NTT
- Buoy 03: Perairan Kupang, NTT
- Buoy 07: Perairan Bunta, Sulawesi Tengah
- Buoy 08: Perairan Sigenti, Sulawesi Tengah
Sampai bulan ini dilakukan Inventarisasi sarana dan prasarana penunjang kegiatan litbang dilakukan untuk mengetahui jumlah dan kondisi peralatan yang ada di BROL. Sarana dan prasarana dimaksud berupa peralatan dan perlengkapan survei dan monitoring kondisi fisik perairan yang dalam penggunaannya dioperasikan oleh Lab Observasi dan Pemodelan Laut. Peralatan dan perlengkapan yang berada dalam kondisi baik diharapkan dapat membantu kelancaran kegiatan suatu penelitian.
Monitoring dan dokumentasi data yang bersumber dari stasiun observasi laut diperlukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pengukuran dan menyediakan data yang siap digunakan lebih lanjut. Pengolahan data awal dilakukan dengan menyaring (filtering) data dengan nilai yang berada di luar batas kewajaran (tresshold). Data yang telah melalui tahap penyaringan kemudian didokumentasikan untuk keperluan lebih lanjut. Sampai saat ini telah terdokumentasikan hasil dari pengukuran stasiun observasi laut di 5 lokasi (Tabel 13).