• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAILY RESEARCH. Market Preview. Jumat, 19 September 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAILY RESEARCH. Market Preview. Jumat, 19 September 2014"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)



Transaksi valas mulai diperketat.



Sampoerna Agro akan beternak sapi di kebun sawit.



PTPP targetkan IPO anak usaha Rp 1,7 triliun.



Alam Sutera targetkan recurring income US$ 50 juta.

DAILY RESEARCH

Statistics

Highlight

Opening Today Nikkei AORD

 Change  

 

 

Market Preview

I

HSG kemarin melanjutkan tren

penguatannya berhasil ditutup

di atas level 5200 yakni di

5208,142 menguat 19,958 poin

(0,38%). Pasar digerakkan oleh

sentimen positif global menyusul

hasil pertemuan FOMC yang

akan mempertahankan kebijakan

bunga rendah pada level saat ini.

Sebelumnya

pasar

saham

merespon positif langkah bank

s e n t r a l

C h i n a

y a n g

menggelontorkan dana hingga

USD81

miliar

ke

sektor

perbankan di sana untuk

mendorong

pertumbuhan

ekonomi negara tersebut.

Penguatan IHSG kemarin

terutama ditopang aksi beli atas sejumlah saham unggulan yang

bergerak di sektor perbankan. Maraknya aksi beli atas saham emiten

bank terutama dipicu respon positif atas ditandatanganinya

kesepakatan kontrak transaksi lindung nilai (hedging) oleh pemerintah,

BPK, dan BI. Kontrak transaksi lindung nilai ini akan memberikan ruang

bagi BUMN untuk tidak lagi membeli valas di spot market sehingga bisa

mengurangi tekanan terhadap permintaan dolar.

Sedangkan bagi perbankan akan meningkatkan transaksi lindung

nilai BUMN sehingga memberikan keuntungan bagi bisnis perbankan.

Sementara Wall Street tadi malam melanjutkan tren bullish menguat

untuk tiga sesi perdagangan terakhir. Indeks DJIA dan S&P

masing-masing menguat 0,64% dan 0,49% ditutup di 17265,99 dan 2011,36.

Penguatan ini merupakan cermin optimisme pasar The Fed akan

mempertahankan kebijakan ‘uang murah’ dalam waktu yang lebih lama

dari yang diperkirakan sebelumnya menyusul data inflasi AS yang

rendah. Inflasi AS Agustus turun 0,2% dari bulan sebelumnya naik 0,1%.

Pasar saham global yang kondusif tersebut akan memberikan

ruang penguatan lanjutan bagi pergerakan IHSG pada perdagangan

akhir pekan ini. IHSG diperkirakan akan kembali melanjutkan penguatan

dengan menguji resisten di 5250. Sedangkan level support saat ini di

5175.

IHSG : S1 5175 S2 5150 R1 5225 R2 5250

Index Last Chg % DJIA  17265.99  109.14   0.64   S&P 500  2011.36  9.79   0.49   FTSE 100  6819.29  38.39   0.57   CAC 40  4464.70  33.29   0.75   DAX  9798.13  136.63   1.41   NIKKEI 225  16201.59  185.57   1.16   HANGSENG  24168.72  (207.69)  (0.85)  STI  3297.29  (4.03)  (0.12)  SHENZHEN  1279.43  8.09   0.64   SHANGHAI  2315.93  8.04   0.35   Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel)  93.05  (0.99)  (1.05)  CPO (RM/M.T)  2145.00  1.00   0.05   Gold (USD/T.oz)  1230.70  9.20   0.75   Nikel (USD/M.T  18000.00  0.00   0.00   Timah (USD/M.T)  21090.00  85.00   0.40   Coal (USD/M.T)  66.60  0.10   0.15   Exchange Rates Chg % IDR/USD  12025.00  49.00   0.41   USD/EUR  1.289  0.00   0.31   JPY/USD  109.39  0.83   0.77   IDR/SGD  9477.72  36.50   0.39   IDR/AUD  10731.28  0.28   0.00   TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE  47.51  2857  (0.11)  (0.23) 

Top Gainers IDR % Chg

TARA‐W  192  30   44 

BMSR  179  19   29 

RAJA  1,400  17   200 

MGNA‐W  44  16   6 

SMRU‐W  94  15   12 

Top Losers IDR % Chg

CFIN‐W  4  (20.00)  (1) 

INVS  815  (8.90)  (80) 

SONA  4,100  (8.80)  (395) 

PDES  170  (8.10)  (15) 

SIAP  230  (8.00)  (20) 

Top Value IDR % (miliar) BBRI  10,500  1.00   786 B  TLKM  2,875  0.90   435 B  BBNI  5,825  3.60   353 B  BBCA  12,550  2.40   338 B  ASII  7,375  1.40   283 B  Top Volume IDR % (juta)

BRAU  148  6.50   305.981  PWON  409  (0.50)  280.681  CPGT  107  (3.60)  257.997  ENRG  95  (2.10)  236.710  SRIL  132  (2.90)  227.981  IHSG 5,208.14 Change 19.96 Change (%) 0.38 Change (%/ytd) 20.65

Total Value (IDR triliun) 6.288 Total Volume (miliar saham) 6.079 Net Foreign Buy (IDR miliar) (679.000)

(2)

News Update

2



Transaksi valas mulai diperketat. Ruang gerak spekulan pada transaksi tunai valuta asing (valas) semakin sempit. Bank Indo-nesia (BI) merilis beleid baru transaksi valas yang mempersempit peluang spekulasi valuta serta menjaga stabilitas rupiah. Salah satunya, PBI No.16/16/PBI/2014 tentang Transaksi Valas antara Bank dengan Pihak Domestik. Ada dua poin penting beleid ini. Pertama, pembelian valas terhadap rupiah oleh nasabah melalui bank di transaksi spot dan derivatif di atas US$ 100.000 per bulan per nasabah, wajib menggunakan underlying. Kedua, penjualan valas terhadap rupiah oleh nasabah melalui bank di transaksi derivatif forward atau option di atas US$ 1 juta per transaksi per nasabah, juga wajib menggunakan underly-ing. Sedangkan, transaksi valas antara bank dengan pihak asing diatur dalam PBI No.16/17/PBI/2014. Yang berbeda dengan PBI yang mengatur antara bank dengan pihak domestik terletak pada jenis transaksinya. Asing hanya wajib menyertakan un-derlying jika membeli dollar AS di atas US$ 100.000 melalui pasar spot. Sementara transaksi beli atau jual melalui transaksi derivatif masih boleh hingga US$ 1 juta. Aturan sebelumnya cuma mengatur transaksi pembelian. Sedangkan transaksi jual beli valas oleh asing via transaksi derivatif tidak diatur. Catatan saja, kewajiban menyertakan aset dasar ini hanya berlaku bagi tran-saksi antara bank dengan nasabah dan pihak asing. Trantran-saksi antar bank, serta antara bank dengan BI boleh tanpa menyerta-kan aset dasar. Semua ketentuan ini berlaku mulai 10 November 2014. Agus Martowardojo, Gubernur BI, kemarin (18/9), men-yatakan, aturan ini bertujuan membantu BI dalam mendeteksi ketersediaan valas secara riil, serta menekan spekulasi. Ujungnya, ketahanan rupiah pun bisa terjaga.(Kontan Online)



Sampoerna Agro akan beternak sapi di kebun sawit. PT Sampoerna Agro Tbk berencana melakukan integrasi kebun sawit dengan peternakan sapi. Perusahaan dengan kode emiten SGRO ini tengah menyiapkan model integrasi kebun sawit dengan peternakan sapi. Head of Investor Relations Sampoerna Agro Michael Kesuma mengatakan, untuk mengembangkan peterna-kan sapi di kebun sawit, pihaknya apeterna-kan menggandeng petani plasma di kebunnya. "Kami siappeterna-kan lahannya tapi berapa be-sarnya belum kami tetapkan sambil masih menunggu UU Perkebunan," ujar Micahel. Sekedar informasi, perseroan ini mengel-ola 120.000 hektar e(ha) luas lahan sawit. Selain itu, perseroan sedang melakukan persiapan empat varian baru bibit unggul. Keempat benih akan menggunakan nama DxP Sriwijaya Semi Clone. Sehingga total benih unggulan Sampoerna Agro menca-pai 10 benih unggulan. Seperti diketahui, dalam revisi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan akan segera diketok pada 29 September 2014 mendatang, salah satu substansi penting yang akan dimasukan dalam UU Perkebu-nan antara lain integrasi kebun sawit dengan peternakan sapi. (Kontan Online)



PTPP targetkan IPO anak usaha Rp 1,7 triliun. Niat PT PP Tbk (PTPP) untuk melepas kepemilikan saham di PT PP Properti melalui penawaran perdana (IPO) saham makin mantap. Bahkan, nilai target emisi mengalami kenaikan dari target sebelumnya. Tumiyana, Direktur Keuangan PTPP mengatakan, jumlah saham yang akan dilepas berkisar 20%-33%. Target dana yang ingin dijaring mencapai Rp 1,5 triliun hingga Rp 1,7 triliun. Angka ini lebih tinggi dari nilai yang diproyeksikan sebelumnya. Mana-jemen PTPP pernah bilang, target dana yang ingin diraup sekitar Rp 1,3 triliun hingga Rp 1,5 triliun. Adapun, jumlah saham yang akan dilepas sekitar 20% sampai 23%. Dana hasil IPO ini akan digunakan untuk menambah landbank anak usaha proper-tinya itu. Saat ini, PP Properti memiliki landbank sebesar 56 hektare (ha) yang bisa digarap selama 10 tahun mendatang. Selain untuk menambah landbank, rencananya dana IPO itu akan digunakan untuk menggarap proyek-proyek yang dikerjakan PP Properti. Manajemen PP Properti tengah melakukan seleksi penjamin emisi (underwriter). Aksi korporasi ini diharapkan bisa terealisasi pada kuartal I-2015. Adapun, laporan keuangan September 2014 akan digunakan sebagai dasar valuasi. Ren-cananya, saham IPO PP Properti tidak hanya ditawarkan di dalam negeri, melainkan juga ke luar negeri alias global offering. Sebelumnya, Tumiyana menuturkan, aset PP Properti ketika IPO ditaksir mencapai Rp 10 triliun. Kini, aset PP Properti masih Rp 1,8 triliun. Peningkatan yang signifikan ini diperoleh dari sejumlah proyek-proyek properi yang kini sedang digarap. Proyek-proyek itu antara lain Grand Kemala Lagoon di Bekasi, Gran Sungkono Lagoon di Surabaya, dan apartemen Gunung Putri Square di Bogor. (Kontan Online)



Alam Sutera targetkan recurring income US$ 50 juta. PT Alam Sutera Tbk (ASRI) berencana terus meningkatkan penda-patan berkelanjutan atau recurring income. ASRI menargetkan recurring income bisa mencapai US$ 50 juta tahun 2017 men-datang. Sekretaris Perusahaan ASRI Hendra Kurniawan mengatakan, perolehan recurring income perseroan nantinya akan diperoleh dari Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) sebesar Rp 200 miliar, bisnis mall Rp 120 - Rp 150 miliar, proyek perkantoran The Tower Rp 100 miliar, dan proyek-proyek lain sekitar 50 miliar. Sebagai gambaran, tahun ini Hendra mengata-kan recurring income ASRI baru sebesar Rp 250 miliar. Perolehan dari GWK sekitar Rp 100 miliar, mall Rp 120 miliar, dan lain-lain sekitar Rp 30 miliar. ASRI sudah berencana untuk terus mengembangkan GWK sehingga menarik lebih banyak pengunjung tiap tahunnya. Sementara proyek The Tower sendiri ditargetkan selesai pada akhir 2016. Tahun ini, ASRI mengandalkan penda-patan dari kawasan komersial dan residensial. Marketing sales ASRI hingga Agustus 2014 sebesar Rp 3,3 triliun berasal pen-jualan komersial sebesar 62% dan residensial 32%. Meski demikian ASRI optimis bisa mencapai marketing sales Rp 5 triliun tahun ini. (Kontan Online)



Holcim kantongi pinjaman Rp 2 triliun. Untuk melancarkan bisnisnya, PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) tengah membu-tuhkan pendanaan eksternal. Di kuartal keempat mendatang, SMCB akan menarik pinjaman sebesar Rp 2 triliun. Kebutuhan pendanaan tersebut akan diperoleh dari pinjaman beberapa bank lokal dan asing. Adapun, tenor yang diincar yakni tiga sam-pai empat tahun. Rencananya, SMCB akan menggunakan Rp 1,2 triliun dari pinjaman itu untuk pembiayaan kembali atau refi-nancing. SMCB tercatat memiliki utang jangka pendek Rp 900,96 miliar. Kemudian, utang jangka panjangnya adalah Rp 2,62 triliun. Kemudian, Rp 800 miliar akan dipakai sebagai tambahan belanja modal atau capital expenditure (capex) 2015. Namun, Kent tak mau menjelaskan berapa kebutuhan capex SMCB tahun depan. (Kontan Online)

(3)

Stock Picks

3

ASII 7250-7550.

Pergerakan harga saham Astra Internasional Tbk (ASII) kemarin berhasil ditutup di atas

resisten sederhanya di Rp7350 yakni di Rp7375. Secara technical peluang penguatan akan berlanjut menguji

resisten di Rp7550 setelah pergerakannya kemarin membentuk pola hammer di area downtrend

mengindikasikan sinyal bullish reversal. Resiko pergerakan harga sahamnya saat ini adalah tren pelemahan

rupiah atas dolar AS yang sudah menembus level Rp12000. Sedangkan dari sisi kinerja, saat ini kinerja

perseroan menghadapi sejumlah tantangan seperti ketatnya persaingan di pasar otomotif domestik di

tengah pengetatan likuiditas yang dijalankan oleh bank sentral. Di sisi lain harga komoditas kembali

melemah memasuki kuartal tiga tahun ini turut mempengaruhi bisnis anak usahanya seperti AALI dan UNTR.

Meskipun menghadapi sejumlah tantangan, laba perseroan tahun ini diperkirakan masih bisa tumbuh double

digit. Pendapatan bersih perseroan tahun ini diproyeksikan mencapai Rp214,37 triliun atau tumbuh 10,6%

(yoy). Hingga 1H14 pendapatan bersih perseroan mencapai 47,37% dari proyeksi tahun ini atau mencapai

Rp101,53 triliun tumbuh 7,68% (yoy). Sedangkan laba bersih tahun ini diproyeksikan tumbuh 10,4%

mencapai Rp21,44 triliun. Hingga 1H14 laba bersih mencapai 45,71% dari proyeksi tahun ini atau mencapai

Rp9,81 triliun tumbuh 11,22% (yoy). EPS proyeksi tahun ini sebesar Rp529,5. Pada harga Rp7375 saham ASII

ditransaksikan dengan PE 13,9x (E/14). Harga saham perseroan berpeluang ditransaksikan dengan rata-rata

PE 16x sesuai dengan industrinya. Dengan asumsi PE 16x harga saham ASII berpeluang menuju Rp8472, atau

memiliki ruang penguatan 15% dari harga saat ini. Katalis pergerakan harganya dalam waktu dekat adalah

rencana pembagian dividen interim tahun buku 2014 sebesar Rp64/saham. Trading Buy, SL 7200

(4)

Stock Picks

4

TINS 1270-1345.

Harga Timah Tbk (TINS) dalam tiga sesi perdagangan terakhir berhasil rebound setelah

menyentuh support kuat di Rp1250(11/9). Namun pergerakan harga sahamnya masih dalam tren konsolidasi

dan kemarin kembali ditutup di Rp1295. Di tengah tren pelemahan rupiah atas dolar AS, yang telah

menembus Rp12000, saham berbasiskan pendapatan dolar AS menjadi alternatif pilihan pelaku pasar. Resiko

pergerakan harga saham tambang logam saat ini adalah pelemahan harga komoditasnya seiring dengan

penguatan dolar AS. Saat ini harga timah di pasar dunia ditransaksikan di USD21185/MT, sudah terkoreksi

11% dari harga tertinggi tahun ini di USD23872/MT (24/4). Namun koreksi harga timah dunia saat ini bersifat

sementara mengingat dominasi Indonesia sebagai suplai timah terbesar dunia selain China. Di sisi lain

permintaan cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya populasi penduduk dunia dan

perkembangan ekonomi global. Produksi timah dunia tahun depan diperkirakan 334 ribu ton sedangkan

konsumsi dunia mencapai 349 ribu ton, atau mengalami defisit 15 ribu ton. Produksi timah Indonesia tahun

depan diperkirakan mencapai 70 ribu ton. Pemerintah juga berkeinginan mengatur kembali tata niaga

ekspor timah yang sebelumnya sudah dimulai sejak Agustus tahun lalu. Pemerintah akan revisi kebijakan

ekspor timah yang berlaku awal tahun depan. Dalam Permendag No 44/M-DAG/PER/7/2014 tentang ekspor

timah, pemerintah akan memperketat pemberian izin ekspor termasuk pada produk yang selama ini dibilang

hilir. Dalam revisi peraturan tersebut akan diatur tata niaga ekspor timah dalam bentuk batangan dan non

batangan. Kebijakan tata niaga ini dapat menjaga kestabilan harga timah dunia. Tahun ini manajemen

menargetkan pendapatan tumbuh 20% menjadi berkisar Rp7 triliun dari 2013 sebesar Rp5,8 triliun.

Sedangkan laba bersih diperkirakan tumbuh 20% berkisar Rp618 miliar. Dengan proyeksi laba bersih 2014

Rp618 miliar berarti EPS 2014 diperkirakan Rp83. Harga saham TINS berpeluang ditransaksikan dengan PE

19x atau mencapai Rp.1577, punya ruang penguatan 21,8% dari harga saat ini di Rp1295. Dari sisi technical

saat ini support di Rp1270 hingga Rp1290 dan resisten di Rp1345 hingga Rp1370. Maintain Buy, SL 1260

Jumat, 19 September 2014

(5)

5

BDMN 3770-3900.

Setelah lama bergerak di area downtrend kemarin harga saham Bank Danamon Tbk (BDMN) berhasil

rebound terbatas ditutup di Rp.3800 menembus level Rp3770 yang menjadi resisten sederhananya pekan ini. Peluang

penguatan lanjutan akan menguji resisten di Rp3900 sedangkan level support di Rp3770. Harga saham BDMN saat ini

relatif murah baik secara technical maupun fundamental di tengah iklim pasar saham yang bergerak bullish. Tahun ini

harganya sempat ditransaksikan di level tertinggi di Rp4650 (10/4) dan terendah di Rp3590 (9/1). Sepanjang tahun ini

pergerakan harga saham BDMN cenderung tertinggal ketimbang pergerakan saham perbankan lainnya yang rata-rata

menguat 33% seiring pasar yang tengah bullish. Salah satu faktornya terutama akibat kinerja usaha yang menghadapi

penurunan. Laba perseroan hingga paruh pertama 2014 (1H14) turun 25%. Pelemahan kinerjanya tahun ini

mencerminkan perseroan terkena dampak negatif dari kebijakan pengetatan likuiditas Bank Indonesia (BI) seperti

tercermin dari perlambatan pertumbuhan kredit yang hanya 12,7% dibandingkan rata-rata industri yang tumbuh 17%

sepanjang 1H14. Sedangkan biaya dana meningkat akibat porsi DPK yang didominasi simpanan berjangka yang berbiaya

tinggi mencapai 56% dari total DPK. Ini membuat pendapatan bunga bersih perseroan hanya tumbuh tipis 0,9% jauh

dibawah rata-rata industri yang tumbuh 16,42%. Di tengah kebijakan uang ketat yang berlangsung saat ini, perseroan

berhasil mengelola resiko aset kredit tercermin dari rasio NPL gross turun menjadi 2,23% dari 2,62%. Meskipun kinerja

perseroan menghadapi sejumlah tantangan tahun ini, namun harga sahamnya saat ini secara valuasi relatif murah karena

hanya ditransaksikan dengan PBV 1x dibandingkan rata-rata emiten bank saat ini ditransaksikan dengan PBV 2,3x. Harga

saham BDMN kami perkirakan berpeluang ditransaksikan dengan PBV 1,4x merujuk pada rata-rata harga sahamnya

tahun lalu. Pada PBV 1,4x harga saham BDMN berpeluang mencapai Rp5070 atau punya ruang penguatan 33,4% dari

harga saat ini di Rp3800. Secara technical harga sahamnya saat ini berada di area support berusaha keluar dari rentang

konsolidasinya. Level resisten terdekat saat ini di kisaran Rp3900. Maintain Buy, SL Rp3700

Stock Picks

Jumat, 19 September 2014

Saham Pilihan

BBTN 1110-1170 TB, SL 1070

BBRI 10400-10600 Buy, SL 10250

BBNI 5700- 5950 TB, SL 5550

AALI 23700-24700 Buy, SL 23000

MNCN 3050-3175 TB, SL 2950

LSIP 1890-1970 TB, SL 1800

UNTR 20500-21500 TB, SL 20300

(6)

Stock View

6

Jumat, 19 September 2014

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE

IHSG 

5208.14  5220.84  5233.53  5191.19  5174.23 

               PERKEBUNAN AALI  23850  24,200.00  24,550.00  23,350.00  22,850.00  3,725,866.00  36.80  485.51  114.55  12.28  BWPT  955  955.00  955.00  955.00  955.00                LSIP  1905  1,923.33  1,941.67  1,883.33  1,861.67  1,279,973.00  40.33  32.78  122.48  14.53  SGRO  2135  2,180.00  2,225.00  2,110.00  2,085.00  649,627.93  10.94  29.32  141.04  18.20  SIMP  850  858.33  866.67  843.33  836.67  3,171,052.00  2.40  12.14  92.44  17.50  UNSP  50  50.00  50.00  50.00  50.00  659,213.38  36.97  21.64  ‐571.51  0.58 

PERTAMBANGAN BATU BARA

ADRO  1290  1,318.33  1,346.67  1,273.33  1,256.67  9,632,947.40  33.83  45.68  269.20  7.06  BORN  97  97.00  97.00  97.00  97.00                BRAU  148  154.33  160.67  140.33  132.67                BUMI  189  190.67  192.33  187.67  186.33  9,572,406.53  4.50  191.78  ‐751.57  0.25  DEWA  50  50.00  50.00  50.00  50.00  631,292.51  8.52  ‐0.52  ‐77.95  ‐23.93  HRUM  2100  2,120.00  2,140.00  2,090.00  2,080.00  1,460,386.97  ‐32.82  45.54  81.61  11.53  ITMG  26775  27,258.33  27,741.67  26,533.33  26,291.67  5,742,974.57  5.02  968.54  ‐299.21  6.91  PTBA  12975  13,083.33  13,191.67  12,883.33  12,791.67  3,093,648.00  11.39  232.76  8.74  13.94  PTRO  1225  1,245.00  1,265.00  1,215.00  1,205.00  929,699.70  5.15  23.76  ‐67.39  12.89 

PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI

BIPI  127  128.00  129.00  126.00  125.00  999,850.63  1,185.87  4.39  5,114.26  7.23  ELSA  665  676.67  688.33  656.67  648.33  918,296.00  ‐12.25  7.42  56.06  22.40  ENRG  95  97.00  99.00  94.00  93.00  2,210,590.04  27.13  4.86  2,610.69  4.88  ESSA  3300  3,348.33  3,396.67  3,273.33  3,246.67  126,590.83  22.89  42.71  28.12  19.32  MEDC  3480  3,515.00  3,550.00  3,450.00  3,420.00  2,303,371.50  7.08  122.83  131.12  7.08 

PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA

ANTM  1145  1,155.00  1,165.00  1,135.00  1,125.00                INCO  4145  4,188.33  4,231.67  4,113.33  4,081.67  2,430,306.44  ‐3.23  20.62  ‐33.11  50.26  TINS  1295  1,311.67  1,328.33  1,286.67  1,278.33                SEMEN INTP  23625  23,708.33  23,791.67  23,533.33  23,441.67  4,499,774.00  6.65  289.47  ‐7.03  20.40  SMCB  2695  2,735.00  2,775.00  2,675.00  2,655.00  2,356,126.00  9.11  42.23  75.57  15.96  SMGR  16425  16,458.33  16,491.67  16,358.33  16,291.67  6,177,992.74  11.44  219.66  5.39  18.69 

LOGAM DAN SEJENISNYA

GDST  89  90.33  91.67  87.33  85.67  333,609.60  28.88  2.97  59.01  7.49  JPRS  254  256.67  259.33  251.67  249.33  158,603.63  98.78  6.50  ‐0.37  9.77  KRAS  475  481.67  488.33  468.67  462.33  5,240,035.36  ‐12.47  ‐33.57  ‐698.77  ‐3.54  PAKAN TERNAK CPIN  4180  4,261.67  4,343.33  4,126.67  4,073.33  6,719,521.00  19.02  40.34  ‐7.84  25.91  JPFA  1325  1,375.00  1,425.00  1,300.00  1,275.00  5,674,518.00  14.33  4.97  ‐72.07  66.70 

OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA

ASII  7375  7,408.33  7,441.67  7,308.33  7,241.67  49,821,000.00  6.73  116.76  9.68  15.79  GJTL  1675  1,686.67  1,698.33  1,666.67  1,658.33  3,199,668.00  5.32  96.23  ‐2.66  4.35 

INDUSTRI BARANG KONSUMSI

ICBP  11225  11,333.33  11,441.67  11,083.33  10,941.67  7,355,089.00  21.44  0.12  6.96  24.94  INDF  7100  7,133.33  7,166.67  7,033.33  6,966.67  16,365,578.00  27.30  156.42  90.13  11.35  MYOR  29050  29,100.00  29,150.00  29,025.00  29,000.00  3,498,158.85  30.25  133.69  ‐45.72  54.32  ROTI  1205  1,216.67  1,228.33  1,196.67  1,188.33  464,595.48  27.03  12.10  9.45  24.90  GGRM  56550  57,200.00  57,850.00  55,700.00  54,850.00  15,670,252.00  23.99  736.58  35.34  19.19  INAF  166  167.33  168.67  165.33  164.67  155,073.95  25.62  ‐12.39  250.04  ‐3.35  KAEF  1205  1,216.67  1,228.33  1,196.67  1,188.33  867,027.74  8.45  4.21  ‐4.38  71.60  KLBF  1670  1,678.33  1,686.67  1,663.33  1,656.67  4,066,502.64  16.52  10.52  11.04  39.69 

KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA

(7)

7

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE

PROPERTI DAN REAL ESTAT

APLN  364  372.00  380.00  358.00  352.00  1,165,134.03  1.99  14.43  20.67  6.31  ASRI  482  487.33  492.67  479.33  476.67  871,134.65  ‐3.40  15.77  ‐23.45  7.64  BKSL  112  114.67  117.33  110.67  109.33                BSDE  1595  1,608.33  1,621.67  1,583.33  1,571.67  1,254,119.10  ‐39.62  27.93  ‐60.73  14.28  COWL  600  608.33  616.67  593.33  586.67  64,709.78  ‐6.38  1.59  ‐30.99  94.08  CTRA  1095  1,106.67  1,118.33  1,086.67  1,078.33  1,202,303.51  ‐10.35  15.01  5.45  18.24  CTRP  750  760.00  770.00  745.00  740.00  251,211.60  ‐58.80  4.89  ‐84.29  38.33  CTRS  2160  2,213.33  2,266.67  2,133.33  2,106.67  347,893.21  27.73  66.20  25.74  8.16  ELTY  50  50.00  50.00  50.00  50.00                KIJA  265  269.33  273.67  262.33  259.67  725,835.40  ‐3.64  15.03  51.33  4.41  MDLN  540  546.67  553.33  536.67  533.33                KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI  2965  3,010.00  3,055.00  2,940.00  2,915.00  1,439,602.33  5.83  9.01  40.67  82.24  DGIK  191  194.33  197.67  188.33  185.67  480,924.22  52.77  1.81  ‐44.42  26.39  PTPP  2395  2,425.00  2,455.00  2,380.00  2,365.00  1,999,368.48  55.72  12.69  44.39  47.20  SSIA  790  805.00  820.00  780.00  770.00  918,070.21  ‐17.06  2.64  ‐93.80  74.86  TOTL  995  1,000.00  1,005.00  985.00  975.00  547,807.36  ‐6.30  11.12  ‐20.80  22.37  WIKA  2840  2,870.00  2,900.00  2,820.00  2,800.00  2,791,666.54  6.24  27.28  6.78  26.02 

INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI

PGAS  6025  6,050.00  6,075.00  5,975.00  5,925.00                JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA

CMNP  3045  3,096.67  3,148.33  2,996.67  2,948.33  262,850.17  17.13  53.83  8.63  14.14  JSMR  6375  6,400.00  6,425.00  6,350.00  6,325.00  2,079,705.80  ‐13.14  55.30  16.71  28.82  TELEKOMUNIKASI BTEL  50  50.00  50.00  50.00  50.00  471,133.26  ‐31.12  6.89  ‐316.19  1.81  EXCL  6500  6,575.00  6,650.00  6,350.00  6,200.00  5,512,751.00  9.78  44.41  20.12  36.59  ISAT  3950  4,016.67  4,083.33  3,916.67  3,883.33  5,773,177.00  ‐0.26  147.24  ‐1,224.62  6.71  TLKM  2875  2,898.33  2,921.67  2,843.33  2,811.67  21,250,000.00  8.71  36.20  4.95  19.85  TRANSPORTASI GIAA  421  424.33  427.67  418.33  415.67  9,206,681.81  17.35  ‐82.55  469.78  ‐1.27  MBSS  1425  1,456.67  1,488.33  1,406.67  1,388.33  435,871.55  21.78  59.94  3.87  5.94  WINS  1320  1,340.00  1,360.00  1,310.00  1,300.00  518,942.64  36.32  23.63  53.05  13.97 

KONSTRUKSI NON BANGUNAN

INDY  785  796.67  808.33  776.67  768.33  2,753,426.38  52.84  17.64  3.30  11.12  BANK BBCA  12550  12,666.67  12,783.33  12,341.67  12,133.33  10,261,849.00  32.93  148.65  26.73  21.11  BBKP  745  748.33  751.67  738.33  731.67  1,641,517.00  15.99  27.33  9.08  6.82  BBNI  5825  5,908.33  5,991.67  5,683.33  5,541.67  7,526,634.00  26.65  128.30  15.63  11.35  BBRI  10500  10,616.67  10,733.33  10,366.67  10,233.33  17,099,293.00  28.06  240.57  16.71  10.91  BBTN  1120  1,138.33  1,156.67  1,088.33  1,056.67  3,123,112.00  28.06  32.29  2.24  8.67  BDMN  3800  3,833.33  3,866.67  3,753.33  3,706.67  5,612,922.00  17.40  91.25  ‐13.01  10.41  BJBR  820  828.33  836.67  813.33  806.67  2,124,681.00  12.48  33.55  ‐12.29  6.11  BMRI  10425  10,483.33  10,541.67  10,333.33  10,241.67  14,313,290.00  25.54  211.05  10.27  12.35  BNGA  995  996.67  998.33  991.67  988.33  4,883,839.00  15.02  43.71  4.22  5.69 

PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI

AKRA  5250  5,350.00  5,450.00  5,175.00  5,100.00  5,630,170.96  3.52  46.44  14.36  28.26  INTA  300  304.00  308.00  298.00  296.00  398,931.00  ‐48.89  37.27  87.86  2.01  UNTR  20775  20,866.67  20,958.33  20,591.67  20,408.33  13,901,385.00  11.66  42.26  39.66  122.89  PERDAGANGAN ECERAN MAPI  5950  6,016.67  6,083.33  5,866.67  5,783.33  2,675,101.00  26.32  27.42  ‐27.88  54.25  RALS  975  990.00  1,005.00  965.00  955.00  1,184,904.00  9.45  5.73  ‐2.88  42.57 

ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA

MNCN  3090  3,131.67  3,173.33  3,016.67  2,943.33  1,496,466.00  9.55  27.61  ‐7.99  27.98  PERUSAHAAN INVESTASI

BRMS  408  417.00  426.00  402.00  396.00  55,860.54  ‐9.06  ‐5.88  94.31  ‐17.36  BNBR  50  50.00  50.00  50.00  50.00  2,503,679.10  190.79  7.10  1,526.00  1.76 

(8)

Corporate Action

8

RUPS

EMITEN

JENIS

TANGGAL

TEMPAT

BBNI  

Bank Negara Indonesia 

(Persero) Tbk.  

AGM  

06/03/2014  

The Ballroom ‐ Four Season Hotel Jakarta   

MTFN  

Capitalinc Investment Tbk.  

EGM  

10/03/2014  

  

SRIL  

Sri Rejeki Isman Tbk  

EGM  

10/03/2014  

Gd. Serbaguna ‐ Diamond Hotel, Jl. Slamet Riyadi No. 392 

Solo   

BNII  

Bank Internasional Indonesia 

Tbk.  

EGM  

12/03/2014  

Function Room ‐ Sentral Senayan III Lt. 28, Jl. Asia Afrika No. 

8 Senayan Gelora Bung Karno Jakarta 10270   

ADHI  

Adhi Karya (Persero) Tbk.  

AGM  

14/03/2014  

Ruang Rapat PT. Adhi Karya Tbk, Jl. Raya Pasar Minggu Km. 

18, Jakarta selatan   

ARNA  

Arwana Citramulia Tbk.  

AGM  

14/03/2014  

Plant 2 ‐ PT Arwana Citramulia Tbk., Jl. Raya Gorda RT 004 

RW 003 Kibin ‐ Cikande, Serang 42186   

WSKT  

Waskita Karya (Persero) Tbk  

AGM  

18/03/2014  

Ruang Serbaguna Gd. Waskita Lt. 11, Jl. MT Haryono Kav. 10 

Jakarta   

CNKO  

Exploitasi Energi Indonesia 

Tbk  

EGM  

19/03/2014  

Hotel Redtop ‐ Pecenongan   

BLTA  

Berlian Laju Tanker Tbk  

AGM  

19/03/2014  

Ruang Seminar I‐II, Gedung BEI Tower II Lantai I, Jl. Jend. 

Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta   

BTPN  

Bank Tabungan Pensiunan 

Nasional Tbk.  

AGM  

20/03/2014  

  

GIAA  

Garuda Indonesia (Persero) 

Tbk  

EGM  

24/03/2014  

  

MITI  

Mitra Investindo Tbk.  

EGM  

24/03/2014  

Ruang Serbaguna BEI   

BBRM  

Pelayarang Nasional Bina 

Buana Raya Tbk  

AGM  

25/03/2014  

  

BBRM  

Pelayarang Nasional Bina 

Buana Raya Tbk  

EGM  

25/03/2014  

  

BJBR  

Bank Pembangunan Daerah 

Jawa Barat dan B  

AGM  

26/03/2014  

Ballroom Hotel Hilton, Jl. HOS Tjokroaminoto No. 41‐43 

Bandung   

BJBR  

Bank Pembangunan Daerah 

Jawa Barat dan B  

EGM  

26/03/2014  

Ballroom Hotel Hilton, Jl. HOS Tjokroaminoto No. 41‐43 

Bandung   

BJTM  

Bank Pembangunan Daerah 

Jawa Timur Tbk  

AGM  

26/03/2014  

Isyana Ballroom Hotel Bumi Surabaya   

BBRI  

Bank Rakyat Indonesia 

(Persero) Tbk.  

AGM  

26/03/2014  

  

INAF  

Indofarma Tbk.  

AGM  

26/03/2014  

  

ITMA  

Sumber Energi Andalan Tbk  

EGM  

27/03/2014  

  

WIKA  

Wijaya Karya (Persero) Tbk.  

AGM  

27/03/2014  

Gd. WIKA ‐ Ruang Serbaguna Lt. 11, Jl. DI Panjaitan Kav. 9 

Jakarta Timur   

BNGA  

Bank CIMB Niaga Tbk  

AGM  

27/03/2014  

Soehanna Hall ‐ The Energy Building Lt. 2, Jl. Jend Sudirman 

Kav. 52‐53 SCBD Lot 11 A, Jakarta   

AGRO  

Bank Rakyat Indonesia 

Agroniaga Tbk  

AGM  

27/03/2014  

  

DEWA  

Darma Henwa Tbk  

AGM  

28/03/2014  

Ballroom 2 Lt. 1 ‐ JS Luwansa Hotel, Jl. HR Rasuna Said Kav. C

‐22 Jakarta 12940   

DEWA  

Darma Henwa Tbk  

EGM  

28/03/2014  

Ballroom 2 Lt. 1 ‐ JS Luwansa Hotel, Jl. HR Rasuna Said Kav. C

‐22 Jakarta 12940   

IGAR  

Champion Pacific Indonesia 

Tbk  

AGM  

28/03/2014  

Gd. Pasadenia, Jl. Pacuan Kuda Raya No. 27 Jakarta   

Jumat, 19 September 2014

(9)

Corporate Action

9

EMITEN

JUMLAH

DIVIDEN

CUM DIVIDEN RECORDING DATE

PEMBAYARAN

DIVIDEN

KETERANGAN

NELLY  4  01/09/2014  02/09/2014  18/09/2014     ACST  40  29/08/2014  01/09/2014  17/09/2014     JAWA  2  29/08/2014  01/09/2014  17/09/2014     RDTX  105  22/08/2014  25/08/2014  10/09/2014     DGIK  3  12/08/2014  15/08/2014  22/08/2014     RUIS  8  12/08/2014  13/08/2014  29/08/2014     KIAS  2  12/08/2014  13/08/2014  29/08/2014     SMAR  5  08/08/2014  11/08/2014  27/08/2014     TPMA  11  07/08/2014  08/08/2014  26/08/2014     GGRM  800  06/08/2014  07/08/2014  25/08/2014     LMSH  200  06/08/2014  07/08/2014  25/08/2014     LION  400  06/08/2014  07/08/2014  25/08/2014     DART  28  06/08/2014  07/08/2014  25/08/2014     MDRN  2  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014     ETWA  2  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014     GEMA  7  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014     DPNS  20  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014     PANR  8  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014     MASA  1  25/07/2014  04/08/2014  20/08/2014     BFIN  0  02/07/2014  02/07/2014  02/07/2014  1(satu) saham akan memperoleh  Rp.122.21 Rasio Final akan di informa‐ sikan pada saat Recording Date  TSPC  75  24/07/2014  25/07/2014  19/08/2014     ASBI  25  23/07/2014  24/07/2014  19/08/2014     PEGE  10  22/07/2014  23/07/2014  15/08/2014     ASDM  57  18/07/2014  21/07/2014  12/08/2014     ULTJ  12  18/07/2014  02/07/2014  02/07/2014     ALDO  2  17/07/2014  18/07/2014  12/08/2014     FORU  10  17/07/2014  18/07/2014  12/08/2014     PWON  5  17/08/2014  18/07/2014  22/08/2014     CLPI  0  17/07/2014  18/07/2014  12/08/2014  USD0.0018  GPRA  2  17/07/2014  18/07/2014  12/08/2014     FAST  30  15/07/2014  16/07/2014  05/08/2014     INDF  142  14/07/2014  15/07/2014  07/08/2014     MFIN  20  14/07/2014  15/07/2014  07/08/2014     DYAN  3  14/07/2014  15/07/2014  06/08/2014     AMFG  80  11/07/2014  14/07/2014  24/07/2014     KBLI  4  10/07/2014  11/07/2014  25/07/2014    

(10)

Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.

Branch Office

Jakarta:

Thamrin

Gedung Jaya Lt. 2 Suite L02-05

Jl. M. H. Thamrin No. 12

Jakarta 10340

Phone : +62 21 3193 1811

Taman Palem

Ruko Mall Taman Palem No.32

Jl. Kamal Raya, Outer Ring Road Cengkareng

Jakarta 11730

Phone : +62 21 5437 6266

Latumenten

Jl.Terusan Bandengan Utara No.89F

Jakarta 14450

Phone : +62 21 662 9496

Pantai Indah Kapuk

The Centro Metro Broadway

Blok A No. 28 Lt. 2

Jl. Pantai Indah Utara 2

Jakarta 14460

Phone : +62 21 3001 0315

Serpong:

Ruko Golden 8

Blok F No.6

Jl. Ki Hadjar Dewantara

Gading Serpong - Tangerang

Banten 15810

Phone : +62 21 2923 8930

Yogyakarta:

Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata

Tamansiswa Yogyakarta

Jl. Kusumanegara 121 - Yogyakarta 55165

Phone : 0274-543944

Solo:

Jl. Dr. Radjiman No. 314 Q

Surakarta 57141

Phone : +62 271 743 498

Makasar :

Jl. Gunung Bawakareng No. 71

Makassar 90157

Phone : +62 411 361 3122

Sampit :

Universitas Darwan Ali

Jl. Batu Berlian No. 10

Kalimantan Tengah 74322

Phone : +62 531 31992

Panin Bank Centre

3rd Floor Jl. Jend. Sudirman No. 1

Jakarta 10270, Indonesia

Phone

: +62 21 726 3969

Fax

: +62 21 571 0895

CS

: +62 21 726 2757

Web

: www.firstasiacapital.com

E-mail :

[email protected]

First Asia Research Team :

Ivan Kurniawan ([email protected])

David Nathanael ([email protected])

Referensi

Dokumen terkait

Harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PE 19x, merujuk pada rata-rata PE tertinggi dalam tiga tahun terakhir, maka harga saham AALI akan berpeluang ke

Volume transaksi sahamnya kemarin meningkat mencapai 46,75 juta saham dibandingkan rata-rata hariannya dalam dua pekan terakhir yang hanya sekitar 26,3 juta saham.. Tahun ini

tahan  di  resisten  Rp890.  Akhirnya  harga  sahamnya  tutup  stagnan  di  Rp865  di  tengah  memburuknya  iklim  pasar 

Dengan asumsi harga saham JPFA berpeluang ditransaksikan dengan PE 21x maka harga sahamnya untuk jangka panjang berpeluang mencapai Rp1521, atau punya ruang penguatan 31,7%

Bila dibandingkan akhir Juli yang masih ditransaksikan di Rp2100 harga saham LSIP sudah terkoreksi 12,6% hingga di Rp1835 (1/9) sebelum berhasil rebound kemarin.. Namun

Dengan asumsi harga saham JPFA berpeluang ditransaksikan dengan PE 22,6x maka harga sahamnya berpeluang mencapai Rp1256, atau punya ruang penguatan 8,7% dari harga saat ini

Harga saham ADRO saat ini ditransaksikan dengan PE 9,3 (E/12), masih relatif murah ketimbang rata-rata saham batubara yang tahun ini berpeluang ditransaksikan dengan PE 14x, atau

Jaya Konstruksi juga melakukan penyertaan saham oleh perseroan dalam JTD dengan cara mengambil saham-saham yang dikeluarkan oleh JTD sebanyak 2.576 saham Seri C dengan