Inflasi Kota Kendari bulan Agustus tahun 2015, tercatat sebesar 0,64 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 117,29 Secara nasional dari 82 kota yang menghitung inflasi, 59 kota tercatat inflasi dan 23 kota tercatat deflasi, inflasi tertinggi tercatat di Kota Tanjung Pandan (Provinsi Bangka Belitung) 2,29 persen dan inflasi terendah tercatat di Kota Probolinggo (Povinsi Jawa Timur) 0,02. Sementara itu deflasi tertinggi tercatat di Kota Ambon (Provinsi Maluku) 1,77 persen dan Kota Manokwari ((Provinsi Papua Barat) 1,68 persen.
Inflasi yang terjadi di Kota Kendari tercatat disebabkan oleh naiknya indeks harga pada kelompok bahan makanan 2,30 persen; makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,74 persen; kesehatan 0,67 persen; pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,20 persen serta perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,16 persen. Sementara kelompok sandang serta transportasi, komunikasi, dan Jasa Keuangan tercatat deflasi masing-masing 0,28 persen dan 0,15 persen.
Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi terbesar adalah beras; terong panjang; layang; rambe; minyak goreng; rokok kretek filter; daging yam ras; jantung pisang; ketimun serta bayam.
Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi terbesar adalah angkutan udara; kemung/gembung; cakalang; cabai merah; bawang merah; emas perhiasan; telur yam ras; pakaian bayi; bju kaos berkerah anak serta pepaya.
Dari sebelas kota di Pulau Sulawesi, tujuh kota tercatat Inflasi empat kota tercatat deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Kota Kendari (Provinsi Sulawesi Tenggara) 0,64 persen dengan IHK 117,29 dan Inflasi terendah di Kota Palopo (Provinsi Sulawesi Selatan) 0,03 persen dengan IHK 118,79. Sementara deflasi tertinggi tercatat di Kota Palu (Provinsi Sulwesi Tengah 0,75 persen dengan IHK 121,14.
Tingkat Inflasi Kota Kendari tahun kalender (Januari-Agustus 2015 tercatat 0,97 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2015 terhadap Agustus 2014) tercatat 6,08 persen.
Laju inflasi Kota Kendari tahun kalender (Januari-Agustus 2014 tercatat 2,23 persen dan laju inflasi year on year (Agustus 2014 terhadap Agustus 2013) tercatat sebesar 0,31 persen.
Inflasi Nasional Agustus 2015 tercatat 0,39 persen dan laju Inflasi (Januari-Agustus 2015) 2,29 persen serta laju inflasi year on year (Agustus 2015 terhadap Agustus 2014) sebesar 7,18 persen.
No. 01/09/Th. XVIII, 1 September 2015
P
ERKEMBANGAN
I
NDEKS
H
ARGA
K
ONSUMEN
/I
NFLASI KOTA
K
ENDARI
AGUSTU 2015 INFLASI 0,64 PERSEN
Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Mulai Januari 2014, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2012=100. Ada beberapa perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012=100) dibandingkan IHK lama (2007=100), khususnya mengenai cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang. Perubahan tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 yang dilaksanakan oleh BPS, yang merupakan salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.
SBH 2012 dilaksanakan di 82 kota, yang terdiri dari 33 ibukota provinsi dan 49 kota besar lainnya. Dari 82 kota tersebut, 66 kota merupakan cakupan kota SBH lama dan 16 merupakan kota baru. Survei ini hanya dilakukan di daerah perkotaan (urban area) dengan total sampel sebanyak 13.608 Blok Sensus dan total sampel rumahtangga sebanyak 136.080. SBH 2012 dilaksanakan secara triwulanan selama tahun 2012 sehingga setiap triwulan terdapat 34.020 sampel rumahtangga.
Paket komoditas nasional hasil SBH 2012 terdiri dari 862 komoditas. Paket komoditas terbanyak ada di Jakarta yaitu 462 komoditas, dan yang palling sedikit di Singaraja sebanyak 225 komoditas.
Berdasarkan hasil pemantauan BPS di Kota Kendari pada Agustus 2015 tercatat inflasi 0,64 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 116,54 pada Juli 2015 menjadi 117,29 pada Agustus 2015. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) 2015 tercatat 0,97 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2015 terhadap Agustus 2014) sebesar 6,08 persen.
Inflasi yang terjadi di Kota Kendari tercatat disebabkan oleh naiknya indeks harga pada kelompok bahan makanan 2,30 persen; makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,74 persen; kesehatan 0,67 persen; pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,20 persen serta perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,16 persen. Sementara kelompok sandang serta transportasi, komunikasi, dan Jasa Keuangan tercatat deflasi masing-masing 0,28 persen dan 0,15 persen.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Agustus 2015 antara ketimun; jeruk nipis/limau; terong panjang; baju kaos tanpa berkerah; daun singkong; jantung pisang; kol putih/kubis; sawi hijau; tembang serta daging ayam ras.
Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabe merah; gula merah; baju kaos berkerah anak; pakaian bayi; kemeja pendek; tahu mentah; bawang merah; papaya; bus serta celana pendek.
Pada Agustus 2015, kelompok yang memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu: kelompok bahan makanan 0,537 persen; makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,073 persen; perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar rumah tangga 0,040 persen; kesehatan 0,030 persen serta pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,014 persen. Sedangkan kelompok yang memberikan sumbangan negatif, yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,034 persen serta sandang 0,019 persen.
Tabel 1
IHK dan Tingkat Inflasi/Deflasi Kota Kendari Agustus 2015, Tahun Kalender 2015, dan Tahun ke Tahun 2015, Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)
Kelompok Pengeluaran IHK Inflasi/ Deflasi Bulan Agustus 2015 1) Laju Inflasi/ Deflasi Tahun Kalender 2014 2) Inflasi/ Deflasi Tahun Ke Tahun 3) Agustus 2014 Desember 2014 Agustus 2015 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m 110,57 116,16 117,29 0,64 0,97 6,08 1 Bahan Makanan 111,52 114,30 120,34 2,30 5,28 7,91
2 Makanan Jadi, minuman, Rokok & Tembakau 109,58 111,00 117,53 0,74 5,88 7,25 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 112,53 119,80 122,01 0,16 1,84 8,42
4 Sandang 99,81 99,22 97,04 -0,28 -2,20 -2,78
5 Kesehatan 107,07 109,30 113,06 0,67 3,44 5,59
6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 102,37 104,14 104,18 0,20 0,04 1,77 7 Transpor & Komunikasi dan Jasa Keuangan 115,70 128,87 121,92 -0,15 -5,39 5,38
0,64
0,97
6,08
1) Persentase perubahan IHK bulan Agustus 2015 terhadap IHK bulan sebelumnya 2) Persentase perubahan IHK bulan Agustus 2015 terhadap IHK bulan Desember 2014 3) Persentase perubahan IHK bulan Agustus 2015 terhadap IHK bulan Agustus 2014
Gambar 1
Perkembangan Inflasi/Deflasi Kota Kendari (2012=100), Januari 2014 – Agustus 2015
Tabel 2
Perkembangan Inflasi/Deflasi dan Laju Inflasi/Deflasi Kota Kendari dan Nasional Bulan Januari 2014–Agustus 2015 (2012 = 100,00)
B u l a n Inflasi (%) Laju Inflasi (%)
Kota Kendari Nasional Kota Kendari Nasional
(1) (2) (3) (4) (5) Januari 0,31 1,07 0,31 1,07 Februari -0,97 0,26 -0,66 1,33 Maret -0,10 0,08 -0,76 1,41 April 0,08 -0,02 -0,67 1,39 Mei 0,25 0,16 -0,43 1,56 Juni 0,94 0,43 0,51 1,99 Juli 1,82 0,93 2,34 2,94 Agustus -0,11 0,47 2,23 3,42 September -0,13 0,27 2,10 3,71 Oktober 0,18 0,47 2,28 4,19 November 1,67 1,50 3,99 5,75 Desember 3,27 2,46 7,40 8,38 Januari -0,96 -0,24 -0,96 -0,25 Februari -0,91 -0,36 -1,86 -0,61 Maret 0,57 -0,17 -1,30 -0,43 April -0,03 0,36 -1,33 -0,08 Mei 0,64 0,50 -0,70 0,42 Juni 0,28 0,54 -0,42 0,96 Juli 0,75 0,93 0,33 1,90 Agustus 0,64 0,39 0,97 2,29 Tabel 3
Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Deflasi di Kota Kendari Juli dan Agustus 2015 (2012=100)
No, Kelompok Pengeluaran
Andil Inflasi/Deflasi (%) Juli Agustus (1) (2) (3) U M U M 0,75 0,64 1, Bahan Makanan 0,73 0,54
2, Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0,01 0,07 3, Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0,03 0,04
4, Sandang -0,06 -0,02
5, Kesehatan -0,02 0,03
6, Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 0,01 0,01 7, Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan 0,05 -0,03
Gambar 2
Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Kendari (2012=100) Agustus 2015 (Persen)
URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN
1. Bahan Makanan
Kelompok bahan makanan pada Agustus 2015 tercatat Inflasi 2,30 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 117,63 pada Juli 2015 menjadi 120,34 pada Agustus 2015.
Dari sebelas subkelompok bahan makanan, tercatat tujuh subkelompok diantaranya Inflasi dan empat subkelompok tercatat deflasi. Subkelompok yang tercatat Inflasi adalah subkelompok sayur-sayuran 7,98 persen; daging dan hasil-hasilnya 4,83 persen; ikan diawetkan 4,22 persen; lemak dan minyak 4,10 persen; ikan segar 1,83 persen serta bahan makanan lainnya 0,43 persen. Sedangkan subkelompok yang tercatat deflasi adalah subkelompok kacang-kacangan 1,27 persen; bumbu-bumbuan 0,98 persen; telur, susu dan hasil-hasilnya 0,38 persen serta. buah-buahan 0,21 persen.
Kelompok ini pada Agustus 2015 memberikan sumbangan inflasi 0,537 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah beras 0,094 persen; terong panjang 0,086 persen; layang 0,063 persen; rambe 0,045 persen; minyak goring 0,041 persen; daging ayam ras 0,031 persen; jantung pisng 0,029 persen; ketimun 0,021 persen; bayam 0,019 persen; tembang dan kacang panjang masing-masing 0,018
persen; bawal 0,017 perse; ayam hidup 0,016 persen; daun singkong 0,015 persen; udang basah 0,014 persen; sawi hijau 0,013 persen; katamba dan apel masing-masing 0,012 persen.
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
Kelompok ini pada Agustus 2015 tercatat inflasi 0,74 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 116,67 pada Juli 2015 menjadi 117,53 pada Agustus 2015. Semua kelompok tercatat inflasi yaitu subkelompok tembakau dan minuman beralkohol 1,97 persen; minuman yang tidak beralkohol 0,40 persen serta makanan jadi 0,29 persen.
Kelompok ini pada Agustus 2015 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,073 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi yaitu, rokok kretek filter 0,039 persen; air kemasan 0,010 persen; rokok kretek dan biskuit masing-masing 0,007 persen.
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar
Kelompok ini pada Agustus 2015 mencatat Inflasi sebesar 0,16 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 121,82 pada Juli 2015 menjadi 122,01 pada Agustus 2015.
Semua subkelompok tercatat Inflasi yaitu, subkelompok penyelenggaraan rumahtangga 0,99 persen; perlengkapan rumahtangga 0,18 persen serta bahan bakar, penerangan dan air serta dan biaya tempat tinggal masing-masing 0,06 persen.
Pada Agustus 2015 kelompok ini secara umum memberikan sumbangan Inflasi sebesar 0,040 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan positif yaiu: upah pembantu rt 0,011 persen; sewa rumah 0,008 persen; sabun cair/cuci piring dan tarip listrik masing-masing 0,005 persen; kontrak rumah dan panci masing-masing 0,004 persen.
4. S a n d a n g
Kelompok sandang pada Agustus 2015 masih mencatat inflasi negatif sebesar 0,28 persen, atau terjadi penurunan indeks dari 98,20 pada Juni 2015 menjadi 97,04 pada Agustus 2015.
Dua subkelompok tercatat inflasi negatif pada Agustus 2015, yaitu subkelompok sandang anak-anak 1,41 persen dan barang pribadi dan sandang lain 0,38 persen. Sedangkan dua subkelompok lainnya yaitu, sandang lak-laki dan sandang wanita tercatat inflasi masing-masing 0,59 persen dan 0,11 persen.
Kelompok ini pada Agustus 015 secara keseluruhan memberikan sumbangan/andil inflasi negatif sebesar 0,019 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi negatif yaitu, emas perhiasan 0,013 persen; pakaian bayi 0,009 persen; baju kaos berkerah anak 0,008 persen serta baju kaos berkerah laki-laki 0,004 persen.
5. K e s e h a t a n
Kelompok kesehatan pada Agustus 2015 tercatat inflasi 0,67 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 112,31 pada Juli 2015 menjadi 113,06 pada Agustus 2015.
Subkelompok yang tercatat inflasi pada Agustus 2015 yaitu, subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika 1,45 persen. Sedangkan subkelompok jasa kesehatan, obat-obatan dan jasa perawatan jasmani tidak terjadi perubahan indeks (stabil).
Kelompok ini pada Agustus 2015 secara keseluruhan memberikan sumbangan/andil inflasi sebesar 0,030 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan poistif yaitu: pasta gigi 0,014 persen; hand body lotion 0,013 persen serta shampo 0,004 persen.
6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga
Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Agustus 2015 tercatat inflasi 0,20 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 103,97 persen pada Juli 2015 menjadi 104,18 pada Agustus 2015.
Dua subkelompok yang tercatat inflasi pada Agustus 2015, yaitu subkelompok olahraga 089 persen dan pendidikan 0,55 persen. Sedangkan subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan tercatat inflasi negatif 0,09 persen. Sementara subkelompok kursus-kursus/pelatihan dan rekreasi tidak terjadi perubahan indeks (stabil).
Kelompok ini pada Agustus 2015 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,014 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah akademi/perguruan tinggi 0,007 persen; taman kanak-kanak 0,006 persen; laptop/notebook 0,003 persen serta buku pelajaran SD 0,002 persen.
7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan
Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Agustus 2015 tercatat inflasi negatif 0,15 persen atau terjadi penurunan indeks dari 122,10 pada Juli 2015 menjadi 121,92 pada Agustus 2015.
Subkelompok yang tercatat inflasi negatif, adalah subkelompok transpor 0,25 persen. Sedangkan sukkelompok komunikasi dan pengiriman tercatat positif 0,08 persen. Sementara dua subkelompok lainnya yaitu sarana dan penunjang transpor serta jasa keuangan tidak mengalami perubahan atau relatif stabil.
Secara keseluruhan kelompok ini pada Agustus 2015 memberikan sumbangan inflasi negstif sebesar 0,034 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi adalah angkutan udara 0,038 persen.
Tabel 3
IHK dan Inflasi/Deflasi Kota Kendari Menurut Kelompok dan Sub Kelompok Bulan Agustus 2015 (2012 = 100,00)
No, Kelompok/Sub kelompok IHK Inflasi/Deflasi %
(1) (2) (3)
A U M U M 117,29 0,64
I BAHAN MAKANAN 120,34 2,30
Padi-padian Umbi-umbian dan Hasilnya 117,94 1,73
Daging dan Hasil-hasilnya 110,06 4,83
Ikan Segar 126,08 1,83
Ikan Diawetkan 132,79 4,22
Telur Susu dan Hasil-hasilnya 125,00 -0,38
Sayur-sayuran 124,42 7,96
Kacang – kacangan 116,37 -1,27
Buah – buahan 96,93 -0,21
Bumbu – bumbuan 110,15 -0,98
Lemak dan Minyak 127,35 4,10
Bahan Makanan Lainnya 114.33 0.43
II MAKANAN JADI MINUMAN ROKOK DAN TEMBAKAU 117,53 0,74
Makanan Jadi 119,00 0,29
Minuman yang Tidak Beralkohol 111,64 0,40
Tembakau dan Minuman Beralkohol 119,94 1,97
III PERUMAHAN AIR LISTRIK GAS DAN BAHAN BAKAR 122,01 0,16
Biaya Tempat Tinggal 111,50 0,06
Bahan Bakar Penerangan dan Air 161,07 0,06
Perlengkapan Rumahtangga 107,64 0,18 Penyelenggaraan Rumahtangga 116,01 0,99 IV SANDANG 97,04 -0,28 Sandang Laki-laki 90,21 0,59 Sandang Wanita 102,51 0,11 Sandang Anak-anak 106,87 -1,41
Barang Pribadi dan Sandang Lain 90,58 -0,38
V KESEHATAN 113,06 0,67
Jasa Kesehatan 104,66 0,00
Obat-obatan 106,68 0,00
Jasa Perawatan Jasmani 115,83 0,00
Perawatan Jasmani dan Kosmetika 120,91 1,45
VI PENDIDIKAN REKREASI DAN OLAH RAGA 104,18 0,20
Pendidikan 99,40 0,55
Kursus-kursus / Pelatihan 115,84 0,00
Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 101,06 -0,09
Rekreasi 110,23 0,00
Olahraga 103,66 0,89
VII TRANSPOR KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 121,92 -0,15
Transpor 133,82 -0,25
Komunikasi Dan Pengiriman 95,61 0,08
Sarana dan Penunjang Transpor 116,48 0,00
PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN
Tingkat Inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) 2015 tercatat 0,97 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2015 terhadap Agustus 2014) tercatat 6,08 persen. Sedangkan tingkat inflasi pada periode yang sama tahun kalender (Januari-Agustus) 2014 tercatat 2,23 dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2014 terhadap Agustus 2013) tercatat 0,31 persen.
Tabel 4
Inflasi/Deflasi Bulanan Tahun kalender Tahun ke Tahun 2013- 2015
Inflasi 2013 2014 2015
(1) (2) (3)
1 Agustus 1,00 -0,11 0,64
2 Tahun kalender (Januari-Agustus) 8,82 2,23 0,97 3 Agustus terhadap Juni (year on year)
(tahun n) ( tahun n-1) 8,12 0,31 6,08
PERBANDINGAN ANTARKOTA
Pada Agustus 2015 di Kota Kendari tercatat Inflasi sebesar 0,64 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 117,29. Dari 82 kota IHK tercatat 59 kota Inflasi dan 23 kota tercatat deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Kota Tanjung Pandan 2,29 persen dengan IHK 128,17. Sementara deflasi tertinggi tercatat di Kota Ambon 1,77 persen dengan IHK 119,95 dan Kota Manokwari 1,68 persen dengan IHK 113,22.
Perandingan Antarkota di Pulau Sumatera
Kota-kota IHK diwilayah Pulau Sumatera yang berjumlah 23 kota pada Agustus 2015 tercatat 22 kota Inflasi dan 1 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan 2,29 persen dengan IHK 128,17. Sedangkan Inflasi terendah tercatat di Kota Bungo 0,23 persen dengan IHK 119,45. Sementara deflasi tercatat di Kota Sibolga 0,73 persen dengan IHK 122,41 (lihat Tabel 5).
Tabel 5
Perbandingan Indeks dan Inflasi/Deflasi Agustus 2015 Kota-Kota di Pulau Sumatera dengan Nasional
(2012=100) K O T A Agustus IHK Inflasi/Deflasi (%) (1) (2) (3) 1. Tanjung Pandan 128,17 2,29 2. Bengkulu 128,41 1,99 3. Batam 121,67 0,70 4. Medan 123,63 0,59 5. Pangkal Pinang 122,35 0,58 6. Bukittinggi 119,74 0,55 7. Dumai 122,44 0,55 8. Lubuklinggau 119,42 0,49 9. Pekabaru 121,53 0,45 10. Bandar Lampung 122,19 0,41 11, Padang 125,44 0,38 12, Palembang 118,61 0,27 13, Tembilahan 126,25 0,25 14, Jambi 121,47 0,25 15, Bungo 119,45 0,23 16, Lhokseumae 115,70 -0,15 17, Pematang Siantar 123,34 -0,20 18, Banda Aceh 115,71 -0,22 19, Padangsidempuan 119,03 -0,33 20, Metro 129,26 -0,33 21, Tanjung Pinang 121,42 -0,34 22, Meulaboh 120,30 -0,63 23, Sibolga 122,41 -0,73 NASIONAL 121,73 0,39
Perbandingan Antarkota di Pulau Jawa
Pada Agustus 2015 dari 26 kota IHK di wilayah Pulau Jawa tercatat dua puluh lima kota Inflasi dan satu kota deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Kota Serang 0,92 persen dengan IHK 126,78 dan inflasi terendah tercatat
di Kota Probolinggo 0,02 persen dengan IHK 120,36. Sementara deflasi tercatat di Cirebon 0,20 persen dengan IHK 118,62 (lihat Tabel 6).
Tabel 6
Perbandingan Indeks dan Inflasi Agustus 2015 Kota-Kota di Pulau Jawa dengan Nasional
(2012=100) K O T A Agustus IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1. Serang 126,78 0,92 2. Bekasi 119,82 0,82 3. Cilegon 124,23 0,74 4. Tangerang 128,70 0,67 5. Sukabumi 121,20 0,64 6. Kudus 126,58 0,60 7. Bogor 121,25 0,58 8. DKI Jakarta 122,37 0,51 9. Bandung 120,62 0,49 10. Depok 120,47 0,49 11. Surabaya 120,83 0,48 12. Tegal 117,69 0,38 13. Tasikmalaya 119,23 0,37 14. Banyuwangi 119,20 0,35 15. Yogyakarta 119,09 0,33 16. Jember 119,17 0,31 17. Semarang 120,68 0,28 18. Malang 121,54 0,28 19. Cilacap 123,35 0,24 20. Surakarta 118,50 0,19 21. Purwokerto 119,02 0,13 22. Madiun 118,79 0,08 23. Sumenep 118,76 0,02 24. Kediri 119,65 0,02 25. Probolinggo 120,36 0,02 26. Cirebon 118,62 -0,06 NASIONAL 121,73 0,39
Perbandingan Antarkota Wilayah Luar Pulau Jawa Sumatera dan Sulawesi
Pada Agustus 2015 dari kota-kota IHK di wilayah luar Pulau Jawa Sumatera dan Sulawesi yang berjumlah 22. 12 kota tercatat mengalami Inflasi dan 10 kota tercatat deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Kota Ternate 1,56 persen dengan IHK 126,73 serta Kota Tual 1,16 persen dengan IHK 135,55 dan inflasi terendah tercatat di Kota Banjarmasin 0,06 persen dengan 118,96. Sedangkan deflasi tertinggi tercatat di Kota Ambon 1,77 persen dengan IHK 119,95 dan Kota Manokwari 1,68 persen dengan 113,22 (lihat Tabel 7)
Tabel 7
Perbandingan Indeks dan Inflasi Agustus 2015
Kota-Kota di Luar Pulau Sumatera Jawa dan Sulawesi dengan Nasional (2012=100) K O T A Agustus IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1. Ternate 126,73 1,56 2. Tual 135,55 1,16 3. Tanjung 120,80 0,80 4. Sorong 123,04 0,78 5. Maumere 115,54 0,53 6. Mataram 119,29 0,45 7. Sampit 121,22 0,42 8. Denpasar 118,91 0,34 9. Singaraja 127,84 0,20 10. Bima 122,18 0,16 11. Samarinda 123,21 0,11 12. Banjarmasin 118,96 0,06 13. Singkawang 120,88 -0,01 14. Tarakan 129,58 -0,15 15. Balikpapan 125,16 -0,23 16. Jayapura 121,29 -0,61 17. Palangkaraya 118,72 -0,67 18. Merauke 121,58 -0,70 19. Kupang 121,21 -0,92 20. Pontianak 128,59 -1,00 21. Manokwari 113,22 -1,68 22. Ambon 119,95 -1,77 NASIONAL 121,73 0,39
Perbandingan Antarkota di Pulau Sulawesi
Pada Agustus 2015 kota IHK di wilayah Pulau Sulawesi tujuh kota tercatat Inflasi dan empat kota tercatat deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Kota Kendari 0,64 persen dengan IHK 117,29 dan Inflasi terendah di Kota Palopo 0,03 persen dengan IHK 118,79. Sedangkan deflasi tertinggi tercatat di Kota Palu 0,75 persen dengan IK 121,14 (lihat Tabel 8)
Tabel 8
Perbandingan Indeks dan Inflasi Agustus 2015 Kota-Kota di Pulau Sulawesi dengan Nasional
(2012=100) Agustus IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1. Kendari 117,29 0,64 2. Gorontalo 117,52 0,58 3. Makassar 120,73 0,44 4. Bulukumba 127,23 0,42 5. Watampone 117,05 0,11 6. Pare-Pare 118,47 0,08 7. Palopo 118,79 0,03 8. Mamuju 119,58 -0,20 9. Baubau 124,77 -0,49 10. Manado 120,51 -0,53 11. Palu 121,14 -0,75 NASIONAL 121,72 0,39