BPS PROVINSI LAMPUNG
No. 10/02/18.Th.IV, 5 Februari 2014
INDEKS TENDENSI KONSUMEN PROVINSI LAMPUNG
TRIWULAN IV 2013 DAN PERKIRAAN TRIWULAN I 2014
INDEKS TENDENSI KONSUMEN LAMPUNG TRIWULAN IV-2013 SEBESAR 109,54
A. Penjelasan Umum
Indeks Tendensi Konsumen (ITK) merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang. ITK dihasilkan oleh Badan Pusat Statistik melalui Survei Tendensi Konsumen (STK) dan dilakukan secara berkala setiap triwulan. Melalui ITK dapat diketahui perkembangan ekonomi terkini secara triwulan. Responden STK merupakan sub-sampel dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) khusus di daerah perkotaan. Pemilihan sampel dilakukan secara panel antar triwulan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan persepsi konsumen antar waktu. Dengan adanya perluasan sampel, nilai ITK dapat disajikan sampai level provinsi. Upaya ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan data yang semakin beragam hingga tingkat regional (spasial antar provinsi).
B. Kondisi Ekonomi Konsumen Triwulan IV-2013
Nilai ITK Provinsi Lampung Triwulan IV-2013 sebesar 109,54. Hal ini menunjukkan kondisi
ekonomi konsumen Lampung pada Triwulan IV-2013 meningkat dibanding triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme konsumen triwulan ini menurun dibanding triwulan sebelumnya (nilai ITK sebesar 110,32).
Membaiknya kondisi ekonomi Lampung diantaranya tercermin dari peningkatan pendapatan rumah
tangga, rendahnya pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi dan peningkatan konsumsi beberapa komoditi makanan, makanan jadi dan bukan makanan.
1.
Indeks Tendensi Konsumen (ITK) TRIWULAN IV-2013
Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Lampung pada Triwulan IV-2013 adalah 109,54. Nilai ini berarti kondisi ekonomi konsumen meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya.Tingkat optimisme konsumen menurun dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 110,32. Hal ini terutama disebabkan oleh naiknya pendapatan rumah tangga di Triwulan III-2013 (nilai indeks 111,23) , kurang/rendahnya pengaruh inflasi yang dirasakan oleh masyarakat terhadap tingkat konsumsi (nilai indeks 108,27) dan adanya peningkatan konsumsi beberapa komoditi bahan makanan, makanan jadi dan bukan makanan (nilai indeks 107,15)
Tabel 1
Indeks Tendensi Konsumen Provinsi Lampung dan Nasional Triwulan III dan IV-2013
Variabel Pembentuk ITK Provinsi Lampung ITK Nasional
Triwulan III-2013 Triwulan IV-2013 Triwulan III-2013 Triwulan IV-2013
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Pendapatan rumah tangga 110,82 111,23 112,05 110,80 2. Kaitan inflasi dengan konsumsi
makanan sehari-hari 107,38 108,27 109,70 108,34
3. Tingkat konsumsi beberapa komoditi makanan (daging, ikan, susu, buah-buahan, dll.) dan bukan makanan (pakaian, perumahan, pendidikan, transportasi, kesehatan, rekreasi)
112,91 107,15 114,96 108,54
Indeks Tendensi Konsumen 110,32 109,54 112,02 109,64
Merujuk pada Tabel 1, peningkatan kondisi ekonomi konsumen Provinsi Lampung sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kondisi ekonomi konsumen di tingkat nasional yang memiliki indeks sebesar 109,64. Meningkatnya kondisi ekonomi konsumen di tingkat nasional ini didukung oleh adanya peningkatan kondisi ekonomi konsumen di seluruh provinsi di Indonesia dimana 17 provinsi diantaranya memiliki nilai indeks di atas indeks nasional. Provinsi yang memiliki nilai ITK tertinggi adalah Bali (nilai ITK sebesar 115,03) disusul DKI 113,55. Sebaliknya, Provinsi Riau tercatat memiliki nilai ITK terendah yaitu sebesar 105,06. Perbandingan nilai ITK Triwulan IV-2013 Provinsi Lampung dan Nasional dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1. Perbandingan ITK Provinsi Lampung dan Nasional Triwulan IV-2013 menurut Variabel Pembentuknya
Perbaikan kondisi ekonomi konsumen diharapkan dapat terus berlangsung pada tahun mendatang, sehingga roda perekonomian di Provinsi Lampung dapat terus berjalan dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat.
Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2014
Nilai ITK Provinsi Lampung pada Triwulan I-2014 diperkirakan sebesar 108,22. Hal ini berarti tingkat optimisme konsumen triwulan mendatang diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sekarang. Optimisme konsumen diperkirakan meningkat akibat meningkatnya pendapatan
111,23 108,27 107,15 109,54 110,8 108,34 108,54 109,64 85 90 95 100 105 110 115
Pendapatan Ruta kini Pengaruh INF terhadap konsumsi
Konsumsi Makanan dan non makanan
ITK Total
Tabel 2
Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2014 Provinsi Lampung dan Nasional
Variabel Pembentuk ITK Provinsi Lampung ITK Nasional
Triwulan I 2014 Triwulan I 2014
(1) (2) (3)
1. Perkiraan pendapatan rumah tangga
mendatang 109,02 108,36
2. Rencana pembelian barang-barang tahan lama (TV, VCD/DVD player, Radio, Tape/Compo, komputer, HP, mebelair, kompor/tabung gas, kulkas, mesin cuci, oven/microwave, AC, perhiasan berharga, kendaraan bermotor)
106,78 104,12
Indeks Tendensi Konsumen 108,22 106,84
Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen di Triwulan I-2014 terjadi di seluruh Indonesia. Prediksi tersebut didukung oleh optimisme konsumen bahwa pendapatan rumahtangga dan rencana pembelian barang tahan lama akan meningkat pada Triwulan I-2014. Provinsi Bali dan DKI Jakarta memiliki perkiraan nilai ITK tertinggi pada Triwulan I-2014 dengan nilai perkiraan ITK masing-masing sebesar 109,40 dan 109,39. Sebaliknya, Provinsi Aceh tercatat memiliki perkiraan nilai perkiraan ITK terendah, yaitu sebesar 103,80. Perbandingan ITK tingkat nasional dan provinsi dapat dilihat pada Tabel 3.
Gambar 2. Perbandingan Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2014 Lampung dan Nasional menurut Variabel Pembentuknya
109,02 106,78 108,22
108,36
104,12
106,84
85 90 95 100 105 110 115 Perkiraan pendapatan rumah tangga mendatangRencana pembelian barang-barang tahan lama
ITK Total
Tabel 3.
Indeks Tendensi Konsumen (ITK)1) Triwulan III-2012 - Triwulan IV-2013 dan Perkiraan ITK2 Triwulan I-2014 Provinsi dan Nasional
No. Provinsi 2012 2013 ITK Triwulan I-20142) Triwulan III Triwulan IV Triwulan I Triwulan II ITK Triwulan III ITK Triwulan IV (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1. Aceh 107,21 106,62 104,77 105,05 110,27 107,14 103,80 2. Sumatera Utara 109,49 108,11 106,00 107,33 110,62 109,27 104,52 3. Sumatera Barat 112,04 105,30 105,33 107,48 113,40 109,56 104,88 4. R i a u 112,29 107,61 104,47 107,79 112,61 105,06 104,90 5. J a m b i 109,14 103,10 102,89 106,70 112,33 107,07 106,50 6. Sumatera Selatan 111,11 107,30 105,56 108,06 111,63 110,21 107,84 7. Bengkulu 111,65 107,28 104,29 107,78 110,65 106,00 105,04 8. Lampung 108,32 101,91 102,42 106,32 110,32 109,54 108,22 9. Kep. Bangka Belitung 110,91 108,59 103,25 107,54 110,62 106,76 106,56 10. Kep. R i a u 110,78 109,70 104,41 109,44 112,36 112,03 108,28 11. DKI Jakarta 114,72 112,35 108,32 110,87 118,09 113,55 109,39 12. Jawa Barat 110,72 107,88 104,14 107,75 113,53 110,04 107,02 13. Jawa Tengah 111,29 107,70 104,68 108,14 113,46 108,08 106,15 14. D.I. Yogyakarta 112,90 109,21 106,13 110,47 116,23 112,11 109,02 15. JawaTimur 111,85 107,51 105,50 108,07 114,17 108,67 106,62 16. Banten 110,15 108,24 108,34 110,93 115,36 110,05 108,66 17. B a l i 114,92 113,02 107,50 111,69 115,67 115,03 109,40 18. Nusa Tenggara Barat 111,95 111,37 105,12 107,25 109,85 107,86 106,44 19. Nusa Tenggara Timur 107,11 110,06 101,53 106,35 108,18 107,54 103,90 20. Kalimantan Barat 111,70 108,86 106,12 108,12 114,58 111,47 108,54 21. Kalimantan Tengah 110,76 109,05 105,01 107,54 109,76 109,19 106,56 22. Kalimantan Selatan 110,93 107,45 106,46 107,91 109,94 105,74 104,16 23. Kalimantan Timur 115,23 109,95 107,13 109,21 113,71 112,29 109,09 24. Sulawesi Utara 113,08 113,72 105,85 109,38 109,50 112,23 105,93 25. Sulawesi Tengah 111,18 109,23 102,51 107,50 109,89 109,75 108,75 26. Sulawesi Selatan 112,84 109,04 105,46 108,07 111,84 110,11 108,27 27. Sulawesi Tenggara 111,87 107,79 102,18 107,62 114,52 108,57 106,92 28. Gorontalo 110,38 110,73 105,17 108,04 112,73 110,47 108,08 29. Sulawesi Barat 111,80 110,44 104,04 107,95 111,10 107,68 105,56
Keterangan lebih lanjut hubungi : Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik
Up. Budi Cahyono, S.Si, M.M.
Telp. (0721) 482909 Email: [email protected] atau