Bulan Januari 2016 Sulawesi Selatan Inflasi 1,22 persen
Pada bulan Januari 2016, Sulawesi Selatan mengalami inflasi sebesar 1,22 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 123,62. Dari 5 kota IHK di Sulawesi Selatan semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Makassar sebesar 1,36 persen dengan IHK 124,21 dan terendah terjadi di Bulukumba sebesar 0,46 persen dengan IHK 128,93. Inflasi di Sulawesi Selatan bulan Januari 2016 terjadi karena adanya enam kelompok pengeluaran mengalami kenaikan
harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar 4,63 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,18 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 1,28 persen, kelompok kesehatan 0,87 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,02 persen dan kelompok sandang sebesar 0,19 persen, sedangkan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi 1,31 persen.
Dari 11 kota di Pulau Sulawesi, 7 kota mengalami inflasi, sedangkan 4 kota lainnya deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kendari sebesar 1,49 persen dan inflasi terendah terjadi di Bulukumba sebesar 0,46 persen. Deflasi tertinggi terjadi
Gorontalo -0,58 persen dan deflasi terendah di Mamuju sebesar -0,06 persen.
Dari 82 kota IHK Nasional, 75 kota mengalami inflasi, sedangkan 7 kota lainnya deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga
sebesar 1,82 persen dan inflasi terendah terjadi di Padang sebesar 0,02 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Gorontalo -0,58 persen dan deflasi terendah terjadi di Tanjung Pandan -0,02 persen.
Laju inflasi tahun kalender (Januari 2016) Sulawesi Selatan mencapai 1,22 persen, sedangkan laju inflasi year on year (Januari 2016 terhadap Januari 2015) sebesar 5,94 persen.
Komponen inti di Sulawesi Selatan pada Januari 2016 mengalami inflasi sebesar 0,46 persen, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender Januari 2016 sebesar 0,46 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Januari 2016 terhadap Januari 2015) sebesar 4,67 persen.
Perubahan IHK untuk kota Makassar terjadi inflasi sebesar 1,36 persen dengan IHK sebesar 124,21.
No. 06/02/73/Th. XX, 1 Februari 2016
P
ERKEMBANGANI
NDEKSH
ARGAK
ONSUMEN/
I
NFLASIS
ULAWESIS
ELATANB
ULANJ
ANUARI2016
Penghitungan inflasi Sulawesi Selatan diawal tahun 2016 didasarkan pada hasil Survei Harga Konsumen yang dilakukan oleh BPS Provinsi Sulawesi Selatan pada pasar tradisional dan pasar modern/swalayan di 5 kota IHK nasional yaitu : Bulukumba, Watampone, Makassar, Parepare dan Palopo terjadi inflasi di Sulawesi Selatan sebesar
pada Januari 2016. Tingkat inflasi tahun kalender 2016 dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2016 terhadap Januari 2015) masing-masing sebesar 1,22 persen, dan 5,94 persen.
Inflasi Sulawesi Selatan bulan Januari 2016 terjadi karena enam kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar 4,63 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,18 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 1,28 persen, kelompok kesehatan 0,87 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,02 persen dan kelompok sandang sebesar 0,19 persen, sedangkan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi 1,31 persen.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Januari 2016 antara lain: tomat sayur, cabe rawit, bawang merah, tarip listrik, tomat buah, ikan bandeng, kentang, beras, cabe merah dan kol putih/kubis.
Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah: bensin, angkutan udara, ikan cakalang, kelapa, tempe, ikan layang, solar, ikan selar, tahu mentah dan minyak goreng.
Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan Inflasi pada Januari 2015, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 1,0923 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,0277 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,2939 persen; kelompok sandang 0,0138 persen; kelompok kesehatan 0,0377 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,0008 persen, sedangkan yang memberikan sumbangan deflasi yaitu: kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,2419 persen;
Tabel 1
IHK dan Tingkat Inflasi Provinsi Sulawesi Selatan Januari 2016, Tahun Kalender 2016, dan Tahun Ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100)
Kelompok Pengeluaran Desember IHK 2014 IHK Desember 2015 IHK Januari 2016 Inflasi Januari 20161) Laju Inflasi Tahun Kalender 20162) Inflasi Tahun ke Tahun 3) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m (Headline) 116,89 122,13 123,62 1,22 1,22 5,94 1. Bahan Makanan 125,03 136,01 142,31 4,63 4,63 12,18
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 114,11 120,36 120,58 0,18 0,18 5,38 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 114,88 119,63 121,17 1,28 1,28 4,52
4. Sandang 110,82 117,48 117,71 0,19 0,19 5,48
5. Kesehatan 109,25 114,73 115,74 0,87 0,87 5,23
6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 105,45 108,16 108,18 0,02 0,02 2,39
7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 121,49 120,29 118,71 -1,31 -1,31 2,15
1) Persentase Perubahan IHK Januari 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya 2) Persentase Perubahan IHK Januari 2016 terhadap IHK Desember 2015 3) Persentase Perubahan IHK Januari 2016 terhadap IHK Januari 2015
No. Kelompok/Sub Kelompok
BAHAN MAKANAN 4,63 1,0923
1 Padi-2an, umbi-2an & hsl-nya 0,83 0,0499 2 Daging & hasilnya 1,73 0,0311
3 Ikan Segar 1,76 0,0759
4 Ikan Diawetkan -0,28 0,0000 5 Telur, Susu dan hsl-nya 1,43 0,0299
6 Sayur-2an 18,22 0,4714
7 Kacang-2an -1,89 -0,0115
8 Buah-2an 5,18 0,1026
9 Bumbu-2an 19,46 0,3610
10 Lemak dan Minyak -1,70 -0,0181 11 Bahan makanan lainnya 0,31 0,0001
Tabel 3
Januari 2016 (%)
Inflasi Sumbangan Inflasi dan Sumbangan Kelompok Bahan Makanan
Tabel 2
Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Provinsi Sulawesi Selatan (2012=100) Januari 2016 (persen)
Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi
(%)
(1) (2)
U M U M 1,2244
1. Bahan Makanan 1,0923
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok,dan Tembakau 0,0277 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas,dan Bahan Bakar 0,2939
4. Sandang 0,0138
5. Kesehatan 0,0377
6. Pendidikan, Rekreasi,dan Olahraga 0,0008
7. Transpor, Komunikasi,dan Jasa Keuangan -0,2419
URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN
1. Bahan MakananKelompok ini pada bulan Januari 2016 mengalami inflasi sebesar 4,63 persen. Dari 11 sub kelompok dalam kelompok ini, 8 sub kelompok mengalami inflasi dan 3 sub kelompok mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 19,46 persen dan inflasi terendah terjadi pada sub kelompok bahan makanan lainnya sebesar 0,31 persen.
Kelompok ini di bulan Januari 2106 memberi sumbangan positif sebesar 1,0923 persen. Sumbangan positif terbesar diberikan sub kelompok sayur-sayuran sebesar 0,4714 persen dan sumbanga positif terkecil oleh sub kelompok bahan makanan lainnya sebesar 0,0001 persen.
No. Kelompok/Sub Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan
Tembakau 0,18 0,0277
1 Makanan Jadi 0,24 0,0205
2 Minuman yang tdk beralkohol 0,10 0,0029
3 Tembakau dan Min. beralkohol 0,10 0,0043
Tabel 4.
Inflasi Sumbangan Inflasi dan Sumbangan Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok
dan Tembakau Januari 2016 (%)
No. Kelompok/Sub Kelompok
Sandang 0,19 0,0138
1 Sandang laki-laki 0,12 0,0023
2 Sandang wanita 0,20 0,0042
3 Sandang anak-anak 0,11 0,0016
4 Barang pribadi dan sandang lainnya 0,25 0,0056
Tabel 6.
Inflasi dan Sumbangan Kelompok Sandang Januari 2016 (%)
Inflasi Sumbangan 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
Kelompok ini pada bulan Januari 2016 mengalami inflasi sebesar 0,18 persen. Dari 3 sub kelompok dalam kelompok ini, semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok makanan jadi sebesar 0,24 persen, inflasi terendah terjadi pada sub kelompok minuman yang tidak beralkohol serta sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol masing-masing sebesar 0,10 persen.
Kelompok pengeluaran ini pada bulan Januari 2016 menyumbang inflasi sebesar 0,0277 persen. Sumbangan inflasi tertinggi diberikan oleh sub kelompok makanan jadi sebesar 0,0205 persen.
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar Kelompok ini pada bulan Januari 2016 mengalami inflasi sebesar 1,28 persen. Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini, semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air sebesar 2,44 persen dan inflasi terendah terjadi pada sub kelompok biaya tempat tinggal sebesar 0,75 persen.
Kelompok ini pada Bulan Januari 2016 menyumbang inflasi sebesar 0,2939 persen. . Sumbangan inflasi terbesar diberikan oleh sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air sebesar 0,1280
persen dan kontribusi inflasi terkecil oleh sub kelompok penyelenggaraan rumahtangga sebesar 0,0184 persen. 4. S a n d a n g
Kelompok ini bulan Januari 2016 mengalami inflasi 0,19 persen. Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini , semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok barang pribadi dan sandang lainnya sebesar 0,25 persen.
Kelompok ini menyumbang inflasi 0,0138 persen. Inflasi tertinggi disumbangkan oleh sub kelompok barang pribadi dan sandang lainnya sebesar
No. Kelompok/Sub Kelompok
Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 1,28 0,2939
1 Biaya tempat tinggal 0,75 0,0892
2 Bahan bakar, penerangan dan air 2,44 0,1280 3 Perlengkapan rumahtangga 1,47 0,0583 4 Penyelenggaraan rumahtangga 0,94 0,0184
Tabel 5.
Inflasi dan Sumbangan Kelompok Perumahan, Air,
Inflasi Sumbangan Listrik, Gas, dan Bahan Bakar Januari 2016 (%)
5. Kelompok Kesehatan
Kelompok kesehatan bulan ini mengalami inflasi sebesar 0,87 persen. Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini, semua sub kelompok mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok jasa perawatan jasmani sebesar 2,39 persen dan inflasi terendah pada sub kelompok obat-obatan sebesar 0,09 persen.
Kelompok ini pada bulan Januari 2016 menyumbang inflasi sebesar 0,0377 persen. Kontribusi inflasi terbesar diberikan oleh sub kelompok jasa kesehatan sebesar 0,0197 persen.
6. Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga Kelompok ini pada bulan Januari 2016 mengalami inflasi sebesar 0,02 persen. Dari 5 sub kelompok yang ada, 1 sub kelompok mengalami inflasi, 2 sub kelompok mengalami deflasi serta 2 sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan. Inflasi terjadi pada sub kelompok jasa pendidikan sebesar 0,03 persen.
Kelompok ini di bulan Januari 2016 menyumbang inflasi sebesar 0,0008 persen. Sumbangan inflasi terbesar diberikan oleh sub kelompok jasa pendidikan sebesar 0,0009 persen. 7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan
Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada bulan Januari 2016 mengalami deflasi sebesar 1,31 persen. Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini, 2 sub kelompok mengalami inflasi, 1 sub kelompok lainnya deflasi serta 1 sub kelompok tidak mengalami perubahan (stabil). Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok jasa keuangan sebesar 1,53 persen.
Kelompok ini di bulan Januari 2016 memberi kontribusi deflasi sebesar 0,2419 persen. Sub kelompok yang memberikan kontribusi negatif terbesar adalah sub kelompok transpor sebesar 0,2537 persen.
No. Kelompok/ Sub Kelompok
Kesehatan 0,87 0,0377
1 Jasa Kesehatan 1,35 0,0197 2 Obat-obatan 0,09 0,0005 3 Jasa Perawatan jasmani 2,39 0,0115 4 Perawatan jasmani dan kosmetika 0,35 0,0060
Tabel 7.
Inflasi dan Sumbangan Kelompok Kesehatan Januari 2016 (%)
Inflasi Sumbangan
No. Kelompok/Sub Kelompok
Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga 0,02 0,0008
1 Jasa Pendidikan 0,03 0,0009 2 Kursus2 / Pelatihan 0,00 0,0000 3 Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 0,00 0,0001 4 Rekreasi -0,02 -0,0002 5 Olah raga -0,04 0,0000 Tabel 8.
Inflasi dan Sumbangan Kelompok Pendidikan Rekreasi & Olah Raga Januari 2016 (%)
Inflasi Sumbangan
No. Kelompok/Sub Kelompok
Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan -1,31 -0,2419
1 Transpor -2,03 -0,2537 2 Komunikasi Dan Pengiriman 0,00 0,0000 3 Sarana dan Penunjang Transpor 0,40 0,0052 4 Jasa Keuangan 1,53 0,0067
Tabel 9.
Inflasi dan Sumbangan Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan Januari 2016 (%)
PERBANDINGAN INFLASI PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2012 – 2016
Pada bulan Januari tahun 2016 Sulawesi Selatan mengalami inflasi sebesar 1,22 persen, inflasi bulan ini lebih tinggi dibanding tahun 2012 sebesar 1,12 persen, tahun 2013 sebesar 1,13 persen dan tahun 2014 sebesar 1,11 persen.
Laju inflasi ”year on year” Sulawesi Selatan (Januari 2016 terhadap Januari 2015) sebesar 5,94 persen lebih rendah dibanding periode tahun 2015 sebesar 7,23 persen, dan tahun 2014 sebesar 6,43 persen, tapi masih lebih tinggi dibanding tahun 2012 sebesar 2,70 persen dan tahun 2013 sebesar 4,41 persen.
Tabel 10
Inflasi Bulanan, Tahun Kalender dan Tahun ke Tahun, Tahun 2012 – 2016
Inflasi (2007 = 100) 2012 (2007 = 100) 2013 (2012 = 100) 2014 (2012 = 100) 2015 (2012 = 100) 2016
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Januari 1,12 1,13 1,11 -0,17 1,22
2. (Januari) tahun kalender 1,12 1,13 1,11 -0,17 1,22
JANUARI 2016 KOTA MAKASSAR INFLASI 1,36 PERSEN
Kota Makassar pada awal tahun 2016 ini mengalami inflasi sebesar 1,36 persen, atau terjadi perubahan indeks dari 122,54 pada bulan Desember 2015 naik menjadi 124,21 pada bulan Januari 2016. Laju inflasi tahun kalender (Januari 2016) sebesar 1,36 persen, dan laju inflasi ”year on year” (Januari 2016 terhadap Januari 2015) sebesar 6,68 persen.
Inflasi dipicu oleh naiknya harga-harga komoditi yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 5,19 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,12 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 1,48 persen; kelompok sandang sebesar 0,23 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,95 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01 persen, sedangkan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan deflasi sebesar 1,45 persen.
Tabel 11
IHK dan Tingkat Inflasi Kota Makassar Januari 2016, Tahun kalender 2016, dan Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)
Kelompok Pengeluaran IHK Desember 2014 IHK Desember 2015 IHK Januari 2016 Inflasi Januari 20161) Laju Inflasi Tahun Kalender 2016 2) Inflasi Tahun ke Tahun 3) Andil (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) U M U M 116,50 122,54 124,21 1,36 1,36 6,68 1. Bahan Makanan 124,26 137,12 144,23 5,19 5,19 13,63 1,2099
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan
Tembakau 113,47 120,04 120,18 0,12 0,12 5,67 0,0188
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 115,04 120,26 122,04 1,48 1,48 5,06 0,3423
4. Sandang 111,94 119,78 120,06 0,23 0,23 6,50 0,0181
5. Kesehatan 109,61 115,74 116,84 0,95 0,95 5,69 0,0392
6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 105,44 108,19 108,20 0,01 0,01 2,56 0,0002
7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 120,64 120,27 118,53 -1,45 -1,45 2,99 0,2674
1) Persentase perubahan IHK Januari 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya
2) Persentase perubahan IHK Januari 2016 terhadap IHK Desember 2015
PERBANDINGAN ANTAR KOTA IHK DI PULAU SULAWESI
Kota-kota IHK di wilayah pulau Sulawesi yang berjumlah 11 kota, 7 kota mengalami inflasi dan 4 kota lainnya deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kendari sebesar 1,49 persen dengan IHK 119,82, terendah di Bulukumba sebesar 0,46 persen dengan IHK 128,93. Deflasi tertinggi di Gorontalo -0,58 persen dengan IHK 119,52 dan deflasi terendah di Mamuju sebesar -0,06 persen dengan IHK 122,71 (lihat tabel 12 kolom 6).
Laju inflasi tertinggi berdasarkan tahun kalender terjadi di Kendari sebesar 1,49 persen; diikuti berturut-turut
Makassar sebesar 1,36 persen; Bau-bau sebesar 1,22 persen; Parepare sebesar 1,11 persen; Palopo sebesar 0,61 persen; Watampone sebesar 0,50 persen; Bulukumba sebesar 0,46 persen; Mamuju sebesar -0,06 persen;
Manado sebesar -0,18 persen; Palu sebesar -0,41 persen; dan Gorontalo sebesar -0,58 persen.
Laju inflasi tertinggi berdasarkan ”tahun ke tahun” (Januari 2016 terhadap Januari 2015) terjadi di Makassar sebesar 6,68 persen; diikuti berturut-turut Manado sebesar 6,12 persen; Gorontalo sebesar 5,03 persen; Mamuju sebesar 4,87 persen; Bau-bau sebesar 4,87 persen; Palopo sebesar 4,34 persen; Kendari sebesar 4,15 persen; Palu sebesar 3,62 persen; Parepare sebesar 3,11 persen; Watampone sebesar 2,78 persen; dan Bulukumba sebesar 2,76 persen.
Tabel 12
Perbandingan Indeks dan Inflasi Januari 2016 Antar Kota di Pulau Sulawesi (2012=100)
No. K o t a Desember IHK
2014 IHK Desember 2015 IHK Januari 2016 Inflasi Januari 2016 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2016 2) Inflasi Tahun ke Tahun 3) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 01. KENDARI 116,16 118,06 119,82 1,49 1,49 4,15 02. MAKASSAR 116,50 122,54 124,21 1,36 1,36 6,68 03. BAU-BAU 121,89 126,70 128,24 1,22 1,22 4,87 04. PAREPARE 117,71 119,57 120,90 1,11 1,11 3,11 05. PALOPO 116,54 120,48 121,22 0,61 0,61 4,34 06. WATAMPONE 117,35 118,49 119,08 0,50 0,50 2,78 07. BULUKUMBA 125,61 128,34 128,93 0,46 0,46 2,76 08. MAMUJU 116,85 122,78 122,71 -0,06 -0,06 4,87 09. MANADO 118,61 125,20 124,98 -0,18 -0,18 6,12 10. PALU 120,21 125,22 124,71 -0,41 -0,41 3,62 11. GORONTALO 115,26 120,22 119,52 -0,58 -0,58 5,03
1) Persentase perubahan IHK Januari 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya 2) Persentase perubahan IHK Januari 2016 terhadap IHK Desember 2015
INFLASI MENURUT KOMPONEN JANUARI 2016
Komponen inti Sulawesi Selatan pada bulan Januari 2016 inflasi sebesar 0,46 persen, komponen diatur pemerintah deflasi 0,81 persen; dan komponen bergejolak inflasi 5,10 persen. Sementara itu komponen inti untuk kota Makassar pada Januari 2016 mengalami inflasi sebesar 0,54 persen; komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami deflasi 0,93 persen, dan komponen bergejolak inflasi sebesar 5,71 persen. Kota Watampone komponen inti inflasi sebesar 0,20 persen; harga diatur pemerintah deflasi 0,68 persen; dan komponen bergejolak inflasi 2,06 persen. Kota Parepare komponen inti inflasi 0,33 persen; harga diatur pemerintah deflasi 0,45 persen; dan komponen bergejolak inflasi 4,50 persen. Kota Palopo komponen inti inflasi sebesar 0,03 persen; harga diatur pemerintah deflasi 0,08 persen; dan komponen bergejolak inflasi 2,54 persen. Kota Bulukumba komponen inti inflasi 0,20 persen; harga diatur pemerintah deflasi 0,37 persen; dan komponen bergejolak inflasi 1,57 persen.
Tabel 13
Laju Inflasi Januari 2016, Inflasi Tahun Kalender 2016 dan Inflasi Year on Year Menurut Komponen
Di Provinsi Sulawesi Selatan
Komponen
Kota Makassar Kota Watampone Kota Parepare
IHK Jan 2016 Perubahan IHK (%) IHK Jan 2016 Perubahan IHK (%) IHK Jan 2016 Perubahan IHK (%) Jan 2016 Tahun Kalender 2016 Year on Year Jan 2016 Tahun Kalender 2016 Year on Year Jan 2016 Tahun Kalender 2016 Year on Year (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) U M U M 124,21 1,36 1,36 6,68 119,08 0,50 0,50 2,78 120,90 1,11 1,11 3,11 Inti 116,47 0,54 0,54 5,36 110,09 0,20 0,20 1,70 111,70 0,33 0,33 2,16 Harga Diatur Pemerintah 129,90 -0,93 -0,93 2,22 129,82 -0,68 -0,68 0,43 138,42 -0,45 -0,45 2,19 Bergejolak 147,52 5,71 5,71 14,63 138,87 2,06 2,06 7,29 136,00 4,50 4,50 6,44 Komponen
Kota Palopo Kota Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan
IHK Jan 2016 Perubahan IHK (%) IHK Jan 2016 Perubahan IHK (%) IHK Jan 2016 Perubahan IHK (%) Jan 2016 Tahun Kalender 2016 Year on Year Jan 2016 Tahun Kalender 2016 Year on Year Jan 2016 Tahun Kalender 2016 Year on Year (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22) (23) (24) (25) U M U M 121,22 0,61 0,61 4,34 128,93 0,46 0,46 2,76 123,62 1,22 1,22 5,94 Inti 112,78 0,03 0,03 2,76 122,58 0,20 0,20 2,02 115,70 0,46 0,46 4,67 Harga Diatur Pemerintah 133,89 -0,08 -0,08 2,47 143,52 -0,37 -0,37 4,39 131,12 -0,81 -0,81 2,19 Bergejolak 136,19 2,54 2,54 9,76 135,41 1,57 1,57 3,35 145,16 5,10 5,10 13,01