5
Universitas Kristen Petra
2. LANDASAN TEORI
Pada bab ini, teori dan informasi yang menunjang software aplikasi akan dijabarkan lebih lanjut. Ada pun teori dan informasi yang dijabarkan antara lain teori mengenai format standar elemen, Java Swing GUI, Knuth-Morris-Pratt string matching algorithm, dan pengenalan dengan aplikasi pembanding.
Penjelasan dari masing-masing teori akan dijelaskan melalui sub-bab berikut.
2.1. Format Standar Elemen Naskah Film dan Drama 2.1.1. Format Standard dan Penjelasan Elemen Naskah Film
Menurut Beck (2007), naskah film atau Screenplay terdiri dari 2 macam:
Spec Scripts dan Shooting Scripts. Spec Scripts adalah naskah awal yang diberikan pada Produser sedangkan Shooting Scripts adalah naskah yang dipakai saat produksi. Yang membedakannya ialah elemen-elemen Screenplay yang digunakan. Menurut LaVolpe (para. 3), Spec Script memakai 3 elemen dasar di dalamnya: Scene Heading, Narrative Description (Action), Dialogue Block (Character Name, Parenthetical, dan Dialogue) sedangkan Shooting Script menggunakan elemen yang lebih kompleks.
Beck (2007) mendeskripsikan bahwa Screenplay ditulis dengan font Courier (atau Courier New) 12 point. Screenplay ditulis di kertas berukuran letter dengan left margin sebesar 1,5 inci dan 1 inci pada margin yang lain. Line Spacing screenplay seluruh elemen yang ada adalah Single Spaced.
Beck (2007) mendeskripsikan bahwa sebuah Screenplay mempunyai 7 elemen yang dapat digunakan. Elemen itu adalah Scene Heading, Action, Character Names, Dialogue, Parenthetical, Shots, dan Transition.
Scene Heading (disebut juga Sluglines) dibuat berdasarkan tiga bagian penting: keterangan mengenai posisi di dalam atau di luar ruangan, lokasi, waktu.
Contoh penulisan Scene Heading adalah seperti ini: INT. KAMAR BACA – DAY. Scene Heading ini mengawali sebuah adegan dalam naskah. Scene Heading ditulis dengan menggunakan huruf kapital. Scene Heading mengalami left aligned tanpa left indent dan right indent.
6
Universitas Kristen Petra
Action pada screenplay mendeskripsikan apa yang terjadi pada screen dan Character apa saja yang terlibat. Action adalah narasi yang menjelaskan suasana, kondisi bahkan terkadang latar belakang adegan yang berlangsung. Action ini membantu para aktor untuk mengetahui apa yang terjadi dalam cerita dalam naskah itu. Action ditulis dengan menggunakan huruf kapital di awal setiap kalimat. Action mengalami left aligned tanpa left indent dan right indent.
Character Names menandai keberadaan dan percakapan yang akan dimainkan oleh seorang actor atau aktris. Character Names dapat ditulis di atas elemen Dialogue dan di dalam elemen Action. Character Names selalu ditulis dengan huruf kapital untuk semua huruf. Pemberian kapital pada Character Names juga berlaku ketika elemen ini ditulis di dalam elemen Action. Character Names mengalami left aligned dengan left indent sebesar 2 inci namun tanpa right indent ketika Character Names ditulis di atas elemen Dialogue.
Dialogue tidak mungkin dipisahkan pada screenplay adalah satu kesatuan yang tidak mungkin dipisahkan. Character Names ditulis di atas Dialogue untuk mengetahui siapa yang berbicara. Dialogue berisi perkataan dari karakter bersangkutan dalam Screenplay. Dialogue ditulis dengan huruf kapital di awal setiap kalimat. Dialogue mengalami left aligned dengan left indent sebesar 1 inci dan right indent sebesar 1,5 inci.
Parentheticals adalah elemen yang digunakan untuk memberikan informasi tambahan mengenai dialog yang bersangkutan. Parentheticals ditulis di dalam tanda kurung dan harus ditulis sebelum dialog. Parenthetical merupakan elemen optional, tergantung kebutuhan dari sang penulis. Parenthetical ditulis dengan huruf kapital di awal setiap kalimat. Parenthetical mengalami left aligned dengan left indent sebesar 1,5 inci dan right indent sebesar 2,5 inci.
Shots mendeskripsikan tindakan/ posisi kamera ketika adegan direkam.
Shots tidak ditulis pada Spec Scripts. Shots ditulis dengan menggunakan huruf kapital. Shots mengalami left aligned tanpa left indent dan right indent.
Transition mendeskripsikan bagaimana efek pergantian antar adegan ketika editing. Sama seperti Shots, Transition juga tidak ditulis pada Spec Scripts.
Transitions ditulis dengan menggunakan huruf kapital. Transitions mengalami right aligned tanpa left indent dan right indent.
7
Universitas Kristen Petra
Tabel 2.1. menunjukkan perbandingan cara penulisan setiap elemen. Table 2.1. menunjukkan perbandingan setiap elemen berdasarkan aligned, left indent, right indent, line spacing, dan format penulisan yang berbeda dengan yang lain.
Tabel 2.1. Perbandingan Format Standar Setiap Elemen Screenplay Elemen Aligned Left
Indent
Right
Indent Capitalization Line Spacing
Special Format Scene
Heading Left None None All
capitalized
Single
spaced -
Action Left None None
First letter of each sentences capitalized
Single
spaced -
Character
Name Left 2
inches None All capitalized
Single
spaced -
Dialogue Left 1 inch 1,5 inchies
First letter of each sentences capitalized
Single
spaced -
Parentheical Left 1.5 inches
2.5 inches
First letter of each sentences capitalized
Single spaced
Appears in parentheses
Shots Left None None All
capitalized
Single
spaced -
Transition
Right (except
for
“FADE IN”, is
Left)
None None All
capitalized
Single
spaced -
8
Universitas Kristen Petra
Gambar 2.1. menunjukkan penggunaan semua elemen dalam sebuah screenplay. Pada gambar, diceritakan seorang bernama Paijo duduk termenung di ruang belajarnya. Kemudian, pengambilan kamera diarahkan close up kepada Paijo. Paijo pun mengingat kembali kejadian saat dia ketahuan menyontek oleh Bu Maria.
Gambar 2.1. Contoh Screenplay Singkat Yang Memenuhi Standar Berserta Keterangan Tiap Elemen
2.1.2. Format Standar dan Penjelasan Elemen Naskah Drama
Stageplay atau naskah drama memiliki semua elemen yang dimiliki oleh screenplay kecuali Shots. Namun, elemen-elemen stageplay memiliki beberapa elemen yang memiliki penamaan yang berbeda. Elemen stageplay ada 8, yaitu:
Act, Scene, Setting Description, Transistion, Character Names, Dialogue, dan Stage Direction.
Berbeda dengan screenplay yang tersusun dari beberapa scene, stageplay tersusun dari beberapa Act. Act tersusun dari beberapa Scene. Act disusun
9
Universitas Kristen Petra
berdasakan desain dramatis apa yang mau disajikan. Act ditulis dengan menggunakan huruf kapital pada semua huruf. Act mengalami left aligned dengan left indent sebesar 2,5 inci dan tanpa right indent Act ditulis dengan format underscored.
Scene pada stageplay digunakan untuk mengendalikan alur dramatis dari Act. Act disusun berdasakan desain dramatis apa yang mau disajikan. Act ditulis dengan menggunakan huruf kapital pada semua huruf. Act mengalami left aligned dengan left indent sebesar 2,5 inci dan tanpa right indent.
Karena drama dilakukan di atas panggung, maka informasi keadaan tentang panggung diperlukan. Elemen yang menyajikan informasi tersebut adalah Setting Descriptions. Setting Description terdiri dari 2, yaitu SETTING dan AT RISE. SETTING menjelaskan kondisi lokasi dan waktu yang terjadi, sedangkan AT RISE menjelaskan suasana atau aktifitas yang terjadi di sana. Gambar 2.2.
akan menunjukkan penggunaan Setting Description.
Gambar 2.2. Contoh Penggunaan Setting Description Sumber: Doe (Screenshot)
10
Universitas Kristen Petra
Setting Description ditulis dengan membagi halaman menjadi 2 kolom.
Kolom kiri ditulis dengan menggunakan huruf kapital pada semua huruf. Kolom kiri hanya diisi oleh SETTING atau AT RISE. Kolom kiri mengalami left aligned tanpa left indent dan right indent. Kolom kanan ditulis dengan menggunakan huruf kapital pada awal kalimat. Kolom kanan mengalami left aligned dengan left indent sebesar 2,5 inci dan tanpa right indent.
Beberapa Transition stageplay adalah CURTAIN, BLACKOUT, END OF ACT, dan END OF SCENE. Perintah itu sama seperti screenplay namun disesuaikan karena memakai panggung. Transition ditulis dengan menggunakan huruf kapital pada semua huruf disertai parentheses (tanda kurung). Transition mengalami left aligned dengan left indent sebesar 2,5 inci dan tanpa right indent.
Character Names pada stageplay mempunyai fungsi yang sama dengan Character Names pada screenplay. Character Names ditulis dengan menggunakan huruf kapital pada semua huruf. Character Names mengalami left aligned dengan left indent sebesar 2,5 inci dan tanpa right indent.
Dialogue pada stageplay juga mempunyai fungsi yang sama dengan Dialogue pada screenplay. Dialogue ditulis dengan menggunakan huruf kapital pada awal setiap kalimat. Dialogue mengalami left aligned tanpa left indent dan right indent.
Line Spacing stageplay seluruh elemen yang ada adalah Single Spaced, kecuali Stage Direction. Stage Direction, jika dibandingkan dengan screenplay, adalah gabungan dari elemen Action dan Parenthetical. Stage Direction ditulis dengan menggunakan huruf kapital pada awal setiap kalimat. Dialogue mengalami left aligned dengan left indent sebesar 1,25 inci dan tanpa right indent.
Namun, kalimat pada Stage Direction tidak boleh melebihi 2,5 inci.
Ada dua cara penempatan Stage Direction pada stageplay. Yang pertama ketika Stage Direction mengarahkan pembaca terhadap kondisi dan situasi dalam naskah. Yang kedua adalah ketika Stage Direction mengarahkan pembaca terhadap kondisi suatu karakter.
Stage Direction, sebagai pengarah kondisi dan situasi dalam naskah, memiliki fungsi yang sama seperti Action pada screenplay. Line spacing Stage Direction adalah Double Spaced. Tipe ini diletakkan di antara 2 dialog karakter.
11
Universitas Kristen Petra
Stage Direction, sebagai pengarah kondisi dan situasi karakter, memiliki fungsi yang sama seperti Parenthetical pada screenplay. Line spacing Stage Direction adalah Single Spaced. Tipe ini diletakkan di antara Character Names dan Dialogue ataupun antar Dialogue satu karakter.
Stageplay ditulis di kertas berukuran letter dengan left margin sebesar 1,5 inci dan 1 inci pada margin yang lain. Tabel 2.2. menunjukkan perbandingan cara penulisan setiap elemen. Table 2.2. menunjukkan perbandingan setiap elemen berdasarkan aligned, left indent, line spacing, dan format penulisan yang berbeda dengan yang lain.
Tabel 2.2. Perbandingan Format Standar Setiap Elemen Stageplay Elemen Aligned Left
Indent Capitalization Line Spacing Special Format
Act Left 2,5
inchies
All
capitalized Double spaced Underscored
Scene Left 2,5
inchies
All
capitalized Double spaced - Setting
Description Left 2,5 inchies
All
capitalized Double spaced Followed by a colon Transition Left 2,5
inchies
All
capitalized Double spaced Appears in parentheses Character
Name Left 2,5
inchies
All
capitalized Single spaced -
Dialogue Left None
First letter of each sentences capitalized
Single spaced -
Stage
Direction Left 1,25 inchies
First letter of each sentences capitalized
In Character’s dialogue:
single spaced
Between 2 Characters:
Should not extend past approximately
2.5 inchies before
12
Universitas Kristen Petra
double spaced wrapping to the next line
2.2. Java Swing GUI
Dengan teknologi Java, Sun Microsystems telah mengembangkan Graphic User Interface yang bernama Java Swing. Dengan kemunculan Java Swing, para programmer menjadi memiliki komponen kuat tambahan untuk membuat aplikasi Java bersakla besar. (Eckstein, 2001).
Java Swing memiliki beberapa keunggulan seperti fitur drag and drop dan look and feel. Java Swing memiliki komponen-komponen seperti Button dan Text. Java Swing juga membuka akses API atau library tambahan yang dapat menunjang kerja pengguna Java. Karena itu, Java Swing digunakan pada skripsi ini.
2.3. Knuth-Morris-Pratt String Matching Algorithm
Algoritma Knuth-Morris-Pratt (KMP) adalah salah satu string matching.
Algoritma ini diciptakan oleh 3 orang: Donald Knuth, Vaughan Pratt, dan James H. Morris. Algoritma ini menerapkan Deterministic Finite Automaton (DFA) dari pola kalimat yang dicari. Dengan penggunaan DFA, algoritma KMP tidak mencocokkan pola yang dicari dengan bagian yang tidak mungkin; berbeda dengan Brute Force String Matching yang mencocokkan pola yang dicari dengan setiap kata atau karakter dari kalimat yang ada. Gambar 2.3 akan menunjukkan contoh simulasi menggunakan algoritma KMP.
Algoritma KMP tergolong salah satu String Macthing Algorithm yang handal. Itu dapat dibuktikan dari perbandingan algoritma KMP dengan algoritma lainnya. (Sedgewick, 2007) Gambar 2.4. menunjukkan perbandingan atara KMP dengan algoritma lainnya. Dengan algoritma KMP, aplikasi tidak terlalu terbebani ketika menggunakan fitur Quicktype.
13
Universitas Kristen Petra
Gambar 2.3. Contoh Penggunaan String Macthing Algorithm KMP Sumber: Sedgewick (edited)
Gambar 2.4. Perbandingan Algoritma KMP Dengan Algoritma String Matching Lainnya
Sumber: Sedgewick
14
Universitas Kristen Petra
2.4. Aplikasi Editor Naskah Yang Sudah Ada
Aplikasi editor naskah sudah banyak beredar di pasaran. Sub Bab ini akan membahas 3 editor naskah. Dua dari 3 editor naskah yang dibahas tersebut adalah aplikasi tidak berbayar; yaitu Celtx dan Trelby, sedangkan editor naskah terakhir adalah editor naskah yang tidak berorientasi pada elemen naskah; yaitu Microsoft Office Word 2010.
Pada Tabel 2.3, Aplikasi Skripsi dibandingkan dengan ketiga aplikasi editor naskah yang akan dibahas. Perbandingan akan ditinjau dari ketersedian fitur utama Aplikasi Skripsi pada aplikasi lain. Perbandingan ini akan dibahas lebih mendalam pada tiap Sub Bab yang menjelaskan aplikasi bersangkutan.
Tabel 2.3. Perbandingan Ketersedian Fitur Antar Aplikasi Fitur Aplikasi
Skripsi Celtx Trelby Word 2010
Screenplay’s Element Orientation
Yes
Yes, except Setting Description
Element
Yes Manual
Customize
Stageplay’s Element Orientation
Yes No No Manual
Customize
Quicktype Yes Yes Yes Yes
Shortcuts (for
elements) Yes No Yes Manual
Customize
Navigation
Based on all lines (Script Navigation)
Based on Scene Heading Only
No Based on
Style
Character
Development Yes Yes
No, but have Names Database
No
E.O.
Customize Yes No No No
15
Universitas Kristen Petra
2.4.1. Celtx
Celtx adalah salah satu Aplikasi Editor Naskah yang cukup terkenal. Celtx dikembangkan oleh Greyfirst Corporation. Celtx adalah aplikasi berbayar.
Namun, user mempunyai pilihan memakai secara gratis dengan beberapa batasan.
Sesuai yang telah dipaparkan pada Tabel 2.3, Celtx berorientasi pada elemen screenplay. Celtx juga berorientasi pada elemen stageplay, namun tidak mendukung elemen Setting Description. Gambar 2.5 dan Gambar 2.6 adalah screenshot penerapan Screenplay’s Element Orientation aplikasi Celtx. Gambar 2.5 adalah kondisi aplikasi sebelum menekan tombol Enter sedangkan Gambar 2.6 adalah kondisi aplikasi setelah menekan tombol Enter.
Sesuai yang telah dipaparkan pada Tabel 2.3, Celtx memiliki fitur Quicktype. Fitur ini berfungsi memberikan sugesti lanjutan kata dari kata yang sedang diketik oleh user. Gambar 2.7 adalah screenshot penggunaan quicktype pada aplikasi Celtx.
Gambar 2.5. Kondisi Aplikasi Celtx Sebelum Menekan Tombol Enter
16
Universitas Kristen Petra
Gambar 2.6. Kondisi Aplikasi Celtx Sesudah Menekan Tombol Enter
Gambar 2.7. Screenshot Fitur Quicktype di Aplikasi Celtx
Sesuai yang telah dipaparkan pada Tabel 2.3, Celtx tidak memiliki shortcut untuk elemen-elemen naskah. Untuk mengganti elemen-elemen naskah, user dapat menggantinya dengan memilihnya di list yang telah tersedia. Gambar 2.8 adalah adalah screenshot daftar elemen yang bisa dipilih pada aplikasi Celtx.
Sesuai yang telah dipaparkan pada Tabel 2.3, Celtx menyediakan fitur navigasi namun hanya berdasarkan elemen Scene Heading. Fungsi navigasi ini
17
Universitas Kristen Petra
adalah untuk memindahkan posisi text cursor ke line yang dipilih serta mengubah susunan line. Gambar 2.9 adalah screenshot untuk sistem navigasi pada aplikasi Celtx.
Sesuai yang telah dipaparkan pada Tabel 2.3, Celtx menyediakan fitur Characters Development. Tujuan fitur ini adalah untuk memudahkan aktor atau pun aktris untuk mendalami peran mereka. Gambar 2.10 adalah screenshot untuk fitur Character Development pada aplikasi Celtx.
Gambar 2.8. Daftar Elemen Naskah di Aplikasi Celtx
Gambar 2.9. Screenshot Sistem Navigasi Aplikasi Celtx
18
Universitas Kristen Petra
Gambar 2.10. Screenshot Fitur Character Development Aplikasi Celtx
2.4.2. Trelby
Trelby adalah Aplikasi Editor Naskah yang tidak berbayar dan open- source. Trelby didesain sederhana, cepat dan elegan. (Trelby)
Sesuai yang telah dipaparkan pada Tabel 2.3, Trelby berorientasi pada elemen screenplay, namun tidak berorientasi pada elemen stageplay. Gambar 2.11 dan Gambar 2.12 adalah screenshot penerapan Screenplay’s Element Orientation aplikasi Trelby. Gambar 2.11 adalah kondisi aplikasi sebelum menekan tombol Enter sedangkan Gambar 2.12 adalah kondisi aplikasi setelah menekan tombol Enter.
Gambar 2.11. Kondisi Aplikasi Trelby Sebelum Menekan Tombol Enter
19
Universitas Kristen Petra
Gambar 2.12. Kondisi Aplikasi Trelby Sesudah Menekan Tombol Enter
Sesuai yang telah dipaparkan pada Tabel 2.3, Trelby memiliki fitur Quicktype. Fitur ini berfungsi memberikan sugesti lanjutan kata dari kata yang sedang diketik oleh user. Gambar 2.13 adalah screenshot penggunaan quicktype pada aplikasi Trelby.
Gambar 2.13. Screenshot Fitur Quicktype Aplikasi Trelby
Sesuai yang telah dipaparkan pada Tabel 2.3, Trelby memiliki shortcut untuk elemen-elemen naskah, namun informasi shortcut Trelby agak tersembunyi.
Gambar 2.14 adalah screenshot daftar shortcut pada aplikasi Trelby.
20
Universitas Kristen Petra
Gambar 2.14. Daftar Shortcut di Aplikasi Trelby
Sesuai yang telah dipaparkan pada Tabel 2.3, Trelby tidak menyediakan fitur Characters Development. Namun, Trelby memiliki database nama-nama karakter dari berbagai negara yang dapat dijadikan refrensi untuk membuat naskah. Gambar 2.15 adalah screenshot untuk sugesti nama karakter pada aplikasi Trelby.
Gambar 2.15. Screenshot Fitur Sugesti Nama Karakter Aplikasi Trelby
21
Universitas Kristen Petra
2.4.3. Microsoft Office Word 2010
Microsoft Office Word 2010 (Word 2010) adalah Aplikasi Editor yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Word 2010 merupakan versi lanjutan dari Word 2007 dan merupakan versi pendahulu sebelum Word 2013. Word 2010 merupakan produk dari perusahaan besar dunia, Microsoft.
Secara default, Word 2010 tidak berorientasi pada elemen naskah, baik itu screenplay maupun stageplay. Hal ini dikarenakan Word 2010 ditujukan untuk pengerjaan dokumen secara umum. Namun, user dapat melakukan modifikasi pada fitur Stye sehingga Word 2010 dapat mendukung elemen naskah. Word 2010 juga dapat melakukan navigasi berdasarkan Style. Gambar 2.16 adalah modifikasi Style Word 2010. Fitur Style ini juga memungkinkan memberikan Shortcut pada Style yang telah dimodifikasi.
Gambar 2.16. Modifikasi Style Word 2010