(1) Identitas LVLK :
a. Nama Lembaga : PT. TransTra Permada
b. Nomor Akreditasi : LVLK-009-IDN
c. Alamat : Jl. Petung No. 2 Papringan, Yogyakarta
d. Nomor telepon/faks/E-mail : 08112652998
e. Direktur : Ir. Tri Madiyono
f. Standar : Perdirjen PHPL No. P.14/PHPL/SET/4/2016
tanggal 29 April 2016
g. Tim Audit : Ir. Titik Kuswandari (Lead Auditor)
Anik Sulistyowati, S.Hut.,M.M (Auditor)
h. Pengambil Keputusan : Ir. Tri Madiyono
(2) Identitas Auditee :
a. Nama Pemegang Izin : CV APINDO
b. Nomor & Tanggal IUI : SK Kepala Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu
(KPPT) Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah Nomor : IUI 188.4/503/002/IUI/IV/2011 tanggal 29 April 2011.
c. Alamat kantor dan Pabrik : Dusun Tanduran RT 002/004 Caturanom, Parakan,
Temanggung, Jawa Tengah
d. Nomor telepon/fax : (0293) 5914398 / (0293) 5914397
e. E-mail :
f. Pengurus :
Direktur : Arif Rahardjo Direktur I : Pinto Wibowo Direktur II : Doni Taruna Direktur III : Lina Nur’ Afni Komisaris : Hajjah Subiyati
Konsultasi Publik (bila dibutuhkan)
- Tidak dilakukan konsultasi
Publik
Pertemuan Pembukaan Waktu : 6 Dsember 2016
Tempat : Dusun Tanduran RT 002/004 Caturanom, Parakan, Temanggung, Jawa Tengah.
Disampaikan susunan Tim
Audit, Tujuan kegiatan
verifikasi, ruang lingkup sesuai dengan peraturan
terbaru, rencana kerja
verifikasi, metodologi,
mekanisme verifikasi,
kerahasiaan dan permintaan wakil dari manajemen Verifikasi Dokumen dan
Observasi Lapangan
Waktu : 6 – 7 Desember 2016 Tempat : Kantor & Pabrik CV APINDO di Dusun Tanduran RT 002/004 Caturanom, Parakan, Temanggung, Jawa Tengah.
Dilakukan pengecekan
dokumen legalitas
perusahaan, dokumen bahan baku, proses produksi dan penjualan, uji petik bahan baku.
Pertemuan Penutupan Waktu : 7 Desember 2016
Tempat : Kantor & Pabrik CV APINDO di Dusun Tanduran RT 002/004 Caturanom, Parakan, Temanggung, Jawa Tengah.
Disampaikan mengenai hasil sementara hasil penilaian lapangan, konfirmasi temuan hasil dengan auditee, BA Pertemuan.
Pengambilan Keputusan Yogyakarta, 28 Desember
2016
Lulus,
Sertifikat Diterbitkan Kembali (4) Resume Hasil Penilaian :
Prinsip/Kriteria/Indikator/
Verifier Nilai Ringkasan Justifikasi
Prinsip 1. Pemegang Izin Usaha Mendukung Terselenggaranya Perdagangan Kayu yang Sah Kriteria 1.1. Unit usaha dalam bentuk :
(a) Industri memiliki izin yang sah, dan
(b) Eksportir produk olahan memiliki izin yang sah
Indikator 1.1.1. Unit usaha adalah produsen yang memiliki izin yang sah Verifier1.1.1 (a) Akte Pendirian
Perusahaan dan/atau Perubahan Terakhir
Memenuhi Hasil Re Sertifikasi, tidak terdapat perubahan
dibanding penilaian sebelumnya. Tersedia Akta Pendirian No. 22 tanggal 18 Maret 2010 dengan Notaris Elly Dradjati Moelyono, SH.
dan telah disahkan dengan pendaftaran di
Kepaniteraan Pengadilan Negeri
Temanggung dalam daftar yang disediakan untuk keperluan itu dengan Nomor : 45/CV/2010/PN.Tmg pada hari Rabu tanggal 12 Mei 2010 dan Akta perubahan terakhir berupa Perubahan Peseroan Komanditer CV APINDO Nomor 78, tanggal 22 September 2014, Notaris Mursidi, SH. Akta telah
disahkan dengan pendaftaran di
Kepaniteraan Pengadilan Negeri
Temanggung dalam daftar yang disediakan untuk keperluan itu dengan Nomor 78 tanggal 22 September 2014 dengan Notaris Mursidi, S.H, di Temanggung
Verifier1.1.1 (b) Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Izin Perdagangan yang tercantum dalam Izin Industri
Memenuhi Hasil verifikasi pada Re Sertifikasi terdapat
perubahan SIUP. SIUP telah diperpanjang
dengan Nomor:
503.517/026/SIUP.M/VIII/2016 tanggal 19 Mei 2016 yang diterbitkan oleh Kantor Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal
Pemerintah Kabupaten Temanggung.
Berlaku sampai dengan 29 April 2021. Izin masih berlaku, diterbitkan oleh instansi berwenang dan sesuai dengan bidang usahanya yaitu Perdagangan barang Palet. Verifier1.1.1 (c) Izin HO (Izin
Gangguan Lingkungan Sekitar Industri)
Memenuhi Hasil verifikasi pada Re Sertifiikasi, terdapat
perubahan Ijin Gangguan (HO). Izin Gangguan (HO) perpanjangan Nomor : 504/346/HO/V/2016 tanggal 19-05-2016 diterbitkan oleh Kantor Pelayanan Perizinan
dan Penanaman Modal Pemerintah
Kabupaten Temanggung. Izin masih berlaku hingga 29 April 2021 dan sesuai dengan ruang lingkup usahanya yaitu industri pengolahan kayu.
Verifier1.1.1 (d) Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
Memenuhi Hasil verifikasi Re-Sertifikasi, terdapat
perubahan berupa perpanjangan, menjadi Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Nomor 113134600630 tanggal 19-05-2016 yang
diterbitkan oleh Kantor Pelayanan Perizinan
dan Penanaman Modal Pemerintah
Kabupaten Temanggung. TDP masih berlaku sampai dengan 19 April 2021, dan sesuai dengan lingkup usahanya yaitu Perdagangan Besar Bahan Konstruksi dari Kayu.
Verifier1.1.1 (e) Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
Memenuhi Hasil Re Sertifikasi, tidak terdapat perubahan
dari verifikasi sebelumnya. NPWP Nomor :
02.783.595.8-533000 atas nama CV
APINDO, SKT Nomor
PEM-04727/WPJ.32/KP.1103/2010 tanggal 10 Februari 2012 dan Surat Pengukuhan
Pengusaha Kena Pajak Nomor
PEM-00207/WPJ.32/KP.1103/2012 tanggal 09 Februari 2012. Data NPWP sesuai dengan dokumen lain yaitu SIUP.
Verifier1.1.1 (f) Dokumen
lingkungan hidup (AMDAL/ UKL-UPL/ SPPL/ DPLH/ SIL/ DELH/ dokumen lingkungan hidup lain yang setara}.
Memenuhi Tersedia dokumen lingkungan hidup yang
lengkap dan sah sesuai dengan kegiatan usahanya dan tersedia Laporan/catatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan semester II tahun 2015 dan Semester I tahun 2016 merujuk pada catatan temuan penting.
Verifier 1.1.1 (g) IUIPHHK atau Izin Usaha Industri (IUI) atau Izin Usaha Tetap (IUT).
Memenuhi Terdapat IUI No:
188.4/503/002/IUI/IV/2011 tanggal 29 April 2011, diterbitkan oleh Kantor Pelayanan
Perijinan Terpadu (KPPT) Kabupaten
Temanggung dan bukti pengurusan izin penambahan kapasitas produksi serta surat keterangan dari dinas P2KUMKM Nomor : 530 / 806 / 2014 tanggal 27 Oktober 2014 tentang menerangkan boleh berproduksi sampai 18.000 m3 / tahun.
Verifier 1.1.1 (h) Rencana
Pemenuhan Bahan Baku
Industri (RPBBI) untuk
IUIPHHK.
Tidak diaplikasikan
CV APINDO bukan merupakan industri primer yang menggunakan bahan baku kayu bulat dan/atau kayu bulat sedang dan/atau kayu bulat kecil. Oleh karena itu maka tidak
wajib membuat RPBBI sebagaimana
Permenhut No. P.13/Menlhk-II/2015 Pasal 38 ayat (1c): Setiap Pemegang Izin Usaha
Industri Primer Hasil Hutan (IUIPHH) wajib menyusun RPBBI setiap tahun
Kriteria 1.2. Importir kayu dan produk kayu
Indikator 1.2.1. Importir adalah importir yang memiliki izin yang sah
Verifier 1.2.1: Dokumen
identitas importir.
Tidak diaplikasikan
CV APINDO tidak menggunakan kayu impor dalam proses produksinya. Pemenuhan bahan bakunya memakai kayu yang berasal dari dalam negeri Indonesia
Indikator 1.2.2. Importir memiliki sistem uji tuntas (due diligence)
Verifier:
Panduan/pedoman/prosedur
pelaksanaan dan bukti
pelaksanaan mekanisme uji
tuntas (due diligence) importir.
Tidak diaplikasikan
CV APINDO tidak menggunakan kayu impor dalam proses produksinya. Pemenuhan bahan bakunya memakai kayu yang berasal dari dalam negeri Indonesia
Kriteria 1.3 Unit usaha dalam bentuk kelompok Tidk berlaku untuk IUIPHHK kapasitas > 6.000 m3/thn
Indikator 1.3.1 Kelompok memiliki akte notaris pembentukan kelompok atau dokumen pembentukan kelompok
Verifier: Akte notaris
pembentukan kelompok atau
dokumen pembentukan
kelompok.
Tidak diaplikasikan
CV APINDO melakukan proses sertifikasi secara mandiri, tidak melalui kelompok
Verifier: Internal Audit anggota kelompok
Tidak diaplikasikan
CV APINDO melakukan proses sertifikasi secara mandiri, tidak melalui kelompok Prinsip 2. Unit usaha mempunyai dan menerapkan sistem penelusuran kayu yang menjamin
keterlacakan kayu dari asalnya.
Kriteria 2.1. Keberadaan dan penerapan sistem penelusuran bahan baku (termasuk impor) dan hasil olahannya.
Indikator 2.1.1. Unit usaha mampu membuktikan bahwa bahan baku yang diterima berasal dari sumber yang sah.
Verifier 2.1.1. (a) Dokumen jual beli/nota atau kontrak suplai bahan baku dilengkapi bukti pembelian.
Memenuhi Seluruh penerimaan bahan baku kayu
gergajian/balken/kaso dengan jenis Sengon di CV APINDO dari Pemasok dilengkapi dengan dokumen jual beli berupa Nota dan disertai DKP. Pembayaran dilakukan dengan cara transfer setelah barang diterima.
Verifier 2.1.1. (b) Daftar
Pemeriksaan Kayu Bulat
(DPKB).
Tidak diaplikasikan
CV APINDO dalam proses produksinya menerima bahan baku berupa kayu gergajian/balken, tidak menerima kayu bulat
Verifier 2.1.1. (c) Bukti serah terima kayu selain kayu bulat dari hutan Negara, dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah.
Memenuhi Seluruh penerimaan kayu gergajian Sengon
dari Pemasok disertai dengan Nota Pembelian yang sekaligus sebagai bukti serah terima barang antara Pemasok dengan CV APINDO dan juga sebagai dokumen angkutan yang sah yang dilengkapi dengan DKP
Verifier 2.1.1. (d) Dokumen angkutan hasil hutan yang sah.
Memenuhi CV APINDO periode Desember 2015 s.d
November 2016 melakukan penerimaan bahan baku kayu gergajian Sengon yang berasal dari Hutan Hak sebanyak 2.675 kali, jumlah batang 5.065.927 pcs dengan volume
sebesar 39.086,9195 m3. CV APINDO
menggunakan bahan baku dari hutan hak sehingga tidak ada kewajiban mempunyai tenaga teknis. Uji petik di lapangan tidak dapat dilakukan karena tidak ada stock bahan baku. CV APINDO tidak terdapat penggunaan kayu lelang.
Verifier 2.1.1. (e) Nota & Dokumen Keterangan (Berita Acara dari petugas kehutanan
atau dari Aparat
Desa/Kelurahan) yang dapat menjelaskan asal usul untuk kayu bekas/ hasil bongkaran/ sampah kayu bukan dari kayu lelang,serta DKP.
Tidak diaplikasikan
CV APINDO dalam proses produksinya tidak menerima bahan baku berupa kayu bekas/hasil bongkaran/sampah kayu
Verifier 2.1.1. (f) Dokumen angkutan berupa Nota untuk kayu limbah industri.
Tidak diaplikasikan
CV APINDO tidak pernah melakukan pembelian dan menerima kayu limbah industri untuk digunakan dalam proses produksi
Verifier 2.1.1. (g) Dokumen S-LK/ S-PHPL yang dimiliki pemasok dan/atau DKP dari
Memenuhi Seluruh penerimaan bahan baku untuk periode bulan Desember 2015 s.d November 2016 dilengkapi DKP dan tersedia prosedur
pemasok. pemeriksaan terhadap pemasok yang menerbitkan DKP serta personel yang ditunjuk untuk bertanggung jawab dalam pemeriksaan terhadap dokumen DKP yang diterima dari pemasok beserta laporan hasil
pemeriksaan kepada pemasok yang
menerbitkan DKP CV APINDO. Verifier 2.1.1. (h) Informasi
terkait VLBB untuk pemasok
yang belum memiliki
SLK/S-PHPL/DKP
Tidak diaplikasikan
CV APINDO menggunakan bahan baku berupa balken/papan dari kayu rakyat dengan jenis Sengon, penerimaan bahan baku sudah dilengkapi dengan DKP
Verifier 2.1.1. (i) Dokumen pendukung RPBBI.
Tidak diaplikasikan
CV APINDO bukan IUIPHHK yang
berkewajiban membuat RPBBI dan dokumen pendukungnya
Indikator 2.1.2. Importir mampu membuktikan bahwa kayu yang diimpor berasal dari sumber yang sah.
Verifier2.1.2.(a) Pemberitahuan Impor Barang (PIB).
Tidak Diaplikasikan
CV APINDO adalah perusahaan yang dalam proses produksinya tidak mempergunakan kayu yang berasal dari hasil impor
Verifier 2.1.2. (b) Bill of Lading (B/L)
Tidak Diaplikasikan
CV APINDO adalah perusahaan yang dalam proses produksinya tidak mempergunakan kayu yang berasal dari hasil impor
Verifier 2.1.2. (c) Packing List (P/L)
Tidak Diaplikasikan
CV APINDO adalah perusahaan yang dalam proses produksinya tidak mempergunakan kayu yang berasal dari hasil impor
Verifier 2.1.2. (d) Invoice Tidak
Diaplikasikan
CV APINDO adalah perusahaan yang dalam proses produksinya tidak mempergunakan kayu yang berasal dari hasil impor
Verifier 2.1.2. (e) Deklarasi Tidak
Diaplikasikan
CV APINDO adalah perusahaan yang dalam proses produksinya tidak mempergunakan kayu yang berasal dari hasil impor
Verifier 2.1.2. (f) Bukti
pembayaran bea masuk (bila terkena bea masuk)
Tidak Diaplikasikan
CV APINDO adalah perusahaan yang dalam proses produksinya tidak mempergunakan kayu yang berasal dari hasil impor
Verifier 2.1.2. (g) Dokumen lain yang relevan untuk jenis kayu yang dibatasi perdagangan nya.
Tidak Diaplikasikan
CV APINDO adalah perusahaan yang dalam proses produksinya tidak mempergunakan kayu yang berasal dari hasil impor
Verifier 2.1.2. (h) Bukti penggunaan kayu dan produk turunannya
Tidak Diaplikasikan
CV APINDO adalah perusahaan yang dalam proses produksinya tidak mempergunakan kayu yang berasal dari hasil impor
Indikator 2.1.3. Unit usaha menerapkan sistem penelusuran kayu Verifier 2.1.3. (a) Tally sheet
penggunaan bahan baku dan hasil produksi.
Memenuhi Tersedia tallyseet/catatan laporan
penggunaan bahan baku dan hasil produksi CV APINDO yang dapat menunjukkan informasi ketertelusuran asal usul bahan baku.
Verifier 2.1.3. (b) Laporan produksi hasil olahan.
Memenuhi Dari hasil verifikasi diketahui bahwa Laporan
hasil produksi CV APINDO sudah sesuai dengan LMK. Rendemen barecore bahan baku kayu gergajiansebesar 47,41 %. Verifier 2.1.3. (c) Produksi
industri tidak melebihi
kapasitas produksi yang
diizinkan.
Memenuhi Realisasi produksi CV APINDO dalam satu
tahun terakhir periode Desember 2014 s.d November 2015 tidak melebihi kapasitas sesuai Surat Keterangan.
Verifier 2.1.3. (d) Hasil produksi yang berasal dari kayu lelang dipisahkan.
Tidak Diaplikasikan
CV APINDO adalah perusahaan yang dalam proses produksinya tidak mempergunakan kayu yang berasal dari hasil lelang.
Verifier 2.1.3. (e) Dokumen catatan / laporan mutasi kayu
Memenuhi Hasil verifikasi CV APINDO menunjukkan
dokumen LMK telah sesuai dengan laporan penerimaan bahan baku, laporan produksi, dan laporan penjualan pada periode yang sama.
Indikator 2.1.4. Proses pengolahan produk melalui jasa dengan pihak lain (industri lain atau pengrajin/industri rumah tangga).
Verifier 2.1.4. (a) Dokumen S-LK atau DKP.
Verifier tidak berlaku bila
penyedia jasa bukan
industri pengolahan kayu.
Tidak Diaplikasikan
CV APINDO melakukan kegiatan produksi sendiri dan tidak ada kontrak jasa pengolahan produk dengan pihak lain
Verifier 2.1.4. (b) Kontrak jasa pengolahan produk antara auditee dengan pihak penyedia jasa (pihak lain).
Tidak Diaplikasikan
CV APINDO melakukan kegiatan produksi sendiri dan tidak ada kontrak jasa pengolahan produk dengan pihak lain Verifier 2.1.4. (c) Berita acara
serah terima kayu yang
Tidak Diaplikasikan
CV APINDO melakukan kegiatan produksi sendiri dan tidak ada kontrak jasa
dijasakan. pengolahan produk dengan pihak lain
Verifier 2.1.4. (d) Ada
pemisahan produk yang
dijasakan pada perusahaan penyedia jasa.
Tidak Diaplikasikan
CV APINDO melakukan kegiatan produksi sendiri dan tidak ada kontrak jasa pengolahan produk dengan pihak lain Verifier 2.1.4. (e) Adanya
pendokumentasian bahan
baku, proses produksi, dan
ekspor apabila ekspor
dilakukan melalui industri penyedia jasa.
Tidak Diaplikasikan
CV APINDO sepanjang periode audit, tidak pernah melakukan ekspor melalui industri jasa
Prinsip 3. Keabsahan perdagangan atau pemindahtanganan hasil produksi
Kriteria 3.1. Perdagangan atau pemindahtanganan hasil produksi dengan tujuan domestik. Indikator 3.1.1 Unit usaha menggunakan dokumen angkutan hasil hutan yang sah untuk
perdagangan atau pemindahtanganan hasil produksi dengan tujuan domestik.
Verifier : Dokumen angkutan hasil hutan yang sah.
Memenuhi Seluruh penjualan produk barecore CV
APINDO dengan tujuan domestik/dalam negeri/lokal didukung dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah berupa
nota penjualan (regular invoice)
Kriteria 3.2 Pengapalan kayu olahan untuk ekspor
Indikator 3.2.1. Pengapalan kayu olahan untuk ekspor harus memenuhi kesesuaian dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB)
Verifier 3.2.1. (a) Produk hasil olahan kayu yang diekspor
Memenuhi Dari hasil verifikasi tersedia laporan
produksi, laporan ekspor dan laporan mutasi kayu CV APINDO periode Desember 2015 s.d November 2016, menunjukkan bahwa produk hasil olahan kayu yang diekspor merupakan hasil produksi sendiri.
Verifier3.2.1. (b) Pemberita- huan Ekspor Barang (P E B)
Memenuhi Seluruh penjualan ekspor CV APINDO
periode Desember 2015 s.d November 2016 (53 kali) telah dilengkapi dengan dokumen PEB. Keabsahan dokumen PEB yang diterbitkan untuk CV APINDO sudah sesuai dan memenuhi kelengkapannya, diantaranya
pemeriksaan oleh Kantor Pabean Pemeriksaan KPPBC Tanjung Emas. Saat dilakukan verifikasi terhadap dokumen PEB diperoleh kesesuaian dengan dokumen
ekspor lainnya seperti Invoice, Packing List,
Bill Of Loading dan Nota Pelayanan Ekspor. Verifier 3.2.1. (c) Packing List
(P/L)
Memenuhi Setiap penjualan ekspor telah dilengkapi
dengan dokumen Packing List (P/L).
Berdasarkan hasil verifikasi dokumen Packing List diperoleh informasi bahwa data mengenai deskripsi produk, jumlah produk dan volume produk, serta negara tujuan,
yang tercantum dalam dokumen Packing List
sesuai dengan data informasi yang
tercantum dalam Invoice, Bill Of Loading,
PEB dan NPE
Verifier 3.2.1. (d) Invoice Memenuhi Verifikasi dilakukan terhadap data kegiatan
ekspor yaitu dokumen ekspor/transaksi Invoice sebanyak 53 kali yang berisi informasi tentang deskripsi produk, jumlah pieces produk, penerima dan negara tujuan, nilai transaksi. Hasil pemeriksaan terhadap
CV APINDO dapat menunjukkan
kelengkapan dokumen Invoice dalam setiap
kegiatan ekspornya. Data pada invoice
sesuai dengan data PEB, Packing List, Bill Of Loading dan NPE.
Verifier 3.2.1. (e) Bill of Lading (B/L)
Memenuhi Verifikasi dilakukan terhadap data kegiatan
ekspor yaitu dokumen ekspor/ transaksi invoice sebanyak 53 kali. Hasil pemeriksaan terhadap CV APINDO menyatakan bahwa industri dapat menunjukkan kelengkapan
dokumen Bill Of Loading dalam setiap
kegiatan ekspornya serta terdapat kesesuain dengan dokumen ekspor lainnya (PEB, Packing List, Invoice)
Verifier 3.2.1. (f) Dokumen V-Legal untuk produk yang
wajib dilengkapi dengan
Memenuhi Berdasar hasil verifikasi pada periode
Desember 2015 s.d November 2016 terdapat 53 penggunaan dokumen V-Legal, dan data
Dokumen V-Legal dalam dokumen V-Legal sesuai dengan data dalam dokumen-dokumen ekspor lainnya, dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang, Invoice, Packing List dan Bill of Landing serta tidak dibuktikan bahwa CV APINDO menggunakan bahan baku dari kayu hasil
lelang. Seluruh kegiatam stuffing dilakukan
di industri CV APINDO.
Verifier 3.2.1. (g) Hasil
verifikasi teknis (Laporan
Surveyor) untuk produk yang wajib verifikasi teknis.
Tidak diaplikasikan
Produk CV APINDO berupa Barecore, untuk
kegiatan ekspor, produk tersebut tidak termasuk produk yang harus dilakukan verifikasi teknis (Laporan Surveyor)
Verifier 3.2.1. (h) Bukti
pembayaran bea keluar bila terkena bea keluar
Tidak diaplikasikan
Produk CV APINDO berupa Barecore dengan
menggunakanbahan baku dari hutan hak, berdasar Lampiran 1 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 151/KM.4/2016 tentang
Penetapan Harga Ekspor untuk
Penghitungan Bea Keluar, produk tersebut tidak termasuk barang keluar/ekspor yang dikenai bea keluar
Verifier 3.2.1. (i) Dokumen lain yang relevan untuk jenis kayu yang dibatasi perdagangannya
Tidak diaplikasikan
Produk CV APINDO berupa Barecore dengan
menggunakan bahan baku dari hutan hak jenis Sengon, jenis tersebut tidak termasuk yang dibatasi perdagangannya
Kriteria 3.3. Pemenuhan penggunaan Tanda V-Legal Indikator 3.3.1. Implementasi Tanda V-Legal
Verifier : Tanda V-Legal yang dibubuhkan sesuai ketentuan.
Memenuhi Verifikasi dilakukan terhadap penggunaan
tanda V-Legal dimana CV APINDO telah
membubuhkan tanda V-Legal dalam
kemasan produk ekspornya sesuai
ketentuan. CV APINDO tidak menggunakan kayu lelang (sitaan, temuan, rampasan) serta tidak membubuhkan Tanda V-Legal pada produk kayu lelang.
Prinsip 4. Pemenuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan bagi industri pengolahan. Kriteria 4.1. Pemenuhan ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Verifier4.1.1. (a) Pedoman/prosedur K3.
Memenuhi CV APINDO mempunyai Prosedur K3 dan
sudah mempunyai penanggung-jawab K3 atau K3 Officer atas nama Gregorius Wiratno (Kepala Boiler).
Verifier 4.1.1. (b) Implementasi K3
Memenuhi Tersedia peralatan APAR, kotak P3K dan
peralatan K3 berupa APD (masker dan sarung tangan) yang berfungsi dengan baik. Peralatan juga tersedia sewaktu-waktu apabila dibutuhkan. Terdapat jalur evakuas dan tempat berkumpul di areal yang aman dan terdapat tanda-tanda peringatan dilarang merokok dan agar menjaga keselamatan kerja.
Verifier4.1.1. (c) Catatan
Kecelakaan Kerja
Memenuhi Tersedia catatan kecelakaan kerja periode
Desember 2015 s/d Nopember 2016 di CV APINDO, dengan rincian pada bulan Desember 2015 terjadi 2 (dua) kali kecelakaan dan Februari 2016 terjadi 2 (dua) kali kecelakaan, yang pertama melibatkan karyawan CV APINDO tapi terjadi di luar kawasan pabrik dan di luar jam kerja, dan yang kedua terjadi kebakaran dan ledakan pada mesin boiler tapi tidak terjadi korban. Pada kedua kecelakaan kerja terdapat upaya penanggulangannya.
Kriteria 4.2. Pemenuhan Hak-Hak Tenaga Kerja Indikator4.2.1.Kebebasan Berserikat Bagi Pekerja Verifier : Ada Serikat pekerja
atau kebijakan perusahaan (auditee) yang membolebkan untuk membentuk atau terlibat dalam kegiatan serikat pekerja.
Memenuhi Terdapat kebijakan dari Manajemen CV
APINDO yang memberi kebebasan kepada karyawan untuk beserikat dan hal tersebut diperkuat dari hasil wawancara dengan karyawan CV APINDO.
Indikator 4.2.2 Adanya Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) atau Peraturan Perusahaan (PP) yang mengatur hak-hak pekerja untuk IUIPHHK dan IUI yang mempekerjakan karyawan > 10 orang.
Verifier : Ketersediaan Dokumen KKB atau PP yang mengatur hak-hak pekerja.
Memenuhi CV APINDO telah memiliki Peraturan
Perusahaan dan telah didaftarkan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk
mendapatkan pengesahan kembali. Indikator 4.2.3. Tidak Mempekerjakan Anak di bawah Umur (di luar ketentuan). Verifier : Pekerja yang masih
di bawah Umur
Memenuhi Hasil verifikasi tidak terdapat pekerja yang
masih di bawah umur. Karyawan termuda a.n Sidik Adriyanto mulai bekerja di CV. APINDO pada umur 18 taun 11 bulan.
Yogyakarta, 28 Desember 2016
Ir. Tri Madiyono Direktur