• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

37 3.1 Gambaran Umum Perusahaan

3.1.1 Profile Perusahaan

PT Sartonet Filtrasi Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi alat-alat bioteknologi Analyzer, Biochemistry, Filter, dan

Laboratory Equipment di hampir seluruh kota di Pulau Jawa dan juga menjangkau

daerah Sumatra. Perusahaan ini merupakan perusahaan berskala sedang yang sukses dengan dukungan dari kurang lebih 130 karyawannya. Sejak didirikan pada tahun 1999 hingga kini Perusahaan ini telah berkembang dengan pesat, walaupun ditengah persaingan bisnis distribusi alat-alat kesehatan yang semakin lama semakin ketat namun perusahaan ini tetap bisa bertahan. Dalam menjalankan usahanya PT Sartonet Filtrasi Indonesia lebih menekankan pada pelayanan untuk kepentingan masyarakat banyak, sesuai dengan visi dan misi yang dimiliki yaitu ingin menjadi perusahaan penyedia peralatan bioteknologi dengan jaringan distribusi terluas yang mengutamakan kualitas dan pelayanan kepada pelanggan.

Dalam rangka mewujudkan visi dan misi perusahaan, PT Sartonet Filtrasi Indonesia berusaha agar dapat menjangkau pasar sampai ke kota-kota kecil di Indonesia dengan mendirikan cabang yang terletak di Bandung dan Malang. Hal ini bertujuan untuk dapat memeratakan pendistribusian alat-alat laboratorium kesehatan tersebut sampai kepelosok sehingga kebutuhan masyarakat di kota terpencil pun dapat terpenuhi.

Sikap professionalisme yang ditumbuh-kembangkan oleh pemilik,

membuahkan hasil berupa meningkatnya kepercayaan Principal dari luar negeri. Hingga saat ini PT. Sartonet Filtrasi Indonesia dipercaya menjadi agen resmi dan satu-satunya yang ada di Indonesia untuk semua produk alat bioteknologi dari perusahaan sartorius stedim biotech yang berpusat di Jerman, alat bioteknologi dari perusahaan Ntc, dan masih banyak lagi perusahaan luar yang menjadi partner bisnis PT SFI.

(2)

3.1.2 Visi dan Misi Perusahaan 3.1.2.1 Visi Perusahaan

Menjadi Perusahaan penyedia peralatan bioteknologi dengan Jaringan Distribusi Terluas yang Mengutamakan Kualitas dan Pelayanan kepada Pelanggan.

3.1.2.2 Misi Perusahaan

1. Memperluas Jaringan Distribusi di Seluruh Indonesia

2. Menyediakan dan menyalurkan alat-alat kesehatan yang merupakan

produk terbaik dari segi standar keamanan dan kualitas

3. Memberikan Pelayanan Terbaik kepada konsumen dengan didukung

Tenaga Kerja yang Terlatih dan Handal

4. Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan dan Kepuasan pelanggan

3.1.3 Struktur Organisasi Perusahaan, Tanggung Jawab dan Wewenang 3.1.3.1 Struktur Organisasi Perusahaan

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Perusahaan

(3)

3.1.3.2 Tanggung Jawab dan Wewenang

Penyusunan struktur organisasi perusahaan didasarkan kepada fungsi yang diperlukan untuk mencapai tujuan PT. Sartonet Filtrasi Indonesia. Dalam struktur organisasi seorang Direktur Utama membawahi 5 General Manager. Fungsi dan tanggung jawab berdasarkan jabatan yang tertera dalam bagan struktur organisasi PT Sartonet Filtrasi Indonesia adalah sebagai berikut :

1. Direktur

Tugas dan tanggung jawab Direktur:

• Menentukan tujuan dan strategi untuk mengembangkan perusahaan.

• Mengambil keputusan strategis dalam pengembangan perusahaan.

Membuat target yang harus dicapai secara periodic

2. General Manager

• Bertugas d a n bertanggungjawab atas kegiatan perusahaan secara

keseluruhan.

• Mengkoordinir, mengarahkan dan mengawasi kegiatan perusahaan.

• Memonitor dan meminta pertanggung jawaban manager yang

dipimpinnya

3. Manajer Gudang

• Bertanggung jawab dalam pengendalian stok barang.

Melakukan stock opname, membuat dan menandatangani laporan

stock opname persediaan fisik di gudang

• Bertanggung jawab atas jumlah persediaan fisik yang ada di gudang.

• Mengkoordinir dan mengawasi pekerjaan bagian gudang.

4. Bagian Pengawasan

• Bertugas menerima, menyimpan dan mengeluarkan barang dari

gudang.

• Melaksanakan dan mengawasi aktivitas operasional dan administrasi

gudang.

(4)

5. Ekspedisi

• Mengirim barang-barang yang dipesan oleh pelanggan sesuai

dengan tempat dan waktu yang telah ditentukan.

• Melakukan konfirrnasi ke bagian pengawasan gudang apabila

telah selesai melakukan pengiriman.

6. Manajer Penjualan

• Bertugas dan bertanggung jawab terhadap bidang-bidang penjualan

yang ada di perusahaan

• Merencanakan dan membuat strategi dan target penjualan.

• Mengkoordinir dan mengarahkan kegiatan penjualan agar tujuan

dan target penjualan tercapai.

7. Bagian Penjualan

• Menerima pesanan pembelian dari salesman yang berisi pesanan

pelanggan

• Membina dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan

• Meningkatkan penjualan agar mencapai target

• Menjalankan administrasi penjualan dengan baik

8. Salesman

• Mendatangi pelanggan untuk memberikan brosur dan menawarkan

produk

• Mengenalkan produk kepada pelanggan dengan membawa sample

produk

• Mencatat pesanan pelanggan di purchase pesanan

• Meningkatkan penjualan agar mencapai target

• Menjaga hubungan baik dengan pelanggan

9. Manajer HRD

Tugas dan tanggung jawab Manajer HRD:

• Merencanakan, mengkoordinir, dan mengawasi kegiatan-kegiatan

yang berhubungan dengan kepegawaian serta bertanggungjawab atas hasil-hasil pelaksanaannya.

(5)

• Merencanakan dan melaksanakan program seleksi tenaga kerja, mutasi, program penelitian ketrampilan karyawan dan pemberhentian karyawan.

• Bertanggung jawab atas perekrutan dan pemutusan hubungan kerja

pegawai perusahaan

• Mengkoordinasi evaluasi dalam pencatatan data pribadi setiap

pegawai

• Melakukan otorisasi atas pengajuan-pengajuan yang diajukan oleh

karyawan

• Mengevaluasi perhitungan gaji seluruh pegawai

• Membuat peraturan mengenai kepegawaian

10.Bagian HRD

• Melakukan Proses Recruitment (posting iklanlowongan kerja) dan

administrasi seleksi (interview).

• Administrasi Karyawan Baru termonitor dengan baik.

• Membuat Memo intern (Pengumuman yang berhubungan dengan

libur, tata tertib, kegiatan kantor), membuat Surat Pengantar Pembukaan Rekening untuk Karyawan dan surat referensi kerja karyawan, dan surat peringatan serta melakukan conselling terhadap karyawan yang bermasalah.

• Memantau data absensi seluruh Karyawan.

• Menghitung dan memproses uang makan, UMT, dan uang lembur

setiap bulannya.

• Menghitung dan mengecek, memantau jumlah cuti dari masing2

karyawan setiap bulannya.

• Memantau dan mengurusi proses perpanjangan dokumen legal

perusahaan.

• Menghitung gaji dan tunjangan-tunjangan,bonus dan hal-hal yang

terkait dengan perhitungan gaji karyawan

• Mencetak slip gaji

11.Manajer Keuangan dan Akuntansi

(6)

• Mengatur pengendalian dana secara keseluruhan

• Bertanggung jawab atas semua pengeluaran dan penerimaan keuangan

yang terjadi

• Bertanggung jawab menyajikan laporan keuangan perusahaan

• Memberikan daftar gaji dan menerima tanda terima gaji

12.Bagian Keuangan

• Bertugas dan bertanggung jawab menyimpan dan membayarkan uang

kas

• Memeriksa bukti-bukti tagihan ke luar dan dalam

• Menyetor dan mengambil uang ke Bank

• Membuat cash flow perusahaan

• Membuat rekonsiliasi Bank tiap bulan

13.Bagian Akuntansi

• Mengadakan pencatatan dan pembukuan transaksi-transaksi yang

terjadi

• Mengarsipkan tiap-tiap bukti transaksi yang terjadi

• Membuat laporan keuangan perusahaan

14.Bagian Penagihan

• Bertanggung jawab dalam kegiatan penagihan

• Menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan pada saat penagihan

kepada pelanggan

• Menyetorkan hasil tagihan kepada bagian keuangan

• Mencatat piutang-piutang yang sudah ditagih ke dalam buku

penerimaan kas

15.Manajer Pembelian

• Mengatur dan mengawasi pekerjaan-pekerjaan di bagian pembelian

• Mengotorisasi surat pemesanan ke pemasok

• Memonitor pengiriman barang dari pemasok

• Bertanggung jawab terhadap kelancaran stok barang

16.Bagian Pembelian

• Membuat surat pemesanan pembelian berdasarkan permintaan dari

(7)

• Meneliti barang yang dikirim pemasok untuk menjamin kesesuaiannya dengan surat pemesanan.

3.2 Gambaran Sistem yang Sedang Berjalan

3.2.1 Kebijakan Umum Kepegawaian PT Sartonet Filtrasi Indonesia

PT Sartonet Filtrasi Indonesia mempunyai beberapa aturan,tata tertib,dan kebijakan yang sedang berjalan di perusahaan dan harus dipatuhi oleh seluruh karyawan yang ada di PT SFI. Jika tidak mematuhi peraturan,tata tertib,dan kebijakan sesuai dengan SOP maka perusahaan akan memberikan sanksi yang sesuai dengan pelanggaran yang telah dilanggar.

3.2.1.1 Tata Tertib Perusahaan

a. Setiap karyawan/ti wajib absensi pada saat masuk.

b. Untuk yang bertugas langsung ke lapangan, harus mendapat izin dari

atasan yang terkait

c. Karyawan/ti yang bertugas di kantor tidak diperkenankan

meninggalkan kantor, tanpa seizin atasannya

d. Setiap karyawan/ti wajib mengetahui tugas-tugas dan tanggung

jawabnya di perusahaan dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya

e. Setiap karyawan/ti wajib mentaati peraturan, ketentuan dan atau

prosedur yang berlaku di perusahaan

f. Setiap karyawan/ti mematuhi dan melaksanakan instruksi-instruksi

dan petunjuk-petunjuk dari pimpinan perusahaan maupun dari atasannya masing-masing

g. Setiap karyawan/ti wajib menjaga rahasia perusahaan

h. Setiap karyawan/ti dilarang melakukan tindakan-tindakan yang diduga

atau diketahui dapat membahayakan keamanan dan keselamatan kerja

i. Setiap karyawan/ti wajib memeriksa dan menjaga dengan baik semua

(8)

j. Setiap karyawan/ti harus memelihara suasana kekeluargaan dan tidak boleh membuat kekacauan atau yang berdampak negatif kepada kelancaran kerja

k. Setiap karyawan/ti wajib melaporkan perubahan data yang

menyangkut dirinya

l. Dilarang memperjual belikan/memperdagangkan barang atau jasa

berupa apapun yang terdapat dikantor tanpa seizin tertulis dari Direktur

m. Dilarang membawa senjata tajam/api ke dalam lingkungan kerja

n. Dilarang merokok,berjudi,minum-minuman

keras,berkelahi,melakukan penggelapan atau korupsi,melakukan perbuatan asusila,dan perbuatan tindak pidana lainnya.

3.2.1.2 Sanksi-sanksi yang Berlaku

a. Peringatan Lisan

Setiap karyawan yang melakukan pelanggan ringan pada awalnya diberikan peringatan lisan oleh atasanya langsung. Peringatan lisan tersebut berupa nasehat, teguran atau bimbingan agar karyawan tersebut tidak melakukan pelanggaran lagi.

b. Peringatan tertulis

Dikenakan kepada karyawan/ti yang melakukan pelanggaran tata tertib kerja atau peraturan/ketentuan yang berlaku masing-masing terdiri dari SP 1,SP 2,SP 3 dimana masa berlaku surat peringatan ini selama 3 bulan terhitung sejak tanggal diberlakukan. Pemberian SP tidak harus mengikuti urutan, semua dikenakan tergantung dari jenis,frekuensi, dan bobot pelanggaran yang dilanggar.

• Surat peringatan 1 (SP1)

Yaitu surat peringatan pertama yang diberikan kepada setiap karyawan yang melakukan pelanggaran yang ringan dalam proses kerja. Biasanya SP1 diberikan kepada karyawan yang tidak disiplin,yang memberikan sp1 adalah bagian HRD.

(9)

Yaitu surat peringatan kedua yang diberikan kepada karyawan yang mengulang kesalahan yang sama setelah diberikan SP1 akibat ketidakdisiplinan dari karyawan tersebut, namun SP2 juga diberikan jika karyawan yang pernah mendapat SP1 lalu melakukan pelanggaran yang lebih fatal lagi sehingga langsung diberikan SP2.

• Surat peringatan 3(SP3)

Yaitu surat peringatan ketiga yang diberikan kepada karyawan yang terus mengulang kesalahan yang sama setelah diberikan SP1 dan SP2. SP3 juga diberikan kepada karyawan yang melakukan kesalahan fatal seperti terjadinya pertengkaran secara besar, jika karyawan mendapat SP3 maka hukumannya karyawan tersebut akan dirumahkan. Jika masa karyawan dirumahkan 1minggu.

• Surat pemecatan

Surat pemecatan adalah surat pemberhentian hubungan kerja

yang diberikan oleh manajemen perusahaan kepada

karyawannya yang bertindak merugikan perusahaan secara fatal.

c. Sanksi Administrasi

Adalah sanksi yang diberikan kepada karyawan/ti yang melakukan pelanggaran, dengan cara melepaskan jabatannya atau pangkatnya akibat pelanggaran yang dibuatnya.

d. Ganti rugi

Sanksi ini diberikan kepada pegawai yang melakukan kerusakan atau kehilangan terhadap barang kantor dan diberikan hukuman dengan harus mengganti rugi barang yang dirusak atau hilang.

(10)

3.2.1.3 Cuti atau Izin Meninggalkan Pekerjaan

a. Cuti Tahunan

Cuti ini diberikan kepada karyawan/ti dengan ketentuan sebagai berikut :

• Karyawan/ti telah bekerja selama 12 bulan terus menerus sampai 5

tahun, berhak memperoleh cuti selama 12 hari sesuai peraturan pemerintah No. 21 tahun 1954 dengan tidak mengurangi haknya menerima upah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk masa kerja 6 sampai 10 tahun cuti tahunan diberikan selama 14 hari.

• Hari raya/libur nasional

Permohonan cuti diajukan paling lambat 1 minggu sebelum cuti, dengan mengisi form permohonan cuti.

b. Cuti Hamil atau keguguran

Cuti ini diberikan kepada karyawan/ti dengan ketentuan sebagai berikut :

• Kepada karyawan wanita yang hamil dan akan menjalankan

proses persalinan diberikan hak cuti hamil 1 ½ bulan sebelum dan 1 ½ bulan sesudah persalinan.

• Kepada karyawan wanita yang mengalami keguguran

kandungan, maka kepada yang bersangkutan diberikan hak cuti 1 ½ bulan setelah keguguran kandungan.

• Pemberian cuti hamil dibatasi sampai 2 kali melahirkan selama

bekerja di PT SFI. Jika melebihi batas ini maka karyawan yang bersangkutan dikenakan ketentuan ijin meninggalkan pekerjaan tanpa mendapat gaji.

• Bagi karyawan wanita yang masa kerjanya kurang dari 1 tahun

tidak berhak untuk cuti hamil atau keguguran, sehingga dalam hal ini perusahaan tidak memberikan gaji kepada yang bersangkutan apabila yang bersangkutan memutuskan untuk tetap ambil cuti sebelum maupun setelah masa persalinan.

c. Ijin sakit karena haid

(11)

menurut keterangan dokter, tidak wajib bekerja dengan mendapat upah penuh pada hari pertama dan kedua masa haidnya, dan wajib memberitahukan kepada atasan langsungnya.

d. Ijin sakit

• Dalam keadaan sakit, pekerja tidak diwajibkan masuk bekerja.

• Yang dimaksud dengan sakit adalah keadaan sakit

menurut keterangan dokter.

• Bila sakit sehari atau lebih, pekerja wajib memberitahu kepada

atasan langsung secara lisan pada hari bersangkutan, dan wajib membawa surat keterangan dokter pada hari pertama masuk kerja kembali.

• Apabila pekerja sakit tanpa surat dokter akan

dikompensasikan kepada ijin untuk keperluan pribadi.

e. Ijin meninggalkan pekerjaan

Perusahaan memberikan ijin keoada karyawan/ti untuk

meninggalkan pekerjaan tanpa mengurangi hak nya menerima gaji apabila :

• Karyawan akan melangsungkan pernikahan : 2 hari

• Karyawan akan menikahkan anak kandungnya : 2 hari

• Isteri karyawan akan melahirkan : 1 hari

• Khitanan/pembaptisan anak karyawan : 1 hari

• Keluarga meninggal dunia : 2 hari

3.2.2 Kebijakan Penggajian yang Diterapkan pada PT SFI

1. Gaji Pokok

Gaji pokok dibayarkan setiap akhir bulan kepada karyawan atas kinerjanya untuk perusahaan selama 1 bulan bekerja. Semakin tinggi jabatannya maka semakin besar gaji pokok yang akan diterima.

2. Bantuan Uang Makan dan Uang Transportasi (UMT)

Penggantian uang makan dan transportasi diberikan sebesar Rp. 35.000,- (tiga puluh lima ribu rupiah) per hari. Bantuan UMT ini hanya akan diberikan jika

(12)

karyawan masuk kerja dan hadir tepat waktu. Jadi jika karyawan tidak masuk kerja ataupun terlambat maka tidak berhak mendapatkan bantuan UMT ini. Jumlah kehadiran karyawan akan diakumulasikan pada akhir bulan dan pembayaran UMT dilakukan bersamaan dengan pembayaran gaji setiap bulannya.

3. Uang Lembur

Uang lembur diterima karyawan apabila melakukan kerja lembur sesuai dengan Surat Perintah Lembur dari atasan. Ketentuan lembur pada PT SFI hanya dilakukan pada hari kerja saja. Penentuan dan perhitungan uang lembur yang ditetapkan di perusahaan ini belum mengikuti aturan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia sesuai dengan No 102/MEN/VI/2004. Adapun yang terhitung jam lembur adalah:

· Senin – Jumat diatas jam 17.30 · Sabtu – Minggu

Tabel 3.1 Perhitungan uang lembur

Jam lembur Perhitungan

Upah per jam 1,5 x 1/173 x upah sebulan

Upah jam selanjutnya 2x 1/173 x upah sebulan

4. Tunjangan-tunjangan

a. Tunjangan hari raya keagamaan

Tunjangan hari raya keagamaan diberikan kepada karyawan yang telah bekerja minimal 1 tahun, besarnya tunjangan adalah 1 bulan gaji pokok. Sedangkan bagi karyawan yang bekerja kurang dari 12 bulan akan diberikan sesuai dengan kebijakan perusahaan.

b. Tunjangan kesehatan

Tunjangan kesehatan berupa penggantian biaya

pengobatan,persalinan,obat-obatan,laboratorium(rontgen). Besar biaya

(13)

biaya pengobatan maksimal 1 bulan gaji dalam setahun. Penggantian biaya pengobatan ini hanya dapat diberikan apabila disertai bukti-bukti berupa:

• Kwitansi biaya berobat ke dokter

• Kwitansi pembelian obat dari apotek dengan disertai copy resep dari

dokter yang bersangkutan.

- Perawatan yang tidak menjadi tanggungan perusahaan adalah:

• Pengobatan alternatif

General check up yang tidak melalui persetujuan perusahaan

Telah diganti oleh instansi lain, kecuali ada persetujuan dari perusahaan

Tidak disertai dengan kwitansi atau copy resep dalam setiap pengobatan

• Pengobatan karena narkotika atau pemakaian obat-obatan terlarang

lainnya.

Konsultasi dan perawatan ke psikolog

Perawatan kecantikan

Pembelian obat yang tidak dilakukan di apotek

• Vitamin,suplemen,dan alat kontrasepsi tidak masuk penggantian biaya

obat

c. Tunjangan duka cita

Diberikan kepada karyawan/ti yang meninggal dunia, isteri/suami sah,anak kandung. Tunjangan duka cita diberikan sebesar 1 bulan gaji dan diberikan secara langsung.

d. Tunjangan Jamsostek.

Perusahaan memberikan tunjangan jamsostek kepada setiap karyawannya sebesar 3,7% sehingga jamsostek yang ditanggung oleh karyawan sebesar 2%. Karyawan yang mendapatkan tunjangan jamsostek ini adalah karyawan yang telah menjadi karyawan tetap. Jaminan jamsostek yang digunakan adalah Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua dan Jaminan Kematian. Jamsostek yang dibebankan kepada karyawan sebesar 2% dan sisanya akan ditanggung oleh Perusahaan.

5. Potongan-potongan

(14)

Penghitungan dan pembayaran pajak ini menggunakan metode PPh 21 yang akan langsung dibebankan kepada karyawan dan langsung dipotong pada penerimaan gaji bulanan.

b. Pinjaman

Karyawan yang telah bekerja selama 1 tahun dapat mengajukan pinjaman, dimana besarnya pinjaman tidak boleh melebihi dari 3 bulan gaji termasuk pinjaman yang lalu. Pembayarannya dipotong dari gaji bulanan dengan jumlah sebesar pinjaman dibagi dengan jumlah cicilan yang akan dilakukan.

3.2.3 Prosedur Sistem Berjalan pada PT SFI

Berikut ini merupakan proses penggajian yang sedang berjalan di PT Sartonet Filtrasi Indonesia, yang terdiri dari :

3.2.3.1 Prosedur Pencatatan Waktu Hadir Karyawan

Prosedur pencatatan waktu hadir karyawan di PT Sartonet Filtrasi Indonesia adalah dengan menggunakan mesin absensi time clock. Karyawan diharuskan melakukan absen dua kali, yaitu pada saat jam masuk dan jam keluar dengan cara mengambil kartu absen masing-masing dan dimasukkan ke dalam mesin time clock. Mesin akan mencetak waktu di kartu absen sesuai dengan jam mesin. Pengawasan absensi karyawan ini diawasi oleh staff HRD. Setiap hari staff HRD akan membuat rekap absensi secara manual dan kemudian memindahkan ke Ms.Excel. Hal ini dilakukan untuk mengetahui jumlah kehadiran setiap karyawan,mengetahui jumlah keterlambatan atau waktu jam pulang karyawan yang lebih awal dari seharusnya, dan untuk perhitungan lembur karyawan. Prosedur pencatatan waktu ini juga digunakan untuk memberikan sanksi bagi karyawan yang melanggar peraturan terkait dengan pencatatan waktu, serta digunakan untuk alat pertimbangan dalam memberikan UMT (uang makan dan transport) yang akan dibayarkan setiap bulannya, jika karyawan datang terlambat atau tidak masuk maka karyawan tidak berhak atas UMT di hari tersebut.

(15)

Bagian yang terkait dalam proses pencatatan waktu hadir karyawan ini adalah HRD,dan seluruh karyawan. Dokumen yang digunakan yaitu kartu absensi. Prosedur pencatatan waktu hadir karyawan digambarkan dalam gambar 3.2.

3.2.3.2 Prosedur Kerja Lembur

Kegiatan lembur dilakukan bila ada pekerjaan penting yang belum selesai, harus diselesaikan secepatnya dan mendapat perintah dari atasan. Prosedur lembur saat ini hanya dilakukan secara lisan saja, tidak ada form atau surat persetujuan lembur yang diotorisasi oleh bagian HRD. Jadi, prosedur lembur hanya penyampaian lisan tentang hasil kerja lembur karyawan kepada atasannya saja. Sedangkan di bagian HRD mengetahui adanya lembur dari prosedur pencatatan waktu kerja lembur setiap karyawan yang pengendaliannya hanya dilakukan melalui pengecekan kartu jam hadir saja. Dalam pelaksanaannya lembur dibagi menjadi tiga jenis yang terdiri dari lembur hari biasa (lembur yang dilakukan setelah jam kerja pada hari kerja biasa dengan ketentuan lembur dimulai pada pukul 17:00), lembur hari libur sabtu dan minggu (lembur yang dilakukan pada hari libur sabtu dan minggu dengan ketentuan lembur dimulai pada pukul 08:00 hingga pukul 16:00), dan lembur hari libur nasional (lembur yang dilakukan pada hari libur nasional sesuai dengan ketentuan pemerintah dengan ketentuan lembur dimulai pada pukul 08:00 hingga pukul 16:00).

Bagian yang terkait yaitu HRD,atasan,serta karyawan yang diperintahkan untuk lembur. Dokumen yang diperlukan yaitu kartu absensi. Prosedur lembur digambarkan dalam gambar 3.3.

3.2.3.3 Prosedur cuti atau ijin

Setiap karyawan yang ingin mengambil cuti ataupun ijin harus mengisi form cuti 2 minggu sebelum cuti. Setelah mengisi form cuti, karyawan memberikan form tersebut kepada atasan untuk meminta persetujuan serta tanda tangan atasan sebagai otorisasi. Atasan akan mempertimbangkan keputusan cuti karyawan dengan melihat alasan cuti dan sisa cuti karyawan yang ada di form permohonan cuti. Setelah

(16)

ditandatangani, karyawan mengembalikan form cuti tersebut ke bagian HRD untuk tanda tangan HRD Manager sebagai otorisasi. HRD Manager memeriksa kembali form permohonan cuti karyawan sebelum memberikan tanda tangan persetujuan cuti. Formulir yang telah diotorisasi kemudian diserahkan kepada staff HRD untuk dijadikan dasar membuat rekap absensi.

Prosedur permohonan ijin baik terencana maupun mendadak yaitu karyawan mengajukan permohonan ijin ke atasan, kemudian atasan akan memberikan keputusan dengan mempertimbangkan alasan ijin karyawan, jika atasan menyetujui ijin maka proses berlanjut ke HRD Manager akan mempertimbangkan alasan ijin yang diajukan dan memberikan otorisasi. Formulir yang telah diotorisasi kemudian diserahkan kepada staff HRD untuk dijadikan dasar membuat rekap absensi..

Bagian yang terkait di prosedur ini adalah atasan karyawan, HRD, dan karyawan yang mengajukan cuti atau ijin. Dokumen yang digunakan adalah form cuti atau ijin yang disetujui. Prosedur cuti atau izin digambarkan dalam gambar 3.4.

3.2.3.4 Prosedur Tunjangan Kesehatan dan Pengobatan

Karyawan menyerahkan langsung kwitansi dan persyaratan pengajuan klaim kepada HRD, kemudian bagian HRD akan membuat laporan klaim tunjangan dan diserahkan kepada HRD Manager bersamaan dengan rekap absensi. Tunjangan yang diklaim akan dicocokan dengan jumlah tunjangan yang diperbolehkan dan diotorisasi oleh HRD Manager. HRD akan memasukkan jumlah tunjangan sesuai dengan jumlah penggantian yang sudah ditentukan pihak perusahaan ke perhitungan pembayaran gaji karyawan.

Bagian yang terkait di prosedur ini adalah HRD, dan unit terkait(karyawan). Dokumen yang diperlukan dalam proses klaim tunjangan kesehatan dan pengobatan di sistem berjalan ini tidak ada, karena prosedur klaim saat ini hanya berdasarkan syarat-syarat klaim yang telah ditentukan perusahaan. Prosedur klaim tunjangan pengobatan digambarkan dalam gambar 3.5.

(17)

3.2.3.5 Prosedur Pinjaman

Karyawan tetap yang ingin melakukan peminjaman uang kepada perusahaan dapat membuat surat permohonan pinjaman beserta alasannya yang ditujukan kepada

HRD Manager. Setelah diproses dan disetujui maka HRD Manager akan membuat

laporan peminjaman yang berisi tanda tangan karyawan yang bersangkutan. Berdasarkan laporan tersebut, HR&GA staff akan melakukan pemotongan gaji bulanan dari karyawan tersebut. Jumlah yang dipotong setiap bulannya tergantung dari jumlah cicilan yang telah disepakati pada saat mengajukan pinjaman dengan catatan pelunasan cicilan maksimal dilakukan 3 (tiga) kali.. Prosedur pinjaman digambarkan dalam gambar 3.6.

3.2.3.6 Prosedur Penggajian

Perhitungan gaji dilakukan setiap akhir bulan. Dengan mengumpulkan data kehadiran seluruh Karyawan yang sudah berupa rekapan per hari, yang sudah diperiksa ulang tentang kebenarannya dan siap dijadikan data penggajian. Staff HRD memproses penggajian orang per orang, serta menghitung atau mengoreksi pajak baik yang gajinya ada kenaikan, atau yang ada perubahan status keluarga (tambah anak atau dari tidak kawin menjadi kawin dan lain-lain). Staff HRD setelah merevisi perhitungan pajak gaji, membuat daftar gaji seluruh karyawan untuk dikoreksi dan dimintakan tanda tangan Manajer HRD. Manajer Finance&Accounting menerima daftar gaji seluruh karyawan dari Departemen HRD untuk dikoreksi secara menyeluruh baik perhitungan gaji take home pay-nya masing-masing karyawan maupun perhitungan pajak gajinya.

Apabila Departemen Finance&Accounting menemukan ada kesalahan hitung atau salah ketik, harus segera mengembalikannya ke Departemen HRD. Apabila Departemen Keuangan hasil evaluasinya tidak menemukan kesalahan pada daftar gaji tersebut, maka Manajer Finance&Accounting akan menandatangani dan dibuatkan cek sebesar jumlah gaji seluruh karyawan. Selanjutnya, staff Finance menyerahkan daftar gaji dan cek ke Bank. Bank yang ditunjuk menerima daftar gaji dan cek transfer ke rekening pribadi masing-masing karyawan pada tanggal yang telah

(18)

ditentukan. Staff HRD membuat slip gaji karyawan. Bank memberikan bukti transfer ke staff Finance, staff Finance menyimpan daftar gaji untuk arsip perusahaan dan memberikan bukti transfer ke staff Accounting untuk dibuatkan pencatatan jurnal pengeluaran kas. Prosedur gaji digambarkan dalam gambar 3.7.

3.2.3.7 Activity diagram sistem yang sedang berjalan di PT SFI

1. Prosedur Pencatatan Waktu Hadir Karyawan

act Activ ity Diagram Pencatatan w aktu hadir karyaw an

Staff HRD Karyaw an

Melakukan Absensi

Kartu Absensi

Membuat Rekap Absensi

Gambar 3.2. Activity Diagram Prosedur Pencatatan Waktu Hadir

(19)

2. Prosedur Pengajuan Lembur

act Activity Diagram Proses lembur

Staff HRD Karyawan Manajer Bagian Memberikan perintah lembur Menyelesaikan pekerjaan lembur Memberikan laporan pekerjaan Memberikan informasi lembur ke HRD Menerima informasi lembur Memeriksa absensi lembur karyawan Kartu absensi

Menghitung uang lembur

(20)

3. Prosedur Pengajuan Cuti atau Izin

act Activity diagram proses pengajuan cuti atau izin

Manajer HRD Manajer Bagian

Karyawan

Mengisi Form Pengajuan Cuti atau izin

Form Pengajuan Cuti atau Izin

Mengajukan Form Pengajuan Cuti atau Izin

Memeriksa Detail Form Pengajuan Cuti atau Izin

Menerima Form Pengajuan Cuti atau Izin

dibatalkan Memberikan Status

Pengajuan Cuti atau Izin

Menerima Konfirmasi Penolakan

Mengotorisasi Form Pengajuan Cuti atau Izin

Mengambil Cuti atau Izin

Mengotorisasi Form Pengajuan Cuti atau Izin

Menyimpan Form Pengajuan Cuti atau Izin

[Diterima] [Ditolak]

(21)

4. Prosedur Pengajuan Klaim Pengobatan

act Activ ity Diagram Proses pengaj uan klaim

Manaj er HRD Karyaw an

Mengisi Form Pengaj uan Klaim Pengobatan

Form Pengaj uan Klaim Pengobatan

Mengaj ukan Form Pengaj uan Klaim

Pengobatan

Memeriksa Detail Klaim

Menentukan Status Klaim

Menerima Konfirmasi Penolakan Klaim

Mengotorisasi Form Pengaj uan Klaim

Pengobatan

Menambahkan Jumlah Klaim yang Disetuj ui ke

Perhitungan Gaj i

Menyimpan Form Pengaj uan Klaim Pengobatan [Ditol ak]

[Diterima]

(22)

5. Prosedur Pengajuan Pinjaman

act Activity Diagram Proses Pengajuan Pinjaman

staff Accounting staff Finance

Manajer HRD Karyawan

Mengisi Form Pengajuan Pinjaman Mengajukan Form Pengajuan Pinjaman Memeriksa Detail Pengajuan Pinjaman Memberikan Konfirmasi Status Pinjaman Menerima Konfirmasi Penolakan Pinjaman Mengotorisasi pengajuan pinjaman

Menerima Dana Pinjaman dan Bukti Pinjaman

Mencatat pinjaman Form Pengajuan

Pinjaman

Menerima form pinjaman [Diterima]

[Ditolak]

(23)

6. Activity Diagram Prosedur Perhitungan Gaji dan Pembayaran Gaji

Karyawan

act Activity diagram prosedur penggajian

Karyawan staff Accounting Bank Staff Finance Manajer Finance&Accounting Manajer HRD Staff HRD Menyiapkan rekap absensi dan dokumen perhitungan gaji lainnya

Menghitung gaji Melakukan otorisasi daftar gaji

Memeriksa daftar gaji

Memperbaiki perhitungan atau data gaji yang salah

Mengotorisasi daftar gaji

Memberi daftar gaji yang telah diotorisasi dan cek

gaji

Melakukan transfer gaji untuk karyawan

Membuat slip gaji

Mendistribusikan slip gaji ke karyawan

Mencatat jurnal Menerima bukti transfer

dari Bank Kartu absensi,rekap absensi,laporan pinjaman Daftar Gaji Daftar Gaji Slip Gaji

Menerima cek dan daftar gaji

Memberikan bukti transfer

Membayar jamsostek Memberikan bukti permbayaran

Membayar pajak

Memberi bukti pembayarran pajak Memberikan semua bukti

pembayaran ke accounting

Membuat laporan pembayaran pajak untuk

ke kantor pajak

Menerima slip gaji [Salah]

(24)

3.2.4 Kelemahan Sistem berjalan

1.Proses pencatatan waktu masih manual

Masalah:

Mesin absensi hanya bisa mencatat waktu kehadiran karyawan ke dalam kartu absensi, sehingga data karyawan yang mengambil cuti atau ijin tidak dapat secara otomatis tercatat ke dalam kartu absen. Karyawan yang mengambil cuti atau ijin harus mengajukan form permohonan cuti atau ijin ke manajer HRD. Pada akhir bulan HRD harus mengumpulkan form-form tersebut satu persatu untuk dapat menghitung keseluruhan jumlah kehadiran karyawan.

Akibat:

Perusahaan dapat dirugikan karena mengeluarkan uang untuk membayar UMT kepada pihak yang seharusnya tidak mendapatkan UMT tersebut. Dan pencatatan waktu yang ada saat ini hanya menyajikan informasi waktu kehadiran di kartu absensi setiap harinya, sehingga mempersulit dan memperlambat kinerja HRD dalam mengelola sistem absensi, karena HRD harus mengumpulkan semua form cuti atau ijin karyawan untuk mendapatkan jumlah kehadiran karyawan perbulannya.

2.Rendahnya pengendalian internal dalam proses lembur

Masalah:

Perusahaan tidak membuat formulir permohonan lembur karyawan, sehingga saat ini proses lembur hanya dilakukan secara lisan antara atasan dan karyawan. Dan HRD memperoleh informasi lembur berdasarkan pencatatan waktu di kartu absensi karyawan.

Akibat:

Sulit untuk mengontrol apakah karyawan tersebut melakukan lembur untuk menyelesaikan tugas yang diberikan atasan, serta kebenaran jumlah waktu lembur karyawan tersebut. Karena tidak adanya formulir lembur yang diotorisasi atasan dan HRD, sehingga karyawan dapat memanipulasi jam lemburnya yang seharusnya pekerjaannya dapat diselesaikan dengan cepat menjadi dilebih-lebihkan jam nya. Hal ini dapat membuat perusahaan mengeluarkan biaya yang lebih banyak, jika setiap karyawan melakukan hal

(25)

tersebut maka perusahaan dapat mengalami kerugian.

3.Tidak adanya Formulir Klaim biaya pengobatan

Masalah:

Tidak ada formulir untuk klaim biaya pengobatan, karyawan yang mengajukan klaim langsung memberikan semua syarat klaim ke bagian HRD. Hal ini dapat mempersulit HRD ketika banyak klaim yang diajukan ke HRD, sedangkan informasi di kwitansi atau resep hanya ada informasi standar saja tidak ada keterangan departemen atau posisi karyawan.

Akibat:

HRD harus mencari data karyawan yang mengajukan klaim seperti departemen dan jabatannya serta jumlah maksimal klaim yang dapat diganti perusahaan. Sehingga membutuhkan waktu lama bagi HRD untuk memberikan konfirmasi persetujuan, karena harus memeriksa satu persatu informasi yang dibutuhkan tersebut.

4.Adanya masalah dalam perhitungan gaji beserta komponen-komponen gaji

lainnya. Masalah:

Perhitungan masih dilakukan secara manual sehingga dalam

penginputan/pengabungan data yang masih manual tersebut terlihat kurang efektif dan efisien.

Akibat:

Hal ini memungkinkan adanya risiko kesalahan input/data yang akan berakibat perhitungan penggajian dan lembur oleh bagian finance juga mengalami kesalahan, sehingga memungkinkan terjadinya kelebihan dalam pembayaran gaji ataupun kurang bayar yang dapat merugikan karyawan dan perusahaan, serta perhitungan gaji secara manual ini menghasilkan waktu yang lebih lama dalam perhitungan gaji sehingga pembayaran gaji karyawan terkadang telat dibayarkan. Hal ini disebabkan data yang saling berkaitan tidak terhubung sehingga update data tidak rnenyeluruh.

5.Tidak adanya standar penilaian kinerja

(26)

Proses penilaian kinerja karyawan tidak dapat mengukur kualitas kinerja karyawan

keseluruhan. Karena sistem penilaian kinerja yang sedang berjalan tidak memasukan

data-data pekerjaan karyawan. Sistem penilaian kinerja hanya memasukkan data-data kehadiran karyawan selama satu bulan.

Akibat:

Perusahaan kesulitan dalam menentukan reward dan tidak dapat mengetahui perkembangan kinerja karyawan di perusahaan.

6.Sulit untuk melakukan update terhadap data terkait karyawan dan

data-data lainnya yang mempengaruhi perhitungan penggajian. Permasalahan ini muncul, karena master karyawan dengan penggajian yang ada di HRD dengan finance tidak terintegrasi, karena disimpan dalam Ms Excel dan dalam bentuk yang tercetak.

3.2.5 Usulan Perbaikan

1. Membuat sistem absensi yang terkomputerisasi dengan memberikan

data-data waktu kehadiran karyawan serta data-data-data-data cuti atau ijin karyawan, sehingga rekap absensi dan laporan absensi dapat dilakukan dengan cepat.

2. Dibuatnya sistem informasi terkomputerisasi yang terdapat form lembur

yang diisi karyawan yang terhubung dengan bagian HRD,sehingga perhitungan lembur tersebut langsung masuk ke dalam perhitungan gaji karyawan yang melakukan lembur atas persetujuan bagian HRD.

3. Dibuatnya sistem informasi terkomputerisasi yang terdapat form klaim

tunjangan yang dapat menampilkan data-data karyawan yang mengajukan klaim dan jumlah klaim yang ditanggung perusahaan.

4. Dibuatnya sistem penghitungan gaji karyawan yang terotomatisasi,

sehingga tidak perlu lagi dilakukan perhitungan gaji secara manual dengan menghitung jumlah hari kerja dan jumlah jam lembur dari permohonan yang diberikan oleh karyawan. Sistem akan secara otomatis

mengakses data gaji karyawan, absensi, lembur, permohonan

(27)

karyawan. Penghitungan gaji ini secara otomatis ini juga sudah termasuk dalam penghitungan potongan tarif pajak PPh 21. Dengan adanya perhitungan gaji melalui sistem diharapkan dapat meminimalisasi kesalahan perhitungan gaji.

5. Dibuatnya sistem penilaian kinerja yang dapat menampilkan hasil kinerja

karyawan.

6. Dibuatnya sistem yang terintegrasi dengan data karyawan dan penggajian,

sehingga memudahkan bagian-bagian tertentu dalam melakukan update terhadap data-data tersebut dan memudahkan dalam membuat laporan-laporan serta informasi penggajian dengan hasil yang cepat dan lebih akurat.

(28)

Gambar

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Perusahaan
Gambar 3.2. Activity Diagram Prosedur Pencatatan Waktu Hadir
Gambar 3.3. Activity Diagram Prosedur Pengajuan Lembur
Gambar 3.4. Activity Diagram Prosedur Pengajuan Cuti atau Izin
+4

Referensi

Dokumen terkait

Jika karyawan tidak diterima maka HRD akan mengirimkan kepada sang pelamar yang bersangkutan untuk mencoba lagi lain waktu karena posisi yang di kehendaki sudah ada yang

Proses tersebut juga tidak berlaku untuk dinas luar secara tiba-tiba, dimana pada hari itu juga karyawan harus ditugaskan ke luar kantor, sehingga absensi pun

Prosedur absensi yang dilakukan oleh para dosen yang mengajar, baik yang berstatus dosen biasa maupun dosen luar biasa, dan karyawan pada STKIP Panca Sakti adalah masih

Setiap kali mobil selesai diservis, Customer Service akan menghubungi pelanggan dalam waktu 2x24 jam untuk menanyakan hasil pekerjaan yang dilakukan di bengkel dan kepuasan

Dalam perhitungan tarif tiket per rute, harus diketahui berapa lama jam terbang yang dibutuhkan oleh armada pesawat yang digunakan untuk mencapai kota tujuan (block time)

Dengan prosedur yang baik membuat antar bagian mengetahui barang yang diretur dan dilakukannya pengurang utang untuk mencegah terjadinya kerja sama antara pegawai

Dalam keadaaan topologi awal, PT Taspen belum memiliki router yang mendukung untuk teknik Per-Packet Load Balancing, router (series 2611) yang terhubung dengan

Sedangkan untuk kelemahan yang ditemukan pada prosedur Human Resource Management pada rekrutmen karyawan eksternal (Sales Promotion) yang ditemukan adalah sebagai