• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Nam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Nam"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah : SMK N 2 Depok Mata Pelajaran : Sejarah (Peminatan) Kelas / Semester : X / 1

Materi Pokok : konflik-konflik di Timur-Tengah, Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Timur, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin

Sub Materi Pokok : konflik-konflik di Amerika Latin Alokasi Waktu : 4 x 45Menit

A. Tujuan Pembelajaran :

Setelah mengikuti proses pembelajaran peserta didik dapat: 1. Menjelaskan letak geografis Amerika Latin

2. Menjelaskan secara singkat profil negrara-negara Amerika Latin 3. Menjelaskan jenis-jenis konflik di Amerika Latin

4. Menganalsis penyebab konflik di Amerika Latin

5. Menganalisis akibat konflik yang terjadi di Amerika Latin

6. Mempresentasikan laporan hasil diskusi kelompok di depan kelas mengenai konflik yang terjadi di Amerika Latin

7. Membuat laporan hasil diskusi Menyajikan hasil telaah tentang Peradaban India Dan Peradaban Cina

8. Menggambar peta Amerika Latin

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator konflik-konflik Timur-Tengah, Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Timur,

4.6.1 Mempresentasikan laporan hasil diskusi kelompok di depan kelas mengenai konflik yang terjadi di Amerika Latin

4.6.2 Membuat laporan hasil diskusi Menyajikan hasil telaah tentang Peradaban India Dan Peradaban Cina

(2)

C. Materi Pembelajaran: Peradaban awal Asia:

Fakta Negara,

Konsep Konflik

Prinsip

-Prosedural

-Nilai Kerja keras

D. Metode Pembelajaran:

1. Pendekatan Pembelajaran : Scientifik Learning 2. Model Pembelajaran : Mind Mapping 3. Metode pembelajaran : Diskusi

E. Media dan Alat Pembelajaran Media:

1. Video 2. LKPD

3. Buku yang relevan 4. Power Point Alat:

1. Laptop 2. LCD projector F. Sumber Belajar

(3)

G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke-1

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

waktu Pendahuluan Menyapa siswa….

Guru membuka kelas dengan mengajak peserta didik untuk berdoa sebelum pelajaran dimulai.

Guru menyapa siswa dan menanyakan kondisi siswa (menanyakan apa kabar, ada yang sakit atau tidak, sekarang hari apa tanggal berapa dsb)

Guru memberi motivasi dan menayangkan video lucu atau video senam pendek untuk diparktekkan oleh siswa sebelum kegiatan belajar dimulai.

Guru melakukan presensi.

Guru mereview pelajaran sebelumnya

Guru Memberi orientasi pelajaraan yang akan dilaksanakan Guru membagi para peserta didik kedalam kelompok yang berjumlah 4 kelompok beserta LKPD dan lembar jawaban. Guru menyampaikan tujuan dan manfaat yang akan dicapai

dan dipelajari.

Guru menyampaikan tema/sub tema dan skenario kegiatan yang akan dilakukan hari ini.

10 menit

Kegiatan Inti Model: Scientifik Learning A. Mengamati

 Guru membagi para peserta didik kedalam kelompok yang berjumlah 4 kelompok beserta LKPD dan lembar jawaban

 Guru memutarkan video tentang salah satu organisasi pemberontak yang ada di Amerika Latin

 Peserta Didik mengamati video yang ditayangkan oleh guru.

B. Menanya

(4)

 Peserta Didik menanyakan kepada guru setelah melakukan pengamatan terhadap video atau Guru memberi rangsangan terhadap peserta didik setelah penayangan video tadi dengan bentuk mengeluarkan pertanyaan “apa yang ada dipikiran kalian jika bapak guru mengatakan Barzil, Argentina?”.

C. Mengumpulkan Informasi

 Peserta Didik mengumpulkan informasi dari viveo yang telah ditayangkan serta membaca buku teks siswa yang berkaitan dengan materi dan mencari sumber-sumber yang relevan melalui media internet, serta mecari sumber buku yang relevan di Perpustakaan

D. Mengasosiasi

 Peserta didik mengidentifikasi:“Konflik-Konflik yang terjadi di Amerika Latin)” melalui kelompok yang terdiri dari 5 atau 6 orang (satu kelas dibagi menjadi 6 kelompok) kemudian guru meminta peserta didik untuk mengerjakan LKPD dengan materi sebagai berikut:

 Kelompok I bertugas mendiskusikan dan menganalisis materi tentang konflik Negara Kolumbia dan FARC.

 Kelompok II bertugas mendiskusikan dan menganalisis materi tentang konflik Kuba dan Amerika Serikat.

 Kelompok III bertugas mendiskusikan dan menganalisis materi tentang konflik Venezuela dan Kolumbia.

(5)

 Peserta didik melalukan asosiasi dan pengolahan data didalam diskusi kelompok dan menulisakan hasilnya dalam bentuk laporan hasil diskusi

E. Mengkomunikasikan (melaporkan hasil diskusi)  Pertemuan selanjutnya

Penutup Guru melakukan evaluasi dengan memberi pertanyaan secara lisan kepada para peserta didik secara acak

Peserta didik menjawab pertanyaan dari guru

 Guru bersama peserta didik melakukan refleksi materi pembelajaran yang telah dilakukan.

 Guru memfasilitasi peserta didik untuk menggali dan menemukan nilai-nilai yang terkandung di dalam pelajaran hari ini untuk diaplikasikan dalam kehidupan. Guru menanyakan manfaat pelajaran hari ini kepada

siswa.

 Siswa mengumpulkan hasil kerja.

 Guru memberi tugas Pekerjaan Rumah berupa menggambar Peta Amerika Latin

 Guru memberi tahu materi pelajaran selanjutnya.

 Guru mengakhiri pelajaran dengan berdoa dilanjutkan menutup pelajaran.

10 menit

Pertemua ke-2

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

waktu Pendahuluan Menyapa siswa….

Guru membuka kelas dengan mengajak peserta didik untuk berdoa sebelum pelajaran dimulai.

Guru menyapa siswa dan menanyakan kondisi siswa (menanyakan apa kabar, ada yang sakit atau tidak, sekarang hari apa tanggal berapa dsb)

Guru memberi motivasi dan menayangkan video lucu atau video senam pendek untuk diparktekkan oleh siswa

(6)

sebelum kegiatan belajar dimulai. Guru melakukan presensi.

Mereview pelajaran sebelumnya

Member orientasi pelajaraan yang akan dilaksanakan Guru membagi para peserta didik kedalam kelompok yang

berjumlah 4 kelompok beserta LKPD dan lembar jawaban. Guru menyampaikan tujuan dan manfaat yang akan dicapai

dan dipelajari.

Guru menyampaikan tema/sub tema dan skenario kegiatan yang akan dilakukan hari ini.

Kegiatan Inti Model: Scientifik Learning F. Mengamati

 Guru membagi para peserta didik kedalam kelompok yang berjumlah 6 kelompok beserta LKPD dan lembar jawaban

 Peserta Didik mengamati video yang ditayangkan oleh guru.

G. Menanya

 Peserta Didik menanyakan kepada guru setelah melakukan pengamatan terhadap video atau Guru memberi rangsangan terhadap peserta didik setelah penayangan video tadi dengan bentuk mengeluarkan pertanyaan “apa yang ada dipikiran kalian jika bapak guru mengatakan Barzil, Argentina?”.

H. Mengumpulkan Informasi

 Peserta Didik mengumpulkan informasi dari viveo yang telah ditayangkan serta membaca buku teks siswa yang berkaitan dengan materi dan mencari sumber-sumber yang relevan melalui media internet, serta mecari sumber buku yang relevan di Perpustakaan

(7)

I. Mengasosiasi

 Peserta didik mengidentifikasi:“Konflik-Konflik yang terjadi di Amerika Latin)” melalui kelompok yang terdiri dari 5 atau 6 orang (satu kelas dibagi menjadi 6 kelompok) kemudian guru meminta peserta didik untuk mengerjakan LKPD dengan materi sebagai berikut:

 Kelompok I bertugas mendiskusikan dan menganalisis materi tentang konflik Negara Kolumbia dan FARC.

 Kelompok II bertugas mendiskusikan dan menganalisis materi tentang konflik Kuba dan Amerika Serikat.

 Kelompok III bertugas mendiskusikan dan menganalisis materi tentang konflik Venezuela dan Kolumbia.

 Kelompok IV bertugas mendiskusikan dan menganalisis materi tentang konflik Argentina dan Inggris.

 Peserta didik melalukan asosiasi dan pengolahan data didalam diskusi kelompok dan menulisakan hasilnya dalam bentuk laporan hasil diskusi

J. Mengkomunikasikan (melaporkan hasil diskusi)  Peserta didik(Kelompok) mempresentasikan dan

menjelaskan hasil diskusi kelompok pada siswa yang lain, serta siswa yang lain diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, saran atau masukan dan sanggahan.

 Guru mengawasi jalannya diskusi.

 Guru memberi evaluasi serta mengkonfirmasi hasil analisis diskusi.

(8)

 Peserta didik menyelesaikan tugas

 Guru bersama peserta didik memeriksa hasil kerja yang diberikan oleh guru

Penutup Guru melakukan evaluasi dengan memberi pertanyaan secara lisan kepada para peserta didik secara acak

Peserta didik menjawab pertanyaan dari guru

Guru bersama peserta didik menyimpulkan hasil diskusi.  Guru bersama peserta didik melakukan refleksi materi

pembelajaran yang telah dilakukan.

 Guru memfasilitasi peserta didik untuk menggali dan menemukan nilai-nilai yang terkandung di dalam pelajaran hari ini untuk diaplikasikan dalam kehidupan. Guru menanyakan manfaat pelajaran hari ini kepada

siswa.

 Siswa mengumpulkan hasil kerja.

 Guru memberi tugas menggambar peta Amerika Latin.  Guru memberi tahu materi pelajaran selanjutnya.

 Guru mengakhiri pelajaran dengan berdoa dilanjutkan menutup pelajaran.

10 menit

K. Penilaian Hasil Belajar

a. Jenis dan Teknik Penilaian:

1) Jenis nilai aspek Sikap dengan Teknik Pengamatan/observasi. 2) Jenis nilai aspek pengetahuan dengan Teknik Tes Tulisan. 3) Jenis nilai ketrampilan dengan Teknik Portofolio

b. Bentuk Instrumen 1) Penilaian Sikap

a) Bentuk : Pengamatan sikap b) Instrumen : Jurnal Penilaian sikap 2) Penilaian Pengetahuan

a) Bentuk : Tes Tertulis b) Instrumen : LKPD Uraian 3) Penilaian Keterampilan

(9)

Yogyakarata , April 2017

Guru Mata Pelajaran

(10)

Lampiran 1 Materi

Konflik di Amerika Latin 1. Konflik Etnis di Amerika Selatan

Secara psikologi, etnis memiliki definisi yaitu kelompok masyarakat yang terikat oleh kesamaan tertentu dan berbeda dengan kelompok yang lain. Mereka diikat oleh budaya yang mereka pertahankan dan perjuangkan secara bersama-sama. Untuk kawasan Amerika Selatan sendiri, sedikit berbeda dengan negara kita Indonesia. Di Indonesia, meski hanya sebuah negara, tapi terdiri dari berbagai etnis berbeda. Hal ini disebabkan karena kita diikat oleh budaya-budaya dan suku yang berbeda tergantung dari wilayah kita. Sedangkan di Amerika Latin, mereka sebagian besar hanya terkelompok dalam suku Indian. Sehingga etnisitas di Amerika Latin memiliki sifat yang cukup homogeny. Adapun kelompok-kelompok masyarakat yang terbentuk lebih banyak karena latar belakang pergerakan dan kepentingan yang sama. Secara gamblang, jika kita mengutip James Petras, seorang akademisi dan aktivis yang banyak membantu masyarakat tanpa tanah di Brazil, ada tiga gelombang gerakan sosial yang saling tumpang tindih dan berkaitan dalam 25 tahun belakangan ini. Gelombang yang pertama, secara gampangnya, muncul pada akhir 1970an hingga pertengahan 1980an. Pada umumnya, gerakan ini yang kemudian dikenal sebagai “gerakan sosial baru” (the new social movements), terdiri dari aliansi kekuatan sosial seperti kalangan aktivis hak asasi manusia, lingkungan, feminis, etnis dan juga Lembaga Swadaya Masyarakat (NGOs).

Gelombang kedua, yang berkembang menjadi kekuatan politik yang signifikan, berawal dari pertengahan 1980an hingga saat ini. Sebagian besar gerakan ini dipimpin dan terdiri dari petani dan buruh tani, di mana organisasi massanya terlibat dalam aksi-aksi langsung, dalam upayanya mempromosikan dan melindungi kepentingan-kepentingan ekonomi dari pendukungnya. Yang paling menonjol dari gerakan ini gerakan Zapatista (Ejércite Zapatista de Liberación Nacional – ZLN) di Meksiko, Gerakan Pekerja Pedesaan Tak Bertanah (Movimento dos Trabalhadores Rurais Sem Terra – MST), gerakan petani koka masyarakat Indian (Cocaleros) di Bolivia, Federasi Petani Nasional (National Peasant Federation) di Paraguay, Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (Revolutionary Armed Forces of Colombia – FARC) di Kolombia, dan gerakan petani Indian yang tergabung dalam Konfederasi Kebangsaan Masyarakat Adat Ekuador (CONAIE) di Ekuador.

(11)

di belakang bendera populis yang diusung oleh Hugo Chavez, presiden Venezulea. Lain daripada itu, ada gerakan urban yang tampilannya adalah new multi-sectorial movements (gerakan multisektoral baru) yang melibatkan perjuangan massa yang mengintegrasikan buruh tani dan petani bertanah menengah dan kecil yang berkembang di Kolombia, Meksiko, Brazil, and Paraguay.

Jika kita perhatikan mengenai komposisi, taktik, dan tuntutan yang diperjuangkan gerakan sosial ini memang bervariasi dan bisa juga berjalan sendiri-sendiri. Meskipun demikian, kelihatannya ada “kepentingan bersama” yang menyebabkan mereka bersatu sebagai oposisi terhadap neoliberalisme dan imperialisme. Tepatnya, mereka melawan ketidakadilan dan penindasan sebagai akibat dari kebijakan ekonomi rejim neoliberal dan berkembangnya konsentrasi kekayaan ditangan para elit lokal dan asing. Secara lebih khusus lagi, yang mereka perjuangkan adalah pembagian tanah dan otonomi nasional bagi komunitas Indian.

2. Konflik Ideologi Politik di Amerika Selatan.

(12)
(13)

3. Konflik Ekonomi

Seperti halnya negara-negara berkembang lainnya, kawasan Amerika Selatan pun memiliki kekayaan yang cukup potensial untuk Sumber Daya Alam. Sektor pertanian adalah sektor yang sangat dibanggakan dan dipupuk dalam budaya masyarakat Amerika Selatan. Bahkan pergerakan petani pun sampai terbentuk untuk menjaga pergerakan dan lahan mereka dari pihak kapitalis yang ibaratnya bertujuan untuk mematikan sektor perdagangan tradisional. Selain itu, Amerika Selatan juga memiliki potensi yang cukup besar dalam komoditi minyak. Tahun 1980an merepresentasikan titik balik yang menentukan di Amerika Latin. Krisis hutang yang merenggut Dunia Ketiga memfasilitasi neoliberalisasi di negara-negara di Amerika Latin melalui kebijakan restrukturisasi IMF. Dengan disusul kejatuhan Uni Soviet, saat itu tampak tak ada alternatif yang mungkin terhadap arus pasang politik kanan. Juga dalam era ini, industri timah di Bolivia runtuh karena persediaan global yang terlalu banyak (oversupply), yang terutama dipasok oleh Cina dan Brasil. Dalam konteks tersebut, industri lalu-lintas narkotika (narcotrafficking) mulai marak. Hal itu pada prinsipnya dibahan-bakari oleh konsumsi di utara dan didorong oleh naluri bisnis (sense of entrepreneurialism) yang tak ada duanya di Kolombia, pusat (epicentre) dari perdagangan obat-obatan terlarang. Perbatasan internasional yang semakin berpori-pori berkat globalisasi, dan konteks lokal berupa bencana hutang dan ekonomi, menciptakan atmosfir mengundang bagi kekayaan yang diasosiasikan dengan maraknya industri lalu-lintas narkotika. Selain sektor minyak dan narkotika, Amerika Selatan atau Amerika Latin sangat dekat dengan isu privatisasi. Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, ini dikarenakan ketika krisis global pada tahun 1990-an, negara-negara di Amerika Selatan seperti tidak diberi pilihan lain selain menerima bantuan IMF dan WTO untuk tetap bertahan dalam perekonomian. Pada 1999-2000 ketika diterapkan rencana privatisasi air di Lembah Cochabamba melalui anak perusahaan Bechtel Corporation, Aguas de Tunari. Dalam waktu beberapa bulan harga air meningkat drastis dan memicu aksi-aksi protes yang semakin agresif, termasuk suatu demonstrasi massal di mana seorang protestan terbunuh dan beberapa lainnya terluka oleh militer. ‘Perang Air’ ini, sebagaimana biasa disebut, berujung pada pembatalan kesepakatan privatisasi air. Ia juga memperkuat gerakan anti-neoliberal yang berlanjut meningkat dalam jumlah dan intensitas.

4. Konflik Keamanan

(14)

Allende, sangat kuat berkiblat pada Jendral Pinochet dan dapat menciptakan kediktatoran yang berlangsung selama 17 tahun (1973-1990), pihak junta militer Argentina yang terdiri dari pimpinan tiga divisi angkatan bersenjata membagi-bagi kekuasaan sejak 1976 sampai 1983. Junta militer ini, bersama-sama dengan boneka-boneka yang berbeda-beda, hampir tidak menciptakan kesan sebuah blok kekuasaan yang tertutup. Sebaliknya para penguasa militer Uruguay memanfaatkan sebagian besar waktu berkuasa mereka (dari 1973 sampai 1985) untuk melakukan agitasi berkedok orang-orang sipil, sehingga sampai tahun 1981 mereka tidak pernah menempatkan anggota militer sebagai pimpinan-pimpinan puncak pemerintahan. Berbeda dari 3 negara lain yang dibahas di sini, di Paraguay terdapat sebuah kediktatoran tradisional yang patrimonial dan berciri khas Amerika Tengah, khususnya ciri Karibia. Rejim Stroessner mengikat elemen-elemen pemerintahan militer dengan beberapa ciri khas kediktatoran yang berkiblat pada perseorangan pada gaya lama Caudillo, yang memperoleh dukungan ekstra melalui sebuah partai negara.

5. Konflik Eksternal (Hubungan Luar Negeri)

(15)
(16)

Lampiran 2

1. Menjelaskan letak geografis Amerika Latin

1. Menjelaskan letak geografis Amerika Latin!

1. Jelaskanlah letak geografis Amerika Latin!

2. Jelaskanlah secara singkat profil minimal 5 negrara-negara yang terletak di Amerika Latin!

3. Jelaskanlah jenis-jenis konflik di Amerika Latin! 4. Ananalsislah penyebab konflik di Amerika Latin!

5. Ananalsislah akibat konflik yang terjadi di Amerika Latin! Kunci Jawaban:

1. Amerika Latin (bahasa Portugis dan bahasa Spanyol: América Latina; bahasa Prancis: Amérique Latine) adalah sebutan untuk wilayah benua Amerika yang sebagian besar penduduknya merupakan penutur asli bahasa-bahasa roman (terutama bahasa Spanyol dan bahasa Portugis) yang berasal dari bahasa Latin. Istilah Amerika Latin dipakai untuk membedakan wilayah ini dengan wilayah Anglo-Amerika yang kadang-kadang dipakai untuk menyebut wilayah benua Amerika dengan mayoritas penduduk adalah penutur asli bahasa Inggris.

2. Argentina

(17)

Ibukota: Buenos Aires.

Bahasa resmi: Spanyol(resmi), Italia, Inggris, Jerman, Perancis, dan asli (Mapudungun dan Quechua)

Luas: 2.791.810 km2.

Penduduk: 42.610.981 (taksiran Juli 2013).

Etnis: White (utamanya Spanyol dan Italia) 97%; Mestizo (campuran Amerindian dengan White), Amerindian, dan non White lainnya 3%.

Agama: Katolik Roma abangan 92% (karena < 20% yang praktikal), Protestan 2%, Yahudi 2%, lainnya 4%.

Jenis kekuasaan: Republik

Bentuk negara: Federasi. Argentina terdiri atas 24 propinsi dan 1 distrik federal (Buenos Aires). Sebagian propinsi telah terbentuk sebelum berdirinya Argentina, sebagian lainnya di abad ke-20. Argentina terdiri atas 23 propinsi (provincias) dan 1 kota otonom. Ke-23 propinsinya adalah: (1) Buenos Aires, (2) Catamarca, (3) Chaco, (4) Chubut, (5) Cordoba, (6) Corrientes, (7) Entre Rios, (8) Formosa, (9) Jujuy, (10) La Pampa, (11) La Rioja, (12) Mendoza, (13) Misiones, (14) Neuquen, (15) Rio Negro, (16) Salta, (17) San Juan, (18) San Luis, (19) Santa Cruz, (20) Santa Fe, (21) Santiago del Estero, (22) Tierra del Fuego, (23) Antartida e Islas del Atlantico Sur, dan (23) Tucuman. Sementara 1 kota otonomnya adalah Ciudad Autonoma de Buenos Aires.

Sistem pemerintahan: Presidensil. Presiden mengangkat menteri-menteri untuk duduk di kabinet. Seorang di antara mereka menjadi "kepala kabinet" yang fungsi utamanya selaku penyelenggara administrasi umum negara. Presiden dapat mengangkat menteri tanpa pertimbangan kabinet (presidensil). Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam 1 paket dan masa baktinya 4 tahun.

Parlemen: Bikameral (Nama parlemennya Congreso Nacional, terdiri atas: Chamber of Deputies + Senate). Kini terdapat 257 anggota Chamber of Deputies yang masing-masing dipilih dari 24 propinsi dan 1 distrik federal serta seluruhnya dipilih lewat Pemilu langsung. Anggota Senate adalah 3 orang per tiap-tiap propinsi dan 3 orang per distrik federal (kini sekitar 72 orang).

Bolivia

Nama resmi: Republic of Bolivia [Estado Plurinacional de Bolivia]

Ibukota: La Paz.

(18)

Luas: 1.098.580 km2.

Penduduk: 10.461.053 (taksiran Juli 2013)

Etnis: Quechua 30%, Mestizo (campuran White dengan Amerindian) 30%, Aymara 25%, White 15%

Agama: Katolik Roma 95%, Protestan (Evangelis dan Methodis) 5%

Jenis kekuasaan: Republik

Bentuk negara: Kesatuan. Bolivia terbagi atas 9 departemen (departementos). Pejabat senior tiap-tiap departemen diangkat oleh pemerintah pusat. Kini, setiap departemen mulai memperoleh otonomi yang lebih besar. Ke-9 departementos Bolivia adalah: (1) Beni, (2) Chuquisaca, (3) Cochabamba, (4) La Paz, (5) Oruro, (6) Pando, (7) Potosi, (8) Santa Cruz, dan (9) Tarija

Sistem pemerintahan: Presidensil. Presiden adalah kepala negara. Presiden mengangkat dan memberhentikan para menteri.

Parlemen: Bikameral (Nama parlemennya Asamblea Legislativa Plurinacional terdiri atas Camara de Diputados + Camara de Senadores). Camara de Diputados terdiri atas 130 kursi untuk masa bakti 5 tahun, dengan mana 70 dipilih langsung dari setiap distrik, 7 dipilih dari distrik berpenduduk asli, dan 53 plurinomial dipilih lewat party list system. Camara de Senadores terdiri atas 36 kursi, dengan mana anggotanya dipilih lewat sistem party list untuk masa bakti 5 tahun.

Brazil

Nama resmi: Federal Republic of Brazil [Republica Federativa do Brasil]

Ibukota: Brasilia.

Bahasa resmi: Portugis

Luas: 8.514.215 km2.

Penduduk: 201.009.622

Etnis: White 53,7%, Mulatto (campuran White dengan Black) 8,5%, Black 6,2%, lainnya (termasuk Jepang, Arab, Amerindian) 0,9%, tidak spesifik 0,7%.

Agama: Katolik Roma (abangan) 73,6%, Protestan 15,4%, Spiritualis 1,3%, Bantu/Voodoo 0,3%, lainnya 1,8%, tidak spesifik 0,2%, tidak beragama 7,4%.

(19)

Bentuk negara: Federasi. Brasil terdiri atas 27 negara bagian, termasuk distrik ibukota (distrito federal), Brasilia. Ke-26 negara bagian (estados) Brazil adalah: Acre, Alagoas, Amapa, Amazonas, Bahia, Ceara, Espirito Santo, Goias, Maranhao, Mato Grosso, Mato Grosso do Sul, Minas Gerais, Para, Paraiba, Parana, Pernambuco, Piaui, Rio de Janeiro, Rio Grande do Norte, Rio Grande do Sul, Rondonia, Roraima, Santa Catarina, Sao Paulo, Sergipe, dan. Tocantins. Sementara itu, 1 distrik federalnya adalah Distrito Federal.

Sistem pemerintahan: Presidensil. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Presiden memilih dan memberhentikan menteri-menteri.

Parlemen: Bikameral (Camara dos Deputados + Senado Federal). Anggota Camara dos Deputados adalah maksimal 70 orang per negara bagian dan distrik federal. Senado Federal terdiri atas 3 orang wakil dari tiap-tiap negara bagian dan distrik federal termasuk 2 orang sebagai penggantinya (cadangan).

Chile

 Nama resmi: Republic of Chile. [Republica de Chile]  Ibukota: Santiago.

 Bahasa resmi: Spanyol (resmi), Mapudungun, Jerman, dan Inggris.  Luas: 756.950 km2.

 Penduduk: 17.216.945 orang.

 Etnis: White dan White-Amerindian 95,4%, Mapuche 4%, kelompok asli lainnya 0,6%.

 Agama: Katolik Roma 70%, Evangelis 15,1%, Saksi Yehova 1,1%, Kristen lainnya 1%, lainnya 4,6%, tidak beragama 8,3%.

 Jenis kekuasaan: Republik

 Bentuk negara: Kesatuan. Chile terdiri atas 15 region yang masing-masing dipimpin oleh pemerintahan regional yang di dalam konstitusi dijalankan secara desentralisasi. Secara administratif, Chile terdiri atas 15 region (regiones) yaitu: (1) Aisen del General Carlos Ibanez del Campo, (2) Antofagasta, (3) Araucania, (4) Arica y Parinacota, (5) Atacama, (6) Biobio, (7) Coquimbo, (8) Libertador General Bernardo O'Higgins, (9) Los Lagos, (10) Los Rios, (11) Magallanes y de la Antartica Chilena, (12) Maule, (13) Region Metropolitana (Santiago), (14) Tarapaca, dan (15) Valparaiso. Eksekutif pemerintahan regional dipimpin oleh seorang Intendant yang diangkat oleh pemerintah pusat.

(20)

Parlemen: Bikameral. Parlemen Chile yaitu Congreso Nacional terdiri atas Senat (Senado) dan Chamber of Deputies (Camara de Diputados). Senado terdiri atas 38 kursi, dengan mana anggotanya dipilih lewat Pemilu untuk masa bakti 8 tahun (setengahnya dipilih setiap 4 tahun). Camara de Diputados terdiri atas 120 kursi, dengan mana anggotanya dipilih lewat Pemilu untuk masa bakti 4 tahun.

Ekuador

 Nama resmi: Ekuador. [Republica del Equador]  Ibukota: Quito.

 Bahasa resmi: Spanyol, Quachua, Shuar.  Luas: 283.560 km2.

 Penduduk: 14.439.429 orang.

 Etnis: Mestizo (campuran Amerindian dengan white) 71,9%, Montubio 7,4%, AfroEkuador 7,2%, Amerindian 7%, white 6,1%, lainnya 0,4%.

 Agama: Katolik Roma 95%, lainnya 5%.  Jenis kekuasaan: Republik

 Bentuk negara: Kesatuan. Ekuador terdiri atas 24 propinsi (provincias) yaitu: Azuay, Bolivar, Canar, Carchi, Chimborazo, Cotopaxi, El Oro, Esmeraldas, Galapagos, Guayas, Imbabura, Loja, Los Rios, Manabi, Morona-Santiago, Napo, Orellana, Pastaza, Pichincha, Santa Elena, Santo Domingo de los Tsachilas, Sucumbios, Tungurahua, dan Zamora-Chinchipe.

 Sistem pemerintahan: Presidensil. Presiden kepala negara dan kepala pemerintahan. Presiden mengangkat dan memberhentikan anggota kabinet.

 Parlemen: Unikameral yaitu National Congress atau Asamblea Nacional. Parlemen terdiri atas 124 kursi, dengan mana anggota dipilih lewat sistem pemilu proporsional varian party-list. Masa bakti tugas 4 tahun .

Guyana

 Nama resmi: The Co-operative Republic of Guyana .  Ibukota: Georgetown.

(21)

 Luas: 214.970 km2.  Penduduk: 739.903 orang.

 Etnis: India Timur 43,5%, Black (African) 30,2%, Campuran 16,7%, Amerindian 9,1%, lainnya 0,5%.

 Agama: Protestan 30,% (Pantekosta 16,9%, Anglikan 6,9%, Advent Hari Ketujuh 5%, Methodis 1,7%), Hindu 28,4%, Katolik Roma 8,1%, Saksi Yehova 1,1%, Islam 7,2%, Kristen lainnya 17,7%, lainnya 4,3%, tidak beragama 4,3%.

 Jenis kekuasaan: Republik

 Bentuk negara: Kesatuan (Sentralis). Guyana terbagi atas 10 distrik administratif. Terdapat pembangian kewenangan antara pusat dan daerah. Ke-10 distrik administratif (region) Guyana adalah: Barima-Waini, Cuyuni-Mazaruni, Demerara-Mahaica, East Berbice-Corentyne, Essequibo Islands-West Demerara, Mahaica-Berbice, Pomeroon-Supenaam, Potaro-Siparuni, Upper Demerara-Berbice, dan Upper Takutu-Upper Essequibo .

 Sistem pemerintahan: Hybryd. Administrasi pemerintahan Guyana terdiri atas Presiden, Wakil Presiden, Perdana Menteri, dan Kabinet Kementerian. Kabinet diangkat oleh Presiden tetapi bertanggung jawab kepada Parlemen.

 Parlemen: Unikameral (National Assembly). Terdiri atas 65 anggota yang dipilih langsung lewat sistem proporsional. Masa bakti 5 tahun.

Kolombia

 Nama resmi: Republic of Colombia. [Republica de Colombia]  Ibukota: Bogota.

 Bahasa resmi: Spanyol  Luas: 114.174 km2.

 Penduduk: 45.785.743 orang.

 Etnis: Mestizo 58%, White 20%, Mulatto 14%, Black 4%, Campuran Amerindian-Black 3%, dan Amerindian 1%.

(22)

 Bentuk negara: Kesatuan. Kolombia terbagi atas 32 departemen (departementos atau daerah tingkat II) dengan lebih dari 1.100 kabupaten yang administrasinya relatif otonom. Ke-32 departementos Kolombia adalah: Amazonas, Antioquia, Arauca, Atlantico, Bolivar, Boyaca, Caldas, Caqueta, Casanare, Cauca, Cesar, Choco, Cordoba, Cundinamarca, Guainia, Guaviare, Huila, La Guajira, Magdalena, Meta, Narino, Norte de Santander, Putumayo, Quindio, Risaralda, Archipielago de San Andres, Providencia y Santa Catalina (juga kerap disebut San Andres y Providencia), Santander, Sucre, Tolima, Valle del Cauca, Vaupes, dan Vichada. Sementara itu, 1 distrik ibukotanya adalah Bogota.

 Sistem pemerintahan: Presidensil. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Presiden dapat mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri.

 Parlemen: Bikameral (nama parlemennya Congreso terdiri atas Senates/Senados + Chamber of Representatives/Camara de Representantes). Anggota senados berjumlah 102 dengan mana 100 orang yang dipilih dalam pemilu nasional ditambah 2 senator yang dipilih mewakili komunitas-komunitas Indian. Anggota Camara de Representantes dipilih dari distrik teritorial yang kurang lebih totalnya 166 anggota dengan masa bakti 4 tahun.

Paraguay

 Nama resmi: Republic of Paraguay [Republica del Paraguay]  Ibukota: Asuncion.

 Bahasa resmi: Spanyol (resmi), Guarani.  Luas: 406.750 km2.

 Penduduk: 6.623.252 orang.

 Etnis: Mestizo (campuran Spanyol dengan Amerindian) 95%, lainnya 5%

 Agama: Katolik Roma 89,6%, Protestan 6,2%, Kristen lainnya 1,1%, lainnya atau kurang spesifik 1,9%, tidak beragama 1,1%

 Jenis kekuasaan: Republik

 Bentuk negara: Kesatuan. Paraguay terbagi atas 17 departementos, kabupaten, dan ibukota Asuncion (ibukota independen, sendiri). Tiap departementos dikepalai seorang gubernur yang bertanggung jawab menerapkan kebijakan nasional Paraguay.

(23)

 Sistem pemerintahan: Presidensil. Presiden sekaligus kepala negara dan kepala pemerintahan.

 Parlemen: Bikameral (nama parlemennya Congeros Nacional terdiri atas Senates/Camara de Senadores + Chamber of Deputies/Camara de Diputados). Camara de Diputados sekurangnya terdiri atas 80 kursi yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat dalam pemilu dari setiap distrik pemilihan departementos. Camara de Senadores terdiri atas sekurangnya 45 anggota yang dipilih langsung rakyat dari tiap distrik pemilihan departementos.

Peru

 Nama resmi: Republic of Peru.  Ibukota: Lima.

 Bahasa resmi: Spanyol (resmi) 84,1%, Quechua (resmi) 13%, Aymara (resmi) 1,7%, Ashaninka 0,3%, bahasa asli lainnya (termasuk bahasa Amazon minor) 0,7%, lainnya 0,2%.  Luas: 1.285.220 km2.

 Penduduk: 29.849.303 orang.

 Etnis: Amerindian 45%, mestizo (campuran Amerindian dengan White) 37%, White 15%, Black, Jepang, Cina, dan lainnya 3%.

 Agama: Katolik Roma 81,3%, Evangelis 12,5%, lainnya 3,3%, tidak spesifik atau tidak beragama 2,9%

 Jenis kekuasaan: Republik

 Bentuk negara: Kesatuan. Administrasi Peru terbagi ke dalam region, departemen, propinsi, dan distrik yang pembagiannya mengikuti bekas kolonial Spanyol. Ke 25 region (regiones) Peru adalah: : Amazonas, Ancash, Apurimac, Arequipa, Ayacucho, Cajamarca, Callao, Cusco, Huancavelica, Huanuco, Ica, Junin, La Libertad, Lambayeque, Lima, Loreto, Madre de Dios, Moquegua, Pasco, Piura, Puno, San Martin, Tacna, Tumbes, dan Ucayali. Sementara 1 propinsinya adalah Lima.

 Sistem pemerintahan: Semi-Presidensil

 Parlemen: Unikameral (Congreso de la Republica del Peru). Kongres terdiri atas 120 anggota yang dipilih lewat pemiilu langsung untuk masa bakti 5 tahun.

Suriname

(24)

 Bahasa resmi: Belanda (resmi), Inggris (secara luas digunakan), Sranang Tongo (bahasa Suriname, kadang disebut pula Taki-Taki, bahasa asli orang Kreol dan banyak kaum muda menjadikannya lingua-franca), Karibia-Hindustan (dialek India) dan Jawa.

 Luas: 162.820 km2.  Penduduk: 566.846 orang

 Etnis: Hindustan (juga secara lokal dikenal sebagai India Timur, moyangnya beremigrasi dari utara India akhir abad ke-19) 37%; Kreol (campuran White dengan Black) 31%; Jawa 15%; Maroon (moyang Afrika datang di abad ke-17 dan 18 sebagai budak yang lalu melarikan diri) 10%; Amerindian 2%; Cina 2%; White 1%; lainnya 2%.

 Agama: Hindu 27,4%, Protestan 25,2% (terutama Moravia), Katolik Roma 22,8%, Islam 19,6%, kepercayaan lokal 5%.

 Jenis kekuasaan: Republik

 Bentuk negara: Kesatuan (sentralis). Suriname terbagi atas 10 distrik administratif (distrikten), yaitu Brokopondo, Commewijne, Coronie, Marowijne, Nickerie, Para, Paramaribo, Saramacca, Sipaliwini, dan Wanica.

 Sistem pemerintahan: Presidensil

 Parlemen: Unikameral (Nationale Assemblee). Anggotanya ada 51 orang yang dipilih lewat Pemilu untuk masa bakti 5 tahun.

Uruguay

 Nama resmi: Uruguay [Republica Oriental del Uruguay]  Ibukota: Montevideo.

 Bahasa resmi: Spanyol (resmi), Portunol, Brazilero (campuran Portugis-Spanyol di perbatasan Brazil)

 Luas: 176.220 km2.

 Penduduk: 3.324.460 orang.

 Etnis: White 88%, Mestizo 8%, Black 4%, Amerindian hampir tidak ada.

 Agama: Katolik Roma 47,1%, Kristen non Katolik 11,1%, nondenominasi 23,2%, Yahudi 0,3%, Atheis atau Agnostik 17,2%, lainnya 1,1%.

(25)

 Bentuk negara: Kesatuan (desentralis)  Sistem pemerintahan: Presidensil

 Parlemen: Bikameral (Parlemennya bernama Asamblea General terdiri atas Senate/Camara de Senadores + Chamber of Deputies/Camara de Representantes). Camare de Senadores terdiri atas 50 kursi, masa tugas 5 tahun, dan wakil presiden punya 1 suara di kamar ini. Camara de Representantes terdiri atas 99 kursi, anggotanya dipilih lewat Pemilu untuk masa tugas 5 tahun.

Venezuela

 Nama resmi: Venezuela [Republica Bolivariana de Venezuela]  Ibukota: Caracas.

 Bahasa resmi: Spanyol (resmi), sejumlah besar dialek lokal.  Luas: 916.445 km2.

 Penduduk: 28.459.085 orang.

 Etnis: Spanyol, Italia, Portugis, Arab, Jerman, Afrika, dan etnis asli Venezuela.  Agama: Katolik Roma (abangan) 96%, Protestan 2%, lainnya 2%.

 Jenis kekuasaan: Republik

 Bentuk negara: Federasi. Venezuela terdiri atas 23 negara bagian (estados), 1 distrik ibukota, dan 1 wilayah federal bergantung. Ke-23 estados Venezuela adalah: Amazonas, Anzoategui, Apure, Aragua, Barinas, Bolivar, Carabobo, Cojedes, Delta Amacuro, Falcon, Guarico, Lara, Merida, Miranda, Monagas, Nueva Esparta, Portuguesa, Sucre, Tachira, Trujillo, Vargas, Yaracuy, dan Zulia . Ke-1 distrik ibukota adalah Distrito Capital. Ke-1 wilayah federal bergantung adalah Dependencian Federales.

 Sistem pemerintahan: Presidensil

 Parlemen: Unikameral (National Assembly/Asamblea Nacional) Kursi yang tersedia adalah 165 dengan 3 kursi khusus jatah bagi perwakilan etnis asli Venezuela. Masa bakti adalah 5 tahun dan dipilih lewat Pemilu proporsional.

3.

a. Konflik Etnis di Amerika Selatan

(26)

sendiri, sedikit berbeda dengan negara kita Indonesia. Di Indonesia, meski hanya sebuah negara, tapi terdiri dari berbagai etnis berbeda. Hal ini disebabkan karena kita diikat oleh budaya-budaya dan suku yang berbeda tergantung dari wilayah kita. Sedangkan di Amerika Latin, mereka sebagian besar hanya terkelompok dalam suku Indian. Sehingga etnisitas di Amerika Latin memiliki sifat yang cukup homogeny. Adapun kelompok-kelompok masyarakat yang terbentuk lebih banyak karena latar belakang pergerakan dan kepentingan yang sama. Secara gamblang, jika kita mengutip James Petras, seorang akademisi dan aktivis yang banyak membantu masyarakat tanpa tanah di Brazil, ada tiga gelombang gerakan sosial yang saling tumpang tindih dan berkaitan dalam 25 tahun belakangan ini. Gelombang yang pertama, secara gampangnya, muncul pada akhir 1970an hingga pertengahan 1980an. Pada umumnya, gerakan ini yang kemudian dikenal sebagai “gerakan sosial baru” (the new social movements), terdiri dari aliansi kekuatan sosial seperti kalangan aktivis hak asasi manusia, lingkungan, feminis, etnis dan juga Lembaga Swadaya Masyarakat (NGOs).

Gelombang kedua, yang berkembang menjadi kekuatan politik yang signifikan, berawal dari pertengahan 1980an hingga saat ini. Sebagian besar gerakan ini dipimpin dan terdiri dari petani dan buruh tani, di mana organisasi massanya terlibat dalam aksi-aksi langsung, dalam upayanya mempromosikan dan melindungi kepentingan-kepentingan ekonomi dari pendukungnya. Yang paling menonjol dari gerakan ini gerakan Zapatista (Ejércite Zapatista de Liberación Nacional – ZLN) di Meksiko, Gerakan Pekerja Pedesaan Tak Bertanah (Movimento dos Trabalhadores Rurais Sem Terra – MST), gerakan petani koka masyarakat Indian (Cocaleros) di Bolivia, Federasi Petani Nasional (National Peasant Federation) di Paraguay, Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (Revolutionary Armed Forces of Colombia – FARC) di Kolombia, dan gerakan petani Indian yang tergabung dalam Konfederasi Kebangsaan Masyarakat Adat Ekuador (CONAIE) di Ekuador.

(27)

neoliberal dan berkembangnya konsentrasi kekayaan ditangan para elit lokal dan asing. Secara lebih khusus lagi, yang mereka perjuangkan adalah pembagian tanah dan otonomi nasional bagi komunitas Indian.

b. Konflik Ideologi Politik di Amerika Selatan.

(28)

umat manusia. Pemaparan yang saya gambarkan diatas lebih ke bagaimana ideology negara-negara di Amerika Selatan yang sangat kental menjunjung tinggi kepentingan rakyat kecil, dalam hal ini petani dan kaum buruh. Karena kebijakan yang menjunjung tinggi kaum kecil itulah, sehingga kemudian dapat menimbulkan konflik dengan pihak-pihak investor dan korporasi asing. Selain itu, ada juga konflik politk antar penguasa dalam memperebutkan kursi kekuasaan tertinggi dalam sebuah negara. Mulai tahun 1954 Jenderal Stroessner berkuasa selama 35 tahun di Paraguay, setelah di negara itu selama bertahun-tahun terjadi ketidakstabilan politik akibat sering bergantinya pemerintahan. Kekuasaan rezim otoriternya dibangun di atas 3 pilar yaitu: Partai Colorado, aparat negara, dan militer (yang sejak akhir Perang Chaco melawan Bolivia pada tahun 1935 menjadi aktor politik yang jelas-jelas sangat berperan). Sementara Jendral Stroessner sukses menciptakan stabilitas represif sistem politik di Paraguay, perkembangan politik di Argentina berlangsung secara berubah-ubah. Sejak tahun 1930, pemerintahan-pemerintahan militer yang dibentuk melalui kudeta dan presiden-presiden yang terpilih secara demokratis di Argentina berusaha saling menggeser kedudukan. Tidak ada kekuasaan demokratis yang sungguh-sungguh berusia lama. Tak satupun presiden terpilih dapat menyelesaikan masa bakti mereka secara reguler, apalagi sampai bisa menyerahkan jabatan itu kepada penggantinya yang resmi terpilih. Kudeta tahun 1976 merupakan goncangan keenam yang berhasil terhadap negara, sejak tahun 1930. Pihak militer Argentina saat itu merupakan penguasa politik nasional dalam jangka waktu lama. Konstelasi sejarah di Chilli dan Uruguay sangatlah berbeda dengan kedua negara di atas. Dalam kurun waktu 143 tahun sebelum kudeta pada September 1973 (di mana pemerintahan sosialis Allende yang dipilih secara demokratis digulingkan), Chilli mengalami 4 bulan saja di bawah pemerintahan junta militer. Fenomena ini tentu saja tidak dapat disejajarkan dengan hilangnya peran militer sebagai aktor politik. Terutama pada pertengahan tahun 20-an sampai awal tahun 30-an, mereka membuat pengaruh yang tidak sepele pada politik nasional. Berbeda dengan itu, militer di Uruguay pada abad 20 hingga akhir tahun 60-an tidak tampil sebagai tokoh politik yang relevan. Bahkan pada awal 30-an, ketika terjadi masa singkat kediktatoran, mereka juga tidak memainkan peranan penting.

c. Konflik Ekonomi

(29)

Amerika Latin melalui kebijakan restrukturisasi IMF. Dengan disusul kejatuhan Uni Soviet, saat itu tampak tak ada alternatif yang mungkin terhadap arus pasang politik kanan. Juga dalam era ini, industri timah di Bolivia runtuh karena persediaan global yang terlalu banyak (oversupply), yang terutama dipasok oleh Cina dan Brasil. Dalam konteks tersebut, industri lalu-lintas narkotika (narcotrafficking) mulai marak. Hal itu pada prinsipnya dibahan-bakari oleh konsumsi di utara dan didorong oleh naluri bisnis (sense of entrepreneurialism) yang tak ada duanya di Kolombia, pusat (epicentre) dari perdagangan obat-obatan terlarang. Perbatasan internasional yang semakin berpori-pori berkat globalisasi, dan konteks lokal berupa bencana hutang dan ekonomi, menciptakan atmosfir mengundang bagi kekayaan yang diasosiasikan dengan maraknya industri lalu-lintas narkotika. Selain sektor minyak dan narkotika, Amerika Selatan atau Amerika Latin sangat dekat dengan isu privatisasi. Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, ini dikarenakan ketika krisis global pada tahun 1990-an, negara-negara di Amerika Selatan seperti tidak diberi pilihan lain selain menerima bantuan IMF dan WTO untuk tetap bertahan dalam perekonomian. Pada 1999-2000 ketika diterapkan rencana privatisasi air di Lembah Cochabamba melalui anak perusahaan Bechtel Corporation, Aguas de Tunari. Dalam waktu beberapa bulan harga air meningkat drastis dan memicu aksi-aksi protes yang semakin agresif, termasuk suatu demonstrasi massal di mana seorang protestan terbunuh dan beberapa lainnya terluka oleh militer. ‘Perang Air’ ini, sebagaimana biasa disebut, berujung pada pembatalan kesepakatan privatisasi air. Ia juga memperkuat gerakan anti-neoliberal yang berlanjut meningkat dalam jumlah dan intensitas.

d. Konflik Keamanan

(30)

Karibia. Rejim Stroessner mengikat elemen-elemen pemerintahan militer dengan beberapa ciri khas kediktatoran yang berkiblat pada perseorangan pada gaya lama Caudillo, yang memperoleh dukungan ekstra melalui sebuah partai negara.

e. Konflik Eksternal (Hubungan Luar Negeri)

Untuk masalah-masalah hubungan luar negeri sendiri, negara-negara di Amerika Selatan seringkali berkonflik dengan negara-negara liberal kapitalis yang seringkali disebabkan oleh perbedaan ideology diantara mereka. Negara-negara di Amerika Selatan, terkhusus negara-negara yang berideologi kiri keras seringkali menganggap negara-negara-negara-negara Barat tengah mengatur rencana eksploitatif untuk menundukkan kawasan Amerika Selatan. Negara Barat yang dimaksud di sini adalah Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

(31)

4.

Mata Pelajaran : Sejarah (Peminatan) Tahun Pelajaran : 2016/2017 Kelas / Semester : X / 1 Waktu Pengamatan :

(32)

10

Nilai = Jumlah skor dibagi 3

a. Keterampilan mengomunikasikan adalah kemampuan peserta didik untuk mengungkapkan atau menyampaikan ide atau gagasan dengan bahasa lisan yang efektif. b. Keterampilan mendengarkan dipahami sebagai kemampuan peserta didik untuk tidak

menyela, memotong, atau menginterupsi pembicaraan seseorang ketika sedang mengungkapkan gagasannya.

c. Kemampuan berargumentasi menunjukkan kemampuan peserta didik dalam mengemukakan argumentasi logis ketika ada pihak yang bertanya atau mempertanyakan gagasannya.

d. Kemampuan berkontribusi dimaksudkan sebagai kemampuan peserta didik memberikan gagasan-gagasan yang mendukung atau mengarah ke penarikan kesimpulan termasuk di dalamnya menghargai perbedaan pendapat.

e. Kriteria

Skor rentang antara 0 – 100 • 91 – 100 = Amat Baik

(33)

Lampiran 4

Penilaian Keterampilan:

RUBRIK OBSERVASI

KEGIATAN PRESENTASI

Mata Pelajaran : Sejarah (Peminatan) Tahun Pelajaran : 2016/2017 Kelas / Semester : X / 1 Waktu Pengamatan :

NO Nama Peserta Didik Menjelaskan0-100 Percaya Diri0-100 Merespon0-100 JumlahSkor

(34)

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Keterangan :

a. Keterampilan menjelaskan adalah kemampuan menyampaikan hasil observasi dan diskusi secara meyakinkan.

b. Keterampilan memvisualisasikan berkaitan dengan kemampuan peserta didik untuk membuat atau mengemas informasi seunik mungkin, semenarik mungkin, atau sekreatif mungkin.

f. Keterampilan merespon adalah kemampuan peserta didik menyampaikan tanggapan atas pertanyaan, bantahan, sanggahan dari pihak lain secara empatik.

g. Kriteria

Skor rentang antara 0 – 100 • 91 – 100 = Amat Baik

(35)

Lampiran 5

Penilaian Keterampilan

Penilaian untuk Tugas Portofolio

Mata Pelajaran : Tahun Pelajaran : 2016/2017

Kelas / Semester : X / 1 WaktuPengamatan :

N

O Nama Peserta Didik Kebersihan0-100 Keindahan0-100 Ketepatan0-100 JumlahSkor

(36)

14

Nilai = Jumlah skor dibagi 3 Keterangan :

a. Kegiatan mengamati dalam hal ini dipahami sebagai cara peserta didik mengumpulkan informasi faktual dengan memanfaatkan indera penglihat, pembau, pendengar, pengecap dan peraba. Maka secara keseluruhan yang dinilai adalah HASIL pengamatan (berupa informasi) bukan CARA mengamati.

b. Relevansi, kelengkapan, dan kebahasaan diperlakukan sebagai indikator penilaian kegiatan mengamati.

Relevansi merujuk pada ketepatan atau keterhubungan fakta yang diamati dengan informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan Kompetensi Dasar/Tujuan Pembelajaran (TP).

Kelengkapan dalam arti semakin banyak komponen fakta yang terliput atau semakin sedikit sisa (residu) fakta yang tertinggal.

h. Kebahasaan menunjukan bagaimana peserta didik mendeskripsikan fakta-fakta yang dikumpulkan dalam bahasa tulis yang efektif (tata kata atau tata kalimat yang benar dan mudah dipahami).

i. Kriteria

Skor rentang antara 0 – 100 • 91 – 100 = Amat Baik

(37)

Lampiran 6

Lembar Kerja Peserta Didik

Mata Pelajaran : Sejarah (Peminatan)

Materi Pokok : konflik-konflik di Timur-Tengah, Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Timur, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin

Sub Materi Pokok : konflik-konflik di Amerika Latin Tugas sebagai berikut:

 Kelompok I bertugas mendiskusikan dan menganalisis materi tentang konflik Negara Kolumbia dan FARC.

 Kelompok II bertugas mendiskusikan dan menganalisis materi tentang konflik Kuba dan Amerika Serikat.

 Kelompok III bertugas mendiskusikan dan menganalisis materi tentang konflik Venezuela dan Kolumbia.

 Kelompok IV bertugas mendiskusikan dan menganalisis materi tentang konflik Argentina dan Inggris.

Kelas : ………

Kelompok : ………

Pembahasan : ...

Ketua :

……….. Anggota :

1.

……… ………

2.

……… ………

3.

(38)

Kelompok 1

ANALISISLAH KONFLIK KOLUMBIA DAN FARC

Selamat Bekerja

Latar Belakang Konflik

Tujuan FARC memberontak

Bentuk Perjuangan FARC Akibat Konflik dari Kolumbia dan

(39)

Kelompok 2

ANALISISLAH KONFLIK CUBA DAN AMERIKA SERIKAT

Latar Belakang Konflik

Bentuk Konflik

(40)

Kelompok 3

ANALISISLAH KONFLIK VENEZUELA DAN KOLUMBIA

KOLUMBIA VENEZUEL

Latar Belakang Konflik

Bentuk Konflik

Akibat Konflik

(41)

Kelompok 4

ANALISISLAH KONFLIK ARGENTINA DAN INGGRIS

Latar Belakang Konflik

Bentuk Konflik

Akibat Konflik

(42)

Referensi

Dokumen terkait

Kegiatan Inti 1. Guru mengarahkan peserta didik untuk duduk dikelompok belajarnya masing-masing sebagai kelompok asal dan masing-masing anggota kelompok asal dibagi

Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengidentifikasi permaslahan yang berkaitan dengan system persamaan linear dua variabel.. Guru membentuk beberapa

Siswa melihat tayangan yang disajikan oleh guru peserta didik dibagi kelompok untuk berdiskusi menjawab lembar kerja Yang diberikan oleh guru.. 4 x 330

Peserta didik menuliskan ciri umum teks cerita fantasi berupa keajaiban-keajaiban yang terjadi pada cerita fantasi di atas.. Peserta didik mengidentifikasi unsur cerita

Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4 siswa untuk melakukan Kegiatan pengamatan salah satu contoh makhluk hidup dari setiap kingdom,

Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4 siswa untuk melakukan Kegiatan pengamatan salah satu contoh makhluk hidup dari setiap kingdom,

Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 3-4 orang kemudian menonton video dan power point serta memperhatikan uraian tentang teks prosedur

Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4 siswa untuk melakukan Kegiatan pengamatan salah satu contoh makhluk hidup dari setiap kingdom,