• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Perancangan Sistem 05 Ika M ERD LRS Normalisasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Analisa Perancangan Sistem 05 Ika M ERD LRS Normalisasi"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

(1)

Analisa

Perancangan

Sistem

Graphic Tools-2

ER-Diagram

LRS

(2)

Graphic Tools – 2

Perancangan

Basis Data

(3)

Definisi Basis Data

Database adalah sekumpulan data

store yang tersimpan dalam

magnetik disk, optical disk atau

mendia penyimpanan sekunder

lainnya.

Database

adalah

sekumpulan

program-program aplikasi umum

yang

bersifat

“batch”

yang

(4)

Database Management

System

Database yang disimpan dapat diakses

dengan

menggunakan

DataBase

management System.

Tujuan

DBMS

adalah

untuk

(5)

DBMS Lanj. 1

Pengelolaannya meliputi:

a) Pendefinisian

struktur

penyimpanan

b) Penyediaan mekanisme untuk

manipulasi informasi

(6)

Atribut

Merupakan sifat atau karakteristik suatu

entitas yang myediakan penjelasan detail

tentang entitas tersebut.

Contoh :

MAHASISWA: NIM, Nama, Alamat, Kota,

Kodepos

MOBIL : No_mobil, Warna , Jenis, CC

DOSEN : NID, Nama, Keahlian, Mata

Kuliah, Status

BUKU:

Kode_buku,

Nama_buku,

(7)

TUPLE / RECORD

Terdiri dari kumpulan atribut dan atribut tersebut

saling berkaitan dengan menginformasikan

tentang suatu entitas atau relasi secara lengkap

Nim Nama Alamat

000234 Ika Jalan raya 000653 Ryan Jalan sempit 000786 Okta Jalan setapak

(8)

Entity Relationship Diagram

(ER-Diagram)

Adalah

suatu

model

jaringan

yang

menggunakan

susunan

data

yang

disimpan dalam sistem secara abstrak

ER-Diagram tidak menyatakan bagaimana

memanfaatkan data, membuat data,

mengubah data dan menghapus data

(9)

Elemen ER_Diagram -1

Entity

Adalah sesuatu apa saja yang ada di dalam

sistem, nyata maupun abstrak dimana data

tersimpan atau dimana terdapat data.

Entitas diberi nama kata benda

orang,

benda, lokasi dan kejadian (ada unsur

waktu didalamnya)

(10)

Elemen ER_Diagram -2

Relationship

Adalah hubungan yang terjadi antara entitas. Diberi

nama dengan kata kerja dasar.

Himpunan relasi yaitu kumpulan semua relasi

diantara

entitas-entitas

yang

terdapat

dalam

himpunan entitas.

(11)

Elemen ER_Diagram -3

Atribut

Adalah

sifat

atau

karakteristik

yang

menjelaskan entitas dan relationship. Nilai

atribut:

1) Identifier (key)

untuk menentukan entity

secara unik

2) Descriptor (non atribut key)

untuk

menspesifikasikan karakteristik dari entity

yang tidak unik

(12)

Elemen ER_Diagram -4

Relationship Degree

jumlah entitas

yang

berpartisipasi

dalam

satu

relationship

Kardinalitas

(Cardinality)

(13)

Derajat Relationship -1

Unary Relationship

relasi yang terjadi

berasal dari entity yang sama

Pegawai

Menika

h

1

(14)

Derajat Relationship -2

Binary Relationship

relasi yang terjadi antara

dua entity yang berbeda

Mahasisw

a

Ambil

Kuliah

M N

Pegawai

Beker

ja

Departem

en

1 M

Contoh 1:

(15)

Derajat Relationship -3

Ternary Relationship

relasi yang terjadi dari

tiga tipe entitas secara sepihak

Mahasis

wa

KRS

Dose

n

Mata

Kuliah

Pabrik

cata

t

Gudan

g

Barang

(16)

Kardinalitas

One To One

 dinyatakan dengan satu kejadian

pada entitas pertama, hanya mempunyai satu

hubungan dengan satu kejadian pada entitas yang

kedua dan sebaliknya

One to Many

atau

Many to One

 satu kejadian

pada entitas yang pertama dapat mempunyai

banyak hubungan dengan kejadian pada entitas

yang kedua.

Many to Many

 kejadian pada sebuah entitas

(17)

Notasi ER-diagram

Menyatakan

himpunan entitas

Menyatakan atribut

(atribut yang

bernilai key digaris

bawahi)

Menyatakan

himpunan relasi /

relasi saja

Garis

penghubung relasi

dan entitas

E

a

R

Kardinalitas relasi dapat dinyatakan dengan

banyaknya garis cabang atau dengan

(18)

Tahapan Pembuatan

ER_Diagram

Mengidentifikasi den menetapkan seluruh entitas

yang akan terlibat

Menentukan atribut-atribut key (primary key) dari

masing-masing entitas

Karyawan Pekerjaan Mandor

Karyawan Pekerjaan Mandor NIK Kode_Pk

rj

(19)

Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh derajat/

kardinalitas relasi diantara entitas- entitas yang

ada beserta foreign key

Karyawan

Pekerjaan

Mandor

Melak

ukan Miliki

NIK

Kode_Pk rj NIK

NIM

Kode_Pk

rj Kode_Pkrj

(20)

Melengkapi entitas dan relasi dengan atribut

deskriptif non key

Karyawan Pekerjaan

Mandor Melak

ukan

Awasi

NIK Nm_Pkrj

Nm_Mnd

(21)

Kamus Data

Karyawan = {NIK, Nm_krywn, Alamat, Tgl_lhr,

Gol }

Pekerjaan = {Kd_Pkrj, Nm_Pkrj}

(22)

Transformasi ERD ke LRS

(Logical Record Structure)

Aturan dalam melakukan transformasi :

a.

Setiap entity akan diubah kebentuk

sebuah kotak dengan nama entity

berada diluar kotak dan atribut berada

didalam kotak

(23)

Transformasi-1a (One to

h @NO_SURAT_NIKAH

(24)

Transformasi-1b (One to

h @NO_SURAT_NIK

AH

Transformasi ERD One to One ke LRS

SUAMI

(25)

Transformasi-2 (One to

A @KODE_PROYEK

TGL_MULAI BIAYA

Transformasi ERD One to Many ke LRS

PEGAW AI

(26)

Transformasi-3 (Many to

Many)

@KODE_PELANGG

AN

BELI @@[@KODE_PELANG

GAN]

(27)

Normalisasi

Normalisasi

adalah suatu proses memperbaiki /

membangun dengan model data relasional dan

secara umum lebih tepat dikoneksikan dengan

model data logika

Normalisasi

adalah proses pengelompokkan data

kedalam bentuk tabel/relasi untuk menyatakan

entitas dan hubungan mereka sehingga terwujud

satu bentuk database yang mudah untuk

dimodifikasi

Normalisasi

adalah proses untuk mengidentifikasi

(28)

Macam-macam

penyimpangan

Insertion Anomaly

merupakan error

atau kesalahan yang terjadi sebagai

akibat dari operasi menyisipkan tuple/

record pada sebuah relasi

Delete Anomaly

merupakan error atau

kesalahan

sebagai

akibat

operasi

pengahapusan terhadap record

Update Anomaly

merupakan error atau

(29)

Functional Dependency

Menggambarkan

hubungan

antara

atribut dengan relasi.

Jika A dan B adalah atribut dari relasi R.

B dikatakan bergantung functional

terhadap A (B

A), jika masing-masing

nilai dari A dalam relasi R berpasangan

secara tepat dengan satu nilai dari B

dalam relasi R

A B

(30)

NIK Nama Alamat Jabatan Gaji Kd_Cb

g Almt_Cbg No_telp SL2

1 John White Jl. Nanas Manager 30000 B5 Jl. Zeta 765825 SG3

7 Ann Beech Jl. Sawo Analist 12000 B3 Jl. Beta 876423 SG1

4 David Ford Jl. Apel Deputy 18000 B3 Jl. Beta 785345 SA9 Mary Howe Jl. Salak Assistan

t 9000 B7 Jl. Alpha 735672 SG5 Susan

Brand Jl. Melon Manager 24000 B3 Jl. Beta 834476 SL4

1 Julie Lee Jl. Jeruk Assistant 9000 B5 Jl. Zeta 836459

NIK Jabatan

Jabatan functional dependency

Terhadap NIK

(a)Jabatan memiliki ketergantungan fungsional Terhadap NIK (b)NIK tidak memilik ketergantungan fungsional terhadap

jabatan

NIK Jabatan

NIK tidak functional dependency

Terhadap Jabatan

(31)

Kardinalitas relasi antara NIK dan jabatan adalah

1:1. Kardinalitas relasi antara jabatan dan NIK

adalah 1:M. NIK adalah determinan dari KF

(32)

Identifikasi relasi Staff_Cabang:

NIK  Nama

NIK  Alamat

NIK  Jabatan

NIK  Gaji

NIK  Kd_Cbg

NIK  Almt_Cbg

NIK  No_Telp

Kd_Cbg  Almt_Cbg

Kd_Cbang  No_Telp

Almt_Cbg  Kd_Cbg

No_Telp  Kd_Cbg

NIK  Nama, Alamat,

Jabatan, Gaji, Kd_Cbg,

Almt_Cbg, No_telp

(33)
(34)

Bentuk Tidak Normal

Data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan saat menginput.

No.Cu

st Nama PropNo_ erty

Alamat_p

roperty Tgl_pinjam Tgl_selesai Biaya No_Pemilik Nama_pe milik CR76 Badi PG4

PG1

CR56 Danu PG4

PG1

(35)

Tabel pelanggan_biaya memiliki multivalue

karena terdapat 2 nilai untuk No_property

yaitu PG4 dan PG16 untuk nama Pelanggan

(Badi)

(36)

Bentuk Normal Satu (INF)

Tahap penghilangan beberapa group elemen yang

berulang agar menjadi satu harga tunggal yang

berinteraksi diantara setiap baris pada tabel.

Syarat 1NF :

1.

Setiap data dibentuk kedalam flat file, data

dibentuk satu record satu nilai

2.

Tidak ada set atribut yang berulang atau bernilai

ganda

3.

Telah ditentukan primary key-nya

(37)

Dari tabel Pelanggan_Biaya dapat diidentifikasi kan Primary

key : No_Pelanggan, No_Property

No_Pe langg

an

Nam

a opertyNo_Pr Alamat_property Tgl_pinjam Tgl_selesai Biaya No_Pemili k

Nama _pemi

lik CR76 Badi PG4 Jl. Mawar /

07 Jakarta 1-juli-93 31-Aug-95 350 CO40 Ewin CR76 Badi PG16 Jl. Hasan /

12 jakarta 1-Sep-95 1-Sep-96 450 CO93 Durki CR56 Danu PG4 Jl. Mawar /

07 Jakarta 1-Sep-92 10-Jun_93 350 CO40 Ewin CR56 Danu PG16 Jl. Hasan /

12 jakarta 10-Oct-93 1-Dec-94 450 CO93 Durki

(38)

Bentuk Normal kedua

(2NF)

Jika A dan B adalah atribut dari suatu relasi, B dikatakan

sepenuhnya memiliki KF terhadap A. Contoh pada KF :

NIK, Nama

Kd_Cabang

Masing-masing nilai dari NIK, Nama berelasi dengan

Kd_Cabang. Relasi ini tidak memiliki KF sepenuhnya,

karena Kd_Cabang masih memilik KF pada himpunan

bagian (NIK, Nama).Kd_cabang adalah Full Functional

dependency hanya pada NIK

Syarat 2NF:

1.

Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal

kesatu

(39)

KF relasi Pelanggan_biaya :

No_Pelanggan, No_Property  Tgl_pinjam, Tgl_selesai No_Pelanggan  Nama

(40)

Relasi Pelanggan_Biaya belum memenuhi 2NF. Perlu dibuat

relasi baru (3 tabel) yaitu

No_pelangg

an Nama CR76 Badi CR56 danu a) Relasi Pelanggan

No_pelangg

CR76 PG4 1-juli-93 31-Aug-95

CR76 PG16 1-Sep-95 1-Sep-96

CR56 PG4 1-Sep-92 10-Jun_93

CR56 PG16 10-Oct-93 1-Dec-94

No_Proper

ty Alamat_property Biaya No_Pemilik Nama_pemilik

PG4 Jl. Mawar / 07 Jakarta 350 CO40 Ewin PG16 Jl. Hasan / 12 jakarta 450 CO93 Durki

b) Relasi Biaya

c) Relasi

(41)

Bentuk Normal ketiga

(3NF)

Suatu kondisi dimana A, B, C adalah atribut dari suatu

relasi sehingga A B dan BC, maka AC ( C

memiliki KF terhadap A melalui B, dan harus

dipastikan bahwa A tidak memiliki KF terhadap B

atau C.

NIK  Kd_Cabang dan Kd_Cabang  Alamat_Cabang

NIK  Alamat_Cabang

Syarat 3NF:

1.

Bentuk data telah memenuhi kriteria 2NF

2.

Atribut Non-key harus tidak memiliki

(42)

KF yang terjadi

Tabel Pelanggan

No_Pelanggan

Nama

Tabel Biaya

No_Pelanggan, No_Property

Tgl_Pinjam,

Tgl_selesai

Tabel property_pemilik

No_Property

Alamat_property, Biaya,

No_pemilik,

Nama_pemilik

No_pemilik

Nama_pemilik

(43)

Bila digambarkan ke dalam tabel menjadi

No_Proper ty

Alamat_property Biaya No_pemilik

PG4 Jl. Mawar / 07

Jakarta 350 CO40 PG16 Jl. Hasan / 12

jakarta 450 CO93

No_pemilik Nama_pemilik

CO40 Ewin

CO93 Durki

(c-1) relasi property_untuk_pemilik

(44)

Hasil akhir Normalisasi

No_pelangg an

Nama

CR76 Badi CR56 danu a) Relasi

Pelanggan No_pelangg

an No_Property Tgl_pinjam Tgl_selesai CR76 PG4 1-juli-93

31-Aug-95

CR76 PG16 1-Sep-95 1-Sep-96

CR56 PG4 1-Sep-92 10-Jun_93

CR56 PG16 10-Oct-93 1-Dec-94

b) Relasi Biaya

No_Proper

ty Alamat_property Biaya No_pemilik

PG4 Jl. Mawar / 07

Jakarta 350 CO40 PG16 Jl. Hasan / 12

jakarta 450 No_pemiliCO93

k

Nama_pemi lik

CO40 Ewin CO93 Durki

(c-1) relasi property_untuk_pemilik

(45)

Boyce Code Normal Form

(BCNF)

Jika dan hanya jika setiap determinan adalah

Candidate key. Dari relasi Pelanggan, Biaya,

property_untuk_pemilik

dan

Pemilik

sudah

memenuhi BCNF karena hanya memiliki satu

determinan candidate key.

Meski relasi memiliki 3 determinan yaitu:

No_Pelanggan, No_Property

Tgl_Pinjam, Tgl_selesai

No_Pelanggan, Tgl_Pinjam

No_Property, Tgl_selesai

No_Property, Tgl_Pinjam

No_Pelanggan, Tgl_selesai

(46)

Contoh Kasus Normalisasi

a. Tabel Mahasiswa  uji normalisasi hingga 2NF

Nm_Mh s

NIM Kd_Makul

Jones 6152

1 MAT231, ECO220, HST221 Diana 6130

0

HST221

Tony 6142

5 ENG202, MAT231 Paula 6123

0

MAT231, ENG202

Tabel

mahasiswa

belum

memenuhi 1NF karena masih

memiliki multivalue atribut, maka

perlu dikonversikan hingga nilai

atribut bernilai tunggal, dengan

cara menyusun kembali baris data

pada Kd_makul

Nm_Mh

s NIM Kd_Makul Jones 6152

1 MAT231 Jones 6152

1 ECO220 Jones 6152

1

HST221

Diana 6130

0 HST221 Tony 6142

5 ENG202 Tony 6142

5

MAT231

Paula 6123

0 ENG202 Paula 6123

0 MAT231 Bentuk tidak normal

(47)

Nm_Mhs NIM Jones 61521 Jones 61521 Jones 61521 Diana 61300 Tony 61425 Tony 61425 Paula 61230 Paula 61230

NIM Kd_Makul 61521 MAT231 61521 ECO220 61521 HST221 61300 HST221 61425 ENG202 61425 MAT231 61230 ENG202 61230 MAT231

Karena atribut Nm_Mhs bergantung secara fungsional

pada NIM dan atribut Kd_Makul juga bergantung pada NIM

maka perlu dipecah menjaadi 2 tabel untuk memenuhi

2NF

(48)

b. Tabel Mahasiswa-C

uji normalisasi hingga 3NF

Nm_Mh s

Nim Tgl_lhr Kd_Maku l

Makul SK S

Nila i

Bobo t

Jones 61521 12/05/87 MAT231 Kalkulus 3 B 3 Jones 61521 12/05/87 ECO220

Ekonomi-1 3 A 4

Jones 61521 12/05/87 HST221 History 2 B 3 Diana 61300 14/28/88 HST221 History 2 A 4 Tony 61425 11/01/86 ENG202 Bhs.

Inggris 2 C 2 Tony 61425 11/01/86 MAT231 Kalkulus 3 B 3 Paula 61230 06/14/87 ENG202 Bhs.

Inggris

3 B 3

Paula 61230 06/14/87 MAT231 Kalkulus 2 C 2

Sudah memenuhi bentuk 1NF karena tidak terdapat atribut yang bernilai ganda

Dari Tabel Mahasiswa-C didapat KF:

(49)

Nm_Mh

s Nim Tgl_lhr Jones 61521 12/05/87 Diana 61300 14/28/88 Tony 61425 11/01/86 Paula 61230 06/14/87

Kd_Makul Makul SKS MAT231 Kalkulus 3 ECO220 Ekonomi-1 3 HST221 History 2 ENG202 Bhs.

Inggris 3

Nim Kd_Makul Nilai Bobot 61521 MAT231 B 3

61521 ECO220 A 4 61521 HST221 B 3 61300 HST221 A 4 61425 ENG202 C 2 61425 MAT231 B 3 61230 ENG202 B 3 61230 MAT231 C 2 Tabel Mahasiswa-C1

Tabel Mahasiswa-C2

(50)

Nim Kd_Makul Nilai 61521 MAT231 B

61521 ECO220 A 61521 HST221 B 61300 HST221 A 61425 ENG202 C 61425 MAT231 B 61230 ENG202 B 61230 MAT231 C Nilai Bobo

t

A 4

B 3

C 2

D 1

E 0

Tabel Mahasiswa-C3A

Tabel Mahasiswa-C3B

(51)

Transformasi data store DFD ke ERD. LRS dan Spesifikasi Basis Data

RANCANGAN SISFO PERSEDIAAN BARANG

TEKNISI

(52)
(53)
(54)
(55)
(56)

E

R

-D

ia

g

ra

(57)

T

ra

n

sf

or

m

as

i

E

R

D

k

e

L

R

(58)

Transformasi LRS ke Tabel

No_Re

f Bagian Kode_Brg Nama_Brg Jumlah Unit

PK PK

Tabel-1 Permintaan Tabel-2

Persediaan

Unit Statu s

No_ref Spare_pa rt

PK PK PK

Tabel-3

Pengambilan

Tabel-4

Work_Order

Tabel-5 AMM Spare_p

art Tgl Kode_Brg Nama_Brg Jumlah Lokasi Nama No_Work_order

PK PK PK

(59)

Selesai

Referensi :

Gambar

Tabel Staff_Cabang
Tabel Pelanggan_Biaya450
Tabel pelanggan_biaya memiliki multivalue
Tabel  Pelanggan_Biaya dalam bentuk Normal ke
+4

Referensi

Dokumen terkait

Tingkat hubungan satu kesatu,dinyatakan dengan satu kajadian pada entitas pertama, hanya mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas yang kedua dan sebaliknya

Tingkat hubungan satu ke satu, dinyatakan dengan satu kejadian pada entitas pertama, hanya mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas yang kedua

Untuk satu kejadian pada entitas yang pertama dapat mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas yang kedua. Sebaliknya, satu kejadian pada entitas yang

Tingkat hubungan satu ke satu, dinyatakan dengan satu kejadian pada entitas pertama, hanya mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas kedua

Untuk satu kejadian pada entitas yang pertama dapat mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas yang kedua.. Sebaliknya satu kejadian pada entitas yang

Untuk satu kejadian pada entitas yang pertama dapat mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas yang kedua. Sebaliknya satu kejadian pada entitas yang kedua

Tingkat hubungan dinyatakan one to one jika suatu kejadian pada entity pertama hanya mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas kedua. Demikian juga

One to Many Satu ke Banyak Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas pertama dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas yang kedua, tetapi tidak sebaliknya,