• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model Pembelajaran Penelitian Ilmiah dan (28)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Model Pembelajaran Penelitian Ilmiah dan (28)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Model Pembelajaran Penelitian Ilmiah dan Latihan Penelitian

Rahmatia (1506948)

Teknologi Pendidikan FIP

[email protected]

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang meliputi guru dan siswa yang saling bertukar informasi. Menurut Supriadie & Dermawan, berpendapat bahwa pembelajaran memiliki dua dimensi kegiatan yaitu belajar dan mengajar. Tujuan dari pembelajaran itu sendiri adalah terjadinya perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi oleh peserta ddik setelah menikuti kegiatan pembelajaran.

Menurut Joyce, Weil dan Calhoun (2009, hlm. 194) berpendapat bawa inti dari model pembelajaran penelitian ilmiah pada intinya melibatkan peserta didik secara langsung dalam masalah penelitian yang benar-benar orisinil dengan cara menghadapkan mereka pada bidang investigasi. Juga membantu mereka mengidentifikasi masalah konseptual atau metodologis dalam bidang tersebut dan mengajak mereka untuk merancang cara-cara memecahkan masalah. Dengan metode ini peserta didik mampu mengetahui bagaimana menganalisis masalah serta cara penyelesaiannya dengan dasar pemikiran ilmiah.

Latihan penelitian dikembangkan oleh Richard Suchman yang bertujuan untuk mengajarkan peserta didik tentang proses dalam meneliti dan menjelaskan fenomena asing. Model ini melibatkan peserta didik dalam versi-versi kecil tentang jenis-jenis prosedur yang digunakan oleh para sarjana untuk mengolah pengetahuan dan memperoleh prinsip-prinsip. Didasarkan para konsepsi metode ilmiah, metode ini mencoba mengajarkan siswa beberapa keterampilan yang berbasis pada ilmu pengetahuan. (Joyce, Weil dan Calhoun. thn2009, hlm. 200).

(2)

Daftar Isi

Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E.. (2009). Models of teaching eight edition. USA: Pearson Education Inc.

Referensi

Dokumen terkait

Cara penyajian bahan melalui advanced organizer memiliki tiga tahap kegiatan (Joyce, & Weil, 1986; Joyce, Weil, & Showers, 1992). Ketiga tahap tersebut adalah sebagai

Menurut Joyce dan Weil (dalam Rusman, 2013, hlm. 133) “Model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana

Sikap individu terhadap perkembangan dan perubahan juga termasuk di dalam framework dari sistem konseptual (Joyce, Weil, & Calhoun, 2009) (Barker 2012). Individu sering kali

Joyce & Weil (1980:1) berpendapat bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran

Bruce Joyce, Marsha Weil, dan Emily Calhoun (2009: 31) mengemukakan bahwa model pembelajaran dibagi ke dalam empat kelompok diantaranya adalah: Kelompok Model Pembelajaran

Hal ini sejalan dengan teori model pem- belajaran menurut Joyce, Weil dan Calhoun (2011) bahwa dengan menggunakan model guru dapat membantu peserta didik untuk mendapatkan

Joyce & weil berpendapat bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang),

Model latihan penelitian memiliki lima langkah pembelajaran (Joyce & Weil, 1980), yaitu: (1) menghadapkan masalah (menjelaskan prosedur penelitian,