• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAILY RESEARCH. Market Preview. Kamis, 30 April 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAILY RESEARCH. Market Preview. Kamis, 30 April 2015"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)



Laba Dharma Satya Terjun Bebas.



Beban Membengkak, PSKT Merugi Rp 15,17 Miliar.



Multipolar Catat Pendapatan Bersih Rp17,1 Triliun



Bank MNC Catat Kenaikan Laba 107% di Triwulan I.

DAILY RESEARCH

Statistics

Highlight

Opening Today Nikkei AORD

 Change  

 

 

Market Preview

Aksi panic selling kembali marak pada  perdagangan  saham  kemarin.  Pemodal  asing  kembali  mengurangi  portofolio  sahamnya  mengindikasikan  resiko  pasar  meningkat.  IHSG  gagal  bertahan  di  atas  level  5200,  sempat  anjlok  227  poin  sebelum  akhirnya  sedikit  membaik  di  akhir  sesi  tutup  di  5105,563 atau terkoreksi 136,594 poin  (2,6%). Ini merupakan posisi terendah  IHSG sejak perdagangan 18 Desember  2014 lalu. Pemodal asing mencatatkan  nilai  penjualan  bersih  Rp1,7  triliun.  Selama pekan ini saja penjualan bersih  asing telah mencapai Rp5,7 triliun. Bila  dilihat  sejak  awal  tahun  pembelian  bersih  asing  hingga  kemarin  sudah  menyusut  hingga  tinggal  Rp12,6  triliun.  Pelaku  pasar  belum  melihat  insentif  positif  untuk  melakukan  pembelian.  

  Sebaliknya  terlihat  peningkatan  resiko,  terutama  terkait  kinerja  emiten  1Q15  yang  banyak  mengecewakan  dan  perlambatan  pertumbuhan  ekonomi  1Q15  yang diperkirakan bisa di bawah 5%. Di sisi lain pasar saham kawasan Asia kemarin  juga kurang kondusif menanti hasil pertemuan The Fed. Sementara Wall Street dan  pasar  saham  zoan  Euro  tadi  malam  kembali  tutup  di  teritori  negatif  setelah  data  ekonomi  AS  kuartal  pertama  tahun  ini  hanya  tumbuh  0,2%  melambat  dari  kuartal  sebelumnya  2,2%.  Pertumbuhan  ekonomi  AS  tersebut  juga  lebih  rendah  dari  perkiraan ekonom sebelumnya 1%.  

  Akibat data ekonomi yang mengecewakan tersebut dolar AS kembali anjlok  terhadap  sejumlah  mata  uang  dunia  seperti  dengan  Euro  hingga  di  level  USD1,11/ Euro. Menguatnya euro telah menekan pasar saham di zona Euro. Indeks Eurostoxx  kemarin koreksi 2,65%. Sedangkan di Wall Street indeks DJIA dan S&P masing‐masing  terkoreksi  0,41%  dan  0,37%  tutup  di  18035,53  dan  2106,85.  Terkait  hasil  The  Fed 

Meeting,  pasar  menyambut  positif  sinyal  yang  diberikan  The  Fed  yang  belum 

menentukan  waktu  kenaikan  tingkat  bunga  karena  sangat  tergantung  dengan  data  ekonomi  yang  ada.  The  Fed  kemungkinan  tidak  akan  menaikkan  tingkat  bunganya  tahun ini. Hasil pertemuan The Fed dan perlambatan ekonomi 1Q15 di AS membuat  dolar  melemah  dan  harga  minyak  mentah  kembali  menguat  hingga  di  USD58,68/ barrel.  

  Pada perdagangan terakhir di bulan April ini, pergerakan IHSG masih akan  berfluktuatif  namun  diharapkan  tekanan  jual  mulai  redah.  Sejumlah  katalis  seperti  hasil pertemuan The Fed tadi malam yang cukup positif bagi pasar, kenaikan harga  minyak  mentah  dan  peluang  penguatan  rupiah  bisa  memicu  aksi  beli  selektif  di  tengah  harga  saham  sektoral  yang  sudah  relatif  murah  saat  ini.    IHSG  diperkirakan  bergerak volatile dengan support di 5050 dan resisten di 5140. 

IHSG : S1 5050  S2 4950  R1 5140  R2 5200 

IHSG 5,105.56 Change (136.59) Change (%) (2.61) Change (%/ytd) (2.32)

Total Value (IDR triliun) 9.710 Total Volume (miliar saham) 8.313 Net Foreign Buy (IDR miliar) (1,705.000)

Up: 86 Down: 389 Unchange: 77 Index Last Chg % DJIA  18035.53  (74.61)  (0.41)  S&P 500  2106.85  (7.91)  (0.37)  FTSE 100  6946.28  (84.25)  (1.20)  CAC 40  5039.39  (133.99)  (2.59)  DAX  11432.72  (378.94)  (3.21)  NIKKEI 225  19755.74  (303.21)  (1.51)  HANGSENG  28400.34  (42.41)  (0.15)  STI  3487.15  (7.94)  (0.23)  SHENZHEN  2254.98  46.42   2.10   SHANGHAI  4476.62  0.41   0.01   Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel)  58.46  1.58   2.78   CPO (RM/M.T)  2082.00  (11.00)  (0.53)  Gold (USD/T.oz)  1204.70  (5.70)  (0.47)  Nikel (USD/M.T  13280.00  (280.00)  (2.06)  Timah (USD/M.T)  16175.00  130.00   0.81   Coal (USD/M.T)  56.65  0.30   0.53   Exchange Rates Chg % IDR/USD  12940.50  (26.50)  (0.20)  USD/EUR  1.111  0.02   2.17   JPY/USD  118.94  (0.14)  (0.12)  IDR/SGD  9807.13  48.72   0.50   IDR/AUD  10378.48  179.93   1.76   TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE  42.76  2767  (1.86)  (4.17) 

Top Gainers IDR % Chg

MGNA‐W  44  37.50   12 

BPII  1,875  25.00   375 

DVLA  1,740  17.60   260 

BSWD  3,800  12.90   435 

OKAS  92  12.20   10 

Top Losers IDR % Chg

MREI  2,905  (21.60)  (800) 

PUDP  325  (21.50)  (89) 

FPNI  78  (14.30)  (13) 

BLTZ  2,400  (11.10)  (300) 

NRCA‐W  178  (10.10)  (20) 

Top Value IDR % (miliar)

BMRI  10,550  (3.20)  1,666 B  BBRI  11,625  (2.10)  1,586 B  BBCA  13,500  (3.90)  1,564 B  ASII  7,100  (3.70)  953 B 

TLKM  2,700  (3.20)  874 B 

Top Volume IDR % (juta)

CPRO  55  (9.80)  1,051.617 

MTFN  260  (3.70)  602.748 

PWON  465  (4.90)  437.992 

SIAP  240  (7.70)  381.397 

(2)

News Update

2



Laba Dharma Satya Terjun Bebas. Laba bersih emiten perkebunan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) merosot 61% pada kuartal I/2015, dibanding pencapaian pada tahun sebelumnya. Dalam laporan keuangan perseroan yang dirilis Rabu (29/4/2015), disebutkan bahwa perolehan laba bersih pada awal tahun ini mencapai Rp57,66 miliar, jauh lebih rendah dari tahun lalu yang mencapai Rp149,02 miliar. Penurunan laba tersebut berawal dari turunya pendapatan DSNG sebesar 17,3%, dari Rp1,23 triliun, menjadi Rp1,02 triliuun. Lebih lanjut, laba bruto perseroan turun 20%, menjadi Rp271,97 miliar, dan laba operasi turun 17,8%, menjadi Rp168,68 miliar. Adapun laba per saham dasar juga mengalami penurunan hingga 61,3%, dari Rp70,3 menjadi Rp27,2. Wakil Direktur Utama DSNG Andrianto Oetomo mengatakan penurunan penjualan bersih tersebut disebabkan dampak dari turunnya volume produksi dan penjualan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) perseroan. (Bisnis.com)



Beban Membengkak, PSKT Merugi Rp 15,17 Miliar. PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) mencatat rapor merah di kuartal I-2014. PSKT membukukan rugi bersih Rp 15,17 miliar pada kuartal pertama tahun ini. Padahal, di kuartal I -2014 pengembang dan pengelola hotel bujet ini mencetak laba Rp 92,1 juta. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perseroan, Rabu (29/4), pendapatan PSKT sebenarnya naik hingga 148,7% year on year (yoy) menjadi Rp 19,9 miliar dari sebelumnya Rp 8 miliar. Namun beban langsung perseroan juga naik 133,3% yoy menjadi Rp 5,6 miliar dari sebelumnya Rp 2,4 miliar. Hal ini membuat laba kotor PSKT 155% yoy menjadi Rp 14,3 miliar. Lalu beban umum dan administrasi membengkak empat kali lipat menjadi Rp 23,6 miliar dari sebelumnya Rp 5,5 miliar. Akhirnya, PSKT mencatat rugi operasi sebesar Rp 8,8 miliar. Sementara di periode sama tahun sebelumnya PSKT masih mencatat laba operasi Rp 91,7 juta. Kerugian PSKT semakin besar lantaran perseroan menanggung rugi selisih kurs Rp 39,7 juta dan beban bunga Rp 6,4 miliar. Di kuartal pertama tahun ini, PSKT memiliki kas dan setara kas Rp 12,5 miliar, naik dari sebelumnya Rp 10,9 miliar. Sedangkan jumlah asetnya Rp 550,2 miliar turun dari sebelumnya Rp 555,1 miliar. (Kontan Online)



Multipolar Catat Pendapatan Bersih Rp17,1 Triliun. PT Multipolar Tbk (berkode emiten MLPL) mencatat pendapatan bersih tahun buku 2014, sebesar 17,1 triliun. Angka tersebut, naik sebesar 16 persen dari tahun sebelumnya yang terkumpul Rp14,7 triliun. Sedangkan laba bersih konsolidasi, tercatat Rp2,1 triliun, atau naik signifikan 28 persen dari Rp1,6 triliun pada 2013. Presiden Direktur Multipolar Benjamin Mailool mengatakan, pertumbuhan penjualan perseroan sebagian besar merupakan kontribusi dari PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) melalui anak usaha ritel Hypermart dan Foodmart, Multipolar Technology (MLPT) melalui penjualan perangkat dan jasa TI, serta IMTV melalui satelit Tv berbayar BigTV. ""Segmen ritel masih mendominasi penjualan Multipolar dengan kontribusi sebesar 86 persen, sedangkan segmen teknologi, multimedia, dan telekomunikasi memberikan kontribusi sebesar 11,4 persen, dan sisanya kontribusi bisnis lainnya,"" ujarnya di Jakarta, Selasa, 28 April 2015. Benjamin menjelaskan, untuk segmen ritel, MPPA mencatat penjualan bersih sebesar Rp13,6 triliun, atau naik 14,1 persen dari 2013. Laba bersih sebesar Rp544 miliar, naik 24,5 persen dari tahun sebelumnya. (Kontan Online)"



Bank MNC Catat Kenaikan Laba 107% di Triwulan I. PT Bank MNC Internasional Tbk berhasil membukukan laba sebesar Rp2 miliar di triwulan I-2015. Angka ini naik sekitar 107% jika dibanding dengan perolehan diperiode sama tahun sebelumnya yang tercatat rugi Rp13 miliar. "Saya merasa senang, Bank MNC akhirnya mencatat laba. Artinya, saat ini kita sudah dalam jalur yang benar. Karena perkembangannya saat ini cukup menggembirakan," kata Direktur Utama perseroan, Benny Purnomo, di MNC Tower Jakarta, Selasa malam. Catatan positif di triwulan I-2015, menurut Benny, membuat perseroan semakin optimis mengejar target laba Rp35 miliar di sepanjang tahun 2015. Keoptimisan ini dilandasi pencapaian kinerja perseroan di kuartal I tahun ini yang cukup positif, dimana kredit telah mencapai Rp6,1 triliun, dan DPK Rp8,3 triliun "Kami menargetkan kredit sebesar Rp8 triliun, NPL dibawah 3%, dan DPK Rp10 triliun pada tahun ini," tegas Benny. (Kontan Online)



Akibat Beban Tinggi, Goodyear Alami Kerugian di Kuartal I. PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) mencatat adanya kerugian di kuartal I-2015 kendati penjualan bersih perseroan di periode tersebut mengalami kenaikan. Adapun penyebab kerugian yang dialami perseroan yaitu akibat tingginya beban yang harus dikeluarkan perseroan di kuartal 2015. Menurut laporan keuangan perseroan, Selasa, penjualan bersih yang dibukukan pada kuartal I-2015 sebesar US$41,82 juta, naik 2,92% dari total penjualan bersih di periode yang sama tahun lalu US$40,64 juta. Seiring meningkatnya penjualan bersih, beban pokok penjualan di kuartal I-2015 ikut meningkat 3,45% menjadi US$37,95 juta. Hal ini membuat laba bruto tergerus menjadi US$3,87 juta di kuartal I-2015 dari periode tahun sebelumnya di periode yang sama US$3,95 juta. Selain itu, meningkatnya beban usaha dan biaya keuangan di kuartal I-2015, masing-masing sebesar 7,99% dan 26,14%, membuat perseroan mencatat rugi sebelum pajak sebesar US$332,893 dan rugi tahun berjalan sebesar US$205,864. Total aset produsen ban merek Goodyear per Maret 2015 tercatat sebesar US$124,40 juta, jumlah ini menurun dibanding total aset per Desember 2014 sebesar US$125,50 juta. (IQ Plus)

(3)

Stock Picks

3

PTPP 3815‐4000. 

Di tengah iklim pasar yang kurang kondusif sejak awal pekan ini, pergerakan harga saham 

emiten  jasa  konstruksi  PT  PP  Tbk  (PTPP)  lebih  defensif  terhadap  gejolak  pasar.  Kemarin  harga  sahamnya 

sempat  jatuh  ke  Rp3740  namun  berhasil  tutup  di  Rp3875.  Cukup  defensifnya  pergerakan  harga  saham 

perseroan terutama dipicu sentimen rencana anak usahanya PT PP Properti Tbk untuk melaksanakan IPO 

dalam  waktu  dekat.  Pasar  yang  tengah  bergejolak  bisa  dimanfaatkan  melakukan  pembelian  atas  saham 

jasa konstruksi yang memiliki prospek pertumbuhan kinerja yang lebih kuat di industrinya. Hal ini terlihat 

dari  pertumbuhan  kinerjanya  tahun  lalu  di  tengah  kondisi  makro  ekonomi  yang  kurang  kondusif 

dibandingkan emiten BUMN yang bergerak di bisnis yang sama. Tahun lalu pendapatan perseroan tumbuh 

6,6%  lebih  baik  bila  dibandingkan  dengan  pertumbuhan  pendapatan  emiten  BUMN  Wijaya  Karya  Tbk 

(WIKA)  yang hanya 4,8% ataupun Adhi Karya Tbk (ADHI) yang mengalami penurunan 11,7%. Pendapatan 

usaha perseroan 2014 lalu mencapai Rp12,43 triliun naik dari 2013 sebesar Rp11,65 triliun. Sedangkan laba 

bersih  tumbuh  26,44%  mencapai  Rp531,95  miliar  dari  2013  sebesar  Rp420,71  miliar.  Pertumbuhan  laba 

bersih  tersebut  lebih  tinggi  dari  pertumbuhan  laba  WIKA  sebesar  7,9%  maupun  ADHI  yang  mengalami 

penurunan 20,17%. Marjin kotor dan usaha perseroan masing‐masing mencapai 12,33% dan 10,11% lebih 

tinggi dari 2013 masing‐masing 10,92% dan 9,21%. Tahun lalu perolehan kontrak baru mencapai Rp20,24 

triliun.  Sedangkan  tahun  ini  kontrak  baru  ditargetkan  tumbuh  30%  mencapai  Rp27  triliun.  Sedangkan 

kontrak  carry  over  tahun  lalu  mencapai  Rp29  triliun.  Hingga  1Q15  kontrak  baru  yang  diperoleh  sudah 

mencapai  25%  dari  target  tahun  ini  atau  mencapai  Rp6,7  triliun  di  atas  target  perseroan  Rp3,2  triliun. 

Dengan target tersebut, pendapatan tahun ini diperkirakan tumbuh 52% mencapai Rp19 triliun. Sedangkan 

laba  bersih  diperkirakan  tumbuh  35%  mencapai  Rp730  miliar.  EPS  tahun  ini  diperkirakan  Rp151.  Pada 

harga saat ini di Rp3875, harga saham PTPP ditransaksikan dengan PE 25,6x. Harga sahamnya berpeluang 

ditransaksikan dengan PE 28x sesuai dengan sektornya. Ini berarti harga sahamnya berpeluang mencapai 

Rp4228 atau punya ruang penguatan 9% dari harga saat ini. Namun kondisi pasar yang tengah memburuk 

bisa  berdampak  negatif  bagi  pergerakan  harga  sahamnya.  Sepanjang  harga  sahamnya  bertahan  di  atas 

Rp3770 maka ruang penguatan akan terbuka. Buy on Weakness, SL 3750  

(4)

4

INDF 6600‐7100. 

Kondisi pasar saham yang tengah mengalami turbulensi memasuki pekan terakhir April ini 

membuat harga saham Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) ikutan terdampak tekanan jual. Level support 

kuatnya  di  kisaran  Rp7200  hingga  Rp7300  tidak  kuat  menahan  tekanan  jual  pemodal.  Kemarin  harga 

sahamnya  kembali  terkoreksi  tajam,  sempat  ke  level  Rp6625  namun  tutup  di  Rp6700.  Pergerakan  harga 

sahamnya kemarin berhasil menutup gap yang terjadi pada perdagangan 30 Desember 2014 dan 2 Januari 

2015.  Secara  sektoral  tantangan  kinerja  perseroan  yang  bergerak  di  bisnis  barang  konsumsi  dan 

perkebunan  sawit  adalah  melemahnya  daya  beli  masyarakat  dan  harga  komoditas  yang  masih  melandai. 

Namun  mengingat  perseroan  menguasai  pangsa  pasar  terbesar  di  bisnis  mie  instan  membuat  kinerja 

perseroan dinilai masih relatif kuat terhadap pelemahan daya beli masyarakat. Tantangan lainnya adalah 

depresiasi rupiah atas dolar AS yang sepanjang 1Q15 telah mencapai 5%. Hal ini akan meningkatkan biaya 

bahan  baku.  Selain  depresiasi  rupiah  atas  dolar  AS,  kenaikan  beban  produksi  perseroan  juga  dipicu 

kenaikan  TDL  tahun  lalu.  Namun  mensiasati  kenaikan  sejumlah  biaya  tersebut,  perseroan  biasanya 

melakukan kenaikan harga jual produknya meskipun harus dilakukan dengan cermat. Tahun lalu perseroan 

berhasil mensiasati kenaikan sejumlah biaya produksi dengan menaikkan harga jual produknya seperti mie 

instan  berkisar  4%‐6%.  Hal  ini  berhasil  meningkatkan  kinerjanya,  tercermin  dari  marjin  kotor  tahun  lalu 

naik  menjadi  26,8%  dari  24,8%  periode  yang  sama  tahun  sebelumnya.  Marjin  usaha  juga  meningkat 

menjadi 11,3% dari 10,4%. Sedangkan di bottom line, marjin bersih naik menjadi 6% dari 4,5%. Tahun lalu 

penjualan neto perseroan tumbuh 14,33% mencapai Rp63,59 triliun. Sedangkan laba bersih tumbuh 55% 

mencapai Rp3,8 triliun. EPS mencapai Rp442 naik dari Rp285 (2013). Tahun ini diperkirakan pertumbuhan 

penjualan  bersih  dan  laba  bersih  masing‐masing  21,3%  dan  28,6%  mencapai  Rp83,14  triliun  dan  Rp4,99 

triliun.  EPS proyeksi tahun ini Rp568. Harga saham INDF berpeluang ditransaksikan dengan PE 14,5x (E/15) 

atau  mencapai  target  harga  di  Rp8240.  Pada  harga  saat  ini  di  Rp6700,  saham  INDF  berpeluang  menguat 

23%.  Dalam  waktu  dekat  sentimen  pembagian  dividen  tahun  buku  2014  juga  berpeluang  mengangkat 

kembali  harga  sahamnya.  Perseroan  berpeluang  membagikan  dividen  sebesar  50%  laba  bersih  atau 

mencapai  Rp221/saham  atau  berpeluang  memberikan  yield  3%  lebih.  Secara  technical  peluang  rebound 

terbuka mengingat posisi harganya yang berada di area oversold. Sedangkan level support ada di Rp6600 

dengan support kuat sejak November 2013 lalu di Rp6400. Pelaku pasar bisa memanfaatkan koreksi akibat 

sentimen negatif pasar untuk mengakumulasi sahamnya. Maintain Buy, SL 6300 

 

Stock Picks

Kamis, 30 April 2015

(5)

5

Stock Picks

SMGR  12800‐13200. 

Kondisi pasar yang tengah kurang kondusif ikut menekan pergerakan emiten semen 

seperti Semen Indonesia Tbk (SMGR) kemarin. Setelah sempat mencapai harga Rp13875 pertengahan April 

lalu,  memasuki  pekan  ini  harga  sahamnya  terus  mengalami  koreksi  hingga  kemarin  ditutup  di  Rp12975 

koreksi  1,9%.  Pergerakan  harga  sahamnya  tengah  menguji  support  kuat  di  kisaran  Rp12500  hingga 

Rp12800 seiring dengan meningkatnya resiko pasar. Mengingat strategisnya industri semen, dan perseroan 

menguasai  pangssa  pasar  terbesar  dari  bisnis  semen  di  Tanah  Air,  pemodal  bisa  memanfaatkan  koreksi 

akibat  sentimen  negatif  pasar  untuk  mengakumulasi  sahamnya.  Dari  sisi  kinerja,  prospek  pertumbuhan 

pendapatan  dan  laba  tahun  ini  akan  lebih  baik  dari  tahun  lalu  dengan  dukungan  pertumbuhan  konsumsi 

semen nasional yang bisa mencapai 6% lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya 3,3% atau mencapai 63,.49 

juta ton naik dari 59,9 juta ton tahun lalu. Dukungan peningkatan belanja pemerintah di proyek infrastuktur 

akan  menjadi  kontribusi  utama  pertumbuhan  konsumsi  semen  domestik.  Dari  sisi  kinerja,  tahun  lalu 

pendapatan SMGR tumbuh 10,14% mencapai Rp26,98 triliun dari 2013 lalu di Rp24,50 triliun. Sedangkan di 

bottom line, laba bersih SMGR 2014 lalu tumbuh 3,64% mencapai Rp5,56 triliun, melambat dari 2013 lalu 

yang tumbuh 10,79%. EPS 2014 sebesar Rp938 naik dari EPS 2013 Rp905. Tahun ini kami memperkirakan 

pendapatan bersih berpeluang tumbuh 18,27% mencapai Rp31,92 triliun dengan asumsi volume penjualan 

semen tumbuh 7% mencapai 28 juta ton dengan harga jual rata‐rata turun 5%. Sedangkan laba bersih 2015 

diperkirakan  tumbuh  37,77%  mencapai  Rp7,66  triliun  dengan  marjin  24%.  EPS  proyeksi  tahun  ini 

diperkirakan  mencapai  Rp1291/saham.  Pada  harga  Rp12975  saat  ini,  harga  SMGR  hanya  ditransaksikan 

dengan  PE  10x  (E/15).  Saham  SMGR  berpeluang  ditransaksikan  dengan  PE  16x  setahun  ke  depan  sesuai 

dengan PE industri, atau berpeluang mencapai target harga di Rp20656 atau punya ruang penguatan 59% 

dari harga saat ini. Buy on Weakness, SL 12400 

 

Kamis, 30 April 2015

Saham Pilihan

ASII 6850-7400 BoW, SL 6500

BBNI 6250-6700 BoW, SL 6200

BBTN 1085-1145 TB, SL 1075

INCO 2760-2900 TB, SL 2600

TLKM 2600-2800 TB, SL 2590

INTP 21100-22400 BoW, SL 21000

LSIP 1375-1450 BoW, SL 1370

(6)

Stock View

6

Kamis, 30 April 2015

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE

IHSG 

5105.56  5223.51  5341.46  5001.31  4897.06 

               PERKEBUNAN AALI  19925  20,383.33  20,841.67  19,583.33  19,241.67  3,725,866.00  36.80  485.51  114.55  10.26  BWPT  253  263.00  273.00  245.00  237.00                LSIP  1415  1,451.67  1,488.33  1,376.67  1,338.33  1,279,973.00  40.33  32.78  122.48  10.79  SGRO  1730  1,773.33  1,816.67  1,708.33  1,686.67  649,627.93  10.94  29.32  141.04  14.75  SIMP  645  658.33  671.67  628.33  611.67  3,171,052.00  2.40  12.14  92.44  13.28  UNSP  50  50.00  50.00  50.00  50.00  659,213.38  36.97  21.64  ‐571.51  0.58 

PERTAMBANGAN BATU BARA

ADRO  895  938.33  981.67  858.33  821.67  9,632,947.40  33.83  45.68  269.20  4.90  BORN  50  50.00  50.00  50.00  50.00                BRAU  85  90.67  96.33  80.67  76.33                BUMI  68  71.33  74.67  66.33  64.67  9,572,406.53  4.50  191.78  ‐751.57  0.09  DEWA  50  50.00  50.00  50.00  50.00  631,292.51  8.52  ‐0.52  ‐77.95  ‐23.93  HRUM  1225  1,253.33  1,281.67  1,193.33  1,161.67  1,460,386.97  ‐32.82  45.54  81.61  6.73  ITMG  13425  13,816.67  14,208.33  13,166.67  12,908.33  5,742,974.57  5.02  968.54  ‐299.21  3.47  PTBA  9725  10,000.00  10,275.00  9,475.00  9,225.00  3,093,648.00  11.39  232.76  8.74  10.45  PTRO  705  720.00  735.00  695.00  685.00  929,699.70  5.15  23.76  ‐67.39  7.42 

PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI

BIPI  92  95.00  98.00  90.00  88.00  999,850.63  1,185.87  4.39  5,114.26  5.24 

ELSA  580  600.00  620.00  565.00  550.00  918,296.00  ‐12.25  7.42  56.06  19.54 

ENRG  77  79.33  81.67  72.33  67.67  2,210,590.04  27.13  4.86  2,610.69  3.96 

ESSA  2025  2,033.33  2,041.67  2,008.33  1,991.67  126,590.83  22.89  42.71  28.12  11.85 

MEDC  3055  3,126.67  3,198.33  2,986.67  2,918.33  2,303,371.50  7.08  122.83  131.12  6.22 

PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA

ANTM  810  830.00  850.00  795.00  780.00                INCO  2800  2,866.67  2,933.33  2,691.67  2,583.33  2,430,306.44  ‐3.23  20.62  ‐33.11  33.95  TINS  990  995.00  1,000.00  985.00  980.00                SEMEN INTP  21700  22,400.00  23,100.00  21,075.00  20,450.00  4,499,774.00  6.65  289.47  ‐7.03  18.74  SMCB  1545  1,573.33  1,601.67  1,518.33  1,491.67  2,356,126.00  9.11  42.23  75.57  9.15  SMGR  12975  13,350.00  13,725.00  12,650.00  12,325.00  6,177,992.74  11.44  219.66  5.39  14.77  LOGAM DAN SEJENISNYA

GDST  67  69.00  71.00  65.00  63.00  333,609.60  28.88  2.97  59.01  5.64  JPRS  195  202.67  210.33  184.67  174.33  158,603.63  98.78  6.50  ‐0.37  7.50  KRAS  356  370.33  384.67  345.33  334.67  5,240,035.36  ‐12.47  ‐33.57  ‐698.77  ‐2.65  PAKAN TERNAK CPIN  2950  3,111.67  3,273.33  2,811.67  2,673.33  6,719,521.00  19.02  40.34  ‐7.84  18.28  JPFA  555  570.00  585.00  545.00  535.00  5,674,518.00  14.33  4.97  ‐72.07  27.94 

OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA

ASII  7100  7,316.67  7,533.33  6,941.67  6,783.33  49,821,000.00  6.73  116.76  9.68  15.20 

GJTL  1095  1,135.00  1,175.00  1,055.00  1,015.00  3,199,668.00  5.32  96.23  ‐2.66  2.84 

INDUSTRI BARANG KONSUMSI

ICBP  12650  12,950.00  13,250.00  12,450.00  12,250.00  7,355,089.00  21.44  0.12  6.96  24.94  INDF  6700  7,008.33  7,316.67  6,508.33  6,316.67  16,365,578.00  27.30  156.42  90.13  10.71  MYOR  24850  24,933.33  25,016.67  24,708.33  24,566.67  3,498,158.85  30.25  133.69  ‐45.72  46.47  ROTI  1090  1,113.33  1,136.67  1,073.33  1,056.67  464,595.48  27.03  12.10  9.45  22.52  GGRM  52225  53,558.33  54,891.67  51,083.33  49,941.67  15,670,252.00  23.99  736.58  35.34  17.73  INAF  260  268.67  277.33  251.67  243.33  155,073.95  25.62  ‐12.39  250.04  ‐5.25  KAEF  1150  1,173.33  1,196.67  1,108.33  1,066.67  867,027.74  8.45  4.21  ‐4.38  68.33  KLBF  1785  1,828.33  1,871.67  1,763.33  1,741.67  4,066,502.64  16.52  10.52  11.04  42.42 

KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA

(7)

7 EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE

PROPERTI DAN REAL ESTAT

APLN  430  443.67  457.33  410.67  391.33  1,165,134.03  1.99  14.43  20.67  7.45  ASRI  605  631.67  658.33  591.67  578.33  871,134.65  ‐3.40  15.77  ‐23.45  9.59  BKSL  101  108.33  115.67  95.33  89.67                BSDE  1860  1,950.00  2,040.00  1,785.00  1,710.00  1,254,119.10  ‐39.62  27.93  ‐60.73  16.65  COWL  555  563.33  571.67  548.33  541.67  64,709.78  ‐6.38  1.59  ‐30.99  87.03  CTRA  1380  1,403.33  1,426.67  1,358.33  1,336.67  1,202,303.51  ‐10.35  15.01  5.45  22.98  CTRP  695  720.00  745.00  675.00  655.00  251,211.60  ‐58.80  4.89  ‐84.29  35.52  CTRS  2950  2,983.33  3,016.67  2,883.33  2,816.67  347,893.21  27.73  66.20  25.74  11.14  ELTY  580  600.00  620.00  565.00  550.00                KIJA  285  295.00  305.00  276.00  267.00  725,835.40  ‐3.64  15.03  51.33  4.74  MDLN  510  525.00  540.00  500.00  490.00                KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI  2810  2,883.33  2,956.67  2,728.33  2,646.67  1,439,602.33  5.83  9.01  40.67  77.94  DGIK  135  143.67  152.33  127.67  120.33  480,924.22  52.77  1.81  ‐44.42  18.65  PTPP  3875  3,956.67  4,038.33  3,766.67  3,658.33  1,999,368.48  55.72  12.69  44.39  76.36  SSIA  1170  1,216.67  1,263.33  1,136.67  1,103.33  918,070.21  ‐17.06  2.64  ‐93.80  110.87  TOTL  960  976.67  993.33  951.67  943.33  547,807.36  ‐6.30  11.12  ‐20.80  21.58  WIKA  3390  3,420.00  3,450.00  3,370.00  3,350.00  2,791,666.54  6.24  27.28  6.78  31.06 

INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI

PGAS  4265  4,393.33  4,521.67  4,193.33  4,121.67               

JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA

CMNP  2365  2,438.33  2,511.67  2,328.33  2,291.67  262,850.17  17.13  53.83  8.63  10.98  JSMR  6150  6,516.67  6,883.33  5,866.67  5,583.33  2,079,705.80  ‐13.14  55.30  16.71  27.80  TELEKOMUNIKASI BTEL  1205  1,206.67  1,208.33  1,201.67  1,198.33  471,133.26  ‐31.12  6.89  ‐316.19  43.72  EXCL  4030  4,295.00  4,560.00  3,835.00  3,640.00  5,512,751.00  9.78  44.41  20.12  22.69  ISAT  4010  4,055.00  4,100.00  3,970.00  3,930.00  5,773,177.00  ‐0.26  147.24  ‐1,224.62  6.81  TLKM  2955  2,983.33  3,011.67  2,938.33  2,921.67  21,250,000.00  8.71  36.20  4.95  20.41  TRANSPORTASI GIAA  585  588.33  591.67  578.33  571.67  9,206,681.81  17.35  ‐82.55  469.78  ‐1.77  MBSS  950  965.00  980.00  940.00  930.00  435,871.55  21.78  59.94  3.87  3.96  WINS  605  615.00  625.00  600.00  595.00  518,942.64  36.32  23.63  53.05  6.40 

KONSTRUKSI NON BANGUNAN

INDY  302  314.33  326.67  295.33  288.67  2,753,426.38  52.84  17.64  3.30  4.28  BANK BBCA  13500  13,933.33  14,366.67  13,133.33  12,766.67  10,261,849.00  32.93  148.65  26.73  22.70  BBKP  680  696.67  713.33  666.67  653.33  1,641,517.00  15.99  27.33  9.08  6.22  BBNI  6525  6,733.33  6,941.67  6,283.33  6,041.67  7,526,634.00  26.65  128.30  15.63  12.71  BBRI  11625  11,966.67  12,308.33  11,266.67  10,908.33  17,099,293.00  28.06  240.57  16.71  12.08  BBTN  1115  1,140.00  1,165.00  1,090.00  1,065.00  3,123,112.00  28.06  32.29  2.24  8.63  BDMN  4090  4,258.33  4,426.67  3,923.33  3,756.67  5,612,922.00  17.40  91.25  ‐13.01  11.21  BJBR  870  886.67  903.33  856.67  843.33  2,124,681.00  12.48  33.55  ‐12.29  6.48  BMRI  10550  10,883.33  11,216.67  10,283.33  10,016.67  14,313,290.00  25.54  211.05  10.27  12.50  BNGA  690  698.33  706.67  683.33  676.67  4,883,839.00  15.02  43.71  4.22  3.95 

PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI

AKRA  5200  5,308.33  5,416.67  5,083.33  4,966.67  5,630,170.96  3.52  46.44  14.36  27.99  INTA  259  260.33  261.67  256.33  253.67  398,931.00  ‐48.89  37.27  87.86  1.74  UNTR  20500  20,783.33  21,066.67  20,358.33  20,216.67  13,901,385.00  11.66  42.26  39.66  121.27  PERDAGANGAN ECERAN MAPI  5500  5,650.00  5,800.00  5,275.00  5,050.00  2,675,101.00  26.32  27.42  ‐27.88  50.15  RALS  780  793.33  806.67  768.33  756.67  1,184,904.00  9.45  5.73  ‐2.88  34.05 

ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA

MNCN  2250  2,346.67  2,443.33  2,176.67  2,103.33  1,496,466.00  9.55  27.61  ‐7.99  20.37 

PERUSAHAAN INVESTASI

BRMS  151  163.00  175.00  140.00  129.00  55,860.54  ‐9.06  ‐5.88  94.31  ‐6.43 

(8)

Corporate Action

8

Code

Name

Type

Date

Time

Venue

BABP    Bank MNC Internasional Tbk.    AGM    28/04/2015    0:14:00 

MNC Tower, Auditorium Lt B2, Jl. Kebon Sirih 

No.17‐19, Jakarta Pusat   

BABP    Bank MNC Internasional Tbk.    EGM    28/04/2015    0:14:00 

MNC Tower, Auditorium Lt. B2, Jl. Kebon Sirih 

No.17‐19, Jakarta Pusat   

ASII   

Astra International Tbk.   

AGM    28/04/2015    0:08:30 

The Ritz‐Carlton Jakarta, Pacific Place   

NRCA   

Nusa Raya Cipta Tbk   

AGM    28/04/2015    0:10:00 

Hotel Gran Melia, Ruang Legian 2, Jl. HR. Ra‐

suna Said Blok X‐0 Kav.4, Kuningan, Jakarta 

12950   

RAJA   

Rukun Raharja Tbk.   

AGM    29/04/2015    0:10:00 

Intercontonental mid plaza hotel   

BPFI   

Batavia Prosperindo Finance 

Tbk   

AGM    30/04/2015    0:01:00 

Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance 

Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend 

Sudirman Kav 21, Jakarta 12920   

BPFI   

Batavia Prosperindo Finance 

Tbk   

EGM    30/04/2015    0:10:00 

Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance 

Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend 

Sudirman Kav 21, Jakarta 12920   

BPII   

Batavia Prosperindo Interna‐

sional Tbk   

AGM    30/04/2015    0:14:00 

Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav. 

21, Jakarta Selatan   

BPII   

Batavia Prosperindo Interna‐

sional Tbk   

EGM    30/04/2015    0:14:00 

Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav. 

21, Jakarta Selatan   

BRAU   

Berau Coal Energy Tbk   

EGM    30/04/2015    0:10:00 

  

ASBI   

Asuransi Bintang Tbk.   

AGM    30/04/2015    0:14:00 

  

ASBI   

Asuransi Bintang Tbk.   

EGM    30/04/2015    0:14:00 

  

TOTL   

Total Bangun Persada Tbk.   

AGM    30/04/2015    0:09:30 

PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL 

lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐

karta 11440   

TOTL   

Total Bangun Persada Tbk.   

EGM    30/04/2015    0:09:30 

PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL 

lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐

karta 11440   

TAXI    Express Transindo Utama Tbk    AGM    30/04/2015    0:09:30 

Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung 

Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend. 

Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190   

TAXI    Express Transindo Utama Tbk    EGM    30/04/2015    0:09:30 

Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung 

Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend. 

Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190   

NAGA   

Bank Mitraniaga Tbk   

AGM   

5‐Apr‐15 

0:10:00 

Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl, 

LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410   

NAGA   

Bank Mitraniaga Tbk   

EGM   

5‐Apr‐15 

0:10:00 

Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl, 

LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410   

SIMP   

Salim Ivomas Pratama Tbk   

AGM    5‐May‐15 

0:14:00 

Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH, 

Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta 

Selatan 12910   

SIMP   

Salim Ivomas Pratama Tbk   

EGM    5‐May‐15 

0:14:00 

Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH, 

Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta 

Selatan 12910   

(9)

Corporate Action

9

EMITEN

JUMLAH DIVIDEN

CUM DIVIDEN RECORDING DATE

PEMBAYARAN

DIVIDEN

KETERANGAN

PLIN 

70 

15‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

7‐May‐15 

  

ITMG 

645 

8‐Apr‐15 

13‐Apr‐15 

24‐Apr‐15 

  

SMBR 

8.34385 

8‐Apr‐15 

13‐Apr‐15 

30‐Apr‐15 

  

WTON 

11,82 

9‐Apr‐15 

14‐Apr‐15 

5‐May‐15 

  

BJBR 

71.6 

8‐Apr‐15 

13‐Apr‐15 

30‐Apr‐15 

  

MERK 

6500 

10‐Apr‐15 

15‐Apr‐15 

5‐May‐15 

  

PGAS 

144,84 

13‐Apr‐15 

16‐Apr‐15 

8‐May‐15 

  

BDMN 

81,50 

14‐Apr‐15 

17‐Apr‐15 

8‐May‐15 

  

GEMS 

3,36 

13‐Apr‐15 

16‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

Dividen Interim 

KAEF 

8.4488 

15‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

8‐May‐15 

  

BBCA 

98 

16‐Apr‐15 

21‐Apr‐15 

13‐May‐15 

Dividen Final 

BJTM 

41,86 

15‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

8‐May‐15 

  

ACST 

42 

15‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

4‐May‐15 

  

LEAD 

40 

7‐Apr‐15 

10‐Apr‐15 

30‐Apr‐15 

  

JASS 

159 

‐ 

16‐Apr‐15 

23‐Apr‐15 

  

AALI 

472 

21‐Apr‐15 

24‐Apr‐15 

15‐May‐15 

  

TURI 

10 

22‐Apr‐15 

27‐Apr‐15 

15‐May‐15 

  

BFIN 

54 

22‐Apr‐15 

27‐Apr‐15 

15‐May‐15 

  

ASGR 

52 

23‐Apr‐15 

28‐Apr‐15 

20‐May‐15 

  

SMGR 

375,34 

23‐Apr‐15 

28‐Apr‐15 

20‐May‐15 

  

TOBA 

‐ 

23‐Apr‐15 

28‐Apr‐15 

20‐May‐15 

  

JASS 

100 

‐ 

28‐Apr‐15 

7‐May‐15 

Dividen Interim 

MDIA 

10 

24‐Apr‐15 

29‐Apr‐15 

21‐May‐15 

  

SSMS 

22,65 

24‐Apr‐15 

29‐Apr‐15 

21‐May‐15 

  

(10)

Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.

Branch Office

Jakarta:

Gedung Jaya Lt. 2 Suite L02-05

Jl. M. H. Thamrin No. 12

Jakarta 10340

Phone : +62 21 3193 1811

Yogyakarta:

Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata

Tamansiswa Yogyakarta

Jl. Kusumanegara 121 - Yogyakarta 55165

Phone : 0274-543944

Solo:

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Jalan A. Yani Tromol Pos 1,

Pabelan Kartasura, Surakarta,

Jawa Tengah 57162

(0271) 717417

Makassar :

Jl. Gunung Bawakareng No. 71

Makassar 90157

Phone : +62 411 361 3122

Sampit :

Universitas Darwan Ali

Jl. Batu Berlian No. 10

Kalimantan Tengah 74322

Phone : +62 531 31992

Panin Bank Centre

4

th

Floor Jl. Jend. Sudirman No. 1

Jakarta 10270, Indonesia

Phone

: +62 21 727 99888

Fax

: +62 21 571 0895

Web

: www.firstasiacapital.com

E-mail :

[email protected]

First Asia Research Team :

Ivan Kurniawan ([email protected])

David Nathanael ([email protected])

Referensi

Dokumen terkait

Target penjualan bersih ini diperkirakan bisa tercapai karena hingga paruh pertama 2014 (1H14) penjualan bersih sudah mencapai Rp14,42 triliun atau 46,8% dari proyeksi

 Sementara itu, volume penjualan batubara dari tambang perseroan hingga kuartal I-2017 mencapai 1,9 juta ton, naik 8,7% dari periode yang sama tahun lalu..  Sementara itu,

Tercatat dalam kuartal III-2016, biaya pokok pendapatan sebesar Rp 11,3 triliun atau naik 8,6% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 10,4 triliun.. Alhasil, laba

Hingga 1H17 pencapaian laba bersih perseroan telah mencerminkan 66,5% dari target laba bersih tahun ini yang diperkirakan sebesar USD33,60 juta atau tumbuh 107% dari tahun

Pada periode yang sama, volume penjualan semen secara nasional di Januari cuma mencapai 5,2 juta ton.. Jumlah ini turun 2,23% bila dibandingkan

PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) meraih penjualan neto sebesar USD279,88 juta hingga periode 30 Juni 2017 naik dari penjualan neto USD182,51 juta di periode yang sama

Kinerja perseroan hingga paruh pertama tahun ini mencatatkan pertumbuhan laba hingga 33% mencapai Rp1,16 triliun dibandingkan periode yang sama 2013 sebesar Rp870

Secara fundamental kinerja BDMN juga cukup positif, BDMN sepanjang semester I-2012 berhasil mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp 2 triliun, yang naik 36% dibanding