• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA ( RENJA ) TAHUN 2019

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA KERJA ( RENJA ) TAHUN 2019"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA KERJA ( RENJA ) TAHUN 2019

DINAS LINGKUNGAN HIDUP

KOTA BANJARBARU

(2)
(3)

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI.……… ii

B A B I PENDAHULUAN……… 1

1.1 Latar Belakang.………. 1

1.2. Landasan Hukum..………....……….…………. 3

1.3 Maksud dan Tujuan ………... 1.4 Sistematika Penyusunan ………... 5 5 B A B II EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA TAHUN 2017.... 7

2.1 Evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja Tahun 2017 dan Capaian Strategis Dinas Lingkungan Hidup... 7 2.2 Analisis Kinerja Pelayanan Dinas Lingkungan Hidup..………. 2.3 Isu Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Dinas Lingkungan Hidup……….. 2.4 Review Terhadap Rencana Kerja Pemerintah Daerah …….. 2.5 Penelaahan Usulan Preogram dan Kegiatan Masyarakat … 13 40 41 45 B A B III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN ……….. 47

3.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional ... 47

3.2 Tujuan dan Sasaran Rencana Kerja ... 3.3 Program dan Kegiatan ... 48

50 B A B IV P E N U T U P... 60

Ii

(4)

penyusunan Rencana Kerja (Renja) 2019 Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru dapat tersusun sesuai dengan ketentuan, dan memberikan gambaran tentang apa yang akan dikerjakan dalam wujud program dan kegiatan secara keseluruhan guna memperjelas tugas pokok dan fungsi yang dilaksanakan..

Penyusunan Rencana Kerja Dinas Lingkungan Hidup Kota banjarbaru Tahun 2019 ini dilakukan sebagaimana amanat dari Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang memuat kebijakan, program dan kegiatan pembangunan baik dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun pihak lain yang ditunjuk dengan tetap mengedepankan dan mendorong partisipasi masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru.

Rencana Kerja Dinas Lingkungan Hidup Tahun 2019 disusun dengan berpedoman kepada Rencana Strategis Dinas Lingkungan Hidup Tahun 2016 – 2021 dengan menyelaraskan kondisi eksisting serta isu-isu strategis yang ada pada saat ini serta dengan mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015 - 2020.

Rencana Kerja ini nantinya selain sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan, program dan arah kebijakan selama jangka waktu 1 tahun, juga akan menjadi acuan untuk evaluasi kinerja melalui pengukuran kinerja Instansi/Organisasi, berdasar pada data realisasi dan tingkat pencapaian target yang dapat dipertanggungjawabkan baik di lapangan (fisik) maupun secara administrasi

Kami menyadari masih banyak kekurangan –kekurangan dalam penyusunan Renja ini dan berharap adanya masukan dari pihak manapun untuk menyumbangkan buah pikiran dan tenaganya demi penyempurnaan renja dimaksud.

Akhirnya dengan tersusunnya rencana kerja ini kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Walikota Banjarbaru dan semua pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan tugas pada Dinas Lingkungan Hidup

i Banjarbaru, Maret 2018

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru,

Drs. GUSRIANSYAH, M.Si NIP. 19580816 198202 1 006

(5)

Renja 2019 DLH

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 1

BAB I

P E N D A H U L U A N

1. Latar Belakang

Pembangunan tidak terlepas dari pemanfaatan sumberdaya alam, namun penggunaan sumberdaya alam yang terus menerus akan merusak kelestarian alam. Oleh sebab itu banyak bermunculan permasalahan lingkungan seperti pencemaran maupun kerusakan lingkungan hidup air sungai dan air sumur tidak hanya menjadi keruh tetapi sudah tercemar oleh zat-zat kimia yang berbahaya, baik bagi kesehatan manusia maupun makhluk hidup lainnya. hal ini disebabkan oleh kegiatan pembuangan limbah industri langsung ke badan sungai maupun limbah domestik yang cara pengolahanya tidak memenuhi standar teknis.

Datangnya musim hujan, kurang lancarnya drainase, penimbunan sampah menyebabkan terjadinya bencana banjir maupun penyakit menular yang disebabkan oleh faktor lingkungan. Menurunnya kualitas udara diakibatkan oleh meningkatnya sarana transportasi, peningkatan jumlah industri, limbah kotoran ternak maupun penimbunan sampah.

Walaupun tingkat pencemaran udara di Wilayah Banjarbaru masih berada dibawah baku mutu kualitas udara, tetapi apabila tidak dilakukan antisipasi lebih awal maka tidak mustahil pencemaran udara akan terjadi.

Menurunnya tingkat kesuburan diakibatkan penggunaan pupuk dan pestisida kimia yang cenderung berlebihan. Maraknya penambangan pasir sehingga banyak terjadi pendangkalan dasar sungai dan pendangkalan sumur- sumur penduduk di sekitar sungai.

Dalam rangka mewujudkan sasaran kegiatan sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan sesuai kewenangan yang dimiliki oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru Rencana Stratejik (Renstra) Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru sebagai langkah awal dalam mengimplementasikan Sistem Akuntabilitas Instansi Pemerintah (Sistem AKIP).

Sedangkan rencana kerja (Renja) tahun 2019 ini merupakan pelaporan kinerja bertolok ukur renstra yaitu Renstra Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru Periode 2016 – 2021.

(6)

Renja 2019 DLH

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 2

Tugas Pokok Dan Fungsi

Berdasarkan Peraturan Walikota Banjarbaru Nomor 48 Tahun 2016 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah dan Satuan Polisi pamomg Praja Kota Banjarbaru adalah membantu Kepala Daerah dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud di atas, Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru mempunyai fungsi :

a. Perumusan kebijakan tehnis dalam Dinas Lingkungan Hidup sesuai dengan kebijakan Umum yang ditetapkan oleh Walikota

b. Penyelenggara urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang lingkungan hidup;

c. Perumusan dan Penetapan Kebijakan operasional, pembinaan, pengaturan, pengendalian dan Evaluasi Terhadap penyusunan Anggaran

d. Perumusan Penetapan Kebijakan operasional, pembinaan, pengaturan bidang pengendalian

e. Perumusan Penetapan Kebijakan operasional, pembinaan, pengaturan bidang analisis pencegahan dampak lingkungan

f. Perumusan Penetapan Kebijakan operasional, pembinaan, pengaturan bidang pemantauan dan pemulihan lingkungan hidup

g. Pembinaan dan pengendalian unit pelaksana teknis h. Pengelolaan urusan kesekretariatan

Unsur-unsur Organisasi

(1) Dinas Lingkungan Hidup terdiri dari:

a. Kepala Dinas;

b. Sekretariat, terdiri dari;

1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

2. Sub Bagian Perencanaan;

3. Sub Bagian Keuangan.

c. Bidang Tata Lingkungan, terdiri dari:

1. Seksi Pemantauan, Pengawasan dan Kajian Dampak Lingkungan;

2. Seksi Pemeliharaan Lingkungan Hidup.

d. Bidang Persampahan, terdiri dari;

1. Seksi Pengolahan Persampahan dan Pengelolaan Limbah B3;

2. Seksi Pengaturan dan Pengendalian Persampahan.

(7)

Renja 2019 DLH

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 3

e. Bidang Kebersihan, terdiri dari;

1. Seksi Pelayanan Kebersihan;

2. Seksi Pengelolaan Kebersihan

f. Bidang Penegakan Hukum dan Pengendalian Lingkungan Hidup terdiri dari;

1. Seksi Pengaduan, Penyelesaian Sengketa dan Penegakan Hukum Lingkungan;

2. Seksi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan lingkungan.

g. Unit Pelaksana Teknis Dinas Lingkungan Hidup terdiri dari:

1. UPT Laboratorium Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru.

(2) Bagan Struktur Organisasi Dinas Lingkungan Hidup sebagaimana tercantum dalam lampiran dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Walikota tersebut diatas.

2. LANDASAN HUKUM

Landasan hukum penyusunan Rencana Kerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru Tahun 2019 adalah sebagai berikut :

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;

4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;

6. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan;

7. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

8. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan;

9. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

10. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;

(8)

Renja 2019 DLH

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 4

11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

12. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah;

13. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019;

14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

15. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 19 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Lingkungan Hidup Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota

16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah

17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah;

18. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.39/Menlhk-Setjen/2015 tentang Rencana Strategis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2015-2019;

19. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.74/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 tentang Pedoman Nomenklatur Perangkat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang Melaksanakan Urusan Pemerintahan Bidang Lingkungan Hidup dan Urusan Pemerintahan Bidang Kehutanan

20. Peraturan Daerah Kota Banjarbaru Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan, dan susunan perangkat daerah Kota Banjarbaru ;

3. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud penyusunan Renja Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru selama 1 tahun pada Dinas Lingkungan Hidup. Penyusunan Renja ini juga dimaksudkan untuk memperbaiki tolok ukur dan alat bantu bagi unit- unit kerja yang ada pada Dinas Lingkungan Hidup sehingga dapat secara konsekuen dan konsisten menyelenggarakan kegiatan sesuai dengan posisi dan peran yang diemban dalam mencapai visi, misi dan tujuan organisasi. Tujuan penyusunan Renja adalah:

(9)

Renja 2019 DLH

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 5

(1) Meningkatkan pelaksanaan fungsi perumusan kebijakan teknis bidang lingkungan hidup, penyelenggaraan urusan pemerintah dan pelayanan umum bidang lingkungan hidup; dan pelaksanaan, pengawasan, pengendalian serta evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan bidang lingkungan hidup; serta penguatan lembaga Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru

(2) Mensinkronkan dan mensinergikan program dan kegiatan Dinas Lingkungan Hidup dengan target dan sasaran pembangunan daerah sebagaimana terumus dalam dokumen perencanaan Daerah dan turut mendukung suksesnya pencapaian sasaran pembangunan daerah yang telah ditetapkan dalam dokumen SKPD

4. SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika penulisan Rencana Kerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru adalah sebagai berikut :

Bab I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Landasan Hukum 1.3. Maksud dan Tujuan 1.4. Sistematika Penyusunan

Bab II EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA TAHUN 2017

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Rencana Kerja Tahun 2017 dan Capaian Rencana Strategis Dinas Lingkungan Hidup

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan Dinas Lingkungan Hidup

2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Dinas Lingkungan Hidup

2.4 Review Terhadap Rencana Kerja Pemerintah Daerah 2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Bab III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional

3.2 Tujuan dan Sasaran Rencana Kerja 3.3 Program dan Kegiatan

Bab IV PENUTUP

(10)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 6 BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP TAHUN LALU

I. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2017

Program dan kegiatan yang di laksanakan pada tahun 2017 adalah sebagai berikut

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Kegiatan :

1. Penyediaan Jasa Surat Menyurat

2. Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik 3. Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor

4. Penyediaan Alat Tulis Kantor

5. Penyediaan Barang Cetak dan Penggandaan 6. Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor

7. Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang – Undangan 8. Penyediaan Makanan dan Minuman

9. Rapat - rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah 10. Penyediaan Jasa Non PNS

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 1. Pengadaan Kendaraan dinas/operasional

2. Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor 3. Pengadaan Peralatan Gedung Kantor 4. Pengadaan Mebeleur

5. Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor 6. Pemeliharaan Rutin/Berkala Mobil Jabatan

7. Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Oprasional 8. Pemeliharaan Rutin/Berkala Perlengkapan Gedung Kantor 9. Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Gedung Kantor

3. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan keuangan

1. Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realiasai Kinerja SKPD

2. Penyusunan Perencanaan dan pelaporan keuangan 3. Perencanaan & Pelaporan Manajemen Aset/Barang

(11)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 7 4. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan

1. Penyediaan Prasarana dan Sarana Pengelolaan Persampahan 2. Peningkatan Operasi dan Pemeliharaan Prasaranan dan Sarana

Persampahan

3. Peningkatan Pengelolaan Air Limbah dan Sampah TPA 4. Pemeliharaan Rutin TPS dan Kontainer

5. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup

1. Koordinasi Penilaian Kota Sehat/ Adipura

2. Pengawasan Pelaksanaan Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup 3. Pengelolaan B3 dan Limbah B3

4. Pengkajian Dampak Lingkungan

5. Peningkatan Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) 6. Koordinasi Pengelolaan Prokasih/Superkasih

7. Pengembangan Produksi Ramah Lingkungan

8. Penyusunan Kebiijakan Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup

9. Koordinasi Penyusunan AMDAL

10. Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Pengendalian Lingkungan Hidup

11. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan 12. Kota Bersih, Hijau dan Sehat

13. Peningkatan Pengelolaan Laboratorium Lingkungan

14. Sosialiasai dan Koordinasi Penegakan Hukum Bidang Lingkungan Hidup

15. Pembinaan dan Koordinasi Penegakan Hukum

6. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam 1. Pengendalian Dampak Perubahan Iklim

2. Koordinasi Pengelolaan Konservasi SDA

3. Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem

4. Penilaian Kantor berwawasan lingkungan (Eco-Office Award) 5. Penyusunan RPPLH Tingkat Kota Banjarbaru

7. Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup

(12)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 8 1. Peningkatan Edukasi dan komunikasi Masyarakat Di Bidang

Lingkungan

2. Pengembangan Data Dan Informasi Lingkungan

3. Penguatan Jejaring Informasi Lingkungan Pusat dan Daerah 4. Sosialisasi Kebijakan Lingkungan Hidup

8. Program Peningkatan Pengendalian Polusi

1. Pengujian Emisi/Polusi Udara Akibat Aktivitas Industri 2. Penyuluhan dan Pengendalian Polusi dan Pencemaran 3. Pemantauan Kualitas Lingkungan

9. Program Kualitas Kebersihan Lingkungan

1. Peningkatan Pelayanan dan Pengelolaan Kebersihan Kota 2. Pemeliharaan kebersihan Jalan dan Saluran Drainase 3. Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebersihan

4. PeningkatanPeran Serta Masyarakat Dalam Pengelolaan Kebersihan Lingkungan

Pencapaian Program dan Kegiatan Dinas Lingkungan Hidup Tahun 2017 sebagaimana tabel berikut

No Sasaran Indikator Kinerja Satuan Target

1 2 3 4 5

1 Terlaksananya

Pengangkutan sampah dari TPS ke TPA

Jumlah Sampah yang terangkat dari TPS ke TPA

Ton 36500 Ton

2 Tersedianya Prasarana dan Sarana Persampahan

Jumlah Sampah yang terangkat dari TPS ke TPA

Ton 36500 Ton

3 Meningkatnya operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan

Jumlah Sampah yang terangkat dari TPS ke TPA

Ton 36500 Ton

4 Terpeliharanya TPS dan Kontainer

Jumlah Sampah yang terangkat dari TPS ke TPA

Ton 36500 Ton 5 Meningkatnya Pengelolaan

sampah dengan metode 3R

Tonase sampah yang dikelola di sumber melalui bank sampah dan TPS3R

Ton 540 Ton

6 Meningkatnya pelayanan dan Pengelolaan Kebersihan Kota

Jumlah Sampah yang terangkat dari TPS ke TPA

Ton 36500 Ton

7 Meningkatnya kualitas udara ambien yang memenuhi baku mutu

Jumlah sumber daya air dan udara yang dipantau

Titik 112 titik

8 Meningkatnya pelayanan penyuluhan pengendalian polusi dan pencemaran

Jumlah kegiatan

penyuluhan pengendalian polusi dan pencemaran

Titik 20 Titik

(13)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 9 9 Meningkatnya keikutsertaan

sekolah yang memperoleh adiwiyata

Jumlah sekolah yang ikut serta dalam penilaian sekolah adiwiyata

Sekolah 35 Sekolah

10 Meningkatnya informasi mengenai SPM Bidang Lingkungan Hidup

Terlaksananya

penyampaian informasi mengenai SPM Bidang Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru

Laporan 1 Laporan

11 Meningkatnya jumlah kantor yang berwawasan

Lingklungan

Terselenggaranya penilaian kantor berwawasan

lingkungan

kantor 60 kantor

12 Meningkatnya pelaksanaan koordinasi pengelolaan konservasi SDA go green and clean

Terlaksananya koordinasi pengelolaan konservasi SDA

Kader 100 Kader

13 Terkendalinya dampak perubahan iklim

Terbinanya kampong iklim di kota Banjarbaru

Titik 20 Titik 14 Meningkatnya pengelolaan

keanekaragaman hayati dan ekosistem

Terlaksanaya pengelolaan keanekaragaman hayati dan ekosistem

Ha 15 Ha

15 Meningkatnya Kebersihan Lingkungan

Terselenggaranya

kebersihan Lingkungan di masyarakat

Titik 8 Titik

16 Meningkatnya kualitas Air yang memenuhi baku mutu

Terselenggaranya kebersihan lingkungan ( Sungai )

Titik 5 Titik

17 Persentase peran serta masyarakat dalam pengendalian lingkungan hidup

Terlaksananya peringatan Hari Lingkungan Hidup

Kegiatan 1 Kegiatan

18 Persentase jumlah

perusahaan yang diawasi dalam pengelolaan Lingkungan

Jumlah kegiatan

perusahaan yang di awasi pengelolaan lingkungan

Perusah aan

90 Perusahaan

19 Presentase jumlah laporan yang dievaluasi

Jumlah laporan yang dievaluasi

Laporan 5 Laporan 20 Penilaian titik pantau

Adipura

Keikutsertaan dalam penilaian Adipura

Titik 80 Titik 21 persentase jumlah izin TPS

limbah B3

Jumlah ijin TPS Limbah B3 Ijin 10 Ijin

22 tindak lanjut pengaduan masyarakat terhadap pencemaran masyarakat dan terbinanya pelaku usaha limbah b3

Jumlah Pengaduan Masyarakat yang ditindak lanjuti

Pengadu an

10 Pengaduan

23 Jumlah perusahaan yang terbina

Pembinaan Pelaku Usaha Limbah B3

Perusah aan

20 Perusahaan 24 Tersedianya jasa surat

menyurat

Lancarnya pelaksanaan tertib administrasi perkantoran

% 100 %

25 Pembayaran telpon, air, dan listrik

Lancarnya pelaksanaan tertib administrasi perkantoran

% 100 %

26 Tersedianya jasa kebersihan kantor

Lancarnya pelaksanaan tertib administrasi perkantoran

% 100 %

(14)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 10 27 Jumlah dan Jenis alat tulis

kantor yang disediakan

Lancarnya pelaksanaan tertib administrasi perkantoran

% 100 %

28 Tersedianya barang cetakan dan penggandaan

Lancarnya pelaksanaan tertib administrasi perkantoran

% 100 %

29 Tersedianya peralatan dan perlengkapan kantor

Lancarnya pelaksanaan tertib administrasi perkantoran

% 100 %

30 Tersedianya bahan bacaan dan peraturan perundang undangan

Lancarnya pelaksanaan tertib administrasi perkantoran

% 100 %

31 Tersedianya makanan dan minuman

Tersedianya makan minum harian pegawai rapat tamu

% 100 %

32 Lancarnya Pelaksanaan Tertib Administrasi Perkantoran

Terlaksananya rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah

% 100 %

33 Tersedianya jasa NON PNS Lancarnya pelaksanaan tertib administrasi perkantoran

% 81%

34 Terpeliharanya Peralatan Gedung Kantor

terpenuhinya pemeliharaan dan pengadaan sarana dan prasarana perkantoran

% 89 %

35 Terpeliharanya peralatan gedung Kantor

Jumlah Peralatan Gedung Kantor dengan Kondisi Baik

% 100 %

36 Pengadaan meubeler Terpenuhinya pemeliharaan dan pengadaan sarana dan prasarana perkantoran

% 100 %

37 Gedung Kantor Yang dipelihara

terpenuhinya pemeliharaan dan pengadaan sarana dan prasarana perkantoran

% 100 %

38 Terpeliharanya Mobil Jabatan

Kondisi Mobil Layak Jalan % 93 %

39 Terpeliharanya Kendaraan Dinas

Jumlah Kondisi Layak Jalan % 42 %

Capaian kinerja Kinerja Tahun 2017 Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

1

Mewujudkan perlindungan dan pengelolaan LH yang baik

indeks Kualitas Air (IKA) 77 Indeks Kualitas Udara (IKU) 77 Meningkatnya manajemen

pengelolaan sampah

88,13%

(15)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 11

NO PROGRAM ANGGARAN ( Rp )

1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

980.640.850,- 2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 673.417.650,- 3 Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan

Capaian Kinerja dan Keuangan

70.869.950,-

4 Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan 16.079.127.000,- 5 Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan

Hidup

1.031.374.200,-

6 Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam 522.664.300,- 7 Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber

Daya Alam dan Lingkungan Hidup

309.179.825

8 Program Peningkatan Pengendalian Polusi 207.374.600,- 9 Program Kualitas Kebersihan Lingkungan 4.340.852.300,-

JUMLAH 24.215.500.675,-

II. ANALISIS KINERJA PELAYANAN DLH TAHUN 2017

Keberhasilan pelaksanaan tugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru dalam mencapai visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis sangat dipengaruhi oleh lingkungan strategis baik internal maupun eksternal.

Tugas pokok dan fungsinya, Dinas Lingkungan Kota Banjarbaru memberikan sejumlah layanan baik layanan yang bersifat internal maupun yang bersifat eksternal. Berikut beberapa layanan yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru.

a. Pelayanan Internal

1) Penyusunan program Dinas;

2) Pelaksanaan inventarisasi, pengolahan, penyajian, dan pemeliharaan data Badan;

3) Pengendalian, monitoring, dan evaluasi program Dinas;

4) Penyusunan laporan Dinas;

5) Penyusunan perbendaharaan keuangan Dinas;

6) Pelaksanaan akuntansi keuangan Dinas;

7) Pelaksanaan verifikasi anggaran Dinas;

(16)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 12 8) Penyusunan pertanggungjawaban anggaran Dinas;

9) Pengelolaan kearsipan;

10) Penyelenggaraan kerumahtanggaan Dinas;

11) Pengelolaan data kepegawaian Dinas;

12) Penyiapan bahan pembinaan pegawai Dinas;

b. Pelayanan Eksternal

1) fasilitas bimbingan teknis dan pemantauan program pemulihan, rehabilitasi dan konservasi sumber daya alam hayati

2) Pelayanan Pencegahan Pencemaran Air;

3) Pelayanan Pencegahan Pencemaran Udara dari Sumber tidak bergerak;

4) Pelayanan Ijin Penyimpanan Limbah B3;

5) Pelayanan tindak lanjut Pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan Pencemaran dan/perusakan lingkungan ;

6) Pelayanan Informasi Status Kerusakan Lahan dan/atau tanah untuk Produksi biomassa;

7) Ijin pembuangan Air Limbah;

8) Pelaksanaan Go Green and Clean tahun 2017 yang dilaksanakan bersama dengan Perayaan Hari Liongkungan Hidup

9) Sosialisasi bahan daur ulang dari jerami 10) Lomba trash Fashion busana daur ulang 11) Sosialisasi bahan daur ulang dari purun 12) Sosialisasi Bank sampah

13) Kegiatan Penyedotan tinja

14) Pengangkutan sampah dari TPS ke TPA 15) Pengangkutan sampah di TPS liar ke TPA

Pelaksanaan Kegiatan yang telah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup selama Tahun 2017 adalah sebagai berikut :

1. Pemantauan Kualitas Air dilakukan melalui pemantauan sungai menggunakan metodologi pemantauan Composite Sample. Setiap sungai dipantau 3 titik yaitu hulu, tengah dan hilir dan dilakukan 5 kali periode pemantauan dalam 1 tahun. Masing-masing titik pemantauan diasumsikan

(17)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 13

sebagai 1 (satu) data dan akan memiliki status mutu air. Data hasil pemantauan kemudian dilakukan perhitungan indeks pencemaran setiap sampel untuk 15 parameter yaitu suhu, TDS, TSS, DHL, Turbidity, pH, Kesadahan, Klorida, DO, BOD, COD, Amonia, Mn,Fe.Nitrat.

Tabel Hasil Pemantauan Kualitas Air Di Kota Banjarbaru Tahun 2017

No. Lokasi Koordinat Nilai IP Status Mutu

1. Sungai Basung

Hulu S. 03029’69.6”

E. 114051’08.5” 3,242 Cemaran Ringan Tengah S. 03030’13.7”

E. 114051’02.2” 4,624 Cemaran Ringan Hilir S. 03031’51.4”

E. 114048’56.1” 6,136 Cemaran Sedang

2. Sungai Kemuning

Hulu S:03027’50,6”

E: 114051’46,8”. 2,930 Cemaran Ringan Tengah S:03026’57,3”

E: 114049’13,6” 3,832 Cemaran Ringan Hilir S:03026’27,8”

E: 114048’41,0”. 3,805 Cemaran Ringan

3. Sungai Durian

Hulu S:03º26’27,2”

E: 114050’15,1” 2,629 Cemaran Ringan Tengah S :03026’10,6”

E: 114050’16,0” 6,640 Cemaran Sedang

Hilir S: 03025’52,0”

E: 114050’14,6” 4,549 Cemaran Ringan 4. Sungai Gt. Payung

Hulu S:03027’08,6”

E: 114048’33,8” 3,229 Cemaran Ringan Tengah S: 03026’51,8”

E: 114048’19,0” 3,042 Cemaran Sedang

Hilir S: 03026’13,1”

E: 114047’32,4” 2,825 Cemaran Sedang

(18)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 14

Hasil perhitungan indeks pencemaran selanjutnya dihitung indeks kualitas air (IKA) dengan rumus :

Jumlah titik sampel yang memenuhi mutu air (ringan & sedang) x 100% x bobot nilai indeks jumlah total sungai yang dipantau

Tabel Indeks Kualitas Air (indeks pencemaran air) Mutu Air Jumlah titik

sampel yang memenuhi mutu air

Prosentasi Pemenuhan mutu air

Bobot Nilai

Indeks Nilai Indeks Permutu Air

Memenuhi Ringan Sedang Berat

0 11 4 0

0 % 73%

27%

0

70 50 30 10

0 36,666 8 0

Total 15 44,666

TABEL : Meningkatnya Kualitas Lingkungan

No. Indikator

Kinerja Satuan

Realisasi Kinerja

2 Tahun Sebelumnya Uraian Kinerja Tahun 2017 Target RPJMD

2021

Target Nasional

RPJMN Tahun

2015 Tahun

2016 Target Realisasi Capaian 1.

.

Indeks Pencemaran (Kualitas) Air

indeks -- 40 40 44,66 110 % 42 -

5. Sungai Tonhar

Hulu S: 03º26’23,6”

E: 114º44’78,3”. 5,601 Cemaran Sedang Tengah S: 03º26’55,8”

E: 114º44’20,9” 5,081 Cemaran Sedang Hilir S: 03027’14,7”

E: 114043’88,3” 3,659 Cemaran Sedang

(19)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 15

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa realisasi indikator kinerja indeks kualitas air tahun 2017 berhasil melampaui target yang ditetapkan. Hal ini dapat dilihat dari target sebesar 40 diperoleh realisasi

kinerja sebesar 44,66 dengan capaian sebesar 110 % (dengan perhitungan = realisasi target x 100%)

target

Perbandingan realisasi kinerja tahun 2017 dengan target RPJMD tahun 2021 berkenaan dengan indikator kinerja indeks kualitas air telah melampaui target RPJMD sebesar 42 sedangkan untuk indikator kinerja indeks kualitas udara masih sesuai.

Target nasional berdasarkan IKLH tahun 2014 untuk indeks kualitas air sebesar 52,19 bila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2017 sebesar 44,66 berarti belum mencapai / memenuhi target nasional.

Target nasional berdasarkan IKLH tahun 2014 untuk indeks kualitas udara sebesar 80,54 bila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2017 sebesar 81,5 berarti telah melampaui target nasional.

Capaian kinerja untuk indikator kinerja indeks kualitas air ini mengalami peningkatan dikarenakan ada 3 titik sampel yang diambil mutu airnya membaik dari kategori cemar sedang menjadi cemar ringan.

Adapun keberhasilan dalam pencapaian indikator kinerja didukung dengan : - Dinas Lingkungan Hidup selaku SKPD yang bertanggung jawab terhadap

pencapaian program secara rutin melakukan sosialisasi, kampanye dan aksi- aksi kepada masyarakat untuk peduli tidak membuang sampah / limbah ke sungai.

- SKPD terkait telah melakukan kegiatan - kegiatan yang mendukung dalam rangka pencapaian program seperti normalisasi sungai / pemeliharaan saluran yang membuat sungai terawat, bersih dan bebas dari sampah.

2. Indeks Pencemaran (Kualitas) Udara 1) Penentuan Target

Kualitas udara terutama di kota-kota besar dan metropolitan sangat dipengaruhi oleh kegiatan transportasi perhitungan kualitas udara menggunakan metode CAQI (Common Air Quality Indeks)

(20)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 16 2) Pelaksanaan Kegiatan

Pemantauan kualitas udara dilakukan melalui metode Passive Sample dilakukan di 4 (Empat) lokasi yaitu area transportasi, Industri, dan 2 titik di area Komersial yaitu dalam hal ini perumahan dan perkantoran / perdagangan. Dalam 1 tahun umumnya dilakukan 3 kali periode pemantauan dalam durasi pemantauan masing-masingnya 2 (dua) minggu.

Metodologi perhitungan indeks kualitas udara dikalkulasi untuk data rata-rata perjam, harian dan tahunan. Sehubungan dengan baku mutu udara Indonesia masih mengacu pada PP 41 / 1999. Selanjutnya dihitung kadar parameter NO2+SO2 dari tiap periode pemantauan untuk masing-masing lokasi (titik) sehingga didapat data rat rata .untuk area transportasi, industri dan titik area komersial.

Nilai Kadar parameter .NO2+SO2 dibandingkan dengan referensi EU akan didapatkan in deks udara model EV (IEV) atau indeks antara sebelum dinormalisasikan pada indeks IKLH.

Indeks kualitas udara model EV dikonversikan menjadi indeks kualitas udara melalui persamaan:

Indeks Udara =100 – (50 x (Iev – 0,1)) 0,9

Tabel Indeks Kualitas Udara (indeks pencemaran udara) Parameter Perata Pemantauan 2015 Refrensi EV Index

NO2 10 40 0,25

SO2 12 20 0,³

Index kualitas Udara

(Index Annual model EV-Iev 0,425

Index Udara 2015 IKLH 81,9

Kegiatan Pengujian emisi/polusi udara akibat aktifitas Industri di Wilayah Banjarbaru ditetapkan 6 (enam) lokasi titik sampling dengan waktu 2 (dua) Kali dalam 1 (satu) tahun , sehingga dalam 1 tahun dilakukan pengujian 12 Titik dengan 6 (enam) titik sampling, berkut dengan lokasi :

(21)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 17

1. PT.Sarikaya Sega Utama berlamat di Jl.A.Yani KM22,5 Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru

2. Hotel Jelita Bandara beralamat di Jl.Angkasa Rt.36 No.17 Kelurahan Syamsudin noor Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru

3. PT. Geoservis beralamat di Jl A.Yani km.34 Kelurahan Komet Kecamatan Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru

4. Hotel Roditha beralamat Jl.A.Yani Km.36 Kelurahan Komet Kecamatan Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru

5. Hotel Montana beralamat Jl.Nangka No.3 Kelurahan Guntung Paikat Kecamatan Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru

6. PT LOL beralamat Jl.A.Yani Km.33,3 No.3 Loktabat Kecamatan Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru

TABEL : Meningkatnya Kualitas Lingkungan

No. Indikator

Kinerja Satuan

Realisasi Kinerja

2 Tahun Sebelumnya Uraian Kinerja Tahun 2017 Target RPJMD

2021

Target Nasional

RPJMN Tahun

2015 Tahun

2016 Target Realisasi Capaian 1 Indeks

Pencemaran (Kualitas Udara)

Level -- Sedang Sedang Sedang 100 % Sedang -

2 Pengujian Emisi/polusi udaraakibat aktifitas Industri

Titik 12 titik 12 titik 12 titik 12 titik 100 % 12 titik -

Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa realisasi indikator kinerja tahun 2017 terhadap target tercapai. Hal ini dapat dilihat dengan data target kinerja 100% diperoleh realisasi kinerja 100% dengan capaian sebesar 100%

( dengan perhitungan realisasi 100 : taget 100 X 100%).

Perbandingan realisasi indikator kinerja indeks kualitas udara terhadap target tahun 2017 adalah tercapai sesuai target pada level sedang (81,9).

dengan realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2017 dengan capaian

(22)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 18

kinerja tahun sebelumnya (2 tahun terakhir) menunjukan pencapaian kinerja yang telah sesuai dengan taget yang ditentukan .

Perbandingan realisasi indikator kinerja indeks kualitas udara terhadap target tahun 2017 adalah tercapai sesuai target pada level sedang (81,9).

Perbandingan realisasi indikator kinerja serta capaian kinerja tahun 2017 dengan realisasi tahun 2016 untuk indeks kualitas udara telah sesuai dengan target yang ditentukan.

Pencapaian Indikator kinerja ” indeks kualitas udara ” sebesar 100%, didukung dengan :

1. Komitmen Walikota Banjarbaru untuk mewujudkan perlindungan dan pengelollan lingkungan hidup yang baik di Kota banjarbaru.

2. Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik tentang pencapaian target program di

Adapun keberhasilan dalam pencapaian indikator kinerja didukung dengan :

- Dinas Lingkungan Hidup selaku SKPD yang bertanggung jawab terhadap pencapaian program secara rutin melakukan sosialisasi, kampanye dan aksi-aksi kepada masyarakat untuk peduli tidak membuang sampah / limbah ke sungai.

- SKPD terkait telah melakukan kegiatan - kegiatan yang mendukung dalam rangka pencapaian program seperti normalisasi sungai / pemeliharaan saluran yang membuat sungai terawat, bersih dan bebas dari sampah.

Hambatan yang masih ditemui adalah :

- Agar memperoleh data pemantauan yang lebih akurat perlu dilakukan inventarisasi sumber/beban pencemar sehingga dapat dihitung daya tampung sungai yang dipantau .

- Data untuk perhitungan kualitas udara tahun 2017 belum bisa dihitung karena masih menunggu hasil analisis data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sehingga untuk kepentingan laporan ini digunakan data tahun 2016 dengan asumsi data tahun 2017 tidak terlalu berbeda jauh.

(23)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 19

Program / Kegiatan yang mendukung dalam pencapaian indikator kinerja adalah sebagai berikut

1. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup

1) Kegiatan Pemantauan Kualitas Lingkungan 2) Kegiatan Kota Bersih, Hijau dan Sehat

3) Kegiatan Koordinasi Pengelolaan Prokasih/Superkasih

4) Kegiatan Pengujian Emisi/polusi udara akibat aktifitas Industri 5) Kegiatan Peningkatan Pengelolaan Laboratorium Lingkungan 6) Kegiatan Penyuluhan dan Pengendalian Polusi dan Pencemaran

2. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan

1) Kegiatan Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Persampahan

Dalam penyelenggaraan kegiatan ini dapat dilakukan efisiensi terhadap anggaran yang digunakan :

a) Kegiatan Pemantauan Kualitas Lingkungan dengan anggaran sebesar Rp.67.751.900, anggaran yang telah direalisasikan sebesar Rp.67.497.900 sehingga dapat diperoleh efisiensi sebesar 99.63%

b) Kegiatan Kota Bersih, Hijau dan Sehat dengan anggaran sebesar Rp. 219.612.000 anggaran yang telah direalisasikan sebesar Rp.

212.922.000 sehingga dapat diperoleh efisiensi sebesar 96.95 %

c) Kegiatan Koordinasi Pengelolaan Prokasih/Superkasih dengan anggaran sebesar Rp. 48.093.000 anggaran yang telah direalisasikan sebesar Rp.

48.088.000 sehingga dapat diperoleh efisiensi sebesar 99.99 %

d) Kegiatan Pengujian Emisi/polusi udara akibat aktifitas Industri Rp.

39.005.000 anggaran yang telah direalisasikan sebesar Rp. 39.005.000 sehingga dapat diperoleh efisiensi sebesar 100 %

e) Kegiatan Peningkatan Pengelolaan Laboratorium Lingkungan Rp.

123.248.400 anggaran yang telah direalisasikan sebesar Rp. 122.381.300 sehingga dapat diperoleh efisiensi sebesar 99.30 %

f) Kegiatan Penyuluhan dan Pengendalian Polusi dan Pencemaran Rp.

97.726.700 anggaran yang telah direalisasikan sebesar Rp. 89.731.700 sehingga dapat diperoleh efisiensi sebesar 91.82 %

(24)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 20 Realisasi Anggaran

No. Program / Kegiatan Pagu Anggaran (Rp.)

Realisasi Anggaran (Rp.)

Sisa Anggaran

(Rp.) A. Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup.

1 Pemantauan Kualitas

Lingkungan 67.751.900 67.497.900 254.000 2. Kota Bersih, Hijau dan Sehat 219.612.000 212.922.000 6.690.000 3 Koordinasi Pengelolaan

Prokasih/Superkasih 480.093.000 48.088.000 5000 4 Kegiatan Pengujian

Emisi/polusi udara akibat aktifitas Industri Peningkatan Peran Serta

39.005.000 39.005.000 0

5. Kegiatan Peningkatan Pengelolaan Laboratorium Lingkungan

123.248.400. 122.381.300 867.100

6. Kegiatan Penyuluhan dan Pengendalian Polusi dan Pencemaran

97.726.700 89.731.700 7.995.000

Rencana aksi yang akan dilakukan di tahun berikutnya untuk mendukung pencapaian indikator kinerja selanjutnya :

- Menambah parameter mikrobiologi untuk memeriksa sampel air badan air - Menyusun daya tampung dan daya dukung seluruh sungai yang dipantau - Dalam penyusunan IKLH data indikator yang belum dipenuhi adalah tutupan

lahan sehingga diharapkan tahun mendatang data tersebut sudah dapat dimilki

Penilaian terhadap indikator kinerja persentase tindak lanjut pengaduan masyarakat Pengusaha dan Usaha persentase tindak lanjut pengaduan masyarakat Pengusaha dan Usaha mengunakan Pengusaha dan Usaha perhitungan ”

Prosentase (%) jumlah pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pecemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang ditindaklanjuti.

Jumlah pengaduan yang diterima instansi lingkungan hidup kabupaten/kota dalam

1 (satu) satu tahun.

= X 100 %

Jumlah pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran dan/atau perusakan

lingkungan hidup yang ditindaklanjuti

(25)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 21 TABEL : CAPAIAN KINERJA MENINGKATNYA PELAYANAN PENANGAN KASUS

LINGKUNGAN

No. Indikator Kinerja Satuan

Realisasi Kinerja 2 Tahun

Sebelumnya Uraian Kinerja Tahun 2017 Target RPJMD

2021

Target Nasional

RPJMN Tahun

2015 Tahun

2016 Target Realisasi Capaian 1. Prosentase jumlah

pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran dan /atau Perusakan LH yang ditindak lanjuti

% 100 100 100 100 100 100 -

Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa realisasi indicator kinerja persentase tindak lanjut pengaduan masyarakat Pengusaha dan Usaha tahun 2017 terhadap target tercapai. Hal ini dapat dilihat dengan data target kinerja 100% diperoleh realisasi kinerja 100% dengan capaian sebesar 100% (dengan perhitungan realisasi 100 : taget 100 X 100%).

Pengaduan yang dilaporkan selama tahun 2017 secara tertulis baik melalui Dinas LIngkungan Hidup Kota Banjarbaru secara target ada 10 buah kasus pengaduan namun tahun 2017 mendapat 13 kasus pengaduan yang masuk ke Dinas lingkungan Hidup namun yang berhasil diselesaikan Cuma 11 Kasus Pengaduan, terdiri dari :

Pengaduan masyarakat, Pengusaha dan Usaha yang melaporkan :

No. Pelapor Jumlah

1 Ketua RT 03 An. Daman tanggal 16 Januari 2017 di Jln. Sidodadi I Rt. 03 Rw 06 Kelurahan Loktabat Selatan Kec. Banjarbaru Selatan

1 Aduan

.2 Ketua RT 03 An. Daman tanggal 16 Januari 2017 di Jln. Sidodadi I Rt. 03 Rw 06 Kelurahan Loktabat Selatan Kec. Banjarbaru Selatan

1 Aduan

3 Via Koran Metro Banjar hari Rabu Tanggal 26 April 2017 Jln. Tohar Rt. 02 Rw. 01 Kel. Syamsudinnoor Landasan Ulin

1 Aduan

4 Padang Warga Komp. Hasta Karya Jln. Kuranji Rt. 32 Kel. Guntung Manggis Landasan Ulin

1 Aduan 5 Muhyar Lutfi via Telpon Jl. Wijaya Kusuma Kelurahan

Komet Banjarbaru

1 Aduan 6 Rohyat via Telpon Jln. Pangeran suriansyah kelurahan

Mentaos

1 Aduan

(26)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 22 7 Hery Lalan Jln. Guntung Manggis Rt. 18 Rw 03 Kel.

Gubtung Manggis

1 Aduan 8 Via Koran Metro banjar hari Minggu tanggal 18 Juni

2017 Jln. Jafri Zam-Zam II Rt.02 / 06 Kel. Kemuning

1 Aduan 9 Purnomo warga komp. Benawa Indah Jl. A. Yani KM

29,5 Kel. Guntyung Manggis

1 Aduan 10 Muan ketua RT 40 Jl. Trikora / Palam Ruko ( Depan

Gria Mawar Asri )

1 Aduan 11 Via Koran Metro Banjar tanggal 10 Juli 2017 Jl.

SidoMulyo II Kel. Landasan Ulin Timur

1 Aduan

Pengaduan masyarakat berdasarkan materi permasalahan :

No Materi Pengaduan Jumlah

1. Gangguan Baud an Pencemaran Sungai diduga akibat aktifitas industry marning an. Jamroji

1 aduan 2. Gangguan Baud an Pencemaran Sungai diduga akibat

aktifitas pabrik tempe an. Wagiman

1 aduan 3. Gangguan Bau Diduga akibat aktifitas pabrik tahu yang

melintas sungai rimba

1 aduan 4. Gangguan Bunyi dan Baudiduga akibat aktifitas daur ulang

ban bekas an. Sumadji

1 aduan 5 Gangguan Bau diduga akibat aktifitas rumah makan Tiga

Dara dan Kafe Big Coffe

1 aduan 6 Gangguan Bau diduga akibat aktifitas rumah makan Sari

Alam

1 aduan 7 Gangguan Bau diduga akibat aktifitas pabrik rotan an. CV.

Borneo Karya Makmur

1 aduan 8 Gangguan Bau diduga akibat aktifitas limbah domestic dari

warga Rt. 02

1 aduan 9 Gangguan Bau diduga akibat aktifitas pengumoulan

minyak curah an. Reza

1 aduan 10 Gangguan Bau diduga akibat aktifitas an. Catering Tania 1 aduan 11 Gangguan Bau Diduga akibat aktifitas peternakan

ayam an. Budi Prianto

1 aduan

Dari semua aduan masyarakat, Pengusaha dan Usaha yang dilaporkan tersebut kemudian ditindaklanjuti Pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru dan dihasilkan bahwa pengaduan masyarakat Pengusaha dan Usaha yang terbukti sebanyak 11 aduan yang sudah ditindak lanjuti, yang terdiri dari :

No. Status Pengaduan yang ditidaklanjuti Jumlah

1. Tim teknis menyarankan agar dapat membuat IPAL dan Pemilik industry telak melaksanakan saran yaitu membuat IPAL

1 aduan 2 Tim Teknis menyarankan agar dapat mempertahankan dan

meningkatkan pengelolaan limbah akibat proses kegiatan produksi dan perusahaaan telah membuat IPAL

1 aduan

3 Tim Teknis menyarankan angar dapat membuat IPAL dan tidak 1 aduan

(27)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 23 membuang air limbah ke sungai.4 pemilik pabrik tahu dan tempe sudah melaksanakan semua tindak lanjut yang disarankan oleh Tim Teknis namun ada 1 pemilik yang tidak mau membuat IPAL 4 Tim teknis menyarankan agar dapat menempatkan posisi ruang

operasional ke sebelah barat yang tidak bersebelahan langsung dengan rumah warga, dan membuat ruang yang kedap udara untuk kegiatan operasional. Pemilik daur ulang sudah melaksanakan semua tindak lanjut yang saran oleh tim teknis

1 aduan

5 Tim teknis menyarankan agar dapat membuat sumur resapan dan tidak mengalirkan air limbah ke drainase umum. Pemilik rumah makan dan kafe sudah melaksanakan semua tindak lanjut yang saran oleh tim teknis

1 aduan

6 Tim teknis menyarankan agar dapat membuat sumur resapan dan tidak mengalirkan air limbah ke drainase umum. Pemilik rumah makan sudah melaksanakan semua tindak lanjut yang saran oleh tim teknis

1 aduan

7 Tim teknis menyarankan agar dapat melakukan pemulihan tanah yang terkontaminasi akibat adanya ceceran solar, merenovasi area perendaman, menggunakan dushcollector untuk cerobong asap, dan merelokasi kegiatan pengumpulan bahan bak. Pemilik pabrik sudah melaksanakan semua tindak lanjut yang saran oleh tim teknis

1 aduan

8 Tim teknis telah menyaksikan adanya pembangunan IPAL komunal di RT.02 yang dapat menampung seluruh limbah domestik warga RT.02, dilaksanakan oleh proyek Dinas PU Kota Banjarbaru

1 aduan

9 Tim teknis menyarankan agar dapat pemilik dapat lebih berhati- hati saat melakukan aktifitas bongkar muat minyak curah dan melakukan pemulihan terhadap area yang telah terkontaminasi.

Pemilik usaha sudah melaksanakan semua tindak lanjut yang saran oleh tim teknis

1 aduan

10 Tim teknis menyarankan agar dapat memfungsikan kembali sumur resapan yang sudah ada dan tidak membuang hasil proses aktifitas katering ke lahan terbuka di samping area lokasi. Pemilik katering sudah melaksanakan semua tindak lanjut yang saran oleh tim teknis

1 aduan

11 Tim teknis menyarankan agar dapat menjaga kebersihan kandang terutama kotoran ayam. Pemilik peternakan sudah melaksanakan semua tindak lanjut yang saran oleh tim teknis

1 aduan

Perbandingan realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2017 dengan capaian kinerja tahun sebelumnya (2 tahun terakhir) menunjukan pencapaian kinerja yang telah sesuai dengan taget yang ditentukan .

Perbandingan realisasi kinerja tahun 2017 dengan target jangka menengah (RPJMD) tahun 2021 berkenaan dengan Indikator kinerja

”persentase tindak lanjut pengaduan masyarakat” masih sesuai. Capaian kinerja tahun 2016 dapat dijadikan pondasi awal untuk capaian kinerja

(28)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 24

berikutnya. Untuk itu maka terobosan-terobosan dalam hal pengawasan terhadap pelayanan yang diberikan ke masyarakat harus pula ditingkatkan.

Target Nasional untuk tindak lanjut pengaduan masyarakat tidak ada, namun menjadi kewajiban setiap kepala daerah apabila ada pengaduan harus ditindaklanjuti untuk mendapatkan kepastian atas aduan yang disampaikan.

Pencapaian Indikator kinerja ” persentase tindak lanjut pengaduan masyarakat ” sebesar 100%, didukung dengan :

1. Komitmen Walikota Banjarbaru untuk Penangan Kasus Lingkungan , sehingga apabila terjadi ketidak nyamanan dalam pelayanan maka melalui Badan Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru langsung ditindak lanjuti.

2. Komitmen Kepala SKPD dan aparatnya khususnya bagi SKPD yang langsung memberikan pelayanan kemasyarakat siap untuk memperbaiki sistem pelayanan / Menindak lanjuti Untuk kepastian atas aduaan yang disampaikan 3. Masyarakat, Perusahaan dan Usaha sudah terbuka dalam menyampaikan

keluhannya, sehingga memudahkan mendapatkan data-data yang diperlukan dalam penyelesaian aduan.

4. Instruksi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor : 180/3935/SJ tentang Pengawasan Pungutan Liar (Pungli) dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah

Adapun hambatan yang mungkin akan dihadapi yaitu :

1. Peranan perkembangan teknologi yang sangat pesat sehingga mempunyai implikasi kerusakan lingkungan dan degradasi sumber daya alam;

2. Perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab, tidak perduli, dan hanya mementingkan diri sendiri.

Pengendalian resiko yang akan dilakukan yaitu :

1. Memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan teknologi untuk mendukung meningkatnya kualitas lingkungan hidup;

2. Melakukan pendekatan yang bersifat penyadaran diri dalam bentuk perilaku yang bermoral terhadap lingkungan hidup;

Program / Kegiatan yang mendukung dalam pencapaian indikator kinerja adalah sebagai berikut:

(29)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 25 A) Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup

- Kegiatan Penyusunan Kebijakan Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup

B) ProgramPeningkatan Kualitas dan akses Informasi Sumber SDA dan LH - Kegiatan Koordinasi penyusunan AMDAL

- Kegiatan Pembinaan dan Koordinasi Penegakan Hukum

- Kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Penegakan Hukum Bidang Lingkungan Hidup

C) ProgramPengembangan kinerja Pengelolaan Persampahan - Peningkatan pengelolaan Air Limbah dan sampah TPA

- Peningkatan Operasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Persampahan

Dalam penyelenggaraan kegiatan ini dapat dilakukan efisiensi terhadap anggaran yang digunakan :

1. Kegiatan Penyusunan Kebijakan Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup dengan anggaran sebesar Rp. 7.627.000,00, anggaran yang telah direalisasikan sebesar Rp. 6.656.000,00 sehingga dapat diperoleh efisiensi sebesar 99.94%

2. Kegiatan Koordinasi penyusunan AMDAL dengan anggaran sebesar Rp.

32.708.000,00 anggaran yang telah direalisasikan sebesar Rp. 32.687.400,00 sehingga dapat diperoleh efisiensi sebesar 99.94 %

3. Kegiatan Pembinaan dan Koordinasi Penegakan Hukum dengan anggaran sebesar Rp. 28.290.000,00 anggaran yang telah direalisasikan sebesar Rp.

25.271.000,00 sehingga dapat diperoleh efisiensi sebesar 89.33 %

4. Kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Penegakan Hukum Bidang Lingkungan Hidup dengan anggaran sebesar Rp. 51.028.000,00 anggaran yang telah direalisasikan sebesar Rp. 40.313.000,00 sehingga dapat diperoleh efisiensi sebesar 79 %

5. Kegiatan Peningkatan Operasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Persampahan dengan anggaran sebesar Rp. 9.368.336.500,00 anggaran yang telah direalidsasikan sebesar Rp. 7.489.251.550 sehingga dapat diperoleh efisiensi sebesar 79.94%

6. Kegiatan Peningkatan Pengelolaan Air Limbah dan Sampah TPA dengan anggaran sebesar Rp. 3.217.452.500,00 anggaran yang telah direalidsasikan

(30)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 26

sebesar Rp. 2.348.201.321.00 sehingga dapat diperoleh efisiensi sebesar 72.98%

Realisasi Anggaran

No. Program / Kegiatan

Pagu Anggaran

(Rp.)

Realisasi Anggaran (Rp.)

Sisa Anggaran

(Rp.) 1 Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup

Kegiatan Penyusunan Kebijakan Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup

7.627.000 6.656.000 971.000

2 ProgramPeningkatan Kualitas dan akses Informasi Sumber SDA dan LH Kegiatan Koordinasi penyusunan

AMDAL

32.708.000 32.687.400 20.600 Kegiatan Pembinaan dan Koordinasi

Penegakan Hukum

28.290.000 25.271.000 3.019.000 Kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi

Penegakan Hukum Bidang Lingkungan Hidup

51028.000 40.313.000 10.715.000

3 Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan Peningkatan operasi dan pemeliharaan

prasarana dan sarana persampahan

9.368.336.500 7.489.251.550 1.879.084.95 0 Peningkatan pengelolaan Air Limbah

dan sampah TPA

3.217.452.50 2.348.201.321 869.251.179

Langkah dimasa depan :

1. Melakukan pelayanan yang cepat sesuai dengan Prosedur

2. Meningkatkan pengawasan dalam bentuk pencegahan terhadap pelaksanaan system pelayanan.

3. Pembentukan Tim Penangan Kasus pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru .

Kinerja pelayanan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru diukur dari tercapainya indikator kinerja sasaran yang ditetapkan sesuai dengan visi dan misi. Pengukuran ini dilakukan untuk melihat tingkat kinerja dinas dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsinya. Apabila target dari indikator kinerja sasaran yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan strategis dapat dicapai, maka kinerja pelayanan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru dapat dikategorikan baik.

(31)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 27 Meningkatkan Pelayanan terhadap Amdal maupun UKL-UPL dan DPLH

Penilaian terhadap indikator kinerja persentase Informasi Sumber Daya Alam Dan Lingkungan Hidup mengunakan perhitungan ” Berdasarkan hasil uji kualitas air yang dilakukan Laboratorium

X 100

%

TABEL :CAPAIAN KINERJA MENINGKATNYA KEGIATAN PENGENDALIAN LINGKUNGAN

L : CAPAIAN KINERJA MENINGKATNYA PELNAN BEBAS KKN

Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa realisasi indicator kinerja persentase tindak lanjut pengaduan masyarakat tahun 2017 terhadap target tercapai. Hal ini dapat dilihat dengan data target kinerja 100% diperoleh realisasi kinerja 100% dengan capaian sebesar 100% ( dengan perhitungan realisasi 100 : taget 100 X 100%).

Pelayanan Informasi Sumber Daya Alam Dan Lingkungan Hidup selama tahun 2017 terdiri dari :

No. Indikator Kinerja Satuan

Realisasi Kinerja 2 Tahun

Sebelumnya Uraian Kinerja Tahun 2017 Target RPJMD

2021

Target Nasional

RPJMN Tahun

2015 Tahun

2016 Target Realisasi Capaian 1. Prosentase usaha

dan/atau kegiatan sumber tidak bergerak yang memenuhi

persyaratan administrasi

& teknis pengendalian pencemaran udara & air

% 100 100 100 100 100 100 -

Prosentase (%) jumlah usaha dan/ atau kegiatan sumber tidak bergerak yang memenuhi persyaratan administratif dan teknis pengendalian pencemaran udara

Jumlah usaha dan/atau kegiatan sumber tidak bergerak yang telah memenuhi persyaratan administratif dan teknis

pengendalian pencemaran udara

Jumlah usaha dan/atau kegiatan sumber tidak bergerak yang potensial mencemari udara yang telah di

inventarisasi

=

(32)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 28 1. Kegiatan Koordinasi Penyusunan Amdal :

No. Nama Kegiatan Keterangan / Diprakarsa A. Dokumen Amdal

1. AMDAL ( ADDENDUM ) Rencana pengelolaan Lingkungan dan Rencana pemantauan Lingkungan ( RPKL- RPL ) Pembangunan pusat perkantoran Provinsi Kalimantan Selatan atas kegiatan Kebun Raya banua, Mesjid dan Reflika Rumah / Kampung banjar dan Auditorium oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Provinsi Kal-Sel

B. Dokumen UKL-UPL

1 UKL-UPL pembangunan dan Operrasional Perumahan Grand Palm Megatamna PT. Megatama Land

Oleh Wahyu Effendi, SE

2 UKL-UPL Pembangunan dan Operasional laboratorium batubara dan Jasa Survey PT.

Triyasa Pirsa Utama

Oleh Meiliana, SE

3 UKL-UPL Pembangunan dan Operasional Instalasi

Pengelolaan Air Limbah ( IPAL )

Kementrian PU dan Perumahan Cipta Karya dan satuan Kerja Pengembangan system penyehatan Lingkungan Permukiman Kalimantan selatan oleh Rio Franata, S.ST 4 UKL-UPL Kegiatan

Pembangunan Drainase

Lingkungan Pemukiman kawasan Kota Banjarbaru

Kementrian PU dan Perumahan Cipta Karya dan satuan Kerja Pengembangan system penyehatan Lingkungan Permukiman Kalimantan selatan oleh Rio Franata, S.ST 5 UKL-UPL pembangunan

Operasional Perumahan Fitria palm Asri PT. Fitria sarbini Mitra mandiri

H. Ahyat sarbini, S. Hut, MM

6 UKL-UPL Pembangunan dan Pengelolaan Workshop dan Prasarana PT. Nnusantara Jaya Raya Mujur

Lany Wijaya

7 UKL-UPL Pembangunan dan Oprasional Klinik Permata Husada PT. Borneo Prima Permata Husada

Dr. Rully Noviyan

8 UKL-UPL Pembangunan Perumahan Kampung Shafwah Asri PT. Shafwah Royal Property

Muhammad Helmi

9 UKL-UPL Kegiatan Puskesmas Cempaka

Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru ( drg.

Agus Widjaja, M.HA ) 10 UKL-UPL Pembangunan

Perumahan PT. Bangun Banua

Adi Kartika, SE.Akt, MM

(33)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP 29 Kalimantan Selatan

11 UKL-UPL Pembangunan Perumahan Mustika Jaya Prestasi PT. Mustika Jaya Prestasi

H. Mukhlis

12 UKL-UPL Kegiatan Gudang dan Kantor PT. Bhanda Ghara Reksa

Arnoldo Viktori S

13 UKL-UPL Kegiatan Puskesmas Landasan Ulin Timur

Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru ( drg.

Agus Widjaja, M.HA ) 14 UKL-UPL Kegiatan

Pembangunan dan Operasional Kantor dan Gedung PT. Nipsea Paint and Chemicals

Benny T

15 UKL-UPL Pembangunan Kantor dan Laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan ( BB POM ) Banjarmasin di

Banjarbaru

Kepala BB POM Banjarmasin

2. Kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Penegakkan Hukum Dinas Lingkungan Hidup berupa sosialisasi tentang peraturan Bidang lingkungan Hidup

3. Kegiatan Pengendalian dan Pengawasan Pemanfaatan SDA :

No Nama Kegiatan Keterangan

1. Sosialisasi bahan daur ulang dari jerami Dilaksanakan 2 Lomba Transh Fashion busana Daur Ulang dilaksanakan 3 Sosialisasi bahan daur ulang dari purun Dilaksanakan 4 Launching dan Pelatihan Go Green n Clean Dilaksanakan 5 Penilaian Banjarbaru Go Green and Clean tahun 2017 Dilaksanakan

6 Awarding Dilaksanakan

7 Partisipasi dalam Banjarbaru Fair 2017 Dilaksanakan

8 Pertemuan Kader GNC Dilaksanakan

9 Magang Banjarbaru Go Green and Clean Dilaksanakan

4. Kegiatan Pengembangan Data dan Informasi Lingkungan :

No. Nama Kegiatan Keterangan

1. Pembuatan Buku SLHD tahun 2017 Dilaksanakan

Gambar

Tabel Hasil Pemantauan Kualitas Air Di Kota Banjarbaru Tahun 2017
TABEL  : Meningkatnya Kualitas Lingkungan
TABEL :CAPAIAN KINERJA MENINGKATNYA KEGIATAN PENGENDALIAN    LINGKUNGAN

Referensi

Dokumen terkait

Pencapaian kinerja pelayanan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau target di tahun 2022 pada Indeks Demokrasi Indonesia 73,75, Indeks Lembaga

Sedangkan dalam rangka mencapai sasaran RPJMD 2017-2022 maka telah ditetapkan beberapa indikator kinerja daerah urusan Koperasi dan UMKM yaitu; Pertumbuhan jumlah

Renja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang Tahun 2021 disusun dengan mengacu pada sasaran dan prioritas pembangunan daerah, program dan kegiatan, indikator dan

Pertumbuhan jumlah omset yang difasilitasi dan Nilai rata-rata volume usaha koperasi yang difasilitasi serta indikator program yaitu program peningkatan kualitas kelembagaan

TUJUAN/SASARAN STRATEGIS/KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET TAHUN 2017 TARGET TRIWULAN I TAHUN 2017 REALISASI TW II SUDAH/BELUM MEMENUHI TARGET FAKTOR

Program dan kegiatan Lokasi Indikator kinerja Program dan Kegiatan Target capaian Kebutuhan Dana 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Perencanaan, Monitoring dan

Indikator Rasio Peningkatan Kemampuan tentang kebencanaan di daerah rawan bencana dengan target 65%, realisasi 66,67%, perhitungan ini berdasarkan pada jumlah

prasarana honornya dibayar tepat Perangkat Daerah Perangkat waktu yang tersedia secara Daerah yang cukup dan dengan tersedia secara kualitas baik.. 103 cukup dan