Warren Buffet - Remember that the stock market is a manic depressive.

Teks penuh

(1)

Mohon Perhatikan Disclaimer Di Akhir Publikasi Ini

Warren Buffet

- Remember that the stock market is a manic depressive.

Macro Wrap

Pemerintah Minta Perusahaan Non-esensial Patuhi PPKM Darurat

Pemerintah meminta perusahaan swasta sektor non-esensial untuk mematuhi aturan PPKM Darurat dan kepada masing-masing pemda untuk serius dan tegas dalam penerapannya. Pemerintah dapat memberikan sanksi kepada pengusaha yang nakal selama PPKM Darurat. Salah satunya sanksi bagi pelaku usaha, restoran, pusat perbelanjaan, transportasi umum berupa sanksi administratif sampai dengan penutupan usaha. (cnnindonesia.com)

BI Optimis Cadangan Devisa Mampu Jaga Nilai Tukar Rupiah

BI optimistis cadangan devisa yang dimiliki oleh BI saat ini masih bisa menjaga ketahanan nilai tukar rupiah. Per Mei 2021, BI mencatat cadangan devisa sebesar US$ 136,4 miliar. Angka tersebut jauh di atas standard kecukupan internasional yang sekitar 3 bulan impor. Risiko pergerakan nilai tukar rupiah memang datang dari domestik maupun global. Namun, BI juga masih memiliki berbagai cara untuk menghalau risiko tersebut. BI melakukan triple intervention, yaitu intervensi di pasar DNDF, pasar spot, dan pembelian SBN di pasar sekunder, termasuk koordinasi dengan Menteri Keuangan. (Kontan.co.id)

Harga Gabah dan Beras Turun

Harga Rumah Mewah di Kawasan Elite Jakarta Terkoreksi

Technical View & Key Calls

IHSG. Support: 6034 / 6000 / 5975. Resistance: 6084 / 6135

PWON

Buy on Break, Entry Level: 446; Target: 488 / 500-510; Stoploss : 438

SMGR

Buy on Break, Entry level : 9475-9500; Target : 9800-10000 / 10600-10750; Stoploss : 9350

Market Wrap

DJIA (-0.60%), S&P500 (-0.20%), Stoxx600 (-0.52%), DAX (-0.96%)

Indeks saham AS ditutup beragam pada Selasa (6/7),setelah libur panjang Hari Kemerdekaan. Dua dari tiga indeks utama melemah terseret koreksi pada sektor keuangan dan sektor lainnya yang terkait erat dengan pertumbuhan ekonomi. Sedangkan indeks Nasdaq ditutup menguat tipis. Hal ini disebabkan, karena penurunan imbal hasil Treasury ke level terendah sejak Februari membebani saham bank. Indeks dolar menguat dan minyak mentah turun dari level tertinggi enam tahun. Di samping itu, untuk aktivitas industri jasa AS tumbuh terbatas di bulan Juni, kemungkinan tertahan oleh kekurangan tenaga kerja dan bahan ba-ku. Untuk zona Eropa sendiri ditutup melemah mematahkan kenaikan beruntun tiga hari karena investor beralih ke obligasi di tengah kekhawatiran akan rebound pertumbuhan ekonomi global.

Pada akhir perdagangan hari Selasa (6/7), IHSG ditutup menguat 0.69% ke level 6,047.1. Penutupan perdagangan kemarin diikuti aksi jual bersih investor asing sebesar Rp 174.75 Miliar. Secara sektoral pergerakan IHSG kemarin ditopang oleh sektor Technology (3.01%) dan Basic Materials (2.58%). Adapun saham-saham big cap yang menjadi penopang indeks yaitu EMTK (7.69%), ANTM (10.71%), dan MDKA (7.56%). Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS menguat 0.05% pada level Rp 14,470 /USD.

JCI Statistic

Daily Foreign Net Flow (IDR Bn)

JCI Performance Source: Bloomberg, HP Source: Bloomberg, HP Economic Indicators GDP Growth 1Q21 YoY (%) -0.74 GDP Nominal 1Q21 (IDR Tn) 3,969.1 CPI May. 2021 YoY (%) 1.7 Trade Bal. May 2021 (USD Bn) 2.4 BI 7-day RR Rate May. (%) 3.5 M2 May. 2021 (IDR Tn) 6,994.9 Third Party Fund Apr. YoY (%) 11.5 Banking Loan April. YoY (%) -2.4 Reserves May (USD Bn) 136.4

-1000 -500 0 500 1000 1500 2000 2500 3000 7 -J u n 9 -J u n 1 1 -J u n 1 5 -J u n 1 7 -J u n 2 1 -J u n 2 3 -J u n 2 5 -J u n 2 9 -J u n 1 -J u l 5 -J u l 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 3000 3500 4000 4500 5000 5500 6000 6500 7000 Jun-1 8 O ct -1 8 Fe b -1 9 Jun -19 O ct -19 Fe b -2 0 Jun -20 O ct -20 Fe b -2 1 Jun-2 1 Volume, IDRbn (RHS) JCI Index Last Spot 6,047.11 1D change (%) 0.69 1M change (%) (0.38) 1Y change (%) 21.26 52W High 6,504.99 52W Low 4,754.80 Volume (bn) 16.02 Value (bn) 11,082.00 PER (TTM) 19.07 PBV (TTM) 2.05 ROE (TTM) 13.38 GIDN10YR Index 6.56

Industry and Sector

Stock News

INDY (+4.21%) Kejar Target Produksi 31.4 Juta Ton

KLBF (-1.44%) Kembangkan Inovasi Tes RT Lamp Saliva

AMRT (+7.60%) Belum Mengerem Laju Ekspansi

PPRE (0.00%) Kantongi Kontrak Baru Rp2,8 Triliun

(2)

Mohon Perhatikan Disclaimer Di Akhir Publikasi Ini Comparative Table

Stock Key Calls — SMGR

Overview

Buy on Break SMGR ketika mampu bergerak di atas MA10 @ 9475, sehingga terbuka jalan menuju MA20 & 50 sampai dengan Upper Channel biru di seputaran 9800-10000. Destinasi selanjutnya adalah level

previ-ous High 10600-10750.

Rekomendasi:

Buy on Break, Entry Level: 9475-9500; Target: 9800-10000 / 10600-10750; Stoploss: 9350

Stock Key Calls — LQ45

Overview

LQ45 harus mampu menghadapi MA10 @ 848, se-hingga terbuka jalan menuju MA20 @ 866, disusul MA50 @ 878 hingga akhirnya sampai ke Upper Wedge

merah di sekitar 885. Namun jika LQ45 tidak mampu menghadapi MA10, maka Support terdekat saat ini berada di area previous Low sekaligus Lower Wedge

di seputaran 840-835.

Rekomendasi:

Buy on Break, Support: 840-835 / 811-795; Re-sistance : 848 / 866

Technical View & Key Calls Stock Key Calls — PWON

Overview

Buy on Break PWON ketika berhasil menembus MA10 @ 445, dan Average Up bisa dilakukan di sekitar MA20 sekaligus Upper Wedge merah @ 452. Jika kedua rintangan ini mampu dihadapi, PWON berpelu-ang melanjutkan perjalanan ke utara menuju MA50 di 488, disusul Resistance previous High 500-510,

sebe-lum sampai pada Target pattern di seputaran 540-550.

Rekomendasi:

Buy on Break, Entry Level: 446; Target: 488 / 500-510 / 540-550; Stoploss: 438

Source: Bloomberg, HP

Indices Last Price 1D% 1M% 3M% Commodities Last Price 1D% 1M% 3M%

Dow Jones 34577.37 -0.60% -0.52% 3.13% Bloomberg Commodity 92.80 -2.29% -1.99% 11.79%

S&P 500 4343.54 -0.20% 2.69% 6.51% Nymex Oil 73.61 0.33% 6.33% 23.16%

DAX 15511.38 -0.96% -1.06% 2.21% Brent Crude 74.53 -3.41% 3.67% 18.79%

Nikkei 225 28643.21 0.16% -1.30% -3.66% CPO Rotterdam

Kospi 3305.21 0.36% 1.63% 5.35% CPO Malaysia 3947.00 -0.63% -6.69% -6.27%

Hang Seng 28072.86 -0.25% -2.48% -2.10% Soybean CBT 1,363.75 -6.06% -13.89% -3.88%

Straits Times 3190.59 1.58% 0.47% -0.16% Rubber Tocom 225.00 0.45% -9.20% -5.46%

Shanghai 3530.26 -0.11% -1.92% 1.46% Nickel Spot 17,979.00 -2.35% -0.08% 7.72%

S&P/ASX 200 7261.78 -0.73% -0.28% 4.82% Nickel Inventory 232554.00 -0.01% -4.13% -10.35%

IHSG 6047.11 0.69% -0.38% 0.17% Tin Spot 32,778.00 -0.16% -0.42% 18.01%

LQ-45 846.96 0.48% -6.57% -6.32% Tin Inventory 1870.00 -1.32% 18.35% 9.36%

EIDO 20.33 -1.98% -9.68% -7.21% Newcastle Coal 140.75 -1.85% 17.54% 48.39%

Vix Index 16.44 9.09% 0.12% -8.21% Gold 1796.58 -0.03% -5.40% 3.39%

Currency Last Price 1D% 1M% 3M% Bond Yield Last Price 1D% 1M% 3M%

USD-IDR 14470.00 0.05% -1.42% 0.24% US 10 Year 1.35 -5.32% -13.22% -18.59%

EUR-USD 1.18 0.00% -3.00% -0.37% ID 10 Year 6.56 -0.26% 2.05% -0.29%

(3)

Mohon Perhatikan Disclaimer Di Akhir Publikasi Ini Industry and Sector

Harga Gabah dan Beras Turun

Perum Bulog saat ini masih terus melakukan penyerapan beras hasil panen petani dalam negeri sebagai upaya memper-tahankan ketersediaan stok CBP. Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, mengakui bahwa di tengah upaya penyerapan tersebut muncul isu tentang penurunan harga gabah dan beras sebagai akibat melimpahnya pasokan gabah dan beras dari hasil panen sebelumnya yang masih terus berlangsung. Budi mengatakan, sebagai perpanjangan tangan pemerintah, Bulog konsisten menyerap beras petani sebagai upaya stabilisasi harga beras di hulu. (Kontan.co.id)

Harga Rumah Mewah di Kawasan Elite Jakarta Terkoreksi

Kasus Covid-19 yang terus meningkat dan belum usai sejak Maret tahun lalu berdampak kepada tertekannya harga properti sekunder, khususnya rumah tapak di dalam negeri. fenomena maraknya penjualan rumah mewah di DKI Jakarta sudah ter-jadi semenjak semester II/2020. Hal itu membuat harga rumah mewah sekunder semakin menurun di beberapa titik, khu-susnya di kawasan Pondok Indah, Kelapa Gading, dan Pluit. Adapun rerata penurunan harganya sekitar 50 persen. , tetapi hal ini hanya terjadi di beberapa titik karena harga yang sudah over value. (Bisnis.com)

INDY (+4.21%) Kejar Target Produksi 31.4 Juta Ton

Kenaikan harga batu bara telah menimbulkan dampak positif bagi kinerja PT Indika Energy Tbk. (INDY). Meski demikian, perusahaan belum memiliki rencana untuk meningkatkan target produksinya. Head of Corporate Communica-tions Indika Energy Ricky Fernando mengatakan pergerakan harga batu bara saat ini berdampak positif pada kinerja perus-ahaan. Hal ini terlihat dari tren positif kenaikan harga batu bara acuan yang terus mengalami peningkatan. Ricky menga-takan pihaknya belum memiliki rencana untuk merevisi target-target produksi untuk tahun ini. Ia menuturkan, fokus utama INDY saat ini adalah mencapai target produksi sesuai dengan RKAB yang telah disetujui pemerintah. Target tersebut adalah sebanyak 30 juta ton untuk Kideco dan 1,4 juta ton dari PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU). Hingga Mei 2021, Ricky mengatakan Kideco telah memproduksi 15,1 juta ton batu bara, sementara MUTU memproduksi 0,8 juta ton. Meski demikian, pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya perubahan target pada tahun ini. (Bisnis.com)

KLBF (-1.44%) Kembangkan Inovasi Tes RT Lamp Saliva

Beragam metode testing Covid-19 mulai dikembangkan di Indonesia sejak kemunculan kasus pertama pada Maret tahun lalu. Mulai dari sampel melalui darah, lalu pangkal hidung dan tenggorokan, embusan napas, hingga kumur (gargling). Salah satu perusahaan farmasi yang tengah mengembangkan inovasi alat tes korona terbaru adalah PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dengan RT Lamp Saliva alias testing Covid-19 mengunakan sampel air liur.Presiden Direktur Kalbe Farma, Vidjongtius, mengungkapkan, saat ini alat tes Covid-19 RT Lamp Saliva yang dikembangKan Kalbe masih dalam tahap pengenalan dan edukasi ke masyarakat. Hal itu karena teknologi tersebut masih tergolong baru di tanah air. Diyakini, metode RT Lamp ini memiliki kualitas dan performa akurasi yang baik. Sebab, pengetesannya memakan waktu yang lebih cepat serta lebih nya-man dengan sensitivitas 94% dan spesifisitas hingga 98%. (Kontan.co.id)

AMRT (+7.60%) Belum Mengerem Laju Ekspansi

Lonjakan kasus covid-19 yang diiringi dengan pemberlakuan PPKM darurat membuat sektor usaha ritel kembali merana. Namun, kondisi ini belum mengusik rencana ekspansi dari PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Emiten ritel pengelola jaringan Alfamart ini masih belum mengerem rencana penambahan gerai untuk tahun 2021. Asal tahu saja, AMRT berencana melakukan ekspansi dengan membidik pembukaan gerai baru sekitar 650 gerai hingga 850 gerai. Untuk mendukung target tersebut, AMRT akan mengucurkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 2,5 triliun - Rp 3 triliun, yang akan didanai dari kas internal. Solihin tak merinci realisasi hingga semester pertama. Namun, ia memastikan realisasi penambahan gerai baru dan serapan capex masih sesuai target. (Kontan.co.id)

PPRE (0.00%) Kantongi Kontrak Baru Rp2,8 Triliun

PT PP Presisi Tbk. membukukan perolehan kontrak baru senilai Rp2,8 triliun pada paruh pertama tahun ini. Realisasi tersebut setara dengan 75,67 persen dari target kontrak baru yang ditetapkan untuk 2021 senilai Rp3,7 triliun. Direktur Utama PP Presisi Rully Noviandar menjelaskan perolehan kontrak baru tersebut berasal dari sejumlah proyek a.l. pembangunan Tol Cinere Jagorawi Seksi 3 senilai Rp1,1 triliun, pelebaran taxiway dan perpanjangan runway Bandara Sentani senilai Rp72 mil-iar, dan suplai beton Cisumdawu senilai Rp41 miliar. Selain itu, emiten dengan kode saham PPRE ini juga mendapatkan kon-trak proyek melalui anak usaha perseroan yaitu PT LMA a.l. pembangunan Kawasan Industri Batuta fase 2 senilai Rp533,9 miliar dan pekerjaan rock excavation Bandara Dhoho Kediri senilai Rp21,7 miliar. Adapun, komposisi per lini terhadap total kontrak baru tersebut didominasi oleh pekerjaan sipil sebesar 69 persen, jasa pertambangan 23 persen, produksi pembang-kit tenaga listrik (production plant) 6 persen, dan sisanya structure work dan penyewaan alat berat.(Bisnis.com)

(4)

Mohon Perhatikan Disclaimer Di Akhir Publikasi Ini Economic Calendar

Date Country Event

Survey Actual Prior Revised

07/06/2021 16:00 EC Retail Sales MoM May 0.043 0.046 -0.031 -0.039

07/06/2021 16:00 EC Retail Sales YoY May 0.082 0.09 0.239 0.233

07/06/2021 16:00 EC ZEW Survey Expectations Jul -- 61.2 81.3 --

07/06/2021 20:45 US Markit US Services PMI Jun F 64.8 64.6 64.8 --

07/06/2021 20:45 US Markit US Composite PMI Jun F -- 63.7 63.9 --

07/06/2021 21:00 US ISM Services Index Jun 63.5 60.1 64 --

07/07/2021 10:00 ID Net Foreign Assets IDR Jun -- -- 1911.1t 1911.1t

07/07/2021 10:00 ID Foreign Reserves Jun -- -- $136.40b --

07/07/2021 16:00 EC European Commission Publishes Summer Eco-nomic Forecasts

07/07/2021 18:00 US MBA Mortgage Applications 1-Jul -- -- -0.069 --

07/07/2021 21:00 US JOLTS Job Openings May 9325k -- 9286k --

07/07/2021 CH Foreign Reserves Jun $3200.00b -- $3221.80b --

Oil Price Bloomberg Commodity Index

Daily Sector Performance IDR Currency

Source: Bloomberg, HP Source: Bloomberg, HP

Source: Bloomberg, HP Source: Bloomberg, HP

50 60 70 80 90 100

Jun-19 Dec-19 Jun-20 Dec-20 Jun-21

Charts

Corporate Action

Code Type OS:NS Rp Cum Ex Record Pay Trade

TRJA Dividend 3 08-Jul-21 09-Jul-21 10-Jul-21 30-Jul-21 SMDR Dividend 10 08-Jul-21 09-Jul-21 10-Jul-21 30-Jul-21 ADMF Dividend 513 08-Jul-21 09-Jul-21 10-Jul-21 30-Jul-21

DNAR Right Issue 4:13 22-Oct-21 24-Oct-21 26-Oct-21 02-Nov-21

88 91 94 97 100 103 106 12000 13000 14000 15000 16000 17000

Jun-18 Dec-18 Jun-19 Dec-19 Jun-20 Dec-20 Jun-21 IDR Currency USD Index (RHS)

10 20 30 40 50 60 70 80 90

Jun-18 Dec-18 Jun-19 Dec-19 Jun-20 Dec-20 Jun-21 NYMEX Oil Brent Oil

-2% 0% 2% 4% Consumer Cyclicals Infrastructures Energy Basic Materials Financials Consumer Non-Cyclicals Prop & Real Estate Industrials Technology Transportation & Logistic Healthcare

(5)

Mohon Perhatikan Disclaimer Di Akhir Publikasi Ini

DISCLAIMER: Laporan ini diterbitkan oleh PT Henan Putihrai Sekuritas, anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Laporan ini dan akses el-ektronik apa pun di dalamnya dibatasi dan dimaksudkan hanya untuk klien, entitas terkait, dan digunakan oleh penerima yang dialamatkan oleh PT Henan Putihrai Sekuritas.

Laporan ini dapat berisi informasi rahasia dan/atau hak khusus secara hukum. Laporan ini tidak direproduksi, disalin, atau disediakan untuk pihak lain. Dalam keadaan apa pun laporan ini tidak dianggap sebagai penawaran penjualan atau permintaan pembelian efek. Setiap rekomendasi di laporan ini mungkin tidak tepat untuk semua investor. Dalam mempertim-bangkan setiap jenis investasi, Anda harus membuat penilaian mandiri dan mencari nasihat keuangan dan hukum yang profesional. Meskipun informasi dalam dokumen ini diperoleh dari sumber yang dapat dipercaya, keakuratan dan kelengkapannya tidak dapat dijamin. PT He-nan Putihrai Sekuritas secara khusus menyangkal semua kewajiban atas kerugian langsung atau tidak langsung, konsekuensi atas hilangnya keuntungan yang ditimbulkan oleh Anda atau pihak ketiga, yang mungkin timbul dari ketergantungan pada laporan ini atau atas faktor keandalan, akurasi, kelengkapan atau ketepatan waktu.

Jika Anda bukan penerima yang dituju atau telah menerima informasi ini secara tidak senga-ja, harap segera memberitahukan kepada kami. Jika Anda bukan penerima yang dituju, se-tiap penggunaan, ketergantungan pada, referensi, pengungkapan, perubahan atau penyali-nan dan/atau distribusi informasi yang terkandung untuk tujuan apa pun sangat dilarang dan mungkin melanggar hukum. PT Henan Putihrai Sekuritas tidak akan bertanggung jawab atas setiap kehilangan dan/atau kerusakan yang disebabkan oleh virus yang ditransmisikan oleh laporan ini atau lampirannya, atau untuk pengiriman informasi secara tepat dan lengkap, atau untuk setiap keterlambatan dalam penerimaannya. Seluruh hak cipta dimiliki oleh PT Henan Putihrai Sekuritas. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi nomor (+62 21) 520 6464.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :