BWPT kantongi fasilitas utang Rp 1,15 triliun.
INTA membidik pertumbuhan pendapatan 20%.
Kenaikan harga batubara topang kinerja TOBA.
Kapasitas pabrik baru Asahimas bakal naik 40%.
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
I
HSG pada perdagangan awal
pekan kemarin kembali bergerak
fluktuatif dalam rentang konsoli‐
dasi, sempat menguat 25 poin di
penutupan sesi pertama, namun
IHSG akhirnya kembali tutup di teri‐
tori negatif koreksi 28 poin (0,49%)
di 5749,292. Koreksi terutama
dipicu aksi jual atas saham sektor
konsumsi, infrastruktur, perdagan‐
gan, manufaktur, dan tambang.
Sedangkan rebound melanda saham
Astra International Tbk (ASII), saham
sektor semen, dan sebagian per‐
bankan. Pasar merespon negatif
data pertumbuhan ekonomi 2Q17
yang hanya tumbuh 5,01% (yoy)
sama dengan 1Q17 dan di bawah
konsensus ekonom sebesar 5,1%
(yoy).
Pengeluran konsumsi rumah tangga di 2Q17 tumbuh melambat hanya
4,95% (yoy) dibandingkan 2Q16 yang tumbuh 5,04% (yoy). Sedangkan Pengelu‐
ran pemerintah di 2Q17 justru mengalami kontraksi 1,93% (yoy) dibandingkan
2Q16 yang berhasil tumbuh 6,28% (yoy). Kedua sumber pertumbuhan ekonomi
domestik tersebut memberikan kontribusi 64% terhadap PDB, menunjukkan
penurunan kinerja di 2Q17, ketimbang 2Q16. Perdagangan saham kemarin juga
masih ditandai dengan arus kapital keluar. Penjualan bersih asing kemarin men‐
capai Rp347 miliar. Sementara Wall Street tadi malam melanjutkan tren pen‐
guatannya. Indeks DJIA kembali ditutup di level tertinggi baru di 22118,42 atau
menguat 0,12%. Indeks S&P dan Nasdaq masing‐masing menguat 0,16% dan
0,51% di 2480,91 dan 6383,77. Saham sektor teknologi dan barang konsumsi
menguat mengimbangi koreksi di saham sektor energi. Harga minyak mentah
tadi malam di AS koreksi 0,54% di USD49,31/barel.
Melanjutkan perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak ber‐
variasi dalam rentang terbatas di tengah kekhawatiran berlanjutnya arus keluar
dana asing dari pasar saham. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran support
5720 hingga resisten di 5780 berpeluang rebound. Dari domestik, sentimen
positif ditopang data cadangan devisa akhir Juli lalu yang mencatatkan level
tertinggi di USD127,76 miliar naik USD4,67 miliar dibandingkan bulan sebelum‐
nya. Dari pasar Asia, sentimen pasar akan digerakkan data Ekspor‐Impor China
Juli lalu diperkirakan neraca perdagangan China Juli akan mencatatkan surplus
USD45,3 miliar naik dari bulan sebelumnya USD42,2 miliar.
S1 5720 S2 5690 R1 5780 R2 5810
IHSG 5,749.29 Change (28.19) Change (%) (0.49) Change (%/ytd) 8.54Total Value (IDR triliun) 6.312 Total Volume (miliar saham) 6.783 Net Foreign Buy (IDR miliar) (347.000) Up: 127 Down: 343 Unchange: 129 Index Last Chg % DJIA 22118.42 25.61 0.12 S&P 500 2480.91 4.08 0.16 FTSE 100 7531.94 20.23 0.27 CAC 40 5207.89 4.45 0.09 DAX 12257.17 (40.55) (0.33) NIKKEI 225 20037.62 (24.31) (0.12) HANGSENG 27690.36 127.68 0.46 STI 3322.24 (9.07) (0.27) SHENZHEN 1872.29 13.80 0.74 SHANGHAI 3279.46 17.38 0.53 Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 49.30 (0.31) (0.62) CPO (RM/M.T) 2574.00 (34.00) (1.30) Gold (USD/T.oz) 1263.90 (0.10) (0.01) Nikel (USD/M.T 10375.00 0.00 0.00 Timah (USD/M.T) 20700.00 0.00 0.00 Coal (USD/M.T) 89.35 0.25 0.28 Exchange Rates Chg % IDR/USD 13317.00 1.00 0.01 USD/EUR 1.181 0.00 0.14 JPY/USD 110.76 0.06 0.05 IDR/SGD 9783.64 (19.02) (0.19) IDR/AUD 10552.20 (37.70) (0.36) TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 35.05 4668 (0.01) (0.03)
Top Gainers IDR % Chg
NASA‐W 344 ######### 343 NASA 175 69.90 72 MKNT 895 15.50 120
LPGI 5,675 10.20 525 INCF 220 10.00 20
Top Losers IDR % Chg
HDFA 185 (19.60) (45)
SMMA 8,000 (15.30) (1,450)
SKBM 500 (14.50) (85)
INDR 1,010 (13.70) (160)
CNTX 605 (12.30) (85) Top Value IDR % (miliar)
ASII 7,900 1.60 920 B BMRI 13,175 0.80 473 B TLKM 4,670 0.00 471 B BBCA 18,625 0.30 429 B BBRI 14,900 (0.20) 419 B
Top Volume IDR % (juta)
RIMO 320 4.60 899.698 BKSL 114 5.60 689.383 ENRG 133 (8.90) 509.251 IIKP 230 (1.70) 464.946 BUMI 324 (1.80) 447.631
News Update
2
BWPT kantongi fasilitas utang Rp 1,15 triliun. PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) memperoleh pembiayaan kembali (refinancing) bank. Berdasarkan laporan keuangan BWPT, anak usahanya, yakni PT Sawit Sukses Sejahtera mengantongi fasilitas pembiayaan dari Indonesia Eximbank alias Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. Pembiayaan syariah dengan prinsip musyarakah mutanaqisah yang diteken 16 Juni ini bernilai Rp 1,15 triliun. Per akhir Juni, saldo fasilitas ini sebesar Rp 808 miliar. BWPT menggunakan fasilitas ini untuk refinancing aset perkebunan kelapa sawit dan pabrik kelapa sawit PT Sawit Sukses Sejahtera. Jangka waktu fasilitas ini adalah tujuh tahun dengan tingkat margin keuntungan fasilitas ini 10,75% per tahun. Saat ini, BWPT mencatat pinjaman bank sekitar Rp 8 triliun. Melihat porsinya, nilai pinjaman ini mencapai 50% dari total asset perusahaan, yakni Rp 16 triliun. Sementara itu, utang BWPT per 31 Maret 2017 lebih kurang bernilai Rp 240 miliar. Berdasarkan materi public expose marathon BEI Senin (7/8), refinancing ini dilakukan untuk menunjang pemeliharaan dan pengembangan tanaman muda dan tanaman belum menghasilkan. Saat ini, BWPT memiliki 150.000 hektare area tertanam. Separuh atau 50% dari area tersebut dihuni oleh tanaman menghasilkan berumur 4-5 tahun yang tergolong muda. Melihat korelasinya dengan refinancing, kebanyakan pinjaman bank yang didapat BWPT jatuh tempo dalam 6-7 tahun. Maka, selama masa pinjaman tersebut, tanaman menghasilkan yang kini masih berusia 4-5 tahun sudah berkembang ke usia prima yakni umur 10-12 tahun. (Kontan)
INTA membidik pertumbuhan pendapatan 20%. Sepanjang semester pertama 2017, PT Intraco Penta Tbk (INTA) mencatat kenaikan pendapatan usaha sebesar 38,85% dibandingkan periode yang sama tahun 2016. Kenaikan ini didorong penjualan alat berat/konstruksi dan jasa pertambangan. Berdasarkan paparan publik Senin (7/8), INTA mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 1,01 triliun pada akhir Juni 2017. Besar pendapatan ini naik dibandingkan periode sama tahun lalu, yakni Rp 724,54 miliar. "Tahun ini kami menargetkan pertumbuhan pendapatan 20% dari tahun lalu," kata Fred L. Manibog, Direktur Keuangan INTA, Senin (7/8). Sepanjang tahun lalu, INTA mengantongi pendapatan Rp 1,51 triliun. Dengan target pertumbuhan 20%, INTA tahun ini berarti bisa meraup pendapatan Rp 1,81 triliun. INTA bergerak lewat beberapa lini bisnis yakni alat berat/konstruksi, jasa pertambangan, fabrikasi engineering, pembiayaan, dan ketenagalistrikan. Hingga semester I 2017, kenaikan pendapatan usaha INTA masih didorong oleh penjualan alat berat/konstruksi dengan nilai Rp 726,7 miliar dan jasa pertambangan senilai 194,4 miliar. Peningkatan pendapatan ini, menurut Fred juga dipengaruhi oleh peningkatan harga batubara. Imbasnya, permintaan akan alat berat/konstruksi terdorong oleh sektor pertambangan. Meski demikian, INTA masih mencatatkan penurunan laba bersih. Laba bersih Intraco Penta semester pertama tahun ini turun 78% dibanding Juni 2016. Semester I 2017 laba bersih INTA tercatat senilai Rp 9,2 miliar, sedangkan laba bersih di Juni 2016 sebesar Rp 41,2 miliar. (Kontan)
Kenaikan harga batubara topang kinerja TOBA. PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) bisa mencatatkan kenaikan laba pada semester I 2017. TOBA membukukan laba berjalan US$ 14,6 juta pada semester pertama, naik 57% dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 9,3 juta. Sementara penjualan Toba Bara turun 8% dari semester I tahun lalu sebesar US$ 139 juta menjadi US$ 127,9 juta. Iwan Sanyoto, Investor Relations TOBA mengatakan, penjualan semester I 2017 memang turun sejalan dengan jumlah produksi yang juga menurun karena curah hujan yang tinggi. Namun, harga batubara yang baik sejak semester II 2016 membawa TOBA mencatatkan laba. "Laba naik karena purely ASP, harga jual rata-rata, itu naik 26% pada semester I 2017 jika dibandingkan semester I 2016," jelas Iwan. Dengan harga yang naik, EBITDA Toba Bara juga meningkat. Pada enam bulan pertama tahun ini, EBITDA Toba Bara naik 29,1% menjadi US$ 28,4 juta dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 22 juta."EBITDA naik, menurun ke bottom line," imbuhnya. Selain karena harga batubara yang cukup baik sejak separuh kedua tahun lalu, kenaikan laba TOBA juga ditopang oleh strategi penjualan batubara. Iwan bilang, pihaknya telah mengamankan kontrak penjualan semester I 2017 sejak paruh kedua 2016. Kala itu, harga batubara mulai meningkat sehingga laba Toba bisa terangkat. "Kami sudah secure penjualan di awal. Kami mulai secure penjualan di semester 2 2016. Harga Newcastle di paruh pertama 2016 sekitar US$ 50 per ton, mulai second half mulai naik US$ 60 per ton bahkan US$ 100 per ton," jelasnya. Lebih lanjut Iwan bilang TOBA masih menjual batubara ke traders. Sepanjang semester I 2017, penjualan trader mencapai 77,4%. Sementara penjualan ke end user sebesar 26,6%. Iwan memproyeksi penjualan dari end user bisa meningkat di semester II 2017. Dengan begitu penjualan batubara TOBA akan lebih stabil. "Seperti portofolio investasi, kami lakukan diversifikasi penjualan. Ini bukan soal ada yang lebih unggul, namun kalau market bagus atau jelek, ada stabilitas, karena keduanya saling mengisi satu sama lain," imbuhnya. (Kontan)
Kapasitas pabrik baru Asahimas bakal naik 40%. CEO Asahi Glass Co Ltd Takuya Shimamura mengunjungi Kementerian Perindustrian dalam rangka mengabarkan investasi keberlanjutan Asahi Glass di Indonesia. Shimamura mengatakan, Asahi akan tetap fokus investasi untuk sektor kaca dan bahan kimia dasar di indonesia. Lebih lanjut Shimamura mengatakan, Asahi tetap melanjutkan investasi yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir ini. "Terhitung total ekspansi kami dalam 3-4 tahun belakangan ini sudah US$ 1,5 miliar. Pabrik kimia saja makan sekitar US$ 1 miliar," urai Shimamura. Saat ini, anak usahanya, PT Asahi Chemical mulai membangun pembangkit listrik dan pabrik kimia senilai US$ 400 juta-US$ 500 juta. "Kami juga sedang memindahkan pabrik kaca dari Ancol ke Cikampek," kata Shimamura. Presiden Direktur PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) Takeo Takei mengatakan, pemindahan pabrik ini akan berdampak pada penambahan kapasitas produksi AMFG. "Biasanya produksi di Ancol 500 ton per hari. Rencananya 2019 di Cikampek selesai maka pabrik baru tersebut bakal punya kapasitas 700 ton per hari, naik 40%," ungkap Takei. (Kontan)Stock Picks
3RALS 930‐1000.
Harga saham emiten perdagangan ritel, Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), kemarin
berhasil rebound setelah tekanan jual sejak pertengahan Juli lalu tertahan di kisaran support Rp870 hingga
Rp900. Kemarin harga sahamnya tutup di Rp950. Saat ini support bergeser ke Rp930. Pergerakan harganya
kemarin membentuk pola long white candle didahului doji setelah downtrend channel mengindikasikan
sinyal bullish reversal. Target resisten sederhana di Rp960, apabila berhasil break akan menuju resisten di
Rp1000 hingga Rp1020. Total pendapatan perseroan sepanjang 1H17 tumbuh 9,8% mencapai Rp3,5 triliun
dibandingkan 1H16 sebesar Rp3,1 triliun. Pencapaian pendapatan di 1H17 telah mencerminkan 53,7% dari
target pendapatan tahun ini yang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp6,44 triliun atau tumbuh 10% dari
tahun sebelumnya sebesar Rp5,85 triliun. Secara kuartalan, pendapatan perseroan di 2Q17 tumbuh 120%
mencapai Rp2,38 triliun dibandingkan 1Q17 sebesar Rp1,08 triliun. Pendapatan perseroan di 2Q17 juga
tumbuh 15,53% (yoy) dibandingkan 2Q16 sebesar Rp2,06 triliun. Di bottom line, laba bersih sepanjang
1H17 tumbuh 45,16% mencapai Rp368,78 miliar dibandingkan 1H16 sebesar Rp254,06 miliar. Pencapaian
laba bersih di 1H17 telah mencerminkan 82% dari target laba bersih tahun ini sebesar Rp451 miliar atau
tumbuh 10,41% dari tahun sebelumnya Rp408,48 miliar. Ini terutama dipicu marjin bersih yang naik
mencapai 10,64% dibandingkan 1H16 yang hanya 7,94% dan tahun 2016 lalu yang hanya sebesar 7%. Bila
dilihat secara kuartalan, laba bersih 2Q17 tumbuh 49% (yoy) mencapai Rp365,91 miliar dibandingkan 2Q16
yang hanya Rp245,65 miliar. Bila dibandingkan 1Q17, laba bersih di 2Q17 melonjak 126 kali lipat
dibandingkan laba bersih 1Q17 yang hanya Rp2,87 miliar. EPS proyeksi tahun ini sebelumnya diperkirakan
Rp63,55. Pencapaian EPS tahun ini berpeluang di atas perkiraan kami sebelumnya. Harga sahamnya
diperkirakan berpeluang ditransaksikan dengan PE 22x dalam pasar bullish atau mencapai Rp1400. Tahun
ini harga sahamnya tertinggi sempat mencapai Rp1510 (6/2). Dari harga saat ini ada ruang penguatan
47,4% dari harga penutupan kemarin di Rp950. Maintain Buy, SL 860
4
Stock Picks
ASII 7750‐8100.
Harga saham Astra International Tbk (ASII) kemarin berhasil rebound terbatas setelah
tekanan jual sejak 19 Juli lalu tertahan di support di kisaran Rp7750. Kemain harganya tutup di Rp7900.
Rebound ditopang posisi harganya yang berada di area oversold. Peluang penguatan lanjutan akan diuji
dengan kemampuan menembus resisten di Rp8100 dengan resisten berikut di Rp8400. Tekanan jual yang
terjadi sebelumnya terutama dipicu sentimen rilis kinerja 2Q17 yang di bawah perkiraan dan meningkatnya
resiko capital outflow, tercermin dari aksi jual asing di saham ini telah berlangsung beberapa sesi
perdagangan terakhir. Dari sisi kinerja, penjualan neto perseroan di 2Q17 hanya mencapai Rp49,25 triliun
atau hanya naik 0,96% (qoq) dari 1Q17 sebesar Rp48,78 triliun. Periode yang sama di 2016 (2Q16)
penjualan neto naik 10,58% (qoq). Sedangkan laba bersih di 2Q17 mencapai Rp4,27 triliun turun 16% (qoq)
dibandingkan 1Q17 yang mencapai Rp5,09 triliun. Periode yang sama di 2016 (2Q16) laba bersih naik
28,66% (qoq) mencapai Rp4 triliun. Secara tahunan, laba bersih 2Q17 tumbuh 6,64% (yoy) melambat
dibandingkan pertumbuhan laba 1Q17 yang mencapai 63,46% (yoy). Marjin bersih 2Q17 turun menjadi
8,67% dari 1Q17 10,43% namun sedikit naik dari 2Q16 sebesar 8,64%. Sepanjang 1H17 laba bersih tumbuh
31,49% (yoy) mencapai Rp9,36 triliun dari periode yang sama di 2016 sebesar Rp7,12 triliun. Marjin bersih
1H17 sebesar 9,54% lebih tinggi ketimbang 2016 lalu 8,37%. Sedangkan penjualan neto di 1H17 tumbuh
11,14% mencapai Rp98,03 triliun dari Rp88,21 triliun di 1H16. Meskipun kinerja turun di 2Q17, namun
pencapaian penjualan sepanjang 1H17 telah mencerminkan 50,25% dari target tahun ini yang sebelumnya
diperkirakan Rp195,05 triliun atau naik 7,7% dari 2016 sebesar Rp181,08 triliun. Laba bersih sepanjang
1H17 mencapai Rp9,36 triliun naik 31,49% dari 1H16 sebesar Rp7,12 triliun. Pencapaian laba bersih 1H17
telah mencerminkan 50,5% dari target tahun ini yang diperkirakan mencapai Rp18,53 triliun atau naik
22,31% dari 2016 lalu sebesar Rp15,16 triliun. EPS tahun ini diperkirakan Rp457,7. Kami tetap
mempertahankan target harga di Rp9150 dengan PE 20x (E/17). Dari harga saat ini di Rp7900 ada ruang
penguatan 15,8%. Maintain Buy, SL 7600
5
Stock Picks
PTBA 13400‐14000.
Saham emiten batubara, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), kemarin
melanjutkan tren bullish pergerakan harga sahamnya, berhasil tutup di Rp13750 mendekati resisten kuat di
kisaran Rp14000 hingga Rp14200. Secara sektoral, emiten batubara saat ini diuntungkan dengan tren bull‐
ish pergerakan harga batubara dunia yang saat ini di level USD90/MT (4/8). Kinerja emiten batubara di
1H17 umumnya mencatatkan pertumbuhan laba yang kuat termasuk kinerja perseroan. Sebelumnya kami
menargetkan harga sahamnya akhir tahun ini berpeluang menuju Rp14930 dengan PE 12,3x (E/17). EPS
tahun ini dipekrirakan Rp1213,6. Laba bersih tahun ini diperkirakan mencapai Rp2,80 triliun atau tumuh
39,38% dari tahun sebelumnya. Sedangkan pendapatan usaha tahun ini diperkirakan mencapai Rp15,53
triliun atau tumbuh 10,5% dari tahun sebelumnya. Pendapatan usaha perseroan sepanjang 1H17 tumbuh
32,68% mencapai Rp8,9 triliun dibandingkan 1H16 Rp6,7 triliun. Pertumbuhan pendapatan ini ditopang
kenaikan rata‐rata harga jual batubara dan kenaikan volume penjualan batubara. Pencapaian pendapatan
usaha hingga 1H17 telah mencerminkan 57,3% dari target tahun ini. Sedangkan laba bersih di 1H17 tum‐
buh 142,2% (yoy) mencapai Rp1,72 triliun dibandingkan 1H16 Rp711,77 miliar. Marjin bersih di 1H17
melonjak mencapai 19,22% dibandingkan 1H16 10,53%. Pencapaian laba bersih 1H17 telah mencerminkan
61,4% dari target laba tahun ini. Secara technical, level support saat ini bergeser ke Rp13400 dengan resis‐
ten di kisaran Rp14000 hingga Rp14200. Maintain Buy, SL 12700
Selasa, 08 Agustus 2017
S
aham Pilihan
BDMN 5300-5600 Buy, SL 5100
AKRA 6550-6800 TB, SL 6500
MYOR 1780-1860 Buy, SL 1750
DOID 875-940 TB, SL 760
MAPI 6100-6325 TB, SL 5900
ADHI 2000-2150 BoW, SL 1940
GJTL 950-1050 Buy, SL 940
Stock View
6
Selasa, 08 Agustus 2017
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
IHSG
5749.29 5791.63 5833.96 5728.13 5706.96
PERKEBUNAN AALI 15050 15,225.00 15,400.00 14,800.00 14,550.00 13,059,216.00 ‐19.91 393.15 ‐75.27 45.02 BWPT 226 232.67 239.33 218.67 211.33 LSIP 1375 1,405.00 1,435.00 1,355.00 1,335.00 4,189,615.00 ‐11.36 91.36 ‐32.01 18.72 SGRO 2000 2,001.67 2,003.33 1,996.67 1,993.33 SIMP 510 518.33 526.67 503.33 496.67 13,835,444.00 ‐7.53 16.72 ‐68.60 25.18 UNSP 183 188.00 193.00 179.00 175.00PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1850 1,880.00 1,910.00 1,825.00 1,800.00 37,032,346.42 ‐10.48 65.74 ‐5.12 10.50 BORN 50 50.00 50.00 50.00 50.00 BRAU 82 82.00 82.00 82.00 82.00 BUMI 324 331.33 338.67 319.33 314.67 DEWA 50 50.00 50.00 50.00 50.00 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 2420 2,473.33 2,526.67 2,393.33 2,366.67 ITMG 20600 21,033.33 21,466.67 20,258.33 19,916.67 21,925,897.16 ‐9.27 770.46 ‐65.05 8.53 PTBA 13750 13,908.33 14,066.67 13,558.33 13,366.67 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 990 1,000.00 1,010.00 980.00 970.00
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 113 117.67 122.33 107.67 102.33
ELSA 246 248.67 251.33 244.67 243.33 3,775,323.00 ‐10.56 51.43 ‐8.99 7.17
ENRG 133 143.00 153.00 128.00 123.00
ESSA 2660 2,680.00 2,700.00 2,620.00 2,580.00
MEDC 2620 2,663.33 2,706.67 2,593.33 2,566.67
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 650 658.33 666.67 643.33 636.67 10,531,504.80 11.79 ‐151.06 85.85 ‐3.10 INCO 2370 2,440.00 2,510.00 2,320.00 2,270.00 10,894,532.28 ‐15.64 70.11 ‐67.49 26.24 TINS 815 828.33 841.67 803.33 791.67 6,874,192.00 ‐6.74 13.64 ‐84.08 56.09 SEMEN INTP 18275 18,475.00 18,675.00 18,050.00 17,825.00 17,798,055.00 ‐10.99 1,183.48 ‐17.34 17.00 SMCB 805 823.33 841.67 793.33 781.67 9,239,022.00 ‐12.25 22.85 ‐73.80 47.91 SMGR 10575 10,775.00 10,975.00 10,325.00 10,075.00 26,948,004.47 ‐0.14 762.28 ‐18.76 14.07
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 98 98.67 99.33 97.67 97.33 JPRS 137 137.33 137.67 136.33 135.67 KRAS 565 581.67 598.33 556.67 548.33 PAKAN TERNAK CPIN 2790 2,816.67 2,843.33 2,766.67 2,743.33 JPFA 1140 1,180.00 1,220.00 1,115.00 1,090.00 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44
OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 7900 7,975.00 8,050.00 7,800.00 7,700.00 184,196,000.00 ‐8.68 357.28 ‐24.59 20.71
GJTL 960 973.33 986.67 953.33 946.67
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 8275 8,308.33 8,341.67 8,258.33 8,241.67 INDF 8200 8,316.67 8,433.33 8,116.67 8,033.33 MYOR 1800 1,830.00 1,860.00 1,765.00 1,730.00 ROTI 1210 1,225.00 1,240.00 1,200.00 1,190.00 GGRM 69500 71,550.00 73,600.00 68,275.00 67,050.00 INAF 2500 2,533.33 2,566.67 2,453.33 2,406.67 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 3050 3,083.33 3,116.67 3,013.33 2,976.67 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1695 1,751.67 1,808.33 1,666.67 1,638.33
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 232 234.00 236.00 228.00 224.00 ASRI 350 357.33 364.67 345.33 340.67 BKSL 114 116.33 118.67 109.33 104.67 BSDE 1765 1,795.00 1,825.00 1,750.00 1,735.00 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 1235 1,238.33 1,241.67 1,228.33 1,221.67 CTRA 1055 1,071.67 1,088.33 1,041.67 1,028.33 CTRP 690 690.00 690.00 690.00 690.00 CTRS 2710 2,710.00 2,710.00 2,710.00 2,710.00 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 314 315.33 316.67 311.33 308.67 MDLN 270 275.33 280.67 267.33 264.67 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2060 2,130.00 2,200.00 2,010.00 1,960.00 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 71 75.67 80.33 67.67 64.33 PTPP 2990 3,063.33 3,136.67 2,943.33 2,896.67 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 680 695.00 710.00 665.00 650.00 TOTL 760 768.33 776.67 753.33 746.67 WIKA 1980 2,013.33 2,046.67 1,963.33 1,946.67 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02
INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 2120 2,160.00 2,200.00 2,100.00 2,080.00 42,333,969.71 ‐0.16 228.31 ‐38.44 11.61
JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1330 1,336.67 1,343.33 1,321.67 1,313.33 JSMR 5350 5,475.00 5,600.00 5,250.00 5,150.00 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 EXCL 3390 3,463.33 3,536.67 3,353.33 3,316.67 22,876,182.00 ‐2.49 ‐2.97 ‐97.16 ‐1,348.39 ISAT 6200 6,450.00 6,700.00 6,050.00 5,900.00 TLKM 4670 4,713.33 4,756.67 4,643.33 4,616.67 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 344 347.33 350.67 339.33 334.67 52,627,783.53 7.55 40.78 ‐122.73 10.94 MBSS 358 372.67 387.33 344.67 331.33 WINS 276 276.00 276.00 276.00 276.00 1,378,353.91 ‐37.37 ‐19.45 ‐129.08 ‐10.95
KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 865 888.33 911.67 853.33 841.67 BANK BBCA 18625 18,725.00 18,825.00 18,550.00 18,475.00 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 600 601.67 603.33 596.67 593.33 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 7175 7,266.67 7,358.33 7,116.67 7,058.33 36,895,081.00 10.58 486.18 ‐15.91 10.90 BBRI 14900 14,966.67 15,033.33 14,841.67 14,783.33 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 2630 2,666.67 2,703.33 2,596.67 2,563.33 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 5400 5,483.33 5,566.67 5,308.33 5,216.67 22,420,658.00 ‐2.48 249.70 ‐8.09 16.40 BJBR 2250 2,396.67 2,543.33 2,076.67 1,903.33 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 13175 13,250.00 13,325.00 13,075.00 12,975.00 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 1265 1,296.67 1,328.33 1,246.67 1,228.33 22,318,759.00 7.24 17.02 ‐81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 6600 6,633.33 6,666.67 6,558.33 6,516.67 19,764,821.14 ‐12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 290 296.00 302.00 286.00 282.00 UNTR 28700 29,216.67 29,733.33 28,341.67 27,983.33 49,347,479.00 ‐7.14 1,033.07 ‐28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 6275 6,333.33 6,391.67 6,183.33 6,091.67 RALS 950 968.33 986.67 913.33 876.67
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1590 1,613.33 1,636.67 1,578.33 1,566.67
PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 61 62.33 63.67 60.33 59.67
Corporate Action
8
Code
Name
Type
Date
Time
Venue
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk AGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk EGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
SCPI Merck Sharp Dohme
Pharma Tbk. AGM 03/08/2016 00:10:00
MYRX Hanson International Tbk. AGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center MYRX Hanson International Tbk. EGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center GMCW Grahamas Citrawisata Tbk. AGM 27/07/2016 00:09:00 Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman
Kav 58 Jakarta
PTIS Indo Straits Tbk AGM 22/07/2016 00:09:00
Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara
14350, Indonesia
BSSR Baramulti Suksessarana Tbk EGM 22/07/2016 00:10:00 Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 ‐ Jakarta Pusat ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk AGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk EGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
SKYB Skybee Tbk AGM 21/07/2016 00:09:00
WTON Wijaya Karya Beton Tbk EGM 20/07/2016 00:14:00 Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai‐ tan Kav. 9, Jakarta Timur
CTBN Citra Tubindo Tbk. AGM 20/07/2016 00:10:30 Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2, Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam
TRIO Trikomsel Oke Tbk EGM 15/07/2016 00:10:00
LMAS Limas Indonesia Makmur
Tbk AGM 14/07/2016 00:09:30
Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta
12190
BEKS Bank Pundi Indonesia Tbk. EGM 11/07/2016 00:15:00 Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12, Jakarta Selatan
JPFA Japfa Comfeed Indonesia
Tbk. EGM 01/07/2016 00:10:00
HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191, Jakarta 12960
INCO Vale Indonesia Tbk EGM 01/07/2016 00:09:00 Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta MITI Mitra Investindo Tbk. EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo‐ nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52‐53 Jakarta Selatan ‐
12950 NIRO Nirvana Development Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190 NIRO Nirvana Development Tbk EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190
PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00 Hotel Nite & Day Jakarta ‐ Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta Pusat 10150
GREN Evergreen Invesco Tbk AGM 30/06/2016 00:09:00 Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta
ECII Electronic City Indonesia
Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN
TIFA
7
24‐Jun‐16
27‐Jun‐16
21‐Jul‐16
SQBB
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
SQBI
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
DPNS
5
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
GEMA
16
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
MREI
50
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
JTPE
14
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
PEGE
10
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CPIN
29
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
TALF
3
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
12‐Jul‐16
KBLI
7
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
SRTG
32
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
KKGI
20
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CTRP
4
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRS
22
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRA
6
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
IDPR
5
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
30‐Jun‐16
UNVR
424
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
15‐Jul‐16
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.