• Tidak ada hasil yang ditemukan

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPRI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPRI"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPRI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BATAM BULAN OKTOBER 2009 INFLASI 0,23 PERSEN

Pada Bulan Oktober 2009 di Kota Batam terjadi inflasi sebesar 0,23 persen. Dari 16 kota IHK di Sumatera, sebelas kota diantaranya mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Padang sebesar 1,78 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Palembang sebesar 0,15 persen. Sebaliknya lima kota lainnya mengalami deflasi dengan deflasi tertinggi terjadi di Kota Banda Aceh sebesar 1,30 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Sibolga sebesar 0,21 persen.

Inflasi di Kota Batam terjadi karena adanya kenaikan harga beberapa komoditi kebutuhan masyarakat yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga lima kelompok barang dan jasa yang menyusun IHK Kota Batam, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,96 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,02 persen; kelompok sandang sebesar 0,16 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,13 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,18 persen. Sedangkan indeks harga kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau justru mengalami penurunan sebesar 0,20 persen dan indeks kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan stabil dibanding keadaan pada bulan September 2009.

Laju inflasi tahun kalender (Januari - Oktober) 2009 di Kota Batam sebesar 2,21 persen dan laju inflasi 'year on year' Tahun 2009 (Oktober 2009 dibanding dengan Oktober

2008) di Kota Batam sebesar 2,69 persen.

Gambar 1: Perkembangan Inflasi Kota Batam Bulan Oktober 2008 s.d Oktober 2009

-1 -0.5 0 0.5 1 1.5

Okt'08 Nop'08 Des'08 Jan'09 Peb'09 Mar'09 Apr'09 Mei'09 Jun'09 Jul'09 Ags'09 Sep'09 Okt'09

(2)

Pasca Hari Raya Idul Fitri 1430 H, harga beberapa kebutuhan masyarakat di Kota Batam masih menunjukkan pergerakan naik. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Batam sebesar 0,23 persen atau mengalami kenaikan dari 112,53 pada bulan September 2009 menjadi 112,79. Inflasi pada bulan ini terutama dipicu oleh naiknya harga/tarif beberapa barang dan jasa kebutuhan masyarakat, antara lain : cabe merah, cabe rawit, sayur kangkung, sawi hijau, kerudung/jilbab, mie kering instan, rokok kretek filter, kol putih/kubis, daging sapi, cabe hijau, sayur bayam, daster, televisi berwarna dan biskuit. Namun tercatat beberapa komoditi yang mengalami penurunan harga, antar lain : kacang panjang, gula pasir, ikan tongkol, ikan selar, emas perhiasan, ikan dencis, minyak goreng, sotong, jeruk, apel, kentang, bawang putih dan bawang merah.

Tabel 1: Inflasi 16 Kota IHK di Sumatera (%)

Kota Oktober Januari-Oktober Inflasi Tahun ke Tahun *) 2008 2009 2008 2009 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Banda Aceh 2. Lhokseumawe 3. Sibolga 4. Pematang Siantar 5. Medan 6. Padang Sidempuan 7. Padang 8. Pekanbaru 9. Dumai 10. Jambi 11. Palembang 12. Bengkulu 13. Bandar Lampung 14. Pangkal Pinang 15. Batam 16. Tanjung Pinang 17. Nasional -0,30 0,35 -0,04 0,63 1,36 0,34 0,99 0,48 0,83 -0,03 -0,09 0,84 0,65 0,43 0,12 -0,22 0,45 -1,30 -0,86 -0,21 0,57 0,21 0,36 1,78 0,43 -0,75 1,23 0,15 0,59 -0,23 0,40 0,23 0,76 0,19 8,43 10,89 9,88 9,39 9,66 10,99 11,50 8,95 13,85 11,75 11,38 14,01 14,72 18,74 7,89 10,34 10,96 3,27 2,52 2,69 3,73 2,52 1,90 3,27 2,07 1,20 3,16 1,75 3,99 4,20 1,99 2,21 1,64 2,48 5,03 5,20 5,01 4,46 3,43 3,14 4,36 2,15 1,60 2,99 1,54 3,47 4,30 1,69 2,69 3,07 2,57 Ket : *) Oktober 2009 terhadap Oktober 2008

Laju inflasi tahun kalender (Januari-Oktober) 2009 di Kota Batam tercatat sebesar 2,21 persen, jauh lebih rendah dibanding laju inflasi periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 7,89 persen. Sedangkan laju inflasi (Oktober 2009 terhadap

(3)

Oktober 2008) di Kota Batam tercatat sebesar 2,69 persen, juga lebih rendah dibanding tingkat inflasi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai sebesar 8,67 persen.

Dari 16 kota IHK di Sumatera, sebelas kota diantaranya mengalami inflasi pada bulan ini dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Padang sebesar 1,78 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Palembang sebesar 0,15 persen. Sebaliknya lima kota IHK lainnya justru mengalami deflasi dengan deflasi tertinggi terjadi di Kota Banda Aceh sebesar 1,30 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Sibolga sebesar 0,21 persen. Selanjutnya bila dilihat dari 66 kota IHK di Indonesia tercatat 45 kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Padang sebesar 1,78 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Depok sebesar 0,05 persen. Sebaliknya 21 kota IHK lainnya mengalami deflasi dengan deflasi tertinggi terjadi di Kota Banda Aceh sebesar 1,30 persen dan deflasi terendah di Kota Madiun sebesar 0,02 persen.

Tabel 2: IHK, Inflasi dan Andil Inflasi Kota Batam Menurut Kelompok Pengeluaran

Bulan Oktober 2009 Kelompok Pengeluaran Indeks Oktober 2009 Inflasi Oktober 2009 Andil Inflasi [1] [2] [3] [4] U m u m 1. Bahan Makanan

2. Makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 3. Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 4. Sandang

5. Kesehatan

6. Pendidikan, rekreasi dan olahraga 7. Transpor, komunikasi dan jasa keuangan

112,79 123,56 114,37 110,50 127,42 111,99 107,79 100,14 0,23 0,96 -0,20 0,02 0,16 0,13 0,18 0,00 0,23 0,23 -0,03 0,00 0,01 0,01 0,01 0,00

Perkembangan IHK Menurut Kelompok Pengeluaran

Dari tujuh kelompok pengeluaran barang dan jasa yang menyusun Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Batam Bulan Oktober 2009, tercatat lima kelompok diantaranya mengalami kenaikan indeks yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,96 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,02 persen; kelompok sandang sebesar 0,16 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,13 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi

(4)

dan olahraga sebesar 0,18 persen. Sebaliknya indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau justru mengalami penurunan sebesar 0,20 persen. Sedangkan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada bulan ini indeksnya stabil dibanding keadaan pada bulan September 2009.

1. Bahan Makanan

Indeks harga kelompok bahan makanan pada bulan ini mengalami kenaikan sebesar 0,96 persen atau naik dari 122,39 pada bulan September 2009 menjadi 123,56. Dengan kenaikan indeks sebesar 0,96 persen pada bulan ini berarti kelompok bahan makanan memberikan andil sebesar 0,23 persen terhadap pembentukan inflasi Kota Batam.

Dari sebelas subkelompok yang menyusun kelompok bahan makanan tercatat lima subkelompok diantaranya mengalami kenaikan indeks, yaitu subkelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya sebesar 0,53 persen; subkelompok daging dan hasil-hasilnya sebesar 0,25 persen; subkelompok telur, susu dan hasil-hasilnya sebesar 0,05 persen; subkelompok sayur-sayuran sebesar 1,35 persen; dan subkelompok bumbu-bumbuan sebesar 16,55 persen. Sebaliknya empat subkelompok lainnya mengalami penurunan indeks, yaitu : subkelompok ikan segar sebesar 3,57 persen; subkelompok ikan diawetkan sebesar 0,50 persen; subkelompok buah-buahan sebesar 1,72 persen; dan subkelompok lemak dan minyak sebesar 0,98 persen. Sedangkan subkelompok kacang-kacangan dan subkelompok bahan makanan lainnya pada bulan ini indeksnya stabil dibanding keadaan pada bulan September 2009.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Indeks harga kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada bulan ini mengalami peurunan sebesar 0,20 persen atau turun dari 114,60 pada bulan September 2009 menjadi 114,37. Turunnya indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada bulan ini disebabkan turunnya indeks subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 1,46 persen. Sebaliknya indeks subkelompok makanan jadi dan subkelompok tembakau dan minuman beralkohol pada bulan ini justru mengalami kenaikan, masing-masing sebesar 0,06 persen dan 0,26 persen.

(5)

Dengan turunnya indeks sebesar 0,20 persen berarti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada bulan ini sedikit menetralisir laju inflasi Batam dengan memberikan andil negatif, yaitu sebesar -0,03 persen.

3. Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Indeks harga kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada bulan ini mengalami kenaikan sebesar 0,02 persen atau naik dari 110,48 menjadi 110,50. Dengan kenaikan indeks yang hanya sebesar 0,02 persen berarti andil kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar terhadap pembentukan inflasi Kota Batam pada bulan ini sangat kecil sekali (0,003 persen).

Pada bulan ini tercatat subkelompok biaya tempat tinggal mengalami penurunan indeks sebesar 0,04 persen. Sebaliknya subkelompok perlengkapan rumah tangga dan subkelompok penyelenggaraan rumahtangga justru mengalami kenaikan indeks masing-masing sebesar 0,47 persen dan 0,10 persen. Sedangkan subkelompok bahan bakar, penerangan dan air pada bulan ini indeksnya stabil dibanding keadaan bulan September 2009.

4. Kelompok Sandang

Meskipun indeks harga subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya mengalami penurunan sebesar 0,03 persen, namun tak mampu menghambat kenaikan indeks kelompok sandang yang disebabkan oleh naiknya indeks subkelompok sandang wanita sebesar 0,68 persen. Indeks harga kelompok sandang pada bulan ini mengalami kenaikan sebesar 0,16 persen atau naik dari 127,22 menjadi 127,42 dan memberikan andil sebesar 0,01 persen terhadap pembentukan inflasi Kota Batam.

Sedangkan dua subkelompok lainya, yaitu subkelompok sandang laki-laki dan subkelompok sandang anak-anak pada bulan ini tidak mengalami perubahan indeks (stabil) dibanding dengan keadaan pada bulan September 2009.

5. Kelompok Kesehatan

Pada bulan ini tercatat indeks harga kelompok kesehatan mengalami kenaikan sebesar 0,13 persen atau naik dari 111,85 menjadi 111,99. Naiknya indeks kelompok kesehatan disebabkan oleh naiknya indeks harga subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0,30 persen. Sedangkan indeks harga subkelompok jasa kesehatan,

(6)

subkelompok obat-obatan, dan subkelompok jasa perawatan jasmani stabil dibanding keadaan pada bulan September 2009.

Dengan kenaikan indeks sebesar 0,13 persen berarti kelompok kesehatan memberikan andil sebesar 0,01 persen terhadap pembentukan inflasi Batam pada bulan ini.

6. Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Indeks harga kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada bulan ini mengalami kenaikan sebesar 0,18 persen atau naik dari 107,60 pada bulan September 2009 menjadi 107,79. Naiknya indeks kelompok ini merupakan dampak dari naiknya indeks harga subkelompok rekreasi sebesar 0,52 persen. Sedangkan empat subkelompok lainnya, yaitu subkelompok jasa pendidikan, subkelompok kursus-kursus/pelatihan, subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan dan subkelompok olahraga pada bulan ini indeksnya stabil dibanding dengan indeks pada bulan September 2009.

Dengan kenaikan indeks sebesar 0,18 persen berarti kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga memberikan andil sebesar 0,01 persen terhadap pembentukan inflasi Batam.

7. Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Pada bulan ini tercatat indeks harga kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan tidak mengalami perubahan (stabil) dibanding keadaan pada bulan September 2009.

(7)

Tabel 3: Indeks Harga Konsumen dan Inflasi 66 Kota di Indonesia Bulan Oktober 2009 (Tahun 2007 = 100)

Kota IHK Inflasi

(1) (2) (3) 1. Banda Aceh 2. Lhokseumawe 3. Sibolga 4. Pematang Siantar 5. Medan 6. Padang Sidempuan 7. Padang 8. Pekan Baru 9. Dumai 10. Jambi 11. Palembang 12. Bengkulu 13. Bandar lampung 14. Pangkal Pinang 15. Batam 16. Tanjung Pinang 17. Jakarta 18. Bogor 19. Sukabumi 20. Bandung 21. Cirebon 22. Bekasi 23. Depok 24. Tasikmalaya 25. Purwokerto 26. Surakarta 27. Semarang 28. Tegal 29. Yogyakarta 30. Jember 31. Sumenep 32. Kediri 33. Malang 34. Probolinggo 35. Madiun 36. Surabaya 37. Serang 38. Tangerang 39. Cilegon 40. Denpasar 41. Mataram 42. Bima 43. Maumere 44. Kupang 117,32 118,18 118,66 117,33 116,63 117,74 119,82 115,19 119,65 118,30 117,95 121,29 123,26 121,44 112,79 118,63 115,20 118,08 118,01 114,85 121,39 114,67 115,49 118,98 116,32 111,30 116,25 118,23 116,26 117,56 113,11 115,67 116,62 119,13 120,06 114,43 122,54 118,50 118,75 115,55 119,36 123,21 126,56 119,27 -1,30 -0,86 -0,21 0,57 0,21 0,36 1,78 0,43 -0,75 1,23 0,15 0,59 -0,23 0,40 0,23 0,76 0,12 -0,44 -0,08 0,30 0,12 0,23 0,05 0,40 0,36 0,15 0,41 -0,13 -0,03 0,52 -0,54 0,10 0,21 0,35 -0,02 0,16 0,14 0,19 0,30 0,35 -0,77 0,25 0,63 1,25

(8)

Kota IHK Inflasi (1) (2) (3) 45. Pontianak 46. Singkawang 47. Sampit 48. Palangkaraya 49. Banjarmasin 50. Balikpapan 51. Samarinda 52. Tarakan 53. Manado 54. Palu 55. Watampone 56. Makassar 57. Pare-pare 58. Palopo 59. Kendari 60. Gorontalo 61. Mamuju 62. Ambon 63. Ternate 64. Manokwari 65. Sorong 66. Jayapura Nasional 121,01 118,06 115,27 116,72 118,51 117,98 121,40 128,30 115,95 118,52 128,15 116,50 121,25 126,33 123,66 118,22 120,27 113,32 118,76 129,84 133,30 115,87 116,68 -0,49 -0,60 0,70 0,72 0,65 0,20 0,12 -0,74 0,83 -1,17 -0,13 0,22 -0,25 0,49 0,37 0,44 -0,29 0,76 0,18 -0,53 0,45 -0,64 0,19

(9)

Tabel 4: Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Batam Bulan September dan Oktober 2009 (Tahun 2007 = 100)

Kelompok/Sub Kelompok September IHK

2009 % Perub thd Agustus 2009 IHK Oktober 2009 % Perub thd September 2009 (1) (2) (3) (4) (5) UMUM I. BAHAN MAKANAN

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya Daging dan Hasil-hasilnya

Ikan segar Ikan diawetkan

Telur, susu dan hasil-hasilnya Sayuran

Kacang-kacangan Buah-buahan Bumbu-bumbuan Lemak dan minyak Bahan makanan lainnya

II. MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK

& TEMBAKAU Makanan jadi

Minuman yang tidak beralkohol Tembakau dan minuman beralkohol III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS &

BAHAN BAKAR Biaya tempat tinggal

Bahan bakar, penerangan dan air Perlengkapan rumah tangga Penyelenggaraan rumah tangga

IV. SANDANG

Sandang laki-laki Sandang wanita Sandang anak-anak

Sandang pribadi dan sandang lainnya

V. KESEHATAN

Jasa kesehatan Obat-obatan

Jasa Perawatan jasmani

Perawatan jasmani dan kosmetik

VI. PENDIDIKAN, REKREASI DAN

OLAHRAGA Jasa pendidikan

Kursus-kursus/Pelatihan

Perlengkapan / peralatan pendidikan Rekreasi

Olah raga

VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA

KEUANGAN Transpor

Komunikasi dan pengiriman Sarana dan penunjang transport Jasa keuangan 112,53 122,39 110,91 121,29 127,91 136,09 116,07 116,63 138,91 134,20 126,22 136,30 110,20 114,60 111,58 118,18 119,17 110,48 106,89 117,00 108,58 114,64 127,22 117,69 119,88 123,82 144,87 111,85 115,19 104,68 117,35 111,42 107,60 113,61 100,00 108,98 102,70 100,00 100,14 106,58 81,75 100,53 109,28 1,27 3,07 -0,71 1,33 0,61 3,18 -0,03 6,78 0,19 5,95 20,46 0,12 1,48 0,96 0,66 3,00 0,00 0,04 0,00 0,00 0,85 0,00 2,96 2,31 4,32 1,88 3,19 1,05 1,80 0,00 6,47 0,00 0,21 0,00 0,00 0,00 0,59 0,00 0,67 0,94 0,00 0,27 0,00 112,79 123,56 111,50 121,59 123,35 135,41 116,13 118,21 138,91 131,89 147,11 134,97 110,20 114,37 111,65 116,45 119,48 110,50 106,85 117,00 109,09 114,76 127,42 117,69 120,70 123,82 144,82 111,99 115,19 104,68 117,35 111,75 107,79 113,61 100,00 108,98 103,23 100,00 100,14 106,58 81,75 100,53 109,28 0,23 0,96 0,53 0,25 -3,57 -0,50 0,05 1,35 0,00 -1,72 16,55 -0,98 0,00 -0,20 0,06 -1,46 0,26 0,02 -0,04 0,00 0,47 0,10 0,16 0,00 0,68 0,00 -0,03 0,13 0,00 0,00 0,00 0,30 0,18 0,00 0,00 0,00 0,52 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

Gambar

Gambar 1:  Perkembangan Inflasi Kota Batam  Bulan Oktober 2008 s.d Oktober 2009
Tabel 1:  Inflasi 16 Kota IHK di Sumatera (%)
Tabel 2:  IHK, Inflasi dan Andil Inflasi Kota Batam  Menurut Kelompok Pengeluaran
Tabel 3:  Indeks Harga Konsumen dan Inflasi 66 Kota di Indonesia  Bulan Oktober 2009 (Tahun 2007 = 100)
+2

Referensi

Dokumen terkait

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks/inflasi pada kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan inflasi yaitu kelompok

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada 3 (tiga) kelompok komoditi, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 3,10 persen; kelompok

Dari tujuh kelompok pengeluaran barang dan jasa yang menyusun Indeks Harga Konsumen (IHK) Gabungan 2 Kota di Provinsi Kepulauan Riau Januari 2015, tercatat 6

 Inflasi di Sulawesi Selatan bulan Juli 2016 terjadi karena terdapat enam kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada semua kelompok komoditi, yaitu: kelompok bahan makanan 0,62 persen; kelompok makanan

• Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,14 persen;

Dari tujuh kelompok pengeluaran barang dan jasa yang menyusun Indeks Harga Konsumen (IHK) Kabupaten Karimun Mei 2016, tercatat 5 (lima) kelompok pengeluaran

 Inflasi di Sulawesi Selatan bulan Juni 2016 terjadi karena semua kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga pada kelompok bahan