• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAILY REPORT 15 April 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAILY REPORT 15 April 2014"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

        

 

               

 

 

NEWS HEADLINES

JAKARTA COMPOSITE INDEX CHART

Koreksi dalam pada perdagangan hari Kamis, memberikan indikadi IHSG dalam fase bearish dalam pekan ini. Hal tersebut juga terkonfirmasi pada indikator MACD dan indikator Stochastic. Namun, sinyal postif bagi IHSG hanya terkonfirmasi dari candle chart..

JAKARTA INDICES STATISTICS

CLOSE CHANGE VOLUME (Mn) VALUE (Rp Bn)

IHSG 4864.884 +48.308 5,439.573 8,813.375

LQ-45 823.013 +9.044 2,202.267 6,515.469

MARKET REVIEW

MARKET VIEW

Pada perdagangan hari Senin (14/4), IHSG ditutup menguat sebesar 48,31 poin (1,00%) dari level 4.816,58 ke level 4.864,88. Seluruh sektor perdagangan mengalami penguatan dipimpin oleh sektor properti dengan kenaikan sebesar 2,62%. Dengan meredanya sentimen seputar pemilu legislatif, pelaku pasar kembali melakukan aksi beli seiring menunggu pembentukan koalisi partai-partai politik di Indonesia. Sehubungan dengan itu, diberitakan bahwa partai PDI-P telah membentuk koalisi dengan partai Nasional Demokrat untuk mendukung Joko Widodo sebagai calon presiden. Pelaku pasar juga menantikan data ekonomi dari berbagai kawasan, terutama China. Berdasarkan beberapa indikator, ekonomi China diprediksi akan

mengalami pertumbuhan paling lambat sejak 2009. Akan tetapi,

prediksi ini disanggah oleh Yi Gang, deputi gubernur bank sentral China yang mengatakan bahwa ekonomi China masih bertumbuh dalam batas wajar. Pernyatan ini memperkecil kemungkinan akan adanya stimulus tambahan untuk mempercepat laju pertumbuhan China. Selain itu, regulator perbankan China (CBRC) juga memperketat regulasi terhadap trust companies di China seiring dengan meningkatnya resiko gagal bayar perusahaan-perusahaan tersebut. Sekitar 20 trust product mengalami kesulitan bayar sejak tahun 2012 sebelum akhirnya mendapat dana talangan dari BUMN China atau dibayar oleh penerbit instrumen tersetbut. Index Shanghai Composite ditutup menguat sebesar 1,00 poin (0,05%) dari 2.130,54 ke 2.131,54. Indeks Hang Seng juga mengalami penguatan sebesar 35,16 poin (0,15%) dari posisi sebelumnya di level 23.003,64 ke level 23.038,80. Sebaliknya, Indeks Nikkei 225 melemah sebesar 49,89 poin (0,36%) dari 13.960,05 ke level 13.910,16. Pelemahan di bursa Jepang melanjutkan trend penurunan dari minggu lalu yang diperburuk oleh kekecewaan investor akan keputusan Bank of Japan (BoJ) yang tidak memberikan stimulus tambahan. Dari kawasan Eropa, produksi industri kawasan tersebut dilaporkan naik sebesar 0,2% MoM pada bulan Februari setelah stagnan pada bulan sebelumnya, atau sesuai dengan ekspektasi. Sementara itu, ketegangan di daerah Timur Ukraina semakin bertambah antara pendukung Russia dengan pendukung Ukraina. Utusan dari AS, EU, Russia dan Ukraina dijadwalkan bertemu di Geneva, Swiss pada tanggal 17 April. Mayoritas bursa Eropa tentatif melemah.

Rencana pemerintah melakukan redenominasi rupiah masih memerlukan waktu panjang untuk merealisasikannya. Meski rancangan undang-undang (RUU) redenominasi sudah disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namun, Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri menilai, ada terdapat banyak risiko yang harus dihadapi jika terus melanjutkan redenominasi saat ini, salah satunya inflasi. Apabila gagal, rencana redenominasi tersebut akan berdampak terhadap inflasi yang akan menjadi tinggi. Lebih lanjut Menkeu menyatakan, tidak akan memaksakan wacana redenominasi tersebut. Mengingat pelaksanaan redenominasi memerlukan waktu panjang, maka sentimen ini tidak signifikan bagi IHSG saat ini. Justru, kalangan pemodal akan fokus pada data penting Cina yang akan merilis angka pertumbuhan gross domestic product (GDP) kuartal pertama 2014. Hal ini akan menguji optimisme pelaku pasar terhadap pertumbuhan ekonomi Cina. Sementara itu, ekspektasi pasar nampaknya pesimis terhadap pertumbuhan GDP Cina ini. Hasil survey ekonom memperkirakan GDP akan mencatat kenaikan menuju tingkat tahunan sebesar 7.3%, yang akan menandai laju pertumbuhan paling lambat bagi Cina sejak tahun 2009 dan jauh di bawah 7.7% pada kuartal terakhir tahun 2013. Kekhawatiran terhadap masalah perlambatan kian diperparah setelah Wakil Menteri Keuangan China - Zhu Guangyao membenarkan bahwa pihaknya tengah berupaya mengatasi risiko ancaman keuangan dalam menghadapi bahaya hard landing akibat kualitas aset-aset yang buruk. Sehingga untuk itu perlu diambil langkah dan tindakan yang tegas untuk menanggulanginya. Serangkaian buruknya fundamental itu justru kian memperburuk ekspektasi pasar terhadap stimulus yang lebih besar oleh Cina. Selain GDP, Cina akan merilis data mengenai penjualan ritel, output industri, dan fixed asset investment (FAI) bulan Maret. Jika data Cina tersebut dibawah dari ekspektasi pasar, pengaruhnya besar terhadap indeks bursa regional Asia termasuk imbasnya bagi indeks bursa Indonesia. Sentimen dari pasar global, indeks Wall Street ditutup pada Senin dalam zona hijau, setelah AS melaporkan laju kenaikan penjualan ritel bulanan terbesar sejak 2012. Penjualan ritel naik 1,1% untuk bulan Maret dan ini memberikan bukti atas berlanjutnya pemulihan ekonomi AS. Kenaikan indeks saham AS, menjadi salah satu faktor pendorong bagi pergerakan indeks saham regional Asia. Tentunya jika indeks Asia bergerak positif terbuka peluang bagi IHSG melaju ke teritorial positif.

DAILY REPORT

15 April 2014

• Market share mobil Astra mencapai 53% • BUMI bukukan rugi USD 609 juta di tahun 2013

• PGAS targetkan proyek Kepodang-Tambak Lorok selesai 3Q15 • ANTM catatkan penurunan biaya eksplorasi

• BIPI laba bersih naik signifikan 5.886% tahun 2013

• BSDE mencatat marketing sales 1Q2014 sebesar Rp1,76 triliun • Hingga Maret, MTLA bukukan penjualan Rp 170 miliar • Marketing sales MDLN 1Q14 Rp480 miliar

• DGIK perkirakan pendapatan Rp 1,7 triliun-Rp 1,8 triliun tahun ini\ • ISAT akan lunasi utang Rp2,3 triliun

• BALI peroleh fasilitas kredit dari BSIM sebesar Rp 118 miliar • SSMS targetkan produksi CPO tahun ini 260.000 ton • TGKA akan membagikan dividen Rp 75,5 per saham • JPFA siapkan Rp 3,8 triliun untuk ekspansi

• WIIM pendapatan tahun 2013 naik 41,96% menjadi Rp 1,59 triliun • DYAN perluas ekspansi di bisnis hotel terus berlangsung • IFC mengambil alih 4,92% saham WINS

• GIAA ambil beberapa rute penerbangan Merpati • PANR kembangkan bisnis eksibisi

• TAXI akan terbitkan obligasi Rp 1 triliun

• Eka Sari Lorena Transport listing hari ini dengan LRNA

Support Level 4828/4792/4771

Resistance Level 4886/4907/4943

Major Trend Up

(2)

         

               

 

 

15 April 2014

15 April 2014

Grup Astra International (ASII) menguasai 53% pasar mobil domestik pada kuartal I-2014 setelah membukukan penjualan 173.289 unit. Di sisi lain, pangsa pasar Astra di pasar sepeda motor domestik melalui merek Honda naik menjadi 63%, dibandingkan per Februari sebesar 62,7%. Pada kuartal I-2014, penjualan Honda tumbuh 3% menjadi 1,25 juta unit.

Bumi Resources (BUMI) membukukan rugi USD 609 juta (Rp 6,09 triliun) di akhir tahun 2013, berkurang jika dibandingkan rugi USD 666 juta (Rp 6,66 triliun) di tahun 2012. Pendapatan tahun 2013 tercatat sebesar USD 3,54 miliar, turun 6,04% YoY dibandingkan pendapatan tahun 2012 yang mencapai USD 3,77 miliar. Beban perseroan naik menjadi USD 2,81 miliar bandingkan dengan USD 2,791 di tahun 2013, terutama karena harga jual batu bara yang masih rendah. Perusahaan Gas Negara (PGAS) berkomitmen untuk menyelesaikan proyek pembangunan pipa Kalimantan Jawa (Kalija) tahap I yang menghubungkan lapangan gas Kepodang ke PLTGU Tambaklorok, Semarang sesuai dengan target yaitu pada kuartal III-2015. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung langkah pemerintah dalam percepatan konversi energi ke gas bumi.

Aneka Tambang (ANTM) mencatatkan penurunan biaya eksplorasi yang cukup tajam. Di kuartal pertama 2014, ANTM mengeluarkan biaya eksplorasi senilai Rp 3,9 miliar, turun 88,8% dari biaya eksplorasinya di kuartal pertama 2013 sebesar Rp 35,1 miliar. Pada tahun lalu, ANTM menghabiskan Rp 9 miliar untuk eksplorasi bulan Januari. Sedangkan kuartal I tahun 2014, ANTM mengeluarakn dana sebesar Rp 3 miliar untuk eksplorasi. Rinciannya yaitu Rp 1,9 miliar untuk eksplorasi emas dan Rp 1,1 miliar eksplorasi nikel. Lalu di bulan Februari, biaya yang ANTM keluarkan cuma Rp 905 juta. Pada bulan Januari, ANTM malah sama sekali tak melakukan eksplorasi. ANTM melakukan eksplorasi emas dilakukan di Pongkor dan Papandayan, Jawa Barat; Batangasai, Jambi; serta Air Niru dan Telatang, Bengkulu. Lalu eksplorasi nikel dilakukan di Pomalaa, Sulawesi Tenggara.

Benakat Integra (BIPI) membukukan pertumbuhan laba bersih signifikan 5.886% sepanjang tahun lalu. Kenaikan laba bersih itu terjadi seiring dengan kenaikan pendapatan perseroan yang juga signifikan. Sementara itu, kenaikan beban terkendali. Pendapatan meningkat 400,76% menjadi US$190,59 juta pada 2013 dari US$38,06 juta pada 2012.

Bumi Serpong Damai (BSDE) mencatat marketing sales (pra penjualan) kuartal pertama 2014 secara organik sebesar Rp1,76 triliun. Marketing sales tersebut dikontribusikan terbesar dari pra penjualan segmen kavling tanah senilai Rp 1,14 triliun atau 65% dari total pra penjualan. Pencapaian marketing sales tersebut setara dengan 29% dari total target perseroan sepanjang tahun 2014 sebesar Rp 6 triliun, tetapi turun dibanding marketing sales tahun 2013 sebesar 32%. Penurunan tersebut dikarenakan pada tahun 2013 lalu terdapat tambahan dari pra penjualan anorganik kepada entitas anak hasil joint venture (JV) dengan mitra strategis perseroan yaitu Hongkong Land, AEON Mall Jepang dan Dyandra. Apabila dibandingkan dengan pra penjualan organik tahun 2013 tanpa menyertakan penjualan kepada JV, maka BSDE membukukan pertumbuhan pra penjualan secara organik pada kuartal I 2014 sebesar 98% YoY.

Hingga Maret 2014, penualan landed residensial Metropolitan Land (MTLA) telah mencapai kisaran Rp 170 miliar dan sekitar Rp 80 miliar dari segmen pendapatan berulang. Terkait pengembangan Metland Puri, perseroan masih melakukan due diligence dengan beberapa perusahaan asing guna mengembangkan kawasan tersebut. Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan dana investasi lebih dari Rp 2 triliun.

Modernland Realty (MDLN) mendapatkan Rp480 miliar dari pra penjualan (marketing sales) periode Januari-Maret 2014. Perolehan itu setara dengan 12% dari total target perseroan tahun ini Rp4 triliun.

80% atau sekitar Rp384 miliar marketing sales pada kuartal pertama tahun ini diperoleh dari sektor residensial, sedangkan Rp96 miliar disumbangkan oleh sektor kawasan industri dan pendapatan berulang (recurring income). Perseroan akan menggenjot pra penjualan pada April-Agustus 2014 agar mencapai target. Pasalnya, akhir bulan ini dan Agustus, perseroan akan meluncurkan produk residensial baru di kawasan Jakarta Garden City.

Nusa Konstruksi Enjiniring (DGIK) optimistis tahun ini bisa mencetak pendapatan Rp 1,7 triliun-Rp 1,8 triliun. Strategi perusahaan ini adalah berburu kontrak baru lebih besar daripada tahun lalu. DGIK ini mengincar kontrak baru minimal Rp 1,8 triliun. Hingga kuartal I-2014, Nusa Konstruksi mengklaim sudah mengantongi 50% dari target kontrak baru yang diharapkan. Kalau dihitung, berarti perusahaan ini telah mendapatkan kontrak baru sebesar Rp 900 miliar-Rp 1 triliun. Indosat (ISAT) akan melunasi seluruh utang jatuh tempo tahun ini senilai Rp2,3 triliun dengan menggunakan arus kas dan pendapatan perseroan. Namun, perseroan masih menjajaki kemungkinan untuk menjaga arus kas tetap sehat dengan menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) berdenominasi valuta asing. Bali Towerindo Sentra (BALI) memperoleh fasilitas kredit dari Bank Sinarmas (BSIM) dengan total pinjaman sebesar Rp 118 miliar. Fasilitas pinjaman terdiri atas 2 pinjaman, yang pertama adalah fasilitas Term Loan sebesar Rp 108 miliar berjangka waktu 60 bulan sejak pencairan yang akan dijamian dengan beberapa tower BTS yang akan dibangun di tahun 2014. Kedua adalah Fasilitas Demand Loan sebesar Rp 10 miliar dengan jangka waktu 6 bulan sejak akad kredit ditandatangani dengan jaminan piutang usaha milik perseroan dari Telkomsel dan Smartfren. Fasilitas Term Loan itu akan digunakan untuk membiayai pembangunan tower BTS dan merefinancing atas tower yang telah digunakan untuk membiayai operasional perseroan. Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) targetkan produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tahun ini sebanyak 260.000 ton atau meningkat 13% dibandingkan realisasi produksi tahun lalu yang mencapai 230.000 ton. Peningkatan produksi CPO tersebut disebabkan oleh usia pohon sawit yang dimiliki, serta kondisi cuaca yang diproyeksikan akan kondusif pada tahun ini. Hingga kuartal I tahun ini, produksi CPO Sawit Sumbermas Sarana mencapai 28% atau sekitar 70.000 ton. Menurutnya, jumlah tersebut sesuai dengan perhitungan manajemen karena diawal tahun produksi minyak sawit akan lebih rendah dibandingkan periode setelahnya. Seperti diketahui, musim puncak atau peak season pohon sawit terjadi di semester II. Tigaraksa Satria (TGKA) menetapkan rasio dividen sebesar 51,8% dari total perolehan laba bersih tahun 2013 senilai Rp 134 miliar. Nilai dividen yang dibagikan mencapai Rp 69,34 miliar atau setara dengan Rp 75,5 per saham. Perseroan menganggarkan belanja modal mencapai Rp 34 miliar tahun ini. Capex akan digunakan untuk membiayai pembelian tabung gas dan infrastruktur usaha lainnya. Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) akan lebih agresif dalam mengembangkan usahanya. Perseroan menyiapkan belanja modal sebesar Rp 3,8 triliun selama 2014-2015. Sebanyak Rp 3 triliun atau 80% dari total capex dialokasikan untuk membiayai ekspansi.

Wismilak Inti Makmur (WIIM) mencatat pertumbuhan pendapatan tahun 2013 sebesar 41,96% menjadi Rp 1,59 triliun dibandingkan tahun 2012 sebesar Rp 1,12 triliun. Kenaikan ini ditopang kenaikan penjualan rokok, baik rokok Mild maupun sigaret kretek tangan. Perseroan membukukan kenaikan laba 71,18% menjadi Rp 132,32 miliar. Di tahun 2012, Wismilak mengantongi laba Rp 77,3 miliar. Tahun ini, perseroan optimistis mencetak pertumbuhan. Perseroan menargetkan pertumbuhan volume totalnya 25% dari tahun lalu penjualan rokok lebih dari 2,4 miliar batang. Pada 2014 ini Wismilak berharap penjualan rokoknya bisa mencapai 3 miliar batang.

(3)

         

               

 

 

15 April 2014

15 April 2014

Dyandra Media International (DYAN) memperluas ekspansi di bisnis hotel terus berlangsung. Kali ini, anak usaha Grup Kompas Gramedia ini resmi membuka hotel bintang lima terbaru di pulau dewata, yakni Bali Nusa Dua Hotel dan Convention. Hotel yang terletak di kawasan Nusa Dua, Bali tersebut merupakan infrastruktur pendukung dari Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Secara total, luas BNDCC ini seluas 70.000 meter persegi (m²). Terdiri dari BNDCC I seluas 25.000 m², BNDCC II seluas 16.000 m², dan Bali Nusa Dua Hotel dan Convention seluas 9.000 m².

International Finance Corporation (IFC) mengambil alih sebanyak 4,92% saham Wintermar Offshore Marine (WINS). IFC mengonversi pinjaman yang dapat ditukar dengan saham senilai Rp 93,5 miliar. Konversi dilakukan dengan penerbitan 190 juta saham baru WINS dengan harga pelaksanaan Rp 492 per unit.

GMF AeroAsia, anak usaha Garuda Indonesia Airways (GIAA), siap menangani perawatan Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia (Boeing Business Jet 2/BBJ-2) yang dibeli Pemerintah Indonesia seharga Rp 840 miliar. Perawatan Pesawat Kepresidenan yang akan dilakukan oleh GMF mencakup line maintenance handling up to C-check (overhaul), perawatan ringan sampai perawatan besar. Selain itu, GMF juga memberikan dukungan material/suku cadang, perawatan komponen, ke-engineeringan, perawatan cabin, training serta re-painting dan logo design (jika diperlukan).

Garuda Indonesia (GIAA) telah mengambil beberapa rute penerbangan yang ditinggalkan Merpati Nusantara Airlines. Rute Merpati terbaru yang diterbangi itu adalah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Setelah mengambil rute Merpati di Nusa Tenggara, selanjutnya Garuda akan memfokuskan mengambil rute Papua. Tercatat sebanyak lima maskapai berminat menerbangi rute Merpati, mereka adalah Sriwijaya Air, Garuda Indonesia, Citilink, Kalstar dan Express.

Anak usaha Garuda Indoensia (GIAA) yakni Citilink mencatat tranksasi penjualan senilai Rp1,5 miliar dalam gelaran Garuda IndonesiaTravel Fair (GATF) 2014 yang berlangsung pada 11-13 April di Jakarta Convention Center (JCC). Maskapai penerbangan nasional berbiaya murah (LCC) itu menawarkan diskon 10% untuk seluruh rute domestik dan internasional dalam pameran yang diikuti oleh 60 agen perjalanan, perbankan, asosiasi dan lembaga pariwisata serta mitra bisnis terkait

seperti hotel dan resor tersebut..

Panorama Sentrawisata (PANR) mengembangkan bisnis eksibisi dan pelaksana kegiatan di 2014 dengan menyuntik modal kerja senilai Rp25,03 miliar. Dana modal tersebut berasal dari dana hasil penerbitan obligasi berkelanjutan perseroan pada 9 Juli 2013. Penggunana dana tersebut dilakukan melalui anak usaha yakni PT Panorama Multi Media yang selama ini menjalankan bisnis publikasi majalah dengan merek Panorama, Wedding Guide, Bali Leisure, dan Indonesia MICE Guide.

Express Transindo Utama (TAXI) akan menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun paling lambat Juni tahun ini. Surat utang tersebut bertenor 3-5 tahun. Aksi korporasi tersebut diharapkan dapat mendukung rencana penambahan armada taksi tahun ini. Tahun ini, perseroan berencana menambah sekitar 2.000 unit taksi reguler serta 6 pool taksi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Eka Sari Lorena Transport akan mencatatkan sahamnya di BEI pada hari ini dengan kode LRNA. Perseroan menawarkan 150 juta lembar saham dengan harga nominal Rp 500 dan penawaran Rp 900. Selain itu, juga akan dicatatkan waran seri I dengan kode LRNA-W sebanyak 30 juta dengan rasio 5:1 dengan harga Rp 950.

PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo, produsen kemasan (packaging) kardus, menawarkan harga indikatif saham perdana (initial public offering/IPO) di kisaran Rp 425 – Rp 475 per saham. Dengan jumlah

saham yang akan dilepas sebanyak 1 miliar saham atau 40% dari modal disetor dan ditempatkan, maka perseroan akan menghimpun dana sebesar Rp 425 miliar – Rp 475 miliar. Perseroan akan melakukan penawaran awal (bookbuilding) pada 14 April - 23 April

2013. Perseroan menargetkan listing bisa dilakukan pada 8 Mei 2014.

Sebanyak 28 perusahaan pertambangan menyepakati seluruh poin renegosiasi tambang, 22 di antaranya PKP2B (Perjanjian Karya Pegusahaan Pertambangan Batubara) dan sisanya perusahaan Kontrak Karya.

Menurut Asosiasi Pertekstilan Indonesia, industri tekstil Indonesia

menargetkan mampu mengekspor tekstil dan produk tekstil di tahun 2014 sebesar USD 13,3 miliar atau sekitar Rp 150,29 triliun atau tumbuh 4,88% YoY. Pada tahun 2013 ekspor TPT Indonesia mencapai USD 12,68 miliar atau sekitar Rp 143,28 triliun. Peningkatan ekspor ditunjang oleh permintaan TPT yang meningkat di pasar dunia. Negara tujuan ekspor terbesar pada tahun 2013 adalah Amerika Serikat dengan nilai USD 4,1 miliar dan di posisi kedua dan ketiga masing-masing adalah Jepang dengan nilai ekspor USD 1,18 miliar dan Turki dengan nilai ekspor USD 620 juta.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan akan mengawasi 31 perusahaan konglomerasi sektor perbankan. Tercatat setidaknya 31 perusahaan konglomerasi sektor perbankan di Indonesia baik perusahaan asing maupun lokal. Dari keseluruhan aset yang ada pada sistem keuangan sebesar Rp 9.000 triliun, sebesar 70% di antaranya dikuasai oleh sektor perbankan, sehingga OJK menilai diperlukan untuk mengawasi konglomerasi sektor ini.

(4)

      

 

 

 

 

 

15 April 2014

COMMODITIES

DUAL LISTING

Description Price (USD) Change Description Price (USD) Price (IDR) Change

(IDR)

Crude Oil (US$)/Barrel 103,48 -0,57 TLKM (US) 41 11.681 254

Natural Gas (US$)/mmBtu 4,57 0,01 ANTM (GR) 0,06 948 16

Gold (US$)/Ounce 1326,10 -1,89

Nickel (US$)/MT 17790,00 390,00

Tin (US$)/MT 23425,00 50,00

Coal (NEWC) (US$)/MT* 72,95 0,20

Coal (RB) (US$)/MT* 75,33 1,87

CPO (ROTH) (US$)/MT 900,00 2,50

CPO (MYR)/MT 2662,00 -2,50

Rubber (MYR/Kg) 766,00 -1,00

Pulp (BHKP) (US$)/per ton 758,31 -3,77

*weekly

GLOBAL INDICES VALUATION

Change PER (X) PBV (X)

Country Indices Price

%Day %YTD 2013E 2014F 2013E 2014F

Market Cap (USD Bn)

USA DOW JONES INDUS. 16173,24 0,91 -2,43 14,62 13,38 2,67 2,48 4.681,3

USA NASDAQ COMPOSITE 4022,69 0,57 -3,68 19,87 16,70 3,09 2,80 6.320,0

ENGLAND FTSE 100 INDEX 6583,76 0,34 -2,45 13,45 12,29 1,79 1,68 1.297,1

CHINA SHANGHAI SE A SH 2231,81 0,05 0,78 8,19 7,16 1,16 1,04 2.451,7

CHINA SHENZHEN SE A SH 1142,76 0,58 3,53 18,16 14,45 2,31 2,00 1.454,1

HONG KONG HANG SENG INDEX 23038,80 0,15 -1,15 10,48 9,60 1,27 1,18 1.767,0

INDONESIA JAKARTA COMPOSITE 4864,88 1,00 13,82 15,40 13,08 2,76 2,42 395,2

JAPAN NIKKEI 225 13910,16 -0,36 -14,62 15,62 14,04 1,39 1,29 2.571,1

MALAYSIA KLCI 1851,53 -0,06 -0,83 16,38 14,95 2,16 2,01 319,7

SINGAPORE STRAITS TIMES INDEX 3214,83 0,52 1,50 14,19 12,88 1,30 1,23 422,1

FOREIGN EXCHANGE

FOREIGN EXCHANGE

Description Rate (IDR) Change Description Rate (USD) Change

USD/IDR 11.437,50 23,50 1000 IDR/ USD 0,09 -0,0002

EUR/IDR 15.802,62 -5,22 EUR / USD 1,38 -0,0005

JPY/IDR 112,29 -0,15 JPY / USD 0,01 0,0000

SGD/IDR 9.123,72 -7,36 SGD / USD 0,80 -0,0001

AUD/IDR 10.758,68 16,41 AUD / USD 0,94 -0,0018

GBP/IDR 19.130,48 8,47 GBP / USD 1,67 -0,0003

CNY/IDR 1.838,97 0,00 CNY / USD 0,16 -0,0002

MYR/IDR 3.517,14 -1,33 MYR / USD 0,31 -0,0001

KRW/IDR 11,00 -0,01 100 KRW / USD 0,10 -0,0001

CENTRAL BANK RATE

INTERBANK LENDING RATE

Description Country Rate (%) Description Country Rate (%)

FED Rate (%) US 0.25 JIBOR (IDR) Indonesia 7.94

BI Rate (%) Indonesia 7.50 LIBOR (GBP) England 0.49

ECB Rate (%) Euro 0.25 SIBOR (USD) Singapore 0.17

BOJ Rate (%) Japan 0.10 D TIBOR (YEN) Japan 0.15

BOE Rate (%) England 0.50 Z TIBOR (YEN) Japan 0.15

(5)

      

 

 

 

 

 

15 April 2014

INDONESIAN ECONOMIC INDICATORS

SBI

Description Mar'14 Feb'14 Description Rate (%)

Inflation YTD % 1.41 1,33 SBI (9M) 7.12591

Inflation YOY % 7.32 7,75 SBIS (9M) 7.12591

Inflation MOM % 0.08 0,26

Foreign Reserve (US$) 102.5919 102,741

GDP (IDR Tn) 2,367,929 2.359.648

BUSINESS & ECONOMIC CALENDAR

Date Agenda Expectation

15 Apr* US CPI MoM Tetap 0.1%

15 Apr* US CPI YoY Naik menjadi 1.5% dari 1.1%

16 Apr* US Housing Starts Naik menjadi 968 ribu dari 907ribu

16 Apr* US Housing Starts MoM Naik menjadi 7.5% dari -0.2%

16 Apr* US Building Permits Turun menjadi 1014 ribu dari 1018ribu

16 Apr* US Building Permits MoM Turun menjadi 7.3% dari 7.7%

16 Apr* US Industrial Production MoM Turun menjadi 0.5% dari 0.6%

16 Apr* US Capacity Utilization Turun menjadi 78.4% dari 78.8%

Ket: (*) US Time (^) Tentative

LEADING MOVERS

LAGGING MOVERS

Stock Price Change (%) Index pt Stock Price Change (%) Index pt

BBRI IJ 9775 2.36 5.95 BMTR IJ 2135 -3.61 -1.22 BBCA IJ 11250 1.35 3.97 TBIG IJ 6050 -2.02 -0.65 SMGR IJ 15925 3.92 3.86 BDMN IJ 4550 -0.87 -0.41 TLKM IJ 2340 1.08 2.73 MPPA IJ 2840 -2.41 -0.41 UNVR IJ 30750 0.74 1.86 IMAS IJ 4910 -2.29 -0.35 INCO IJ 3480 5.14 1.83 ACES IJ 785 -1.88 -0.28 TOWR IJ 3790 3.84 1.55 ISAT IJ 3810 -1.04 -0.24 INTP IJ 22950 1.55 1.40 BRAU IJ 139 -4.14 -0.23 PGAS IJ 5325 0.95 1.31 MEGA IJ 1920 -1.54 -0.22 BMRI IJ 9750 0.52 1.25 RODA IJ 375 -2.60 -0.15

UPCOMING IPO'S

Company Business IPO Price

(IDR)

Issued

Shares (Mn) Offering Date Listing Underwriter

PT Eka Sari Lorena Land Transportation 900.00 150.00 01-07 Apr 2014 15 Apr 2014 Valbury Asia Securities

PT Dwi Aneka Kemasindo

Packaging Manufacture

TBA 1,000.00 30 Apr – 02 May’14 08 May 2014 Valbury Asia Securities Succorinvest

PT Puridelta Lestari Real Estate Property

205-255 10,840.00 TBA TBA Macquarie Capital

(6)

      

 

 

 

 

 

 

15 April 2014

15 April 2014

DIVIDEND

Stock DPS (IDR) Status CUM Date EX Date Recording Payment

MERK 6250.00 Cash Dividend 14 Apr-14 15 Apr-14 17 Apr-14 05 May-14

SMBR 7.93 Cash Dividend 15 Apr-14 16 Apr-14 21 Apr-14 05 May-14

BJBR 78.10 Cash Dividend 16 Apr-14 17 Apr-14 22 Apr-14 07 May-14

TINS 56.29 Cash Dividend 16 Apr-14 17 Apr-14 21 Apr-14 07 May-14

KAEF 9.65 Cash Dividend 17 Apr-14 17 Apr-14 23 Apr-14 08 May-14

PTPP 26.08 Cash Dividend 21 Apr-14 22 Apr-14 24 Apr-14 07 May-14

IGAR 10.00 Cash Dividend 23 Apr-14 24 Apr-14 28 Apr-14 13 May-14

ITMG 975.00 Cash Dividend 28 Apr-14 29 Apr-14 02 May-14 14 May-14

PGAS 210.40 Cash Dividend 28 Apr-14 29 Apr-14 02 May-14 19 May-14

BJTM 40.61 Cash Dividend 28 Apr-14 29 Apr-14 02 May-14 14 May-14

BBRI 257.32 Cash Dividend 28 Apr-14 29 Apr-14 02 May-14 14 May-14

AGRO 1.37 Cash Dividend 28 Apr-14 29 Apr-14 02 May-14 19 May-14

BBNI 145.71 Cash Dividend 28 Apr-14 29 Apr-14 02 May-14 19 May-14

WSKT 11.46 Cash Dividend 28 Apr-14 29 Apr-14 02 May-14 19 May-14

WIKA 27.82 Cash Dividend 28 Apr-14 29 Apr-14 02 May-14 13 May-14

PTBA 461.97 Cash Dividend 28 Apr-14 29 Apr-14 02 May-14 16 May-14

SMGR 407.42 Cash Dividend 28 Apr-14 29 Apr-14 02 May-14 19 May-14

BBCA 75.00 Cash Dividend 29 Apr-14 30 Apr-14 05 May-14 20 May-14

ANTM 9.67 Cash Dividend 29 Apr-14 30 Apr-14 05 May-14 20 May-14

TLKM 102.40 Cash Dividend 29 Apr-14 30 Apr-14 05 May-14 19 May-14

NIKL TBA Cash Dividend 29 Apr-14 30 Apr-14 05 May-14 16 May-14

TINS 544:261 Bonus Stock TBA TBA TBA TBA

CORPORATE ACTIONS

Stock Action Ratio EXC. Price (IDR) CUM Date EX Date Trading Period

GIAA Rights Issue 701409:100000 460-500 01-Apr-14 02-Apr-14 08 Apr – 16 Apr’14

MTFN Rights Issue 18:125 100.00 07-Apr-14 08-Apr-14 15 Apr – 22 Apr’14

IBST Rights Issue 11:2 3176.00 28-Apr-14 29-Apr-14 06 May – 13 May’14

PSKT Rights Issue 2:31 500.00 TBA TBA TBA

MITI Reverse Stock 4:1 -- TBA TBA TBA

GENERAL MEETING

Emiten AGM/EGM Date Agenda

ABDA RUPST/LB 15-Apr-14

SDRA RUPST 16-Apr-14

WOMF RUPST/LB 16-Apr-14

ROTI RUPST 17-Apr-14

AALI RUPST 17-Apr-14

SIAP RUPST/LB 17-Apr-14

BABP RUPST 21-Apr-14

UNTR RUPST 22-Apr-14

BRAU RUPSLB 22-Apr-14

LPLI RUPST/LB 23-Apr-14

LPIN RUPST/LB 23-Apr-14

BPFI RUPST/LB 23-Apr-14

KBLV RUPST/LB 23-Apr-14

LPKR RUPST 23-Apr-14

LPCK RUPST 23-Apr-14

BNLI RUPST/LB 23-Apr-14

LPPS RUPST 23-Apr-14

TCID RUPST/LB 24-Apr-14

ASGR RUPST 24-Apr-14

(7)

      

 

 

 

 

 

15 April 2014

15 April 2014

ADHI

TRADING BUY

S1 2850 R1 3060 Trend Grafik Major Up Minor Down

S2 2650 R2 3275

Closing

Price 2975

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area lower band

Prediksi • Trading range Rp2950-Rp3060

• Entry Rp2975, take Profit Rp3060

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 64.08 Positif

MACD -16.2 Positif

True Strength Index (TSI) -29.9 Positif

Bollinger Band (Mid) 3020 Negatif

MA5 3047 Negatif 1,600 2,000 2,400 2,800 3,200

November December 2014 February March April

ADHI - Daily 4/14/2014 Open 2830, Hi 3025, Lo 2820, Close 2975 (6.1%) Auto Trading System(0.091,0.312) = 3,206.70, Fractal Up = 3,335.00, Fractal Down = 2,960.00, MA(Close,5) = 3,047.00, MA1(Close,8) = 3,091.25,

3,047 3,019.5 2,975 2,960 2,742.3 3,091.25 3,206.7 3,296.7 3,335 65,916,400 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0 ADHI - Stochastic %D(5,3,3) = 39.17, Stochastic %K = 22.72, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

22.7172 22.7172 20 39.166 39.166 80 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 0.0 ADHI - MACD (6,9) = -16.16, Signal() = -4.32

-16.1631 -4.31727 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 ADHI - TSI(3,5,3) = -29.98 -13.6999 -29.9751 0.00000

Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com

WIKA

TRADING BUY

S1 2150 R1 2325 Trend Grafik Major Up Minor Down

S2 1990 R2 2500

Closing

Price 2265

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area upper band

Prediksi • Trading range Rp2250-Rp2330

• Entry Rp2265, take Profit Rp2330

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 55.83 Positif

MACD -31.6 Positif

True Strength Index (TSI) -49.3 Positif

Bollinger Band (Mid) 2390 Negatif

MA5 2294 Negatif 1,400 1,600 1,800 2,000 2,200 2,400 2,600

November December 2014 February March April

WIKA - Daily 4/14/2014 Open 2120, Hi 2290, Lo 2120, Close 2265 (6.8%) Auto Trading System(0.091,0.312) = 2,395.32, Fractal Up = 2,535.00, Fractal Down = 2,350.00, MA(Close,5) = 2,294.00, MA1(Close,8) = 2,370.00,

2,370 2,350 2,294 2,265 2,174.62 2,390 2,395.32 2,535 2,605.38 104,980,40 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0 WIKA - Stochastic %D(5,3,3) = 25.80, Stochastic %K = 22.24, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

22.2391 22.2391 20 25.7951 25.7951 80 -30.0 -20.0 -10.0 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 0.0 WIKA - MACD (6,9) = -31.59, Signal() = -24.95

-31.5919 -24.9522 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 WIKA - TSI(3,5,3) = -49.27 -41.0824 -49.2702 0.00000

(8)

      

 

 

 

 

 

15 April 2014

15 April 2014

BBRI

TRADING BUY

S1 9650 R1 9850 Trend Grafik Major Up Minor Down

S2 9400 R2 10100

Closing

Price 9775

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area upper band

Prediksi • Trading range Rp9725-Rp10075

• Entry Rp9775, take Profit Rp10075

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 64.37 Positif

MACD -8.6 Positif

True Strength Index (TSI) -16.1 Positif

Bollinger Band (Mid) 9755 Positif

MA5 9790 Negatif 6,600 7,200 7,800 8,400 9,000 9,600 10,200

November December 2014 February March April

BBRI - Daily 4/14/2014 Open 9550, Hi 9775, Lo 9550, Close 9775 (2.4%) Auto Trading System(0.091,0.312) = 10,045.30, Fractal Up = 10,200.00, Fractal Down = 9,825.00, MA(Close,5) = 9,790.00, MA1(Close,8) = 9,875.00

9,825 9,790 9,775 9,755 9,176.73 9,875 10,045.3 10,200 10,333.3 36,093,000 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 BBRI - Stochastic %D(5,3,3) = 40.02, Stochastic %K = 24.51, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

24.5098 24.5098 20 40.0218 40.0218 80 -50.0 0.0 50.0 100.0 150.0 0.0 BBRI - MACD (6,9) = -8.61, Signal() = 3.12

-8.61335 3.1245 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 BBRI - TSI(3,5,3) = -16.05 -7.30328 -16.0486 0.00000

Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com

ANTM

TRADING BUY

S1 1090 R1 1150 Trend Grafik Major Down Minor Up

S2 1040 R2 1200

Closing

Price 1125

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area lower band

Prediksi • Trading range Rp1110-Rp1200

• Entry Rp1125, take Profit Rp1200

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 44.76 Positif

MACD -4.5 Positif

True Strength Index (TSI) -32.9 Positif

Bollinger Band (Mid) 1132 Negatif

MA5 1111 Positif 1,000 1,100 1,200 1,300 1,400 1,500 1,600 1,700

November December 2014 February March April

ANTM - Daily 4/14/2014 Open 1080, Hi 1135, Lo 1080, Close 1125 (4.2%) Auto Trading System(0.091,0.312) = 1,065.00, Fractal Up = 1,170.00, Fractal Down = 1,070.00, MA(Close,5) = 1,111.00, MA1(Close,8) = 1,124.38

1,124.38 1,111 1,086.54 1,070 1,065 1,125 1,131.5 1,170 1,176.46 32,115,800 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 ANTM - Stochastic %D(5,3,3) = 38.40, Stochastic %K = 36.86, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

36.8627 36.8627 20 38.3987 38.3987 80 -24.0 -18.0 -12.0 -6.0 0.0 6.0 12.0 18.0 0.0 ANTM - MACD (6,9) = -4.45, Signal() = -4.40

-4.45385 -4.39772 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 ANTM - TSI(3,5,3) = -32.89 -32.8888 -38.5386 0.00000

(9)

      

 

 

 

 

 

15 April 2014

15 April 2014

SMGR

TRADING BUY

S1 15550 R1 16100 Trend Grafik Major Up Minor Down

S2 15000 R2 16650

Closing

Price 15925

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area lower band

Prediksi • Trading range Rp15800-Rp16650

• Entry Rp15925, take Profit Rp16650

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 61.17 Positif

MACD -57.1 Positif

True Strength Index (TSI) -29.6 Positif

Bollinger Band (Mid) 16064 Negatif

MA5 16115 Negatif 13,000 14,000 15,000 16,000 17,000

November December 2014 February March April

SMGR - Daily 4/14/2014 Open 15425, Hi 15950, Lo 15400, Close 15925 (3.9%) Auto Trading System(0.091,0.312) = 16,665.60, Fractal Up = 17,050.00, Fractal Down = 15,500.00, MA(Close,5) = 16,115.00, MA1(Close,8) =

16,115 16,063.8 15,925 15,500 15,034.3 16,350 16,665.6 17,050 17,093.3 12,318,500 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0 SMGR - Stochastic %D(5,3,3) = 28.33, Stochastic %K = 13.74, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

20 13.7408 13.7408 28.3258 28.3258 80 -180.0 -120.0 -60.0 0.0 60.0 120.0 180.0 240.0 0.0 SMGR - MACD (6,9) = -57.11, Signal() = -18.31 -57.1118 -18.3144 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 SMGR - TSI(3,5,3) = -29.66 -16.7885 -29.6563 0.00000

Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com

LSIP

TRADING BUY

S1 2225 R1 2275 Trend Grafik Major Up Minor Up

S2 2150 R2 2350

Closing

Price 2250

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area upper band

Prediksi • Trading range Rp2225-Rp2350

• Entry Rp2250, take Profit Rp2350

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 41.87 Positif

MACD -0.5 Positif

True Strength Index (TSI) -1.4 Positif

Bollinger Band (Mid) 2239 Positif

MA5 2214 Positif 1,200 1,400 1,600 1,800 2,000 2,200 2,400

November December 2014 February March April

LSIP - Daily 4/14/2014 Open 2215, Hi 2280, Lo 2210, Close 2250 (2.0%) Auto Trading Sys tem(0.091,0.312) = 2,120.00, Fractal Up = 2,290.00, Fractal Down = 2,120.00, MA(Close,5)= 2,214.00, MA1(Close,8)= 2,223.75,

2,223.75 2,214 2,145.76 2,120 2,120 2,238.5 2,250 2,290 2,331.24 40,246,100 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 LSIP - Stochastic %D(5,3,3) = 38.76, Stochastic %K = 54.80, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

38.7591 38.7591 20 54.7958 54.7958 80 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 0.0 LSIP - MACD (6,9) = -0.46, Signal() = -2.26

-2.26284 -0.464788 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 LSIP - TSI(3,5,3) = -1.36 -1.36269 -7.72025 0.00000

(10)

      

 

 

 

 

 

 

15 April 2014

15 April 2014

THESE RECOMMENDATIONS ARE BASED ON TECHNICAL AND ONLY INTENDED FOR ONE DAY TRADING

Price Support Resistance Indicators 1 Month

Ticker Rec

14/04/14 Entry Exit S2 S1 R1 R2 MACD Stoc* MA5* High Low

Agriculture

AALI Trading Sell 27750 27750 27225 26375 27225 28075 28925 Negatif Negatif Positif 27900 24000

LSIP Trading Buy 2250 2250 2350 2145 2215 2285 2355 Positif Positif Positif 2400 2005

SGRO Trading Buy 1995 1995 2010 1980 1990 2000 2010 Positif Positif Negatif 2200 1810

Mining

BUMI Trading Sell 231 231 225 224 229 234 239 Negatif Negatif Negatif 331 222

PTBA Trading Sell 9750 9750 9575 9575 9700 9825 9950 Negatif Negatif Positif 9700 9125

ADRO Trading Sell 1010 1010 950 950 995 1040 1085 Negatif Negatif Positif 1040 930

MEDC Trading Buy 2555 2555 2640 2460 2520 2580 2640 Positif Positif Negatif 2830 2500

INCO Trading Buy 3480 3480 2535 3200 3370 3540 3710 Positif Positif Positif 3335 2380

ANTM Trading Buy 1125 1125 1200 1035 1090 1145 1200 Positif Positif Positif 1190 1025

TINS Trading Buy 2080 2080 2150 1795 1975 2155 2335 Positif Positif Positif 1985 1495

Basic Industry and Chemicals

SMGR Trading Buy 15925 15925 16650 15025 15575 16125 16675 Positif Positif Negatif 17400 14350

INTP Trading Buy 22950 22950 23800 22000 22600 23200 23800 Positif Positif Negatif 27300 21175

SMCB Trading Buy 2800 2800 2875 2725 2775 2825 2875 Positif Positif Negatif 3000 2370

Miscellaneous Industry

ASII Trading Sell 7700 7700 7400 7400 7600 7800 8000 Negatif Negatif Negatif 8050 6500

GJTL Trading Buy 2010 2010 2190 1800 1930 2060 2190 Positif Positif Positif 2495 1835

Consumer Goods Industry

INDF Trading Buy 7225 7225 7325 7100 7175 7250 7325 Positif Positif Positif 7800 6900

GGRM Trading Buy 49600 49600 50950 47925 48925 49925 50925 Positif Positif Negatif 52100 43600

UNVR Trading Buy 30750 30750 32050 29150 30125 31100 32075 Positif Positif Positif 31350 27525

KLBF Trading Buy 1520 1520 1555 1480 1505 1530 1555 Positif Positif Positif 1530 1395

Property, Real Estate and Building Construction

BSDE Trading Buy 1540 1540 1620 1445 1505 1565 1625 Positif Positif Negatif 1750 1455

PTPP Trading Buy 1775 1775 1820 1580 1700 1820 1940 Positif Positif Negatif 1960 1385

WIKA Trading Buy 2265 2265 2330 1990 2160 2330 2500 Positif Positif Negatif 2535 2050

ADHI Trading Buy 2975 2975 3060 2650 2855 3060 3265 Positif Positif Negatif 3335 2275

Infrastructure, Utilities and Transportation

PGAS Trading Buy 5325 5325 5475 5175 5275 5375 5475 Positif Positif Positif 5350 4825

JSMR Trading Buy 6025 6025 6275 5750 5925 6100 6275 Positif Positif Positif 6175 4750

ISAT Trading Sell 3810 3810 3750 3750 3795 3840 3885 Negatif Negatif Negatif 4075 3775

TLKM Trading Buy 2340 2340 2380 2290 2320 2350 2380 Positif Positif Positif 2340 2130

CMNP Trading Buy 3405 3405 3465 3285 3375 3465 3555 Positif Positif Negatif 3505 3120

Finance

BMRI Trading Buy 9750 9750 9875 9600 9700 9800 9900 Positif Positif Negatif 10350 8925

BBRI Trading Buy 9775 9775 10075 9400 9625 9850 10075 Positif Positif Negatif 10500 9025

BBNI Trading Buy 4950 4950 5000 4880 4925 4970 5025 Positif Positif Negatif 5325 4440

BBCA Trading Sell 11250 11250 11075 10825 11075 11325 11575 Negatif Negatif Positif 11125 10150

BBTN Trading Buy 1250 1250 1285 1210 1235 1260 1285 Positif Positif Negatif 1355 1015

Trade, Services and Investment

UNTR Trading Buy 21200 21200 21850 20500 20950 21400 21850 Positif Positif Positif 21100 18325

(11)

 

 

Referensi

Dokumen terkait

Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,32 triliun pada tahun 2015, naik sekitar 20% dibanding realisasi pendapatan tahun 2014 yang sebesar Rp 1,1

Laporan keuangan perseroan menyebutkan beban pokok naik jadi Rp 2.81 triliun dari beban pokok tahun sebelumnya yang Rp 2.75 triliun dan laba bruto turun jadi Rp 458.89 miliar dari

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan beban pokok naik jadi Rp 10.75 triliun dari beban pokok tahun sebelumnya yang Rp 10.12 triliun dan laba bruto turun jadi Rp 2.58

 Sepanjang tahun 2015, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) hanya berhasil mencatatkan marketing sales sebesar Rp 6,8 triliun atau 90% target market- ing sales yang ditargetkan

Untuk tahun 2014 ini perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp8.9 triliun atau tumbuh 10% dari target tahun 2013 yang sebesar Rp8.05 triliun.. Perseroan menganggarkan belanja

Perolehan marketing sales tersebut setara 15% dari target yang dipatok tahun ini yakni Rp 4,5 triliun.. Adrianto Adhi, Direktur Utama SMRA mengatakan sekitar Rp 275 miliar didapat

Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 7,13 triliun sepanjang semester I 2013, naik 11,04% dibandingkan pencapaian tahun lalu, se- dangkan pendapatan perseroan naik 9,3%

Perseroan menargetkan transaksi kartu kredit pada tahun 2014 mencapai Rp 1,6 triliun per bulan dengan tambahan Rp100 miliar melalui kerja sama dengan AirAsia dibandingkan tahun 2013