• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi makanan melalui buku perb

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Materi makanan melalui buku perb"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Makanan merupakan salah satu faktor yang sangat di butuh kan oleh makhluk hidup untuk bertahan hidup.

Di dalam makanan banyak sekali zat makanan yang terkandung di dalam nya. Seperti lemak, vitamin, karbohidrat, protein, dan garam mineral yang sangat di butuh kan oleh tubuh agar tetap stabil.

Banyak orang tidak mengetahui zat apa saja yang mereka konsumsi sehari-hari, sedangkan tubuh membutuh kan protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan garam mineral yang seimbang. Itulah yang melatar belakangi penulis serta untuk memenuhi tugas Biologi, penulis melakukan praktikum tentang kandungan zat makanan.

B. IDENTIFIKASI MASALAH

Zat-zat penting yang terkandung dalam makanan diantaranya yaitu : 1. karbohidrat

2. protein

3. lemak

4. vitamin

5. garam mineral

6. Air

C. PEMBATASAN MASALAH

Kami akan melakukan pembahasan tentang zat yang terkandung dalam makanan yang dimakan sehari-hari. Makanan yang akan kami bahas adalah makanan yang mengandung protein, lemak, amilum, dan glukosa.

D. PERUMUSAN MASALAH

Adapun perumusan masalah mengenai kandungan uji makanan yang akan di bahas, antara lain : 1. Uji kundungan protein

2. Uji kandungan lemak

3. Uji kandungan amilum

(2)

E. TUJUAN

Untuk mengetehui zat-zat yang terkandung dalam berbagai bahan makanan.

F. MANFAAT PENULISAN

Laporan ini di buat untuk memenuhi tugas Biologi serta untuk membantu mengetahui apa saja zat yang terkandung dalam makanan yang di konsumsi sehari-hari

BAB II

METODOLOGI PENELITIAN

A. ALAT DAN BAHAN

1. Rak tabung reaksi 2. Tabung reaksi

3. Penjepit tabung reaksi 4. Pipet

5. Gelas kimia 6. Pembakar spritus

7. Berbagai bahan makan, yaitu : ubi, margarin, tempe, roti 8. Kertas buram

9. Larutan Fehlin A dan fehlin B 10. Benedict

11. Larutan biuret (campuran CuSO4-1% dan NaOH-10%) 12. Larutan lugol

13. Air 14. Mortar

B. CARA KERJA

1. Membuat larutan makanan

a. Tumbuklah sampel bahan makanan yang kering dan padat dengan menggunakan mortar sampai

menjadi halus.

b. Berilah sedikit air dan aduk, sehingga terbentuk semacam larutan.

c. Masukanlah tiap sampel larutan makanan dengan menggunakan pipet ke dalam tiga tabung reaksi

(A, B, dan C) yang masing-masing setinggi 1 cm.

2. Uji Amilum

a. Masukanlah 2 tetes larutan lugol kedalam tabung reaksi yang terdapat larutan makanan nasi.

(3)

(larutan lugol berwarna biru tua terhadap reaksi amilum)

3. Uji Glukosa

a. Masukanlah 5 tetes larutan Fehling A dan 5 tetes larutan Fehling B ke dalam tabung reaksi B yang

mengandung larutan makanan roti kemudian di kocok agar homogen.

b. Panaskanlah tabung reaksi tersebut di atas api pada Bunsen dengan menggunakan penjepit tabung

reaksi, lebih kurang selama 1 menit.

c. Amatilah perubahan warna pada larutan Fehling A dan B.

(larutan Fehling A dan B berwana merah bata terhadap reaksi glukosa) 4. Uji Protein

a. Masukanlah 3 tetes larutan biuret kedalam tabung reaksi C yang mengandung larutan makanan

tempe, kemudian kocok hingga homogen. b. Amtilah perubahan warna pada larutan biuret.

(larutan biuret berwarna ungun terhadap reaksi protein). 5. Uji Lemak

a. Letakan margarine ke atas kertas buram, dan biarkan kurng lebih 1 menit.

b. Amatilah bekas margarine pada kertas buram.

(kertas buram menjadi transparan atau bernoda pada bekas sempel makanan terhadap reaksi lemak).

C. HASIL DAN PEMBAHASAN

1. HASIL

NO MAKANANNAMA ALAT/LARUTAN WARNAREAKSI Glukosa Protein Amilum Lemak

1 Nasi Lugol Biru tua

-

-

-2 Roti Fehling A dan B Merah bata

-

-

-3 Tempe Biuret Ungu

-

-

-4 margarin Kertas buram Transparan

-

-

-

Keterangan : (√) = positif (-) = negatif

B. PEMBAHASAN

Dalam praktek kali ini kami menggunakan tempe, nasi, margarin, roti yang sering kita jumpai dan kita konsumsi sehari-hari.

1. Uji Amilum

Uji amilum kami menggunakan nasi sebagai bahan percobaan. Larutan nasi ditetesi larutan logol. Hasil pengamatan larutan nasi berubah warna menjadi berwarna biru tua. Itu membuktikan bahwa larutan nasi positif mengandung zat amilum.

(4)

Uji glukosa kami menggunakan roti sebagai bahan percobaan. Larutan roti ditetesi larutan Fehling A dan B. Hasil yang di dapat membuktikan perubahan warna pada larutan roti yang berubah warna menjadi merah bata. Itu membuktikan bahwa roti positif mengandung zat glukosa.

3. Uji Protein

Untuk uji protein kami menggunakan sempel makanan yaitu tempe yang di larutkan dalam air dan kemudian di tetesi larutan biuret. Dan hasilnya pun positif bahwa tempe mengandung zat protein. Itu dapat dilihat dari perubahan warna yang berubah menjadi ungu.

4. Uji Lemak

Untuk uji lemak kami menggunakan margarin sebagai bahan percobaan dan kami menggunakan pula kertas buram untuk praktek kali ini. Olesi kertas buram dengan menggunakan margarin, lalu diam kan beberapa saat. Dan hasil nya kertas buram menjadi transparan dan membuktikan bahwa margarin mengandung lemak.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

1. Perubahan warna larutan nasi menjadi biru kehitaman menunjukkan larutan yang diuji mengandung amilum

2. Perubahan warna larutan roti menjadi merah bata menunjukkan bahwa larutan tersebut mengandung glukosa.

3. Kadar warna merah pada hasil eksperimen menunjukkan kualitas kandungan glukosa dalam larutan.

4. Perubahan warna ungu pada larutan tempe menunjukkan larutan tersebut mengandung protein

5. Timbulnya transparan pada kertas menunjukkan adanya kandungan lemak dalam margarin

B. SARAN

(5)

A. PENDAHULUAN

Uji karbohidrat , lemak , dan protein merupakan kegiatan untuk menguji keberadaan zat – zat makanan : karbohidrat , lemak , dan protein yang terdapat di dalam bahan – bahan makanan tertentu dengan menggunakan zat dan prosedur tertentu.

Pengetahuan tentang jenis – jenis zat makanan yang dimiliki oleh suatu bahan makanan atau tentang jenis zat makanan terbanyak yang dimiliki oleh suatu bahan makanan akan sangat berguna dalam pengajaran tentang gizi dan kesehatan ataupun dalam kehidupan sehari – hari. Dengan pengetahuan ini , dapat menjelaskan jenis bahan makanan apa saja yang dapat dijadikan sumber karbohidrat , lemak , protein atau zat makanan lainnya.Disamping itu , dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari tentang bahan makanan yang perlu dikonsumsi secukupnya atau yang perlu dikurangi pada kondisi tertentu.

B. TUJUAN

Tujuan umum kegiatan uji coba zat makanan adalah dapat mengidentifikasi zat makanan yang terdapat di dalam berbagai bahan makanan yang telah ditentukan. Selanjutnya melakukan uji zat – zat makanan terhadap berbagai bahan makanan , secara rinci mahasiswa dapat melakukan hal – hal sebagai berikut :

1) Mengidentifikasi bahan - bahan makanan yang mengandung karbohidrat

2) Mengelompokkan bahan – bahan makanan yang dijadikan sumber karbohidrat

3) Mengidentifikasi bahan – bahan makanan yang mengandung lemak

4) Mengelompokkan bahan – bahan makanan yang dijadikan sumber lemak

5) Mengidentifikasi bahan – bahan makanan yang mengandung protein

6) Mengelompokkan bahan – bahan makanan yang dijadikan sumber protein

C. LANDASAN TEORI

Agar tubuh sehat dan tumbuh secara normal , ada enam macam zat makanan yang dibutuhkan, yaitu karbohidrat , lemak , protein , vitamin , dan air. Keempat zat makanan tersebut dapat kita peroleh dari berbagai bahan makanan. Suatu bahan makanan dapat mengandung satu atau lebih zat makanan. Tetapi bahan makanan akan mengandung zat makanan tertentu saja dalam jumlah yang banyak sehingga suatu bahan makanan merupakan sumber zat makanan tertentu. Kandungan zat dalam makanan dapat diidentifikasi suatu pengujian sederhana namun jumlah kandungan setiap zat makanan dalam bahan makanan hanya dapat diidentifikasi dengan cara yang kompleks.

(6)

karbohidrat yang merupakan bagian utama dari bahan makanan : gandum , jagung , kentang , ubi , singkong , padi , dan lain – lain. Keberadaan amilum di dalam bahan makanan diuji dengan pemberian larutan yodium dalam KL. Larutan yodium menyebabkan amilum berubah warnanya menjadi biru tua. Jadi , bahan makanan yang mengandung amilum jika ditetesi oleh larutan yodium dalam KL akan berubah warnanya menjadi biru – ungu atau biru. Agar perubahan warna itu dapat diidentifikasi hendaknya mengusahakan untuk memilih bahan makanan yang berwarna putih. Hal yang perlu mendapat perhatian dalam penggunaan larutan yodium adalah agar selalu ingat bahwa larutan yodium beracun dan jika terlalu pekat dapat membuat iritasi pada kulit.

Seperti juga karbohidrat , lemak merupakan senyawa yang terdiri atas unsur karbon , hidrogen dan oksigen dengan struktur yang berbeda dari karbohidrat. Lemak dapat dijumpai pada berbagai bahan makanan , seperti bahan makanan yang berasal dari hewan dan bahan makanan yang berasal dari tumbuhan. Bahan makanan yang berasal dari hewan yang mengandung lemak adalah daging , jerohan , krim , susu , mentega dan sebagainya. Sedangkan bahan makanan yang berasal dari tumbuhan yang mengandung lemak adalah minyak goreng , margarin , kacang tanah , kemiri dan lain – lain. Bahan makanan sumber lemak jika dipegang terasa licin dan jika ditempelkan pada kertas akan terlihat meninggalkan bekas minyak pada kertas tersebut. Apabila bekas air pada kertas akan hilang setelah beberapa saat karena air menguap sehingga kertas akan kering kembali , maka bekas minyak tidak akan hilang dari kertas karena minyak tidak menguap. Ciri – ciri ini dapat dijadikan pedoman untuk pengujian sederhana tentang ada tidaknya lemak dalam suatu bahan makanan.

(7)

D. PELAKSANAAN PRAKTIKUM

1. UJI KARBOHIDRAT

Alat dan Bahan:

 Piring plastik 1 buah

 Pipet 1 buah

 Pisang 1 iris kecil

 Apel 1 iris kecil

 Nasi 2 – 3 butir

 Telur rebus (bagian putihnya) 1 iris kecil

 Tahu putih 1 iris kecil

 Margarin seujung sendok

 Biskuit 1 potong kecil

 Tepung terigu 1 sendok kecil

 Gula pasir 1 sendok kecil

 Kentang 1 iris kecil

 Kalium Yodida 0 , 1 M 10 ml

Cara Kerja

a. Susun dan beri nama bahan – bahan makanan yang akan diuji di atas piring plastik seperti gambar

berikut :

margarin

apel gula pasir

biscuit tepung

nasi pisang

tahu putih telur rebus

(8)

b. Catat warna setiap bahan makanan sebelum ditetesi lugol

c. Tetesi satu per satu bahan makanan dengan 2 – 3 tetes larutan yodium di dalam KL atau lugol.

Perhatikan dan catat perubahan warna pada bagian makanan yang ditetesi larutan yodium.

d. Catatlah bahan yang diuji manakah yang menunjukkan warna ungu atau biru setelah ditetesi

larutan yodium. Hasil Kerja :

NO BAHAN MAKANAN Sebelum WARNA

diberi yodium

Setelah diberi yodium

1 Pisang kuning muda kuning muda

2 Apel kuning krem ungu

3 Nasi putih biru tua

4 Telur rebus ( bagian putihnya ) putih putih

5 Tahu putih putih kuning

6 Margarin kuning jingga

7 Biskuit kuning biru

8 Tepung terigu putih biru

9 Gula pasir putih coklat

10 Kentang kuning biru

Pertanyaan :

1. Manakah yang menunjukkan warna ungu atau biru setelah ditetesi larutan yodium ?

Jawab : Bahan makanan yang menunjukkan perubahan warna menjadi ungu atau biru adalah apel , nasi , biskuit , tepung terigu , dan kentang

2. Mengapa ada bahan makanan yang berwarna ungu , biru ada pula yang tidak setelah ditetesi larutan

yodium ?

Jawab : Karena tidak semua bahan makanan yang diuji mengandung amilum. Kesimpulan :

(9)

2. UJI LEMAK

Alat dan Bahan

 Piring plastik 1 buah

 Pipet 2 buah

 Kertas coklat sampul buku 12 lembar

 Kemiri 2 butir

 Margarin 1 sendok kecil

 Wortel 1 buah

 Seledri 1 tangkai

 Biji jagung kering 3 – 5 butir

 Singkong kering 1 iris

 Kacang tanah yang dikupas 3 – 5 butir

 Pepaya 1 potong kecil

 Santan 1 – 3 sendok

 Minyak goreng 5 ml

 Susu 1 – 3 sendok

 Air 5 ml

 Lampu / senter 1 buah

 Lilin 1 buah

 Korek api 1 dus

 Sendok 1 buah

Cara Kerja

1) Ambil dua buah kertas coklat sampul buku yang telah dipotong – potong dengan ukuran 10 X 10

cm

2) Ambil pipet , isap air dengan pipet dan teteskan di atas salah satu kertas coklat

3) Ambil pipet yang lain , isap minyak dengan pipet dan teteskan di atas kertas coklat yang lainnya.

4) Biarkan kedua kertas tersebut selama ± 10 menit. Sesudah itu periksa keduanya. Amati dan catat

keadaan permukaan kertas tersebut. Manakah kertas yang masih meninggalkan bekas ?

(10)

5) Ambillah kesepuluh kertas coklat yang telah disiapkan. Berilah nomor dan nama jenis bahan

makanan yang diuji. Bahan makanan yang diuji : (1) kemiri , (2) margarin , (3) seledri , (4) wortel , (5) biji jagung kering , (6) singkong kering , (7) kacang tanah kering , (8) pepaya , (9) santan , (10) susu.

6) Remukkanlah kemiri , usap – usap di atas kertas coklat kira – kira 10 kali dan bersihkan sisa

kemiri. Biarkan sekitar 5 – 10 menit.

7) Sambil menunggu waktu 10 menit , kerjakan hal serupa untk kesembilan bahan makanan lain.

Cairkan margarin di atas sendok dengan menggunakan panas dari nyala lilin. Teteskan margarin di atas kertas coklat. Biarkan sekitar 10 menit.

8) Usapkan seledri di atas kertas coklat kira – kira 10 kali. Potonglah wortel dan usap – usapkan di

atas kertas coklat berulang kali.Usap – usapkan biji jagung kering di atas kertas coklat berulang – ulang atau sebanyak 10 kali. Lakukan hal yang sama untuk singkong kering dan kacang tanah kering. Potong – potong pepaya dan usap – usapkan di atas kertas coklat sebanyak 10 kali. Teteskan air santan pada kertas coklat. Teteskan pula susu pada kertas coklat yang terakhir. Biarkan kesepuluh kertas coklat ini selama 10 menit.

9) Setelah sepuluh menit , amati kertas coklat satu per satu Pergunakanlah lampu atau senter ke arah

bekas usapan dari bahan – bahan makanan yang diuji. Hasil Kerja:

NOMOR

KERTAS BAHAN YANG DIUJI

MENINGGALKAN

BEKAS NODAYA TIDAK

1 Kemiri √

2 Margarin √

3 Seledri √

4 Wortel √

5 Biji jagung kering √

6 Singkong kering √

7 Kacang tanah kering √

8 Pepaya √

9 Santan atau kelapa √

10 Susu √

(11)

Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa suatu bahan makanan dapat diuji kandungan lemaknya dengan mengoleskannya pada kertas coklat. Jika setelah beberapa menit bahan makanan meninggalkan bekas pada kertas, maka dapat dipastikan bahan makanan tersebut mengandung lemak. Adapun contoh bahan makanan yang mengandung lemak adalah kemiri , margarin , kacang tanah kering , dan santan atau kelapa.

3. UJI PROTEIN

Alat dan bahan :

o Piring plastik 1 buah

o Pipet 2 buah

o Lilin 1 buah

o Alas gelas / piring kecil (menyim

pan lilin yang menyala) 1 buah o Cangkir plastik

o Jepitan jemuran 1 buah

o Korek api 1 dus

o Sendok makan 1 buah

o Air kapur 10 ml

o Gula pasir 1 sendok

o Putih telur matang 1 iris kecil

o Roti 1 iris kecil

o Tempe 1 iris kecil

o Daging ayam 1 iris kecil

o Tepung terigu 1 sendok makan

o Tembaga sulfat 2 sendok makan

o Bulu ayam 1 helai

o Seledri 1 batang

o Kangkung 1 batang

Cara Kerja :

(12)

 Nyalakan lilin , berdirikan di atas gelas ( piring kecil ). Jepitlah bulu ayam dengan penjepit

jemuran atau tabung reaksi , kemudian bakarlah di atas nyala lilin. Amati dan jelaskan bau yang ditimbulkannya. Gunakanlah bulu ayam terbakar ini sebagai kontrol.

 Jepitlah satu per satu bahan yang akan diuji , kemudian bakarlah di atas nyala lilin. Bahan yang

diuji adalah seledri , kangkung , putih telur , roti , tempe , dan daging ayam. Amati bau yang ditimbulkannya. Manakah yang baunya seperti bau bulu yang terbakar !

NO BAHAN YANGDIUJI SEPERTI BULUWAKTU DIBAKAR BERBAU

AYAM AROMA LAIN

1 Seledri √

2 Kangkung √

3 Putih telur √

4 Roti √

5 Tempe √

6 Daging ayam √

 Buatlah kesimpulan , manakah bahan makanan yang mengandung protein berdasarkan uji

pembakaran!

Kesimpulan

44

Bahan makanan yang mengeluarkan bau seperti bulu ayam yang terbakar pada saat melakukan

proses pembakaran , maka bahan makanan tersebut mengandung protein. Contoh bahan makanan yang mengandung protein adalah seledri , kangkung , putih telur , tempe , dan daging ayam.

(13)

Untuk menguji adanya kandungan karbohidrat,lemak dan protein dalam bahan makanan.

Dasar Teori

Tubuh manusia membutuhkan zat makanan dalam jumlah yang berbeda. Ada yang dibutuhkan dalam jumlah banyak (makronutrien), yaitu karbohidrat; protein; dan lemak, ada pula yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit, yaitu mineral dan vitamin

Makronutrien yang dibutuhkan manusia: 1. Karbohidrat

Karbohidrat tersusun atas unsur-unsur C, H, dan O yang dibentuk dalam proses fotosintesis oleh tumbuhan berhijau daun. Golongan karbohidrat antara lain : gula, tepung, dan selulosa. Menurut ukuran molekul, karbohidrat dibedakan menjadi beberapa golongan sebagai berikut

-Monosakarida, meliputi glukosa, fruktosa, dan galaktosa.

 Disakarida, meliputi sukrosa, maltosa, dan laktosa.

 Polisakarida, meliputi amilum, selulosa, dan glikogen.

Setiap molekul glukosa mengandung 38 ATP (adenosine trifosfat). Metabolisme karbohidrat dipengaruhi oleh enzim-enzim dan hormone-hormon tertentu. Adapun fungsi karbohidrat adalah sebagai berikut:

1. Sebagi penghasil kalori (1 gram = 4,1 kalori )

2. Pembentuk senyawa-senyawa organic yang lain seperti lemak dan protein

3. Menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh

2. Lemak

Lemak tersusun atas unsure-unsur C, H, dan O yang merupakan senyawa majemuk. Lemak terdiri atas asam lemak dan gliserol. Pada satu molekul lemak terdapat satu molekul gliserol dan tiga buah molekul asam lemak.

Sumber lemak dibagi menjadi dua macam, yaitu hewani dan nabati.

Lemak tidak dapat larut dalam air tetapi larut dalam eter, benzene, dan kloroform. Lemak terdiri atas 2 komponen, yaitu asam lemak dan gliserol. Setiap 3 molekul asam lemak berikatan dengan molekul gliserol membentuk trigliserida. Asam lemak yang dibuat oleh tubuh disebut asam lemak nonesensial, sedangkan asam lemak yang diperoleh dari makanan disebut asam lemak esensial Adapun fungsi lemak sebagai berikut :

1. Sebagai penghasil energi ( 1 gram = 9,3 kalori )

2. Pembangun bagian-bagian sel tertentu

3. Pelarut beberapa vitamin, yaitu vitamin A, D, E, dan K

4. Sebagai pelindung tubuh dari suhu rendah

3. Protein

Protein merupakan senyawa majemuk yang terdiri atas unsure-unsur C, H, O, N, dan kadang-kadang terdapat unsure P dan S. Molekul protein tersusun dari sejumlah asam amino sebagai bahan dari dasar.

(14)

1. Macam asam amino yang terdapat dalam molekul protein

2. Jumlah tiap macam asam amino

3. Susunan asam amino dalam molekul protein

Ada beberapa asam amino yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh kita, sehingga harus didapat dari makanan kita sehari-hari. Asam amino tersebut disebut asam amino esensial yang berjumlah 8, yaitu : lisineleusin, isoleusin, treonin, metionin, valin, fenilalanin, dan triptofan.

Protein dicerna secara kimia menjadi asam-asam amino yang kemudian diserap pada dinding-dinding ahlus. Asam-asam amino tersebut masuk ke pembuluh darah dan diangkut menuju ke sel-sel tubuh.

Adapun fungsi protein, yaitu :

1. Penghasil energi ( 1 gram = 4,1 kalori )

2. Pembangun jaringan-jaringan baru dan mengganti yang rusak

3. Pembuat enzim dan hormone

4. Penjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh

5. Pembentuk antibodi

Alat dan Bahan

 Tabung reaksi

 Rak tabung

 Gelas kimia

 Kassa

 Pembakar spiritus

 Pipet

 Korek api

 Larutan A

 Larutan B

 Larutan C

 Larutan D

(15)

 Lugol

 Fehling A+B

Cara Kerja

Ujilah masing-masing Larutan A, B, C, dan D dengan reagent :

 Biuret

 Lugol

 Fehling A+B

Keterangan:

 Penggunaan larutan A-D, ±1 cm darei dasar tabung reaksi

 Penggunaan reagent antara 3-6 tetes

 Penggunaan dengan fehling A+B harus dipanaskan

 Masukkan hasil pengamatan ke dalam tabel

Hasil Pengamatan

Pertanyaan

1. Sebutkan bahan apa saj yang dapat diuji dengan reagent biuret, lugol, dan fehling A+B? Jawab:

 Biuret: protein

 Lugol: amilum

 Fehling A+B: glukosa

2. Sebutkan indicator perubahan warna yang timbul dalam percobaan uji bahan makanan/ bahan organic tertentu?

Jawab:

 Biuret: ungu

Larutan Reagent

Biuret Lugol Fehling A+B

A biru biru kehitaman ungu ® ungu

B biru biru biru ® orange

C ungu bening ungu ® kuning

(16)

 Lugol: biru kehitaman

 Fehling A+B: orange/jingga

3. Bahan organic/bahan makanan apa saja yang terdapat dalam larutan A-D? Jawab:

 Larutan A : amilum

 Larutan B : amilum, glukosa

 Larutan C : protein

 Larutan D : protein, glukosa

Kesimpulan

Bahan makanan yang mengandung protein jika ditetesi dengan larutan biuret akan berubah wana menjadi ungu.

Jika bahan makanan ditetesi dengan larutan lugol akan berubah warna menjadi ungu hingga kehitam-hitaman maka bahan makanan tersebut mengandung amilum.

Jika bahan makanan diteesi larutan fehling A+B kemudian dipanaskan akan berubah warna menjadi orange/jingga maka bahan makanan tersebut mengandung glukosa.

Dari percobaan di atas maka dapat disimpulkan bahwa:

 Larutan A mengandung amilum

 Larutan B mengandung amilum dan glukosa

 Larutan C mengandung protein

Referensi

Dokumen terkait

Bila berwarna ungu lebih muda dari ungu yang tertera pada etiket botol, berarti garam mengandung yodium kurang dari 30 ppm2. Bila tidak berubah warna berarti garam tidak

Latihan!. Isilah titik pada soal-soal berikut. Menempelkan gambar dikertas yang sudah disiapkan oleh guru. Perbandingan banyak bintang warna biru dengan bintang warna ungu?

Bahan makanan yang ditetesi dengan reagen biuret dan mengocoknya, berubah warna menjadiungu, maka bahan makanan tersebut mengandung protein.bahan makanan yang didenan reagen

 Putih Telur : sebelumnya berwarna bening setelah ditetesi Fehling A+B warnanya berubah menjadi ungu, menunjukan tidak adanya kandungan glukosa di dalamnya.. Uji Lemak dengan

* jika bahan makanan yang ditetesi oleh larutan benedict sebelum dipanaskan berwarna hijau toska atau biru dan setelah di panaskan berubah menjadi warna merah bata, atau

Bahan makanan yang ditetesi dengan reagen biuret dan mengocoknya, berubah warna menjadiungu, maka bahan makanan tersebut mengandung protein.bahan makanan yang didenan

Pada tabel pengamatan indikator alamiah asam basa, bunga terompet ungu yang memiliki ekstrak berwarna ungu, pada tetesan pertama setelah ditetesi dengan larutan cuka warnanya

Gula ket : Transparan agak butek ket : Biru  Kesimpulan : Warna bahan makanan setelah ditetesi biuret akan berubah warna menjadi biru sampai keunguan yang menandakan bahwa bahan