Laba Dharma Satya Terjun Bebas.
Beban Membengkak, PSKT Merugi Rp 15,17 Miliar.
Multipolar Catat Pendapatan Bersih Rp17,1 Triliun
Bank MNC Catat Kenaikan Laba 107% di Triwulan I.DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
Aksi panic selling kembali marak pada perdagangan saham kemarin. Pemodal asing kembali mengurangi portofolio sahamnya mengindikasikan resiko pasar meningkat. IHSG gagal bertahan di atas level 5200, sempat anjlok 227 poin sebelum akhirnya sedikit membaik di akhir sesi tutup di 5105,563 atau terkoreksi 136,594 poin (2,6%). Ini merupakan posisi terendah IHSG sejak perdagangan 18 Desember 2014 lalu. Pemodal asing mencatatkan nilai penjualan bersih Rp1,7 triliun. Selama pekan ini saja penjualan bersih asing telah mencapai Rp5,7 triliun. Bila dilihat sejak awal tahun pembelian bersih asing hingga kemarin sudah menyusut hingga tinggal Rp12,6 triliun. Pelaku pasar belum melihat insentif positif untuk melakukan pembelian.
Sebaliknya terlihat peningkatan resiko, terutama terkait kinerja emiten 1Q15 yang banyak mengecewakan dan perlambatan pertumbuhan ekonomi 1Q15 yang diperkirakan bisa di bawah 5%. Di sisi lain pasar saham kawasan Asia kemarin juga kurang kondusif menanti hasil pertemuan The Fed. Sementara Wall Street dan pasar saham zoan Euro tadi malam kembali tutup di teritori negatif setelah data ekonomi AS kuartal pertama tahun ini hanya tumbuh 0,2% melambat dari kuartal sebelumnya 2,2%. Pertumbuhan ekonomi AS tersebut juga lebih rendah dari perkiraan ekonom sebelumnya 1%.
Akibat data ekonomi yang mengecewakan tersebut dolar AS kembali anjlok terhadap sejumlah mata uang dunia seperti dengan Euro hingga di level USD1,11/ Euro. Menguatnya euro telah menekan pasar saham di zona Euro. Indeks Eurostoxx kemarin koreksi 2,65%. Sedangkan di Wall Street indeks DJIA dan S&P masing‐masing terkoreksi 0,41% dan 0,37% tutup di 18035,53 dan 2106,85. Terkait hasil The Fed
Meeting, pasar menyambut positif sinyal yang diberikan The Fed yang belum
menentukan waktu kenaikan tingkat bunga karena sangat tergantung dengan data ekonomi yang ada. The Fed kemungkinan tidak akan menaikkan tingkat bunganya tahun ini. Hasil pertemuan The Fed dan perlambatan ekonomi 1Q15 di AS membuat dolar melemah dan harga minyak mentah kembali menguat hingga di USD58,68/ barrel.
Pada perdagangan terakhir di bulan April ini, pergerakan IHSG masih akan berfluktuatif namun diharapkan tekanan jual mulai redah. Sejumlah katalis seperti hasil pertemuan The Fed tadi malam yang cukup positif bagi pasar, kenaikan harga minyak mentah dan peluang penguatan rupiah bisa memicu aksi beli selektif di tengah harga saham sektoral yang sudah relatif murah saat ini. IHSG diperkirakan bergerak volatile dengan support di 5050 dan resisten di 5140.
IHSG : S1 5050 S2 4950 R1 5140 R2 5200
IHSG 5,105.56 Change (136.59) Change (%) (2.61) Change (%/ytd) (2.32)Total Value (IDR triliun) 9.710 Total Volume (miliar saham) 8.313 Net Foreign Buy (IDR miliar) (1,705.000)
Up: 86 Down: 389 Unchange: 77 Index Last Chg % DJIA 18035.53 (74.61) (0.41) S&P 500 2106.85 (7.91) (0.37) FTSE 100 6946.28 (84.25) (1.20) CAC 40 5039.39 (133.99) (2.59) DAX 11432.72 (378.94) (3.21) NIKKEI 225 19755.74 (303.21) (1.51) HANGSENG 28400.34 (42.41) (0.15) STI 3487.15 (7.94) (0.23) SHENZHEN 2254.98 46.42 2.10 SHANGHAI 4476.62 0.41 0.01 Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 58.46 1.58 2.78 CPO (RM/M.T) 2082.00 (11.00) (0.53) Gold (USD/T.oz) 1204.70 (5.70) (0.47) Nikel (USD/M.T 13280.00 (280.00) (2.06) Timah (USD/M.T) 16175.00 130.00 0.81 Coal (USD/M.T) 56.65 0.30 0.53 Exchange Rates Chg % IDR/USD 12940.50 (26.50) (0.20) USD/EUR 1.111 0.02 2.17 JPY/USD 118.94 (0.14) (0.12) IDR/SGD 9807.13 48.72 0.50 IDR/AUD 10378.48 179.93 1.76 TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 42.76 2767 (1.86) (4.17)
Top Gainers IDR % Chg
MGNA‐W 44 37.50 12
BPII 1,875 25.00 375
DVLA 1,740 17.60 260
BSWD 3,800 12.90 435
OKAS 92 12.20 10
Top Losers IDR % Chg
MREI 2,905 (21.60) (800)
PUDP 325 (21.50) (89)
FPNI 78 (14.30) (13)
BLTZ 2,400 (11.10) (300)
NRCA‐W 178 (10.10) (20)
Top Value IDR % (miliar)
BMRI 10,550 (3.20) 1,666 B BBRI 11,625 (2.10) 1,586 B BBCA 13,500 (3.90) 1,564 B ASII 7,100 (3.70) 953 B
TLKM 2,700 (3.20) 874 B
Top Volume IDR % (juta)
CPRO 55 (9.80) 1,051.617
MTFN 260 (3.70) 602.748
PWON 465 (4.90) 437.992
SIAP 240 (7.70) 381.397
News Update
2
Laba Dharma Satya Terjun Bebas. Laba bersih emiten perkebunan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) merosot 61% pada kuartal I/2015, dibanding pencapaian pada tahun sebelumnya. Dalam laporan keuangan perseroan yang dirilis Rabu (29/4/2015), disebutkan bahwa perolehan laba bersih pada awal tahun ini mencapai Rp57,66 miliar, jauh lebih rendah dari tahun lalu yang mencapai Rp149,02 miliar. Penurunan laba tersebut berawal dari turunya pendapatan DSNG sebesar 17,3%, dari Rp1,23 triliun, menjadi Rp1,02 triliuun. Lebih lanjut, laba bruto perseroan turun 20%, menjadi Rp271,97 miliar, dan laba operasi turun 17,8%, menjadi Rp168,68 miliar. Adapun laba per saham dasar juga mengalami penurunan hingga 61,3%, dari Rp70,3 menjadi Rp27,2. Wakil Direktur Utama DSNG Andrianto Oetomo mengatakan penurunan penjualan bersih tersebut disebabkan dampak dari turunnya volume produksi dan penjualan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) perseroan. (Bisnis.com)
Beban Membengkak, PSKT Merugi Rp 15,17 Miliar. PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) mencatat rapor merah di kuartal I-2014. PSKT membukukan rugi bersih Rp 15,17 miliar pada kuartal pertama tahun ini. Padahal, di kuartal I -2014 pengembang dan pengelola hotel bujet ini mencetak laba Rp 92,1 juta. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perseroan, Rabu (29/4), pendapatan PSKT sebenarnya naik hingga 148,7% year on year (yoy) menjadi Rp 19,9 miliar dari sebelumnya Rp 8 miliar. Namun beban langsung perseroan juga naik 133,3% yoy menjadi Rp 5,6 miliar dari sebelumnya Rp 2,4 miliar. Hal ini membuat laba kotor PSKT 155% yoy menjadi Rp 14,3 miliar. Lalu beban umum dan administrasi membengkak empat kali lipat menjadi Rp 23,6 miliar dari sebelumnya Rp 5,5 miliar. Akhirnya, PSKT mencatat rugi operasi sebesar Rp 8,8 miliar. Sementara di periode sama tahun sebelumnya PSKT masih mencatat laba operasi Rp 91,7 juta. Kerugian PSKT semakin besar lantaran perseroan menanggung rugi selisih kurs Rp 39,7 juta dan beban bunga Rp 6,4 miliar. Di kuartal pertama tahun ini, PSKT memiliki kas dan setara kas Rp 12,5 miliar, naik dari sebelumnya Rp 10,9 miliar. Sedangkan jumlah asetnya Rp 550,2 miliar turun dari sebelumnya Rp 555,1 miliar. (Kontan Online)
Multipolar Catat Pendapatan Bersih Rp17,1 Triliun. PT Multipolar Tbk (berkode emiten MLPL) mencatat pendapatan bersih tahun buku 2014, sebesar 17,1 triliun. Angka tersebut, naik sebesar 16 persen dari tahun sebelumnya yang terkumpul Rp14,7 triliun. Sedangkan laba bersih konsolidasi, tercatat Rp2,1 triliun, atau naik signifikan 28 persen dari Rp1,6 triliun pada 2013. Presiden Direktur Multipolar Benjamin Mailool mengatakan, pertumbuhan penjualan perseroan sebagian besar merupakan kontribusi dari PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) melalui anak usaha ritel Hypermart dan Foodmart, Multipolar Technology (MLPT) melalui penjualan perangkat dan jasa TI, serta IMTV melalui satelit Tv berbayar BigTV. ""Segmen ritel masih mendominasi penjualan Multipolar dengan kontribusi sebesar 86 persen, sedangkan segmen teknologi, multimedia, dan telekomunikasi memberikan kontribusi sebesar 11,4 persen, dan sisanya kontribusi bisnis lainnya,"" ujarnya di Jakarta, Selasa, 28 April 2015. Benjamin menjelaskan, untuk segmen ritel, MPPA mencatat penjualan bersih sebesar Rp13,6 triliun, atau naik 14,1 persen dari 2013. Laba bersih sebesar Rp544 miliar, naik 24,5 persen dari tahun sebelumnya. (Kontan Online)"
Bank MNC Catat Kenaikan Laba 107% di Triwulan I. PT Bank MNC Internasional Tbk berhasil membukukan laba sebesar Rp2 miliar di triwulan I-2015. Angka ini naik sekitar 107% jika dibanding dengan perolehan diperiode sama tahun sebelumnya yang tercatat rugi Rp13 miliar. "Saya merasa senang, Bank MNC akhirnya mencatat laba. Artinya, saat ini kita sudah dalam jalur yang benar. Karena perkembangannya saat ini cukup menggembirakan," kata Direktur Utama perseroan, Benny Purnomo, di MNC Tower Jakarta, Selasa malam. Catatan positif di triwulan I-2015, menurut Benny, membuat perseroan semakin optimis mengejar target laba Rp35 miliar di sepanjang tahun 2015. Keoptimisan ini dilandasi pencapaian kinerja perseroan di kuartal I tahun ini yang cukup positif, dimana kredit telah mencapai Rp6,1 triliun, dan DPK Rp8,3 triliun "Kami menargetkan kredit sebesar Rp8 triliun, NPL dibawah 3%, dan DPK Rp10 triliun pada tahun ini," tegas Benny. (Kontan Online)
Akibat Beban Tinggi, Goodyear Alami Kerugian di Kuartal I. PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) mencatat adanya kerugian di kuartal I-2015 kendati penjualan bersih perseroan di periode tersebut mengalami kenaikan. Adapun penyebab kerugian yang dialami perseroan yaitu akibat tingginya beban yang harus dikeluarkan perseroan di kuartal 2015. Menurut laporan keuangan perseroan, Selasa, penjualan bersih yang dibukukan pada kuartal I-2015 sebesar US$41,82 juta, naik 2,92% dari total penjualan bersih di periode yang sama tahun lalu US$40,64 juta. Seiring meningkatnya penjualan bersih, beban pokok penjualan di kuartal I-2015 ikut meningkat 3,45% menjadi US$37,95 juta. Hal ini membuat laba bruto tergerus menjadi US$3,87 juta di kuartal I-2015 dari periode tahun sebelumnya di periode yang sama US$3,95 juta. Selain itu, meningkatnya beban usaha dan biaya keuangan di kuartal I-2015, masing-masing sebesar 7,99% dan 26,14%, membuat perseroan mencatat rugi sebelum pajak sebesar US$332,893 dan rugi tahun berjalan sebesar US$205,864. Total aset produsen ban merek Goodyear per Maret 2015 tercatat sebesar US$124,40 juta, jumlah ini menurun dibanding total aset per Desember 2014 sebesar US$125,50 juta. (IQ Plus)Stock Picks
3PTPP 3815‐4000.
Di tengah iklim pasar yang kurang kondusif sejak awal pekan ini, pergerakan harga saham
emiten jasa konstruksi PT PP Tbk (PTPP) lebih defensif terhadap gejolak pasar. Kemarin harga sahamnya
sempat jatuh ke Rp3740 namun berhasil tutup di Rp3875. Cukup defensifnya pergerakan harga saham
perseroan terutama dipicu sentimen rencana anak usahanya PT PP Properti Tbk untuk melaksanakan IPO
dalam waktu dekat. Pasar yang tengah bergejolak bisa dimanfaatkan melakukan pembelian atas saham
jasa konstruksi yang memiliki prospek pertumbuhan kinerja yang lebih kuat di industrinya. Hal ini terlihat
dari pertumbuhan kinerjanya tahun lalu di tengah kondisi makro ekonomi yang kurang kondusif
dibandingkan emiten BUMN yang bergerak di bisnis yang sama. Tahun lalu pendapatan perseroan tumbuh
6,6% lebih baik bila dibandingkan dengan pertumbuhan pendapatan emiten BUMN Wijaya Karya Tbk
(WIKA) yang hanya 4,8% ataupun Adhi Karya Tbk (ADHI) yang mengalami penurunan 11,7%. Pendapatan
usaha perseroan 2014 lalu mencapai Rp12,43 triliun naik dari 2013 sebesar Rp11,65 triliun. Sedangkan laba
bersih tumbuh 26,44% mencapai Rp531,95 miliar dari 2013 sebesar Rp420,71 miliar. Pertumbuhan laba
bersih tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan laba WIKA sebesar 7,9% maupun ADHI yang mengalami
penurunan 20,17%. Marjin kotor dan usaha perseroan masing‐masing mencapai 12,33% dan 10,11% lebih
tinggi dari 2013 masing‐masing 10,92% dan 9,21%. Tahun lalu perolehan kontrak baru mencapai Rp20,24
triliun. Sedangkan tahun ini kontrak baru ditargetkan tumbuh 30% mencapai Rp27 triliun. Sedangkan
kontrak carry over tahun lalu mencapai Rp29 triliun. Hingga 1Q15 kontrak baru yang diperoleh sudah
mencapai 25% dari target tahun ini atau mencapai Rp6,7 triliun di atas target perseroan Rp3,2 triliun.
Dengan target tersebut, pendapatan tahun ini diperkirakan tumbuh 52% mencapai Rp19 triliun. Sedangkan
laba bersih diperkirakan tumbuh 35% mencapai Rp730 miliar. EPS tahun ini diperkirakan Rp151. Pada
harga saat ini di Rp3875, harga saham PTPP ditransaksikan dengan PE 25,6x. Harga sahamnya berpeluang
ditransaksikan dengan PE 28x sesuai dengan sektornya. Ini berarti harga sahamnya berpeluang mencapai
Rp4228 atau punya ruang penguatan 9% dari harga saat ini. Namun kondisi pasar yang tengah memburuk
bisa berdampak negatif bagi pergerakan harga sahamnya. Sepanjang harga sahamnya bertahan di atas
Rp3770 maka ruang penguatan akan terbuka. Buy on Weakness, SL 3750
4
INDF 6600‐7100.
Kondisi pasar saham yang tengah mengalami turbulensi memasuki pekan terakhir April ini
membuat harga saham Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) ikutan terdampak tekanan jual. Level support
kuatnya di kisaran Rp7200 hingga Rp7300 tidak kuat menahan tekanan jual pemodal. Kemarin harga
sahamnya kembali terkoreksi tajam, sempat ke level Rp6625 namun tutup di Rp6700. Pergerakan harga
sahamnya kemarin berhasil menutup gap yang terjadi pada perdagangan 30 Desember 2014 dan 2 Januari
2015. Secara sektoral tantangan kinerja perseroan yang bergerak di bisnis barang konsumsi dan
perkebunan sawit adalah melemahnya daya beli masyarakat dan harga komoditas yang masih melandai.
Namun mengingat perseroan menguasai pangsa pasar terbesar di bisnis mie instan membuat kinerja
perseroan dinilai masih relatif kuat terhadap pelemahan daya beli masyarakat. Tantangan lainnya adalah
depresiasi rupiah atas dolar AS yang sepanjang 1Q15 telah mencapai 5%. Hal ini akan meningkatkan biaya
bahan baku. Selain depresiasi rupiah atas dolar AS, kenaikan beban produksi perseroan juga dipicu
kenaikan TDL tahun lalu. Namun mensiasati kenaikan sejumlah biaya tersebut, perseroan biasanya
melakukan kenaikan harga jual produknya meskipun harus dilakukan dengan cermat. Tahun lalu perseroan
berhasil mensiasati kenaikan sejumlah biaya produksi dengan menaikkan harga jual produknya seperti mie
instan berkisar 4%‐6%. Hal ini berhasil meningkatkan kinerjanya, tercermin dari marjin kotor tahun lalu
naik menjadi 26,8% dari 24,8% periode yang sama tahun sebelumnya. Marjin usaha juga meningkat
menjadi 11,3% dari 10,4%. Sedangkan di bottom line, marjin bersih naik menjadi 6% dari 4,5%. Tahun lalu
penjualan neto perseroan tumbuh 14,33% mencapai Rp63,59 triliun. Sedangkan laba bersih tumbuh 55%
mencapai Rp3,8 triliun. EPS mencapai Rp442 naik dari Rp285 (2013). Tahun ini diperkirakan pertumbuhan
penjualan bersih dan laba bersih masing‐masing 21,3% dan 28,6% mencapai Rp83,14 triliun dan Rp4,99
triliun. EPS proyeksi tahun ini Rp568. Harga saham INDF berpeluang ditransaksikan dengan PE 14,5x (E/15)
atau mencapai target harga di Rp8240. Pada harga saat ini di Rp6700, saham INDF berpeluang menguat
23%. Dalam waktu dekat sentimen pembagian dividen tahun buku 2014 juga berpeluang mengangkat
kembali harga sahamnya. Perseroan berpeluang membagikan dividen sebesar 50% laba bersih atau
mencapai Rp221/saham atau berpeluang memberikan yield 3% lebih. Secara technical peluang rebound
terbuka mengingat posisi harganya yang berada di area oversold. Sedangkan level support ada di Rp6600
dengan support kuat sejak November 2013 lalu di Rp6400. Pelaku pasar bisa memanfaatkan koreksi akibat
sentimen negatif pasar untuk mengakumulasi sahamnya. Maintain Buy, SL 6300
Stock Picks
Kamis, 30 April 2015
5
Stock Picks
SMGR 12800‐13200.
Kondisi pasar yang tengah kurang kondusif ikut menekan pergerakan emiten semen
seperti Semen Indonesia Tbk (SMGR) kemarin. Setelah sempat mencapai harga Rp13875 pertengahan April
lalu, memasuki pekan ini harga sahamnya terus mengalami koreksi hingga kemarin ditutup di Rp12975
koreksi 1,9%. Pergerakan harga sahamnya tengah menguji support kuat di kisaran Rp12500 hingga
Rp12800 seiring dengan meningkatnya resiko pasar. Mengingat strategisnya industri semen, dan perseroan
menguasai pangssa pasar terbesar dari bisnis semen di Tanah Air, pemodal bisa memanfaatkan koreksi
akibat sentimen negatif pasar untuk mengakumulasi sahamnya. Dari sisi kinerja, prospek pertumbuhan
pendapatan dan laba tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu dengan dukungan pertumbuhan konsumsi
semen nasional yang bisa mencapai 6% lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya 3,3% atau mencapai 63,.49
juta ton naik dari 59,9 juta ton tahun lalu. Dukungan peningkatan belanja pemerintah di proyek infrastuktur
akan menjadi kontribusi utama pertumbuhan konsumsi semen domestik. Dari sisi kinerja, tahun lalu
pendapatan SMGR tumbuh 10,14% mencapai Rp26,98 triliun dari 2013 lalu di Rp24,50 triliun. Sedangkan di
bottom line, laba bersih SMGR 2014 lalu tumbuh 3,64% mencapai Rp5,56 triliun, melambat dari 2013 lalu
yang tumbuh 10,79%. EPS 2014 sebesar Rp938 naik dari EPS 2013 Rp905. Tahun ini kami memperkirakan
pendapatan bersih berpeluang tumbuh 18,27% mencapai Rp31,92 triliun dengan asumsi volume penjualan
semen tumbuh 7% mencapai 28 juta ton dengan harga jual rata‐rata turun 5%. Sedangkan laba bersih 2015
diperkirakan tumbuh 37,77% mencapai Rp7,66 triliun dengan marjin 24%. EPS proyeksi tahun ini
diperkirakan mencapai Rp1291/saham. Pada harga Rp12975 saat ini, harga SMGR hanya ditransaksikan
dengan PE 10x (E/15). Saham SMGR berpeluang ditransaksikan dengan PE 16x setahun ke depan sesuai
dengan PE industri, atau berpeluang mencapai target harga di Rp20656 atau punya ruang penguatan 59%
dari harga saat ini. Buy on Weakness, SL 12400
Kamis, 30 April 2015
Saham Pilihan
ASII 6850-7400 BoW, SL 6500
BBNI 6250-6700 BoW, SL 6200
BBTN 1085-1145 TB, SL 1075
INCO 2760-2900 TB, SL 2600
TLKM 2600-2800 TB, SL 2590
INTP 21100-22400 BoW, SL 21000
LSIP 1375-1450 BoW, SL 1370
Stock View
6
Kamis, 30 April 2015
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE
IHSG
5105.56 5223.51 5341.46 5001.31 4897.06
PERKEBUNAN AALI 19925 20,383.33 20,841.67 19,583.33 19,241.67 3,725,866.00 36.80 485.51 114.55 10.26 BWPT 253 263.00 273.00 245.00 237.00 LSIP 1415 1,451.67 1,488.33 1,376.67 1,338.33 1,279,973.00 40.33 32.78 122.48 10.79 SGRO 1730 1,773.33 1,816.67 1,708.33 1,686.67 649,627.93 10.94 29.32 141.04 14.75 SIMP 645 658.33 671.67 628.33 611.67 3,171,052.00 2.40 12.14 92.44 13.28 UNSP 50 50.00 50.00 50.00 50.00 659,213.38 36.97 21.64 ‐571.51 0.58PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 895 938.33 981.67 858.33 821.67 9,632,947.40 33.83 45.68 269.20 4.90 BORN 50 50.00 50.00 50.00 50.00 BRAU 85 90.67 96.33 80.67 76.33 BUMI 68 71.33 74.67 66.33 64.67 9,572,406.53 4.50 191.78 ‐751.57 0.09 DEWA 50 50.00 50.00 50.00 50.00 631,292.51 8.52 ‐0.52 ‐77.95 ‐23.93 HRUM 1225 1,253.33 1,281.67 1,193.33 1,161.67 1,460,386.97 ‐32.82 45.54 81.61 6.73 ITMG 13425 13,816.67 14,208.33 13,166.67 12,908.33 5,742,974.57 5.02 968.54 ‐299.21 3.47 PTBA 9725 10,000.00 10,275.00 9,475.00 9,225.00 3,093,648.00 11.39 232.76 8.74 10.45 PTRO 705 720.00 735.00 695.00 685.00 929,699.70 5.15 23.76 ‐67.39 7.42
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 92 95.00 98.00 90.00 88.00 999,850.63 1,185.87 4.39 5,114.26 5.24
ELSA 580 600.00 620.00 565.00 550.00 918,296.00 ‐12.25 7.42 56.06 19.54
ENRG 77 79.33 81.67 72.33 67.67 2,210,590.04 27.13 4.86 2,610.69 3.96
ESSA 2025 2,033.33 2,041.67 2,008.33 1,991.67 126,590.83 22.89 42.71 28.12 11.85
MEDC 3055 3,126.67 3,198.33 2,986.67 2,918.33 2,303,371.50 7.08 122.83 131.12 6.22
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 810 830.00 850.00 795.00 780.00 INCO 2800 2,866.67 2,933.33 2,691.67 2,583.33 2,430,306.44 ‐3.23 20.62 ‐33.11 33.95 TINS 990 995.00 1,000.00 985.00 980.00 SEMEN INTP 21700 22,400.00 23,100.00 21,075.00 20,450.00 4,499,774.00 6.65 289.47 ‐7.03 18.74 SMCB 1545 1,573.33 1,601.67 1,518.33 1,491.67 2,356,126.00 9.11 42.23 75.57 9.15 SMGR 12975 13,350.00 13,725.00 12,650.00 12,325.00 6,177,992.74 11.44 219.66 5.39 14.77 LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 67 69.00 71.00 65.00 63.00 333,609.60 28.88 2.97 59.01 5.64 JPRS 195 202.67 210.33 184.67 174.33 158,603.63 98.78 6.50 ‐0.37 7.50 KRAS 356 370.33 384.67 345.33 334.67 5,240,035.36 ‐12.47 ‐33.57 ‐698.77 ‐2.65 PAKAN TERNAK CPIN 2950 3,111.67 3,273.33 2,811.67 2,673.33 6,719,521.00 19.02 40.34 ‐7.84 18.28 JPFA 555 570.00 585.00 545.00 535.00 5,674,518.00 14.33 4.97 ‐72.07 27.94
OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 7100 7,316.67 7,533.33 6,941.67 6,783.33 49,821,000.00 6.73 116.76 9.68 15.20
GJTL 1095 1,135.00 1,175.00 1,055.00 1,015.00 3,199,668.00 5.32 96.23 ‐2.66 2.84
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 12650 12,950.00 13,250.00 12,450.00 12,250.00 7,355,089.00 21.44 0.12 6.96 24.94 INDF 6700 7,008.33 7,316.67 6,508.33 6,316.67 16,365,578.00 27.30 156.42 90.13 10.71 MYOR 24850 24,933.33 25,016.67 24,708.33 24,566.67 3,498,158.85 30.25 133.69 ‐45.72 46.47 ROTI 1090 1,113.33 1,136.67 1,073.33 1,056.67 464,595.48 27.03 12.10 9.45 22.52 GGRM 52225 53,558.33 54,891.67 51,083.33 49,941.67 15,670,252.00 23.99 736.58 35.34 17.73 INAF 260 268.67 277.33 251.67 243.33 155,073.95 25.62 ‐12.39 250.04 ‐5.25 KAEF 1150 1,173.33 1,196.67 1,108.33 1,066.67 867,027.74 8.45 4.21 ‐4.38 68.33 KLBF 1785 1,828.33 1,871.67 1,763.33 1,741.67 4,066,502.64 16.52 10.52 11.04 42.42
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7 EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 430 443.67 457.33 410.67 391.33 1,165,134.03 1.99 14.43 20.67 7.45 ASRI 605 631.67 658.33 591.67 578.33 871,134.65 ‐3.40 15.77 ‐23.45 9.59 BKSL 101 108.33 115.67 95.33 89.67 BSDE 1860 1,950.00 2,040.00 1,785.00 1,710.00 1,254,119.10 ‐39.62 27.93 ‐60.73 16.65 COWL 555 563.33 571.67 548.33 541.67 64,709.78 ‐6.38 1.59 ‐30.99 87.03 CTRA 1380 1,403.33 1,426.67 1,358.33 1,336.67 1,202,303.51 ‐10.35 15.01 5.45 22.98 CTRP 695 720.00 745.00 675.00 655.00 251,211.60 ‐58.80 4.89 ‐84.29 35.52 CTRS 2950 2,983.33 3,016.67 2,883.33 2,816.67 347,893.21 27.73 66.20 25.74 11.14 ELTY 580 600.00 620.00 565.00 550.00 KIJA 285 295.00 305.00 276.00 267.00 725,835.40 ‐3.64 15.03 51.33 4.74 MDLN 510 525.00 540.00 500.00 490.00 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2810 2,883.33 2,956.67 2,728.33 2,646.67 1,439,602.33 5.83 9.01 40.67 77.94 DGIK 135 143.67 152.33 127.67 120.33 480,924.22 52.77 1.81 ‐44.42 18.65 PTPP 3875 3,956.67 4,038.33 3,766.67 3,658.33 1,999,368.48 55.72 12.69 44.39 76.36 SSIA 1170 1,216.67 1,263.33 1,136.67 1,103.33 918,070.21 ‐17.06 2.64 ‐93.80 110.87 TOTL 960 976.67 993.33 951.67 943.33 547,807.36 ‐6.30 11.12 ‐20.80 21.58 WIKA 3390 3,420.00 3,450.00 3,370.00 3,350.00 2,791,666.54 6.24 27.28 6.78 31.06
INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 4265 4,393.33 4,521.67 4,193.33 4,121.67
JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 2365 2,438.33 2,511.67 2,328.33 2,291.67 262,850.17 17.13 53.83 8.63 10.98 JSMR 6150 6,516.67 6,883.33 5,866.67 5,583.33 2,079,705.80 ‐13.14 55.30 16.71 27.80 TELEKOMUNIKASI BTEL 1205 1,206.67 1,208.33 1,201.67 1,198.33 471,133.26 ‐31.12 6.89 ‐316.19 43.72 EXCL 4030 4,295.00 4,560.00 3,835.00 3,640.00 5,512,751.00 9.78 44.41 20.12 22.69 ISAT 4010 4,055.00 4,100.00 3,970.00 3,930.00 5,773,177.00 ‐0.26 147.24 ‐1,224.62 6.81 TLKM 2955 2,983.33 3,011.67 2,938.33 2,921.67 21,250,000.00 8.71 36.20 4.95 20.41 TRANSPORTASI GIAA 585 588.33 591.67 578.33 571.67 9,206,681.81 17.35 ‐82.55 469.78 ‐1.77 MBSS 950 965.00 980.00 940.00 930.00 435,871.55 21.78 59.94 3.87 3.96 WINS 605 615.00 625.00 600.00 595.00 518,942.64 36.32 23.63 53.05 6.40
KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 302 314.33 326.67 295.33 288.67 2,753,426.38 52.84 17.64 3.30 4.28 BANK BBCA 13500 13,933.33 14,366.67 13,133.33 12,766.67 10,261,849.00 32.93 148.65 26.73 22.70 BBKP 680 696.67 713.33 666.67 653.33 1,641,517.00 15.99 27.33 9.08 6.22 BBNI 6525 6,733.33 6,941.67 6,283.33 6,041.67 7,526,634.00 26.65 128.30 15.63 12.71 BBRI 11625 11,966.67 12,308.33 11,266.67 10,908.33 17,099,293.00 28.06 240.57 16.71 12.08 BBTN 1115 1,140.00 1,165.00 1,090.00 1,065.00 3,123,112.00 28.06 32.29 2.24 8.63 BDMN 4090 4,258.33 4,426.67 3,923.33 3,756.67 5,612,922.00 17.40 91.25 ‐13.01 11.21 BJBR 870 886.67 903.33 856.67 843.33 2,124,681.00 12.48 33.55 ‐12.29 6.48 BMRI 10550 10,883.33 11,216.67 10,283.33 10,016.67 14,313,290.00 25.54 211.05 10.27 12.50 BNGA 690 698.33 706.67 683.33 676.67 4,883,839.00 15.02 43.71 4.22 3.95
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 5200 5,308.33 5,416.67 5,083.33 4,966.67 5,630,170.96 3.52 46.44 14.36 27.99 INTA 259 260.33 261.67 256.33 253.67 398,931.00 ‐48.89 37.27 87.86 1.74 UNTR 20500 20,783.33 21,066.67 20,358.33 20,216.67 13,901,385.00 11.66 42.26 39.66 121.27 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 5500 5,650.00 5,800.00 5,275.00 5,050.00 2,675,101.00 26.32 27.42 ‐27.88 50.15 RALS 780 793.33 806.67 768.33 756.67 1,184,904.00 9.45 5.73 ‐2.88 34.05
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 2250 2,346.67 2,443.33 2,176.67 2,103.33 1,496,466.00 9.55 27.61 ‐7.99 20.37
PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 151 163.00 175.00 140.00 129.00 55,860.54 ‐9.06 ‐5.88 94.31 ‐6.43
Corporate Action
8
Code
Name
Type
Date
Time
Venue
BABP Bank MNC Internasional Tbk. AGM 28/04/2015 0:14:00
MNC Tower, Auditorium Lt B2, Jl. Kebon Sirih
No.17‐19, Jakarta Pusat
BABP Bank MNC Internasional Tbk. EGM 28/04/2015 0:14:00
MNC Tower, Auditorium Lt. B2, Jl. Kebon Sirih
No.17‐19, Jakarta Pusat
ASII
Astra International Tbk.
AGM 28/04/2015 0:08:30
The Ritz‐Carlton Jakarta, Pacific Place
NRCA
Nusa Raya Cipta Tbk
AGM 28/04/2015 0:10:00
Hotel Gran Melia, Ruang Legian 2, Jl. HR. Ra‐
suna Said Blok X‐0 Kav.4, Kuningan, Jakarta
12950
RAJA
Rukun Raharja Tbk.
AGM 29/04/2015 0:10:00
Intercontonental mid plaza hotel
BPFI
Batavia Prosperindo Finance
Tbk
AGM 30/04/2015 0:01:00
Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance
Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend
Sudirman Kav 21, Jakarta 12920
BPFI
Batavia Prosperindo Finance
Tbk
EGM 30/04/2015 0:10:00
Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance
Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend
Sudirman Kav 21, Jakarta 12920
BPII
Batavia Prosperindo Interna‐
sional Tbk
AGM 30/04/2015 0:14:00
Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav.
21, Jakarta Selatan
BPII
Batavia Prosperindo Interna‐
sional Tbk
EGM 30/04/2015 0:14:00
Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav.
21, Jakarta Selatan
BRAU
Berau Coal Energy Tbk
EGM 30/04/2015 0:10:00
ASBI
Asuransi Bintang Tbk.
AGM 30/04/2015 0:14:00
ASBI
Asuransi Bintang Tbk.
EGM 30/04/2015 0:14:00
TOTL
Total Bangun Persada Tbk.
AGM 30/04/2015 0:09:30
PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL
lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐
karta 11440
TOTL
Total Bangun Persada Tbk.
EGM 30/04/2015 0:09:30
PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL
lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐
karta 11440
TAXI Express Transindo Utama Tbk AGM 30/04/2015 0:09:30
Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung
Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend.
Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190
TAXI Express Transindo Utama Tbk EGM 30/04/2015 0:09:30
Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung
Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend.
Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190
NAGA
Bank Mitraniaga Tbk
AGM
5‐Apr‐15
0:10:00
Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl,
LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410
NAGA
Bank Mitraniaga Tbk
EGM
5‐Apr‐15
0:10:00
Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl,
LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410
SIMP
Salim Ivomas Pratama Tbk
AGM 5‐May‐15
0:14:00
Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH,
Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta
Selatan 12910
SIMP
Salim Ivomas Pratama Tbk
EGM 5‐May‐15
0:14:00
Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH,
Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta
Selatan 12910
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH DIVIDEN
CUM DIVIDEN RECORDING DATE
PEMBAYARAN
DIVIDEN
KETERANGAN
PLIN
70
15‐Apr‐15
20‐Apr‐15
7‐May‐15
ITMG
645
8‐Apr‐15
13‐Apr‐15
24‐Apr‐15
SMBR
8.34385
8‐Apr‐15
13‐Apr‐15
30‐Apr‐15
WTON
11,82
9‐Apr‐15
14‐Apr‐15
5‐May‐15
BJBR
71.6
8‐Apr‐15
13‐Apr‐15
30‐Apr‐15
MERK
6500
10‐Apr‐15
15‐Apr‐15
5‐May‐15
PGAS
144,84
13‐Apr‐15
16‐Apr‐15
8‐May‐15
BDMN
81,50
14‐Apr‐15
17‐Apr‐15
8‐May‐15
GEMS
3,36
13‐Apr‐15
16‐Apr‐15
20‐Apr‐15
Dividen Interim
KAEF
8.4488
15‐Apr‐15
20‐Apr‐15
8‐May‐15
BBCA
98
16‐Apr‐15
21‐Apr‐15
13‐May‐15
Dividen Final
BJTM
41,86
15‐Apr‐15
20‐Apr‐15
8‐May‐15
ACST
42
15‐Apr‐15
20‐Apr‐15
4‐May‐15
LEAD
40
7‐Apr‐15
10‐Apr‐15
30‐Apr‐15
JASS
159
‐
16‐Apr‐15
23‐Apr‐15
AALI
472
21‐Apr‐15
24‐Apr‐15
15‐May‐15
TURI
10
22‐Apr‐15
27‐Apr‐15
15‐May‐15
BFIN
54
22‐Apr‐15
27‐Apr‐15
15‐May‐15
ASGR
52
23‐Apr‐15
28‐Apr‐15
20‐May‐15
SMGR
375,34
23‐Apr‐15
28‐Apr‐15
20‐May‐15
TOBA
‐
23‐Apr‐15
28‐Apr‐15
20‐May‐15
JASS
100
‐
28‐Apr‐15
7‐May‐15
Dividen Interim
MDIA
10
24‐Apr‐15
29‐Apr‐15
21‐May‐15
SSMS
22,65
24‐Apr‐15
29‐Apr‐15
21‐May‐15
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.