Pada bulan Juni 2010 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum naik sebesar 0,72 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 1,98 persen.
IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada bulan Juni 2010 naik masing-masing 0,75 persen; 0,96 persen; dan 0,21 persen.
IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Juni 2010 turun sebesar 0,03 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan penurunan harga hasil kilang minyak, barang-barang logam, semen, kayu lapis, dan barang-barang dari logam dasar bukan besi. Sedangkan yang mengalami kenaikan harga antara lain bahan bangunan dari keramik dan tanah liat, aspal, dan barang galian segala jenis.
No. 44/07/Th. XIII, 1 Juli 2010
P
ERKEMBANGAN
I
NDEKS
H
ARGA
P
ERDAGANGAN
B
ESAR
JUNI 2010 HARGA GROSIR NAIK 0,72 PERSEN
1. Perkembangan Harga Perdagangan Besar/Grosir/Agen Bulan Juni 2010
Berdasarkan hasil pemantauan BPS, pada bulan Juni 2010 IHPB Umum Nonmigas adalah 173,34 atau naik 0,72 persen dari IHPB Mei 2010 sebesar 172,10. Kenaikan persentase perubahan IHPB terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks seluruh sektor domestik dan kelompok barang dalam perdagangan internasional. Sektor Pertanian, Sektor Pertambangan & Penggalian, dan Sektor Industri naik masing-masing 1,98; 0,34; dan 0,22 persen. Dalam perdagangan internasional, Kelompok Barang Impor Nonmigas, dan Kelompok Barang Ekspor Nonmigas naik masing-masing sebesar 0,51 dan 1,24 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan Juni 2010 antara lain padi/gabah, ketela pohon, kentang, sayur-sayuran, buah-buahan, kelapa sawit, ayam hidup, ikan laut, beras, rokok kretek, ikan olahan dan awetan ekspor, dan minyak kelapa sawit ekspor. Sedangkan komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain karet, solar industri, minyak diesel industri, dan minyak bakar.
Pada bulan Juni 2010 Sektor Pertanian merupakan penyumbang andil terbesar pada inflasi HPB, yaitu sebesar 0,34 persen. Sektor Industri, Kelompok Barang Ekspor Nonmigas dan Kelompok Barang Impor Nonmigas menyumbang andil positif masing-masing sebesar 0,11; 0,19; dan 0,07 persen, sedangkan Sektor Pertambangan & Penggalian tidak menyumbang andil secara signifikan.
IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi yang terdiri dari 5 (lima) kelompok jenis bangunan pada bulan Juni 2010 secara umum mengalami penurunan indeks sebesar 0,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pada bulan Juni 2010 dua dari lima kelompok jenis bangunan mengalami penurunan indeks, yaitu Kelompok Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal turun sebesar 0,10 persen; dan Kelompok Bangunan Pekerjaan Umum untuk Pertanian turun 0,04 persen, sedangkan Kelompok Bangunan Pekerjaan Umum untuk Jalan, Jembatan dan Pelabuhan naik 0,07 persen, Kelompok Bangunan
dan Instalasi Listrik, Gas, Air Minum dan Komunikasi naik 0,02 persen, dan Kelompok Bangunan Lainnya naik 0,01 persen.
Tabel 1
Persentase Perubahan dan Andil Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Indonesia Bulan Juni 2010 menurut Sektor/Kelompok Barang (2005=100)
Sektor/Kelompok Barang IHPB Mei 2010 IHPB Juni 2010 Perub IHPB Juni 2010 thd Mei 2010 (%) Andil Inflasi HPB Juni 2010 (1) (2) (3) (4) (5) Sektor Domestik 1 Pertanian 225,02 229,48 1,98 0,34 2 Pertambangan & Penggalian 211,57 212,29 0,34 0,006 3 Industri 170,85 171,23 0,22 0,11 Perdagangan Internasional 1 Impor Nonmigas 158,86 159,67 0,51 0,07 2 Ekspor Nonmigas 142,63 144,40 1,24 0,19 Umum Nonmigas 172,10 173,34 0,72 0,72 Bahan Baku
IHPB Bahan Baku pada Juni 2010 mengalami inflasi atau kenaikan indeks sebesar 0,75 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu dari 166,72 pada Mei 2010 menjadi 167,98 pada Juni 2010. Kenaikan harga Bahan Baku disebabkan oleh kenaikan harga Bahan Baku Lokal dan harga Bahan Baku Impor Nonmigas masing-masing sebesar 0,79 dan 0,60 persen. Penyebab kenaikan harga Bahan Baku Lokal antara lain kenaikan harga komoditas di Subsektor Tanaman Pangan sebesar 3,22 persen, dan Subsektor Industri Kertas, Barang Dari Kertas Dan Barang Cetakan sebesar 1,19 persen. Sementara indeks Bahan Baku Impor Nonmigas naik disebabkan antara lain oleh kenaikan harga komoditas di Subsektor Hasil Industri Kertas & Barang Dari Kertas Dan Karton sebesar 3,02 persen. Komoditas yang memberi andil cukup besar dalam inflasi Bahan Baku antara lain padi/gabah, kertas tulis dan sejenisnya.
Kelompok Barang Konsumsi
Kelompok Barang Konsumsi pada Juni 2010 mengalami inflasi sebesar 0,96 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau terjadi kenaikan indeks dari 177,93 pada Mei 2010 menjadi 179,63 pada Juni 2010. Sektor Pertanian, Sektor Industri dan Kelompok Barang Impor Nonmigas memberikan andil positif masing-masing sebesar 0,54; 0,39 dan 0,02 persen, sedangkan Sektor Pertambangan dan Penggalian tidak menyumbang andil secara signifikan.
Pada Sektor Pertanian, Subsektor Tanaman Pangan menyumbang sebesar 0,40 persen, dan merupakan pemberi andil terbesar dalam inflasi Kelompok Barang Konsumsi. Sementara pada Kelompok Barang Konsumsi Impor, Subsektor Hasil Industri Kertas Dan Barang Dari Kertas Dan Karton menyumbang sebesar 0,01 persen, dan merupakan pemberi andil terbesar dalam inflasi Kelompok Barang Konsumsi.
Kelompok Barang Modal
Pada Juni 2010, IHPB Barang Modal mengalami inflasi sebesar 0,21 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 152,16 pada Mei 2010 menjadi 152,47 pada Juni 2010. Kenaikan ini utamanya disebabkan kenaikan indeks Sektor Pertanian dan Kelompok Barang Impor Nonmigas masing-masing sebesar 0,38; dan 0,42 persen. Sementara Sektor Industri tidak mengalami perubahan indeks. Pada bulan ini, Subsektor Alat-Alat Berat, Mesin Industri Impor merupakan pemberi andil terbesar pada inflasi Kelompok Barang Modal dengan menyumbang sebesar 0,20 persen.
Tabel 2
Persentase Perubahan dan Andil Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal Indonesia
Bulan Juni 2010 Menurut Sektor/ Kelompok Barang (2005=100)
Sektor/Kelompok Barang IHPB Mei 2010 IHPB Juni 2010
Perubahan IHPB Juni 2010 thd Mei 2010 (%) Andil Inflasi Juni 2010 (1) (2) (3) (4) (5) I. Bahan Baku 166,72 167,98 0,75 0,75 Lokal 184,00 185,45 0,79 0,65 1.1. Pertanian 215,21 219,29 1,90 0,42
1.2. Pertambangan dan Penggalian 211,55 212,27 0,34 0,01
1.3. Industri 172,67 173,34 0,39 0,22
Impor Nonmigas 116,72 117,43 0,60 0,11 II. Barang Konsumsi 177,93 179,63 0,96 0,96
2.1. Pertanian 240,50 245,58 2,11 0,54
2.2. Pertambangan dan Penggalian 270,01 277,09 2,62 0,00
2.3. Industri 172,18 173,21 0,60 0,39
Impor Nonmigas 118,08 118,36 0,24 0,02 III. Barang modal 152,16 152,47 0,21 0,21
3.1. Pertanian 209,27 210,06 0,38 0,00
3.2. Industri 136,06 136,06 0,00 0,00
Impor Nonmigas 173,85 174,58 0,42 0,20
Kelompok Bangunan/Konstruksi
IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi Indonesia pada Juni 2010 mengalami penurunan dari 191,10 pada Mei 2010 menjadi 191,04 pada Juni 2010 atau terjadi deflasi sebesar 0,03 persen. Dua dari lima kelompok bangunan dalam IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi yaitu Kelompok Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal, dan Kelompok Bangunan Pekerjaan Umum untuk Pertanian memberikan andil negatif pada deflasi konstruksi Indonesia masing-masing sebesar 0,05; dan 0,004 persen, sedangkan, Kelompok Pekerjaan Umum untuk Jalan, Jembatan dan Pelabuhan menyumbang andil positif sebesar 0,02 persen. Kelompok Bangunan dan Instalasi Listrik, Gas, Air Minum dan Komunikasi; dan Kelompok Bangunan Lainnya tidak menyumbang andil pada deflasi bulan Juni 2010 karena tidak mengalami perubahan indeks yang signifikan.
Tabel 3
Persentase Perubahan dan Andil Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Bahan Bangunan/Konstruksi Indonesia
Bulan Juni 2010 Menurut Kelompok Jenis Bangunan (2005=100) Kelompok Bangunan IHPB Mei 2010 IHPB Juni 2010 Perubahan IHPB Juni 2010 thd Mei 2010 (%) Andil Inflasi Juni 2010 (1) (2) (3) (4) (5)
Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan
Tempat Tinggal 185,80 185,62 -0,10 -0,05 Bangunan Pekerjaan Umum Untuk
Pertanian 201,36 201,28 -0,04 -0,004
Pekerjaan Umum Untuk Jalan, Jembatan
dan Pelabuhan 198,79 198,92 0,07 0,02
Bangunan dan Instalasi Listrik, Gas, Air
Minum dan Komunikasi 181,55 181,58 0,02 0,00 Bangunan Lainnya 191,60 191,62 0,01 0,00 Konstruksi Indonesia 191,10 191,04 -0,03 -0,03
Tabel 4
Persentase Perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Kelompok Bahan Bangunan/Konstruksi Indonesia Bulan Juni 2010
(2005=100)
Kelompok Bahan Bangunan IHPB Mei 2010 IHPB Juni 2010 Perubahan IHPB Juni 2010 thd Mei 2010 (%) (1) (2) (3) (4) 1. Kayu gelondongan 215,40 216,05 0,30 2. Barang galian segala jenis 223,18 224,01 0,37 3. Kayu gergajian dan awetan 291,37 291,94 0,20 4. Kayu lapis dan sejenisnya 149,38 148,92 -0,31 5. Bahan bangunan dari kayu 279,54 280,10 0,20 6. Kertas dan sejenisnya 175,94 177,26 0,75 7. Cat, vernis dan lak 169,85 170,20 0,21
8. Aspal 286,28 287,66 0,48
9. Hasil kilang minyak lainnya 200,24 198,38 -0,93 10. Barang-barang dari karet 221,25 221,91 0,30 11. Barang-barang plastik 149,85 150,01 0,11 12. Kaca lembaran 169,96 170,18 0,13 13. Bahan bangunan dari keramik dan tanah liat 194,93 196,02 0,56
14. Semen 171,73 171,16 -0,33
15. Batu split 193,92 194,49 0,29
16. Barang-barang lainnya dari bahan bukan logam 184,16 184,38 0,12 17. Barang-barang dari besi dan baja dasar 156,24 155,96 -0,18 18. Barang-barang dari logam dasar bukan besi 119,07 118,80 -0,23 19. Alat pertukangan dari logam 181,21 181,65 0,24 20. Bahan bangunan dari logam 193,43 193,70 0,14 21. Barang-barang logam lainnya 184,87 183,95 -0,50 22. Alat-alat berat dan perlengkapannya 145,60 145,65 0,03 23. Mesin pembangkit dan motor listrik 121,27 121,62 0,29 24. Perlengkapan listrik lainnya 183,46 184,07 0,33
25. Aki (accu) 209,74 209,54 -0,10
Kelompok bahan bangunan yang mengalami penurunan harga pada bulan Juni 2010, antara lain: hasil kilang minyak 0,93 persen, barang-barang dari logam 0,50 persen, semen 0,33 persen, kayu lapis 0,31 persen, dan barang-barang dari logam dasar bukan besi 0,23 persen. Sedangkan kelompok bahan bangunan yang mengalami kenaikan harga adalah kertas dan sejenisnya 0,75 persen, bahan bangunan dari keramik dan tanah liat 0,56 persen, aspal 0,48 persen, barang galian segala jenis 0,37 persen, dan perlengkapan listrik 0,33 persen.
2. Perkembangan Harga Perdagangan Besar/Grosir/Agen Bulan Mei 2010
Berdasarkan hasil pantauan BPS, dalam perdagangan internasional bulan Mei 2010, indeks Kelompok Barang Impor, dan Kelompok Barang Ekspor mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,19 dan 1,21 persen dari bulan sebelumnya. Kenaikan ini menyebabkan IHPB Umum Mei 2010 naik dari 168,91 pada April 2010, menjadi 169,61 atau terjadi inflasi sebesar 0,41 persen. Komoditas migas yang mengalami kenaikan harga selama bulan Mei 2010 adalah gas alam cair ekspor.
Pada bulan Mei 2010 Kelompok Barang Ekspor merupakan penyumbang andil terbesar pada inflasi HPB, yaitu sebesar 0,22 persen. Sektor Pertanian, Sektor Pertambangan dan Penggalian, Sektor Industri, dan Kelompok Barang Impor, menyumbang andil positif masing-masing sebesar 0,03; 0,004; 0,12 dan 0,03 persen.
Tabel 5
Persentase Perubahan dan Andil Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Indonesia Bulan Mei 2010 menurut Sektor/Kelompok Barang (2005=100)
Sektor/Kelompok Barang IHPB April 2010 IHPB Mei 2010 Perub. IHPB Mei 2010 thd April 2010 (%) Andil Inflasi HPB Mei 2010 (1) (2) (3) (4) (5) Sektor Domestik 1 Pertanian 224,58 225,02 0,20 0,03 2 Pertambangan & Penggalian 211,07 211,57 0,24 0,004 3 Industri 170,36 170,81 0,26 0,12
Perdagangan Internasional
1 Impor 161,10 161,41 0,19 0,03
2 Ekspor 137,54 139,21 1,21 0,22
Umum 168,91 169,61 0,41 0,41
Umum Tanpa Ekspor 178,11 178,52 0,23 0,19 Umum Tanpa Ekspor Migas 171,21 172,05 0,49 0,47 Umum Tanpa Impor 170,55 171,33 0,46 0,38 Umum Tanpa Impor dan Ekspor Migas 173,48 174,44 0,55 0,44 Umum Tanpa Impor dan Ekspor 183,03 183,48 0,25 0,16
Bahan Baku
IHPB Bahan Baku pada Mei 2010 mengalami inflasi atau kenaikan indeks sebesar 0,32 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu dari 176,94 pada April 2010 menjadi 177,50 pada Mei 2010. Kenaikan harga Bahan Baku disebabkan oleh kenaikan harga Bahan Baku Lokal dan Bahan Baku Impor masing-masing sebesar 0,37 dan 0,14 persen. Penyebab kenaikan harga Bahan Baku Lokal antara lain adalah kenaikan harga komoditas di Subsektor Industri Penggilingan Padi, Biji-Bijian Dan Makanan
Hewan 1,53 persen, dan Kelompok Barang Pengilangan Minyak Bumi sebesar 0,61 persen. Keduanya memberikan andil inflasi masing-masing sebesar 0,03 dan 0,04 persen pada inflasi Bahan Baku. Sementara indeks Bahan Baku Impor naik disebabkan antara lain oleh kenaikan harga komoditas di Subsektor Alat-Alat Berat, Mesin-Mesin Untuk Industri Dan Perlengkapannya sebesar 2,41 persen.
Kelompok Barang Konsumsi
Kelompok Barang Konsumsi pada Mei 2010 mengalami inflasi sebesar 0,47 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau terjadi kenaikan indeks dari 183,68 pada April 2010 menjadi 184,54 pada Mei 2010. Penyebab kenaikan indeks Kelompok Barang Konsumsi adalah naiknya indeks Sektor Pertanian 0,53 persen, Sektor Industri 0,52 persen, dan Kelompok Barang Impor 0,05 persen. Indeks Sektor Pertambangan & Penggalian pada bulan ini tidak mengalami perubahan.
Pada Sektor Pertanian, Subsektor Perikanan menyumbang sebesar 0,14 persen, dan merupakan pemberi andil terbesar. Sementara penyumbang terbesar pada Sektor Industri adalah Subsektor Industri Pengilangan Minyak Bumi 0,04 persen, dan pada Kelompok Barang Impor adalah Subsektor Hasil Industri Kertas & Barang Dari Kertas Dan Karton 0,01 persen.
Kelompok Barang Modal
Pada Mei 2010, IHPB Barang Modal mengalami inflasi sebesar 0,98 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 150,72 pada April 2010 menjadi 152,20 pada Mei 2010. Kenaikan ini disebabkan kenaikan barang-barang di Sektor Industri, dan Kelompok Barang Impor masing-masing sebesar 0,05; dan 2,00 persen. Sebaliknya, beberapa barang di Sektor Pertanian mengalami penurunan sehingga indeks Sektor Pertanian turun sebesar 0,97 persen.
Tabel 6
Persentase Perubahan dan Andil Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal Indonesia
Bulan Mei 2010 Menurut Sektor dan Kelompok (2005=100)
Kelompok/Sektor IHPB April 2010 IHPB Mei 2010
Perubahan IHPB Mei 2010 thd April 2010 (%) Andil Inflasi Mei 2010 (1) (2) (3) (4) (5) I. Bahan Baku 176,94 177,50 0,32 0,32 Lokal 183,59 184,26 0,37 0,28 1.1. Pertanian 215,28 215,21 -0,04 -0,01 1.2. Pertambangan dan Penggalian 211,06 211,55 0,23 0,01 1.3. Industri 172,10 173,02 0,53 0,28
Impor 157,69 157,92 0,14 0,03 II. Barang Konsumsi 183,68 184,54 0,47 0,47
2.1. Pertanian 239,23 240,50 0,53 0,13 2.2. Pertambangan dan Penggalian 270,01 270,01 0,00 0,00 2.3. Industri 171,67 172,56 0,52 0,33
Impor 165,29 165,38 0,05 0,01 III. Barang modal 150,72 152,20 0,98 0,98
3.1. Pertanian 211,31 209,27 -0,97 -0,003 3.2. Industri 135,99 136,06 0,05 0,03