i
I IN I N ND D D I I I K KA K A A T TO T O O R R R P PE P E E M M M B B B A A A N NG N G G U UN U N NA A A N N N K KA K A A B BU B U U P PA P A A T T T E E E N N N C C CI I IL L LA A A C CA C A A P P P
T TA T A A H HU H U U N N N 2 20 2 0 01 1 15 5 5
B B B A A A D D D A A A N N N P P P E E E R R R E E E N N N C C C A A A N N N A A A A A A N N N P P P E E E M M M B B B A A A N N N G G G U U U N N N A A A N N N D D D A A A E E E R R R A A A H H H
K K K A A A B BU B U U P P P A AT A T TE E E N N N C C CI I IL L L A A A C C C A AP A P P
ii
I IN I N ND D D I IK I K KA A A T TO T O O R R R P PE P E EM M M B B B A AN A N NG G G U UN U N NA A A N N N K KA K A A B BU B U U P PA P A A T T T E E E N N N C C CI I IL L LA A A C CA C A A P P P
T TA T A A H HU H U UN N N 2 2 2 0 0 0 1 15 1 5 5
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
KABUPATEN
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah S.W.T, yang senantiasa memberikan limpahan Rahmat dan Karunia-Nya kepada kita semua, sehingga penyusunan Buku Indikator Pembangunan Kabupaten Cilacap Tahun 2015 dapat diselesaikan.
Buku Indikator Pembangunan disusun untuk mendukung dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Cilacap. Buku ini memuat data/informasi secara series dari tahun 2011 – 2014 dan juga beberapa data tahun 2015 yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cilacap dengan dukungan dari SKPD Kabupaten Cilacap, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu acuan dalam perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Cilacap serta dapat menambah kelengkapan data bagi para pengguna atau peneliti.
Kami berharap di tahun berikutnya, kelengkapan dan validasi data dapat semakin ditingkatkan, terutama data-data yang dihimpun oleh SKPD, dan kepada SKPD yang belum memberikan kontribusi data, agar dapat memberikan kontribusinya.
Akhirnya kepada semua pihak yang telah membantu tersusunnya buku ini, kami sampaikan terima kasih, terutama kepada BPS Kabupaten Cilacap atas kerjasamanya dan kepada SKPD Kabupaten Cilacap yang telah memberikan dukungan data yang diperlukan.
Untuk itu, saran dan masukannya sangat kami harapkan demi kesempurnaan dalam penyusunan di tahun berikutnya.
Cilacap, Oktober 2015
KEPALA BAPPEDA KABUPATEN CILACAP
Drs. Indro Cahyono, MM Pembina Utama Muda NIP. 19621004 199002 1 002
ii DAFTAR ISI
Halaman KATA PENGANTAR ...
DAFTAR ISI ...
DAFTAR TABEL ...
DAFTAR GRAFIK ...
i ii vi xiii BAB I
BAB II
BAB III
BAB IV
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang ...
1.2.Tujuan ...
1.3.Sumber Data ...
1.4.Konsep dan Definisi ...
GAMBARAN UMUM
2.1. Kondisi Geografis ...
2.2. Pemerintahan ...
2.3. Kependudukan ...
2.3.1. Penduduk dan Pertumbuhan Penduduk ...
2.3.2. Penyebaran dan Kepadatan Penduduk ...
2.3.3. Rasio Jenis Kelamin dan Rasio Ketergantungan Penduduk 2.4. Potensi Wilayah ...
2.4.1. Pertanian Tanaman Pangan ...
2.4.2. Perkebunan Rakyat ...
2.4.3. Peternakan ...
2.4.4. Perikanan ...
PENDIDIKAN
3.1. Partisipasi Sekolah ...
3.2. Kemampuan Membaca dan Menulis ...
3.3. Rata-rata Lama Sekolah dan Harapan Lama Sekolah………...
KESEHATAN
4.1. Fasilitas dan Tenaga Kesehatan ...
4.2. Penolong Kelahiran ...
4.3. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) ...
4.4. Pemberian Immunisasi ...
1 2 3 3
12 12 13 13 14 16 18 19 23 23 25
27 31 32
35 36 38 39
iii BAB V
BAB VI
BAB VII
4.5. Angka Kesakitan ...
4.6. Lamanya Sakit dan Penanganan Kesehatan ...
4.7. Kunjungan ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan ...
4.8. Keluarga Berencana ...
PERUMAHAN
5.1. Kondisi Bangunan Tempat Tinggal ...
5.1.1. Luas Lantai ...
5.1.2. Jenis Lantai ...
5.1.3. Jenis Dinding ...
5.1.4. Jenis Atap ...
5.2. Fasilitas Tempat Tinggal ...
5.2.1. Sumber Penerangan ...
5.2.2. Fasilitas Air Minum ...
5.2.3. Sumber Air Minum ...
5.2.4. Jarak Sumber Air Minum ke Pembuangan Kotoran ...
5.2.5. Fasilitas Tempat Buang Air Besar ...
5.2.6. Jenis Kloset ...
5.2.7. Tempat Pembuangan Akhir Tinja ...
POLA KONSUMSI DAN PENDAPATAN PENDUDUK
6.1. Pola Konsumsi ...
6.1.1. Pola Konsumsi Makanan ...
6.1.2. Pola Konsumsi Non Makanan ...
6.2. Pendapatan Penduduk ...
6.3. Pemerataan Pendapatan ...
6.3.1. Berdasarkan Teori Gini Ratio ...
6.3.2. Berdasarkan Kriteria Bank Dunia ...
6.3.3. Berdasarkan Indeks Williamson ...
KEMISKINAN
7.1. Perkembangan Penduduk Miskin ...
7.2. Perubahan Garis Kemiskinan ...
7.3. Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan 7.4. Data Kemiskinan Mikro ...
40 43 43 45
46 46 48 49 50 51 51 52 53 54 55 56 57
59 61 62 63 64 64 66 66
69 69 71 71
iv BAB VIII
BAB IX
BAB X
BAB XI
7.5. Keluarga Sejahtera ...
KETENAGAKERJAAN
8.1. Penduduk Usia Kerja ...
8.2. Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja ...
8.2.1. Angkatan Kerja ...
8.2.2. Bukan Angkatan Kerja ...
8.3. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), Tingkat
Pengangguran Terbuka (TPT) dan Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) ...
8.4. Penduduk yang Bekerja ...
8.4.1. Pekerja Menurut Kelompok Umur ...
8.4.2. Pekerja Menurut Pendidikan ...
8.4.3. Pekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama ……...
8.5. Upah Minimum Kabupaten ...
PEREKONOMIAN DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN
9.1. Struktur Ekonomi ...
9.2. Pertumbuhan Ekonomi ...
9.3. Pendapatan Perkapita ...
9.4. Incremental Capital Output Ratio (ICOR)………
9.4. Indeks Harga Konsumen dan Inflasi ...
9.6. Pembiayaan Pembangunan ...
9.7. Nilai Tukar Petani (NTP) ...
INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA
10.1. Umum ...
10.2. Capaian IPM ...
PARIWISATA DAN PERHUBUNGAN
11.1. Pariwisata ...
11.2. Perhubungan ...
11.2.1. Panjang Jalan ...
11.2.2. Angkutan Darat, Angkutan Udara dan Angkutan Laut…
85
87 87 88 89
90 92 92 93 94 96
98 100 102 102 103 108 114
118 120
123 125 125 127
v BAB XII
BAB XIII
POLITIK, HUKUM DAN KEAMANAN
12.1. Politik ...
12.1.1. Pemilu Presiden dan Wakil Presiden ...
12.1.2. Pemilu DPRD Kabupaten ...
12.1.3. Pemilihan Umum Kepala Daerah ...
12.2. Hukum ...
12.3. Keamanan ...
KESIMPULAN ...
130 130 131 134 136 138 140
vi DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
2.1
2.2
2.3
2.4
2.5
2.6 2.7
2.8
2.9
2.10
2.11 2.12 2.13
2.14
3.1 3.2 3.3
Jumlah Pejabat Struktural di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap Tahun 2011 – 2014 ...
Jumlah Pegawai Negeri Sipil Menurut Tingkat Pendidikan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap Tahun 2011 – 2014 ...
Jumlah Penduduk, Kepadatan Penduduk dan Penyebaran Penduduk di Kabupaten Cilacap Tahun 2014 ...
Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Rasio Jenis Kelamin di Kabupaten Cilacap Tahun 2014 ...
Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur di
Kabupaten Cilacap Tahun 2011 - 2014 ...
Luas Penggunaan Lahan di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 – 2014 (hektar) Luas Panen dan Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Cilacap Tahun
2012 – 2014 ...
Luas Panen dan Produksi Tanaman Sayuran di Kabupaten Cilacap Tahun 2012 – 2014 ...
Banyaknya Pohon Yang Dipanen dan Produksi Buah-buahan di Kabupaten Cilacap Tahun 2012 – 2014 ...
Luas dan Produksi Tanaman Perkebunan Rakyat di Kabupaten Cilacap Tahun 2012 – 2014 ...
Populasi Ternak di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 - 2014 ...
Populasi Unggas di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 - 2014 ...
Produksi dan Nilai Produksi Perikanan di Kabupaten Cilacap Tahun 2012 - 2014 ...
Produksi dan Nilai Produksi Ikan dan Udang di Kabupaten Cilacap Tahun 2014 ………
Angka Partisipasi Kasar (APK) di Kabupaten Cilacap Tahun 2012 – 2014 Angka Partisipasi Murni (APM) di Kabupaten Cilacap Tahun 2012 – 2014 Angka Partisipasi Sekolah (APS) di Kabupaten Cilacap Tahun 2012 – 2014
13
13
15
17
18 19
20
21
22
23 24 24
25
26 27 28 29
vii 3.4
3.5
3.6
3.7
3.8
4.1 4.2
4.3
4.4
4.5
4.6
4.7
4.8
4.9
4.10
Persentase Penduduk 5 Tahun ke Atas Menurut Partisipasi Sekolah
di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 – 2014 ...
Persentase Penduduk 10 tahun Ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 – 2014 ……...
Persentase Penduduk Buta Huruf Usia 10 + dan 15 + di Kabupaten Cilacap Tahun 2012 - 2014 ...
Persentase Penduduk Buta Huruf Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Cilacap Tahun 2012 - 2014 ...
Rata-rata Lama Sekolah (MYS) dan Harapan Lama Sekolah (EYS)
Penduduk Berusia 15 ke Atas di Kabupaten Cilacap Tahun 2010- 2014 …..
Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 – 2014 ……...
Jumlah Dokter, Bidan dan Perawat pada Puskesmas di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 - 2014 ...
Persentase Persalinan Menurut Penolong Kelahiran di Kabupaten Cilacap Tahun 2012 - 2014 ...
Persentase Balita yang pernah Disusui Menurut Lamanya Disusui dan Jenis Kelamin di Kabupaten Cilacap Tahun 2012 - 2014 ...
Persentase Balita Umur 0 – 4 Tahun Menurut Frekuensi Immunisasi dan Jenis Immunisasi di Kabupaten Cilacap Tahun 2012 - 2014 ...
Sepuluh Besar Penyakit Berdasarkan Laporan dari Puskesmas di
Kabupaten Cilacap Tahun 2013 - 2014 ...
Persentase Penduduk Yang Mengalami Keluhan Kesehatan Dalam Satu Bulan Terakhir Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 – 2014 ...
Persentase Penduduk dengan Keluhan Kesehatan Tertentu Selama Sebulan Terakhir di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 - 2014 ...
Persentase Penduduk Menurut Lamanya Hari Sakit Selama Sebulan
Terakhir di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 - 2014 ...
Persentase Penduduk yang Berobat Jalan Selama Sebulan Terakhir Menurut Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 - 2014 ...
30
30
31
31
33 35
36
37
39
40
41
42
42
43
44
viii 4.11
5.1
5.2
5.3
5.4
5.5
5.6
5.7
5.8
5.9
5.10
5.11
5.12
6.1
6.2
Jumlah dan Persentase Peserta KB Baru dan Aktif Menurut Jenis Alat Kontrasepsi di Kabupaten Cilacap Tahun 2013-2014 ...
Persentase Rumahtangga Menurut Luas Lantai Rumah yang Ditempati di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 – 2014 ...
Persentase Rumahtangga Menurut Luas Lantai Rumah yang Ditempati di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 – 2014 ...
Persentase Rumahtangga Menurut Jenis Lantai Terluas Bangunan Tempat Tinggal di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 – 2014 ...
Persentase Rumahtangga Menurut Jenis Dinding Terluas Bangunan
Tempat Tinggal di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 – 2014 ...
Persentase Rumahtangga Menurut Jenis Atap Terluas Bangunan Tempat Tinggal di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 – 2014 ...
Persentase Rumahtangga Menurut Sumber Penerangan Bangunan Tempat Tinggal di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 – 2014 ...
Persentase Rumahtangga Menurut Fasilitas Air Minum di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 – 2014 ...
Persentase Rumahtangga Menurut Sumber Air Minum di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 – 2014 ...
Persentase Rumahtangga Menurut Jarak Sumber Air Minum Ke Tempat Penampungan Kotoran/Tinja Terdekat di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 – 2014 ...
Persentase Rumahtangga Menurut Fasilitas Tempat Buan Air Besar di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 – 2014 ...
Persentase Rumahtangga Menurut Jenis Kloset di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 – 2014 ...
Persentase Rumahtangga Menurut Tempat Pembuangan Akhir Tinja di Kabupaten Cilacap Tahun 2012 – 2014 ...
Persentase Pengeluaran Perkapita Penduduk Menurut Penggunaan
di Kabupaten Cilacap Tahun 2010 – 2014 (persen) ...
Pola Konsumsi Makanan di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 - 2014
(persen) ...
45
47
47
48
49
50
52
53
54
55
56
57
58
60
61
ix 6.3
6.4
6.5
6.6
7.1
7.2 7.3
7.4
7.5
7.6
7.7
7.8
7.9
7.10
8.1
Pola Konsumsi Non Makanan di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 - 2014 (persen) ...
Pengeluaran Per Kapita Per Bulan di Kabupaten Cilacap Tahun 2010 – 2014 (rupiah) ...
Pemerataan Pendapatan Penduduk Menurut Indeks Gini dan Kriteria Bank Dunia di Kabupaten Cilacap Tahun 2010 - 2014 ...
Hasil Perhitungan Indeks Williamson Kabupaten Cilacap Tahun 2010- 2014 ...
Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Cilacap Tahun 2010 – 2014 ...
Garis Kemiskinan di Kabupaten Cilacap Tahun 2010 – 2014 ...
Pengeluaran per Kapita dan Persentase per Bulan di Kabupaten Cilacap Tahun 2010 – 2014 ...
Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Kabupaten Cilacap Tahun 2010 – 2014 ...
Jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) menurut Status Kemiskinan
dan Kecamatan di Kabupaten Cilacap Hasil PSE Tahun 2005 ...
Jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS) Hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2008 menurut Status Kemiskinan dan
Kecamatan di Kabupaten Cilacap ...
Jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS) Hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2011 menurut Status Kemiskinan dan
Kecamatan di Kabupaten Cilacap ...
Rumah Tangga Sasaran (RTS) Penerima Program Raskin di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 – 2015 ...
Jumlah Rumah Tangga Hasil Pemutakhiran Basis Data Terpadu(PBDT 2015) Kabupaten Cilacap (Angka Sementara)………
Jumlah Keluarga Hasil Pentahapan Keluarga Sejahtera di Kabupaten Cilacap Tahun 2014 ...
Persentase Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas (PUK) Menurut Jenis
Kelamin di Kabupaten Cilacap Tahun 2010 – 2014 ...
62
63
65
67
69 70
70
71
74
78
81
83
84
86
87
x 8.2
8.3
8.4
8.5
8.6
8.7
8.8
8.9
8.10
8.11 9.1
9.2
9.3 9.4
9.5
Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Menurut Jenis Kegiatan dan Jenis Kelamin di Kabupaten Cilacap Tahun 2012 – 2014 ...
Persentase Angkatan Kerja (15 Tahun +) Menurut Jenis Kelamin, di Kabupaten Cilacap Tahun 2012 – 2014 ...
Persentase Penduduk Usia Kerja Menurut Kegiatan dan Jenis Kelamin di Kabupaten Cilacap Tahun 2012 – 2014 ...
Penduduk Usia kerja, Angkatan Kerja dan TPAK di Kabupaten Cilacap Menurut Jenis Kelamin Tahun 2012 – 2014 ...
Angkatan Kerja, Pencari Kerja dan TPT di Kabupaten Cilacap Menurut Jenis Kelamin Tahun 2012 – 2014 ...
Angkatan Kerja, Pekerja dan TKK di Kabupaten Cilacap Menurut Jenis Kelamin Tahun 2012 – 2014 ...
Persentase Penduduk usia 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut
Kelompok Umur di Kabupaten Cilacap Tahun 2012 – 2014 ……...
Persentase Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin di Kabupaten Cilacap Tahun 2012- 2014 ...
Persentase Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin di Kabupaten Cilacap Tahun 2012 – 2014 ...
Upah Minimum Kabupaten Cilacap Tahun 2012 – 2015 (rupiah per bulan) Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Cilacap Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Dengan Migas, Tahun 2010 - 2014 (persen) ...
Struktur Ekonomi Kabupaten Cilacap Tahun 2010 – 2014 Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tanpa Minyak (persen) ...
Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Cilacap Tahun 2010 – 2014 (persen) Pertumbuhan Ekonomi Menurut Lapangan Usaha di Kabupaten Cilacap Tahun 2010 – 2014 Tanpa Minyak (persen) ...
Pendapatan Perkapita Tanpa Migas di Kabupaten Cilacap Tahun 2010- 2014 ...
88
89
90
91
91
92
93
94
95 97
98
99 100
101
102
xi 9.6.
9.7
9.9
9.9 9.10
9.11
9.12
9.13
9.14
9.15 9.16
9.17 9.18 9.19
10.1 10.2 10.3
10.4
PDRB Menurut Pengeluaran Atas Dasar Harga Konstan 2010-2014, PMTB dan Nilai ICOR Kabupaten Cilacap………..
Indeks Harga Konsumen Kabupaten Cilacap dirinci Per Bulan Tahun 2011-2015………...
Indeks Harga Konsumen Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah dan Nasional Dirinci Menurut Bulan Tahun 2015 (Tahun 2012 = 100) …..
Laju Inflasi Kabupaten Cilacap Dirinci Per Bulan Tahun 2011 – 2015…….
Laju Inflasi Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah dan Nasional Dirinci Menurut Bulan Tahun 2015 (persen) ...
Indeks Harga Konsumen Kabupaten Cilacap Menurut Kelompok
Pengeluaran Tahun 2012 – 2015 ………...
Pendapatan Daerah Kabupaten Cilacap dirinci Menurut Jenis Pendapatan Tahun Anggaran 2012 – 2014 (rupiah) ...
Pertumbuhan Pendapatan Daerah Kabupaten Cilacap dirinci Menurut Jenis Pendapatan Tahun Anggaran 2012 – 2014 (persen) ...
Rasio Jenis Pendapatan Terhadap Total Pendapatan Daerah Kabupaten Cilacap Dirinci Menurut Jenis Pendapatan Tahun Anggaran 2012 - 2014 (persen) ………...
Belanja Daerah Kabupaten Cilacap Tahun Anggaran 2012 - 2014 (rupiah) Pembiayaan Daerah Kabupaten Cilacap Tahun Anggaran 2011 - 2013 (rupiah) ……….…….…
Nilai Tukar Petani Jawa Tengah Tahun 2014 (tahun 2012=100) ...
Perubahan NTP Jawa Tengah, Desember 2014 – 2015 (tahun 2012=100) Perbandingan NTP pada Akhir Desember Tahun 2011 – 2015 (tahun 2011-
2013 tahun dasar 2007=100, tahun 2014-2015 tahun dasar=2012) ...
Nilai Maksimum dan Minimum dari Setiap Komponen IPM ...
Status Pembangunan Manusia ...
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cilacap Tahun 2010- 2014 ...
Komponen Pembentuk Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Cilacap Tahun 2010 – 2014 ...
103
104
105 106
107
108
109
110
111 112
113 115 116
117 119 120
121
122
xii 11.1
11.2
11.3
11.4
11.5
11.6
12.1
12.2
12.3
12.4
12.5
12.6
12.7
12.8
12.9
Banyaknya Pengunjung Obyek Wisata di Kabupaten Cilacap tahun 2012 – 2014 ...
Banyaknya Hotel/Losmen, Kamar dan Tempat Tidur di Kabupaten Cilacap Tahun 2014 ...
Panjang Jalan menurut Jenis Permukaan, Kondisi Jalan dan Kelas Jalan di Kabupaten Cilacap Tahun 2011- 2015 ...
Banyaknya Kendaraan Bermotor Menurut Jenis Kendaraan Bermotor Yang Menjadi Obyek Pajak di DPPAD Propinsi Jawa Tengah UP3AD
Kabupaten Cilacap Tahun 2011 - 2014 ...
Banyaknya Lalu Lintas Pesawat Terbang dan Penumpang Melalui
Pelabuhan Udara Tunggul Wulung Cilacap Tahun 2011 - 2014 ...
Arus Kapal Dalam Negeri dan Luar Negeri Melalui Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap Tahun 2011 - 2014 ...
Jumlah Penduduk yang Terdaftar dan Menggunakan Hak Pilih dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 di Kabupaten Cilacap…..
Jumlah Penduduk yang Terdaftar dan Menggunakan Hak Pilih dalam Pemilu Legislatif Tahun 2014 di Kabupaten Cilacap ...
Jumlah Perolehan Suara Sah Anggota DPRD Kabupaten Cilacap dalam Pemilu Legislatif Tahun 2014 menurut Partai Politik ...
Daerah Pemilihan dan Jumlah Kursi yang Diperoleh di Masing-masing Dapil pada Pemilu 2014 ...
Jumlah Perolehan Kursi Anggota DPRD Kabupaten Cilacap Pada Pemilu 2014 ...
Jumlah Perkara dan Terdakwa yang Diselesaikan oleh Pangadilan Negeri Cilacap Tahun 2010 – 2015 ...
Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Cilacap yang Dikeluarkan Selama Tahun 2014/2015 ...
Banyaknya Kejadian Kriminalitas menurut Jenis Kriminalitas di
Kabupaten Cilacap Tahun 2011 - 2014 ...
Banyaknya Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Cilacap Tahun 2012- 2014 ……….…….
124
125
126
127
128
129
131
131
132
133
134
136
137
138
139
xiii DAFTAR GRAFIK
Grafik Halaman
2.1 6.1
6.2
9.1
9.2
9.3
Pertumbuhan Penduduk di Kabupaten Cilacap Tahun 2010 – 2014 Distribusi Persentase Pengeluaran Penduduk menurut Penggunaan di Kabupaten Cilacap, Tahun 2014 ...
Pengeluaran Per Kapita Per Bulan Kabupaten Cilacap Tahun 2010 – 2014 (rupiah) ...
Struktur Ekonomi ADHK Dengan Migas Kabupaten Cilacap Tahun 2014 ...
Struktur Ekonomi ADHK Tanpa Migas Kabupaten Cilacap Tahun 2014 ...
Rata-rata Pertumbuhan Ekonomi per Tahun Kabupaten Cilacap Tahun 2010 – 2014 (persen) ...
14
59
64
100
100
101
1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Otonomi Daerah bertujuan memberdayakan daerah agar lebih mandiri dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa sendiri. Maka bagi Pemerintah Daerah, Otonomi Daerah bukan hanya sekedar suatu peluang (opportunity), tetapi juga suatu tantangan yang harus dihadapi secara cerdas.
Penerapan otonomi daerah membawa konsekuensi bagi Pemerintah Daerah untuk lebih mampu menyusun kebijakan yang dapat mengakomodir aspirasi masyarakat, disamping harus mampu meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat serta lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sejalan dengan hal tersebut, Kabupaten Cilacap telah menetapkan visi sebagai arah pembangunan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Cilacap Tahun 2012 - 2017, yaitu : "Menjadi Kabupaten Cilacap yang Sejahtera secara Merata".
Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Kabupaten Cilacap merumuskan 6 (enam) misi sebagai berikut:
1. Pengembangan Sumber Daya Manusia Berkualitas dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Perwujudan Demokratisasi dan Peningkatan Kualitas Penyelenggara Pemerintahan yang Bersifat Entrepreneur, Profesional dan Dinamis Mengedepankan Prinsip Good Governance dan Clean Government.
3. Peningkatan dan Perbaikan Layanan Pendidikan dan Pelatihan, Peningkatan Derajat Kesehatan Individu dan Masyarakat.
4. Pengembangan Perekonomian yang Bertumpu pada Pengembangan Potensi Lokal dan Regional Melalui Sinergi Fungsi-Fungsi Pertanian, Kelautan dan Perikanan, Pariwisata, Perdagangan, Industri dan dengan Penekanan pada Peningkatan Pendapatan Masyarakat dan Penciptaan Lapangan Kerja.
2 5. Pemberdayaan Masyarakat dan Seluruh Kekuatan Ekonomi Daerah, Terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta Koperasi, Membangun dan Mengembangkan Pasar bagi Produk Lokal.
6. Pemerataan dan Keseimbangan Pembangunan Secara Berkelanjutan Untuk Mengurangi Kesenjangan Antar Wilayah dengan Tetap Memperhatikan Aspek Lingkungan Hidup dalam Pemanfaatan Sumberdaya Alam Secara Rasional, Efektif dan Efisien.
Untuk merealisasikan misi pembangunan di atas, telah dilaksanakan berbagai pogram/kegiatan di setiap bidang/sektor. Untuk mengetahui tingkat pencapaian program/kegiatan yang dijalankan maka diperlukan informasi atau indikator untuk mengukurnya. Informasi juga sangat menunjang fungsi perencanaan sebagai salah satu aspek penting dalam manajemen pembangunan. Berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 disebutkan kebutuhan informasi kuantitatif yang menyangkut potensi, situasi sosial ekonomi wilayah, ketersediaan modal ekonomi, sosial dan kultural serta ketersediaan sarana dan prasarana menjadi keharusan.
Publikasi Indikator Pembangunan Kabupaten Cilacap merupakan salah satu upaya menyajikan informasi statistik yang memuat kondisi wilayah dan situasi sosial ekonomi masyarakat, serta merupakan refleksi dari berbagai program/kegiatan yang telah dijalankan, diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu dasar perumusan kebijakan dalam menetapkan target pembangunan yang terukur.
1.2. Tujuan
Penyusunan Indikator Pembangunan Kabupaten Cilacap Tahun 2015 bertujuan : 1. Untuk mengetahui gambaran tentang hasil-hasil pembangunan di Kabupaten
Cilacap, terutama indikator-indikator pembangunan bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
2. Melengkapi informasi yang diperlukan dalam perencanaan dan perumusan kebijakan terutama untuk mencapai target-target pembangunan yang lebih terukur.
3 1.3. Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penulisan publikasi ini adalah : 1. Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap.
2. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)/Lembaga di Kabupaten Cilacap untuk data sekunder.
3. Badan Pusat Statistik untuk data hasil pengolahan dan survei-survei (Susenas, Sakernas, PDRB, dll).
1.4. Konsep dan Definisi
Untuk memudahkan pemanfaatan publikasi ini, disertakan penjelasan istilah dan uraian teknis sebagai berikut:
1. Wilayah administrasi adalah wilayah administrasi yang sudah memiliki dasar hukum yang sah menurut Kementrian Dalam Negeri.
2. Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat isitiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam Sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (UU No. 32 Tahun 2004).
3. Kelurahan adalah suatu wilayah yang dipimpin oleh seorang Lurah sebagai perangkat daerah kabupaten dan atau daerah kota di bawah kecamatan (UU No. 32 Tahun 2004).
4. Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Republik Indonesia selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan untuk menetap.
5. Rumah tangga adalah seorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik atau bangunan sensus dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur. Rumah tangga biasanya terdiri dari bapak, ibu, dan anak.
6. Laju pertumbuhan penduduk adalah rata-rata tahunan laju perubahan jumlah penduduk di suatu daerah selama periode waktu tertentu.
7. Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk di suatu daerah dibagi dengan luas daerah tersebut, biasanya dinyatakan sebagai penduduk per km2.
4 8. Angka harapan hidup pada waktu lahir (e0) adalah perkiraan lama hidup rata-
rata penduduk dengan asumsi tidak ada perubahan pola mortalitas menurut umur.
9. Rata-rata lama sakit adalah rata-rata jumlah hari yang dijalani oleh penduduk yang menderita sakit.
10. Angka melek huruf dewasa adalah perbandingan antara jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis dengan jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas.
11. Angka Harapan Sekolah adalah lamanya sekolah (dalam tahun) yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang.
12. Rata-rata lama sekolah adalah rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk berusia 15 tahun ke atas untuk menempuh semua jenis pendidikan formal yang pernah dijalani.
13. Angka Partisipasi Murni (APM) adalah proporsi anak sekolah pada satu kelompok umur tertentu yang bersekolah pada tingkat yang sesuai dengan kelompok umurnya. APM selalu lebih rendah dibanding APK karena pembilangnya lebih kecil sementara penyebutnya sama. APM membatasi usia murid sesuai dengan usia sekolah, jenjang pendidikan sehingga angkanya lebih kecil. APM merupakan indikator yang menunjukkan proporsi penduduk yang bersekolah pada suatu jenjang pendidikan dan berusia sesuai dengan usia sekolah jenjang pendidikannya.
14. Angka Partisipasi Kasar (APK) adalah proporsi anak sekolah pada suatu jenjang pendidikan tertentu dalam kelompok umur yang sesuai dengan jenjang pendidikan tersebut. Angka ini memberikan gambaran secara umum tentang banyaknya anak yang menerima pendidikan pada jenjang tertentu. APK biasanya diterapkan untuk menerima pendidikan SD (usia sekolah dasar, 7-12 tahun), SLTP (usia sekolah lanjutan tingkat pertama, 13-15 tahun), dan SLTA (usia sekolah lanjutan tingkat atas, 16-18 tahun).
15. Angka Partisipasi Sekolah (APS) adalah proporsi anak sekolah pada satu kelompok umur tertentu.
16. Keluhan kesehatan, keadaan seseorang yang mengalami gangguan kesehatan atau kejiwaan baik karena penyakit akut, penyakit kronis, kriminal atau hal lain.
Keluhan kesehatan dapat berupa panas, batuk, pilek, asma/napas sesak/cepat,
5 diare/buang-buang air, sakit kepala berulang, sakit gigi, dan keluhan lainnya adalah keluhan karena penyakit lain seperti campak, telinga berair, sakit kuning/liver, kejang-kejang, pikun, termasuk juga gangguan kesehatan akibat hal lainnya seperti kecelakaan/musibah, bencana alam, tidak nafsu makan, sulit buang air besar, sakit kepala karena demam, sakit kepala bukan berulang, gangguan sendi, tuli, katarak, sakit maag, perut mules, masuk angin, tidak bisa kencing, bisul, sakit mata, dan keluhan fisik karena menstruasi atau hamil.
16. Sakit, suatu kondisi dimana seseorang mengalami keluhan kesehatan sehingga tidak dapat melakukan kegiatan secara normal (bekerja, sekolah, kegiatan sehari- hari) sebagaimana biasanya.
17. Berobat jalan, kegiatan atau upaya penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan untuk memeriksakan diri dan mendapatkan pengobatan dengan mendatangi tempat-tempat pelayanan kesehatan modern atau tradisional tanpa menginap, termasuk mendatangkan petugas kesehatan ke rumah.
18. Rata-rata Lama Sakit (RLS), jumlah orang-hari penduduk yang menderita sakit dibagi jumlah penduduk yang sakit. Indikator ini menggambarkan tingkat intensitas penyakit yang dialami penduduk. Semakin besar RLS semakin tinggi tingkat intensitas penyakit yang diderita penduduk dan semakin besar kerugian yang dialami.
19. Angka kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan merupakan rata-rata jumlah kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan; karena seseorang yang mengeluh sakit dapat mengunjungi fasilitas kesehatan lebih dari satu kali.
20. Penolong kelahiran pertama, penolong langsung kepada seorang ibu yang akan melahirkan, sejak awal proses kelahiran.
21. Penolong kelahiran terakhir, penolong langsung kepada seorang ibu yang melahirkan, sampai dengan keluarnya bayi yang disertai keluarnya plasenta.
22. Proses kelahiran, proses lahirnya janin dari dalam kandungan ke dunia luar, dimulai dengan tanda-tanda kelahiran (rasa mules yang berangsur-angsur makin sering, makin lama dan makin kuat, disertai keluarnya lendir, darah dan air ketuban), lahirnya bayi, pemotongan tali pusat dan keluarnya plasenta.
6 23. Rata-rata lama pemberian ASI, perbandingan jumlah bulan dalam pemberian
ASI dibandingkan jumlah bayi yang diberi ASI.
24. Angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang selama seminggu yang lalu mempunyai pekerjaan, baik yang bekerja maupun sementara tidak bekerja karena suatu sebab, seperti menunggu panen, pegawai yang sedang cuti dan sejenisnya.
Selain itu, juga termasuk angkatan kerja adalah mereka yang tidak mempunyai pekerjaan tetapi sedang mencari/mengharap pekerjaan, orang yang merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan dan orang yang sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja atau dengan kata lain pengangguran.
25. Bukan angkatan kerja adalah kelompok penduduk yang selama seminggu yang lalu mempunyai kegiatan yang tidak termasuk dalam angkatan kerja, seperti : sekolah yaitu mereka yang kegiatan utamanya sekolah, mengurus rumah tangga yaitu mereka yang kegiatan utamanya mengurus rumah tangga atau membantu mengurus rumah tangga tanpa mendapat upah dan lainnya yaitu mereka yang sudah tidak dapat melakukan kegiatan seperti yang termasuk dalam kategori sebelumnya, seperti sudah lanjut usia, cacat jasmani, cacat mental atau lainnya.
26. Bekerja adalah kegiatan ekonomi dengan menghasilkan barang atau jasa yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan, paling sedikit satu jam (tidak terputus) dalam seminggu yang lalu. Kegiatan tersebut termasuk pula kegiatan pekerja tidak dibayar yang membantu dalam suatu usaha atau kegiatan ekonomi.
27. Pengangguran terbuka meliputi penduduk yang sedang mencari pekerjaan, penduduk yang sedang mempersiapkan suatu usaha, penduduk yang merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan, penduduk yang sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.
28. Mencari pekerjaan adalah upaya yang dilakukan untuk memperoleh pekerjaan pada suatu periode waktu.
29. Mempersiapkan usaha adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang dalam rangka mempersiapkan suatu usaha yang ‘baru’, yang bertujuan untuk memperoleh penghasilan/keuntungan atas resiko sendiri, baik dengan atau tanpa mempekerjakan buruh/karyawan/pegawai dibayar maupun tidak dibayar.
7 30. Angka beban tanggungan adalah perbandingan antara jumlah penduduk usia di bawah 15 tahun dan 65 tahun ke atas dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun di suatu daerah pada waktu tertentu.
31. Tingkat Partistipasi Angkatan Kerja (TPAK) adalah ukuran yang menggambarkan perbandingan antara jumlah angkatan kerja dengan jumlah penduduk usia kerja.
32. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah ukuran yang menunjukkan besarnya penduduk usia kerja yang termasuk dalam kelompok pengangguran yang dihitung dari perbandingan antara jumlah pencari kerja dengan jumlah angkatan kerja.
33. Upah adalah suatu penerimaan sebagai imbalan dari pengusaha kepada buruh untuk sesuatu pekerjaan atau jasa yang telah atau akan dilakukan, dinyatakan atau dinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan menurut suatu persetujuan, atau peraturan perundang-undangan dan dibayarkan atas dasar suatu perjanjian kerja antara pengusaha dengan buruh, termasuk tunjangan baik untuk sendiri maupun keluarganya (Berdasarkan Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam Penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota Tahun 2013).
34. Upah Minimum (UM) adalah upah bulanan terendah yang terdiri dari upah pokok termasuk tunjangan tetap (Berdasarkan Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam Penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota Tahun 2013).
Dalam penentuan Upah Minimum Kabupaten (UMK), di Kabupaten Cilacap dibagi menjadi tiga wilayah yaitu :
1. Wilayah Kota terdiri dari 3 kecamatan yaitu Kecamatan Cilacap Utara, Cilacap Tengah, dan Cilacap Selatan
2. Wilayah Timur terdiri dari 7 kecamatan yaitu Kecamatan Kesugihan, Maos, Sampang, Binangun, Nusawungu, Kroya dan Adipala.
3. Wilayah Barat terdiri dari 14 Kecamatan Jeruklegi, Kawunganten, Bantarsari, Gandrungmangu, Sidareja, Cipari, Kedungreja, Patimuan, Karangpucung, Cimanggu, Majenang, Wanareja, Dayeuhluhur, dan Kampunglaut.
35. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah indeks komposit yang disusun dari tiga indikator yaitu lama hidup yang diukur dengan angka harapan hidup
8 ketika lahir, pendidikan yang diukur berdasarkan rata-rata lama sekolah dan angka melek huruf penduduk usia 15 tahun ke atas, dan standar hidup yang diukur dengan pengeluaran per kapita (PPP rupiah). Nilai indeks berkisar 0-100.
36. Garis kemiskinan adalah penjumlahan dari Garis Kemiskinan Makanan dan Garis Kemiskinan Non-Makanan. Garis Kemiskinan Makanan (GKM) adalah jumlah nilai pengeluaran dari 52 komoditi dasar makanan yang riil dikonsumsi penduduk referensi yang kemudian disetarakan dengan 2.100 kilokalori per kapita per hari. Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM) merupakan penjumlahan nilai kebutuhan minimum dari komoditi-komoditi non makanan terpilih yang meliputi perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan.
37. Penduduk miskin adalah Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.
38. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) adalah merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan.
39. Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) adalah memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin. Semakin tinggi nilai indeks, semakin tinggi ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.
40. Angka Koefisien Gini adalah ukuran kemerataan pendapatan yang dihitung berdasarkan kelas pendapatan. Angka koefisien gini terletak antara nol dan satu.
Nol mencerminkan kemerataan sempurna dan satu menggambarkan ketidakmerataan sempurna.
41. Rumah Tangga Miskin (RTM) adalah rumah tangga hasil Pendataan Sosial Ekonomi 2005 (PSE05) yang memenuhi 9-14 kriteria kemiskinan.
42. Rumah Tangga Sasaran (RTS) adalah rumah tangga hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial 2008 (PPLS08) yang setelah dilakukan penghitungan dengan metode PMT (Proxy Mean Test) skornya kurang dari atau sama dengan 1,2 Garis Kemiskinan (GK).
43. Permukiman kumuh merupakan suatu lingkungan permukiman yang tidak sesuai dengan tata ruang, memiliki kepadatan bangunan yang sangat tinggi, kualitas bangunan yang rendah, prasarana lingkungan yang tidak memenuhi
9 persyaratan dan rawan sehingga dapat membahayakan kehidupan dan penghidupan masyarakat penghuni. Estimasi kondisi permukiman kumuh Indonesia didekati dengan menghitung proporsi rumah tangga kumuh perkotaan.
Terdapat empat indikator yang digunakan yaitu tidak adanya akses terhadap sumber air minum layak, tidak adanya akses terhadap sanitasi dasar layak, luas minimal lantai hunian per kapita dan daya tahan material hunian.
44. Sumber air minum layak meliputi air minum perpipaan dan air minum non- perpipaan terlindung yang berasal dari sumber air berkualitas dan berjarak sama dengan atau lebih dari 10 meter dari tempat pembuangan kotoran dan atau terlindung dari kontaminasi lainnya, yaitu air leding, keran umum, sumur bor atau pompa, sumur terlindung, mata air terlindung dan air hujan.
45. Sumber air minum tak layak didefinisikan sebagai sumber air di mana jarak antara sumber air dan tempat pembuangan kotoran kurang dari 10 meter dan atau tidak terlindung dari kontaminasi lainnya, yaitu sumur galian yang tak terlindung, mata air tak terlindung, air yang diangkut dengan tangki/drum kecil, dan air permukaan dari sungai, danau, kolam, dan saluran irigasi/drainase. Air kemasan dianggap sebagai sumber air minum layak hanya jika rumah tangga yang bersangkutan menggunakannya untuk memasak dan menjaga kebersihan tubuh.
Di Indonesia penggunaan air kemasan tidak dikategorikan sebagai sumber air minum layak terkait aspek keberlanjutannya.
46. Fasilitas sanitasi layak didefinisikan sebagai sarana yang aman, higienis, dan nyaman, yang dapat menjauhkan pengguna dan lingkungan di sekitarnya dari kontak dengan kotoran manusia. Fasilitas sanitasi yang layak mencakup kloset dengan leher angsa, toilet guyur (flush toilet) yang terhubung dengan sistem pipa saluran pembuangan atau tangki septik, termasuk jamban cemplung (pit latrine) terlindung dengan segel slab dan ventilasi, serta toilet kompos.
47. Fasilitas sanitasi tidak layak meliputi toilet yang mengalir ke selokan, saluran terbuka, sungai, atau lapangan terbuka, jamban cemplung tanpa segel slab, wadah ember, dan toilet gantung.
48. Daya tahan material hunian diklasifikasikan berdasarkan bahan penyusun atap berupa ijuk/rumbia dan lainnya, dinding terluas berupa bambu dan lainnya, dan lantai terluas berupa tanah.
10 49. Rumah kumuh didefinisikan sebagai rumah tangga dengan kondisi yang
minimal memenuhi dua dari tiga kriteria klasifikasi tersebut.
50. Luas lantai bangunan tempat tinggal adalah luas lantai yang ditempati dan digunakan untuk keperluan sehari-hari (sebatas atap). Bagian-bagian yang digunakan bukan untuk keperluan sehari-hari tidak dimasukkan dalam perhitungan luas lantai seperti lumbung padi, kandang ternak, lantai jemur (hamparan semen) dan ruangan khusus untuk usaha (misalnya warung). Untuk bangunan bertingkat, luas lantai adalah jumlah luas lantai dari semua tingkat yang ditempati.
51. Sumber air minum adalah sumber air minum utama (volume air terbanyak) yang digunakan oleh rumah tangga. Sumber air minum dapat berasal dari air dalam kemasan bermerk, air isi ulang, leding meteran, leding eceran, sumur bor/pompa, sumur terlindung, sumur tak terlindung, mata air terlindung, mata air tak terlindung, air sungai, air hujan dan lainnya.
52. Pompa adalah air tanah yang cara pengambilannya dengan tangan, pompa listrik, atau kincir angin, termasuk sumur artesis (sumur pantek).
53. Sumur adalah air yang berasal dari dalam tanah yang digali. Cara pengambilannya dengan menggunakan gayung atau ember, baik dengan maupun tanpa katrol.
54. Mata air adalah sumber air permukaan tanah di mana air timbul dengan sendirinya.
55. Kriteria keluarga menurut BKKBN terdiri dari Keluarga Pra Sejahtera (Pra- KS), Keluarga Sejahtera I (KS I), Keluarga Sejahtera II (KS II), Keluarga Sejahtera III (KS III) dan Keluarga Sejahtera III Plus (KS III-Plus).
51. Keluarga miskin menurut BKKBN adalah Keluarga Pra Sejahtera (Pra-KS) dan Keluarga Sejahtera I ( KS I). Ada lima indikator yang harus dipenuhi agar suatu keluarga dikategorikan sebagai Keluarga Sejahtera I, yaitu :
1. Anggota keluarga melaksanakan ibadah sesuai agama yang dianut masing- masing.
2. Seluruh anggota keluarga pada umumnya makan 2 kali sehari atau lebih.
3. Seluruh anggota keluarga mempunyai pakaian yang berbeda di rumah, sekolah, bekerja dan bepergian.
11 4. Bagian terluas lantai rumah bukan dari tanah.
5. Bila anak sakit atau PUS (Pasangan Usia Subur) ingin mengikuti KB pergi ke sarana/petugas kesehatan serta diberi cara KB modern.
Keluarga Pra-Sejahtera adalah keluarga-keluarga yang tidak memenuhi salah satu dari lima indikator tersebut.
12 BAB II
GAMBARAN UMUM 2.1.Kondisi Geografis
Luas wilayah Kabupaten Cilacap tercatat 225.361 Ha (termasuk Pulau Nusakambangan seluas 11.511 Ha). Secara geografis terletak diantara 108o 4’ 30” – 109o 30’ 30” Garis Bujur Timur dan 7o 30’ - 7o 45’ 20” Garis Lintang Selatan.
Sedangkan secara topografi, Kabupaten Cilacap berada pada ketinggian antara 6 – 198 meter di atas permukaan laut. Di bagian selatan wilayah Kabupaten Cilacap yang membatasi Segara Anakan dan Samudra Hindia terdapat Pulau Nusakambangan yang memanjang dari arah barat ke timur dengan jarak kurang lebih 30 kilometer. Wilayah Kabupaten Cilacap mempunyai topografi yang beragam, namun kondisi topografi rata- rata merupakan dataran rendah.
Secara administratip Kabupaten Cilacap terbagi menjadi 24 kecamatan yang terdiri dari 269 desa dan 15 kelurahan. Luas yang ada terdiri dari 64.744 hektar (30,27 persen) lahan sawah, 60.084 hektar (28,10 persen) lahan bukan sawah dan 89.022 hektar (41,63 persen) lahan bukan pertanian. Kecamatan terluas adalah kecamatan Wanareja (18.973 hektar), sedangkan kecamatan terjauh dari ibu kota kabupaten adalah Kecamatan Dayeuhluhur (107 km).
2.2. Pemerintahan
Pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap tahun 2014 sebanyak 1.076 orang dengan rincian pejabat esselon II sebanyak 35 orang, pejabat esselon III sebanyak 193 orang, pejabat esselon IV sebanyak 765 orang dan pejabat esselon V sebanyak 83 orang. Formasi pejabat eselon I-V yang tersedia adalah 1.091 jabatan, sehingga masih ada 15 jabatan yang belum terisi oleh pejabat struktural.
Jumlah PNS tahun 2015 seluruhnya sebanyak 13.510 orang yang terdiri dari PNS laki-laki sebanyak 7.239 orang dan PNS perempuan sebanyak 6.271 orang.
Menurut tingkat pendidikan sebagian besar PNS berpendidikan S-1.
13 Tabel 2.1
Jumlah Pejabat Struktural di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap Tahun 2011 – 2014
Jabatan Struktural 2011 2012 2013 2014
(1) (3) (4) (5) (5)
Esselon II Esselon III Esselon IV Esselon V
31 192 767 83
30 184 871 79
35 193 765 83
35 193 765 83
Jumlah 1.073 1.164 1.076 1.076
Sumber : Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Cilacap
Tabel 2.2
Jumlah Pegawai Negeri Sipil menurut Tingkat Pendidikan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap Tahun 2011 - 2014
Tingkat Pendidikan 2011 2012 2013 2014
1. SD 2. SLTP 3. SLTA 4. D-1/D-2 5. D-3 6. D-4/S-1 7. S-2
257 471 3.384 3.345 1.021 6.171 329
220 382 2.744 2.555 1.088 6.986 493
186 342 2.537 2.139 1.120 7.002 491
Total 14.979 14.468 13.817
Sumber :Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Cilacap.
2.3.Kependudukan
2.3.1. Penduduk dan Pertumbuhan Penduduk
Penduduk Kabupaten Cilacap menurut hasil registrasi penduduk pada akhir tahun 2014 mencapai 1.774.649 jiwa yang terdiri dari laki-laki 888.927 jiwa dan perempuan 885.722 jiwa. Pertumbuhan penduduk tahun 2014 sebesar 0,35 persen, Angka Kelahiran Kasar (CBR) sebesar 11,4 artinya terjadi kelahiran
14 hidup sebanyak 11 per 1.000 penduduk. Sementara Angka Kematian Kasar (CDR) sebesar 5,95 artinya terjadi kematian sebanyak 6 per 1.000 penduduk.
2.3.2. Penyebaran dan Kepadatan Penduduk
Distribusi penduduk menurut kecamatan, memperlihatkan Kecamatan Majenang adalah yang paling banyak penduduknya yaitu sebesar 127.769 jiwa (7,20 persen), diikuti Kecamatan Gandrungmangu sebesar 105.426 jiwa (5,94 persen) kemudian Kecamatan Kroya sebesar 103.947 jiwa (5,86 persen).
Sedangkan yang berpenduduk paling kecil adalah Kecamatan Kampunglaut, yaitu sebesar 17.181 jiwa (0,97 persen).
Bila jumlah penduduk dibandingkan dengan luas wilayah maka dikenal suatu ukuran yaitu kepadatan penduduk. Ukuran ini dapat digunakan sebagai langkah awal guna memperoleh gambaran tentang kemampuan wilayah dalam memberikan daya tampung dan daya dukung terhadap penduduk yang ada.
Bertambahnya penduduk menyebabkan kepadatan penduduk juga meningkat, yaitu dari 825 jiwa/km2 pada tahun 2012 menjadi 827 jiwa/km2 pada tahun 2013.
Seperti tahun sebelumnya, penduduk yang terpadat berada di Kecamatan Cilacap Selatan (8.581 jiwa/km2). Sementara itu Kecamatan Kampunglaut yang luasnya 6,8 persen dari total luas kabupaten Cilacap hanya dihuni 117 jiwa/km2 . Sebagai catatan sebagian besar wilayah Kampung Laut bukanlah tanah dataran yang
0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5
2010 2011 2012 2013 2014
0,26 0,38
0,5
0,26 0,35
P e r t u m b u h a n
T a h u n
Grafik 2.1. Pertumbuhan Penduduk di Kabupaten Cilacap 2010 - 2014
15 ideal untuk dijadikan tempat tinggal tetapi merupakan rawa-rawa, hutan bakau dan perairan.
Tabel 2.3
Jumlah Penduduk, Kepadatan Penduduk dan Penyebaran Penduduk di Kabupaten Cilacap Tahun 2013
Kecamatan Luas Wilayah Jumlah Kepadatan Penyebaran
(Km2) Penduduk Jiwa/Km2 (%)
(1) (2) (3) (4) (5)
01. Dayeuhluhur 185,06 49.677 268 2,80
02. Wanareja 189,73 97.660 515 5,50
03. Majenang 138,56 127.769 922 7,20
04. Cimanggu 167,44 97.237 581 5,48
05. Karangpucung 115,00 73.642 640 4,15
06. Cipari 121,47 62.508 515 3,52
07. Sidareja 54,95 57.403 1045 3,23
08. Kedungreja 71,43 81.093 1135 4,57
09. Patimuan 75,30 46.223 614 2,60
10. Gandrungmangu 143,19 105.426 736 5,94
11. Bantarsari 95,54 69.484 727 3,92
12. Kawunganten 117,43 81.077 690 4,57
13. Kampunglaut 146,14 17.181 118 0,97
14. Jeruklegi 96,80 65.369 675 3,68
15. Kesugihan 82,31 96.442 1172 5,43
16. Adipala 61,19 78.842 1288 4,44
17. Maos 28,05 48.731 1737 2,75
18. Sampang 27,30 37.660 1379 2,12
19. Kroya 58,83 103.947 1767 5,86
20. Binangun 51,42 66.314 1290 3,74
21. Nusawaungu 61,26 78.010 1273 4,40
22. Cilacap Selatan 9,11 78.512 8618 4,42
23. Cilacap Tengah 22,15 84.261 3804 4,75
24. Cilacap Utara 18,84 70.181 3725 3,95
Jumlah 2138,5 1.774.649 830 100,00
Tahun 2013 2.138,50 1.768.502 827
Tahun 2012 2.138,50 1.764.003 825
Tahun 2011 2.138,50 1.755.268 821
Sumber : BPS Kabupaten Cilacap.
16 2.3.3. Rasio Jenis Kelamin dan Rasio Ketergantungan Penduduk
Besar kecilnya rasio jenis kelamin di suatu daerah dipengaruhi oleh : a. Sex Ratio at Birth.
Kelahiran bayi laki-laki lebih banyak daripada bayi perempuan.
b. Pola Mortalitas antara penduduk laki-laki dan penduduk perempuan.
Jika kematian laki-laki lebih besar dari pada jumlah kematian perempuan maka rasio jenis kelamin semakin kecil.
c. Pola migrasi antara penduduk laki-laki dan penduduk perempuan.
Jika suatu daerah sex ratio > 100 berarti di daerah tersebut lebih banyak penduduk laki-laki. Jika sex ratio < 100 berarti lebih banyak penduduk perempuan.
Komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin di tahun 2014 menunjukkan jumlah penduduk laki-laki sedikit lebih banyak dibanding penduduk perempuan, yang diindikasikan dengan angka rasio jenis kelamin sebesar 100,4. Terdapat 10 (sepuluh) kecamatan yang jumlah penduduk perempuan lebih banyak (rasio jenis kelaminnya di bawah 100) yaitu Kecamatan Dayeuhluhur, Kecamatan Wanareja, Kecamatan Majenang, Kecamatan Karangpucung, Kecamatan Sidareja, Kecamatan Patimuan, Kecamatan Gandrungmangu, Kecamatan Kawunganten, Kecamatan Maos dan Kecamatan Kroya.
17 Tabel 2.4
Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Rasio Jenis Kelamin di Kabupaten Cilacap Tahun 2014
Kecamatan Laki-laki Perempuan Lk + Pr RJK
(1) (2) (3) (4) (5)
01. Dayeuhluhur 24.669 25.008 49.677 98,6
02. Wanareja 48.631 49.029 97.660 99,2
03. Majenang 63.751 64.018 127.769 99,6
04. Cimanggu 48.803 48.434 97.237 100,8
05. Karangpucung 36.516 37.126 73.642 98,4
06. Cipari 31.288 31.220 62.508 100,2
07. Sidareja 28.440 28.963 57.403 98,2
08. Kedungreja 40.580 40.513 81.093 100,2
09. Patimuan 23.025 23.198 46.223 99,3
10. Gandrungmangu 52.636 52.790 105.426 99,7
11. Bantarsari 34.951 34.533 69.484 101,2
12. Kawunganten 39.840 41.237 81.077 96,6
13. Kampunglaut 8.814 8.367 17.181 105,3
14. Jeruklegi 33.153 32.216 65.369 102,9
15. Kesugihan 48.466 47.976 96.442 101,0
16. Adipala 39.525 39.317 78.842 100,5
17. Maos 24.324 24.407 48.731 99,7
18. Sampang 18.969 18.691 37.660 101,5
19. Kroya 51.833 52.114 103.947 99,5
20. Binangun 33.579 32.735 66.314 102,6
21. Nusawaungu 39.268 38.742 78.010 101,4
22. Cilacap Selatan 39.675 38.837 78.512 102,2
23. Cilacap Tengah 42.296 41.965 84.261 100,8
24. Cilacap Utara 35.895 34.286 70.181 104,7
Jumlah 888.927 885.722 1.774.649 100,4
Tahun 2013 885.812 882.690 1.768.502 100,4
Tahun 2012 883.390 880.613 1.764.003 100,3
Tahun 2011 879.198 876.070 1.755.268 100,4
Sumber : BPS Kabupaten Cilacap
18 Dari umur penduduk dapat diketahui pula angka rasio ketergantungan penduduk Kabupaten Cilacap tahun 2014 sebesar 51,57 persen, yang berarti tiap 100 orang usia produktif harus menanggung 52 orang usia non produktif.
Tabel 2.5
Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur di Kabupaten Cilacap Tahun 2010 - 2013
Kelompok Umur 2011 2012 2013 2014
(1) (2) (3) (4) (5)
0 – 14 15 – 64
65 +
497.612 1.132.630
125.026
501.018 1.136.826
126.159
473.385 1.163.598
131.519
468.901 1.170.819
134.929
Rasio Ketergantungan 54,97 55,17 51,99 51,57
Sumber : BPS Kabupaten Cilacap
2.4. Potensi Wilayah
Luas wilayah Kabupaten Cilacap terbagi dalam dua bagian yaitu lahan sawah seluas 64.516 Ha atau 30,17 persen, lahan bukan sawah seluas 59.804 Ha atau 27,96 persen dan 89.530 Ha atau 41,87 persen merupakan lahan bukan pertanian.
Lahan sawah terdiri dari : irigasi tehnis, irigasi setengah tehnis, irigasi sederhana, irigasi desa/non PU , tadah hujan, lebak polder dan lainnya. Lahan bukan sawah terdiri dari : pekarangan yang ditanami tanaman pertanian, tegal/kebun, ladang/huma, penggembalaab/padang rumput, lahan sementara tidak diusahakan, ditanami pohon/hutan rakyat, perkebunan, tambak, kolam/empang. Lahan bukan pertanian terdiri dari : rumah, bangunan dan halaman sekitar; hutan negara; rawa-rawa;
Lainnya (jalan,sungai, danau, lahan tandus, dll.)
19 Tabel 2.6
Luas Penggunaan Lahan di Kabupaten Cilacap Tahun 2011 – 2014 (Hektar)
No. Jenis Penggunaan 2011 2012 2013 2014
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
1.
2.
3.
4.
Lahan Sawah : Irigasi Tehnis
Irigasi Setengah Tehnis Irigasi Sederhana Irigasi Desa / Non PU Tadah Hujan
Pasang Surut Lebak
Polder dan Lainnya Lahan Bukan Sawah :
Pekarangan yg ditanami tanaman pertanian Tegal / Kebun
Ladang / Huma
Penggembalaan / Padang Rumput Sementara tidak diusahakan Ditanami Pohon / hutan rakyat Perkebunan
Tambak
Kolam / Empang / Lahan Bukan Pertanian :
Rumah, bangunan dan halaman sekitar Hutan Negara
Rawa-rawa
Lainnya (jalan,sungai, danau, lahan tandus, dll.)
63.963 37.881 2.861 4.312 2.066 16.541
*) 82 220 65.897 4.784 42.397 284 3 136 5.747 11.921 111 514 83.990 31.870 40.992 2.993 8.135
64.036 37.892 2.858 4.247 2.068 16.669
*) 82 220 66.005 4.836 42.457 284 3 136 5.747 11.921 116 505 83.809 31.724 41.098 3.003 7.984
64.744 38.603 2.638 3.648 1.794 16.894 433 694 40 60.084 2.616 42.457 284 - 136 1.348 12.899 6 338 89.022 31.724 46.375 2.940 7.983
64.516 47.089*
**
**
**
16.179 514 734 - 59.804
**
45.468 92 0 0 1.920 12.324
**
**
89.530
**
**
**
**
Total Luas Lahan 213.850 213.850 213.850 213.850 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Cilacap
** Data tidak tersedia;
* Termasuk irigasi setengah teknis, irigasi sederhana dan non PU
2.4.1. Pertanian Tanaman Pangan
Sektor pertanian tanaman pangan meliputi tanaman padi sawah, padi gogo, ketela pohon, jagung, ketela rambat, kedelai, kacang tanah dan kacang hijau.
20 Produksi padi sawah tahun 2014 tercatat sebesar 776.881 ton dengan luas panen 129.222 hektar. Produksi padi gogo 36.549 ton dengan luas panen 8.041 hektar.
Luas panen tanaman jagung 2.680 hektar dan produksinya mencapai 18.208 ton.
Tanaman ketela pohon berproduksi sebesar 117.380 ton dengan luas panen 4.413 hektar. Produksi ketela rambat di tahun 2014 sebanyak 3.261 ton dengan luas panen 239 Ha. Produksi kedelai sebesar 4.338 ton dengan luas panen 2.984 hektar, tanaman kacang tanah di tahun 2014 berproduksi sebanyak 1.232 ton dengan luas panen 1.013 hektar. Sementara produksi kacang hijau sebesar 4.237 ton dengan luas panen 3.135 hektar. Dari delapan komoditas ada tiga komoditas yang mengalami kenaikan produksi yaitu padi gogo, kedelai, dan kacang hijau dikarenakan luas tanamnya bertambah. Kenaikan ketiga komoditas tersebut karena ada kenaikan luas panen yaitu untuk padi gogo luas panen tahun 2013 seluas 6.437 hektar naik menjadi 8.041 hektar, kedelai dengan luas 1.587 hektar di tahun 2013 menjadi 2.984 hektar dan kacang hijau dengan luas 1.773 hektar di tahun 2013 naik menjadi 3.135 hektar di tahun 2014.
Tabel 2.7
Luas Panen dan Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Cilacap Tahun 2012 - 2014 Jenis Tanaman
Pangan
Luas panen (Ha) Produksi (ton)
2012 2013 2014 2015*) 2012 2013 2014 2015*)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1. Padi sawah 2. Padi gogo 3. Jagung 4. Ketela pohon 5. Ketela rambat 6. Kedelai 7. Kacang tanah 8. Kacang hijau
122.989 9.759 3.310 2.998 307 3.147 2.124 1.982
131.851 6.437 3.538 5.055 344 1.587 1.364 1.773
129.222 8.041 2.680 4.413 239 2.984 1.013 3.135
54.626 4.321 2.044 399 83 755 1.047 39
737.499 40.021 19.452 74.810 3.816 4.604 3.164 2.667
793.337 27.101 20.844 126.123 4.272 2.315 1.951 2.258
776.881 36.549 18.208 117.380 3.261 4.338 1.232 4.237
405.871 19.349 14.588 6.570 1.112 927 1.012 46 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Cilacap
*) Angka Sementara periode Januari-April 2015, Hasil “Crop Cutting Survey” BPS Kab. Cilacap
21 Jenis tanaman sayuran yang banyak ditanam oleh para petani antara lain : kacang panjang, cabe, tomat, terong, ketimun, kangkung dan bayam. Jika di tahun 2013, cabe adalah komoditas yang produksinya paling banyak dan diikuti oleh kangkung, di tahun 2014 komoditas yang paling banyak produksinya adalah kangkung disusul oleh cabe.
Tabel 2.8
Luas Panen dan Produksi Tanaman Sayuran di Kabupaten Cilacap Tahun 2012 - 2014
Jenis Tanaman Sayuran
Luas panen (Ha) Produksi (ton)
2012 2013 2014 2012 2013 2014
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Kacang panjang 2. Cabe
3. Kangkung 4. Bayam 5. Terong 6. Ketimun 7. Tomat
467 394 358 156 176 186 53
396 393 321 117 185 134 58
379 389 275 98 167 143 73
5.216 5.296 5.711 1.643 1.804 2.525 735
4.968 6.645 6.117 1.701 3.378 1.702 947
6.422 10.428 11.170 1.539 3.460 3.217 1.339 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Cilacap
Produksi buah-buahan di Kabupaten Cilacap tahun 2014 yang cukup dominan adalah pisang. Total produksinya mencapai 315.790 kuintal, disusul oleh produksi rambutan yang mencapai 121.769 kuintal, kemudian pepaya dengan produksi mencapai 101.924 kuintal.