1
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi
SKRIPSI
Oleh
ROZALIA FITRI NIM. TB .140513
PROGRAM STUDI TADRIS BIOLOGI FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI
2018
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi
PENGARUH PEMBELAJARAN MELALUI METODE PRAKTIKUM TERHADAP HASIL BELAJAR
BIOLOGI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 KABUPATEN TEBO
SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S1) dalam Program Studi Tadris Biologi
Oleh
ROZALIA FITRI NIM. TB .140513
PROGRAM STUDI TADRIS BIOLOGI FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI
2018
i
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi iii
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi
“ PERSEMBAHAN “ v
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Sebuah hasil perjuangan yang dengan tulus dipersembahkan kepada mereka yang
istimewa, kepada mereka yang luar biasa :
Niscaya allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat (Qs: Al-Mujadilah 11).
Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillahirobil‟alamin…
Sujud syukur kusembahkan kepadamu Tuhan Yang Maha Agung nan Maha Tinggi nan Maha Adil nan Maha Penyayang, atas takdir-Mu telah kau jadikan hamba manusia yang senantiasa berpikir, berilmu, beriman dan bersabar dalam
menjalani kehidupan ini. Sehingga hamba sampai di titik ini.
Lantunan Al-fatihah beriring shalawat dalam silahku merintih, menadahkan doa dalam syukur yang tiada terkira, terimakasihku untuk-Mu. Kupersembahkan sebuah karya kecil ini untuk ayahanda, ibunda tercinta dan kakanda tercinta, yang
tiada pernah hentinya yang selama ini memberi ananda semangat, doa, dorongan, nasehat dan kasih sayang serta pengorbanan yang tak tergantikan hingga ananda selalu kuat menjalani setiap rintangan yang ada didepanku. Terimalah bukti kecil
ini sebagai kado keseriusanku untuk membalas semua pengorbananmu, dalam hidupmu demi hidupku kalian ikhlas mengorbankan segala perasaan tanpa kenal
lelah, dalam lapar berjuang separuh nyawa hingga segalanya.
Untukmu Ayahanda (Ulil Amri), Ibunda (Zaidah), kakanda (Resi Wardana), Beserta Adik-adikku (Rizki Hilalilzibli dan Fakri Zafran Khairi) Terimakasih
sudah menjadi penyemangatku.
Hidupku terlalu berat untuk mengandalkan diri sendiri tampa melibatkan bantuan Tuhan dan orang lain.Terimaksih kuucapkan kepada sahabat terbaik Ananda Yana
dan Fuza Kabida Suro. Serta teman sejawat saudara seperjuangan yang tak bisa kusebut namanya satu persatu.
Tak lupa juga ananda persembahkan untuk dosen pembimbing skripsi Ananda Bapak Dr.H Kasful Anwar Us, M.Pd dan ibu Suraida M.Si.
Dan keluarga besarku yang ananda cinta yang selalu mendoakan serta memberi motivasi kepada ananda sesungguhnya itu hikmah terindah yang membuat ananda
dikuatkan kaki ini dalam menghadapi setiap perjuangan.
MOTTO
viFakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi
ِميِحَّرلا ِهمْحَّرلا ِالله ِمْسِب
﴾٧ ﴿ ْبَصْواَف َتْغَرَف اَذِإَف ﴾٦ ﴿اًرْسُي ِرْسُعْلا َعَم َّنِإ...
...﴾٨ ﴿ ْبَغ ْراَف َكِّبَر ٰىَلِإَو (٨-٦:حارشنلاا ةروس (
Artinya :
....(6) "Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan" (7) "Maka apabila engkau telah selesai [dari sesuatu urusan], Tetaplah bekerja keras [untuk urusan yang lain]" (8)"Dan hanya kepada tuhan mulah engkau berharap..." (Anonim, Al-Qur‟an Terjemahan Departemen Agama RI, Pustaka Agung Harapan Surabaya, 2006, hal. 279)
vii
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha „Alim yang kita tidak mengetahui kecuali apa yang diajarkan-Nya, atas iradah-Nya hingga skripsi ini dapat diselesaikan. Sholawat dan salam atas Nabi Muhammad SAW pembawa risalah pencerahan bagi manusia.
Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat akademik guna mendapat gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyelesaian skripsi ini banyak melibatkan pihak yang telah memberikan motivasi, baik moril maupun materi. Untuk itu, melalui kolom ini penulis ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada:
1. Bapak Dr. H.Hadri Hasan, MA selaku Rektor UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi.
2. Ibu Dr.Hj.Armida, M.Pd.I selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi.
3. Ibu Reny Safita, S.Pt,M.Pd selaku Ketua Program Studi Tadris Biologi UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi.
4. Bapak Dr. H. Kasful Anwar Us, M.Pd dan Suraida, M.Si sebagai Dosen Pembimbing I dan Pembimbing II yang telah banyak membantu dan memberikan pengarahan serta petunjuk dalam menyelesaikan skripsi ini.
5. Bapak Tapsirudin S.Ag,M.Pd.I sebagai selaku Kepala Sekolah.
6. Ibu Rita Fialisna, S.Pd Sebagai Guru Mata Pelajaran Biologi di sekolah, beserta Majelis Guru, karyawan, dan siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri 2 Kabupaten Tebo.
Akhirnya semoga Allah SWT berkenan membalas segala kebaikan dan amal semua pihak telah membantu. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi pengembangan ilmu.
Jambi, 12 Oktober 2018 Penulis
RozaliTB. 140513
ABSTRAK viii
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Nama : Rozalia Fitri
Jurusan : Pendidikan Biologi
Judul : Pengaruh Pembelajaran Melalui Metode Praktikum Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Di Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo.
Penelitian ini dilakukan karena melihat rendahnya hasil belajar siswa akibat dari proses pembelajaran biologi yang tidak melakukan praktikum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan ada tidaknya Pengaruh Pembelajaran Melalui Praktikum Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Di Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Exsperimen. Dengan menggunakan desain Quasi Exsperimen Design. Teknik Pengambilan sampel dalam penelitian Random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan uji
“t” maka nilai “t” yang diperoleh adalah= 2,779 dan lebih besar dari ttabel (baik pada taraf signifikasi 5%, maupun dari taraf 1% artinya 2,01<2,779>2,68, maka Ha (hipotesis alternative) diterima artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan metode praktikum terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA 2 di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kabupaten Tebo. Sedangkan hasil Ukuran effect size termasuk kategori sedang yaitu 0,783 artinya pengaruh penerapan metode praktikum terhadap hasil belajar siswa masuk kriteria sedang.
kata kunci: metode pembelajaran praktikum & hasil belajar siswa
ix
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi ABSTRACT
Name : Rozalia Fitri Department : Biology Education
Title : The Effect of Learning Through Practicum on Student Biology Learning Outcomes at Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo
This research was conducted because it saw the low student learning outcomes due to the biology learning process that did not do the practicum. The purpose of this study was to prove whether or not there was an effect of learning through practicum on student biology learning outcomes at Madrasah Aliyah Negeri 2 Tebo. This research is a Quasi Exsperimen. Research using the Quasi Exsperimen Design design. Sampling technique in Random sampling research. Data collection techniques are carried out by student learning outcomes. Based on the results of calculations using the "t" test, the "t" value obtained is = 2.779 and is greater than t table (both at the 5% significance level, and from the level of 1% means 2.01<2.779> 2.68, then Ha (alternative hypothesis) accepted means that there is a significant effect between the application of the practicum method on the learning outcomes of class XI Science 2 in Madrasah Aliyah Negeri 2, Tebo District, while the results of effect size size are in the medium category of 0.783 meaning the effect of the application of practicum methods on student learning outcomes in.
medium criteria.
keywords: practicum learning methods & student learning outcomes
x
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
NOTA DINAS ... ii
NOTA DINAS ... iii
PERNYATAAN ORISINALITAS ... v
PERSEMBAHAN ... vi
MOTTO ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
ABSTRAK ... ix
ABSTRACT ... x
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR TABEL ... xiii
DAFTAR GAMBAR ... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ... xv
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Identifikasi Masalah ... 5
C. Pembatasan Masalah ... 5
D. Rumusan Masalah ... 5
E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ... 6
BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA FIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Deskripsi Teoritik ... 7
B. Penelitan Yang Relevan ... 15
C. Kerangka Berfikir ... 18
D. Hipotesis Penelitian ... 20
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian ... 21
B. Metode dan Desain Penelitian ... 21
C. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel ... 22
D. Variabel-variabel dan Perlakuan Penelitian ... 23
E. Instrumen Penelitian ... 24
F. Teknik Analisis Data ... 29
G. Hipotesis Statistik ... 33 xi
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian ... 35 B. Pembahasan ... 47 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ... 51 B. Saran ... 52 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN – LAMPIRAN DAFTAR RIWAYAT HIDUP
xii
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 :Nilai ujian biologi kelas XI IPA MAN 2 Kabupaten tebo ... 3
Tabel 2.1 : Perbedaan dan persamaan study relevan ... 15
Tabel 3.1 : Jumlah Populasi ... 22
Tabel 3.2 : Sampel Penelitian Kelas IPA 2 MAN 2 Kabupaten tebo ... 23
Tabel 3.3 : Kisi-kisi Hasil Belajar Siswa ... 25
Tabel 3.4 : kriteria Nilai Cohen‟s Standar ... 33
Tabel 4.I : Distribusi skor nilai siswa kelas kontrol ... 36
Tabel 4.2 : Distribusi frekuensi skor baku nilai siswa kelas kontrol ... 37
Tabel 4.3 : Distribusi skor nilai siswa kelas eksperimen ... 39
Tabel 4.4 : Distribusi frekuensi skor baku nilai siswa kelas eksperimen ... 41
Tabel 4.5 : Uji normalitas data siswa kelas kontrol dan eksperimen ... 43
Tabel 4.6 : Uji homognitas siswa pada kelas kontrol dan eksperimen ... 44
Tabel 4.7 : Uji “t” test hasil nilai siswa pada kelas kontrol dan eksperimen ... 45
xiii
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.I : Kerangka pikir ... 19 Gambar 4.I : Grafik poligon pada kelas kontrol ... 38 Gambar 4.2 : Grafik poligon eksperimen ... 41
xiv
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Lembaran observasi siswa ... 56
Lampiran 2 : Soal sebelum di validasi ... 58
Lampiran 3 : Kunci jawaban sebelum validasi ... 64
Lampiran 4 : Hasil uji validitas ... 65
Lampiran 5 : Hasil reliabilitas ... 67
Lampiran 6 : Hasil uji kesukaran soal ... 70
Lampiran 7 : Hasil uji daya beda ... 72
Lampiran 8 : Rekapan hasil validasi ... 75
Lampiran 9 : Soal setelah di validasi ... 76
Lampiran 10 : Kunci jababan soal setelah di validasi ... 80
Lampiran 11 : Skor nilai siswa pada kelas kontrol ... 81
Lampiran 12 : Skor nilai siswa pada kelas eksperimen ... 84
Lampiran 13 : Hasil uji normalitas ... 87
Lampiran 14 : Hasil uji homogenitas ... 95
Lampiran 15 : Hasil uji “t” ... 100
Lampiran 16 : Hasil uji efek ... 105
Lampiran 17 : Silabus ... 111
Lampiran 18 :Rencana pelaksanaan pembelajaran ... 115
Lampiran 19 : Lembar validasi RPP ... 127
Lampiran 20 : Lembar validasi soal ... 132
xv
1
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan suatu hal penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Pentingnya pendidikan bagi manusia dipandang sebagai salah satu aspek yang mempunyai peranan penting dalam membentuk generasi mendatang.
Berkaitan dengan hal tersebut, pendidikan merupakan usaha sadar untuk menuntun individu dalam menentukan tujuan hidupnya (Hasbullah, 2001, hal.4).
Dalam dunia pendidikan, tujuan yang hendak dicapai tentunya tidak terlepas dari peran guru. Sebagai perencana pengajaran, seorang guru diharapkan mampu untuk merencanakan kegiatan belajar-mengajar secara efektif. Untuk itu ia harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang prinsip-prinsip belajar sebagai dasar dalam merancang kegiatan belajar-mengajar, seperti merumuskan tujuan, memilih bahan, memilih metode, menetapkan evaluasi dan sebagainya (Slameto, 2010, hal. 97-98).
Pembelajaran adalah kegiatan belajar ditekankan sebagai aktifitas yang menuntut siswa untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari. Pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal (Budiningsih, 2005, hal. 30).
Ilmu Pengetahuan Alam adalah suatu kumpulan teori yang sistematis, penerapannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam, lahir dan berkembang melalui metode ilmiah seperti observasi dan eksperimen serta menuntut sikap ilmiah seperti rasa ingin tahu, terbuka, jujur, dan sebagainya.
Secara umum IPA meliputi tiga bidang ilmu dasar, yaitu biologi, fisika, dan kimia (Trianto, 2014, hal.136). Banyak siswa yang beranggapan bahwa pelajaran ini sulit untuk dipelajari, dan memungkinkan siswa cenderung tidak semangat saat
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi belajar di kelas. Hal ini di karenakan penggunaan pendekatan dalam mengajar kurang tepat.
Berdasarkan gejala-gejala yang dikemukakan di atas, guru dituntut untuk melakukan perbaikan dalam pengajaran Ilmu Pengetahuan Alam salah satunya di bidang ilmu biologi. Salah satu usaha yang dapat dilakukan guru adalah dengan memilih metode pengajaran yang tepat. Tentunya metode pengajaran tersebut dapat melibatkan siswa aktif dalam pembelajaran sehingga hasil belajarpun meningkat. Karena keterlibatan siswa secara aktif dapat menjadikan pembelajaran menjadi efektif dan dapat mencapai hasil belajar sesuai dengan yang diinginkan (Rustaman, 2006, hal.2).
Berdasarkan hasil observasi peneliti, terhadap kegiatan belajar mengajar yang telah dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kabupaten Tebo, pada siswa kelas XI. Terlihat bahwa guru tidak perna melakukan praktikum dalam proses belajar mengajar, karena belum memiliki laboratorium biologi. Guru mengajar hanya dengan menggunakan metode ceramah dan menggunakan buku paket, lembar kerja siswa (LKS), sedangkan materi yang berkenaan dengan praktikum Cuma dijelaskan saja dan tidak dipraktekkan. Padahal belajar mengaplikasikan teori dalam bentuk kegiatan praktikum merupakan salah satau kegiatan laboratorium yang dimaksud untuk memperoleh pengalaman belajar yang memungkinkan peserta didik berinteraksi dengan material sampai kepada observasi fenomena (Rustaman, 2006, hal. 2).
Dalam proses evaluasi pembelajaran di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kabupaten Tebo memiliki hambatan berupa nilai hasil belajar yang kurang memuaskan. Hal ini terlihat dari nilai ujian biologi semester ganjil kelas XI tahun ajaran 2017/2018. Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) pada mata pelajaran biologi di MAN 2 Kabupaten Tebo adalah 70, siswa dikatakan berhasil atau tuntas apabila setiap siswa mencapai skor nilai 70. Kenyataan yang terjadi banyak siswa yang masih belum memenuhi kriteria ketuntasan minimum (KKM), jumlah siswa yang berhasil mencapai KKM di kelas XI IPA 1 hanya 9 orang dari jumlah keseluruhan siswa, siswa yang belum berhasil mencapai KKM sebanyak 15 orang.
Sedangkan di kelas XI IPA 2 jumlah siswa yang berhasil mencapai KKM 6 orang
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi dari jumlah keseluruhan siswa dan yang belum berhasil mencapai KKM sebanyak 21 orang. Untuk lebih jelasnya hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 1: Nilai Ujian Biologi Kelas XI IPA MAN 2 Kabupaten Tebo
No Kelas Jumlah siswa KKM Siswa Tuntas Siswa Tidak Tuntas
1 XI IPA 1 25 70 9 orang 16 orang
2 XI IPA 2 25 70 6 orang 19 orang
Jumlah 50 15 35
Sumber: Guru mata pelajaran biologi kelas MAN 2 Kabupaten Tebo
Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar Biologi di kelas XI MAN 2 Kabupaten Tebo kurang memuaskan. Dari permasalahan di atas, dibutuhkan tindakan yang dapat meminimalisir masalah. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa.
Selain itu, untuk menunjang keberhasilan dalam belajar biologi diperlukan suatu metode pembelajaran yang tepat, salah satunya menggunakan metode pembelajaran melalui praktikum.
Metode praktikum adalah suatu cara mengajar yang memberikan kesempatan kepada murid-murid untuk menemukan sendiri sesuatu fakta yang diperlukannya atau ingin diketahui dengan menggunakan alat praktikum untuk pengetahuan dan keterampilan psikomotorik siswa. Praktikum biologi merupakan salah satu hal penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran biologi terutama dalam pelaksanaan kegiatan proses pembelajaran. Tercapainya kegiatan belajar mengajar apabila telah dilaksanakan praktikum, karena kegiatan praktikum sangat berperan penting dalam proses belajar mengajar di sekolah. Kegiatan praktikum adalah salah satu proses yang penting dalam pencapaian tujuan pembelajaran aspek psikomotor. Apabila proses kegiatan praktikum tidak dilaksanakan dengan sesuai, tentunya tujuan pembelajaran aspek psikomotor tidak dapat tercapai oleh
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi siswa, dan ini nantinya dapat mempengaruhi terhadap hasil belajar siswa di sekolah (Gultom and Fauziah, 2014, hal. 1).
Siswa dapat memiliki banyak pengalaman, baik berupa pengamatan langsung atau bahkan melakukan percobaan sendiri dengan objek tertentu melalui kegiatan praktikum.Tidak diragukan lagi bahwa melalui pengalaman langsung (first-hand experiences), peserta didik dapat belajar lebih mudah dibandingkan dengan belajar melalui sumber sekunder, misalnya buku. Hal tersebut sangat sesuai dengan pendapat Bruner yang menyatakan bahwa anak belajar dengan pola inactive melalui perbuatan (learning by doing) akan dapat menstransfer ilmu pengetahuan yang dimilikinya pada berbagai situasi (Sutrisno, 2012, hal.17).
Praktikum harus lebih sering dilakukan karena sangat memungkinkan untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan kerja ilmiah siswa, kegiatan melalui praktikum juga dapat menunjang pemahaman siswa siswi, kegiatan melalui praktikum juga dapat menunjang pemahaman siswa terhadap materi pelajaran, maka diharapkan hasil belajar siswa akan meningkat (Hamalik, 2001, hal. 78).
Pembelajaran biologi tidak hanya dapat dilakukan di dalam kelas, ciri dari pembelajaran biologi adalah adanya kegiatan praktikum baik di laboratorium maupun di alam. Banyak konsep biologi yang kompleks sehingga diperlukan suatu kegiatan untuk memudahkan siswa dalam memahami konsep tersebut.
Kegiatan praktikum sangat sesuai untuk memfasilitasi siswa belajar melalui pengalaman langsung. Praktikum memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan gambar dalam keadaan yang nyata tentang apa yang diperoleh dalam teori dan terjadi kontak inderawi. Selain itu, dalam kegiatan praktikum siswa tidak sekedar mengamati secara lansung tetapi harus menghayati, terlebih lansung dalam perbuatan dan bertanggung jawab terhadap hasilnya (Mariyam et al., 2015, hal. 1-2).
Berdasarkan pada latar belakang yang telah diuraikan di atas, peneliti tertarik untuk meneliti tentang pengaruh pembelajaran melalui praktikum terhadap hasil belajar biologi dengan judul penelitan yaitu “Pengaruh Pembelajaran
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Melalui Metode Praktikum Terhadap Hasil Belajar Biologi Di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kabupaten Tebo”.
B. Identifikasi Masalah
berdasarkan latar belakang masalah di atas muncul permasalahan yang akan diidentifikasi dalam penelitian ini yaitu:
1. Proses pembelajaran menggunakan metode ceramah dan masih bersifat teacher center.
2. Bahan ajar atau sumber hanya berupa buku paket.
3. Akibat dari proses dan evaluasi yang belum maksimal menyebabkan rendahnya Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) di bawah 70 yang dicapai oleh siswa.
C. Pembatasan Masalah
Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Subjek penelitian dilakukan pada kelas XI IPA 2 Madrasah Aliyah Negeri 2 Kabupaten Tebo.
2. Mata pelajaran yang diambil adalah pokok bahasan Sistem Reproduksi.
3. Hasil belajar dalam penelitian ini adalah hasil belajar biologi dalam ranah kognitif dengan menggunakan pembelajaran melalui praktikum.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, identifikasi ada pengaruh signifikan antara pembelajaran melalui praktikum terhadap hasil belajar biologi dan batasan masalah yang telah dikemukakan di atas, maka penulis mengajukan beberapa rumusan masalah sebagai berikut:
1. Berapa besar skor hasil belajar siswa yang sebelumnya tidak melakukan praktikum pada siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Kabupaten Tebo?
2. Berapa besar skor hasil belajar siswa setelah melakukan praktikum pada siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Kabupaten Tebo?
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi 3. Seberapa besar pengaruh signifikan antara pembelajaran melalui praktikum terhadap hasil belajar biologi pada siswa di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kabupaten Tebo?
E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Tujuan Penelitian
Ingin membuktikan ada tidaknya pengaruh signifikan antara pembelajaran melalui praktikum terhadap hasil belajar biologi ada beberapa tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui berapa besar skor hasil belajar siswa yang sebelumnya tidak melakukan praktikum pada siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Kabupaten Tebo.
b. Untuk mengetahui berapa besar skor hasil belajar siswa setelah melakukan praktikum pada siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Kabupaten Tebo.
c. Ingin mengetahaui seberapa besar pengaruh signifikan antara pembelajaran melalui praktikum terhadap hasil belajar biologi pada siswa di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kabupaten Tebo?
2. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan dalam penelitian ini adalah:
a. Bagi siswa, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa terhadap materi yang disampaikan oleh guru.
b. Bagi guru, akan dapat mengatasi permasalahan pembelajaran yang dihadapi dan mendapat wawasan serta keterampilan pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan mutu pembelajaran.
c. Bagi peneliti, sebagai persyaratan bagi penulis untuk memperoleh gelar Strata 1 (S1) pada Prodi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
7
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi
HIPOTESIS
A. Deskripsi Teoretik
1. Hasil Belajar (variabel Y)
Hasil belajar adalah perubahan perilaku yang terjadi setelah mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan. Belajar mengusahakan perubahan perilaku dalam domain kognitif, afektif dan psikomotorik (Purwanto, 2014, hal. 54).
Hasil belajar adalah terjadinya perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang dapat diamati dan diukur bentuk pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Perubahan tersebut dapat diartikan sebagai terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebh baik dari sebelumnya dan yang tidak tahu menjadi tahu (Hamalik, 2007, hal. 30).
Hasil belajar perlu dievaluasi. Evaluasi dimaksudkan sebagai cermin untuk melihat kembali apakah tujuan yang ditetapkan telah tercapai dan apakah proses belajar mengajar telah berlangsung efektif untuk memperoleh hasil belajar, yang dapat ditunjukkan dengan nilai-nilai yang diperoleh siswa setelah mengikuti tes. Tes merupakan kegiatan yang dilakukan siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan dalam bentuk lisan (tes lisan), dalam bentuk tulisan (tes tertulis) atau dalam bentuk perbuatan (tes tindakan) (Purwanto, 2014, hal.47).
Evaluasi hasil belajar adalah keseluruhan kegiatan pengukuran (pengumpulan data dan informasi), pengolahan penafsiran dan pertimbangan siswa setelah melakukan kegiatan belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran, sedangkan prestasi belajar itu merupakan indikator adanya drajat perubahan tingkah laku siswa. Dikemukakan oleh (Hamalik, 2007, hal.159).
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Fungsi evaluasi hasil belajar adalah sebagai berikut:
a. Untuk diagnostik b. Untuk seleksi
c. Untuk kenaikan kelas d. Untuk penempatan
Tujuan-tujuan evaluasi hasil belajar adalah sebagai berikut:
a. Memberikan informasi tentang kemajuan siswa dalam upaya mencapai tujuan-tujuan belajar melalui berbagai kegiatan belajar.
b. Memberikan informasi yang dapat digunakan untuk membina kegiatan- kegiatan belajar siswa lebih lanjut.
c. Memberikan informasi yang dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa.
d. Memberikan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk mendorong motivasi belajar siswa dengan mengenal kemampuan dirinya dan merangsangnya untuk melakukan upaya perbaikan.
e. Memberikan informasi tentang semua aspek tingkah laku siswa.
f. Memberikan informasi yang dapat membimbing siswa memilih sekolah (Hamalik, 2007, hal.160-161).
Beberapa faktort yang mempengaruhi belajar diantaranya:
a. Faktor internal berasal dari dalam diri siswa, meliputi:
1) Aspek fisiologi seperti keadaan mata, telinga.
2) Aspek psikologis seperti intelegensi, sikap, minat bakat, dan motivasi.
b. Faktor eksternal dari luar diri siswa, meliputi:
1) Lingkungan sosial (keluarga, guru, dan staf, teman, serta masyarakat).
2) Lingkungan non sosial (rumah, gedung sekolah, peralatan, dan sebagainya) (Hamalik, 2012, hal.161).
Pengukuran hasil belajar dengan segala prilaku yang dimiliki sebagai akibat dari proses belajar yang berlangsung di sekolah yang bersifat kognitif, efektif maupun psikomotor disengaja atau tidak disengaja. Hasil belajar siswa yang diteliti yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Aspek kognitif dibatasi pada aspek ingatan (C1), aspek pemahaman (C2), dan aspek penerapan (C3). Aspek afektif dibatasi pada kegiatan kerja sama, ketepatan ketelitian, ketepatan kejujuran dan ketepatan antusiasme. Aspek psikomotorik dibatasi pada kegiatan merangkai alat, ketepatan menggunakan alat, ketepatan membaca alat dan ketepatan dalam keberhasilan percobaan (Hamalik, 2012, hal.161).
Tipe-tipe hasil belajar adalah sebagai berikut:
a. Tipe hasil belajar bidang kognitif, yang mencakup pada hafalan, pemahaman, aplikasi stimulus dan evaluasi.
b. Tipe hasil belajar bidang afektif yang berkenaan dengan sikap dan nilai yang terdiri dari beberapa tujuan dan tipe hasil belajar, yaitu kepekaan dalam menerima rangsangan dari luar.
c. Tipe hasil belajar bidang psikomotor, tampak dalam bentuk keterampilan kemampuan bertindak dari individu (Hamalik, 2007, hal.144).
Dalam setiap mengikuti proses pembelajaran disekolah, sudah pasti setiap peserta didik mengharapkan mendapatkan hasil belajar yang baik, sebab hasil belajar yang baik dapat membantu peserta didik dalam mencapai tujuannya.
Hasil belajar yang baik hanya dicapai melalui proses belajar yang baik pula.
Jika proses belajar tidak optimal sangat sulit diharapkan terjadinya hasil belajar yang baik.
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan hasil dari interaksi tindak belajar dan tindak mengajar atau nilai pelajaran sekolah yang dicapai oleh siswa berdasarkan kemampuan atau usahanya belajar dan digunakan dalam bentuk angka.
2. Definisi Praktikum (variabel X)
Laboratorium adalah tempat atau kamar tertentu yang dilengkapi dengan peralatan untuk mengadakan percobaan (penyelidikan, dsb), laboratorium ialah tempat mengadakan percobaan segala sesuatau yang berhubungan dengan fisika, kimia dan biologi (Amelia, 2004, hal.316).
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Fungsi laboratorium adalah sebagai tempat untuk menguatkan atau memberikan keterangan (informasi), menentukan hubungan sebab akibat (causalitas), membuktikan benar tidaknya faktor-faktor atau fenomena- fenomena-fenomena tertentu, membuat hukum atau dalil dari suatu fenomena apabila sudah dibuktikan kebenarannya, mempraktekkan sesuatu yang diketahui, mengembangkan keterampilan, memberikan latihan, menggunakan metode ikmiah dalam memecahkan suatu masalahproblem dan untuk melaksanakan penelitian perorangan (Amien dan Tarmizi, 2005, hal.12).
Fasilitas laboratorium yaitu laboratorium yang baik harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk memudahkan pemakaian laboratorium dalam melakukan aktivitasnya. Fasilitas teresebut ada yang berupa fasilitas umum dan fasilitas khusus. Fasilitas umum merupakan fasilitas yang dapat digunakan oleh semua pemakaian laboratorium contohnya penerangan, ventilasi, air, bak cuci, aliran listrik dan gas. Fasilitas khusus berupa peralatan contohnya meja siswa atau lemari bahan, ruang timbang, lemari asam, perlengkapan P3K, pemadam kebakaran dan lain-lain.
Untuk menentukan apakah suatu ruangan ini cock untuk atau tidak dijadikan laboratorium, kita perlu memperhatikan beberapa hal seperti arah mata angin, dan arah datangnya cahaya. Apabila memunkinkan, ruangan laboratorium sebaiknya terpisah dari bangunan ruangkan kelas, hal ini perlu menghindari terganggunya proses belajar mengajar di kelas yang dekat dengan laboratorium akibat dari kegiatan yang berlangsung di laboratorium, baik suara maupun bauk yang dikeluarkan (Nurdin, 2011, hal.46).
Praktikum berasal dari kata praktik yang artinya pelaksanaan secara nyata apa yang disebut dalam teori. Sedangkan praktikum adalah bagian dari pengajaran yang bertujuan agar siswa mendapat kesempatan untuk menguji dan melaksanakan di keadaan nyata, apa yang diperoleh dari teori dan pelajaran praktik (Depdiknas, 2002, hal. 785).
Metode praktikum adalah suatu cara mengajar yang memberikan kesempatan kepada murid-murid untuk menemukan sendiri sesuatu fakta yang diperlukannya atau ingin diketahui dengan menggunakan alat praktikum untuk
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi pengetahuan dan keterampilan psikomotorik siswa (Gultom and Fauziah, 2014, hal. 1).
Menurut Martinis (2007, hal.166) metode praktikum dapat dilakukan kepada siswa setelah guru memberikan arahan, aba-aba, petunjuk untuk melaksanakannya. Kegiatan berbentuk praktik dengan mempergunakan alat- alat tertentu, dalam hal ini guru melatih keterampilan siswa dalam penggunaan alat-alat yang telah diberikan kepadanya serta hasil dicapai mereka.
Metode praktikum adalah metode dimana para siswa menggunakan benda atau alat kemudian diperagakan, dengan harapan anak didik menjadi jelas dan mudah sekaligus dapat mempraktikan materi yang dimaksud (Fathurrohman dan Sutikno, 2007, hal.64).
Melalui praktikum peserta didik juga dapat mempelajari sains dan pengamatan langsung terhadap gejala-gejala maupun proses-proses sains, dapat melatih keterampilan berpikir ilmiah, dapat menanamkan dan mengembangkan sikap ilmiah, dapat menemukan dan memecahkan berbagai masalah baru melalui metode ilmiah dan lain sebagainya, kemampuan ini bisa dikembangkan melalui kegiatan praktikum.
Melalui praktikum, peserta didik dapat memiliki banyak pengalaman, baik berupa pengamatan langsung atau bahkan melakukan percobaan sendiri dengan objek tertentu.Tidak diraguan lagi bahwa melalui pengalaman lansung (firs-hand experiences), peserta didik dapat belajar lebih mudah dibandingkan dengan belajar melalui sumber sekunder, misalnya buku. Hal tersebut sangat sesuai dengan pendapat Bruner yang menyatakan bahwa anak belajar dengan pola inactive melalui perbuatan (learning by doing) akan dapat mentransfer ilmu pengetahuan yang dimilikinya pada berbagai situasi (Sutrisno, 2012, hal.17).
Metode pembelajaran yang biasa diterapkan guru dalam pembelajaran IPA termasuk pula biologi adalah metode praktikum. Praktikum memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan dan membuktikan teori, sehingga dapat menunjang pemahaman siswa terhadap materi pelajaran (Saadah et al., 2014, hal. 4).
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Praktikum merupakan satu diantara kegiatan laboratorium yang menjadi ciri penting dalam pembelajaran biologi dan cabang-cabang IPA lainnya. Pada pelaksanaan praktikum, siswa mendapat kesempatan untuk lebih memahami konsep materi yang berkaitan dengan percobaan dilaksanakan dan membuktikannya secara empirik. Pengetahuan empirik itu akan memberikan pengalaman konkrit kepada siswa, sehingga mempermudah siswa untuk memahami serta mengingat kembali konsep materi yang telah dipraktikumkan (Saadah et al., 2014, hal. 4).
Di dalam kegiatan praktikum sangat dimungkinkan adanya penerapan beragam keterampilan proses sains sekaligus pengembangan ilmiah yang mendukung proses perolehan pengetahuan (produk keilmuan) dalam diri siswa. Di sinilah tampak betapa praktikum memiliki kedudukan yang amat penting dalam pembelajaran biologi, karena melalui praktikum siswa memiliki peluang mengembangkan dan menerapkan keterampilan proses sains, sikap ilmiah dalam rangka memperoleh pengetahuannya (Hendra, 2013, hal.7).
Kegiatan praktikum dapat dibedakan menjadi dua, yaitu praktikum terbimbing atau terencana dan praktikum bebas. Kegiatan siswa dalam praktikum terbimbing hanya melakukan percobaan dan menemukan hasilnya saja, seluruh jalannya percobaan sudah dirancang oleh guru. Langkah-langkah percobaan, peralatan yang harus digunakan, serta objek yang harus diamati atau diteliti sudah ditentukan sejak awal oleh guru.Sedangkan kegiatan siswa dalam praktikum bebas lebih banyak dituntut untuk berpikir mendiri, bagaimana merangkai alat percobaan, melakukan percobaan dan memecahkan masalah, guru hanya memberikan permasalahan dan objek yang harus diamati atau diteliti. Dalam mengimplementasikan kegiatan praktikum dalam pembelajaran, umumnya siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil antara 2 - 6 orang, tergantung pada ketersediaan alat dan bahan. Pada jenjang pendidikan MAN, umumnya siswa masih kesulitan dalam membangun prosedur percobaannya sendiri, karena itu guru umumnya menyediakan LKS sebagai panduan bagi siswa dalam melakukan praktikum (Djamarah, 2010, hal. 77).
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Metode praktikum atau eksperimen yaitu metode mengajar dengan cara mempraktikan langsung untuk menguji atau memebuktikan satu konsep yang sedang dipelajari. Metode ini diyakini sebagai metode yang paling tepat dalam mengajarkan sains karena sains berasal dari hal-hal yang bersifat fakta (Zulfiani dalam Yulaida, 2016, hal.36).
Praktikum adalah salah satu bentuk pengajaran yang dianggap cukup efektif karena sekaligus dapat meliputi tiga ranah yaitu ranah kognitif, psikomotorik dan afektif. Praktikum akan benar-benar afektif jika dalam desain kegiatannya disusun secara terstruktur (Zainudin dalam Yulaida, 2016, hal.36).
Praktikum dapat dilakukan kepada siswa setelah guru memberikan arahan, aba-aba, petunjuk untuk melaksanakan. Kegiatan ini berbentuk praktik dengan mempergunakan alat-alat tertentu, dalam hal ini guru melatih keterampilan siswa dalam penggunaan alat-alat yang telah diberikan kepadanya serta hasil dicapai mereka (Martinis, 2007, hal 166).
Langkah-langkah metode praktikum adalah sebagai berikut:
a. Perlu dijelaskan kepada siswa tentang tujuan praktikum.
b. Siswa perlu mengetahui tentang alat-alat serta bahan-bahan yang akan digunakan dalam percobaan.
c. Selama proses pembelajaran berlangsung, guru harus selalu mengawasi siswa.
d. Setelah selesai, guru harus mengumpulkan hasil penelitian siswa, mendiskusikannya, serta mengevaluasi dengan tes atau sekedar tanya jawab (Putra, 2013, hal.135-136).
Adapun kelebihan dan kekurangan dari metode praktikum dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:
Kelebihan:
a. Dapat membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaan yang dilakukan sendiri daripada hanya menerima penjelasan dari guru atau dari buku.
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi b. Dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi tentang
sains dan teknologi.
c. Dapat menumbuhkan sikap-sikap ilmiah seperti bekerjasama, bersikap jujur, terbuka, kritis dan bertoleransi.
d. Siswa belajar dengan mengalami atau mengamati sendiri suatu proses atau kejadian.
e. Memperkaya pengalaman siswa dengan hal-hal yang bersifat objektif dan realistis.
f. Mengembangkan sikap berpikir ilmiah.
g. Hasil belajar akan bertahan lama dan terjadi proses internalisasi (Sukardi, 2008, hal. 220.
Kekurangan:
a. Memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan murah.
b. Setiap praktikum tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan karena terdapat faktor-faktor tertentu yang berada diluar jangkauan kemampuan.
c. Dalam kehidupan sehari-hari tidak semua hal dapat dijadikan materi eksperimen.
d. Sangat menuntut penguasaan perkembangan materi, fasilitas peralatan dan bahan mutakhir (Sukardi, 2008, hal. 220).
Kegiatan ilmiah/penelitian ilmiah adalah untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah melalui suatu penelitian dengan membandingkan masalah terseut dengan kondisi nyata pada areal penelitian, membantu siswa dalam mengidentifikasi konsep atau metode pemecahan masalah pada kawasan penelitian dan membantu mereka agar mampu mendesain cara-cara mengatsi masalah. Dalam proses pembelajaran menuntut terciptanya iklim kelas yang kooperatif. Tugas guru adalah membimbing terlaksananya proses inkuiri dan mendorong siswa agar berpatisifasi secara aktif. Selanjutnya mengarahkan siswa dalam proses pengujian hipotesis (Annurahman, 2016, hal.160).
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi B. Penelitian yang Relevan
Guna memberi penguatan terkait deskripsi teoritik diatas, akan dipaparkan beberapa penelitian yang relevan dengan penelirtian ini yang telah lebih dulu dilakukan oleh:
Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel perbedaan dan persamaan studi relevan yang peneliti ambil pada Tabel berikut:
Tabel 2.1 perbedaan dan persamaan study relevan yang peneliti ambil
No Nama Judul Hasil Persamaan Perbedaan
1 Laylatus
Saadah (2014)
Efektifitas Praktikum Berseting Numbered Heads Together Terhadap Penguasaan Konsep Siswa Smp Sub Materi Zat
Makanan.
Diperoleh skor rata-rata posttest siswa pada kelas eksperimen adalah 17,06, skor rata-rata posttest siswa pada kelas kontrol adalah 13. Berdasarkan ujia U Mann Whitney diperoleh Z hitung <, Z tabel yakni -4,22
< -1,96.
Sama-sama meneliti tentang pembelajara n melalui praktikum
Meneliti tentang Efektifitas Praktikum Berseting Numbered Heads Together Terhadap Penguasaan Konsep Siswa Smp Sub Materi Zat Makanan.
Sedangkan saya meneliti tentang pengaruh pembelajaran melalui praktikum
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi terhadap hasil belajar.
2 Siti
Maryam (2014)
Analisis Pelaksanaan Praktikum Pada Pembelajara n Biologi Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 3 Kuntodarusa lam Tahun Pembelajara n
2014/2015.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa frekuensi pelaksanaan praktikum sebesar (75%), minat siswa terhadap praktikum sebesar (775), waktu
pelaksanaan praktikum sebesar (69%), persiapan dan pelaksanaan praktikum sebesar (78%), jumlah rata-rata presenrase pelaksanaan praktikum pada pembelajaran biologi (75%).
Sama-sama meneliti tentang pembelajara n melalui praktikum
Meneliti tentang Analisis Pelaksanaan Praktikum Pada
Pembelajaran Biologi Siswa Kelas VIII di SMP Negeri Kuntodarusal a. Sedangkan saya
pengaruh pembelajaran melalui praktikum terhadap hasil belajar
biologi kelas XI di MAN 2 Kabupaten tebo.
3 Ade
Irma Novianti (2010)
Efektifitas Metode Praktikum Pengukuran
Hasil penelitian menunjukan pada pertemuan pertama dan
Sama-sama meneliti tentang pembelajara
Pada
penelitian ini khusus kepada hasil
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Terhadap
Hasil Belajar Psikomotori k Siswa MTS Bahrul Ulum Rokan Hulu Riau
kedua nilai tertinggi yaitu kelompok tiga dengan
perolehan nilai 85 dan nilai 86.
Untuk nilai terendah yaitu kelompok lima dengan dengan perolehan nilai 70 dan nilai 75.
Hasil penilaian kinerja akhir praktikum yang dilakukan nilai tertinggi siswa yaitu 50 dan nilai terendah 45
n melalui praktikum
belajar psikomotorik siswa.
Sedangkan saya hanya berfokus pada hasil belajarnya.
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi C. Kerangka berfikir
Praktikum dapat dikatakan suatu metode pembelajaran yang dilakukan oleh seorang pendidik kepada peserta didik dengan cara memberi aba-aba, arahan, petunjuk terlebih dahulu serta memberi kesempatan berlatih kepada peserta didik untuk meningkatkan keterampilan pengetahuan pembelajaran yang maksimal.
Praktikum ini dapat dilakukan dalam suatu ruangan atau laboratorium yang bersifat eksperimen/percobaan untuk membuktikan sebuah teori ataupun untuk menemukan teori-teori baru, selain itu praktikum juga dapat dilakukan di dalam ruangan (lapangan) untuk mengaplikasikan teori atau konsep ke lapangan yang nyata.Seperti mengamati ciri-ciri mahluk hidup dan banyak materi yang sering dipelajari pada materi biologi.
Hasil belajar dipengaruhi oleh banyak hal, baik dari eksternal maupun internal, salah satu untuk meningkatkan hasil belajar adalah dengan memperhatikan cara mengajar atau strategi belajar yaitu dengan peningkatan pelaksanaan praktikum, apalagi dalam pembelajaran biologi. Antara teori dan konsep harus sesuai dan mudah untuk dipahami.
Adapun kerangka fikir dalam melakukan penelitian ini, dapat dilihat pada gambar berikut:
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Gambar 1: Kerangka Fikir
Proses pembelajaran
1. Siswa lebih aktif.
2. siswa dilatih berpikir cepat dan tersusun logis.
3. siswa berpartisipasi dalam menerima pelajaran.
Metode pembelajaran melalui kegiatan praktikum
1. Siswa kurang termotivasi dalam belajar
2. Siswa kurang memperhatikan materi pembelajaran yang sedang disampaikan guru
Metode ceramah
Hasil Belajar
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Hasil Belajar
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi C. Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data (Sugiyono, 2013, hal. 96).
Adapun pada penelitian ini, penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut:
Ada pengaruh yang signifikan pembelajaran melalui praktikum terhadap hasil belajar siswa pada pelajaran biologi di kelas XI Di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kabupaten Tebo.
21
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi A. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Madrasah Aliyah Negeri 2 Kabupaten Tebo. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Mei –Juli 2018.
B. Metode dan Desain Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode penelitian yang digunakan metode Quasi Exsperimen. Pendekatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari pengaruh antara dua variabel yaitu metode pembelajaran praktikum dan hasil belajar siswa.
Dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggunaan metode praktikum terhadap hasil belajar siswa (Sugiyono, 2013, hal.76).
Desain Penelitian ini adalah dengan desain Quasi Exsperimental design.
yaitu desain hubungan yang terdiri dari variabel X sebagai variabel independent dan variavel Y sebagai variabel dependent.
Rancangan penelitian atau desain penelitian yang digunakan adalah berikut:
Gambar 2: Desain Penelitian
Keterangan:
X : Perlakuan dengan Metode Praktikum O2 ≠ O4 : Hasil Belajar siswa
R : Secara Random (Sugiyono, 2013, hal. 76).
R X O2 = Kelas Eksperimen R X O4 = Kelas Kontrol
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi C. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau sabyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang didapatkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2013, hal.117). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi tak terjangkau (target) adalah seluruhsiswa di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kabupaten Tebo.
Sedangkan yang menjadi populasi terjangkau (sasaran) adalah Kelas XI, dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.1 Jumlah Siswa Kelas XI IPA Kelas Jumlah siswa
laki-laki
Jumlah siswa perempuan
Jumlah
IPA 1 10 15 25
IPA 2 11 14 25
Jumlah 21 29 50
Sumber:Data siswa MAN 2 kab.tebo 2017/2018
2. Teknik Pengambilan Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu (Sugiyono, 2013, hal.118).
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Random Sampling.
Dikatakan Random Sampling karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Cara demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen (Sugiyono, 2015, hal.120). Sehingga diperoleh kelas IPA 2 yang
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi terdiri dari 25 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas IPA 1 yang terdiri dari 25 siswa sebagai kelas uji coba validitas soal.
Tabel 3.2Sampel Penelitian Kelas IPA 2 MAN 2 Kabupaten tebo Siswa Jumlah siswa
Laki-laki 11 siswa
Perempuan 14 siswa
Jumlah 25 siswa
Sumber: Dokumentasi MAN 2 Kabupaten Tebo, 2018
D. Variabel-variabel dan Perlakuan Penelitian
Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2013, hal.38).
Berdasarkan penjelasan di atas, maka yang menjadi variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah:
1. Variabel Bebas (independent variable): variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, predikator, antecendent. Dalam bahasa indonesia sering disebut sebagai variabel bebebas. Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat), variabel yang biasanya disimbolkan dengan X.
Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independen adalah metode pembelajaran melalui praktikum.
2. Variabel Terikat (dependent variable):sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam bahasa indonesia sering disebut variabel terkuat.
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas, biasanya disimbolkan dengan Y. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel dependen atau variabel terikat yaitu hasil belajar biologi (Sugiyono, 2013, hal.38).
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi E. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang di amati secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian (Sugiyono, 2013, hal.102).
1. Observasi
Metode observasi atau disebut juga dengan pengamatan merupakan kegiatan pemuatan perhatian semua objek dengan menggunakan seluruh indera. Metode observasi atau disebut juga dengan pengamatan kegiatan pemuatan perhatian semua objek dengan menggunakan seluruh indera.
Metode observasi adalah pengamatan langsung terhadap objek untuk mengetahui keberadaan objek, situasi, konteks dan maknanya dalam upaya mengumpulkan data penelitian. Kegiatan observasi meliputi melakukan pengamatan, pencatatan secara sistemtik kejadian-kejadian, perilaku obyek- obyek yang dilihat dan hal-hal lain yang diperlukan dalam mendukung penelitian yang sedang dilakukan (Margono, 2007, hal.158).
2. Dokumentasi
Dokumentasi ialah teknik pengumpulan data dengan mempelajari catatan-catatan mengenai data pribadi responden, seperti yang dilakukan oleh seorang psikolog dalam meneliti perkembangan kalien melalui catatan pribadinya. Dokumentasi sebagai cara mencari data mengurai hal-hal atau variabel-variabel yang merupakan catatan manuskrip, buku, surat kabar, majalah, notulen rapat, prasasti, legger, agenda dan sebagainya. Dokumentasi penulis gunakan sebagai instrumen untuk mendapatkan informasi non manusia, sumber informasi (data) non manusia berupa catatan-catatan, pengumuman, intruksi, aturan-aturan, laporan, keputusan atau surat-surat lainnya (Fathoni, 2011, hal.112).
Dokumentasi adalah teknik yang dilakukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi laporan kegiatan, foto-foto dan data
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi yang relevan dari penelitian (Riduwan, 2010, hal.31). Pada penelitian menggunakan foto-foto kegiatan proses pembelajaran siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri 2 Kabupaten Tebo sebagai dokumentasi penelitian.
3. Tes
Tes adalah insturumen alat ukur untuk pengumpulkan data dimana dalam memberikan respon atas pertanyaan dalam instrumen, peserta didorong untuk menunjukkan penampilan maksimalnya. Bentuk tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah ter formatif yang berbentuk pilihan ganda dengan empat alternatif jawaban (Fathurrohman, dkk, 2010, hal.77).
a. Kisi-kisi Instrumen
Instrumen penelitian yang digunakan adalah hasil tes.Untuk tes hasil belajar biologi siswa dalam bentuk pilihan ganda dengan empat pilihan (a, b, c, d). Kisi-kisi soal tes hasil belajar pada pokok bahasan sistem reproduksi pada tumbuhan dan hewan dapat dilihat pada table berikut:
Tabel 3.3 Kisi-kisi Soal Uji coba Kompetensi
Dasar
Indikator Aspek Yang Di Amati Jmlh
C1 C2 C3
Memahami reproduksi pada tumbuhan, manusia dan hewan, sifat keturunan, serta
kelangsunga n makhluk hidup
1. Menyebutkan cara tumbuhan melakukan reproduksi aseksual alami dan contohnya
1,2,3 4,5 5
2. Menyebutkan cara reproduksi aseksual hewan dan contohnya
6,7,8,9, 10
11,12 7
3. Menyebutkan bagian- bagian alat reproduksi pada pria dan wanita
13,14,1 5,16
17,18, 19
25 8
4. Mengidentifikasi kelainan/penyakit pada sistem reproduksi manusia
20,21,2 2,23
24 5
Jumlah 25
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi b. Teknik Kalibrasi Instrumen
Instrumen penelitian yang digunakan adalah hasil tes. Tes adalah sederetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Suharsimi, 2010, hal.193).
Dari hasil uji coba dilakukan analisis soal. Analisis yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1) Uji Validitas Soal
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan suatu instrumen. Untuk mengukur validitas dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik korelasi poin biserial (rpbi) (Suharsimi, 2010, hal. 211).
Rumus untuk mencari Angka Indeks Korelasi Poin Biserial (rpbi) adalah sebagai berikut:
r
pbi√
Keterangan:
= Angka Indeks Korelasi Poin Biserial
= Mean (Nilai rata-rata hitung) skor yang dicapai oleh peserta tes (teste) yang menjawab betul, yang sedang dicari korelasinyadengan tes secara keseluruhan.
= Mean skor total, yang berhasil dicapai oleh seluruh peserta tes (teste).
= Deviasi standar total (Deviasi dari standar skor total)
p = Proporsi peserta tes (teste) yang menjawab betul terhadap butir soal yang sedang dicari korelasinya dengan tes secara keseluruhan q = Proporsi peserta tes yang menjawab salah terhadap butir soal.
(Sudijono, 2014, hal. 258)
Untuk interpretasi validitas soal dengan membandingkan rhitung dan rtabel, df
= N-n, dan α = 0,05, maka kaidah keputusannya adalah:
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Jika
r
hitung≥r
tabel,
maka soal dinyatakan validJika
r
hitung ≤r
tabel, maka soal dinyatakan tidak valid2) Uji Reliabilitas
Reliabilitas menunjukkan pada pengertian bahwa suatu cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpulan data karena instrumen tersebut sudah baik. Relibilitas disini yaitu ketepatan atau keajengan dalam menilai apa yang dinilai.
Adapun rumus yang digunakan adalah:
Keterangan:
ri = Reabilitas internal seluruh instrument rb = Korelasi product moment
dalam pemberian interpretasi terhadap koefisien reabilitas tes (r11) pada umumnya dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
jika r11 ≥ rtabel berarti reliable (digunakan), dan
jika r11 ≤ rtabel berarti tidak reliable (Riduwan, 2010, hal. 107).
3) Tingkat Kesukaran (TK)
Tingkat kesukaran (difficully index) didefinisikan sebagai proporsi siswa peserta tes yang menjawab benar (Purwanto, 2005, hal.99). Definisi itu dapat dinyatakan dengan sebuah rumus dimana TK adalah jumlah peserta yang menjawab benar dibagi dengan jumlah peserta.
P=
Keterangan:
P = tingkat kesukaran
B = jumlah siswa yang menjawab benar
JS = jumlah siswa peserta tes(Arikunto, 2010,hal.223).
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Secara keseluruhan pembagian rentang TK diatur sebagai berikut (Purwanto, 2005, hal. 100).
Rentang TK Kategori
0,00-0,19 0,20 – 0,39 0,40 – 0,59 0,60 – 0,79 0,80 – 1,00
Sangat Sukar Sukar Sedang Mudah Sangat Mudah
4) Daya Beda (DB)
Daya beda (discriminating power) atau yang desingkat dengan DB adalah kemampuan sesuatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang bodoh (berkemampuan rendah) (Arikunto, 2010, hal.226).
Untuk mengetahui daya pembeda soal bentuk pilihan ganda adalah dengan menggunakan rumus berikut ini:
D= - Dimana:
D = Daya pembeda
BA = Banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal itu dengan benar
BB = Banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal dengan benar
JA = Banyaknya peserta kelompok atas JB = Banyaknya pserta kelompok bawah
PA = Proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar
PB = Proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar (Arikunto, 2010, hal.226).
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Menurut Arikunto lebih lanjut butir-butir soal yang baik adalah soal yang mempunyai data pembeda 0,4 sampai 0,7 dan Arikunto mengklasifikasikan daya pembeda sebagai berikut:
D = 0,00 – 0,20 : Jelek D = 0,20 – 0,40 : Cukup D = 0,40 – 0,70 : Baik
D = 0,70 – 1,00 : Baik sekali (Arikunto, 2010, hal.232).
F. Teknik Analisis Data 1. Uji Nomarlitas
Uji normalitas bertujuan untuk melihat sampel berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji liliefors karena sampel dalam penelitian ini adalah sampel kecil, dengan langkah- langkah sebagai berikut:
a. Mengurutkan data sampel dari yang terkecil ke terbesar (X1, X2,X3,….,X11) b. Menghitung rata-rata nilai skor sampel secara keseluruhan menggunakan
rata-rata tunggal
c. Menghitungkan standar deviasi nilai skor sampel menggunakan rata-rata tunggal
d. Menghitungkan Zi dengan rumus Zi
e. Menentukan nilai tabel Z (melihat lampiran tabel Z) berdasarkan nilai Z, dengan mengabaikan nilai negatifnya.
f. Menentukan besar peluang masing-masing nilai Z berdasarkan tabel Z (ditulis dengan simbol f (Zi)). Yaitu dengan cara nilai 0,5- nilai tabel Z apabila tabel Zi negatif (-), dan 0,5 + nilai tabel Z apabila nilai Zi positif (+).
g. Menghitung frekuensi kumulatif nyata dari masing-masing nyata dari masing-masing nilai Z untuk setiap baris, dan disebut dengan S (Gultom and Fauziah) kemudian dibagi dengan jumlah number of cases (N) sampel.
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi h. Menentukan nilai Lo(hitung)=f (Gultom and Fauziah)– S (Gultom and Fauziah)dan
dibandingkan dengan nilai Ltabel (tabel nilai krisis uji liliefors) dalam hal ini taraf signifikan yang digunakan sebesar 5% (0,5).
Apabila Lhitung < Ltabel, maka sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal (Sudjana, 2005, hal. 466-467).
2. Uji Homogenitas
Pengujian homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah objek (tiga sampel atau lebih) yang diteliti mempunyai varian yang sama (Siregar, 2014, hal. 167).
Langkah-langkah yang digunakan adalah sebagai berikut:
a. Menentukan skor tertinggi dan terendah Skor tertinggi (H)
Skor terendah (L) b. Menentukan rentangan
(R) R = H – L + 1
c. Menentukan banyak kelas K = 1 + 3,33 log n
d. Menentukan panjang kelas (I) I=
e. Mencari nilai X X =∑
f. Menentukan standar deviasi S = ∑ ∑
g. Mencari nilai varian terbesar dan terkecil fhitung=
h. Bandingkan fhitungdengan nilai ftabeldengan niali α = 0,05 derajat kebebasan (db) = n – 1, dengan kriteria pengujian sebagai berikut:
Jika fhitung ≥ ftabeltidak homogen
Jika fhitung ≤ ftabel homogen (Riduwan, 2010, hal.177-179)
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi 3. Uji Hipotesis
Dalam penelitian ini untuk menguji hipotesis menggunakan rumus tes “t”
untuk dua sampel yang satu sama lain tidak mempunyai hubungan. Rumus yang digunakan adalah:
to=
Adapun langkah – langkah perhitungan tes “t” adalah sebagai berikut:
a. Mencari mean variabel I (X), dengan rumus:
M₁= M + i (∑ )²
b. Mencari mean variabel II (Y), dengan rumus:
M₂= M + i (∑ )²
c. Mencari standar deviasi variabel I, dengan rumus:
SD₁= i √∑ ∑ ²
d. Mencari standar deviasi variabel II, dengan rumus:
SD₂= i √∑ ∑ ²
e. Mencari standar error variabel I, dengan rumus:
₁ ₁
√ ₁ f. Mencari standar error variabel II, dengan rumus:
₁ ₂
√ ₂
g. Mencari standar error perbedaan antara mean variabel I dan mean variabel II, dengan rumus:
₁ √
₂
h. Mencari t0 dengan rumus:
t₀ = ₁ ₂
₁
i. Memberi interprestasi
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi 1) Jika t₀ lebih besar atau sama ttabel maka hipotesis nihil ditolak, maka metode pembelajaran melalui praktikumbaik diterapkan dalam pembelajaran Biologi
2) Jika t₀ lebih kecil atau sama ttabel maka hipotesis nihil diterima, maka metode pembelajaran melalui praktikumtidak baik diterapkan dalam pembelajaran Biologi (Sudijono, 2014, hal.347-348).
4. Ukuran Efek (Effect Size)
Setelah berhasil menguji hipotesis dengan taraf signifikansi tertentu, maka bahasan selanjutnya adalah ukuran efek. Ukuran efek adalah besarnya efek yang ditimbulkan oleh parameter yang diuji di dalam pengujian hipotesis selain itu, dalam hal ini akan dilihat seberapa besar efek pengaruh metode praktikum terhadap hasil belajar dengan menggunakan rumus Cohen’s sebagai berikut:
ds= to√ Keterangan:
ds =besar pengaruh perlakuan yang diberikan = jumlah sampel kelas kontrol
= jumlah sampel kelas eksperimen
to = hasil uji t ( Backer dalam Fitrianti, 2018, hal.42).
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Dengan kriteria nilai Cohen‟s seperti pada tabel sebagai berikut:
Tabel 3.4 kriteria Nilai Cohen‟s Standar
Cohen’s Standar Effect Size Persentase (%)
Tinggi 2,0
1,9 1,8 1,7 1,6 1,5 1,4 1,3 1,2 1,1 1,0 0,9 0,8
97,7 97,1 96,4 95,5 94,5 93,3 91,9 90 88 86 84 82 79
Sedang 0,7
0,6 0,5
76 73 69
Rendah 0,4
0,3 0,2 0,1 0,0
66 62 58 54 50
Sumber: Lee A Backer, 2000, hal.3
Kriteria yang diusulkan oleh Cohen’s tentang besar kecilnya ukuran efek adalah sebagai berikut:
0 < d < 0,2 Efek Rendah 0,2< d < 0,8 Efek Sedang d> 0,8 Efek Tinggi
G. Hipotesis Statistik
Hipotesis adalah suatu pernyataan tentang bentuk fungsi suatu variabel atau tentang nilai sebenarnya suatu prameter. Suatu pengujian hipotesis statistik ialah prosedur yang memungkinkan keputusan dapat di buat, yaitu keputusan untuk menolak atau tidak menolak hipotesis yang sedang dipersoalkan (Sugiyono, 2013, hal.64).
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi Hipotesis statistik dalam penelitian ini adalah:
Ho : μ 1 ≤ μ 2
: μ1>μ 2
Keterangan :
Ho = Tidak terdapat pengaruh yang signifikan pengaruh pembelajaran melalui praktikum terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas XI di Madrasah Aliyah 2 Kabupaten Tebo (μ 1 ≤ μ 2).
= Terdapat pengaruh signifikan penerapan pengaruh pembelajaran melalui praktikum terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas XI di Madrasah Aliyah 2 Kabupaten Tebo (μ 1>μ 2).
μ1 = Skor hasil belajar siswa dengan pengaruh pembelajaran melalui praktikum.
μ2 = Skor hasil belajar siswa yang tidak menggunakan pembelajaran melalui praktikum.