• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan Canting Dentoalveolar Pada Maloklusi Klas I, II Dan III dengan Menggunakan Radiografi Panoramik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perbandingan Canting Dentoalveolar Pada Maloklusi Klas I, II Dan III dengan Menggunakan Radiografi Panoramik"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

30 Sesuai dengan penelitian Alavi dkk., melaporkan bahwa kelompok maloklusi Klas II subdivisi memperlihatkan adanya perbedaan asimetri lengkung gigi yang signifikan dengan

Trelia Boel, drg., M.Kes., Sp.RKG(K) selaku Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara Medan, yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk mengikuti

Empat puluh orang pasien di klinik PPDGS Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Ortodonti FKG USU dengan maloklusi Klas I yang telah menyelesaikan perawatan dilakukan pengukuran

Pada tahun 1940, Tweed melakukan perawatan kembali pada kasus- kasus tanpa pencabutan dan mendapatkan hasil oklusi yang lebih stabil setelah pencabutan empat gigi premolar. Sejak

Pada kasus Klas II ( Gambar 17A), tonjol bukal gigi molar pertama maksila harus berada di embrasur atau kontak proksimal antara premolar kedua dan molar pertama mandibula.

Pada tahun 1940, Tweed melakukan perawatan kembali pada kasus- kasus tanpa pencabutan dan mendapatkan hasil oklusi yang lebih stabil setelah pencabutan empat gigi premolar. Sejak

Pada gigi desidui umumnya memiliki kurva spee yang berbentuk dari datar hingga lekukan yang ringan, sedangkan kurva Spee pada dewasa lebih dalam.. dibandingkan gigi desidui. 8

Manfaat dari penelitian ini adalah untuk membantu adik-adik untuk mengetahui maloklusi dan asimetri yang terdapat pada lengkung gigi adik-adik, sehingga dapat segera