• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Ekonomika dan Bisnis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Ekonomika dan Bisnis"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Ekonomika dan Bisnis

Journal homepage: https://journal.feb-uniss.ac.id/home ISSN Paper : 2356-2439, ISSN Online : 2685-2446

37

Faktor-Faktor Penentu Dalam Mengambil Keputusan Memilih Perguruan Tinggi Swasta Politeknik Bumi Akpelni Semarang

Retno Indryati1, Suprihono Setyawan2

(1)Politeknik Bumi Akpelni Semarang, (2)FEB Universitas Selamat Sri Kendal (1)[email protected], (2)[email protected] I N F O A R T I K E L Riwayat Artikel: Diterima 14 November 2020 Disetujui 23 November 2020 Dipublikasikan 30 November 2020 Halaman 37 - 45 Kata Kunci:

Reputasi Kampus, Akreditasi Perguruan Tinggi, Informasional, Biaya Pendidikan.

A B S T R A K

Penelitian ini dilakukan untuk tujuan menganalisis dan menguji faktor-faktor yang mampu mempengaruhi minat calon mahasiswa dalam menentukan proses pemilihan perguruan tinggi. Responden dalam penilitian ini adalah taruna/mahasiswa 3 angkatan (53,54,55) dengan jumlah 1463 orang dengan sasaran target 300 orang, dari angka target hanya 106 orang yang mengisi form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor akreditasi perguruan tinggi memberikan peran yang positif terhadap penentuan pilihan perguruan tinggi dengan nilai 7.7%, sedangkan faktor informasional memberikan nilai positif terhadap penentuan pilihan perguruan tinggi dengan nilai 71.1%, sedangkan variabel reputasi kampus dan biaya pendidikan tidak menjadi pertimbangan calon mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi.

PENDAHULUAN

Lulusan SMA/SMK dalam memilih jenjang pendidikan tinggi harus selektif dan tidak boleh salah pilih, hal ini untuk mencegah adanya penyesalan di kemudian hari. Sekarang ini semua kampus berlomba untuk mendapatkan mahasiswa dengan segala cara, dengan tujuan memperoleh mahasiswa yang sesuai dengan target di tiap tahunnya.

Dalam persaingan yang kompetitif inilah perguruan tinggi membekali dirinya dengan berbagai fasilitas, dari mulai akreditasi sampai ke sarana dan prasarana yang berkualitas, dengan maksud, memperkuat eksistensinya sebagai perguruan tinggi yang salah satunya adalah mendapatkan mahasiswa sesuai dengan kapasitas dan keinginan.

Sebuah lembaga pendidikan, perguruan tinggi adalah satuan pendidikan yang paling siap menghadapi persaingan kerja, oleh karena itu pendidikan tinggi baik negeri atau swasta harus selalu siap dengan persaingan tersebut. Data dari LLDIKTI VI Jawa Tengah jumlah PTS dijelaskan dalam table dibawah ini :

(2)

38 Dijelaskan dalam tabel 1, bahwa perguruan tinggi swasta berbentuk politeknik menduduki peringkat ke 4 dalam jumlah secara keseluruhan di LLDIKTI VI Jawa Tengah, yaitu sebanyak 28 perguruan tinggi, meski secara jumlah hanya 11.2 % persen dari total 250 PTS aktif di Jawa Tengah, tetapi politeknik memberikan warna tersendiri terhadap pendidikan tinggi, karena masuk kedalam golongan perguruan tinggi vokasi.

Mengawali berdiri dengan nama Akademi Pelayaran Niaga Indonesia (Akpelni), dengan 3 program studi (Nautika, Teknika dan KPN) dan selama 55 tahun berkembang, serta untuk meningkatkan pelayanan terhadap dunia pendidikan bidang matirim, maka Akpelni berubah bentuk menjadi politeknik dengan nama Politeknik Bumi Akpelni (PBA).

Dalam tabel 2 dijelaskan bahwa ada kecenderungan penurunan jumlah taruna yang ada di Politeknik Bumi Akpelni, tetapi jumlah itu belum dalam kategori menurun secara drastis. Dalam perkembangan penerimaan mahasiswa perguruan tinggi lazim terjadi pasang surut.

Tetapi dengan pengalaman selama 55 tahun sebagai perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah dan di Indonesia yang menyelenggarakan pendidikan vokasi bidang kemaritiman, Politeknik Bumi Akpelni terus berbenah mempertahankan reputasi salah satu rujukan tamatan sekolah lanjutan atas dalam memilih studi lanjutnya.

(3)

39 Politeknik Bumi Akpelni (PBA) menawarkan 4 program studi untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja bidang maritim. Dengan telah banyak menghasilkan lulusan bidang pelayaran dan bekerja di beberapa perusahaan pelayaran terkenal baik asing maupun domestik, serta ditunjang dengan sumberdaya pendukung utama lainnya yakni dosen dan karyawan yang berkompeten, kemudian dukungan dari para alumninya yang banyak juga sukses sebagai pengusaha di bidang pelayaran, hal inilah yang memicu minat siswa tamatan SMA/SMK menjadi calon mahasiswa.

Dari paparan menarik tentang beberapa hal penting tentang perkembangan PBA terkait dengan minat menjadi mahasiswa tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang faktor penentu dalam mengambil keputusan memilih studi lanjut. Oleh karena itu penulis memberi judul penelitian “Faktor-faktor Penentu Dalam Mengambil Keputusan Memilih Perguruan Tinggi Swasta Politeknik Bumi Akpelni Semarang (Survey Taruna 3 Angkatan / Angkatan 53, 54 dan 55).

KERANGKA PEMIKIRAN TEORITIS DAN PENGEMBANGAN MODEL Keputusan Pemilihan Perguruan Tinggi

Mulyadi Nitisusasto (2013) berpendapat bahwa keputusan konsumen membeli, merangkum tiga tahapan proses yakni proses masuknya informasi, proses pertimbangan konsumen dalam membeli dan diakhiri dengan proses pertimbangan keputusan oleh konsumen.

Kotler ( 2002) Penunjuk dari keputusan pembelian: kebutuhan yang dirasakan, aktifitas saat sebelum membeli, sikap waktu menggunakan serta sikap pasca pembelian. Pada penelitian ini keputusan pembelian yang dipersepsikan mahasiswa dalam menentukan pilihan studi di universitas digunakan panduan pengukuran yang dapat dijelaskan berikut ini, yaitu: 1). Pengenalan perguruan tinggi, 2). Pencarian data perguruan tinggi, 3). Penilaian terhadap alternatif memutuskan perguruan tinggi, 4). Keputusan memilah perguruan tinggi serta 5). Sikap sesudah memutuskan perguruan tinggi.

Reputasi Kampus

Dalam menentukan pilihan perguruan tinggi, maka calon mahasiswa harus memperhatikan bagaimana reputasi dari perguruan tinggi tersebut. Heath & Vasquez, 2001 menjelaskan bahwa Reputasi ialah sesuatu evaluasi tentang keterkaitan perilaku, emosi, keuangan, sosial serta budaya sesuatu organisasi dengan bermacam orang secara global.

Post & Griffin (1997) menerangkan jika reputasi adalah kombinasi antara opini, anggapan, dan perilaku para pemangku kepentingan dari suatu organisasi.

Waska Warta (2017) menjelaskan bahwa reputasi adalah suatu senjata yang akan menjaga eksistensi suatu organisasi.

Akreditasi Perguruan Tinggi

Dalam Permendikbud Nomor 5 Tahun 2020, yang menjelaskan tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi dijelaskan dalam Pasal 2 bahwa : (1) Akreditasi merupakan sistem penjaminan mutu eksternal sebagai bagian dari

(4)

40 (2) Akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan:

a. Menentukan kelayakan Program Studi dan Perguruan Tinggi berdasarkan kriteria yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi; dan

b. Menjamin mutu Program Studi dan Perguruan Tinggi secara eksternal baik bidang akademik maupun non akademik untuk melindungi kepentingan mahasiswa dan Masyarakat.

Hal ini jelas bahwa akreditasi adalah syarat mutlak bagi perguruan tinggi dalam usahanya untuk mengembangkan dan mendapat pengakuan dari masyarakat dalam upaya mencetak sumber daya manusia handal dan mempunyai keahlian dan kecakapan sesuai dengan kebutuhan pangsa pasar dunia kerja.

Di sisi lain dengan akreditasi yang unggul, maka proses pengakuan dari pemakai lulusan dalam hal ini perusahaan juga semakin besar, sehingga ini sangat memungkinkan bisa membantu proses perekrutan calon-calon mahasiswa/taruna pada tahun-tahun selanjutnya.

Informasional

Dengan reputasi sebagai perguruan tinggi maritim yang telah memasuki usia 55 tahun Politeknik Bumi Akpelni dalam hal pencarian calon-calon mahasiswa menggunakan beberapa cara atau model pendekatan antara lain, informasi dari alumni, tokoh profesional, selain itu juga melakukan pendekatan dengan bantuan akun-akun sosial media sebagai sarana promosi selain itu juga mencari topik hangat yang saat itu masih menjadi pembicaraan hangat dimasyarakat. Informasi seperti inilah yang membawa hasil signifikan dalam upaya memperoleh mahasiswa baru di setiap masa penerimaan mahasiswa/taruna baru.

Biaya pendidikan

Mulyadi (2015), menjelaskan bahwa biaya merupakan objek yang dicatat, digolongkan, diringkas dan disajikan. Dalam arti yang luas biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu.

UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan dalam pasal 11 menjelaskan sebagai berikut :

(1) Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi.

(2) Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib menjamin tersedianya dana guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun.

Lebih lanjut dalam pasal 24 ayat (3) dijelaskan bahwa : Perguruan tinggi dapat memperoleh sumber dana dari masyarakat yang pengelolaannya dilakukan berdasarkan prinsip akuntabilitas publik.

Pengembangan Model

Dari pembahasan di tinjauan pustaka, maka dapat dijelaskan tentang pengembangan model penelitian dengan indikator berikut ini :

1. REPUTASI KAMPUS

(5)

41 1.2. Dosen Pengajar Berkualitas

1.3. Suasana Belajar Mengajar Sangat Nyaman 1.4. Fasilitas Belajar Yang Lengkap

1.5. Pelayanan Akademik Yang Berkualitas

1.6. Menjalin banyak kerjasama dengan instansi lain. 2. AKEREDITASI PERGURUAN TINGGI

2.1. Institusi berakreditasi baik

2.2. Program Studi Semuanya Sudah Terakreditasi Baik 2.3. Program Studi Memiliki Pasar Kerja Potensial 2.4. Kurikulum Yang Adaptif Sesuai Pasar Kerja 2.5. Lulusan Berkualitas dan Siap Kerja

3. INFORMASIONAL 3.1. Informasi Dari Alumni 3.2. Informasi Media Promosi

3.3. Informasi Dari Tokoh Profesional

3.4. Informasi Dari Topik Pembicaraan Hangat Dimasyarakat 4. BIAYA PENDIDIKAN

4.1. Biaya Sebanding Dengan Fasilitas

4.2. Biaya Relative Dalam Kategori Standar (Menengah) 4.3. Disediakan bea siswa dari berbagai sumber

Dari uraian tersebut dapat dijelaskan mengenai model penelitiannya adalah sebagai berikut :

METODE

Penelitian ini peneliti mengaplikasikan metode kuantitatif deskriptif dan bersifat eksploratif, yang artinya mengeksplorasi variabel-variabel dominan yang membentuk faktor-faktor yang mempengaruhi responden (Imam Ghozali, 2016). Populasi dari penelitian ini adalah taruna/mahasiswa Politeknik Bumi Akpelni angkatan 2017 – 2019 / dalam tradisi di PBA adalah angkatan 53,54 dan 55 dengan total taruna sebanyak 1463. Dengan menggunakan rumus slovin, maka jumlah taruna/mahasiswa yang dijadikan sampel ada 300 orang taruna.

Dikarenakan penelitian ini berlangsung pada saat masih pandemi corona, maka metode penyebaran kuisioner kepada responden di lakukan dengan link http://bit.ly/kuisionerminatPBA. Dari rencana sebanyak 300 taruna/mahasiswa

(6)

42 sebagai target, dan waktu yang ditentukan maka hanya ada 106 taruna/mahasiswa yang merespon link tersebut diatas dan yang dijadikan bahan penelitian ini.

HASIL PENELITIAN

Dari 106 taruna tersebut yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 90 orang dan yang berjenis kelamin perempuan sejumlah 16 orang. Dari data yang didapat kemudian dianalisis dengan bantuan aplikasi SPSS.

Uji Reliabilitas

Tabel 3 menjelaskan bahwa jawaban dari responden semuanya dinyatakan valid dan setelah diuji kahandalnnya maka disimpulkan bahwa semuanya handal atau reliabel karena mempunya alpha croanbach yang lebih besar dari 0.6

(7)

43

Analisis Regresi

Dalam tabel 5 dapat dijelaskan bahwa persamaan regresi dari varaibael dependen (Y) dengan variabel independen (X), dapat dirumuskan sebagai berikut :

Persamaan diatas menjelaskan bahwa koefisien regresi dari dua variabel independen reputasi kampus dan biaya pendidikan bertanda negatif, sedangkan variabel akreditasi perguruan tinggi dan variabel informasional bertanda positif, ini artinya variabel independent (akreditasi perguruan tinggi dan informasional) mempunyai pengaruh terhadap keputusan memilih. Dengan demikian H1 = reputasi kampus tidak berpengaruh terhadap keputusan memilih perguruan tinggi, hal ini tidak sejalan dengan penelitian dari Yunitasari Moni & Kristina Sisilla (2014). H2 = akreditasi perguruan tinggi berpengaruh terhadap keputusan memilih, hal ini mempertegas hasil dari penelitian Dedy Ansari Harahap dkk (2017). H3 = informasional berpengaruh positif terhadap keputusan memilih, hal ini juga mempertegas hasil penelitian dari Muhammad Teguh Nuryadin dkk (2017). H4 = biaya pendidikan tidak berpengaruh terhadap keputusan memilih, ini tidak sejalan dengan hasil penelitian dari Testian Yushli Ana dkk (2016).

PEMBAHASAN

Dari paparan hasil analisis tersebut diatas, maka dapat dijelaskan bahwa dalam rangka memilih perguruan tinggi sebagai jenjang pendidikan setelah lulus SMA, calon taruna/mahasiswa mempunyai dasar bahwa akreditasi perguruan tinggi dan informasional perguruan tinggi tersebut menjadi pertimbangan yang mampu mempengaruhi minat memilih perguruan tinggi, sedangkan reputasi kampus dan biaya pendidikan tidak terlalu dipermasalahkan oleh mereka calon taruna/mahasiswa. Didalam tabel 5 juga dijelaskan bahwasannya Adjusted R2 = 0.918 atau 91.8% artinya secara simultan keputusan memilih dari calon taruna/mahasiswa dalam penelitian ini ada sebesar 91.8% bisa dijelaskan oleh faktor-faktor yang diteliti, sedangkan 8.2% dijelas oleh faktor lain yang tidak ada dalam penelitian ini.

(8)

44

KESIMPULAN

Dari hasil paparan tersebut ditas maka dapat disimpulkan bahwa variabel akreditasi perguruan tinggi dengan indikator “Lulusan Berkualitas dan Siap Kerja” menjadi faktor penentu terbesar dalam menentukan keputusan memilih perguruan tinggi. Selain itu variabel informasional dengan indikator “Informasi Dari Alumni” sebagai faktor penentu dalam menetukan memilih perguruan tinggi.

SARAN

Penelitian yang kami lakukan ini masih dalam masa pandemi corona/covid-19, oleh karena itu ketidaksempurnaan dalam proses penelitian karena banyaknya kendala dan yang paling sangat merisaukan adalah faktor jaringan internet, disarankan untuk peneliti selanjutnya, jika masih dalam suasana pandemi covid-19 seperti saat ini, maka harus mempersiapkan infrastruktur jaringan internet yang memadai, untuk menghasilkan penelitian yang lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Harahap DA. Pengaruh Reputasi Universitas Terhadap Keputusan Mahasiswa Memilih Studi di Universitas Islam Sumatera Utara. 2017;(November):8-10. doi:10.31227/osf.io/tz5yv

Heath Contributing Editor: Gabriel Vasquez, R.L. (2001), "Handbook of Public Relations", Corporate Communications: An International Journal, Vol. 6 No. 2 Kotler Philip & Keller Kevin Lane. 2002.Manajemen Pemasaran.Jakarta.Erlangga. Mulyadi Nitisusastro. 2013.Perilaku Konsumen Dalam Perspektif Kewirausahaan.

Bandung, Alfabeta.

Mulyadi. 2015. Akuntansi Biaya.Yogyakarta, STIE YKPN.

Nuryadin MT, Sangen M, Albusairi SA. Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Mahasiswa Dalam Memilih Program Studi Pada Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Banjarmasin. J Wawasan Manaj. 2017;Vol. 5, No:107-123.

Permendikbud Nomor 5 Tahun 2020, Tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi

Post, J., Griffin, J. Part VII.1997. Managing Reputation: Pursuing Everyday Excellence: Corporate reputation and external affairs management. Corp Reputation Rev 1, 165–171

Testian Yushli Ana, Sunarto , Sudarno, Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Mahasiswa Memilih Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP UNS (Studi Pada Angkatan 2014 Dan 2015)

(9)

45 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Waska Warta.2017.Manajemen Reputasi.Bandung.Simbiosa Rekatama Media

Yunitasari M, Sisilia K. Analisis Faktor Pengambilan Keputusan Mendaftar Di Institusi Pendidikan Tinggi Swasta (Studi Kasus Pada Program Studi S1 Ilmu Administrasi Bisnis Angkatan 2014 Universitas Telkom , Indonesia ). 2014;(2007).

Gambar

Tabel  3  menjelaskan  bahwa  jawaban  dari  responden  semuanya  dinyatakan  valid dan setelah diuji kahandalnnya maka disimpulkan bahwa semuanya handal atau  reliabel karena mempunya alpha croanbach yang lebih besar dari 0.6

Referensi

Dokumen terkait

Seandainya calon mahasiswa tersebut tetap tidak lulus SMA/SMK/MA atau ujian kesetaraan Paket C, maka yang bersangkutan tidak dapat diterima di perguruan tinggi.. Demikian

Ketertarikan untuk studi lanjut ke perguruan tinggi dengan memilih program studi administrasi bisnis, adalah menjadi pilihan utama bagi calon lulusan yang telah memilih pada

Dari tabel diatas menunjukkan bahwa tingkat frekuensi masyarakat menunujukkan kategori tinggi sebesar 100 persen, dilihat dari tabel distribusi frekuensi

Variabel keputusan pembelian terhadap produk Aqua di Indomaret Subah Kabupaten Batang pada umumnya berada pada kategori tinggi adalah 20, nilai rata- rata citra merek dari

Berdasarkan analisis penulis yang menyebabkan Jumlah anggota secara parsial tidak berpengaruh terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) pada KPRI Kabupaten Kendal tahun

Hasil analisis regresi menunjukkan (1) terdapat pengaruh variabel bagi hasil terhadap penggunaan Layanan Tabungan Mudharabah Perbankan Syariah, (2) terdapat pengaruh

RIWAYAT PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI Tahun Lulus Jenjang Perguruan Tinggi Jurusan/ Bidang Studi 2000 S1 Sarjana Universitas Islam Indonesia- Yogyakarta Pendidikan Agama Islam 2003

Satuan pendidikan untuk jenis pendidikan umum pada jalur formal adalah SD dan SMP untuk jenjang dasar, SMA untuk jenjang menengah, dan Perguruan Tinggi untuk jenjang tinggi.. Sedangkan