FUNGSI DAN MANFAAT MEDIA ELEKTRONIK DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMAISLAM SISWA
KELAS V SD INPRES TIMBUSENGKECAMATAN PATTALLASSANGKABUPATEN GOWA
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) Pada Jurusan Pendidikan
Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah
Makassar
SATRIA 105 190 1238 11
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 1436 H/2015 M
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat dan bimbingannya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai tugas akhir saya yang merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam (S.PdI) pada program studi Agama Islam Fakultas Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Makassar denganjudul “Fungsi Dan Manfaat Media Elektronik Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas V SD Inpres Timbuseng Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa”.Penulis menyadari akan keterbatasan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki, oleh karena itu saran dan kritik yang sifatnya membangun merupakan masukan dalam penyempurnaan selanjutnya.
Semoga dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan di masa yang akan datang dan masyarakat pada umumnya.
Mengawali ucapan terima kasih ini disampaikan penghargaan yang teristimewa kepada ayahanda dan ibunda tercinta atas segala perhatian, kasih sayang, do‟a restu serta pengorbanannya yang tak terhingga.
Ucapan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya juga penulis sampaikan kepada:
1. DR. H. Irwan Akib, M. Pd. Selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi di Universitas Muhammadiyah Makassar.
2. Drs. H. Mawardi Pewangi, M. Pd.I. selaku Dekan Fakultas Agama Islam yang telah membantu penulis sejak menjadi mahasiswa hingga berakhirnya masa perkuliahan di Fakultas Agama Islam.
3. Amirah Mawardi, S.Ag.,M.Siselaku ketua jurusan Pendidikan Agama Islam yang senantiasa membantu penulis dalam persoalan akademik.
4. Dr.Abd. Rahim Razaq, M.Pd selaku dosen pembimbing I dan Drs.
Mutakalim Sijal M.Pd selaku pembimbing II yang dalam kesibukannya tetap memberikan bimbingan dan masukan dengan penuh kesabaran hingga terselesaikan penulisan ini.
5. Bapak/ibudosen Fakultas Agama Islam yang telah membenahi ilmu kepada penulis, yang penuh manfaat dan berkah, semoga amal jariyah selalu mengalir.
6. Semua karyawan Tata Usaha Fakultas Agama Islam yang selalu melayani penulis dengan ikhlas, penulis ucapkan terimakasih yang sebesar- besarnya.
7. Saudara-saudara dan para sahabat yang telah memberikan dukungan dan dorongan sehingga penulis berhasil mencapai cita-cita yang diharapkan.
Penulis menyadari bahwa penyusunan karya ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati penulis menerima kritikan dan saran demi penyempurnaan.
Akhir kata penulis mengucapkan banyak terimakasih atas segala bantuan yang telah diberikan, penulis hanya mampu mengembalikan kepada Allah semoga mendapatkan balasan yang setimpal.
AmiinYaRabbal Alamin.
14Dzulqa‟idah1436H Makassar,
29Agustus2015 M
Penulis
SATRIA
ABSTRAK
Satria Nim105190123811 Fungsi Dan Manfaat Media Elektronik Dalam Meningkatkan Kualitas PembelajaranPendidikan Agama Islam Siswa Kelas V Di SD InpresTimbungseng Kecamatan Pattalassang Kabupaten Gowa (DibimbingolehDr.Abd.RahimRazaq, dan Drs.
MutakallimSijal,
Skripsi ini membahas tentang 1) Bagaimana pelaksanaan proses belajar mengajar pendidikan Agama Islam SiswaKelas V SD InpresTimbuseng ? 2) Bagaimana fungsi dan manfaat media elektronik terhadap peningkatan proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas V SD Inpres Timbuseng ? 3) Hambatan-hambatan apa yang dihadapi guru dalam menggunakan media elektronik dalam proses pembelajaran Siswa Kelas V SD Inpres Timbuseng ? 4) Bagaimana hasil pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui media pengajaran elektronik Siswa Kelas V SD InpresTimbuseng ?
Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas 1 sampai kelas 6 dan guru Pendidikan Agama Islam, sedangkan sampelnya adalah bagian dari siswa tersebut yaitu kelas 5 sebanyak 41 siswa dan 1 guru. Teknik penarikan sampel dilakukan dengan profosif sampling yaitu penunjukan sampel secara langsung. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan dengan menggunakan instrument observasi, angket, dan wawan cara, dengan teknik analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa proses pembelajaran di SD Inpres Timbuseng berjalan dengan lancer dibuktikan dengan hasil dari fungsi media Elektronik yang bermanfaat dalam proses pembelajaran, menskipun ada hambatan yang dihadapi guru dalam menggunakan media Elektronik dalam proses pembelajaran, namun tetap menghasilkan peningkatan seiring berjalannya waktu dalam menguasai dan memanfaatkan media demi keberhasilan dalam proses pembelajaran.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ……. ... .i
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... iii
HALAMAN PENGESAHAN ... iv
PRAKATA ………v
ABSTRAK……… viii
DAFTAR ISI………... ix
DAFTAR TABEL……….. xii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... ..1
B. RumusanMasalah ... ..3
C. TujuanPenelitian ... ..3
D. Manfaatpenelitian ... ..4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Media PengajaranElektronik... 5
B. Jenis-jenis Media PengajaranElektronik ……… 6
C. Fungsi dan Manfaat Media Pengajaran Elektronik Dalam Pendidikan ………...……11
D. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam ... 18
BAB IIIMETODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian ……….. 20
B. Lokasi dan Objek Penelitian ……… 20
C. Variabel Penelitian ……… 20
D. Definisi Operasional Variabel ……… 21
E. Papulasi dan Sampel ……….. 22
F. Instrumen Penelitian ……… 25
G. TeknikPengumpulan Data ... 26
H. Teknik Analisis Data ………..26
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ………..…27
B. Jenis-Jenis Media Elektronik yang digunakan dalamProses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas V Di SD Inpres Timbuseng Kec, Pattallassang Kabupaten Gowa ………..32
C. Manfaat Media Elektronik dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas v di SD Inpres Timbuseng Kec, Pattallassang Kabupaten Gowa……….… 34
D. Hambatan-Hambatan yang dihadapi dalam menggunakan media elektronik dalam proses pembelajaran pendidikan Agama Islam siswa kels v di SD Inpres Timbuseng Kec,Pattallassang Kabupaten Gowa……….39
E. Hasil Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Melalui media Pengajaran Elektronik siswa kels v di SD InpresTimbuseng Kec, Pattallassang Kabupaten Gowa ...………. 40
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan……….. 42
B. Implikasi Penelitian ……...……… 44
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR TABEL
No JudulTabel Hal
1 Papulasi Guru danSiswa 24
2 SampelPenelitian 25
3 JumlahSiswa 29
4 Jumlah Guru 30
5 KeadaanSarana 31
6 KeadaanPrasarana 32
7 Manfaat Media
ElektronikdalamPembelajaranPendidikan agama Islam di SD InpresTimbuseng
37
8 Hasil belajar siswa 42
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Peningkatan kualitas pendidikan, termasuk di dalamnya pendidikan agama Islam pada murid disetiap jenjang dan tingkat pendidikan perlu di wujudkan agar diperoleh kualitas sumber daya manusia yang dapat menunjang pembangunan nasional salah satu upaya mengimplentasikan fungsi dan manfaat media elektronik dalam proses belajar mengajar.
Fungsi dan manfaat media elektronik dapat mempertinggi kualitas proses belajar mengajar yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas murid, salah satu bagian integral dari upaya pembaharuan pendidikan itu sendiri adalah media elektronik. Oleh karena itu, media pendidikan menjadi satu bidang yang seyogianya dikuasai oleh setiap guru profesional.(Arsyad. Azhar,2002:7)
Kemampuan untuk manfaatkan teknologi modern dalam upaya pengembangan pendidikan tentu saja sangat banyak tergantung pada kemampuan para pengelola atau pelaksana pendidikan terutama bagi guru.Mereka dituntut untuk menggunakan teknologi, misalnya komputer/laptop, radio, LCD, dan alat teknologi lainnya yang lebih dikenal dengan media pengajaran elektronik.
Sebagai mana diketahui bidang pendidikan secara umum sedikit banyaknya terpengaruh oleh bidang perkembangan dan penemuan- penemuan dalam bidang keterampilan, ilmu dan teknologi.Pengaruh perkembangan tersebut tampak jelas dalam upaya-upaya pembaharuan sistem pendidikan dan pembelajaran.
Asumsi tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan media elektronik hendaknya diarahkan pada pencapaian tujuan pendidikan sebagaimana yang terangkum dalam kurikulum.Media merupakan instrumen atau alat bantudalam pendidikan dan pendidikan yang harus diupayakan pencapaian dan pemanfaatannya dengan sebaik mungkin, Untuk memfungsikan dan memanfaatkan media elektronik tetap menjadi tuntutan bagi setiap guru agar murid dapat terbantu memahami dan mengerti materi pelajaran yang disajikan kepadanya, termasuk materi pelajaran pendidikan agama Islam.Untuk mengetahui sejauh mana fungsi dan manfaat media pendidikan dalam meningkatkan pendidikan agama Islam, penulis mencoba menelusurinya melalui upaya penelitian pada SD Inpres Timbuseng Kec Pattallassang Kabupaten Gowa.
Selama ini, kualitas belajar pendidikan agama Islam murid SD Inpres Timbuseng Kec. Pattallassang Kabupaten Gowa, dalam pengamatan penulis tergolong berhasil. Namun permasalahannya kemudian adalah apakah keberhasilan itu ditentukan oleh upayah murid sendiri ataukah kemampuan guru dalam memfunsikan dan memanfaatkan media elektronik sehingga pendidikan agama Islam tampak berhasil.
B. Rumusan Masalah
Bertolak dari latar belakang yang dikemukakan diatas, maka yang menjadi permasalahan pokoknya adalah “Bagaimana Fungsi dan manfaat media elektronik dan pengaruhnya terhadap peningkatan pendidikan Agama Islam siswa kelas V SD Inpres Timbuseng Kec. Pattallassang
Kabupaten Gowa”. Dari pokok permasalahan inilah kemudian dirumuskan beberapa sub masalah sebagai berikut:
1. Jenis-Jenis media elektronik apa yang digunakan dalam pelaksanaan proses belajar mengajar pendidikan Agama Islam siswa kelas V SD Inpres TimbusengKec, Pattallassang Kab.
Gowa?
2. Bagaimana fungsi dan manfaat media elektronik terhadap peningkatan proses belajar mengajar pendidikan Agama Islam siswa kelas V SD Inpres TimbusengKec, Pattallassang Kab.
Gowa?
3. Hambatan-Hambatan apa yang dihadapi guru dalam menggunakan media elektronik dalam proses pembelajaran pendidikan Agama Islam siswa kelas V SD Inpres Timbuseng Kec, Pattallassang Kab.
Gowa?
4. Bagaimana hasil pembelajaran pendidikan Agama Islam melalui media pengajaran elektronik siswakelas V SD Inpres Timbuseng Kec, Pattallassang Kab. Gowa?
C.Tujuan Penelitian
1. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:
a. Untuk mengetahui jenis-jenis media elektronik dalam pelaksanaan proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas V SD Inpres Timbuseng Kec, Pattallassang Kab.
Gowa.
b. Untuk mengetahui fungsi dan manfaat media elektronik dalam peningkatkan proses belajar mengajar pendidikan agama Islam siswa kelas V SD Inpres Tumbuseng Kec. Pattallassang Kab.
Gowa.
c. Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang di hadapi guru dalam menggunakan media elektronik dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam siswa kelas V SD Inpres Tumbuseng Kec. Pattallassang Kab. Gowa.
d. Untuk mengetahui hasil pembelajaran pendidikan Agama Islam melalui media pengajaran elektronik siswa kelas V SD Inpres Timbuseng Kec. Pattallassang Kab. Gowa.
D.Manfaat Penelitian
1. Kegunaan ilmiah yang berkaitan dengan fungsi dan manfaat media elektronik dalam proses belajar mengajar. Pendidikan Agama Islam siswa kelas VSD Inpres Timbuseng Kec. Pattallassang Kab. Gowa.
2. Kegunaan prektisnya diharapkan berguna baik bagi penulis sendiri, pada pembaca maupun pada Agama, Bangsa dan Negara.
3. Kegunaan Bagi Peneliti dimana penelitian ini dapat memperkaya dan memperluas wawasan penulis khususnya pengetahuan penulis tentang fungsi dan manfaat media elektronik dalam bidang pendidikan
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Media Elektronik
Media elektronik adalah media yang menggunakan elektronik atau energi elektromekanis bagi pengguna akhir untuk mengakses kontennya.
Istilah ini merupakan kontras dari media statis (terutama media cetak), yang meskipun sering dihasilkan secara elektronis tapi tidak membutuhkan elektronik untuk diakses oleh pengguna akhir. Sumber media elektronik yang familier bagi pengguna umum antara lain adalah rekaman video, rekaman audio, presentasi multimedia, dan konten daring.
Media elektronik dapat berbentuk analog maupun digital, walaupun media barupada umumnya berbentuk digital.
Namun demikian, sebelum penulis memaparkan lebih jauh tentang penggunaan media elektronik dan pengaruhnya terhadap proses belajar mengajar pendidikan agama Islam, terlebih dahulu dikemukakan pengertian media pendidikan menurut para pakarnya.Media elektronik terdiri dari dua buah suku kata “media “ dan “elektronik”. Media adalah alat, sarana, perantara atau penghubung. Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar (Depdiknas RI. 2001: 726).
Senada dengan pengertian media tersebut. Arief S Sadiman, dkk., memberikan pengertian bahwa media dari bahasa latin dan merupakan jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau
pengantar dalam pendidikan agama Islam, seperti diungkapkan Azhar.
Arsyad,2002:20 bahwa media adalah ”perantara atau mengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Bahasa lain tentang “media diberikan oleh Briggs sebagaimana dikutip oleh Arief S.Sadiman,dkk., bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar”.(Sadiman S. Arif, dkk. 1993: 6).
Sedangkan elektronik media yang menggunakan elektronik atau energi elektromekanis bagi pengguna akhir untuk mengakses kontennya.
Istilah ini merupakan kontras dari media statis (terutama media cetak), yang meskipun sering dihasilkan secara elektronis tapi tidak membutuhkan elektronik untuk diakses oleh pengguna akhir (20/12/2014).
B.Jenis - Jenis Media Elektronik
Pada pembahasan sebelumnya telah dikemukakan tentang arti media elektronik, yaitu alat atau cara yang dapat menjadi perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Oleh karena itu, dalam pembahasan ini, akan dikemukakan jenis-jenis media elektronik yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar, termasuk dalam proses mengajar pendidikan agama Islam.
Untuk mengetahui jenis media elektronik yang dapat digunakan dalam proses belajar, berikut dapat dilihat karakteristik yang dipaparkan oleh Arief S. Sadiman, dkk..yaitu :
1. Media grafis, yaitu termasuk media visual. Media grafis ini berfungsi menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan, saluran yang dipakai adalah indera penglihatan. Contoh : gambar/foto.
2. Media audio, yaitu media yang berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif, baik verbal maupun non verbal. Contoh media ini adalah radio, TV dan sebagainya.
3. Media proyeksi diam, (Still Proyected Medium) hampir sama dengan media grafis dalam arti menyajikan rangsangan- rangsangan visual. Kecuali itu bahan-bahan grafis banyak sekali dipakai dalam media proyeksi diam. Perbedaan yang jelas di antara keduanya adalah bahwa media grafis dapat secara langsung berinteraksi dengan pesan media yang bersangkutan. Sedangkan media proyeksi diam ini, tidak secara langsung dapat berinteraksi dengan pesan media yang bersangkutan. (Sadiman S.
Arief.1993:28-57)
Sedangkan Nana Sudjana dan Ahmad Rivai memberikan kriteria media elektronik dalam bidang pendidikan berdasar jenis media yang dapat digunakan dalam proses pendidikan. Adapun jenis-jenis media yang dimaksud adalah :
Pertama, media grafis, seperti gambar, foto, grafik, bagan atau diagram, poster, kartun, komik dan lain-lain.
Kedua, media tiga dimensi, yaitu dalam bentuk model seperti model padat (solid model), model penampung, model susun, model kerja, mock up,diorama dan lain-lain.Ketiga, media proyeksi seperti slide, film strips, film, penggunaan OHP dan lain-lain dan Keempat, penggunaan lingkungan sebagai media pendidikan.(Sudjana Nana dan Ahmad Rivai. 2001:3-4)
Selanjutnya, Nana Sudjana membagi media pendidikan ke dalam dua jenis, yaitu :
1. Alat peraga dua dan tiga dimensi, yakni alat yang mempunyai ukuran panjang dan lebar, sedangkan alat peraga tiga dimensi di samping mempunyai ukuran panjang dan lebar juga mempunyai ukuran tinggi.
Adapun yang termasuk jenis media dua dan tiga dimensi adalah bagan, grafik, poster, gambar mati, peta datar, peta timbul, globe, dan papan tulis.
2. Alat peraga yang diproyeksi, yaitu alat peraga yang menggunakan proyektor sehingga tampak pada layar. Seperti film, slide dan film strip (Sudjana, Nana. 1995:101-102).
Menurut Bretz mengidetifikasikan ciri utama dari media menjadi tiga unsur pokok, yaitu suara, visual dan gerak. Visual dibedakan menjadi tiga yaitu gambar, garis (line grafik) dan simbol yang merupakan suatu kontinum dari bentuk yang dapat ditangkap dengan indra penlihatan.
Disamping itu, Bretz juga membedakan antara media siar (telecomonocation) dan media rekam (recording) sehingga terdapat tujuh klasifikasi media yaitu:
a. Media audio visual gerak yaitu media yang paling lengkap karena menggunakan kemampuan audio visual dan gerak.
b. Media audio visual diam yaitu sebagai media kedua dari segi kelengkapan kemampuannya karena ia memiliki semua kemampuan yang ada pada golongan sebelumnya kecuali penampilan gerak.
c. Media audio semi visual yakni jenis media yang memiliki kemampuan menampilkan suara disertai gerakan titik secara linear, sehingga tidak dapat menampilkan gerakan nyata secara utuh.
d. Media visual gerak yakni jenis media yang juga memiliki kemampuan seperti golongan pertama kecuali penampilan suara.
e. Media visual diam yaitu jenis media yang mampu menyampaikan informasi secara visual, tetapi tidak menampilkan suara ataupun gerak.
f. Media audio yakni jenis media yang hanya memanipulasi kemampuan suara semata-mata.
g. Media cetak yakni media yang hanya mampu menampilkan informasi berupa huruf angka dan simbol-simbol verbal tertentu saja (Sadiman S Arif, 2012: 20).
Dalam perkembangannya, media elektronik dibidang pendidikan mengikuti perkembangan teknologi. Berdasarkan perkembangan teknologi tersebut, media elektronik dibidang pendidikan dapat dikelompokkan ke dalam empat kelompok,sebagaimana dikemukakan Azhar Arsyad adalah (1) Media hasil teknologi cetak, (2) media hasil teknologi audio-visual, (3) media hasil teknologi yang berdasarkan komputer, dan (4) media hasil
gabungan teknologi cetak dan computer,(Azhar Arsyad. 2002: 29) berikut uraiannya satu persatu :
Media teknologi cetak, adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi, seperti buku, teks, grafik, foto dan sebagainya.Media Teknologi audio-visual, adalah cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesan- pesan audio dan visual.
Media teknologi yang berbasis computer, merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-sumber yang berbasis mikro-prosesor.
Media hasil gabungan teknologi cetak dan Komputer, adalah cara untuk menghasilkan dan menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian beberapa bentuk media yang dikehendaki oleh komputer adalah:( Azhar Arsyad, 2002;29-32) Keterangan tentang jenis media dan penggunaanya di atas, tidak hanya dilihat dan dinilai dari segi kecangihannya saja, tetapi yang lebih penting adalah fungsi dan peranannya dalam membantu mempertinggi proses pendidikan. Oleh sebab itu, penggunaan media elektronik dalam pendidikan sangat bergantung pada tujuan pendidikan, bahan pendidikan, kemudahan memperoleh media yang diperlukan elektronik dalam pendidikan serta kemampuan guru menggunakannya dalam proses pendidikan.
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan oleh guru dalam menggunakan media elektronik dalam pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikannya, yaitu :
pertama, guru perlu memiliki pemahaman tentang media elektronik dalam pendidikan antara lain, jenis dan manfaat media elektronik dalam pendidikan, kriteria memilih dan menggunakan media elektronik dalam pendidikan, menggunakan media sebagai alat
bantu mengajar dan tindak lanjut penggunaan media dalam proses belajar siswa.
Kedua, guru terampil membuat media elektronik dalam pendidikan sederhana untuk keperluan pendidikan.
Ketiga, pengetahuan dan keterampilan dalam menilai kefektifan penggunaan media dalam proses pendidikan..(Sudjana Nana dan Ahmad rivai. 2001:4)
Demikian secara singkat dikemukakan tentang jenis-jenis media elektronik dalam pendidikan serta ada tiga hal yang perlu diperhatikan oleh guru dalam menggunakan media elektronik dalam bidang pendidikan agar media pendidikan betul-betul dapat meningkatkan kualitas mengajar guru. Dengan kriteria atau jenis media di atas, guru dapat lebih mudah menggunakan media mana yang dianggap tepat untuk membantu mempermudah tugas-tugasnya sebagai pengajar. Melalui penggunaan media elektronik dalam bidang pendidikan, diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas hasil belajar siswa. Adapun jenis media elektronik dalam bidang pendidikan yang biasa digunakan dalam kegiatan belajar mengajar antara lain media grafis, media fotografis, media tiga dimensi, media proyeksi, media audio, dan media lingkungan sebagai media pendidikan.
C.Fungsi dan Manfaat Media Elektronik
Manfaat media elektronik dibidang pendidikan dapat dilihat dengan adanya fasilitas elektronika di sekolah akan berkemungkinan akan meningkatnya fleksibilitas belajar.maksud para siswa dapat mengakses materi-materi pelajaran mereka bahkan dilakukan secara berkali-kali dan juga dapat berkonsultasi dan pendekatan terhadap guru mereka disetiap saat. Misalnya bisa berkomunikasi dengan guru melalui email,chatting ataupun melalui alat jejaringan sosial.Hal ini dapat menciptakan hubungan yang baik antara siswa dengan guru ataupun pembimbing mereka dimna saja atau kapan saja Apabila ada pekerjaan rumah yang masih belum dimengerti,siswa dapat bertanya terhadap guru mereka melalui alat elektronikuntuk diakses oleh pengguna akhir (20/12/2014)
Adapun manfaat media elektronika dalam proses belajar mengajar juga memiliki keuntungannya,yaitu antara lain:
a) Mengurangi biaya perjalanan.
b) Dapat memberi semangat yang tinggi untuk siswa dalam belajar.
c) Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (misalnya penghematan dalam penggunaan buku-buku )
d) Melati siswa supaya bisa lebih mandiri dalam belajar
e) Dapat menjangkau wilayah geografis yang lebih luas diakses oleh pengguna akhir (20/12/2014)
Alat elektronik selama dalam proses belajar mengajar juga akan dapat memberikan hal yang sangat baik,yaitu akan mempermudah interaksi antara siswa dengan siswa lainnya,atau bahkan akan mempermudah interaksi antara siswa dengan guru atau pembimbing mereka.Para siswa akan membentuk organisasi belajar dalam lingkungan mereka,dan hal inipun akan mereka bisa saling berbagi informasi atau pendapat mereka dalam mengikuti proses belajar tersebut.Dan guru dapat memberikan panduan dan menempatkan bahan-bahan materi dan tugas- tugas yang harus mereka kerjakan dalam waktu belajar ataupun tugas yang harus diselesaikan dalam waktu berhari-hari ataupun berminggu- minggu.
Maka siswa ini akan mudah mencari tugas mereka dengan menggunakan alat atau media elektronik untuk mencari bahan yang mereka bahas diwaktu yang sudah ditentukan oleh guru mereka tersebut.Itu berarti mereka akan lebih rajin dan tekun dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru mereka.
Apabila di rancang secara cermat, pembelajaran terhadap siswa yang menggunakan alat elektronik dapat meningkatkan kualitas belajar yang lebih maksimal, dan memberikan kadar interaksi pembelajaran, Berbeda halnya dengan pembelajaran yang bersifat konvensional, dapat berani mengajukan pertanyaan ataupun menpunyai kesempatan untuk mengajukan pendapat mereka dalam sebuah diskusi.
Karenapembelajaran yang bersifat konvensional ini memiliki waktu yang sangat terbatas yang diberikan oleh guru mereka,baik itu dalam berdiskusi,atau dalam hal Tanya jawab, karena pembelajaran yang bersifat konvensional ini memiliki waktu yang sangat terbatas yang diberikan oleh guru mereka. Baik itu dalam berdiskusi, atau dalam hal Tanya jawab mereka hanya memiliki waktu yang tidak banyak.
Itulah suatu kelebihan yang sangat dirasakan apabila seorang siswa memanfaatkan alat elektronik, selain waktu yang relative memungkinkan, juga dapat memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi para siswa untuk bisa belajar dengan lebih aktif.mereka tidak akan terasa canggung ataupun malu-malu untuk mengutarakan pendapat mereka karena telah menggunakan alat elektronik tersebut.
Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang amat penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tentu akan memengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pembelajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa menguasai setelah pembelajaran berlangsung, dan konteks pembelajaran termasuk karakteristik siswa, Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media elektronik dalam pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut
mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan terpercaya memudahkan penafsiran data dan memadatkan informasi .
Levie dan Lents mengemukakan ada empat fungsimedia elektronik dalam pembelajaran, khususnya pada media visual yaitu:
1. Fungsi atensi dimana media visual ini merupakan inti yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang di tampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.
2. Fungsi afektif dimana media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar atau membaca sebuah teks yang bergambar, dimana gambar atau lambang visual ini dapat menggugah emosi dan sikap siswa, misalnya informasi yang menyangkut masalah sosial dan ras.
3. Fungsi kognitif dimana media ini terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
4. Fungsi kompensatoris yaitu dimana media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca uantuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali. Levie dan Lents (1982:20)
Fungsi dari banyaknya alat elektronik adalah untuk menyediakan karakteristik.Sumber yang dikontrol yang sifat-sifat rangkaiannya digunakan dalam hampir tiap-tiap rangkaian elektronik.
Manfaat dari media pendidikan adalah meningkatkan motivasi belajar siswa dan memotivasi siswa untuk belajar efektif dan efisien yang berujung pada pencapaian prestasi belajar yang tinggi pula. Dengan demikian, penerapan media pendidikan dalam proses belajar mengajar sangat penting, karena dapat meningkatkan pencapaian hasil belajar siswa. Ada beberapa alasan, mengapa media pendidikan dapat meningkatkan pencapaian hasil belajar siswa, adalah :
1. Pendidikan akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa,
2. Bahan pendidikan akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa,
3. Metode mengajar akan lebih bervariasi,
Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan ceramah guru, melainkan juga aktivitas lain seperti, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-.lain.(Nana Sudjana Ahmad Rivai. 2001:2)
Ayat-ayat tentang media pendidikan QS. AL Isra‟ ayat 84
Terjemahnya:
Katakanlah "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing- masing".Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.(Departemen agama RI,2005:291).
Ayat di atas mengatakan bahwa setiap orang yang melakukan suatu perbuatan, mereka akan melakukan sesuai keadannya (termasuk di dalamnya keadaan alam sekitarnya) masing-masing. Hal ini menjelaskan bahwa dalam melakukan suatu perbuatan memerlukan media agar hal yang dimaksud dapat tercapai.Dalam dunia pendidikan, seorang guru yang hendak mengajarkan suatu materi kepada muridnya dituntut menggunakan media sebagai pembantu sampainya materi tersebut.
Media yang dipergunakan tidak harus berupa media yang mahal, melainkan media yang benar-benar efisien dan mampu menjadi alat penghubung antara seorang guru dengan murid agar materi yang ajarkan dapat diterima dan dipahami secara maksimal (Mustafa Ahmad,1993:149).
Secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut :
1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis.
2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, misalnya : a. Objek yang terlalu besar – bisa digantikan dengan realita,
gambar, film atau model,
b. Objek yang kecil – dibantu dengan proyektor, dibantu dengan proyektor mikro,
c. Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse,
d. Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film,
e. Objek yang terlalu kompleks dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain; dan
f. Konsep yang terlalu luas dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar dan lain-lain.
3. Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi, seperti dibatasi sikap pasif siswa, dalam hal ini media pendidikan berguna untuk :
a. menimbulkan kegairahan belajar.
b. memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan.
4. Berguna untuk mengatasi kesulitan belajar anak, dengan kemampuannya :
a. Memberikan perangsang yang sama b. Mempersamakan pengalaman c. Menimbulkan persepsi yang sama.
Bertolak dari kegunaan media pendidikan yang dikemukakan di atas, dapat dipahami bahwa kegunaan media pendidikan dalam proses belajar mengajar setidaknya ada tiga hal, yaitu :
1. Dapat menarik minat dan perhatian siswa dalam belajar,
2. Mendorong siswa untuk bertanya dan berdiskusi karena ia ingin mengetahui lebih banyak,
3. Menghemat waktu belajar. Guru tidak usah menerangkan sesuatu dengan banyak perkataan, tetapi cukup dengan memperlihatkan suatu gambar, dan benda yang sebenarnya ( Sadiman S,Arif.
1993:16-17).
Dalam AlQuran, penyampaian pengetahuan (pesan) Ilahi kepada manusia melalui perantaraan qalam, dalam surat Al-„Alaq (96 : 4)
.ملقلاِب َمَّلَع ْيِذَّلَا
Terjemahnya:
Yang mengajarkan (manusia) dengan perantaraan qalam.(Departemen Agama RI.2005:598)
Dari ayat di atas terindikasi bahwa ketika Allah pertama kali mengajarkan ilmu kepada manusia, maka Allah menggunakan mediapendidikan berupa qalam (media cetak melalui qalam).Dengan perantaraan qalam inilah sehingga manusia dapat mengetahui sesuatu yang dipelajarinya.Ayat tersebut menunjukkan betapa pentingnya penggunaan media pendidikan itu dalam proses belajar mengajar karena dapat menjamin pemahaman siswa atas materi pelajaran yang disajikan guru.
Dengan demikian, penggunaan media pendidikan dapat meningkatkan atau mempertinggi proses dan hasil belajar siswa, terutama yang berkaitan dengan taraf berfikir (kemampuan) siswa. Kemampuan siswa ini mengikuti tahap perkembangan yang dimulai dari berpikir konkrit menuju ke berpikir kompleks.Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan
media pendidikan erat kaitannya dengan kemampuan siswa dalam mencari jalan keluar atas berbagai permasalahan yang mereka hadapi.
D.Pembelajaran Pendidikan Agama Islam 1. Pengertian
a. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar dengan suatu lingkungan belajar pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan, kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan peserta didik untuk diakses oleh pengguna akhir (16/12/2014).
b. Pendidikan Agama Islam adalah jenis pendidikan yang pendiri dan penyelenggaraannya didorong oleh hasrat dan semangat cita-cita untuk menciptakan nilai-nilai islam, baik yang tercermin dalam nama lembaganya, maupun dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan. Di sini kata Islam di tempatkan sebagai sumber nilai yang akan diwujudkan dalam seluruh kegiatan pendidikan.
2. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Satu hal yang penting bagi guru dalam hubungannya dengan anak ialah mengetahui hakikat perkembangan anak sehingga mereka akan mengerti bagaimna anak dan remaja tumbuh dan berkembangan dalam hal kognitif, sosial, dan moral. Guru taman kanak-kanak harus tahu seperti apa siswa-siswa mereka, demikian
juga dengan guru SD, SMP, SMA, sampai PT.( Zakiah Daradjat, 1996:122)
BAB III
METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriftif kualitatif yaitu peneliti berusaha memberikan deskriftif atau gambaran tentang fungsi dan manfaat media elektronik dalam pengelola pembelajaran di SD Inpres Timbuseng Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa.
B. Lokasi dan Objek Penelitian
Lokasi penelitian ini bertempat di SD Inpres Timbuseng Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa dan yang menjadi objek penelitian adalah murid kelas V dan guru Agama SD Inpres Timbuseng Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa.
C. Variabel Penelitian
Adapun variabel dalam penelitian ini yakni:
1. Fungsi dan manfaat media elektronik sebagai Fariabel bebas (independent variabel).
2. Pendidikan Agama Islam sebagai Fariabel terikat (dependent variabel)
D.Definisi Operasional Variabel
Adapun definisi operasional variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Fungsi dan manfaat media elektronik terbagi menjadi 2 yaitu manfaatnya kepada siswa dan kepada guru dimana manfaatnya untuk siswa yaitu dengan adanya fasilitas elektronika di sekolah akan berkemungkinan akan meningkatnya fleksibilitas belajar.maksud para siswa dapat mengakses materi-materi pelajaran mereka bahkan dilakukan secara berkali-kali Dan juga dapat berkonsultasi dan pendekatan terhadap guru mereka disetiap saat, sedangkan manfatnya untuk guru,yaitu guru bisa melakukan pembaruan materi yang akan mereka berikan selanjutnya,yang sesuiai dengan tuntutan pembelajaran supaya lebih baik dan berkembang.
2. Pendidikan Agama Islam adalah jenis pendidikan yang pendiri dan penyelenggaraannya didorong oleh hasrat dan semangat cita-cita untuk menciptakan nilai-nilai islam,baik yang tercermin dalam nama lembaganya, maupun dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan.
Di sini kata Islam di tempatkan sebagai sumber nilai yang akan diwujudkan dalam seluruh kegiatan pendidikan.
Dengan demikian dapat simpulkan bahwa fungsi dan manfaat media elektronik terhadap pembelajaran pendidikan agama Islam dapat menunjang pembelajaran sehingga pembelajaran berlangsun efektif.
E.Populasi dan Sampel
1. Populasi
Sebelum mengetahui keadaan populasi penelitian dalam skripsi ini, penulis terlebih dahulu memberikan pengertian populasi berdasarkan rumusan para ahli sebagai berikut:
Keseluruhan subyek penelitian.Apabila seseorang ingin menelliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Studi atau penelitiannya juga disebut populasi”Suharsimi Arikunto,(1991:102).
Populasi merupakan keseluruhan individu yang merupakan sumber informasi data yang ada hubungannya dengan penelitian tentang data yang diperlukan berkaitan dengan ini Sutrisno Hadi mengemukakan bahwa populasi adalah: Seluruh penduduk yang dimaksudkan untuk diselidiki disebut populasi atau universum. Populasi dibatasi sebagai jumlah penduduk atau individu yang paling sedikit mempunyai satu sifat yang sama.
Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa populasi adalah sejumlah objek yang lengkap dan mempunyai karakteristik yang akan atau sedang diteliti ( Hadi, Sutrisno. 1991:220).
Dalam kaitannya dengan penelitian ini maka yang menjadi populasinya adalah seluruh komponen sekolah di SD Inpres Timbuseng Kec. Pattallassang Kab. Gowa. Namun yang akan ditampilkan hanyalah populasi siswa dengan guru sebagai objek yang menggunakan media
elektronik dalam proses belajar mengajar. Untuk mengetahui keadaan populasi penelitian, berikut ini akan disajikan dalam bentuk tabel:
Tabel I: Populasi Guru Dan Siswa
SD Inpres Timbuseng Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa 2014/2015.
No Siswa Guru Jenis kelamin Jumlah Perempuan Laki-laki
1 Kelas I 9 12 21
2 Kelas II 12 11 23
3 Kelas III 15 21 36
4 Kelas IV 14 17 31
5 Kelas V 19 22 41
6 Kelas VI 20 12 32
7 Guru pai 1 1
Jumlah total 185
2. Sampel
Sampel merupakan sebagian dari populasi yang diteliti, sebagai dasar untuk menarik kesimpulan dalam suatu penelitian. Sutrisno Hadi mengemukakan bahwa sampel adalah: “sebagian dari populasi disebut sampel, sejumlah penduduk yang jumlahnya kurang dari populasi”(
Sutrisno,Hadi:1991:221).
Sampel dalam kriteria penelitian adalah sapjek dalam populasi yang memenuhi syarat diantaranya. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V dengan jumlah 41 orang siswa, yang dibagikan angket dan guru Pendidikan Agama Islam hanya di wawancarai, dengan menggunakan tehnik profosip sampling yang dimana penunjukan sampel secara langsung.Dengan poko pikiran sebagai berikut :
a. Karena kelas v adalah cluster yang telah menggunakan media elektronik dalam proses pembelajaran, sehingga dengan demikian dapat membantu peneliti dalam pengumpulan data yang berhubungan dengan permasalahan.
b. Sampel pada guru karena peneliti ingin mengetahui peningkatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam penggunaan media elektronik.
Untuk lebih jelasnya lihat tabel berikut:
Tabel II: Sampel penelitian SD Inpres Timbuseng Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa
No Sampel Jumlah
1 Siswa Kelas v 41
Total Sampel 41
F. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati.Instrumen penelitian merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam penelitian karena berfungsi sebagai alat atau sarana pengumpulan data.
Dengan demikian, instrument harus relevan dengan masalah dan aspek yang akan diteliti, agar memperoleh data yang akurat.
Instrumen penelitian data pada penelitian ini dilakukan melalu wawancara, observasi dikelas, dan metode angket
a. Wawancara ( Interview)
Wawancara merupakan kegiatan atau metode pengumpulan data yang dilakukan dengan bertatapan langsung dengan responden, sama seperti penggunaan daftar pertanyaan (Moehar Daniel, 2003: 143) b. Observasi
Observasi merupakan alat pengumpulan data yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh gambaran tentang fenomena yang terjadi dan melukiskannya dengan kata-kata secara cermat dan tepat (Nasution, 2003:102)
c. Angket
Angket merupakan suatu tehnik atau cara pengumpulan data secara tidak langsung (penelitian tidak langsung bertanggung jawab dengan responden) dengan instrumennya juga disebut angket berisi sejumlah pertanyaan yang harus dijawab atau direspon oleh responden
G. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data yang akurat dalam penulisan ini, penulis menggunakan cara sebagai berikut :
1. Wawancara dilakukan dengan bentuk komunikasi verbal semacam percakapan yang bertujuan memperoleh informasi
2. Observasi dengan pengamatan dan pencatatan dengan sistemati fenomena-fenomena yang diselidiki.
3. Angket dengan menyodorkan daftar pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh data dari responden
4. Dokumentasi, dengan teknik pengumpulan data yang diperoleh melalui dokumen-dokumen.
H. Teknik Analisis Data
Penelitian ini menggunakan deskriptif dengan menggunakan data kualitatif yang menggambarkan penyusunan data, kemudian disimpulkan dengan cara deskriptif kualitatif.
Dengan Rumus : P= f X 100%
N Keterangan :
F = Frekuensi /banyaknya individu
N = Jumlah Frekuensi banyaknya individu P = Angka Persentase
BAB II
HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian.
1. Sejarah singkat SD Inpres Timbuseng Kec. Pattallassang Kab.
Gowa.
SD Inpres Timbuseng merupakan salah satu sekolah dasar Inpres Timbuseng yang tempatnya di jalan poros Timbuseng Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa. Beroperasi pada tahun1973 sampai sekarang dan kepala sekolah yang memimpin sekaran yaitu Ramlah,S.Pd.
luas tanahnya 2.300 m yang di pagari secara permanen 384 m.
2. Kadaan Siswa Dan Guru.
a. Keadaan siswa
Murid merupakan subjek sekaligus sebagai objek pendidikan.Murid yang diterima masuk sekolah adalah mayoritas dari anak-anak masyarakat di sekitar lokasi sekolah.
SD Inpres Timbuseng saat ini terdiri dari kelas I mempunyai ruangan satu yang jumlah siswanya 21 orang, kelas II mempunyai ruangan satu yang jumlah siswanya 23 orang, kelas III mempunyai ruangan satu yang jumlah siswanya 36 orang, kelas IV mempunyai ruangan satu yang jumlah siswanya 31 orang. Kelas V mempunyai ruangan 1 jumlah siswanya 41 orang.Kelas VI mempunyai ruangan satu yang jumlah siswanya 32 orang.jadi jumlah keseluruhan 184 orang.
27
Tabel 3 Jumlah Siswa
No Siswa Jenis kelamin Jumlah Perempuan Laki-laki
1 Kelas I 9 12 21
2 Kelas II 12 11 23
3 Kelas III 15 21 36
4 Kelas IV 14 17 31
5 Kelas V 19 22 41
6 Kelas VI 20 12 32
Jumlah total 89 95 184
Sumber: Dokumentasi SD Impres Timbuseng Kec. Pattallassang Kab.
Gowa.
b. Keadaan Guru dan Para Pegawai
SD Inpres Timbuseng adalah sekolah yang bernaung dibawah Departemen Pendidikan dan pengajaran. Dalam proses belajar mengajar, guru guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing dan memberi fasilitas belajar siswa untuk mengcapai tujuan, guru mempunyai tangung jawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas untuk membantu proses perkembangan siswa.
Guru dalam pengajaran harus berpegang pada apa yang tertuang dalam perencanaan. Akan tetapi, situasi yang dihadapi guru dalam melaksanakan pengajarannya mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap proses belajar mengajar. Oleh karena itu, guru harus peka
terhadap berbagai situasi yang dihadapi.Situasi pengajaran itu sendiri banyak dipengaruhi oleh factor keterampilan guru.
Adapun keadaan guru di SD Inpres Timbuseng Kec. Pattallassang Kabupaten Gowa antara lain pada tabel 2
Tabel 4 Jumlah Guru
No Nama Guru Golongan Jabatan
1 Ramlah S. Pd IV/a KEPSEK
2 Syamsiah S.Pd IV/a GK
3 Nurhayati, S.Pd IV/a GK
4 Badaruddin, A.Ma II/a GK
5 Suhaeni, S.Pd III/a GK
6 Muslimin, A.Ma II/b GK
7 Asri, S.Pd II/a GR POJK
8 An-Amaliah III/a GK
9 Hasiah S II/b GK
10 Mukram, S.Pd.I - G. AGAMA
11 Hasnawati, S.Pd - GK
12 Andi Ahmad A.J - SATPOL PP
13 Muh. Malik Syamsuddin - BUSEK
Sumber: Dokumentasi SD Inpres Timbuseng Kec. Pattallassang Kab.
Gowa.
Dari tabel diatas menggambarkan bahwa sejumlah guru yang ada di SD Inpres Timbuseng Kec Pattallassang Kab. Gowa cukup memadai, demikian pula tenaga administrasinya sehingga dalam menjalankan proses belajar mengajar mudah dan lancar.
3. Keadaan Sarana Prasarana
Sarana dan prasarana sebagai lingkungan fisik tempat belajar meliputi ruangan, tata ruangan dan berbagai situasi yang ada di sekitar kelas atau sekitar tempat berlangsungnya proses belajar mengajar.
Sarana dan prasarana itu dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi situasi belajar.
Sarana juga merupakan hal yang penting yang harus dikemukakan karena itu adalah salah satu penunjang dalam kelancaran proses belajar mengajar. Karena sukses atau tidaknya suatu proses belajar mengajar dipengarui oleh sarana dan prasarana.
Upayah meningkatkan pendidikan melalui pembukaan sarana dan prasarana sebagai aspek penunjang utama, maka SD Inpres Timbuseng Kec. Pattallassang Kab.Gowa memiliki aspek tersebut, namun semua Pembina sekolah dah dalam hal ini guru-guru yang ada SD Inpres Timbuseng terus untuk menambah dan memanfaatkan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SD Inpres Timbuseng Kec. Pattallassang Kab. Gowa.Dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 5 Keadaan Sarana
No Jenis Sarana Keadaan sarana Jumlah
1 Ruang Kepala Sekolah Permanen 1
2 Ruang Guru Semi Permanen 1
3 Ruang Tamu Semi Permanen 1
4 Perpustakaan Permanen 1
5 WC Permanen 2
6 Ruangan Kelas Permanen 6
Sumber: Dokumentasi SD Inpres Timbuseng Kec. Pattallassang Kab.
Gowa 2015.
Tabel 6 Keadaan Prasarana
No Jenis Prasarana Keadaan sarana Jumlah baik Rusak
1 Kursi/meja Kepala Sekolah 1 1 Pasang
2 Kursi/meja Guru 6 2 8 Pasang
3 Kursi Tamu 3 3
4 Kursi/meja siswa 42 3 45 pasang
5 Computer 1 1
6 TV 1 1
7 LCD 1 1
8 Rak Buku 1 1
9 Lemari Perpustakaan 3 1 4
10 Papan Tulis 6 1 7
11 Papan Potensi/ Data 2 2
12 Lemari 1 2 3
13 Papan Absen Kelas 6 6
14 Papan Pengumuman 1 1
15. Papan Grafik 6 6
16 Papan Nama Sekolah 1 1
17 Alat UKS 1 1
18 Alat Peraga 20 3 23
19 Papan Tulis Lipat/ Gantung 6 2 8
20 Jam dinding 1 1 1
Sumber: Dokumentasi SD Inpres Timbuseng Kec. Pattallassang Kab.
Gowa 2015.
dari tabel tersebut di atas, maka dilihat bahwa sarana dan prasarana yang dimiliki SD Inpres Timbuseng dapat menunjang terlaksananya proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pengajaran yang ditentukan.
B. Jenis- Jenis Media Elektronik yang digunakan dalam Proses Pembelajran Pendidikan Agama Islam siswa kelas V di SD Inpres Timbuseng Kec, Pattallassang Kab. Gowa.
Media pembelajaran merupakan salah satu sistem yang digunakan dalam meningkatkan proses belajar mengajar di sekolah. Media
Pendidikan Agama Islam yang tersedia di SD Inpres Timbuseng adalah media elektronikdan diantaranya adalah gambar, buku praktek PAI, Papan Tulis dan LCD laptop.Olehnya itu seorang guru harus betul-betul jeli terhadap permasalahan yang dihadapi, dan apakah pokok bahasan itu memang diperlukan media, karena tidak semua materi yang diajarkan tidak menggunakan media.
Berdasarkan hasil wawancara salah seorang guru Agama Islam dalam penjelasannya mengatakan bahwa
media elektronik dalam pengajaran di SD Inpres Timbuseng, hanya menggunakan media elektronik adalah alat bantu yang dapat merangsang cara berfikir dan belajar anak yaitu dengan menampilkan di layar LCD tata cara shalat dan tata cara wudhu.
(wawancara di ruangan kelasv tanggal 26 Februari 2015).
`
Melihat dari penjelasan tersebut diatas tentu dalam penggunaan media elektronik dalam pengajaran disetiap sekolah tidak bisa dijalankan semua disebabkan ada faktor penghambat diantaranya adalah karena tidak semua materi agama Islam menggunkan media pengajaran.Namun yang perlu diperhatikan seorang guru agar supaya media pengajaran itu bisa memberikan rangsangan kepada siswa untuk lebih giat belajar.Mengingat dari materi pelajran Agama Islam, tidak semua pokok bahasan menggunakan media, hanya sebagaian saja.
Kesimpulanya bahwa pada umumnya guru agama dalam memberikan materi pelajaran kepada siswa menggunakan media elektronik, dengan media pembelajaran ini, merupakan salinan yang
dilakukan oleh guru, dengan tujuan untuk mengantisipasi perkembangan anak didik, serta mengamati hasil yang didapat dengan menggunakan metode pembelajaran.
Sedangkan hasil wawancara penulis dengan salah seorang siswa yaitu M. Fadil mengatakan bahwa
jenis-jenis media elektronik dalam pengajaran yang digunakan oleh guru agama Islam, yaitu vidio karena jenis media elektronik dalam pengajaran tersebut mudah didapatkan hanya membuka di internet hanya penggunaanya memerlukan keterampilan atau pola pikir yang baik. (wawancara di kelas Vpada tanggal 26 Februari 2015).
C. ManfaatMediaElektronikdalamProsesPembelajaranPendidikanAg amaIslam siswa kelas V di SD Inpres Timbuseng Kec, Pattallassang Kab. Gowa.
Prosesbelajarmengajarberlangsungkehadiranmediaelektronikmemp unyaiartiyangcukuppenting.Karenadalamkegiatantersebutketidakjelasanba hanyangdisampaikandapatmembantudenganmenghadirkanmediaelektroni ksebagaiperantara,kerumitanbahanyangakandisampaikankepadaanakdidi kdapatdisederhanakandenganbantuanmedia.Media
elektronikdapatmewakiliapayangkurangmampu guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat tertentu, bahkan keabstrakan bahan dapat dikontritkan dengan kehadiran media elektronik dalam pengajaran.
Guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dan pengajar semakin hari semakin meningkat peranannya. Seiring dengan kemajuan dalam bidang pendidikan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah tersedianya sarana komunikasi yang memadai
dengan terbukanya kesempatan belajar peserta didik melalui berbagai sumber dan media pengajaran.
Hal ini memberikan tantangan kepada setiap guru agar selalu belajar untuk menyesuaika diri terhadap perkembangan tersebut dengan sebaik-baiknya. Di samping itu guru dibekali dengan sejumlah pengetahuan dasar keguruan untuk diterapkannya dalam proses belajar mengajar. Serta selalu intropeksi diri untuk mengembangkan dirinya.
Proses belajar mengajar adalah proses interaksi edukatif (kegiatan bersama yang sifatnya mendidik) antara guru dengan siswa, di mana berlangsungnya proses tranfeling (pengalihan) nilai dengan memanfaatkan secara optimal, selektif dan efektif.
Media elektronik dalam pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pelajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi proses hasil belajar yang dicapai.
Mukram yang salah seorang guru agama Islam mengatakan bahwa Manfaat media elektronik dalam proses pembelajaran agama Islam adalah dengan menggunaan media elektronik yang dipilih secara tepat dan berdaya guna dapat membantu siswa dalam hal meningkatkan daya serap mereka terhadap materi pendidikan agama yang di sajikan, lebih memahami terhadap materi pendidikan agama Islam, merangsang cara berfikir mereka.(wawancara tgl 4 Maret 2015,diruangan kelas V )
Penggunaan media elektronik bagi guru agama dapat mengefektifkan dan memfungsionalkan pengunaan alat indra siswa sebanyak mungkin sesuai dengan siswa materi dan pokok bahasa yang
disampaikan. Dengan menggunakan materi yang tepat guna, uraian dan contoh-contoh yang perna dikemukakan makin bertambah jelas.
Pesan-pesan pendidikan agama Islam telah disajikan tadi, mungkin dalam media tadi terdap hal-hal yang baru yang kurang memahami mereka, sehingga guru dapat menjelaskan dengan baik. Bila dikaji secara mendalam media yang digunakan secara tepat dapat merangsang para siswa dengan pesan-pesan pendidikan, siswa yang kritis akan bertanya- tanya dalam dirinya selama media yang ditunjukkan dan sesudah penyajian. Selama penggunaan media elektronik, secara tidak langsung guru agama telah memotivasi seluru siswa untuk terlibat secara efektif dalam proses belajar mengajar. Bahkan jarang peserta didik yang ingin sekali lagi mengikuti dan mengulangi penyajiannya, karena keinginan yang besar untuk memahaminya dengan baik.
Hasil dari penelitian penulis di SD Inpres Timbuseng siswa kelas V menunjukkan bahwa penggunaan manfaat media dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam sangat bermanfaat, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 7
Manfaat Media Eletronik dalam Proses Pembelajan Pendidikan Agama Islam di SD Inpres Timbuseng
No Pertanyaan Ya Tidak Kada
ng- kadan
g
Ket
1 2 3 4 5
1 Apakah materi pendidikan Agama Islam yang terdapat dalam media elektronik yang di gunakan dapat menarik perhatian anda ?
28 0 13
2 Apakah media elektronik dalam proses pendidikan Agama Islam yang digunakan akan memperjelas pokok bahasa yang disajikan ?
33 0 8
3 Apakah materi pendidikan Agama Islam yang terdapat dalam media elektronik yang di gunakan tersebut memang sangat penting
?
36 0 5
4 Apakah dalam menggunakan media elektronik, materi pendidikan Agama Islam sesuai yang di ajarkan oleh guru ?
33 0 8
5 Apakah media elektronik yang di gunakan dapat membantu peserta didik dalam hal meningkatkan pemahaman mereka terhadap mater
18 0 23
6 Apakah media elektronik yang di gunakan dapat lebih mempercepat daya cerna mereka
34 0 7
terhadap materi yang di sajikan?
7 Apakah media elektronik yang digunakan dalam proses belajar mengajar itu dapat membantu para peserta didik melakukan diskusi baik dengan gurunya maupun sesamanya?
33 1 7
8 Apakah materi pendidikan Agama Islam yang di ajarkan tersebut dalam penyajiannya memerlukan media elektronik untuk membantu anda ?
31 0 10
9 Apakah media elektronik yang di gunakan dalam proses pembelajaran Agama Islam dapat membantu memperjelas pengalaman langsung yang perna di alami mereka dalam kehidupan beragama?
31 0 10
10 Apakah materi pendidikan Agama Islam yang di ajarkan guru sesuai dengan kehidupan?
25 0 16
jumlah 306 1 107 414
Presentase 7,49 0,24 2,61 100%
sumber: data: hasil penelitian, tanggal 26 februari 2015
Hasil menunjukkan bahwa jawaban ya : 7,49% ini mengungkapkan bahwa siswa menganggap media elektronik sangat bermanfaat dalam proses pembelajaran penddikan agama Islam. Jawaban tidak : 0,24% ini mengungkapkan bahwa media itu sangat kurang bermanfaat bagi siswa.
Sedangkan jawaban kadang-kadang : 2,61% ini menunjukkan bahwa
siswa menganggap kadang bermanfaat dan kadang juga tidak bermanfaat dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam.
Seperti yang di jelaskan di atas bahwa media elektronik sangat bermanfaat dalam proses pembelajaran agama Islam dan memper tinggi hasil belajar dan juga akan memperjelas pesan-pesan pendidikan yang disajikan oleh guru dalam proses belajar mengajar berlangsung.
Manfaat media elektronik itu tidak hanya dapat digunakan dalam proses belajar mengajar tetapi juga dilingkungan masyarakat atau kehidupan sehari-hari.
Sesuai hasil wawancara salah satu guru bidang studi pendidikan agama Islam mengatakan bahwa manfaat media elektronik dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam adalah karena dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya, dan juga dapat memberi motivasi dan minat belajar siswa mengenai apa yang terdapat di dalam media elektronik itu, sekaligus mengingat kembali apa yang telah dipelajari.
Berdasarkan hasil dari angket dan wawancara diatas maka dapat ditarik sebuah sebuah kesimpulan bahwa media elektronik sangat bermanfaat dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam siswa kelas V di SD Inpres Timbuseng Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa.
D. Hambatan-Hambatan yang dihadapi guru dalam menggunakan Media elektronik dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas V di SD Inpres Timbuseng Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa.
Setiap kegiatan yang dilakukan, baik yang dilakukan secara perorangan maupun yang dilakukan secara berkelompok tentunya mempunyai hambatan yang dihadapi guru dalam menggunakan media elektronik dalam proses pembelajaran pendidikan Agama Islam tidak tersedia dengan baik sehingga sulit untuk dilakukan dengan baik karna kita membutuhkan bantuan baik itu kepada siswa atau guru- guru yang ada disekitar kita.
Hambatan yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran agama Islam yang di ungkapkan oleh bapak Mukram, S.PdI dalam wawancara antara lain.;
1. Cara penggunaanya masih terbatas karena tidak semua orang dapat menggunakannya media elektronik tertentu.
2. Karena tidak semua materi pendidikan agama Islam dapat ditampilkan atau diprogramkan dengan menggunakan media elektronik.(wawancara tgl 6 Maret 2015 dikelas V)
Selain dari hambatan tersebut di atas, juga hambatan yang sama dihadapi Hasiah S. di antaranya;
1. Ketidak mampuan untuk mengembangkan media elektronik yang digunakan disebabkan karena penguasaan terhadap karakteristik media elektronik itu sangat kurang.
2. Di dalam menggunakan media elektronik siswa menganggap permainan, sehinggah tujuan yang ingin dicapai tidak sesuai dengan yang dengan yang diharapkan.
Sebagai mana yang di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa.(wawancara tgl 6 Maret 2015 ruangan guru)
hambatan-hambatan yang dihadapi guru dalam prosespembelajaran agama Islam siswa kelas V di SD Inpres Timbuseng Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa antara lain;ketidak mampuan untu mengembangkan media elektronik yang digunakan disebabkan karena karakteristik media elektronik itu sendidi sangat kurang dan tidak semua materi pendidikan agama Islam dapat ditampilkan atau diprogramkan dengan mnggunakan media elektronik.
Dalam proses belajar mengajar berlangsung, tidak semua materi pendidikan agama Islam tidak bisa ditampilkan atau diprogram misalnya;
tuhan, malaikat, akhirat rukun Iman ini. Hanya sebagian saja yang menggunakan media elektronik tergantung materi yang diajarkan.
E. Hasil Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Melalui Media Pengajaran Elektronik siswa kelas V di SD Inpres Timbuseng Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa.
Media pembelajaran merupaka salah satu system yang digunakan dalam meningkatkan proses pembelajaran di sekolah. Dikarenakan media mendukung dan membantu guru mempermuda dalam menyampaikan materi yang akan disampaiakan. Media elektronik dapat mewakili apa yang kurang mampu guru sampaikan ucapkan melalui kata-kata atau kalimat tertentu. Dari hasil penelitian menunjukka bahwa media sangat bermanfat dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam, sesuai dengan hasil wawancara salah seorang guru bidang study Pendidikan Agama Islamjika dengan menggunakan media dapat terjadi peningkatan pada hasil belajar siswa karena media dapat memotivasis siswa untuk
tertarik dalam mengikuti dan mencintai pembelajaran Pendidikan agama Islam.
Media pembelajaran dengan menggunakan media elektronik (LCD) terbukti dapat memperjelas dan memperkaya / melengkapi informasi yang diberikan secara verbal, meningkatkan motivasi, menambah variasi penyajian materi, menimbulkan semangat, gairah dan mencegah kebosanan siswa untuk belajar, sehinggah dengan demikian media pembelajaran elektronik (LCD) ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa, ini dilihat dari hasil penelitian dengan menggunakan angket dimana hasil menunjukkan bahwa jawaban ya : 7,49% ini mengungkapkan bahwa siswa menganggap media elektronik sangat bermanfaat dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam dan jawaban tidak 0,24% ini mengungkapkan bahwa media itu sangat kurang bermanfaat bagi siswa, sedangkan jawaban kadang-kadang : 2,61% ini menunjukkan bahwa siswa menganggap kadang bermanfaat dan kadang juga tidak bermanfaat dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam.
Jadi menurut peneliti media elektronik yang digunakan dalam prosese pembelajaran pendidikan agama Islam itu bermanfaat sebagaimana hasil angket yang dijelaskan diatas, oleh sebab itu guru dalam mengajar harus menggunakan media elektronik karena itu mempermudah guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Disamping itu pula siswa dalam belajar dapat menjadikan pembelajaran pendidikan agama Islam itu sebagai pengalaman mereka, karena mereka
menganggap itu adalah hal baru. Sebagaimana dijelaskan dalam hasil belajar siswa dijelaskan dalam bentuk tabel berikut ini :
Tabel 8 Hasil belajar siswa
No Nis Nama Siswa Nilai
1. 0042056241 Adelia Putri Taris 80 2. 0042056238 Afrimaulida 80
3. 0032944039 Andi Muslimin 83
4. 0037824255 Andita 85
5. 0036715908 Anugrah Yoan Afristacia 88
6. 0042056258 Arsinta Desi 90
7. 0042056257 Aswira Yudi 84
8. 0042056240 Dini Ardianti 81
9. 0042056244 Eka Saputri 91
10. 0042056231 Eka Yuningsih 92
11. 0042056252 Erick Karim 86
12. 0042056236 Firda Samsir 89
13. 0035999702 Heri Riyadi 88
14. 0042056245 Herwanda 85
15. 0033147587 Herwandi 85
16. 0015212336 Iksan Iryamsyah. S 90
17. 0015212317 Kartini 93
18. 0047139713 Nur Hikma 80
19. 0025833766 Reski Nurhaidir 84
20. 0032350094 Surandi 87
21. 0042056248 Taufik Hidayat 86
22. 0042056254 Agung Asis 81
23. 0041477003 Akung Nurhidayat 82
24. 0044532098 Aryo Putra 89
25. 0042056255 Dwi Agus Jaya Putra 90
26. 0042056249 Iis Fadillah 81
27. 0042056232 Kardila Tri Febriana 83
28. 0042056247 Meyla Andini 79
29. 0042056250 Muh. Aswin 85
30. 0042056235 Muh. Fadil 83
31. 0044460561 Muh.Arfan Afriansya 80
32. 0045748355 Muh.Yusuf Rabra 90
33. 0042056234 Mutmainna R 85
34. 0035999701 Nur Annisafitra 81
35. 0042056246 Nurjannah 79
36. 0042056242 Putri Amelia 90
37. 0048250627 Rafizah Rahman 88
38. 0042056259 Rial J. 85
39. 0042056233 Samsul Evan 89
40. 0032350088 Sunaryo 80
41. 0044379587 Yuan Abdullah 87
Jumlah Rata - Rata 85,2
Ini dibuktikan adanya nilai hasil ulangan siswa setelah mempelajari pendidikan agama Islam dengan menggunakan media elektronik (LCD) dari tabel tersebut diatas dapat diketahui bahwa media elektronik sangat bermanfaat dalam proses pembelajaran sebagai hasil nilai siswa yang
diperoleh oleh peneliti dalam ulangan harian dimata pelajaran pendidikan agama Islam.