• Tidak ada hasil yang ditemukan

Panduan RDTR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Panduan RDTR"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

(1)

Panduan Penyusunan RDTR dan

Panduan Penyusunan RDTR dan

Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota

Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota

Oleh: Deliana, ST.,

Oleh: Deliana, ST.,

MSi.

(2)

PENYUSUNAN RDTR

PENYUSUNAN RDTR

pedoman penyusunan RDTR merupakan pedoman penyusunan RDTR merupakan

acuan dalam kegiaan penyusunan acuan dalam kegiaan penyusunan rencana deail aa ruang dan perauran rencana deail aa ruang dan perauran !onasi ole" pemerina" daera" dan para !onasi ole" pemerina" daera" dan para

pemangku kepeningan lainnya pemangku kepeningan lainnya Dengan adanya pedoman ini produk Dengan adanya pedoman ini produk rencana detail tata ruang dan peraturan rencana detail tata ruang dan peraturan

 zonasi yang disusun oleh pemerintah  zonasi yang disusun oleh pemerintah

daerah dapat lebih berkualitas dan daerah dapat lebih berkualitas dan operasional sebagai acuan dalam operasional sebagai acuan dalam  pemanfaatan serta p

 pemanfaatan serta pengendaliaanengendaliaan Penyusunan RDTR merupakan amanat Penyusunan RDTR merupakan amanat dari

dari PP PP no.15 no.15 tahun tahun 2010 2010 pasal pasal 5 5 dandan  pasal 155 a

 pasal 155 ayat 1yat 1

Action

Action

o Action

o Action

Perauran Meneri Peker#aan Umum No$ Perauran Meneri Peker#aan Umum No$

%&'PRT'M'%&(( %&'PRT'M'%&((

(3)

PENYUSUNAN RDTR

PENYUSUNAN RDTR

pedoman penyusunan RDTR merupakan pedoman penyusunan RDTR merupakan

acuan dalam kegiaan penyusunan acuan dalam kegiaan penyusunan rencana deail aa ruang dan perauran rencana deail aa ruang dan perauran !onasi ole" pemerina" daera" dan para !onasi ole" pemerina" daera" dan para

pemangku kepeningan lainnya pemangku kepeningan lainnya Dengan adanya pedoman ini produk Dengan adanya pedoman ini produk rencana detail tata ruang dan peraturan rencana detail tata ruang dan peraturan

 zonasi yang disusun oleh pemerintah  zonasi yang disusun oleh pemerintah

daerah dapat lebih berkualitas dan daerah dapat lebih berkualitas dan operasional sebagai acuan dalam operasional sebagai acuan dalam  pemanfaatan serta p

 pemanfaatan serta pengendaliaanengendaliaan Penyusunan RDTR merupakan amanat Penyusunan RDTR merupakan amanat dari

dari PP PP no.15 no.15 tahun tahun 2010 2010 pasal pasal 5 5 dandan  pasal 155 a

 pasal 155 ayat 1yat 1

Action

Action

o Action

o Action

Perauran Meneri Peker#aan Umum No$ Perauran Meneri Peker#aan Umum No$

%&'PRT'M'%&(( %&'PRT'M'%&((

(4)

!!. . PP""DDAA##$$%%$$AA &!!!!!!.. P& P""RRAATT$$RRAA  ZZOOAASS!!

!!!!.. KK""TT""TT$$AA  $$MM$$MM '..(' (. . TTee))t t ZoZonnaassi i ** Zoning T Zoning Text ext ++ !!

!!!.!. T$T$$$A PA P""AATTAAAA - -PP '.(.(. '.(.(. Ketentuan Ketentuan Keiatan Keiatan dandan Penunaan %ahan

Penunaan %ahan

!!&&.. R"R"00AAA PA PO%O%A RA R$A$A11 '.(.2. '.(.2. Ketentuan Ketentuan !ntensitas P!ntensitas Pe3an4aatane3an4aatan Ruan

Ruan 5

5..((. . ZZoonna a %%iinndduunn ''..((..66. . KKeetteennttuuaan n TTaatta a --aannuunnaann 5.2.

5.2. Zona Zona -udidaya-udidaya '.(.5. '.(.5. Ketentuan Ketentuan Prasarana Prasarana dan Sdan Saranaarana Mini3al

Mini3al &

&.. RR""00AAA A AARR!!11AA  PPRRAASSAARRAAAA ''..((..77. . KKeetteennttuuaan n PPeellaa88ssaannaaaann 7.(.

7.(. Rencana Rencana Pene3banan Pene3banan arinanarinan Perera8an

Perera8an '.2. '.2. Materi Materi OpsionalOpsional 7.2.

7.2. Rencana Rencana Pene3banan Pene3banan arinanarinan "neri/Kelistri8an

"neri/Kelistri8an '.2.(. '.2.(. Ketentuan Ketentuan TTa3bahaa3bahann 7.6.

7.6. Rencana Rencana Pene3banaPene3banann  arinanT

 arinanTele8o3uni8asiele8o3uni8asi '.2.2. Ketentuan Khusus'.2.2. Ketentuan Khusus 7.5.

7.5. Rencana Rencana Pene3banan Pene3banan arinan Airarinan Air Minu3

Minu3 '.2.6. '.2.6. Ketentuan Ketentuan Standar TStandar Te8nise8nis 7.7.

7.7. Rencana Rencana Pene3banan Pene3banan arinanarinan Drainase

Drainase '.2.5. '.2.5. Ketentuan Ketentuan Penaturan Penaturan ZonasiZonasi 7.9.

7.9. Rencana Rencana Pene3banan Pene3banan arinan arinan AirAir %i3bah

%i3bah 7.7.

7.7. RencanRencana Pa Pene3banan ene3banan PrasaranaPrasarana %ainnya

%ainnya &!.

&!. P""TP""TAPAPA SA S$- -$- -P P A1 DA1 D!PR!OR!PR!OR!T!TASKASKAA P"A1AAA

P"A1AAA &!!.

&!!. K"T"TK"T"T$A $A P"MA;P"MA;AAAATTA A R$A1R$A1

MATERI MUATAN TE)NIS RDTR

MATERI MUATAN TE)NIS RDTR

(5)

 

PENDA*U+UAN

 

PENDA*U+UAN

(

(

Dasar #u8u3

Dasar #u8u3 PenyusuPenyusunan RDTR:nan RDTR:

< $$ o. 29 Tahun 2==> tentan Penataan Ruan

< $$ o. 29 Tahun 2==> tentan Penataan Ruan

< PP o. (7 Tahun 2=(= Tentan Penyelenaraan Penataan Ruan

< PP o. (7 Tahun 2=(= Tentan Penyelenaraan Penataan Ruan

< PP o. 29 Tahun 2==' Tentan RTR

< PP o. 29 Tahun 2==' Tentan RTR

< PP o. 9' Tahun 2=(= tentan -entu8 dan Tata 0ara Peran Masyara8at

< PP o. 9' Tahun 2=(= tentan -entu8 dan Tata 0ara Peran Masyara8at

dala3 Penataan Ruan

dala3 Penataan Ruan

< P

< Perda Rerda RTR TR Pro?insi Pro?insi yan bersan8utanyan bersan8utan

< Perda RTR Kabupaten yan bersan8utan

< Perda RTR Kabupaten yan bersan8utan

(

(

 Tin@aua

 Tin@aua

n T

n T

erhada

erhada

p R

p R

TR

TR

 Kabu

 Kabu

paten/K

paten/K

ota

ota

2

2

 Tin@auan

 Tin@auan

K

K

ebi@a8a

ebi@a8a

n dan Stratei

n dan Stratei

RTR Kabupaten/Kota

RTR Kabupaten/Kota

6

6

 T

 T

u@uan RDTR

u@uan RDTR

5

5

(6)

)ETENTUAN UMUM

)ETENTUAN UMUM

%

%

Isila" dan

Isila" dan

De,nisi-< -erisi istilahDe,nisi-<istilah dan denisi yan terdapat dala3 RDTR dan Peraturan

< -erisi istilah<istilah dan denisi yan terdapat dala3 RDTR dan Peraturan

yan perlu 3endapat8an pen@elasan.

yan perlu 3endapat8an pen@elasan.

(

(

Kedudu8an RDTR dan Peraturan Zonasi

Kedudu8an RDTR dan Peraturan Zonasi

2

2

;unsi dan Man4aat RDTR dan Peraturan Zonasi

;unsi dan Man4aat RDTR dan Peraturan Zonasi

6

6

Kriteria dan %in8up ilayah

Kriteria dan %in8up ilayah

Perencanaan RDTR dan PZ

Perencanaan RDTR dan PZ

5

5

Masa -erla8u RDTR:

Masa -erla8u RDTR:

2= tahun dan ditin@au

2= tahun dan ditin@au

8e3bali setiap 7 tahun

8e3bali setiap 7 tahun

atau B 7 th d syarat

atau B 7 th d syarat

tertentu

tertentu

7

7

(7)

)EDUDU)AN RDTR DAN PERATURAN .ONASI

%

REN/ANA PEM0ANGUNAN REN/ANA UMUM TATA RUANG

REN/ANA RIN/I TATA RUANG RPP asional RPM asional RPP Pro?insi RPM Pro?insi RPP Kabupaten/Kota RPM Kabupaten/8ota RTR asional RTR Pro?insi RTR Kabupaten RTR Kota RTR Pulau RTR KaCasan Strateis asional RDTR Kabupaten RTR KaCasan Strateis Kabupaten RTR KaCasan Strateis Pro?insi RDTR Kota RTR KaCasan Strateis Kota    K    "   T   "       T   $  A       $   M   $   M

(8)

1UNGSI DAN MAN1AAT RDTR 0ERI)UT P.

%

   K    "   T   "       T   $  A       $   M   $   M

1UNGSI

• Kendali 3utu pe3an4aatan ruan Cilayah 8abupaten/8ota berdasar8an RTR

• Acuan bai 8eiatan

pe3an4aatan ruan yan lebih rinci dari 8eiatan pe3an4aatan ruan yan dia3anat8an dala3 RTR

• Acuan bai 8eiatan

penendalian pe3an4aatan ruan

• Acuan bai penerbitan iEin pe3an4aatan ruan

• Acuan dala3 penyusunan Rencana Tata -anunan dan %in8unan.

MAN1AA

T

• Penentu lo8asi berbaai 8eiatan yan 3e3punyai 8esa3aan 4unsi

• Alat operasionalisasi dala3 siste3 penendalian dan penaCasan pela8sanaan pe3banunan si8

8abupaten/8ota

•  Ketentuan intensitas pe3an4aatan ruan

untu8 setiap baian<baian Cilayah sesuai denan

4unsinya dan

•  Ketentuan bai penetapan 8aCasan yan diprioritas8an untu8 disusun prora3

penananan dan

(9)

)RITERIA PEREN/ANAAN RDTR DAN P.

%

   K    "   T   "       T   $  A       $   M   $   M

(

Tidak'2elum 2isa

di#adikan dasar dalam pelaksanaan

peman3aaan ruang dan pengendalian peman3aaan ruang karena ingka keeliian peanya 2elum (-4&&&

%$

5$

RDTR dan P.

ga2ung

P. sa#a

RTR

6

RDTR dan P. disusun

2ila-Tela"

mengamanakan

penyusunan RDTR

unuk 2agian dari

7ilaya"nya

Tela" memiliki

kedalaman RDTR

8(-4&&&9

(10)

DAN P.

%

   K    "   T   "       T   $  A       $   M   $   M

6ilaya"

Adminisrasi:

(

KaCasan

;unsional, seperti

-K/Sub ilayah

Kota

2

-aian dari ilayah

Kabupaten yan 3e3ili8i

ciri per8otaan

(11)

DAN P.

%

   K    "   T   "       T   $  A       $   M   $   M

)a7asan

Sraegis

)a2$')oa yang

memiliki ciri

ka7asan

perkoaan

5

-aian dari ilayah Kab./Kota yan berupa

8aCasan perdesaan dan direncana8an 3en@adi

8aCasan per8otaan

(12)

$

;

RDTR; < RT0+

%

   K    "   T   "       T   $  A       $   M   $   M

#ubunan

antara RTR

Kab./Kota,

RDTR, dan

RT-% serta

ilayah

Perencanaanny

a

(13)

TU=UAN PENATAAN 06P

5

Tu#uan 06P

RDTR

-3erupa8an nilai

dan/atau 8ualitas

teru8ur yan a8an

dicapai sesuai

denan arahan

pencapaian

sebaai3ana

ditetap8an di

dala3 RTR dan

alasannya

Me7u#udkan ka7asan )a7asan Perkoaan

>?@ se2agai em2rio ka7asan sraegis

perum2u"an ekonomi sera se2agai ikon

koa >?@$

Tu#uan 06P RDTR

dirumuskan

2erdasarkan

- 

a. Kesei3banan dan 8eserasian antar

baian dari Cil Kab/Kota, b. ;unsi dan Peran -P,

c. Potensi !n?estasi, d. Kondisi Sosial dan %in8unan -P,

e. Peran Masyara8at dala3

pe3banunan,

4. Prinsip< prinsip yan 3erupa8an

pen@abaran dari tu@uan

c o n 

  o 

(14)

TU=UAN PENATAAN 06P

5

Me7u#udkan

ka7asan

)a7asan

Perkoaan >?@

se2agai em2rio

ka7asan

sraegis

perum2u"an

ekonomi sera

se2agai ikon

koa >?@$

Prinsip penataan ruan -P:

(. tersedianya a8sesibilitas

internal dan e8sternal yan

bai8

2. tersedianya @arinan

prasarana dan sarana yan

3e3adai untu8

terCu@udnya 8aCasan atau

8eiatan perdaanan dan

 @asa bers8ala internasional

6. tersedianya 4unsi<4unsi

e8olois yan cu8up dan

ruan terbu8a hi@au yan

sesuai denan 8etentuan

peraturan perundan<

undanan dan

5. tersedianya peraturan

Eonasi yan operasional

dan sesuai denan

/ono

(15)

"-Rencana Pola Ruang

dala3 RDTR 3erupa8an rencana distribusi subEona peruntu8an yan antara lain 3eliputi Eona lindun dan Eona budidaya 8e dala3 blo8<blo8.

Rencana pola ruan di3uat dala3 peta, sebaai

!

oning map bagi

 peraturan zonasi .

!ungsi"

a. alo8asi ruan untu8 berbaai 8eiatan sosial, e8ono3i, serta 8eiatan pelestarian 4unsi lin8unan dala3 -P b. dasar penerbitan iEin pe3an4aatan ruan

c. dasar penyusunan RT-% dan

d. dasar penyusunan rencana @arinan prasarana

Rencana pola ruang dirumuskan

2erdasarkan-e. daya du8un dan daya ta3pun lin8unan hidup dala3 -P 4. per8iraan 8ebutuhan ruan untu8 pene3banan 8eiatan

sosial e8ono3i dan pelestarian 4unsi lin8unan.

Rencana pola ruang dirumuskan dengan

krieria-. 3enacu pada rencana pola ruan yan telah ditetap8an dala3 RTR h. 3e3perhati8an rencana pola ruan baian Cilayah yan berbatasan

i. 3e3perhati8an 3itiasi dan adaptasi bencana pada -P, ter3asu8 da3pa8 perubahan i8li3

REN/ANA PO+A RUANG

(16)

(+ Eona hutan lindun 2+ Eona yan 3e3beri8an

perlindunan thd Eona di baCahnya:

< Eona bera3but < Eona resapan air

6+ Eona perlindunan sete3pat: < se3padan pantai

< se3padan sunai

< Eona se8itar danau atau Cadu8 dan

< Eona se8itar 3ata air 5+ Eona RT# 8ota:

< ta3an RT < ta3an R

< ta3an 8ota dan < pe3a8a3an

7+ Eona sua8a ala3 dan caar budaya

9+ Eona raCan bencana ala3: < Eona raCan tanah lonsor < Eona raCan elo3ban pasan dan

< Eona raCan ban@ir >+ Eona lindun lainnya.

REN/ANA PO+A RUANG

B

.ona

+indung

.ona

0udidaya

(9 .ona peruma"an:

< 8epadatan sanat tini, < 8epadatan tini,

< 8epadatan sedan, < 8epadatan rendah, dan < 8epadatan sanat rendah

-ila diperlu8an dapat dirinci lebih lan@ut 8e dala3 ru3ah susun, ru3ah 8opel, ru3ah deret, ru3ah tunal, ru3ah ta3an, dan sebaainya+

%9 .ona perdagangan dan #asa: < perdaanan @asa deret , dan < perdaanan @asa tunal

-ila diperlu8an dapat dirinci lebih lan@ut 8e dala3 PK%, pasar tradisional, pasar 3odern, pusat

perbelan@aan, dsb 59 .ona perkanoran:

< per8antoran pe3erintah, dan < per8antoran sCasta

B9 .ona sarana pelayanan umum: < sarana pelayanan u3u3 pendidi8an, < sarana pelayanan u3u3 transportasi, < sarana pelayanan u3u3 8esehatan, < sarana pelayanan u3u3 olahraa,

< sarana pelayanan u3u3 sosial budaya, dan < sarana pelayanan u3u3 peribadatan

(17)

REN/ANA PO+A RUANG

B

.ona

0udidayaC$

Lanjut 

an

49 .ona indusri:

< industri 8i3ia dasar,

< industri 3esin dan loa3 dasar, < industri 8ecil, dan

< ane8a industri

9 .ona k"usus, yan berada di 8aCasan per8otaan dan tida8 ter3asu8 Eona ( s/d 7:

< Eona untu8 8eperluan pertahanan dan 8ea3anan,

< Eona !nstalasi Penolahan Air %i3bah *!PA%+,

< Eona Te3pat Pe3rosesan A8hir *TPA+, dan

< Eona 8husus lainnya

9 .ona lainnya, yan tida8 selalu ada di 8aCasan per8otaan:

< Eona pertanian,

< Eona perta3banan, dan < Eona pariCisata dan

F9 .ona campuran, yaitu Eona budidaya denan beberapa peruntu8an 4unsi dan/atau bersi4at terpadu:

< peru3ahan dan perdaanan/@asa, < peru3ahan, perdaanan/@asa dan

(18)

DE+INIASI 06P DAN SU0 06P

B

Rencana pola ruan pada

RDTR 3erupa8an penurunan dari rencana pola ruan di RTR yan didelineasi 3en@adi -P<-P yan ditetap8an denan memperim2angkan: a+ 3or4oloi Cilayah perencanaan b+ 8eserasian dan

8eterpaduan 4unsi Cilayah perencanaan

c+ @an8auan dan batasan pelayanan untu8

8eseluruhan Cilayah perencanaan 8ota yan 3e3perhati8an rencana stru8tur ruan RTR. Rencana pola ruang

dihasil8an dari perampalan peapea yan didelineasi berdasar8an:

1ISI) : < -aian ilayah Per8otaan *-P+ < Sub -P    R   "     0   A     A    P  O   %  A    R   $  A      1

(19)

DE+INIASI 06P DAN SU0 06P

Ilusrasi Pem2agian 06P ke

dalam

Su2 06P "ingga 0lok 

B

   R   "     0   A     A    P  O   %  A    R   $  A      1

Ilusrasi Pem2agian Su2 .ona di

dalam 0lok dan Su22lok pada

(20)

1

DE+INEASI

1ISI)-(. 1una8an pea dasar yan 3enun@u88an 8ondisi si8 suatu 8ota

2. A8an dihasil8an deliniasi suatu

06P 80agian 6ilaya" Perkoaan9

Pea Dasar

(21)

DE+INEASI

1ISI)-6. 1una8an peta citra satelit beresolusi tini *landuse+

5. A8an dihasil8an

delineasi Su2 06P

Pea cira saeli

(22)

7. Sub -P

dibai lai 8e dala3 2lok 2lok 

 Delineasi 2lok di

dalam Su2 06P

0+O) 

adala" se2idang la"an yang di2aasi sekurangkurangnya ole" 2aasan ,sik nyaa 8seperi #aringan #alan; sungai; selokan; saluran; irigasi; saluran udara egangan 8eksra9 inggi; dan panai9 aau yang 2elum nyaa 8rencana

(23)

DE+INEASI

1UNGSI-(. Sub -P

dibai 8e dala3 Eona < Eona dasar .

2. Zona dasar tersebut dirinci lai 8e dala3 subEona < sub Eona sesuai 8lasi8asi Eona budi daya

(.

2

.

Ilusrasi pem2agian su2!ona di dalam 2lok pada suau Su2 06P

(24)

DE+INEASI 1ISI)

DE+INEASI

1UNGSI

Ilusrasi su2 !ona pada Su2 06P

Ilusrasi 2lok pada Su2 06P

 Suau 2lok 8,sik9 dapa erdiri dari sau aau le2i" su2 !ona 83ungsi9

 Apa2ila 06P erlalu luas unuk digam2arkan kedalam sau pea 2erskala (-4&&&; pea rencana pola dapa digam2arkan lagi ke dalam 2e2erapa lem2ar

(25)

0agian 6ilaya" Perkoaan 806P9

 Su2 06P

/ono" pendeailan rencana pola ruang di RDTR

Rencana pola ruan RDTR dia3bar8an 8edala3 peta -P yan terdiri atas Su2 06P$

Zona yan terdapat pada Cilayah perencanaan RDTR*ARUS TETAP SESUAI DOMINASI )A6ASAN PADA REN/ANA PO+A RUANG RTR6 3es8ipun terdapat Eona<Eona lainnya

Dalam RTRW

/ONTO* PETA REN/ANA PO+A RUANG

B

   R   "     0   A     A    P  O   %  A    R   $  A      1 Dalam RDTR

(26)

REN/ANA =ARINGAN PRASARANA

a. Rencana Pene3banan

 arinan Perera8an

b. Rencana Pene3banan

 arinan

"neri/8elistri8an

c Rencana Pene3banan

 arinan Tele8o3uni8asi

d. Rencana Pene3banan

 arinan Air Minu3

e. Rencana Pene3banan

 arinan Drainase

4. Rencana Pene3banan

 arinan Air %i3bah

. Penyediaan Prasarana

%ainnya

(27)

PERGERA)AN

4

(. Rencana Pene3banan arinan alan: < arinan @alan arteri pri3er dan se8under < @arinan @alan 8ole8tor pri3er dan se8under

< @arinan @alan lo8al pri3er dan se8under < @arinan @alan lin8unan se8under

< @arinan @alan lainnya yan 3eliputi :  @alan 3asu8 dan 8eluar ter3inal, @arinan  @alan 3oda transportasi u3u3, @alan

3asu8 dan 8eluar par8ir

2. alur 8ereta api ter3asu8 8ereta baCah tanah,3onorail,dan stasiun *@i8a ada+

6. alur pelayaran untu8 8eiatan an8utan sunai, danau,penyeberanan, dan pelabuhan/der3aa pada Cilayah perencanaan *@i8a ada+

5. alur pe@alan 8a8i/sepeda *@i8a ada+.

R"0AA AR!1A PRASARAA

Peta !lustrasi

Rencana

 arinan alan

(28)

ENERGI')E+ISTRI)AN

4

R"0AA AR!1A PRASARAA

Peta !lustrasi

Rencana

 arinan

"neri/Kelistri

8an

(. arinan subtrans3isi ber4unsi 3enyalur8an daya listri8 dari su3ber daya besar *pe3ban8it+ 3enu@u  @arinan distribusi pri3er *ardu indu8+

*@i8a ada+

2. arinan distribusi pri3er ber4unsi 3enyalur8an daya listri8 dari @arinan subtrans3isi 3enu@u @arinan distribusi se8under, in4rastru8tur pendu8un pada  @arinan distribusi pri3er 3eliputi :

ardu indu8 dan ardu hubun

6. arinan distribusi se8under ber4unsi untu8 3enyalur8an/3enhubun8an daya listri8 teanan rendah 8e 8onsu3en, in4rastru8tur pendu8un  @arinan distribusi se8under adalah

ardu distribusi

5. Pen@abaran @arinan pipa 3inya8 dan as bu3i, di Cilayah perencanaan *@i8a ada+

(29)

TE+E)OMUNI)ASI DAN AIR MINUM

4

R"0AA AR!1A PRASARAA

(. Rencana pene3banan in4rastru8tur dasar tele8o3uni8asi berupa lo8asi pusat auto3atisasi sa3bunan telepon 2. Kebutuhan penyediaan @arinan

tele8o3uni8asi telepon 8abel *dari  @arinan 8abel pri3er hina @arinan

8abel se8under+, ter3asu8 penyediaan: i. stasiun telepon oto3at

ii. ru3ah 8abel iii. 8ota8 pe3bai

6. Kebutuhan penyediaan tele8o3uni8asi telepon selular, ter3asu8 penyediaan in4rastru8tur telepon nir8abel berupa lo8asi 3enara tele8o3uni8asi ter3asu8 3enara Base Transceiver Station *-TS+ 5. Rencana siste3 tele?isi 8abel seperti

stasiun trans3isi dan @arinan 8abel distribusi

7. Rencana penin8atan pelayanan

(. siste3 penyediaan air 3inu3 Cilayah 8abupaten/8ota 3enca8up siste3 @arinan perpipaan dan bu8an @arinan perpipaan

2. banunan pena3bil air ba8u 6. seluruh pipa trans3isi air

ba8u dan instalasi produ8si 5. seluruh pipa unit distribusi

hina persil

7. seluruh banunan penun@an dan banunan pelen8ap dan 9. ba8 pena3pun.

 =ARINGAN

TE+E)OMUNI)ASI

 =ARINGAN AIR

MINUM

(30)

DRAINASE

4

R"0AA AR!1A PRASARAA

 Terdiri atas:

(. siste3 @arinan drainase untu8

3enceah enanan di -P

2. rencana

8ebutuhan

siste3

 @arinan drainase, terdiri atas:

rencana

@arinan

pri3er,

se8under,

tersier,

dan

lin8unan di -P dan

6. i8a 8ondisi topora di Cilayah

perencanaan

berpotensi

enanan 3a8a perlu dibuat:

i. 8ola3 retensi

ii. siste3 pe3o3paan

iii. pintu air

Peta !lustrasi

Rencana

 arinan

Drainase

(31)

+IM0A*

4

R"0AA AR!1A PRASARAA

Peta !lustrasi

Rencana

 arinan

%i3bah

Siste3 pe3buanan air li3bah

terpusat,terdiri atas:

(. seluruh saluran pe3buanan

2. banunan penolahan air

li3bah

Siste3 pe3buanan air li3bah

sete3pat, terdiri atas:

6. ba8 septi8 *septic tank +

5. P%T *instalasi penolahan

(32)

DIPRIORITAS)AN PENANGANANNYA

Tu#uan penetapan Sub -P yan diprioritas8an penetapannya adalah untu8 3ene3ban8an, 3elestari8an, 3elinduni, 3e3perbai8i, 3en8oordinasi8an 8eterpaduan pe3banunan dan/atau 3ela8sana8an re?italisasi di 8aCasan yan bersan8utan yan dianap 3e3ili8i prioritas tini dibandin8an Sub -P lainnya.

 Ilusrasi )a7asan )oridor Uama 06P

1ungsi-a. Sebaai dasar penyusunan RT-% dan rencana te8nis pe3banunan se8toral

b. Sebaai dasar perti3banan dala3 penyusunan indi8asi prora3

prioritas RDTR.

Dieapkan 2erdasarkan-c. Tu@uan penataan -P

d. ilai pentin Sub -P yan a8an ditetap8an

e. Kondisi e8ono3i, sosial budaya, dan lin8unan Sub -P yan a8an

ditetap8an

4. Daya du8un dan daya ta3pun lin8unan hidup -P dan

(33)

DIPRIORITAS)AN PENANGANANNYA

Minimum "arus

memua-a. %o8asi: dia3bar8an dala3 peta, dapat 3eliputi seluruh Cilayah Sub -P atau sebaian Cilayah Sub -P denan 3e3perti3ban8an:

< batas si8, seperti blo8 dan subblo8

< 4unsi 8aCasan, seperti Eona dan subsEona

< Cilayah ad3inistrati4, seperti RT, R, desa/8elurahan, dan 8eca3atan < batas 8ultural tradisional , 8esatuan 8ara8teristi8 te3ati8, @enis 8aCasan b. Te3a penananan:

< perbai8an prasarana, sarana, dan blo8/8aCasan, contoh: penataan lin8unan 8u3uh,

perbai8an 8a3pun

< pene3banan 8e3bali prasarana, sarana, dan blo8/8aCasan, contoh: pere3a@aan

8aCasan, pene3banan 8aCasan terpadu, rehabilitasi G re8onstru8si pasca bencana

< pe3banunan baru prasarana, sarana, dan blo8/8aCasan, contoh: pe3banunan

8aCasan per3u8i3an *Kasiba, %isiba+, 8aCasan terpadu, 8aCasan perbatasan

< pelestarian/perlindunan blo8/8aCasan, contoh: pelestarian 8aCasan, 8onser?asi

(34)

)ETENTUAN PEMAN1AATAN RUANG

Merupakan upaya me7u#udkan RDTR dalam 2enuk program

pengem2angan 06P dalam #angka 7aku perencanaan 4 8lima9 a"unan sampai ak"ir a"un masa perencanaan$

1ungsi-a. dasar pe3erintah dan 3asyara8at dala3 pe3rora3an in?estasi pene3banan -P

b. arahan untu8 se8tor dala3 penyusunan prora3

c. dasar esti3asi 8ebutuhan pe3biayaan dala3 @an8a Ca8tu 7 *li3a+ tahunan dan penyusunan prora3 tahunan untu8 setiap @an8a 7 *li3a+ tahun dan d. acuan bai 3asyara8at dala3 3ela8u8an in?estasi.

Melipui-e. Prora3 Pe3an4aatan Ruan Prioritas:

< prora3 perCu@udan rencana pola ruan di -P < prora3 perCu@udan rencana prasarana di -P

< prora3 perCu@udan penetapan Sub -P yan diprioritas8an penananannya

< prora3 perCu@udan 8etahanan terhadap perubahan i8li3, atau disesuai8an denan

8ebutuhannya 4 %o8asi

(35)

)ETENTUAN PEMAN1AATAN RUANG

(36)

Tu#uan Penaaan Ruang 6ilaya"

Perencanaan

0ontoh:

 Tu@uan penataan ruan Cilayah perencanaan adalah

3eCu@ud8an 8aCasan 8oridor A3penan H Matara3 H

0a8raneara *AM0+ sebaai e3brio 8aCasan

strateis pertu3buhan e8ono3i serta sebaai i8on

i8on 8ota Matara3 Metro

)ETENTUAN PERATURAN .ONASI

DA+AM PP No$ (4 a"un %&(&

Perauran !onasi memua !onasi pada seiap !ona

perunukan-

 =enis kegiaan yang diper2ole"kan; diper2ole"kan

dengan 2ersyara; dan idak diper2ole"kan:

Inensias peman3aaan ruang

-

8oesien dasar banunan 3a8si3u3

8oesien lantai banunan 3a8si3u3

8etinian banunan 3a8si3u3 dan

8oesien dasar hi@au 3ini3u3

Prasarana dan sarana minimum: dan

)eenuan lain yang di2uu"kan

te8s Eonasi dan

peta Eonasi denan

tin8at 8etelitian

3ini3al (:7.===.

Zona peruntu8an diatur secara hierar8i 3eliputi:

Eona peruntu8an yan dibai 8e dala3 sub<sub Eona

peruntu8an

sub Eona peruntu8an yan dibai 8e dala3 blo8<blo8

peruntu8an dan

 pasal 15#

 pasal 155

 pasal 15$

Tu#uan Penaaan Ruang 6ilaya"

Perencanaan

PERATURAN .ONASI

(37)

a$ =ika RDTR 2elum

disusun

(. disusun RDTR yan

dilen8api denan

Peraturan Zonasi hanya

pada Cilayah perencanaan

Ma8a Peraturan Zonasi disusun

terpisah dan berisi8an Zonin

Map dan Zonin Te)t untu8

seluruh 8aCasan per8otaan bai8

yan sudah ada 3aupun yan

direncana8an pada Cilayah

8abupaten/8ota

2. disusun RDTR *yan berisi

peta pola yan 3erupa8an

Eonin 3ap pada Cilayah

perencanaan+ yan terpisah

denan Peraturan Zonasi

*yan berisi Eonin te)t

pada seluruh

8abupaten/8ota+

2$ =ika RDTR suda" disusun'

idak perlu disusun

PERATURAN .ONASI

(38)

a. 8etentuan 8eiatan dan

penunaan lahan

b. 8etentuan intensitas

pe3an4aatan ruan

c. 8etentuan tata 3assa

banunan

d. 8etentuan prasarana

dan sarana 3ini3u3

e. 8etentuan pela8sanaan

4.

Ketentuan perubahan

peraturan Eonasi

a. 8etentuan ta3bahan

b. 8etentuan 8husus

c. standar te8nis

d. te8ni8 penaturan Eonasi

. Materi a@ib

A

. Materi

Optional

-)OMPONEN MATERI PERATURAN .ONASI

F

   P   "   R  A    T   $   R  A        Z  O     A   S   !

(39)

)eenuan

inensias

peman3aaan ruang

%

keenuan Hariansi peman3aaan ruang keenuan inseni3'disinseni3  keenuan penggunaan la"an yang idak sesuai

)eenuan

pelaksanaan

)eenuan aa

massa 2angunan

minimum

 inggi 2angunan maksimum aau minimum -  #arak garis sempadan 2angunan minimum; - 2e2as anar 2angunan minimum -  ampilan

)eenuan

prasarana dan

sarana minimum

- rencana pasarana parkir - 2ongkar mua - dimensi #aringan  #alan - kelengkapan #alan - )elengkapan prasarana lainnya

B

)eenuan

kegiaan dan

penggunaan

la"an

- )lasi,kasi IT0?

(

MATERI 6A=I0 PERATURAN .ONASI

- )D0 maksimum - )+0 maksimum - )einggian 0angunan Maksimum - )D* Minimum

5

4

(40)

)eenuan

)"usus

8etentuan yan mengaur

peman3aaan !ona yang memiliki 3ungsi k"usus dan

diberla8u8an 8etentuan 8husus sesuai denan 8ara8teristi8 Eona dan 8eiatannya

Harian dari !onasi konHensional yan di8e3ban8an untu8 3e3beri8an 8eluCesan dala3 penerapan aturan Eonasi

)eenuan

Pengauran

.onasi

)eenuan Tam2a"an

Ketentuan lain yan

dapa diam2a"kan pada suau !onasi dan 2elum

erakomodasi dalam auran dasar yan ditu@u8an untu8

3elen8api aturan dasar yan sudah disusun

MATERI OPTIONA+ PERATURAN .ONASI

B

(

auranauran eknis pe3banunan yan ditetap8an berdasar8an perauran'sandar'ke enuan eknis yang 2erlaku

Sandar Teknis

5

 %

/ono"

 !oning

(41)

($)lasi,kasi I

*Pe3an4aatan

diperboleh8an/diiEin8

an+

Si4atnya sesuai

denan peruntu8an

yan direncana8an.

#al ini berarti tida8

a8an ada

penin@auan/pe3baha

san/tinda8an dari

pe3erintah 8ab/8ota

terhadap

pe3an4aatan tsb

%$ )lasi,kasi T

*Pe3an4aatan

diperboleh8an secara

terbatas+

Me3ili8i penertian

bahCa pe3an4aatannya

3enandun batasan

sebaai beri8ut :

(. pe3batasan

penoperasian

2. pe3batasan

intensitas ruan

6. pe3batasan @u3lah

pe3an4aatan @i8a

pe3an4aatan

+A*AN

F

   P   "   R  A    T   $   R  A        Z  O     A   S   !

(42)

B$ )lasi,kasi ?

*Pe3an4aatan yan

tida8

diperboleh8an+

si4atnya tida8

sesuai denan

peruntu8an lahan

yan direncana8an

dan dapat

3eni3bul8an

da3pa8 yan

cu8up besar bai

lin8unan

se8itarnya

5$ )lasi,kasi 0

*Pe3an4aatan

diperboleh8an bersyarat+

Merupa8an pe3an4aatan yan untu8 3endapat8an iEinnya 3e3erlu8an persyaratan, antara lain : (. penyusunan do8u3en AMDA% 2. penyusunan upaya penelolaan lin8unan *$K%+ dan upaya pe3antauan

lin8unan *$P%+

6. penyusunan Analisis

Da3pa8 %alu %intas *ADA%!+ 5. 3enena8an biaya da3pa8 pe3banunan *de?elop3ent i3pact 4ee+ dan atau aturan disinsenti4 lainnya

+A*AN

F

   P   "   R  A    T   $   R  A        Z  O     A   S   !

(43)

Tu#uan Penaaan Ruang 6ilaya"

Perencanaan

%$(

0ontoh:

 Tu@uan penataan ruan Cilayah perencanaan adalah

3eCu@ud8an 8aCasan 8oridor A3penan H Matara3 H

0a8raneara *AM0+ sebaai e3brio 8aCasan

strateis pertu3buhan e8ono3i serta sebaai i8on

i8on 8ota Matara3 Metro

/ono" Mariks

IT0?$$$$

0OTO# ZO!1 T"IT

Pe3an4aatan -ersyarat secara Terbatas *T+ :

Ru8o, Carun, to8o, pasar lin8unan, dii@in8an secara terbatas denan

batasan :

tida8 3enanu lin8unan se8itarnya

KD- 3a8si3u3 sebesar 9=J, K%- 3a8si3u3 (,=<(,',

KD# 3ini3al 9=J dari luas persil.  @u3lah 3a8si3al perbandinan dari

3asin<3asin 8eiatan lahan tersebut denan @u3lah ru3ah yan ada di blo8 tersebut adalah ( : 5

Pe3an4aatan -ersyarat Tertentu *b+ : Ru3ah tunal, 8opel, deret, townhouse, dii@in8an denan syarat :

3enyesuai8an denan desain arsite8tur dari ru3ah<ru3ah lain yan ada di

se8itarnya, serta

3e3peroleh persetu@uan dari Ketua RT dan Ketua R sete3pat.

Ru3ah 3eCah dan ru3ah adat dii@in8an denan syarat :

o Zona Zona Peru3ahan

  Keiatan R<( R<2 R<6 R<5 R<7 Peru3ahan (. Ru3ah tunal - - ! ! ! 2. Ru3ah 8opel - - ! ! ! 6. Ru3ah deret - ! ! ! ! 5. ToCnhouse - ! ! ! ! 7. Ru3ah susun rendah - ! ! T T 9. Ru3ah susun sedan ! ! ! T T >. Ru3ah susun tini ! ! ! T T '. Asra3a ! ! ! ! ! . Ru3ah 8ost ! ! ! ! ! (= . Panti @o3po I I ! ! !

+A*AN 8IT0?9

F

(44)

)eenuan mengenai

2esaran pem2angunan yang diper2ole"kan pada suau !ona berdasar8an batasan : (. Koesien Dasar -anunan

Ma8si3u3 *)D0

3a8si3u3+

2. Koesien %antai -anunan Ma8si3u3 *)+0 3a8si3u3+ 6. Ketinian -anunan

Ma8si3u3

5. Koesien Dasar #i@au

Mini3u3 *)D* Mini3u3+

RUANG

F

   P   "   R  A    T   $   R  A        Z  O     A   S   !

(45)

Ketentuan yan 3enatur bentu8 besaran peleta8an dan ta3pilan banunan pada suatu Eonasi

Ko3ponen 8etentuan tata 3assa banunan 3ini3u3 terdiri atas :

a. 1aris se3padan banunan 3ini3u3 denan 3e3perhati8an 8esela3atan, resi8o 8eba8aran, 8esehatan, 8enya3anan dan esteti8a

b. tini banunan 3a8si3u3 atau 3ini3u3 yan ditetap8an denan 3e3perti3ban8an 8esela3atan, resi8o 8eba8aran, te8noloi, esteti8a dan parasarana

c. @ara8 bebas antar banunan 3ini3u3 yan harus 3e3enuhi 8etentuan tentan @ara8 bebas yan ditentu8an oleh @enis peruntu88an dan 8etinian banunan

d. ta3pilan banunan *optional+ yan 3e3perti3ban8an Carna banunan, bahan banunan, te8stur banunan, 3u8a banunan, aya

)ETENTUAN TATA MASA 0ANGUNAN

(46)

Sebaai 8elen8apan dasar si8 lin8unan dala3 ran8a 3encipta8an

lin8unan yan nya3an denan 3enyedia8an prasarana dan sarana

yan sesuai untu8 3endu8un ber4unsinya Eona secara opti3al

5$%

Prasarana yan diatur dala3 peraturan Eonasi dapat

berupa :

a. Prasarana par8ir

b. bon8ar 3uat

c. di3ensi @arinan @alan

d. Kelen8apan @alan

MINIMUM

(47)

Ketentuan pela8sanaan

Ketentuan Pela8sanaan terdiri dari :

a.Ketentuan ?ariansi pe3an4aatan ruan yan ber8aitan denan 8eluCesan aturan yaitu yan 3enatur 8elonaran yan diberi8an untu8 tida8 3eni8uti aturan Eonasi yan telah ditetap8an tanpa perubahan berarti pada peraturan Eonasi

b.8etentuan insenti4/disinsenti4 yaitu 8etentuan yan 3e3beri8an insenti4 bai pe3banunan yan se@alan denan tata ruan dan 3e3beri8an da3pa8 positi4 bai 3asyara8at luas serta 8etentuan disinsenti4 bai pe3banunan yan 3enyi3pan dan 3e3beri8an da3pa8 neati4 bai 3asyara8at luas

c.8etentuan untu8 penunaan lahan yan tida8 sesuai denan peraturan Eonasi di3ana penunaan lahan tersebut sudah ada sebelu3 peraturan Eonasi ditetap8an

(48)

Ketentuan perubahan peraturan Eonasi ada apabila

perda RDTR dan perda Peraturan Zonasi terpisah.

Apabila perda RDTR dan perda Peraturan Zonasi

3en@adi satu, 8etentuan perubahan peraturan

Eonasi 3eni8uti 8etentuan perubahan perda

RDTR

Perubahan peraturan Eonasi terdiri dari :

a. perubahan penunaan lahan

b. perubahan intensitas pe3an4aatan lahan

c. perubahan 8etentuan tata 3assa banunan

d. perubahan 8etentuan prasarana 3ini3u3

e. Perubahan lain yan 3asih ditoleransi tanpa

3enyebab8an perubahan 8eseluruhan

blo8/subblo8

.ONASI

F

   P   "   R  A    T   $   R  A        Z  O     A   S   !

(49)

Kriteria perubahan peraturan Eonasi dapat

dila8u8an bila:

(. terdapat 8esalahan peta dan/atau

in4or3asi

2. rencana yan disusun 3enyebab8an

8eruian bai 3asyara8at atau

8elo3po8 3asyara8at

6. rencana yan disusun 3enha3bat

pertu3buhan pere8ono3ian 8ota

5. per3ohonan/usulan penunaan lahan

baru 3en@an@i8an 3an4aat yan besar

bai lin8unan

.ONASI

F

   P   "   R  A    T   $   R  A        Z  O     A   S   !

(50)

Perubahan Peraturan Zonasi dila8u8an denan 8etetapan

Cali8ota/bupati dan 3elalui prosedur penin@auan rencana tata

ruan 8ota *RTR/RDTR+ sesuai denan 3andat yan diberi8an

dala3 peraturan daerah tentan peraturan Eonasi. Perubahan ini

terdiri dari:

(.perubahan 8ecil *perubahan yan intensitasnya 8uran dari (=J

dari intensitas aCal dan tida8 3enubah pola ruan Cilayah

perencanaan berdasar8an RDTR+. u3u3nya berhubunan

denan 8ondisi si8 banunan

2.perubahan besar *perubahan yan intensitasnya lebih besar dari

(=J dari intensitas aCal dan 3enubah sebaian pola ruan

Cilayah perencanaan+.

Perubahan tersebut dila8u8an denan catatan:

6.perubahan 8ecil *minor variance+ dapat diputus8an

Cali8ota/bupati atau 8epala dinas tata 8ota sesuai denan aturan

yan ditetap8an dala3 perda tentan peraturan Eonasi

5.perubahan besar diputus8an oleh Cali8ota/bupati sesuai denan

.ONASI CClan#uan

(51)

Ketentuan lain yan dapat dita3bah8an pada suatu

Eonasi dan belu3 tera8o3odasi dala3 aturan dasar

yan ditu@u8an untu8 3elen8api aturan dasar yan

sudah disusun. Ketentuan ta3bahan ber4unsi

3e3beri8an penyelesaian pada 8ondisi yan

spesi8 pada Eona tertentu dan belu3 diatur dala3

8etentuan dasar.

)ETENTUAN TAM0A*AN

F

   P   "   R  A    T   $   R  A        Z  O     A   S   !

(52)

Ketentuan Khusus adalah

keenuan yang mengaur

peman3aaan !ona yang memiliki 3ungsi k"usus dan

di2erlakukan keenuan k"usus sesuai dengan

karakerisik !ona dan kegiaannya

.

Selain itu, 8etentuan pada Eona<Eona yan dia3bar8an di

peta 8husus yan 3e3ili8i perta3palan denan Eona

lainnya dapat pula di@elas8an disini

Ko3ponen Ketentuan Khusus dapat terdiri dari :

(. Zona Kesela3atan Operasi Penerbanan *KKOP+

2. Zona 0aar -udaya/Adat

6. Zona RaCan -encana

5. Zona Militer

7. Zona Pusat Penelitian

9. Zona Pene3banan u8lir

>. Zona P%TA, P%T$

'. Zona 1ardu !ndu8 %istri8

. Zona Su3ber Air -a8u

(=.Zona -TS

)ETENTUAN )*USUS

F

   P   "   R  A    T   $   R  A        Z  O     A   S   !

(53)

Sandar Teknis

adalah

auranauran eknis

pem2angunan yang dieapkan 2erdasarkan

perauran'sandar'keenuan eknis yang 2erlaku

dan 2erisi panduan yang erukur dan ukuran yang

sesuai dengan ke2uu"an

Tu#uan sandar eknis

adalah 3e3beri8an

8e3udahan dala3 3enerap8an 8etentuan te8nis yan

diberla8u8an di setiap Eona. Standar Te8nis diru3us8an

berdasar8an Standar asional !ndonesia *S!+ atau

8etentuan<8etentuan lain yan bersi4at se8toral dan lo8al

serta berdasar8an hasil penelitian untu8 aspe8 yan

belu3 diatur dala3 standar

STANDAR TE)NIS

F

   P   "   R  A    T   $   R  A        Z  O     A   S   !

(54)

Teknik pengauran !onasi

adalah ?arian dari Eonasi 8on?ensional yan

di8e3ban8an untu8 3e3beri8an 8eluCesan dala3 penerapan aturan Eonasi dan

ditu@u8an untu8 3enatasi berbaai persoalan yan ter@adi di lapanan dan penerapan peraturan Eonasi dasar.

 Te8ni8 Penaturan Zonasi ber4unsi dala3 3e3beri8an 8eluCesan pada penerapan peraturan dasar yan disesuai8an denan 8ara8teristi8, tu@uan pene3banan dan per3asalahan yan dihadapi pada Eona tertentu dan 3e3beri8an pilihan

penananan pada lo8asi tertentu sesuai denan 8ara8teristi8 dan tu@uan

pene3banan Eona.

 Te8ni8 penaturan Eonasi bersi4at optional dala3 penyusunannya terantun oleh 8ebutuhan daerah 3asin<3asin

TE)NI) PENGATURAN .ONASI

F

   P   "   R  A    T   $   R  A        Z  O     A   S   !

(55)

)E+ENG)APAN DO)UMEN RDTR

MUATAN RDTR

a+ Tu@uan Penataan

-P

b+ Rencana Pola Ruan

c+ Rencana arinan

Prasarana

d+ Penetapan Sub -P

yan diprioritas8an

e+ Ketentuan

Pe3an4aatan Ruan

4+. Peraturan Zonasi

)elengkapan Dra3 Raperda

RDTR

a+. as8ah Raperda tentan RDTR

terdiri dari:

(.Raperda

2.%a3piran yan terdiri atas peta

rencana pola ruan, rencana

 @arinan prasarana, penetapan

sub -P dan peta Eona<Eona

8husus, serta tabel indi8asi

prora3 pe3an4aatan ruan

prioritas

b+. Materi Te8nis RDTR terdiri atas:

6.-u8u data dan analisis yan

dilen8api peta<peta

5.-u8u rencana yan disa@i8an

dala3 4or3at A5

7. Albu3 peta denan 8etelitian

(56)

Tu#uan Penaaan Ruang 6ilaya"

Perencanaan

0ontoh:

 Tu@uan penataan ruan Cilayah perencanaan adalah

3eCu@ud8an 8aCasan 8oridor A3penan H Matara3 H

0a8raneara *AM0+ sebaai e3brio 8aCasan

strateis pertu3buhan e8ono3i serta sebaai i8on

i8on 8ota Matara3 Metro

)eerkaian Muaan RTR6); RDTR; P.;

RT0+ 8(9

(57)

RDTRK - Peraturan Zonasi - RTBL

RDTRK

•  Tujuan penataan ruang wilayah perencanaan

• Rencana jaringan prasarana •  Penetapan Sub BWP yang

diprioritaskan penanganannya •  Ketentuan pemanfaatan ruang

pilihan! Ketentuan : • Kegiatan dan penggunaan lahan • Prasarana dan sarana minimum • Pelaksanaan • Standar teknis • Tambahan •  Khusus Zoning Text  •  Teknik pengaturan "onasi

• Program bangunan dan lingkungan

RTBL

• Ketentuan intensitas pemanfaatan ruang • Ketentuan tata bangunan

• Rencana umum dan panduan rancangan • Rencana in#estasi

• Ketentuan pengendalian rencana • Pedoman pengendalian pelaksanaan

•  Rencana pola ruang Zoning Map! Peraturan Zonasi    B  e   r    i  r    i  s  a   n    d  e   n   g   a   n    R    T    B    L RT0+ RDTR P.

(58)

Tu#uan Penaaan Ruang 6ilaya"

Perencanaan

%$(

0ontoh:

 Tu@uan penataan ruan Cilayah perencanaan adalah

3eCu@ud8an 8aCasan 8oridor A3penan H Matara3 H

0a8raneara *AM0+ sebaai e3brio 8aCasan

strateis pertu3buhan e8ono3i serta sebaai i8on

i8on 8ota Matara3 Metro

)eerkaian Muaan RTR6); RDTR; P.;

RT0+ 8%9

(59)

RDTRK - Peraturan Zonasi - RTBL

RDTRK

•Tujuan penataan ruang

•Rencana jaringan prasarana •Ketentuan pemanfaatan ruang

pilihan!

• $ateri pilihan %

&  Ketentuan tambahan &  Ketentuan khusus &  Standar teknis

&  Teknik pengaturan "onasi

Peraturan Zonasi

RTBL

•  Program bangunan dan lingkungan

•  Rencana umum dan panduan rancangan •  Rencana in#estasi

•  Ketentuan pengendalian rencana •  Pedoman pengendalian pelaksanaan •  Rencana pola

Ruang Zoning Map!

• Penetapan Sub BWP yang diprioritaskan penanganannya

Ketentuan :

•  Kegiatan dan penggunaan lahan •  Prasarana dan sarana minimum •  Pelaksanaan

Zoning Text 

• Ketentuan 'ntensitas pemanfaatan ruang • Ketentuan tata bangunan

RT0+ RDTR

Referensi

Dokumen terkait

Berdasad&lt;an hasil evaluasi yang telah dilakukan oleh Pejabat Pengadaan Barang dan lasa Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. 2016 ssuai dengan aturan dan ketentuan

Ber dasar kan Per atur an Pr esiden Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2012 tentang Per ubahan Kedua Atas Per atur an Pr esi den Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan

Menin!katkan akupan pelayanan pelayanan pr&#34;!ram kusta sesuai d pr&#34;!ram kusta sesuai den!an masalah yan! en!an masalah yan! ada# sehin!!adapat menin!katkan penemuan

Zikir yan g palin g efektif dalam m en in gkatkan kebah agiaan dan keten an gan m anu sia adalah den gan m em baca kalim ah tauh id (Laa iLaah a Illallah ) yan g dibaca d

. @/en $8areness atau 5adar aan eadaan dan Terbua.Pada situasi ini, lien dan oran! oran! diseitarnya men!eta&#34;ui aan adanya a*al yan! men*elan! dan menerima

 pemanasan relati8 relati8 lebih lebih murah murah dibandinkan dibandinkan denan denan &amp;oiler  &amp;oiler   yan   yan.. menunakan bahan bakar

*otor motor tersusun atas dua kutub manet !akni utara dan selatan% edankan sisi stator, tersusun atas bebera#a kum#aran ka$at denan sumber teanan listrik

&amp;an$$'an psikosomatik ialah $an$$'an ata' penyakit den$an $e+ala%$e+ala yan$ menyer'pai penyakit /sik dan diyakini adanya s'at' h'*'n$an yan$ erat antara s'at' peristia