• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

1.1. Judul Karya Desain

Perancangan Interior pusat pengembangan dan studi Islam (Islamic center) di Sidoarjo.

Pengertian judul dari perancangan di atas dapat dideskripsikan sebagai berikut :

1.1.1. Perancangan

Pengertian Perancangan adalah :

1. Proses pemecahan masalah yang disertai dengan pemikiran kreatif untuk mencari hasil yang maksimal (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

2. Proses, cara, pembuatan, merancang, mengatur segala sesuatu, merencanakan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, Depdikbud Indonesia).

1.1.2. Interior

Pengertian Interior adalah:

1. Interior merupakan kata yang berasal dari bahasa asing (Inggris) yang mengandung pengertian ruang dalam/ bagian dalam dari suatu bangunan atau gedung yang di batasi oleh lantai, dinding, plafon serta elemen hias (dekorasi), tatanan perabot dan sebagainya.

2. Firasat dari dalam: keadaan jiwa.

3. Mewakili bagian dari suatu gedung, ruang, dan sebagainya (Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer, Salim, Peter: 575).

4. Bagian dalam dari suatu gedung, Desain Interior berhubungan dengan dekorasi dan perabot atas ruang-ruang dari suatu gedung.(Mc Dermott, 1999:

125)

Secara etimologi Interior berarti bagian dalam dari sebuah gedung atau bangunan.

1.1.3. Pusat

Pengertian: dihubungkan dengan tempat merupakan bagian terpenting

yang menjadi tujuan dari suatu aktivitas utama (A.S. Hornby,1995: 179).

(2)

Places or group of building forming central point in district (A.S. Hornby, 1995: 179) tempat atau kelompok dari sebuah bentuk bangunan yang menjadi titik pusat dalam distrik (A.S. Hornby, 1995: 179).

1.1.4. Pengembangan Pengertian:

- kata dasar kembang yang berarti mekar, terbuka/ membentang menjadi besar, luas, banyak, dsb.

- Menjadi bertambah sempurna secara pribadi, pikiran, perusahaan, dsb.

- Proses cara, perbuatan mengembangkan.

Secara etimologi dapat diartikan sebagai proses kegiatan bersama yang dilakukan oleh penghuni suatu daerah untuk memenuhi kebutuhannya.

Dihubungkan dengan masyarakat. (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

1.1.5. Studi

Pengertian: berasal dari kata asing yang berarti belajar, mencari Ilmu, mendapatkan ilmu pengetahuan dengan cara berguru (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

1.1.6. Islam

Pengertian: Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi

Muhammad SAW sebagai tuntunan bagi umat manusia yang berpedoman pada

kitab suci Al-Qur’an dan hadits.(kamus Bahasa Indonesia kontemporer, Simon

Peter: 581 ) Islam berasal dari bahasa Arab yaitu: aslama. Yang berarti taat dan

berserah diri pada Allah atau menganut Islam. Berasal dari kata dasar salima yang

berarti: sejahtera, tidak tercela, tidak cacat. Pengertian tersebut jika diartikan

secara harafiah berarti salamat (dalam Bahasa Indonesia berubah menjadi selamat)

yang jika diartikan mengandung makna kedamaian, kepatuhan, penyerahan diri

pada Tuhan semesta alam.(Sejarah Arsitektur Islam – sebuah tinjauan, Bandung

Angkasa, 1983.).sedangkan Islam menurut imam Abu- I- Qasim Al husain (dalam

bukunya “Al –Mufradat fi Gharibi-I-Qur’an”) berarti memasuki sebuah salm atau

silm yang berarti kedamaian, kepatuhan, penyerahan diri pada Tuhan.

(3)

1.1.7. Sidoarjo

Salah satu kota di Jawa Timur yang sedang berkembang menuju ke arah metropolitan dengan sektor bidang perdagangan dan industri sebagai hasil pendapatan utama, termasuk di dalam wilayah gerbangkertasusila yang semula merupakan bagian dari kota Surabaya berdasarkan pada letak dan posisinya.

Kabupaten Sidoarjo sebagai salah satu penyangga Ibukota Propinsi Jawa Timur merupakan daerah yang mengalami perkembangan pesat. Keberhasilan ini dicapai karena berbagai potensi yang ada di wilayahnya seperti pertanian, perikanan(sebagai salah satu kota penghasil udang dan bandeng terproduktif di wilayah gerbangkertasusila), sektor industri dan perdagangan, pariwisata, serta usaha kecil dan menengah dapat dikemas dengan baik dan terarah.

Dengan adanya berbagai potensi daerah serta dukungan sumber daya manusia yang memadai, maka dalam perkembangannya Kabupaten Sidoarjo mampu menjadi salah satu daerah strategis bagi pengembangan perekonomian regional.

Gambar 1.1. Peta Wilayah Kota Sidoarjo

Kabupaten Sidoarjo terletak antara 112,5 dan 112,9 Bujur Timur dan antara 7,3 dan 7,5 Lintang Selatan. Batas sebelah Utara adalah Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik, sebelah selatan adalah Kabupaten Pasuruan, sebelah timur adalah Selat Madura dan sebelah barat adalah Kabupaten Mojokerto.

Sumber: (Evaluasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sidoarjo

2004 )

(4)

Jadi pengertian Perancangan Interior Pusat Pengembangan dan Studi Islam (Islamic Centre ) di Sidoarjo adalah suatu proses pemecahan masalah yang berhubungan dengan kebutuhan ruang sebagai sarana untuk mendapatkan Informasi dan pendidikan seputar dunia Islam, khususnya yang berkembang di Sidoarjo.

1.2. Latar Belakang Masalah

Islam mulai masuk di Indonesia sejak abad VII Masehi bersamaan dengan masuknya Islam di Tiongkok. Waktu itu Islam belum tersebar luas. Barulah pada abad XV Masehi berdiri Kerajaan Islam pertama di Demak.

Mula-mula Islam dibawa oleh pedagang Islam dari Gujarat dan pedagang dari Arab. Para pedagang mengembara ke Timur sampai ke Tiongkok, dengan melewati pantai selatan India dan Selat Malaka. Setelah para pedagang setempat menganut agama Islam, hubungan dagang bertambah ramai. Mereka berdagang sambil menyiarkan agama Islam. Dengan demikian, tidak ada program khusus untuk menyebarkan agama Islam, sebab Islam mengajarkan setiap muslim selain harus melaksanakan ajaran agamanya juga berkewajiban menyampaikan ajaran itu kepada orang lain, sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Firman Allah swt yang artinya:

“Kalian adalah umat yang baik di antara manusia, guna mengajak yang baik dan mencegah yang mungkar”.

(Q.S. Ali Imran: 110).

Demikian juga sabda Nabi saw, yang artinya:

“Sampaikanlah apa yang berasal dari ajaranku sekalipun satu ayat”.

Islam tidak menganjurkan menyeru dan mengajak untuk masuk Islam

dengan jalan kekerasan tetapi dengan penuh kebijaksanaan yang setiap orang

mempunyai kewajiban melakukannya. Sistem dakwah yang mementingkan

kebijaksanaan dan persuasi (penyesuaian) dengan masyarakat lebih mengena dan

berhasil.

(5)

Kegiatan dakwah bukan monopoli kiai atau ulama. Setiap muslim mempunyai tugas suci untuk menyampaikan ajaran-ajaran Islam kepada orang lain. Hal itulah yang mendorong mempercepat perkembangan Islam. Sikap saudagar atau nahkoda yang baik, kepandaian yang melebihi penduduk asli, kemampuan adaptasi, keberhasilan dan kemurahan hatinya banyak memberi pengaruh positif yang menjadi teladan bagi penduduk sehingga hormat dan tertarik kepada Islam.

Pada tahun 1275 M, sebagian besar raja sudah menganut agama Islam.

Imam Taqiyuddin dari Isfahan dan Amir Sa’id dari Syiraj banyak berjasa dalam penyebaran agama Islam bersama-sama dengan Raja Pasai. Selanjutnya, datang juga para ulama, mubalig, dan penduduk Indonesia sendiri yang mempelajari dan mendalami Islam, kemudian ikut menyebarkan Islam.

Perkembangan agama Islam di daerah kabupaten Sidoarjo diawali pada masuknya ajaran Islam di Jawa Timur sekitar abad ke-15 yang dibawa dan diajarkan oleh para khalifah-khalifah Islam yang dikenal dengan sebutan walisongo, di Surabaya sendiri Islam diajarkan oleh Raden Rahmat atau Sunan Ampel yang kemudian menyebar ke daerah-daerah di sekitar Gresik dan Sidoarjo.

Selanjutnya perkembangan Islam diteruskan oleh para ulama-ulama dan

mubaligh, dengan semakin berkembangnya jaman dan berubahnya pola hidup

masyarakat membuat kebudayaan dan kehidupan yang bernafaskan Islami lambat

laun hampir ditinggalkan, hal ini yang mendasari beberapa ulama dan budayawan

khususnya yang berada di daerah sidoarjo, untuk mendesak kepada pemerintah

pusat dan instansi yang terkait untuk mendirikan sebuah tempat untuk

mempertahankan keberadaan dari budaya Islam dan yang terpenting adalah ajaran

Islam tersebut untuk mencetak generasi masa depan yang berakhlakkul kharimah

(Jawa Pos: 26 Mei 2004). Selain itu Sidoarjo sebagai kota yang mempunyai

penduduk mayoritas beragama Islam, dan ajaran Islam banyak dipakai dalam

tatanan kehidupan bermasyarakat, perlu adanya suatu bangunan yang dapat

dijadikan simbol serta ciri kota yang mempunyai akar budaya Islam yang

teraplikasikan ke dalam sebuah perancangan Interior, dan tentunya tidak terlepas

dari fungsi utama bangunan tersebut yaitu sebagai lembaga atau pusat untuk

memperoleh informasi, dan pengembangan pendidikan Islam.

(6)

1.3. Perumusan Masalah

Dilihat dari permasalahan yang timbul diatas, maka dirasakan perlu adanya suatu wadah yang dapat digunakan untuk menampung berbagai aktivitas di bidang keagamaan khususnya perkembangan kebudayaan Islam, baik yang terdapat di Sidoarjo, maupun di Indonesia pada umumnya. Dengan mempertimbangkan berbagai aspek tersebut maka proyek dari tugas akhir ini adalah:

• Bagaimana menciptakan sebuah perancangan Interior pada pusat kegiatan kebudayaan Islam (Islamic Centre), sehingga mampu mengangkat citra Sidoarjo sebagai kota yang berlatar belakang budaya yang bernafaskan Islami

• Bagaimana menata sebuah ruang yang dapat digunakan untuk menampung semua kegiatan beserta aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan kegiatan keagamaan, antara lain: seminar, ceramah agama, MTQ, tempat pelatihan, pusat pendidikan dan Informasi, forum silahturahmi, dan sarana penunjang pendidikan Islam seperti perpustakaan, dan sebagainya. Sehingga semuanya dapat terakomodasi dan terkontrol dengan baik.

• Bagaimana membentuk sebuah Interior yang memiliki ciri dan karakteristik yang berbeda, dengan menghadirkan suasana Interior yang memadukan unsur seni Islam (Islamic Art) dengan langgam budaya kota Sidoarjo. Melalui bentukan dekoratif ruang, ornamen hias, yang diaplikasikan pada lantai, dinding, plafon, perabot, serta aksesoris elemen penunjang Interior lainnya.

• Bagaimana menghasilkan sebuah perancangan Interior sehingga dapat dijadikan simbol bangunan baru di kota Sidoarjo melalui penataan dan bentukan ruang, berciri arsitektur maupun Interior bergaya timur tengah (yang merupakan kiblat budaya Islam dunia ) dengan desain atau gaya bangunan dan penataan ruang dalam yang ada di Sidoarjo. Yang terefleksikan pada elemen pembatas ruang dan pendukung ruang.

1.4. Fungsi Perancangan

• Sebagai sarana bagi pembinaan umat Islam khususnya yang berada di sekitar

wilayah kota Sidoarjo untuk menuju ke arah pembentukan mental dan

spiritual generasi muda dalam aspek pembangunan Nasional.

(7)

• Memajukan dan meningkatkan kehidupan beragama bagi umat Islam di Sidoarjo dalam berbagai segi yang dilandasi dengan pembentukan Aqidah, Ibadah, Muamalah, Ilmu, serta Amaliyah.

• Sebagai pusat pengembangan Islam bagi kebudayaan dan seni Islam di Sidoarjo yang diperuntukan dari, oleh dan untuk umat Islam.

• Sebagai tempat studi Islam seperti: pusat penelitian, laboratorium, serta workshop.

1.5. Tujuan Perancangan

• Melestarikan kebudayaan Islam yang ada di Indonesia, khususnya yang ada di Sidoarjo. Melalui pemakaian symbol, karakteristik, langgam budaya, ornament-ornament dekorasi yang mengandung filosofi tertentu yang masih terkait dengan permasalahan perancangan Interior.

• Mengangkat citra Sidoarjo sebagai kota yang memiliki dasar ideologi Islam yang kuat, melalui tampilan dan suasana dari Interior bangunannya.

• Memperkenalkan kebudayaan yang ada di Sidoarjo khususnya budaya yang bernafaskan Islami. Dengan aktivitas dan kegiatan seperti penyelenggaraan pameran benda-benda kerajinan, kaligrafi, dan lain-lain, pengajian rutin tingkat kabupaten dan kotamadya, tradisi nyadran (upacara mohon berkah dan keselamatan) oleh masyarakat pesisir yang biasanya terpusat di sekitar pantai dan sungai, untuk kegiatan doa dan upacara lainnya dapat dilaksanakan di tempat/ bangunan ini, dakwah, dialog keagamaan, ibadah sosial seperti:

pembinaan anak yatim piatu, anak jalanan, dan pelatihan-pelatihan.

1.6. Manfaat Perancangan

Manfaat yang bisa diperoleh dengan hadirnya perancangan ini adalah:

1. Bagi Penulis :

• Menambah pengalaman dan pengetahuan tentang Islamic Centre.

• menghasilkan suatu perancangan yang berhubungan dengan fasilitas

publik dan budaya serta norma agama dipakai sebagai batasan untuk

merancang.

(8)

2. Bagi Masyarakat Umum :

• Hadirnya suasana baru bagi perkembangan dunia Interior yang ada di kota Sidoarjo melalui pengangkatan budaya lokal/ daerah yang dipadukan dengan gaya Arsitektur Islam dan budaya seni Islam.

• Memberikan informasi yang bermanfaat dan tempat memperoleh pendidikan tentang perkembangan dunia Islam dan kebudayaannya yang ada di Indonesia maupun yang ada di luar.

• Meningkatkan rasa Taqwa dan ibadah kepada Allah SWT melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat religius dan penggunaan fasilitas yang tersedia di tempat tersebut.

• Melestarikan dan memelihara kebudayaan Islam yang sifatnya nasional sebagai warisan bagi generasi yang akan datang.

• Menumbuhkan perasaan cinta dan peduli terhadap kebudayaan Islam kepada generasi muda yang berlandaskan Islami.

• Memberikan sumber pendapatan baru dan pengembangan potensi sumber daya yang ada di Sidoarjo dengan melalui pameran dan kegiatan di tempat tersebut.

3. Bagi Dunia Akademika :

• Memberikan masukan data dan perkembangan mengenai perancangan Interior khususnya yang ada di Sidoarjo.

• Memberikan wacana bagaimana mempelajari budaya dan agama melalui penampilan fisik sebuah ruang, terutama bagi generasi muda Sidoarjo.

4. Bagi Ulama, Umaro dan Cendekiawan :

• Adanya tempat yang digunakan sebagai sarana dakwah, dan syiar agama Islam.

• Memudahkan untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pelestarian agama Islam.

5. Bagi Santri yang Berada di Pondok Pesantren :

• Dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat umum dalam membina kerukunan dan memperat tali silahturahmi.

• Adanya fasilitas baru untuk penunjang kegiatan-kegiatan dalam

memperoleh informasi tentang ajaran Islam.

(9)

1.7. Ruang Lingkup Perancangan 1. Luas Bangunan + 1020 m

2

. 2. Obyek Perancangan:

Ruang Budaya (Cultural Space) berupa perancangan interior Pusat Pengembangan dan Studi Islam (Islamic Centre) di Sidoarjo. Fasilitas atau kebutuhan ruang yang akan dirancang antara lain:

• Gedung serba guna, untuk menampung kegiatan-kegiatan seperti pameran, seminar, workshop, festival, dan lain-lain yang bernafaskan Islam.

• Perpustakaan yang berisi koleksi buku Islami sebagai penunjang pendidikan.

• Laboratorium komputer, dengan fasilitas Internet, dan akses ke negara- negara Islam untuk mengadakan suatu koresponden.

• Kantor Pusat bagi pengelola dan organisasi Islam untuk mengadakan suatu kegiatan dan aktivitas keagamaan .

3. Denah adalah bangunan dari komplek Pondok Pesantren Queen Aflah di daerah Pagerwojo Sidoarjo

• Yang merupakan asrama santri berlantai 4 (terlampir). Bangunan secara keseluruhan mencakup tempat atau sarana Ibadah santri dan pengguna pondok pesantren. Antara lain terdapat :

- ruang kelas putra-putri terdiri dari 2 lantai - masjid

- rumah tinggal kyai - wisma tamu

- kantor administrasi dan koperasi

1.8. Tinjauan Pustaka

Beberapa buku dan teori yang menjadi dasar untuk perancangan antara lain:

• Sejarah arsitektur Islam

Mengupas tentang ciri-ciri dan keanekaragaman bentuk gaya dan langgam

arsitektur Islam mulai asal mula kedudukannya dalam sejarah arsitektur, asal

usul kelahirannya dalam sejarah, sehingga timbul berbagai corak dan gaya

(10)

berdasarkan latar belakang yang mendasari penampilannya sebagai arsitektur Islam.

• Sacred Architecture in tradition of India, China, Judaism, and Islam

Buku ini mempelajari tentang teori cosmos perihal prinsip hidup hubungan antara manusia dengan sang pencipta yang berguna bagi pembuatan konsep dan filosofis perancangan.

• John Summerson

Tentang teori langgam, yang berisi tentang cara memadukan antara satu langgam dengan langgam yang lain terutama percampuran dengan budaya lokal, teknik memadukan dua langgam atau lebih dihadirkan bersamaan.

Inventive modeling : teknik mengolah gelap terang, warna dan tekstur pada ruangan.

• Human dimension

Berisi tentang studi literature Ukuran dan besaran ruang yang ideal dalam sebuah perancangan, ukuran standar manusia dalam beraktivitas

1.9. Metode Perancangan 1.9.1. Data yang Diperlukan

• Data literature

Berisi tentang analisa masalah dan data perancangan yang berhubungan dengan proyek yang dikerjakan, konsep teori dan desain berdasarkan pada buku standar teknis perancangan yang antara lain :

Time saver; standar merancang gedung.

• Studi lapangan

Meninjau langsung ke tempat yang sesuai dengan perancangan, mengenai ukuran dan standar ideal yang digunakan.

• Studi perbandingan

Meninjau tempat atau proyek yang mendekati atau serupa sebagai pedoman

perencanaan dan perancangan, konsep bangunan dan ruang, kapasitas,

kegunaan dan bagian-bagian ruang

(11)

1.9.2. Metode Pengumpulan Data

• Survey

Melihat kebutuhan, karakteristik, jenis, dan sifat ruang pada Islamic Centre yang ada di Surabaya dan Jogjakarta, serta tempat-tempat lain di Pulau Jawa yang memungkinkan untuk digunakan sebagai bahan acuan untuk merancang Interior yang sesuai dengan kondisi dan bercirikan daerah setempat.

Pemilihan sementara dua tempat ini karena pada perancangannya telah mampu menggabungkan antara gaya interior yang dipakai dengan budaya lokal dari daerahnya.

- Lokasi I : Surabaya Tempat : Islamic Centre

Alamat : Jl. Raya Dukuh Kupang 122-124 Telp. : 031-5687664

Spesifikasi ruang :

Gedung lt.1 : Sekertariat PPI Sekertariat MUI Gedung lt. 2 sisi utara : R. Penataran Gedung lt. 2 sisi selatan : R. Kursus

Gedung lt. 2 sisi timur : Sekertariat Kursus Laboratorium R. Kursus R. Rapat Gedung lt. 2 sisi barat : Kantor DMI Kantor PITI

Kantor BKPRMI Kantor LPTQ Gedung lt.3 sisi utara : Gudang Inventaris Gedung lt. 3 sisi selatan : Perpustakaan Gedung lt.3 sisi Timur : R. Kursus Gedung lt.3 sisi barat : Kantor Bazis Kantor LPIQ

- Tempat : Departemen Agama Wilayah Sidoarjo

(12)

- Lokasi II : Jogjakarta

Tempat : Islamic Centre (yayasan Amal Insani ) Alamat : Jl. Ring Road Timur No. 04 Maguwoharjo

Jogjakarta Telp. : 0274-489577

- Lokasi III

Tempat : Islamic centre Al-Muqtadim

Alamat : Jl. Seturan Depok Sleman Catur Tunggal E-6 Jogjakarta

Telp. : 0274 – 486929

• Wawancara

- Dengan instansi pemerintahan yang berkepentingan langsung untuk mengurusi tentang masalah keagamaan, yaitu Departemen Agama dan Departemen Dalam Negeri.

- Dengan ulama-ulama yang ada di Sidoarjo, dan institusi yang bergerak dalam bidang pengembangan agama Islam, seperti ormas-ormas Islam.

- Beberapa masyarakat Sidoarjo untuk dimintai pendapat dan pentingnya suatu tempat khusus untuk pengembangan kebudayaan Islam.

1.10. Metode Pengolahan Data

Melakukan perencanaan dengan system programming ruang, mengelompokkan data-data yang diperoleh sesuai dengan kebutuhannya, system pengkodean dan bagan struktur perancangan.

1.11. Metode Analisis Data

Menyimpulkan data yang telah dikelompokan sesuai dengan sub bagiannya menjadi dasar sebagai perancangan.

Pengkombinasian antara data-data hasil dari simpulan dengan data

pembanding lain.

Referensi

Dokumen terkait

Metode analisa data yang dipergunakan adalah metode kualitatif dengan turut serta menjalani kehidupan suku Dayak di desa Pampang. Analisa data dilakukan di

Dengan semakin ramainya konsumen dan berkembangnya teknologi informasi pada saat ini, membuat restoran ini perlu untuk mengubah sistem administrasi yang digunakan dari manual

Makanan adalah salah satu dari kebutuhan primer yang kebutuhan yang harus dipenuhi atau ada untuk menunjang kehidupan manusia.. Makanan merupakan kebutuhan dasar manusia yang

Dari semua ini dapat disimpulkan bahwa antusiasme masyarakat Indonesia terhadap alat musik gitar sudah besar namun kurang ditunjang oleh fasilitas yang memadai, oleh karena itu

Para perawat juga harus bisa me- nyadari bahwa sumber daya manusia yang dimiliki rumah sakit terbatas, sehingga rumah sakit perlu untuk menanamkan OCB dalam diri masing-masing

Untuk mendapatkan komposisi Lumpur Sidoarjo yang bersifat reaktif, maka perlu dilakukan pembakaran dalam suhu tinggi berkisar 600-700°C yang kemudian digiling selama kurang

Indonesia merupakan negara yang rakyatnya mayoritas beragama Islam dan merupakan negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Serta subyek penelitian ini

Pandangan informan mengenai hubungan umat beragama menjadi cukup penting dikarenakan mayoritas penduduk kelurahan Tigabinanga yang beragama Kristen Protestan merupakan jemaat