BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 79
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas/pemberi amanah.
Pemerintah Kabupaten Lamandau selaku pengemban amanah masyarakat Kabupaten Lamandau melaksanakan kewajiban berakuntabilitas melalui penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Lamandau yang disusun sesuai ketentuan yang diamanatkan dalam Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Keputusan Kepala LAN Nomor 239/IX/618/2003 tanggal 25 Maret 2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Penyusunan Penetapan Kinerja dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Laporan tersebut memberikan gambaran penilaian tingkat pencapaian
target kegiatan dari masing-masing kelompok indikator kinerja kegiatan, dan
penilaian tingkat pencapaian target sasaran dari masing-masing indikator
kinerja sasaran yang ditetapkan dalam dokumen RPJMD 2009-2013 maupun
RKPD Tahun 2012. Sesuai ketentuan tersebut, pengukuran kinerja digunakan
untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai
dengan program, sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan
misi dan visi instansi pemerintah. Pelaporan Kinerja Pemerintah Kabupaten
Lamandau ini didasarkan pada Penetapan Kinerja dan Perubahan RPJMD
yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 1 Tahun
2013 tentang Perubahan Pertama atas Peraturan Daerah Kabupaten
Lamandau Nomor 2 tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lamandau tahun 2009 - 2013.
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 80
3.1 PENGUKURAN KINERJA
Pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang telah ditetapakan dalam rangka mewujudkan visi dan misi instansi pemerintah . Pengukuran kinerja dilaksanakan sesuai dengan Keputusan Kepala LAN Nomor 239/IX/618/2004 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Pengukuran Kinerja dilakukan dengan cara membandingkan antara realisasi dengan target yang telah ditetapkan disesuaikan dengan perubahan yang terjadi sebagai berikut :
A. METODE PENGUKURAN KINERJA
Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan rencana dan realisasi dengan formulasi sebagai berikut:
1. Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin tingginya kinerja atau semakin rendah realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja, digunakan rumus:
p i n n ik o in j li i
n n
2. Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja atau semakin rendah realisasi menunjukkan semakin tingginya kinerja, digunakan rumus:
p i n n ik o in j n n li i n n
n n
Atau :
p i n n ik o in j ( n n ) li i
li i
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 81
B. HASIL PENGUKURAN KINERJA
Hasil pengukuran kinerja sesuai mekanisme perhitungan pencapaian kinerja yang diperoleh melalui pengukuran kinerja atas pelaksanaan kegiatan dan program sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi instansi pemerintah. Pengukuran kinerja ini merupakan hasil dari suatu penilaian sistematik yang sebagian besar didasarkan pada kelompok indikator kinerja berupa indikator hasil.
Pengukuran kinerja yang dilakukan mencakup tingkat pencapaian sasaran merupakan tingkat pencapaian target dari masing-masing indikator sasaran yang telah ditetapkan, dimana tingkat pencapaian sasaran didasarkan pada data hasil pengukuran kinerja kegiatan dan indikator makro yang berhubungan dengan sasaran tersebut. Pengukuran pencapaian sasaran ini menggunakan formulir Pengukuran Kinerja (PK).
Predikat nilai capaian kinerjanya dikelompokkan dalam skala pengukuran ordinal sebagai berikut
> 85 70 s.d < 85 55 s.d < 70 0 s.d < 55
: : : :
Sangat Berhasil Berhasil
Cukup Berhasil Kurang Berhasil
Penetapan angka capaian kinerja terhadap hasil prosentase capaian indikator kinerja sasaran yang mencapai lebih dari 100%
termasuk angka capaian kinerja sebesar 100. Angka capaian kinerja terhadap hasil prosentase capaian indikator kinerja sasaran yang mencapai kurang dari 0% termasuk pada angka capaian kinerja sebesar 0.
Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi kinerja dilakukan analisis
pencapaian kinerja untuk memberikan informasi yang lebih transparan
mengenai sebab sebab tercapai atau tidak tercapainya kinerja yang
diharapkan.
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 82
1. Indikator Kinerja
Indikator kinerja adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan, dengan memperhitungkan indikator masukan (input), keluaran (output), dan hasil (outcomes).
2. Indikator Sasaran
Indikator sasaran adalah sesuatu yang dapat menunjukkan secara signifikan mengenai keberhasilan atau kegagalan pencapaian sasaran. Indikator sasaran dilengkapi dengan target kualitatif dan satuannya untuk mempermudah pengukuran pencapaian sasaran.
C. CAPAIAN KINERJA SASARAN STRATEGIS
Pemerintah Kabupaten Lamandau telah melaksanakan 51 Sasaran Strategis dengan tingkat capaian kinerja sasaran Pemerintah Kabupaten Lamandau dapat diikhtisarkan bahwa sasaran berkategori Sangat Berhasil, sasaran berkategori Berhasil dan sasaran berkategori Cukup Berhasil, yaitu sebagai berikut :
Tabel 3.1.
Sasaran Strategis, Daftar Capaian dengan Kategori Capaian Tahun 2013
NO SASARAN STRATEGIS RATA-RATA
CAPAIAN
SASARAN (%) KATEGORI 1. Meningkatnya Mutu Pendidikan dan Tenaga
Kependidikan 110,89 Sangat berhasil
2. Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan 109,81 Sangat berhasil 3. Meningkatnya Kualitas Kesehatan Penduduk 128,55 Sangat berhasil 4. Meningkatnya Kualitas Distribusi Tenaga Kesehatan 62,33 Cukup berhasil 5. Meningkatnya Sarana/Prasarana Kesehatan 92,59 Sangat berhasil 6. Meningkatnya Kualitas Pelayanan Kehidupan
Beragama 137,34 Sangat berhasil
7. Meningkatnya Kualitas Kependudukan 106,50 Sangat berhasil 8. Meningkatnya Kualitas Program Keluarga Berencana 97,04 Sangat berhasil 9. Meningkatnya Kualitas Ketenagakerjaan 108,08 Sangat berhasil 10. Meningkatkan Pembangunan Penanaman Modal 60,43 Cukup berhasil 11. Meningkatkan Pembangunan Pemberdayaan
Masyarakat dan Desa 100 Sangat berhasil
12. Meningkatnya Kualitas Administrasi Kependudukan 93,17 Sangat berhasil 13. Meningkatnya Aktivitas Kepemudaan 62,53 Cukup berhasil
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 83
NO SASARAN STRATEGIS RATA-RATA
CAPAIAN
SASARAN (%) KATEGORI 14. Meningkatnya Aktivitas Keolahragaan 60,78 Cukup berhasil 15. Meningkatnya Kualitas Keolahragaan 35,50 Belum berhasil 16. Meningkatnya Produksi dan Produktivitas Pertanian
Tanaman Pangan 77,72 Berhasil
17. Meningkatnya Produksi Dan Produktivitas Perkebunan Dan Kehutanan 68,38 Cukup berhasil 18. Meningkatnya Produksi Dan Produktivitas Peternakan 131,14 Sangat berhasil 19. Meningkatnya Produksi Dan Produktivitas Perikanan 95,99 Sangat berhasil 20. Meningkatnya Ketahanan Pangan 254,23 Sangat berhasil 21. Meningkatnya Kualitas Koperasi 113,14 Sangat berhasil
22. Meningkatnya Kualitas UMKM 140,38 Sangat berhasil
23. Meningkatnya Kualitas Perdagangan dan Industri 145,10 Sangat berhasil 24. Tersedianya Prasarana dan Sarana Perumahan 145,04 Sangat berhasil 25. Tersedianya Prasarana dan Sarana permukiman 98,73 Sangat berhasil 26. Kualitas Pengelolaan Lingkungan Hidup 65,15 Cukup berhasil 27. Penurunan Tingkat Kemiskinan Masyarakat 96,03 Sangat berhasil 28. Meningkatnya Kualitas Hidup Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial 100 Sangat berhasil
29. Optimalisasi Penerimaan Daerah 100 Sangat berhasil
30. Meningkatnya Kualitas Prasarana Jalan Raya 64,56 Cukup berhasil 31. Meningkatnya Pengelolaan Lalu Lintas Angkutan Jalan 94,81 Sangat berhasil 32. Meningkatnya Pengelolaan Transportasi Sungai, danau dan Penyeberangan 26,67 Belum berhasil 33. Meningkatnya Pengelolaan Jaringan Irigasi 29,91 Belum berhasil 34. Meningkatnya Kualitas Jasa Pelayanan Kelistrikan 114,25 Sangat berhasil 35. Meningkatnya Kualitas Jasa Pelayanan Persampahan 110,29 Sangat berhasil 36. Meningkatnya Ketersediaan Infrastruktur Informasi 54,42 Belum berhasil 37. Meningkatnya Pengendalian Tata Ruang 50,00 Belum berhasil 38. Meningkatnya Pemanfaatan Tata Ruang yang Optimal 122,05 Sangat berhasil 39. Menurunnya Kesenjangan Pencapaian Pembangunan
Antara Perempuan dan Laki - laki 373,87 Sangat berhasil 40. Menurunnya Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan
dan Anak 133,33 Sangat berhasil
41. Terjaminnya Keadilan Gender dalam Berbagai Perundangan dan Kebijakan Publik 109,24 Sangat berhasil
42. Kualitas Pelayanan Publik 100 Sangat berhasil
43. Meningkatnya Kualitas Perundangan Daerah 60,00 Cukup berhasil 44. Meningkatnya Ketentraman dan Ketertiban 104,90 Sangat berhasil 45. Meningkatnya Rasa Aman Masyarakat 79,30 Cukup berhasil 46. Meningkatkan Pembangunan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri 130,83 Sangat berhasil 47. Meningkatnya Pelestarian dan Pengembangan
Kekayaan Budaya 150 Sangat berhasil
48. Meningkatkan Pembangunan Pariwisata 58,32 Cukup berhasil 49. Meningkatnya Kualitas Perencanaan Pembangunan 100 Sangat berhasil 50. Meningkatnya Kualitas Data Statistik Daerah 100 Sangat Berhasil
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 84
NO SASARAN STRATEGIS RATA-RATA
CAPAIAN
SASARAN (%) KATEGORI 51. Meningkatkan Kualitas Pembangunan Pemerintahan
Umum 120 Sangat Berhasil
Berdasarkan klasifikasi capaian atas indikator kinerja pada masing- masing sasaran secara keseluruhan pada tahun 2013 dapat dikatakan bahwa pencapaiannya rata-rata sebesar 99,11 dan tergolong dalam kategori Sangat Berhasil.
Hal ini menunjukkan bahwa seluruh Unit Kerja lingkup Pemerintah Kabupaten Lamandau secara umum telah berhasil mencapai sasaran yang telah ditetapkan, walaupun pada beberapa program yang belum tercapai dan perlu ditindaklanjuti pada Tahun Anggaran 2014.
D. EVALUASI KINERJA SASARAN STRATEGIS
Sasaran 1 : “Meningkatnya Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan”
Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran meningkatnya mutu pendidikan dan tenaga kependidikan dengan 18 (delapan belas) indikator kinerja memperlihatkan capaian kinerja sebesar :
Tabel 3.2
Evaluasi Pencapaian Sasaran 1
No Indikator
Sasaran Satuan
Tahun 2012 Capaian Kinerja
Tahun 2012
(%)
Tahun 2013 Capaian Kinerja
Tahun 2013
(%) Target Realisasi Target Realisasi
1. Angka melek
huruf % 99 98,68 100 99,2 99 99,80
2. Angka rata - rata
lama sekolah Tahun 7,8 7,73 99,10 8,2 7,7 93,90
Pendidikan Dasar SD/MI
3. Angka partisipasi
sekolah 99,99 100 100 100 100 100
4. Rasio ketersediaan sekolah/penduduk usia sekolah
100 168,54 168,54 100 100 100
5. Rasio guru
terhadap murid 1 : 12 1 : 12 100 1 : 13 1 : 12 98,63
6. Prosentase guru
SD/SDLB % 13 13 100 14 20 142,86
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 85 No Indikator
Sasaran Satuan
Tahun 2012 Capaian Kinerja
Tahun 2012
(%)
Tahun 2013 Capaian Kinerja
Tahun 2013
(%) Target Realisasi Target Realisasi
berkualifikasi S1/D4, dan bersertifikasi SMP/MTs 7. Angka partisipasi
sekolah 99,9 100 100 105 100 95,24
8. Rasio ketersediaan sekolah/penduduk usia sekolah
91 141,2 155,16 105 117 111,43
9. Rasio guru
terhadap murid 1 : 13 1 : 13 100 1 : 14 1 : 13 98,65
10. Prosentase guru SMP/SMPLB berkualifikasi S1/D4, dan bersertifikasi
% 35,2 35,2 100 35 50 142,86
PENDIDIKAN MENENGAH 11. Angka Partisipasi
Sekolah
64,5 50,88 78,83 65 75,81 116,63
12. Rasio ketersediaan sekolah
42,5 48,37 113,81 65 168 258,46
13. Rasio guru
terhadap murid 1 : 12 1 : 12 100 1:13 1:11 97,26
14. Prosentase guru SMA/SMALB/SMK berkualifikasi S1/D4, dan bersertifikasi
% 40,5 40,5 100 35 30 87,14
15. Prosentase sekolah
SMA/SMALB/SMK melaksanakan e- pembelajaran (e- learning)
% 1 1 100 1 1 100
16. Jumlah
Perpustakaan Unit 1 1 100 1 1 100
17. Jumlah pengunjung perpustakaan per tahun
0rang 0 0 - 350 186 53,14
18. Koleksi buku yang tersedia di perpustakaan daerah
Judul 0 0 - 100 1100 100
Berdasarkan tabel 3.2 diatas, rata rata capaian sasaran
meningkatnya mutu pendidikan dan tenaga kependidikan sebesar
139,58% dengan kategori sangat berhasil. Dari 18 indikator diatas, 17
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 86
(tujuh belas) indikator memenuhi kategori sangat berhasil dan 1 (satu) indikator belum berhasil. Berikut uraian dari masing masing indikator :
Angka Melek Huruf di Kabupaten Lamandau pada tahun 2013 ditargetkan sebesar 99,2% menjadi 99% dibandingkan dengan tahun 2012 sebesar 98,68% meningkat sebesar 0,31%. Berikut data perkembangan AMH dari tahun 2010 2013.
Grafik 3.1
Perkembangan Angka Melek Huruf Kabupaten Lamandau Tahun 2010 2013
Sumber : Dinas Dikjar Kab. Lamandau tahun 2013
Angka rata rata lama sekolah, pada tahun 2013 ditargetkan 8,2 tahun terealisasi 7,7% tahun dengan persentase 93,90%, menurun dibandingkan dengan tahun 2012 yang terealisasi 7,73 tahun.
Angka partisipasi sekolah untuk tingkat pendidikan dasar SD/MI, SMP/MTs telah mampu memenuhi target 100% sedangkan pada tingkat pendidikan menengah SMA/SMK/MA baru mencapai 75,81%.
Rasio ketersediaan sekolah/penduduk usia sekolah untuk tingkat pendidikan dasar SD/MI, SMP/MTs dan tingkat pendidikan menengah SMA/SMK mampu memenuhi target diatas 100. Berikut data ketersediaan sekolah di Kabupaten Lamandau tahun 2013.
98.4 98.5 98.6 98.7 98.8 98.9 99
2010 2011 2012 2013
98.66 98.67 98.68
99
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 87
Tabel 3.3
Ketersediaan Fasilitas Gedung Sekolah Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2013
NO SEKOLAH JUMLAH GEDUNG
1 TK 84
2 SD/SDS 279
SDLB 2
MI/MIS 9
3 SMP/MTs 152
4 SMA/SMK/MA 15
JUMLAH 541
Sumber : Dinas Dikjar Kab. Lamandau tahun 2013
Rasio guru terhadap murid untuk tingkat pendidikan dasar SD/MI, SMP/MTs belum memenuhi target 100% sedangkan untuk tingkat pendidikan menengah SMA/SMK terjadi penurunan dibanding tahun 2012. Hal ini dikarenakan adanya kenaikan jumlah siswa namun tidak seimbang dengan rekrutmen tenaga pengajar. Di tahun 2013, terjadi penurunan jumlah guru karena faktor faktor berikut :
a. Adanya 9 guru TK yang dimutasi menjadi guru SD
b. Guru SD/SDLB/MI angkatan DEPAG dari total 36 orang sebanyak 15 pindah keluar daerah
c. Guru SMA/SMK/MA angkatan DEPAG dari total 11 orang sebanyak 10 orang mutasi keluar daerah
Berikut data jumlah guru dan siswa menurut tingkat pendidikan di Kabupaten Lamandau tahun 2012 2013.
Tabel 3.4
Jumlah Guru dan Siswa
NO SEKOLAH GURU SISWA
2012 2013 2012 2013
1 TK/RA 76 67 2.463 2.737
2 SD/SDLB/MI 841 790 9.621 9.878
3 SMP/MTs 302 209 3.338 3.634
4 SMA/SMK/MA 225 204 2.246 2.492
JUMLAH 1.444 1.270 17.668 18.741
Sumber : Dinas Dikjar Kab. Lamandau tahun 2013
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 88
Prosentase guru SD/SDLB, SMP/SMPLB berkualifikasi S1/D4 dan bersertifikasi telah memenuhi capaian target diatas 100% sedangkan untuk prosentase guru SMA/SMK/SMALB berkualifikasi S1/D4 dan bersertifikasi baru memenuhi target sebesar 30% (realisasi 35%). Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Lamandau, jumlah guru yang telah sertifikasi dari tingkat TK SLTA sebanyak 501 guru. Sedangkan jumlah guru menurut tingkat pendidikan dan angkatannya di tahun 2013 adalah sebagai berikut :
Tabel 3.5
Jumlah Guru Menurut Kualifikasi Tingkat Pendidikan Pada Angkatan Dinas dan Angkatan Depag
URAIAN SD SLTP SLTA D – I D – II D – III S.1 S.2
ANGKATAN DINAS
Guru TK - - 20 1 22 - 24 -
Guru SD/SDLB/MI 2 2 169 - 283 5 329 -
Guru SMP/MTs - - - - - 10 199 -
Guru SMA/SMK/MA - - - - - - 200 4
ANGKATAN DEPAG
Guru TK - - - - - - - -
Guru SD/SDLB/MI - - 10 - 14 - 12 -
Guru SMP/MTs - - - - - - 30 -
Guru SMA/SMK/MA - - - - - - 11 -
TOTAL 2 2 199 1 319 15 805 4
Prosentase sekolah SMA/SMALB/SMK yang melaksanakan e- pembelajaran (e-learning) dari target 1% terealisasi 1% dengan capaian 100%.
Jumlah perpustakaan daerah di Kabupaten Lamandau sampai akhir tahun 2013 ditargetkan sebanyak 1 unit terealisasi sebanyak 1 unit.
Perpustakaan yang dimaksud adalah perpustakaan daerah yang telah dibangun pada tahun 2013 sedangkan untuk perpustakaan pendukung belajar siswa telah tersedia pada masing masing sekolah.
Jumlah pengunjung perpustakaan daerah dari target 350 orang baru
terealisasi 186 orang atau 53,14% dengan kategori belum berhasil. Tidak
terpenuhinya target tersebut karena beberapa faktor sebagai berikut :
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 89
1. Perpustakaan tersebut selesai dibangun pada tahun 2013, masih dalam
penataan organisasi
2. Kurangnya sosialisasi kepada masyarakat
3. Kurangnya antusiasme masyarakat terhadap buku bacaan karena adanya media televisi, internet dan juga gagdet.
Koleksi buku yang tersedia di perpustakaan daerah pada tahun 2013 tersedia sebanyak 1.100 judul, jauh melampaui target 100 judul.
Sasaran 2 : “Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan”
Pendidikan merupakan proses sosialisasi sekaligus pewarisan nilai nilai dari satu generasi ke generasi berikutnya. Melalui proses pembelajaran dan interaksi sosial pendidikan juga menjadi instrumen utama dalam internalisasi, adaptasi, akulturasi, dan penciptaan budaya baru, disamping sebagai proses transfer ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Mengingat peran penting pendidikan dalam pembangunan kualitas manusia, maka perluasan dan pemerataan akses pendidikan merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah di Kabupaten Lamandau, sehingga baik laki laki maupun perempuan, utamanya anak usia sekolah dapat mengikuti pendidikan. Hasil evaluasi pengukuran kinerja sasaran perluasan dan pemerataan akses pendidikan memperlihatkan angka sebesar 109,81% ng n p ik “sangat berhasil”.
Tabel 3.6
Evaluasi Pencapaian Sasaran 2
No Indikator
Sasaran Satuan
Tahun 2012 Capaian Kinerja
Tahun 2012
(%)
Tahun 2013 Capaian Kinerja
Tahun 2013
(%) Target Realisasi Target Realisasi
Pendidikan Dasar SD/MI
1 Angka partisipasi kasar dan Paket A
118,5 123,66 104,35 105 118,44 112,80
2 Angka Partisipasi
Murni 100 100 100 100,2 100 99,80
SMP/MTs 3 Angka partisipasi
kasar dan Paket B
108,5 100,18 92,33 109,13 107,97 98,94
4 Angka Partisipasi 99,9 100 99 95 100 105,26
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 90 No Indikator
Sasaran Satuan
Tahun 2012 Capaian Kinerja
Tahun 2012
(%)
Tahun 2013 Capaian Kinerja
Tahun 2013
(%) Target Realisasi Target Realisasi
Murni
PENDIDIKAN MENENGAH 5 Angka partisipasi
kasar dan Paket C
65 72,42 111,42 65,12 75,81 116,42
6 Angka Partisipasi
Murni 50 50,88 101,76 46,08 57,89 125,63
Pencapaian indikator kinerja tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Pendidikan Dasar SD/MI
- Angka Partisipasi Kasar (APK) dan paket A dengan target 105 terealisasi 118,44 sehingga prosentase capaian kinerjanya sebesar 104,35%
- Angka Partisipasi Murni (APM) dengan target 100,2 terealisasi 100 sehingga prosentase capaian kinerjanya sebesar 99,80%
2. Pendidikan Dasar SMP/MTs
- Angka Partisipasi Kasar (APK) dan paket B dengan target 109,13 terealisasi 107,97 sehingga prosentase capaian kinerjanya sebesar 98,94%
- Angka Partisipasi Murni (APM) dengan target 95 terealisasi 100 sehingga prosentase capaian kinerjanya sebesar 105,26%
3. Pendidikan Menengah
- Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Paket C dengan target 65,12 terealisasi 75,81 sehingga prosentase capaian kinerjanya sebesar 116,42%
- Angka Partisipasi Murni (APM) dengan target 46,08 terealisasi
sebesar 57,89 sehingga prosentase capaian kinerjanya sebesar
125,63%.
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 91
Gambar 3.2
Grafik Perkembangan APK tahun 2010 2013 tingkat SD/, SMP/MTs, SMA/SMK/MA
Sumber : Dinas Pendidikan dan Pengajaran tahun 2013
Sasaran 3 : “Meningkatnya Kualitas Kesehatan Penduduk”
Tabel 3.7
Evaluasi Pencapaian Sasaran 3
No Indikator
Sasaran Satuan
Tahun 2012 Capaian Kinerja
Tahun 2012
(%)
Tahun 2013 Capaian Kinerja
Tahun 2013
(%) Target Realisasi Target Realisasi
1 Angka Usia
Harapan Hidup Thn 69 67,21 97,41 71 67,36 94,87
2 Persentase Balita Gizi Buruk
% 1,15 0 100 0,01 0,03 33,33
3 Prevalensi Gizi Buruk pada Anak
% 10 0,00 100 0 0,00 100
4 Angka Kematian Bayi per 1000 Kelahiran Hidup
10 18,01 233,14 5 21,33 53,12
5 Angka Kematian Ibu per 100.000 Kelahiran Hidup
97 0 100 20 0 100
6 AKABA per
1000 Balita 2 0 100 0 0 100
Berdasarkan tabel 3.7 diatas rata rata capaian sasaran meningkatnya kualitas kesehatan penduduk adalah sebesar 128,55%
117.82 118.02 123.66 118.44
107.97 108.19
100.18 107.97
63.59 65 72.42 75.81
0 20 40 60 80 100 120 140
2010 2011 2012 2013
SD/MI SMP/MTs SMA/SMK/MA
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 92
dengan kategori sangat berhasil. Dari 6 (enam) indikator diatas, sebanyak 4 (empat) indikator masuk dalam kategori sangat berhasil dan 2 (dua) indikator belum berhasil. Berikut uraian masing indikator tersebut :
Tahun 2012 Angka Harapan Hidup (AHH) menunjukkan usia 67,21 tahun, pada tahun 2013 Angka Harapan Hidup (AHH) meningkat menjadi 67,36 tahun. Kenaikan Angka Harapan Hidup (AHH) tersebut belum signifkan karena dipengaruhi beberapa faktor seperti faktor kesehatan (gizi, merokok, osteoporosis, gaya hidup tidak sehat, dll) selain itu tingkat pendidikan dan faktor lingkungan (perubahan iklim/cuaca, bencana alam, kondisi lingkungan rumah). Namun Pemerintah Kabupaten Lamandau bersama terus berupaya untuk mensosialisasikan gaya hidup sehat kepada masyarakat. Berikut grafik Angka usia harapan hidup dari tahun 2010 2013.
Gambar 3.3
Grafik Perkembangan Angka Usia Harapan Hidup (AHH) Kabupaten Lamandau Tahun 2010 2013
Sumber : Dinas Kesehatan Kab. Lamandau tahun 2013
Persentase Balita Gizi Buruk dengan target 0,01 terealisasi 0,03 dengan prosentase capaian kinerja sebesar 33,33%. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Lamandau karena masih ada 0,03 balita yang terkena gizi buruk. Sedangkan prevalensi gizi buruk dari target 0% terealisasi 0% dengan tingkat capaian 100%.
66.8 66.9 67 67.1 67.2 67.3 67.4
2010 2011 2012 2013
Angka Usia Harapan Hidup
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 93
Tabel 3.8
Status Gizi Balita di Kabupaten Lamandau Tahun 2013
NO PUSKESMAS BALITA
BALITA
DITIMBANG GIZI LEBIH GIZI BAIK GIZI KURANG GIZI BURUK
1. BULIK 1.010 0 1 3 1
2. ARGA MULYA 201 0 5 0 0
3. TAPIN BINI 113 0 3 2 0
4. KAWA 67 0 5 0 0
5. KUDANGAN 143 0 4 1 0
6. BUKIT JAYA 240 0 5 0 0
7. MERAMBANG 138 0 3 2 0
8. SEMATU 1.357 0 5 0 0
9. MELATA 386 0 5 0 0
10. BAYAT 112 0 4 1 1
11. KINIPAN 97 0 5 0 0
JUMLAH 3864 0 45 9 2
Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau tahun 2013
Angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup dari target 5 terealisasi 21,33 dengan prosentase capaian kinerja sebesar 53,12%. Angka ini menunjukkan penurunan dari segi kinerja dibanding tahun sebelumnya karena adanya peningkatan jumlah kematian bayi yang lahir. Berikut jumlah kelahiran dan kematian bayi di Kabupaten Lamandau tahun 2013
.
Tabel 3.9
Jumlah kelahiran di Kabupaten Lamandau Tahun 2013
NO KECAMATAN NAMA PUSKESMAS KELAHIRAN BAYI
TOTAL HIDUP MATI
1. BULIK BULIK 350 3 353
2. BULIK ARGA MULYA 82 1 83
3. LAMANDAU TAPIN BINI 55 1 56
4. LAMANDAU KAWA 41 2 43
5. DELANG KUDANGAN 86 4 90
6. BULIK TIMUR BUKIT JAYA 67 1 68
7. BULIK TIMUR MERAMBANG 44 1 45
8. SEMATU JAYA SEMATU 177 7 184
9. MENTHOBI RAYA MELATA 185 4 189
10. BELANTIKAN RAYA BAYAT 55 0 55
11. BATANG KAWA KINIPAN 30 1 31
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 94 NO KECAMATAN NAMA PUSKESMAS KELAHIRAN BAYI
TOTAL HIDUP MATI
TOTAL 1.172 25 1.197
Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau tahun 2013
Angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup dari target 20 tidak terjadi peristiwa kematian dengan capaian kinerja sebesar 100%. Berikut data jumlah kematian selama tahun 2013.
Tabel 3.10
Jumlah kelahiran di Kabupaten Lamandau Tahun 2013
NO KECAMATAN NAMA PUSKESMAS
JUMLAH KEMATIAN IBU
TOTAL
<20 Thn 20 – 34 Thn ≥35 Thn
1. BULIK BULIK 0 0 0 0
2. BULIK ARGA MULYA 0 0 0 0
3. LAMANDAU TAPIN BINI 0 0 0 0
4. LAMANDAU KAWA 0 0 0 0
5. DELANG KUDANGAN 0 0 0 0
6. BULIK TIMUR BUKIT JAYA 0 0 0 0
7. BULIK TIMUR MERAMBANG 0 0 0 0
8. SEMATU JAYA SEMATU 0 0 0 0
9. MENTHOBI
RAYA MELATA 0 0 0 0
10. BELANTIKAN
RAYA BAYAT 0 0 0 0
11. BATANG KAWA KINIPAN 0 0 0 0
TOTAL 0 0 0 0
Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau tahun 2013
AKABA per 1000 Balita dengan target 0 (tidak terjadi kematian)
terealisasi sebanyak 0 dengan capaian 100%.
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 95
Sasaran 4 : “Meningkatnya Kualitas Distribusi Tenaga Kesehatan”
Tabel 3.11
Evaluasi Pencapaian Sasaran 4
No Indikator
Sasaran Satuan
Tahun 2012 Capaian Kinerja
Tahun 2012
(%)
Tahun 2013 Capaian Kinerja
Tahun 2013
(%) Target Realisasi Target Realisasi
1 Rasio dokter per satuan
penduduk
0,0004914 0,00050 0,0007 0,00049 69,30
2 Rasio paramedis persatuan penduduk
0,0045 0,0049 0,006 0,00328 54,69
Berdasarkan tabel 3.11 diatas rata rata capaian sasaran meningkatnya kualitas distribusi tenaga kesehatan adalah sebesar 62%
dengan kategori cukup berhasil. Dari hasil evaluasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamandau masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam penyediaan tenaga tenaga kesehatan agar dapat menjangkau dan melayani penduduk di Kabupaten Lamandau hingga ke pelosok.
Sedangkan untuk RSUD Lamandau terus diupayakan kualitas pelayanannya agar dapat membantu masyarakat yang membutuhkan jasa kesehatan. Saat ini dari seluruh ruang perawatan di RSUD Lamandau jumlah tempat tidur yang tersedia sebanyak 65 buah. Adapun sarana dan prasarana di RSUD Lamandau sampai dengan tahun 2013 adalah sebagai berikut : - Unit Rawat Jalan :
a. Poliklinik umum
b. Poliklinik spesialis penyakit dalam c. Poliklinik spesialis anak
d. Poliklinik kebidanan dan kandungan e. Poliklinik spesialis bedah
f. Klinik gizi g. Poliklinik gigi - IGD
a. Instalasi Gawat Darurat (IRD) 24 jam
b. Dokter jaga 24 jam (dokter umum yang telah mengikuti ATLS)
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 96
- Rawat Inap
a. VIP b. Kelas 1
c. Kelas 2 (sudah dibangun tetapi belum beroperasi) d. Kelas 3 terdiri dari :
1) Zaal umum 2) Zaal Bedah 3) Zaal Isolasi 4) Zaal Anak
e. Instalasi kebidanan dan perawatan bayi
Adapun jumlah tenaga dokter di Kabupaten Lamandau tahun 2013 adalah sebagai berikut :
Tabel 3.12
Jumlah Tenaga Medis di Sarana Kesehatan Kabupaten Lamandau Tahun 2013
No Unit Kerja Dokter
Spesialis Dokter
Umum Dokter Gigi
1. Puskesmas Bulik - 1 1
2. Puskesmas Arga Mulya - 2 -
3. Puskesmas Tapin Bini - 2 -
4. Puskesmas Kudangan - 1 1
5. Puskesmas Beruta - - -
6. Puskesmas Merambang - 1 -
7. Puskesmas Sematu - 1 1
8. Puskesmas Melata - 1 -
9. Puskesmas Bayat - 1 -
10. Puskesmas Kinipan - 2 -
11. Puskesmas Kawa - 2 -
SUB TOTAL - 14 3
12. Rumah Sakit Umum Daerah 7 10 1
TOTAL 7 24 4
Sumber : Dinas Kesehatan Kab. Lamandau dan RSUD Lamandau tahun 2013
Kondisi ketersediaan tenaga dokter spesialis di RSUD Lamandau antara lain
yaitu :
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 97
- Dokter spesialis penyakit dalam
- Dokter spesialis bedah - Dokter spesialis OBGYN - Dokter spesialis anak - Dokter spesialis anastesi - Dokter spesialis patologi klinik
Dari 6 (enam) dokter spesialis tersebut, hanya 1 (satu) dokter yang berstatus PNS yaitu dokter spesialis anastesi. Sedangkan jumlah paramedis yaitu bidan, sarjana keperawatan dan perawat adalah sebagai berikut :
.Tabel 3.13
Jumlah Tenaga Keperawatan di Sarana Kesehatan Kabupaten Lamandau Tahun 2013
No Unit Kerja BIDAN SARJANA
KEPERAWATAN PERAWAT
1. Puskesmas Bulik 16 - 19
2. Puskesmas Arga Mulya 7 - 11
3. Puskesmas Tapin Bini 7 - 10
4. Puskesmas Kudangan 11 - 14
5. Puskesmas Beruta 3 - 13
6. Puskesmas Merambang 5 - 13
7. Puskesmas Sematu 10 - 14
8. Puskesmas Melata 9 - 14
9. Puskesmas Bayat 8 - 17
10. Puskesmas Kinipan 3 - 19
11. Puskesmas Kawa 3 - 11
SUB TOTAL 82 - 144
12. Rumah Sakit Umum Daerah 32 10 73
TOTAL 114 10 217
Sumber : Dinas Kesehatan dan RSUD Lamandau Tahun 2013
Sasaran 5 : “Meningkatnya Sarana/Prasarana Kesehatan”
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 98
Tabel 3.14
Evaluasi Pencapaian Sasaran 5
No Indikator
Sasaran Satuan
Tahun 2012 Capaian Kinerja
Tahun 2012
(%)
Tahun 2013 Capaian Kinerja
Tahun 2013
(%) Target Realisasi Target Realisasi
1 Rasio posyandu per satuan balita
0,013 0,014 107,69 0,015 0,0142 94,67
2 Rasio puskesmas per satuan penduduk
0,00016 0,00014 87,50 0,00017 0,000157 92,35
3. Rasio pustu per satuan penduduk
0,00091 0,00088 96,70 0,001 0,0009 90,00
4. Rasio rumah sakit per satuan penduduk
0,000015 0,000015 100 0,000015 0,000014 93,33
Dari tabel 3.14 diatas, rata rata capaian sasaran meningkatnya sarana/prasarana kesehatan sebesar 92,59% termasuk dalam kategori sangat berhasil. Dari 4 (empat) indikator sasaran tersebut seluruhnya masuk dalam kategori sangat berhasil. Berikut uraian masing masing indikator sasaran :
1. Rasio posyandu per satuan balita dari target 0,015 terealisasi 0,00142 sehingga prosentase capaian kinerjanya sebesar 94,67%.
Total jumlah posyandu yang tersedia sebanyak 90 yang terdiri dari : - Posyandu Pratama, 74 unit
- Posyandu Madya, 7 unit - Posyandu Purnama, 6 unit - Posyandu Mandiri, 3 unit
Seluruh posyandu tersebut, tersebar di 8 (delapan) kecamatan hingga ke desa.
2. Rasio Puskesmas per satuan penduduk dari target 0,00017
terealisasi 0,000157 sehingga prosentase capaian kinerjanya sebesar
92,35%. Total jumlah Puskesmas di Kabupaten Lamandau hingga tahun
2013 sebanyak 11 unit yang terdiri dari Puskesmas perawatan dan
Puskesmas non perawatan.
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 99
3. Rasio Pustu per satuan penduduk, dari target 0,001 terealisasi 0,0009
sehingga prosentase capaian kinerjanya sebesar 90,00%. Total jumlah Puskesmas pembantu hingga tahun 2013 sebanyak 64.
4. Rasio Rumah sakit per satuan penduduk dari target 0,000015 terealisasi 0,000014 sehingga prosentase capaian kinerjanya sebesar 93,33%.
Sasaran 6 : “Meningkatnya Kualitas Pelayanan Kehidupan Beragama”
Tabel 3.15
Evaluasi Pencapaian Sasaran 6
No Indikator Sasaran
Satuan Tahun 2012 Capaian Kinerja
Tahun 2012
(%)
Tahun 2013 Capaian Kinerja
Tahun 2013
(%) Target Realisasi Target Realisasi
1 Rasio tempat ibadah per satuan penduduk
29,99 42,59 142,01 31,01 42,59 137,34
Berdasarkan tabel 3.15 diatas, rasio tempat ibadah per satuan penduduk di s.d tahun 2013 dengan target 31,01 terealisasi 42,59 dengan capaian kinerja sebesar 137,34%. Kondisi tempat ibadah sampai tahun 2013 terdiri dari :
a. Balai Basarah berjumlah 11 buah
b. Gereja Bethel Indonesia (GBI) berjumlah 5 buah c. GSJA berjumlah 9 buah
d. GKPII berjumlah 1 buah e. SSYI berjumlah 1 buah f. GPDI berjumlah 39 buah g. GKE berjumlah 60 buah
h. Gereja Katolik berjumlah 48 buah
i. Masjid dan Mushola berjumlah 139 buah
Sasaran 7 : “Meningkatnya Kualitas Kependudukan”
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 100
Tabel 3.16
Evaluasi Pencapaian Sasaran 7
No Indikator
Sasaran Satuan
Tahun 2012 Capaian Kinerja
Tahun 2012
(%)
Tahun 2013 Capaian Kinerja
Tahun 2013
(%) Target Realisasi Target Realisasi
1 Rasio penduduk yang bekerja
% 76,87 76,87 100 80,64 85,88 106,50
Berdasarkan tabel 3.16 diatas capaian sasaran meningkatnya kualitas kependudukan dari target 80,64% terealisasi 85,88% dengan capaian kinerja sebesar 106,50%. Dari total jumlah penduduk sebanyak 83.502 jiwa pada tahun 2013, jumlah penduduk yang berkerja sebanyak 35.402 jiwa.
Sasaran 8 : “Meningkatnya Kualitas Program Keluarga Berencana”
Tabel 3.17
Evaluasi Pencapaian Sasaran 8
No Indikator
Sasaran Satuan
Tahun 2012 Capaian Kinerja
Tahun 2012
(%)
Tahun 2013 Capaian Kinerja
Tahun 2013
(%) Target Realisasi Target Realisasi
1 Rata - rata jumlah anak per keluarga
Anak 2 2 100 2 – 3 2 – 6 80
2. Rasio akseptor
KB % 66,69 53,69 79,01 66,73 85,25 127,75
3. Cakupan peserta KB aktif
Orang 12.000 9.651 85,66 11.000 9.423 80,43
4. Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I
Keluarga 1.000 700 70,00 900 5.921 100
Berdasarkan tabel 3.16 capaian sasaran meningkatnya kualitas program keluarga berencana sebesar 97,04% dengan kategori sangat berhasil. Dari 4 (empat) indikator diatas sebanyak 2 (dua) indikator sasaran masuk dalam kategori sangat berhasil dan 2 (dua) indikator lainnya masuk dalam kategori berhasil. Berikut uraian dari masing masing indikator sasaran ;
1. Rata - rata jumlah anak per keluarga, dari target 2 3 anak terealisasi 2 -6
anak dengan capaian kinerja 80%
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 101
2. Rasio akseptor KB dari target 66,73% terealisasi 85,25% dengan capaian
kinerja 127,75%
3. Cakupan peserta KB aktif dari target 11.000 orang terealisasi 9.423 orang dengan capaian kinerja 80,43%
4. Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I dari target 900 keluarga terealisasi 5.921 keluarga
Sasaran 9 : “Meningkatnya Kualitas Ketenagakerjaan”
Tabel 3.18
Evaluasi Pencapaian Sasaran 9
No Indikator
Sasaran Satuan
Tahun 2012 Capaian Kinerja
Tahun 2012
(%)
Tahun 2013 Capaian Kinerja
Tahun 2013
(%) Target Realisasi Target Realisasi
1 Rasio lulusan
S1/S2/S3 Orang 100 61 61,00 250 8850 150,00
2. Rasio lulusan S1/S2/S3
% 4,23 0,61 14,42 10,57 25 236,52
3. Rasio
ketergantungan % 3,04 3,04 100,00 3,08 58,21 5,29
4. Daya Serap Tenaga Kerja
Orang 4.368 4.368 100,00 4.871 2.970 58,92 5. Pencari kerja
yang ditempatkan
Orang 2.435 133 5,46 2.435 2.970 121,97
6. Keselamatan dan
perlindungan
Perusahaan 6.000
orang 4.333
orang 72,22 5 5 100,00
7. Angka partisipasi angkatan kerja
% 37,47 37,47 99,99 41,22 41,22 100,00
8. Tingkat partisipasi angkatan kerja
% 80,85 75,91 93,89 86,91 86,91 100,00
9. Tingkat Pengangguran Terbuka
% 2,35 2,35 100,00 2,35 2,35 100,00
Dari tabel 3.18 diatas, capaian kinerja meningkatnya kualitas
ketenagakerjaan sebesar 108,08% dengan kategori sangat berhasil. Dari 9
(sembilan) indikator sasaran tersebut, 7 (tujuh) indikator masuk dalam
kategori sangat berhasil, 1 (satu) indikator cukup berhasil dan 1 (satu)
indikator belum berhasil. Berikut uraian masing masing indikator sasaran :
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 102
1. Rasio lulusan S1/S2/S3 dari target 250 orang terealisasi hingga 8.850
orang, dalam persentase berjumlah 25%. Angka tersebut merupakan perhitungan dari lulusan S1/S2/S33 yang terdaftar sebagai pencari kerja di Dinas Sosial, Transmigrasi dan Tenaga Kerja.
2. Rasio ketergantungan dari target 2,05% terealisasi 58,21% denga capaian 5,29%. Jumlah penduduk usia 0 14 tahun (24.036 jiwa) dan usia 65 tahun (1.253 jiwa) keatas dibandingkan penduduk usia produktif 15 64 tahun (44.301 jiwa)
3. Daya serap tenaga kerja dari target 4.368 orang terealisasi 2.870 orang dengan capaian kinerja sebesar 58,92%.
4. Pencari kerja yang ditempatkan dari target 2.435 orang terealisasi 2.970 orang dengan capaian kinerja 121,97%
5. Keselamatan dan perlindungan dari target 5 perusahaan terealisasi 5 perusahaan dengan capaian kinerja sebesar 100%
6. Angka partisipasi angkatan kerja dari target 41,22% terealisasi 41,22%
dengan capaian kinerja sebesar 100%
7. Tingkat partisipasi angkatan kerja dari target 86,91% terealisasi 86,91%
dengan capaian kinerja sebesar 100%
8. Tingkat pengangguran terbuka dari target 2,35% terealisasi 2,35%
dengan capaian kinerja sebesar 100%.
Sasaran 10 : “Meningkatnya Pembangunan Penanaman Modal”
Tabel 3.19
Evaluasi Pencapaian Sasaran 10
N
o Indikator Sasaran Sat uan
Tahun 2012 Capaia
n Kinerja
Tahun 2012
(%)
Tahun 2013 Capaia n Kinerj
a Tahun
2013 (%)
Target Realisasi Targe
t Realis asi
1 Jumlah investor berskala nasional (PMDN/PMA)
Unit 27 14 51,85 33 16 48,48
2. Jumlah nilai investasi berskala nasional (PMDN dalam Milyar Rupiah/PMA dalam US $ Ribu)
Rp 4.902.866,838 1.414.395 28,85 4,902 1,414 28,85 US$ 441.846.046 650.719.519 147,27 441 650 147,39
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 103 N
o Indikator Sasaran Sat uan
Tahun 2012 Capaia
n Kinerja
Tahun 2012
(%)
Tahun 2013 Capaia n Kinerj
a Tahun
2013 (%)
Target Realisasi Targe
t Realis asi
3. Kenaikan/penuruna n nilai realisasi PMDN (mil;yar Rupiah)
Rp 658.835.163.500 131.562.063.69
4 19,97 771 131 16,99
Berdasarkan tabel 3.19 diatas, capaian sasaran meningkatnya pembangunan penanaman modal sebesar 60,43% dengan kategori cukup berhasil. Dari 3 (tiga) kategori 1 (satu) indikator sasaran masuk dalam kategori berhasil sedangkan 2 (dua) indikator lainnya belum berhasil. Berikut uraian masing masing indikator sasaran :
1. Jumlah investor berskala nasional dari target 33 unit terealisasi 16 unit dengan capaian 48,48%
2. Jumlah nilai investasi berskala nasional : - Target PMDN : Rp. 4,902 milyar - Realisasi PMDN : Rp. 1,414 milyar - Target PMA : US$ 441 ribu
- Realisasi PMA : US$ 650 ribu - Capaian kinerja PMDN : 28,85%
- Capaian kinerja PMA : 147,39%
3. Kenaikan/penurunan nilai realisasi PMDN dari target Rp. 331 milyar terealisasi Rp. 131 milyar dengan capaian 16,99%.
Sasaran 11 : “Meningkatkan Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa”
Tabel 3.20
Evaluasi Pencapaian Sasaran 11
No Indikator
Sasaran Satuan
Tahun 2012 Capaian Kinerja
Tahun 2012
(%)
Tahun 2013 Capaia n Kinerja
Tahun 2013
(%) Target Realisasi Target Realisa
si
1. Jumlah desa lokasi pembinaan administrasi dan
Desa 3 3 100,00 3 3 100,00
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 104 No Indikator
Sasaran Satuan
Tahun 2012 Capaian Kinerja
Tahun 2012
(%)
Tahun 2013 Capaia n Kinerja
Tahun 2013
(%) Target Realisasi Target Realisa
si
koordinasi program PM2L 2. Jumlah
desa/kelurahan yang memiliki profil desa/potensi desa
Desa 83 83 100,00 83 83 100,00
3. Jumlah desa/kelurahan yang
melaksanakan Bulan Bhakti Gotong – Royong
Desa 83 83 100,00 83 83 100,00
4. Jumlah kelompok usaha ekonomi masyarakat desa/kelurahan
Kec 8 8 100,00 8 8 100,00
5. Jumlah
kecamatan yang melaksanakan administrasi kegiatan PNPM- MP
Kec 8 8 100,00 8 8 100,00
6. Posyandu aktif unit 83 84 101,20 83 83 100,00
Dari tabel 3.20 diatas rata rata capaian sasaran meningkatkan pembangunan pemberdayaan masyarakat desa terealisasi 100% dengan kategori sangat berhasil. 6 (enam) indikator diatas seluruhnya mampu mencapai target 100%. Capaian indikator kinerja sasaran meningkatkan pembangunan pemberdayaan masyarakat dapat diuraikan sebagai berikut :
Desa Lokasi Pembinaan Administrasi dan koordinasi Program PM2L dari target 3 (tiga) desa terealisasi 3 (desa) dengan prosentase capaian kinerja 100%. Setiap tahun ditetapkan 3 (tiga) desa yang menjadi lokasi Program Mamangun Tuntang Mahaga Lewu (PM2L). PM2L melaksanakan kegiatan kegiatan pembangunan/pengembangan desa untuk membangun perekonomian desa desa tersebut, sehingga nantinya mampu menjadi penggerak perekonomian bagi desa desa lain di sekitarnya. Adapun desa yang telah dilaksanakan PM2L dari tahun 2010 2013 :
1. Tahun 2010 : Jemuat, Nanuah, Nanga Kemujan
2. Tahun 2011 : Riam Panahan, Sepoyu, Riam Tinggi
3. Tahun 2012 : Belibi, Tangga Batu, Batu Tunggal
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 105