• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Kegiatan Bulanan 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Kegiatan Bulanan 2017"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas Karunia dan Rahmat-Nya kegiatan Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Juli 2017 dapat terlaksana dan tersusun dengan baik.

Laporan rutin bulanan ini berisi capaian kinerja dan anggaran Balai Riset dan Observasi

Laut yang merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada stakeholders sesuai dengan

Instruksi Peraturan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan nomor 27.2/BALITBANG KP/2011.

Dalam dokumen ini melaporkan pelaksanaan kegiatan riset dan manajerial serta kerjasama dalam bidang kelautan dan perikanan BROL pada bulan Juni, nantinya hasil penyusunan laporan dan evaluasi ini dapat dijadikan dasar dalam perbaikan perencanaan kegiatan pada bulan mendatang untuk mencapai visi dan misi BROL.

Kami berharap agar laporan bulanan ini dapat memenuhi harapan sebagai media

pertanggung jawaban kepada stakeholders dan pemicu peningkatan kinerja organisasi Balai

Riset dan Observasi Laut.

Jembrana, Juli 2017

(3)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ... III DAFTAR GAMBAR ... IV DAFTAR TABEL ... V

RINGKASAN ... 1

BAB I. LAYANAN PERKANTORAN ... 3

BAB II. DOKUMEN DUKUNGAN MANAJERIAL ... 4

2.1TATA OPERASIONAL ... 4

2.1.1 Penyusunan, Perencanaan Program Dan Anggaran ... 4

2.1.2 Manajemen Monitoring Dan Evaluasi Riset Kelautan... 5

2.2.PELAYANAN TEKNIS ... 6

2.2.1 Pengembangan Kerjasama Riset Kelautan ... 6

2.3TATA USAHA ... 9

2.3.1 Manajemen Kepegawaian Riset Kelautan ... 9

2.3.2 Manajemen Keuangan Dan Tata Usaha Riset Kelautan ... 9

BAB III. SARANA DAN PRASARANA ... 11

3.1.PENGADAAN DATA RADAR ... 11

3.2.PENGADAAN PERANGKAT OPERASIONAL PERKANTORAN PENDUKUNG RISET KELAUTAN . 11 3.2INFRASTRUCTURE DEVELOPMENT OF SPACE OCEANOGRAPHY (INDESO) ... 12

BAB IV. ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI ... 13

SISTEM INFORMASI SPASIAL UNTUK DAERAH PENANGKAPAN IKAN DAN PERUBAHAN LINGKUNGAN PADA EKOSISTEM PESISIR ... 13

BAB V. LAYANAN IPTEK ... 15

5.1LABORATORIUM RISET KELAUTAN ... 15

5.1.1 Laboratorium Kualitas Perairan ... 15

5.1.2 Peningkatan Layanan Laboratorium Penginderaan Jauh Laut ... 16

5.1.3 Operasional Laboratorium Alam ... 19

5.1.4 Laboratorium Observasi Oseanografi dan Pemodelan... 22

5.2INFRASTRUCTURE DEVELOPMENT OF SPACE OCEANOGRAPHY (INDESO) ... 28

BAB VI. PERMASALAHAN DAN TINDAK LANJUT ... 30

(4)

DAFTAR GAMBAR

1. Diagram realisasi anggaran lama dan fisik sampai bulan Juli 2017 ... 1

2. Grafik realisasi capaian Januari - Juli 2017 ... 2

3. Dokumentasi kegiatan penginderaan jauh laut bulan Juli 2017 ... 19

4. Titik lokasi kegiatan survey ... 20

5. Pengambilan titik koordinat dengan GPS (atas-kiri); Briefing tim sebelum berangkan survei (atas-kanan); Tim survei di lapangan menuju stasiun pengukuran (bawah)... 21

6. Titik penempatan stasiun observasi laut ... 22

7. Grafik hasil pemantauan stasiun Perairan Selat Bali, Bali... 24

8. Grafik hasil pemantauan stasiun Perairan Ende, NTT ... 25

9. Grafik hasil pemantauan stasiun Perairan Kupang, NTT ... 26

10. Grafik hasil pemantauan stasiun perairan Bunta, Sulawesi Tengah ... 27

(5)

DAFTAR TABEL

1. Realisasi anggaran berdasarkan DIPA lama sesuai sumber dana dan jenis belanja

satker BPOL bulan Juli... 1

2. Anggaran berdasarkan DIPA baru sesuai sumber dana dan jenis belanja satker BROL bulan Agustus – Desember 2017 ... 2

3. Realisasi anggaran pada output layanan perkantoran berdasarkan DIPA lama ... 3

4. Anggaran berdasarkan DIPA baru pada output layanan perkantoran ... 3

5. Realisasi anggaran pada bidang program berdasarkan DIPA lama ... 4

6. Anggaran pada bidang program berdasarkan DIPA baru ... 5

7. Realisasi anggaran pada bidang pelayanan teknis berdasarkan DIPA lama ... 6

8. Anggaran pada bidang pelayanan teknis berdasarkan DIPA baru ... 6

9. Realisasi anggaran pada bidang tata usaha berdasarkan DIPA lama ... 9

10. Anggaran pada bidang tata usaha berdasarkan DIPA baru ... 9

11. Realisasi anggaran pada bidang sarana dan prasarana berdasarkan DIPA lama ... 11

12. Anggaran berdasarkan DIPA baru pada bidang sarana dan prasarana ... 11

13. Realisasi anggaran pada kegiatan riset berdasarkan DIPA lama ... 14

14. Anggaran pada kegiatan riset berdasarkan DIPA baru ... 14

15. Realisasi anggaran pada kegiatan layanan IPTEK ... 15

16. Anggaran pada kegiatan layanan IPTEK berdasarkan DIPA baru ... 15

17. Personil yang terlibat dalam Survei 19 Juli 2017 ... 21

18. Hasil monitoring kegiatan alat observasi laut (BUOY) ... 23

(6)

bulan Januari – Juli 2017, sedangkan pagu anggaran baru (DIPA baru) berlaku antara

bulan Agustus – Desember 2017. Pada laporan bulan Juli ini, data yang digunakan

mengacu pada anggaran lama (DIPA lama). Realisasi anggaran pada bulan Juli sebesar Rp. 359.868.385,- atau sekitar 1,37% dari total pagu anggaran lama. Untuk rincian serapan

per sumber dana pada bulan Juli terlihat pada Tabel 1, sedangkan rincian anggaran baru

dapat dilihat pada Tabel 2. Diagram dan grafik penyerapan dari bulan Januari – Juli dapat

dilihat pada Gambar 1 dan Gambar 2.

Tabel 1. Realisasi anggaran berdasarkan DIPA lama sesuai sumber dana dan jenis belanja satker BPOL bulan Juli

Ket Rupiah Murni (RM) Rp PHLN Rp PNBP Rp

51 52 53 53 52 Pagu 2.153.475.000 2.014.168.000 71.300.000 22.060.000.000 0 Target 304.869.000 55.000.000 0 0 0 Realisasi 304.868.385 55.000.000 0 0 0 % 14,16 2,73 0 0 0 Total Pagu 4.167.643.000 22.060.000.000 0 Total Realisasi 359.868.385 (1,37%)

Gambar 1. Diagramrealisasi anggaran lama dan fisik sampai bulan Juli 2017

Gambar 2 memperlihatkan grafik target dan realisasi tiap bulan selama bulan Januari –

Juli 2017. Terlihat bahwa konsistensi antara rencana penarikan anggaran (RPA) dengan realisasi mendekati 100%.

99.39%

0.61%

Capaian Anggaran Lama Sampai Bulan Juli

Realisasi Anggaran Sisa Anggaran

50.55% 49.45%

Capaian Fisik Sampai Bulan Juli

(7)

Gambar 2. Grafik realisasi capaian Januari - Juli 2017

Alokasi DIPA baru sesuai dengan sumber dana dan jenis belanja pada bulan Agustus –

Desember 2017 disajikan pada tabel 2.

Tabel 2. Anggaran berdasarkan DIPA baru sesuai sumber dana dan jenis belanja satker BROL bulan Agustus – Desember 2017

Ket Rupiah Murni (RM) Rp PHLN Rp PNBP Rp

51 52 53 53 52 Pagu 5.890.857.000 6.643.498.000 2.524.023.000 - 46.282.000 Target - - - - - Realisasi - - - - - % - - - - - Total Pagu 15.058.378.000 - 46.282.000 Total Realisasi - -

Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Target 252,926,838 827,150,528 744,664,566 652,350,721 442,749,558 22,750,971,284 359,868,385 Realisasi 252,926,838 827,143,261 804,108,615 675,416,171 454,604,442 22,764,192,284 359,868,385 - 5,000,000,000 10,000,000,000 15,000,000,000 20,000,000,000 25,000,000,000

(8)

BAB I. LAYANAN PERKANTORAN

Layanan perkantoran merupakan kegiatan rutin yang bersifat tetap untuk mendukung operasional kantor. Dalam pelaksanaannya kegiatan layanan perkantoran anggarannya dibebankan kepada anggaran tahun berjalan, kegiatan layanan perkantoran meliputi

1. Pembayaran gaji dan tunjangan;

2. pembayaran biaya operasional (listrik, air, internet dll); 3. Pemeliharaan kantor;

4. Pemeliharaan Kendaraan Operasional.

Perkembangan pelaksanaan anggaran pada kegiatan layanan perkantoran bulan Juli sebesar Rp. 359.868.385,- dari pagu anggaran sebesar Rp. 3.872.494.000,-. Realisasi

anggaran selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3, sedangkan anggaran berdasarkan

DIPA baru dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 3. Realisasi anggaran pada output layanan perkantoran berdasarkan DIPA lama

Uraian Pagu

(Rp.)

Realisasi (Rp.)

Bulan Ini Total Penyerapan %

Pembayaran Gaji dan

Tunjangan 2.153.475.000 304.868.385 2.017.343.695 93,68 Operasional dan

Pemeliharaan kantor 1.719.019.000 55.000.000 1.694.477.298 98,57

Jumlah 3.872.494.000 359.868.385 3.711.820.993 95,85

Tabel 4. Anggaran berdasarkan DIPA baru pada output layanan perkantoran

Uraian Pagu

(Rp.)

Realisasi (Rp.)

Bulan Ini Total Penyerapan %

Pembayaran Gaji dan

Tunjangan 5.890.875.000 - - -

Operasional dan

Pemeliharaan kantor 5.677.102.000 - - -

Jumlah 11.567.977.000 - - -

Hasil yang telah dicapai pada bulan Juli telah dilakukan pembayaran Gaji dan tunjangan pegawai, operasional perkantoran dan pemeliharaan kantor harian berikut keterangan kegiatan layanan perkantoran yang telah dilakukan :

Manajemen Tata Usaha, BMN dan Layanan perkantoran

1. Pembayaran gaji kepada pegawai PNS;

2. Rekon Internal keuangan, BMN, dan persediaan, rekon laporan keuangan bulan Juli 2017 dengan KPPN Singaraja;

3. Inventarisasi internal atas BMN yang masih status KDP terutama dalam kegiatan INDESO;

4. Pemeliharaan inventaris perkantoran BROL, seperti AC Split, PC dan Printer; 5. Perawatan kendaraan bermotor BROL dan cek berkala pada kendaraan bermotor

BROL.

Rencana kegiatan bulan depan :

(9)

BAB II. DOKUMEN DUKUNGAN MANAJERIAL

Dalam pelaksananan kegiatan di Balai Riset dan Observasi Laut dibutuhkan dukungan manajerial. Adanya beberapa perubahan untuk tahun anggaran 2017 dibandingkan tahun sebelumnya adalah bahwa perjalanan dinas manajerial dipusatkan pada pagu anggaran yang ada di Kasubag Tata Usaha. Sehingga pagu di manajerial lain hanya terkait dengan anggaran di luar perjalanan dinas.

Dalam struktural manajerial BROL terdiri dari : a). Seksi Tata Operasional

b). Seksi Pelayanan Teknis c). Subbagian Tata Usaha

Seksi tata operasional sebagaimana yang dimaksud diatas mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana program dan anggaran, pemantauan dan evaluasi serta pelaporan. Seksi pelayanan teknis sebagaimana yang dimaksud di atas mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis, jasa, informasi, komunikasi, diseminasi, publikasi, kerjasama, dan pengelolaan prasarana dansarana penelitian dan observasi, serta perpustakaan.

Subbagian tata usaha sebagaimana yang dimaksud di atas mempunyai tugas melakukan urusan keuangan persuratan kearsipan, kepegawaian dan rumah tangga dan perlengkapan, serta tata laksana.

Berikut adalah uraian pelaksanaan kegiatan bulan Juli 2017 pada masing-masing tim

manajerial.

2.1 Tata Operasional

2.1.1 Penyusunan, Perencanaan Program Dan Anggaran

Perkembangan pelaksanaan anggaran kegiatan lingkup program pada bulan Juli sebesar Rp. 0, - dari pagu anggaran Rp 0, -, hal ini disebabkan karena pada data anggaran lama tidak memiliki anggaran untuk pelaksanaan anggaran kegiatan lingkup program. Realisasi

anggaran selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 5, sedangkan anggaran berdasarkan

DIPA baru dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 5. Realisasi anggaran pada bidang program berdasarkan DIPA lama

Uraian Pagu

(Rp.)

Realisasi (Rp.)

Bulan Ini Total

Penyerapan %

Manajemen Perencanaan Program dan Anggaran Riset Kelautan

- - - -

(10)

Tabel 6. Anggaran pada bidang program berdasarkan DIPA baru

Uraian Pagu

(Rp.)

Realisasi (Rp.)

Bulan Ini Total

Penyerapan %

Manajemen Perencanaan Program dan Anggaran Riset Kelautan

4.000.000 - - -

Jumlah 4.000.000 - - -

Kebutuhan anggaran untuk mendukung program kerja yang terbatas diperlukan skala prioritas kegiatan yang dapat mendukung kebijakan Kementerian Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan dari kegiatan ini adalah tersedianya rencana program dan anggaran yang baik sesuai dengan arah kebijakan dibidang kelautan, sedangkan resiko yang dapat menghambat pencapaian sasaran adalah jika terjadi perubahan kebijakan. Agar diperoleh dokumen Program dan Rencana Kerja yang baik, perlu dilakukan identifikasi kebutuhan terkait sumberdaya laut dan pesisir yang menyeluruh dan sesuai dengan tugas dan fungsi BROL. Penyusunan Program dan Rencana Kerja harus dapat memenuhi kebutuhan BROL sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Kegiatan yang dilakukan pada bulan ini adalah :

1. Disahkannya revisi anggaran ke-2 oleh Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) 2. Dilaksanakan rapat koordinasi persiapan pembahasan untuk anggaran tahun

2018

3. Dilaksanakan revisi anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) tahun 2017

Capaian kegiatan pada bulan ini adalah telah dilaksanakan nya

a. Perubahan revisi anggaran dilaksanakan pemisahan Pagu Anggaran Satker yang awal mulanya Balai Penelitian Observasi Laut menjadi Balai Riset Observasi Laut.

b. Perubahan yang dilaksanakan yaitu perubahan Satker yang semula dengan nomor 452935 menjadi 403818.

c. Telah disampaikannya revisi APBN-P 2017 ke Direktorar Jenderal Anggaran (DJA).

Rencana kegiatan bulan berikutnya :

Pembahasan rencana kegiatan penyusunan program dan anggaran kegiatan tahun 2018.

2.1.2 Manajemen Monitoring Dan Evaluasi Riset Kelautan

Monitoring dan evaluasi sangat berperan dalam upaya meningkatkan kualitas operasional suatu kegiatan dan berkontribusi penting dalam memandu pembuat kebijakan diseluruh strata organisasi. Kegiatan monev dapat memberi gambaran tentang bagaimana kualitas operasional kegiatan baik kekuatan dan kelemahan yang ada, efektivitas biaya dan arah produktif potensial masa depan akan tercapai apabila disusun, didesain dan dilakukan analisa yang tepat dan akurat. Pelaksanaan anggaran kegiatan lingkup Monitoring dan Evaluasi pada bulan Juli sebesar Rp. 0,- dari total pagu anggaran Rp 0,-, sama dengan penyusunan, perencanaan program dan anggaran, manajemen monitoring dan evaluasi

(11)

Pada bulan Juli ini telah dilaksanakannya beberapa kegiatan rutin dan laporan tidak terjadwal diantaranya :

1. Penyusunan laporan mingguan; 2. Penyusunan laporan Bulanan; 3. Penyusunan laporan Kinerja;

4. Telah dilakukan penyesuaian aplikasi Monev anggaran dan SIPMONEV; Capaian kegiatan pada bulan ini :

1. Telah dilaksanakannya penyesuaian realisasi anggaran satker dalam aplikasi MONEV (monev Anggaran, Sipmonev dan Dashboard BRSDMKP);

2. Telah dilakukan penyusunan laporan Triwulan II dan Digest Triwulan II;

3.

Telah disampaikan laporan kegiatan Triwulan dan Digest Triwulan II BROL

kepada monev BRSDMKP dan Pusriskel.

Rencana kegiatan bulan berikutnya :

Rekonsiliasi atau penerapan e-government lingkup BRSDMKP, serta untuk

meningkatkan penginputan data pada aplikasi e-monev BAPPENAS, e-monev DJA, dan dashboard BRSDMKP, rencana kegiatan akan dilaksanakan pada minggu awal Agustus.

2.2.

Pelayanan Teknis

Perkembangan pelaksanaan anggaran kegiatan lingkup pelayanan teknis sampai bulan Juni adalah sebesar Rp. 0,- dari pagu anggaran sebesar Rp. 0,-. Perkembangan pelaksanaan anggaran kegiatan lingkup pelayanan teknis tidak memiliki anggaran pada

pagu anggaran yang lama. Realisasi anggaran selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 7,

sedangkan anggaran berdasarkan DIPA baru dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 7. Realisasi anggaran pada bidang pelayanan teknis berdasarkan DIPA lama

Uraian Pagu

(Rp.)

Realisasi (Rp.)

Bulan Ini Total

Penyerapan %

Manajemen Kerjasama Riset

Kelautan - - - -

Jumlah - - - -

Tabel 8. Anggaran pada bidang pelayanan teknis berdasarkan DIPA baru

Uraian Pagu

(Rp.)

Realisasi (Rp.)

Bulan Ini Total

Penyerapan %

Manajemen Kerjasama Riset

Kelautan 9.600.000 - - -

Jumlah 9.600.000 - - -

2.2.1 Pengembangan Kerjasama Riset Kelautan

Balai Riset dan Observasi Laut merupakan suatu lembaga yang telah banyak menghasilkan kegiatan maupun penelitian penelitian di bidang kelautan dan observasi kelautan. Hasil penelitian dan observasi tersebut sangat berguna bagi seluruh pihak

yang berkepentingan dibidang kelautan (stakeholders). Berbagai koordinasi telah

dilaksanakan untuk meningkatkan jumlah perjanjian kerjasama, baik dalam bentuk kunjungan ke instansi dalam rangka promosi BROL dan undangan presentasi pada acara

(12)

diskusi. Salah satunya adalah memfasilitasi kunjungan tamu dan bimbingan kemahasiswaan yang melakukan penelitian di BROL. Dengan diadakannya kegiatan tersebut, diharapkan keberadaan Balai Riset dan Observasi Laut lebih dikenal dan hasil-hasil risetnya dapat dipergunakan semaksimal mungkin untuk kepentingan masyarakat. Pada Bulan Juli telah dilakukan beberapa kegiatan diantaranya :

1. Kepala BROL mendapat tugas untuk mewakili Kepala BRSDM KP sebagai Keynote Speaker dengan membawakan tema tentang: "Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan berbasis Satelit Penginderaan Jauh". Seminar ini dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2017 yang diikuti sekitar 300 peserta yang terbagi dalam empat aspek yaitu (1) Aspek Sosial, Ekonomi dan Budaya, Hukum dan Kelembagaan, meliputi kajian: Kebijakan Kelautan dan Perikanan; Sosial Ekonomi Masyarakat Maritim; Manajemen Kepelabuhan; SDM dan Perilaku Masyarakat; Hukum Laut dan Hukum Maritim; Manajemen Lingkungan Laut; (2) Aspek Teknologi Kelautan dan Perikanan, meliputi kajian: Budidaya Perairan; Bioteknologi Kelautan (perikanan, farmasi/kesehatan); Pengolahan Hasil Perikanan; Penangkapan, Eksplorasi Sumberdaya Kelautan; Industri Perkapalan; Teknik Kelautan (Elektro, Permesinan Kapal, Sistem Informasi, Bangunan Lepas Pantai) serta Oseanografi; (3) Aspek Logistics, meliputi kajian: Multimodal dan Transportasi; dan (4) Aspek Kesehatan, meliputi kajian: Kesehatan penyelaman; Kesehatan lingkungan Masyarakat Pesisir; Psikologi pekerja di laut; Kesehatan lingkungan kapal. Seluruh materi yang dipaparkan pada seminar ini akan dipublikasi dalam bentuk prosiding.

Diskusi informal juga telah dilakukan dengan Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Universitas Hang Tuah (UHT) terkait kemungkinan adanya kerjasama antara UHT dengan BROL dalam bidang oseanografi. Sebelumnya UHT telah memiliki paying kerjasama dengan KKP.

2. Layanan Informasi dan Teknologi a) Upload 2 berita.

3. Layanan Kemahasiswaan, Penyewaan Alat Survey dan Layanan Publik.

a) Dilaksanakannya persiapan dokumen mutu akresitas ISO/IEC 17025 :2005. Akreditasi ini digunakan untuk penambahan pengajuan parameter analisis di Laboratroium kualitas Perairan. Dokumen mutu terdiri dari dokumen manajemen (Level 1 dan Level 2) dan teknis (Level 3) serta formlir-formulir (level 4).

b) Pelaksanaan kegiatan akreditasi laboratorium kualitas perairan oleh Asessor dari Komite Akreditasi Nasional 20 Juli 2017, dalam akreditasi ini bertujuan untuk digunakan untuk penambahan pengajuan arameter analisis di laboratorium. Parameter tersebut meliputi parameter yang diajukan ulang dan parameter baru untuk sampel air laut dan air limbah.

c) Diterima mahasiswa magang/pkl a.n Rahadian, Yan Adrian dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Finuricha, Prawira Wardhana dari Universitas Brawijaya, Yohana C. Therecia dan Elias Laka Wangge dari Institut Teknologi Nasional.

d) Diterima mahasiswa penelitian/TA/Skripsi a.n. Luqmanul Hakim dan Rosyid Paundra dari Universitas Diponegoro.

e) Sedang melaksanakan magang a.n. Rizha Fahlefi, Dimas Rizki Dwiaji, Erika Yuniar Tyastiti, Reny Ariani dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Nena

(13)

Yunita, Abdullah Ammar, Rizka Amalia, Dara Sarasita, Maghfira, Bernads Daniel, Mutia Lilla dari UB;

f) Menerima peminjaman mess mahasiswa atas nama Erika Yuniar, Reny Ariani, Rizha Fahlefi, Dimas Rizqi, Rahadian Esa dan Yan Adrian dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember;

g) Analisis sampel Air Laut dari PT. Menjangan Mas.

4. Perkembangan Kegiatan Kerja Sama :

a) Pembahasan atau audiensi kegiatan SATREPS di BROL Perancak. peserta yang datang diantaranya Peneliti BROL, FFPRI, Tohoku univ, Hunet ASA, Tokyo Technology.

b) Balai Riset dan Observasi Laut menerima kunjungan tim peneliti Jepang

program Science and Technology Research Partnership for Sustainable

Development (SATREPS) pada tanggal 13 Juli 2017. Pada kunjungan ini, tim SATREPS tertarik dengan fasilitas Laboratorium Riset Kelautan dan Laboratorium Alam yang akan mendukung beberapa topik penelitian di

bidang ekologi dan biogeokimia dan capacity building penelitian.

c) BlueCARES merupakan salah satu project SATREPS dengan fokus penelitian blue carbon untuk pengembangan strategi nasional blue carbon yang akan mendorong konservasi ekosistem pesisir sekaligus memberikan kontribusi pada program mitigasi perubahan iklim. Bersama-sama dengan peneliti Pusat Riset Kelautan BRSDM-KKP, Project BlueCARES akan dilaksanakan pada tahun 2017-2022 di beberapa lokasi termasuk Jawa dan Bali.

d) Inisiasi perpanjangan perjanjian kerja sama dengan ITB dan pembahasan untuk peningkatan hasil-hasil kerjasama yang sedang berjalan.

5. Kegiatan Diseminasi :

a) Dalam Waktu yang bersamaan juga Ka. Balai Menghadiri workshop on Marine Observation and Research Towards Evidence Based Sustainable Ocean Governance. Dalam acara ini beberapa narasumber memaparkan makalah terkait dengan marine observation:

Combination of Marine Scientific Research and Evidenced Based Policy Making in Ocean Policy,

Sustainable Management of Biological Resources, dan

Marine Environment Conservation and Enhancement of Resilience. b) Cetak leaflet mangrove 50 lembar

c) Telah dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2017. Kepala BROL mendapat tugas untuk mewakili Kepala BRSDM KP sebagai Keynote Speaker dengan membawakan tema tentang: " Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan berbasis Satelit Penginderaan Jauh". Paparan yang disampaikan tersebut mengulas tentang pemanfaatan data satelit untuk pemanataun kapal ikan dan tumpahan minyak, potensi daerah penangkapan ikan, kajian stok ikan, ekosisten pesisir meliptui terumbu karang, mangrove dan kawasan estuarine.

Rencana kegiatan bulan berikutnya :

(14)

2.3

Tata Usaha

Perkembangan pelaksanaan realisasi anggaran kegiatan lingkup tata usaha pada bulan Juli sebesar Rp. 59.197.052.- dari pagu anggaran sebesar Rp. 59.199.000. Realisasi

anggaran selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 9, sedangkan anggaran berdasarkan

DIPA baru dapat dilihat pada Tabel 10.

Tabel 9. Realisasi anggaran pada bidang tata usahaberdasarkan DIPA lama

Uraian Pagu

(Rp.)

Realisasi (Rp.)

Bulan Ini Total

Penyerapan %

Manajemen Kepegawaian

Riset Kelautan - - - -

Manajemen Keuangan dan Tata Usaha Riset Kelautan

59.199.000 - 59.197.052 99.99

Jumlah 59.199.000 - 59.197.052 99,99

Tabel 10. Anggaran pada bidang tata usaha berdasarkan DIPA baru

Uraian Pagu

(Rp.)

Realisasi (Rp.)

Bulan Ini Total

Penyerapan %

Manajemen Kepegawaian

Riset Kelautan 63.282.000 - - -

Manajemen Keuangan dan Tata Usaha Riset Kelautan

213.792.000 - - -

Jumlah 277.074.000 - - -

Beberapa capaian kinerja tata usaha yang dilaporkan pada bulan Juli 2017 adalah sebagai berikut:

2.3.1 Manajemen Kepegawaian Riset Kelautan

1. Berlangsung proses assessment pegawai negeri sipil (PNS) di BBPPBL Gondol yang diselenggarakan oleh Biro SDM dan Aparatur.

2. Berkoordinasi dengan Biro SDM dan Aparatur KKP dan BRSDM KP terkait permasalahan kepegawaian.

3. Revisi terhadap beberapa SKP pegawai terkait belum pencatuman angka kredit bagi beberapa pejabat fungsional tertentu.

2.3.2 Manajemen Keuangan Dan Tata Usaha Riset Kelautan

1. Telah dilakukan pembayaran gaji ke-13 kepada pegawai PNS;

2. Rekonsiliasi internal keuangan, BMN dan persediaan, rekon laporan keuangan bulan Juni 2017 dengan KPPN Singaraja;

3. Penyusunan laporan keuangan sebagai bahan rekonsiliasi BRSDMKP di Jakarta yang rencana diselenggarakan tanggal 17-19 Juli 2017;

4. Inventarisasi internal atas BMN yang masih status KDP terutama yang ada dalam kegiatan INDESO;

(15)

6. Pengusulan perubahan nama NPWP satker menjadi Balai Riset dan Observasi Laut dan pelaporan masa pajak Januari s/d Juni 2017;

7. Rekonsiliasi rapat kerja penyusunan laporan keuangan dan BMN semester 1 Tahun Anggaran 2017 pada tanggal 16-19 Juli 2017;

8. Koordinasi dengan KPPN Singaraja untuk semua hal yang terkait dengan administrasi keuanga sehubungan dengan perubahan Nomenklatur di tubuh BRSDM KP;

9. Pengusulan kekurangan gaji pegawai yang telah terbit ABK-nya; 10. Pengusulan UP bulan Juli.

(16)

BAB III. SARANA DAN PRASARANA

Pertumbuhan organisasi pada umumnya akan berimplikasi pada bertambahnya kebutuhan sumber daya manusia beserta sarana dan prasarana pendukungnya, demikian pula yang terjadi pada Balai Riset dan Observasi Laut. Oleh karena itu perlu adanya upaya pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana dengan melakukan beberapa kegiatan pengadaan barang dan jasa yang terdiri dari:

1.

Pengadaan Data Radar.

2.

Pengadaan Perangkat Operasional Perkantoran Pendukung Riset Kelautan.

3.

Infrastructure Development of Space Oceanography (INDESO).

Realisasi anggaran selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 11, sedangkan anggaran

berdasarkan DIPA baru dapat dilihat pada Tabel 12.

Tabel 11. Realisasi anggaran pada bidang sarana dan prasaranaberdasarkan DIPA lama

Uraian Pagu

(Rp.)

Realisasi (Rp.)

Bulan Ini Total

Penyerapan %

Pengadaan data Radar - - - -

Pengadaan Perangkat Operasional Perkantoran Pendukung Riset Kelautan

71.300.000 - 71.298.218 99.99 Infrastructure Development of Space Oceanography (INDESO) 22.060.000.000 - 22,060,000,000 100 Jumlah 22.131.300.000 - 22.131.298.218 99.99

Tabel 12. Anggaran berdasarkanDIPA baru pada bidang sarana dan prasarana

Uraian Pagu

(Rp.)

Realisasi (Rp.)

Bulan Ini Total

Penyerapan %

Pengadaan data Radar 2.519.323.000 - - -

Pengadaan Perangkat Operasional Perkantoran Pendukung Riset Kelautan

4.700.000 - - - Infrastructure Development of Space Oceanography (INDESO) - - - - Jumlah 2.524.023.000 - - -

3.1. Pengadaan data Radar

Pada bulan ini tidak ada laporan yang bisa disampaikan dan masuk ke dalam pagu anggaran baru.

3.2. Pengadaan Perangkat Operasional Perkantoran Pendukung Riset

Kelautan

(17)

3.2

Infrastructure Development of Space Oceanography

(INDESO)

Proses pembayaran telah sampai pada KPPN Khusus Pelaksanaan Hibah Luar Negeri. Setelah terbitnya SP3 maka dapat dilakukan tindak lanjut penyelesaian administrasi.

(18)

BAB IV. ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Pada Tahun 2017 ini kegiatan Ilmu Penelitian yang ada di Balai Riset dan Observasi Laut hanya memiliki satu output kegiatan, hal ini telah disesuaikan dengan arahan pusat untuk memfokuskan kegiatan penelitian dapat membangun kebijakan pemerintahan saat ini yaitu membangun potensi perikanan nasional. Oleh karena itu , saat ini BROL telah mengambil langkah untuk kegiatan penelitian akan dilaksanakan di satu lokasi WPP 573

pesisir Bali dengan judul Penelitian “Sistem Informasi Spasial untuk Daerah

Penangkapan Ikan dan Perubahan Lingkungan pada Ekosistem Pesisir”.

Sistem merupakan sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan system informasi adalah kombinasi dari seluruh komponen dan elemen untuk mendukung manajemen maupun operasi. Komponen data berupa parameter fisika, kimia maupun biologi laut yang diperoleh melalui teknologi penginderaan jauh, permodelan maupun secara in situ sangat diperlukan untuk membangun system infomasi spasial ini.

Komponen utama dalam inputan penyusunan dan produksi peta daerah penangkapan ikan menggunakan data penginderaan jauh dari satelit Aqua/Terra MODIS. Pengunaan citra tersebut sangat rentan terhadap tutupan awan, sehingga dibutuhkan metode penggabungan citra satelit dengan data hasil model oseanografi. Metode alternative untuk perbaikan input data PPDPI adalah metode fusi, yaitu metode dengan menyamakan resolusi spasial dari masing-masing data fusi kemudian merubah data citra satelit pada bagian liputan awan menjadi nilai yang bias digabungkan dengan data model. Sedangkan data hasil model merupakan data yang dihasilkan dari pengambilan data secara langsung di perairan Selat Bali. Selain itu pula, diperlukan peningkatan akurasi PPDPI yang dilakukan dengan metode akustik untuk mendeteksi keberadaan ikan akibat dari perubahan lingkusngn fisik perairan maupun migrasi ikan.

Keberadaan ikan di laut, dipengaruhi oleh keadaan dari tempat bertelur (spawning

ground), daerah asuhan (nursery ground) dan mencari makan (feeding groung). Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya pesisir perlu dilakukan pemantauan berkala untuk keberlangsungan biota laut. Pemantauan zona ekosistem pesisir secara kontinu baik secara in situ, penginderaan jauh dan permodelan merupakan salah satu cara untuk mengetahui perubahan lingkungan yang terjadi sehingga dapat dijadikan sebagai bahan rekomendasi untuk pengambilan keputusan terhadap pengelolaan pesisir untuk tetap lestari.

Kegiatan ini menghasilkan 2 output berupa data dan/atau informasi dan rekomendasi daerah penangkapan ikan dan data dan/atau infromasi dan rekomendasi perubahan lingkungan pada ekosistem pesisir.

Perkembangan pelaksanaan anggaran kegiatan penelitian pada bulan Juli sebesar Rp 0,- dari pagu anggaran sebesar Rp 235.950.000,-. Realisasi anggaran selengkapnya dapat

dilihat pada Tabel 13, sedangkan anggaran berdasarkan DIPA baru dapat dilihat pada

(19)

Tabel 13. Realisasi anggaran pada kegiatan riset berdasarkan DIPA lama

Uraian Pagu

(Rp.)

Realisasi (Rp.)

Bulan Ini Total

Penyerapan %

Sistem Informasi Spasial untuk Daerah Penangkapan Ikan dan Perubahan

Lingkungan pada Ekosistem Pesisir

235.950.000 - 235.943.733 99,99

Jumlah 235.950.000 - 235.943.733 99,99

Tabel 14. Anggaran pada kegiatan riset berdasarkan DIPA baru

Uraian Pagu

(Rp.)

Realisasi (Rp.)

Bulan Ini Total

Penyerapan %

Sistem Informasi Spasial untuk Daerah Penangkapan Ikan dan Perubahan

Lingkungan pada Ekosistem Pesisir

688.824.000 - - -

Jumlah 688.824.000 - - -

Adapun kegiatan penelitian yang telah dilakukan pada bulan Juli ini adalah : a. Pelaksanaan Recovery ADCP di muara Perancak;

b. Pembahasan internal Peneliti terkait produk unggulan BROL; c. Instalasi Komputasi numeric;

d. Diskusi persiapan pelaksanaan survey pada Agustus; e. Pengolahan data satelit himawari dan MUR SST; f. studi literatur;

g. melakukan monev internal; h. menyiapkan publikasi ilmiah;

i. Pembahasan rencana kegiatan survey setelah cutoff selesai;

j. Rapat dengan anggota PPA untuk koordinasi pelaksanaan kegiatan penelitian berdasarkan DIPA baru;

k. Rapat internal team pemodelan oseanografi menyusun rencana survey bulan Agustus;

l. Rapat internal team ORS menyusun track survey hidro akustik;

m. Rapat internal team dinamika pesisir menyusun rencana pengambilan sampel kualitas air laut;

n. Rapat peneliti menyusun rencana percepatan kerja semester 2;

o. Mengolah data hasil survei periodik (menghitung indeks kualitas perairan). Capaian Kinerja yang telah dicapai hingga bulan ini adalah :

a. Data muara Perancak telah didapatkan dari ADCP; b. Produk unggulan BPOL telah terinventarisir;

c. Komputasi numerik telah terinstal;

d. Perencanaan survey selat Bali bulan Agustus telah tersusun; e. Draft publikasi ilmiah telah tersusun;

f. Rencana Percepatan kerja semester 2 telah tersusun; g. Hasil survey periodik indeks kualitas air telah tersusun.

(20)

BAB V. LAYANAN IPTEK

Layanan iptek di BROL dibagi dalam dua kegiatan umum yaitu kegiatan di Laboratorium Riset Kelautan (LRK) dan INDESO. Laboratorium Riset Kelautan didirikan dalam upaya tercapainya pelaksanaan riset strategis dan aplikasi teknologi kelautan secara optimal yang meliputi riset dasar, pengembangan dan aplikasi teknologi kelautan di Indonesia. Selain itu untuk memfasilitasi berbagai kepentingan yang membutuhkan pelayanan jasa laboratorium. Laboratorium Riset Kelautan dilengkapi berbagai fasilitas yang dapat mendukung setiap pengujian yang terdiri dari Laboratorium Kimia, Fisika dan Biologi Kelautan. Pada Tahun 2017 ini LRK BROL terbagi menjadi sub Laboratorium diantaranya:

a) Laboratorium Kualitas Perairan b) Laboratorium Penginderaan Jauh c) Laboratorium Alam

d) Laboratorium Observasi dan Pemodelan Laut

5.1 Laboratorium Riset Kelautan

Perkembangan pelaksanaan anggaran kegiatan pelayanan jasa riset pada bulan Juli adalah sebesar Rp 0,-. dari pagu anggaran Rp 0,- pada anggaran lama. Realisasi

anggaran selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 15, sedangkan anggaran berdasarkan

DIPA baru dapat dilihat pada Tabel 16.

Tabel 15. Realisasi anggaran pada kegiatan layanan IPTEK

Uraian Pagu (Rp.)

Realisasi (Rp.) Bulan Ini Total

Penyerapan %

Pelayanan jasa Riset - - - -

Jumlah - - - -

Tabel 16. Anggaran pada kegiatan layanan IPTEK berdasarkan DIPA baru

Uraian Pagu (Rp.)

Realisasi (Rp.) Bulan Ini Total

Penyerapan %

Pelayanan jasa Riset 8.880.000 - - -

Jumlah 8.880.000 - - -

Beberapa capaian kinerja pelayanan informasi dan teknologi yang dilaporkan pada bulan Juli 2017 adalah sebagai berikut :

5.1.1 Laboratorium Kualitas Perairan

Informasi tentang kondisi sumberdaya kelautan dari tahun ke tahun harus didukung oleh data dan informasi yang akurat agar upaya pengelolaan yang dilakukan lebih efektif. Pengelolaan sumberdaya kelautan tidak terlepas dari peranan penting laboratorium pengujian yang didukung oleh sumberdaya yang kompeten. Laboratorium pengujian sebagai penyedia data primer tentang kualitas sumberdaya kelautan perlu dibina secara

(21)

berkesinambungan dan ditingkatkan kapasitasnya agar dapat memanfaatkan sarana dan prasarana laboratorium secara optimal dan menghasilkan data yang akurat. Oleh karena itu sangat diperlukan laboratorium pengujian kualitas perairan kompeten yang mampu melakukan pengujian parameter kualitas perairan dan mampu menyajikan data pemantauan kualitas perairan dengan benar.

Laboratorium Kualitas Perairan - Laboratorium Riset Kelautan Balai Riset dan Observasi Laut (LKP - LRK BROL) telah berdiri sejak awal 2006. Dalam perjalanannya dari tahun 2006 hingga tahun 2014 ini, LKP telah banyak mengalami kemajuan di bidang pelayanan jasa pengujian, sarana maupun prasarana. Ketersediaan sarana dan prasarana pendukung yang semakin bertambah dari tahun ke tahun merupakan bentuk pemenuhan terhadap permintaan layanan pengujian dengan parameter yang semakin beragam dari pengguna jasa laboratorium. Dengan semakin meningkatnya jumlah pengguna jasa dan permintaan layanan pengujian laboratorium dari tahun ke tahun menjadikan LKP harus mengedepankan pelayanan dan kualitas hasil pengujian.

Dengan telah didirikannya LKP dengan segala sarana dan prasarana yang ada, maka diperlukan sebuah kegiatan operasional laboratorium untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh BROL dan juga melayani para pengguna jasa laboratorium di sekitar lingkungan BROL.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengoperasionalkan laboratorium pengujian melalui kegiatan layanan pengujian dan pengolahan data di Laboratorium Kualitas Perairan -

Laboratorium Riset Kelautan Balai Riset dan Observasi Laut (LKP – LRK BROL) yang

dapat digunakan untuk mendukung kegiatan penelitian. Kegiatan yang telah dilakukan bulan Juli 2017:

1. Survei customer eksternal WWF Lesser Sunda di Kabupaten Manggarai Barat

dalam rangka kegiatan kerjasama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (Balai Riset dan Observasi laut) dengan WWF (18 – 23 Juli 2017)

Diikuti oleh personil LKP: I Nyoman Surana, disertai dengan penyewaan alat WQC

2. Survei Laboratorium Alam wilayah Perancak (26 Juli 2017) Capaian Kinerja :

1. Jumlah sampel kualitas air bulan Juli : 111 sampel, dituangkan dalam 6 Lembar Hasil Pengujian (LHP)

2. Jumlah sampel kualitas air total : 433 sampel

3. Asal Customer internal: Kegiatan Operasional Laboratorium Alam (Perancak)

4. Asal Customer eksternal: WWF Lesser Sunda, PT. Menjangan Mas dan

Yayasan WWF Renon Denpasar

5.1.2Peningkatan Layanan Laboratorium Penginderaan Jauh Laut

Secara garis besar kegiatan mencakup inventarisasi, pengolahan, dan distribusi data satelit oseanografi serta pembuatan PPDPI, agar produksi PPDPI dapat lebih optimal untuk mendukung kegiatan penangkapan ikan bagi nelayan.

Kegiatan yang dilakukan pada bulan ini adalah:

1. Pembuatan PPDPI Nasional, Pelabuhan Perikanan, dan Wilayah Khusus 2. Pembuatan Pelikan Tuna

(22)

Capaian kinerja yang dicapai bulan ini yakni, telah dilakukan pembuatan peta PPDPI Nasional 12 Peta, PPS Belawan 1 Peta, PPS Bitung-Ternate 8 Peta, PPS Cilacap 7 Peta, PPN Ambon 7 Peta, PPN Pelabuhan Ratu 8 Peta, PPN Sungai Liat 2 Peta, PPN Muncar-Pengambengan 14 Peta, PPP Tamperan 10 Peta, PPN Kejawanan 6 Peta, PPN Pemangkat 4 Peta, Laut Sawu 17 Peta, Bali Utara 10 Peta, Selat Lombok (Bali Timur) 10 Peta, Pulau Lombok 7 Peta, Pelikan Cakalang 0 Peta, Pelikan Lemuru 16 Peta, Pelikan tuna 0 Peta. Dokumentasi kegiatan penginderaan jauh laut bulan Juli 2017, selengkapnya

(23)
(24)

Gambar 3. Dokumentasi kegiatan penginderaan jauh laut bulan Juli 2017

5.1.3 Operasional Laboratorium Alam

Sebagai salah satu laboratorium yang menjadi bagian dari laboratorium terpadu LRK, laboratorium alam dikembangkan untuk menunjang kegiatan penelitian dan pengembangan yang diilaksanakan di BROL. Tidak hanya itu, laboratorium ini juga diharapkan dapat menyediakan data dan informasi terkait dengan isu-isu di lingkungan perairan berbasis pada pendekatan ekosistem. Salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh tim Laboratorium Alam BROL adalah survei periodik di Estuari Perancak. Kegiatan ini telah dilakukan mulai Tahun 2015 hingga saat ini (2017), dengan penambahan titik

pengukuran di sepanjang aliran Sungai Perancak – Samblong dan Sungai Ijo Gading).

Estuari Perancak berada di sekitar kantor BROL dan secara geografis berada langsung menghadap ke Selat Bali. Estuari ini mendapat pengaruh dari aktivitas manusia, seperti pertambakan, aktivitas pelabuhan, dan Kegiatan limbah dari pemukiman penduduk. Titik

lokasi kegiatan survei dapat dilihat jelas pada Gambar 4. Monitoring kualitas perairan dan

lingkungan di wilayah ini sangat diperlukan guna mendapatkan data dan informasi time

series, sehingga gambaran perubahan kondisinya dapat diketahui secara

berkesinambungan. Hal ini diperlukan sebagai justifikasi dalam rencana pengelolaan Estuari Perancak dikemudian hari, sebagai bagian dari wilayah yang akan dikembangkan

(25)

menjadi taman pesisir oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana dan juga sebagai penunjang kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Kegiatan yang dilakukan pada bulan Juli diantaranya:

1. Melakukan survei periodik ke-7 pada tanggal 19 Juli 2017;

2. Pengolahan data dan pembuatan peta distribusi spasial parameter kualitas air. Capaian pada bulan Juli diantaranya :

1. Data kualitas perairan dan hidrodinamika hasil pengukuran langsung di sepuluh

stasiun, di sepanjang aliran Sungai Ijo Gading, Sungai Perancak – Samblong,

hingga ke Muara Perancak, untuk periode Juli 2017;

2. Peta distribusi spasial parameter kualitas parameter (WQC Parameters) bulan Juli 2017.

Rencana kegiatan pada bulan Agustus:

1) Melakukan survei periodik ke-8 di Estuari Perancak untuk mewakili kondisi perairan di bulan Agustus 2017 dan pengolahan data;

2) Pembuatan laporan survei periodik dan laporan bulanan;

3) Pembuatan peta distribusi parameter kualitas perairan di stasiun monitoring Estuari Perancak (bulan Agustus);

Hasil pelaksanaan survei periodik Laboratorium Alam bulan Juli :

Data personil yang terlibat dalam survei periodik Laboratorium Alam pada bulan Juli

dapat dilihat pada Tabel 17, sedangkan dokumentasi kegiatan dapat dilihat pada

Gambar 5.

(26)

Tabel 17. Personil yang terlibat dalam Survei 19 Juli 2017

Dokumentasi Kegiatan laboratorium sebagai berikut :

Gambar 5. Pengambilan titik koordinat dengan GPS (atas-kiri); Briefing tim sebelum berangkan survei (atas-kanan); Tim survei di lapangan menuju stasiun pengukuran (bawah)

(27)

5.1.4 Laboratorium Observasi Oseanografi dan Pemodelan

Perkembangan dan kemajuan suatu unit kerja dapat diukur dari perkembangan kinerja dan hasil kegiatan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. Sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan NOMOR.PER.34/MEN/2011, tugas pokok dan fungsi Seksi Pelayanan Teknis BROL adalah melakukan pelaksanaan kerjasama penelitian dan observasi serta diseminasi, komunikasi, publikasi dan dokumentasi hasil penelitian dan observasi strategis di bidang kelautan.

Layanan Laboratorium Observasi dan Pemodelan Laut BROL meliputi operasionalisasi peralatan survei dan observasi laut, terutama variabel fisik, serta dokumentasi dan publikasi data kondisi laut baik yang bersumber dari stasiun observasi maupun prediksi model. Di tahun 2017 stasiun observasi laut yang beroperasi sebanyak 10 unit dengan

lokasi stasiun adalah sebagai berikut (Gambar 6):

a) Perairan Selat Bali, Bali b) Perairan Ende, NTT c) Perairan Kupang, NTT d) Perairan Bacan, Maluku

e) Perairan Pulau Makian, Maluku f) Perairan Ternate, Maluku

g) Perairan Bunta, Sulawesi Tengah h) Perairan Sigenti, Sulawesi Tengah i) Perairan Bolang Uki, Sulawesi Utara j) Perairan Kema, Sulawesi Utara

Gambar 6. Titik penempatan stasiun observasi laut

Sampai dengan bulan Juli tahun 2017, jumlah stasiun observasi laut yang beroperasi sebanyak 5 unit dengan lokasi stasiun meliputi, Perairan Selat Bali, Bali; Perairan Ende, NTT; Peraiaran Kupang, NTT; Perairan Bunta, Sulawesi Tengah dan Perairan Sigenti, Sulawesi Tengah. Variabel yang diukur pada stasiun observasi laut adalah suhu, konduktivitas, kandungan oksigen dan konsentrasi klorofil. Pengukuran dilakukan pada lapisan permukaan dengan kedalaman sensor sekitar 5 m.

Kegiatan yang dilakukan pada bulan Juli:

a. Mempersiapkan sarana dan prasarana untuk kebutuhan survei lapangan dalam kegiatan penelitian di BROL

b. Melakukan monitoring dan pengolahan data yang bersumber dari sistem alat observasi laut (sistem buoy permukaan) di 5 lokasi yaitu:

- Buoy 01: Perairan Selat Bali, Bali

- Buoy 02: Perairan Ende, NTT

- Buoy 03: Perairan Kupang, NTT

- Buoy 07: Perairan Bunta, Sulawesi Tengah

- Buoy 08: Perairan Sigenti, Sulawesi Tengah

Pada bulan ini dilakukan Inventarisasi sarana dan prasarana penunjang kegiatan litbang dilakukan untuk mengetahui jumlah dan kondisi peralatan yang ada di BROL. Sarana dan prasarana dimaksud berupa peralatan dan perlengkapan survei dan monitoring kondisi

(28)

fisik perairan yang dalam penggunaannya dioperasikan oleh Lab Observasi dan Pemodelan Laut. Peralatan dan perlengkapan yang berada dalam kondisi baik diharapkan dapat membantu kelancaran kegiatan suatu penelitian.

Monitoring dan dokumentasi data yang bersumber dari stasiun observasi laut diperlukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pengukuran dan menyediakan data yang siap

digunakan lebih lanjut. Pengolahan data awal dilakukan dengan menyaring (filtering) data

dengan nilai yang berada di luar batas kewajaran (tresshold). Data yang telah melalui tahap penyaringan kemudian didokumentasikan untuk keperluan lebih lanjut. Sampai saat ini telah terdokumentasikan hasil dari pengukuran stasiun observasi laut di 5 lokasi (Tabel 18).

Prosentase data hasil pengamatan buoy dengan kualitas baik.

Periode: 1 – 31 Juli 2017

Tabel 18. Hasil monitoring kegiatan alat observasi laut (BUOY)

No Stasiun Parameter Persentase data bagus

1 Selat Bali Suhu Konduktivitas Klorofil Oksigen terlarut 77.15 % 77.15 % 75.10 % 77.15 % 2 Perairan Ende Suhu Konduktivitas Klorofil Oksigen terlarut 96.44 % 96.44 % 96.24 % 96.44 % 3 Perairan Kupang Suhu Konduktivitas Klorofil Oksigen terlarut 96.47 % 96.47 % 96.37 % 96.47 % 4 Perairan Bunta, Sulteng

Suhu Konduktivitas Klorofil Oksigen terlarut 88.14 % 0.00 % 87.50 % 88.14 % 5 Perairan Sigenti, Sulteng

Suhu Konduktivitas Klorofil Oksigen terlarut 78.73 % 78.73 % 78.16 % 78.73 % Deskripsi:

Perhitungan persentase keberhasilan pemantauan dengan buoy pantai dilakukan dengan memperhatikan jumlah data yang masuk dan data yang diterima dengan kualitas baik. Kriteria data dengan kualitas baik adalah data dengan nilai yang berada didalam batas

kewajaran (tresshold). Batas yang digunakan untuk suhu adalah 25 0C – 34 0C,

konduktivitas 30 mS/cm – 60 mS/cm, klorofil 0 µg/l – 50 µg/l, dan oksigen terlarut 1 ml/l – 12 ml/l.

Persamaan untuk perhitungan persentase data hasil pemantauan:

(29)

Grafik data hasil pemantauan

Plot deret waktu dari suhu, konduktivitas, klorofil, dan kadar oksigen (DO) di 5 stasiun

observasi laut pada bulan Juli tahun 2017 diperlihatkan sebagai berikut (Gambar 7 –

11):

1. Stasiun perairan Selat Bali.

(30)

2. Stasiun perairan Ende, NTT.

Gambar 8. Grafik hasil pemantauan stasiun Perairan Ende, NTT

(31)

Gambar 9. Grafik hasil pemantauan stasiun Perairan Kupang, NTT

(32)

Gambar 10. Grafik hasil pemantauan stasiun perairan Bunta, Sulawesi Tengah

(33)

Gambar 11. Grafik hasil pemantauan stasiun perairan Sigenti, Sulawesi Tengah

Rencana kegiatan pada bulan selanjutnya:

a. Monitoring dan dokumentasi data yang terukur dari alat observasi laut di 5 lokasi;

b. Persiapan penyediaan data untuk operasionalisasi Ocean Forcasting System.

5.2

Infrastructure Development Of Space Oceanography

(INDESO)

Infrastucture Development Of Space Oceanography (INDESO) merupakan sebuah Proyek kerja sama dengan Pemerintah Prancis yang dimiliki oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mempunyaii infrastruktur oseanografi berbasis teknologi satelit dan mulai diimplementasikanpada tahun 2012 dan menjadi inovasi teknologi pertama di Indonesia yang mengadopsi sistem operasional oseanografi.

Sistem ini dikembangkan sebagai wujud konsistensi pemerintah dalam menjami keberlangsungan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan secara lestari dan berkelanjutan. INDESO merupakan program yang didesain untuk memantai kondisi perairan Indonesia termasuk biogeokimia dan ekosistem dengan melibatkan berbagai displin ilmu dalam pengimplementasiannya. INDESO ditujukan juga untuk memperketat pengawasan terhadap aksi pencurian ikan di perairan Indonesia sekaligus melindungi kekayaan biodevitasnya.

Proyek ini mengacu pada pembentukan jaringan pengamatan oseanografi yang nyata, adaptasi pengembangan bentuk dan prediksi dalam sistem pengolahan maupun analisa

sehingga dimungkinkan untuk melakukan pemeliharaan perikanan secara

berkesinambungan oleh nelayan di Indonesia. Proyek INDESO yang berlangsung selama ini mencakup dua kegiatan utama. Pertama, pembangunan infrastruktur ground station/satellite reception dan fasilitas pengolah datanya. Kedua, pengembangan infrastruktur computing untuk pemodelan oseanografi dan hayati laut. Keduanya dibangun di BROL Perancak – Bali, sedangkan sistem basis data sebagai sistem backup (Redundant Database System) dibangun di Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) di Jakarta.

Pada Bulan Juli ini telah dilaksanakan beberapa kegiaan diantaranya :

a. Monitoring sistem INDESO, menanggapi email, respon user, monitoring antena (test pass antena secara rutin);

b. Penambahan user 14 baru pada website INDESO; c. Reproses data radar 4 September 2016;

d. Reproses data radar 22 Oktober 2016; e. Rekap data distribusi data radar;

(34)

f. Update data VMS;

g. Pembuatan SOP INDESO; h. Daily monitoring VMS; i. Update SLEPWLAN; j. Pemeriksaan Itjen; k. Self development; l. Inspeksi MDA;

m. Mengenerate CSR dan Key untuk www-sp;

n. Mempersiapkan data yang diminta Itjen;

o. Setting CCTV viewer;

p. Merapikan warehouse;

q. List barang INDESO (Visio Conference System Stuff) untuk keperluan Itjen; r. Pembuatan laporan RAB dan KAK INDESO;

s. Membuat statistika alat penangkapan ikan di wilayah selatan Arafuru; t. Membuat akses UPN ke ONM master untuk user xx;

u. Troubleshooting Fingertec;

v. Membuat logbook masing – masing operator INDESO, serta mengumulkan logbook personal INDESO dan berkas yang diminta Itjen;

w. Daily Briefing operator INDESO yang dipimpin oleh Chief Radar Ops;

x. Download dan analisa data prediksi pasang surut di teluk Aru periode 2015 – 2016;

y. Perbaikan urinoir toilet pria di gedung ICT; z. Perbaikan pipa ground tank di ruang pompa.

(35)

BAB VI. PERMASALAHAN DAN TINDAK LANJUT

Pelaksanaan kegiatan selama bulan Juli sudah berjalan dengan baik. Namun, di bulan ini untuk permasalahan dan tindak lanjut tentunya masih beberapa ditemukan. Namun, kedepannya diharapkan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan perencanaan yang telah dilakukan. Rincian permasalahan dan

tindak lanjut dijelaskan dalam Tabel 19.

Tabel 19. Permasalahan dan Tindak lanjut

Permasalahan Tindak Lanjut

Keg. Penelitian :

-

-

Monev :

Aplikasi Edalwas, SIPMONEV dan Dashboard Belum ada kemajuan atau update terbaru sehingga pelaksaan monitoring serta pelaporan terkendala efisiensi waktu.

Menunggu pembenahan dan pembaharuan aplikasi dari Monev Eselon I, II dan Datin Pusat.

Laboratorium Kualitas Perairan :

1. Beberapa parameter kimia yang diinginkan

customer belum dapat dilaksanakan LKP-LRK

BROL karena keterbatasan alat instrumentasi dan bahan laboratorium

2. Pengujian parameter Plankton belum bisa ditawarkan kembali kepada customer eksternal karena belum ada pengganti personil LKP-LRK BROL yang memiliki kompetensi pengolahan data dan verifikasi parameter Plankton

1. Pengajuan pengadaan alat laboratorium

2. Kebutuhan personil LKP-LRK BROL yang memahami pengujian biologi / memiliki latar belakang pendidikan Biologi

Laboratorium Penginderaan Jauh Laut : 1. Tutupan awan pada data citra satelit

Laboratorium Observasi Oseanografi dan Modelling :

1. Sensor pada alat observasi laut tidak selalu dalam kondisi baik sehingga data tidak sepenuhnya terukur.

2. Hampir seluruh alat observasi laut berlokasi jauh dari kantor BROL sehingga untuk

keperluan perawatan dan perbaikan tidak dapat dilakukan dengan cepat.

3. Pemasangan buoy pantai sangat beresiko tinggi terhadap pencurian

1. Perawatan rutin terhadap sensor diperlukan.

2. Melakukan kerjasama dengan dinas atau kelompok nelayan yang berada dekat dengan lokasi stasiun observasi untuk keperluan perawatan dan perbaikan ringan 3. Koordinasi lintas sektoral guna

memberikan informasi yang aktual tentang keberadaan buoy pantai tersebut.

Layanan Perkantoran :

Perbaikan dan maintenance gedung operasional Indeso

Segera dilakukan perbaikan dan berkoordinasi dengan tim sarpras

(36)

BAB VII. PENUTUP

Demikian sekiranya yang dapat kami sampaikan dalam laporan kegiatan bulan Juli Tahun Anggaran 2017 yang menggunakan atau mengacu pada DIPA lama, sesuai dengan terbitnya DIPA baru maka acuan DIPA lama sudah ditutup atau sudah tidak digunakan lagi. Dimulai bulan Agustus hingga Desember, acuan sudah menggunakan DIPA baru. Untuk rincian DIPA lama dan DIPA baru disertakan dalam lampiran. Besar harapan kami agar pelaksanaan kegiatan dan anggaran dapat berjalan dengan baik sehingga target capaian kinerja yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan memuaskan. Kami akan selalu berusaha untuk selalu memperbaiki kinerja kami. sehingga dapat mendukung terwujudnya rencana strategis yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

(37)
(38)

LAPORAN PERKEMBANGAN PELAKSANAAN DIPA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

TAHUN ANGGARAN 2017 BULAN : Juli

I. DATA UMUM

1 NAMA SATKER : BALAI RISET DAN OBSERVASI LAUT

2 KODE SATKER : 452935

3 UNIT ORGANISASI PELAKSANA : Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

4 NAMA KUASA PENGGUNA ANGGARAN : Dr. I Nyoman Radiarta, Spi, M.Sc

5 JABATAN KUASA PENGGUNA ANGGARAN : Kepala Balai Riset dan Observasi Laut

6 NAMA BENDAHARA PENGELUARAN : Made Agus Dwipayana, S.E

7 ALAMAT SATKER : JALAN BARU PERANCAK. NEGARA-JEMBRANA-BALI

II. DATA KEUANGAN

1. JUMLAH ANGGARAN DIPA (APBN MURNI) : Rp 4.238.943.000,-

2. PNBP TA Berjalan : Rp 0,-

3 PHLN : Rp 22.060.000.000,-

. JUMLAH SELURUHNYA : Rp 26.298.943.000,-

Jembrana, 31 Juli 2017

Kepala Balai Riset dan Observasi Laut

(39)

LAPORAN PERKEMBANGAN PELAKSANAAN DIPA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

TAHUN ANGGARAN 2017 BULAN : Agustus

I. DATA UMUM

1 NAMA SATKER : BALAI RISET DAN OBSERVASI LAUT

2 KODE SATKER : 403818

3 UNIT ORGANISASI PELAKSANA : Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

4 NAMA KUASA PENGGUNA ANGGARAN : Dr. I Nyoman Radiarta, Spi, M.Sc

5 JABATAN KUASA PENGGUNA ANGGARAN : Kepala Balai Riset dan Observasi Laut

6 NAMA BENDAHARA PENGELUARAN : Made Agus Dwipayana, S.E

7 ALAMAT SATKER : JALAN BARU PERANCAK. NEGARA-JEMBRANA-BALI

II. DATA KEUANGAN

1. JUMLAH ANGGARAN DIPA (APBN MURNI) : Rp 15.058.378.000,-

2. PNBP TA Berjalan : Rp 46.282.000,-

3 PHLN : Rp 0,-

. JUMLAH SELURUHNYA : Rp 15.104.660.000,-

Jembrana, 31 Juli 2017

Kepala Balai Riset dan Observasi Laut

Dr. I Nyoman Radiarta, Spi, M.Sc

(40)

II. REKAPITULASI PERKEMBANGAN PELAKSANAAN DIPA TAHUN 2017 MENURUT PUSAT DAN DAERAH

BULAN : Juli

NAMA SATKER : (452935) BALAI RISET DAN OBSERVASI LAUT [KD]

KODE

PROGRAM/ KEGIATAN/ OUTPUT/ SUB OUTPUT/

KOMPONEN/ SUB

KOMPONEN/ AKUN ANGGARAN BOBOT

REALISASI ANGGARAN REALISASI FISIK Sampai bulan lalu

Sampai bulan ini Sampai bulan

lalu

Sampai bulan ini Target Realisasi Target Realisasi Rp % Rp % Rp % Fisik TTB Fisik TTB

032.11.04

Program Penelitian dan Pengembangan Iptek Kelautan dan Perikanan 26,298,943,000 63.52 25,744,543,144 97.89 26,138,266,574 99.39 26,138,259,996 99.39 19.44 50.55 7,87 50.55 7,87 2373

Penelitian dan Pengembangan Iptek Kewilayahan, Dinamika dan Sumber Daya Laut dan Pesisir 26,298,943,000 63.52 25,778,391,611 98.02 26,138,266,574 99.39 26,138,259,996 99.39 19.44 50.55 7,87 50.55 7,87 2373.001 Informasi dan/atau

Rekomendasi Kebijakan Riset Kelautan 235,950,000 0.57 235,943,733 99.99 235,950,000 100.00 235,943,733 100.00 35.10 35.10 0,46 51.72 0,46 2373.001.001

Data dan/atau Informasi Riset Kelautan 235,950,000 0.57 235,943,733 100.00 235,950,000 100.00 235,943,733 100.00 35.10 35.10 0,46 51.72 0,46 52

Riset Data dan/atau Informasi Daerah Penangkapan Ikan

235,950,000 0.57 235,943,733 99.99 235,950,000 100.00 235,943,733 99.99 35.10 35.10 0,46 51.72 0,46 A

Sistem Informasi Spasial untuk Daerah Penangkapan Ikan dan Perubahan Lingkungan pada Ekosistem Pesisir 235,950,000 0.57 62,429,933 26.46 235,950,000 100.00 235,943,733 100.00 - - - - - 521211 Belanja Bahan 62,431,000 0.15 62,429,933 100.00 62,431,000 100.00 62,429,933 100.00 - - - - -

521213 Honor Output Kegiatan

5,210,000 0.01 5,210,000 100.00 5,210,000 100.00 5,210,000 100.00 - - - - - 521811

Belanja Barang Untuk Persediaan Barang Konsumsi

3,000,000 0.01 2,995,000 99.83 3,000,000 100.00 2,995,000 99.83 - - - - - 522141 Belanja Sewa 130,650,000 0.32 130,650,000 100.00 130,650,000 100.00 130,650,000 100.00 - - - - - 522151 Belanja Jasa Profesi

- 0.00 - 0.00 - 0.00 - 0.00 - - - - -

522191 Belanja jasa Lainnya

- 0.00 - 0.00 - 0.00 - 0.00

524111 Belanja Perjalanan Biasa

34,659,000 0.08 34,658,800 100.00 34,659,000 100.00 34,658,800 100.00 - - - - - 2373.95 Layanan Dukungan Manajemen Eselon I 59,199,000 0.14 - 0.00 59,197,052 100.00 59,197,052 100.00 0.00 52.74 0,03 52.74 0,03 2373.950.001 Layanan Dukungan Manajemen Perencanaan Program dan Anggaran Riset Kelautan - 0.00 - 0.00 - 0.00 - 0.00 0.00 48.15 0.00 48.15 0.00 51 Penyusunan Rencana Program - 0.00 - 0.00 - 0.00 - 0.00 0,00 48.15 0,00 48.15 0,00

(41)

521213 Honor Output Kegiatan - 0.00 - 0,00 - 0,00 - 0.00 - - - - - 522151 Belanja Jasa Profesi

- 0.00 - 0.00 - 0.00 - 0.00 - - - - - 2373.950.002 Layanan Dukungan Manajemen Kerjasama Riset Kelautan - 0.00 - 0.00 - 0.00 - 0.00 0,00 53.85 0,00 53.85 0,00

51 Penjalinan Kerja Sama

- 0.00 - 0.00 - 0.00 - 0.00 0,00 53.85 0,00 53.85 0,00 A tanpa sub komponen

- 0.00 - 0.00 - 0.00 - 0.00 - - - - - 522141 Belanja Sewa - 0.00 - 0.00 - 0.00 - 0.00 - - - - - 2373.950.004 Layanan Dukungan Manajemen Kepegawaian Riset Kelautan - 0.00 - 0.00 - 0.00 - 0.00 0,00 56.76 0,00 56.76 0,00 51 Pengadministrasian Kepegawaian - 0.00 - 0.00 - 0.00 - 0.00 0,00 56.76 0,00 56.76 0,00 A

Pelatihan Kompetensi Laboran dana dari PNBP - 0.00 - 0.00 - 0.00 - 0.00 - - - - -

522191 Belanja Jasa Lainnya *

- 0.00 - 0.00 - 0.00 - 0.00 - - - - - 2373.950.005 Layanan Dukungan Manajemen Keuangan dan Tata Usaha Riset Kelautan

59,199,000 0.14 59,197,052 100.00 59,197,052 100.00 59,197,052 100.00 16,75 58.14 0,11 58.14 0,11

52 Pelayanan Tata Usaha

59,199,000 0.14 59,197,052 100.00 59,197,052 100.00 59,197,052 100.00 16,75 58.14 0,11 58.14 0,11 A Operasional Satuan Kerja

59,199,000 0.14 - 0.00 59,197,052 100.00 59,197,052 100.00 - - - - - 521211 Belanja Bahan - 0.00 - 0.00 - 0.00 - 0.00 - - - - - 521811

Belanja Barang Untuk Persediaan Barang Konsumsi

2,500,000 0.01 2,500,000 100.00 2,500,000 100.00 2,500,000 100.00 - - - - -

522151 Belanja Jasa Profesi

2,000,000 0.00 2,000,000 100.00 2,000,000 100.00 2,000,000 100.00 - - - - -

524111 Belanja Perjalanan Biasa

54,699,000 0.13 54,697,052 100.00 54,697,052 100.00 54,697,052 100.00 - - - - - 524113

Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota - 0.00 - 0.00 - 0.00 - 0.00 - - - - - 524114

Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota

- 0.00 - 0.00 - 0.00 - 0.00 - - - - - 2373.950.008 Layanan Dukungan Manajemen Monitoring dan Evaluasi Riset Kelautan

- 0.00 - 0.00 - 0.00 - 0.00 16,75 41.18 0,11 41.18 0,11 51

Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi - 0.00 - 0.00 - 0.00 - 0.00 16,75 41.18 0,11 41.18 0,11 A tanpa sub komponen

- 0.00 - 0.00 - 0.00 - 0.00 - . - - - 521211 Belanja Bahan - 0.00 - 0.00 - 0.00 - 0.00

521213 Honor Output Kegiatan

- 0.00 - 0.00 - 0.00 - 0.00 - - - - -

Gambar

Gambar  2  memperlihatkan  grafik  target  dan  realisasi  tiap  bulan  selama  bulan  Januari  –  Juli 2017
Tabel 2. Anggaran berdasarkan DIPA baru sesuai sumber dana dan jenis belanja satker BROL  bulan Agustus – Desember 2017
Tabel 4. Anggaran berdasarkan DIPA baru pada output layanan perkantoran
Tabel 5. Realisasi anggaran pada bidang program berdasarkan DIPA lama
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kebutuhan anggaran untuk mendukung program kerja yang terbatas diperlukan skala prioritas kegiatan yang dapat mendukung kebijakan Kementerian Faktor-faktor yang mendukung

Perkembangan dan kemajuan suatu unit kerja dapat diukur dari perkembangan kinerja dan hasil kegiatan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. Sesuai Peraturan Menteri

Sebagai impelementasi tugas dan fungsi BRPSDI dalam mendukung tercapainya IKU Pusat Riset Perikanan (Pusriskan) ataupun Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM KP)

bertujuan secara umum mengawasi pekerjaan konstruksi, dari segi biaya, mutu, dan waktu kegiatan pelaksanaan. Pelaksanaan kegiatan perencanaan dan pengawasan teknis

Perkembangan dan kemajuan suatu unit kerja dapat diukur dari perkembangan kinerja dan hasil kegiatan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. Sesuai Peraturan Menteri

Balai Riset dan Observasi Laut sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari BRSDM KP melakukan kegiatan riset dan observasi sumber daya laut di bidang fisika dan

Monitoring dan evaluasi sangat berperan dalam upaya meningkatkan kualitas operasional suatu kegiatan dan berkontribusi penting dalam memandu pembuat kebijakan diseluruh

Hasil-hasil riset dan observasi tersebut sangat berguna bagi seluruh pihak yang berkepentingan di bidang kelautan (stakeholders). Untuk meningkatkan promosi dan