Panduan Penyusunan RDTR dan
Panduan Penyusunan RDTR dan
Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota
Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota
Oleh: Deliana, ST.,
Oleh: Deliana, ST.,
MSi.
PENYUSUNAN RDTR
PENYUSUNAN RDTR
pedoman penyusunan RDTR merupakan pedoman penyusunan RDTR merupakan
acuan dalam kegiaan penyusunan acuan dalam kegiaan penyusunan rencana deail aa ruang dan perauran rencana deail aa ruang dan perauran !onasi ole" pemerina" daera" dan para !onasi ole" pemerina" daera" dan para
pemangku kepeningan lainnya pemangku kepeningan lainnya Dengan adanya pedoman ini produk Dengan adanya pedoman ini produk rencana detail tata ruang dan peraturan rencana detail tata ruang dan peraturan
zonasi yang disusun oleh pemerintah zonasi yang disusun oleh pemerintah
daerah dapat lebih berkualitas dan daerah dapat lebih berkualitas dan operasional sebagai acuan dalam operasional sebagai acuan dalam pemanfaatan serta p
pemanfaatan serta pengendaliaanengendaliaan Penyusunan RDTR merupakan amanat Penyusunan RDTR merupakan amanat dari
dari PP PP no.15 no.15 tahun tahun 2010 2010 pasal pasal 5 5 dandan pasal 155 a
pasal 155 ayat 1yat 1
Action
Action
o Action
o Action
Perauran Meneri Peker#aan Umum No$ Perauran Meneri Peker#aan Umum No$
%&'PRT'M'%&(( %&'PRT'M'%&((
PENYUSUNAN RDTR
PENYUSUNAN RDTR
pedoman penyusunan RDTR merupakan pedoman penyusunan RDTR merupakan
acuan dalam kegiaan penyusunan acuan dalam kegiaan penyusunan rencana deail aa ruang dan perauran rencana deail aa ruang dan perauran !onasi ole" pemerina" daera" dan para !onasi ole" pemerina" daera" dan para
pemangku kepeningan lainnya pemangku kepeningan lainnya Dengan adanya pedoman ini produk Dengan adanya pedoman ini produk rencana detail tata ruang dan peraturan rencana detail tata ruang dan peraturan
zonasi yang disusun oleh pemerintah zonasi yang disusun oleh pemerintah
daerah dapat lebih berkualitas dan daerah dapat lebih berkualitas dan operasional sebagai acuan dalam operasional sebagai acuan dalam pemanfaatan serta p
pemanfaatan serta pengendaliaanengendaliaan Penyusunan RDTR merupakan amanat Penyusunan RDTR merupakan amanat dari
dari PP PP no.15 no.15 tahun tahun 2010 2010 pasal pasal 5 5 dandan pasal 155 a
pasal 155 ayat 1yat 1
Action
Action
o Action
o Action
Perauran Meneri Peker#aan Umum No$ Perauran Meneri Peker#aan Umum No$
%&'PRT'M'%&(( %&'PRT'M'%&((
!!. . PP""DDAA##$$%%$$AA &!!!!!!.. P& P""RRAATT$$RRAA ZZOOAASS!!
!!!!.. KK""TT""TT$$AA $$MM$$MM '..(' (. . TTee))t t ZoZonnaassi i ** Zoning T Zoning Text ext ++ !!
!!!.!. T$T$$$A PA P""AATTAAAA - -PP '.(.(. '.(.(. Ketentuan Ketentuan Keiatan Keiatan dandan Penunaan %ahan
Penunaan %ahan
!!&&.. R"R"00AAA PA PO%O%A RA R$A$A11 '.(.2. '.(.2. Ketentuan Ketentuan !ntensitas P!ntensitas Pe3an4aatane3an4aatan Ruan
Ruan 5
5..((. . ZZoonna a %%iinndduunn ''..((..66. . KKeetteennttuuaan n TTaatta a --aannuunnaann 5.2.
5.2. Zona Zona -udidaya-udidaya '.(.5. '.(.5. Ketentuan Ketentuan Prasarana Prasarana dan Sdan Saranaarana Mini3al
Mini3al &
&.. RR""00AAA A AARR!!11AA PPRRAASSAARRAAAA ''..((..77. . KKeetteennttuuaan n PPeellaa88ssaannaaaann 7.(.
7.(. Rencana Rencana Pene3banan Pene3banan arinanarinan Perera8an
Perera8an '.2. '.2. Materi Materi OpsionalOpsional 7.2.
7.2. Rencana Rencana Pene3banan Pene3banan arinanarinan "neri/Kelistri8an
"neri/Kelistri8an '.2.(. '.2.(. Ketentuan Ketentuan TTa3bahaa3bahann 7.6.
7.6. Rencana Rencana Pene3banaPene3banann arinanT
arinanTele8o3uni8asiele8o3uni8asi '.2.2. Ketentuan Khusus'.2.2. Ketentuan Khusus 7.5.
7.5. Rencana Rencana Pene3banan Pene3banan arinan Airarinan Air Minu3
Minu3 '.2.6. '.2.6. Ketentuan Ketentuan Standar TStandar Te8nise8nis 7.7.
7.7. Rencana Rencana Pene3banan Pene3banan arinanarinan Drainase
Drainase '.2.5. '.2.5. Ketentuan Ketentuan Penaturan Penaturan ZonasiZonasi 7.9.
7.9. Rencana Rencana Pene3banan Pene3banan arinan arinan AirAir %i3bah
%i3bah 7.7.
7.7. RencanRencana Pa Pene3banan ene3banan PrasaranaPrasarana %ainnya
%ainnya &!.
&!. P""TP""TAPAPA SA S$- -$- -P P A1 DA1 D!PR!OR!PR!OR!T!TASKASKAA P"A1AAA
P"A1AAA &!!.
&!!. K"T"TK"T"T$A $A P"MA;P"MA;AAAATTA A R$A1R$A1
MATERI MUATAN TE)NIS RDTR
MATERI MUATAN TE)NIS RDTR
PENDA*U+UAN
PENDA*U+UAN
(
(
Dasar #u8u3
Dasar #u8u3 PenyusuPenyusunan RDTR:nan RDTR:
< $$ o. 29 Tahun 2==> tentan Penataan Ruan
< $$ o. 29 Tahun 2==> tentan Penataan Ruan
< PP o. (7 Tahun 2=(= Tentan Penyelenaraan Penataan Ruan
< PP o. (7 Tahun 2=(= Tentan Penyelenaraan Penataan Ruan
< PP o. 29 Tahun 2==' Tentan RTR
< PP o. 29 Tahun 2==' Tentan RTR
< PP o. 9' Tahun 2=(= tentan -entu8 dan Tata 0ara Peran Masyara8at
< PP o. 9' Tahun 2=(= tentan -entu8 dan Tata 0ara Peran Masyara8at
dala3 Penataan Ruan
dala3 Penataan Ruan
< P
< Perda Rerda RTR TR Pro?insi Pro?insi yan bersan8utanyan bersan8utan
< Perda RTR Kabupaten yan bersan8utan
< Perda RTR Kabupaten yan bersan8utan
(
(
Tin@aua
Tin@aua
n T
n T
erhada
erhada
p R
p R
TR
TR
Kabu
Kabu
paten/K
paten/K
ota
ota
2
2
Tin@auan
Tin@auan
K
K
ebi@a8a
ebi@a8a
n dan Stratei
n dan Stratei
RTR Kabupaten/Kota
RTR Kabupaten/Kota
6
6
T
T
u@uan RDTR
u@uan RDTR
5
5
)ETENTUAN UMUM
)ETENTUAN UMUM
%
%
Isila" dan
Isila" dan
De,nisi-< -erisi istilahDe,nisi-<istilah dan denisi yan terdapat dala3 RDTR dan Peraturan
< -erisi istilah<istilah dan denisi yan terdapat dala3 RDTR dan Peraturan
yan perlu 3endapat8an pen@elasan.
yan perlu 3endapat8an pen@elasan.
(
(
Kedudu8an RDTR dan Peraturan Zonasi
Kedudu8an RDTR dan Peraturan Zonasi
2
2
;unsi dan Man4aat RDTR dan Peraturan Zonasi
;unsi dan Man4aat RDTR dan Peraturan Zonasi
6
6
Kriteria dan %in8up ilayah
Kriteria dan %in8up ilayah
Perencanaan RDTR dan PZ
Perencanaan RDTR dan PZ
5
5
Masa -erla8u RDTR:
Masa -erla8u RDTR:
2= tahun dan ditin@au
2= tahun dan ditin@au
8e3bali setiap 7 tahun
8e3bali setiap 7 tahun
atau B 7 th d syarat
atau B 7 th d syarat
tertentu
tertentu
7
7
)EDUDU)AN RDTR DAN PERATURAN .ONASI
%
REN/ANA PEM0ANGUNAN REN/ANA UMUM TATA RUANGREN/ANA RIN/I TATA RUANG RPP asional RPM asional RPP Pro?insi RPM Pro?insi RPP Kabupaten/Kota RPM Kabupaten/8ota RTR asional RTR Pro?insi RTR Kabupaten RTR Kota RTR Pulau RTR KaCasan Strateis asional RDTR Kabupaten RTR KaCasan Strateis Kabupaten RTR KaCasan Strateis Pro?insi RDTR Kota RTR KaCasan Strateis Kota K " T " T $ A $ M $ M
1UNGSI DAN MAN1AAT RDTR 0ERI)UT P.
%
K " T " T $ A $ M $ M1UNGSI
• Kendali 3utu pe3an4aatan ruan Cilayah 8abupaten/8ota berdasar8an RTR
• Acuan bai 8eiatan
pe3an4aatan ruan yan lebih rinci dari 8eiatan pe3an4aatan ruan yan dia3anat8an dala3 RTR
• Acuan bai 8eiatan
penendalian pe3an4aatan ruan
• Acuan bai penerbitan iEin pe3an4aatan ruan
• Acuan dala3 penyusunan Rencana Tata -anunan dan %in8unan.
MAN1AA
T
• Penentu lo8asi berbaai 8eiatan yan 3e3punyai 8esa3aan 4unsi
• Alat operasionalisasi dala3 siste3 penendalian dan penaCasan pela8sanaan pe3banunan si8
8abupaten/8ota
• Ketentuan intensitas pe3an4aatan ruan
untu8 setiap baian<baian Cilayah sesuai denan
4unsinya dan
• Ketentuan bai penetapan 8aCasan yan diprioritas8an untu8 disusun prora3
penananan dan
)RITERIA PEREN/ANAAN RDTR DAN P.
%
K " T " T $ A $ M $ M(
Tidak'2elum 2isadi#adikan dasar dalam pelaksanaan
peman3aaan ruang dan pengendalian peman3aaan ruang karena ingka keeliian peanya 2elum (-4&&&
%$
5$
RDTR dan P.
ga2ung
P. sa#a
RTR
6
RDTR dan P. disusun
2ila-Tela"
mengamanakan
penyusunan RDTR
unuk 2agian dari
7ilaya"nya
Tela" memiliki
kedalaman RDTR
8(-4&&&9
DAN P.
%
K " T " T $ A $ M $ M6ilaya"
Adminisrasi:
(
KaCasan
;unsional, seperti
-K/Sub ilayah
Kota
2
-aian dari ilayah
Kabupaten yan 3e3ili8i
ciri per8otaan
DAN P.
%
K " T " T $ A $ M $ M)a7asan
Sraegis
)a2$')oa yang
memiliki ciri
ka7asan
perkoaan
5
-aian dari ilayah Kab./Kota yan berupa
8aCasan perdesaan dan direncana8an 3en@adi
8aCasan per8otaan
$
;
RDTR; < RT0+
%
K " T " T $ A $ M $ M#ubunan
antara RTR
Kab./Kota,
RDTR, dan
RT-% serta
ilayah
Perencanaanny
a
TU=UAN PENATAAN 06P
5
Tu#uan 06P
RDTR
-3erupa8an nilai
dan/atau 8ualitas
teru8ur yan a8an
dicapai sesuai
denan arahan
pencapaian
sebaai3ana
ditetap8an di
dala3 RTR dan
alasannya
Me7u#udkan ka7asan )a7asan Perkoaan
>?@ se2agai em2rio ka7asan sraegis
perum2u"an ekonomi sera se2agai ikon
koa >?@$
Tu#uan 06P RDTR
dirumuskan
2erdasarkan
-
a. Kesei3banan dan 8eserasian antarbaian dari Cil Kab/Kota, b. ;unsi dan Peran -P,
c. Potensi !n?estasi, d. Kondisi Sosial dan %in8unan -P,
e. Peran Masyara8at dala3
pe3banunan,
4. Prinsip< prinsip yan 3erupa8an
pen@abaran dari tu@uan
c o n
o
"
TU=UAN PENATAAN 06P
5
Me7u#udkan
ka7asan
)a7asan
Perkoaan >?@
se2agai em2rio
ka7asan
sraegis
perum2u"an
ekonomi sera
se2agai ikon
koa >?@$
Prinsip penataan ruan -P:
(. tersedianya a8sesibilitas
internal dan e8sternal yan
bai8
2. tersedianya @arinan
prasarana dan sarana yan
3e3adai untu8
terCu@udnya 8aCasan atau
8eiatan perdaanan dan
@asa bers8ala internasional
6. tersedianya 4unsi<4unsi
e8olois yan cu8up dan
ruan terbu8a hi@au yan
sesuai denan 8etentuan
peraturan perundan<
undanan dan
5. tersedianya peraturan
Eonasi yan operasional
dan sesuai denan
/ono
"-Rencana Pola Ruang
dala3 RDTR 3erupa8an rencana distribusi subEona peruntu8an yan antara lain 3eliputi Eona lindun dan Eona budidaya 8e dala3 blo8<blo8.Rencana pola ruan di3uat dala3 peta, sebaai
!
oning map bagi
peraturan zonasi .
!ungsi"
a. alo8asi ruan untu8 berbaai 8eiatan sosial, e8ono3i, serta 8eiatan pelestarian 4unsi lin8unan dala3 -P b. dasar penerbitan iEin pe3an4aatan ruan
c. dasar penyusunan RT-% dan
d. dasar penyusunan rencana @arinan prasarana
Rencana pola ruang dirumuskan
2erdasarkan-e. daya du8un dan daya ta3pun lin8unan hidup dala3 -P 4. per8iraan 8ebutuhan ruan untu8 pene3banan 8eiatansosial e8ono3i dan pelestarian 4unsi lin8unan.
Rencana pola ruang dirumuskan dengan
krieria-. 3enacu pada rencana pola ruan yan telah ditetap8an dala3 RTR h. 3e3perhati8an rencana pola ruan baian Cilayah yan berbatasan
i. 3e3perhati8an 3itiasi dan adaptasi bencana pada -P, ter3asu8 da3pa8 perubahan i8li3
REN/ANA PO+A RUANG
(+ Eona hutan lindun 2+ Eona yan 3e3beri8an
perlindunan thd Eona di baCahnya:
< Eona bera3but < Eona resapan air
6+ Eona perlindunan sete3pat: < se3padan pantai
< se3padan sunai
< Eona se8itar danau atau Cadu8 dan
< Eona se8itar 3ata air 5+ Eona RT# 8ota:
< ta3an RT < ta3an R
< ta3an 8ota dan < pe3a8a3an
7+ Eona sua8a ala3 dan caar budaya
9+ Eona raCan bencana ala3: < Eona raCan tanah lonsor < Eona raCan elo3ban pasan dan
< Eona raCan ban@ir >+ Eona lindun lainnya.
REN/ANA PO+A RUANG
B
.ona
+indung
.ona
0udidaya
(9 .ona peruma"an:
< 8epadatan sanat tini, < 8epadatan tini,
< 8epadatan sedan, < 8epadatan rendah, dan < 8epadatan sanat rendah
-ila diperlu8an dapat dirinci lebih lan@ut 8e dala3 ru3ah susun, ru3ah 8opel, ru3ah deret, ru3ah tunal, ru3ah ta3an, dan sebaainya+
%9 .ona perdagangan dan #asa: < perdaanan @asa deret , dan < perdaanan @asa tunal
-ila diperlu8an dapat dirinci lebih lan@ut 8e dala3 PK%, pasar tradisional, pasar 3odern, pusat
perbelan@aan, dsb 59 .ona perkanoran:
< per8antoran pe3erintah, dan < per8antoran sCasta
B9 .ona sarana pelayanan umum: < sarana pelayanan u3u3 pendidi8an, < sarana pelayanan u3u3 transportasi, < sarana pelayanan u3u3 8esehatan, < sarana pelayanan u3u3 olahraa,
< sarana pelayanan u3u3 sosial budaya, dan < sarana pelayanan u3u3 peribadatan
REN/ANA PO+A RUANG
B
.ona
0udidayaC$
Lanjut
an
49 .ona indusri:
< industri 8i3ia dasar,
< industri 3esin dan loa3 dasar, < industri 8ecil, dan
< ane8a industri
9 .ona k"usus, yan berada di 8aCasan per8otaan dan tida8 ter3asu8 Eona ( s/d 7:
< Eona untu8 8eperluan pertahanan dan 8ea3anan,
< Eona !nstalasi Penolahan Air %i3bah *!PA%+,
< Eona Te3pat Pe3rosesan A8hir *TPA+, dan
< Eona 8husus lainnya
9 .ona lainnya, yan tida8 selalu ada di 8aCasan per8otaan:
< Eona pertanian,
< Eona perta3banan, dan < Eona pariCisata dan
F9 .ona campuran, yaitu Eona budidaya denan beberapa peruntu8an 4unsi dan/atau bersi4at terpadu:
< peru3ahan dan perdaanan/@asa, < peru3ahan, perdaanan/@asa dan
DE+INIASI 06P DAN SU0 06P
B
Rencana pola ruan padaRDTR 3erupa8an penurunan dari rencana pola ruan di RTR yan didelineasi 3en@adi -P<-P yan ditetap8an denan memperim2angkan: a+ 3or4oloi Cilayah perencanaan b+ 8eserasian dan
8eterpaduan 4unsi Cilayah perencanaan
c+ @an8auan dan batasan pelayanan untu8
8eseluruhan Cilayah perencanaan 8ota yan 3e3perhati8an rencana stru8tur ruan RTR. Rencana pola ruang
dihasil8an dari perampalan peapea yan didelineasi berdasar8an:
1ISI) : < -aian ilayah Per8otaan *-P+ < Sub -P R " 0 A A P O % A R $ A 1
DE+INIASI 06P DAN SU0 06P
Ilusrasi Pem2agian 06P ke
dalam
Su2 06P "ingga 0lok
B
R " 0 A A P O % A R $ A 1Ilusrasi Pem2agian Su2 .ona di
dalam 0lok dan Su22lok pada
1
DE+INEASI
1ISI)-(. 1una8an pea dasar yan 3enun@u88an 8ondisi si8 suatu 8ota
2. A8an dihasil8an deliniasi suatu
06P 80agian 6ilaya" Perkoaan9
Pea Dasar
DE+INEASI
1ISI)-6. 1una8an peta citra satelit beresolusi tini *landuse+
5. A8an dihasil8an
delineasi Su2 06P
Pea cira saeli
7. Sub -P
dibai lai 8e dala3 2lok 2lok
Delineasi 2lok di
dalam Su2 06P
0+O)
adala" se2idang la"an yang di2aasi sekurangkurangnya ole" 2aasan ,sik nyaa 8seperi #aringan #alan; sungai; selokan; saluran; irigasi; saluran udara egangan 8eksra9 inggi; dan panai9 aau yang 2elum nyaa 8rencana
DE+INEASI
1UNGSI-(. Sub -P
dibai 8e dala3 Eona < Eona dasar .
2. Zona dasar tersebut dirinci lai 8e dala3 subEona < sub Eona sesuai 8lasi8asi Eona budi daya
(.
2
.
Ilusrasi pem2agian su2!ona di dalam 2lok pada suau Su2 06P
DE+INEASI 1ISI)
DE+INEASI
1UNGSI
Ilusrasi su2 !ona pada Su2 06P
Ilusrasi 2lok pada Su2 06P
Suau 2lok 8,sik9 dapa erdiri dari sau aau le2i" su2 !ona 83ungsi9
Apa2ila 06P erlalu luas unuk digam2arkan kedalam sau pea 2erskala (-4&&&; pea rencana pola dapa digam2arkan lagi ke dalam 2e2erapa lem2ar
0agian 6ilaya" Perkoaan 806P9
Su2 06P
/ono" pendeailan rencana pola ruang di RDTR
Rencana pola ruan RDTR dia3bar8an 8edala3 peta -P yan terdiri atas Su2 06P$
Zona yan terdapat pada Cilayah perencanaan RDTR*ARUS TETAP SESUAI DOMINASI )A6ASAN PADA REN/ANA PO+A RUANG RTR6 3es8ipun terdapat Eona<Eona lainnya
Dalam RTRW
/ONTO* PETA REN/ANA PO+A RUANG
B
R " 0 A A P O % A R $ A 1 Dalam RDTRREN/ANA =ARINGAN PRASARANA
a. Rencana Pene3banan
arinan Perera8an
b. Rencana Pene3banan
arinan
"neri/8elistri8an
c Rencana Pene3banan
arinan Tele8o3uni8asi
d. Rencana Pene3banan
arinan Air Minu3
e. Rencana Pene3banan
arinan Drainase
4. Rencana Pene3banan
arinan Air %i3bah
. Penyediaan Prasarana
%ainnya
PERGERA)AN
4
(. Rencana Pene3banan arinan alan: < arinan @alan arteri pri3er dan se8under < @arinan @alan 8ole8tor pri3er dan se8under
< @arinan @alan lo8al pri3er dan se8under < @arinan @alan lin8unan se8under
< @arinan @alan lainnya yan 3eliputi : @alan 3asu8 dan 8eluar ter3inal, @arinan @alan 3oda transportasi u3u3, @alan
3asu8 dan 8eluar par8ir
2. alur 8ereta api ter3asu8 8ereta baCah tanah,3onorail,dan stasiun *@i8a ada+
6. alur pelayaran untu8 8eiatan an8utan sunai, danau,penyeberanan, dan pelabuhan/der3aa pada Cilayah perencanaan *@i8a ada+
5. alur pe@alan 8a8i/sepeda *@i8a ada+.
R"0AA AR!1A PRASARAA
Peta !lustrasi
Rencana
arinan alan
ENERGI')E+ISTRI)AN
4
R"0AA AR!1A PRASARAAPeta !lustrasi
Rencana
arinan
"neri/Kelistri
8an
(. arinan subtrans3isi ber4unsi 3enyalur8an daya listri8 dari su3ber daya besar *pe3ban8it+ 3enu@u @arinan distribusi pri3er *ardu indu8+
*@i8a ada+
2. arinan distribusi pri3er ber4unsi 3enyalur8an daya listri8 dari @arinan subtrans3isi 3enu@u @arinan distribusi se8under, in4rastru8tur pendu8un pada @arinan distribusi pri3er 3eliputi :
ardu indu8 dan ardu hubun
6. arinan distribusi se8under ber4unsi untu8 3enyalur8an/3enhubun8an daya listri8 teanan rendah 8e 8onsu3en, in4rastru8tur pendu8un @arinan distribusi se8under adalah
ardu distribusi
5. Pen@abaran @arinan pipa 3inya8 dan as bu3i, di Cilayah perencanaan *@i8a ada+
TE+E)OMUNI)ASI DAN AIR MINUM
4
R"0AA AR!1A PRASARAA(. Rencana pene3banan in4rastru8tur dasar tele8o3uni8asi berupa lo8asi pusat auto3atisasi sa3bunan telepon 2. Kebutuhan penyediaan @arinan
tele8o3uni8asi telepon 8abel *dari @arinan 8abel pri3er hina @arinan
8abel se8under+, ter3asu8 penyediaan: i. stasiun telepon oto3at
ii. ru3ah 8abel iii. 8ota8 pe3bai
6. Kebutuhan penyediaan tele8o3uni8asi telepon selular, ter3asu8 penyediaan in4rastru8tur telepon nir8abel berupa lo8asi 3enara tele8o3uni8asi ter3asu8 3enara Base Transceiver Station *-TS+ 5. Rencana siste3 tele?isi 8abel seperti
stasiun trans3isi dan @arinan 8abel distribusi
7. Rencana penin8atan pelayanan
(. siste3 penyediaan air 3inu3 Cilayah 8abupaten/8ota 3enca8up siste3 @arinan perpipaan dan bu8an @arinan perpipaan
2. banunan pena3bil air ba8u 6. seluruh pipa trans3isi air
ba8u dan instalasi produ8si 5. seluruh pipa unit distribusi
hina persil
7. seluruh banunan penun@an dan banunan pelen8ap dan 9. ba8 pena3pun.
=ARINGAN
TE+E)OMUNI)ASI
=ARINGAN AIR
MINUM
DRAINASE
4
R"0AA AR!1A PRASARAATerdiri atas:
(. siste3 @arinan drainase untu8
3enceah enanan di -P
2. rencana
8ebutuhan
siste3
@arinan drainase, terdiri atas:
rencana
@arinan
pri3er,
se8under,
tersier,
dan
lin8unan di -P dan
6. i8a 8ondisi topora di Cilayah
perencanaan
berpotensi
enanan 3a8a perlu dibuat:
i. 8ola3 retensi
ii. siste3 pe3o3paan
iii. pintu air
Peta !lustrasi
Rencana
arinan
Drainase
+IM0A*
4
R"0AA AR!1A PRASARAAPeta !lustrasi
Rencana
arinan
%i3bah
Siste3 pe3buanan air li3bah
terpusat,terdiri atas:
(. seluruh saluran pe3buanan
2. banunan penolahan air
li3bah
Siste3 pe3buanan air li3bah
sete3pat, terdiri atas:
6. ba8 septi8 *septic tank +
5. P%T *instalasi penolahan
DIPRIORITAS)AN PENANGANANNYA
Tu#uan penetapan Sub -P yan diprioritas8an penetapannya adalah untu8 3ene3ban8an, 3elestari8an, 3elinduni, 3e3perbai8i, 3en8oordinasi8an 8eterpaduan pe3banunan dan/atau 3ela8sana8an re?italisasi di 8aCasan yan bersan8utan yan dianap 3e3ili8i prioritas tini dibandin8an Sub -P lainnya.
Ilusrasi )a7asan )oridor Uama 06P
1ungsi-a. Sebaai dasar penyusunan RT-% dan rencana te8nis pe3banunan se8toral
b. Sebaai dasar perti3banan dala3 penyusunan indi8asi prora3
prioritas RDTR.
Dieapkan 2erdasarkan-c. Tu@uan penataan -P
d. ilai pentin Sub -P yan a8an ditetap8an
e. Kondisi e8ono3i, sosial budaya, dan lin8unan Sub -P yan a8an
ditetap8an
4. Daya du8un dan daya ta3pun lin8unan hidup -P dan
DIPRIORITAS)AN PENANGANANNYA
Minimum "arus
memua-a. %o8asi: dia3bar8an dala3 peta, dapat 3eliputi seluruh Cilayah Sub -P atau sebaian Cilayah Sub -P denan 3e3perti3ban8an:
< batas si8, seperti blo8 dan subblo8
< 4unsi 8aCasan, seperti Eona dan subsEona
< Cilayah ad3inistrati4, seperti RT, R, desa/8elurahan, dan 8eca3atan < batas 8ultural tradisional , 8esatuan 8ara8teristi8 te3ati8, @enis 8aCasan b. Te3a penananan:
< perbai8an prasarana, sarana, dan blo8/8aCasan, contoh: penataan lin8unan 8u3uh,
perbai8an 8a3pun
< pene3banan 8e3bali prasarana, sarana, dan blo8/8aCasan, contoh: pere3a@aan
8aCasan, pene3banan 8aCasan terpadu, rehabilitasi G re8onstru8si pasca bencana
< pe3banunan baru prasarana, sarana, dan blo8/8aCasan, contoh: pe3banunan
8aCasan per3u8i3an *Kasiba, %isiba+, 8aCasan terpadu, 8aCasan perbatasan
< pelestarian/perlindunan blo8/8aCasan, contoh: pelestarian 8aCasan, 8onser?asi
)ETENTUAN PEMAN1AATAN RUANG
Merupakan upaya me7u#udkan RDTR dalam 2enuk program
pengem2angan 06P dalam #angka 7aku perencanaan 4 8lima9 a"unan sampai ak"ir a"un masa perencanaan$
1ungsi-a. dasar pe3erintah dan 3asyara8at dala3 pe3rora3an in?estasi pene3banan -P
b. arahan untu8 se8tor dala3 penyusunan prora3
c. dasar esti3asi 8ebutuhan pe3biayaan dala3 @an8a Ca8tu 7 *li3a+ tahunan dan penyusunan prora3 tahunan untu8 setiap @an8a 7 *li3a+ tahun dan d. acuan bai 3asyara8at dala3 3ela8u8an in?estasi.
Melipui-e. Prora3 Pe3an4aatan Ruan Prioritas:
< prora3 perCu@udan rencana pola ruan di -P < prora3 perCu@udan rencana prasarana di -P
< prora3 perCu@udan penetapan Sub -P yan diprioritas8an penananannya
< prora3 perCu@udan 8etahanan terhadap perubahan i8li3, atau disesuai8an denan
8ebutuhannya 4 %o8asi
)ETENTUAN PEMAN1AATAN RUANG
Tu#uan Penaaan Ruang 6ilaya"
Perencanaan
0ontoh:
Tu@uan penataan ruan Cilayah perencanaan adalah
3eCu@ud8an 8aCasan 8oridor A3penan H Matara3 H
0a8raneara *AM0+ sebaai e3brio 8aCasan
strateis pertu3buhan e8ono3i serta sebaai i8on
i8on 8ota Matara3 Metro
)ETENTUAN PERATURAN .ONASI
DA+AM PP No$ (4 a"un %&(&
Perauran !onasi memua !onasi pada seiap !ona
perunukan-
=enis kegiaan yang diper2ole"kan; diper2ole"kan
dengan 2ersyara; dan idak diper2ole"kan:
Inensias peman3aaan ruang
-
8oesien dasar banunan 3a8si3u3
8oesien lantai banunan 3a8si3u3
8etinian banunan 3a8si3u3 dan
8oesien dasar hi@au 3ini3u3
Prasarana dan sarana minimum: dan
)eenuan lain yang di2uu"kan
te8s Eonasi dan
peta Eonasi denan
tin8at 8etelitian
3ini3al (:7.===.
Zona peruntu8an diatur secara hierar8i 3eliputi:
Eona peruntu8an yan dibai 8e dala3 sub<sub Eona
peruntu8an
sub Eona peruntu8an yan dibai 8e dala3 blo8<blo8
peruntu8an dan
pasal 15#
pasal 155
pasal 15$
Tu#uan Penaaan Ruang 6ilaya"
Perencanaan
PERATURAN .ONASI
a$ =ika RDTR 2elum
disusun
(. disusun RDTR yan
dilen8api denan
Peraturan Zonasi hanya
pada Cilayah perencanaan
Ma8a Peraturan Zonasi disusun
terpisah dan berisi8an Zonin
Map dan Zonin Te)t untu8
seluruh 8aCasan per8otaan bai8
yan sudah ada 3aupun yan
direncana8an pada Cilayah
8abupaten/8ota
2. disusun RDTR *yan berisi
peta pola yan 3erupa8an
Eonin 3ap pada Cilayah
perencanaan+ yan terpisah
denan Peraturan Zonasi
*yan berisi Eonin te)t
pada seluruh
8abupaten/8ota+
2$ =ika RDTR suda" disusun'
idak perlu disusun
PERATURAN .ONASI
a. 8etentuan 8eiatan dan
penunaan lahan
b. 8etentuan intensitas
pe3an4aatan ruan
c. 8etentuan tata 3assa
banunan
d. 8etentuan prasarana
dan sarana 3ini3u3
e. 8etentuan pela8sanaan
4.
Ketentuan perubahan
peraturan Eonasi
a. 8etentuan ta3bahan
b. 8etentuan 8husus
c. standar te8nis
d. te8ni8 penaturan Eonasi
. Materi a@ib
A
. Materi
Optional
-)OMPONEN MATERI PERATURAN .ONASI
F
P " R A T $ R A Z O A S !)eenuan
inensias
peman3aaan ruang
%
keenuan Hariansi peman3aaan ruang keenuan inseni3'disinseni3 keenuan penggunaan la"an yang idak sesuai)eenuan
pelaksanaan
)eenuan aa
massa 2angunan
minimum
inggi 2angunan maksimum aau minimum - #arak garis sempadan 2angunan minimum; - 2e2as anar 2angunan minimum - ampilan)eenuan
prasarana dan
sarana minimum
- rencana pasarana parkir - 2ongkar mua - dimensi #aringan #alan - kelengkapan #alan - )elengkapan prasarana lainnyaB
)eenuan
kegiaan dan
penggunaan
la"an
- )lasi,kasi IT0?(
MATERI 6A=I0 PERATURAN .ONASI
- )D0 maksimum - )+0 maksimum - )einggian 0angunan Maksimum - )D* Minimum
5
4
)eenuan
)"usus
8etentuan yan mengaurpeman3aaan !ona yang memiliki 3ungsi k"usus dan
diberla8u8an 8etentuan 8husus sesuai denan 8ara8teristi8 Eona dan 8eiatannya
Harian dari !onasi konHensional yan di8e3ban8an untu8 3e3beri8an 8eluCesan dala3 penerapan aturan Eonasi
)eenuan
Pengauran
.onasi
)eenuan Tam2a"an
Ketentuan lain yandapa diam2a"kan pada suau !onasi dan 2elum
erakomodasi dalam auran dasar yan ditu@u8an untu8
3elen8api aturan dasar yan sudah disusun
MATERI OPTIONA+ PERATURAN .ONASI
B
(
auranauran eknis pe3banunan yan ditetap8an berdasar8an perauran'sandar'ke enuan eknis yang 2erlakuSandar Teknis
5
%
/ono"
!oning
($)lasi,kasi I
*Pe3an4aatan
diperboleh8an/diiEin8
an+
Si4atnya sesuai
denan peruntu8an
yan direncana8an.
#al ini berarti tida8
a8an ada
penin@auan/pe3baha
san/tinda8an dari
pe3erintah 8ab/8ota
terhadap
pe3an4aatan tsb
%$ )lasi,kasi T
*Pe3an4aatan
diperboleh8an secara
terbatas+
Me3ili8i penertian
bahCa pe3an4aatannya
3enandun batasan
sebaai beri8ut :
(. pe3batasan
penoperasian
2. pe3batasan
intensitas ruan
6. pe3batasan @u3lah
pe3an4aatan @i8a
pe3an4aatan
+A*AN
F
P " R A T $ R A Z O A S !B$ )lasi,kasi ?
*Pe3an4aatan yan
tida8
diperboleh8an+
si4atnya tida8
sesuai denan
peruntu8an lahan
yan direncana8an
dan dapat
3eni3bul8an
da3pa8 yan
cu8up besar bai
lin8unan
se8itarnya
5$ )lasi,kasi 0
*Pe3an4aatandiperboleh8an bersyarat+
Merupa8an pe3an4aatan yan untu8 3endapat8an iEinnya 3e3erlu8an persyaratan, antara lain : (. penyusunan do8u3en AMDA% 2. penyusunan upaya penelolaan lin8unan *$K%+ dan upaya pe3antauan
lin8unan *$P%+
6. penyusunan Analisis
Da3pa8 %alu %intas *ADA%!+ 5. 3enena8an biaya da3pa8 pe3banunan *de?elop3ent i3pact 4ee+ dan atau aturan disinsenti4 lainnya
+A*AN
F
P " R A T $ R A Z O A S !Tu#uan Penaaan Ruang 6ilaya"
Perencanaan
%$(
0ontoh:
Tu@uan penataan ruan Cilayah perencanaan adalah
3eCu@ud8an 8aCasan 8oridor A3penan H Matara3 H
0a8raneara *AM0+ sebaai e3brio 8aCasan
strateis pertu3buhan e8ono3i serta sebaai i8on
i8on 8ota Matara3 Metro
/ono" Mariks
IT0?$$$$
0OTO# ZO!1 T"IT
Pe3an4aatan -ersyarat secara Terbatas *T+ :
Ru8o, Carun, to8o, pasar lin8unan, dii@in8an secara terbatas denan
batasan :
tida8 3enanu lin8unan se8itarnya
KD- 3a8si3u3 sebesar 9=J, K%- 3a8si3u3 (,=<(,',
KD# 3ini3al 9=J dari luas persil. @u3lah 3a8si3al perbandinan dari
3asin<3asin 8eiatan lahan tersebut denan @u3lah ru3ah yan ada di blo8 tersebut adalah ( : 5
Pe3an4aatan -ersyarat Tertentu *b+ : Ru3ah tunal, 8opel, deret, townhouse, dii@in8an denan syarat :
3enyesuai8an denan desain arsite8tur dari ru3ah<ru3ah lain yan ada di
se8itarnya, serta
3e3peroleh persetu@uan dari Ketua RT dan Ketua R sete3pat.
Ru3ah 3eCah dan ru3ah adat dii@in8an denan syarat :
o Zona Zona Peru3ahan
Keiatan R<( R<2 R<6 R<5 R<7 Peru3ahan (. Ru3ah tunal - - ! ! ! 2. Ru3ah 8opel - - ! ! ! 6. Ru3ah deret - ! ! ! ! 5. ToCnhouse - ! ! ! ! 7. Ru3ah susun rendah - ! ! T T 9. Ru3ah susun sedan ! ! ! T T >. Ru3ah susun tini ! ! ! T T '. Asra3a ! ! ! ! ! . Ru3ah 8ost ! ! ! ! ! (= . Panti @o3po I I ! ! !
+A*AN 8IT0?9
F
)eenuan mengenai
2esaran pem2angunan yang diper2ole"kan pada suau !ona berdasar8an batasan : (. Koesien Dasar -anunan
Ma8si3u3 *)D0
3a8si3u3+
2. Koesien %antai -anunan Ma8si3u3 *)+0 3a8si3u3+ 6. Ketinian -anunan
Ma8si3u3
5. Koesien Dasar #i@au
Mini3u3 *)D* Mini3u3+
RUANG
F
P " R A T $ R A Z O A S !Ketentuan yan 3enatur bentu8 besaran peleta8an dan ta3pilan banunan pada suatu Eonasi
Ko3ponen 8etentuan tata 3assa banunan 3ini3u3 terdiri atas :
a. 1aris se3padan banunan 3ini3u3 denan 3e3perhati8an 8esela3atan, resi8o 8eba8aran, 8esehatan, 8enya3anan dan esteti8a
b. tini banunan 3a8si3u3 atau 3ini3u3 yan ditetap8an denan 3e3perti3ban8an 8esela3atan, resi8o 8eba8aran, te8noloi, esteti8a dan parasarana
c. @ara8 bebas antar banunan 3ini3u3 yan harus 3e3enuhi 8etentuan tentan @ara8 bebas yan ditentu8an oleh @enis peruntu88an dan 8etinian banunan
d. ta3pilan banunan *optional+ yan 3e3perti3ban8an Carna banunan, bahan banunan, te8stur banunan, 3u8a banunan, aya
)ETENTUAN TATA MASA 0ANGUNAN
Sebaai 8elen8apan dasar si8 lin8unan dala3 ran8a 3encipta8an
lin8unan yan nya3an denan 3enyedia8an prasarana dan sarana
yan sesuai untu8 3endu8un ber4unsinya Eona secara opti3al
5$%
Prasarana yan diatur dala3 peraturan Eonasi dapat
berupa :
a. Prasarana par8ir
b. bon8ar 3uat
c. di3ensi @arinan @alan
d. Kelen8apan @alan
MINIMUM
Ketentuan pela8sanaan
Ketentuan Pela8sanaan terdiri dari :
a.Ketentuan ?ariansi pe3an4aatan ruan yan ber8aitan denan 8eluCesan aturan yaitu yan 3enatur 8elonaran yan diberi8an untu8 tida8 3eni8uti aturan Eonasi yan telah ditetap8an tanpa perubahan berarti pada peraturan Eonasi
b.8etentuan insenti4/disinsenti4 yaitu 8etentuan yan 3e3beri8an insenti4 bai pe3banunan yan se@alan denan tata ruan dan 3e3beri8an da3pa8 positi4 bai 3asyara8at luas serta 8etentuan disinsenti4 bai pe3banunan yan 3enyi3pan dan 3e3beri8an da3pa8 neati4 bai 3asyara8at luas
c.8etentuan untu8 penunaan lahan yan tida8 sesuai denan peraturan Eonasi di3ana penunaan lahan tersebut sudah ada sebelu3 peraturan Eonasi ditetap8an
Ketentuan perubahan peraturan Eonasi ada apabila
perda RDTR dan perda Peraturan Zonasi terpisah.
Apabila perda RDTR dan perda Peraturan Zonasi
3en@adi satu, 8etentuan perubahan peraturan
Eonasi 3eni8uti 8etentuan perubahan perda
RDTR
Perubahan peraturan Eonasi terdiri dari :
a. perubahan penunaan lahan
b. perubahan intensitas pe3an4aatan lahan
c. perubahan 8etentuan tata 3assa banunan
d. perubahan 8etentuan prasarana 3ini3u3
e. Perubahan lain yan 3asih ditoleransi tanpa
3enyebab8an perubahan 8eseluruhan
blo8/subblo8
.ONASI
F
P " R A T $ R A Z O A S !Kriteria perubahan peraturan Eonasi dapat
dila8u8an bila:
(. terdapat 8esalahan peta dan/atau
in4or3asi
2. rencana yan disusun 3enyebab8an
8eruian bai 3asyara8at atau
8elo3po8 3asyara8at
6. rencana yan disusun 3enha3bat
pertu3buhan pere8ono3ian 8ota
5. per3ohonan/usulan penunaan lahan
baru 3en@an@i8an 3an4aat yan besar
bai lin8unan
.ONASI
F
P " R A T $ R A Z O A S !Perubahan Peraturan Zonasi dila8u8an denan 8etetapan
Cali8ota/bupati dan 3elalui prosedur penin@auan rencana tata
ruan 8ota *RTR/RDTR+ sesuai denan 3andat yan diberi8an
dala3 peraturan daerah tentan peraturan Eonasi. Perubahan ini
terdiri dari:
(.perubahan 8ecil *perubahan yan intensitasnya 8uran dari (=J
dari intensitas aCal dan tida8 3enubah pola ruan Cilayah
perencanaan berdasar8an RDTR+. u3u3nya berhubunan
denan 8ondisi si8 banunan
2.perubahan besar *perubahan yan intensitasnya lebih besar dari
(=J dari intensitas aCal dan 3enubah sebaian pola ruan
Cilayah perencanaan+.
Perubahan tersebut dila8u8an denan catatan:
6.perubahan 8ecil *minor variance+ dapat diputus8an
Cali8ota/bupati atau 8epala dinas tata 8ota sesuai denan aturan
yan ditetap8an dala3 perda tentan peraturan Eonasi
5.perubahan besar diputus8an oleh Cali8ota/bupati sesuai denan
.ONASI CClan#uan
Ketentuan lain yan dapat dita3bah8an pada suatu
Eonasi dan belu3 tera8o3odasi dala3 aturan dasar
yan ditu@u8an untu8 3elen8api aturan dasar yan
sudah disusun. Ketentuan ta3bahan ber4unsi
3e3beri8an penyelesaian pada 8ondisi yan
spesi8 pada Eona tertentu dan belu3 diatur dala3
8etentuan dasar.
)ETENTUAN TAM0A*AN
F
P " R A T $ R A Z O A S !Ketentuan Khusus adalah
keenuan yang mengaur
peman3aaan !ona yang memiliki 3ungsi k"usus dan
di2erlakukan keenuan k"usus sesuai dengan
karakerisik !ona dan kegiaannya
.
Selain itu, 8etentuan pada Eona<Eona yan dia3bar8an di
peta 8husus yan 3e3ili8i perta3palan denan Eona
lainnya dapat pula di@elas8an disini
Ko3ponen Ketentuan Khusus dapat terdiri dari :
(. Zona Kesela3atan Operasi Penerbanan *KKOP+
2. Zona 0aar -udaya/Adat
6. Zona RaCan -encana
5. Zona Militer
7. Zona Pusat Penelitian
9. Zona Pene3banan u8lir
>. Zona P%TA, P%T$
'. Zona 1ardu !ndu8 %istri8
. Zona Su3ber Air -a8u
(=.Zona -TS
)ETENTUAN )*USUS
F
P " R A T $ R A Z O A S !Sandar Teknis
adalah
auranauran eknis
pem2angunan yang dieapkan 2erdasarkan
perauran'sandar'keenuan eknis yang 2erlaku
dan 2erisi panduan yang erukur dan ukuran yang
sesuai dengan ke2uu"an
Tu#uan sandar eknis
adalah 3e3beri8an
8e3udahan dala3 3enerap8an 8etentuan te8nis yan
diberla8u8an di setiap Eona. Standar Te8nis diru3us8an
berdasar8an Standar asional !ndonesia *S!+ atau
8etentuan<8etentuan lain yan bersi4at se8toral dan lo8al
serta berdasar8an hasil penelitian untu8 aspe8 yan
belu3 diatur dala3 standar
STANDAR TE)NIS
F
P " R A T $ R A Z O A S !Teknik pengauran !onasi
adalah ?arian dari Eonasi 8on?ensional yandi8e3ban8an untu8 3e3beri8an 8eluCesan dala3 penerapan aturan Eonasi dan
ditu@u8an untu8 3enatasi berbaai persoalan yan ter@adi di lapanan dan penerapan peraturan Eonasi dasar.
Te8ni8 Penaturan Zonasi ber4unsi dala3 3e3beri8an 8eluCesan pada penerapan peraturan dasar yan disesuai8an denan 8ara8teristi8, tu@uan pene3banan dan per3asalahan yan dihadapi pada Eona tertentu dan 3e3beri8an pilihan
penananan pada lo8asi tertentu sesuai denan 8ara8teristi8 dan tu@uan
pene3banan Eona.
Te8ni8 penaturan Eonasi bersi4at optional dala3 penyusunannya terantun oleh 8ebutuhan daerah 3asin<3asin
TE)NI) PENGATURAN .ONASI
F
P " R A T $ R A Z O A S !)E+ENG)APAN DO)UMEN RDTR
MUATAN RDTR
a+ Tu@uan Penataan
-P
b+ Rencana Pola Ruan
c+ Rencana arinan
Prasarana
d+ Penetapan Sub -P
yan diprioritas8an
e+ Ketentuan
Pe3an4aatan Ruan
4+. Peraturan Zonasi
)elengkapan Dra3 Raperda
RDTR
a+. as8ah Raperda tentan RDTR
terdiri dari:
(.Raperda
2.%a3piran yan terdiri atas peta
rencana pola ruan, rencana
@arinan prasarana, penetapan
sub -P dan peta Eona<Eona
8husus, serta tabel indi8asi
prora3 pe3an4aatan ruan
prioritas
b+. Materi Te8nis RDTR terdiri atas:
6.-u8u data dan analisis yan
dilen8api peta<peta
5.-u8u rencana yan disa@i8an
dala3 4or3at A5
7. Albu3 peta denan 8etelitian
Tu#uan Penaaan Ruang 6ilaya"
Perencanaan
0ontoh:
Tu@uan penataan ruan Cilayah perencanaan adalah
3eCu@ud8an 8aCasan 8oridor A3penan H Matara3 H
0a8raneara *AM0+ sebaai e3brio 8aCasan
strateis pertu3buhan e8ono3i serta sebaai i8on
i8on 8ota Matara3 Metro
)eerkaian Muaan RTR6); RDTR; P.;
RT0+ 8(9
RDTRK - Peraturan Zonasi - RTBL
RDTRK
• Tujuan penataan ruang wilayah perencanaan
• Rencana jaringan prasarana • Penetapan Sub BWP yang
diprioritaskan penanganannya • Ketentuan pemanfaatan ruang
pilihan! Ketentuan : • Kegiatan dan penggunaan lahan • Prasarana dan sarana minimum • Pelaksanaan • Standar teknis • Tambahan • Khusus Zoning Text • Teknik pengaturan "onasi
• Program bangunan dan lingkungan
RTBL
• Ketentuan intensitas pemanfaatan ruang • Ketentuan tata bangunan
• Rencana umum dan panduan rancangan • Rencana in#estasi
• Ketentuan pengendalian rencana • Pedoman pengendalian pelaksanaan
• Rencana pola ruang Zoning Map! Peraturan Zonasi B e r i r i s a n d e n g a n R T B L RT0+ RDTR P.
Tu#uan Penaaan Ruang 6ilaya"
Perencanaan
%$(
0ontoh:
Tu@uan penataan ruan Cilayah perencanaan adalah
3eCu@ud8an 8aCasan 8oridor A3penan H Matara3 H
0a8raneara *AM0+ sebaai e3brio 8aCasan
strateis pertu3buhan e8ono3i serta sebaai i8on
i8on 8ota Matara3 Metro
)eerkaian Muaan RTR6); RDTR; P.;
RT0+ 8%9
RDTRK - Peraturan Zonasi - RTBL
RDTRK
•Tujuan penataan ruang
•Rencana jaringan prasarana •Ketentuan pemanfaatan ruang
pilihan!
• $ateri pilihan %
& Ketentuan tambahan & Ketentuan khusus & Standar teknis
& Teknik pengaturan "onasi
Peraturan Zonasi
RTBL
• Program bangunan dan lingkungan
• Rencana umum dan panduan rancangan • Rencana in#estasi
• Ketentuan pengendalian rencana • Pedoman pengendalian pelaksanaan • Rencana pola
Ruang Zoning Map!
• Penetapan Sub BWP yang diprioritaskan penanganannya
Ketentuan :
• Kegiatan dan penggunaan lahan • Prasarana dan sarana minimum • Pelaksanaan
Zoning Text
• Ketentuan 'ntensitas pemanfaatan ruang • Ketentuan tata bangunan
RT0+ RDTR